“The Betrayed Angel” Part 1

hallo ~ Kim Hyobin hadir dengan FF FANTASY perdana-nya.

aku belum pernah buat FF bergenre ini.. this is first time.. XD~

ngepost nya aja aku deg degan =.=

hehehe.. sebenarnya THE BETRAYED ANGEL ini aku terinspirasi dari ANIME yang aku suka suka suka banget

judulnya : URAGIRI WA BOKU NO NAMAE WO SHITTERU

jadi kalau ada kesamaan rasanya maklum aja karena critanya emang berdasarkan anime itu aku buatnya ^^ Tapi gak semua dari anime itu kok.. aku sedikit menyamourkannya dengan ide ide labil dari otakku yang kacau ini -____-

bagi yang tau anime itu mungkin ff ini  versi EXO nya.. ne~~ 

check this out langsung yaaa

CAST : XI LUHAN, KAI, OH SEHUN, WU FAN. YI XING, KYUNGSOO, CHEN, SUHO, BAEKHYUN, CHANYEOL, TAO, XIUMIN.

with : Chunji (Teen Top)

MAIN PAIR : KAI-LUHAN, SEHUN-LUHAN

GENRE : FANTASY, SAD ROMANCE, ANGST

THE BETRAYED ANGEL

PART 1

KIM HYOBIN 

aku tahu penderitaanmu

aku tahu beban yang kau tanggung

aku tahu bagaiamana beratnya hidupmu

aku akan melindungimu

aku tak akan mengkhianatimu

tidak akan pernah

-KAI-

 

Kau siapa?

Aku bayanganmu

Bayanganku?

Benar

Kenapa kau menakutkan?

Karena aku.. Ada dikegelapan.

Kenapa?

Sosok itu tersenyum kemudian pergi begitu saja.

Ah! Tunggu aku!

Aku berusaha mengejarnya. Tapi percuma saja.. Dia sudah hilang.

Jangan pergi!!

Kumohon!!

“HHHHAAAAGGG!!!!!” Luhan terduduk sambil memegangi dadanya yang sesak. “Uhukk!! Hosh hosh hosh!”

Mimpi buruk. Itulah yang ia alami sejak beberapa bulan terakhir. Mimpi yang tak diketahui apa maksud dan tujuan yang sebenarnya. Luhan menghapus peluh yang mengalir deras dipelipisnya.

“Aku tak bisa..” Luhan memegangi kepalanya. Seperti biasa, ia lupa sosok yang selama ini muncul dimimpinya. Seberapa ia mengingat sosok itu, semakin sulit ia mengingat sosok itu.

“Siapa dia..” bisik Luhan lirih.

***

Suara burung menghiasi pagi hari yang sangat cerah. Matahari bersinar terang dan hangat. Seakan memberi semangat pada siapa saja yang akan beraktifitas pada pagi itu.

“Luhannie, bisa bantu bibi menyiapkan sarapan?” sapa seorang ahjumma itu saat melihat Luhan sedang bersiap akan kesekolah.

“Tentu Kim ahjumma.” Luhan memasang dasi sekolahnya dan keluar dari kamarnya.

Saat Luhan sampai didapur, ia tersenyum melihat 2 orang anak perempuan berusia sekitar 6 tahun ikut membantu ahjumma itu.

“Waahh.. Ayumi dan Soohee pintar sekali.” Luhan tersenyum manis menghampiri adik kecilnya itu.

“Luhan-oppa!!” kedua anak kecil itu langsung memeluk kaki Luhan dengan manjanya.

“Ne.. Ne.. Oppa akan membantu ahjumma untuk menyiapkan sarapan untuk kalian. Lebih baik panggil anak- anak lainnya, ya.” Luhan menjongkok menyamakan posisi kedua adik kecilnya itu.

“Ne, oppa!!”

Kedua anak kecil itu berlari keluar dapur. Luhan tersenyum kemudian kembali menghampiri ahjumma itu.

“Luhan.. Kau begitu lembut pada anak- anak itu.” ahjumma tersenyum sambil mengaduk sayuran yang sedang ia masak.

“Mereka sudah seperti adikku sendiri. Semua orang yang ada dipanti asuhan ini adalah keluargaku, Kim ahjumma.”

“Kau begitu tegar dan hangat, Luhannie.”

