TAORIS FF | BELOVED | PART 5

Maaf terlalu lama update ^^

Aku makin sulit cari waktu. Jadi mungkin bakal lama update.

Yang membaca FF aku, tolong yang bermaksud baik saja. Jika bermaksud menjelek- jelekan, silahkan close WP aku dan tidak usah mengunjungi lagi. Maaf. Saya manusia dan saya juga punya hati. Tolong sedikit berfikir jika membashing. Kita sesama manusia.

Terima kasih.

 

BELOVED

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

 

BELOVED

 

TAORIS FANFICTION

 

Cast : Wu Yifan / Kris – Huang Zitao

Pair : KrisTao / TaoRis

Other : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Do Kyungsoo – Lu Han – Oh Sehoon / Sehun – Kim Jongin / Kai

Other Pair : Baekyeol / Chanbaek -  HunHan – ChanSoo/ ChanDo – KaiTao

Disclamer : EXO belong to SMEnt and EXOstan, and THIS story is MINE!

 

Warning : YAOI / BL / Boy x Boy

 

Dont LIKE , Dont READ !

 

NO BASHING !!!! NO COPY PASTE !!!!

 

 

 

 

Jangan bertanya mengapa aku jadi seperti ini

Karena aku sendiri bingung akan jawabannya

Jangan bertanya atas apa yang aku lakukan

Karena aku sendiri tidak tahu mengapa tubuhku bergerak sendiri

Jangan bertanya  perubahan yang terjadi pada sosokku begitu tiba- tiba

Karena aku sendiri hanya bisa merasakan tanpa tahu apa- apa

Yang kutahu jawabannya hanya satu…

Karena dirimu.

 

 

 

Part 5

 

 

“Setelah aku mengantarkan air hangat ini aku akan mengajarimu beberapa hal. Jadi tunggu aku diruang loker saja.. hmm.. siapa namamu? Maaf aku lupa.”

 

Namja manis itu tersenyum maklum. “Huang Zi tao.”

 

 

“Hmm.. baiklah. Aku bisa memanggilmu dengan.. Tao atau Zitao atau-“

 

“Cukup Tao saja..hyung.”

 

Baekhyun menatap sejenak namja manis bertubuh tinggi itu dan memiringkan wajahnya. “Usiamu berapa?”

 

“16 Tahun, hyung.”

 

“Hmm.. memang lebih muda setahun dariku. Kau bisa menebak aku lebih tua darimu, ya?”

 

Tao menggeleng. “Ak..aku tidak tahu usia, hyung. Hanya saja… hyung disini senior.. jadi kupikir lebih baik aku memanggilmu dengan ‘hyung’.”

 

Baekhyun mengerjapkan matanya dan mengangguk pelan. “Anak yang sopan rupanya. Well.. aku memang lebih tua setahun dari usiamu. Jadi panggil saja aku Baekhyun-hyung.”

 

Tao tersenyum manis dan Baekhyun sedikit terdiam melihat senyuman yang begitu polos. Ia letakkan nampan yang tadi ia pegang dan menepuk pelan rambut Tao dengan sayang.

 

“Serius… aku jadi mengkhawatirkanmu. Aigoo.. kau polos sekali.”

 

 

>>> 

 

 

Chanyeol menatap jengah namja tampan yang masih saja menggumamkan kata- kata aneh. Tidak jarang suara rengekan terdengar disela- sela ucapan Kris yang tidak jelas ujung pangkalnya.

 

“…aku…akan membuat…Tao… melihat…ku! Bukan..nam..ja itu…”  Kris menunjuk-nunjuk Chanyeol yang hanya menatapnya datar tanpa ekspresi. “Kau..dengar..aku!! Hahaha!!”

 

“Ya~ aku mendengarkanmu yang mulai gila, Wu Fan.” Chanyeol memutar bola matanya. Sungguh.. bukanlah kelakuan yang wajar jika harus meladeni orang patah hati yang sedang mabuk seperti Kris.

 

“Nggg….Kai! Dia…. dia membuat Tao-ku…tersiksa! pasti..dia..hikkk.. uhuk..” Kris terkulai dimeja dengan cermin berwarna hitam itu. Ia sesegukan dan masih tertawa tidak jelas.

 

Chanyeol menghela nafas panjang dan melipat tangannya didada. “Baru kali ini aku melihat Kris semabuk ini.”

Bosan.. sebuah ide terbesit diotak usil Chanyeol..

 

“Aigoo… kau benar- benar menggemaskan Kris-chagiyaa~” Chanyeol mencubit gemas pipi Kris kemudian memulai rencananya.

 

 

>>> 

 

 

Baekhyun yang membawa nampan berisikan air hangat mengerutkan dahinya saat melihat kelakuan kekasihnya- memang bisa dibilang begitu- yang  membingungkan.

 

Chanyeol sibuk menguncir rambut pirang Kris. Lihatlah.. sudah beberapa kunciran berantakan terlihat menghiasi kepala Kris. Bibir Kris juga ia beri lipstik berwarna merah muda pucat, tentu lipstik itu dipinjam oleh Chanyeol dari seorang yeoja yang lewat begitu saja. Intinya.. keadaan Kris.. berantakan.

 

 

“Hentikan mengerjai Kris-sshi, Chanyeol.” Baekhyun menghela nafas pelan dan meletakkan segelas air hangat diatas meja. Chanyeol memamerkan senyuman termanisnya, ia mengambil smartphone-nya dan bermaksud mengambil beberapa foto Kris dengan keadaan seperti itu.

 

“Say ‘Chanyeol tampan’!!” ujar Chanyeol sembari mengarahkan kamera ponselnya.

 

“Chan~ Yeol~ tampaaaannnn~~~~” Kris mengangkat kedua tangannya dan tersenyum aneh.

 

Clik~

 

Sip! Chanyeol sudah mengabadikannya.

 

“Sudah! Jangan  mempermainkan Kris-sshi lagi.” Baekhyun memutar bola matanya.

 

“Ckckck~ aku memegang titik lemahnya. Aku hanya ingin mengerjainya sedikit.” Chanyeol terlihat begitu menikmatinya.

 

Ia kantongi lagi smartphone-nya lalu menatap Baekhyun begitu tajam. Seakan ingin mengatakan sesuatu namun tertahan.

 

“Wae? Mengapa menatapku seperti itu?” tanya Baekhyun akhirnya.

 

Chanyeol tersenyum tipis. “..Maaf jika aku masih belum bisa memutuskan Kyungsoo.”

 

Baekhyun membulatkan matanya kemudian ekspresi wajahnya melembut. Senyuman manis terhias dibibir mungil nan merah itu.

 

“Pengakuan tidaklah penting, Chanyeol. Aku hanya ingin menjadi satu- satunya… disini..” Baekhyun menunjuk dada Chanyeol. “Cukup didalam hatimu.”

 

Chanyeol terdiam ditempatnya, membiarkan Baekhyun berbalik pergi. Ia tatap punggung mungil namja cantik yang paling ia kagumi itu dalam diam. Lalu Chanyeol melirik Kris yang mulai memeluk lengan Chanyeol dengan erat dan menggumamkan nama Tao.

 

“Hay, Kris. Kau tampan sekali.” Chanyeol merasa keadaan hatinya sangat baik hari itu. “Aku tidak jadi membunuhmu. HAHAHAHA!!”

 

 

>>> 

 

 

 

Esok harinya disekolah.

 

Kris berjalan dikoridor sekolah dengan sempoyongan. Sepertinya tadi malam ia terlalu banyak meneguk minum keras hingga kepalanya terasa sangat pusing apalagi saat tadi pagi melihat keadaan rambut dan wajahnya. Tentu Kris sudah membalas kelakuan Chanyeol dengan menganiayanya sebelum pergi kesekolah.

 

Melihat beberapa yeoja yang akan menghampirinya membuat Kris merasa tambah tidak nyaman.

 

Ah!! Berisik!!

 

Bising.

 

Suara yeoja- yeoja itu memekakkan telinga. Apa mereka tidak sadar kalau keadaan Kris sedang tidak baik?

