FF KAILU- MY SILLY LOVE PART 6

Title : My Silly Love

Leght : 6of?
 
Main cast : 
 
Kim Jong In
 
Xi Luhan
 
Oh Se Hun
Supporting cast:
WU FAN
HAUNG ZITAO
PARK CHAN YEOL
BYUN BAEK HYUN
 
Genre:
 
Romance school life
 
Author: @LarasYang
ANNYEONG READERS~
SELAMAT BERPUASA BAGI YANG MENJALANKAN^^
LONG TIME NO SEE YA, PADA KANGEN GA? *KEDIPKEDIP
MSL PART 6 MELUNCURR*WINGS
ENTAH MENGAPA SELAMA PUASA AUTHOR MALAS NGEPOST,MIAN*BOW
YA UDAH, HAPPY READING DAH YA!
SEBELUMNYA INI BACA PESAN KANGEN DARI AUTHOR HYOBIN>
!
!
!
“HYOBIN KANGEN AMA READER~ #SIAPA YANG KANGEN MA HYOBIN#
KALAO UDAH BISA HYOBIN POST FF~ *POPPO READRS :*”
=HYOBIN=
NB: MIAN CAPS JEBOL AND TYPO BERTEBARAN.^^V

<<<<MY SILLY LOVE>>>>

@Bandara incheon korea.

 

 

Langit cerah menyambut kedatangan seorang pendatang China yang memiliki paras sangat tampan.

 

Tubuh jangkung menjadi nilai lebih baginya, di tambah dengan kulit putihnya yang berbeda dengan kulit putih orang Korea kebanyakan. Seperti blasteran Amerika.

 

Sosok tampan itu terlihat lebih menawan lagi dengan sorot matanya yang begitu charming. Sorot mata dingin namun terkesan hangat.

 

Benar-benar karya Tuhan yang maha sempurna.

 

Namja tampan itu berjalan sedikit tergesa dengan earphone yang melekat ditelinganya sambil menyeret satu koper besar ditangan kanannya.

 

Dia terlihat asyik berbicara dengan seseorang di line telepon.

 

“Nae. . Eodiga?”

 

Namja tampan itu berucap fasih dalam bahasa korea, melirik sekelilingnya tanpa risih dengan beberapa pasang mata yang sedang memandangnya penuh kagum.

 

“Mwo?”

 

“_______”

 

“Aishhh. Cepatlah datang! Mereka sudah mulai menyadari siapa aku.”

 

“__________”

 

“Ck. Ani. . Aku tak memakainya, topi,masker,kacamata. . . Hodie? Apa lagi itu. Ini summer dude. Jangan gila! Cepatlah muncul dihadapanku dalam hitungan mundur 10,kalau tidak kau akan. . .!”

 

Tuuttt

 

Tuuttt

 

Tuuttt

 

Sambungan sengaja diputus oleh line seberang membuat namja tampan itu berdecak kesal sambil melepas earphone ditelinganya.

 

Memilih untuk mencari tempat duduk saja sambil menunggu. Namja tampan itu menduduki kursi tunggu paling pojok agar posisinya tidak terlalu terlihat mencolok.

 

Sepertinya dia harus menunggu jemputannya sedikit lama.

 

.

 

.

 

.

 

Brug

 

“Ah tubushi. . .”

 

“Kau punya mata tidak?”

 

Seorang pria bertubuh besar tiba-tiba memaki sosok kurus dihadapannya. Membuat sosok kurus itu hanya bisa menunduk takut.

 

“Aku tidak sengaja. Tubushi”

 

Namja kurus itu mebungkuk berulang kali sambil mengucapkan kalimat yang sangat jelas bukan bahasa korea, membuat namja berbadan besar dihadapannya salah paham.

 

“Mwoya? Kau bilang apa? Kau meledekku eoh?”

 

Sosok besar itu emosi dan hampir saja memukul sosok kurus dihadapannya jika sebuah tangan tak menghentikan gerakannya.

 

Tepat waktu. .

 

Huffftt.

 

Namja kurus itu menghembuskan nafas leganya sambil menoleh pada sosok yang telah membantunya.

