Lost In Your Love (Part 4)

Hunhan is back! back! back!!

hyobin seneng bgt akhirnya hari ini mereka reunian lagi

hunhan shipper pesta pora XD~~~

semoga moment yang ditunggu- tunggu memuaskan shipper-shipper yang haus akan moment😄 #bahasanya 

ok lanjut dengan FF hunhan~

setelah baca please RCL yaaa~ 

demi kelangsungan FF dan blog juga 

gomawo.

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : Xi LU HANOH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS

Lost in Your Love

Part 4

“Lost in Your Love”

 

“Bibi?!” kaget Sehun saat masuk keapartemennya.

“Ah~ nak Sehun!”

“Mama?” Luhan yang mengekor dibelakang Sehun juga ikut kaget.

“Siapa ?” Ekspresi Baekhyun beda sendiri.

Setelah duduk diruang tamu~

“Sebenarnya mama datang ke Seoul ingin menjemputmu pulang” kata mama Luhan setelah mereka semua duduk.

“Tapi kenapa sekarang? Kan liburan masih ada 2 minggu lagi. Aku masih betah disini ma~” Luhan mem-pout-kan bibirnya. 

“Iya, tapi kamu harus kembali ke Beijing sekarang. Ada hal yang sangat penting untuk kita bicarakan.”

“Sepenting apa sampai bibi harus datang ke Seoul. Dan bukan menelpon saja?” kata Sehun masih tidak terima.

“Ini tentang papa Luhan. Jadi bibi tak bisa menceritakannya disini.  Jadi mama minta kamu ikut pulang sama mama ke Beijing sekarang” pinta Mama Luhan tegas.

^*^*^

Siang itu juga Luhan dan mamanya diantar oleh Sehun dan Baekhyun kebandara dan pulang ke China.

Sejak malam kepulangan Luhan ke China. Sehun menjadi tidak bersemangat. Dia menghabiskan sisa liburannya yang dua minggu dengan berdiam diri dirumah. Menunggu SMS atau Mention dari Luhan. Tapi sepertinya tak ada satupun yang terjadi. Luhan juga tak menangkat teleponnya dan tak membalas SMS atau SNS-nya.

Kegalauan Sehun dimulai!

Dua minggu hanya dengan memperhatikan Matahari musim semi terbit dan tenggelam. Tanpa bisa merasakan sang keindahan (Luhan) menghampiri. Bahkan ketika kebahagiaan (Baekhyun) duduk disampingnya menemani. Sehun tak bisa tersenyum.

Masih merasakan kesedihan, kenapa begitu cepat rasanya sejak Luhan pertama kali melindas kakinya dengan travel bag. Sampai siang itu direstoran, ketika dia membisikkan pada Luhan perasaannya. Semua lewat begitu saja, bahkan sangat cepat, sampai Luhan belum menjawab pernyataannya.

Sehun sebenarnya sangat bingung.

Kenapa dia bisa sebegini galaunya ditinggal oleh seseorang yang baru dia kenal bahkan belum satu minggu.

Apa ini yang disebut dengan ketulusan dalam … dalam … dalam mencintai? Ini bukan sebuah perasaan yang seperti secangkir teh.

Hanya lewat dengan rasa manis sesaat, kemudian lenyap ditenggorokan. Perasaannya ini seperti sebuah kopi. Yang baru dihirup aromanya tapi bisa terasa bahkan tanpa meminumnya, kemudian aroma itu tetap tinggal dalam pikiran kita.

Meskipun orang – orang menyebut Sehun sebagai sebuah Kesempurnaan. Tapi buat dirinya pribadi, kesempurnaan itu telah hilang. Hilang didalam cinta Luhan

“Luhan, beri aku kabar” bisik Sehun lirih bersandar pada kaca dijendela apartemennya. Hanya bisa menatap garis – garis lampu mobil yang lalu lalang dijalanan padat Seoul dibawah sana.

^*^*^

Tiga hari menjelang sekolah dimulai.

