[LOVE FAILED] Chapter 4

yey aku g lama- lama kan update FF nyaah :3

nah ini rada panjang deh aku kasih ^^

tetap RCL yaaa~ Semakin banyak yang RCL semakin cepat aku update nya.

krna yang paling bnyk RCL suatu FF, semakin semangat hyobin lanjutin nya ^^b

nah kalo mau cepat lanjut perbanyak komen yaaaaa😀 #maksa amat dah -__-V

tp rada kecewa juga sih yang nge view LOVE FAILED dalam 1 hari nyampe 250, tapi yang nge komen cuma belesan orang. jadi yang baca ini pesan hyobin tolong kasih komen hyobin ya soalnya nanti kalau ceritanya rada aneh kan hyobin bisa diingetin ^^ peace 

hyobin gmaksa kok ^^ kalo bisa RCL yaaa~ makasih reader yang udah setia komen😀 itu semangat aku buat terus buat FF. makasssiiiihhhh  banyaaakkk #bow sama Chanyeol.

nah kita ke FF yaaa~ #kasih angin Sehun# oh ya ini rada menjurus ke yang yadong- yadong. jadi baca FF nya malam- malam aja ya soalnya siang kan puasa =___= lebay deh. kagak ada NC kok hanya menjurus ajah. halah!!

FF BAEKYEOL / CHANBAEK/ BAEKRIS

[LOVE FAILED]

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

Twitter : @ranalunabila

 

MAIN PAIR : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Wu Yi Fan / KRIS

Other Pair : Sehun/ Luhan -HUNHAN- , Huang Zi Tao

GENRE : Angst, Romance, School Life, Drama, HURT, TRIANGLE LOVE

BoyBand : EXO

WARNING : BOY X BOY / SHONEN AI/ YAOI

DISARANKAN UNTUK UMUR 17 +

Kebohongan yang mengelilingimu sangat memabukkan

Kau terbuai kasih sayang semu

Terbuai oleh cinta yang manis

namun

Mematikan.

Kau terlalu lugu hingga mengundang datangnya sang pemangsa

Kau tidak salah

Hanya saja kau terlalu menggoda dan menghanyutkan.

Tapi..

Ketulusan hatimu akan merubah semuanya menjadi lebih murni.

Tunggulah saat dimana kau dapat menikmati manisnya cinta sejati.

Chapter 4

Baekhyun masih galau untuk keluar dari kamar orang tuanya. Ia memutuskan untuk menelpon Luhan.

***

“Yoboseyo?” sapa Luhan lembut saat mengangkat telpon dari Baekhyun.

Luhannie~ Aku bingung.” Suara Baekhyun yang nampak panik membuat Luhan menekuk dahinya.

“Andwae, Baekhyunnie?”

Chanyeol… Aku tak berani keluar dari kamar orang tuaku. Aku takut dia menyerangku.”

“Menyerang?” mata Luhan mengerjap bingung.

Ne… Tapi kau berjanji tak akan bilang pada Kris?”

“Ne! Janji!!” Luhan mengangguk mantap. Sehun yang sedang menggigit hamburger-nya jadi menyipitkan mata kecilnya melihat Luhan yang mengangguk dengan semangat.

Begini… Kau tahu kalau aku menyayangi Kris, kan?

“Ne!”

Kau tahu aku namja yang setia, kan?

“N..Ne..” Luhan menggaruk kepalanya.

Saat akan tidur, Chanyeol mencium leherku dan meninggalkan kiss mark.

“MWO!!!”

Luhan berteriak sekencang- kencangnya. Otomatis membuat semua mata yang ada di caffe itu melirik kearahnya. Tak ketinggalan Sehun yang langsung mengurut dadanya.

Luhannie jangan berpikir macam- macam ne! Dia memaksaku dan kau tahu? Yang dia lakukan sengaja agar Kris melihat kissmark itu.”

“Jadi.. Maksudmu dia menginginkan kau dan Kris… putus?”

TEPAT SEKALI!

Luhan menghela nafasnya. “Egois sekali dia. Jadi Chanyeol sekarang dimana?”

Masih dirumahku lebih tepatnya dikamarku. Sepertinya dia belum bangun.”

“Tunggu sebentar.” Luhan melirik Sehun yang ternyata menatap tajam Luhan.  Walau Luhan agak kaget dengan tatapan Sehun, ia akhirnya memulai pembicaraan dengan Sehun.

“Sehunnie… Bolehkah aku ajak Baekhyun kesini?”

“Wae?” Sehun membulatkan matanya. “Memangnya ada apa?”

“Nanti aku jelaskan. Keadaannya gawat sih.”

Sehun mengangguk. “Tentu chagiya.. Selagi bisa menolongnya.”

“Gomawo, Sehunnie. Saranghae!” Luhan kembali mendekatkan ponselnya ketelinganya tak tahu kalau pipi Sehun kini memerah.

“Baekhyunnie~ Kau tahu caffe hamburger yang sering kita kunjungi beberapa bulan yang lalu bersama.. err.. Chanyeol?”

Ne.. Waeyo?

“Kau kesini saja.”

Eh? Kau sekarang ada disana?

“Ne.. Bersama Sehun.”

Apa boleh aku mengganggu acara kalian?

“Jangan khawatir.”

Baiklah aku akan kesana. Tunggu aku.

“Tentu.”

 

Luhan mematikan sambungan ponselnya. Sehun langsung memegang tangan Luhan.

 

“Ada apa?” tanya Sehun menyelidik.

“Chanyeol sepertinya ingin kembali pada Baekhyun.”

“Eh?”

“Aku hanya kasihan pada Baekhyun… Dia pasti bimbang.”