 

Siapa?

 

“Mianhae. . Orang ini bilang dia tidak sengaja menabrakmu, dia sama sekali tidak meledekmu”jelas sosok penyelamat itu pada sosok bertubuh besar.

 

Orang bertubuh besar itu tak lagi tersulut emosi, namun wajah mengerikannya masih saja tersisa. Sepertinya, memang begitulah pembawaannya.

 

Namja berbadan besar itu menatap namja kurus dan namja penyelamat secara bergantian sebelum Ia memulai lagi kalimatnya.

 

“Oh. . . Untung saja ada orang ini,baiklah aku maafkan. Lain kali jangan menunduk kalau berjalan! Ingatkan orang ini!” dengus namja bertubuh besar lalu kembali melanjutkan perjalanannya.

 

Namja kurus itu hanya bisa mengerutkan dahinya saat lagi-lagi Ia tak mengerti apa yang namja tadi ucapkan.

 

“Dia bilang dia memaafkanmu,dan mengingatkanmu untuk tidak berjalan menunduk. . “

 

“Eh?”

 

“Wo shi Kris” ucap namja penolong itu memperkenalkan dirinya sopan.

 

“Xie xie ni Kris. . Wo shi Tao” balas si Namja kurus ikut memperkenalkan diri.

 

Hanya perkenalan singkat dan sedikit canggung, membuat mereka selanjutnya hanya bisa terdiam sambil menyelami alam fikiran mereka masing-masing.

 

Tak ingin bersuara,ataupun beranjak. Bahkan mereka seperti tak menyadari jika tangan mereka saat ini masih saling terpaut.

 

“Kris Hyung”

 

Sebuah suara tiba-tiba menyentakkan fikiran mereka. Suara yang datang dari arah berlawanan.

 

Kris yang disapa pun sontak berbalik dan mendapati sosok pemilik suara itu telah berada di belakang mereka.

 

Sang pemilik suara sendiri adalah sosok tampan tidak terlalu tinggi dengan paras bersahaja. Senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya membuat aura tampan itu keluar dengan sendirinya.

 

“Suho! Ck. . kau lama sekali.”Dengus Kris yang sepertinya mengenal sosok itu.

 

Kris kemudian menatap kesal kearah Suho, tapi Suho malah membalasnya dengan senyuman.

 

“Mian, aku kesiangan Hyung. Kau sudah lama menungguku?”Sesal Suho lalu mengalihkan pandangannya pada Tao yang masih terdiam.

 

“Hyung?”Ucap Suho lagi sambil memaju-majukan dagunya kearah Tao dan matanya pada tangan Kristao yang masih betah untuk bermesraaan(?).

 

“Wae?” Tanya Kris tak suka dengan gerak gerik Suho yang selalu ingin tahu dan kepo.

 

“Eumm. Dia siapa Hyung? Mengapa kalian berpegangan tangan seperti itu?” Selidik Suho akhirnya sambil memicingkan kedua matanya. Curiga~

 

“Ini Tao, dia turis dari China sama seperti ku. Tapi. . . Sepertinya Dia tak mengerti hangul” jelas Kris sedikit kikuk karena baru tersadar atas kebodohannya lalu langsung melepas tangannya dari Tao.

 

Disisi lain..Tao hanya diam dan tetap tenang.

 

Karena Tao memang sama sekali tak mengerti apa yang dua orang asing itu tengah bicarakan.

 

“Tao ssi. . . Apa kau menunggu seseorang? Jemputanmu? “Tanya Kris basa-basi, tentunya dengan bahasa yang Tao mengerti.

 

Tao hanya balas menggeleng dengan tampang super polosnya.

 

“Lalu?”

 

“Aku ingin ke ExoPlanet high school!”jawab Tao kemudian sambil menggigit bibir bawahnya.

 

“And then?”

 

Kris sedikit bingung dengan arah percakapan mereka, jadi hanya bisa menjawab sekenanya saja.

 

“Nah. Itu dia masalahnya, aku. .”

