Lost in Your Love (Part 2)

annyeonghaseyo ~~

siapapun yang baca FF ini mohon donk review nya

aku senang kalau ada yg kasih saran.

jangan jadi shider ya😦

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA

CAST : LU HAN – OH SE HUN

 

Lost in Your Love

Part 2

“What is Love”

Entah kenapa, Sehun menarik tangan Lu Han kekamarnya keduanya sama – sama basah dan kedinginan. Lu Han memperhatikan gerak – gerik Sehun yang sedang mencarikan baju untuknya sementara dia masih mengeringkan rambutnya bersanda pada travel bag Sehun yang ada ditepian kasur. Dia merasa takjub, dalam keadaan basah begitu Sehun bukan mengeringkan tubuhnya dulu malah mencarikan baju untuknya.

“Kau keringkan lah dulu badanmu, baru kau carikan baju untukku” Sehun tersentak. Tiba – tiba saja sebuah handuk mendarat dikepalanya, dan sepasang tangan mengusap kepalanya.

“Nanti kau malah demam karena basah – basahan” tangan itu kemudian berpindah kelehernya. Ada satu hal yang Sehun rasa tentang momen ini, ketika mereka sama – sama basah dan sama – sama kedinginan serta topless. Rasa itu semakin kuat menekan. Menekan hatinya dan sesuatu dibawah pusarnya.

Lalu Sehun berbalik badan, memandangi Lu Han dengan bulir – bulir air yang mengalir didadanya, dan sebuah handuk hijau yang melingkar dilehernya. Handuk itu berpindah ketangan Sehun, dan mengusap bulir air yang mengalir didada itu.

“Kau juga belum kering benar” kata Sehun kemudian.

 Luhan dan Sehun saling bertatapan.

Hening.

“Careless, careless. Shoot anonymous anonymous. Heartless, mindless. No one, who care about me~” suara ringtone handphone Luhan membuat keduanya berhenti.

Luhan dengan tergesa berbalik dan mencari handphonenya, dan travel bag Sehun jatuh dari kasur tanpa sengaja saat Luhan mengangkat travel bag yang menghimpit handphonenya. Wajahnya kemudian terlihat tegang.

“Iya, iya. Aku kesana jemput papa” katanya kemudian berlari menuju kamarnya.

“Ah~ auh~” erang Sehun yang terjatuh karena kepleset lantai yang basah saat akan mengejar Luhan.

“Kenapa?” tanya Sehun masih memegangi pantatnya yang sakit.

“Pamanku di Busan meninggal sore tadi” katanya setelah berganti baju dengan baju dari travel bagnya.

“Terus?” Sehun memasang kaos yang dipegangnya.

“Orang tua ku dibandara. Aku mau kesana ngejemput sekalian langsung ke Busan”

“Aku antar”

Sehun bergegas masuk kekamarnya. Mengambil sebuah tas dan kunci mobil lalu menarik tangan Luhan, bersiap menuju Incheon sekali lagi. Entah kenapa dada Sehun bedebar, dia memikirkan wajah orang tua Luhan. Apa yang harus dia lakukan didepan orang tua Luhan. Bagaimana dia menceritakan pertemuannya dengan Luhan dan apa saja yang sudah mereka lakukan.

“Orang tuaku biasanya cerewat dan banyak tanya” terang Luhan tiba – tiba dan makin membuat Sehun makin tertekan entah kenapa.

“Tapi mungkin kali ini mereka nggak bakal banyak tanya, kan sedang dalam kondisi berduka” sambung Luhan.

Oia, mereka kan datang ke Korea karena paman Luhan yang di Busan meninggal”

^*^*^

Perjalanan menuju Busan~

“Maaf ya kalau sudah merepotkan nak Sehun” kata mama Luhan tersenyum ramah. Sementara papa Luhan masih terlihat terpukul mendengar kabar kematian adiknya.

“Nggak repot kok bi, kebetulan aja nggak ada kegiatan” Sehun bo’ong. Padahal dia masih keingat kegiatan handuk – handukan tadi.

“Luhan beruntung sekali ketemu nak Sehun, bibi jadi tidak terlalu cemas. Padahal awalnya bibi takut kalau Luhan sendirian saja ke Busan”

Sehun hanya tersenyum.