 

“Sial! Seharusnya aku tidak membiarkan Chanyeol bersama Kyungsoo tadi diparkiran.” Rutuk Kris didalam hati.

 

Semakin banyak yeoja- yeoja yang mengelilingi Kris hingga langkah Kris benar- benar terhenti. Sial! Bagaimana jika ia pingsan disana, pingsan diantara wanita- wanita yang sedang beringas? Oh Tidak! Bisa dipastikan Kris akan habis.

 

 

 

 

“Tolong hentikan!”

 

 

Sebuah suara menginterupsi kegiatan para fangirls itu. Sesosok namja berambut hitam dan bermata bulat mendekati mereka. Namja manis itu nampak khawatir karena melihat wajah Kris yang pucat. Sedikit buram, Kris melihat sosok Tao mendekatinya dan memeluk lengannya.

 

“Ge.. kau baik- baik saja?” tanya suara lembut itu begitu khawatir.

 

Kris tersenyum dan mengangguk. “Antar.. aku keruang kesehatan..” pinta Kris cepat.

 

Tao kemudian membantu Kris berjalan menuju ruang kesehatan. Para fangirls itu nampak diam saja. Mungkin mereka sedikit merasa bersalah karena ribut sekali padahal keadaan Kris sedang tidak baik.

 

 

 

 

Ruang Kesehatan

 

 

Sesampai diruang kesehatan, Tao langsung membaringkan tubuh Kris diatas ranjang. Memejamkan matanya sedikit, Kris memijat kepalanya. Tao melihat itu mengira Kris sakit kepala kemudian berjalan menuju lemari obat- obatan. Pasti karena masih terlalu pagi guru kesehatan belum datang kesekolah.

 

 

“Ge.. bisa duduk sebentar? Minumlah obat ini.” ujar Tao lembut. Memperlihatkan obat yang ie pegang dan sebotol air mineral.

 

Kris membuka matanya perlahan dan tersenyum simpul. “..A.. aku terlalu pusing untuk duduk..Tao.”

 

Namja manis itu terlihat bingung, ia tatap obat yang ada ditangan kirinya dan botol air mineral yang ada ditangan kanannya. Tidak mungkin jika Kris meminum obat itu sambil berbaring. Disana tidak tersedia sedotan untuk membantu Kris minum.

 

 

Kris akhirnya menghela nafas pelan. “Kau minum air itu.. tapi jangan kau telan.”

 

“Eh?”

 

“Ya.. lakukan saja. Kau mau aku minum obat atau tidak?”

 

Tao mengangguk dan melakukan perintah Kris. Setelah meminum air itu, pipi Tao nampak menggembung lucu. Kris mengambil obat yang ada ditangan Tao cepat kemudian memasukkannya kemulutnya sendiri dan….

 

…Kris menarik tengkuk Tao hingga bibir mereka bertemu. Mata Tao membulat sempurna, ia merasakan lidah Kris kini menuntun bibirnya untuk terbuka. Perlahan namun pasti semua air yang ada dimulut Tao tadi masuk kedalam mulut Kris, membantu Kris  menelan habis obat dan air yang berasal dari mulut Tao.

Kris tidak langsung melepas tautan manis itu. Bagaikan memiliki nafas tanpa batas, Kris terus melakukan ciuman dalam itu.

 

“Ge- su…sudah—“ Tao mencoba melepas tautan bibir mereka. Kris memperdalam ciuman mereka. hingga kedua bibir mereka pucat, Kris belum juga mampu melepas bibir Tao. Sungguh! Kris terlalu terbuai oleh manisnya pesona Tao.

 

Nafas Tao tersengal hebat, membuat namja tampan itu sadar ia hampir membuat Tao kehabisan nafas. Kris melepas ciuman itu kemudian menangkup wajah Tao. Menatap mata kelam yang kini penuh dengan tanda tanya.

 

 

“..Terima kasih, Tao..” suara berat Kris begitu lembut.

 

Wajah Tao memerah. Kemudian ia membuka tangkupan tangan Kris diwajahnya, Tao hanya diam dengan ekspresi wajah yang malu- malu. Saat Tao akan berdiri dari duduknya ditepi ranjang, Kris langsung memegang tangan Tao erat.

 

Kris memejamkan matanya.  “Tetaplah disini.”

 

Ucapan Kris membuat Tao membulatkan matanya. Dengan salah satu tangannya yang bebas, Tao memegang bibirnya yang  masih basah. Lalu menatap Kris yang nampak akan tertidur. Wajah Kris damai sekali.

 

Genggaman tangan itu erat namun…lembut. Sangat lembut. Berbeda sekali saat Kai menggenggam tangannya. Yang Tao rasakan hanyalah ketakutan dan kesesakkan.  Benar juga… Tao adalah kekasih Kai dan Tao membiarkan Kris menciumnya? Ya.. Tao memang membiarkannya karena ia.. juga menginginkannya.

 

Dengkuran halus terdengar dari bibir Kris. Secepat itukah ia tertidur? Tao tersenyum manis dan dengan ragu mengusap pipi putih Kris. Pasti Kris sangat kelelahan hingga tertidur secepat itu. Wajahnya yang sedang tertidur sangat damai dan seperti anak kecil. Polos sekali. Tao mengusap rambut namja tampan itu, mempernyaman sang namja tampan yang tengah tertidur.

 

 

 

GREEPP

 

 

 

Tao membulatkan matanya saat menyadari pergelangan tangannya yang mengusap rambut Kris digenggam oleh seseorang. Namja manis itu mengarahkan wajahnya pada sosok yang tengah berdiri dihadapannya.

 

“Tahu diri sedikit, Tao. Kau kekasihku.”

 

Suara dingin namja tampan itu membuat Tao pucat seketika. Namja yang memiliki tatapan mata setajam pedang itu kemudian menatap tangan Tao dan Kris yang tengah bergenggaman. Tao mengerti saat itu juga, Kai, kekasihnya, meminta tautan tangan itu lepas.

 

Dengan tangan gemetaran, Tao melepaskan genggaman tangan mereka. Ia lakukan hal itu dengan sangat perlahan, takut membangunkan Kris.

 

 

Setelah melihat tautan tangan Tao dan Kris lepas, tanpa menunggu Kai menarik Tao keluar dari ruang medis itu. Meninggalkan Kris yang masih tertidur.

 

“Ah..”

 

Tao membalikkan wajahnya sekilas, menatap wajah Kris yang masih tertidur. Hingga dirinya menghilang dibalik pintu.

 

 

 

>>> 

 

 

Chanyeol menghela nafas lega karena berhasil lolos dari Kyungsoo. Tentu dengan seribu alasan ia berhasil lepas dan saat ia masuk kedalam kelasnya, ia tidak menemukan Kris. Ia khawatir karena kondisi tubuh Kris dalam keadaan tidak baik. Walau tadi pagi Kris sempat menganiayanya.

 

Saat Chanyeol akan memeriksa keruang kelas Tao, tidak sengaja ia melihat seorang namja menarik paksa tubuh Tao keluar dari ruang kesehatan. Mata Chanyeol menyipit dan akhirnya ia berjalan bermaksud mengejar Tao, namun langkahnya terhenti saat berada didepan ruang kesehatan.

 

“Kris?!”

 

Chanyeol membulatkan matanya ketika melihat sahabatnya tergolek diranjang ruang kesehatan. Tanpa babibu, Chanyeol masuk kedalam ruang kesehatan. Ia periksa suhu tubuh Kris dengan telapak tangannya. Sedikit bernafas lega suhu tubuh Kris normal. Mungkin memang ia hanya kelelahan dan pusing akibat mabuk tadi malam. Mengingat Kris tidak pernah meminum alkohol lebih dari 3 botol besar seperti tadi malam.

 

“Membuatku khawatir saja!”

 

Chanyeol duduk ditepi ranjang Kris kemudian menatap wajah tampan sahabatnya itu.

 

“Hey.. aku melihat Tao-mu ditarik paksa oleh seorang namja.. apa dia yang kau maksud dengan ..Kai? Kekasih Zitao?”