 

Tao tiba-tiba memotong kalimatnya sendiri, seolah itu adalah kalimat terlarang untuk diucapkan. Sejurus kemudian Ia menatap dalam ke benik mata Kris yang terkenal memabukan,namun sepertinya Tao tak terpengaruh dengan itu.

 

“Wae?”Tanya Kris dengan menaikan sebelah alisnya.

 

Tampan~

 

Tapi tetap saja tidak mengena untuk Tao. Karena Sejauh ini Tao masih betah dengan wajah datar dan dinginnya.

 

“Apa kau bisa berjanji satu hal padaku?”Ucap Tao lagi, dengan mengubah raut mukanya menjadi sedikit harap.

 

“Berjanji untuk apa?”

 

“Untuk tidak meledekku!”

 

“Eumm. . Baiklah! Tapi aku ada syarat untuk itu”ucap Kris nyengir mencari kesempatan dalam kesempitan.

 

Tao tampak berfikir sejenak,sebelum akhirnya memutuskan untuk mengangguk,membuat senyum lebar sang pangeran Kris terpancar dengan jelasnya

 

“Panggil aku oppa”pinta Kris sambil menahan tawa.

 

“Oppa? Maksutmu?”Bingung Tao polos.

 

“Kris Hyung. Kau ini, dasar~”cela Suho yang mengerti ada signal-signal evil dalam ekspresi Kris,meskipun Suho tak mengerti sepenuhnya apa yang Kris ucapkan dalam bahasa mandarin,tapi Suho menangkap ada kata “oppa”di dalamnya.

 

Kris enggan menjawab, malah memperlihatkan deathglarenya pada Suho, lalu kembali fokus pada permainan barunya. ^^v

 

“Oppa itu semacam kata gege di china”jelas Kris lagi dengan tawa yang benar-benar hampir pecah.

 

Sebenarnya tidak sepenuhnya Kris berbohong, karena di Korea oppa itu juga berarti abang. Tapi peruntukannya saja sedikit berbeda.

 

“Baiklah. . Kris. . Oppa?”Ucap Tao sedikit terbata,karena sepertinya baru pernah menyebut kata itu pertama kalinya.

 

Tao benar-benar buta hanggul, astaga Kris kini tersenyum penuh kemenangan sedang Suho hanya bisa geleng-geleng kepala. Prihatin!

 

“Nae. . Seperti itu. Pintar! Jadi, bisakah kau melanjutkan lagi kalimatmu yang sempat terpotong tadi?”Pinta Kris kembali dengan wajah seriusnya. Ia hanya ingin menolong bocah polos ini, karena sepertinya tao memang membutuhkan pertolongannya.

 

Tao tak langsung menjawab malah berjalan mendekat ke arah Kris kemudian menghapus jarak diantara keduanya.

 

Suho ternganga melihatnya, sedang Kris hanya bisa membatu tak dapat bergerak saat hawa nafas Tao terasa jelas di sekitar pipi sampingnya dan harum lembut tubuh Tao menguasai penciumannya.

 

‘Mau apa anak ini’gumam Kris dalam hatinya.

 

“Aku tersesat oppa”ucap Tao setengah berbisik tepat di telinga Kris membuat tubuh Kris yang tadi menegang kembalik rileks dan tanpa sadar Kris menghembuskan nafas, lega.

 

Tao mulai menjauhkan lagi tubuhnya dari Kris sambli menunduk malu.

 

Bukan karena posisi anehnya beberapa menit yang lalu, tapi karena kalimat bodoh yang berhasil dia ucapkan.

 

Hei. . Namja sebesar Tao masih bisa tersesat.

 

What the. .

 

“Bagaimana kau bisa tersesat?” Heran Kris dengan wajah prihatinnya, namun tak terkesan mengejek.

 

“Aku tertinggal rombongan oppa”lanjut Tao lagi masih menunduk.

 

“Rombongan apa?”Tanya Kris semakin penasaran.

 

“Rombongan sekolah ku Oppa. Jadi begini,aku sengaja diutus dari sekolahku sebagai siswa pertukaran ke ExoPlanet high school”jelas Tao kali ini menatap mata Kris.