*ting tung* *ting tung*

Suara bel dijam setengah enam pagi benar – benar mengganggu tidur Sehun. Padahal ditiga hari terakhir masa liburan ini Sehun ingin benar – benar memakainya untuk tidur~ dan melupakan semua kegalauannya.

*ting tung* ting tung*

Bunyi bel lagi – lagi. Dengan malas Sehun berjalan menuju pintu. Mengintip melalui celah dipintu.

Pertama yang dia lihat adalah sebuah travel bag kecil, dua buah travel bag besar dan satu buah travel bag kecil. Kemudian tiga buah kardus yang cukup besar.

*ting tung* *ting tung*

Sehun hanya diam membiarkan bunyi bel. Dia benar – benar tak percaya melihat travel bag merah kecil yang dulu pernah melindas kakinya dibandara Narita Jepang.

Travel bag itu.

Itu travel bag LUHAN!

Dan Sehun tak salah, wajah mengantuk yang berdiri didepan pintu itu memang Luhan.

Sumber keindahan hidup Sehun.

“LUHAN!!” pekik Sehun dan secepat mungkin membuka pintu. Lalu menarik Luhan masuk dalam pelukannya.

“Se… sehun” Luhan kaget dengan sambutan Sehun.

“Kenapa kamu nggak ngabarin aku sama sekali?!” protes Sehun melepas pelukannya.

“Aku nggak ingat nomor mu. Handphone ku kan tinggal diapartemenmu~”

“Baiklah. Terus kamu mau apa dengan barang sebanyak ini?” Sehun melihat barang Luhan yang masih luar binasa banyaknya. 

“Kamu nggak ngajak aku masuk dulu?”

>>>

“Oke, sekarang jelasin kenapa kamu bawa barang sebanyak ini?” tagih Sehun setelah mereka duduk diruang tivi.

“Orang tua ku pindah ke Thailand. Makanya waktu itu mama jemput aku pulang. Terus karena Kak Kris dapat kerja di Jepang aku tinggal sendiri di China. Tapi karena bibi Jang dan Kai ada di Seoul, papa menyuruhku untuk pindah ke Seoul. Tapi aku minta untuk diizinkan pindah ketempatmu.”

“Papa mu ngasih izin?”

“Iyalah, kalau nggak ngapain aku disini.”

“Terus sekolah kamu?”

“Papa bilang aku akan satu sekolah dengan Kai.”

“Kai?” sebut Sehun cemburu.

“Dimana sekolahnya?” sambung Sehun.

“SMA SooMan.”

“SMA SooMan?! Kamu masih kelas dua SMA juga kan?”

“Iya.”

“Kalau begitu kita satu sekolah!” seru Sehun.

“Kamu di SMA SooMan juga?”

“Iya, mudah – mudahan kita satu kelas!” doa Sehun.

“Tunggu!” Sehun menarik tangan Luhan yang mencoba bangkit untuk memasukkan barang – barangnya kekamar.

“Aduh~” keluh Luhan yang terduduk mendadak.

“Kamu… kamu kenapa malah milih tinggal sama aku?” tanya Sehun to the point.

“A… aku… karena aku… aku mau jawab pertanyaan kamu yang dulu.” semburat merah muncul dipipi Luhan.

“Pertanyaan yang mana?” Sehun pura – pura lupa.

“Yang… yang di restoran.”

“Restoran dimana?” entah kenapa melihat Luhan yang kikuk seperti itu Sehun menjadi senang sekali.

“Restoran dimall~~” Luhan mulai kesal dengan Sehun yang pura – pura lupa.

“Emang kita pernah makan di mall?” Sehun menaikkan sebelah alisnya, masih berpura – pura lupa.

“Ya sudah kalau kamu nggak ingat! Aku kesini cuman mau ngambil ponsel ku, nanti aku akan pindah kerumah Kai!” dengan kesal Luhan berdiri menuju kopernya.

Namun sebelum Luhan mencapai kopernya. Sebuah pelukan melingkar dipinggang Luhan. Sesosok tubuh yang hangat memeluknya dari dinginnya pagi dimusim semi. Seonggok kepala yang sempurna bertopang pada bahu kirinya. Hidung dari kepala itu tepat disisi telinga Luhan.

