FF EXO-MISSING STAR ONESHOOT

Title : MISSING STAR

Leght : ONESHOOT

Main cast : 

EXO

Genre:

Family romance

Rating:

PG-17

Author: @LarasYang

Lagi demen bikin yang baru-baru. hahahha.

Masih banyak ff chapterd yang belum kelar -____-“

Astaga author macam apa saya!?

Semoga suka dengan oneshoot ini ya…

Saya belum mengenal Exo keseluruhan,jadi mianhae kalau ada faktanya yang melenceng.

Mohon bantuannya dengan kritik dan saran. *bow

 

HAPPY REANDING MY LOVELY READERS^^

<<<<MISSING STAR>>>>

AUTHOR POV

Seorang namja tampan terlihat tengah melamun sambil memandang kerlip bintang dilangit.

Langit terlihat begitu cerah meski malam semakin menjelang.

Sepertinya bintang menjalankan tugasnya dengan baik. . .

Menerangi malam. . .

Bahkan malam tak pernah berfikir apa jadinya Ia tanpa bintang disinya.

Mungkin akan sangat gelap dan

HAMPA. . .

Bintang sesungguhnya juga tak akan bersinar indah jika bukan dengan malam. .

Dengan kata lain

Mereka saling terikat dalam hubungan kasat mata. . .

Yaitu takdir. . .

Takdir yang tanpa sengaja mengikat mereka, dalam melodi keindahan.

“Hei. Belum tidur?”

Sapa seorang namja imut bermata belok tengah mengamati sosok namja layaknya malam yang bertopang dagu sambil menatap jauh keluar jendela kamarnya.

“Aku belum mengantuk hyung”jawabnya datar tanpa menoleh.

Sekilas namja ini terlihat sangat dingin dengan tatapan matanya yang menusuk.

Siapa yang tahu, jika di dasar hatinya dia memiliki perasaan hangat luar biasa.

“Tidurlah. . .! Besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali ke China”

Namja bermata belok itu masih saja mengoceh meski matanya tengah mengantuk.

Ia sudah dari tadi terbaring di kasur empuknya,namun naluri eommanya seperti membangunkannya kembali.

Dan benar saja, Ia mendapati satu anaknya (?) yang masih betah untuk terjaga.

“Sebentar lagi hyung. . Aku masih merindukannya”

Namja tampan itu terlihat murung saat mengucapkan kalimatnya.

“Nugu?”

“Bintang!”

“Mwo?”

“Sudahlah EOMMA! Kau tidur saja duluan. . Aku bukan anak bayi yang mesti kau khawatirkan berlebihan seperti ini”cibirnya sambil menekan pada kata eomma, sengaja mengejek namja bermata belok itu.

Sesungguhnya namja bermata belok itu sedikit kerepotan jika harus dipanggil eomma,dengan jenis kelaminnya saat ini.

“Ya Kkamjong!”keluhnya, kini mata beloknya sudah terbuka sempurna menatap tajam sosok dingin di sampingya.

“Wae?”

Namja yang disapa kkamjong itu hanya tertawa pelan sambil memanyunkan bibirnya.

Innocent

“Yasudahlah sesukamu Kai! Tapi aku sebagai hyungmu hanya ingin mengingatkan,meski kau di juluki mesin menari kau tak benar-benar memiliki sifat seperti mesin yang sanggup bertahan seharian tanpa istirahat. Bahkan fisikmu terlihat cukup lemah dari yang lainnya.”

Celotehannya benar-benar seperti seorang eomma membuat Kai hanya terseyum tipis terbayang kata-kata eommanya yang persis sama dengan Hyungnya ini.

“Nae. . Nae arraseo eomma” kali ini kata eomma diucapkan tulus oleh Kai,karena Ia paham,hyungnya itu benar-benar mengkhawatirkannya.

“Ck. Panggil aku hyung. D.O hyung! Jinjja”

D.O hanya melanjutkan tidurnya tanpa menunggu jawaban Kai yang sesungghnya tak berniat juga menimpali perkataan hyungnya lagi.

Entah mengapa Kai lebih suka memanggil D.O eomma di dorm mereka.

“Jumusaeyeo eomma”

“Xiu min. . Kau sudah bangun?”

Suara lembut dengan pembawaannya yang cool keluar dari mulut mungil namja jangkung yang tengah bersiap membangunkan semua anggotanya. Itu tugasnya sebagai seorang leader .

“Nae. . . Kau baru akan membangunkan yang lain?”Sahut Xiu min sambil menguap.

Ah. . Sepertinya Ia masih mengantuk, bagaimana tidak jika semalaman Ia harus menemani Luhan bermain game. Entah mengapa roommatenya itu tak bisa tertidur semalam, seperti ada yang menghalanginya untuk tertidur.

“Apa kau tidur larut semalam?” Tanya Kris sedikit mengerutkan alis melihat Xiu min menguap lebar sekali.

“Begitulah. Flower boy itu bertingkah semalaman” jawab Xiu min santai seolah hal itu sudah biasa terjadi.

