[LOVE FAILED] Chapter 2

Annyeonghaseyo ~

ni hao ma?? ^^

hehehe

hyobin sedang mencoba menghapal lagu What is love exo m #gak nyambuk -______-

chinese really difficult -___-

oke~ 

setelah membaca tolong tinggalkan jejak~ hyobin hanya ingin bersilaturahmi dengan sesama exotic. kali aja kita punya otp yang sama. hehehe kali ini hyobin sedang terhanyut dalam senyuman baekhyun yang masyaAllah bgt!!!

#pantesan Chanyeol pengen deket bacon muluk😄

oh my god! fangirling ~~~

i lost my mind ~ 

#abaikan!

lanjut~~~  XD

Main Pair : BAEKYEOL

Other : HUNHAN – KRISBAEK – CHAND.O/ CHANSOO – TAORIS

Genre : ANGST, ROMANCE, SCHOOL LIFE, DRAMA, HURT, TRIANGLE LOVE

Warning : Boy x Boy / Shonen Ai/ Yaoi

Disarankan untuk umur 13 Tahun keatas. 

Lets go!

Find another love

and

I will forgeting you!!!

Dont blame it on me

because you will know someday

You will regret it.

[LOVE FAILED]

Chapter 2

Kim Hyobin

“Kau masih saja ceroboh. Berhati- hatilah.” Chanyeol tersenyum kemudian membelai lembut rambut Baekhyun.

Baekhyun memeluk buku yang diberikan Chanyeol sambil mematung. Chanyeol pergi begitu saja meninggalkan Baekhyun yang masih mematung. Matanya berkaca- kaca.

 Tes

Air mata begitu saja terjatuh dari mata sipit Baekhyun. Ia tak menangis hanya saja air mata itu terjatuh begitu saja.

“Tidak usah berbuat baik padaku… Kumohon..” bisik Baekhyun lirih.

 

 

Sepulang sekolah.

 

“Baekhyun!!” Luhan memanggil nama Baekhyun saat ia melihat Baekhyun sedang berjalan dengan langkah gotai menuju pintu gerbang.

“Ne?” tanya Baekhyun saat Luhan ada disampingnya.

“hosh.. hosh…” Luhan mengontrol nafasnya terlebih dahulu. “Kau ini pulang duluan saja.”

“Aku hanya ingin cepat pulang.”

“Waeyo?” tanya Luhan masih menahan Baekhyun untuk bergerak keluar gerbang.

“Aku hanya ingin istirahat.”

“Kurasa kau masih memikirkan masalah… Chanyeol.”

Baekhyun menunduk. Semenjak kejadian di perpustakaan tadi, Baekhyun menjadi tidak bersemangat. Lebih tepatnya ia jadi tambah bersedih.

“Ayolah.. Jangan bersedih seperti itu. Bagaimana kalau kita jalan- jalan. Ini ajakan Sehun. Aku mengatakan padanya kalau kau sedang sedih karena putus dari Chanyeol.”

Baekhyun tersenyum kemudian menggeleng pelan. “Tidak perlu. Aku sangat berterima kasih namun yang kubutuhkan kini adalah istirahat.”

Baekhyun berbalik badan kemudian berjalan keluar gerbang sekolah. Luhan tak mencegahnya lagi.

“Baekhyunnie…” bisik Luhan sedih.

 

 

Baekhyun masuk kedalam kamarnya dan melempar tasnya keatas tempat tidurnya. Setelah mengganti bajunya Baekhyun merebahkan dirinya keatas ranjang dan menggeser tas sekolahnya yang ada diatas ranjang hingga terjatuh.

Srak

 

Isi tas Baekhyun berserakan dilantai.

“Mwo!!” Baekhyun kembali turun dari ranjangnya dan membereskan isi tasnya.

Tatapan Baekhyun terhenti pada lollipop berwarna pink yang Kris berikan padanya. Senyuman terlukis indah diwajah Baekhyun.