“Waktu itu aku tak bertanya apa – apa. Aku hanya bilang, kalau ada seseorang didekat ku Bacon pasti akan mundur dengan sendirinya. Memang sih aku mengatakan itu sambil melihat mu. Tapi kenapa kamu merasa kalau aku bertanya padamu?”

Luhan hanya bisa diam. Sehun benar – benar memainkan perasaanya. Bukan dalam arti negatif. Namun telah benar – benar membuatnya kikuk. Sementara Sehun bukannya berhenti, malah makin asyik memainkan perasaan Luhan.

“Tapi kali ini, aku akan menanyakan sesuatu. Bukan cuman sambil memandangmu, tapi sambil memelukmu” Sehun diam lagi. Dia bisa mendengar detak jantung Luhan. Dan bisa melihat wajah Luhan yang makin memerah.

“Xi Luhan~” Sehun memperkuat pelukannya.

“Kamu membuatku kehilangan dunia saat kau tak ada. Tapi aku tak bisa menahanmu untuk pergi. Meski aku tahu aku akan kehilangan semua duniaku. Karena kamu bukan milikku. Tapi… aku tak mau lagi kehilangan duniaku. Karena duniaku sudah hilang dalam cintamu. Aku tak mau kehilangan duniaku sekali lagi, apa lagi cintamu…

…Xi Luhan, jadilah milikku”

Sebuah kecupan manis mendarat dileher kiri Luhan. Bibir kecil Sehun bisa merasakan denyut nadi dileher Luhan. Sangat cepat.

“My Lu, yang indah. Bagaimana jawabanmu?” Sehun menyelesaikan kecupannya dengan meninggalkan tanda pink yang kontras dengan putih kulit Luhan.

“Sehun-ah. Kau… kau kesempurnaanku.” kemudian Luhan berbalik dan masuk kedalam pelukan Sehun lebih dalam.

Entah kenapa air mata mengalir dimata kecilnya. Apakah karena semua perasaan yang dia simpan sejak dia melihat Sehun dengan muka mengantuknya dibandara, pagi ini bisa terwujud.

Mungkin karena semua rasa takjubnya pada Sehun yang sempurna bisa dia lepaskan, semua keinginannya untuk memeluk sang kesempurnaan telah sempurna pagi itu.

Duniaku telah hilang dalam cintamu

Dan aku tak ingin duniaku hilang sekali lagi

Hanya karena aku tak bisa menyentuh cintamu

 

Tetaplah disisiku

Agar cintamu tak menjauh

Dan duniaku tak hilang sekali lagi

-Anonim Sinestesia-

~~~

“Selamat Pagi Semua!!” sapa Bu Guru Heechul penuh semangat menyambut murid – murid barunya.

“Pagi Bu~” sahut semua murid dikelas itu. 2 IPA 1 SMA SooMan.

Seperti yang sudah disebut sebelumnya. Kai, Luhan, dan Sehun masuk di SMA ini. Dan nggak cuman mereka, karena Chanyeol dan Baekhyun juga sekolah di SMA SooMan. Tapi sayangnya Luhan dan Sehun tidak dikelas yang sama. Luhan, Baekhyun, dan Chanyeol masuk dikelas 2 IPS 2, sedang Kai dan Sehun masuk dikelas 2 IPA 1.

Dan sama seperti 2 IPA 1 yang disambut oleh wali kelas mereka Bu Heechul, kelas 2 IPS 2 juga disambut oleh wali kelas mereka Pak Kyuhyun. Bu Heechul adalah guru Musik sementara Pak Kyuhyun guru Olahraga.

~~~

“Bagaimana kalau hari ini kita pemilihan Ketua kelas?!” usul Bu Heechul didepan kelas.

“Siapa yang mau mencalonkan diri?” Bu Heechul mengambil inisiatif tapi tak ada satupun yang mengajukan diri.

“Aish~ kalian tak ada yang punya jiwa pemimpin. Kalau begitu ibu akan menunjuk dua orang yang harus kalian pilih sebagai Ketua nantinya, Okeh?!” akhirnya Bu Heechul mengambil keputusan sepihak.

