Lost In Your Love (Part 3)

Ini FF emang agak melenceng -___-

emang sengaja dibuat INDONESIA bgt hohohoho~

~~~

kalau mau FF ini lanjut

jangan jadi SHIDER

Ntar author nya marah lho ~

hyobin g nanggung😄 ~ #lirik anonim sinestesia

okok

lanjutttt ~~~

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

EDITOR : KIM HYOBIN

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : LU HAN – OH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS

Lost in Your Love

Part 3

“Cousin Complex”

“Siapa?” tanya Luhan dari dapur.

“Bacon” jawab Sehun bersandar dipintu.

“Bacon? Bacon siapa?” Luhan memasang tampang bingung.

“Baekhyun~”

“Oooh, terus kenapa nggak dikasih masuk?” tanya Luhan lagi melihat gelagat aneh Sehun. 

“Kan tadi udah dibilang kalau dia ngeselin. Nyebelin” Sehun mengembungkan pipinya.

“Udah deh, kasih masuk aja”

 

Luhan akhirnya berjalan menuju pintu. Mendorong Sehun menjauh dari pintu lalu membukanya.

Cekelek

“Sehun-ah!” pekik Baekhyun lalu dengan cepat memeluk Luhan.

Luhan hanya mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Eh, kau bukan Sehun. Mana Sehun?” tanya Baekhyun setelah sadar akan kesalahannya.

“Itu dia” Luhan berbalik badan dan menunjuk Sehun yang sedang mengendap masuk kamar.

“Sehun-ah!” sorak Baekhyun lagi.

“Baekhyunnie” Sehun memasang senyum yang dipaksakan.

“Aku kangen banget sama kamu!!”

 

Baekhyun menarik travel bag dan menyeret ransel besarnya masuk kedalam apartemen.

“Lho, kamu lagi tamu Sehun?” tanya Baekhyun saat melihat travel bag Luhan dikamar tamu.

“Iya, ini Luhan teman ku dari Beijing” Sehun memperkenalkan Luhan.

 

“Hai, aku Luhan” Luhan menyapa ramah.

“Oh, hai. Aku Baekhyun, sepupunya Sehun. Selamat datang di Korea” jawab Baekhyun tak kalah ramah dengan senyum khasnya.

“Kalau begitu, karena Luhan sedang memakai kamar tamu. Aku bakalan tidur dikamar Sehun” tanpa menunggu persetujuan dari Sehun, Baekhyun langsung masuk kekamar Sehun.

 

“Hey, hey, hey. Jangan main putusin sendiri dong” Sehun segera meraih tangan Baekhyun, sebelum Baekhyun bergerak masuk.

“Terus aku tidur dimana? Apa kau tega membiarkan sepupumu yang manis ini tidur disofa?” Baekhyun memandang Sehun dengan tatapan yang benar – benar menggoyang iman. Disertai dengan gesture tubuh yang menunjukkan kalau dia benar – benar sedih.

 

“Aih, baiklah. Kau bisa tidur dikamarku” Sehun akhirnya menyerah.

“Dia bisa tidur dikamarmu, lha terus kamu tidur dimana?” tanya Luhan saat Baekhyun masuk kekamar.

“Aku?” Sehun pasang tampang mikir “Aku bisa tidur denganmu” jawab Sehun cepat dan berlalu menuju dapur.

“Luhan, kau belum memulai memasak sama sekali!?” teriak Sehun dari dapur.

“Oh iya!” Luhan cuman tepok jidat.

 

Akhirnya, setelah agenda makan masakan China batal karena Luhan yang lupa masak. Mereka bertiga memesan makanan direstoran dekat Psy Condominium. Selama makan malam itu, Luhan tak melihat sosok menyebalkan dan mengesalkan dari Baekhyun seperti yang disampaikan Sehun sebelumnya.

 

Luhan malah melihat kalau Baekhyun itu orang yang ramah, ceria, dan penuh perhatian. Emang sih sedikit bawel dan narsis, tapi nggak sampai ketaraf ngeselin dan nyebelin.

 

“Baekhyunie, kamu udah ngantuk?” tanya Luhan saat melihat Baekhyun menguap lebar.

“Iya nih, aku tidur duluan ya” kata Baekhyun bangkit dari sofa dan masuk kekamar Sehun.

“Selamat malam Baekhyunie~” ucap Luhan.

“Selamat malam Luhan-ssi~, Selamat malam Sehun-ah~ Mimpi indah” ucap Baekhyun menutup pintu kamar.