 

Chanyeol menghela nafas panjang. “Kurasa kau memang harus jadi pengeran untuk melepaskan tuan putri dari jerat sipemburu jahat.”

 

 

>>> 

 

 

 

BRAAKK

 

Bunyi pintu salah satu bilik kamar mandi terdengar nyaring. Bantingan saat pintu itu tertutup seakan menggema dikepala Tao. ya.. Kai dan Tao baru saja memasuki sebuah bilik kamar mandi. Mata tajam Kai membuat Tao tidak bisa mengatakan apapun. Diam.

 

“Harus berapa kali aku peringkatkan agar kau menjauhi Kris, oeh?! Kenapa kau masih saja tidak mengerti!! Jika Luhan sampai melihatmu dengan Kris, dia pasti tidak percaya bahwa kau adalah kekasihku!” ujar Kai geram.

 

Tao menunduk dalam.

 

“Simpan dulu perasaanmu. Hah! Jika kau memang mencintai Kris, simpan perasaanmu hingga urusanku denganmu selesai.”

 

DEG

 

Mata Tao membulat.

 

Kejam.

 

Bagaimana bisa Kai mengatakan hal yang tidak berperasaan seperti itu? Menyimpan perasaannya pada Kris sampai urusan Kai dan Tao selesai?

 

Perlahan Tao mendongakkan wajahnya, menatap Kai dengan mata yang benar- benar berat.

 

DEG

 

Kali ini Kai yang membulatkan matanya. Kaki Kai reflek berjalan mundur selangkah hingga punggungnya menyatu dengan pintu yang terkunci rapat. Tao mencoba tersenyum tipis dan tidak menangis. Sudah.. ia sudah bosan menjadi Tao yang cengeng.

 

“Ka..Kai selalu seperti ini. Sejak dulu… Kai memang selalu menganggapku mainanmu.”

 

Kai menelan kasar liurnya dan menatap kearah lain.

 

“Aku sudah berjanji pada Kai.. dan aku pasti akan menepatinya.”

 

Kepalan tangan Kai mengerat. Ia menahan sesuatu yang bisa saja ia keluarkan. Namun ia tidak sanggup. Ya.. karena ia tahu. Apapun yang akan ia katakan hanya akan terdengar seperti ancaman ditelinga Tao.

 

“Baguslah.” Kai buka suara kemudian menatap tajam kedua mata Tao.

 

“Buka kancing atas bajumu.” Perintah Kai tiba- tiba.

 

Tao menggeleng cepat. “Tidak mau!”

 

“Sial! Ini aku lakukan agar semua orang tahu jika kau adalah milikku dan tidak boleh ada yang menyentuhmu selain aku!!” teriak Kai keras.

 

Tao terperanjat mendengar teriakan Kai dan membiarkan Kai membuka paksa kancing baju sekolahnya. Namja manis itu membulatkan matanya saat Kai menggigit lehernya.

Sakit.

Ya Tuhan! Kai benar- benar tidak pernah memperlakukan Tao dengan lembut. Itu bukan kecupan.. benar- benar.. Kai menggigit leher Tao hingga meninggalkan bekas nyaris keunguan.

 

“Sa—Sakit, Kai!!” Tao mencoba mendorong tubuh Kai, ia meringis menahan sakit. “Kai!!”

 

Setelah puas dengan bekas yang lumayan jelas, Kai tersenyum simpul dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tao.

 

“Kuharap namja sialan itu melihat bekas gigitan ini dan sadar bahwa kau.. milikku. Jelas, Tao?!” tegas Kai sembari tersenyum dan memasang kembali kancing baju Tao. Membiarkan namja manis itu terlihat pucat.  Tao hanya diam.. perlahan ia bawa tangannya menyentuh bekas gigitan Kai yang begitu perih… dihatinya.

 

TES

 

Air mata jatuh begitu saja dari mata Tao. namun secepat yang ia bisa, ia menepis air mata itu dan mengigit bibir bawahnya agar tangisannya berhenti. Kai yang melihat itu menghela nafas pelan.

 

“Jangan cengeng! Kau sudah SMA..”

 

Tao menggeleng. “Aku.. tidak menangis. Hiks.. tidak..”

 

Kai memutar bola matanya dan mengambil sapu tangannya. “Apa yang tidak menangis? Dasar cengeng! Selalu seperti ini. Apa gunanya tubuhmu tumbuh sebesar ini?”

 

Pelan Kai mengusap air mata Tao dengan sapu tangannya.

 

DEG

 

Tao menyadari sesuatu. Kai… melembut.

 

“Kau sudah berhenti menangis! Ayo cepat!!” Kai memasukkan kembali sapu tangannya. Tao menghela nafas, Kai kembali kewatak kerasnya.

 

 

 

CEKLEEKK

 

Pintu bilik terbuka. Kai dan Tao hendak keluar dari bilik kamar mandi itu namun langkah mereka terhenti saat melihat Sehun dan Luhan berada didepan bilik kamar mandi yang tadi mereka tempati, tepatnya sedang berbicara didepan wastafel yang kebetulan berhadapan dengan bilik kamar mandi itu.

 

Mata Luhan membulat melihat Tao dan Kai keluar dari bilik kamar mandi itu. Tidak ada bedanya dengan Sehun yang nampak tidak kalah kaget.

 

Tao langsung menunduk sedangkan Kai merangkul pundak Tao posesif. Senyuman mantap tergambar dibibir Kai.

 

“..Kami duluan, ya.” Sapa Kai pada Sehun dan Luhan yang masih terpaku ditempat mereka.

 

 

 

GREP

 

Tao merasakan sebuah tangan menahan pergerakannya. Ternyata Sehun yang menghentikan pergerakan Tao, otomatis pergerakan Kai juga terhenti. Dengan malas Kai memutar bola matanya dan menatap tangan Sehun yang memegang tangan Tao.

 

“Lepas!” ujar Kai begitu dingin.

 

Tidak sengaja Sehun menyadari sesuatu dileher Tao. Sehun terkejut  melihat bekas keunguan dileher putih Tao. Seketika itu Sehun naik pitam. “Apa yang kau lakukan pada Tao?”

 

Kai mengangkat bahunya. “Kegiatan yang dilakukan sepasang kekasih. Sudahlah..”

 

Luhan terlihat sangat kecewa mendengar ucapan Kai. Tao masih menunduk dalam. Tidak berani menatap wajah siapapun. Namun Tao bisa merasakan tangan Sehun tambah erat menggenggam tangannya.

 

“Kita akan membicarakan ini  nanti, Tao.” ujar Sehun tegas.

 

Tao menatap Sehun sekilas dan kembali menunduk. Kai memutuskan genggeman tangan Sehun pada pergelangan tangan Tao dan berjalan keluar. Sehun menghela nafas panjang kemudian mengalihkan pandangannya pada Luhan.

 

 

“Luhan-hyung…” Sehun kemudian membawa namja manis itu masuk kedalam pelukannya. Namja berhati lembut nan cantik itu menangis.

 

Menangis kecewa.

 

 

>>> 

 

Jam istirahat.

 

 

“Hentikan senyuman mesummu itu!”

 

Kris menatap kesal Chanyeol yang berjalan bersamanya. Mereka keluar dari ruang kesehatan. Kris terbangun karena suatu alasan dan memutuskan untuk kembali kekelas. Untung saja sudah jam istirahat. Sebenarnya ia sedikit kecewa karena saat terbangun ia tidak melihat Tao, melainkan… Chanyeol.

 

“Hey! Seharusnya aku yang kesal karena kau tiba- tiba memengang tanganku dan mengigau ‘Jangan pergi… aku tidak mau sendiri..’ Jinjja!!” Chanyeol menirukan ucapan Kris dengan berlebihan.

 

Kris memutar bola matanya. “Lalu siapa suruh kemudian kau tiduran didadaku, oeh!! Kau tidak tahu kau berat sekali! Aku sampai bermimpi ditindih seekor gajah!!”

