Lost In Your Love (Part 5)

hayooo~ ini ff udah post

hahahahha

pas sebulan yakh ~ hehehe

author : Wajib RCL kalo g Part 6 gagal !!! #ngancem

maaf ya lama bgt post nya.. mulai sekarang bakal teratur lagi kok

hyobin harap ff ini bisa dapat diterima ~~

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : XI LU HAN – OH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS

Lost in Your Love

Episode 5

“Itu Kamu”

 

Begitu bel tanda pulang dibunyikan. Luhan segera menuju parkiran untuk menunggu Sehun. Dan tepat disaat Sehun datang. Luhan melihat Baekhyun yang sedang dibonceng oleh Chanyeol dengan motor besarnya.

 

“Kemana kita hari ini?” tanya Baekhyun saat motor Chanyeol meninggalkan pekarangan sekolah.

“Kesuatu tempat. Aku sudah janji pada mu”

 

Selama perjalanan Baekhyun terus bercerita tentang pengalamannya dua minggu ini liburan bersama Sehun. Sementara Chanyeol sesekali menjawab dengan semangat yang dibuat – buat. Mungkin kalau liburan kemarin tidak dihabiskannya untuk ikut tour bisnis dengan ayahnya, Chanyeol bisa menemani Baekhyun.

 

Sejak awal Chanyeol mengenal Baekhyun, tidak ada topic pembahasan mereka yang jauh dari sosok Oh Sehun.

Baekhyun benar – benar terobsesi dengan Sehun.

Tapi entah kenapa, meski Baekhyun selalu membahas Sehun. Chanyeol tetap menyayangi Baekhyun. Dan meski dia cemburu, dia tak bisa menyatakan perasaannya pada Baekhyun. Kaena bagi Chanyeol, selama Baekhyun bahagia dengan dunianya yang berpusat pada Sehun. Chanyeol akan ikut bahagia. Dan selama Baekhyun terfokus kepada Sehun. Chanyeol akan fokus kepada apapun yang akan melukai Baekhyun.

~~~

 

Tempat yang dijanjikan Chanyeol kepada Baekhyun adalah sebuah pantai. Sudah sangat jauh dari Seoul. Cukup nekat sebenarnya melakukan perjalanan sejauh ini dengan motor. Tapi pemandangan pantai yang tersembunyi dibalik lembah dan tertutup perkampungan nelayan membuat kenekatan tadi tidak ada apa – apanya.

 

“Bagaimana My Bacon?” tanya Chanyeol saat menurunkan standar motornya.

“Keren!!! Kenapa aku nggak pernah tau ya tempat kaya gini ada?!”

“Karena kamu cuman merhatiin Sehun, sekali – kali lihat dong tempat – tempat kaya gini”

 

Mungkin nggak ada kata lain selain bodoh yang bisa dikatakan untuk sikap Baekhyun yang terlalu mencintai Sehun dan mengabaikan apapun dan siapapun yang begitu indah disekitarnya.

 

Namun tanpa Baekhyun sadari, dunianya bukanlah berputar pada Sehun. Tapi Chanyeol, namja bermata bulat yang selalu ceria inilah yang menunjukkan pada Baekhyun dunia.

Chanyeol tak membuat dirinya menjadi dunia bagi Baekhyun.

Tapi Chanyeol menunjukan dunia.

Pada Chanyeol-lah Baekhyun mengadu dan menangis. Kemudian Chanyeol akan mengajak Baekhyun jalan – jalan dan membuat Bacon ceria lagi dan melupakan semua kesedihan dan kekesalannya sebelumnya.

 

Chanyeol tak membuat Baekhyun bergantung padanya.

Tapi membuat Baekhyun berdiri sendiri, disaat yang bersamaan.

Chanyeol selalu memegangi pinggang Baekhyun agar dia tak terjatuh.

Mungkin ini yang disebut cinta sejati.

~~~

 

“Kalau nggak turun ngapain kita jauh – jauh ngikutin Bacon sama Chanyeol kesini?” gerutu Sehun sambil terus mengemudikan mobilnya kembali ke Seoul.

“Awalnya sih pengen turun, tapi liat mereka berdua mesra begitu jadi nggak pengen ganggu”

“Mereka itu emang mesra dari dulu, tapi nggak tau deh kenapa Chanyeol nggak mau ngajak Bacon jadian”

 

“Mungkin Chanyeol takut hubungan mereka yang udah nyaman kaya begitu bakal rusak karena Chanyeol mau Baekhyunie jadi miliknya lebih dari yang sekarang”

“Dan mengorbankan rasanya buat kebahagiaan Baekhyun yang semu?” Sehun mematahkan argument Luhan. “Klise!”

