Kind Of Heart Chapter 2

Sebenarnya ini FF hunhan sih.. tapi entah kenapa jadi bingung lagi

apa aku kasih poling lagi ya?

Hmm..

aku masih berat ke HUNHAN

tapi yah liat aja nanti yaaa..

biarkan saja mengalir sebagaimana mestinya~

author labil

muahahahaha

ada yang nunggu FF ini g ya??

kalo ada ngacung donk telunjuknya😄 ~

ok ok

ini diaaahhh!!!!!  

RCL RCL RCL habis baca ya ~~~~

Main Cast : HUNHAN / KAIHAN

Other Cast :BAEKYEOL – TAORIS

Genre : School Life, Drama, SAD Romance

Author : Kim Hyobin

Permulaan cinta yang aneh

Terpaut pada hati yang berbeda

Perasaan atau rasa bersalah yang harus didahulukan?

Kita tak akan pernah tahu jawabannya

Sebelum kita tahu betul apa artinya cinta

KIND OF HEART

Chapter 2

“Luhan~” panggil Chanyeol dari dalam mobil saat melihat Luhan berlari menuju halte bus.

“Chanyeol!” Luhan tersenyum manis kemudian mengganti rute larinya menuju mobil Chanyeol.

“Naiklah.”

“Hmm!!” Luhan langsung mengangguk dan naik kedalam mobil Chanyeol. Tentu saja Chanyeol tidak sendiri. Baekhyun dan Tao juga ada didalam mobil limousine mewah itu.

“Luhan!!” Tao langsung memeluk Luhan yang baru masuk kedalam limou. Mobil kembali berjalan atas perintah Chanyeol pada supirnya. Perjalanan mereka dilanjutkan menuju sekolah.

“Seperti biasa.. Luhannie tetap susah bangun pagi.” Ucap Baekhyun sambil menghela nafas. Chanyeol tersenyum melihat tingkah kedua temannya yang mudah akrab dengan Luhan. Apalagi Tao yang sangat manja pada Luhan.

Ditekankan.. SANGAT MANJA.

Setelah Baekhyun dan Tao pulang dari Canada, mereka bertemu dengan Luhan dan langsung menerima Luhan dengan senang hati. Chanyeol tahu kalau Baekhyun dan Tao akan menyukai Luhan yang polos dan periang.

“Jadi kalian sengaja menjemputku?” tanya Luhan dengan polosnya. Tao yang masih memeluk lengan Luhan erat mengangguk.

“Kalau Luhan telat lagi, Luhan bisa diusir, kan?” jawab Tao sambil ber- agyou.

Tao memang namja yang sangat manja. Tapi jika tidak dengan Baekhyun dan Chanyeol, Tao akan membatasi image nya yang manja menjadi manly banget. Tapi saat Tao bertemu dengan Luhan, Tao langsung bersikap manja. Mungkin karena sama- sama berasal dari China, Tao merasa dekat dengan Luhan.

“Xie xie..” Luhan tersenyum manis.

“Ne~ Luhannie memang imuuuttt!!” Baekhyun ikut- ikutan memeluk Luhan.

“Kyeopta~~” Chanyeol juga ikut- ikutan memeluk Luhan.

“AIGOO~” Luhan hanya pasrah jadi tempat bermanja- manja teman barunya itu.

>>> 

Bruak

Lagi- lagi Luhan menabrak seseorang.

“Aish! Kau lagi!” desah Kai menatap Luhan kesal. Karena terburu- buru akan masuk kekelas setelah ke toilet, Luhan kembali melakukan kecerobohan.

“Bodohnya aku.” Rutuk Luhan pada dirinya sendiri.”Ha..Hahaha~ Mianhe, Jongin-sshi. Aku tak sengaja.”

Kai memandang Luhan dengan tatapan menyelidik. “Apa kau sengaja?”

“Hah?”

“Sengaja menabrakkan dirimu padaku?”

Luhan membelalakkan matanya. “Wae? Memangnya untuk apa aku melakukan hal itu!”

“Siapa tahu. Jangan- jangan kau suka padaku.”

Luhan mengerjapkan matanya berkali- kali melihat ke- PD-an Kai.

“Ya! Aku ini masih bisa memilih yang mana yang baik dan yang mana yang buruk.”

“Hey! Jadi maksudmu aku ini pilihan buruk?”

“Aku tak bilang apa- apa. Kau sendiri yang bilang.”

Kai geram kemudian mengacak- acak rambut Luhan dengan brutal. “Mwo!! Hentikan kakek- kakek gila!” teriak Luhan sambil memukuli tubuh Kai pelan.

“Tidak bisa! Kau akan aku buat menyesal karena mengatakan hal seperti itu! Rasakan ini!” Kai mencubit kedua pipi Luhan dan menariknya lebar- lebar.

“Henhuihan, Hahek hahek yelek buaaahhh!!*” Luhan memegang kedua tangan Kai yang masih menarik- narik pipinya.

*Hentikan, kakek- kakek jelek aaahhh!!

“Kau akan kubuat minta ampun padaku!” Kai mengacak- acak rambut Luhan kembali.

“Mwo! Lepas-“

“EHEM!”

Kai menghentikan aktifitas menjahili Luhan. Sehun berdiri didekat mereka.

“Rakyat jelata…”ucap Sehun sambil memandang remeh Luhan.”Aku sudah menyelidikimu, Xi Lu Han. Lahir di Beijing, China. Lulus tes masuk SMA Dong Soo dengan peringkat kedua. Appa-mu pegawai negeri di kedutaan China dan oemma-mu tidak bekerja. Kau anak satu- satunya.”