 

“Daripada aku hanya melamun disana, lebih baik aku ikut tidur. Memangnya kau saja yang bisa enak- enakan tidur? Lagipula saat aku tiduran didadamu… bukankah… kau memelukku?” Chanyeol mengepalkan kedua tangannya dan meletakkan kedua kepalan tangannya itu menutupi bibirnya. Membuat kesan malu- malu sembari menatap Kris lalu mengedip- ngedipkan kelopak matanya. Rona merah yang dibuat- buat oleh Chanyeol membuat Kris bergidik ngeri.

 

“Hentikan itu, Park Chanyeol! Kau menjijikkan!!” Kris mempercepat jalannya dan merasakan seluruh bulu kudungnya berdiri.

 

“HAHAHAHA!!”

 

Chanyeol hanya tertawa keras sekali melihat reaksi sahabat dekatnya. Namja tinggi itu lalu mengikuti Kris dari belakang, tidak berjalan disamping Kris. Dengan suara yang nyaris berbisik, Chanyeol bertanya.

 

“Kau pasti menyangka tadi aku adalah Tao, ya?”

 

“Ya.” Jawab Kris tegas.

 

“Uuuhh~ Pandamu dibawa pemburu liar.”

 

Langkah kaki Kris terhenti membuat Chanyeol menabrak tubuh Kris. Hidung mancung namja tampan itu terasa sedikit sakit karena berbenturan dengan kepala Kris.

 

“Ya! Kalau mau berhenti, jangan mendadak!!” Chanyeol berteriak sembari mengusap hidungnya.

 

Kris membalikkan tubuhnya dan menatap Chanyeol tajam. “Apa maksudmu?”

 

Chanyeol menghela nafas pelan. “Lebih baik kau cari Zitao sekarang.”

 

Mengerti akan tatapan serius dari mata Chanyeol, Kris langsung berlari menuju kelas Tao. Chanyeol memperhatikan punggung Kris yang menjauh. Kemudian melipat kedua tangannya didada, senyuman manis menghiasi wajah tampannya.

 

 

“Tahu betapa senangnya aku melihat dirimu yang seperti ini, Wu Fan? Kau begitu hidup.. tidak seperti dulu.”

 

 

>>> 

 

 

Kris masuk kedalam kelas Tao namun ia tidak menemukan sosok Tao disana. Kris menatap lekat setiap sudut kelas Tao dan akhirnya ia bertanya pada salah satu siswa dikelas Tao.

 

“Zitao kemana?” tanya Kris dengan nada suara yang amat dingin.

 

“Ah. Tadi.. dia bersama Sehun.” Jawab siswa itu merasa diintimidasi oleh aura pangeran Kris.

 

“Sehun? Kemana?”

 

“Aku..ti..tidak tahu. Biasanya mereka berdua… suka.. berada diatap..” jawab siswa itu sembari membetulkan kaca matanya.

 

“Atap sekolah?”

 

 

 

 

>>> 

 

 

 

 

“Apa Kai tadi memaksamu? Bekas dilehermu itu.. apa Kai memaksamu?” Sehun menghela nafasnya pelan. “Kau masih tidak mau berbicara, Tao?”

 

Tao menatap pemandangan bawah sekolahnya. Atap sekolah itu tidak memiliki pagar pembatas  ditiap tepinya. Pemandangan akan sangat jelas. Lapangan basket, lapangan sepak bola, parkiran. Ah.. siswa dan siswi yang berjalan dibawah terlihat seperti semut.

 

Sadar Tao terhanyut dalam pikirannya sendiri, Sehun mendekati Tao dan merangkul pundak Tao erat dan lembut.

 

Namja manis itu tersenyum.

 

“Sehun… terima kasih. Tapi aku belum bisa mengatakan apapun.”

 

“Apa menyangkut dengan masa lalumu, Tao?”

 

Tao menunduk.

 

“Kai mengancammu dengan masa lalumu?”

 

Tao tetap diam.

 

Sehun tersenyum tipis. “Aku mengetahuinya dan aku tidak meninggalkanmu, Tao. Kau tidak perlu takut dan jangan dengarkan kata- kata Kai. Lagipula itu sudah lama sekali.”

 

Tao menatap Sehun sebentar dan kembali mengalihkan pandangannya pada pemandangan bawah. “..Mungkin tidak terlalu berat jika semua orang menjauhiku lagi karena masa laluku, Sehun. Namun.. hanya seseorang yang aku takutkan menjauh dariku.”

 

Sehun mengusap rambut Tao lembut. “Siapa? Pangeran bodoh itu? Si bodoh Kris itu?”

 

Tao tersenyum manis sekali. “Entahlah.. Hanya… aku… takut ia mengetahuinya dan.. menjauhiku…”

 

Mata Tao menerawang jauh. “..Jika ia… mengetahui bahwa aku ini… anak dari seorang pejabat negara yang dituduh korupsi. Dituduh merampas hak- hak anak- anak sekolah, merampas hak- hak masyarakat miskin, merampas hak orang lain… padahal papa tidak seperti itu… tekanan yang tidak sepantasnya aku dan keluargaku dapatkan, membuat keluargaku pecah. Papa bunuh diri disel tahanan sesudah divonis bersalah dan mama… meninggal karena stress.. menggelikan bukan?”

 

Sehun memeluk pundak Tao dan merebahkan kepalanya kekepala Tao. seakan memberikan namja manis itu sebuah sandaran dan penegak.

 

“..sungguh sakit sekali.. mendapat tekanan seperti itu. Aku mungkin kuat karena aku sudah melupakannya. Namun aku tidak akan kuat jika…. semuanya terulang kembali, Sehun. Jika semua orang tahu.. aku akan kembali merasakan neraka itu.. tatapan dimana akulah yang bersalah…”

 

“Tao..”

 

Sehun akhirnya memeluk tubuh Tao. Membiarkan namja manis itu menangis didadanya. Membiarkan Tao melepaskan beban yang selama ini ia pendam. Tao adalah sahabatnya, Sehun sangat menyayangi Tao dan ia tidak rela jika sahabat baiknya tersiksa seperti itu.

 

 

Saat Sehun mengusap puncak kepala Tao. Mata Sehun menangkap sosok yang berdiri didepan pintu atap. Sosok yang menatap punggung Tao dengan tatapan sendu.

 

Sosok itu tersenyum dan meletakkan telunjukknya dibibir tipisnya. Mengisyaratkan bahwa Tao tidak perlu tahu keberadaannya. Sehun tersenyum tipis dan sosok itu pergi dari sana. Meninggalkan Sehun dan Tao.

 

 

 

Sosok Kris.

 

Kris yang mendengarkan semuanya.

 

 

>>> 

 

 

 

Kris menuruni tangga perlahan, ia melamun. Memikirkan sesuatu yang selama ini Tao simpan rapat.

 

Mengapa Tao berfikir.. bahwa Kris akan meninggalkannya setelah tahu masa lalu yang Tao simpan?

 

Kris terduduk dianak tangga terakhir.. ia menyadari sesuatu.

 

Jika Tao tidak ingin Kris menjauhinya… berarti Tao menginginkan Kris untuk selalu didekatnya. Berharap Kris selalu berada disisinya.

 

Bukankah begitu?

 

Benar… Ciuman tadi pagi juga membuktikan bahwa Tao,, juga menginginkannya. Tao tidak menolak malah terlihat malu- malu.

 

Kris menutup wajahnya dengan salah satu tangannya dan wajahnya merah padam. Jantungnya berdetak tidak karuan. Ah.. perasaan seperti ini lagi. Perasaan yang membuat tubuhnya serasa ringan dan melayang kelangit. Mengalahkan semua rasa senang yang pernah ia rasakan.

 

“Ya Tuhan.. bolahkan aku berharap.. Tao juga menyukaiku..” lirih Kris.

 

“Bodoh! Aku menyukaimu.. aku mencintaimu.. aku menginginkanmu! Kau harus tahu itu, Tao. aku tidak akan menjauhimu hanya karena masalah seperti itu. Dasar namja polos yang tidak peka!” celoteh Kris kemudian berdiri dari tempatnya.

 

 

“Setidaknya aku tahu alasan mengapa ia berpacaran dengan…” Kris terdiam. “…benar! …aku punya alasan melabrak namja brengsek itu!!”

