Another Promise Chapter 2

Annyeonghaseyo ^^

setelah membaca diharapkan REVIEW yaa ~

aku seneng kalau dikasih komentar

jadilah reader yang baik😀

gomawo ~ 

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE, DRAMA, ANGST

CAST : OH SEHOON, XI LU HAN, KIM JONG IN

PAIRING : KAIHAN/KAILU, HUNHAN 

 

Seminggu setelah Luhan tinggal di Korea, ia begitu dekat dengan Sehun yang menjadi teman satu- satunya. Perhatian Sehun membuat Luhan membuka diri padanya.

Awalnya Luhan tak mengerti  rasa nyaman dan menyesakkan jika ada didekat Sehun. Perasaan yang sangat sulit dijelaskan.

Namun kini, Luhan tahu jelas bahwa dia menyukai Sehun.

Ia jatuh cinta pada namja tampan itu. Mungkin terlalu cepat untuk mengakui rasa itu, namun itulah gambaran perasaan Luhan kini. 

“Luhan.. Kau baik- baik saja? Melamun lagi.” keluh Sehun saat menyadari Luhan termenung duduk di bangkunya.

“Ah.. Aku.. Mianhe.” Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sehun tersenyum memperhatikan tingkah Luhan yang menurutnya lucu.

“Luhan..”

Suara bass itu membuat Luhan dan Sehun mengalihkan pandangannya kesumber suara.

“Kai.” Luhan tersenyum manis. Sehun hanya memandang Kai dengan tatapan dingin. Luhan memperhatikan perubahan wajah masing- masing namja tampan yang ada didekatnya.

“Mau apa kau?” Sehun nampak sangat waspada pada Kai.

“Sehun..” desis Luhan melihat wajah Sehun yang biasa ramah berubah menjadi dingin. Wajah permusuhan.

“Aku ada urusan dengan Luhan.” Ucap Kai santai. Luhan mengerjapkan matanya berkali- kali.

“Aku?” Luhan menunjuk dirinya sendiri. Sesaat ia pandangi Sehun kemudian kembali melihat Kai.

“Ada urusan apa?” tanya Luhan lembut.

“Bisa ikut aku sebentar?” tanya Kai dingin pada Luhan.

“TIDAK!” jawab Sehun tegas. Luhan kembali melihat namja tampan itu dengan heran. Sikap dingin Sehun sangat menakutkan. Kai mulai terganggu dan menatap Sehun tajam.

“Tak mengerti Oh Sehun? Aku ada urusan dengan Xi Lu Han. Bukan denganmu!” tukas Kai dingin.

Luhan agak mengernyitkan dahinya. “Lho? Memangnya aku pernah menyebutkan nama panjangku pada Kai?” pikir Luhan.

Sehun berdiri dan berjalan kearah Kai hingga mereka berhadapan. Mata permusuhan saling mereka nampakkan. Kebencian yang membara.

“Wae? Ada apa ini? Kalian bertengkar?” akhirnya Luhan angkat bicara dan berdiri ditengah- tengah Kai dan Sehun.

“Ani.” Jawab Kai dingin sambil terus menatap Sehun.

Kai akhirnya pergi begitu saja. Luhan terheran- heran dengan yang Kai lakukan. Bingung melihat kejadian yang baru saja terjadi. Tiba- tiba datang dan kini tiba- tiba pergi.

“Tak usah dipikirkan.” Ucap Sehun sambil mengusap rambut Luhan.

“Tapi..”

Sehun menghela nafasnya. “Kai dan aku memang bukan teman baik dan aku membencinya.”

Luhan membulatkan matanya. “Mwoya? Waeyo?”

“Pokoknya aku membencinya.” Sehun mengacak- acak rambutnya sendiri kemudian pergi keluar kelas. Luhan hanya bisa melongo melihat kelakuan Sehun.

“Aigoo..” keluh Luhan kemudian duduk di bangkunya kembali.

.

“Tunggu! Kim Jong In!” teriak Sehun sambil berlari kearah namja jangkung itu.

Kai berbalik badan saat namanya dipanggil.

