Another Promise Chapter 6

*Ngacungin pistol* ada yang mau FF ini gak?? hehe~

annyeong semua~ Sebelum taraweh hyobin mauu post duluuuu~

yehaaaaaaa😄

RCL jangan lupa yaaa setelah baca FF ini ^^

kalo gak DOSA!! #Hyobin nyolot -_______- *gak dosa juga kali*

nah lanjut ke FF ^^

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE, DRAMA, ANGST

CAST : OH SEHOON, XI LU HAN, KIM JONG IN

OTHER : BYUN BAEKHYUN – PARK CHANYEOL

PAIRING : KAIHAN/KAILU, HUNHAN

OTHER OTP : KAIBAEK- HUNBAEK

Hey kasih, Lihat aku ada disini melihatmu

Hey cinta, lihat aku disini menunggumu bahagia

Hey cantik, tahukah kau kalau aku selalu menjadi penegak hatimu?

Jangan berpaling walau disana kau bersamanya

Apa aku tidak cukup?

Luhan…

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku.

Maafkan aku.

.SEHUN.

Another Promise

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

|twitter :@ranalunabila|

Chapter 6

“Ayo kita kerumah Sehun.”

“EH?” Mata Luhan membulat seketika. “Ani!! Aku tidak mau hyung.”

“Wae? Apa hanya gertakan sekali saja kau jadi lemah Luhannie?” Taemin melipat tangannya didada.

“Tapi hyung…”

“Tak ada tapi- tapian! Ayo ikut saja!” Taemin langsung menarik tangan Luhan menuju rumah Sehun. Tentu saja yang bisa Luhan lakukan adalah pasrah pada hyung kesayangannya itu.

Tok

Tok

 

“SEHUUUUUUUUUUUUUUUUNNN~~”

 

Panggil Taemin kencang sambil menggandeng tangan Luhan. Yang bisa Luhan lakukan hanya menggigit bibir bawahnya.

“Hyung.. Kita pulang saja yuk.” Ajak Luhan sambil menarik tangan Taemin.

“Nanggung, Luhannie-chagiya!!! SEEEEE~HUUUNNN~NIIEEEE~” panggil Taemin jauh lebih kencang dan…

 

Klek

 

Luhan langsung menunduk saat Sehun membukakan pintu rumahnya. Taemin malah tersenyum senang.

“Lama sekali membukakan pintu untukku.” Taemin menyipitkan matanya.

“Taemin-hyung? Ah! Mianhae, hyung. Aku tak tahu kalau hyung akan berkunjung kerumahku. Kapan hyung kembali ke Korea?” tanya Sehun berbasa basi.

“Tak membiarkan aku masuk terlebih dahulu?” Taemin tersenyum sinis.

Sehun melirik Luhan yang sedari tadi menunduk kemudian mengangguk pelan. “Silahkan masuk.”

 

Diruang tamu kediaman Oh.

 

“Hyung ingin minum sesuatu?” tanya Sehun sambil berjalan menuju dapur.

“Tidak! Duduklah dengan tenang.” Pinta Taemin sambil melipat tangannya didada. Luhan masih diam tak bersuara. Ia masih betah menunduk sejak tadi.

Sehun menghela nafas pelan kemudian duduk berhadapan dengan Taemin dan Luhan.

Taemin melirik Luhan yang duduk disebelah kanannya.

“Nah~ Kurasa kau sudah mengenal adikku ini, Sehunnie~”

Sehun diam saja. Dia ikut- ikutan menunduk.

“Ada apa ini?” Taemin melirik Luhan dan Sehun bersamaan. “Kenapa jadi diam- diaman?”

Sehun menghela nafas panjang. “Kami memang saling mengenal namun tidak terlalu dekat, hyung.” Jawab Sehun akhirnya.

Deg

Rasanya hati Luhan sedikit sakit karena Sehun mengatakan tidak terlalu dekat dengan Luhan. Taemin melirik Luhan dari ekor matanya.

“Tidak terlalu dekat?” Taemin meletakkan jari telunjuknya dibibir pinknya. “Kalau begitu berakrab- akrablah dulu. Tidak enak kalau sesama tetangga tapi tak saling kenal dekat.”

Taemin berdiri kemudian berjalan menuju pintu. Luhan langsung berdiri dan mengejar Taemin. Sehun hanya bisa menghela nafas pelan. Ia tatap pilu punggung Luhan yang menjauh.