“Luhan itu dirumah manja sekali, dia anak bontot, jadi dimanja banget sama abangnya”

Luhan punya abang” bisik hati Sehun.

“Tidur aja masih suka sama bibi dikamar”

“MAMA~” protes Luhan

“Biar Luhan belajar mandiri, ma. Sekali – kali dia lepas dari kita” papa Luhan akhirnya angkat bicara.

“Papa betul. Luhan kan mau belajar mandiri” bela Luhan.

“Apa bisa kamu jadi mandiri. Apa – apa saja masih minta tolong sama bang Kris” ledek mamanya.

“Luhan bisa!” tegas Luhan.

“Paling nanti kamu apa – apa minta tolong sama nak Sehun” mama Luhan masih ngeledek Luhan.

“Nak Sehun, biar Luhan melakukan kerjaan sendiri, jangan sering ditolongin” ucap mama Luhan.

Tadi aja dia yang nyuci piring bi~” ujar hati Sehun.

“Mama~” rajuk Luhan.

“Tu kan ngerajuk, artinya kamu bakal ngerepotin nak Sehun”

Perjalanan menuju Busan terus diisi dengan ribut – ribut lucu anak dan mama ini. Sesekali papa Luhan ikut bicara. Tapi sepertinya dia masih berduka. Dari bincang – bincang dijalan itu Sehun semakin banyak tau tentang kepribadian Luhan yang super manja, dan super manis. Dia berharap masih bisa bareng Luhan lebih lama lagi. Karena siapa yang tau berapa lama Luhan di Korea. Melihat pamannya ini meninggal, dan adap orang tua Luhan disini. Bisa saja Luhan akan pulang bareng sama orang tuanya. Dan Tamat.

^*^*^

Busan. Rumah duka keluarga besar marga Kim

Paginya, beberapa jam setelah keluarga Luhan datang. Upacara kremasi telah dimulai. Beberapa orang melakukan semacam penghormatan terakhir kepada ayah Kai. Diatas peti itu tertulis nama ayahnya. Nama Korea dan nama Chinanya. Ayah Kai memang berdarah China. Jadi tak heran kalau banyak saudara Kai dari China yang datang. Salah satunya sepupu Kai, Luhan. Yang sebenarnya memang akan datang untuk liburan.

Rasa duka atas kehilangan ayahnya memang dalam. Tapi Setidaknya rasa itu terobati dengan kedatangan Luhan. Melihat senyum Luhan bisa membuatnya tersenyum. Senyum itu begitu indah. Jika keindahan senyuman itu bisa diwujudkan dengan bunga. Maka seluruh bunga yang saat ini menghiasi figura ayahnya dipodium sana masih kurang. Kedatangan Luhan membuat Kai bingung. Sedih karena kematian ayahnya. Atau senang melihat manusia terindah ciptaan Tuhan, Luhan.

Seorang biksu sedang memimpin doa sebagai penghormatan terakhir kepada ayah Kai. Tapi konsentrasinya dalam berdoa buyar seketika.

Mata Kai terfokus pada Luhan. Luhan yang duduk dideretan kursi kedua sedang menahan air matanya. Ternyata Luhan juga sangat sedih karena kematian pamannya. Dan Kai berhenti berdoa saat melihat sebuah tangan yang putih dan lembut mengusap air mata Luhan sama lembutnya. Orang itu mencoba menghibur Luhan. Siapa orang itu? Kenapa dia bisa datang bersama dengan Luhan dan keluarganya semalam.

Kai benar – benar penasaran. Wajahnya yang innocent, bibirnya yang kecil, matanya yang selalu menatap tajam, gayanya dingin penuh Rahasia. Siapa dia? Kai benar – benar ingin tau siapa orang yang sempurna itu. Kenapa dia bisa bersanding dengan orang yang begitu indah itu.

^*^*^

Busan. Rumah duka keluarga besar marga Kim

Sejak malam tadi Sehun sudah memperhatikan orang itu, orang itu adalah sepupu Luhan. Kulitnya agak cokelat, tak seperti orang Korea atau China. Bukannya Sehun tidak suka, malahan menurutnya orang itu mempesona. Ditengah kedukaan atas meninggalnya ayahnya. Dia masih bisa tersenyum bahkan membuat Luhan yang sedih bisa tersenyum.