Sehun mengangguk pelan. “Pasti.”

 

***

 

Klek

Baekhyun membuka pintu kamar orangtuanya pelan. Ia keluar dengan sangat hati- hati. Ia lirik kamarnya yang masih tertutup rapat. Kamar orang tua Baekhyun dan kamar Baekhyun memang berhadapan.

“Eh? Dia masih belum bangun, ya?” bisik Baekhyun dan mendekati kamarnya.

 

Klek

 

Baekhyun membuka pelan pintu kamarnya.

Ia lihat Chanyeol yang masih tertidur nyenyak. Melihat itu, Baekhyun seketika tersenyum manis dan masuk kedalam kamarnya.

Ia menjaga langkahnya agar tak terlalu berbunyi. Baekhyun menuju meja belajarnya dan mengambil secarik kertas.  Ia menulis memo untuk Chanyeol.

 

To : Park Chanyeol

Aku pergi keluar sebentar bersama Luhan.

Aku akan menghangatkan makanan untukmu.

Jika kau lapar, silahkan ambil didapur.

Jika kau akan langsung pulang, hubungi ponselku.

 

=Byun Baekhyun=

 

Baekhyun menghela nafas sesaat kemudian meletakkan kertas memo itu disamping wajah Chanyeol yang sedang tertidur.

“Aku pergi dulu.” Baekhyun berjalan keluar  dari kamarnya.

Blam

Saat pintu kamar Baekhyun tertutup. Chanyeol membuka matanya pelan kemudian langsung mengambil kertas memo yang ada disampingnya. Ternyata Chanyeol sudah bangun dari tadi.

 

“…..Aku akan menghangatkan makanan untukmu.

Jika kau lapar, silahkan ambil didapur…..”

 

Chanyeol tersenyum manis. “Dia memang sangat baik hati.”

Chanyeol kembali membaringkan tubuhnya diranjang Baekhyun. Senyumnya kembali terkembang saat mendengar suara dari arah dapur.

“Baekhyun pasti sedang menghangatkan makanan.”

Chanyeol berdiri dari ranjang kemudian pandangannya mengitari kamar tidur Baekhyun. Ia tak menemukan figura foto mereka yang biasanya ada dimeja belajar dan meja kecil Baekhyun. Seketika itu Chanyeol berjalan kelemari Baekhyun dan membukanya. Hadiah pemberian Chanyeol juga nampaknya tak ada disana.

Klek

Blam

Chanyeol berjalan kearah jendela kamar Baekhyun. Nampak Baekhyun yang berjalan keluar dari pekarangannya. “Dia sudah pergi.”

Chanyeol mengitari kembali kamar Baekhyun hingga tatapannya terhenti pada kotak yang ada dibawah tempat tidur.

 

***

 

“Baekhyunnie~ Disini!” teriak Luhan saat melihat Baekhyun baru saja masuk ke caffe hamburger itu.

Baekhyun tersenyum kemudian berjalan menuju meja Luhan dan Sehun.

“Mianhae.. Aku mengganggu kalian ya?” tanya Baekhyun segan saat duduk disamping Luhan.

“Tentu tidak.” jawab Sehun ramah.

“Gomawo… Aku tidak tahu harus menghubungi siapa lagi selain kekasihmu.” Ujar Baekhyun pelan sambil menatap Sehun.

Sehun mengangguk. “Aku mengerti kok.”

Luhan merangkul pundak Baekhyun. “Gwechanayo? Seharusnya kemarin malam aku menginap saja dirumahmu.”

Baekhyun menggeleng pelan. “Aku tak mau merepotkanmu lebih jauh.”

Luhan tersenyum tipis. Sehun mengamati Baekhyun kemudian membuka pembicaraan.

“Aku tak mengerti.. Hm.. Bisa jelaskan apa yang terjadi?” tanya Sehun pasti.  

Baekhyun menghela nafas panjang. “Chanyeol… Tadi malam saat aku akan kerumah Luhan, aku menemukannya nyaris rubuh. Ia mabuk.”

“Mabuk?” mata Sehun membulat.

“Ne.. Aku membawanya kerumahku dan dia memintaku kembali padanya setelah ia sadar dari mabuk.” Jelas Baekhyun pelan. Ia sangat berhati- hati dan tidak menceritakan semuanya pada Sehun. Bukannya ia tak mempercayai Sehun. Namun Baekhyun lebih nyaman jika hanya Luhan yang mengetahui tentang Kissmark itu.

“Begitu… Jadi Chanyeol sekarang masih dirumahmu?”

“Iya.. Saat aku pergi dia masih tertidur dikamarku. Aku sudah meninggalkannya memo.” Jelas Baekhyun lagi.

“Memo? Kau memberitahunya kau akan pergi ke caffe ini?” Luhan sedikit kaget.

“Tentu tidak.  Aku hanya bilang akan pergi bersama Luhan.” Jawab Baekhyun tegas.

“Syukurlah.” Luhan menghela nafas lega.

Baekhyun menatap Luhan dan Sehun secara bergantian. Luhan menyadari Baekhyun memperhatikan mereka.

“Ada apa, Baekhyun?” tanya Luhan bingung.

“Bisa memberitahuku tips hubungan kalian tetap langgeng begini?”

Luhan dan Sehun mengerjapkan matanya bersamaan kemudian saling pandang. Wajah Baekhyun seketika itu memerah, mungkin ia malu dengan apa yang baru saja ia tanyakan.

“Hahaha! Kau ini ada- ada saja.” Sehun malah tertawa. Luhan ikut- ikutan tertawa namun sebisa mungkin ia menahan tawanya. Takut Baekhyun malu.