 

“Kau? Siswa pertukaran. Bagaimana bisa? Kau bahkan tak mengerti hangul sedikitpun!”heran Kris sambil menaikan sebelah alisnya.

 

“Aku terpilih bukan karena keahlianku dalam hangul. Lagian aku bisa bahasa inggris dengan baik”ucap Tao membela diri.

 

“Lalu?”Tanya Kris tak habis pikir.

 

“Aku mengusai salah satu bela diri Korea”seru Tao bangga.

 

“Bela diri apa?”

 

“Taekwondo?”

 

“Woah. . Benarkah? Hebat sekali”puji Kris berlebihan.

 

“Biasa saja oppa”

 

“Tidak. Bagiku melihat namja cantik dan lembut seperti mu memiliki keahlian seperti itu adalah sesuatu yang LUAR BIASA”puji Kris lagi membuat Tao tersenyum kecut.

 

“Hei oppa, aku ini seorang pria! Wajar saja.”dengus Tao.

 

“ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ I see. Jadi apa yang menyebabkan ahli taekwondo sepertimu bisa tersesat?”Tanya Kris sedikit mengejek, namun Tao tak menyadarinya.

 

“Aku tertinggal rombongan saat ingin ke WC oppa. Mereka jahat sekali tak berusaha mencariku”lirih Tao sedih.

 

Tao kembali menunduk entah karena malu atau iba pada dirinya sendiri,namun tak bertahan lama karena sejurus kemudian tangan Kris meraih dagu Tao dan menegakkannya lagi.

 

“Hei. Jangan sedih! Bagaimana kalau oppa saja yang mengantarmu kesana?”Tawar Kris yang mendapatkan anggukan bahagia dari Tao.

 

“Really oppa?”Tanya tao dengan mata berbinar.

 

“Of course”

 

“Woahh. Kau benar-benar malaikat penolongku oppa. Xie xie ni”ucap tao bahagia langsung berhambur dalam pelukan Kris.

 

Kris lagi-lagi hanya bisa membatu, dan Suho melotot.

 

Tao benar-benar terlalu polos untuk anak seumurannya.

 

“Hemm. Sepertinya aku terlupakan”dehem Suho mengalihkan suasana yang sempat aneh itu.

 

Karena Kris yang biasanya PD, mejadi beku seperti itu saat di peluk Tao  . Payah~

 

“Ah, mian kau masih disini ternyata!”ucap Kris gagap.

 

“Sudahlah hyung, itu tidak penting. Bukankah kau harus segera ke ExoPlanet high school?”Ucap Suho membuat Kris sukses memukul jidatnya sendiri.

 

“Astaga. . Bagaimana aku bisa melupakan itu? Ayolah, kita segera berangkat! Sekalian aku akan mengantarkan bocah ini”ucap Kris dalam bahasa korea fasih.

 

Tao hanya bisa diam saat tangan Kris menariknya paksa.

 

“Kajja!”

 

Suho telah berjalan duluan, disusul Kris yang menarik tangan Tao.

 

“Apa oppa akan mengantarku ke ExoPlanet high school?”Tanya Tao hati-hati disela perjalanan mereka menuju parkiran.

 

“Tentu saja Tao”

 

“^^”

 

.

 

.

 

.

 

@ExoPlanet high scool.

 

Jam istirahat di ExoPlanet high school belum berakhir, namun sepertinya reputasi Luhan sebagai guru magang di sana akan berakhir setelah ini.

 

Suasana masih hening saat dua siswa tampan di ExoPlanet tengah menetap tak suka kearah Luhan yang didekap oleh orang asing. Sedang Luhan hanya bisa pasrah menunggu takdir selanjutnya.

 

“Nugu?”Sehun buka suara dengan ekspresi ingin tahunya, menatap tajam kearah namja Jangkung yang menguasai tubuh Luhan. Namja jangkung itu hanya balas tersenyum cool.

 

“Aku tunagan. .”

 

Duggh. .

 

“Aww. Sikumu dahsyat sekali yeobeo! Kau bisa membuat perutku bolong”gurau Kris sambil merengek dibuat-buat lalu mengusap perutnya.