“Buat tiap orang kan cara menunjukkan perasaannya beda – beda. Mungkin buat Chanyeol hal yang kamu bilang Klise itu, yang terbaik”

“Hah~ iya deh… Hari ini kayaknya aku lihat satu lagi bakat kamu”

“Apa?”

“Stalker! Jangan – jangan di Bandara dulu itu kamu udah stalking aku ya?”

“Enak aja, nggak lah. Ngapain aku stalking kamu. Kan yang suka aku duluan kamu”

“Itu karena kamu udah nunjukin kalo kamu suka aku. Makanya aku kasian kalo kamu nggak ditembak nangis lagi”

“Nggak mungkin lah aku nangis. Emangnya aku kayak kamu yang jadi galau total gara – gara nggak aku kasih kabar”

“Aku bukan galau karena nggak kamu kasih kabar”

“Terus?”

“Karena kamu udah bawa hati aku ke Beijing”

“Gomba!!”

 

Sementara Sehun dan Luhan asyik berantem romantis diatas mobil. Seseorang pria bermata tajam mengikuti mereka dengan mobilnya dari belakang. Orang itu adalah orang yang tadi siang bertemu dengan Tao didekat kantin sekolah.

~~~

 

“Eh, wakil Ketua. Ngapain disini?” tanya Tao yang kaget saat melihat Kai disebuah mall.

Kai tak begitu mengacuhkan Tao.

“Kok wakil Ketua cuman sendirian? Jomblo ya?”

“Kalau aku jomblo apa masalahmu. Kau juga kesini sendirian”

“Nggak juga, tadi aku sama ibu ku, tapi sekarang ibu lagi ada arisan direstoran deket sini”

“Anak ibu” ledek Kai berbalik meninggalkan Tao.

“Hei, wakil Ketua tunggu aku!”

“Mau ku temani jalan – jalan?” Tao menawarkan diri.

“Tak perlu, aku mau pulang saja” hindar Kai.

“Mau aku antar pulang?”

“Tak usah aku naik taksi saja”

“Ayolah wakil Ketua. Kamu kan baru di Seoul. Biar aku antar pulang. Kita kan teman satu sekolah”

 

*bip bip*bip bip*

suara SMS masuk datang dari handphone Kai. “CEPAT PULANG, SUDAH MALAM IBUMU MENUNGGU” begitulah SMS yang masuk dari sepupunya yang saat ini sedang menginap dirumahnya.

 

“Ah~ baiklah” Kai akhirnya menerima tawaran Tao.

“Oke! Leggo!”

 

Dalam perjalanan mengantarkan Kai pulang. Pembicaraan hanya didominasi oleh Tao, sementara Kai hanya merespon seiklasnya saja.

~~~

 

“Kamu ini lama sekali, ibumu sudah khawatir tuh!” semprot sepupunya saat Kai baru sampai rumah.

“Iya, maaf. Bagaimana hasil stalking mu ke Luhan?” tanya Kai to the poin.

“Lho?! Abang yang tadi siang?!” tunjuk Tao ke arah sepupu Kai.

“Kalian sudah kenal?” heran Kai.

“Tadi siang dimelihat ku dikantin”

“Jadi tadi itu lagi ngintipin Luhan ya? Wah, kalian lagi stalking Luhan ya?”

“Bukan begitu, aku ini sepupu Luhan jadi aku khawatir sama Luhan yang tinggal sama Sehun.”jelas Kai.

“Kalian nggak usah khawatir sama Sehun. Aku kenal Sehun, dia baik kok”

“Oh iya, namaku Tao. Nama abang siapa?” sambung Tao.

“Aku Kris, dan jangan panggil aku Abang lagi. Aku bukan penjual bakso!”

“Terus panggil apa?”

“Panggil saja namaku.”

 

Malam ini, adalah malam dimana Kai dan Kris menemukan manusia yang secara sifat mirip dengan Luhan. Orang itu bisa jadi Luhan yang kedua.

