FF KAILU- MY SILLY LOVE PART 4

Title : My Silly Love

Leght : 4of?
Main cast : 
Kim Jong In
Xi Luhan
Oh Se Hun
Other cast:
BAEKYEOL
EXO*MENTION
 
Genre:
Romance school life

Author: @LarasYang

Setitk harap terukir saat kau lukis senyum itu. .

Senyum yang telah menyihir ku secara perlahan. .

Membuatku tenggelam dalam duniamu. .

Dunia yang kutau ada banyak kerikil. .

Tapi entah mengapa aku terus berjalan. .

Berjalan dan berjalan. .

Meski tanpa arah, aku yakin hatiku dapat menuntunku.

Tak perlu melihat. .

Apa lagi mendengar. .

Aku hanya perlu merasakan perjalanan ini. .

Dengan begitu aku bisa meyakini

Bahwa langkahku ini benar dan tepat menuju sebuah takdir Tuhan yang di namai dengan cinta. .

»»»»»MSL»»»»»

Kai pov

Aku melihatnya. . . Malaikat itu tengah bergandengan tangan dengan iblis yang telah menghancurkanku.

Shit. .

Dengan langkah gusar aku mulai mendekat, mencoba menyelamatkan malaikatku dari lingkaran iblis yang mengikutinya.

Demi malaikatku, aku tak mempedulikan keselamatanku jika harus mendekati dunia iblis itu lagi.

Dengan nafas memburu aku menarik paksa malaikatku keluar dari dalam lingkaran itu. Lingkaran yang kali ini terasa sedikit berbeda, tanpa hambatan..

Iblis itu tak bereaksi,hanya menatapku datar . .

Aneh. . Tapi itu bukan urusanku!

Aku melangkah mantap sembari menggengam tangan malaikatku, lebih tepatnya menarik dengan emosi penuh yang masih menyelimuti dasar hatiku.

Sayup-sayup kudengar suara protes dari malaikatku. . .

Mungkin dia heran. . .

Seorang manusia seperti ku ini punya hak apa untuk menjamahnya. .

Aku tak mengacuhkannya. . .

Yang aku tahu, saat ini aku harus membawanya jauh. .

Jauh. . Dan sangat jauh. . .

Agar lingkaran iblis itu lenyap tak lagi mengikutinya. .

Namun tiba-tiba langkahku terhenti. .

Seolah terasuki oleh iblis itu,

Malaikatku mengeluarkan cahaya hitam

Seperti yang pernah iblis itu lakukan dulu padaku. . .

Aku seperti mengalami dejavu,

Dengan cara berbeda, tapi membuat hasil yang sama.

Mereka sama-sama telah melumpuhkanku dalam sekejap. .

Kai pov end

.

.

.

Author pov

Di sebuah ruangan kelas yang cukup luas dan sangat nyaman, terlihatlah seorang namja cantik tengah bergelut dengan fikirannya yang tak tentu arah. Menopang dagu dengan sebelah tangannya sambil menghebuskan berulang kali nafas beratnya. .

Memikirkan suatu hal yang tak jelas itu sangat amat mengacaukannya seminggu ini. Waktunya benar-benar tersita hanya untuk suatu objek baru yang tak dimengertinya. Iya lelah sekaligus bingung harus melakukan apa.

Jika sudah begini, namja cantik itu akan menjadi namja yang lemah dan rapuh.

Teett

Teett

Teret

Suara nyaring bel meleburkan begitu saja kegundahan hati namja cantik itu, iya bangkit dari dunia khayalnya menuju kenyataan yang harus dihadapi. Setidaknya Ia harus melangkah dan mencari tahu.

“Baiklah anak-anak, jam pelajaran sudah berakhir. Lanjutkan tugas tadi di rumah! Ni hao. . .”

Membungkuk cepat sambil berlalu begitu saja tanpa senyum ramah yang menjadi khasnya.

Luhan berjalan lesu, menuju pintu gerbang sekolah. .