Luhan hanya mengerjapkan matanya berkali- kali mendengar celoteh Sehun tentang dirinya. “Hooh! Bahkan siswa peringkat pertama SMA Dong Soo menyelidiki rakyat jelata sepertiku!”

“Rakyat jelata yang cukup menarik.” bisik Sehun sambil tersenyum licik.

Luhan mencibir pada Kai dan Sehun kemudian meninggalkan mereka masuk kedalam kelas.

“Hihihihi..” Kai tertawa pelan melihat tingkah Luhan. “Lihat? Entah terlalu polos atau terlalu bodoh?”

Sehun menghela nafas panjang. “Dia benar- benar menarik.”

“Jarang sekali kau tertarik pada seseorang.” Kai memandang Sehun heran.

“Ya.. Memang menarik karena dia berani membantahmu. Mana ada manusia normal yang berani melawan kita?”

“Jadi dia tak normal?” Kai memutar bola matanya.

“Entahlah.” Sehun tersenyum sambil mengangkat bahunya.

>>>

Sepulang sekolah~

“Hannie~ Kita ke caffe dekat Super Mart yang ada di tengah kota, yuk!!” ajak Chanyeol sambil tersenyum manis. Luhan melirik jam tangannya.

“Mianhe.. Aku ada kerta partime sepulang sekolah.”

“Part time?” Baekhyun dan Tao terlihat bingung. “Apa itu?” tanya mereka bersamaan.

“Kerja paruh waktu di toko cake.” Jawab Luhan sambil tersenyum manis.

“EH!!!” teriak mereka bertiga. (Chanyeol, Baekhyun, Tao)

“Ke..Kerjaaaaa!!!” Chanyeol terlihat marah.

“Mereka mempekerjakaan anak dibawah umur! Sungguh kejam!” mata Baekhyun berkaca- kaca.

“Luhannie! Kamu korban! Dunia sangat kejam!” Tao malah sudah menitikkan air mata.

Luhan hanya bisa melongo melihat ketiga temannya menganggapinya dengan cara yang SANGAT berlebihan.

“Anu~ teman- teman.. Itu bukan hal kejam yang seperti kalian bayangkan. Aku bekerja di toko cake.. Bukannya jadi budak atau semacamnya..” Luhan menggaruk kepalanya yang tiba- tiba terasa gatal karena tingkah ketiga temannya.

“AH… Bagaimana kalau kita pergi ke toko cake tempat Luhan bekerja!”saran Tao. Baekhyun langsung mengangguk setuju.

“Benar juga! Aku mau melihat apa pemilik toko itu memperlakukan anak kita dengan baik! Iyakan appa?” Baekhyun melirik Chanyeol yang ada disampingnya.

“Benar, oemma!” jawab Chanyeol pasti sambil melipat tangannya didada sambil bergaya seperti ahjusshi.

“Ne.. Terserah kalian saja.” Luhan menghela nafas melihat tingkah Chanyeol, Baekhyun, dan Tao. Apalagi sekarang, Luhan mendapat appa dan oemma baru serta adik laki- laki baru, sepertinya.

Luhan tersenyum manis saat Tao kembali memeluk lengannya erat. Tao memang seperti sosok adik laki- laki dimata Luhan. Walau tubuh Tao jauh lebih tinggi dari Luhan.

“Kalau begitu aku akan menelpon supirku agar segera menjemput kita.” Ujar Chanyeol sambil mengeluarkan ponselnya.

“Aku jalan kaki saja ke ‘Cookies’.” Kata Luhan cepat.

“Cookies?” Baekhyun menatap Luhan bingung.

“Nama toko tempat aku bekerja.”

“Oh.. Ne. Mengapa jalan kaki?” tanya Baekhyun lagi.

“Tak apa- apa, kok. Cuma 7menit jika ditempuh dengan jalan kaki dari sekolah.”

Chanyeol terdiam sesaat kemudian tersenyum manis. Ia usap rambut Luhan dengan sayang. Melihat kesederhanaan Luhan, Chanyeol merasa beruntung mengenal dan menjadikan Luhan temannya.

“Kalau Hannie jalan kaki, aku akan jalan kaki.” Ujar Tao tak mau kalah.

“Eh? Tapi kalian bisa kecapean, kan! Kalian mungkin tak terbiasa.”

“Pasti menyenangkan. Aku juga akan jalan kaki.” Baekhyun mengangkat kedua tangannya kemudian memeluk Luhan.

“Sudah diputuskan. Jalan kaki~” teriak Chanyeol sambil memasukkan ponselnya ke saku. “Ah! Tapi kita kekantin dulu. Harus membeli perlengkapan, kan! Kita bisa dehidrasi.”

“Benar! Ayo kita beli minuman ber- ion dan beberapa kue untuk bekal dijalan.” Sambung Baekhyun.

“Payung! Panas matahari yang berlebihan dapat menyebabkan kanker kulit.” Tao mengeluarkan payung dari tasnya.

Chanyeol, Baekhyun, dan Tao kemudian ribut sendiri. Luhan geleng- geleng kepala melihat teman- temannya yang menganggap mereka akan melakukan perjalanan jauh.

“Chingudeul~  Kita bukannya mau hiking. Kita hanya berjalan kaki sekitar 7 menit. Tak perlu ..”