“Hyung.. Aku ingin pulang saja.”  Kata Luhan cepat.

“Wae?”

Luhan menunduk. “Aku hanya tidak mau.”

“Bicarakan baik- baik, Luhannie.” Taemin mengusap pipi Luhan kemudian menatap Sehun yang masih duduk diposisinya sambil memandang Luhan.

“Tapi-“

“Aku tak mau kau menyesal nantinya.” Taemin tersenyum kemudian keluar dari rumah Sehun.

Blam

Saat pintu rumah Sehun ditutup, Luhan menelan ludahnya. Ia tak tahu harus berbuat apa.

Sehun bangkit kemudian berjalan mendekati Luhan.

 

“Bagaimana punggungmu?” tanya Sehun pelan tepat dibelakang Luhan.

“Le…Lebih baik…” Luhan masih betah dengan posisi memunggungi Sehun. Ia tak berani menatap Sehun.

 

Diam.

 

Tak ada lagi percakapan.

Sehun dan Luhan masih diposisi masing- masing.

 

[Sehun POV]

Yang bisa kulakukan hanya memandangi punggung kurusnya itu.

Aku ingin memeluknya…

Tapi…

Jika aku melakukan hal itu, ia akan tersakiti lagi.

 

Tap

 

Aku lihat perlahan ia membalikkan tubuhnya. Kini kami berhadapan namun ia masih menunduk. Aku tak bisa melihat wajahnya.

“Sehun… Kenapa kau ingin kita tak saling kenal lagi?”

Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku memakai topeng super dingin didepanmu hanya untuk melindungimu Luhan.

“Itu yang terbaik.” Jawabku dengan nada suara dingin dan sinis.

Tes

Tes

“Mianhae.. Jeongmal.. Tapi aku tak bisa seperti ini … Aku…”

Ya Tuhan! Luhan menangis. Ia terlihat benar- benar lemah.

Apa yang harus kulakukan agar malaikat ini tidak menangis lagi?

Aku akan korbankan segalanya agar dia bahagia…

“Hiks..” ia terisak.

Luhan malaikat-ku terisak pilu. Tubuhku seakan terpaku dan mendingin menatapnya yang kini menangis didepanku. Tubuhnya yang bergetar pelan serasa mengutukku seumur hidup.

Tidak!

Yang kuinginkan adalah kebahagiaannya!

Aku tidak boleh terlalu egois dan membiarkan cintaku menyakitinya!!

 

“Berhenti menangis, Xi Luhan.”

“Mianhae..” Luhan membalikkan badannya kemudian berjalan kepintu rumahku. Tapi…

Grep

Apa yang kulakukan!

Aku memegang lengan kurusnya saat ini. Ia nampak kaget dan kembali menatapku.

 “Sehun…” tangis Luhan seketika itu terhenti.

Aku melepas tanganku dari lengannya. “Kai adalah namja yang baik. Aku ingin kau bahagia bersamanya.”

Bukan! Bukan hal itu yang ingin kukatakan.

Mata Luhan membulat. “Apa..”

“Aku akan mendukungmu dengan Kai. Agar kau bisa bahagia.”

“Ti..Tidak… Aku..” Luhan memegang kedua tanganku. Wajahnya kacau. Wajah yang menunjukkan rasa kehilangan.

Apa ia takut kehilangan diriku?

Air mata bening yang keluar dari mata besarnya sangat menusuk hatiku.

 

“Jangan seperti ini, Sehun. Kumohon! Jika kau memang menyukai Baekhyun-sshi.. Aku akan terima hal itu.. Tapi jangan mengatakan hal seperti itu.. Seakan- akan kau tak mau menemuiku lagi. Aku tak mau.” Luhan menggeleng pelan.

 

Aku sedikit kaget. Luhan tahu kalau aku dulu menyukai Baekhyun?

Pasti Kai yang menceritakannya! Aku menggertakkan gigiku, kesal.

 

“Nampaknya Kai banyak bicara ya.”

 

“Masihkah.. Kau memiliki perasaan seperti itu pada Baekhyun-sshi?” tanya Luhan serius.

Deg

Apa yang harus kujawab?

 

Jika aku berbohong dan mengatakan aku masih mencintai Baekhyun.. Apa semua akan berjalan sesuai keinginanku?

Apa Luhan akan menjauhiku kemudian ia bisa bahagia dengan Kai?

