FF HUNKAIHAN- REFLECTION PART 1

Title : REFLECTION

Leght : 1of?

Main cast : 

Kim Jong In 

Xi Luhan

Oh Se Hun

Genre:

 sad romance

Author: @LarasYang

Akhirnya ff ini jadi juga… PUFTTT *sujud syukur

Gomawo buat author Kim Hyobin yang sudah memberi tahu Kailu moment beberapa hari yang lalu.*bow

Tidak bisa dipungkiri moment mereka menjadi cambukan besar untuk saya bersemangat membuat FF ini. hahahaha

Dan teristimewa buat seluruh readers setia di WP ini… *hugsatusatu

Saya selaku author dan juga reader sangat menghargai kesediaan para readers disini untuk meninggalkan jejak walaupun hanya beberapa baris, itu sangat berarti buat author amatiran seperti saya.

Meski saya memang jarang membalas comment readers satu persatu*mian itu kebiasaan jelek saya -____-“

Tapi saya benar-benar berterima kasih bagi siapa saja yang telah meninggalkan jejaknya di WP ini. ^^

Sekian dulu deh, ini kata pembukaan paling panjang selama saya ngepost FF disini. hahahah

Semoga part 1 nya tidak mengecewakan para readers yang telah menunggu ya *hope, dan  FF ini sekaligus sebagai obat penawar yang telah menunggu Diffucult to Say. Part terakhir akan di post SEGERA! keep waiting.

Diharap kritikannya.

so last…. HAPPY READING MY LOVELY READERS !

<<<<REFLECTION>>>>

Author pov

.

.

.

Mungkin ini adalah senja terindah yang pernah mereka rasakan. 

Bersama semilir angin yang mampu menusuk kulit.

Meski begitu tak sedikitpun mereka terlihat gentar, seolah ini adalah hari terakhir bagi keduanya untuk bersama.

Hanya sepasang jaket kulit untuk membungkusi tubuh mereka masing-masing yang dingin karena hembusan angin pantai.

Ini bukanlah musim salju, melainkan summer.

Sepasang mata bulat nan indah tak henti-hentinya sedari tadi memandangi sosok namja tampan yang tengah berbaring di pahanya dengan nafas teratur. .

Matanya yang terpejam terlihat sangat damai. .

Syukurlah. . .

Setidaknya sosok itu masih bernafas meskipun matanya tengah terpejam.

Mengusap lembut rambut namja tampan itu dengan sebelah tangannya yang bebas, merasakan keringanan rambut namja itu yang sepertinya sudah banyak berkurang.

Meski nyaris tak berambut, namja tampan itu masih terlihat sangat menawan. Sungguh

“Luhan ah~”

Suara lirih milik namja tampan itu terdengar beriringan dengan terbukanya mata sendu miliknya.

“Sudah bangun eumm? Apa tidurmu nyenyak?”

Sosok cantik yang dipanggil Luhan tersenyum manis menatap lekat pemilik mata sendu dibawahnya,lalu mengecup sekilas bibir pucat milik namja tampan itu.

Terasa dingin. .

“Nae. . Apa mataharinya sudah mulai terbenam?”

Sosok tampan itu mulai menegakkan tubuh lemahnya perlahan sambil mengedarkan pandangannya pada pantai di hadapannya.

Terlalu lemah, sehingga untuk memposisikan dirinya duduk pun Ia harus dibantu.

“Pelan-pelan saja Sehunnie, masih 15 menit lagi.”

Luhan membantu Sehun untuk duduk dengan posisi tepat disebelahnya.

Mereka duduk di sebuah bangku panjang yang menghadap langsung pada sebuah pantai di pedalaman Seoul.

Pantai yang sangat indah,untuk menunggu matahari terbenam.

Seperti permintaan Sehun. .

Selama 6 bulan belakangan ini, sulit baginya untuk hidup bebas seperti sediakala.

“Apa kau merasa dingin? Anginnya sangat kencang!”

Mata sendu Sehun menatap khawatir kearah Luhan,yang kini tengah mengeratkan genggaman tangan mereka.

“Ani. . . Selama kau masih disampingku, aku akan selalu merasa hangat.”

Luhan tersenyum perih menahan sesuatu yang siap jatuh dari kedua pelupuk matanya.