“Hemm baiklah. Aku akan mulai membangunkan yang lain dulu. Sepertinya Luhan butuh waktu tidur sedikit lebih banyak. Kau bergegaslah mandi!”

Xiu min tak membalas kalimat Kris, hanya tersenyum dan langsung melaksanakan intruksi leadernya itu.

Ah. . . Bahkan disaat baru bangun tidur dan belum mandipun

karisma Kris sebagai seorang leader tampak jelas.

Begitu menawan. . .

Keadaan yang sama terjadi pada sub grup mereka yang masih berada di Seoul.

Leader appa Suho saat ini juga tengah membangunkan para anak-anaknya, dengan dibantu sang eomma D.O yang terlebih dahulu telah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.

“Channie ah~ireona. .!”

Suara lembut kebapakan milik Suho menggema di ruangan yang cukup hangat ini.

Bisa terhitung panas.

Itu lamar Baekyeol. .

Ya siapa lagi. . .

Pasti kerjaan Baekhyun. .!

Ia tak pernah bisa tahan dengan dingin. . .

Maka dari itu, Ia suka sekali meninggikan derajat Suhu hingga membuatnya merasa lebih hangat.

Chanyeol yang telah mengetahui kebiasaan Baekhyun itu hanya bisa menerima dan mengalah. Meskipun pada akhirnya Ia selalu berakhir tidur di lantai yang dingin. Chanyeol Lebih memilih tertidur disana, setidaknya lebih terasa dingin.

“Ya. Bangun! Kau lama-lama akan terserang penyakit jika tertidur di lantai seperti ini terus” ucap Suho dengan nada khawatir.

“Eunngg. Sebentar lagi hyung, kau bangunkan si Baekki dulu saja!” Tolak Chanyeol yang masih memejamkan matanya malas.

“Nae baiklah, setelah itu kau juga harus ikut bangun”lanjut Suho lagi dengan sabar. Memang tipikal appa sangat melekat pada dirinya.

Sabar dan pengertian itulah Suho.

“Baiklah Hyung,tapi suruh Baekki yang bangunkan aku! Dia yang telah membuatku menjadi gembel seperti ini.” -_______-modus Chanyeol

Tanpa menghiraukan permintaan kekanakkan Chanyeol, Suho melangkah pelan menuju sisi ranjang Baekhyun dan mulai membangunkannya.

Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun lebih mudah untuk dibangunkan.

“Baekki ah~” sela Suho saat Baekhyun ingin beranjak menuju kamar mandi.

“Nae Hyung,wae?” Tanyanya sedikit bingung saat dikira hyungnya itu telah keluar dari kamarnya.

“Chanyeol memintamu membangunkannya. Mohon bantuanmu!” pinta Suho sambil tersenyum ramah.

“Baiklah hyung”

Tak akan ada yang bisa menolak permintaan namja sebaik dan sesabar Suho.

Hampir semua dari member Exo M telah berkumpul di ruang makan dorm mereka,hampir berarti belum semua karena masih tersisa satu diantara mereka yang tengah tertidur pulas di kamarnya.

“Luhan gege mana?” Tanya seorang namja bermata tajam membunuh pada sosok karismatik di hadapannya.

“Di kamarnya,sepertinya Luhan masih lelah karena bergadang semalaman. Jadi. . . Aku membiarkannya beristirahat sejenak lagi.” jawab Kris sambil menatap lekat mata namja dihadapannya,Tao.

Tao balas menatap namun sejurus kemudian dia memalingkan matanya dan mulai menatap Xiu Min penuh tanya.

“Hyung,apa yang kalian lakukan semalaman?” Tanya si maknae itu penuh selidik. Mata tajamnya yang hitam legam itu seolah menenggelamkan sinar matahari pagi ini, membuat Xiu min paksa menelan salivanya.

Ia tak takut, lagi pula Tao itu dongsaengnya.

Hanya saja. . . .

Ia masih belum terbiasa dengan tatapan itu. .

“Hei jangan menatap ku seperti itu! Luhan yang memintaku menemaninya bermain game sampai larut” bela Xiu Min untuk dirinya.

“Oh. Begitu? Pasti Luhan Hyung sedang merindukan seseorang!”tanggap Tao seperti seorang peramal.

“Apa? Merindukan siapa maksutmu?”sela Lay tiba-tiba sedikit panik.

“Aku tidak tahu”jawab Tao santai sambil menaikan kedua bahunya.

“Lalu mengapa kau berkata seperti itu tadi?” lanjut Chen buka suara karena sedari tadi sudah sedikit bosan berdiam diri dengan perut lapar.

Belum ada yang boleh menyentuh makanan, jika semua member belum terkumupul.

Itu adalah kesepakatan yang mereka buat sendiri, untuk lebih menjalin keakraban mereka.

“Karena aku pernah merasakan hal yang sama.”Ucap Tao kemudian dengan polosnya tanpa tahu jika Kris tengah memandangnya tak biasa.

Tatapan menusuk. .

Tapi sepertinya Tao terlalu innocent untuk mengetahui arti tatapan Kris.

“Tao” sela Kris cepat,takut jika Tao akan meneruskan kalimatnya dan menyebutkan nama orang yang pernah Tao rindukan itu.