Sehun menghentikan langkahnya saat ia dan Kai sudah berdiri berhadapan. Tatapan mata Sehun yang sangat menakutkan tak menggentar pertahanan Kai yang terlihat sangat dingin.

“Aku mengetahui semuanya.” ucap Sehun to the point.

Kai hanya menghela nafas. “Aku sudah tahu. Sepertinya kau bertanya sesuatu tentangku pada Heechul-noona.”

Sehun tertawa pelan. “Heechul-noona percaya kalau kita masih berteman baik. Aku mudah saja mengorek informasi tentangmu.”

Kai mengerutkan dahinya. Wajah dingin Kai berubah penuh amarah.

“Jika kau ingin balas dendam. Jangan gunakan anak itu! Dia tidak tahu apa- apa tentang masalah kita.” Ucap Kai menahan amarah.

Sehun menyeringai. “Akan kubuat dia terlibat. Kulihat hanya dia kelemahanmu.”

Kai langsung mendorong tubuh Sehun hingga namja tampan itu terhempas didinding koridor sekolah yang mulai sepi karena jam istirahat akan segera berakhir.

“Aku tak akan membiarkan kau menyakitinya! Kau akan sangat menyesal Oh Se Hun! Selama ini aku sangat sabar menghadapimu!” Kai mencengkram kerah baju Sehun.

Tak mau kalah, Sehun mendorong tubuh Kai hingga Kai jatuh tersungkur.

“Kau yang akan kubuat menyesal Kim Jong In! Kau telah merusak semuanya dan kini.. Aku yang akan merusak hidupmu! Ingat itu!!” teriak Sehun keras sambil menatap Kai dengan kebencian.

Kai masih duduk tersungkur dilantai. Sehun berbalik badan dan berjalan meninggalkan Kai.

Kai menatap punggung Sehun yang menjauh.

“Luhan tak akan kuserahkan padamu.” Bisik Kai.

Sepulang sekolah.

Luhan merapikan peralatan menulis dan buku Kimia kedalam tasnya.

“Kerja partime lagi?” tanya Sehun sambil mengemasi barang- barangnya juga.

“Nae.” Jawab Luhan dengan senyum manisnya. “Mungkin aku akan pulang larut hari ini.”

“Wae?” tanya Sehun sambil menyandang tasnya.

“Malam ini ada pesta ulang tahun seseorang di caffe tempat aku bekerja. Acaranya sampai jam 9 malam.” Jelas Luhan sambil menyandang tasnya. Sehun mengangguk.

Namun saat Luhan dan Sehun akan keluar dari kelas. Kai tiba- tiba memegang tangan Luhan.

Luhan berbalik badan melihat Kai yang baru saja memegang lengannya kuat tapi tidak dengan kasar.

Sehun melihat aksi Kai langsung menatap Kai tajam.

“Kai?” Luhan terlihat bingung dan memandang tangan Kai yang masih memengang lengannya.

“Luhan. Kali ini ikutlah denganku.” Kai buka suara.

Luhan mengalihkan pandangan matanya pada Sehun. Tentu saja ekspresi wajah Sehun kini sangat tidak ramah. Dari tadi Sehun hanya diam menatap Kai tajam.

“Tapi..”

PRAAAANNNGGG!!

Tiba- tiba kaca jendela kelas pecah berantakan. Tanpa menyadari perubahan wajah Luhan yang mulai memucat, Sehun menghampiri jendela yang pecah itu. Kai menyadari perubahan ekspresi wajah Luhan.

“Mwo! Bola kita mengenai jendela kelas?!” teriak salah satu anak yang berada dilapangan. Kelas itu memang terletak disamping lapangan.

Saat Sehun akan memaki salah satu anak yang ada dilapangan, tiba- tiba..

“UWAAA!! TIDAK!!”

Teriakan Luhan membuat Sehun terkejut. Seketika itu Sehun berlari menghampiri Luhan. Kai nampak sangat panik.

“Luhan! Ada apa?!” tanya Sehuj panik.

Kai yang berada paling dekat dengan Luhan langsung memeluk tubuh Luhan yang gemetaran hebat. Sehun masih belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Tatapan mata Luhan kosong.

