Lost In Your Love (Part 6)

Hyobin kombek ama FF Anonim Sinestesia

makasih ya udah nyimak FF disini dengan sabar🙂

walau kadang lama bgt post nya tapi selalu diusahakan cepet kok.

FF ini udah mulai serius karena mendekati ending.🙂

jadi tetap RCL dan jangan lewatkan 2 chap terakhir ya^^

gamsha😀

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

Twitter : @ranalunabila

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : XI LU HAN – OH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS – LAY – CHEN

Lost in Your Love

Episode 6

Survive

“Hah!” kaget Kris saat membuka pintu rumah bibinya.

“Pagi!” sapa Tao yang berdiri tepat didepan pintu masuk.

“Kamu kenapa sih selalu datang dengan cara yang mengagetkan?”

“Aku nggak ngagetin, kamu aja yang kaget sendiri!”

“Mau ngapain pagi – pagi kesini?” tanya Kris balik mengabaikan perkataan Tao.

“Mau jemput wakil Ketua~”

“Kai sudah pergi” Kris kemudian meninggalkan Tao menuju motor Kai, soalnya mobil Kris dipake Kai.

 

“Ah~ Lho kok pakai motor?” tanya Tao ikut heran.

“Mobilku dipakai Kai” jawab Kris seadanya. 

“Ini motor siapa?”

“Motor Kai”

“Wakil Ketua punya motor?”

“Ya punya lah. Sudah sana berangkat sekolah”

“Abang mau ke sekolah aku juga kan? Bareng aja yuuukk~” ajak Tao.

“Kalau aku barengan sama kamu, bakal jadi susah”

“Oh iya, kalau tiba – tiba Ketua sama Luhan pergi Abang nggak ada Kendaraan untuk ngikutin dari belakang dong ya..” Tao manggut- manggut.

“Nah, kamu ngertikan. Gih sana berangkat”

 

Tao kemudian menuju mobilnya.

Mencoba menstarter.

Gagal.

Starter lagi.

Gagal lagi.

Terus mencobanya sampai membuat Kris kesal. “Udah berenti! Berisik! Mobil kamu kenapa?”

“Nggak tau, nggak mau hidup” Tao mengelengkan kepalanya dari balik setir.

“Mana ada mobil hidup, mobilkan bukan orang” gerutu Kris kesal.

 

“Buka mesinnya” suruh Kris. Tao mengangguk dan menurut dengan apa yang Kris katakan.

“Kamu belum pernah ganti Aki yah?” sambung Kris setelah mengecek mesin mobil Tao.

“Nggak tau, belum kayaknya. Kenapa emang?”

“Aki kamu soak”

“Terus?”

“Ya nggak bisa nyala”

“Terus aku kesekolah gimana?”

“Hah~ bareng aja”

 

Kemudian dengan motor Kai, Kris dan Tao berangkat menuju SMA SooMan. Dan mungkin karena jam sudah sangat mepet dengan jam masuk kelas. Jalanan menuju SMA SooMan macet parah.

Kris sebenarnya sangat nggak suka sama macet apa lagi pake motor kaya gini, tapi entah kenapa rasa kesalnya mendengar suara klakson mobil dan teriakan yang nggak jelas hilang karena mendengar celotehan Tao yang nggak jelas tapi Kris ngerti. #apa maksudnya -___-

 

“Eh, dibelakang kita ada ketua sama Luhan!!” bisik Tao setelah melihat kaca spion.

Kris ikut melirik kaca spionnya. Benar saja, didalam mobil tepat dibelakang mereka dia melihat Sehun yang sedang bicara dengan Luhan. Untung saja Luhan tak melihat motor ini, Luhan pasti kenal motor ini.

 

“Lho kok mobilnya dibiarin lewat sih?” tanya Tao saat mobil Sehun melewati mereka.

“Kamu pernah liat ada stalker jalan didepan targetnya?” tanya Kris kemudian memutar gas.

^*^

 

“Kayaknya sih nggak aneh kalo kamu dengar suara Chanyeol waktu nelpon Baekhyun, kan mereka tetanggaan” jawab Sehun saat mendengar cerita Luhan tentang teleponnya ke Baekhyun semalam.

“Iya sih, tapi ada yang aneh dari nada suara Baekhyun waktu ngomong. Dia kaya… kaya tertekan gimana gitu” jelas Luhan masih penasaran.