Ini masih pagi, Kris tak ingin membuat harinya buruk dengan pernyataan tak diharapakan dari Tao.

“Ya gege”

“Bisa tolong kau bangunkan Luhan?”

“Aku?”

“Ya, kau”

“Tapi mengapa aku?”

“Karena aku memilihmu,tidak ada alasan lain.”jawab Kris sambil tersenyum membuat Tao tambah mengerutkan keningnya.

Masih bingung.

Sedang ketiga lainnya, Chen,Lay dan Xiu Min hanya bisa menggeleng melihat kepolosan Tao.

Menggemaskan.

Manager mereka,Exo K telah memesan penerbangan pertama menuju China hari ini,karena Exo K bersama Exo M akan mengisi salah satu acara disana.

Seperti susunan roommate, mereka duduk berdampingan dipesawat. Suho dengan Sehun,Kai dengan D.O dan tak lupa pula Baekhyun dengan Chanyeol.

Mereka dengan pasangan masing-masing terlihat asyik mengobrol namun tidak dengan satu pasangan, yaitu Baekyeol.

Seperti hal aneh telah terjadi pada mereka yang biasanya selalu terlihat mesra dan akur bersama.

Kali ini seperti ada tembok tak terlihat yang memisahkan mereka, membuat Chanyeol lebih memilih untuk tidur daripada memandangi tembok di sebelahnya.

“Hyung,ada apa dengan mereka? Tak biasanya diam sepanjang perjalanan?”Tanya Sehun sedikit merasa aneh tak memiliki teman ribut seperti biasanya.

“Entahlah. Hyung juga tidak tahu Sehunnie. Coba kau tanyakan sendiri pada mereka!” ucap sang appa Suho bijak.

“Aku sedang tak ingin diganggu”ucap Chanyeol tiba-tiba dengan posisi tengah membelakangi Baekhyun.

“Ck. AKU JUGA”lantang Baekhyun tak mau kalah.

“Astaga, bahkan disaat tak akur pun mereka sangat kompak.”Celetuk eomma D.O menanggapi sifat anak-anaknya itu.

“Benar hyung. Mereka couple paling terkenal di Exo=Baekyeol. Hunhan saja kalah”ucap Sehun polos membuat hati Kai mendesir ngilu.

Hunhan?

Sehun dan Luhan. .

fikir Kai malas dalam mata tertutup.

D.O hanya memandangi Kai disebelah kirinya seolah mengerti apa yang tengah Kai fikirkan.

“Kai”

“Eumm”

“Kau sakit?” tanya D.O peduli.

Pasangan Kaido memang terkenal paling hangat, karena mereka berdua sama-sama memiliki sifat peduli dan hangat meski Kai jarang sekali memperlihatkan sifat amazingnya itu.

“Hanya sedikit lelah Hyung”

“Ck. Kau sih tak mendengarkan omonganku. Tidur larut saat seharusnya kau bisa beristirahat di sela kesibukan kita.”

Kalau sudah begini Kai hanya bisa bersabar mendengar omelan eommanya itu, terlalu lelah untuk sekedar membantah.

Sebenarnya bukan tubuh Kai saja yang tengah lelah, tapi juga hatinya. .

Hampa karena terlalu merindukan seseorang.

“Sudahlah D.O! Lebih baik kau juga istirahat dulu saja, karena sepertinya kau bangun pagi-pagi sekali tadi hanya untuk memasak.”Sela Suho sang appa menghentikan omelan panjang D.O yang tak akan ada ujungnya.

Biasanya di setiap acara Live Exo, D.O akan terkesan dingin dan diam.

Namun sesungguhnya D.O begitu nagging dan pedulian, maka karena itu dia di juluki eomma oleh yang lainnya.

“Baiklah”ucap D.O akhirnya sedikit bersemu.

Entah mengapa, setiap mendapat perhatian dari Suho, Ia merasakan hangat.

“Ajieee. Sudo moment. . Eomma appa.”Ledek si evil maknae pada dua hyungnya yang tengah salah tingkah saat ini,terlebih D.O.

“Aishhh. Kau juga tidirlah Tehunnie! Lihatlah hyung-hyungmu yang lain telah tertidur pulas. Sepertinya mereka kelelahan karena latihan kemarin.”Perintah sang appa pada anak bontotnya dengan sedikit aksen cadel Sehun.

“Ah hyung” rajuk Sehun sambil mempoutkan bibirnya imut.

“Hahaha. Cepatlah tidur!”

“Gege”

“Eung”

“Luhan gege”

“Sehun ah~”

“Sehun? Ini aku Tao” ucap Tao polos.

“Eh? Tao?”

Luhan terkesiap sambil mengerjapkan mata berkali-kali.

“Yang lain sudah menunggumu gege. Mereka seperti harimau kelaparan saja.” Ejek Tao saat mengingat tampang-tampang aneh Hyungnya tadi di meja makan.

“Ah. Iya. Aku akan segera turun. . 10 menit” ucap Luhan bangun sambil bergegas mandi.

“Tunggu gege! Mengapa kau memanggilku Sehun tadi? Apa yang tengah kau rindukan itu dia? Tanya Tao ingin tahu.