Tap

Belum sempat Luhan menyelesaikan kata- katanya, Sehun terlihat berdiri disamping Luhan.

“Rakyat jelata sepertimu memang terbiasa jalan kaki, ya. Menyedihkan.”

Luhan langsung membelalakkan matanya sejadi- jadinya. Sepertinya ‘Rakyat Jelata’ adalah panggilan kesayangan Sehun untuk Luhan (?).

“Oh! Apa tuan Sehun tak kuat jalan kaki? Tak perlu cemas, aku tak mengajakmu, kan? Jadi tak usah ikut campur!” Luhan tersenyum sinis menanggapi perkataan Sehun.

“YA! Jadi kau pikir aku tak kuat jalan kaki?!”

“Mungkin.”

“Kau menantangku?”

“Terlihat seperti itu?” Luhan berkacak pinggang.

Sehun menghela nafasnya. “Baiklah jika kau menantangku, Xi Lu Han! Aku akan ikut dengan kalian berjalan kaki.”teriak Sehun.

Chanyeol, Baekhyun, serta Tao hanya menatap Sehun tajam.

“Beneran? Sehun  memangnya kuat?” tanya Tao pada Sehun.

“Tak usah deh. Nanti bikin repot.” Baekhyun nimbrung.

“Lagipula Kai nanti juga ribut.” Tambah Chanyeol sambil mengangguk.

JDERRRRR!!!

Sehun merasa sangat sangat diremehkan. “Kalian jangan meremehkanku! Kalian lihat saja siapa yang akan bertahan!”

“Baiklah. Tapi kalau kau rubuh ditengah jalan, aku tak tanggung. Kami akan meninggalkanmu.” Ucap Tao sambil melipat tangannya didada.

“Oke! Siapa takut.” Sehun tersenyum mantap.

Luhan kembali menghela nafas. “Oh Tuhan~ Kenapa jalan kaki selama 7menit dijadikan ajang adu kuat oleh mereka!” Luhan menepuk keningnya sendiri.

>>>

“Ya! Ya! Kau cari kerjaan saja, Oh Sehun!” teriak Kai memekakkan telinga.

Chanyeol, Baekhyun, Tao, dan Sehun berjalan didepan. Mereka adu yang paling cepat sampai di Cookies dengan cara jalan kaki. Entah permainan itu menyenangkan entah tidak.

Kai menghela nafasnya karena Sehun nampak tak mengindahkan kata- katanya. Luhan berjalan beriringan dengan Kai karena tak mau ikut permainan bodoh mereka.

-_-

Oh ya? Kenapa ada Kai?

Jawabnya hanya satu.. Dimana ada Sehun disana ada Kai. Begitulah~

“Aish!” Kai kembali mengeluh saat ia menyeka keringatnya.

Luhan mengeluarkan sapu tangannya.

“Ini, pakailah. Nampaknya kau mudah keringatan.” Ujar Luhan sambil tersenyum.

Kai menatapnya dengan tatapan meyelidik. “Sapu tangan ini dari cotton asli?”

Mendengar itu, Luhan langsung melempar sapu tangannya ke wajah Kai.

“Ya! Tak sopan!” teriak Kai sambil mengambil sapu tangan dari wajahnya.

“Siapa yang tidak sopan! Aku hanya berusaha menolongmu.” Luhan berjalan lebih cepat. Menyesal sekali rasanya menolong orang yang tak sopan seperti Kai, pikir Luhan.

“Baiklah. Kalau kau memaksa.” Kai melapkan semua keringatnya pada sapu tangan Luhan. Seketika sapu tangan itu basah dengan keringat Kai.

“Ini.” Kai kembali memberikannya pada Luhan.

“Mwo! Kau cuci dulu baru kau kembalikan padaku.”

“Hya! Aku tak mau! Kau ambil ini.”

Luhan memutar bola matanya kemudian mengambil sapu tangannya dari tangan Kai. Memang basah oleh keringat namun Luhan nampak tidak jijik. Ia memasukkan sapu tangan itu kembali kedalam tas- nya.

Kai memperhatikan Luhan diam- diam.

“Sudah sampai.” Luhan tersenyum manis. Kai mengangguk sambil menatap papan toko cake itu yang bertuliskan ‘COOKIES’ dengan perpaduan warna coklat dan putih.

Namun kenapa Luhan dan Kai saja yang sampai?

“Ah! Mwoya! Kalian mau kemana! Sudah sampai nih!!” teriak Luhan didepan Cookies karena melihat 4 orang yang adu cepat tadi keasyikan sampai tak tahu kalau kelewatan.

“Aigoo!” Kai menepuk jidatnya.

>>>

“Selamat datang.” Ujar Luhan ramah pada pembeli. “Anda mau pesan yang mana?”

Chanyeol, Baekhyun, Tao, tak lupa Sehun dan Kai duduk dimeja paling tepi kanan toko cake itu. Mereka mengambil meja yang lumayan besar.

Chanyeol dan Baekhyun asyik suap- suapan cake vanilla yang mereka pesan. Tao sibuk menghabiskan ice cream green tea- nya yang berukuran jumbo sambil asyik memainkan ponselnya.

Kai juga nampak memainkan ponselnya dan menyantap cake strawberry dengan siraman chocolate panas.  Sangat lezat.

Sehun? Apa yang ia lakukan?

Sehun hanya termenung menatap buble tea yang ia pesan. Sebenarnya ia sangat menyukai buble tea, namun hanya satu hal yang ada didalam fikirannya kini.