Ia bawa lollipop itu keatas ranjangnya tanpa membereskan kembali isi tas sekolahnya yang berserakan. Seakan- akan lollipop itulah yang penting.

“Kris… Kenapa setiap aku melihat lollipop ini… Rasanya begitu tenang. Kau punya sihirkah?” Baekhyun tertawa pelan. “Apapun itu… adalah perasaan bahagia..”

Baekhyun memejamkan matanya. Terbuai angin yang sepai sepoi dari jendela kamarnya yang terbuka, Baekhyun terlelap sambil memegang erat lollipop dari Kris.

 

 

Disebuah coffe latte.

 

“Yeollie.. Kenapa kau melamun?”

Kyungsoo menyadari keanehan pada namjachingu-nya itu. Dari tadi Chanyeol nampak kurang bersemangat. Tepatnya setelah jam istirahat.

“Yeollie?” ulang Kyungsoo karena Chanyeol masih belum mengindahkan panggilannya.

“Ah! Mianhe…” Chanyeol mencoba tersenyum manis kemudian memegang tangan Kyungsoo.

“Apa yang kau pikirkan? Kau masih memikirkan Baekhyun?”

Chanyeol membulatkan matanya. Kyungsoo merasa tebakannya tepat sasaran tersenyum licik kemudian melepas tangan Chanyeol dari tangannya.

“Kau masih memikirkannya, oeh?” Kyungsoo nampak marah.

“Mianhe.. Aku tak memikirkannya. Kau jangan marah, chagiya..”

“Jangan bohong Chanyeol!”

Kyungsoo berdiri dari tempat duduknya kemudian beranjak pergi. Chanyeol hanya menghela nafas panjang. Ia tak mengejar Kyungsoo.

Entah mengapa hatinya tak tenang. Didalam pikirannya hanya ada rasa penyesalan.

 

Penyesalan pada Baekhyun.

 

“Aish!!” Chanyeol  mengacak- acak rambutnya sendiri kemudian berjalan keluar dari coffe latte itu. Ia mencari sosok Kyungsoo. Ia telusuri jalan itu untuk mencari Kyungsoo.

“Kemana dia!” Chanyeol beberapa kali menengok kekiri dan kekanan. Dan akhirnya matanya tertaut pada sosok tinggi yang nyaris saja bertabrakan dengannya.

“Mwo! ?” ucap Kris kaget.

“Wu Fan..” Chanyeol memegangi dadanya. Nampaknya ia juga kaget. “Maaf nyaris saja aku menabrakmu.”

“Ne…Kau mencari Kyungsoo ya? Tadi aku berpapasan dengannya didekat toko aksesoris itu.” tunjuk Kris.

“Ah.. Gomawo..” Chanyeol melirik kantung mini yang terbuat dari hard paper berwarna pink susu dihiasi pita pink keras yang lucu sekali. “Kau membeli hadiah?”

Kris melirik tangan kanannya yang memegang kantung pink itu. “Ne..” Kris tersenyum.

“Baiklah. Mungkin itu yang harus kulakukan untuk Kyungsoo. Gomawo.”

Chanyeol berlari meninggalkan Kris menuju toko aksesoris yang dikatakan Kris. Tersenyum tipis Kris memandang kantung pink itu kemudian membuka kartu kecil yang tergantung dikantung itu.

 

To : Byun Baekhyun.

 

Kris kembali berjalan menuju rumahnya.

 

>>>

Chanyeol masuk kedalam rumahnya. Ia tak menemukan siapapun didalam rumahnya. Oemma dan appa Chanyeol sudah bercerai. Kini ia tinggal bersama oemmanya. Karena menjadi tulang punggung keluarga, oemma-nya sering pulang larut.

Chanyeol masuk kedalam kamarnya. Ia dudukkan tubuhnya ditepi ranjangnya.