“Apa aku melucu?” tanya Baekhyun kesal.

“Ani.. Hmm…Tips ya? Menurutku sih kalau menjalin hubungan itu adalah rasa cinta dan ketulusan.” Sehun berkata sok bijak. Luhan mengangguk menyetujui kata- kata namjachingu-nya.

“Rasa cinta?” Baekhyun berfikir sejenak. “Kalau begitu.. Apakah rasa cinta dan sayang itu berbeda?”

Luhan mengerjapkan matanya lucu. “Tentu saja berbeda, Baekhyun. Aku sangat menyayangi Baekhyun karena Baekhyun adalah teman dan sahabatku. Rasa sayang itu sifatnya universal. Namun rasa cinta hanya kita rasakan untuk seseorang.” Luhan melirik Sehun kemudian tersenyum.

“Seperti aku mencintai Sehun.” tambah Luhan.

Sehun seketika itu menggenggam tangan Luhan erat dan langsung mencium tangan mungil itu.

“Sehun.. Jangan disini.” Wajah Luhan sontak memerah.

“EHEM!” Baekhyun langsung berdehem- dehem ria karena melihat kemesraan HunHan Couple itu. HunHan hanya nyengengesan gak jelas sambil malu- malu.

“Mianhae~” ujar HunHan bersamaan.

 

“Aku mengerti kalau begitu..”  Baekhyun mengangguk mantap.

“Mengerti apa?” tanya Luhan sambil mendekatkan wajahnya pada Baekhyun.

“Aku hanya mengerti saja… Tapi… Aku masih bingung sih.”

“Bingung ?” Sehun menyipitkan matanya.

Baekhyun mengangguk pelan. Ia masih ragu untuk menceritakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Chanyeol masih sangat memiliki pengaruh besar dalam hidupnya. Namun ia sangat menyayangi Kris. Ia tidak mau Kris terluka apalagi sakit hati. Rasa lega yang menguasai dirinya jika bersama Kris cukup membuktikan bahwa dihati Baekhyun, Kris adalah orang yang penting. 

Luhan tersenyum sesaat kemudian menhela nafasnya.

“Kau merasa tak bisa membiarkan Chanyeol begitu saja namun disisi lain kau sangat ingin menjaga hati Kris karena kau sangat menyayangi Kris. Betulkan?”

Baekhyun menatap Luhan penuh makna kemudian mengangguk ragu.

“Kau ragu, ya?” Sehun menatap Baekhyun.

“N..Ne…” jawab Baekhyun terbata.

 

“Wajar jika Baekhyun memiliki perasaan seperti itu. Kau pernah menjalin hubungan dengan Chanyeol dalam waktu yang cukup lama. Tak mungkin bisa melupakan perasaanmu secara sempurna hanya dalam waktu satu bulan. Kusarankan, kau diskusikan pada Kris. Aku yakin Kris akan mengerti dan kalian bisa memutuskan mana yang terbaik.” Saran Luhan.

Baekhyun menggeleng. “Aku tak mungkin mengatakannya pada Kris. Aku tak mau menyakitinya.”

 

***

 

Chanyeol mengeluarkan semua isi kardus kecil itu. Ia tak kaget karena semua barang yang mengingatkan Baekhyun tentang dirinya disimpan dan disembunyikan didalam kotak kardus itu.

Ia mengerti bagaimana namja mungil itu kesulitan dalam melupakannya.

Ia sangat mengerti dan kini ia sangat menyesal.

Chanyeol ambil figura foto dalam kotak itu. Senyuman tipis tergambar jelas diwajah Chanyeol saat melihat foto itu. Baekhyun tertawa riang sambil memegangi balon berbentuk hati sedangkan Chanyeol bergaya seakan menerkam Baekhyun dari belakang. Foto yang diambil saat festival kebudayaan disekolah mereka.

Chanyeol meletakkan kembali figura itu kembali keatas meja yang ada disamping tempat tidur Baekhyun dan meletakkan 4 figura foto lainnya dimeja belajar Baekhyun.

Setelah puas dengan tataan baru dikamar Baekhyun, Chanyeol melipat tangannya didada. Namun seketika itu mata Chanyeol tertaut pada sebuah permen lollipop yang ada diatas meja belajar Baekhyun.

Chanyeol dengan perlahan kembali mendekati meja belajar Baekhyun dan mengambil lollipop itu. Ia perhatikan tiap lekuk lollipop itu.

 

“Sejak kapan Baekhyun suka permen?” Chanyeol mengerutkan dahinya.

 

 

Chanyeol membuka laci meja belajar Baekhyun dan meletakkan lollipop tadi ditempat semula.  Mata besar Chanyeol kembali tertaut pada sebuah diary kecil berwarna pink dan kuning itu.

“Buku harian Baekhyun?” Chanyeol meletakkan kembali buku harian tersebut. Ia tak mau membukanya. Pasti disalah satu isinya terdapat berbagai umpatan untuk Chanyeol saat mereka putus.

 

Trak

 

Chanyeol kembali menutup laci meja belajar Baekhyun. Tapi ia masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.

 

Ternyata rasa penasaran malah menguasai Chanyeol.

Chanyeol menelan ludahnya kemudian membuka laci meja belajar Baekhyun lagi dan mengambil buku harian itu.

Chanyeol membuka buku itu pelan.

 

Aku sudah lama tak menulis diary.

Aku masih belum bisa melakukan apapun setelah putus dari Chanyeol.

Padahal sudah dua minggu lebih dia memutuskan hubungan kami.

Berkali- kali aku melihatnya bersama Kyungsoo.

Dan berkali- kali aku merasakan sakit dikhianati.

Apa salahku?