Tidak akan ada yang menyangka, dibalik senyuman itu sesungguhnya Ia sedang memikul beban sangat berat dihatinya.

“Syukurlah. . . Aku khawatir jika kau sakit. Kemarilah!”

Sehun menarik tubuh Luhan untuk lebih mendekat padanya. Lalu menyandarkan kepala Luhan pada bahu sempitnya.

Jemari lemah Sehun mulai mengusap lembut rambut cokelat keemasan milik Luhan, membuat mata Luhan terpejam dengan sendirinya.

Luhan tidak tidur. . . .

Dia hanya ingin menikmati belaian dari kekasih yang sangat dicintainya. .

Yang mungkin suatu saat hal seperti ini akan sangat Ia rindukan. .

Sejenak mereka hanya terdiam, menikmati alunan dari jantung mereka yang mulai berdetak cepat tak seirama.

Menghitung menit demi menit yang terasa semakin cepat berukurang.

Jika diizinkan, mereka ingin memohon pada Tuhan untuk diberikan tambahan waktu agar bisa bersama lebih lama lagi.

Bahkan lebih baik . . .Jika waktu berhenti disini.

Setidaknya, mereka masih bisa bersama.

“Sehunnie,sepertinya sudah lewat 15 menit. Apa kau melihat mataharinya?”

Luhan mulai membuka matanya perlahan, masih mencoba menahan cairan hangat yang terasa semakin mendesak di pelupuk matanya.

Menoleh sedikit kekanan, tempat Sehun tengah duduk sambil menyandarkan kepalanya pada kepala Luhan.

“Nae. . . Ini merupakan senja terindah yang pernah aku rasakan,kau tahu?”

Sehun menatap jauh kedepan sambil tersenyum tipis, enggan memandangi sosok Luhan yang saat ini pasti tengah menatapnya sedih.

Tidak. .

Sehun tak pernah suka jika Luhannya bersedih,terlebih karenanya.

“Benarkah? Waeyeo?”

Pertanyaan bodoh.

Luhan tahu itu, hanya saja Ia ingin mendengar sendiri alasan itu dari mulut mungil kekasihnya,Oh Sehun.

“Tentu saja karena kau masih disisiku Xi Luhan. Babo!”

Sehun mencubit lembut pipi halus Luhan dengan tangan kirinya yang sedari tadi merangkul bahu mungil Luhan.

“Aw appo”

Luhan mendengus pura-pura kesakitan sambil mempoutkan bibirnya lucu.

Tidak. . . Luhan tidak sedang bersikap kekanakan saat ini.

Karena Ia memang tengah merasakan sakit. . Bahkan Sangat sakit. .

Bukan di pipinya. . .

Melainkan di hatinya paling dalam.

Disanalah segala sesak tengah berkumpul dan siap untuk memuntahkan penderitaannya.

“Mianhae. . Hehehe. Aku selalu ketagihan melihat bibirmu mengerunyut lucu seperti itu.”

Kali ini Sehun telah mengangkat kepalanya, menggeser posisinya sedikit kekiri hingga Ia bisa menatap Luhan dengan leluasa.

Wajah cantik Luhan yang selalu membuat Sehun  merasa damai.

Kini terlihat begitu rapuh…

Terlihat mata Luhan tengah berkaca,namun Sehun mengabaikan kenyataan menyedihkan itu, memilih untuk membuat suasana menjadi lebih menyenangkan.

Setidaknya, Ia harus memberi kesan manis pada kekasih yang teramat dicintai dan disayanginya itu.

“Apa kau mencintaiku Xi Luhan?”

Sehun menatap dalam mata Luhan,yang ditatap balas menatap dengan sorot mata seperti menahan rasa perih.

“Hei. . Pertanyaan macam apa itu? Menyebalkan!”

Luhan berusaha bersikap tegar,membuat sewajar mungkin wajah marahnya karena pertanyaan bodoh Sehun, namun lagi-lagi mata Luhan sangat jujur.

Kesedihan terpancar jelas disana.

“Jawab saja. Aku hanya ingin mendengar untuk terakhir kalinya dari mulutmu. Jebal!”

Bodoh. . .

Tidak harus dengan memohon pun Luhan akan senang hati mengucapkan kata itu untuknya.

“Sehun ah~ jangan berkata seperti itu,kau membuatku takut!”