 

>>

“Aku tak melihat hal yang nyebelin atau ngeselin dari Baekhyunie” kata Luhan setelah pasti kalau Baekhyun sudah nyenyak dikamar.

“Kau cuman belum melihat saja bagaimana kalau dia sedang posesif – posesifnya” jawab Sehun yang kemudian mematikan tivi lalu bangkit. Sehun mengambil tangan Luhan dan menariknya bangkit.

“Ayo kekamar” ucap Sehun dengan sebuah senyum misterius.

Apakah yang ia rencanakan?

 

>>>

Kasur dikamar tamu merapat kedinding. Dan Sehun menyuruh Luhan untuk tidur didekat dinding. “Aku takut kau jatuh saja” alasan Sehun. Luhan kemudian tidur menghadap ketembok membelakangi Sehun. Sementara Sehun tetap saja curi – curi pandang kearah Luhan. Dengan jantung yang super deg-degan. Maka dari sinilah ADEGAN RANJANG dimulai.

 

Saat bangun saja Luhan sudah sangat indah. Apalagi saat dia tertidur, dengan tampang yang polos dan nyenyak. Pikir Sehun. Rasa penasaran membuat Sehun mendekat kearah Luhan. Tapi Luhan yang menghadap tembok membuat Sehun harus menaikkan badannya untuk melihat wajah Luhan.

 

“Luhan, apa kamu sudah tidur” ganggu Sehun. Yang masih nggak bisa melihat wajah Luhan.

“Sudah” ucap Luhan.

“Terus kenapa kamu bisa jawab”

“Karena kamu nanya”

“Hey, Luhan jangan bercanda”

“Kenapa?”

 

Luhan yang kesal tidurnya terganggu berbalik badan dan melihat Sehun tepat berhadapan dengannya. Hanya 30 cm.

“Kamu kalo tidur jangan ngadap tembok dong” ucap Sehun.

“Kenapa?” “Kenapa kamu begitu sempurna?” sambung Luhan dalam hati.

“Karena aku cemburu” Sehun blak – blakan.

“Kau cemburu karena apa lagi kali ini?”

“Aku cemburu sama tembok itu, kenapa dia bisa begitu kuat dan keras” ”Dan kenapa dia bisa memandang wajahmu saat tidur” bisik hati Sehun.

“Karena tembok itu kuat dan keras makanya aku ngadap ke dia” “Soalnya meski aku tidur, aura kesempurnaan kamu tetap ada kalau kita saling berhadapan” lagi – lagi Luhan hanya bisa bicara dalam hati.

 

Sehun, tanpa aba – aba melingkarkan tangannya dipinggang Luhan. Dan membawa Luhan masuk dalam pelukannya.

“Aku juga kuat dan keras” kata Sehun.

 

Begitulah adegan diatas Ranjang itu berakhir dengan Luhan yang tertidur dalam pelukan hangat Sehun. Sebuah keindahan yang dengan amannya dijaga dalam sebuah kesempurnaan.

^*^*^

 

“Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~!” Kaget Sehun saat bangun pagi. Bukannya tadi malam dia tidur memeluk Luhan, tapi kenapa pagi ini dihadapannya ada Baekhyun yang tidur manis memeluk bantal pandanya?!

“Kamu kenapa sih? Pagi – pagi udah bikin ribut?” keluh Luhan yang bangun karena keribuatn Sehun.

“Kok ini orang ada disini?” Tanya Sehun sambil menunjuk Baekhyun.

“Nggak tau” jawab Luhan tak acuh. 

“Tadi malam bukannya kita tidur berdua aja, terus…” Sehun nggak bisa menyelesaikan kata – katanya.

“Kita nggak ngapa – ngapain tadi malam” potong Luhan yang bergerak bangkit dari kasur. Tapi tanpa sepengetahuan Sehun, wajah keindahan itu berubah menjadi pink.

“OK! Emang sih kita nggak ngapa – ngapain, tapi ini orang kapan datangnya?”

“Kamu tanya aja sama Baekhyun” jawab Luhan kemudian pergi menuju kamar mandi.

 

“Woi! Ngapain kamu masuk?!” teriak Luhan yang sedang diwastafel saat Sehun menerobos masuk kamar mandi.

“Aku mau cuci muka” jawab Sehun dengan wajah tanpa dosa.

 

“Ah, Baekhyunie kau sudah bangun” sapa Luhan yang keluar kamar mandi saat melihat Baekhyun sudah duduk diatas kasur.

“Pagi Luhan-ssi” sapanya ramah. Baekhyun lalu bangkit dari kasur dan menuju kamar mandi.

 

“Woi! Ngapain kamu masuk?!” teriak Sehun yang sedang diwastafel saat Baekhyun menerobos masuk kamar mandi.