“Kamu curiga mereka berdua…” kalimat Sehun terpotong oleh antusiasme Luhan.

“Itu Baekhyun sama Chanyeol!!” Luhan menunjuk sebuah motor yang baru meninggalkan gerbang sekolah.

“Mereka mau bolos?” seru Luhan nggak percaya.

“Kaya belum pernah liat orang bolos aja, my Lulu~”

“Pernah sih, tapi Chanyeol bolos? Something unbelievable gitu lho! Ikutin yuk~”ajak Luhan.

“Hah?! Kamu mau kita bolos juga?”

“Aku penasaran sama mereka”

“Kamu yang tanggung jawab ya My Lu”

“Aku nggak menghamili kamu, ngapai aku tanggung jawab” canda Luhan dengan mata masih memperhatikan motor Chanyeol yang terjebak macet.

“Ada juga aku yang bakal menghamili kamu” Sehun kemudian menggas mobilnya.

^*^

 

“Eh kita mau kemana?” protes Tao saat Kris masih saja melaju ketika melewati gerbang sekolah.

“Ngikutin Luhan” jawab Kris cepat.

“Aku harus ikut juga?”

“Kamu mau aku tinggal disini”

“Aku mau sama abang aja” mendengar ancaman sepela Kris, refleks Tao memeluk pinggang Kris.

^*^

 

“Pemakaman? Ngapain Chanyeol sama Baekhyun kesini?” heran Luhan membaca tulisan diatas gerbang yang dimasuki motor Chanyeol.

“Ketempat mamanya Chanyeol” jelas Sehun.

“Kita kapan ketemu mama kamu?” tanya Luhan jail.

“Liburan depan kita ke Jepang deh, kita ketemu orang tua aku”

“Serius?” Luhan tak menyangka candaanya ditanggapi serius.

“Seriuslah, nanti kamu dandan yang cantik ya. Nanti aku beliin gaun sama highheels 17 centi” kedip Sehun jail.

“Heeh~~” desah Luhan manyun.

^*^

 

“Hadeh~ Panas niih” keluh Tao saat motor berhenti nggak jauh dari mobil Sehun.

“Kebiasaan pake AC nih, jadi kena panas dikit aja keringetan” kata Kris mengambil sapu tangan dari kantongnya. “Nih” sambungnya memberikan sapu tangan itu.

“Hah?” dengan ragu Tao mengambil sapu tangan itu.

“Tunggu bentar ya, kamu liatin terus Luhan” kata Kris kemudian berlari meninggalkan Tao.

 

Sambil memperhatikan Luhan dan melap keringatnya dan sesekali mengipaskan wajahnya dengan saputangan tadi.

“Ini!” tiba – tiba sebuah kaleng Sprite menempel dileher kanan Tao.

“Apa ini?”

“Untuk kamu” Kris memberikan Sprite tadi ke Tao.

“Makasih, bang” rasa haus menguasai Tao. Membabi buta dia membuka kaleng Sprite dan meminum seluruh isinya sampai habis.

“Ah!” seru Tao puas.

“Mau lagi?” Kris menawarkan kaleng Coca Cola nya yang sudah diminum setengah.

“Abang nggak haus?” tanya Tao.

“Udah enggak lagi” jawab Kris jaim.

“Okeh. Makasi” secepat meminum Sprite tadi, secepat itu juga Coca Cola itu habis.

“Ini kaya ciuman tapi pake perantara ya” terang Tao dengan santai. Gak sadar si abang Kris udah batuk- batuk gak jelas.

^*^

 

“Eommanim, sudah lama rasanya aku dan Appa tidak kesini, maafkan kami ya” kata Chanyeol berdiri didepan makam ibunya.

“Tapi ternyata makammu tetap terawat ya. Pasti penjaga makam disini sangat baik. Pagi ini aku sengaja meninggalkan sekolah untuk menemuimu. Aku mengajak seseorang, kau pasti masih mengenalnya. Anak temanmu yang suka bertanam dulu. Anak dari wanita yang dulu selalu menjadi teman minum teh mu tiap sore. Anak yang selalu kau jodohkan denganku. Eommaniem, aku tau perjodohan itu dari dulu cuman bercanda. Tapi sepertinya itu menjadi doa mu yang terkabulkan. Eommaniem, aku datang dengan Byun Baekhyun”

 

“Selamat Pagi bibi, aku hari ini datang dengan Chanyeolie. Aku membawakan bunga Kimilsungia. Aku tau bibi dan ibu selalu suka dengan bunga ini. kalian menanamnyan disepanjang taman dibelakang rumah dulu” Baekhyun meletakkan angrek yang namanya diberikan oleh Bung Karno itu dibawah nisan ibu Chanyeol.

