Kind Of Heart Chapter 1

annyeong~

kembali lagi dengan FF baru.. 

sama dengan FF sebelumnya tolong kasih komentar ya..

kalau enggak kasih komentar aku ga akan lanjutin FF nya.. 

gomawo ^^

jadilah reader yang baik🙂

Main Cast : HUNHAN 

Other Cast : KAIHAN/BAEKYEOL/TAORIS

Genre : School Life, Drama, Romance

Author : Kim Hyobin

Permulaan cinta yang aneh

Terpaut pada hati yang berbeda

Perasaan atau rasa bersalah yang harus didahulukan?

Kita tak akan pernah tahu jawabannya

Sebelum kita tahu betul apa artinya cinta

 

KIND OF HEART

Chapter 1

[Luhan POV]

“Terlambaaaattttt!!!!!!”

Kata- kata yang paling sering aku ucapkan selama aku hidup. Aku bukanlah namja pemalas. Kutegaskan aku anak yang sangat rajin.. Ah tidak juga sih tapi aku bukan namja pemalas. Pokoknya seperti itu. (Lulu oppa ~Maksa banget deh)

Aku hanya sulit untuk bangun pagi.

Ya! musuh bebuyutanku semenjak hidup didunia ini.

Aku sendiri tak mengerti mengapa aku bisa seperti itu. Yang pasti aku sangat sulit untuk membuka mataku jika pagi hari. Aku ingin terus tidur dan menikmati mimpi- mimpi yang menyenangkan.

Ohya.. Namaku Xi Lu Han. Berasal dari Beijing, China. Tapi karena sejak kecil aku sudah tinggal di Korea. Aku fasih berbahasa Korea dan China.

“Aish!” desahku sambil menaiki sebuah bus. Aku lirik jam tanganku yang berwarna hitam. “Sudah kuduga. Sekarang sudah jam 7.48 KST. Padahal upacara penerimaan murid baru akan segera dimulai. Eottokae!” aku kembali mengeluh. Jarak sekolah dengan rumahku memang tidak terlalu jauh. Hanya 15 menit menggunakan bus.

Hari ini bisa dibilang hari yang special untukku. Bagaimana tidak? Hari ini aku sah menjadi murid SMA. Boleh berbangga karena aku diterima di SMA yang lumayan terkenal didaerahku.SMA Dong Soo.

Sebenarnya tujuan aku masuk ke SMA Dong Soo bukan karena sekolah itu mempunyai fasilitas yang paling lengkap di Korea atau karena SMA itu adalah sekolah elite kumpulan anak- anak dari kalangan papan atas ataupun karena gengsi yang tinggi.

Tujuanku

  1. Hanya ini satu- satunya sekolah yang dekat dengan rumahku.
  2. Kalau dekat aku bisa tidur lebih lama
  3. Resiko terlambat bisa diminimalisir

Begitulah~

Aku kembali melirik jam tanganku. “Semoga saja upacaranya diundur beberapa menit. 3 menitpun tak masalah. Jebal.” Desisku lagi.

Setelah beberapa menit yang berlalu dan bus telah berhenti dihalte yang tepat berada disamping sekolah, aku langsung berlari dan masuk kedalam sekolah. Nasibku baik karena aku selamat didetik- detik terakhir. Tepat dibelakangku, gerbang sekolah baru saja tertutup.

“Syukurlah!” teriakku riang sambil mengusap peluh yang ada didahiku.

Pandanganku kemudian terpaku pada sekolah yang luar biasa. Ya! sangat luar biasa. Sekolah kebanggaan Korea dan kini aku menjadi salah satu muridnya. Sangat mengagumkan.

Aku langkahkan kakiku dengan riang menuju lapangan upacara. Sudah sangat ramai dengan orang- orang yang memakai seragam sama denganku. Terlihat sangat elegan dan bernilai tinggi.

Jujur saja aku bukanlah dari kalangan elite seperti kebanyakan siswa yang ada disini. Papa adalah seorang karyawan yang bekerja di departemen Negara. Walau terdengar hebat, tapi papa benar- benar hanya pegawai biasa. Mama adalah ibu rumah tangga. Walau begitu aku tak pernah kekurangan apapun. Orang tuaku adalah orang tua yang hebat.