“Aku mau cuci muka” jawab Baekhyun dengan wajah tanpa dosa.

 

Kok kayak pernah denger dialog kayak gitu ya sebelumnya?” pikir Luhan yang berjalan menuju ruang tivi.

 

 

>>>

Pagi itu, Sehun berinisiatif untuk membeli makanan diluar. Awalnya dia ingin mengajak Luhan. Tapi nanti Baekhyun minta ikut dan menggangu unyu moment Sehun dan Luhan. Dan Baekhyun sebenarnya minta ikut tapi dengan alasan kasian Luhan sendiri dirumah, Baekhyun bersedia untuk tinggal. Dan kalo mereka berdua dibawa, bisa – bisa semua orang menatap Sehun dan menuduhnya berpoligami. Itu lebih berbahaya.

 

 

“Luhan-ssi, ini pertama kali kamu ke Korea kan?” tanya Baekhyun saat Sehun baru saja pergi.

“Iya, benar – benar pertama kali”

“Tapi kok bahasa Korea mu lancar sih?”

“Aku punya kakak laki – laki yang udah pernah sekolah di Korea, jadi dia yang ngajarin aku bahasa Korea”

“Kamu punya kakak laki – laki? Wah senangnya~ Aku dan Sehun sama – sama anak tunggal, dan kami hanya berdua bersepupu. Keluarga kami terasa sepi” curhat Baekhyun.

“Tapi kan ada banyak orang didunia yang bisa kita jadikan teman” balas Luhan manis.

“Ya kau benar, tapi kalau sama saudara sendiri saja kita tidak akrab. Rasanya nggak enak juga lho” Baekhyun curhat lagi.

 

“Kamu pasti lihat kalau Sehun nggak begitu suka sama aku. Padahal dia satu – satunya saudara yang aku punya. Tapi kami nggak bisa akrab. Dan dia nggak mau membuka hati untuk bisa akrab sama aku” sambung Baekhyun panjang lebar.

“Padahal aku sangat ingin akrab dengan Sehun. Aku sangat menyayangi Sehun lebih dari sekedar sepupu. Tapi dia nggak mau ngangap aku” mata Baekhyun berkaca – kaca.

“Baekhyunie~” Luhan hanya bisa menatap Baekhyun. Dibalik semua keceriannya dan perhatiannya pada Sehun, ternyata cowok baby face ini menyimpan hal yang lebih berat.

 

“Nah, Luhan-ssi. Karena kamu belum jalan – jalan keliling Seoul. Bagaimana kalau nanti kita jalan – jalan dengan Sehun?” ajak Baekhyun tiba – tiba sudah menjadi ceria.

“Sehun juga sudah janji untuk mengajakku jalan – jalan” jawab Luhan yang masih terlihat bingung dengan suasana Baekhyun.

 

Pagi itu, ketika Sehun pulang dan membawa makanan. Sudut pandang Luhan sedikit berubah. Dia tak lagi melihat sepupu yang perhatian dalam diri  Baekhyun. Tapi dia melihat sosok seseorang yang bersedia merendahkan dirinya dengan terus ditolak dan dijauhi, demi seseorang yang benar – benar dia cintai dan dia sayangi.

 

Luhan sendiri bingung kenapa Sehun bisa menolak orang yang begitu perhatian kepadanya. Dan Luhan sendiri masih bingung. Apa dia bisa mengalahkan Baekhyun?

 

Tunggu, mengalahkan untuk apa? Untuk merebut Sehun? Tapi apa Baekhyun tidak akan sedih, padahal Baekhyun sudah menceritakan semua perasaannya tentang Sehun kepada Luhan.

 

Apa Luhan tega mengambil Sehun?

 

Cousin complex. Bukan berarti sosok sepupu yang terlalu protective kepada sepupunya. Tapi seorang sepupu yang mempunyai perasaan lebih complex, lebih dari sekedar sepupu. Dia mencintai sepupunya lebih dari sekedar sepupu. Rumit sekali.

 

^*^*^

 

Selesai makan. Sesuai dengan janji, Sehun mengajak Luhan jalan – jalan keliling Seoul. Dan tetap membawa Baekhyun. Mereka mengunjungi tempat – tempat wisata di Seoul. Terlalu banyak untuk disebutkan. Dan terlalu sulit untuk mengambarkan bagaimana suasana mereka bertiga. Kebahagiaan Sehun yang bisa mengajak Luhan jalan – jalan. Kebahagian Baekhyun yang bisa bersama dengan Sehun. Kebahagian Luhan yang bisa melihat Sehun mulai bisa tertawa dengan Baekhyun. Kebahagian, diselingi sedikit kecemburuan.