“Eumm? Apa aku begitu tadi? Aku tidak sadar. . Sungguh”tanggap Luhan sedikit bingung.

“Eumm. Ya sudahlah. . Gege mandi saja. Aku tunggu dibawah”ucap Tao akhirnya sambil melongos keluar kamar.

“Baiklah”

“Tao. . Luhan gege mana? Masih belum bangun?”Tanya Lay ingin tahu saat Tao kembali menampakan batang hidungnya.

“10menit lagi katanya. Luhan gege tengah mandi. Ah iya, aku sedikit heran dengan Luhan gege, mengapa Ia bisa salah memanggilku Sehun ya tadi?”ucapnya pada semua yang ada disana. Tapi yang paling terlihat antusias Kris dan Lay.

“Ah benarkah bagaimana bisa?”Lay semakin terlihat murung.

“Mungkin karena kalian sama-sama maknae”sergah Kris tak ingin jika yang lainnya berfikir macam-macam. Terlebih Tao, Kris takut Tao akan berkecil hati.

“Ah masuk akal” Xiu Min nimbrung sambil manggut-manggut. Karena Ia roommate Luhan, jadi dia tahu kebiasaan Luhan. Sebelumnya Luhan tak pernah salah memanggil begitu.

“Hei. . Apa aku tengah menjadi topik hangat pagi ini?”Sapa Luhan dari kejauhan membuat seluruh mata tetuju padanya kini.

“Errr. Tolong tatapan kalian. Jangan seperti itu!”Pinta Luhan saat semuanya memandangnya lekat kini.

“Duduklah. . Kita sudah lapar”ucap Kris menyudahi tatap menatap tak jelas itu.

“Baiklah. Tubushi. . Karena telah menungguku lama!”ucap Luhan menyesal sebelum akhirnya duduk dan mereka makan bersama.

Semua member Exo kini telah terkumpul 12,berjalan menuju gedung acara dengan perasaan antusias untuk segera menghibur fans mereka di China.

Dengan formasi lengkap, mereka akan memberikan yang terbaik untuk para exotic. .

Terlihat mereka sangat akrab! Meskipun selama ini Exo K dan M terpisah negara.

Luhan tengah berjalan bersama Sehun. Saling mengobrol, seperti ingin melepaskan rindu.

Mereka terlalu asyik berdua, hingga tak menyadari ada sepasang mata menatap mereka panjang.

Entah apa arti dari tatapan itu, yang jelas sepanjang perjalanan Ia tak pernah lepas menatap Luhan.

“Dugaanku benar,orang yang dirindukan Luhan gege adalah Sehun”gumam Tao pada dirinya sendiri, namun masih bisa terdengar oleh sosok dibelakangnya.

“Kai. . Apa yang kau lihat?”Tegur D.O,namun sosok yang di tegur tak bergeming sama sekali.

D.O hanya menggeleng menerima respon dingin Kai sambil mempercepat langkahnya mengejar Baekhyun yang tampak sendiri tanpa Chanyeol disisinya.

“Hei Baek. . Mana belahan jiwamu?” tanya D.O pada wajah berkerut Baekhyun.

“Nugu?”Balasnya dingin,tak berminat.

Sepertinya Baekyeol couple memang benar tidak dalam keadaan baik-baik saja. Chanyeol terlihat tengah asyik mengumbar leluconnya pada leader tampan Kris yang hanya tersenyum simpul menanggapinya,bahkan tatapan matanya tak fokus.

Tidak seperti Baekyun yang akan tertawa terjungkal jika mendengar perkataan konyol Chanyeol.

“Ya hyung. . Kau tak mendengarkanku eoh?”Dengus Chanyeol menatap Kris.

“Aku dengar. Hanya saja, aku sedang memikirkan sesuatu”jawabnya jujur.

“Sesuatu?apa?”Tanya Chanyeol ingin tahu.

“Apa terjadi sesuatu denganmu dan Baekhyun?”

Kris menaikkan sebelah alisnya,menatap penuh tanya pada sosok yang tengah manyun disebelahnya.

“Hyung tanya saja padanya!”Jawab Chanyeol acuh tak acuh.

“Biasa hyung. Masalah internal keluarga”celetuk Sehun yang berada disebelah mereka.

“Hahahaha. Sepertinya aku melewatkan banyak hal tentang kalian”sambung Luhan yang ada disebelah Sehun.

“Aishh. Kalian beraninya main keroyokan ya.”Protes Chanyeol tak suka.

Sebenarnya Chanyeol bukanlah orang yang sensitif, hanya saja Ia cemburuan. Dan mungkin Ia tengah cemburu melihat kemesraan Hunhan couple.

Ingin seperti mereka yang selalu akur.

Meski hubungan Hunhan lebih terlihat seperti brother complex.

“Luhan hyung. Kau terlihat lelah? Waeyeo?” Tanya Chanyeol tiba-tiba setelah tanpa sengaja mengamati guratan hitam samar disekitar mata Luhan.