Semalaman Sehun ingin sekali menghampiri Luhan dan sepupunya itu tapi dia nggak bisa meninggalkan mama Luhan sendirian yang masih ingin ngobrol dengannya diteras rumah duka. Tapi hatinya ingin kesana, ketempat Luhan dan sepupunya yang duduk menikmati es krim musim semi, disinari lampu parkiran rumah duka. Dilatar belakangi gelapnya suasana malam dan titik cahaya dari bangunan yang jauh dipusat kota sana.

Semua situasi itu, membuat Luhan semakin indah, senyum dan tawa sepupu Luhan menambah keindahan apa yang dipandang Sehun itu. Sepupu Luhan itu membuat Sehun terpesona. Dia begitu mempesona, Sehun ingin tau namanya. Orang itu begitu mempesona, begitu akrabnya dengan orang yang luar biasa indah.

^*^*^

“Aku sampai lupa, kalian sudah bertemu sejak kemarin tapi belum saling kenal ya” kata Luhan saat mereka sedang berada dikamar Kai.

Tapi tak satupun dari Kai atau Sehun yang menjawab. Keduanya hanya saling memperhatikan. Sehun yang sedang duduk disebuah sofa berbentuk sarung baseball, dan Kai yang duduk diatas kasurnya. Sementara Luhan duduk diantara keduanya, dilantai.

Luhan sendiri merasa ada yang aneh diantara mereka berdua. Sebuah tatapan penuh makna terpancar dari keduanya. Tapi Luhan belum tau, kalau jantung si Orang paling sempurna dan si orang paling mempesona itu sedang berdegup kencang. Keduanya sudah lama menantikan yang seperti ini. Saling berhadapan dan saling memandang. Mereka begitu dekat.

Luhan sebenarnya agak gugup dengan situasi kedua orang ini, dia merasa aneh, atau apalah rasanya. Dia nggak tau rasa apa ini. Melihat Kai yang selama ini mempesona, baik, ramah, dan selalu penuh senyum, sedang memberikan tatapan yang dalam dan penuh makna kepada Sehun yang Luhan anggap sempurna, kesempurnaan yang tak bisa dijelaskan. Dan Sehun juga membalas tatapan Kai dengan cara yang sama.

Hati Luhan. Hati Luhan tak kuat menyaksikan Sehun dan Kai seperti ini, bahkan mereka belum saling kenal. Padahal Luhan masih bingung antara Sehun dan Kai, tapi mereka berdua sudah lebih dulu seperti ini.

“Eh~ Ba… baiklah~” Luhan dengan gugup berdiri. Meskipun seperti ini, dia harus memperkenalkan Sehun dan Kai.

“Kai-ssi~” Luhan menarik Sehun berdiri.

“Sehun-ssi” Luhan menarik Kai berdiri.

Entah dia salah nama atau sengaja.

“Kai, ini Sehun. Sehun, ini Kai” Luhan memperkenalkan.

Kedua orang itu berjabat tangan. Saat tangan mereka bertemu, sesuatu seolah mengalir dari telapak tangan menuju jantung mereka. Sebuah getaran yang membuat mereka berdua tersenyum manis.

“Sehun”

“Kai”

Ucap keduanya memperkenalkan nama masing – masing. Sementara tangan masih berpegangan. Apakah ini cinta?

Bukan, ini bukan cinta. Ini adalah rasa cemburu. Keduanya sama – sama menginginkan Luhan. Dan Keduanya sama – sama tidak ingin membiarkan orang dihadapan mereka itu memiliki Luhan. Secara terselubung Kai dan Sehun telah menyatakan pertempuran.

Ijebuton jonjengiya~

Seketika Sehun dan Kai menarik pistol yang ada dipinggang mereka. Berbalik badan. Mundur Delapan langkah. Bunyi sepatu koboi melangkah, angin menerbangkan pasir – pasir, sebuah bola rumput mengelinding.

“Kota ini terlalu kecil untuk kita berdua!” teriak Kai.

“Kita lihat saja, apa masih ada celah untuk kubur mu dikota ini” Sehun menarik turun topi sombreronya.

Teneneng~ neng~ nong~neng~ neng~ neng~ seorang pemain gitar dibar terdekat memainkan gitar. Gadis – gadis bersorak dari dalam salon dan motel yang berjejer lurus. Seorang Sherif dan Pemilik bar bersembunyi dibalik tong – tong kayu kosong.