“Terima kasih, ahjumma.” Luhan tersenyum manis kemudian membantu ahjumma untuk menyiapkan sarapan.

Setelah selesai sarapan, Luhan pamit kepada ahjumma pemilik panti asuhan dan adik- adik kecilnya yang juga tinggal disana. Walau anak- anak panti asuhan itu bukan keluarga asli Luhan, namun rasa sayang Luhan kepada mereka sangatlah besar.

“Aku pergi dulu.”

“Hati- hati dijalan, oppa!” teriak Soohee sambil melambaikan tangannya.

“Kalau pulang bawa mainan, hyung!” teriak salah satu adik kesayangan Luhan, Donghae.

“Ne!” Luhan mengacak- acak rambut kedua anak itu lalu keluar dari pekarangan panti asuhan. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, seseorang menepuk pundaknya.

“Oeh! Kau mengagetkanku saja!!” teriak Luhan saat tahu siapa yang baru saja memegang pundaknya.

“Kau melamun?”

Luhan menggeleng. “Kau datang tiba- tiba sih. Aku kan jadi kaget.” Luhan mengembungkan pipinya.

“Ne.. Mianhae, Luhan.” Ucap namja tampan itu sambil ber- aegyou. Luhan meghela nafas kemudian tersenyum manis.

“Jangan mengagetkanku lagi. Arraseo?”

“Arra~” namja itu tersenyum manis sambil membuat tanda ‘peace’ pada jari- jari panjangnya.

“Luhan mau sekolah, ya? Kita sama- sama saja yuk.” Ajak namja itu kemudian.

“Untung saja sekolah kita satu arah, Sehun-ah.” Luhan mengangguk mantap.

Mereka berjalan bersama sambil membicarakan banyak hal. Keakraban mereka sangat terlihat. Sehun memanglah sahabat dekat Luhan. Sangat dekat dan sebenarnya Luhan menyimpan sebuah perasaan pada Sehun.

Cinta.

“Hmm.. Apa kau kesepian semenjak aku tak tinggal dipanti asuhan lagi?” tanya Sehun dengan wajah serius. Sehun dulu memang tinggal dipanti asuhan. Sama seperti Luhan. Namun 3 bulan yang lalu, sebuah keluarga kaya raya mengadopsi Sehun dan kini Sehun tinggal dirumah keluarga itu. Walau tempatnya tak terlampau jauh dari panti asuhan.

“Tidak.. Aku bersyukur kau sudah bisa mendapatkan keluarga yang menyayangimu.” Luhan tersenyum manis.

Sehun menghela nafas panjang. “Kau selalu bicara begitu.”

“Lalu aku harus bicara apa?”

Sehun mengangkat bahunya. Entah apa yang ia pikirkan kini. Pikiran Sehun terbang entah kemana. Luhan membiarkan Sehun hanyut dalam dunianya sendiri.

“Luhan.. Mengapa akhir- akhir ini kau nampak murung?” tanya Sehun tiba- tiba.

“Benarkah?” Luhan meraba- raba pipinya sendiri.

“Ne.. Kau ada masalah??”

Luhan menggeleng pelan kemudian tersenyum manis. “Tidak. Kau hanya terlalu mencemaskanku.” Luhan mencibir.

Sehun menatap tajam Luhan sesaat kemudian kembali menatap lurus kedepan.  “Kalau begitu baguslah. Aku tak mau melihatmu sampai bersedih.”

Wajah Luhan memerah mendengar perkataan Sehun. “Da..Dasar!”

***

Di sekolah.

Luhan masuk kedalam kelasnya bersama kedua teman dekatnya, Chen dan D.O. Tawa dan canda terdengar diantara pembicaraan mereka.

“Yang ketemu Sehun pagi- pagi nih~” goda Chen sambil mencubit pipi Luhan.

“Ya! Apa sih, Chen?!” Luhan langsung mengerucutkan bibirnya.

“Tak usah malu, deh. Kami melihatmu dengannya. Tetap saja masih akrab,ya. Walau kalian tidak tinggal bersama lagi.” Kyungsoo memeluk pundak Luhan.

“Tentu.. Kami kan..”

Bruak

Tiba- tiba salah satu teman sekelas mereka, Chunji , tersungkur dilantai.

Luhan yang melihat itu langsung berlari menolong Chunji.