Luhan terlihat khawatir dengan perkataan aneh Sehun,mungkin lebih tepatnya ia SANGAT TAKUT.

Pasalnya kalimat itu sangat mendekati kearah kenyataan yang selama ini sengaja dikubur Luhan dalam-dalam agar dirinya bisa terlihat tegar dihadapan Sehun.

“Katakan kau mencintaiku Luhan~!”

Tatapan mata Sehun semakin terlihat lelah, kali ini Ia menopangkan kedua tangannya pada pundak Luhan.

Tubuhnya sedikit bergetar, Luhan dapat merasakannya.

“Saranghae. . . . Jeongmal Saranghae Sehunnie.”

Luhan mengucap lantang kata yang di inginkan Sehun, sedikit merangakainya menjadi sebuah kalimat yang berasal dari lubuk hatinya terdalam.

Ya. . Luhan sangat mencintai Sehun,mesikupun namja tampan itu telah di diagnosa dokter menderita penyakit mematikan 6 bulan yang lalu.

Leukemia~

Stadium akhir. . .

“Nado Saranghae Luhan chagia. Yeongwonhi”

Sehun tersenyum senang setelah mengucapkan kalimat cinta terakhirnya, sejurus kemudian mulai mendaratkan bibir mungilnya pada bibir tipis Luhan,menciumnya dengan lembut sambil sesekali melumatnya.

Tak ada nafsu yang mengusai mereka berdua, hanya rasa cinta mendalam yang bahkan menciptakan linangan air mata dari keduanya.

Ya. . .Mereka menangis dalam ciuman manis itu.

“Aku lelah Luhan ah~ pinjamkan aku bahumu!”

Sehun berucap lirih, setelah melepas ciuman mereka.

Mengusap sekilas air mata yang masih mengalir di pelupuk mata Luhan.

Luhan seperti enggan berhenti menangis, lebih tepatnya Ia enggan mengizinkan Sehun untuk tertidur di bahunya.

Luhan hanya takut. . .

Jika Sehun tak akan membuka matanya lagi. .

SANGAT TAKUT KEHILANGANNYA.

“Shireo. . Kau jangan tidur dulu Sehunnie,bahkan matahari belum sepenuhnya menghilang. Lihatlah itu!”

Luhan beralasan sambil menujuk arah matahari terbenam, memang belum sepenuhnya menghilang seperti tengah menunggu sesuatu untuk ikut menghilang bersamanya.

Chup

Sehun mengecup lama kening Luhan,sambil mengusap rambut belakang Luhan dengan sayang. Lalu melepasnya perlahan, membuat Luhan merasakan jelas sebuah kenyataan pahit yang akan dipikulnya sebentar lagi.

“Aku benar-benar lelah Luhan. Apa kau tega melihatku selalu seperti ini?”

Luhan hanya menggeleng cepat sambil mengusap kasar air matanya yang tak kunjung berhenti. .

Tidak boleh. .

Luhan sama sekali tak boleh terlihat lemah di depan Sehun. . .

Ia harus kuat, agar Sehun tetap bertahan.

“Ani. . . Aku yakin kau pasti sembuh Sehunnie, kumohon jangan menyerah sekarang!”

Suara memohon Luhan membuat Sehun kali ini tak dapat menahan tangisnya yang sempat meledak saat mereka berciuman tadi. Tapi sepertinya tadi Luhan tak menyadarinya, dan kali ini Ia membiarkan Luhan melihat kelemahannya selama ini. 

Sehun tahu, sangat tahu.. Jika Luhan begitu taku kehilangannya. 

Tapi tidakkah Luhan tahu?

Bahkan dirinya lebih takut lagi meninggalkan Luhan.

Meninggalkan separuh nafas dan jiwanya…….

Itu menyakitkan!

Hiks

Hiks

Hiks

“Uljima Sehun ah~ apa kau benar-benar lelah?”

Luhan tak tau harus berbuat apa lagi jika Sehun sudah menagis seperti ini. Ia hanya bisa mengusap air mata itu dengan tangannya yang mulai gemetar.

Apa yang harus Ia lakukan?

Luhan belum siap. .

Dan selamanya tak akan pernah siap untuk kehilangan Sehun.

Sehun memang jarang sekali menangis, apalagi dihadapan Luhan.