Aku masuk kesekolah ini melalui tes. Bukan beasiswa, melainkan tes. Tes yang diadakan sekolah untuk anak- anak dari kalangan sederhana yang menginginkan bersekolah di SMA Dong Soo. Berbeda dengan beasiswa, siswa yang lulus tes hanya membayar 20% dari biaya uang sekolah yang sesungguhnya. Kalau beasiswa berarti gratis dan tak dipungut biaya apapun bersekolah disini. Aku cukup berbangga juga bisa lulus tes, karena dari 400 orang yang mengikuti tes. Hanya 3 orang yang akan diterima. Nilai tesku peringkat ke 2 dari 3 orang yang lulus tes.

Ada 3 cara untuk masuk ke sekolah ini.

Pertama, jalur administrasi, ini jalur yang dilalui dengan melihat penghasilan rata- rata keluarga murid atau lebih jelasnya mementingkan latar belakang keluarga. Keluarga terpandang = keluarga orang pintar= keluarga baik- baik.

Kedua, jalur tes, hanya meloloskan 3 orang saja dan membayar 20% uang sekolah tanpa harus memiliki nilai diatas standar sekolah tiap semester.

Ketiga, jalur beasiswa, gratis uang sekolah dengan catatan harus mendapat nilai rata- rata diatas standar sekolah ini yang bisa dibilang sangat tinggi.

Maruk? Begitulah sekolah ini.

Ah! Upacaranya dimulai. Tepat waktu!

Aku berbaris dibarisan ke 5. Aku rasa ini tempat strategis karena dapat langsung melihat kearah depan mimbar. Namun baru aku sadari, orang yang berdiri didepanku sangat tinggi.

“Wuooo.. Tinggi.” bisikku kagum.

Tiba- tiba orang yang ada didepanku menoleh kebelakang.

Glek! Apa dia mendengar perkataanku barusan?

“Mianhe.. Tidak kelihatan, ya?” tanyanya padaku.

“Ani, Bukan begitu..” Aku berusaha tersenyum. Walau tak kelihatan karena tubuhnya yang tinggi, aku tak mau menyinggung perasaannya.

“Kalau begitu kita ganti tempat saja.” Ucapnya ramah sambil tersenyum.

“Eh? Bolehkah?”

Namja tinggi itu mengangguk mantap dan memberi space untukku agar bisa berdiri ditempatnya. Aku berdiri diposisinya dan dia dibelakangku.

“Mianhe.. Hmm. Xie xie.” Aku tersenyum kearahnya dan ia mengangguk mengerti. Kenapa aku menggunakan bahasa China padanya? Jangan tanya! Aku hanya iseng :p

Aku kembali memperhatikan kepala sekolah yang berbicara diatas mimbar.

“Hey.. Kau dari China?” tanya namja tinggi tadi lagi. Aku menghadap kebelakang dan mengangguk.

“Ne.. Tapi aku besar di Korea.”

“Hmm.. Perkenalkan. Namaku Park Chanyeol.” Ucapnya sambil tersenyum ramah. Senyumannya memang sangat ramah. Aku akui itu.

“Wo de mingzi shi Xi Lu Han.”

“Eh? Jadi kau ‘Luhan’ itu? Yang lulus tes untuk masuk kesini?” Sepertinya ia kaget mendengar namaku. Apa anak yang lulus tes segitu terkenalnya?

“Ne.” Aku mengangguk mantap. Bangga? Bukan! Aku tak bangga kok, hanya saja menikmati hasil belajar 2 bulan tanpa henti itu menyenangkan.

“Kau tahu anak peringkat pertama dalam tes itu? Dia akan memberikan pidato singkat nantinya.”

“Nan molla. Kau tahu siapa?” tanyaku pada Chanyeol.

“Tidak. Tapi kabarnya dia anak dari pengusaha terkenal. Untuk apa dia ikut tes ya? Padahal tanpa tes dia pasti masuk, kan?”

Aku mengedipkan mataku berkali- kali. Ada juga orang aneh seperti itu? Karena terlalu pelit untuk membayar uang sekolah ini atau dia mau menyombongkan kepintarannya?

Entahlah. Aku tak mau memikirkannya.

“Sekarang pidato singkat yang akan disampaikan oleh peringkat pertama dalam tes masuk SMA Dong Soo.” Suara protokol menggema di lapangan megah itu.

Aku langsung mengalihkan pandanganku kearah mimbar. Terdengar bisik- bisik dibarisan murid- murid. Pasti membicarakan namja yang baru saja naik ke mimbar. Aku tak begitu jelas melihat wajah namja yang dapat peringkat satu itu.

“Eh? Oh Sehun!”seru Chanyeol kaget. “Ternyata dia.”