Dia begitu kejam.. Apa aku tak memiliki arti penting didalam kehidupannya hingga ia tak memikirkan perasaanku sedikitpun?

Aku mencintainya

Hingga kini masih sangat mencintainya

Aku merindukannya.

 

Chanyeol merasakan sakit dihatinya. Penyesalan semakin menguasainya. Penyesalan karena menyianyiakan cinta tulus Baekhyun. Ia sangka semua akan berjalan lancar jika ia memutuskan bersama Kyungsoo.

Namun kenyataannya berbeda.

Ia mengkhianati cinta Baekhyun dengan berselingkuh dibelakang Baekhyun selama sebulan lebih. Dan yang ia pacari adalah sahabat Baekhyun sejak SD.

Apa ia namja yang baik?

 

Hatinya semakin pilu saat kembali membalikkan halaman buku harian itu. Nampak banyak sekali jejak air mata disetiap tulisan tangan Baekhyun.

 

Aku akan melupakanmu.

Aku berjanji akan hidup lebih baik.

 

Chanyeol kembali membalikkan halaman diary Baekhyun.

 

Kris

Aku sangat bersyukur memilikinya

Ia begitu lembut

Hari ini tepat kami menjadi sepasang kekasih

Ia mencium bibirku

Rasanya seperti ada kupu- kupu yang hinggap dibibirku

Sangat lembut dan manis

Tapi…

Kenapa aku masih saja memikirkannya?

Namja sialan itu…

Apa yang salah?

 

Mata Chanyeol membulat. Rasa cemburu mulai merasuki hatinya kembali. Ia begitu marah saat membaca tentang Kris di diary Baekhyun. Seketika itu Chanyeol memasukkan diary itu kedalam laci.

Chanyeol melirik kembali lollipop yang ada diatas meja belajar Baekhyun. Ia hapus kasar air matanya kemudian mengambil lollipop itu. Chanyeol menyipitkan matanya saat melihat memo kecil yang tertempel dimeja belajar Baekhyun.

 

Lollipop penyemangat dari Kris tercinta

Saranghaeyo Wu Yi Fan

 

Amarah Chanyeol naik. Ia tatap lollipop yang ada digenggamannya dengan tatapan marah.

Trak

Chanyeol menjatuhkan lollipop itu kelantai.

PRAAAKKKK

Duk

Duk

Duk

Dengan brutal Chanyeol menginjak- injak lollipop itu hingga hancur tak berbentuk.

“BRENGSEK! HAL SEPERTI INI TAK DIPERLUKAN!!!” Teriak Chanyeol penuh amarah. Ia masih menginjak- injak lollipop itu walau hanya tinggal serpihan- serpihan kecil.

“AGH!”

Setelah puas. Chanyeol keluar dari kamar Baekhyun dan berjalan menuju pintu rumah Baekhyun.

Tujuan Chanyeol hanya satu.

 

 

Baekhyun.

 

***

 

Baekhyun menyeruput capucino dinginnya. Luhan asyik ngobrol dengan Sehun. Baekhyun tahu betul ia akan dicuekin kalau sedang bersama HunHan couple ini.

“Ne, Baekhyun?” tanya Luhan sambil tersenyum manis.

“Eh?” Baekhyun yang tidak menyimak pembicaraan HunHan itu tentu saja bingung saat Luhan menanyakan pendapatnya. “Apa?”

“Kubilang pada Sehun kalau Kris itu sangat menyukai Baekhyun. Iya, kan?” Luhan mengulang pembicaraannya.

“Memangnya kenapa membicarakan hal itu?” tanya Baekhyun menatap Sehun dan Luhan bergantian.

“Habis… Kris yang kukenal dikelas tidak seperti Kris yang biasa bersamamu, sih.” Kata Sehun sambil melipat tangannya didada.

“Maksudmu?” Baekhyun menyipitkan matanya.

“Kris itu.. Dia bagaimana ya..” Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Dia itu sangat dingin pada yeoja dan jarang menanggapi perkataan orang lain. Kris itu termasuk anak pendiam di kelas. Hanya beberapa orang yang dekat dengannya. Semenjak ia dan kau dekat dan mulai pacaran, ia tambah dingin pada orang- orang disekitanya… Apa lagi pada Kyungsoo.”

“Eh? Kyungsoo?”

Sehun mengangguk. “Dia tak pernah menanggapi perkataan Kyungsoo… Yang kuketahui, Kyungsoo pernah mendekatinya sih.”

“Kyungsoo mendekati Kris?” pekik Baekhyun tak percaya.

“Sudah lama sih. Sebelum kau dan Chanyeol putus.”

“Lalu kenapa kau bilang sekarang?” Baekhyun memutar bola matanya.

“Sifatnya jauh bertambah dingin pada Kyungsoo setelah pacaran denganmu. Mungkin karena Kris membenci Kyungsoo.”

“Karena Kyungsoo merebut Chanyeol dariku? Masa’ karena hal itu?” Baekhyun mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Mungkin dia pikir Kyungsoo lah penyebab kesedihan Baekhyun.” Jelas Luhan sambil merangkul pundak Baekhyun.

Baekhyun menunduk kemudian menatap Sehun lama. “Sikapnya pada Chanyeol bagaimana?”

Sehun terlihat berfikir sejenak. “Sejak putus dengan Kyungsoo, Chanyeol jarang sekali ada dikelas. Aku tak pernah melihat mereka bicara atau berinteraksi. Jika Chanyeol masuk sekolahpun, Kris biasanya main kekelasmu, kan?”

Baekhyun mengangguk. “Ne.”

“Entahlah. Aku juga tidak tahu jika benar- benar ada perang dingin diantara mereka.”