“Gwechanayo?”tanya Luhan sambil membantu Chunji membereskan buku- bukunya yang terjatuh. Chunji membenarkan kacamatanya kemudian menatap Luhan tajam.

“Biar aku bantu membawa buku- buku ini.” kata Luhan sambil tersenyum manis. Namun Chunji membalasnya dengan senyuman sinis kemudian menghempas kasar tangan Luhan yang berusaha menolongnya.

Saat tangan Chunji menyentuh tangan Luhan…

 

“Pergi! Oemma tak mau punya anak sepertimu!”

“Oemma maafkan aku.. Aku sudah berusaha.”

“Kau hanya terlalu bodoh!”

“Oemma!!”

“Hgg!!!” Luhan tiba- tiba tersadar. Kepalanya agak pusing.

“Ya Tuhan..Aku.. Baru saja aku melihat masa lalunya.”bisik Luhan dalam hati.

“Kenapa kau melamun?! Sana pergi! Aku tak butuh bantuanmu!!” Chunji berjalan pergi meninggalkan Luhan yang masih termenung diposisinya.

“Kau baik- baik saja?” Chen membantu Luhan berdiri. Luhan mengangguk pelan.

“Jangan dipikirkan. Dia memang seperti itu. Lihat saja gayanya yang culun dan sangat tidak menyenangkan itu. Menyedihkan.” Ucap D.O sambil memandang jijik punggung Chunji yang menjauh.

Luhan hanya menunduk diam.

Masa lalu yang sangat tidak menyenangkan…” Luhan masih menunduk. “Dia tidak salah.

***

Braak!

Chunji menutup pintu toilet dengan kasar. “AGH! Selalu saja! Luhan yang baik! Luhan yang seperti malaikat!! Aku muak sekali dengannya! Sok baik dan hanya mengharapkan pujian dari orang lain!!” teriak Chunji sambil melempar buku- buku yang ada didalam pelukannya hingga berserakan dilantai.

“Aku membencinya!! Aku sangat membencinya!” maki Chunji lagi.

“Kalau kau membencinya.. Bunuh saja dia.”

Sebuah suara menggema ditoilet itu. Chunji mengamati sekelilingnya. Bulu kuduknya seketika itu berdiri.

“KKKKK… Kau tak akan bisa menemukanku.”

“Sii.. Siiapa kau!!” teriak Chunji.

“Jika kau mau.. Aku akan memberimu kekuatan.”

Mata Chunji membulat. “Kekuatan?”

“Ya.. Tapi kau harus membunuhnya.. Kau mampu?”

Chunji bergidik ngeri . Ia telan ludahnya kemudian mengangguk pelan. “Ba..Baik..”

***

Luhan pulang kepanti asuhan saat hari menjelang malam. Hari sudah mulai gelap. Kegiatannya disekolah memang lumayan banyak. Ekskul kesukaannya adalah bernyanyi. Luhan sangat suka bernyanyi. Sama seperti kedua sahabatnya D.O dan Chen. Jika sudah bernyanyi bersama, mereka akan lupa waktu dan terus bernyanyi dengan bahagianya. D.O akan nampak sangat polos jika sedang bernyanyi. Chen pun terlihat sangat menikmati tiap nada yang ia nyanyikan. Seperti anak kecil.

“Tumben.. Sepi sekali hari ini..” Luhan memperhatikan jalanan sebelum ia meyebrangi jalan. Sedikit mempercepat langkahnya Luhan agak berlari menyebrangi jalan. Tapi..

Bruak

Ditengah jalan saat menyeberang, kaki Luhan tersandung sesuatu dan ia jatuh tersungkur di aspal. “Aish!! Aduh.. Appo!!”

Tin Tin

Bunyi klakson mobil memekakkan telinga. Melihat ada sebuah mobil yang menuju kearahnya, Luhan mencoba berdiri. Tapi ia tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.

“YA!! Ada apa ini!!” Luhan semakin panik karena disana sama sekali tak ada orang yang lewat. Mobil itu semakin mendekat.

Oh Tuhan!” Luhan menutup matanya tak sanggup melihat mobil yang kini semakin dekat dengannya.

Seseorang.. Tolong aku!!”