 

“Kamu ternyata nggak terlalu kesal sama Baekhyun” kata Luhan disebuah restoran dimall saat Baekhyun pergi ke toilet.

“Maksud kamu?”

“Kamu masih bisa tertawa sama dia. Kenapa sih kamu pura – pura nggak suka sama Baekhyun”

“Pura – pura nggak suka? Aku nggak pura – pura. Aku emang kesel aja sama Bacon”

“Iya deh. Tapi kenapa kamu harus kesel sama Baekhyunie? Diakan baik dan perhatian sama kamu. Aku nggak liat sisi protective dia kekamu. Dia masih ngebolehin aku deket kamu. Kan biasanya kalo protective, kamunya nggak boleh deket sama siapapun”

 

Sehun hanya diam. Dia menatap mata Luhan dalam – dalam. Tak memperhatikan wajah Luhan yang mulai memerah karena tatapan itu.

“Aku pikir kamu bener” jawab Sehun kemudian.

“Bener apanya?”

“Aku berpura – pura. Aku nggak sepenuhnya kesel sama Bacon”

“Terus?”

 

“Sebenarnya aku sangat sayang sama Bacon. Sangat- sangat – sangat menyayangi Bacon. Dulu waktu kecil, dia adalah sumber kebahagianku yang nggak punya saudara. Dia adalah hal yang bisa membuat aku tersenyum dan tertawa” Sehun berhenti sejenak. Sementara Luhan hanya memandang wajah Sehun yang sendu.

 

“Dulu, aku tinggal didekat rumah Bacon. Dan Bacon punya seorang tetangga. Kami selalu main bertiga. Dan masuk sekolah yang sama. Bacon sangat, ya kamu taulah. Sangat sayang sama aku, malah cinta. Tapi itu nggak mungkin Luhan, kami sepupu. Ayah Bacon adalah hyung dari ibuku. Kami nggak mungkin saling mencintai, dan Bacon nggak mau menerima itu. Dia terlalu sayang padaku” hening lagi.

 

“Dan dia nggak mau membuka hati untuk yang lain. Padahal ada seseorang yang perhatian padanya. Menyayangi Bacon, menjadikan Bacon nomor satu dalam hidupnya. Bahkan orang itu selalu penahan kecemburuannya saat Bacon menceritakan aku dihadapannya. Orang itu selalu mendengarkan dengan senyuman sebuah cerita yang membuat hatinya sakit. Orang itu selalu terlihat ceria bahkan menyebarkan keceriaan. Menurutku keceriaan orang itu akan menyempurnakan kebahagiaan yang selalu Baekhyun pancarkan. Mereka sangat cocok”

 

“Jadi, kamu berlagak nggak suka sama Baekhyunie karena kamu mau Baekhyunie sama orang itu?”

 

“Ya, aku mau Baekhyun sadar kalau ada orang yang selalu memeluk pinggangnya disetiap saat bahkan saat dia tak merasakan tangan orang itu dipinggangnya. Bukan berusaha untuk meraih tangan orang lain untuk memeluknya”

 

“Jadi kau tak bisa ‘memeluk’ Baekhyunie meskipun kau bisa”

“Ya, aku… lebih tepat disebut tak mau memeluk Bacon. Karena dia sepupuku, saudaraku”  Sehun memutuskan kalimatnya lalu mendekatkan bibirnya ketelinga Luhan

 

“Tapi Luhan. Aku bisa memelukmu dan bisa memilikimu” nafas Sehun sangat jelas menghangatkan pipi Luhan dan menembus masuk telinganya.

“Ka.. kam…” Kegugupan Luhan makin menjadi – jadi saat melihat Sehun dengan senyum jailnya.

“Kamu mending Selesaikan dulu masalah dengan Baekhyunie”

 

“Aku pikir, Bacon akan mundur dengan sendirinya kalau aku memiliki seseorang” kata Sehun lembut sambil memiringkan kepalanya dan bertopang pada tangannya dimeja, dengan tatapan mesra dan senyuman sempurna.

 

“Maaf kalau aku lama!” Baekhyun tiba – tiba datang membuyarkan moment HunHan.

“Aku tadi bertemu dengan teman lama ku dari Busan. Dia sedang di Seoul bersama ibunya. Katanya mereka mau pindah kesini setelah kematian ayahnya tiga hari yang lalu, rasanya cepat sekali mereka ingin pindah. Padahal ini masih dalam masa berkabung” perkataan Baekhyun mengalir tanpa hambatan.