DOARRR!!! Kai melepas tembakan. Sehun menghindar, peluru pertama Kai meleset menembus topi seorang koboi lain yang sembunyi dibalik gerobak kuda. Dan mengejutkan sang kuda lalu lari meninggalkan koboi tadi termenung.

DOARRR!!! Sehun membalas tembakan. Meleset, mengenai sebuah papan nama Banxi Salon. Membuat papan nama itu bolong tepat dihuruf O.

“STOP!!!” teriak Luhan keluar dari Bar.

“Kau mencuri hati ku~ hatiku~” sambung si pemain gitar tadi. Diikuti oleh dua orang gadis yang bergoyang asyik~

“Hatiku hancuuuur~, hancur hatiku~ hancur hancur hatiku~” sambung Pemilik Banxi Salon.

“LUHAN!”

Suara Sehun dan Kai yang memanggilnya membuat Luhan sadar dari khayalannya. Meskipun tadi cuman khayalan, tapi Luhan tau kalau dalam kenyataannya lebih dari pada sekedar adu tembak.

Sejak Sehun memperhatikan dia dan Kai yang sedang asyik makan eskrim dilapangan parkir rumah duka malam kemarin, sampai Kai yang berhenti berdoa karena melihat Sehun yang membersihkan air matanya.

Luhan tau kalau Kai tak suka dengan kesempurnaan Sehun. Dan Sehun juga tak suka dengan Kai yang mempesona. Tapi Luhan belum tau, kalau Sehun dan Kai saling tak suka karena keindahan Luhan.

^*^*^

“Luhan, nak Sehun” Ibu Luhan tiba – tiba masuk kekamar.

“Ada apa ma?” tanya Luhan.

“Papa mengajak untuk segera pulang” kata mama Luhan.

“Bibi sudah ingin pulang saja?” tanya Kai.

“Iya, mau bagaimana lagi. Paman mu cuman dapat cuti dua hari, dan besok sudah harus kerja lagi” terang mama Luhan, lalu pergi kembali keluar.

“Luhan, kau tak ingin tinggal dulu disini?” tanya Kai pada Luhan.

“Aku sih mau. Tapi semua barang – barang ku diapartemen Sehun” Luhan menunjuk kearah Sehun.

“Kau tinggal diapartemennya?” kaget Kai tak percaya.

“Iya, karena kemarin aku sampai di Seoul sudah terlalu malam. Jadi Sehun yang kebetulan dipesawat duduk disampingku menawarkan untuk menginap semalam diapartemennya. Dia khawatir kalau aku pergi sendiri malam – malam ke Busan” terang Luhan cepat.

“Kenapa tidak telpon aku saja?” tanya Kai.

“Aku tak ingin merepotkan mu, lagi juga kalau aku telpon Kai mungkin tetap tak bisa menjemput ku”

Kai hanya diam. Dia memang takkan bisa menjemput Luhan mengingat apa yang terjadi pada ayahnya.

“Tapi kenapa harus menginap dirumah orang, kan bisa dihotel?” Kai masih tidak terima.

“Memang ada yang salah?” Sehun akhirnya angkat bicara. Tanpa berkata – kata banyak, Sehun lalu mengengam tangan Luhan dan menariknya meninggalkan kamar Kai.

“Ayo, kau bantu aku menyiapkan mobil” ajak Sehun. Sambil berjalan keluar dari kamar Kai, Sehun memamerkan senyumnya. Senyum kemenangan.

^*^*^

“Maaf ya, kami tak bisa lama – lama. Kau yang kuat ya. Aku yakin suamimu pasti bahagia disana” ucap Mama Luhan kepada Ibu Kai.

“Terima kasih kak, dengan kedatangan Kakak dan Keluarga saja sudah sangat membantu kami” balas Ibu Kai.

“Kai” kata Papa Luhan menguatkan diri. Akhirnya airmatanya jatuh juga. Dengan tegar dia memberikan pelukan antar laki – laki pada Kai yang mengingatkannya pada adiknya.

“Jaga ibumu” bisik Papa Luhan pada akhirnya.

“Bibi, Kai. Luhan pulang dulu ya”

“Saya juga pamit bi” kata Sehun mengekor.