Apa memang sudah waktunya untuk Luhan menyerah!

Melepas beban penderitaan Sehun dan dirinya sendiri terhadap takdir Tuhan yang begitu menyakitkan ini.

“Baiklah, kau boleh beristirahat sekarang!”

Dengan berat hati menahan segala sakit dan perih dihatinya, Luhan berusaha tersenyum manis kearah Sehun, membuat Sehun menghentikan tangisnya dan ikut tersenyum bersamanya.

“Gomawo nae Luhan. Aku akan sangat bahagia jika kau selalu tersenyum seperti ini. Berjanjilah padaku!”

Sehun mengusap lembut pipi kurus Luhan,sebelum akhirnya Luhan mengangguk dan mengucapkan janjinya  pada Sehun.

“Nae yaksok.”

Mendengar Luhan telah berjanji akan selalu tersenyum membuat Sehun tenang. Ia mulai menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan, lalu menutup matanya ringan beriringan dengan menghilang sempurnanya matahari yang tergantikan oleh cahaya bulan.

Sehun tersenyum dalam tidur panjangnya.

“Sehunnie…”

“________”

“Apa kau sudah tidur?”

“________”

“Ck. Curang! Bahkan kau tak menungguku untuk ikut memejamkan mata bersamamu”

Hiks

Hiks

Hiks

Kali ini dada Luhan benar-benar terasa sesak, semuanya seperti mendesak ingin keluar.

Ia hanya ingin menangis sekuat-kuatnya saat ini. . .

Bukankah melepas seseorang, terlebih yang begitu kau cintai itu sangat sulit?

Bahkan tak cukup hanya dengan air mata. .

Luhan menagis sepanjang malam di pinggir pantai itu, sambil mendekap sosok dingin tak bernyawa dipelukannya.

Berharap kehangatan dapat membangunkan Sehunnya kembali, namun Ia tahu itu hanya harapan kosong yang semakin merobek hatinya.

Sehun telah pergi, dan Luhan benar-benar telah kehilangannya.

6bulan kemudian.

Author pov

Seorang namja tampan terlihat tengah asyik mengelilingi sebuah rumah unik.

Rumah yang dikelilingi kaca pada setiap sudut ruangannya. *bayangin rumah di Full House

Dengan halamannya yang luas, dan taman kecil yang langsung menghadap ke sebuah pantai.

Sosok tampan itu terlihat tersenyum puas pada sosok paruh baya disebelahnya,yang ditatap pun balas tersenyum tak kalah puasnnya.

“Apa anda suka Kai ssi?”

“Sangat. Saya akan membayar lunas hari ini juga. Gomawo”

Namja yang disapa Kai itu membungkuk sekilas lalu mengantar sosok paruh baya itu menuju pintu keluar.

“Jika ada keluhan, segera hubungi saya. Anda boleh menukar setiap prabot yang telah tersedia di rumah ini,jika anda mau. Saya permisi dulu.”

“Baiklah,annyeong”

Lagi Kai membungkuk sopan sambil melambaikan tangannya pada sosok paruh baya yang bekerja pada usaha jual beli rumah.

Mulai memutar langkahnya memasuki rumah idamannya itu saat dirasa orang tadi telah menghilang cukup jauh dari penglihatannya.

“Ah. . Akhirnya”

Kai menghempaskan tubuhnya yang penat pada sebuah sofa empuk tak jauh dari ruang TV.

Ia tersenyum sendiri, terlihat sangat bahagia karena bisa menemukan kediaman baru yang sangat cocok dengan keinginannya.

Akhirnya dia bebas juga. . .

Tempat ini sangat jauh dari pusat kota, dan mustahil sekali kedua orangtuanya bisa menemukannya disini,kecuali mereka berkerja sebagai penguntit.

Kai baru saja lulus dari sekolah menengah atasnya, dan dia ingin melanjutkan kuliahnya di jurusan Art, karena itu adalah bidang keahliannya khusunya dance.

Namun. . . Kedua orang tua Kai sangat menentang pilihannya.

Mereka ingin Kai mengambil jurusan perbisnisan dan majemen agar bisa menjadi penerus perusahaan apaanya kelak.

Kai sangat tidak suka diatur , terlebih menyangkut hobinya yang satu itu maka jadilah dia kabur kesini.

