“The Betrayed Angel” Part 3

Annyeong~

banyak reader yang bingung ya sama ff ini -___-

namanya juga ff bergenre fantasy.. #buah alasan😄

jadi emnag dibikin bingung sama penasaran dulu

hehe

kalo langsung” aja mah g enak donkkkk ~ #sujud sujud minta maaf 

masih ada yang mau baca ff ini gak ya -____-

okeee 

caci maki ff ini di komentar aja ya chingu XD~

gamshamnida .. hwaiting !!!

CAST : XI LUHAN, KAI, OH SEHUN, WU FAN. YI XING, KYUNGSOO, CHEN, SUHO, BAEKHYUN, CHANYEOL, TAO, XIUMIN.

with : Chunji (Teen Top)

MAIN PAIR : KAI-LUHAN, SEHUN-LUHAN

GENRE : FANTASY, SAD ROMANCE, ANGST

Aku tahu penderitaanmu

Aku tahu beban yang kau tanggung

Aku tahu bagaiamana beratnya hidupmu

Aku akan melindungimu

Aku tak akan mengkhianatimu

Tidak akan pernah

 

 The Betrayed Angel

Part 3

Kim Hyobin

>>Disekolah Luhan.

Luhan duduk sendiri di bangkunya. Padahal sudah jam istirahat. Ia serasa malas melakukan apapun. 

“Kyungsoo dan Chen tidak masuk sekolah.”

Luhan menghela nafas panjang karena kedua sahabatnya tidak masuk sekolah. Luhan sangat mengharapkan Kyungsoo dan Chen ada disisinya kini. Bukannya apa- apa, Luhan sangat membutuhkan teman bicara.

“Sehun..”

Luhan kembali menyebut nama Sehun. Kerinduannya pada namja yang selalu menemani harinya itu seakan terus memuncak sejak Sehun keluar dari panti asuhan. Luhan sangat merindukan saat- saat dimana ia bermanja- manja dengan Sehun ataupun saat Sehun bermanja- manja dengannya.

“Kalau aku pergi dari tempat ini… Berarti kita tak akan bertemu lagi?”

Luhan menunduk sedih. Waktu istirahat terasa sangat panjang baginya saat ini.

Tes

Tak disangka air mata jatuh membasahi pipi Luhan. Luhan membenamkan wajahnya diatas mejanya. Ia menangis sendirian.

Tak ada satupun orang yang ada dikelas itu menyadari Luhan tengah menangis. Keributan masih saja terdengar memekakkan telinga. Tapi justru gara- gara itu, Luhan serasa semakin sendiri. 

Hiks

SIINGGG

HENING.

Luhan menyadari kalau tiba- tiba keadaan disekitarnya hening. Perlahan ia angkat kepalanya yang menunduk sedari tadi.

Betapa kagetnya Luhan saat melihat tak ada yang bergerak. Semua tampak mematung.

Murid- murid yang ada dikelas itu tak ada yang bergerak sama sekali. Terhenti dalam posisi masih melakukan aktifitas masing- masing.

“A..Ada apa ini?!” Luhan mendekati salah satu teman sekelasnya. Namun ia tak menemukan pergerakan apapun. Luhan bergidik ngeri.

Seketika itu ia berlari keluar dari kelasnya. Tak jauh berbeda dengan keadaan didalam kelas, dikoridor terlihat jauh lebih banyak keanehan. Pelan, Luhan memegangi dinding sekolahnya itu. Dingin.

“Es?”

Walau tidak masuk kedalam akal sehatnya, Luhan menyadari kalau ada yang menghentikan waktu saat itu. Tapi Luhan tak mengerti sama sekali dengan lapisan dinding sekolah yang terselimuti es.

Membeku.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa hanya aku yang bergerak?”

Keanehan demi keanehan masih belum membuat Luhan terbiasa untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Luhan tak henti- hentinya bergumam. Namun ia menyadari sesuatu, es itu menjalar cepat ketempatnya.