“Benar hyung. Ada garis hitam di sekitar matamu”lanjut Sehun yang baru sadar. Saking hebohnya melepas rindu sampai tak menyadarinya.

“Ah ini. . Hanya kurang tidur saja”ucapnya datar sambil terseyum meyakinkan bahwa Ia baik-baik saja.

“Kurasa Kkamjong juga kurang tidur”gumam Chanyeol tak jelas, membuat Kris,Luhan dan Sehun melihat kearahnya.

“Maksutmu?”Tanya Luhan akhirnya yang paling terlihat penasaran.

“Aku juga melihat lingkaran hitam dimatanya.”bisik Chanyeol seolah Ia tengah membocorkan rahasia besar seseorang yang menatap kearah mereka saat ini.

Bukan. . Kai bahkan tak tahu topik pembicaraan mereka saat ini.

Matanya sedari tadi memang tak pernah terlepas dari Luhan.

“Benarkah?”Tanya Luhan lebih penasaran lagi sambil menoleh cepat kearah belakang, tempat Kai berada.

Untuk beberapa detik mata mereka saling pandang dengan tatapan canggung, sudah lama mereka tak bertemu, terakhir kalau tidak salah sewaktu SMTOWN Taiwan.

“Gwaenchana?” Bisik Luhan dengan gerakan mulut yang jelas. Dari mimik wajahnya terlihat Luhan tulus mengkhawatirkan Kai.

Kai yang sangat mengerti maksut pergerakan mulut Luhan hanya tersenyum simpul khasnya sambil mengangguk sekali, menandakan bahwa dia baik-baik saja.

“Hyung apa yang kau lakukan?”Sehun bertanya heran.

“Eh?”

“Apa yang kau lihat ke belakang Luhan hyung?”Tanyanya lagi sedikit sebal karena merasa diabaikan.

“Oh. . Hanya ingin mengecek keadaan Jongin”jawab Luhan jujur sambil tersenyum masam.

Sepertinya Luhan masih mencemaskan keadaan Kai.

“Eumm. Begitu”tanggap Sehun dingin.

“Hei,kau cemburu?”Goda Luhan pada Sehun yang telah dianggap dongsaengnya sendiri.

“Eoh. . Ani. . Anio”jawab Sehun gugup sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.

Sehun takut jika perasaan cintanya diketahui oleh Luhan.

Selama ini Sehun sudah cukup bahagia bisa mendapat tempat spesial sebagai dongsaeng kesayangan Luhan.

“Hahaha. Mengapa kau gugup Sehunnie? Aku hanya bercanda!”Ucap Luhan lagi sambil mengacak sayang rambut Sehun.

“Aku tidak gugup hyung”manja Sehun sambil mempoutkan bibirnya.

Pemandangan yang sangat indah untuk orang baru yang tak mengenal Hunhan couple apalagi para OTP mereka.

Tapi tidak untuk Kai. .

Ada secercah rasa tak suka dihatinya saat melihat Hunhan couple bermesraan didepan matanya.

Mereka terlihat begitu natural ,seperti saudara kandung.

Wajah merekapun sepintas sangat mirip.

Benar-benar pasangan yang membuat iri.

Acara mereka hari ini berjalan lancar dan menyenangkan. Terlebih dengan bertebarannya moment couple member Exo, membuat para fans beteriak histeris bagi yang melihat langsung ataupun tidak.

Couple Exo memang terkenal heboh dan tak malu-malu menampakkan kemesraan mereka didepan umum.

Terutama yang dipasangkan dengan Luhan. . .

Dalam hal percouple an EXO, Luhanlah namja cantik paling tenar diantara semuanya.

Seolah semua mata namja tampan di Exo tertuju padanya.

Membuat Luhan sekilas seperti player dimata para fans.

Karena fans memilik Otp kesukaannya masing-masing, tak jarang para Exotic saling serang hanya untuk membela Otp mereka.

Andai saja mereka tau. . .

Hanya ada satu orang yang benar-benar bersarang dihati Luhan.

“Luhan bisa kita bicara sebentar?”ucap Kris ditengah obrolan seru Hunhan di backstage tempat acara tadi.

Mereka memang tengah istirahat sejenak, sebelum menuju hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka.

“Aishh. Kau mengganggu saja Hyung”dengus Sehun.

Kris hanya tersenyum simpul sambil mengisyaratkan Luhan untuk keluar.

Luhan mengangguk dan mengikuti langkah Kris meninggalkan ruangan.

Sekilas Kris menatap kearah Tao yang tengah mengobrol bersama bersama yang lainnya.

Tao tak balas menatap,karena memang dia tak menyadari perbuatan diam-diam Kris.

“Ada apa wu fan?”Tanya Luhan penasaran setelah mereka tiba disudut ruangan,tidak terlalu terekspos karena tertutupi dinding.

“Aku harap lain kali kau tak ceroboh didepan member lainnya”ucap Kris menjelaskan maksutnya.

Tapi tampaknya Luhan semakin tidak paham.

“Eh? Maksutmu?”

“Tolong jangan salah menyebut nama lagi,kau bisa melukai Tao”jelas Kris sejelas-jelasnya.

“Aku melukai Tao. Hah?”