[Sehun POV]

Aku sudah gila! Aku benar- benar gila!

Kenapa aku mau masuk toko kue kecil dan bahkan memesan buble tea?

Oh Sehun! Apa yang ada didalam fikiranmu!! Dan kau bahkan mau berjalan kaki untuk mencapai toko cake kecil ini!

Aku tak memahami jalan pikiranku sekarang!

Aish!!

“Terima kasih atas kunjungannya.”

Aku mengalihkan pandanganku kearah namja cantik yang kini sedang melayani pengunjung cake.

Cantik? Aku akui dia namja yang cantik. Bahkan saat pertama kali aku bertemu dengannya. Senyumannya yang cerah dan ceria sangat cocok dengan wajah cantik yang menenangkan itu.

Aish! Apa lagi yang aku fikirkan?

Aku mengacak- acak rambutku sendiri.

“Kepalamu gatal?” tanya Kai sambil terus menikmati cake-nya. “Cake disini enak, kok. Coba saja.” Ucap Kai lagi.

Aku menghela nafas. “Apa kau tak sadar aku mulai tak waras?”

“Ne. Aku memang merasa kau mulai tak waras karena mau saja ikut jalan kaki bersama mereka.” Kai menunjuk rombongan rusuh (Chanyeol, Baekhyun, dan Tao) yang masih asyik berkutat dengan kerjaannya masing- masing.

“Lalu aku harus bagaimana? Membiarkan diriku dilecehkan karena tak menerima tantangan mereka?”

Kai memutar bola matanya. “Biasanya kau tak akan ambil pusing dengan ocehan mereka.”

Benar juga! Ada apa denganku?

“Gamsahamnida, ahjumma.” Suara lembut rakyat jelata itu kembali terdengar setelah melayani seorang ahjumma yang memang membeli banyak kue. Aku menatapnya lekat.

Kini ia sedang melayani pembeli kecil. Mungkin masih SD.

“Anuu… Aku mau membeli kue ulang tahun untuk oemma-ku.. Tapi..”

Anak itu menunduk dalam. Rakyat jelata itu sedikit membungkukkan badannya. Ia layangkan tangannya yang panjang kekepala anak kecil itu, membelai lembut rambut adik kecil itu.

“Ne? Kenapa bersedih?” tanya rakyat jelata itu sambil tersenyum manis. Senyuman yang menenangkan.

“Noona.. Uangku tidak cukup..” ujar anak kecil itu.

Eh! Tunggu dulu! Noona?

“Ah.. Adik kecil~ Panggil aku hyung saja, ya. Aku bukan seoranh yeoja.” Ujar rakyat jelata itu sambil tersenyum maklum.

“Ah.. Mianhe! Joengmal.. “

“Gwechanayo..” ia kembali tersenyum. Mengapa ia begitu mudahnya tersenyum pada orang yang baru ia kenal?

“Jadi uangmu tidak cukup, ya?”

Adik kecil itu mengangguk kemudian menunduk dalam. Seketika itu adik kecil itu mengeluarkan segenggam uang receh dari sakunya. “Hanya ini yang kupunya..”

Rakyat jelata itu tersenyum kemudian mengambil cake strawberry yang berukuran sedang. Dan membungkuskan dengan kotak berbentuk love berhiaskan pita pink susu.

“Ini, adik kecil.” Ia memberikan kotak kue itu pada anak kecil itu. Mau apa dia? Jangan bilang ia akan memberikan kue itu secara Cuma- Cuma? Aish! Pabo!

“Tapi..” adik kecil itu nampak segan.

“Ambillah. Recehan yang kau kumpulkan sepenuh hati itu sudah cukup untuk membeli kue ini.” sahut rakyat jelata itu yang disambut anggukan bersemangat dan senyuman dari anak kecil itu.

“Gamsahamnida! Jeongmal, noona yaeppo.” Adik kecil itu meletakkan uang receh itu dimeja kasir kemudian mengambil bungkusan kue itu. Nampaknya anak itu masih menganggap rakyat jelata itu seorang yeoja.

“Mwo? Noona yaeppo? Sudahlah~ Datang lagi ya.” Rakyat jelata itu bahkan meminta anak yang tak bayar sepenuhnya itu kembali lagi ?

Oh Tuhan! Dia benar- benar bodoh! Bukan! Idiot!

Aku tak mengerti cara pikirnya yang sangat polos dan sederhana itu!

Adik kecil itu keluar dari toko dengan wajah girang. Rakyat jelata itu menghela nafas sambil tersenyum dan menghitung receh anak adik kecil tadi.

“Kurang ..” bisik rakyat jelata itu sambil merogoh sakunya.

Ya! Maksudnya ia yang menambahkan uang kue itu?

Ia memasukkan uangnya sendiri kedalam mesin kasir dan kemudian ia kembali TERSENYUM !

Apa- apaan ini?!

Aku tak habis- habisnya melongo melihat kelakuaanya. Bisa saja ia ditipu atau sebagai macamnya. Dia percaya begitu saja.

Bukankah ia butuh uang makanya bekerja jadi pelayan toko ini?

“Dia baik, ya.” ujar Kai tiba- tiba. Sepertinya Kai mengamati rakyat jelata itu juga. “Takkah kau pikir dia berbeda?”

Aku menatap bubble tea yang ada didepanku dan menyeruputnya.