“Bodoh!!” Chanyeol menghempaskan hadiah yang baru saja ia beli. Setelah membeli hadiah itu, Chanyeol tak langsung mencari Kyungsoo. Ia lebih memilih pulang kerumah untuk menenangkan dirinya.

Srak

Kantung itu terbuka akibat lemparan Chanyeol dan menyembul keluarlah sebuah gantungan ponsel berbentuk teddy bear kecil berwarna biru muda. Di leher boneka kecil itu tergantung sebuah kertas imut berwarna pink. Tertera nama seseorang.

Byun Baekhyun.

 

Chanyeol memegang kepalanya. “Kenapa!! Apa yang sebenarnya terjadi padaku!!”

 

Chanyeollie~! Mwo! Kau masih tiduran disini! Cepat bangun aku sudah masak makan malam nih!”

“Hmm..”

“Ya!! Dasar pemalas!!”

 

Terngiang percakapan yang pernah terjadi dikamar itu. Percakapan yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Baekhyun memang sering menginap karena Chanyeol mudah sekali merasa kesepian. 

Ibu Chanyeol yang selalu pulang larut malam membuat Chanyeol tak betah dirumah, maka dari itu Baekhyun sering datang walau hanya untuk memasak sekedar membantu oemma Chanyeol membersihkan rumahnya.

“Ya Tuhan! Apa hanya karena aku sudah tidur dengan Kyungsoo maka aku meninggalkan Baekhyun! Namja macam apa aku ini!! Bahkan aku dibutakan oleh nafsu..” Chanyeol menyesal.

Benar- benar menyesal menyakiti Baekhyun. Padahal baru beberapa hari hubungan mereka berakhir. Namun rasa sesak menjalari hati Chanyeol.

Ia mencintai Baekhyun. Bukannya Kyungsoo.

 

 

Malam hari.

Baekhyun baru saja siap mandi. Saat masuk kekamarnya ia tersenyum melirik lollipop yang ia letakkan diatas meja belajarnya. Penyemangat yang sangat penting untuknya kini.

Setelah bangun tidur tadi sore, Baekhyun memasukkan semua barang yang menyangkut Chanyeol kedalam kotak. Semua barang yang mengingatkannya kepada Chanyeol. Foto- foto, hadiah dari Chanyeol, baju yang berikan Chanyeol, surat cinta, pokoknya semua yang diberikan Chanyeol padanya. kini kotak itu ada dibawah kolong tempat tidur Baekhyun.

Benar! Baekhyun memutuskan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya.

Ia mencoba merelakan Chanyeol yang mungkin memang lebih bahagia jika tidak bersamanya. Dan lollipop pemberian Kris-lah yang memberi kekuatan pada Baekhyun untuk memulainya lagi.

 

Tok

Tok

 

Baekhyun bejalan membukakan pintu kamarnya. “Oemma..”

“Baekhyunnie~  Ada yang mencarimu.”

“Eh?”

“Oemma tak menyangka kau punya teman setampan itu.”

Baekhyun mengerutkan dahinya. “Siapa?”

“Dia bilang namanya… Hmm.. Seperti nama orang asing..”

“Kris?”

“Ah! Ne!”

Mata Baekhyun membulat. “Kris datang kerumah?”

“Ne ne… Cepat turun.  Dia menunggumu diruang tamu.” Oemma Baekhyun tersenyum penuh arti.

“Baik.”

Baekhyun mentup pintu kamarnya.

 

Deg

Deg

 

“Oh Tuhan! Kenapa jantungku jadi berantakan!!” Baekhyun menghela nafas panjang kemudian mengecek kalau pakaian yang ia kenakan tak ada yang salah. Perlahan Baekhyun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu.

 

>>>

“Ha..Haii..” Baekhyun tersenyum manis sambil duduk disofa yang berhadapan dengan Kris.

“Hai.. Apa aku mengganggumu?” tanya Kris segan.