“Aku juga tak ingin mereka bertengkar, sih.” Baekhyun kembali menyeruput capucino dinginnya.

 

Luhan melayangkan pandangannya kepintu caffe yang baru saja terbuka.

“Mwo!” Mata Luhan membulat saat melihat namja tampan yang tinggi itu mendekati mereka. Baekhyun dan Sehun masih belum menyadari kedatangan namja tinggi itu.

 

Tap

 

Namja tinggi itu berdiri tepat disamping Sehun. Baekhyun yang sadar akan kedatangan seseorang langsung mendongakkan kepalanya.

“EH!” pekik Baekhyun tertahan.

Melihat Luhan dan Baekhyun memandang kearah sampingnya dengan tatapan kaget, Sehun akhirnya mengikuti arah tatapan mereka.

 

“Chanyeol?” kata Sehun keras.

 

Baekhyun langsung menunduk. Ia tak berani melihat tatapan mata Chanyeol secara langsung.

“Boleh aku bergabung?” tanya Chanyeol berbasa- basi.

Luhan tersenyum tipis kemudian mengangguk pelan. Sehun juga mengangguk.

 

Chanyeol duduk disamping Sehun berhadapan dengan Baekhyun.

“Kunci rumahmu sudah kutitipkan pada tetangga sebelah, Kim ahjusshi.” Kata Chanyeol tiba- tiba pada Baekhyun.

“Ah.. Ne..” jawab Baekhyun masih menunduk.

Keadaan seketika itu jadi tegang. Luhan sama sekali tak berbicara. Sehun juga hanya mengaduk- ngaduk bubble tea-nya.

Hanya Chanyeol yang menatap Baekhyun tajam. Walau Baekhyun sedang menunduk, ia tahu betul kalau Chanyeol tengah menatapnya tajam.

“Bisa ikut aku sebentar?” tanya Chanyeol akhirnya. Sehun dan Luhan masih tak mau berkomentar.

“Ikut kemana?” Baekhyun mengangkat wajahnya.

“Kita perlu bicara.”

 

“Tidak ada yang harus dibicarakan.” Kata Baekhyun sambil berdiri dan keluar dari caffe. Chanyeol hendak mengejar Baekhyun, namun Sehun langsung memegang tangan Chanyeol.

 

“Tidakkah kau sadar? Sikapmu yang seperti itu hanya akan menekannya.” Sehun berbicara sedikit dengan nada marah.

 

Luhan menatap Sehun dan Chanyeol bergantian. Ia tak mau berkomentar. Chanyeol hanya menghela nafasnya dalam kemudian duduk kembali disamping Sehun.

 

“Kenapa kau memilih kembali pada Baekhyun? Kau egois Chanyeol-sshi.” Tiba- tiba Luhan membuka suara.

 

Chanyeol menatap Luhan kemudian menghela nafas panjang. “Manusia berhak diberi kesempatan kedua, kan?”

 

***

 

 

Baekhyun masuk kedalam rumahnya. Lega sekali saat tahu Chanyeol tidak mengikutinya. Ia sangat ingin sendirian dan memikirkan semuanya dengan baik.

Keraguan yang Chanyeol ciptakan membuat Baekhyun kembali bingung.

Tap

Baekhyun masuk kedalam dapur. Ia layangkan pandangannya pada panci yang ada ditempat cuci piring.

“Chanyeol… memakan masakan yang kupanaskan tadi…”

Baekhyun tersenyum namun setelah itu air matanya keluar begitu saja.

Hiks

Baekhyun terduduk. Ia menangis terisak.

“Sakit.. Hiks.. Rasanya sakit sekali… Kenapa..” Baekhyun memegangi dadanya.

Chanyeol kembali merubah sesuatu didalam dirinya. Sesuatu yang dengan susah payah ia kubur. Sesuatu yang membuat ia terpuruk dan tidak punya harga diri.

Sesuatu yang tak boleh ia rasakan lagi.

 

 

Keesokan harinya.

 

Baekhyun masuk kedalam kelasnya dengan langkah gotai. Ia sama sekali tidak bersemangat melakukan apapun. Bahkan untuk bertemu dengan Kris ia tak punya muka.

“Baekhyunnie!” sambut Luhan dengan wajah khas-nya yang menenangkan.

“Luhannie.” Baekhyun memberikan senyuman seadanya.

“Jangan tersenyum seperti itu.” Luhan duduk dibangkunya saat Baekhyun juga duduk dibangkunya.

“Jadi harus seperti apa, Luhannie? Aku bingung sekali.” Baekhyun tertunduk lesu.

 

“Apa yang kau risaukan?” suara bass yang Baekhyun rindukan itu kini terdengar dari arah depannya. Seketika itu Luhan dan Baekhyun mendongakkan wajah mereka agar mata mereka mencapai kesempurnaan itu.

 

Kris.

 

“Kris…” Baekhyun berdiri dari posisinya.

“Bereskan barang- barangmu. Hari ini kita membolos.” Ujar Kris cepat.

“Mwo!” teriak Baekhyun dan Luhan berbarengan.

“Sssstt!! Ini ajakan kencan.” Bisik Kris sambil mengedipkan sebelah matanya pada Baekhyun.

 

Baekhyun dan Luhan saling pandang kemudian Luhan tersenyum riang.

 

“Ide bagus!! Pergilah, Baekhyun!!” Luhan menyemangati. Baekhyun menatap Kris kemudian mengangguk sambil menyandang kembali tasnya.

“Ayo pergi.” Kata Baekhyun tegas.

 

***

 

Baekhyun memeluk erat pinggang Kris. Ia memang harus melakukan hal itu karena Kris mengendarai motor besarnya dengan kecepatan diatas standar.