 

Akhirnya aku mengangguk pelan. “Aku masih mencintainya. Maka dari itu.. Anggap saja kita tak pernah kenal dan aku tidak mau terlalu dekat denganmu lagi.. Luhan-sshi.”

 

Luhan terdiam. Matanya membulat sempurna. Perlahan ia lepaskan genggaman tangannya dari tanganku.

Matanya kembali berkaca- kaca. Namun ia tidak menangis.

Ia berusaha tersenyum.

Oh Tuhan… Ini menyakitkan! Ini sangat menyakitkan!

“Ba..Baiklah… Aku hanya ingin kau bahagia, Sehun.” Luhan tersenyum kemudian menepis air matanya yang baru saja jatuh. “Tapi aku ingin kau tahu… Aku mencintaimu.”

 

Deg

 

Mataku membulat sempurna. Jantungku terpompa lebih keras. Aku terdiam membisu tak tahu apa yang harus kukatakan.

Luhan… Mengatakan perasaannya padaku?

Luhan… mencintaiku?

Tap

 

Blam

 

“AH!” Aku hendak mengejar Luhan namun aku urungkan niatku lagi.

Luhan sudah pergi. Ia pergi dengan rasa sakit dihatinya.

Bruk

Aku terduduk. Kakiku lemah. Semua badanku melemah. Bisa kurasakan sakit diseluruh tubuhku.. Sakit karena melukainya.

“Ini yang terbaik… Ini..”

Aku hanya ingin kebahagiaanmu Luhan. Hanya itu.

Dan kebahagiaanmu…

Bukan denganku.

“Nado..Saranghae..”

 

 

Author POV

 

Luhan memasuki rumahnya. Ia tidak menangis.

“Luhan..nie…” suara Taemin melemah saat melihat Luhan yang berjalan dengan gotai.

Grep

Taemin langsung memeluk tubuh rapuh Luhan.

“Bagaimana?” bisik Taemin pelan.

Luhan menggeleng. “Dia masih mencintai Baekhyun-sshi… Aku.. tak punya harapan.”

“Oh changiya…” Taemin mempererat pelukannya. “Jangan bersedih. Aku yakin ada namja yang lebih baik nantinya untukmu.”

Luhan membenamkan kepalanya dipundak Taemin. Tinggi badan mereka memang tak terlampau jauh. Walau Taemin sedikit lebih tinggi dari Luhan.

“Hiks..Hiks…” Luhan menangis terisak. “Rasanya sakit sekali, hyung. Hiks..”

“Aku tahu… Rasanya memang sakit…” Taemin mengusap rambut Luhan lembut. “Sangat sakit.”

 

>> 

 

Malam harinya.

 

Klek

 

Kai masuk kedalam rumah Luhan dan Taemin. “Aku datang~” teriak Kai yang menyadari tak ada satupun orang berkeliaran dirumah itu.

“Sepi sekali.” Kai menutup pintu rumah.

 

“Kau sudah datang? Lama sekali sih. Aku sudah kelaparan nih.” Taemin keluar dari kamarnya dan langsung menyambar kantung yang berisi makanan yang dari tadi Kai pegang.

“Mana Luhan?” tanya Kai.

Taemin berjalan kedapur kemudian meletakkan makanan itu dimeja makan.

“Mwo~ Kibum-noona baik sekali. Pasti enak sekali.” seru Taemin girang. Kai mengikuti Taemin kedalam dapur dan kembali bertanya.

 “Hyung~~ Mana Luhan?”

Taemin menghela nafas panjang kemudian menatap Kai.

“Aish! Kau tak bisa lepas dari dia walau hanya sebentar ya!”

Kai memutar bola matanya. “Biarin!”

“Haahh.. Jangan ganggu dia dulu.”

“Kenapa?”

“Dia ditolak Sehun tadi sore.”

“MWO!!!” Mata Kai membulat. “Ditolak? Maksudnya?”

Taemin memutar bola matanya. “Begini… Sepertinya Luhan dan Sehun ada masalah. Jadi aku bawa Luhan kerumah Sehun untuk menyelesaikan masalah itu… Namun sepertinya Sehun masih menyukai Baekhyun.. Ia mengatakan pada Luhan kalau Luhan lebih baik menjauhinya karena ia masih menyukai Baekhyun.”

Kai memejamkan matanya sesaat kemudian menghela nafas. “Lalu bagaimana keadaannya?”