“Ani.. Aku hanya kaget.”

“Hmm .. Aku datang untuk memberikanmu ini.”

Mata Baekhyun membulat saat melihat Kris memberikannya sebuah kantong mini yang sangat imut berwarna pink susu.

“Apa ini?” tanya Baekhyun kaget.

“Bukalah.” Kris tersenyum.

Walau nampak ragu, Baekhyun membuka kantong pink itu.

 

 

“Lucu sekali!” senyuman manis terpampang indah diwajah Baekhyun. Bagaimana tidak, siapa yang tidak akan senang jika diberikan gantungan ponsel boneka teddy bear berwarna biru muda yang sangat lucu seperti itu.

“Ini hanya hadiah kecil.” Ujar Kris sambil menggaruk kepalanya.

“Ta..Tapi… Kenapa?”

“Aku melihatmu yang bertabrakan dengan Chanyeol tadi.. Aku tak sengaja melihatnya. Wajahmu sangat tersiksa dan menyiratkan kepedihan. Aku ingin kau kembali ceria.. Makanya…”

Wajah Baekhyun memerah. Kris sangat perhatian padanya.

“Cerialah. Kau lebih cocok jika tersenyum bahagia.”

Mata Baekhyun seketika itu membulat mendengar perkataan Kris yang terdengar sangat tulus. Baekhyun merasakan kehangatan menjalari hatinya. Kehangatan yang diberikan oleh Kris. Kehangatan yang begitu lembut.

“Gomawo.. Jeongmal..” Baekhyun mencium teddy bear kecil itu. Kris terpana melihat senyuman Baekhyun. Senyuman yang sangat ia harapkan tergambar diwajah manis Baekhyun.

 

 

>>>

 

Sudah dua minggu lebih setelah Chanyeol memutuskan hubungannya dengan Baekhyun. Kini, Baekhyun mulai bisa melupakan Chanyeol walau belum bisa sepenuhnya yang pasti Baekhyun sudah berusaha akan hal itu.

Hubungan Kris dan Baekhyun nampak banyak perubahan. Mereka semakin dekat dan tak jarang jika Kris datang kekelas Baekhyun meluangkan waktunya walau hanya saat jam istirahat.

Luhan nampak sangat menyambut Kris karena sudah membuat Baekhyun kembali bersemangat. Walau banyak sekali yang mencemooh Baekhyun, namun Kris selalu melindungi Baekhyun.

 

 >>>

Di taman belakang sekolah saat jam sepulang sekolah terjadi perdebatan cukup hebat Chanyeol dan Kyungsoo.

“Sebenarnya ada apa denganmu?” Kyungsoo nampak menahan emosinya.

“Aku hanya.. Baiklah.. Aku hanya sedang bingung.”

Kyungsoo bersandar didinding dan melipat tangannya didada. “Kau aneh, Chanyeol. Tidak biasanya kau memintanya setiap malam bahkan dalam keadaan mabuk. Kau pikir aku ini apa? Bonekamu?”

Chanyeol menggeleng pelan. “Mianhae.. Aku tak bermaksud menyakitimu.”

“Kau bahkan tak mendengarkanku saat aku menolaknya.”

Chanyeol memeluk Kyungsoo. “Mianhe.. Aku tak akan menyakitimu lagi.”

Kyungsoo memutus pelukan mereka. “Apa keanehanmu ini ada hubungannya dengan Baekhyun?”

Mata Chanyeol membulat saat Kyungsoo menyebut nama Baekhyun. Seketika itu Chanyeol merapatkan tubuhnya dan Kyungsoo kedinding. Chanyeol mencium bibir Kyungsoo dengan brutalnya.

“Jangan sebut nama dia lagi.” Chanyeol memutuskan ciumannya kemudian kembali menerjang bibir Kyungsoo dengan kasar.