 

“Aih~ Byun Baekhyun~” kata seorang kakek tua dengan tampang lusuh tertatih berjalan menuju Chanyeol dan Baekhyun.

“A..a…a Yogman Ajusshi” sapa Baekhyun dengan senyum yang gugup.

“Ah. Ajusshi penjaga makam kan?” tanya Chanyeol ke kakek itu.

“Hiya, hiya” angguk kakek itu dengan nada bicara yang mendesis karena giginya yang tak ada lagi.

“Siapa ya?” tanya Yogman Ajusshi ke Chanyeol.

“Aku Park Chanyeol. Putra dari ibu yang dimakamkan disini” terang Chanyeol menunjuk makam ibunya

 

“Bukankah putra ibu ini Byun Baekhyun?” tanya Yogman Ajusshi heran.

“A.. mmm… eee… ya secara nggak langsung iya” jawab Baekhyun bingung menggaruk belakang kepalanya.

“Hiya, hiya. Soalnya aku selalu bertemu dengan mu setiap minggu disini. Membersihkan makam, mengganti bunganya setiap minggu. Ah, berbakti sekali. Andai saja saat aku mati nanti ada anak yang seperti kau mengurus makamku. Hekhekhek” Yogman Ajusshi berlalu begitu saja meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

 

“Jadi kamu?” tanya Chanyeol takjub.

“Ya, buat ku eommamu sudah seperti ibu ku sendiri. Dan karena aku tahu kamu dan ayahmu sibuk. Jadi aku sesekali kemari membersihkan makam” terang Baekhyun malu – malu.

“Wah, eomma. Aku sudah menemukan menantu terbaik untuk mu” kata Chanyeol senang dan tiba – tiba memeluk Baekhyun erat.

“Chan…” Baekhyun tak bisa lagi berkata – kata. Pelukan Chanyeol itu simple, sangat sederhana, tulus dan peduli.

Bibi, kamu mertua terbaik” bisik Baekhyun dalam hati.

^*^

 

“Kalo dilihat – lihat kayaknya Baekhyun sama Chanyeol udah jadian deh” kata Luhan saat melihat Chanyeol membantu Baekhyun memakaikan helmnya.

“Mudah – mudahan”

 

“Kali diliat – liat Luhan sama Sehun udah jadian deh” kata Tao saat melihat mobil Sehun mulai bergerak.

“Jangan sampai!”

^*^

 

“Mau kemana lagi sih mereka?” tanya Luhan tak melepas pandangannya dari motor Chanyeol.

“Arah – arahnya sih ke S(e)OUL Theme Park” Sehun melirik rambu jalan.

“Emang bisa masuk S(e)OUL Theme Park jam sekolah gini?”

“Kamu nggak liat mereka udah tukar baju?”

“Iya ya. Kapan mereka tukernya?”

“Di pemakaman tadi kali”

“Terus gimana kita bisa masuk kalau kita pake baju sekolah gini?”

“Kamu masih mau ngikutin mereka?”

Luhan mengangguk manis.

“Hah, ya udah. Kita beli baju di toko baju dekat sini”

“Terus Chanyeol sama Baekhyun?”

“Aku udah hafal tempat mana aja yang mau mereka datengin di sana” seru Sehun kemudian membelokkan mobilnya masuk kepekarangan sebuah butik.

“Gantinya dimana?” pertanyaan Luhan mengurungkan niat Sehun untuk turun dari mobil.

“Dimobil” kata Sehun dengan wajah jail.

“Hah?”

“Ya dikamar pas butik ini lah”

^*^

 

“Ngapain mereka ke butik?” heran Kris berhanti diluar pekarangan butik.

“Mereka mau ke S(e)OUL Theme Park” jawab Tao mengintip dari bahu Kris.

“Terus kenapa mereka ke butik?”

“Masuk S(e)OUL Theme Park kan nggak boleh pake baju sekolah”

“Kok kamu tau mereka mau ke Theme Park?” bingung Kris yang baru sadar.