“Sejauh ini ia masih menangis. Biarkan ia sendiri dulu dan menenangkan diri.” Taemin nampak cemas namun ia berusaha untuk tenang.

Kai mengangguk.

“Sehun berbohong, hyung.”

Taemin yang sedang memakan tempura langsung berhenti mengunyah dan menatap Kai tajam.

“Maksudmu Jongin?”

“Hyung tahu sendiri kalau aku menyukai Luhan sejak dulu. Saat Luhan di Korea ia malah dekat dengan Sehun. Awalnya Sehun berniat menjadikan Luhan alat balas dendam untuk menghancurkanku.”

“Masih masalah Baekhyun, kah?”

Kai mengangguk. “Sehun masih diliputi dendam. Namun… Saat ia lebih mengenal Luhan. Sehun benar- benar jatuh cinta pada Luhan. Mereka saling mencintai.”

Taemin memegang pundak Kai. Nampaknya namja sok kuat yang selama ini ia kenal jadi sedikit rapuh saat menceritakan tentang Luhan dan Sehun.

“Tapi… Hyung tahu sendiri kalau Sehun emosinya tidak stabil. Ia begitu cemburu saat Luhan bersamaku. Waktu itu terjadi pertengkaran lagi.. Sehun memukuliku dan Luhan berusaha menolongku. Akibatnya.. Hyung lihat luka dipunggung Luhan, kan?”

Taemin membekap mulutnya sendiri. “Jadi itu ulah Sehun?”

“Sehun tak sengaja. Semua orang yang melihat pasti tahu akan hal itu. Tapi rasa bersalah malah menguasai dirinya. Karena itu ia tak mau Luhan ada didekatnya. Ia takut menyakiti Luhan.”

“Pabo!” kata- kata itulah yang langsung muncul dari bibir Taemin.

“Siapa?”

“Tentu saja Sehun!” Taemin duduk dimeja makan kemudian menyantap makanan yang dibawa oleh Kai.

“Yang dia lakukan justru hanya menyakiti diri sendiri dan orang yang dia cintai, kan?” sambung Taemin sambil menelan makanannya.

Kai terdiam.

Taemin tahu betul kalau Kai sedang berfikir.

“Tak akan ada yang berakhir bahagia jika seperti itu, Jongin. Tak akan ada.”

Kai menatap Taemin tajam. “Walau aku tulus mencintainya?”

“Entahlah, aku tak tahu rencana Tuhan pada kalian. Aku hanya ingin kalian berakhir bahagia. Hanya itu.” Taemin tersenyum.

Kai ikut tersenyum. “Aku juga begitu, hyung.”

 

>>> 

 

Klek

Kai masuk kedalam kamar Luhan pelan. Ia hendak mengajak Luhan makan malam, walau Taemin sudah makan duluan.

Senyuman terlukis saat melihat Luhan tertidur melingkar diranjangnya. Kai mendekati Luhan yang mendengkur lembut dan teratur. Suara nafas yang terdengar begitu damai membuat Kai duduk dilantai sambil menumpukan kepalanya ditepi ranjang Luhan menatap wajah mungil yang kini masih berada dialam mimpi.

Jejak air mata masih nampak jelas dipipi Luhan. Menandakan ia menangis hingga tertidur. Kai masih menatap wajah Luhan lekat.

“Kau seperti bulan… Dan itu membuatku gila…” bisik Kai pelan.

 

>>> 

 

[Luhan POV]

Hangat..

Nafas seseorang menderu pipiku lembut.

Nafas yang hangat dan menenangkan.

Perlahan aku buka mataku.

“Kai..”

Aku lihat ia tertidur disamping ranjangku. Ia hanya menidurkan kepalanya ditepi ranjangku. Ia masih terduduk dilantai.

Dia bisa tertidur seperti ini?

Dia bisa kedinginan. Aku bangkit dari tempat tidur dan mengangkat tubuhnya pelan keatas tempat tidur.

“Aish! Berat!” bisikku setelah berhasil mengangkat tubuh Kai keranjangku. Aku lirik jam dinding yang menunjukkan pukul 04.00 dini hari.

Aku duduk ditepi ranjangku kemudian membelai rambut Kai perlahan.

“Ah!” Aku menyelimuti Kai. Kakinya lumayan dingin akibat ia tidur dilantai tadi. Aku tersenyum manis.