 

Kris melangkah cepat menuju kelas Kai.

 

 

DEG

 

 

Tunggu!

 

“…Namun aku tidak akan kuat jika…. semuanya terulang kembali, Sehun. Jika semua orang tahu.. aku akan kembali merasakan neraka itu. Tatapan dimana akulah yang bersalah.”

 

Langkah kaki panjang itu terhenti. Benar juga… bagaimana jika ia melabrak Kai kemudian Kai membocorkan masa lalu Tao pada semua orang yang ada disekolah. Pasti hal yang Tao takutkan akan terjadi.

 

“Shit!!” maki Kris kesal.

 

 

>>> 

 

Chanyeol menatap sahabat baiknya itu duduk dikursinya dengan kasar. Melihat wajah Kris yang tertekuk, membuat namja tampan berparas ramah itu bertanya.

 

“Ada apa?”

 

Kris menghela nafas panjang dan mengangkat bahunya.

 

“Apa kau bertengkar dengan.. Kekasih Zitao atau..Zitao?”

 

Sekali lagi, Kris menghela nafas. “Tidak. Aku hanya mendengar… pembenaran.”

 

“Pembenaran?”

 

Kris menunduk. “..Hey, posisiku serba salah.”

 

“Baiklah. Jelaskan dahulu.. aku tidak mengerti.”

 

Kris menatap sahabat baiknya itu. Namun tidak bisa begitu saja ia mengatakan apa yang baru saja ia dengar tentang  rahasia masa lalu Tao. pada siapapun termasuk Chanyeol, sahabat sehidup semati Kris..

 

Kris tidak berhak menceritakannya.

 

 

Chanyeol mengerti kediaman Kris kemudian menghela nafas.

 

“Kalau tidak bisa cerita detail juga tidak apa- apa. Katakan saja intinya.” Ujar Chanyeol cepat.

 

Sedikit kelegaan terbesit dihati Kris. “Intinya… Tao juga…memiliki perasaan padaku. Walau ia tidak mengatakannya secara jelas namun aku tahu. Dia menyukaiku!!”

 

“Kau bisa seyakin itu?” mata Chanyeol membulat.

 

“Tentu. Aku bisa seyakin itu setelah menelaah semuanya. Tao dan Kai berpacaran…” Kris mengecilkan suaranya dan melihat kesekelilingnya. Memastikan tidak ada yang sedang memperhatikan mereka berdua. Kris mendekatkan wajahnya ketelinga Chanyeol. “…karena Kai mengancam Tao dengan masa lalu Tao.”

 

“Mwo?! Picik sekali!!” kaget Chanyeol. “Tunggu! Masa lalu?”

 

Kris mengangguk mantap.

 

“Jadi… Zitao Panda polos-mu itu diancam? ‘Jika kau tidak berpacaran denganmu, maka masa lalumu akan kusebarkan.’ Seperti itu?” Chanyeol berbicara menirukan salah satu adegan pasaran difilm- film lama.

 

“Iya! Seperti itu!” Kris memutar bola matanya.

 

“Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?”

 

Kris menunduk sejenak kemudian dengan yakin berkata sembari menatap Chanyeol. “Melindungi Tao! Tidak peduli dengan apapun yang terjadi!”

 

 

 

>>> 

 

 

Jam istirahat sudah sejak lama berlalu. Setelah belajar 2 jam dengan 2 mata pelajaran, seluruh kelas diliburkan karena guru- guru mengadakan rapat. Rapat yang dilakukan untuk menyiapkan pergelaran seni yang akan diadakan beberapa minggu lagi.

 

“YEEAAAHH!! I LIKE THIS!! YO!! A- YOO~~” Teriak Chanyeol kegirangan setelah sang guru keluar dari kelas mereka.

 

Kris seperti biasa menjaga image dengan hanya tersenyum tipis menanggapi teriakan Chanyeol. Memang hanya ‘Happy Virus’ inilah yang membuat kehidupan Kris begitu heboh. Pikiran Kris masih terpaut pada.. hey, tidak tahu? Siapa lagi kalau bukan Tao. siapa lagi yang bisa membuat Kris menjadi manusia super galau dan uring- uringan? Hanya namja manis berhati lembut itu.

 

 

Kedua namja tampan itu langsung berjalan keluar kelas, mengacuhkan para fangirl Kris yang mulai mengerumuninya lagi. Chanyeol dengan sigap membantu Kris untuk menghindar, namun berbeda kali ini tatapan Kris menusuk para fangirl tersebut. Membuat keadaan seketika itu hening dan Chanyeol hanya bisa mengangkat bahunya, mengetahui bahwa keadaan hati Kris sedang berantakan sekali.

 

 

“Maaf.. bisakah kalian sedikit menghargaiku?”

 

 

Setelah mengatakan hal itu, Kris berlalu begitu saja dan Chanyeol mengikutinya. Tampak sekali kalau Kris sudah sangat muak.

 

Saat kedua namja tinggi itu berjalan, tidak ada yang memulai pembicaraan. Chanyeol hanya diam mengikuti Kris menuju.. kelas Tao.

 

Rupanya murid- murid dikelas Tao belum keluar. Dari jendela, Kris dan Chanyeol mengamati kegiatan yang sedang berjalan didalam kelas. Ketua kelas sedang berdiri dimeja guru dan sekretarisnya menulis sesuatu dipapan tulis.

 

 

>>> 

 

“Nah.. ini sudah kesepakatan semua ketua kelas disetiap kelas, baik kelas 1 sampai kelas 3. Kelas kita mendapat bagian dalam pementasan drama yang melibatkan seluruh kelas. Namun hanya 2 tokoh yang mendapat bagian ditiap kelas.” Jelas sang ketua kelas.

 

“HUUUUUU!!!”

 

“MENGAPA HANYA DUA??”

 

“Tidak asyik!”

 

“Peran apa saja??”

 

 

“SSTT! Tolong dengarkan!! Semakin tenang semakin cepat selesai dan kita bisa cepat pulang.” Ujar sang ketua kelas.

 

Akhirnya murid- murid lain diam. Tao dengan malas hanya menunduk dan memainkan boneka panda yang baru saja dibuatkan Sehun dari kertas. Lalu Tao melirik Sehun yang masih sibuk membuat sebuah pita dari kertas. Senyuman manis tergambar dibibir Tao.

 

“Nah pasang pita ini diboneka panda itu.” Ujar Sehun setelah menyelesaikan pita kertas itu. Tao mengangguk dengan semangat dan mengaitkan pita kertas tersebut diatas kepala boneka kertas 4 dimensi itu. Entah bagaimana cara Sehun membuatnya. Mereka berdua malah larut dalam dunia sendiri, tidak mendengarkan omongan ketua kelas.

 

 

 

>>> 

 

 

 

“Sabar! Sabar!!” tenang Chanyeol melihat wajah Kris tertekuk marah.

Ah.. tepatnya ia cemburu sekali melihat Sehun dan Tao yang sedang tersenyum manis sembari memainkan boneka kertas itu. Kris menghela nafas berusaha tenang. Sungguh kekanak- kanakan memang jika ia cemburu karena hal sepele seperti itu.

 

“Dengar! Aku juga bisa membuat boneka seperti itu!!” Kris tidak mau kalah.

 

“Iya iya aku percaya kau bisa.” Chanyeol dengan malas menganggapi perkataan Kris.

 

 

 

>>> 

 

 

“Kedua peran yang didapat oleh kelas kita adalah narator dan hewan liar dihutan.” Sahut ketua kelas lagi sembari membenarkan kaca matanya.

 

“APAAA!!!”

 

“HEY! TIDAK ADAKAH YANG LAIN?!”

 

“MWO!! AKU INGIN JADI TUAN PUTRI!”

 

“Membuang waktu saja! AYO KITA PULANG!!”

 

Seketika kelas satu itu menjadi heboh. Banyak murid- murid lain yang keluar begitu saja mengacuhkan sang ketua kelas. Tao yang melihat teman- teman sekelasnya keluar, menatap Sehun yang ternyata juga tidak tahu mengapa teman- teman sekelasnya keluar begitu saja. Mereka benar- benar tidak menyimak jalannya rapat kelas itu.