 

“Hei Kris! Tolong jaga sikapmu didepan siswaku!”Dengus Luhan.

 

“Sam mengenal orang ini?” Tanya Sehun kemudian.

 

“Hanya teman lama Sehunnie”jawab Luhan singkat.

 

“Bena.. “

 

“Jinjja? Mengapa dia memanggilmu yeobeo?”Potong Kai ketus dengan ekspresi sangat sulit diartikan. 

 

Luhan kali ini tak langsung menjawab, memilih melihat Kai dan Kris secara bergantian lalu menghembuskan nafasnya panjang.

 

“Dia memang tunanganku!”

 

“MWO?”Ucap Kai dan Sehun serempak menatap tak percaya pada Luhan.

 

“Tapi itu dulu, sudah sangat lama BERAKHIR”lanjut Luhan lagi membuat keduanya menghembuskan nafas leganya.

 

Kini giliran Kris yang menatap tak percaya pada Luhan.

 

“Lulu, mainhae. Aku tau aku salah. Maka dari itu aku datang mencarimu untuk menjelaskan semuanya. Semua kesalahpahaaman ini” lirih Kris menatap memohon pada Luhan..

 

“Semuanya sudah cukup jelas bagiku Kris”

 

“Tapi kau harus dengarkan penjelasanku dulu, kumohon!”Pinta Kris sambil meraih kedua tangan Luhan.

 

“Tidak! Pergilah. . Jangan mencariku lagi!”dingin Luhan melepas tangannya dari Kris, namun Kris tak menyerah malah menarik Luhan lebih mendekat lalu memeluknya.

 

“Lulu. . . Kumohon Jangan begini!”

 

“Kris. . Lepas! Ini sekolah. Jebal.”Luhan berontak.

 

“Tidak akan, sebelum kau berjanji mau mendengarku!” Kekeuh Kris mengeratkan pelukannya pada Luhan.

 

“Kris. . Lepas jebal!”

 

Burghh.

 

“Ya! Apa kau tuli? Dia bilang lepas!”Bentak Kai tiba-tiba setelah memberi bogem mentah pada wajah mulus Kris.

 

Luhan tersentak saat Kai memukul Kris tiba-tiba,membuat tubuh Luhan yang sebelumnya dalam pelukan Kris oleng seketika dan hampir saja terjatuh, untung saja Sehun bertindak cepat menahannya.

 

“Hyung kau baik-baik saja?”Ucap Sehun khawatir saat melihat bulir air mata di sudut pelupuk mata Luhan.

 

“Gomawo Sehunnie, saya baik-baik saja”bohong Luhan sambil memutar balik badannya. Menatap kearah dua namja yang saat ini tengah baku hantam dengan Kai diatasnya.

 

Bughh. .

 

“Kuperingatkan kau! Jangan pernah mendekati Luhan ku lagi! Arraseo!”Bentak Kai menambah jejak luka memar di wajah babak belur Kris, membuat Kris geram hingga posisi mereka saat ini berbalik.

 

“Apa hakmu berucap seperti itu padakau eoh! Dasar bocah tengik!”emosi Kris kembali tersulut dan siap melayangkan pukulan kesekiannya ke sudut bibir Kai yang sudah mengeluarkan darah, namun tiba-tiba Luhan menghalangi wajah Kai dengan tubuhnya.

 

“Luhan Hyung!”kaget Sehun,nyaris saja pukulan Kris mendarat di punggung belakang Luhan.

 

“Lulu apa yang kau lakukan? Aku hampir saja melukaimu!agrhh”Geram Kris frustasi mengacak rambutnya kasar, lalu menegakkan tubuhnya.

 

“Gwaenchana?”Cemas Luhan sambil membantu Kai untuk berdiri, tanpa menghiraukan bentakkan Kris dan tatapan khawatir dari Sehun.

 

“Kau bodoh Luhan!”Ucap Kai dingin sambil menatap tajam Luhan. Luhan tak mengubris dan tetap melanjutkan perjalannya memapah tubuh Kai menuju, sepertinya UKS.

 

“Aku akan mengobati lukamu”

 

.

 

.

 

.