“Kan mereka ngikutin Baekhyun. Tuh liat aja, motor temennya Baekhyun lurus masuk gerbang S(e)OUL Theme Park” tunjuk Tao lurus ke sebuah gerbang berwarna hijau yang diatasnya bertuliskan S(e)OUL Theme Park: Free your soul in fun~

“Ooh, ya udah. Yuk ikut” Kris menggas motornya. Bergegas juga menuju sebuah toilet umum tak jauh dari butik.

 

“Lho, ngapain kita ke toilet?” bingung saat dia dan Kris masuk satu bilik toilet barengan.

“Udah buka aja seragam kamu” kata Kris sambil membuka jacketnya lalu bergegas membuka kaosnya.

Melihat kondisi Kris yang topless, wajah Tao memerah. Tubuh Kris sangat sempurna, sebuah patung yang dipahat tanpa kesalahan, serasi dengan wajahnya yang seperti sebuah lukisan yang digoreskan dengan detail yang tak bercacat.

 

“Lho, ngapain masih bengong. Buka seragamnya, terus pake kaosku. Biar aku pake jacket aja” Kris menyodorkan kaosnya.

“Hah?! A.. aku…” gugup Tao sadar dari lamunannya.

“Aku bawa baju ganti kok” Tao kemudian membuka tasnya.

“Kamu bawa baju ganti?! Kenapa nggak bilang dari tadi?” Kris jadi gemes sendiri.

“Abang nggak nanya – nanya dulu”

“Udah cepat, entar Luhan keburu pergi”

^*^

 

“Nah lho, ngapain kita kesini?” bingung Luhan saat Sehun mengajaknya kesebuah taman yang cukup sepi di area S(e)OUL Theme Park.

“Ngapain juga kita ngekorin Chanyeol sama Baekhyun, mending kita jalan – jalan berduaan juga”

“Tapi kan tujuan kita mau stalking Chanyeol sama Baekhyun”

“Udah biarin aja mereka berduaan, biar mereka bisa bebas” seru Sehun merentangkan tangannya lalu merangkul Luhan.

“Eh, mau es krim?” sambung Sehun menunjuk gerobak es krim nggak jauh dari tempat mereka sekarang.

 

“Wah mereka beli es krim, aku mau juga” seru Tao dari balik bahu Kris.

“Ntar dulu, tunggu mereka agak jauhan”

“Beliin yah”

“Iya, tenang aja dulu” Kris seketika berbalik menatap Tao, entah karena dorongan apa, tangan kanan Kris mengelus rambut Tao. Tiga kali.

^*^

 

“Chanyeol, kok Sehun sama Luhan udah nggak ada aja yah?” tanya Baekhyun waktu ngantri diwahana semacam Bianglala.

“Paling mereka juga pengen main kemana gitu” jawab Chanyeol enteng.

“Kenapa kita nggak ngajak mereka gabung aja sih?” ternyata Baekhyun udah tau kalau Sehun sama Luhan ngekorin dia sama Chanyeol.

“Enggak ah, ngapain” jawab Chanyeol cepat.

“Masih cemburu ya” Baekhyun mencolok hidung Chanyeol.

“Enggak lah, aku cuman nggak mau aja moment kita berdua keganggu. Lagi juga, Sehun mana mau moment dia sama Luhan diganggu”

“Kalian berdua janjian yah kesini?” tanya Baekhyun curiga.

“Ng..Nggak kok. ” jawab Chanyeol agak gugup.

“Terus kenapa tadi kita nggak berangkat langsung dari rumah aja, kenapa harus kesekolah dulu?”

“Ya, kitakan harus izin sama guru dulu”

“Ada gitu bolos izin dulu?” Baekhyun memutar bola matanya. 

^*^

 

“Kamu SMS siapa?” tanya Luhan menjilati es krim Chocolatte Chipsnya.

“Nanya keadaan dikelas doang kok. Aiiiih, makan es krim kok belepotan” Sehun melirik bibir Luhan.

“Eh” Luhan merasa bibirnya memang sedikit belepotan es krim.

 

Untuk sebuah taman di area taman bermain, lokasi dimana Luhan dan Sehun duduk menikmati es krim memang sedikit sepi. Dan dengan es krim yang belepotan dibibir Luhan, dan tisu yang sudah penuh noda es krim, hanya ada satu cara buat Sehun membersihkan bibir Luhan. 