GREP

“Ah!!” Luhan menyadari seseorang tengah menggendongnya. Dan kini ia berada didekapan orang itu. Tanpa Luhan sadari ia sudah berada di trotoar dan melihat mobil yang akan menabraknya melaju cepat tak jadi menabraknya.

“Tak ada orang yang mengemudikannya!” bisik Luhan saat sadar mobil yang akan menabraknya tadi bergerak sendiri. Tubuh Luhan gemetaran.

“Gwechanayo? Ada yang sakit?” tanya namja itu sambil memandang wajah Luhan tajam. Tatapannya dingin sekali.

“Ah.. Tidak.. Xie xie..” Luhan menatap namja yang baru saja menolongnya . Namja tampan yang memakai pakaian serba hitam dan memiliki mimik wajah tanpa ekspresi. Sebenarnya Luhan merasa terpesona dengan ketampanan yang dimiliki namja itu.

DEG

“Saranghaeyo..”

“Mianhae.. Tapi aku harus pergi.”

“Jangan tinggalkan aku..”

Luhan langsung melepas dekapan namja itu dan menjauh. Nafasnya terasa sesak. Seperti teringat akan sesuatu saat melihat wajah namja yang ada didepannya. Namja itu menatap tajam Luhan dan masih berdiri diposisinya.

“Luhan..”ucapnya lirih. Wajah namja itu terlihat sangat sedih.

“Si..Siapa kamu!” Luhan menyadari ada yang tak beres. Jujur saja Luhan sering sekali pulang jam segini dan keadaan dijalan itu masih sangat ramai. Namun hari ini, jangankan manusia anginpun seakan menghilang.

“Namaku Kai.” Namja itu menjawab dengan singkat.

“Ka..Kai?” Luhan berhasil mengontrol nafasnya agar normal kembali. Rasanya nama  itu sangat familiar ditelinganya. Entah mengapa. Nama yang terasa sangat ia rindukan.

“Aku suamimu.“

“MWO!!” Luhan membelalakkan matanya saat mendengar pengakuan sang namja yang baru beberapa detik yang lalu ia kenal. “Kau gila? Aku ini namja dan kau namja!”

DEG

Luhan merasa jantungnya benar- benar tak bisa ia kendalikan. “UGH!” Luhan jatuh terduduk. Kai menghampiri Luhan dan membantunya berdiri.

“Haahh.. Haah..” nafas Luhan benar- benar tak bisa dikendalikan.

Kai.. Ini aku lakukan demi klan-ku

Tak ada yang memaksamu melakukannya, kan!

Ini kewajibanku untuk melindungi klan-ku!

Jangan lakukan itu, Luhan..

Mianhe.

“Haah. Haah.. Ap..Apa.. haah..”

 

Luhan..

Mianhe, Kai… Apa aku menyakitimu?

“Ap..Apa ini.. Ugh…”

 

Permintaanku hanya Satu

Jika waktu itu akan tiba…

“DIAM!!” Luhan memegangi kepalanya yang terasa mau pecah. Kenangan demi kenangan yang sangat tak asing baginya berkecamuk dan berdengung dikepalanya.

“Luhan, Kau baik- baik saja?” Ujar namja itu lagi. Ada sedikit nada cemas disana.

“Ap..Apa maksudmu! Siapa kau?”

Kai diam sesaat. “Aku suamimu… dimasa lalu.”

“Ma..Masa lalu?” Luhan kembali mengontrol nafasnya yang sangat kacau. Kai mengangguk walau wajahnya tetap dingin.

“Pulanglah.. Disini berbahaya.” Kai berjalan menjauhi Luhan walau tatapannya tak lepas dari namja cantik yang masih terduduk ditanah sambil memegangi dadanya.

Kai tiba- tiba menghilang begitu saja.

“Apa!!” Luhan memandangi sekelilingnya mencari sosok Kai. “Dia benar- benar menghilang.”

Luhan  tidak mengetahui  kalau hidupnya akan berubah drastis mulai dari sekarang.

***

“Uwaa~ Cantik sekali yaaaa.. Sama sekali tidak berubah walau terlahir sebagai namja.” ucap seorang namja yang dari tadi mengamati Luhan dan Kai dari atas pohon yang tak jauh dari jalan itu.

“Tenanglah sedikit, Suho..” namja yang memiliki tatapan mata yang menenangkan namun ceria itu hanya geleng- geleng melihat sikap Suho yang terlampau energik.