“Hah? Memangnya kenapa?” aku kembali bertanya pada Chanyeol.

“Dia.. Sulit dijelaskan. Lebih baik kau perhatikan saja dia sekarang.”

Aku mengembungkan pipiku dan kembali menatap kearah mimbar. Namja itu memulai bicara.

“Naneun Oh Sehun imnida. Aku sangat senang bisa berada di sekolah yang sangat saya kagumi ini. Terima kasih saya ucapkan kepada semua yang telah mendukung saya untuk mendapat peringkat dan nilai tertinggi dalam tes.”

Aku memperhatikan lekuk wajahnya yang sangat sempurna. Tampan! Itulah kesan pertama yang kudapat saat melihatnya. Tubuhnya tinggi dan perawakannya yang terlihat berkelas tak dapat disangkal lagi kalau Oh Sehun itu anak dari keluarga terpandang. Dengan menjadi peringkat pertama tentu bisa dipastikan dia anak yang punya otak encer!

Tapi…

Kalau dia memang anak orang kaya, mengapa harus ikut tes?

“Kenapa dia harus ikut tes, ya?” Chanyeol sepertinya tahu betul siapa Oh Sehun itu.

“Wae?” tanyaku akhirnya. Aku juga penasaran sih.

“Dia itu anak pemilik 6 Rumah Sakit besar di Seoul dan keluarga Sehun adalah salah satu keluarga bangsawan dan petinggi Negara. Kurasa ia tak perlu ikut tes untuk masuk kesekolah ini. Bahkan aku pikir sekolah ini yang akan memohon agar Sehun bersekolah disini.” Jelas Chanyeol panjang lebar.

Aku membulatkan mataku mendengar keterangan Chanyeol. Aku berfikir seberapa hebatnya namja yang bernama Oh Sehun itu. “Wow!” desisku kagum.

[END Luhan POV]

 

Setelah upacara penyambutan murid baru selesai~

Luhan dan Chanyeol jadi semakin akrab. Mereka melihat daftar pembagian kelas.

“Waw! Kita satu kelas rupanya.” Ucap Luhan senang pada Chanyeol.

“Ne! Syukurlah kita sekelas. Hmm..”

Chanyeol kembali melihat nama- nama murid lain yang ada dikelasnya.

“Mencari seseorang?” tanya Luhan pada Chanyeol yang masih fokus.

“Ne… Ah! Sekelas juga!!” wajah Chanyeol berubah senang. Luhan melirik nama yang ditunjuk Chanyeol.

“Byun Baekhyun?”

“Baekhyun adalah sahabatku sejak SMP.. Dia tak menghadiri upacara penyambutan karena kini ia berada di Canada.”

Luhan membulatkan matanya. “Canada?”

“Ne.. Orang tua Baekhyun mengajaknya kesana karena ada acara pembukaan cabang baru perusahaan appa-nya disana.” Jelas Chanyeol.

“O..Oh.. Hahaha..” Luhan mengerti betul kalau lingkungannya kini adalah lingkungan orang- orang papan atas. Ia harus menyesuaikan diri mulai dari sekarang. Harus terbiasa mendengar hal- hal hebat dan luar biasa lainnya.

“Kita kekelas sama- sama?” tanya Chanyeol sambil tersenyum manis. Luhan mengangguk mantap. Chanyeol dan Luhan cepat akrab. Namun saat menuju kekelas.

Bruaaakkk

“Aduhh..” Luhan menabrak seseorang dan tubuhnya terduduk kelantai.

“Kau baik- baik saja?” Chanyeol langsung membantu Luhan untuk kembali berdiri.

“YA! Kau! Lihat apa yang kau lakukan!!” teriak namja yang baru saja bertabrakan dengan Luhan.

“Hah?” Luhan melihat tas namja itu terjatuh. “Aku minta maaf tadi aku tak melihatmu.” Ujar Luhan pelan sambil membungkuk sopan. Chanyeol menatap namja itu tajam.

“Ambilkan tasku!” perintah namja itu.

“Eh?” Luhan langsung mengerutkan dahinya.

“Kau tuli? Kubilang ambilkan tasku! Ini karena ulahmu, tahu!” maki namja itu. Seketika mereka jadi bahan tontonan.

“YA! Kau bisa mengambilnya sendiri, kan! Lagipula aku sudah minta maaf!” maki Luhan membalas ucapan namja itu. Harga diri akan dipertahankan sampai mati. Itulah prinsip Luhan.

Chanyeol membulatkan matanya saat melihat Luhan melawan namja itu.