 

“Nggak, nggak bisa. Luhan tetap Luhan, dan Tao adalah Tao” elak Kris dan Kai.

~~~

 

Sebenarnya chapter kali ini mau difokuskan untuk pasangan Chanyeol dan Baekhyun. Tapi sepertinya udah kejauhan larinya, sejujurnya karena cukup sulit menggambarkan gimana hubungan Chanyeol sama Baekhyun.

Mereka itu tipe TTM, malah kelewat mesra dari pada orang pacaran. Tapi nggak satu pun dari mereka yang bisa jujur dengan perasaannya didepan yang satunya.

 

Chanyeol seperti yang kita tau, sangat… sangat… sangat menginginkan Baekhyun menjadi miliknya. Namun dia takut untuk merusak hubungan yang udah kebangun selama ini.

Sementara Bacon sendiri, dia sebenarnya sadar kalau ambisinya kepada Sehun itu semu. Dan semakin diperkuat dengan kemunculan Luhan yang udah menunjukkan sinyal bahwa mereka berdua punya hubungan yang … yah, you know what I mean lah…

 

Pada tahu nggak sih, setiap malam. Dirumah mereka yang bersebrangan Chanyeol dan Baekhyun itu selalu ketemuan di teras Baekhyun, Chanyeol udah memasang semacam jembatan yang bisa menghubungkan teras kamarnya dengan teras kamar Baekhyun.

Biasanya mereka akan menceritakan hal – hal yang nggak jauh – jauh dari Sehun. Tapi malam ini berbeda. Malam ini adalah malam ketiga sejak Chanyeol mengajak Baekhyun ke pantai yang dibuntuti oleh Luhan dan Sehun.

 

Dalam waktu tiga hari itu, sepertinya, Hunhan Couple menjalankan misi mereka untuk menyatukan Chanyeol dan Baekhyun. (Sepertinya ekspektasi untuk membuat Baekhyun menjadi penggangu hubungan HunHan sirna sudah)

 

“Benarkah ini dari Chanyeol?” tanya Luhan.

“Ya, dia membawakannya saat dia dan ayahnya mengerjakan bisnis liburan kemarin” kata Baekhyun sambil menyimpan beberapa oleh – oleh dari Chanyeol kedalam tasnya.

“Chanyeol baik sekali, tidak seperti Sehun. Selama tinggal bersama dia selalu menyuruhku cuci piring dan memasak” Luhan menjatuhkan nama baik Sehun didepan Baekhyun.

 

“Chanyeol ah, kamu harus yakin” pancing Sehun ke Chanyeol disaat yang lain.

“Lihat aku, saat melihat Luhan pertama kali aku tahu dia diciptakan untukku. Dan aku dengan yakin mengajaknya tinggal dengan ku. Kalau aku nggak yakin, mungkin kami akan berpisah di Incheon” sambung Sehun masih bersemangat.

“Tapi aku masih takut kalau Baekhyun malah menjauh”

“Aish~ kalau Bacon sudah jadi milikmu, mana mungkin dia menjauh”

 

Obrolan tadi cuman bagian kecil dari usaha besar HunHan Couple menjadi mak comblang untuk Chanyeol dan Baekhyun.

Luhan selalu saja menjatuhkan Sehun dan meninggikan Chanyeol didepan Baekhyun, ya nggak selalu juga sih. Dan Chanyeol selalu dicekoki Sehun dengan semangat untuk bisa membuat Baekhyun menjadi miliknya.

 

Aih, meskipun chapter ini dikhususkan untuk Baekhyun dan Chanyeol. Tapi sedikit cerita tentang Tao, Kris, dan Kai diawal tetap saja memiliki hubungan yang kuat dalam chapter ini.

Ya, ya, ya bukan hanya Sehun dan Luhan yang selalu membuntuti kemana Baekhyun dan Chanyeol pergi. Tapi mereka juga dibuntuti oleh Kris, dan sesekali Tao tiba – tiba muncul dibelakang Kris dan dengan polosnya bertanya.

“Bang, masih ngikuti Ketua sama Luhan ya?”

“Heih, kau bisa sih nggak ngagetin seperti itu. Dan jangan panggil aku Bang. Panggil saja aku Kris”

“Oke Bang” jawab Tao yang entah kenapa ikutan ngumpet dibelakang Kris.

 

Stalker yang kenal stalking. Okelah, biar cerita ini bisa fokus sama Baekhyun dan Chanyeol, cerita Tao, Kris, dan Kai kita simpan untuk chapter selanjutnya.

 

Balik lagi ke laptop, eh, ke teras maksudnya. Teras kamar Baekhyun yang malam itu sedang ditemani udara sejuk malam musim semi dan suara televisi yang menyala dikamar Baekhyun. Tapi kali ini nggak satupun dari mereka yang bicara.

 