Berharap Ia bisa mendapatkan ketenangan sebelum memulai kuliahnya 1 bulan mendatang.

Semoga saja. .

Author pov end

Luhan pov

6 bulan berlalu semenjak kepergian Sehun.

Jujur. . Aku belum bisa menerima kenyataan itu.

Sama sekali belum. .

Bahkan aku selalu berharap sosok Sehun akan mendatangiku kerumah ini, karena itulah aku tak pernah ingin melepaskan kediaman Sehun meski orangtua Sehun telah berencana menjualnya dengan alasan terlalu banyak kenangan Sehun disini.

Aku tak akan terpengaruh. .

Dengan bekal kunci cadangan ditanganku, aku bisa dengan leluasa memasuki rumah ini kapan saja.

Bukannya aku ingin berbuat seenaknya.

Hanya saja. . . .

Aku takut jika melewatkan kedatangan Sehun kembali kesini. Aku masih berharap dalam harapan yang sangat tipis. .

Bodoh. . .

Aku tahu itu mustahil. .

Saat ini, aku tengah berbaring di kamar nyaman Sehun yang tak pernah kurubah susunannya sekalipun, bahkan aroma tubuh Sehun masih melekat disini.

Kamar Sehun bukanlah kamar utama. Karena masih tersisa sebuah kamar lain yang sangat besar,bekas kamar orangtua Sehun.

Rumah ini memang bukan rumah satu-satunya milik keluarga Sehun, tapi mejandi rumah favorite Sehun satu-satunya semenjak Ia divonis menderita Leukemia.

Rumah yang damai dan jauh dari keramaian kota.

Aku memutuskan menghabiskan libur kuliahku yang sebentar di kota terpencil dari Seoul ini, ingin mengulang memori lamaku yang begitu indah bersama Sehun.

Kali ini, aku berjanji tak akan lagi menangis. Karena jujur saja, setiap mendatangi rumah ini aku selalu sulit untuk mengendalikan air mataku.

Harus memulai dari mana ya?

Ahh. .

Sepertinya ruang TV cukup menyenangkan.

Aku melirik sekilas jam dinding di kamar Sehun. .

Pukul 4 sore waktu korea.

Woah tepat sekali. .

Siaran TV battle dance akan segera mulai.

Itu tanyangan favorite Sehun. .

Dia akan selalu ikut ngedance jika melihat acara itu. Dan dengan senang hati aku akan menjadi penontonnya.

Aku harus bergegas turun. .

Sepertinya sudah terlambat 5 menit.

Dengan langkah riang namun hati sedikit perih aku berlari cepat meuruni anak tangga yang langsung berhadapan dengan ruang makan.

Belok kekiri, itu adalah ruang TV.

Aku berjalan dengan antusias dan sedikit berdebar kesana. .

Masih berharap sosok Sehun muncul walau hanya sekejap.

She is my ba aaby

Deg

Lagu itu. .

Sehun sangat menyukai gerakan dance dilagu itu. .!

Omo. . Apa Sehun benar-benar datang dan tengah menonton TV saat ini?

Sepertinya aku sudah mulai tidak waras.

Mungkin aku hanya salah dengar.

Ya sepertinya begitu.

Tanpa ragu aku melanjutkan langkahku menuju ruang TV yang semakin kudekati semakin menjelaskan pedengaranku akan lagu tadi.

Apa kali ini aku bermimpi?

Bahkan aku bisa melihat sosok Sehun tengah menari disana.

Mengerjapkan mataku berulang kali,namun sosok dihadapanku tak kunjung hilang.

Kali ini aku memutuskan mencubit pipiku sendiri dan. .

Ah Sakit. . .

Berarti ini bukan mimpi.

Dengan rasa bahagia membuncah aku mendekati sosok Sehun yang tengah menggerakkan tubuhnya lincah seiring dengan hentakan lagu favoritenya.

Berjalan pelan,berniat untuk mengangetkan Sehun.

Saat posisiku hanya tinggal beberapa meter darinya,aku mendekap tubuhnya cepat dari belakang, karena Sehun saat ini sedang membelakangiku.

Aku dapat merasakan hangat tubuh Sehun mengalir ke tubuhku,dan aromanya yang sama menyegarkan penciumanku.

Aku benar-benar merindukannya Tuhan….