Untuk kesekian kalinya, selama seminggu ini Luhan malas untuk sekedar beramah tamah di ruang guru dengan sesama rekannya, Ia lebih memilih untuk langsung pulang atau duduk sejenak di taman sambil menenangkan hatinya.

Tanpa di sadari untuk kesekian kalinya juga, sebuah langkah kaki milik seseorang mengikutinya diam-diam.

.

Luhan tengah duduk di sebuah taman, tempat bermulanya kejadian aneh yang menyebabkan hatinya kacau seperti ini. Tepatnya satu minggu yang lalu, di tempat ini Ia merasa kehilangan sesuatu.

Bosan. .

Luhan terlalu bosan untuk terus menarik nafas beratnya. Ia memilih untuk menenggelamkan wajahnya diatas sela-sela lututnya yang sejak tadi telah terangkat.

Hiks

Hiks

Luhan menangis. .

Tangis itu lagi-lagi pecah tanpa Ia tau penyebabnya. .

Isakan Luhan tak terlalu keras, namun masih mampu terdengar dengan jarak lima kaki di belakanya-tempat namja yang mengikutinya berdiri.

Namja itu menatap khawatir sekaligus bersalah pada Luhan yang punggungnya terlihat bergetar hebat menahan isakannya.

Ingin rasanya namja itu merengkuh tubuh menyedihkan itu kedalam pelukannya. Ia juga cukup lelah melihat Luhan menjadi seperti ini, karena keegoisannya karena kelabilannya sosok itu menjadi menderita seperti ini.

Harus mengakhiri ini segera. . .

Author pov end

.

.

.

Luhan pov

Hosh hosh. .

Mimpi itu lagi. . . .

Tuhan. .

Tolong beri aku petunjuk!

Siapa sesunggunhya namja tak berdaya yang selalu muncul di setiap mimpiku satu minggu belakangan ini?

Mengapa dia terlihat sangat terluka?

Dan apa hubungannya denganku?

Aku merasa, satu persatu fikiranku kini menghilang dan melebur entah kemana, seperti ada sebuah kekuatan yang menghipnotisku dan memerintahkan otakku untuk menghapusnya. .

Apa yang terjadi padaku?

Pertanyaan yang selalu sama dan akan selalu terabaikan bagai angin yang terhembus dari nafas beratku. .

.

Hari ini aku putuskan untuk tidak pergi mengajar, beristirahat sejenak sepertinya akan membuatku lebih stabil.

Setelah selesai bersiap-siap dengan pakaian musim panas ku-stelan celana pendek dengan t-shirt yang sedikit lapang aku berjalan menuju halte bus, berencana untuk menaiki bus-lagi, setidaknya selama aku masih belum di izinkan untuk mengemudi mobil pribadiku atau sebelum mendapatkan supir.

Aku duduk disalah satu bangku saat telah memasuki bus. Memulai kebiasaan ku, memandang ke arah luar jendela bus. Aku suka melihat pemandangan, apa lagi di musim panas. Langit terlihat begitu cerah dan ceria, persis aku dulu-sebelum kejadian 1 minggu yang lalu.

Semilir angin di musim panas menyapu wajahku dari celah jendela bus yang sedikit terbuka.

Aku mulai memicingkan mataku, saat kurasa angin berhebus begitu lembut dan membuat hatiku nyaman.

Untuk beberapa saat, biarakan aku merasakan ketenangan yang sesaat ini.

“Sakit ini belum sebanding dengan sesak dihatiku saat melihat kau bergandengan tangan dengan Sehun. Aku minta, kau jauhi dia mulai dari sekarang!”

Hoshh

Aku tersentak. .

Suara apa itu?

Aishhh. .

Bahkan otakku tak mengizinkan hatiku untuk beristirahat barang sejenak. .

Kejam. . .

Aku sudah cukup menderita dengan mimpi dan fikiran-fikaran anehku, dan sekarang sebuah suara mengancam.

Oke bagus. .

Sepertinya kau mendapatkan sebuah kutukan Xi Luhan. .

Eh tunggu dulu. .