@UKS

 

“Jangan pernah melakukan hal bodoh seperti tadi lagi!”ucap Kai tanpa menatap kearah Luhan yang berjalan mengambil kotak P3K di sudut ruang UKS.

 

“Ck. Harusnya kau mengucapkan terimakasih padaku!”dengus Luhan memposisikan dirinya duduk di kursi sebelah Kai setelah menemukan kotak P3K itu

 

“Aku tak minta bantuanmu!”Sinis Kai.

 

“Huh dasar~Harusnya kau juga tak memukul Kris tadi!”Lanjut Luhan mulai mengobati luka Kai.

 

“Apa kau masih mencintainya eoh?”Cibir Kai tak suka.

 

“Andwaeyeo!ishh”

 

“Aww. Ya!Pelan-pelan!”Ringis Kai saat Luhan membersihkan bibirnya brutal dengan kapas+alkohol.

 

“Kau diam saja! Jangan cerewet!”Kesal Luhan.

 

Kai pasrah menurut,dia hanya diam selama tangan lincah Luhan mengobati luka di sudut bibirnya,dari memberi salp untuk pengering luka hingga menaruh plester disana.

 

“Selesai”riang Luhan sambil menarik tangannya dari sudut bibir Kai, namun dengan sigap Kai menahan tangan mungil Luhan..

 

“Wae?”Tanya Luhan bingung.

 

Kai tak menjawab, malah menarik tengkuk Luhan dengan tangan lainnya yang bebas hingga dalam hitungan detik jarak diantara keduanya terhapus.

 

Perlahan dengan sangat lembut, bibir milik Kai menyentuh bibir apel Luhan tanpa melumatnya. Hanya menempelkannya disana,namun mampu menghasilkan sensasi hangat dan memabukkan.

 

Cukup lama bibir tebal Kai mendarat dibibir Luhan,namun Luhan tetap tak bereaksi.

 

Antara shock atau enggan melepas. . Luhan hanya bisa terdiam, seolah menikmati sentuhan itu.

 

“Gomawo”bisik Kai pelan setelah melepas ciumannya.

 

Luhan ternyata masih tak berekasi,membuat Kai memandangnya sedikit. . aneh.

 

Luhan hanya terpaku,dengan tatapan kosong, mata superbulat,mulut menganga dan tak lupa sebelah tangannya yang menyentuh dadanya.

 

Mengepa tiba-tiba berdetak sangat cepat?

 

“Luhan ah! Gwaenchana?”Seru Kai menepuk pelan pipi Luhan yang entah sejak kapan memerah tomat.

 

Masih belum sadar.

 

“Hei. . . Kau kenapa? Jangan membuatku cemas!”Dengus Kai kali ini menjitak jidat Luhan.

 

Dan berhasil, Luhan langsung tersadar dan meringis. Menatap tak suka kearah Kai dan dengan gerakan tidak terduga tangan Luhan sudah mencapai kepala Kai lalu mulai memukulnya brutal.

 

Plak plak plak

 

“Agrhhh. Kepalaku! Apa yang kau lakukan! Luhan, hentikan!”

 

“Tidak! Itu pelajaran untuk anak nakal sepertimu! Rasakan. .”Ganas Luhan semakin brutal.

 

“Aish jinjja. .Ya! Kau bisa membuatku geger otak!”

 

“Masa bodoh, siapa suruh kau sembarangan merebut ciuman pertama gurumu eoh! Dasar pervert!”Maki Luhan masih enggan mengampuni si malang Kai.

 

“Baiklah. Arra. . Arraseoyo! Mianhae!”

 

“Ishh kau ini!”desis Luhan berhenti memukuli Kai sambil mengatur lagi nafasnya yang tak beraturan, serta mengeluarkan tatapan membunuhnya untuk Kai.

 

“Wae? Apa lagi? Tatapanmu itu seperti ingin menelanku saja”cibir Kai.

 

“Jangan pernah sembarangan lagi mencium orang lain! Paham?”

 

“Ck. . Aku tak akan mau sembarang mencium orang lain,kecuali. . . KAU”

 

“Eh?”

 

“Tidak usah pura-pura tuli seperti itu. Ck kekanakan!”