“Ya, hati – hati ya” ujar Ibu Kai singkat.

Sementara Kai menatap tajam pada Sehun.

^*^*^

Seoul. Apartemen Sehun

Sebelum mengantarkan orang tua Luhan kebandara. Sehun mengajak mereka untuk melihat apartemennya. Bukan mau pamer, cuman mau bikin orang tua Luhan percaya sama Sehun, dan nggak perlu khawatir. Dan nggak jadi mengajak Luhan pulang sore itu juga

“Disini nyaman” komentar Papa Luhan.

“Ya, mama rasa nggak papalah kalau kamu masih mau tinggal disini dulu” ucap Mama Luhan.

“Jadi Luhan nggak harus pulang sekarang kan?” Luhan menjadi semangat.

“Tapi apa nak Sehun nggak kerepotan?” tanya Mama Luhan.

“Nggak kok bi, malah saya seneng karena ada temennya”

“Boleh kan ma, pa?” sekali lagi Luhan membujuk orang tuanya supaya dia bisa tinggal di Korea lebih lama.

“Oke, tapi kamu antar papa sama mama kebandara dulu, setengah jam lagi check in” ujar Papa Luhan disambung senyum ramah.

^*^*^

Setengah jam kemudian mereka sudah meninggalkan bandara Incheon. Papa dan Mama Luhan yang meminta supaya Luhan dan Sehun nggak usah menunggu mereka. Katanya sih kasian sama Sehun yang udah nganterin mereka bolak – balik Busan – Incheon.

Sebenarnya Sehun ingin mengajak Luhan jalan – jalan keliling, tapi dengan alasan yang sama dengan orang tuanya, Luhan menolak untuk jalan – jalan. Akhirnya Sehun cuman mengajak Luhan untuk belanja ke super market.

“Kenapa belanja dulu sih? Kan bagusnya langsung pulang dan kamu bisa istirahat” protes Luhan.

“Kan diapartemen nggak ada bahan makanan, entar kita nggak bisa makan lagi” jelas Sehun.

“Kan bisa beli aja dulu” Luhan masih nggak mau kalah.

“Aku lagi pengen masakan China” ujar Sehun nggak nyambung.

“Maksudnya?”

“Aku mau kamu masakin masakan China. Sebagai ganti biaya supir” Sehun masih asyik mendorong troli belanjaan yang udah berisi sebagian.

“Kamu mau aku masakin masakan China?” Luhan memastikan pendengarannya.

“Iya, kamu nggak mau?” Sehun berbalik arah dan menatap Luhan dengan tampang sedih.

“Hah~ Iya deh aku masakin” Luhan akhirnya luluh dengan tampang Sehun.

“Makasi Luhan~” Sehun kemudian mendorong lagi trolinya menuju kasir meninggalkan Luhan yang masih rada – rada kesel.

“Luhan” panggil Sehun saat mereka sudah didalam mobil.

“Ya?”

“Kamu udah lama akrab sama Kai?”

“Udah, memang kenapa?”

Sehun memberikan karcis parkirnya kepada petugas parkir.

“Nggak, aku cemburu aja” kata Sehun blak – blakan.

“Cemburu?”

“Iya, aku cemburu sama kamu. Kamu bisa punya sepupu yang sayang sama kamu dan selalu perhatiin kamu. Aku cuman punya satu sepupu dan nyebelinnya minta ampun”

“Gimana – gimana juga kan dia itu sepupu kamu.”

“Kamu belum ketemu aja sama Baekhyun. Kalau kamu ketemu dia, kamu pasti sebel sendiri sama dia”

“Eh, sepupu kamu tinggal dimana?”

“Di Seoul juga, didaerah Kangnam.”

“Dia tinggal sama siapa?”

“Sama ibunya.”

“Lho kok kamu nggak tinggal sama keluarga mereka aja?”

“Kan tadi udah aku bilang. Baekhyun itu bikin kesel”

Hujan musim semi mulai turun menerpa Seoul. Dengan sedikit berlari Sehun menjinjing belanjaan sambil menarik tangan Luhan masuk menuju Psy Condominium.

“Hah basah lagi.” seru Sehun melirik Luhan penuh makna.

“Kenapa lihatnya kayak gitu?”