Tadi kalau aku tidak salah dengar, sepertinya aku menangkap suara itu menyebutkan nama Sehun?

Benarkah?

Apa Sehun yang dimaksut adalah Siswa kesayanganku? Oh Sehun?

bughh

“Annyeong seonsaengnim”

‘Eh? Seonsaengnim! Aku tidak sedang memakai baju dinas, lalu mengapa ada yang?’

“Eoh annyeong Chanyeol ah” tenyata salah seorang siswa ku. Dia duduk tepat di bangku kosong-disampingku.

“Seonsaengnim mau kemana? Mengapa anda absen mengajar tadi?” tanya Chanyeol sedikit penasaran dengan senyum konyol yang menjadi khasnya.

Ah iya, aku lupa bus ini melewati halte di dekat sekolahku mengajar. Pasti ini jam pulang sekolah, jinjja. Aku menyesal bangun kesiangan tadi, seharusnya aku pergi menenangkan diri lebih awal.

“Ah ini, saya sedikit kurang enak badan, jadi ingin berobat ke klinik” bohongku yang dibalas dengan anggukan cepat Chanyeol. Anak ini selalu terlihat lucu, lumayan menghiburku.

“YA yeobeo . . Mengapa kau mengacuhkanku? Aishh” sebuah suara lagi tak jauh dariku terdengar sedikit nyaring. Tepatnya diseberang bangku aku dan Chanyeol.

“Ahhh. .Iya. Mianhae chagiya. Aku lupa kau bersamaku. Perkenalkan ini guruku, Luhan seonsaengnim” jelas Chanyeol panjang lebar sambil melihat kearahku dan namja cantik itu bergantian.

“Luhan imnida” sapaku ramah sambil mengulurkan tangan pada namja cantik itu.

“Baekhyun imnida seonsaengnim” balasnya sambil menyambut tanganku dengan senyum yang merekah.

“Wahh. Chanyeol ah, aku tak tau ada guru secantik ini di sekolah kita” lanjut anak bernama baekhyun itu polos membuat Chanyeol terlihat gemas.

“haha. . Tentu saja chagi, Luhan seonsaengnim baru seminggu ini menjadi guru magang di sekolah kita. Kau ini” jelas Chanyeol sambil mencubit pipi Baekhyun yang langsung merah merona.

“Ehemm” aku mendehem pelan karena merasa sedikit terabaikan.

“He, mianhae seonsaengnim aku lupa ada anda disini” ucap Chanyeol sambil menggaruk kepalanya.

“Anio, gwaenchana. Ah iya. Seperti halnya Sehun dan. . Eumm dan. . . “

Dan siapa? Mengapa aku seperti teringat sebuah nama , namun tak begitu jelas.

“Dan siapa seonsaengnim? Anda mau bilang apa? Saya tidak mengerti” tanya Chanyeol dengan wajah sedikit bingung.

“Ah lupakan. Maksutnya, jika tidak dalam lingkungan sekolah kau jangan memanggilu dengan embel-embel lagi, cukup Hyung saja. Arra?” Tegasku pada Chanyeol.

Tidak. . lebih tepatnya pada seluruh siswa yang pernah bertemu dengan ku di luar sekolah, seperti Tao, D.O, Xiumin,Lay,Su ho, Sehun, Chen dan? Ah hanya itu yang aku ingat.

“Oke, baiklah Luhan Hyung. Aku mengerti. Oh iya Hyung, sepertinya Kai sudah seminggu tak masuk karena sakit. Aku lihat para guru tidak ada respon sama sekali, termasuk wali kelas kami, bahkan Sehun sebagai ketua kelas pun terkesan acuh. Bagaimana denganmu Hyung? Aku sih ingin sekali menjenguknya tapi”

“Siapa kau bilang? Kai? Kai. . Kai?”

Nama itu, ahh. . Mengapa sepertinya sangat familiar?