“Tidak! Maafkan aku!! PAPA! HENTIKAN!!” teriak Luhan tambah menjadi- jadi. Luhan memegangi kepalanya seperti meringkuh. Tubuh mungilnya kini mulai sulit berdiri tegak. Beruntung Kai menangkap tubuh Luhan yang terduduk dan menyandar pada dada bidang Kai.

“Tenanglah, Luhan! Semua akan baik- baik saja!” tenang Kai sambil mengusap puncak kepala Luhan.

“HUWAAA!!” Luhan menangis pilu. Tubuh Luhan semakin bergetar hebat. Peluh dingin mengalir ditubuh putihnya.

“Luhan!!” Sehun berjongkok dan memegang pipi pucat Luhan. Sehun sangat tak mengerti dengan apa yang terjadi. Mengapa Luhan tiba- tiba berteriak? Apa yang ia bicarakan?

“JANGAN DEKATI AKU! AKU MINTA MAAF! MAAFKAN AKU PAPA!” Luhan mendorong tubuh Sehun agar menjauh darinya. Sehun benar- benar tak mengerti. Luhan masih saja berteriak ketakutan.

Kai memeluk tubuh Luhan tambah erat.

“Luhan..” bisik Kai pilu. “Mianhe..”

Luhan tiba- tiba tak sadarkan diri.

“Lu…LUHAN!” Sehun terlihat sangat panik. Kai sebenarnya juga sangat panik namun melihat Sehun dengan sigap langsung menggendong Luhan keluar dari kelas menuju UKS membuat Kai tercengang.

.

 Di UKS.

“Trauma. Sepertinya anak ini trauma akan sesuatu.” Jelas perawat yang ada di UKS.

“Mwo?” Sehun sedikit tercengang. Kai hanya diam memperhatikan Luhan yang terbaring lemah diatas kasur dingin itu.

“Mendengar penjelasan kalian, tak salah lagi kalau anak ini memang punya trauma akan sesuatu.” Jelas perawat itu saat melihat wajah tak puas Sehun dengan jawaban sebelumnya.

“Luhan tak bisa mendengar atau melihat kaca yang pecah secara langsung. Ia trauma akan hal itu.”

Kata- kata Kai membuat Sehun mengernyit.

“Kalau kau tahu dia trauma akan hal itu. Mengapa tadi kau tak membawanya keluar kelas saat jendela itu pecah!!” teriak Sehun.

Kai menatap Sehun tajam. “Bukannya aku tak mau membawanya keluar setelah kejadian itu, tidakkah kau lihat kejadiannya terjadi begitu cepat!”

“Sudah! Jangan saling menyalahkan! Kalau kalian mau bertengkar, jangan disini. Kalian hanya mengganggu Luhan istirahat.” Perawat itu memarahi Sehun dan Kai. Alhasil, kedua namja itu langsung diam.

30 Menit kemudian

“Se..hun..” ucap Luhan pelan.

“Luhan! Kau sudah sadar?” Sehun sedari tadi menemani Luhan langsung exited melihat Luhan sudah sadar. Kai yang duduk dikursi dekat pintu juga langsung menghampiri ranjang Luhan.

“Kai..” Luhan tersenyum saat menyadari Kai juga ada disana. “Kenapa aku ada disini?” Luhan duduk dan menatap Sehun dan Kai bergantian.

“Sepertinya kau terlalu kelelahan. Tiba- tiba kau jatuh pingsan.” Dusta Kai. Sehun hanya memandang Kai penuh makna.

“Benarkan, Sehun?” tambah Kai tanpa mengalihkan pandangannya pada Luhan.

“Ah.. Ne.. Kau membuatku sangat khawatir.” Jawab Sehun cepat. Sepertinya ia mengerti kalau Luhan tak perlu tahu penyebab ia pingsan.

Luhan menunduk dalam. “Mianhe.. Sepertinya aku belum..”

Kai langsung mengusap rambut Luhan lembut.