“Sehunnie, akhirnya kau kembali”

Aku tak pernah berfikir sebelumnya Tuhan akan mengembalikan Sehun padaku secepat ini. .

“Eh?”

“Aku merindukanmu. . Sangat”

“Aishhh. Apa-apaan ini? Kau membuatku sesak.”

“Sehunnie, apa kau tak merindukanku?”

“Ya! Aku bukan Sehunnie. Lepaskan aku!”

Bukan Sehun?

Apa aku tidak salah dengar?

Aku memutuskan untuk melepaskan pelukanku, dan otomatis sosok yang aku yakini Sehun ini membalikan badannya menatapku.

Aku tercengang saat melihat wajahnya.

Seperti ada palu yang menghantam kepalaku hingga membuatku tersadar.

Dian memang bukan Sehun.

“Kau bukan Sehun?”

“Bahkan aku tak pernah mengenal nama itu!ck”

Astaga. . .

Apa yang tengah terjadi padaku..?

Sudah jelas wajah mereka sangat berbeda, tapi mengapa?

Mengapa aku bisa melihat jelas sosok Sehun pada dirinya?

.

.

.

TBC RCL ^^GOMAWO

90 thoughts on “FF HUNKAIHAN- REFLECTION PART 1

  1. yah kecepetan sehun meninggalnya…
    kyaaaa luhan ge sabar yaa! jangan sedih terus!

    inget masih ada sosok lain nanti! sosoknya kai ya thor? cocok sih soalnya sama2 suka dance ya.

    okey~ lanjut

  2. Aku lupa uda prn komen ap blum, jd klo komennya double gpp yah -_-
    Wkkwkw

    Huwaaaa, aku sukaaa crta yg bginiaannnnn~
    Tp ksian sih sehun Mati T.T
    Duh kai jgn galak2 dong sm luhan *tendang kai

  3. Theuhun mati ya><terus gimana tar hubungan kai ma baeki.lw luhan nganggap kai sehun.atwkha kai aka suka pada luhan kah.?gak sabar part selanjutnya.

  4. Mian eon baru sempet baca ‘-‘ Tapi kayaknya (maaf) ada kritik yg perlu diperhatikan.
    1) Seoul tidak punya pantai. Okesip
    2) Entah sengaja atau enggak, tapi My Lady itu lagu teasernya Kai

    Kayaknya itu doang yang aku temuin hehe. Selebihnya bagus… Aku suka. Laras eon, di FF pertamamu yg aku baca ini image FF buat eon adanya DAEBAK!
    Selamat berkarya lebih jauh ^^ Jjang~

  5. Waahh author Key..aq baru baca FF ini soanya yang ketiga baru di post.Mian FF ini terlewat. Tapii ceritanyaa baguss>< walaupun awalnya sedih pasti ada cerita baru Kai and Lulu, Hhehe.*CuzKePart2*

  6. ada part tiganya…..jadi aku baca part satunya dulu biar ngerti jalan ceritanya hehehe
    nahnahnahhhhhh jadi kangen drama full house. dan sehun udah meninggal? oh jadilah KaiLu, yakan? hahaha
    oke mau baca part dua dulu..gonawoo

  7. aduh aduh author ga sengaja buka ini ff dan baru awal baca udah nyesek bgt ini😦
    wah jadi next chap fokus ke kailu , okay lanjut baca :*

  8. Ahhhh lupa pernah baca apa belum ff yg ini ahaha
    Soalnya pas liat update chap 3 aga bingung Ceritanya yg mana jadi liat k chap 1 deh hihi

    Kai tuh ceritanya mirip sehun yah tapi bukan secara fisik kan
    Luhan maen peluk aja ahaha
    Jadinya kan salahpaham
    Kasian sehun ngidap penyakit leukimia gitu (˘̩̩̩^˘̩̩ƪ)
    Mudah2n kai g yah jadi yg jagain luhan kan kai sekarang *eh haha

    Seru ceritanya mau lanjut k next chap aja ahah
    (ง’̀⌣’́)ง

  9. wkwkwk semua pertanyaan di chap 1 kejawab semua disiniiii..aduh nyesek banget pas sehun meninggal di pelukan luhan..hiks…tapi sejauh ini seru seru aja sihhhhh tapi…kayaknya pendek banget._.jjangg

  10. yaaah yaaah sehun meninggalnya kecepetan huhu
    sedih pas percakapan di bangku itu huk huk
    apalagi pas luhan engga mau minjemin bahunya huweee
    waaah kai mirip sehun yaak? begitu yaaak? nanti lulu-nya jatuh cinta sama kai kah?