“Iya Hyung, Kai-Kim Jong In! Jangan bilang kau juga melupakannya Hyung? Aku tahu dia berubah banyak sekarang, sehingga semua orang membencinya dan mengabaikannya. Aku. .” Chanyeol menghentikan kalimatnya, wajahnya berubah murung dan matanya sedikit berkaca. Ada apa dengan Kai itu? Sungguh aku masih belum mengingatnya.

“Aku kasihan dengan Kai hyung, kami cukup dekat dulu. Aku, Sehun dan Kkamjong, nama kecilnya. Tapi semejak kecelakaan itu dia berubah banyak.”

“Tepatnya semenjak sahabatnya sendiri membuat segala impiannya hancur Hyung” lanjut Baekhyun membuat Chanyeol membulatkan matanya”

“Hei chagi, kau jangan ngomong seperti itu! Sehun tidak sengaja membuat kaki Kai terluka”

Aku tidak mengerti. . Sungguh. Apa yang tengah mereka bicarakan? Kai? Kecelakaan,sakit kaki, Sehun penyebabnya?

Hanya nama Sehun yang aku mengerti sepanjang mereka bercerita.

Agrhhhh. . . Ok Cukup, Harus aku akhiri percakapan mereka, sebelum kepalaku pecah.

“Eh, sudah-sudah. Kalian tidak usah berdebat. Eumm, apa kau tahu dimana Kai dirawat saat ini?” tanyaku pada Chanyeol.

Pertanyaan macam apa itu Luhan? Mengapa kau bertanya tentang Kai?

Oke baiklah, kau anggap saja ini tugasmu sebagai seorang guru yang peduli. Lagi pula, aku sedikit penasran dengan nama itu. Nama yang membuat otakku bekerja dua kali lipat dari biasanya. Kai~?

“Dia dirumahnya Hyung. Orang tuanya memintanya di rawat jalan”

“Memangnya Kai sakit apa?”

“Kerusakan tulang pergelangan kaki yang cukup serius Hyung. Sebenarnya itu sudah lumayan lama, namun entah karena apa, penyakitnya mendadak kambuh membuatnya tak bisa berjalan untuk beberapa waktu kedepan”

Aku mematung. .

Fikiran ku melayang entah kemana, seperti teringat sesuatu tapi sulit untuk dibaca. . Terlalu kabur…

Ada sedikit rasa sesak di dadaku saat mendengar penderitaan Kai. .

Dan rasa bersalah. .

Tapi mengapa?

Sepertinya aku memang harus menemui Siswa bernama Kai itu.

“Chanyeol ah. .Bisa tolong beri tahu aku alamat rumah Kai?”

Luhan pov end

.

.

Author pov

-Jl.Gangnam no.14 –

Luhan telah sampai di depan sebuah rumah mewah yang sangat luas. Melihat lama no. rumah yang tertera pada sisi kanan pagar.

No.14.

Dan ini adalah Jl. Gangnam. .

Apa Ia harus masuk sekarang?

Dengan sedikit ragu-ragu, Luhan mulai memencet bel dan menerima jawaban dari layar kecil di tembok pagar.

“Kediaman keluarga Kim. Siapa dan ada perlu apa?”

Ehemmm. .

“Ah, naneun Luhan imnida. Saya ingin menjenguk siswa saya yang bernama Kim Jong In.” Jawabku tergagap.

“Baik, silahkan masuk”

Luhan melihat pintu pagar terbuka otomatis, maka tanpa fikir panjang Ia mulai masuk kedalam halaman rumah Kai yang terlihat menakjubkan.

Luhan berjalan cukup cepat, seperti enggan menikmati sentuhan-sentuhan indah pada setiap sisi dari rumah ini. Tujuannya hanya satu, bertemu secepatnya dengan Kai.

“Selamat datang Luhan ssi” ucap salah seorang pelayan di rumah Kai.

“Eoh? Ahjussi tahu nama saya?” Tanya luhan tak percaya.

“Tentu Luhan ssi,silahkan masuk kamar Tuan muda ada di unjung sini” jelas pelayan itu ramah sambil mengarahkan jalan untuk Luhan.

“Ah nae gomawo ahjussi” balas Luhan sopan sambil membungkuk.