Itu semua karena perasaan dalam diri mereka telah berubah. Anggapan satu sama lain yang selama ini saling memandang sebagai teman. Karena ulah Luhan dan Sehun, dalam tiga hari telah berputar 180o menjadi rasa yang baru. Yah, sebenarnya nggak bisa dibilang 100% baru juga karena sebenarnya rasa itu sudah ada tapi keduanya sama – sama memendamnya.

 

Acara ditivi sudah bertukar, burung hantu sudah meninggalkan dahan, Seoul masih belum tidur, menemani keheningan antara Baekhyun dan Chanyeol.

Keheningan seperti ini yang mungkin ditakutkan Chanyeol.

Keheningan yang disebabkan berubahnya perasaan.

 

Seolah ingin memecah keheningan, handphone Baekhyun yang ada didalam kamar berbunyi. Secara refleks keduanya bangkit dan Baekhyun mendahului masuk kamar. Tapi ternyata Baekhyun tanpa sengaja menendang gelas yang masih berisikan sisa orange jus, sehingga orange jus itu tumpah dan mengakibatkan gerak refleks yang membuat Baekhyun mundur dengan gaya sebesar 30 newton kebelakang dan mengakibatkan gaya tubruk dengan Chanyeol yang saat itu berdiri dengan kekuatan yang lebih ringan dari besaran pangkat dua grafitasi bumi dan menghasilkan gerak lurus berubah beraturan yang mendorong keduanya jatuh terduduk serta membuat massa tubuh Baekhyun yang saat itu lebih berat diakibatkan kuadrat akar kali dua dari massa jenis Chanyeol menjadikan tubuh Baekhyun berbalik dan jatuh menghadap Chanyeol. Kemudian menghasilkan tubrukan dua benda lunak dibawah hidung. Tubrukan ini menghasilkan reaksi neuron saraf segera menuju otak dan menciptakan reagen yang membuat sebuah rangsangan kimiawi hormon dalam otak kepada hati serta jantung yang secara matematis oleh Issac Newmoon dijabarkan sebagai Gaya Reaksi Antar Hati. Yang mengakibatkan lumpuhnya hampir semua indera dan menonaktifkan semua gelombang baik suara atau yang lainnya dalam tubuh atau luar tubuh dalam frekuensi tertentu sehingga menjadikan dunia seolah milik berdua. #ngawurilmiah

 

“Ma… maaf” ucap Baekhyun dengan panik dan segera bangkit sambil memegang bibirnya. Mukanya memerah. Semerah – merahnya warna merah yang merah. Sementara Chanyeol yang masih terbaring diteras samar – samar tersenyum sambil mengelus bibirnya.

 

“Lu.. Luhan?” gagap Baekhyun saat menjawab telpon.

“Baekhyunie, aku ingin bertanya tentang tugas Sejarah. Kau taukan aku ini besar di China, dan aku belum punya buku, sementara Sehun sibuk jadi panitia ospek dengan Dewan Sekolah. Kau maukan membantu ku?”

“Ehm… Baiklah, aku akan bantu ka…” kata – kata Baekhyun terhenti seseorang memeluk pinggangnya. Sebenarnya Baekhyun mau menutup telpon dari Luhan, tapi dia takut menghadapi kenyataan kalau yang memeluknya itu adalah Chanyeol.

“Ah~ terima kasih Baekhyunie! Baiklah soal pertama..”

 

“Siapa Raja Korea yang menciptakan aksara Hangeul?” tanya Luhan lewat telpon yang menempel ditelinga kiri Baekhyun.

“Siapa yang selalu menciptakan cara kangen dan bahagia didalam hati ku?” bisik Chanyeol ditelinga kanan Baekhyun.

Dengan pikiran yang terbagi dan tidak fokus, Baekhyun menjawab pertanyaan Luhan.

“Ka… Kaisar Se… Sejong”

“Itu Kamu~”  bisik Chanyeol mempererat pelukannya.

 

“Oke, kedua. Penguasa wanita pertama Kerajaan Silla dari masa Tiga Kerajaan?” tanya Luhan lagi.

“Siapa orang yang menjadi penguasa hatiku sejak pertama kali?” bisik Chanyeol lagi.

“Ratu Seon Deok” jawab Baekhyun dengan mata terpejam.

“Itu Kamu~” Chanyeol menjawab pertanyaannya sendiri.

 

“Ah, Ratu Seon Deok. Pertanyaan Ketiga” Luhan masih bertanya tanpa tahu apa yang terjadi dengan Baekhyun di ujung telepon sana.