 

Sraakk

 

Ciuman mereka terputus. Chanyeol dan Kyungsoo melihat Baekhyun berdiri tak jauh dari tempat mereka. Tempat sampah yang Baekhyun bawa jatuh ketanah.

“Ah.. Mianhe.. Aku tak bermaksud mengganggu kalian.” Mata Baekhyun nampak berkaca- kaca kemudian mengambil kembali tempat sampah yang tadi ia bawa. Nampaknya Baekhyun dapat tugas piket.

“Baekhyun..” bisik Chanyeol saat melihat Baekhyun membalikkan badannya hendak pergi dari tempat itu.

“Tunggu!!” Chanyeol akan mengejar Baekhyun namun tangannya lebih dulu ditangkap oleh Kyungsoo.

“Mau apa mengejarnya?”

“Tadi..Tadi dia mau menangis.”

“Lalu?”

Chanyeol terdiam. Benar! Baekhyun bukanlah kekasihnya lagi. Ia tak berhak lagi. Tapi…

 

Chanyeol menghempas tangan Kyungsoo kemudian mengejar Baekhyun. Kyungsoo hanya bisa melihat punggung Chanyeol yang berlari mengejar Baekhyun.

“Pabo!” desis Kyungsoo sambil menghela nafas.

 

>>>

“Baekhyun!!” Chanyeol menggengam tangan Baekhyun agar gerakan mereka terhenti.  Baekhyun membalikkan badannya. Ia lihat Chanyeol dengan nafas terengah- engah berada dihadapannya dan menggenggam erat tangannya.

“Mau apa lagi, oeh!!” Mata Baekhyun nampak memerah. Itu menandakan bahwa ia baru saja menangis.

“Kenapa kau menangis?” Chanyeol hendak memegang pipi Baekhyun namun dengan kasar Baekhyun menepis tangan Chanyeol.

“Jangan sentuh aku!!” teriak Baekhyun.

Chanyeol merasa hatinya dicabik- cabik. Ia tak pernah membayangkan Baekhyun akan meneriakinya seperti itu.

“Mianhe!! Baekhyun maafkan aku.” Chanyeol hendak memeluk tubuh Baekhyun namun Baekhyun memberontak.

“Lepaskan aku!!”

 

Traaapp

Prak

 

Baekhyun menyadari kalau ponselnya baru saja jatuh. Ia dorong tubuh Chanyeol sekuat tenaga kemudian mengambil ponselnya yang terjatuh dilantai. Sebenarnya yang Baekhyun khawatirkan bukanlah ponselnya melainkan gantungan ponsel itu.

Chanyeol melihat gantungan ponsel Baekhyun. Matanya membulat saat tahu gantungan ponsel Baekhyun sama dengan gantungan yang ia beli namun belum sempat ia berikan pada Baekhyun.

“Gantungan itu…” bisik Chanyeol.

“Ini pemberian Kris.” Jawab Baekhyun lantang.

Entah mengapa Chanyeol naik pitam dan merebut begitu saja ponsel Baekhyun.

“Apa yang kau lakukan!!” teriak Baekhyun saat melihat Chanyeol menarik gantungan ponsel itu hingga putus dari ponsel Baekhyun.

“KAU TAK MEMBUTUHKAN INI!!” Teriakan Chanyeol membuat Baekhyun terdiam. Chanyeol menyadari kalau ia baru saja membuat Baekhyun takut.

“Maafkan aku..” Chanyeol nampak sangat menyesal.

 

“Kembalikan! Kembalikan gantungan ponsel itu!!” teriak Baekhyun.

 

Chanyeol seakan tak percaya dengan pendengarannya. Baekhyun lebih memilih gantungan ponsel itu daripada mendengarkannya. Air mata jatuh dipipi Baekhyun.

“Kumohon.. Kembalikan.. Hiks..” Baekhyun menangis.

“Sepenting itukah benda ini untukmu?” tanya Chanyeol lirih.

Baekhyun merampas gantungan ponsel itu dan ponselnya dari tangan Chanyeol.