Enak! Itulah kesanku saat menyeruput bubble tea ini. Rasanya bahkan nyaris lebih enak daripada bubble tea yang biasa aku beli di toko mewah dan mahal.

Aku tersenyum kemudian menatap Kai. “Berbeda? Dia orang yang paling pabo yang pernah kutemui.”

Kai tertawa pelan.

“Dia memang pabo dan aneh.” Ujar Kai sambil menikmati cake-nya kembali.

“EHEM!! Aku dengar pembicaraan kalian…” nimbrung Baekhyun tiba- tiba. Aku langsung menatapnya sinis.

“Lalu?” tanyaku sambil melipat tanganku didada.

“Maaf saja. Aku tak akan memberikan ‘Our Hannie’ semudah itu pada kalian. Kalian pikir aku tak tahu kalian mulai tertarik pada anak kami.” Kata Baekhyun sambil mencibir.

Chanyeol mengangguk mantap. “Aku tak akan memberikan anak kami semudah itu.”

Aku memandang Chanyeol dan Baekhyun heran. Permainan apa lagi yang mereka lakukan?

“Luhan anak kalian? Siapa appa siapa oemma-nya? Permainan baru ya? ” tanya Kai sinis  sambil memutar bola matanya.

“Aku oemma-nya.” Baekhyun mengangkat tangannya.

“Aku appa-nya.” Chanyeol tak kalah lantang mengatakannya.

Aku melirik Tao yang masih asyik memakan ice creamnya. Kai juga melirik Tao.

“Dan kau?” tanya Kai pada Tao.

“Aku..Hm.. pacarnya saja.” Tao menjawab santai pertanyaan Kai sambil memakan ice cream-nya.

DEG

Lho? Kenapa mendengar jawaban Tao aku jadi sedikit.. Entahlah.

“Jadi Tao pacarnya Hannie, ya~ Tao sudah besaaarrr..” Baekhyun memeluk Tao yang masih asyik makan.

“Kalian aneh- aneh saja.” Kai hanya geleng- geleng kepala.

Benar juga! Mereka pasti hanya bercanda.. Kenapa aku malah menanggapinya serius?

Oh Sehun mulai tak mengerti dirinya sendiri!

[END Sehun POV]

 

>>>

“Gamsahamnida..Telah datang ke toko kue tempat aku bekerja.” ujar Luhan riang saat mereka pulang dari Cookies. Luhan memang hanya bekerja sampai jam 6 sore saja.

“Malah kami yang seharusnya berterima kasih karena kau memperbolehkan kami mengamatimu saat bekerja.” Jawab Chanyeol sambil mengangguk pelan.

“Mengamati?” Luhan jadi bingung kemudian menatap Chanyeol, Baekhyun dan Tao.

“Kami kan mau tahu bagaimana mereka memperlakukanmu.” Baekhyun mencubit pipi Luhan.

“Bagaimana kalau mereka berniat jahat padamu.” Tao manggut- manggut.

“Aish~ Kalian..” Luhan hanya bisa tersenyum memaklumi. “Hmm.. Kai dan Sehun cepat sekali pulang, ya?”

“Tadi Sehun di telpon oleh bawahan appa-nya. Mungkin heran mengapa Sehun belum pulang juga. Kai juga tadi dapat telpon dari oemma-nya.” Jawab Baekhyun.

Luhan hanya diam sambil menunduk. “Lalu kenapa kalian tidak ditelpon juga?”

“Tadi aku sudah mengatakan kalau aku pulang telat. Lagipula orang tuaku tak terlalu mengekangku.” Chanyeol memegang tangan Baekhyun. “Kalau Baekhyun sih tergantung aku.. Orang tua kami sudah saling kenal apalagi Tao.” Ujar Chanyeol mantap.

Luhan mengangguk.

“Sehun dan Kai dikekang, ya?”

Tao mengangguk. “Mereka itu penerus usaha keluarga mereka. Makanya seperti itu.”

“Tak ada waktu main- main?” tanya Luhan lagi.

Chanyeol tersenyum kemudian mengacak- acak rambut Luhan lembut. “Takdir mereka yang menuntut mereka seperti itu. Main sepulang sekolah bersama teman atau hang out bareng bukanlah kebutuhan mereka.”

“Begitukah?”

“Ne… Memangnya kenapa?” Baekhyun bertanya dengan tatapan menyelidik. “Jangan- jangan kau mengkhawatirkan mereka, ya?”

“Iya.. Alangkah senangnya jika kita merasakan bagaimana senangnya bersama teman yang kita sayangi.”

Ucapan polos Luhan membuat Chanyeol, Baekhyun dan Tao terdiam. Mereka memandangi sosok Luhan yang sangat polos.

Tao merangkul pundak Luhan. Chanyeol membelai rambut coklat Luhan lembut. Baekhyun memeluk lengan Luhan.

“Wae? Kalian kenapa?” Luhan memperhatikan teman- temannya.

“Saranghaeyo, Luhan~” teriak Chanyeol, Tao dan Baekhyun bersamaan.

>>>

Malam harinya.

Dikediaman keluarga Oh.

“Apa yang kau lakukan hingga sampai rumah selarut ini? Dan kau pulang kerumah memakai bus. Appa tak pernah menyuruhmu melakukan hal berbahaya seperti itu, kan!”

Sehun terdiam menunduk dihadapan sang ayah. Ia tak berani mengatakan sepatah katapun jika ayah-nya sudah marah.