Ia seperti seorang bayi saat tertidur. Aku membaringkan tubuhku disamping Kai. Entah kenapa aku benar- benar nyaman jika ada didekatnya.

Aku tatap wajahnya yang polos.

Seandaikan saja namja yang kini tertidur disampingku adalah Sehun… Aku pasti akan sangat bahagia. Walau kini aku bahagia memiliki sahabat seperti Kai.

“Kai…” bisikku pelan kemudian menutup mataku. “Semoga kau hidup bahagia melebihi siapapun.”

Aku terlelap setelah mengatakan hal itu.

Permohonanku kepada Tuhan.

[END Luhan POV]

 

>>>

Pagi harinya,

Kai perlahan membuka matanya. Ia melihat tangan mungil tengah memeluknya diatas ranjang.

“Eh!” mata Kai membulat saat ia menyadari kalau dirinya kini tengah ada diatas ranjang dan.. Ia dipeluk erat oleh malaikatnya.

Luhan masih tertidur disampingnya. Kai belum mau bangun ataupun beranjak dari pelukan Luhan. Kai malah balas memeluk Luhan dan membenamkan wajahnya diceruk leher Luhan. Menyesapi aroma hangat yang berasal dari tubuh malaikat itu.

 

[Kai POV]

Apa dia yang mengangkatku keatas ranjangnya?

Aku tersenyum mantap.

Aku tak mau melepaskan kehangatan tubuh ini. Aku tak mau!

Kehangatan yang telah kurindukan bertahun- tahun lamanya.

“Hnngg…” kudengar desahan pelannya. Ia terbangun.

Perlahan ia mengerjapkan matanya. Aku tersenyum saat ia menatap wajahku dengan sangat fokus.

“Annyeong..” ucap Luhan sambil tersenyum manis.

“Annyeong.” Balasku sambil melepas pelukanku. Ada sedikit rasa kecewa saat kehangatan itu terenggut dari ragaku. Luhan duduk dan langsung berdiri. Sekedar melakukan peregangan ringan.

Aku masih duduk diatas ranjangnya. Terlalu malas melangkahkan kakiku.

“Kau yang mengangkatku keatas ranjang?” tanyaku saat ia duduk ditepi ranjang.

“Ne.. Aku tak tega melihatmu tertidur seperti itu. Lagipula apa yang kau lakukan sampai tertidur disana?”

Aku menghela nafas. “Aku ingin mengajakmu makan malam.. kemudian aku melihatmu tidur.. aku memandangi wajahmu yang sedang tidur dan aku… tak sengaja tertidur.. Begitulah.” Jelasku sambil berdiri dan melakukan peregangan ringan. Luhan mengangguk kemudian melirik jam dinding.

“Sudah waktunya kita bersiap- siap kesekolah.” Luhan berjalan keluar kamar. Aku mengangguk dan mengikutinya.

[End Kai POV]  

 

>>>

Disekolah.

Kai dan Luhan sedikit bersenda gurau sambil memasuki kelasnya. Walau sulit membawa Luhan tertawa, Kai sudah berusaha keras menghibur Luhan.

 

Tap

 

Luhan menunduk masuk kedalam kelas. Kai menyadari Sehun sudah duduk dikursinya dan Luhan menghindari kontak mata dengan Sehun. Jika diperhatikan, tangan Luhan nampak gemetaran.

 

Kai menahan tangan Luhan saat Luhan akan duduk dibangkunya.

“W…Wae?” tanya Luhan bingung.

“Kau duduk ditempatku. Biar aku yang duduk disamping Sehun.” bisik Kai tepat ditelinga Luhan. “Kau tak perlu memaksakan hatimu. Ne?”

Luhan tersenyum dan mengangguk. Ia berjalan kebangku Kai dan duduk disana. Kai duduk dibangku Luhan yang tepat ada disamping Sehun.

 

Sehun menghela nafas panjang saat melihat Kai duduk dibangku Luhan. Entah apa yang dipikirkan Sehun.

Hanya dirinyalah yang tahu.

 

>>> 

 

Jam istirahat.

Sehun menatap tajam Kai yang kini duduk dibangku Luhan. Kai mendengarkan musik dari ipod-nya. Terkadang Kai menyenandungkan lagu yang ia dengar.

Luhan baru saja keluar kelas menuju toilet.