Baekhyun tidak tahu Kris akan membawanya kemana.

Grep

Baekhyun mempererat pelukannya. Seakan ia takut namja tampan yang kini ia peluk hilang dibawa angin.

Hilang dari hidupnya.

 

***

[Baekhyun POV]

 

“WOOOWW!!”teriakku girang saat melihat hamparan pemandangan yang luar biasa indahnya.

Kris membawaku jauh dari kota Seoul.

Sejauh mata memandang hanya ada taman bunga yang indah.  Banyak sekali bunga matahari yang bermekaran. Warna musim semi yang menyejukkan.

Aku berlari dipadang bunga yang luas itu. Sinar matahari yang menerpa tak terasa menyakitkan. Sangat lembut dan hangat.

Kris mengikutiku dari belakang.

 

“Aku saja tidak tahu ada taman seindah ini.” Aku berkata sedikit berteriak pada Kris yang masih ada jauh dibelakangku.

Aku rentangkan kedua tanganku dipadang rumput bertebaran bunga itu. Menikmati semilir angin dan sinar matahari.

Puk

Aku rebahkan tubuhku dirumput tebal bertabur bunga. Aku pejamkan mataku sambil tersenyum.

 

Srak

 

Kris berbaring disampingku.

“Kau senang?” tanya Kris sambil menatap langit.

“Sangat!” jawabku penuh semangat.

Aku menatap wajah Kris yang masih setia menatap langit. Entah apa yang ia cari disana?

 

Putih.

 

Kulit Kris nampak sangat putih jika terkena sinar matahari. Rambutnya yang berwarna coklat terang sangat cocok dengan kulit putih bersihnya.

Aku memiringkan posisiku menghadap ke Kris.

Kris melakukan hal yang sama. Mata kami bertatapan. Aku tersenyum saat melihat ia tersenyum. Bahkan dalam posisi berbaring seperti ini ia nampak sangat tampan.

Kris perlahan membelai pipiku dan mencium keningku.

Kupu- kupu.

Hal itu yang selalu terbesit saat bibir Kris menyentuh kulitku. Kesan yang hangat dan lembut. Tak pernah memaksa dan begitu tulus.

Kris mulai mendekatkan wajahnya kewajahku.

Ia mencium bibirku lembut. Aku memejamkan mataku perlahan menikmati sentuhan lembut bibir Kris. Tak ada nafsu hanya sentuhan lembut.

Bibir kami terpisah dan Kris mencium pipiku.

“Mwo! Kenapa Kris jadi suka menciumku seperti ini.” ujarku malu sambil mencubit pipi Kris.

Kris tersenyum kemudian duduk diposisinya. Aku masih berbaring.

“Aku hanya takut kehilanganmu.” Kris tersenyum aneh kali ini. Aku bangkit dan duduk disamping Kris. Ia terlihat sangat aneh. Tersenyum namun terlihat sedih.

Aku peluk lengan Kris dan menidurkan kepalaku dipundak lebarnya.

“Biarkan seperti ini dulu.” Bisikku sambil memejamkan mataku.

 

[End Baekhyun POV]

 

***

 

Kris dan Baekhyun memutuskan kembali ke Seoul karena sudah mulai sore. Mereka menghabiskan waktu seharian di taman itu. Walau akhirnya Kris tertidur dan Baekhyun sibuk menghiasi Kris dengan berbagai pernak- pernik yang ia buat dengan bunga, mereka nampak sama sekali tidak capek.

Namun, mata Kris terpaku pada leher Baekhyun saat Kris membantu Baekhyun memakai helm-nya.

“Tanda apa ini?” Kris langsung menunjuk tanda yang memerah itu.

Deg

Baekhyun langsung menutupi kissmark itu. “Ini hanya digigit nyamuk. Ya! Nyamuk!”

Kris memandang Baekhyun dengan tatapan curiga. “Kau tak berbohong, kan?”

Baekhun menunduk. Ia menggigit bibir bawahnya kemudian menggeleng. “Tidak, Kris.”

“Baiklah. Ayo kita pulang.” Kris tersenyum kemudian menarik tangan Baekhyun untuk naik kemotor besarnya.

Mianhae, Kris.” Bisik Baekhyun dalam hati.

 

***

 

 

Jam 7 malam.

Kris baru saja sampai dirumahnya. Ia mengantarkan Baekhyun pulang terlebih dahulu. Kris mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia putuskan untuk mandi terlebih dahulu dan langsung tidur.

 

Setelah Kris selesai mandi dan baru saja siap memakai piyama, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

Klek

“Tuan muda, diluar ada tamu.”

“Siapa? Katakan kalau aku ingin langsung tidur.”

“Tapi yang datang tuan muda Tao.” Ucap ahjumma itu lembut.

Kris menghela nafasnya kemudian mengangguk. “Ok. Katakan sebentar lagi aku akan menemuinya.”

“Baik, tuan muda.”

Kris mengunci pintu kamarnya kemudian mengganti baju piyamanya dengan kaos oblong hitam dan celana jeans pendek berwarna biru.

 

 

“Hai.” Sapa Kris sambil duduk disofa.

Tao tersenyum dan menutup majalah yang sedari tadi ia baca saat menunggu Kris. “Hai.”

“Ada apa kesini?” tanya Kris datar.

Tao memanyunkan bibirnya. “Eh? Gege tidak senang kalau kekasih gege datang kerumah? Aku ini datang dari China hanya untuk ketemu gege, tauk!”

Kris menghela nafas panjang. “Mianhae, Tao. Aku hanya sedikit lelah.”