“Aaaa~ Kamu yang duduk dipojok dekat jendela!” Bu Heechul menunjuk kearah bangku nomor 3 paling kiri.

“Dan kamu! Yang duduk dekat pintu belakang” yang kedua adalah cowo yang duduk paling belakang dekat pintu.

“Kalian ibu lihat punya tampang yang cocok jadi pemimpin”

Setelah Bu Heechul selesai bicara…

Jeng… jeng jeng jeng… jeng jeng jeng… jeng jeng jeeenggggg…

Dari sudut kiri, datang dari Busan. Selalu terlihat acuh ketika duduk didekat jendela.

Dengan rekor 41 kali main, 2 kali K.O,  3 kali draw, 12 kali pacaran, 7 kali LDR, 23 selingkuhan, 1 kali diputusin.

Inilah dia pendatang baru kita Kiiiiiiimmmmmm The Dragooon Joooongggggg – in.

Jeng… jeng jeng jeng… jeng jeng jeng… jeng jeng jeeenggggg…

Dari sudut kanan, lama menetap di Seoul. Sudah dua tahun mempertahankan gelar duduk dipintu belakang.

Dengan rekor 69 kali main, 7 kali menang, dan 1 kali alfa, 14 kali izin, 20 kali sakit, 4 kali nggak bikin PR.

Inilah dia Oooooooohhhhh Yes Oh No…. Ah maaf~ Oooooooohhhh Seeeeeehunnnnnnn.

… Kai dan Sehun berdiri didepan kelas, hanya dibatasai oleh tubuh ramping Bu Heechul. Semangat mereka untuk menjadi Ketua kelas yang semula tak ada, sekarang muncul dengan mengebu – gebu. Seolah menjadi ajang untuk membuktikan siapa diantara mereka yang pantas untuk menjadi Pemilik Keindahan yang sesungguhnya.

Meskipun saat ini status Luhan dan Sehun sudah jelas. Tapi Sehun ingin semakin menjatuhkan Kai, kalau bisa ketitik terbawahnya.

“Maaf saya terlambat!” sorak seseorang yang tiba – tiba masuk kelas dan merusak suasana horror ini.

“Nama?!” tanya Bu Heechul reflek.

“Tao bu, murid sini juga.” jawab anak itu.

“Iya saya tao kamu anak disini, kalau nggak ngapain kamu masuk kelas saya. Dan kamu terlambat! Tapi nama kamu siapa?!”

“Saya Tao bu~”

“Baguslah kalau kamu tao kamu itu telat. Nah, sekarang nama kamu siapa?”

“Tao bu~~~ Tao~~~”

“Mana saya tao nama kamu siapa?!!”

sarap ni guru!” desis anak itu “Tao bu~~” “Digoreng juga ni guru” umpatnya lagi.

“Saya nggak sarapan pake Tao goreng tadi pagi, saya sarapan pake telor ceplok. Sudah ah, ngapain kamu bahas sarapan saya. Nama kamu siapa?!” Bu Heechul masih beluh ngeh juga.

“Nama saya Tao bu~~~ T-A-O, TAO! HUANG ZI TAO!” katanya kesal.