“Lay enggak tertarik melihat Kai bertemu lagi dengan istrinya?” Suho menggembungkan pipinya. Lay tersenyum dan menatap tajam Luhan yang kini sendirian kebingungan.

“Tapi… Kenapa dia ber>einkarnasi menjadi namja, ya?” Lay menggaruk kepalanya.

“Siapa yang tahu.” Suho mengangkat bahunya pelan. “Aku juga penasaran.”

 

To be continue

bagaimana? uwaaaaaaaaa~~

aneh ya?? aneh yaaaaaa?? >.<

RCL please.. ini benar- benar buat kelangsungan cerita ini >.<

gomawoooo ~~

145 thoughts on ““The Betrayed Angel” Part 1

  1. Eh? Ka? Ini agak2 ga paham pas bagian ada suho lay duduk dipohon. Terus ini cerita nya luhan bisa liat masa lalu orang? Loh ini kai tiba2 muncul dan menghilang. Lah itu siapa yg mau bunuh luhan? Loh kok bisa mobil nya jalan sendiri? ‘—‘ #kepo

  2. .kayaknya bagus nih….. tapi kok cuman segini yah?
    .dari pada lama lanjut ke chapter selanjutnya….. >//////<

  3. waahhhhhh….kreeeennn… jadi kai itu sbnrnya siapa?? trus kog ada suho dan lay yang mncul agk krang jls gtu??heheehe#maap..
    Lanjut,,,^^

  4. wiiiihhhhhh….. Lulu punya Dejavu yah,,,,,,
    menarik nih,,,,pengen baca yg part selanjutnya…
    meskipun terlambat keliatan nya,, krn saya reader baru…..

  5. Kyaaaa, lanjut baca mwo luhan istri kai ? Trus sbenernya siapa si chunji itu knapa dia gak suka sama luhan ?? Dan yg bisikin chunji jga siapa ?? Trus yg ada dimimpinya luhan juga siapa? kai kah ??

  6. Luhan dan kai dulu suami istri😮
    Sebenernya luhan di masa lalu itu apa?

    Aduh chap 1 masi membingungkan…
    *cusss chap 2

  7. Chunji jahat banget sampai mau nyelakain Luhan…. apa salah Luhan? #emosi😄
    tapi mau ngucapin makasih deh buat Chunji, karena Luhan bisa ketemu sama Kai :3

  8. Yes! Akhirnya ketemu chap 1 nya ! UWOOO!!! ~~ /Teriak gak jelas/
    Huwaaa!!!! Imajinasi nya bagus baget!!!! Aku suka, aku suka ^.^
    Terinspirasi Dari mana ? Mian lupa apa yang ditulis di atas tadi , heehee~~ ^_^
    Kira-kira siapa ya yang mau mencelakakan selingkuhan ana? /dilemparduit/ jangan-jangan yang chunji itu yaa? Awas aja kalo sama dia! Gak Ada yang boleh mencelakai selingkuhan ana!!!
    DASAR!!! CHUNJI GAK TAU TERIMA KASIH!!! UDAH DI TOLONGIN MALAHAN MAU NYELAKAIN LUHAN! KALAU MAU NYAKITIN LUHAN, LEWATI DULU RAGA AUTHOR!!! /author:awas lu ye! Gw jadiin bubur lu! Ana:piss bang! Ana cinta damai.-.v/ harap diabaikan -,-
    Kekeke~ seru baget ! Jadi penasaran chap.2 nya , AAUUUU~ A SARANGHAEYO~ /abaikan/ -_-
    WHAT THE HELL?? Kai dateng2 bilang dia suaminya Luhan? WHAT?? Gila lu bang main ngaku2 aje ! Orang dia suami gw /digaplok/ :p
    Hahahaha~ lucu kali yaa bayangin muka suho yang lagi di atas pohon teriak2 gak je udah kyak fansgirl yang ketemu idolanya , wkwkwkw~
    Okee , segitu aja ya? Sumpah mata udah limit banget! Sampai bertemu di chap 2🙂
    Keep writing author rurunka and ~ .
    Annyeong \(^o^)/ ~~