“Memangnya apa yang gege lakukan hingga lelah? Gege bahkan tidak memberitahuku apapun.”

“Aku punya banyak kerjaan sekarang disekolah.”

“Contohnya?”

“Haruskah kuberitahu?”

Tao memanyunkan bibirnya kemudian menatap Kris tajam. “Gege tidak selingkuh, kan?”

Kris menelan ludahnya. “Selingkuh?”

Tao mendekati Kris dan duduk tepat disamping Kris. “Gege jangan selingkuh, ya. Aku sangat menyayangi gege. Saat gege pindah ke Korea aku takut sekali gege akan melupakanku. Makanya aku akan berusaha berkuliah di Korea. Setelah kita lulus SMA nanti, aku akan berkuliah disini bersama gege.”

Kris menunduk diam. Tao memeluk lengan Kris erat dan merebahkan kepalanya dipundak lebar Kris.

“Wo ai ni, gege.”

Kris memejamkan matanya sesaat kemudian menghela nafas panjang. “…Wo ai ni, Tao.”

 

***

 

“DIMANA DIA!!” Teriak Baekhyun keras . Ia tak menemukan lollipop pemberian Kris. Baru ia sadari kalau lollipop itu hilang.

Kemarin ia sudah terlalu pusing mengurusi kamarnya karena Chanyeol kembali memasang figura foto mereka dibeberapa tempat.

Baekhyun mencari kekolong tempat tidur, laci bahkan kedalam lemari. Namun ia masih tidak dapat menemukan lollipop itu dimanapun.

“Eh?” mata Baekhyun menangkap serpihan kecil berwarna pink dibawah meja belajarnya. Ia gapai serpihan kecil itu dan membulatkan matanya.

“Ini…”

Baekhyun tahu betul kalau itu serpihan dari lollipop kesayangannya.

“Chanyeol… Pasti Chanyeol!!” Baekhyun terlihat sangat marah dan berlari keluar kamarnya.

 

***

 

Tok

Tok

Tok

Chanyeol berjalan cepat menuju pintu rumahnya. Buru- buru ia buka pintu rumahnya.

“Baekhyun!”Suara Chanyeol terdengar riang melihat namja manis itu kini ada dihadapannya. “Ada apa malam- malam kesini? Ah! Masuklah!”

Baekhyun masuk dengan raut wajah yang sangat tidak menyenangkan. Ia dan Chanyeol duduk diruang tamu.

“Mau minum apa?” tanya Chanyeol sambl tersenyum.

“Tidak usah! Aku hanya sebentar. Langsung saja… Kau mengambil lollipopku?”

Mata Chanyeol membulat. “Lollipop?”

“Jangan pura- pura, Park Chanyeol. Kembalikan!!”

Chanyeol merebahkan punggungnya disandaran sofa dan melipat tangannya didada.

 

“Aku tak bisa mengembalikannya. Lollipop itu sudah kuhancurkan.”

 

“APA!!” Teriak Baekhyun kaget. “KAU! KAU TAK BERHAK MENGHANCURKANNYA!!!”

 

Baekhyun berdiri dari posisinya dan memandang Chanyeol tak percaya. Tangannya gemetaran hebat. Mata Baekhyun nampak berkaca- kaca.

 

Chanyeol ikut berdiri dan memandang Baekhyun tajam. “Itu hanya lollipop. Haruskah kau semarah itu?”

 

“Bagimu mungkin itu benda yang tak penting! Tapi bagiku BENDA ITU SANGAT PENTING!!” Air mata Baekhyun menetes. Ia tak bisa memendung rasa kecewanya lagi. Chanyeol sudah sangat keterlaluan.

 

“Aku bisa memberikanmu lebih dari itu!”

“KAU TAK MENGERTI! SAAT KAU MENINGGALKANKU, HANYA BENDA ITU YANG BISA MENENANGKAN HATIKU!! KAU JAHAT!” Baekhyun berteriak sekeras yang ia bisa. Bibirnya bergetar.

Seketika itu Baekhyun berbalik badan dan menuju kepintu rumah Chanyeol. Meninggalkan Chanyeol yang masih diam terpaku.

 

BRAK

 

Bunyi pintu yang ditutup Baekhyun dengan kasar tidak mempengaruhi Chanyeol yang masih betah dalam posisinya.

“Mianhae…” bisik Chanyeol menyesal.

***

Keesokan harinya disekolah.

 

Luhan mencoba terus menenangkan Baekhyun yang panik. Baekhyun sudah menceritakan perihal lollipop Kris yang dihancurkan Chanyeol.

“Aku tak habis pikir dengan sikapnya, Luhan!” mata Baekhyun nampak berkaca- kaca.

“Dia sudah keterlaluan.” Luhan mengelus punggung Baekhyun agar namja itu sedikit tenang.

“Apa kesalahan yang kuperbuat sampai ia menyiksaku seperti ini?!” Baekhyun menggeleng pelan.

Luhan tak tahu harus menjawab apa pertanyaan Baekhyun. Yang bisa Luhan lakukan hanya mengusap punggung Baekhyun agar namja itu sedikit tenang.

“Apa yang harus aku katakan pada Kris jika ia bertanya tentang lollipop itu?”

“Kris pasti mengerti jika kau ceritakan semuanya.”

“Aku tak ingin Kris tahu kalau Chanyeol menginap dirumahku tempo hari. Kau tahu, Luhan?” Baekhyun menunjuk Kissmark Chanyeol yang masih jelas dilehernya. “Kris menanyakan tentang hal ini kemarin.”

Luhan membulatkan matanya. “La..Lalu?”

“Aku berbohong.. Walau ia percaya, rasa bersalah malah menguasai hatiku.”

