Lost in Your Love ( Part 1)

Annyeonghaseyo~~ Mianhe jika di FF ini banyak hal- hal yang ditidak disenangi dan tidak berkenan. jujur aja FF ini EXO pertama yang dibuat Anonim Sinestesia dan dibantu oleh Kim Hyobin.. hohoho

ENJOY~~

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

EDITOR : KIM HYOBIN

GENRE : ROMANCE, DRAMA

CAST : LU HAN – OH SE HUN

Lost in Your Love

Part 1

“Travel Bag”

 

*ting tung ting tung* Diberitahukan kepada seluruh penimpang pesawat Asiana tujuan Incheon untuk dapat segera memasuki ruang tunggu. Sekali lagi kepada penumpang pesawat Asiana tujuan Incheon agar dapat segera memasuki ruang tunggu. Terima Kasih.

 

Pengumuman dari pihak bandara ini membuat Sehun terbangun dari istirahat singkatnya di executive lounge bandara Narita, Jepang. Dengan sedikit mengeliat ia kemudian melihat IPodnya menukar track dan berniat melanjutkan tidurnya.

“Mengganggu saja, padahal baru disuruh masuk ruang tunggu” kata Sehun setelah merasa track yang dipilih sesuai untuk tidur.

 

“Auh~”

Mata Sehun kembali terbuka saat merasakan roda dari sebuah travel bag mengilas kakinya.

“Oh~ maaf, maaf. Saya tidak sengaja” kata cowok Pemilik tas itu tersenyum ramah. Senyum itu membuat niat Sehun untuk kesal menjadi hilang.

 

“Sudahlah” kata Sehun dalam hati lalu melanjutkan tidurnya. Sementara cowok yang menggilas kakinya tadi sedang sibuk mencari kursi untuk menunggu.

“Executive Lounge kok bisa seramai ini sih” kesal cowok itu.

 

Entah karena dorongan apa, Sehun tiba – tiba bangun dan memindahkan ranselnya yang tadi ‘duduk’ disampingnya dan meletakkannya dibawah kakinya.

“Terima kasih” ucap cowok tadi lalu duduk ditempat yang diberikan Sehun. Lalu cowok tadi mengeluarkan sebuah Note Book dari travel bag kecilnya dan menghabiskan waktu.

 

Sehun kembali terbangun karena seseorang menyenggol kepalanya yang terkulai. Sesaat Sehun terpana karena melihat wajah cowok yang duduk disampingnya itu bersinar oleh cahaya dari layar note book, mungkin terdengar biasa. Tapi ada satu hal yang membuat Sehun merasakan sesuatu dari adegan itu. Lalu keterpanaan itu sirna saat pihak bandara mempersilahkan penumpang yang menuju Incheon segera naik.

^*^*^

.

Sehun berjalan mengantri dibelakang cowok yang tadi. Masih yang tadi. Sepertinya cowok itu juga menuju Seoul. Dan satu pesawat dengannya.

 

“Noona, kursi 13C dimana ya?” tanya cowok itu kepramugari saat dia masuk.

“Di dekat pintu Darurat, sebelah kanan” tunjuk si pramugari.

“Terima kasih” cowok itu kemudian tersenyum. Sehun yang berdiri tepat dibelakangnya bisa melihat pramugari tadi tersipu malu.

13C, berarti dia tepat disebelahku”

 

“Permisi” sapa Sehun saat sudah melihat cowok tadi duduk dikursi 13C.

“Ya?”

“Aku duduk didalam” Sehun menunjuk kursi 13B yang kosong.

“Oh, silahkan” cowok tadi kemudian bangkit dan mempesilahkan Sehun masuk.

 

Sekitar lima belas menit mereka duduk dalam diam, memperhatikan orang – orang yang sibuk mencari seat mereka. Sementara Sehun bingung sendiri melihat tingkah cowok disampingnya yang celingak – celinguk seperti mencari sesuatu.

 

“Kau mencari seseorang?” tanya Sehun kemudian.

“Tidak, aku hanya ingin melihat keluar lewat jendela, tapi tak ada yang bisa. Sial sekali duduk dikursi nomor 13 dekat pintu Darurat lagi, tak bisa melihat pemandangan diluar” jelas cowok itu.

 

Pramugari kemudian memperagakan prosedur keselamatan. Sehun tak begitu mengacuhkanya, sementara cowok tadi malah sibuk dengan kantong muntah didepannya, merubahnya jadi pesawat atau bentuk lain.

 

“Baru pertama naik pesawat ya?” tanya Sehun saat pesawat mulai berjalan.

“Tidak, cukup sering kok. Aku cuman suka saja melihat kebawah dari jendela pesawat”

Sehun kemudian diam.

“Oh iya, namaku Lu Han” Lu Han menyodorkan tangannya.