“Oh Sehun! Pergi kemana kau sampai tidak langsung pulang kerumah? Bukankah kau tahu kalau hari ini kau ada privat manajemen dirumah?” teriak appa-nya lagi.

“Mianhe, appa.. Hanya saja..” Sehun tiba- tiba berhenti. Ia tak mungkin mengatakan kalau ia lebih memilih mengikuti seorang namja cantik ke toko kue kecil dan menikmati bubble tea disana.

“Katakan Oh Sehun!” teriak appa-nya lagi. kini sang appa sudah berdiri dari singgasananya dan berdiri tepat dihadapan anaknya.

“Appa mendidikmu bukan untuk jadi pecundang! Dengar, appa tak mau hal semacam ini terulang lagi. jika kau bolos sekali saja dari jadwal yang telah appa siapkan.. Kau akan appa hukum! Kau mengerti!”

Sehun masih menunduk diam. “Baik, appa. Maafkan aku.”

“Kembali kekemarmu.”

Sehun mengangguk pelan kemudian berjalan keluar dari ruangan appa-nya.

Sehun berjalan gotai kekamarnya. Setelah masuk kekamarnya yang sangat mewah. Sehun merebahkan dirinya kekasur yang berukuran king size. Tanpa melepas sepatu ataupun seragam sekolahnya.

“Oh! Apa tuan Sehun tak kuat jalan kaki? Tak perlu cemas, aku tak mengajakmu, kan? Jadi tak usah ikut campur!”

Tiba- tiba Sehun ingat pertengkarannya dengan Luhan. Senyuman terpampang jelas diwajahnya yang tadi gusar.

“Dia begitu terus terang. Baru kali ini ada orang yang berani mengejekku secara langsung…”

Terbayang wajah manis Luhan yang begitu menenangkan. Wajah malaikat yang senantiasa tersenyum riang.

“Luhan.. Nama yang indah.”

Sehun memejamkan matanya.

Terlelap dalam pangkuan malam. Sehun bermimpi indah bersama malaikatnya.  

>>>

Sementara itu

“Aish!” Kai menendang kerikil jalanan dengan kasar. Ia lirik jam tangan Black Pearl nya. “Jam 21.00.”

Kai mempercepat jalannya. Ia tak tahu sekarang sedang ada dimana. Yang pasti ia kabur dari pesta yang ada di Hotel Mega Hits. Pesta kalangan atas yang membosankan, pikir Kai.

Ia lepas dasi kupu- kupunya dan dengan santai ia buang kesembarangan tempat. Kai melepas kancing baju yang paling atas agar lehernya tak mati rasa lagi. Kai membuka kancing jas hitamnya membiarkan kemeja putih yang ia pakai terekspos.

“Aku kabur begitu saja hingga tak tahu sekarang ada dimana! Pintar!”

Kai merutuki kebodohannya. Ia keluarkan ponselnya untuk memanggil supir, tapi ia urungkan kembali niatnya itu.

“Tidak! Kalau aku telpon Jung-sshi, bisa- bisa aku diantar ke pesta ‘kematian’ itu lagi!!”

Kai masih ngomel- ngomel sendiri sampai akhirnya seseorang menghampirinya.

“Lho? Ternyata beneran Kai?”

Kai membalikkan badannya dan melihat namja mungil kini tengah berdiri dibelakangnya. Namja yang memakai celana pendek berwarna coklat selutut dan memakai baju kaos putih bertuliskan ‘Black Spirit’ ditengah-tengahnya.

“Kau! Ngapain kau berkeliaran disini!” teriakan Kai spontan membuat namja mungil itu menutup telinganya.

“Namaku Luhan. Tak bisa memanggilku dengan baik?” Luhan memutar bola matanya.

“Aku sudah tahu namamu.” Ujar Kai tak mau kalah.

“Kalau begitu panggil aku dengan namaku. Arra?” perintah Luhan.

Kai membulatkan matanya. “Ya! Beraninya kau memerintahku seperti itu!”

“Memerintah? Memangnya aku memerintahmu barusan?”

Kai mengacak- acak rambutnya frustasi. “Sesukamu!” Kai nampaknya bosan berdebat dengan Luhan.

“Hmm.. Apa yang kau lakukan disini?” tanya Luhan.

“Kau sendiri?”

“Aku? Hmm.. Aku mau membeli sesuatu ke mini market itu.” tunjuk Luhan ke mini market yang ada diseberang jalan. Kai mengangguk pelan.

“Kalau kau?” tanya Luhan sekali lagi.

Kai menggeleng kemudian mengangkat bahunya. “Aku tak tahu. Hanya mengikuti angin.”

Luhan tersenyum mendengar perkataan Kai. “Hihihi.. Mengikuti angin? Memakai tuxedo?”

“Begitulah.. Memang salah?”

“Kau tidak tersesat, kan?”

Bingo! Kai langsung menatap Luhan tajam. “Aku.. Yack! Aku tidak tersesat! Memangnya aku anak SD. Jinjja!!”

“Kau mau kemana? Aku cukup mengenal jalan di kota ini.” ucap Luhan bangga.

“Ya! Kan sudah kubil..”

Kata- kata Kai terhenti saat melihat 3 orang lelaki berjas hitam berlari kearahnya.

“Aish!”

Kai langsung berlari sambil menarik tangan Luhan.

“MWO! Kai!!” Luhan hanya bisa protes saat tangannya ditarik begitu saja oleh  Kai. Mereka berlari cukup kencang. Melewati jalan sempit yang berliku. Kadang Kai menggendong Luhan saat mereka harus melewati tembok pembatas.