 

“Teman mu dari Busan. Kamu punya kenalan di Busan toh?” tanya Luhan terlihat bersemangat. Entah kenapa mendengar Luhan menyebut Busan, hati Sehun terasa kesal.

 

“Iya, Chanyeol punya rumah disana. Dan kami sering menginap, dan teman ku itu tinggal didekat rumah Chanyeol di Busan” terang Baekhyun.

“Chanyeol!?” tanya Luhan. Tapi pertanyaan itu lebih diarahkan kepada Sehun.

“Ya, dia sahabatku” jawab Baekhyun disaat Sehun mengangguk kepada Luhan.

 

“Ooh~ Aku juga punya sepupu di Busan. Ayahnya juga baru saja meninggal beberapa hari yang lalu.”

“Siapa Namanya?”tanya Baekhyun agak penasaran.

“Kai” jawab Luhan singkat.

“Apa nama aslinya Kim Jong In?” tanya Baekhyun balik.

“Kalau nggak salah Jong In memang nama Korea Kai, kau tau dari mana?”

“Mwo? Dunia ini sempit! Dialah teman ku. Dia dan Ibunya saat ini sedang belanja didekat sini”

“Kai dan Bibi Jang ada disini?!” seru Luhan agak kaget.

“Iya, kau ingin bertemu dengan bibi dan sepupumu?” tanya Baekhyun lagi kini lebih bersemngat.

 

“Sebaiknya besok – besok saja” Sehun turun tangan.

“Kenapa?” tanya Luhan dan Baekhyun serentak.

“Sudah terlalu sore dan aku sudah capek. Ayo kita pulang”

 

Sehun tanpa aba – aba menarik tangan Luhan dan mengajaknya berdiri kemudian membawakan semua barang belanjaan Luhan. Sehun seolah memamerkan sesuatu pada Baekhyun yang hanya melongo melihat adegan ini.

 

“Kamu ngapain sih, dilihatin orang tau!” bisik Luhan kepada Sehun.

“Kamu mau membantu Bacon bahagia atau tidak. Kalau mau, ikuti saja aku” jawab Sehun datar.

 

^*^*^

 

“My Lu, bagaimana perasaanmu hari ini? Kau senangkan jalan – jalan?” tanya Sehun yang tiba – tiba saja memanggil Luhan dengan My Lu.

“Ah~” gagap Luhan karena kaget dengan sapaan itu. “Ah, ya aku senang” jawab Luhan diujungnya.

Maafkan aku Baekhyunie, ini demi kebahagiaanmu” ujar Luhan dalam hati.

^*^*^

“Tuan Sehun” cegat resepsionis Psy Condominium saat mereka bertiga sampai.

“Ya?”

“Tadi ada seorang ibu yang datang mencari anda, dan dia bilang kalau dia adalah bibi anda. Jadi kami mempersilahkan mereka menunggu didalam.”

“Oh baiklah, terima kasih” jawab Sehun ramah.

“Baekhyun, apa kau sudah bilang pada ibumu kalau kau menginap disini?” tanya Sehun saat didalam lift.

“Suuuudaaah” nada itu terdengar sedikit kesal.

“Terus kenapa ibumu datang kesini?”

“Ummaku kan sedang di Thailand untuk bisnis.”

“Lho? Lantas siapa dong yang datang?” Sehun menggaruk kepalanya.

“Bibi?!”

][Bersambung][

nah

nah 

garing ya –____–

emg g ada yang lucu sih disini😄

RCL neee ~~ Ni FF bakal meriah bgt ma anak EXO nantinya 

75 thoughts on “Lost In Your Love (Part 3)

  1. Nah loh di part ini aku malah jadi bingung masa._. jadi sebenernya bacon itu cinta sama sepupu sendiri alias si sehun, gitu juga yg terjadi sama kai ke luhan? aduduh.. lanjut yah._.v

  2. waah kasian bacon ya tp ngga papa ntar sama chanyeol kan😉
    mamahnya luhan ya? kalo bibinya sehun kan katanya di thailand😀

  3. baekhyun bisa teleportasi ya? kok tidur di kamar sehun jadi pindah ke kamar luhan. ok ok i like this ff.. lumayan mengaduk perut

  4. Gak seperti ff lainnya ya😐 tapi ntah kenapa bacanya cekikikan sendiri hihi (?) roman2nya bakal ada perang dingin lagi nih antara sehun sama kai😐

  5. ooO .. ternyata baekhyun suka sama sehun yaa
    aish jinja ..
    hunhan cepat bersatu deh ..
    dan mana chanyeol ??? knpa belum keluar-keluar juga tuh anak ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s