“Aku Sehun, kau bukan orang Jepang atau Korea?”

“Memang, aku dari China. Aku sedang liburan ketempat teman sekolahku di Okinawa”

“Lantas kau ke Seoul mau apa?”

“Liburan juga, tapi aku bukan mau ke Seoul. Aku mau ke Busan, tempat pamanku”

“Kau ke Busan tapi baru berangkat sesore ini, kau bisa sampai malam sekali disana”

“Mau bagaimana lagi, aku kan baru pertama ke Korea”

“Kau baru pertama?”

“Iya”

“Kau yakin akan ke Busan malam ini juga?”

“Awalnya sih aku yakin, tapi…”

“Kau menginap dirumahku saja malam ini, bagaimana?”

“Dirumah mu? Kau saja aku belum kenal jauh”

“Dari pada kau kenapa – napa dijalan bagaimana, aku cuman berniat menolongmu. Kalau kau tidak mau yasudah”

“Aku pikir – pikir dulu”

 

Kemudian keduanya diam. Tak saling bicara, dan membuat Sehun kembali mengantuk dan jatuh tertidur. Dia tersentak saat pramugari yang menawarkan snack tertawa kecil. Dia baru sadar kalau ternyata Lu Han tertidur dan kepalanya rebah dibahu Sehun. Entah kenapa dia tak risih membiarkan Lu Han tidur dibahunya, dan dia juga tak marah karena ditertawakan pramugari tadi.

 

“Kalau orang seperti mu jalan sendirian dimalam hari dari Seoul ke Busan, kau bisa diperkosa” bisik Sehun sepelan mungkin agar Lu Han tak bangun.

^*^*^

 

“Wah sudah sampai” seru Lu Han saat pesawat akan mendarat di Incheon.

“Tapi aku tak bisa melihat suasana Landing” senyumnya berubah menjadi cemberut.

“Sudahlah, ayo kita turun” Sehun melongkahi Lu Han keluar dan mengambilkan barang Lu Han lalu menyandang tasnya dan menarik tangan Lu Han untuk turun.

 

“Terima kasih sudah terbang bersama kami~” sambut pramugari dipintu pesawat.

“Semoga menikmati bulan madu di Korea” sepintas Sehun bisa mendengar salah seorang pramugari berkata seperti itu, tapi dia mengabaikannya.

^*^*^

 

“Wah, aku nggak nyangka akhirnya bisa sampai ke Korea” seru Lu Han memandang Bandara Incheon begitu keluar dari terminal kedatangan.

“Kau baru melihat bandaranya, belum sampai ke Seoul, tapi sayang sekali ya” sambil memanggil taxi.

“Sayang kenapa?” sebuah taxi berhenti didepan mereka.

“Besok kau mau langsung ke Busan, jadi aku nggak bisa mengajakmu jalan – jalan keliling Seoul” Sehun memasukkan tas serta travel bag nya kebagasi taxi.

“Apa semua orang Korea sebaik ini kepada pendatang?” Lu Han ikut memasukkan travel bag ke bagasi.

“Maksudmu?” Sehun membantu memasukkan travel bag Lu Han yang lain.

“Kita baru kenal belum lama dan kau sudah mengajakku tinggal dirumahmu dan mau mengajakku jalan – jalan” travel bag ketiga masuk bagasi.

“Entahlah, tapi yang jelas aku baik” Sehun membanting pintu bagasi. “Hanya kepadamu” sambungnya dalam hati.

“Terima kasih”

“Sama – sama, kau seperti mau pindah saja dengan tiga treval bag raksasa” Sehun berjalan masuk kedalam taxi.

“Namanya juga liburan, mau bagaimana lagi” Lu Han duduk disamping Sehun.

“Selamat datang di Korea, kemana tujuan anda tuan?” sapa supir taxi ramah.

“Psy condominium” Sehun menyebutkan alamat apartementnya.

“Kau tinggal dikondominium?”

“Ya, orang tua ku di Jepang, dan aku lebih memilih untuk tetap sekolah di Korea”

“Kenapa?”

“Aku lebih nyaman disini”

 

Keduanya lalu menikmati kediaman musim semi di Korea. Melintasi jalanan yang sedang semarak oleh anak – anak yang bermain ditaman bunga, atau sedang bermain bola dilapangan. Ini salah satu alasan kenapa Sehun lebih memilih memakai taxi dari pada naik kereta, selain menghindari kerepotan karena barang Lu Han yang luar binasa, dan ingin menunjukan first experian yang luar biasa tentang Korea kepada Lu Han. Melihat Lu Han yang terkagum – kagum dengan suasana musim semi di Korea saja hatinya juga sudah bersemi – semi. Auh, kenapa ini. Apa yang berbeda dari Lu Han, sampai – sampai Sehun sudah sepeduli ini kepadanya. Hanya dalam beberapa jam. Hanya karena Lu Han pertama kali melindas kakinya dengan roda travel bag. Karena travel bag.