Luhan terlihat berfikir sebentar, mencerana maksut dari perkataan Kris. Sejurus kemudian Ia tersenyum setan saat mengerti maksut leader tampan mereka itu.

“Ah. . Aku mengerti. Kau ingin melindungi Tao bukan? Kau mencemaskannya banyak ternyata!”Goda Luhan menyenggol lengan Kris.

“Aku rasa kau juga begitu pada Sehun!”

Kris langsung berlalu tak membiarkan Luhan untuk protes,membuat Luhan hanya bisa membuang nafasnya kesal.

“Benar begitu hyung?”Ucap suara tiba-tiba dari arah belakangnya.

“Astaga! Jongin. . . Kau hampir membuatku serangan jantung!”protes Luhan yang kaget mendapati Kai mucul begitu saja.

“Apa benar kau begitu mencemaskan Sehun hyung?”Tanya Kai lagi tanpa mempedulikan jantung Luhan yang masih berdebar kencang, bahkan saat ini bertambah kencang seiring tubuh Kai yang semakin memojokkan Luhan ke dinding.

“Eungg. . Tentu saja Jongin, aku selalu mencemaskan semua dongsaengku termasuk Sehun”ucap Luhan berusaha setenang mungkin.

Luhan takut, bukan karena Ia berbohong. Bahkan yang Ia katakan tadi jujur adanya.

Luhan hanya takut, jika masih dalam posisi ini Ia tak akan selamat dengan jantung yang utuh.

“Apa kau juga mencemaskanku?”Tanya Kai lagi,kali ini membuat Luhan sedikit tercekat.

Bingung harus menjawab apa.

Jika dijawab Ya, berarti Luhan menganggap Kai juga dongsaengnya.

Sedang selama ini nyatanya Ia tak menganggap Kai seperti itu.

Jika dijawab tidak, Ia takut Kai berfikir Sehun selalu menjadi nomer satu untuknya.

Harus bagaimana Luhan menjawab agar semua terlihat baik untuk Kai?

“Ck. Sudahlah. Aku mengerti Hyung!” ucap Kai tiba-tiba disaat Luhan tengah berfikir keras.

Kai melongos sebelum Luhan sempat menjawab pertanyaannya.

“Hei Jongin. . Kim Jongin! Chankaman. . .!Kau mau kemana?”

‘Aishh. . Anak itu selalu saja seperti itu’gerutu Luhan.

“Hyung apa yang kau lakukan disini?”

“Kyaaaaa. . . .”

Tiba-tiba D.O telah berada dibelakang Luhan dengan pandangan heran dari mata beloknya.

Membuat Luhan kaget untuk kedua kalinya.

Mengapa sepertinya Sudo couple sangat suka muncul secara tiba-tiba dihadapannya? -_____-“

“Astaga. . .jantungku! Mengapa semua orang suka sekali mengagetkan ku hari ini?”Gerutu Luhan bertambah kesal.

“Ah mian. . Kau tidak apa kan hyung?”Tanya D.O merasa bersalah.

“Sudahlah tak apa. Ah iya. . Apa aku boleh meminta sesuatu padamu?”Pinta Luhan serius menatap kedalam mata belok D.O.

Membuat D.O sedikit ngeri ditatap tidak biasa oleh Luhan yang biasanya ramah.

“Jangan bilang kau juga ingin aku menjadi couplemu Hyung?”Celetuk D.O asal membuatnya mendapat jitakan lambat dari Luhan. “Aww appo hyung!”

“Makanya kau dengarkan aku dulu dengan baik D.O”

“Baiklah hyung katakan!”

Langit sudah seutuhnya gelap, pertanda jika malam telah menguasai langit.

Hari ini langit tidak cukup cerah karena malam hanya ditemani bulan,tanpa bintang.

Bintang yang biasanya selalu memberikan ketenangan dan keindahan pada malam.

“Ck. .Bahkan langitpun mendukung malam ini tanpa bintang. Jujur saja, aku tak bisa tanpa bintang itu!”

Kai bergumam pelan sambil menatap langit malam yang gelap dari jendela kamar hotelnya.

Menghebuskan nafas sesaknya berkali-kali pada jendela di hadapannya.

Kai tampak sangat lelah terlihat dari tatapan matanya yang berubah sayu, dan beberapa lingkaran hitam berarti disekitar matanya.

Sudah setengah jam yang lalu Kai berdiri dengan posisi seperti ini.

Berdiri didekat jendela sambil menikmati langit malam.

Seperti telah menjadi candu tersendiri bagi Kai mengamati beberapa benda langit yang bertaburan disana.

Terutama bintang. . .

“Kau belum tidur Jongin?”

“________”

Bahkan untuk sekedar merespon pertanyaan D.O saja Kai tak memiliki semangat.

Eh. .Tunggu dulu. .!

Benarkah itu D.O?

Mengapa suaranya terdengar lebih halus dan??

Jongin?

Sejak kapan D.O memanggil Kai seperti itu?

Bukan. . Bukan D.O tak pernah memanggilnya Jongin, hanya saja. .