Luhan kini berada tepat di depan kamar Kai, ia memandang pintu kamar itu sejenak sebelum memutuskan itu memutar handelnya dan. . .

Terlihatlah pemandangan yang tak kalah menakjubkannya dibanding ruang-ruang lain dirumah Kai yang tak sengaja di lewati luhan tadi.

Tapi itu semua tak menjadi terlalu menarik, saat sebuah pemandangan menyedihkan menyilaukan mata Luhan.

Seorang namja tampan terlihat tengah berusaha berjalan dengan menggunakan tongkat. Sepertinya sangat sulit karena Ia berjalan dengan sangat pelan.

“Ahhh, shit!” Tiba-tiba Ia terjatuh membuat Luhan lantas berlari mendekati sosok Namja itu yang belum mengetahui keberadaannya.

Apa namja ini yang bernama Kai? gumamLuhan

“Gwaenchana?” Tanya Luhan akhirnya sambil membantu Kai untuk berdiri dengan hati-hati.

“Kau?”kaget Kai memicing kearah Luhan yang masih berjuang memapah tubuh Kai menuju ranjang.

“Apa yang membawamu kesini? ” Tanya Kai langsung dengan ekspresi datar.

“Aku. . . Hamm. . menjengukmu tentu saja Kai. .” Jawab Luhan terbata. .

“Hei tunggu dulu, Mengapa kau tak sopan sekali? Aku ini gurumu!” kesal Luhan kemudian saat teringat Kai tadi tak memanggilnya seonsaengnim seperti layaknya siswa lain yang belum di berikannya izin untuk memanggil Hyung.

“Eoh? Bukankah kau tak pernah keberatan sebelumnya? Aneh sekali!” Jawab Kai santai sambil meluruskan kedua kakinya saat telah sampai di ranjang.

“Ya sudah lupakan. .Langsung saja. . Sebenarnya ada hal yang lain yang ingin aku tanyakan padamu… eemm Kai!”

“Katakanlah!”

“Apa kita memiliki sebuah hubungan?” Tanya Luhan tiba-tiba membuat Kai sedikit kaget, namun hanya sedetik. Tak lama setelah itu dia kembali berwajah datar.

“Maksutmu?” Balas Kai dengan sebuah pertanyaan baru.

“Entahlah, aku hanya merasa aneh saat mengingat namamu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” Tanya Luhan lagi kali ini berhasil membuat kerut di dahi Kai bertahan lama.

“Kau! Apa ada sesuatu yang terjadi padamu selama aku tidak masuk?” Tanya Kai curiga. Iya yakin, pasti ada sesuatu yang tidak beres.

“Eumm?” Luhan malah terlihat bingung sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu.

“Apa kepalamu membentur sesuatu?”

“Ani”

“Lalu? Mengapa kau bertanya seperti orang bodoh?”

“Apa salah? Ini pertemuan pertama kita. . . bukan kah begitu?” Tanya Luhan mencoba meyakinkan. Sepertinya Ia pun tak yakin dengan apa yang dia ucapkan.

“Ya! Kau bicara apa Luhan ssi?”Marah Kai bercampur bingung.

“Jawab saja pertanyaanku!”Acuh Luhan

“Ck. Menyebalkan! Mendekatlah! Aku akan membuatmu mengingatnya” ucap Kai kesal sambil menginstruksikan Luhan untuk mendekatinya.

Terlintas di benak Kai untuk mengerjai Luhan,karena Luhan terlihat seperti sedang berpura-pura lupa ingatan.

Luhan berfikir sejenak sebelum akhirnya Ia menuruti Kai. Mendekatkan jaraknya pada Kai yang kini telah memberi ruang di sampingnya untuk Luhan.

“Duduklah!”

“Ne?”

“Duduk disini” ulang Kai lagi sambil menepuk tempat di sampinya.

“Untuk apa?”

“Aishh kau ini disuruh duduk saja susah”

Grep

Tanpa basa-basi Kai menarik tangan Luhan hingga terduduk pas di posisinya.