  11. annyeonghaseyo mousekey-ssi, aku reader baru /bow/ tp agak lama jg sih udh 6 bulanan tanya ke ranachan /weh ngaco-,-/ tp udh banyak baca ff dsni tp yg ini blm tp yg when the midnight udh abis genrenya hantu xixixi~ *dilempar sendal #berisik

    ituh sehun meniun pan T_T lah mw meniunnya ngejleb bnget yak tp mudah2 dy tenang dan bhagia dsna, amin *ditendang sehun ._.

    Kai galak yah eiguuu~ jgn gtu entar kena getahnya loh /nangka kalee~ getah :D/ dan luhan jgn kebayang sehun aja, gmn byangin klo aku ajah yg dibyangin

    okesip~ meluncur ke chap 2 yuhuuu~

  12. Hadohhhh hadohh..
    Ternyata aku blm bacaa..
    Hihiii gpp ya.. Ga telat jg baca sekarng..

    Benerrann..
    Sedihh ternyata kisaah luhan dan sehun ituu..
    (˘̩̩̩.˘̩ƪ) sampe ada gumpalan bning disudut mata aku nii..

    Btw kai punya uang bnyk bener ya.. Baru lulus sma aj udh beli rumahh..
    Hihiii *ngirii

    Umm.. Ternyata begitu kegemaran yg sama antara kai dan sehun membuat luhan berfikir bahwa itu sehun cuma dalam wujud org lain..
    Dia memutuskan untuk gila *dalam berfikir* yg penting kai dianggap sehunn..

    I seee.. (-̴̴̴̴̯͡ .̮ -̴̴̴̴̯͡ )

    Thorrr.. (♥-̮♥) aku sukaaa.. Miann bru bacaa.. Hehee

  13. aku baru baca, readers baruuu aduuhh suka ceritanyaa nangis masa pas bagian sehun yang meninggal itu *ketauan cengengnya -.-

    sian sehun belum2 udah tiada *namanya juga KaiHain /dijitak author -_-a

    tapi so far keren kok aaaa♥♥♥

  14. luhaann kasian iihh😦
    jan terlalu mikirin org yang udh ga ada..
    sehun ga bakal balik..
    nanti mrka bakal kaya full house gitu ? wahh pasti daebakk..
    daebbakk ka😀

  15. luhaann kasian iihh😦 sediih iih galau sehunnya mati😦
    luhan jan terlalu mikirin org yang udh ga ada..
    sehun ga bakal balik..
    nanti mrka bakal kaya full house gitu ? wahh pasti daebakk..
    daebbakk ka😀

  16. emak!!!!!!!! ini ff bkin greget pengen cpet2 ke chapt brikutnya

    hah…Nyesek ya sehun mati…Hunhan kepisah dah😦
    tp gwaenchana…Ada kai … i love kailu so much…*Plaak

    ok…Nice ff thor
    critanya menarik… i like (y)

  17. uwaaaaa…! kenapa sehunnie mati?? sedih,, tapi walaupun begitu tetep seru kok! bikin penasaran! daebaaaakk!!

  18. Aku udah pernah komen disini belom ya? Kya nya belom tapi kl dobel gapapa kan ya eon drpd ga komen h3h3.

    Aduh sedih bgt sehunie mati nya cepet bgtt . Ini kira2 kailu ya? Oke sip haha /apa coba. Lanjut terus ya eon!!

  19. Sehunnie,, katanya tidur?? Baru nutup mata/? kok mati??? T^T Kasian Luhan T^T Semoga Kai bisa gantiin posisi nya Sehun wkwkwk :3

  20. Ahh Hunhan nya bentar bgt ToT Sebenernya ga terlalu suka ff yg ada Kai nya *gataukenapa* tapi berhubung ada Luhannya aku baca dehh.. Hehehehe.. Tapi keren kok kak!! Yaa semoga aja Luhan bisa lupain Sehun & semoga ga ditinggalin/tersakiti.. Kkk~ apalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s