D.O lebih suka memanggil Kai dengan sebutan Kkamjong semenjak panggilan eomma melekat pada diri D.O.

Tidak salah lagi. . .

Orang itu bukan D.O. .

Tapi. . .

“Luhan hyung?”

“Baekhyunnie”

Suara berat akhirnya menggema keseisi ruangan kamar yang hampa sedari tadi.

Sejak sampai di hotel dan selesai bersih-bersih tak ada satupun diantara mereka yang ingin memulai sebuah percakapan singkat.

Membiarkan sedari tadi cicak memonopoli dengan bersenandung tidak merdu.

“Eumm” yang disapa hanya membalas dengan dengungan kecil sambil mengeratkan selimut lebih menutupi tubuhnya yang sedikit menggigil.

“Mianhae. . . Aku tak bermaksut membentakmu tadi pagi! Aku menyesal”

Suara lirih Chanyeol terdengar cukup jelas di telinga Baekhyun, membuat sipemilik suara indah itu membalikan posisi tubuhnya yang sedari tadi membelakangi Chanyeol.

Hanya ada satu ranjang ukuran King di kamar hotel itu.

“Sudahlah, aku mengerti Channie. Mendekatlah!”Ucap Baekhyun kemudian sambil tersenyum lega.

Sungguh. . Pasangan ini sangat tidak menyukai ketenangan.

Mereka lebih suka dengan suasana ramai yang selalu mereka ciptakan untuk semua anggotanya, agar mereka selalu bersemangat.

Tapi hari ini, karena sedikit emosi dan kesalahpahaman antara Baekyeol suasana menjadi tidak terlalu menyenangkan,meski dipanggung tadi mereka terlihat sangat gembira.

“Hehehe. Aku merindukanmu baekki”goda Chanyeol sambil memeluk erat tubuh kecil Baekhyun.

Bergetar. . .

“Hei. .mengapa kau bergetar seperti ini Baekhyunnie?”Cemas Chanyeol sambil menatap wajah pucat baekhyun.

Baekhyun tak ingin menjawab, malah membalas pelukan Chanyeol dengan erat, menyembunyikan wajah pucatnya pada dada hangat Chanyeol.

“Tidak salah lagi. Kau kedingingan eoh?”Yakin Chanyeol mengingat dari tadi baekhyun belum menaikan sama sekali penghangat suhu.

“Sedikit”jujurnya tanpa melepas pelukan itu.

“Tunggu sebentar nae, biar aku naikkan penghangat suhu untukmu”ucap Chanyeol.

Chanyeol memang sangat mengerti Baekhyun luar dalam. Itulah yang membuat Baekhyun merasa nyaman berada didekatnya,selain mereka juga satu Line.

“Tidak usah!”sergah Baekhyun tiba-tiba sambil menahan tangan Chanyeol untuk beranjak.

“Hemm. Wae?” Heran Chanyeol.

“Aku tak ingin kau tidur dilantai terus setiap malam. Kau bisa sakit karena itu”jelas Baekhyun tulus sambil menarik Chanyeol untuk kembali berbaring.

“Terus kau membiarkan dirimu sendiri mati beku?”

Chanyeol tak menyukai keputusan sepihak Baekhyun yang tidak adil.

Mana mungkin Ia tega membiarkan Baekhyun kedingan seperti ini.

“Aku tak akan mati beku Channie ah~, selagi kau tak melepas pelukanmu dariku”ucap Baekhyun malu-malu dengan pipi bersemu.

“Woahh. . Ternyata diam seharian sudah memberimu sedikit kemajuan Baekki ah~ aku sama sekali tak memikirkan cara itu!”

Plakk

“Aww appo! Mengapa kau tiba-tiba memukul kepalaku?”Gerutu Chanyeol sambil mengusap kepalanya.

“Tidak ada,hanya rindu membully mu saja. Kemarilah kau akan aku habisi malam ini!”Cengir Baekki mengancam masih dengan pipi bersemu.

Chanyeol yang tak ingin kalah langsung membekap tubuh kecil imut Baekhyun dalam pelukannya, membuat namja cantik itu sedikit susah bernafas.

“Huhh. Channie ah~, aku sulit bernafas. Kau terlalu erat memelukku”protes Baekhyun.

“Eoh Benarkah? Sepertinya aku harus memberimu nafas buatan! Seperti. . . . .ini”

Chup.

Tanpa menunggu respon dari Baekhyun, Chanyeol telah mendaratkan sebuah kecupan hangat pada bibir dingin Baekhyun. Mengulumnya sekilas sebelum melepasnya.

“Ya! Jika kau seperti ini aku semakin sulit bernafas”kesal Baekhyun mempoutkan bibirnya.

“Yasudah, kalau begitu aku akan menciummu sepanjang malam untuk memberikan seluruh nafasku padamu. Bagaimana?”Tawar Chanyeol sambil tersenyum evil.

“Woah. . Kau gila! Andwae. . .”

Chup

Terlambat. . .!

Chanyeol sepertinya memang sudah gila karena pesona Baekhyun.

“Jadi. . Bisa tolong kau jelaskan sikapmu tadi padaku Jongin?”pinta Luhan menatap lekat mata Kai.