Luhan tak bereaksi, dia malah menatap tajam kebenik mata Kai yang berjarak 5 cm darinya seolah mencari tahu sesuatu yang begitu ingin di ketahuinya.

“Kau. . . ! Siapa kau sebenarnya Kai?”

Cup

Sebuah kecupan hangat-persis seperti malam terakhir mereka bertemu, mendarat di pipi mulus Luhan.

Cukup lama dan membuat Luhan terlarut. . Matanya terpejam menikamati sentuhan Kai yang membawanya pada satu ingatan yang tak sengaja telah di lupakannya.

Kim Jong In?

“Apa kau sudah mengingatku?” ucap Kai sesaat setalah menyudahi kecupannya.

“Ya! mengapa kau menciumku? protes Luhan

“Apa kau sudah mengingatku?” ulang Kai tanpa mempedulikan protes Luhan

“TIDAK……. sama sekali tidak “jawab Luhan ketus sambil hendak berdiri menjauh dari Kai.

“Tunggu!” tahan Kai menggenggam erat pergelangan tangan Luhan, yang dibalas dengan tatapan melotot Luhan.

“Sepertinya Sehun telah melakukan sesuatu pada ingatanmu tentangku!” Ujar Kai mantap.

“Mwo?” Tanya Luhan dengan wajah polos malaikatnya

Terbesit lagi rencana konyol dalam fikiran Kai saat melihat ekspresi namja cantik dihadapannya saat ini. 

“Kau benar-benar ingin tahu aku ini siapa?” Tanya Kai sambil mengeluarkan smirknya.

“Ye. . Tentu” jawab Luhan cepat.

“Kau adalah tunanganku Xi Luhan!”

“O.O”

.

.

TBC ahh~

huwaaaaa. sumpah author envy sama Luhan:/

uda kai ku…

RCL YA! ^^ GOMAWO


38 thoughts on “FF KAILU- MY SILLY LOVE PART 4

  1. hahahaha apa- apaaaaaan ituuuuuuuuuuuuu~~~

    sehun !!! jinjja! jahatnya dirimu anakku

    keren deh bebebebebb~

    kasihan kai jadi gtau dianya siapa T.T
    sabar ya kai
    bagaimanapun ni ff kailu.. jadi pasti bersatu kok
    kkkk

    dan itu tuh #nunjuk keatas

    kai bilang dia tunangan LUHAN?
    MUAHAHAHAHAHA

    napsu amat om..
    >/////<

    hahaha

    lanjutannya cepet ya beb Q.Q tau lah FF KAILU itu kayak apa langka nya TT.TT

  2. Wah kai cium pipi luhan lg.. >//<
    tp aq bgung, knp si luhan bsa lupa sama kai?
    Trus sebener.a apa yg sehun lakuin ke luhan?
    Akhhh… Aq jd penasaran sama lanjutan.a…
    Dilanjut yah…😄

  3. eh, aku salah komen yang di part 3..
    XDD
    aku baca dulu baru komen, jadi lupa yg itu part berapa2nya.. mianhamnida..
    kai cup luhan?
    kkkkk
    masih kecil cupcup-an..
    a-yo lanjut!
    jadi penasaran!
    naiseu part!

  4. wkwkwkw… kai emang the best deh… bisa mencari kesemptn dlam kesempitn kkk~
    gx salah ngeshipperin KAILU emank ^^
    cpet di lanjutin ya oenn ^^ LALALALALA~

  5. hahaha….gokilllll dasar kaiiiii…
    lope lope lope….
    ahhh baca ff ne jadi makin cintrong ma kai…
    kailu….cup cup mmuahhh..