Sampai akhirnya mereka tiba di gank sempit dan gelap. Mereka bersembunyi dibalik tembok. Nampak 3 lelaki berjas hitam tadi berlari kearah yang berlawanan.

“Hooh..” Kai menghela nafas lega.

“Hosh..Hosh..Hosh..” Luhan masih mengatur nafasnya.

“Kau baik- baik saja?” Kai nampak cemas melihat Luhan yang masih mengatur nafasnya.

“Aku .. hosh.. Aku baik- baik saja.” Luhan menstabilkan lagi nafasnya. “Ya! Kau gila? Kau mencuri sesuatu sampai dikejar orang- orang berjas seperti tadi?” Luhan langsung memaki Kai.

Kai menghela nafasnya. “Tadi itu orang suruhan oemma-ku. Aku kabur dari pestanya.”

Luhan menyipitkan mata. “Jadi oemma-mu mencarimu? Kalau begitu kembalilah ke pesta itu.”

Kai tersenyum sinis. “Kembali? Kepenjara emas itu?”

Luhan menatap bingung Kai. “Penjara emas?”

“Kau tak akan mengerti.” Kai kembali berjalan. Luhan menarik tangan Kai.

“Apa maksudmu? Kau melibatkanku sampai aku harus berlari ketempat seperti ini.”

“Aku malah heran mengapa aku tadi menarik tanganmu.” Kai melepaskan tangan Luhan dari lengannya. Kai kembali berjalan.

“Chankaman! Kau menarik tanganku karena kau tak mau sendirian, kan!” teriak Luhan.

Kai berhenti seketika diposisinya. Terdiam mendengar perkataan Luhan yang mungkin tepat sasaran.

“Akan lebih mudah jika kau berlari sendirian jika benar- benar tak mau tertangkap oleh orang- orang berjas tadi. Tapi kau menarikku.. Bahkan kau menggendongku saat memanjat tembok tadi.”

Kai masih diam. Mungkin ia mempertanyakan juga mengapa ia sampai menarik tangan Luhan.

Luhan berjalan kehadapan Kai kemudian menatap wajah namja tampan yang kini tengah termenung.

“Kai?”

Kai menatap Luhan yang kini ada didepannya.

“Aku hanya lelah. Aku tak tahu harus bersandar pada siapa.”

Luhan kaget mendengar pengakuan Kai yang tiba- tiba.Nampak jelas guratan letih terukir diwajah namja tampan itu. Luhan menghela nafasnya kemudian berbalik badan membelakangi Kai.

“Takdir mereka yang menuntut mereka seperti itu. Main sepulang sekolah bersama teman atau hang out bareng bukanlah kebutuhan mereka.”

“Aku tak tahu beban apa yang kau rasakan. Tapi tak ada salahnya kan? Kalau kau mempertahankan isi hatimu.”

Luhan kembali membalikkan badannya hingga kini mata mereka bertautan.

“Kim Jong In. Apa yang ingin kau lakukan? Lakukanlah!”

Kai membulatkan matanya mendengar ucapan Luhan yang begitu percaya diri. Luhan tersenyum kemudian menarik tangan Kai.

“Ikut aku.” Luhan berlari sambil menarik tangan Kai.

Kai seakan terhipnotis. Ia megikuti apa saja kata Luhan. Kai mengikuti Luhan seakan percaya pada namja mungil yang begitu terus terang itu. 

Kepercayaan yang Kai rasakan untuk Luhan.

[TBC]

kemanakah Luhan membawa Kai??

hahaha

tunggu lanjutannya  yaaaaaaaaaaaaaa

muahahahahahhaha

RCL RCL RCL 

Kalau kagak saya bantai –____–

#dibakar

270 thoughts on “Kind Of Heart Chapter 2

  1. Bapaknya sehun bener” ngeselin .. Ughhhhhhh , sabar ne sehun , puk puk , mwo aishh tau mengapa kau bsa sangat manja .. Wah temennya sehun nambah euy😀 kayanya kai sama sehun mulai suka nih sama luhan ?? Xixiix

  2. Aku keaknya lbih suka Kaihan disini,, padahal aq hunhan shipper^^luhan baik bgt,. SARANGHAEYO LUHAN#barengchanbaektao

  3. WAHHH~ chapter 2nya daebak bangettt…. hyobin eonnie saranghaeyo *LOL*….like this ff
    tunggu gue di comenan chapter selanjutnya……

  4. Aaaaa!!!! Baekyeoltao nya jangan manja2 sama luhan gitu deh, aku kan cemburu *baekyeoltao: NAJIS!* *luhan: tersipu*
    aduh thor daebak banget sih bikin ff, aku jadi iri #plak
    senyum2 sendiri aku baca nya😄, oke segitu aja de bacot nya(?) tetep selalu berbuat karya yah thor(?) himnae^^

  5. sehun ama kai~ hidup di dalem sangkar emas heung….
    kkkk akhirnya ada chanbaek sama baby tao hehehehe
    nah itu kai mau ngapai sama luhan hayooooo
    keren pokoknya ff nya ‘-‘)b

  6. astagah chanyeol baek tao kenapa jadi lebiy begitu T_T sampe jalan 7menit pun dijadiin tantangan T____T lucu banget wkwkwkwk

  7. annyeonghaseo…
    saya adalah readers baru di blog ini.
    saya baru mengunjungi blog ini..
    setelah baca ff nya aq sanagat menyukai ff in….
    aduh… aku sangat menyukai ff ini🙂 =D
    chapter ke 2 nya bikin gereget banget…
    OMMONA!! disini luhan baik banget bikin aq makin cinta…
    dan juga kata-kata nya ya ampun… sangat menyentuh hati…..🙂
    Daekbak!! min!! bikin ff nya

  8. disni momment yang aku suka kailu😀 tao juga napa ganti status dari adik menjadi pacar😀 tu sehunnie ngambek :d.. nice ff ^^

  9. Tuan oh sehun mulai tertarik ne..??#smirk

    Bakalan seru ini cerita kkkkk..