^*^*^

 

“Aku sudah sering mencoba makan kimchi atau bibimbap di China, tapi rasanya kalau makan dari Negara aslinya beda sekali. Ini sangat enak” puji Lu Han saat mereka makan malam diapartement Sehun.

“Biasanya akan lebih enak kalau dibuat sendiri” Sehun menyuap makanannya.

“Kau bisa bikin Kimchi atau bibimbap?” Lu Han menatap Sehun dengan pandangan yang menyilaukan.

“A… aku… Aku tidak begitu pandai” jawab Sehun tergagap melihat wajah Lu Han tepat dihadapannya.

“Yah, sayang sekali”

 

Sehun kemudian berdiri dan merapikan meja, saat Sehun akan membawa piring – piring kotor kedapur. Lu Han tiba – tiba menahannya.

“Biar aku saja yang membersihkannya” Lu Han mencoba menarik piring – piring itu dari tangan Sehun.

“Kau kan tamu, tidak baik membiarkan tamu yang bersih – bersih”

“Tak apa, kau sudah baik kepada ku. Sudah memberiku tempat tidur dan membelikanku makan”

Dengan sikap Lu Han yang memaksa itu akhirnya Sehun mengalah dan membiarkan Lu Han yang mencuci piring. Sementara dia memilih untuk membersihkan meja makan.

 

“Uaaa~” sebuah teriakan terdengar dari dapur. Diserta suara semburan air yang cukup deras.

“Kau kenapa?” Sehun bergegas menuju Lu Han yang ternyata sudah basah kuyup.

“Maaf~ maaf~ aku… tak… sengaja…” raung Lu Han masih menahan semburan air kearahnya dengan tangan.

Sehun kemudian menarik tubuh Lu Han dari semburan air dan menutup sumber semburan dengan sebuah gabus dan melampisinya dengan sebuah kain.

“Ini bukan salah mu, kran itu memang sudah longgar, hanya kebetulan saja saat kau memakainya dia copot”

 

“Kau mau kemana?”  tanya Sehun saat Lu Han meninggalkan dapur.

“Aku mau ganti baju” Lu Han menunjuk kamar yang disiapkan Sehun untuknya.

“Tak usah bongkar travel bag mu, pakai saja baju ku. Dan keringkan baju itu untuk kau pakai besok ke Busan. Jadi kau tak repot”

“Baiklah”

 

Sehun menarik tangan Lu Han kekamarnya keduanya sama – sama basah dan kedinginan. Lu Han memperhatikan gerak – gerik Sehun yang sedang mencarikan baju untuknya sementara dia masih mengeringkan rambutnya bersandar pada travel bag Sehun yang ada ditepian kasur. Dia merasa takjub, dalam keadaan basah begitu Sehun bukan mengeringkan tubuhnya dulu malah mencarikan baju untuknya.

 

“Kau keringkan lah dulu badanmu, baru kau carikan baju untukku”

Sehun tersentak. Tiba – tiba saja sebuah handuk mendarat dikepalanya, dan sepasang tangan mengusap kepalanya.

“Nanti kau malah demam karena basah – basahan” tangan itu kemudian berpindah kelehernya. Ada satu hal yang Sehun rasa tentang momen ini, ketika mereka sama – sama basah dan sama – sama kedinginan serta topless. Rasa itu semakin kuat menekan. Menekan hatinya.

 

Lalu Sehun berbalik badan, memandangi Lu Han dengan bulir – bulir air yang mengalir didadanya, dan sebuah handuk hijau yang melingkar dilehernya. Handuk itu berpindah ketangan Sehun, dan mengusap bulir air yang mengalir didada itu.

“Kau juga belum kering benar” kata Sehun kemudian.

 Luhan dan Sehun saling bertatapan.

Hening.

 

“Careless, careless. Shoot anonymous anonymous. Heartless, mindless. No one, who care about me~” suara ringtone handphone Luhan membuat keduanya terkejut.

^*^*^

][ Bersambung ][

Jika ada yang baca.. Tolong RCL nya yaaaa ~~ Gamsahamnida🙂

 

113 thoughts on “Lost in Your Love ( Part 1)

  1. Hai. Ninggalin jejak. Eh thor aku udh baca yg love failed. Tapi gatau ud dikomen apa belom ya. Jadi ninggalin jejaknya disini aja. Goodff. Baekyeol happy ending

  2. Nyong thor.. jarang jarang aku komen :v biasa nya aku jdi silent reader ._.v aku udah baca semua😀 seru (y) ayo bikin ff lagi thor!! Semangaat.. (9′-‘)9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s