“Wae? Tak perlu minta maaf.” Kai tersenyum tulus. Luhan lumayan kaget melihat senyuman Kai. Sepertinya Kai tak banyak tersenyum. Luhan tersenyum manis saat melihat ekspresi Kai melembut.

“Senyumanmu tak pernah berubah.”

Kata- kata Luhan sontak membuat Kai membulatkan matanya.

“Maksudmu?!” tuntut Kai pada Luhan.

“Eh?” Luhan terlihat bingung.

“Kau bilang senyumanku tak pernah berubah!! Kau ingat sesuatu!!”

Sehun melihat Kai dan Luhan bergantian. Sepertinya Sehun kembali bingung dengan pembicaraan mereka.

“Aku? Memangnya aku mengatakan hal itu? Lagipula baru kali ini aku melihatmu tersenyum. ” kata Luhan bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kai hanya menatap Luhan tajam. Tampaknya Luhan tak sadar telah mengatakan hal itu.

“Mungkin aku salah dengar.” Kai mengusap kepala Luhan sejenak dan pergi begitu saja dari ruang UKS. Sehun menatap punggung Kai yang pergi dan menghilang dibalik pintu. Begitu juga Luhan.

Apa Luhan melupakan Kai?” bisik Sehun dalam hati.

“Sehun.. Apa aku mengatakan hal yang salah?” tanya Luhan dengan begitu polosnya.

Sehun hanya tersenyum tipis. “Tidak. Dia yang aneh. Kau tak salah.” Walau bingung, Sehun hanya bisa terlihat tetap santai.

Luhan menunduk dan merasa tidak enak. Tak dipungkiri kalau Luhan memang mengatakan sesuatu yang membuat Kai pergi begitu saja. Luhan pasti mengatakan sesuatu yang tidak ia sadari.

 

“Lu…Han… Aku akan… lind..ungi..Aku..”

“Agh!!!” Luhan tiba- tiba memegangi kepalanya yang terasa sakit.

“Luhan! Kau baik- baik saja?” Sehun kembali panik.

“N..Ne.. Sepertinya aku mengingat sesuatu.. Tapi aku tak tahu apa itu.” Luhan memaksa bibir mungilnya untuk tersenyum.

“Kau yakin baik- baik saja?” Sehun kembali mengulangi pertanyaannya. Luhan mengangguk mantap.

“Baiklah. Kalau begitu kita pulang sekarang. Kau tak usah kerja partime hari ini.” nasehat Sehun sambil membantu Luhan turun dari tempat tidur.

“Ani. Aku sudah janji dengan ahjussi pemilik caffe. Aku tak mungkin mengecewakannya.”

“Tapi..”

“Aku harus kerja hari ini. Aku benar- benar tak apa- apa.”

Sehun menghela nafas panjang. “Kalau begitu, aku akan menjemputmu.”

“Eh?”

“Jangan menolak! Jika kau menolak, jangan harap aku membiarkanmu bekerja hari ini.”

Luhan merasakan getaran lembut didadanya. Perhatian Sehun membuat hatinya jadi tak tenang. Sangat tak tenang. Luhan menyembunyikan pipinya yang memerah. Ia menundukkan wajahnya dalam.

Sehun yang menyadari perubahan diwajah Luhan hanya tersenyum.

“Jadi?”tanya Sehun sambil mendekatkan wajahnya yang tampan itu kearah Luhan.

Salah tingkah, Luhan hanya mengangguk pelan.

“Sudah diputuskan.” Sehun tersenyum bangga sambil mengacak- acak rambut Luhan.

   

Malam harinya, jam 7.

“Sehun! Kau datang terlalu cepat..” Luhan melirik jam tangan mungil yang bertengger imut dipergelangan tangannya.

“Kau pulang jam 9, kan?”

“Dan kini masih jam 7 malam, Oh Sehun..” Luhan memutar bola matanya.

“Nae. Aku tahu! Hanya saja aku ingin lebih cepat kesini. Aku mencemaskanmu.” Sehun membelai pipi Luhan lembut.

Deg

Getaran lembut terasa didada Luhan.