A Kiss.

^*^

 

“SMS dari siapa?” tanya Baekhyun saat dia dan Chanyeol masuk ke bilik bianglala.

“Mau ngecek kondisi disekolah aja.. ” jawab Chanyeol dengan cengirannya. 

 

“Maaf mbak, bilik yang ini cuman kuat untuk dua orang” tahan petugas wahana kepada seorang wanita yang ingin masuk kedalam bilik Chanyeol dan Baekhyun.

 

“Baekhyun, bukannya kamu takut ketinggian. Kenapa kau mengajak naik bianglala?” tanya Chanyeol saat bianglala mulai naik.

“Nggak, aku nggak takut” jawab Baekhyun dengan tampang panik dan tangan yang memegang erat tiang ditengah bilik bianglala mereka.

“My Bacon, kau ketakutan. Seharusnya kita tidak naik bianglala” Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun.

“Kau… tenang saja.. aku tidak.. takut. Karena.. aku tau.. kau.. ada disini” jawab Baekhyun terbata.

 

“Baekhyun, berdirilah” pinta Chanyeol.

Baekhyun kaget karena permintaan Chanyeol.

“Tidak apa – apa. Aku kan ada disini. Berdiri dan berpelukanlah pada tiang ini” Chanyeol berdiri lebih dulu dan memegangi tangan Baekhyun.

 

Baekhyun lalu berdiri, dengan gamang. Jantungnya berdebar.

“Mendekat dan peluklah tiangnya” Chanyeol lalu memeluk tiang bersama Baekhyun sekaligus.

“Dengan begini aku bisa menjagamu dan membuat bilik ini tetap seimbang”

“Posisinya agak konyol ya” ledek Baekhyun.

“Oh ya?” Chanyeol dengan iseng menggoyangkan badannya dan membuat bilik mereka berayun.

“CHANYEOL!!!” pekik Baekhyun melepas pelukannya pada tiang dan reflek mendekap tubuh Chanyeol.

“Jangan lakukan itu lagi!!” seru Baekhyun dengan mata yang masih tertutup karena takut.

“Baiklah, sekarang buka matamu”

 

Baekhyun membuka matanya, sinar Matahari pagi menerpa wajahnya. Ujung hidungnya dan ujung hidung  Chanyeol bertemu. Mereka sangat dekat. Mata mereka bertemu. Mata lebar Chanyeol menenangkan Baekhyun. Tanpa disadarinya matanya berkaca – kaca.

 

“Baekhyun, maaf ya. Aku tidak bermaksud membuat mu takut”

“Jangan buat aku takut lagi” nadanya bergetar.

“Tidak, aku takkan pernah membuatmu takut lagi”

 

Tangan kanan Chanyeol naik meninggalkan pinggang Baekhyun, mendorong kepala Baekhyun. Sekali lagi, dibawah terpaan Matahari pagi. Diatas ketinggian 50 meter. Benda lunak dibawah hidung milik Chanyeol dan Baekhyun bertemu. Kali ini tak hanya itu, tapi juga benda lunak basah yang tersimpan didalamnya saling bertukar rasa.

A Kiss.

A France Kiss.

^*^

 

“Sh*tt!!!” upat Kris saat melihat apa yang dilakukan Sehun dan Luhan.

“Ey! Tunggu dulu” tahan Tao saat Kris akan menuju lokasi Sehun dan Luhan.

“Aku harus menunggu apa? Kau tidak lihat yang anak itu lakukan pada adikku?”

“Aku lihat. Tapi kan itu belum tentu ciuman, siapa tau mata Luhan kelilipan terus Sehun niupin matanya” sudut dimana Tao dan Kris mengintip memang tidak bisa melihat secara jelas apa Sehun benar – benar mencium Luhan atau tidak.

^*^

 

Handphone SEHUN

Obrolan:

Chanyeol 2 IPA 2

0813XXXXXXXX

HUN!!! Aku udah jalanin saran mu, baru aja tadi. J

22:15 Rabu

Seriusan? Terus Bacon bilang apa? Mau kan dia?

22:16 Rabu

 

Mau dong, Park Chanyeol ini yang nembak

22:16 Rabu

Cieee, udah jadian tuh. Mana nih traktirannya?