    Baekyeoltao itu sesuatu banget deh kalo bersama hahaha…

    Lanjuuttt..

  10. HAHAHA baekyeol kocak abissss
    Tao juga manja bangetttt
    Seru nih sehun sama kai sama” naksir luhan
    Good fic🙂

  11. Yaa…Hunhan Oppa sangat sesuai.Aku suka….Harap author bisah buat lebih hebat cerita tentang hunhan Oppa aku suka…

  12. mbaca pas scene nya trio rusuh—tao,baekhyun,chanyeol—itu cukup mengelitik perut😄
    apalagi sama si duo konglomerat—kai,sehun—itu, harga dirinya tinggi banget

  13. Gabisa bayangin hidup dikekang kayak SeKai. Luhannya baik banget. Aku suka bahasanya, juga konfliknya yg sulit ditebak. Ahh~ i’ll see next chap

  14. author kenapa musti KaiLu? kenapa gak HunHan aja? wae? wae? wae?
    tapi sehun ama kai bener” kasian, ckckck kalau aku jadi mereka mungkin udah kabur duluan *Abaikan

    mudah”an aja author masangin Sehun sama Luhan di endingnya.. hihi

  15. bapaknya sehun siapa sih??
    ngeselin bgt, sumpah gak kbyang wajah sangar tao jadi penuh dengan aegyo wahahahahaha berasa aneh tapi lucu!!!!!
    jangan-jangan bakalan ada cinta segitiga neh! antara sehun-luhan-kai..
    jadi penasaran ama next chapnya.. hehe
    author fighting!!

  16. Noooooooo masa kaihan ;u; terus sehun gimana? Kasian si sehun, udah dimarahin sama appanya.. Tapi ga sia-sia juga sih dimarahin, kan bisa liat babyLu :3 /apa. Awal cinta segita disini nih ya kak?
    Lanjootttt ahhh –next chapter– :3

  17. Yayaya sehun udah mulai tertarik eoh sama uri luhan? Heum? Kkkk,
    Aigooo chanbaek kocak main appa sama eomma, haha tao juga manja banget xD, hehe ohya apa kai bakal ketemu kyungsoo? soalnya aku mau ff ini hunhan.
    Bagus thor ffnya aku suka🙂
    Aku lanjut baca next chap ya thor🙂

  18. GELOOOOOOO CHANBAEKTAOHUNKAI TAJIR-TAJIR NORAK -_- *tewas seketika*

    FF ini kayaknya cocok banget sama satu quote yang pernah aku baca. Aku lupa apa, tapi pokoknya intinya itu kayak, “Orang kaya bahagia di luar sengsara di dalam, orang miskin sengsara di luar bahagia di dalam”
    Maksudnya, orkay kan kalo sekilas kita liat mereka bahagia kan, apa aja punya, mewah semua, hidup gak susah, tapi itu masih materi. Batin mereka, kadar kasih sayangnya dikit banget.
    Tapi kalo ormis, walaupun mereka gembel dan sebagainya, tapi mereka tau cinta. Cinta jauh lebih berharga daripada kekayaan apapun, dan cinta bisa bikin hidup orang bahagia.

    Nanti Luhan ngajarin SeKai cinta ya? *sotoy*
    Wkwk, oke deh, aku lanjut yaaa😀

  19. asikkk KaiLu sweettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt/? banget ;-; luhan mau nyeret kai kemana tuh? jangan bilang ke pelaminan /?

  20. astaga kai , itu omongannya kok PD banget, hahha
    suk sma adegan
    “Ya.. Memang menarik karena dia berani membantahmu. Mana ada manusia normal yang berani melawan kita?”

    ck, yg ada hunkai noh yg gak norml, udah akui aja klw udah mulai skak ama luhan kkk~
    aku rada iri sama persahabatn chanbaektaohan disini, erat banget..
    itu apalagi tu, jaln cma 15 menit jadi ajang adu kuat???????? what the fuck yeahhh /plakk/ baektao pleaseeeeee jgn buat gue khilaf buat nyulik elu bedua!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! /ditelan duo tiang//
    sumpah baektao imut kkk~
    dan yang terakhir, CHANBAEK PAIRING FAV SAYA, apa2an itu luhan? anak kami? ck, sejaka kapan hahah😀
    ADUH DUHH… DILANJUTTT=>>>>>>>>😀

  21. Andweeeeeeee…. Jangan sampe cinta segitiga lagi! aku jadi galau nich bakal dukung HunHan ato KaiLu… *buru2 baca chapter selanjutnya*

  22. loh kok ? *oke abaikan* hmmmm apakah luhan bakalan sama kai ? atau sehun ?. pergerakan sehun untuk ngedaapetin cinta luhan kok kurang yaa… moment nya jugaa, tapi gak papa moment sama kai nya lucu, serius deh. kai juga suka sama luhan kan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s