    ^__^

  6. hei ya.!kampret bgt si kai, aku tunanganmu woy.! *telen golok*

    ni org2 di sekolah ngelupain Kai itu karna ulahnya si sehun ya, hampir smw dihipnotis ya.?cedera kaki kai jg krn sehun iri ma kai.?
    Ahh sumpah seru bgt Thor.!!😀

  7. tunangan sama kai ???
    wahhh keren juga itu si kai
    Prokk Prokk Prokk
    jadi luhan bener-bener lupa ingatan , dan itu gegara si sehun ????
    oh NO !!!
    jangan curang dong, kan nggak fair
    sehun : mau gue curang kek, mau gue jujur kek, suka-suka gue dong. siapa lo ngatur-ngatur ??? mau gue cemplungin ke tong sampah lu ??
    aku : diem aja dah gue -_____- permisii

  8. lulu lagi galau karena enggak bisa ketemu ama shizu #plak

    baekhie juga cantik kayak lulu kok ^^ #cubit pipinya baekhyun

    yak!!!!! apa-apaan kau OH SEHUN!!
    CURAAAAAAAAAAAANG!! #ngelempar panci ke arah sehun
    #di deathglare sehun
    shizu: mian #nangis di pojokan

  9. Luhaaannn…kok bisa lupa sama Kai…???
    dasar Sehun…curang banget sih…
    sebenernya masalahnya HunKai itu apaan sih thoor…?
    kok Kai sampek memberikan sebutan jelek gt bwt Sehun?

  10. huweee tambah keren thor story.a (gatau harus ngomen apa lagi)
    lhaaa…?? napa luhan bisa samar-samar ingatannya ama kai…??
    oh mistery ilang ingatan #apasih aku kok jd kepo sndiri

    daebak super

  11. Luhan koq bisa keilangan memory gitu..
    Sehun anaknya tukang sulap iia..
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ ..

    Aduh kai mending sama aku deh
    Aku ga lupa koq sama kamuu.. #plakk
    Hihii \(>ㅅ<)/

  12. ngeshipper kailu itu emang paling lucuu
    hahaha, apalagi dengan tampang kai yang datar, sama tampang luhan yang lucu nan imut polos banget itu
    kyaaaaa, kailu jjang !!😀

    lanjut~~

  13. Jl.Gangnam – op op op op oppa gangnam style, heeey sexy lady~ wkwk *numpang joget*

    walah, tega bgt sehun sampe ngehipnotis luhan kaya gitu?

    Sekenceng itukah injekan lulu ke kai sampe penyakit kai kumat lagi? #poorkai

    daaaan, suka bgt sama yg trakhir tuh “Kau adalah tunanganku Xi Luhan!” asdfghjkl >///
    next~

  14. Kya kya,,ini swiit bgt min..
    aq suka sfat kai dsni,,bgus2,senakny ndri..tp jstru jd bs ngimbangin sfatny luhan yg plosny kbangetan..
    srasa kai bs nuntun luhan gt d min,,kekeke…

    tp tp,it knp luhan lpa ma kai coba?trz yg ngkutin luhan sp?q pkir kai,,tp kykny bkn y,kai kan msi skit kaki…molla,next chapt aj..hhe..

  15. Anyyeong eonnie
    Luhan dihipnotis lagi ya sama sehun sampe lupa sama kai?
    Aaaah sehuniii kok kamu jahat siiih?
    Aaah kailu tetap dihati pokoknya!
    Sebenernya sehun ngapain kaki nya kai sih sampe kaki nya sakit gitu?
    Kai iseng yaa bilang kalo dia tunangan luhan haha

  16. tunangan? Wowo ada kekuatan apa sehun sampe bisa bikin luhan ngelupain kai? Kasian kai kao gitu dong,jahat banget sehun rasanya hehe
    Semangat lahirkan karya baru thor hehe hwaiting

  17. Ok disini aku gak suka sama sehun dia jahat, apa yg dia lakukan pada kaki kai shingga impiannya hancur, dan apa yg dia lakukan sama ingatan luhan tentang kai, aishh mentang” dia bisa kaya menghipnotis org seenaknya ajah kaya gitu, ughhhh

  18. OMO.. OMO.. OMO >< Tunangan?!
    Kai licik ya itu. aduh muahahaha.
    Gegara hipnotis sehun, kai punya peluang (?) buat dapetin Luhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s