22:17 Rabu

Mau ditraktir apa nih?

22:17 Rabu

Ganti traktirannya, bayarin aja ngedate bareng Luhan besok di Seoul Park

22:17 Rabu

Ih, niru aja. Besok juga mau ke Seoul Park sama Baekhyun. Pagi tapi, mau ketempat Eomma dulu.

22:17 Rabu

Udah ku duga, jadian sama Bacon bawa pengaruh buruk buat kamu. Seorang PRk Chanyeol mau BOLOS?!!!

22:18 Rabu

Park *maksudnya sorry typo*

22:18 Rabu

Udah, double date aja yuk

22:19 Rabu

Enggak ah, ngerusak moment. Gimana kalo besok aku sama Luhan pura2 stalking kalian.

Kalian nunggu digerbang sekolah, tapi bayarin masuk SP nya

22:19 Rabu

Oke sip!

22:19 Rabu

Hun, dimana nih? Udah didepan gerbang sekolah nih sama Baekhyun

09:36 Kamis

Belakang Chan. Jalan gih.

09:41 Kamis

Hun, ada yang ngekor kalian tuh dibelakang.

11:52 Kamis

Udah biar aja, Aku sama Luhan beli baju dulu didistro, tunggu bentar.

11:53 Kamis

Kita tungguin nih diparkiran. Buru ganti bajunya.

12:02 Kamis

Chan, kalian dimana. Gabung yuk, masih distalking nih.

12:33 Kamis

Udah sini dibianglala. Kayaknya kalian udah distalking dari sekolah deh Hun.

12:33 Kamis

Di café deket parkiran aja ya.

13:07 Kamis

^*^

 

“Ehm, My Lu. Kita susul Chanyeol yuk” ajak Sehun membuyarkan pemikiran Luhan tentang apa yang baru terjadi.

“Heh?” belum sempat Luhan menjawab. Sehun sudah menarik tangannya.

^*^

 

“Bacon, kita tunggu dikafe ini aja yah. Paling entar lagi si Sehun sampe”

“Kenapa tiba – tiba Sehun ngajak double date? Katanya nggak mau ngerusak moment”

Chanyeol cuman mengangkat bahu.

^*^

 

“Kita ikutin mereka!” Kris menarik tangan Tao, berjalan hati – hati mengikuti Sehun dan Luhan, sampai sebuah SMS masuk menghentikan langkahnya.

 

Obrolan:

Kai Jong In

0853XXXXXXX

Gege dimana? Luhan sama Sehun nggak masuk sekolah nih. Tao juga nggak ada. Sekolah nggak asik nih hari ini.

13:15 Kamis

 

Lalu sebuah SMS lagi masuk.

Obrolan:

a Lay

0821XXXXXXXX

Gege di Seoulkan. Aku dari tadi nelpon Luhan nggak masuk – masuk. Aku cuman mau ngasih tau kalau hari ini aku di Seoul, ada Student exchange. Cuman mau kasih tau itu aja kok. Besok ketemuan yuk bareng Luhan. :* Muaaaaccchhh

13:15 Kamis

 

][Bersambung][

Twitter: @addymukhziae

 

Aku bertahan dalam kegamanganku

            Berharap tanganmu akan menopangku

Aku bertahan dalam kegelapanku

            Berharap matamu akan membawakanku cahaya

Aku bertahan dalam ketakutanku

            Berharap keberanianmu datang menyelamatkanku

Aku bertahan dalam kebingunganku

            Berharap suaramu menghantarkan petunjuk

Aku bertahan dalam penderitaan

            Berharap cintamu datang membahagiakanku

Aku bertahan dalam cintamu

            Berharap satu saat kita bersatu dalam ikrar Tuhan yang suci

BERTAHAN by Anonim Sinestesia

emg rada dikit komedinya yaaa ^^

soalnya udah mau serius ini FF .. akhirnya serius bgt lho..

jangan lewatkan ya.. FF ini mau tamat🙂

dan tamatnya SANGAT TIDAK DISANGKA ^^ 

RCL please🙂 arigatou ^o^

72 thoughts on “Lost In Your Love (Part 6)

  1. Wih bener nih ff nya udah rada serius… Tapi tetep seru hohoho suka banget sama ff yang ini😀
    Apatuh lay sms kris pake muah muah (¬_¬)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s