 

“Ya! Kau bilang apa? Aishh, Kau menjengkelkan sekali Kai! Lebih baik aku pergi sekarang!”Geram Luhan.

 

“Eodiga?”Tahan Kai sambil meraih pergelangan tangan Luhan.

 

“Aku harus mengajar”jawab Luhan ketus.

 

“Baiklah, sebelum pergi kau harus mendengarkan kata-katakku dulu!”Perintah Kai seenaknya.

 

“Apa lagi? Cepat katakan!” Pasrah Luhan.

 

“Mulai sekarang,kau jangan pernah melupakanku lagi! Mengerti?”Ucap Kai lembut sambil mengusap pipi mulus Luhan. Membuat Luhan kembali terbuai.

 

“Hei. . Mengapa diam? Bukankah kau bilang tadi ingin mengajar? Pergilah sekarang!”

 

“Eoh?”

 

“Kau tak ingin pergi?”

 

“Ah iya. Aku pergi sekarang. Annyeong. .”

 

“Annyeong sweety”

 

Luhan berjalan linglung menuju pintu keluar UKS. Fikirannya melayang pada semua kejadian beberapa menit yang lalu. Kata-kata manis Kai pun masih terngiang di otaknya.

 

Semuanya berjalan terlalu cepat dan tidak terduga. Membuat Luhan berfikir bahwa semua yang terjadi padanya tadi hanyalah mimpi.

 

.

 

.

 

.

 

“Jadi hyung benar-benar tunangannya Luhan hyung?”tanya Sehun hati-hati pada Kris yang tengah sibuk menggosokan terlur ke luka memarnya,atas saran Sehun.

 

“Nae”jawab Kris datar.

 

“Tapi mengapa Luhan hyung merespon dingin hyung seperti tadi? Apa kalian sedang bertengkar?”Tanya Sehun lagi penasaran.

 

“Apa aku harus menjawab pertanyaan itu untukmu?”Ucap Kris datar.

 

“Tidak! Jika hyung tak mau, aku tak memaksa. Aku hanya penasaran hyung”segan Sehun.

 

“ƗƗɑƗƗɑƗƗɑ I see. Oh iya, apa bocah tengik yang menghajarku tadi adalah temanmu?”

 

“Ya hyung. Wae?”

 

“Jinjja? Tapi mengapa sepertinya dia tak menyukaimu? Bahkan jika aku tak datang tadi ,kalian pasti sudah saling baku hantam. Sulit dipercaya.”Heran Kris.

 

“Kau benar hyung, jika melihat kondisi kami yang sekarang memang sulit dipercaya. Tapi. . . Dulu kami sangat dekat,bahkan kami sulit dipisahkan”lirih Sehun saat kembali teringat memori indahnya bersama sahabatnya Kai.

 

“Kalian bertengkar?”Tanya Kris gantian penasaraan.

 

“Apa aku harus mejawab pertanyaan itu untuk hyung?”

 

“Hei. . Itu kalimatku?”Dengus Kris tak suka, namun sedetik kemudian Ia terkekeh dan tertawa lepas bersama Sehun.

 

Sepertinya mereka memiliki problem yang sama.

 

Kesalahpahaman.

 

“Sehunnie”sapa suara berat tiba-tiba dari arah samping mereka.

 

“Channie. . .Ada apa?” Tanya Sehun menatap sosok yang telah berdiri disebelahnya.

 

“Luhan hyung menyuruhku mencarimu! Mengapa kau membolos di jam pelajarannya? Tumben sekali”jelas chanyeol panjang lebar mengenai maksut kedatangannya.

 

“Ah. . . Aku hanya sedikit bosan. Lagian kita kedatangan tamu special hari ini”ucap Sehun tersenyum jahil pada Kris.

 

“Nugu?”

 

“Kenalkan, ini Kris Hyung. Hyung ini teman sekelasku Chanyeol”seru Sehun menatap Kris dan Chanyeol bergantian.

 

“Chanyeol imnida. Annyeong Kris Hyung!”sopan Chanyeol memperkenalkan dirinya dan mebungkuk 90degree.