Jantung namja mungil itu langsung bereaksi. Pipinya yang semerah tomat tentu mengundang perhatian namja tampan yang ada dihadapannya.

“Wajahmu merah. Kenapa?”

Luhan hanya mem-pout-kan bibir merahnya. Luhan tahu kalau Sehun tengah menggodanya.

“Kau ini.. Aku harus kembali bekerja. Masuklah kedalam caffe.”ajak Luhan sambil melepaskan tangan Sehun dari pipinya.

“Aku masuk? Bukannya didalam sedang ada pesta ulang tahun. Memangnya aku boleh masuk?” Sehun melirik kedalam caffe. Memang suasana caffe sangat meriah.

“Ne. Kau duduk saja didapur. Daripada menungguku diluar.”

Sehun mengangguk dan tersenyum.

Luhan berjalan masuk bersama Sehun kedalam caffe. Tentu saja lewat pintu belakang.

“Oh.. Temanmu, Luhan-sshi?” tanya ahjusshi pemilik caffe ramah. Sehun mengangguk dan tersenyum manis.

“Ne.. Apa boleh dia menungguku disini, ahjusshi?”

“Tentu.” Ahjusshi itu tersenyum ramah.

Luhan mengagguk senang. “Nah, aku bekerja dulu, ya.”

“Nae. Hwaiting!” Sehun memberi Luhan semangat.

Luhan mengangguk dan berjalan keluar dari dapur meninggalkan Sehun .

Dari dalam dapur yang serba putih dan higienis, Sehun memperhatikan Luhan.

Sehun POV

Melihat Luhan membuatku tenang. Awalnya aku hanya ingin memanfaatkannya. Namun kini… Aku merasakan sesuatu yang berbeda.

Aku ingin melindunginya. Aku tak tega menjadikannya alatku balas dendam pada Kai. Sangat tak adil jika aku melukai hati anak seperti Luhan. Malaikat-ku yang sangat polos dan baik hati.

Aku benar- benar ingin memilikinya.

Aku tak peduli bagaimana perasaan Kai padanya.

Kali ini aku tak akan memberikan Kai kesempatan lagi. Tidak lagi!

END Sehun POV

Bruak

“Mianhe.. Jeongmal.”

“Gwechanayo?” tanya Sehun pada namja yang baru saja menabraknya.

“Maafkan aku. Aku tak melihatmu.” Namja itu menunduk.

“Its okay.” Sehun berusaha tersenyum. Namja itu perlahan mengangkat wajahnya. Wajah manis yang tersenyum malu.

“Kau temannya Luhan-sshi?” tanya namja itu dengan mata besarnya.

Sehun mengangguk pelan. “Ne.. Kau juga kerja partime disini?” tanya Sehun mencoba ramah.

“Ne.. Ah! Namaku D.O.” namja yang bernama D.O itu tersenyum manis.

“Aku Oh Sehun. Hmm.. Itu nama aslimu?”

“Ani.. Hanya nama panggilan.” Jawab D.O pelan. “Ah! Sepertinya aku harus kembali bekerja. Maafkan kecerobohanku tadi.”

Sehun mengangguk pelan dan tersenyum tipis. Namun saat D.O membuka pintu dapur menuju caffe…

PRANG

Sehun dan D.O langsung mengalihkan pandangannya kearah caffe.

“Luhan!”

Mengerti akan sesuatu, Sehun langsung berlari kearah caffe mencari sosok namja manis yang kini ia khawatirkan. D.O juga mengikuti Sehun yang berlari.

Terlihat dikeramaian itu, Luhan berdiri terpaku melihat pecahan gelas yang baru saja terjatuh oleh salah satu pengunjung caffe.

“Luhan!” Sehun langsung berlari menghampiri Luhan yang menatap kosong pecahan gelas itu.

Tanpa aba- aba Sehun langsung menarik Luhan kedalam dekapannya. D.O yang tak memperhatikan keanehan Luhan langsung membereskan pecahan kaca.

“Haaa.. Haahh..”