Dzzzzzzzzzttt

Luhan tanpa aba aba langsung berlari menjauh. Seakan tak peduli dengan apa yang ada didepannya, ia berlari seperti orang gila.

Es itu semakin dekat dan terus mendekat sampai akhirnya sebuah tangan menariknya masuk kedalam sebuah pintu.

“Baekhyun!” tanpa basa basi Luhan langsung memeluk Baekhyun.  Lega melihat masih ada orang yang bergerak selain dia.

“Gwechanayo.. Semua akan baik- baik saja.” Baekhyun mencoba menenangkan Luhan.

“Semua memantung!! Tak.. Tak ada yang bergerak! Aku takut! Apa ini!!” teriak Luhan panik. Ia nampak tak bisa mengontrol emosinya. Ia begitu baru dengan hal- hal aneh seperti ini.

Ia tak mengerti.

” Tenang Luhan. Kami akan melindungimu.” bisik Baekhyun pelan sambil mengusap punggung Luhan.

Chanyeol mengangguk setelah menatap Baekhyun dan mendekati pintu yang sudah membeku. Api yang membara keluar dari tubuh Chanyeol. Baik saat dia melangkah dan dari sela- sela punggung Chanyeol terlihat api yang berbentuk seperti sayap.

Luhan melihat wujud Chanyeol saat mengeluarkan kekuatannya.

“Indah..” gumam Luhan spontan begitu saja saat memuji sosok Chanyeol.

Seketika itu semua es yang mendekat kearah mereka mencair menjadi air. Chanyeol membakar pintu itu kemudian keluar dari ruangan itu. Baekhyun menarik tubuh Luhan keluar dari ruangan itu menuju pekarangan sekolah.

Berlawanan dengan Chanyeol yang terus berjalan mencari sumber es itu.

Namun baru beberapa langkah mereka berlari, Kai sudah berada didepan mereka. Baekhyun tersenyum manis.

“Kau bawa Luhan pergi ke Minor House sekarang.” Baekhyun menyerahkan tubuh Luhan kedalam dekapan Kai.

Kai mengangguk mantap tapi Luhan tak mau melepas tangan Baekhyun. Baekhyun dan Kai menatap Luhan bingung.

“Jangan! Disini berbahaya.. Ka.. Kalian harus ikut aku.. Kalau memang Minor House yang kalian bilang itu aman.. Ikutlah! Panggil Chanyeol!” Luhan menitikkan air matanya.

Kai dan Baekhyun membulatkan matanya melihat Luhan yang menangis. Seketika itu Baekhyun tersenyum manis.  

“Gomawo… Luhan memang tetap Luhan yang dulu, ya.” Baekhyun membelai halus rambut Luhan. “Tapi tenang saja. Kami ini kuat.” Baekhyun melepas tangan Luhan dari lengannya. Kemudian berlari menyusul Chanyeol.

“Baekhyun! Chanyeol!”

Teriakan itulah yang terdengar saat Kai melakukan teleportasi dari sekolah ke Minor House. Luhan memeluk tubuh Kai. Luhan menangis dalam dekapan Kai. Entah mengapa rasanya sakit sekali meninggalkan Baekhyun dan Chanyeol begitu saja.

>>

“Buka matamu.” Ucap Kai lembut.

Mereka sudah sampai di Minor House.

Namun Luhan masih berlindung dalam dekapan hangat Kai. Sepertinya Luhan sama sekali tak berniat melakukan hal yang baru saja dikatakan Kai.

Tiba- tiba tangis Luhan terhenti. Kai merasakan pergerakan Luhan melemah. “Luhan?”

Luhan jatuh pingsan.

“XI LUHAN!”

>>

“Ini.. Time Control..” Chanyeol menyadari sesuatu saat melihat apa yang terjadi di koridor sekolah Luhan. “Bukan hanya pengendali es yang ada disini.”