“Lebih baik kau jaga saja Kyungsoo baik- baik daripada mengurusiku.” Baekhyun tersenyum sinis.

“Aku-“

 

“Tuh! Kau membuatnya menangis.”

Baekhyun melihat Kris kini ada disampingnya. Senyuman mengembang setelah itu dibibir Baekhyun.

“Kris..”

“Kau baik- baik saja?” Kris langsung memeluk Baekhyun. Mata Chanyeol membulat melihat perbedaan respon Baekhyun saat tadi Chanyeol akan memeluknya.

Baekhyun menerima pelukan Kris bahkan membalasnya. Kris melihat gantungan ponsel yang ia berikannya pada Baekhyun rusak kemudian menghela nafas.

“Kita perbaiki ya… Jangan menangis lagi.” Kris mencoba menenangkan Baekhyun.

 

Baekhyun mengangguk pelan. Kris menyeka air mata Baekhyun kemudian menatap tajam Chanyeol.

“Aku tak mau menebar permusuhan. Namun… Kau jangan pernah membuatnya menangis lagi. Kalau tidak, kau akan berurusan denganku.” Kris nampak sangat marah.

Chanyeol tersenyum sinis.

“Kau menyukai Baekhyun?” tanya Chanyeol sambil melipat tangannya didada.

Baekhyun menatap wajah Kris yang menegang. “ Bukan urusanmu.” Jawab Kris sambil membalikkan badannya dan merangkul pundak Baekhyun.

 

“Jika aku katakan aku ingin kembali pada Baekhyun bagaimana?”

 

Baekhyun membulatkan matanya mendengar perkataan Chanyeol. Seketika itu Baekhyun membalikkan badannya kemudian menatap Chanyeol tak percaya.

“Ap..Apa?” Baekhyun merasa dadanya seperti bergemuruh.

Kris hanya diam namun tangannya tak lepas memeluk pundak Baekhyun. Chanyeol mendekati Baekhyun kemudian menatap sendu namja mungil itu.

“Aku tak bisa tanpamu. Semuanya berbeda. Aku minta maaf karena pernah menyakitimu, Baekhyun. Aku sadar yang kucintai hanya kamu. Aku minta maaf. Tolong maafkan aku. Kembalilah padaku, Baekhyun. Kumohon.”

Baekhyun tak pernah menyangka Chanyeol akan memohon maaf seperti ini padanya apalagi memintanya kembali.

“Chan-”

 

Deg

 

Baekhyun menatap Kris kemudian menggeleng. “Maaf Chanyeol. Aku tak bisa kembali padamu.”

Kris membulatkan matanya mendengar perkataan Baekhyun. Seketika itu terpampang senyum manis diwajah Kris.

“Wae?! Apa karena kau menyukai Kris?” teriak Chanyeol.

Baekhyun mengangguk. “Iya.”

Kris dan Chanyeol membulatkan matanya. Berbeda dengan Kris yang tersenyum manis setelahnya, Chanyeol terdiam tak percaya.  

“Jangan dekati aku lagi.” Baekhyun menarik tangan Kris dan berlari meninggalkan Chanyeol yang terdiam ditempatnya.

 

 

Dikelas Baekhyun.

 

Kris tak henti- hentinya menenangkan Baekhyun. Sejak bertemu dengan Chanyeol dihalaman belakang sekolah tadi, Baekhyun tak henti- hentinya menangis.

Kris memeluk dan mengusap punggung Baekhyun lembut.

“Hikss.. Huhuhuhu..” Baekhyun masih saja terus menangis.

“Kenapa kau menangis seperti ini?” bisik Kris lembut tepat ditelinga Baekhyun.

“Aku tak tahu… Rasanya sakit sekali… Huhu..”

Kris menghela nafas. “Apa benar yang kau katakan tentang hal tadi? Bahwa kau menyukaiku?”