 

 

“Rapatnya sudah selesai, oeh?” tanya Sehun kepada ketua kelas yang sedang menghela nafas.

 

Ketua kelas dan sekretaris menatap Tao dan Sehun yang masih duduk dibangkunya. Tepatnya hanya mereka berdua yang tidak keluar dari kelas.

 

“Aha!!! Baiklah! Sudah diputuskan! Tao yang mendapat peran sebagai hewan liar dihutan dan Sehun sebagai narator!!” putus ketua kelas seenaknya.

 

“MWO?” Teriak Sehun dan Tao terkejut.

 

“Hey! Maksudmu apa? Narator  apa?” Sehun langsung protes karena ia tidak mengerti.

 

Sekretaris menulis nama Sehun dan Tao didaftar pemain drama pergelaran. Saat Sehun akan kembali berbicara sang sekretaris kelas langsung memotong perkataan Sehun.

 

“Tao bisa jadi panda! Ya!! Panda! Tao mau, kan?” tanya sang sekretaris cepat.

 

“Eh?” mata Tao berbinar- binar saat mendengar ucapan sekretaris kelas itu. Dengan anggukan polos Tao… menyetujuinya. Membuat Sehun menepuk keningnya keras. Jika Tao menyetujuinya, Sehun serasa tidak bisa menolak.

 

“Baiklah! Baiklah! Terserah saja!!” ujar Sehun mendapat sorakan dari Tao, ketua kelas, dan sekretaris kelas.

 

 

>>>

 

 

“Aku juga ingin ikut drama pementasan di pergelaran esok!!” ucap Kris tetap mengamati Tao dan Sehun dari luar kelas. Sehun dan Tao masih berbicara dengan ketua kelas dan sekretaris kelas mereka.

 

Chanyeol tersenyum manis. “Tenang saja! Namamu sudah tercatat didaftar pemain. Saat tadi pagi aku menacarimu ke ruang kesehatan sebenarnya ingin memberitahumu hal ini.”

 

“Hah?” Kris menatap Chanyeol bingung.

 

“Sebenarnya saat kita diusir keluar kelas kemarin, wali kelas kita menentukan siapa yang akan ikut dalam drama pementasan. Kau dan aku terpilih… kau menjadi pangeran dan aku menjadi sahabat pangeran.”

 

“A..aku sebagai pangeran? Kenapa tidak pohon liar saja yang ada didalam hutan! Tao mendapat peran sebagai Panda!” protes Kris.

 

Wajah Chanyeol berubah menjadi datar. Gemas sekali rasanya melihat Kris yang berubah menjadi begitu bodoh dan kekanak- kanakan. Mana pernah ia menduga Kris akan protes dengan mengatakan bahwa ia lebih baik mendapat peran dihutan sebagai pohon liar.

 

 

 

“Kris-ge?”

 

Suara lembut itu kemudian mengejutkan kedua namja tinggi itu. Ternyata Tao dan Sehun sudah keluar dari kelas mereka. Kris tersenyum pada Tao dan seketika itu semburat merah tergores dipipi putih Tao. Sehun hanya menggelengkan kepalanya melihat Kris dan Tao yang diam sembari salah tingkah.

 

“Kami duluan.” Sapa ketua kelas Tao dan Sehun keluar dari kelas. Sekretaris kelas menunduk pelan dan mereka berdua berlalu meninggalkan keempat namja tinggi itu.

 

 

“Ah! Aku baru ingat drama pementasan itu judulnya… ‘Like a Cinderella Story’..” Ujar Chanyeol tersenyum mantap.

 

“Eh?” sahut Kris, Sehun, dan Tao.

 

“..’.Seperti Kisah Cinderella’.. judul yang unik.” Chanyeol kembali berceloteh.

 

“Sudahlah, aku tidak minat dengan pergelaran itu.” Sehun melirik jam tangannya. “Ah.. aku akan keklub dance. Nah, kau harus berhati- hati saat pulang Tao.”

 

Tao mengangguk.

 

“Tenang saja. Dia pulang denganku.” Kris langsung memotong.

 

“Nampaknya aku juga harus menjemput seseorang. Bagus sekali kita pulang lebih awal, aku jadi punya banyak waktu. Oke! Aku duluan!!” Chanyeol mengangkat tangannya dan tersenyum girang. Setelah itu ia berbalik badan dan pergi begitu saja.

 

Sehun menghela nafas panjang, ia menepuk kepala Tao lembut. “Sekali lagi…Hati- hati. Kau berada ditangan pemangsa jahat. Ck!”

 

Setelah mengatakan hal itu Sehun berjalan menjauh menuju ruangan klub dance-nya. Kris menghela nafas panjang, sepertinya Sehun benar- benar waspada tingkat tinggi terhadapnya.

 

 

DEG

 

Selagi Kris sibuk mengoceh tentang kelakuan Sehun padanya, Tao sadar akan sesuatu, benar! Kris tidak boleh melihat bekas gigitan yang Kai toreh dileher kanannya. Bersyukur kerah baju Tao menutupi sebagian bekas gigitan itu. Sebelum Kris sadar, Tao menutupi leher kanannya, berusaha terlihat sewajar mungkin.

 

“A..aku duluan, ge.” Tao berlalu sembari menunduk.

 

“Tunggu! Bukankah aku yang akan mengantarmu pulang?”  Kris menyamakan langkah kaki Tao.

 

“Ti..tidak usah. Aku.. aku bisa sendiri.” Tolak Tao masih menunduk. Sedikit bersyukur Kris berjalan disisi kirinya, bukan sisi kanannya. Bisa- bisa Kris menyadari bekas gigitan Kai.

 

 

GREP

 

 

“Ge..”

 

“Kau pulang denganku. Tidak ada penolakan!” tegas Kris.

 

Seketika itu wajah Tao berubah memerah dan tatapan matanya memelas seperti seekor kucing. Senyuman malu- malu terlihat diwajah manis itu, mengumbar keelokan paras manisnya yang begitu…menggemaskan.

 

“Ah.. maaf.” Kris melepas genggaman tangannya dari tangan Tao. Ia menggaruk tengkuknya.

 

Tao menggeleng cepat. Ia hanya diam, berfikir akan apa yang harus ia lakukan. Tidak menyadari bahwa Kris ingin sekali Kris memeluknya. Karena rasa sayangnya pada Tao seakan terus meningkat bagaikan bak yang terus terisi penuh air hingga melimpah.

 

“…a..ayo pulang ge. Aku.. harus cepat.. nanti terlambat kerja sambilan.”  Suara Tao bahkan terdengar seperti bisikan melodi cinta.

 

Wajah Kris memerah. Detakan jantungnya terdengar abstrak, mengisahkan bahwa dunianya seakan penuh taburan bunga. Sungguh menyenangkan.. rasanya jatuh cinta.  Bahkan satu kata saja bisa menjadi sumber kehabagiaan yang amat mendalam.

 

Kris menaruh tangan kirinya menyilang pada dada kanannya, tubuh tingginya sedikit membungkuk dan tangan kirinya menengadah kearah Tao.

 

“Pangeran menjemput sang panda.” Ujar Kris sembari tersenyum lembut. “Perkenankan aku menjagamu hingga kau kembali kedalam hutan, panda manis.”

 

Tao menggigit bibir bawahnya, menahan senyuman malu- malu. Mata hitam Tao terlihat berbinar- binar. Sama seperti keadaan hatinya. Dunia serasa begitu indah saat itu. Perlahan Tao mengarahkan tangannya dan menyambut tangan Kris.  Menggenggam tangan itu begitu lembut.

 

Sedikit terkejut, Kris membulatkan matanya dan menatap Tao. jujur saja ia menyangka Tao akan menolak uluran tangannya. Bisa diingat sudah berapa kali ia mencoba membujuk atau sekedar ingin menyentuh Tao, dan selalu ditolak.

 

Kali ini.. Tao menerimanya.

 

Ah! Bolehkan ia berteriak sekeras mungkin? Membiarkan senang yang ia rasakan naik hingga atmosfer bumi terluar.