“Chanyeol!!” teriak Baekhyun menghampiri Chanyeol yang menatap pemandangan yang ada dihadapannya. Semua mematung.

“Baekhyun.. Ini..” Chanyeol menunjuk orang- orang yang mematung dihadapan mereka. Baekhyun menelan ludahnya.

“Time control! Orang yang menguasai kekuatan ini…”

“Lebih baik kita pulang sekarang. Kita harus memberi tahu Kris-hyung.” ajak Chanyeol sambil merangkul pundak Baekhyun.

Baekhyun merasakan bulu kuduknya berdiri semua. Firasat buruk meresapi hatinya.

“Kai.. Bawa kami pulang.” bisik Chanyeol pelan sambil memadamkan apinya. Baekhyun memegang lengan Chanyeol. Baekhyun nampak sangat ketakutan.  

Set

Kai seketika itu datang dengan raut wajah cemas. “Ayo cepat! Luhan pingsan.”

“Apa!!” teriak Chanyeol dan Baekhyun bersamaan. Tak makan waktu lama, mereka langsung berteleportasi ke Minor House.

>>

Luhan berbaring ditempat tidur. Kris, Lay, dan Suho mengelilingi Luhan yang masih belum sadarkan diri.

“Aku tak menyangka dia benar- benar terlahir kembali sebagai namja.” Ucap Kris yang duduk ditepi ranjang menatapi wajah Luhan yang pucat. Suho mengangguk pelan.

“Aku jadi merasa bersalah karena tak bisa berbuat apa- apa..” Lay tertunduk sedih melihat keadaan Luhan. Kris hanya menghela nafas mendengar perkataan Lay. Kris memang melarang Lay untuk menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Luhan.

Kekuatan Lay adalah kekuatan penyembuh. Memang terdengar hebat namun sangat beresiko pada dirinya sendiri. Lay akan merasakan rasa sakit orang yang akan ia sembuhkan. Itulah resiko kekuatan Lay. Maka dari itu, Kris melarang Lay untuk menggunakan kekuatannya disaat yang tidak terlalu diperlukan. Lagipula Luhan hanya pingsan.

 

Tap

Tap

 

Suara langkah kaki beberapa orang terdengar mendekati ruangan. Pintu kamar itu terbuka.

“Apa dia baik- baik saja?”tanya Chanyeol begitu memasuki kamar tempat Luhan berbaring. Baekhyun langsung berlari dan duduk ditepi ranjang Luhan. Baekhyun menggenggam tangan Luhan erat.

 

“Luhan..” bisik Baekhyun lirih.

 

Kai walau terlihat masih tenang namun sebenarnya dia yang paling panik. Kai berjalan pelan mendekati Luhan. Ia tatapi wajah Luhan yang terlihat pucat. Kris mengode Lay dan Suho untuk keluar dari ruangan.

Chanyeol mengerti setelah Suho dan Lay keluar dari kamar secara perlahan. Chanyeol menarik lengan Baekhyun pelan. Baekhyun mengangguk mengerti kemudian pergi keluar bersama Chanyeol.

 

Blam

 

Kai dan Luhan kini hanya tinggal berdua saja. Kai duduk ditepi ranjang menatapi wajah Luhan dengan teliti. Rasa rindu yang membuncah membuat Kai tak bisa menahan untuk tak menyentuh pipi Luhan.

Tangan Kai membelai lembut pipi Luhan. Senyuman terpampang jelas diwajah dingin Kai.

“Luhan.. Aku sangat merindukanmu.” Terlihat butiran bening terjatuh dari mata tajam Kai. Namun seakan pasrah pada keadaan, Kai sama sekali tak menghapus jejak air mata itu.

“Kali ini aku akan merubah takdir itu.. Aku tak sanggup lagi melihatmu meninggal lagi didepan mataku.. Aku tak sanggup..”

Kai terisak. Baru kali ini ia terlihat sangat lemah.