 

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Sehun pelan. Kai mendengar perkataan Sehun karena volume musik yang ia dengar melalui earphone memang kecil. Kai melepas earphone-nya.

Kai tersenyum sinis kemudian menatap Sehun tajam. “Apa yang kulakukan? Mencegah Luhan tersakiti lagi. Cukup sudah aku melihatnya menangis karena kau.”

Sehun menunduk kemudian menghela nafas panjang.

“Luhan menyatakan perasaannya padaku kemarin.”

“Dan kau menolaknya.” Sambung Kai bengis.

“Kau tahu ini demi kebaikannya.”

 

“ ‘Tak akan ada yang berakhir bahagia jika seperti itu, Jongin. Tak akan ada’… Itulah perkataan Taemin-hyung padaku tentang dirimu dan Luhan.”

 

Sehun membulatkan matanya. Kai seketika itu berdiri dan berjalan keluar dari kelasnya. Ia ingin menyusul Luhan.

“Tak akan ada yang berakhir bahagia?” bisik Sehun kemudian. “Lalu apa? Apa yang bisa membuat semuanya berakhir bahagia?”

>>>

Kai dan Luhan baru pulang dari klinik. Luka dipunggung Luhan memang harus terus diperiksakan karena vas bunga yang menubruk punggungnya cukup dalam tertancap. Ditakutkan akan infeksi jika penanganan lukanya dilakukan sembarangan. Jika infeksi, akan berakibat sangat fatal.

“Kita langsung pulang?” tanya Kai saat Luhan melingkarkan lengannya dipinggang Kai. Seperti biasa, Kai tak akan membawa motor dengan kecepatan standar, maka dari itu Luhan tak mau mengambil resiko terluka jauh lebih banyak.

Cukup punggungnya saja!

“Tentu, Taemin-hyung kasihan sendirian dirumah, kan?” jawab Luhan.

Kai mengangguk namun saat ia menghidupkan mesin motornya. Ia melihat sosok yang sangat ia kenali akan menyeberang jalan.

Baekhyun.

Tapi Baekhyun tidak sendirian. Ia bersama namja tinggi yang memiliki wajah yang sangat tampan. Baekhyun nampaknya menghindari namja itu.

“Kau tunggu disini.” Ujar Kai sambil melepas helm-nya. Luhan mengangguk dan memperhatikan Kai yang berjalan menuju jalan raya.

 

>>>

“Sudahlah! Aku bilang aku bisa pulang sendiri!” Baekhyun terus berjalan menghindari namja tinggi itu.

“Aku hanya cemas. Kau biasanya kan selalu pakai mobil. Jika jalan sendirian kau bisa diculik, lho.”

“Kau pikir aku anak kecil! Lebih baik kau urusi saja kekasihmu yang bejibun itu!!” Baekhyun memutar bola matanya.

“Jangan percaya gossip bohong seperti itu, Baekhyunnie!” namja tinggi itu masih saja tak mendengarkan perkataan Baekhyun.

Grep

 

Baekhyun membulatkan matanya melihat seseorang menarik tubuhnya kedalam dekapan hangat.

Namja tinggi yang dari tadi mengikuti Baekhyun kaget bukan main.

 

“K…Kai!!” Baekhyun mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Kai.

 

“Jangan ganggu sahabatku!” ujar Kai tajam menusuk namja tinggi itu.

Namja tinggi itu tersenyum manis. “Aku teman sekelas Baekhyun. Sepertinya kau salah paham, aku tak mengganggunya, kok.”

“Dia.. Park Chanyeol.. Teman sebangku-ku.” jelas Baekhyun sambil melepaskan pelukan Kai.

Kai menyipitkan matanya. “Apapun itu aku tak peduli. Nampak sekali kau terganggu dengan kelakuan namja ini.” Kai kembali menatap Chanyeol tajam.

“Terganggu? Benarkah begitu, Baekkie?” tanya Chanyeol dengan wajah memelas.

“Aku.. Aku hanya tidak terbiasa… Just it.” Baekhyun menggaruk rambutnya kemudian melirik Kai.

“Dan… Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Baekhyun heran.

“Ah! Aku baru saja mengantar Luhan ke klinik. Saat kami akan pulang, aku melihatmu dengan.. Namja ini.” Kai kembali men-death glare Chanyeol. “Kupikir kau diganggu oleh namja ini.”