Memang ada guratan hitam disana , seperti yang Chanyeol ucapkan.

“Sikapku yang mana hyung?”Jawab Kai datar.

“Yang menjaga jarak dariku. Bahkan jika formasi kita di panggung tidak bersebelahan, aku yakin kau tak akan mendekat padaku jika aku tak mendekatimu”jelas Luhan panjang lebar membuat Kai mengangguk paham.

“Oh”

“Mwo? Kau hanya menjawab masalah itu dengan dua kata? Oh?

Woah. Aku semakin tak mengenalimu Jongin ,semenjak kita jarang bertemu.

“Mian”sesal Kai kembali menatap keluar jendela.

Tak sanggup harus menatap mata kecewa Luhan-Bintangnya yang telah hilang.

“Jongin, apa kau masih belum mengerti maksut hatiku?”Lirih Luhan lelah berkali-kali meyakinkan Kai tentang perasaan Ia yang sesungguhnya.

“Aku tak tahu hyung. Kau selalu membuatku bingung. Malam ini saja bintang enggan menemani malam.”Jelas Kai sedikit kabur membuat Luhan mengerutkan keningnya.

“Malam?Bintang? Apa hubungannya denganku”tanya Luhan sambil ikut melihat keluar jendela.

Gelap. .

Meski ada cahaya bulan,tapi jika tanpa bintang tetap terasa berbeda.

“Sepertinya kau yang belum memahami hatiku Hyung” gumam Kai namun Luhan masih dapat mendengarnya.

“Katakan! Bagian mana yang aku belum mengerti Jongin ah~? Mengapa kau selalu membuatku bingung?” Sergah Luhan dengan nafas memburu. Emosinya sedikit tersulut mendengar perkataan Kai.

“Sudahlah hyung! Aku lelah. Aku ingin tidur sekarang. Kau boleh keluar. . .!”Ucap Kai dingin.

“Ya Kim Jongin. .”

“Aku merasa telah kehilangan bintangku Hyung! Padahal aku sangat merindukannya.”

“Bintang? Apa yang sedang kau bicarakan Jongin ah?”Bingung Luhan. . “Eoh tunggu dulu! Apa jangan-jangan bintangmu itu? Aku!”Tanya Luhan ragu-ragu.

“Benarkan, bahkan kau baru menyadarinya.”

“Kau salah paham Jongin!”

“Hyung tahu, aku benar-benar menunggu kehadiran bintangku.”Lirih Kai.

“Cukup! Kau benar-benar salah paham Jongin.

“Tapi Ia justru tak datang padaku, memilih membiarkanku sendiri dengan gelap.”

“CUKUP!”

“SHIEREO HYUNG! Aku belum selesai.”

“Kai kumohon” ucap Luhan melembut membuat Kai tersadar dari kekalutannya.

“Aku hanya takut jika bintang itu benar-benar meninggalkanku hyung”

Hiks

Sebutir kristal bening jatuh begitu saja dari pelupuk mata Kai, membuat Luhan tertegun dihadapannya.

“Tidak akan. Aku berjanji padamu, kau tak akan kehilangan bintang itu Jongin. Percayalah padaku!”Yakin Luhan.

“Bisakah janji itu aku pegang Hyung?”

“Tentu. . Memang seperti itu harusnya.”Ucap Luhan tersenyum sambil berhambur dalam pelukan Kai.

“Aku sangat merindukanmu Hyung”

“Nado”

Bahkan langit malam yang awalnya gelap dapat berubah cerah seperti sekarang.

Meski hanya ada satu bintang yang muncul dan bersinar paling terang dilangit sana.

“Hyung, lihat bintang itu!” pinta Kai tiba-tiba setalah melepas pelukan mereka.

“Ya, aku sudah melihatnya Jongin. Wae?”

“Itulah bintangku yang hilang, akhirnya aku menemukannya hyung “senyum Kai lepas terlihat sangat gembira.

“Mwo?jadi aku ini?” Tanya Luhan polos membuat Kai gemas.

“Kau itu. . . . . . Milikku hyung!”

Chup

.

.

.

The end~

Sambungannya silahkan Lihat dikehidupan real mereka.

RCL gomawo^^

75 thoughts on “FF EXO-MISSING STAR ONESHOOT

  1. Wah! daebah chingu tapi aku lebih suka kaido dan hunhan kan lbh cocok gt mian bnyk ngomong;-( tapi ff ini udah ku baca d kl tp gak bosen🙂 chingu buat ff kaido oneshoot donk!

  2. Knapa ada yadong nya mimin? Pakai ciuman bibir segala ._. Ga terlalu suka, ya tapi ketawa baca pas chanyeol bilang “suruh baekhyun membangunkan aku, karna yg telah membuat aku menjadi gembel” haha

  3. Wah, ini fanfict-nya udah dari jaman EXO debut…

    Sayangnya, disini kehilangan satu couple kesayangan, KaiSoo!!!
    Kenapa jadi KaiHan? ><

    Tapi, aku suka alur ceritanya yang gak bikin bingung dan seru buat dibaca😀

    Keep writing, ya!!!❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s