 

 

“Ka..Kai..”

 

Kai langsung menarik tangannya dari pipi Luhan kemudian menghapus air matanya kasar. “Kau..Kau sudah sadar?!”

Luhan mengangguk kemudian tersenyum manis. “Kau menangis?”

“Tidak.” jawab Kai berbohong.

“Jujur saja. Didepanku kau tak perlu berbohong.” Luhan memegangi pipi Kai yang ternyata masih menyisakan jejak air mata disana.

 

“Apa aku seorang yeoja di masa lalu?” tanya Luhan pelan.

Kai mengangguk.

“Saat kau tahu aku terlahir kembali sebagai namja.. Apa kau akan..”Luhan tak melanjutkan kata- katanya karena tak sanggup melihat mata Kai yang melambangkan kesedihan.

“Aku tak peduli bagaimanapun wujudmu. Aku mencintaimu.”

Kata- kata Kai sontak membuat Luhan membulatkan matanya. Kai menatap dalam Luhan yang masih berusaha mencerna dengan baik kata- kata Kai.

“Ka..Kai.. Begini…” Luhan mencoba duduk. Kai membantu Luhan duduk diatas ranjang. Selimut menutupi bagian pinggang hingga kaki Luhan.

“Kau mengatakan hal itu karena aku reinkarnasi dari istrimu. Kau bukannya mencintaiku..” Luhan menunduk.

Kai hanya diam. “Aku tahu kalau kau mencintai Sehun.”

Luhan langsung mendongakkan wajahnya menatap Kai tak percaya. “Ka..Kau tahu Sehun?”

Kai diam kemudian mengacak- acak rambut Luhan pelan dan berjalan menuju pintu.

“Ya! Kai jangan pergi begitu saja! Hobby-mu jelek sekali!”

Kai membalikkan badannya. “Kau mau aku tetap disini?”

“Bukan begitu! Hanya saja..” Luhan mengamati kamar itu. Pandangan matanya menjelajahi. Kai mengerti kalau Luhan merasa asing. Bagaimanapun Minor House tempat yang baru ia kunjungi. Setidaknya di zaman ini.

“Kau akan segera terbiasa. Jika kau membutuhkanku.. Panggil saja namaku.”

“Tapi…” Luhan terlihat ragu.

“Aku akan segera kembali.” Kai menutup pintu kamar itu pelan. Luhan hanya bisa tersenyum malas.

“Baiklah. Aku bahkan tak tahu dimana aku berada. Jinjja!” keluh Luhan.

 

>>

Diruangan Kris.

Kai masuk kedalam ruangan. Kris langsung menyuruh Kai untuk duduk bersama dimeja rapat. Kai duduk disamping Lay.

“Luhan sudah ada disini. Namun kita tetap harus waspada. Aku sudah mengecek apakah dia memiliki ‘jantung’ atau tidak. Dan seperti dimasa lalu.. Luhan memang memilikinya.” Kata Kris dengan penuh kewibawaan.

“Mereka pasti mengincar ‘jantung’.. Makanya mereka selalu mengincar Luhan.” Ucap Chanyeol penuh kemarahan.

Baekhyun tertunduk diam. Suho dan Lay dengan serius memperhatikan Kris berbicara. Kris menyadari ekspresi wajah Baekhyun yang bisa dibilang tidak biasa karena bisa dibilang Baekhyun adalah salah satu anak yang ceria.

“Ada yang ingin kau katakan, Baekhyun?” Kris mendekati Baekhyun.

Ragu, Baekhyun mulai berbicara. “Tadi… Saat aku dan Chanyeol berada disekolah Luhan.. Orang yang memiliki kekuatan es menyerang Luhan.”

“Aku sudah tahu dari Kai kalau masalah itu.” jawab Kris cepat. “Ternyata ada lagi anggota klan kita yang membelot dan memberontak melawan kita.”