“Aigoo.. Tidak seperti itu. Rumah kami searah dan lebih baik jika kami pulang bersama, kan?” Chanyeol mencoba tersenyum ramah.

“Baiklah. Kita pulang bareng.” Kata Baekhyun akhirnya pada Chanyeol.

“Horaaayyy!!!” Chanyeol tertawa girang.

 Kai menghela nafas pelan kemudian mengangguk.

“Kalau begitu aku tinggal dulu, ya. Luhan menunggu dimotor. Berhati- hatilah.” Kai tersenyum dan membelai lembut pipi Baekhyun.

“Kau juga.” Balas Baekhyun sambil tersenyum manis.

Kai membalikkan badannya dan berjalan menjauhi Baekhyun. Chanyeol melihat ekspresi wajah Baekhyun yang terlihat sedih.

 

 

“Wae?” tanya Chanyeol saat mereka kembali melanjutkan perjalanan. Baekhyun menggeleng pelan.

“Haruskah aku menceritakan urusan pribadiku padamu?”

“Kalau kau mau.” Chanyeol mengangkat kedua bahunya.

“Kurasa kita bukan teman baik ataupun sahabat. Jadi jangan tanya- tanya tentang urusan pribadiku!” Baekhyun mempercepat jalannya. Chanyeol menghela nafas panjang kemudian mengikuti Baekhyun yang berjalan semakin cepat.

“Tunggu aku, Baekhyun~~” Chanyeol sedikit berlari menyamai irama kaki Baekhyun yang sangat cepat.

 

>>> 

 

“Jadi bagaimana? Baekhyun-sshi mana?” tanya Luhan saat Kai kembali naik kemotornya sambil memakai helm.

“Tidak apa- apa. Kukira ia diganggu namja mesum. Walau wajah namja tadi memang mesum, sih.” Kai menghidupkan motornya.

“Ternyata?”

“Teman sebangku Baekhyun.” Jawab Kai cepat kemudian menghadap kebelakang. “Pegangan.”

“Ne~” Luhan memeluk pinggang Kai erat.

 

>>> 

 

Sehun masuk dalam rumahnya setelah pulang dari super market. Saat ia akan memasukkan bahan belanjaan yang akan ia masak, tak sengaja ia melihat kotak makanan Luhan di rak piringnya.

Ia akhirnya memang memakan habis makanan yang Luhan berikan. Walau ia juga menghabiskan makanan yang dibuat oleh Baekhyun. Sehun tidak mau Baekhyun dan Luhan bersedih.

Sehun mengambil kotak makanan itu kemudian berjalan menuju pintu rumahnya. Ia bermaksud mengantarkan kotak makanan itu kembali.

 

Tok

Tok

 

Ceklek

“Hyung..” sapa Sehun saat melihat namja manis berambut panjang yang membukakan pintu, Taemin.

“Sehunnie~ Wah! Luhan belum pulang.”

“Aku hanya ingin mengantar ini.” ucap Sehun cepat sambil memberikan kotak makanan itu pada Taemin.

“Eh?”

“Sudah dulu ya, hyung.”

Saat Sehun membalikkan badannya. Ia merasakan tangan Taemin memegang erat pundaknya.

“Bisa bicara sebentar?” wajah Taemin berubah serius.

Sehun awalnya hanya diam. Sejurus kemudian ia membalikkan badannya dan bertatapan dengan Taemin.

“Apa?”

“Masuklah. Tidak enak jika kita bicara diluar, kan?”

To be continue

a-yoooo

RCL haruuuusss!! wajib musti!!!

ato gak aku lama lagi update nya nih >.<

hehehe

gamsahamnidaaaa~

212 thoughts on “Another Promise Chapter 6

  1. Chanyeol mukanya mesum? Bukannya kamu kai yg mukanya mesum! #plak😄
    Baekhyun sedih ya ngeliat kai deket” sama luhan? Kasian
    /pukpuk baekhyun/ sama chanyeol aja gih baek😄

  2. Apa aku bilang.. Ttu kan aku sehati ama Taeminnie sayang.. Sehun berusaha melindungi Luhan dgn caranya yg bodoh, jika seperti itu benar kata Taemin tdk akan ada yg bahagia dan yg ada hanyalah mereka semua aku tersakiti karna membohongi perasaan sndri seumur hdp kae yg aku rasain sekarang *curcol*.. Membohongi perasaan sndri itu menyesakan lhoo~ Baekhyun ama Chanyeol ajja dech, dan Kai itu kan ada Dio..