 

“…ayo, ge.”

 

“De..dengan senang hati, manis.”

 

 

 

 

>>> 

 

 

Disuatu sudut, seseorang memperhatikan mereka. menatap dengan tatapan tajam namun sendu. Jelas terlihat bahwa namja itu sedang bersedih.  Namja itu menunduk dan menghela nafasnya. Kemudian ia masukkan sebelah tangannya pada saku jaket baseball yang ia kenakan setelah seragam sekolahnya.

 

Ia tatap sebuah boneka beruang mungil sekecil ibu jari. Boneka yang bahkan terlihat..tidak begitu bagus. Karena jelas sekali boneka itu nyaris tidak berbentuk beruang, malah terlihat seperti panda. Namun itu benar- benar beruang… hadiah ulang tahun dari Tao untuknya 7 tahun yang lalu.

 

Hadiah ulang tahun yang Tao buat khusus untuk.. Kai.

 

Dan Kai masih menyimpannya walau Kai mengatakan pada Tao bahwa ia sudah membuangnya. Faktanya  sampai saat ini, boneka itu adalah harta karun Kai. Yang selalu Kai bawa.

 

 

“Kau sudah benar- benar melupakanku…Tao cengeng.” Bisik Kai lirih kemudian berbalik badan dan menaiki tangga menuju ruang dance.

 

 

“…Maaf.” Bisik Kai begitu lirih dengan rasa gundahnya.

 

 

>>> 

 

 

“Terima kasih, ge.” Ujar Tao sopan saat mobil Kris sampai didepan pagar apartemen mininya. Tangan Tao masih setia menutupi bekas keunguan yang Kai timbulkan dilehernya sewajar mungkin karena tidak mau terlihat menarik perhatian Kris.

 

Kris tersenyum. “Sama- sama. Alangkah baiknya jika aku mengantar jemputmu setiap hari.”

 

Tao membulatkan matanya. “Ti..tidak usah sampai seperti itu, ge.”

 

“Mengapa tidak? Memangnya ada yang salah jika aku memperlakukan seseorang yang aku suk—hmmp!!”

 

Kedua tangan Tao kini membekap bibir Kris. Wajah Tao merah padam. Kris membulatkan matanya melihat ekspresi wajah Tao yang seperti ingin menangis dan bahagia. Tunggu.. bahkan Kris tidak bisa membaca ekspresi wajah Tao.

 

 

“Ja..Jangan dulu!! Kumohon.. Jangan katakan apapun yang membuatku bertambah bingung… kumohon.” Tangan Tao sedikit bergetar, membuat Kris diam menatap tajam mata melas namja manis itu.

 

Tao melepaskan bekapan tangannya dari bibir Kris. “Terima kasih, ge. Sudah mengantarku pulang.”

 

 

Setelah mengatakan hal itu, Tao keluar dari mobil Kris dan berlari masuk kedalam gedung apartemennya. Sejenak Kris sandarkan punggungnya dikursi mobil dan senyuman mantap menghiasi bibirnya.

 

“Pintar! Kau takut mendengarkan kata- kata cinta dariku, kau menunda untuk mendengarnya. Apa kau bingung akan menjawab apa karena kau dan Kai berpacaran…. atau.. kau tidak mungkin menolakku, Tao?”

 

 

 

>>> 

 

 

 

BLAAMM

 

Tao bersandar dipintu apartemennya. Wajahnya merah padam dan jantungnya berdetak tidak karuan. Ya Tuhan, bahkan bernafas saja ia sulit sekali.

 

“Tidak… aku hanya takut mendengar bahwa Kris ge menyukaiku.. aku hanya takut aku.. terhanyut. Sedangkan Kai masih mengancamku.. Kai masih menguasai hidupku.”

 

Tao terduduk dilantai. Ia benamkan wajahnya diantara lututnya dan memeluk kakinya erat. Tubuh Tao bergetar, menahan perasaan senang sekaligus.. sedih. Kenapa ia tidak bisa mempertahankan hatinya? Padahal mudah saja baginya dan Kris untuk bersatu.. namun apa yang Tao takutkan?

 

Takut masa lalunya diumbar Kai pada semua orang?

 

Egois sekali…

 

Ia mengorbankan perasaan Kris karena keegoisannya.. namun ia juga tidak siap jika Kris menjauhinya seperti semua orang dahulunya. Ia tidak mau..

 

Karena jauh dilubuk hatinya, Tao menyadari…

 

 

Bahwa ia menyukai Kris.

 

 

>>> 

 

 

 

Malam harinya.

 

 

Baekhyun melihat namja manis yang menjadi junior ditempat kerjanya itu melamun. Pub sudah sangat ramai walau baru satu jam buka.

 

“Tao.. antarkan beberapa botol minuman ini kemeja itu.” Perintah Baekhyun pada Tao, bermaksud membuyarkan lamunan Tao.

 

“Baik, hyung.”

 

Tao mengambil nampan itu dan berjalan seperti yang Baekhyun ajarkan. Menjadi seorang pelayan di pub atau menjadi bartender memang memiliki aturan. Cara berjalan dan menyuguhkan minuman harus diperhatikan. Sejak sore hingga pub buka, Tao belajar banyak hal dengan Baekhyun. Sebenarnya Baekhyun kagum pada Tao yang cepat bisa, mungkin karena ia terampil. Jadi tidak begitu sulit untuk Baekhyun mengajari Tao.

 

 

 

“Pesanan anda, tuan. Silakhan.” Ujar Tao ramah sembari tersenyum manis. Dengan terlatih, Tao menaruh dua botol anggur besar dan gelas anggur diatas meja berkaca hitam transparan itu.

 

“Hey, kau pelayan baru?” tanya salah satu pelanggan.

 

Tao mengangguk dan menunduk sopan.

 

Pelanggan itu tersenyum nakal dan memasukkan beberapa lembar uang kedalam saku kemeja putih Tao. Sedikit terkejut, Tao hanya tersenyum segan. Memang tidak ada salahnya jika menerima uang dari pelanggan pub itu.

 

“Kau manis sekali, tubuhmu juga bagus.” Pelanggan yang terlihat seperti paman- paman hidung belang itu kemudian mulai menarik tangan Tao untuk mendekatinya.

 

“Ma..maaf, tuan. Saya harus kembali bekerja.” Sergah Tao sesopan mungkin.

 

“Jangan seperti itu. Sebentar saja.”

 

Tao terlihat pucat. Situasi seperti itu baru kali ini ia alami. Mana pernah ia menyangka akan digoda dan dipaksa seperti itu. Pikiran Tao memang polos sekali hingga tidak memperkirakan kelakuan apa yang ia dapatkan jika bekerja ditempat hiburan malam.

 

“Ta..tapi.. saya..” Tao masih berusaha menolak dengan halus.

 

 

 

“Tao?”

 

DEG

 

Mata Tao membulat saat mendengarkan suara yang ia kenali. Seketika itu Tao berusaha membalikkan tubuhnya dan… ia melihat…

 

Sosok itu…

 

 

“K…Kris ge?” nafas Tao tertahan.

 

 

Wajah Kris berubah serius sekali. ia tatap tangan si paman hidung belang dan menarik tubuh Tao agar menjauh dari orang itu. Karena melihat wajah marah Kris yang begitu dingin, paman itu akhirnya diam.

 

 

 

Kris membawa Tao kesudut pub. Wajah Kris sangat serius, menyiratkan kemarahan yang amat sangat. Tao memucat karena baru kali itu melihat wajah Kris yang begitu dingin dan menyeramkan. Ia tidak mengerti mengapa Kris terlihat sangat marah. Apa ia melakukan sebuah kesalahan?

 

 

“Jelaskan padaku mengapa kau bisa ada disini!!” suara Kris terdengar bengis.

 

Tao terdiam ditempatnya. Wajah Kris yang seperti itu membuat lidah Tao kelu, takut jika kata- kata yang ia keluarkan akan memicu kemarahan Kris yang tidak ia mengerti jauh lebih hebat.

 

 

“Jelaskan padaku, Huang Zitao!”