“Hah! Kau berani membantah kata- kataku!”

“Kalau iya bagaimana? Aku sudah mau minta maaf padamu saja sudah syukur!” Luhan melipat tangannya didada.

“Yaaa!! Kau..”

“Hmpf.. Hahahahaha!” Chanyeol tertawa keras membuat Luhan dan namja pemarah itu menatap Chanyeol aneh.

“Kenapa tertawa?” tanya Luhan dengan polosnya.

Namja itu menatap Chanyeol marah kemudian tersenyum sinis. “Tuan Chanyeol… Kau mempunyai teman baru ya? Dia sangat tidak sopan, lho. Apa pantas calon pemimpin dari keluarga konglomerat Park berteman dengan namja pendek tak sopan seperti dia?”

Chanyeol kembali tertawa. “Tuan Jongin… Baru kali ini aku lihat ada orang yang melawan calon pemimpin perusahaan otomotif terkemuka di Austria sepertimu. Sungguh lucu!”

Luhan melongo mendengar semua ocehan yang baru saja ia dengar. Hey? Apa itu obrolan anak SMA biasa?! Luhan memang harus terbiasa.

Namja yang bernama Jongin itu kembali menatap Luhan. Tatapan merendahkan.

“Siapa namamu!” tanya Jongin sinis.

“Harus kujawab?”

Jongin memutar bola matanya. Nampaknya Chanyeol akan kembali tertawa namun ia urungkan niatnya karena seseorang datang ketempat mereka.

“Ada apa, Kai?” tanya namja yang baru saja datang.

Luhan menatap namja yang baru saja datang itu. Oh Sehun.

Uwa.. Ternyata kalau dilihat dekat seperti ini, dia tampan sekali.” Bisik Luhan didalam hati. Chanyeol tersenyum ramah pada Sehun yang disambut ramah pula oleh Sehun.

“Annyeong, Chanyeol.” Sapa Sehun yang dibalas dengan anggukan Chanyeol. Mata Sehun kemudian tertahan pada sosok Luhan.

“Cih, rakyat jelata.”

Luhan membulatkan matanya saat mendengar perkataan Sehun padanya. Jongin yang biasa dipanggil Kai ikut tersenyum sinis melihat Luhan.

“Rakyat jelata tahu diri sedikit.” Sehun kembali membuka mulut.

“Hya! Kau jaga bicaramu!” Luhan kembali berteriak. Sehun masuk begitu saja kedalam kelas diikuti oleh Kai.

“Ap.. Apa!!” Luhan hanya menatap kesal tingkah seenaknya Sehun dan Kai.

Chanyeol mengacak- acak rambut Luhan. “Kau baik- baik saja? Jangan dipikirkan.”

“Bagaimana tidak! Aku pikir Sehun itu namja baik hati yang ucapannya dijaga untuk menghargai orang lain.” Celoteh Luhan.

“Begitulah…Tapi aku salut padamu. Kau anak yang polos.”

“Kau memujiku, Chanyeol-sshi?”

“Anggap saja begitu.” Chanyeol menarik tangan Luhan untuk masuk kedalam kelas. Ternyata Luhan dan Chanyeol juga sekelas dengan Kai serta Sehun.

Kai dan Sehun mengambil tempat duduk didekat jendela, bangku yang ada ditepi kanan. Chanyeol mengambil posisi duduk dibelakang Kai dan Sehun. Susunan bangku mereka ada 2 murid per meja.

“Aku duduk dibelakangmu.” Ujar Luhan sambil duduk dikursinya.

“Kau tak mau duduk sebangku denganku?” tanya Chanyeol heran.

“Hm.. Baekhyun-sshi bagaimana?” tanya Luhan segan.

“Baekhyun bisa duduk bersama Tao nantinya.” Ujar Chanyeol.

“Tao?”

“Hwang Zi Tao. Sahabat kami juga. Ia pergi bersama Baekhyun ke Canada. Kalau Baekhyun pasti akan selalu sekelas dengan Tao. Pastinya Tao juga dikelas ini. Oh ya, Tao juga berasal dari China.”

“Mereka saudara?” tanya Luhan sambil duduk disamping Chanyeol.

“Bukan. Keluarga Tao itu kolega bisnis keluarga Byun. Makanya mereka lumayan akrab.” Jelas Chanyeol. Luhan mengangguk mengerti. Yang Luhan tahu, sepertinya murid- murid di sekolah ini sudah saling kenal sejak lama. Apa karena mereka dari SMP yang sama?