“Lanjutin handuk – handukan yang kemarin yuk!” ajak Sehun jail.

“Apasih~ Jangan nge-yadong deh” Luhan mendorong Sehun yang mencoba memeluknya.

“Becanda kok” kata Sehun sambil tertawa melihat reaksi Luhan yang berlebihan.

Setelah mereka sama – sama ganti baju. Luhan memaksa Sehun untuk istirahat dan membuatkan masakan China yang diminta Sehun. Saat Sehun menyalakan tivi. Bel apartement berbunyi. Dengan sedikit gontai Sehun menuju pintu, sementara Luhan mengintip dari pintu dapur.

“Anyeong haseyo~!” teriak orang dibalik pintu.

Dari lubang dipintu itu Sehun bisa melihat sebuah travel bag besar warna biru dan seseorang yang menyandang ransel besar warna hijau. Wajah baby face yang terpampang tepat didepan pintu itu membuat Sehun shock.

“Baekhyun~~” desisnya kesal.

][Bersambung][

 

RCL please ^^

saling menghargai ya chingudeul 

cac maki juga gpapa deh🙂

95 thoughts on “Lost in Your Love (Part 2)

  1. Masih ngegantung ama jalan ceritanya kagak ngeh *Plak!!!!
    Tapi tetep setia membaca :3 soalx bkin penasaran u,u HunHan + baekhyun ? Apa jadinya ? Wkwk

  2. Okay.. Sehun modus banget dirimu Hun.. Kai menyukai Luhan juga yaa pdhl mereka saudara sepupu tp sepertinya Luhan lbh tertarik pd Sehun..

  3. wah seperti biasa keren,wah sehun ketemu ortunya luhan. Eh kkamjong kasihan ditinggal papanya,yg sabar ya #pukpuk . Hadeuh sehun sama kkamjong saingan neh eh eh luhan kocak neh khayalannya. Eh bakkie itu sepupunya sehun kah?

  4. Lucu banget sehun jadi sepupunya baekhyun >.< Jalan ceritanya belum keliatan eon, kak, mba, apaajadeh :33

  5. aiisshh kok kai bisa cemburu sama sehun sih? mereka kan sepupuan?._.a jadi bingung saya.. daaann doorrr!! tiba tiba ada bacon wkwk, kayanya dia bakal ganggu yah? #sotoy lanjut yah^^

  6. aiisshh kok kai bisa cemburu sama hunhan sih? kai sama luhan kan sepupuan?._.a jadi bingung saya.. daaann doorrr!! tiba tiba ada bacon wkwk, kayanya dia bakal ganggu yah? #sotoy lanjut yah^^

  7. hahah si sehun banyak modusnya. tapi aku suka banget sama sifatnya sehun disini. cool yadonggg tukang modus gimana gituuuu
    kekekke

  8. Dikirain bakal ada hunkai yaampun wkwkwkwkwkwwk
    Ngakak sendiri pas bagian luhan ngebayangin sehun kai tembak2an yaampun😄

  9. haha…. kirain awalnya si sehun sama kai saling suka, ternyata tetep ada kaitannya sama Luhan
    sehun yadongnya kumat deh, luhan kan mathih poloth

  10. MWOYA ??
    sehuuunnnn ku bunuh kau .. tega-teganya ngatain pcar aku a.k.a baekhyun nyebelin ..
    awas kau oh sehun .. #asahgolok .. gkgk

    yakk aku kira kai dan sehun suka pda pandangan pertama tapi nyatanya malah kibarin bendera perang buat ngrebut hati luhan ..

    ceritanya keren😉

  11. Akhirnya bakki-ku keluar juga

    My baekki aku nuggu kamu keluar^^ tapi mana si happy virus ya?
    Kenapa datengnya gak sama chanyeol?

    Semakin penasaran nih ヘ(^_^ヘ) (ノ^_^)

  12. iya, baekhyun emang nyebelin gabisa diem. tapi cute
    *malah ngomongin baekki*

    well hunhan baru kenal tapi mereka kayak uda laaamaa gitu kenalnya.
    rada aneh sih. tapi bagus *lanjut baca next chap*

  13. wkwkwk bilang aja kalo Hunnie cemburu sama kai karna Kai dkt sama luhan😄
    Baekhyun baru diomongin, eh ngongol dianya?/ wkwkwk😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s