 

 

 

 

TBC

 

 

Terima kasih sudah mau membaca ff ini

RCL tolong ya..

Saling menghargai ;)

       

About these ads

142 thoughts on “TAORIS FF | BELOVED | PART 5

  1. Bingung deh ama tao. Tinggal blg suka aja koq repot.
    Alamaaaaakkk… Kai misterius amat sey? Ada apa antara dia ama tao? Jgn2 kai suka lg ma tao? Huwaaaaaaa

  2. tao kalau suka sama kris bilang aja ……..
    kalau aku sih bilang aja deh nggak peduli apapun yang terjadi, cobaan akan terlalui dengan sendirinya……………
    jangan sampai menyesal belakangan

  3. astaga,makin lama tingkah kris makin OOC lalu duo tiang listrik itu kelakuannya selalu bikin ngakak yg pas diuks kris mencari-cari kesempatan dalam kesempitan-_-#digeplak kris hehehe makin lama makin seru jdi kasian ama kai:(

  4. bukankah… kau memelukku?”
    Chanyeol mengepalkan kedua tangannya dan
    meletakkan kedua kepalan tangannya itu
    menutupi bibirnya. Membuat kesan malu- malu
    sembari menatap Kris lalu mengedip- ngedipkan
    kelopak matanya. Rona merah yang dibuat- buat
    oleh Chanyeol membuat Kris bergidik ngeri.

    Ngakak bagian ini sumpah ._.)/

  5. ternyata kkamjong suka tuh ama baby panda
    tapi sok jual mahal

    aduh kris makin kesini kenapa lama2 imeg kamu jadi cute and innocent banget sih

    aduh tao kamu itu polos jadi kenapa kerja dilub malam sih
    ketahuan kris lagi
    bisa berlarut larut masalahnya nanti TaoZi

  6. Tao-Minta-Diyadongin-Beronde-ronde =-=v
    aaaah polos sekali kamu naaak’
    kayaknya lebih pantes jadiiin Tao sebagai anak aku dibandingkan dijadiin gege;;-;;

  7. Taoo~ aduh, gemes. Kris udah tau masa lalu Tao, apa rencana Kai sebenarnya? Wah, Tao kepergok Kris di pub, sama om pula. Keep writing~^^

  8. makin seru gaje,oh begitu masalalunya si panda.pi kayaknya si kai emg suka beneran dach.sama si panda polos.

  9. tao bikin gemesin jadi pengen diculik terus dibawa pulang,tao kerja di club malem kaya gitu kan bahaya,anak kecil gaboleh masuk ke tempat begituan untung aja kepergok sama kris,keren thor :D ditunggu lanjutannya

  10. chanyeol iseng banget ya Allah -3- aneh sendiri bayangin muk kris kayak gitu hahaha . Kris galaunya lebay yaa -_- zitao milikmu ge tenang ajaa hihi

  11. KAI KAMU JANGAN BEGITU SAMA TAO, KESIAAAAAAN TAUK :p
    SEHUUUNNNNIIIEEE KAMU JUGA YANG SABAR YA SAYANG! SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA :D
    “Kris tidak langsung melepas tautan manis itu. Bagaikan memiliki nafas tanpa batas, Kris terus melakukan ciuman dalam itu.” napsuan ih pevert juga toh wkwk
    Lanjuuut thor hwaiting!!ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ

  12. Jdi it msa lalunya Tao yg slma ini ia tkutkan? Aduuh, kai jgn ksar2 sma baby panda doonng! Kshan diia!
    Ciiee Tao so sweet beyuud deh pas ksih Kris obat d UKS! Kris ngmbil ‘kesempatan dlam ksmpitan’ (?)

    Next lageeehh :D

  13. What is that,.,???
    Banyak bnget bagian “DEG” …. Yeolly,kau keterlaluan dgn kris gege,
    akh,, tao ge,kau terlau polos,sampai q geregetan bacanya. Dan hnya msalah seperti iu kau tkut dgn ancaman kkamjong. Baekkie-a kau lembut amat dgn happy virus iu,,.,.,,

  14. buset untung kris cepet dateng astagah lagian ngapain hah kerja ditempat gitu aduh taokusayang /digebuk/ greget gue doh-___-

  15. wkwkwkw,,, iya kris pasti bisa bikin boneka kaya sehun
    lucu deh taorisnya….
    krisnya marah tao kerja di club,,,
    lagian tao polos pake kerja di tempat begitu,, baru kerja udah langsung di goda
    kan kris nya jadi cembulu muehehehehe

  16. Manis banget Taoris, kenapa disini aku jadi gemes, tumben pangeran pengen jadi pohon liar astaga bertobatlah mingse (kris), kembali ke jalan yang lurus ._.
    Kai benci ni ah minta di gigit, apa minta di lempar ke kyungsoo? Minta di lempar deh kayaknya, tumben ganggu Taoris biasanya Hunhan hahaha udah ah gausah bahas Hunhan, cemburu sama Tao bisa peluk peluk suami aku (Sehun) wkwk
    lanjut terus author yaaaaa

  17. Aku udah baca ampe chapter tjuh tdi malem, maaf ya baru kasi Comment skrng :-( tpi aku masi inget ceritanya kok
    Rada gregetan sama taonya, mulai galau jga nih mskin bnyk kaito disini, please please jgn sampe kaitao X-(

    Btw, trus berjaya ka ceritanya mkn seru ga sbar nunbgu chapter akhir ;-)

  18. INI DEMI APA NANGGUNG BANGET!!! OKE MARI KITA DENGAR PENJELASAN HWANG ZI TAO! AYO ZI TAO JELASKAN APA MAKSUD DARI SEMUA INI!! KAI JUGA JANGAN JADI PHP NANTI MASUK NERAKA JAHANAM LHO -_- oke lanjur thor!!!

  19. sebenernya sih udah baca sampe latest part._.v
    di part ini sampai ke sana aku suka KrisTao momentsnya<3 bikin diabetes ngahahah
    KrisTao jjang!!!

  20. Huaa, itu ciuman kedua mereka kan? Ya ampun, aku makin tergila gila ama ff ini dan tentu saja KrisTao *evil laugh*

  21. kai suka sama tao? atau gimana sih itu kai masih misterius gitu. kasian tao nya, udah mah polos, kasian lah jadi bingung gitu :((

  22. Aigooo, chan-chan iseng bgt ngerjain kris yang lagi mabuk..
    huaaa, kai menyukai tao kah? jadi penasaran ama masa lalu mereka
    Tao polos banget kamu nak ><
    gara-gara dapet peran panda, matanya langsung berbinar-binar kekeke
    Baru kali ini ya orang yang dapet peran pangeran malah jadi pengen jadi pohon liar, cinta emang bisa bikin pikiran orang jadi absurd ckck
    Huaaa, kris udah tahu kalo tao kerja di bar itu

  23. ahhh.. sumpah pengen nangis bayangin tao tertekan karema dikasarin kai.. sabar ya baby pandaku.. *peluk tao.. ciumin tao.. belai rambut tao..
    oh iya kai sma kris jangan suka ambil kesempatan dlam kesempitan sama baby pandaku!!
    kai : “sadar diri dong lo yg ambil ksempatan dlm ksempitan!! dri chap1 smpe skarang pgang2 pacar gw terus” *kai tiba2 dteng trus marah2
    kris : “bner itu!! gw setuju!! kecualo bgian tao pacar kai.. krena tao hnya milik gw!! ” seru kris marah2 juga
    kai : “iya.. eh?? apa lo blang brusan?? tao itu pacar gw!!” *sambil dorong kris
    kris : “enak aja!! tao itu punya gw seorang!!” *sambil nyemburin api ke kai.. kai mkin kkkammjongg (item)
    Trus mereka jambak2an.. tendang2an.. dll
    me : taooopanddaa..
    tao : eh? iya knpa?
    me : ayo kta pergi.. aku traktir ice cream deh.. trus aku bliin boneka panda..
    tao : benarkah?? tpi mereka gmana??
    me : biarin nanti juga berenti klo udah cape.. * trus aku pergo sma tao jalan2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s