“Oh.. Tao, bilang kayak gitu dong dari tadi. Ya sudah duduk sana, kita mau pemilihan Ketua kelas” Bu Heechul menunjukan Tao dimana tempat duduknya.Tao hanya bisa mengelus dada dengan sabar. 

~~~

Kantin ~

“Gimana hari pertama kamu sekolah disini?” tanya Sehun ke Luhan saat istirahat makan siang.

“Asyik, aku sekelas sama Baekhyun sama Chanyeol, kamu?”

“Aku sekelas sama Ka…” Sehun lebih memilih tak melanjutkan kata – katanya.

“Aku jadi Ketua kelas” ubah Sehun cepat.

“Di kelasku Chanyeol yang jadi Ketua”

“Aku nggak kaget, Chanyeol memang orang yang bisa membawa keceriaan dimanapun”

“Iya, aku yang baru kenal aja udah berasa akrab. Dan kamu benar tentang Baekhyun dan Chanyeol. Chanyeol benar – benar perhatian sama Baekhyun. Aku jadi iri sama Baekhyun. Coba saja aku punya teman yang perhatian seperti Chanyeol”

“Hey, hey, hey. Aku disini kamu anggap apa? Perhatianku ke kamu melebihi perhatian Chanyeol ke Baekhyun” Sehun berhenti makan dan menatap Luhan kesal.

“Yang aku bilang kan teman.” Luhan menahan tawa sambil memperhatikan tatapan kesal Sehun. “Semetara kamu bukan teman ku.” sambung Luhan.

“Lalu aku ini apa?” Sehun membuang muka dengan kesal.

“Kamu…” Luhan menarik wajah Sehun menghadapnya. “Pacarku~”

Kali ini Luhan sangat puas membalas perbuatan Sehun yang selalu membuatnya jadi mainan. Hari itu adalah hari pembalasan Luhan.

~~~

“Wakil Ketua! Kenapa sih mandangin Ketua sama temennya itu segitu banget. Cemburu ya kalau Ketua kita udah ada yang punya?” kata Tao yang tiba – tiba saja duduk disamping Kai sambil meminum susu kotaknya.

“Kalau aku cemburu sama Ketua kenapa?” jawab Kai jutek.

“Ah, tapi dari yang aku lihat kamu nggak cemburu sama Ketua Sehun deh. Kamu cemburu sama Luhan nya kan!” tebak Tao cepat.

“Kamu kenal Luhan?”

“Kenal sih nggak, tapi aku tahu namanya.”

“Tahu dari mana?”

“Dibajunyakan ada tulisan namanya, kamu juga ada… nih Kim Joong In” Tao menunjuk dada kanan Kai.

“Udah ya, aku masuk kelas dulu wakil Ketua!” Tao kemudian bangkit dan meninggalkan Kai sendirian.

“Dasar sarap!” desah Kai sambil memandang Tao aneh.

~~~

“Kamu masih cemburu sama kedekatan Luhan dan Sehun My Bacon?” Chanyeol yang duduk didepan Baekhyun membatalkan niatnya untuk makan saat melihat Baekhyun yang cemberut memandangi meja .

“Iya lah. Kamu kan tau kalau aku sayang sama Sehun. Kenapa coba Sehun malah jadi deket sama Luhan. Padahal aku udah cerita ke Luhan kalau aku sayang sama Sehun.”

“Ah, Bacon. Kamu nggak usah sedih. Nanti aku ajak kamu jalan – jalan ketempat istimewa.” Chanyeol mengelus punggung tangan Baekhyun.

“Kamu selalu aja ada tempat yang bagus dan aku nggak pernah liat” kata Baekhyun sedikit tersenyum.

“Untuk kamu selalu ada tempat bagus My Bacon. Aaak” Chanyeol menyuapkan Baekhyun makan siangnya. “Dan selalu ada tempat kamu dihatiku.” bisik Chanyeol dalam hati.

~~~

“Bang, lagi ngintip siapa?” sapa Tao pada seseorang yang sedang melihat kedalam kantin secara diam – diam.

“Hah?”

][Bersambung][

 

huahaha

bagaimana?

rcl jangan lupa!

wajib!

itu kata author nya ^^

84 thoughts on “Lost In Your Love (Part 4)

  1. Ngakak banget pas baca tao, terus pas kai sama sehun dari pojok kanan sama pojok kiri, keren banget, lucunya dapet, gak maksa. Pokoknya lucunya keren. Kompor gas banget kaya standup comedy pokoknya. Aku suka banget ihihihhi. Tapi tbc nya nanggung mulu /.\

  2. huahaha ngakak itu pas tao telat xD dia kira tao disitu tao=tau kali wkwkwk aduh duh kenapa bacon gak sadar sih itu chanyeol udah manggil ‘my bacon’ gitu masih aja yah-_- greget sendiri jadinya wkwk._.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s