“Siapa raja terakhir Kekaisaran Han sebelum akhirnya Korea jatuh ketangan Jepang?”

“Siapa raja terakhir dan selamanya di hati Park Chanyeol?”

“Kaisar Yi Wanyoung” jawab Baekhyun masih dengan mata terpejam dan merasakan pelukan Chanyeol semakin keatas.

“Itu Kamu”

 

“Keempat, apa filosofi masyarakat Pulau Jeju tentang kebahagiaan?” Luhan masih aja nanya.

Apa filosofi Park Chanyeol tentang kebahagiaan?” desis Chanyeol ditelinga Baekhyun.

“Kebahagiaan itu kecil seperti butir pasir. Sementara kesedihan itu besar seperti batu karang” tangannya mulai gemetar.

“Kebahagiaan itu kamu”

 

“Lima, Astronot Korea Pertama yang mengorbit diluar angkasa?”

“Orang pertama yang selalu mengorbit dihati aku?” kali ini bibir Chanyeol hampir menempel dengan pipi Baekhyun.

“Kalo nggak salah… Lee So Yeon” Baekhyun membuka matanya. Dia bisa melihat wajah Chanyeol disisi kanannya.

“Kalo nggak salah… Itu kamu” Chanyeol meniru gaya bicara Baekhyun.

 

“Salah satu istana bersejarah di Korea yang pernah terbakar karena invasi Jepang pada tahun 1592?”

“Salah satu tempat yang selalu terbakar tiap kamu bahas tentang Oh Sehun?” Chanyeol mulai menyampaikan kecemburuannya.

“Is… Istana Changdeok” Baekhyun tau kecemburuan seperti ini satu saat akan dia dengar.

“Hatiku”

 

“Ah, terima kasih Baekhyunie~ Ini pertanyaan terakhir. Kapan Korea Selatan memproklamirkan kemerdekaannya?”

“Kapan aku akan memproklamirkan perasaanku kekamu?”

Baekhyun benar – benar tak bisa bicara.

“Baekhyunie, kau masih disana? Baekhyunie!” panggil Luhan yang tak mendapat jawaban Baekhyun.

“Ah, iya. Itu tanggal 15 Agustus. Tahun 1948” jawab Baekhyun terbata – bata.

“Ah, iya. Itu sekarang. Tahun 2012”

 

“Aih~~ Terima kasih Baekhyunie. Kau benar – benar membantu. Sekarang tugas ku sudah siap…” ujar Luhan senang.

Dengan segera Chanyeol menutup telpon dari Luhan.

“Aih~~ Baekhyunie. Kau benar – benar tidak membantuku, kau tidak menjawab satupun pertanyaanku” Chanyeol sekarang berdiri didepan Baekhyun.

 

Sepertinya hasutan Sehun tiga hari ini benar – benar membantu. Chanyeol malam ini benar – benar yakin kalau Baekhyun harus tau perasaannya.

“Kali ini jawablah pertanyaanku. Kamu…” perkataan Chanyeol terputus. Tiba – tiba saja Baekhyun masuk dalam perlukan Chanyeol, sangat cepat dan kuat sehingga membuat mereka jatuh diatas kasur.

 

“My Bacon, kau menangis?”

“Ya, aku menangis. Aku menangis karena aku merasa bodoh karena tak bisa menjawab tujuh pertanyaanmu. Padahal aku tahu jawabannya selama ini”

 

“Sekarang aku mau balik bertanya, siapa sebenarnya orang dari tokoh ‘Sehun’ yang selama ini aku ceritakan”

“Oh… Oh Sehun?” jawab Chanyeol ragu.

“Itu Kamu!”

 

][Bersambung][

Twitter: @addymukhziae

hahahahhahaha~

ayo deh RCL yaa

Gimana dengan kelanjutannya?

apakah Kai akan menyerah? atau Kris akan melakukan hal yang lebih ekstrim?

saksikan di LOST IN YOUR LOVE PART 6

Cooming Soon 

#plak!! Hyobin korban silet

RCL ~

Gomawo yo :3

81 thoughts on “Lost In Your Love (Part 5)

  1. ASTAGA TUHANKU, SUKA BANGET SAMA BAEKYEOL. KYAAAAAAAAAAAAAAA >.<

    Aku cape sama tao, ngomong abang mulu, cape tauga wkwkwk ._.

  2. author sarap!!! kenapa lo bisa bikin epep seromantis dan sekocak ini?? dan sejak kapan sehun bisa ngegombal?

  3. ouuuuhhh , sweeet bgt chanbaek moment nyaa… seru baca ff nya beda dari yang laen, setiap paragraf ga ada yg aku lewatin, enak di baca, ga bikin pusing ( kecuali di bagian #ngawurilmiah itu), ga bikin gantuk juga… thumbs up buat author & editor nya (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s