Luhan melirik orang yang duduk didepannya. Sehun dan Kai.

“Chanyeol, jujur aku tak nyaman duduk disini.” Ujar Luhan pelan. Chanyeol tersenyum.

“Gwechanayo. Aku tak akan membiarkan mereka melakukan hal aneh pada temanku.”

Luhan membulatkan matanya mendengar perkataan Chanyeol. “Teman?”

“Ne. Kita sudah berteman, kan?” Chanyeol mengacak- acak rambut Luhan (lagi).

“Ne!!!” Luhan mengangguk mantap. Senang sekali ia sudah punya teman pada hari pertama sekolah. Luhan kembali ngobrol dengan Chanyeol.

Luhan tak menyadari kalau Kai dan Sehun mengamatinya dalam diam.

 

To be continue  

komen komen rcl rcl rcl pleaseee

Kalau mau FF ini lanjut tolong di komentari yaaa

gomawo~

294 thoughts on “Kind Of Heart Chapter 1

  1. sumpah itu pas baca bagian sehun bilang ” rakyat jelata” ke luhan speacles bngt..
    muka oke mulut pedes bngt lebih dari cabe rawit 1kg..
    tp keren abis… lanjut baca ah….

  2. hihihi.. maaf ya aku baru muncul setelah sekian lama cerita ini di post😀
    nama penaku Shen ~ aku readers baru, annyeong! ^.^)/
    baru aja dapet rekomenan ff ini😀

    huaaaa… pas banget ~
    aku emang lg nyari fic cast Lulu😀
    dikasih rekomenan ini deh

    Lulu disini polos banget :3
    Chanyeol juga baik :3
    tapi asdfghjkl itu Jongin ama Sehun sombong banget -.- maknae begitu yaaa kelakuannya -.-
    tinggal penasaran nih sama Baek sama Tao, baik apa sombong juga -.-
    biasanya muka Baek itu suka dibikin sombong di per-fanfic-an ._.v
    muehehehehe

    so far, so interesting ~.^
    aku mau lanjut baca dulu ya, author-nim ^.^)/

  3. WAAAHHH… emang yah kalau sekolah di sekolahan yg gk ‘biasa’ kudu kuat batin ! ㅋㅋㅋ… untung aja msih ada Chanyeol yg nolongin Luhan !

    BTW tu duo maknae knp sinis banget ama Luhan ye ? hohoho ~^O^~ gk sabar buat baca Chap 2 ! Oke Lets Go !

  4. Huaaaaaaaaaaa….
    Sumpah ya…
    Luhan polos banget -_-”

    Tpi kenapa hunkai pada sombong2…
    Kkkk…awas aja..ntar jatuh hati sama luhan 😄

  5. miris bnget,liat hunhan, jht’a appa sehun, daebaaak lho, tp part 9-10-n final g bs d bka ko, knp y…?dah lbh 10x q cb, kan penasaran, tlg bls d facebook q y, tq

  6. woooaaaa baru nemu nih ff /kudettt/
    aku kira yg nabrak luhan tu si sehun, trnyata si item😀
    park chanyeol always be happy virusssss, senyum muluuu wkwkwk

  7. cieee yang merhatiin luhan diem-diem😀 … wisss sehun sama kai , songong amat yaa… tapi gak papa ini awal cerita yang bagus.. bakalan ada triangle love kah ? huaaa seru nih … aku lanjut yaaaa😀

  8. Annyeong~ Readers baru disini ^^
    Oke, disini aku sempet sebel sama si Sehun yg sombongnya keterlaluan -,-
    Dan Lulu yg polosnya minta ampun pengen aku bawa pulang dah😀
    Oh ya, aku jg pengen izin ngubek2/? blog ini ya, thor🙂
    Btw, aku suka karakter Chan oppa yg baik banget disini😀

  9. aku baru tau ada ff ini di wp inii (padahal udh sering buka wp ini) anddddd i totally like the story plot.Walaupun aku udah sering baca plot story kayak ff ini tetep aja selalu excited kalo baca ff yg berplot kayak gini.Apalagi ditambah karakter luhan bukan yang lemah-lembut melainkan galak-polos.Nambah hasrat(?) buat baca<3

  10. Aku kira yg ditabrak si Sehun eh tau nya si Kai.. Etdahh sombong bgt mereka ToT.. Kris nya belom nongol yeth.. Baru nemu ni ff, maklum laahh aku kudetnya minta ampun :v.. Keren !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s