Baekhyun menghapus air matanya. Ia tatap wajah Kris dalam. Wajah yang kini mulai merasuki alam mimpinya.

“Aku.. Aku.. “ Baekhyun menunduk dalam.

 

“Saranghae..”

 

Baekhyun membulatkan matanya. seketika itu ia merasakan serangan dijantungnya. Ia tatap dalam wajah Kris.

“Ap.. Apa?”

“Aku tahu kau masih memiliki perasaan pada Chanyeol. Bagaimanapun Chanyeol adalah namja yang pernah kau cintai sepenuh hatimu.. Tapi aku.. Aku menyukaimu.”

Wajah Baekhyun seketika itu memerah. Kris baru saja menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Seketika itu Baekhyun kembali memeluk Kris. Ia bisa merasakan detak jantung Kris yang berantakan. Baekhyun tersenyum manis.

“Nado.. Kris.. Sudah saatnya aku membuka lembaran baru dalam hidupku.”

Kris melepas pelukan Baekhyun kemudian memegang kedua pipi Baekhyun. Wajah Kris nampak sangat merah.

“Ja..Jadi.. Kau mau menjadi kekasihku?” tanya Kris girang.

Baekhyun mengangguk pelan. “Ne..”

“Xie xie!! Yay!!” Kris beteriak gembira kemudian memeluk tubuh Baekhyun erat. “Gomawo, Baekhyun! Saranghae!”

Baekhyun tersenyum manis melihat ekspresi wajah Kris yang terlihat seperti anak kecil.

Cup

Baekhyun merasa ada kupu- kupu hinggap dibibirnya. Bibir Kris.

Mata Baekhyun membulat namun perlahan ia menutup matanya menikmati ciuman pertamanya dengan Kris. Ciuman yang manis.

 

 

Chanyeol mengepalkan tangannya. Ia lihat dengan jelas adegan ciuman Kris dan Baekhyun didalam kelas. Ingin sekali Chanyeol masuk kedalam kelas Baekhyun kemudian menghajar Kris habis- habisan, namun ia tak mau melakukannya.

 

Chanyeol lebih memilih berbalik badan dan berlari meninggalkan sekolah itu.

 

 

>>>

 “Kris.. Masuklah.” Baekhyun tersenyum senang saat melihat namjachingu-nya berkunjung kerumahnya.

“Gomawo..” Kris masuk kedalam rumah Baekhyun. “Sepi sekali.” Ucap Kris sambil mengedarkan pandangannya ketiap sudut rumah Baekhyun.

“Hmm.. Oemma dan appa sedang ada di Jeju. Saudara oemma ada yang melangsungkan pernikahan hari ini.” jelas Baekhyun sambil berjalan menuju dapur. Ia berencana membuatkan vanilla latte untuk Kris.

Hubungan mereka memang berjalan lancar. Tak terasa Baekhyun dan Kris sudah berpacaran lebih dari satu bulan.

Baekhyun sangat bahagia bersama Kris.

Kris namja yang sangat lembut dan baik hati. Ia tak pernah memaksakan keinginannya dan sangat pengertian.

 

“Igo~~” Baekhyun meletakkan cangkir berwarna hijau berhiaskan gambar panda diatas meja. Cangkir khusus yang Baekhyun beli untuk Kris. Setiap Kris berkunjung kerumahnya, Baekhyun pasti akan selalu menyajikan minuman Kris dengan cangkir itu.

“Xie xie..” Kris tersenyum.

Hening.

Baekhyun dan Kris sepertinya jadi canggung karena mereka sama sekali belum pernah berada dirumah Baekhyun saat keadaan rumah itu kosong seperti sekarang.

Kris akhirnya meyeruput vanilla latte nya.

“Bagaimana?” tanya Baekhyun.

“Apanya?”

“Vanilla latte-nya..”

Kris tersenyum kemudian tertawa kecil. “Hihihi!!”