“Masalahnya bukan hanya itu…” Baekhyun menunduk. Chanyeol juga ikut- ikutan menunduk. Suho dan Lay nampaknya sangat penasaran. Kris memandang Baekhyun tajam.

 

“Time control.. Dia juga ada disana.” Ujar Baekhyun pelan.

 

Kris membulatkan matanya.

“Kau bercanda?” Suho tak percaya. Lay juga menggelengkan kepalanya pelan.

“Tidak.. Memang itu yang terjadi di sekolah Luhan. Saat aku tahu hal itu.. Aku langsung memanggil Kai untuk kembali ke Minor House.” Sambung Chanyeol.

Kris menjauh dari meja rapat dan berjalan menuju jendela besar yang ada diruangannya.

“Jadi dia juga sudah bereikarnasi? Dan dia didapatkan terlebih dahulu oleh orang itu?” Kris menuduk dalam. Tangannya terkepal.

“Kris-hyung..” Suho langsung menyusul Kris dan memegang pundak Kris. “Gwechanayo.. Kita pasti bisa menarik kembali dia kedalam klan. Tenang saja.”

Kai yang sedari tadi diam saja menghela nafasnya. “Percayalah pada partner-mu, Kris-hyung.”

Semua mata tertuju pada Kai kecuali Kris yang tetap memandang tajam keluar jendela.

“Percaya pada orang yang bermaksud membunuh Luhan?” Kris buka suara.

“Dia dihasut.” Lay akhirnya berani mengemukakan pendapatnya. Kris tersenyum sinis.

“Aku tak peduli. Siapapun yang bergabung dengan orang itu… Dia adalah musuh kita.” Teriak Kris tegas. “Termasuk partner kita sekalipun.”

Semua hening. Tak ada yang berani berbicara. Memang hanya Kris yang belum menemukan partner-nya. Namun saat ia tahu keberadaan partner-nya kini, ia serasa dikhianati.

Baekhyun memeluk lengannya. Chanyeol langsung merangkul pundak Baekhyun saat tahu tubuh namja itu kini gemetaran.

“Firasatku tak enak.” Bisik Baekhyun.

“Tenang saja.. Aku akan melindungimu. Aku tak akan membiarkanmu terluka sedikitpun.” Chanyeol mempererat rangkulannya. Baekhyun mengangguk pelan.

“Ne..”

 

>>

 

Luhan yakin tubuhnya sudah kuat. Perlahan ia turun dari ranjangnya. Luhan sadar ia masih memakai seragam sekolahnya. Kejadian tadi seperti mimpi buruk yang sangat mengerikan baginya.

Tak pernah terpikirkan olehnya akan diserang oleh bongkahan es ataupun melihat semua orang mematung. Hari ini terasa sangat panjang, begitulah yang Luhan pikirkan.

Luhan mendekatkan dirinya kejendela besar yang sejajar dengan ranjang. Pemandangan alam yang tak bisa ia lihat di kota. Perbukitan yang masih hijau dan banyak sekali burung- burung berterbangan disekitar sana.

“Pasti memerlukan waktu berjam- jam dari Seoul kemari. Tapi Kai membawaku kemari dengan sekejap mata. Menakjubkan..” gumam Luhan sambil tersenyum tipis.

Luhan kemudian berbalik badan dan memperhatikan kamar itu. Dinding kamar itu dilapisi wallpaper berwarna merah dengan ukiran indah berwarna emas. Ada meja panjang ditepi dinding dengan satu ranjang berukuran besar. Tepat disamping ranjang ada meja kerja yang diatasnya ada figura foto.

Luhan menyipitkan matanya kemudian berjalan menuju meja kerja itu. Perlahan ia ambil figura foto itu. Namun karena ditutupi debu, Luhan harus meniupnya dulu jika ingin melihat foto siapa yang ada difigura foto itu.