 

“Annyeong Chanyeol, Kris imnida”balas Kris ikut memperkenalkan diri dan membungkuk.

 

“Apa kau tak mengenal Kris hyung Channie?”Sela Sehun.

 

“Maksutmu?” Heran Chanyeol.

 

“Sesama rapper seharusnya kau mengenalnya?”

 

“Siapa? Rapper? Ah. . Astaga, Kris rapper terkenal asal Kanada itu?”Tanya Chanyeol antusias.

 

“Keureum”jawab Sehun datar.

 

“Woahh. . Aku sampai pangling karena luka-luka memar itu”ucap Chanyeol polos.

 

“Hahaha. Apa kau salah satu fansku?”Tanya Kris percaya diri.

 

“Tentu hyung. Aku sangat suka ciri khasmu saat ngerapp. Tidak terlalu cepat, namun mengikuti rythme musik. Aku tak percaya bisa bertemu denganmu disini”takjub Chanyeol menatap Kris.

 

“Eh sudah-sudah. Waktu jumpa fans telah berakhir”ejek Sehun membuat Chanyeol menyibir.

 

Drrttt drrtt drttt

 

Selfphone Chanyeol tiba-tiba bergetar membuatnya terpaksa menjauhkan diri sejenak dari sana.

 

“Wae?”Tanya Sehun saat Chanyeol menjauh tanpa bicara.

 

“Aku menerima telphone sebentar. Permisi~”

 

“Ck anak itu”

 

“Sepertinya dia menyenangkan, tidak seperti bocah tengik temanmu itu”

 

“Kau hanya belum mengenal Kai hyung”

“Ck tentu saja kau membela temanmu! Ah iya,aku tak menyangka ternyata kau mengenalku!Kufikir tidak”

 

“Aku mengenalmu sebagai public figure hyung, tapi aku tak tahu posisimu di kehidupan Luhan hyung”

“Oh begitu… Hemmm… Aku ini hanya bagian dari masa lalunya”

 

.

 

.

 

.

 

“Kau kembali?” Tanya Sehun saat Chanyeol kembali menampakan dirinya.

 

“Aku menunggu Baek disini”timpalnya.

 

“Hoh? Kau tak masuk kelas?”

 

“Malas. . Lagian masih banyak yang ingin aku tanyakan pada Kris hyung”cengirnya lebar.

 

“Dasar”dengus Sehun.

 

“Oh iya hyung, apa yang mengundangmu datang ke Seoul?”Tanya Chanyeol polos.

 

Kris tersenyum penuh arti sebelum menjawabnya.

 

“Memperbaiki sebuah kesalahpahaman hati”ucapnya kemudian.

 

“Maksutmu hyung?”Bingung Chanyeol.

 

“Channie!”Teriak suara tiba-tiba membuat percakapan itu terpotong akibat semua mata tertuju pada sumber suara, terlebih Chanyeol.

 

“Hei, yeobo! Kemarilah!”Chanyeol ikut teriak , namun Kris hanya diam saat mendapati sosok tak asing di sebelah anak bernama Baekhyun itu. Sehun menatap heran ekspresi Kris.

 

“Kris oppa!”

 

“Tao!”

 

“OPPA?” Teriak semuanya heran, kecuali Kris dan Tao.

 

.

 

.

 

.

 

TBC-RCL GOMAWO~

71 thoughts on “FF KAILU- MY SILLY LOVE PART 6

  1. Omo… kiss on the lips? :3
    Kris sama tao aja kak xD
    aduh komen aku gak bermutu nih. yg pasti aku nikmatin alur ceritanya kok ‘-‘)b

  2. ini ep-ep udah lama menjamur kaga dilanjut-lanjut. ini authornya kemana coba. gue nungguin banget tahu… ampe abis popcorn ribuan #lebeh buat nungguin fanfic ini. Thor…. cepatlah sadar!!!! banyak readers yang nunggu ff kailu satu ini. gue jitak juga kepala lu thor, biar elu cepat inget. #Maafkeceplosan
    maaf juga gue readers maen koment enggak baik aja disini. fighting buat nulisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s