  9. Halo kakak~~~!
    ((buat readers yang baca comment ini, ada peringatan BESAR! Ada SPOILER di comment ini! Aku udah kasih peringatan jadi jangan salahin aku kalo kalian dapet spoiler. Jadi berpikirlah dua kali sebelom baca comment aku oke? //Geer banget kalo ada yang baca commentnya//))

    Aku sebenernya udah baca FF ini sampe chapter 11, tapi aku re-read dari awal banget.
    Dan sebenernya, aku silent reader >A< Maaf banget kak. Jadi, itung-itung permintaan maaf, aku bakalan baca lagi dari awal banget dan comment di tiap chapter~!
    ((tapi aku enggak janji commentnya bakalan menarik))
    Dan kadang aku bakalan ngepost comment yang panjangnya melebihi panjang kereta api mungkin…
    Semoga kakak betah bacanya ya?😀

    Setelah baca chapter 11 terus mundur langsung ke chapter 1 itu rasanya aneh ya…
    Di chapter 11 semuanya udah pada garang, udah pada tidur abadi, udah cakar-cakaran(?) tapi di chapter ini semuanya masih misteri. Masih pada innocent gitu..
    Apa lagi pas baca Lay. Kayaknya baru tadi Baekhyun gendong mayat Lay eh sekarang dia nangkring di pohon. //Lay genderswitchnya kuntilanak//

    Chapter 1 sama chapter 11 itu BEDA JAUH kak. Bagai kutub utara dan kutub selatan. //ya iyalah!//
    Tapi kabar baiknya, justru kutub utara dan kutub selatan itu yang bikin readers enggak bakalan bosen. Mereka enggak bakalan bisa menduga ada apa di chapter 11 nanti karena di chapter 1 itu terlalu polos.
    Enggak tau ah aku ngomong ini intinya apa-_- yang jelas, aku mau kasih tau ternyata chapter 1 sama chapter 11 itu beda jauh banget.

    Oh iya, terus terus terus..
    Chapter 11 itu kan panjang ya kak.
    Chapter 1 ini jadi terkesan pendek banget.
    Maksud aku, sekarang semangat kakak buat nulis itu nambah ya :3 Congrats kak!
    Tambahan lagi, gaya nulis kakak juga udah agak beda.
    Di chapter 11, kakak keliatan lebih bersemangat menjelaskan ceritanya dibanding chapter 1. Kalo dibandingin chapter 11 sama chapter 1, di chapter 1 Luhan kayak kurang semangat gitu. Di chapter 11, disaat masalah mengacak-ngacak semua isi hidupnya dia justru keliatan lebih semangat =_=

    Dan itu yang bikin aku salut sama kakak.
    Kalo aku nulis beginian nih, pasti chapter 1 semangat sepanas matahari, chapter 11 semangat sepanas es. //es kan enggak panas? | Itu dia intinya.//

    Terakhir~~~~!
    Maaf aku bacot. Maaf kalo ada kata-kata aku yang melukai kakak //eak//
    Maksudnya, maaf kalo ada kata-kata aku yang bikin semangat kakak jadi drop.
    Tapi inget kak, aku enggak pernah bermaksud begitu. Aku cuma mau jujur.
    Dan ini panjang banget ya.. Maaf aku ngespam..
    Dan maaf kalo enggak jelas.

    Keep writing! I love you(r work) :p

  10. Tentang reinkarnasi, bakal seru nih😀 tp aku suka rada jeles kalo ada kailu, berasa ada yg ngambil luhan dari sehun wkkwk

  11. aku baru tau kalo kai itu suami nya luhan. -_-
    ff nya bagus thor. tapi konflik nya belom keliatan😀
    ehh ada abang chunji juga ikutan *cium😄

  12. Jadi ngebayangin Yuki n Zess (Luka).. Luhan cocok jadi Yuki, tapi yg jadi Luka seharusnya Sehun, muka’e kan datar tuh ga bisa berekpresi sma kaya Zess.. *rotfl
    Keren deh, jd kngen pngn nnton Uraboku lagi…

  13. okay… aku seneng ada yang mau buat ff hunhan genre fantasy… soalnya aku suka banget >,<
    dan waktu searching2 ff hunhan.. eh, aku ketemu blog ini… bagus bagus ffnya ^^ walaupun kadang ada kata2 yang gak baku, but it's okay.. aku mau baca lagi ya..🙂🙂 ^,^b #thumbsup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s