Setelah debu tersingkirkan. Mata Luhan membulat. “Ini foto.. Aku dan Kai?” Luhan memperhatikan sosok dirinya yang dirangkul dari belakang oleh Kai yang sedang tersenyum riang. Sosok Luhan disana sangatlah cantik. Rambut berwarna coklat yang panjang sepinggang. Luhan memakai gaun berwarna hijau. Kontras sekali dengan pakaian Kai yang berwarna hitam.

Luhan tersenyum tipis. “Apa aku secantik ini dahulunya?”

Luhan kembali meletakkan figura foto itu. “Alangkah senangnya jika Kai bisa tertawa seperti itu lagi. “

Memang tak dapat dipungkiri kalau ia sangat bingung dengan semua yang terjadi. Tapi yang Luhan mengerti, semuanya hanya ingin melindungi nyawanya.

Perlahan Luhan berjalan mendekati pintu dan bermaksud membuka pintu kamar itu.

KLEK

Betapa kagetnya saat Luhan membuka pintu itu, Suho ada dihadapannya sambil membuat ‘v’ sign dengan jarinya.

“Sudah merasa baikan, tuan putri?”

Dipanggil tuan putri, Luhan justru memanyunkan bibirnya. “Naega namja.”

“Ne.. Mianhe.” Suho tertawa pelan sambil menggaruk kepalanya. “Hm.. Aku baru saja akan mengecek keadaanmu. Jika kau sudah kuat.. Bisa ikut denganku keruangan Kris-hyung?”

Luhan menyipitkan matanya. Dia sebenarnya tak mengenal Suho. Namun entah perasaan apa yang ia rasakan hingga begitu percaya dengan apa yang dikatakan Suho. Luhan mengagguk pelan.

“Kajja.” Suho tersenyum lebar.

Luhan yakin setelah ini ia akan dapat penjelasan tentang semua yang terjadi dihidupnya beberapa bulan belakangan ini.

Ia harus tahu.

…Karena dia sudah terlibat sangat jauh.

To be continue… 

 

 

bagaimana chingu ?? lanjut nih ??

kalo masih bingung juga tanya aja sama hyobin ya >///<

 

di chappy 4 akan dijelaskan semuanya😄   RCL please >,<

125 thoughts on ““The Betrayed Angel” Part 3

  1. ikut ngerasain sedihnya Kris saat tau kalau tao udah masuk ke klan devil duluan… hiks😥
    Luhan…. walaupun kamu seorang namja ataupun yeoja, kamu tetap cantik kok….

  2. Kyaa !!! Baru tau masa Ada FF fantasy T.T sedih banget TAT
    Okee , back to story »
    KYAAA!!! INI BAGUS BANGET !!!! Apanya yang gak ngerti? Jelas banget kok , padahal baru baca chap ini ! Yang ngerti hanya orang2 yang mampu ber-IMAJINASI /apadah-_-/
    TAO!!! KOK KAMU JAHAT SIH?? JANGAN IKUT-IKUTAN SIH BAOZI!!! Mending ikut aku aja yuk?? *modus
    Kris , sabar ya partnernya jadi jahat. Semua pasti Ada jalan keluarnya /sokbijak/
    Kak , belum Ada si O.O yaa? Hah~ nasib -______-
    Lanjut cepet yaa kak ! Jangan hiatus , nanti lama banget nunggunya T.T yaudah lah segitu aja yaa commentnya nanti bbm-an aja😀
    Keep writing para author rurunka and~
    Annyeong \(^o^)/ ~~

  3. ya ampun kasian kris. dia pasti sedih banget pas tau tao masuk klan devil. tapi sehun di ff ini benar2 menyebalkan! aku ke part selanjutnya ya thor🙂

  4. Uwaaaa pic di atas sehun nyaaa… ceritanya makin seru aja.. ngebayangin suasana di minor house itu kaya gimana, klasik tapi juga nyenengin..

  5. yahh, tao sama baozi klan devil jg,, mnding pulang aj sana #kok ngusir??? #plakk,,
    lanjut y authornya daebak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s