Nafas namja mungil itu mulai tak beraturan. Tubuhnya bergetar hebat. Sehun memeluk Luhan tambah erat. “Tenanglah.. Aku ada disini.” Sehun berbisik tepat ditelinga Luhan. Namun tubuh Luhan masih tak merespon ucapan Sehun. Tanpa buang- buang waktu, Sehun langsung membawa Luhan keluar caffe.

Saat Sehun menarik tubuh Luhan keluar caffe. Didalam keramaian pesta, sepasang mata memandang Sehun yang menghilang dibalik pintu caffe.

“Se..Hun..? Kau..kah?”

to be continue

reader ~

RCL please TT^TT  gomawo ~~

239 thoughts on “Another Promise Chapter 2

  1. trouma ? luhan truoma ?
    ckck miris sekali hidup luhan .. kai itu siapanya luhan sih ?

    aku juga penasaran kenapa sehun sama kai musuhan ?
    dan lagi sipa orang yang muncul diakhir ..

  2. kayaknya emang bener luhan lupa ingatan.. kai itu kayaknya temennya dari kecil aigoo saya mulai kepo pemirsah..

    trus trus trus itu siapa yang terakhir nyebut namanya sehun..

    penasaran lanjuuttt..

  3. Kai ama sehun musuhan?😮😮
    segitunya sampai saling lempar tatapan tajam, tapi tadi sehun nyebut “berteman baik”
    lha? Maksudnya apa toh?? /mikir/

    “senyumanmu tak pernah berubah”
    dooh makin banyak pertanyaan di kepala saya~.~??
    Bener ya kata sehun, luhan ngelupain jongong?? /mikir lagi

    oh tuhan
    luhan sampai histeris gegara troma denger kaca pecah, deer, tenanglah ada kai yang memelukmu *eaak xDD
    suka nih ama momen kailu

    ‘GAWAT’
    itu..itu…..siapa yang mecahin gelas hah? *celingak celinguk
    thehunaa…!! Pliss tenangin luhan
    ada yang mratiin mreka? Nugu?
    Kek.a bakal makin seru nih
    aiihh HYOBIN SAMA, JJANG, DAEBAK *maap saya ga pintar muji*
    ehehehe /garuk tengkuk chanchan/
    lanjuut

  4. ini Sehunnya mau balas dendam atau apa??
    kok perhatian banget yah?
    nanti bisa bisa cinta beneran loh pak^^

    pasti ada sesuatu dimasa lalu Luhan yang berhubungan dengan Kai
    ayolah Luhan diinget-inget
    udah ketahuan klo sebenarnya Kai itu sayang sama kamu
    senyum tulusnya aja cuma buat kamu seorang…

    ckckck
    mulai rumit karena sepertinya Kai n Sehun mulai memperebutkan si Luhan nih…

    dan apapula si Luhan?
    trauma masa lalu kali???

    itu yang di cafe siapa??

  5. Kai ‘bener-bener’ ada di masa lalu Luhan, but.. Sehun? Gak terlalu yakin, mungkin Luhan pernah liat Sehun. Atau gak sama sekali, nice konflik

  6. Uwaaa pertahanan sehun goyah nih akhirnya haha. Tapi kok disini gue lebih mendukung KaiLu ya?
    Apa pas di china kai kenal sama luhan?
    Masih belum terjawab sama sekali haha🙂 itu endignya sehun sehun apaan?

  7. masih pnasaran sma hfungannya lhan ama kamjong😦
    .trus yang jadi msalhnya kamjong sm sehun tuh apaan juga, huft
    .lnjt bca!!!

  8. aduh.. sapa nih yg liat sehun.. untung sehun gg jadi jahat ama luhan.. sempet kawatir kalo sehun cuma manfaatin si lulu.. mo baca next part dulu nhe..

  9. pdhl hun waktu pertama ketmu lu sampe terpesona, plis jngan memanfaatkn lulu ~T_T~

    dio ikut terpesona ama hun ya -_-||

    aduh kalo diliat dr cast yg di ending itu si baek😦
    #sotoy xD

  10. Pasti baekhyun deh yg ulang tahun. Trus sehun sama kai berantem gegara baekhyun lebih milih kai drpd sehun, makanya sehun mau balas dendam gitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s