“Lho? Kenapa tertawa?” Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Apa kita secanggung itu sampai tidak tahu apa yang harus dibicarakan?”

Wajah Baekhyun langsung tertekuk. “Mwo? Kan bukan aku yang membuat suasana canggung.”

“Tue.. Aku-“

 

PIIPP

PIIPPP

 

Ponsel Kris berbunyi. Seketika itu Kris langsung mengambil ponselnya dari dalam saku. Baekhyun hanya menghela nafas kemudian menyandarkan punggungnya disandaran sofa.

Baekhyun melihat ekspresi wajah Kris yang berubah. Walau tak terlalu jelas, namun ada sedikit kekhawatiran diwajah Kris kini.

“Mianhe Baekhyun.. Sepertinya aku harus pulang sekarang.”

“Eh? Tapikan kau baru saja datang.” Baekhyun nampak sedih.

Kris jadi tak tega melihat namjachingu-nya itu. “Mianhe.. Aku ada sedikit urusan.” Kris berdiri diikuti Baekhyun yang mengangguk pelan.

“Baiklah kalau begitu…”

Kris mendekati Baekhyun kemudian mengusap rambut namja manis itu. Baekhyun mengerti Kris pasti merasa bersalah.

CHU

Kris membulatkan matanya mendapati bahwa kini Baekhyun mencium pipinya.

“Hati- hati dijalan.” Ujar Baekhyun lembut.

Kris mengangguk pelan. “Xie xie..”

Baekhyun mengantarkan Kris hingga pintu rumahnya. Ia tatap tubuh Kris yang memasuki mobilnya.

Tiiin

Kris mengakson Baekhyun yang melambaikan tangannya pada Kris. Sejurus kemudian mobil Kris melaju kencang meninggalkan rumah Baekhyun.

 

***

 

Kris melajukan mobilnya sekencang yang ia bisa. Nampak sekali ia terburu- buru. Beberapa kali Kris melirik jam tangannya.

“Kenapa… Kenapa ia datang ke Korea dengan tiba- tiba?”

 

***

 

Baekhyun memutuskan untuk pergi keluar malam itu. Ia suntuk karena tak ada siapapun dirumahnya. Kris yang tadinya main kerumahnya dan langsung pulang sedikit membuat Baekhyun kesal. Ia ingin lebih lama bersama Kris.

“Besok hari minggu pula.. Pasti sangat membosankan.” Keluh Baekhyun.

 

Klek

Baekhyun mengunci pintu rumahnya dan berjalan keluar dari pekarangannya. Ia menuju rumah Luhan. Hanya Luhan- lah teman baiknya kini. Biasanya kalau ia sendirian dirumah, ia akan menginap dirumah Kyungsoo.

 

Tap

 

Langkah Baekhyun terhenti tepat didepan rumah Kyungsoo. Rumahnya dan rumah Kyungsoo memang dekat. Hanya berjarak beberapa rumah dan satu gank. Baekhyun membetulkan jaketnya kemudian menghela nafas panjang. Saat ia akan melangkah kembali.

Tep

“Mwo!!” Baekhyun langsung membalikkan badannya karena ada yang memegang pundaknya dari belakang.

Baekhyun mundur beberapa langkah saat tahu siapa yang baru saja memegang pundaknya.

Park Chanyeol.

[TO BE CONTINUE]

 

 

hauahahahaha

chanyeol rasakan! 

kalo baekhyun tidak mau, sama hyobin aja

poppo chanyeol

#dibakar Baekhyun dan Baekyeol shipper

RCL yaaa

gomawoooo ~~~

383 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 2

  1. Tuhh Kan Nyesel Mutusin Baek Oppa😦
    Makanya Chan Oppa jangan sembarangan ngomong😦

    Direbut Kris Ge dech Baek Oppa nya , Ciuman Pula hihihi😀
    So Sweat😀❤😀

    Bagus Eon ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s