  3. Mau punya kaka kaya taemin ;-; kaya nya masalah udah membaik deh. Semoga akhir nya luhan ma sehun. Baekhyun ma chanyeol. D.o ma kai. Taemin sama aku kkk~ ‘-‘😀

  4. aku kecewa nih thor, kenapa CHANYEOL dimasukin seh ? sebel ih sebel, pasti ada BAEKYEOL da sebel ah. udh cukup HUNBAEK aja T.T

    SEHUN jahat bgt sama LUHAN !!! awas aja ntar marahan lagi sama KAI gara gara LUHAN !!!

    KAI apa lagi ini pake ngeliat BAEKHYUN segala, itu kan udh ada LUHAN !!!

    lanjut lanjut

  5. ih chanyeol pasti ganteng >< suaminya hyobin eonnie ya ._. Luhan terserah sama siapapun asal dia bahagia T.T baekhyun jangan jahat please mukanya gak pantes, terlalu imut :3

  6. baekhyun sama yeol aja -_-
    si kkamjong sana dio, nah hunhan damai. ini jangan sampe ada yang mati ya -_- nyesek wkwk keep writing

  7. Kukira kalau luhan ntar endingnya sama sehun, si kai bisa sama baekhyun eh ternyata muncul chanyeol. Pasti chanbaek ini yang menang. Terus kai gimana? Sendiri dong😦

    Sehun… Berhenti jauhin luhan ya…
    Kalian saling cinta jangan nyiksa diri sendiri ya

  8. semoga taemin bisa meluluhkan hati sehun dan hunhan bersatu..

    semoga chanbaek bersatu walaupun nggak ada pairingnya disini #plakk

    semoga semoga semoga wuakakakakakak..#dibekep

  9. Sehun bohong-,-”
    sehun pabo–,–”
    pemikiran macam apa itu sehunaaa
    lihat, luhan bahkan udah nyatain perasaannya, kalian bahkan sama sama suka, napa masih tetep egois–”

    “kau seperti bulan….dan itu membuatku gila”
    gile, keren bener ucapanmu ngong(?) (Y)
    rusa mungil emang bikin gilaaa :3 :3

    hahaha muka chanchan mesuman(?) xDD
    ceilee ngejar baekbaek nih

    nah itu tetem, mau bicara apa sama sehun??
    Dan jawabannya ada di chapter selanjutnya *iyelah xD
    lanjuuut

  10. akhirnya yeol nongol juga = =
    baekkie plis, itu ada yeol. *terus kenapa*

    sehun pabbo. mana ada nolak orang yang jelas2 cinta mati sama lo bisa bikin dia bahagia? = =

    yoshh…. *ngacir ke chapter selanjutnya*

  11. ck~
    Sehun itu bodoh! #kata Taemin#
    gak akan ada yg berakhir bahagia klo seperti ini #kata Taemin juga#

    di sini peran Taemin udah layaknya super hero kesasar deh
    hahaha…cukup baiklah sebagai seorang kakak yang mengkhawatirkan adiknya
    salut sama loe Taem hehehe^^

    umm…
    KYAAA!!!!!
    KAIHAN / KAILU TIDUR SERANJANG!!!!
    #senengnya^^#

    OK cukup,
    Chanyeol akhirnya muncul dengan peran yang sama, gak serius dan childish akut…
    semoga di akhir cerita tetep sama2 Baekhyun tercinta~

    gak ada untungnya loe tangisin si Sehun, Lu
    mending natap ke depan n beri kesempatan sama orang yang emang nyata2nya cinta mati sama loe…hufh gak abis pikir deh sama namja imut itu

    tapi bolehlah…
    lika-liku kehidupan itu menjadi warna tersendiri di balik penderitaan Luhan di masa lalu…

  12. Wakaka, kata2 yang paling bikin gue tertarik nih “Tidak apa- apa. Kukira ia diganggu namja mesum.
    Walau wajah namja tadi memang mesum, sih.”
    Chanyeollie mesum? Astaga haha, kai lebih cocok #EH maapmaap
    Kasian amat hunhan terombang ambing perasaannya, segera diselesaikanlah nak urusan kalian, tidak baik galau berkepanjangan.

  13. part 7-8-9dst ko g bd d buka[d klik y, knp, jd sm “kind of heart jg k 9-10 n final g bs d buka,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s