Luhan menghela nafas panjang. “Apa sih yang Chanyeol pikirkan!” Luhan nampak mulai kesal dengan kelakukan Chanyeol.

 

“Ia membuangku kemudian ingin kembali bersamaku… Apa ia tak tahu kalau sulit sekali melupakannya? Apa ia tak tahu bagaimana sakitnya dikhianati? Kini ia memintaku kembali seakan ia tak pernah berbuat salah padaku?”

 

Tes

 

Air mata Baekhyun jatuh. “Cukup.. Ini sudah terlalu cukup untukku..” isak Baekhyun pelan.

 

***

 

Chanyeol masuk kedalam kelasnya dengan raut muka yang sangat tak menyenangkan. Marah menahan sesuatu. Langkah kakinya lebih cepat saat melihat Kris duduk dibangkunya.

“Bisa bicara sebentar?” kata Chanyeol dingin.

Kris menghela nafas panjang kemudian mengangguk. “Apa?”

“Kurasa tidak disini.”

“Lantas dimana?” Kris memutar bola matanya.

“Ikut aku.”

 

Diatas atap.

“Kau mau mengajakku bolos, ya?”

“Bolos ? Tenang saja, tuan Kris. Pembicaraan ini hanya sebentar, lagipula bel masuk masih 15 menit lagi berbunyi.”

Kris tersenyum sinis. “Apa yang ingin kau bicarakan?”

Chanyeol tersenyum. “Baekhyun.”

Kris melipat tangannya didada. “Apa lagi yang ingin kau bicarakan? Baekhyun memilihku dan semuanya sudah jelas, kan?

“Apa yang sudah jelas? Aku masih mencintainya.”

“Lantas? Kau jangan egois, Park Chanyeol. Kau sendiri yang membuatnya menderita dan kini kau ingin kembali seakan- akan kau tidak pernah menyakitinya.”

Chanyeol menghela nafas kemudian tersenyum. “Aku akan merebutnya lagi dari sisimu.”

“Ini ajakan perang?” Kris tersenyum sinis.

“Mungkin.”

“Tidak perlu repot, Park Chanyeol. Kita hanya menghabiskan waktu. Aku dan Baekhyun sudah bahagia.”

“Oh ya? Lihat saja siapa yang akan tertawa terakhir.”

Chanyeol berjalan pergi meninggalkan Kris yang masih diam ditempatnya. Kris mengepalkan tangannya.

“Cih!”

 

Jam istirahat

Baekhyun memandang aneh Chanyeol yang kini menghalanginya masuk kedalam perpustakaan.

“Minggir!!!” ujar Baekhyun akhirnya jengah.

Chanyeol menggeleng pelan. “Sampai kau memaafkanku!”

“Kesalahanmu sudah terlalu banyak, Park Chanyeol.” Baekhyun memutar bola matanya. “Persilahkan aku lewat atau aku akan-“

“Apa?”

Baekhyun menatap tajam Chanyeol. “Aku malas berdebat denganmu.”

“Kalau begitu tidak usah berdebat. Katakan apa yang kau mau, Beakhyun. Aku akan memberikannya.”

Baekhyun mendengus kesal. “Jangan dekati aku lagi. Hanya itu…”

Baekhyun mendorong tubuh tinggi Chanyeol dan masuk begitu saja tanpa mempedulikan tatapan sendu Chanyeol.

 

***

“Kris!” panggil Baekhyun yang baru saja keluar dari perpustakaan. Chanyeol nampaknya sudah pergi entah kemana.

“Baekhyun.” Kris tersenyum manis.

“Kau mau kemana? Kita bareng kekelas, yuk.”

Kris mengangguk. Mereka berdua berjalan menuju kelas mereka masing- masing. Baekhyun merasa agak aneh dengan tatapan mata Kris yang menerawang.

“Ada masalah?” tanya Baekhyun pelan.

Kris menggeleng kemudian tersenyum manis. “Ani. Aku hanya agak lelah.”

“Kris tidak sakit, kan?” tanya Baekhyun lagi sambil memegang dahi Kris.

Tersenyum, Kris menggeleng dan menggenggam tangan Baekhyun lembut.

“Jika Chanyeol masih gigih ingin kembali padamu. Apa akan merubah sesuatu dalam dirimu?”

Baekhyun sedikit kaget dengan  pertanyaan Kris namun Baekhyun mencoba setenang mungkin. “Kris ngomong apa sih? Tentu saja tidak! Aku sangat menyayangi Kris.”

“Xie xie..” Kris mengangguk dan tersenyum manis. “Wo ai ni, Baekhyun.”

Wajah Baekhyun seketika itu memerah. “Ne… Saranghae.” Baekhyun menjawabnya dengan bahasa Korea. Kris dibuat tertawa kecil olehnya.

“Sepulang sekolah nanti kita jalan- jalan lagi, yuk.” Ajak Baekhyun yang dijawab dengan anggukan mantap oleh Kris.

Pip

Pip

Ponsel Kris tiba- tiba berbunyi. Ada panggilan telpon namun Kris nampak tidak mau mengangkat telpon itu dan kembali memasukkan ponselnya kedalam saku.

“Kok tidak diangkat?” tanya Baekhyun bingung.

“Bukan dari orang yang penting, kok.” Kris kembali menggengam tangan Baekhyun.

 

 

Sepulang sekolah.

Baekhyun dan Kris langsung berjalan menuju lapangan parkir sekolah. Mereka berencana pergi ke taman bermain dan melihat sunset diatas bianglala.

Piip

Piiip

Saat mesin motor Kris baru saja hidup, ponsel Kris kembali berbunyi. Baekhyun melepas pelukannya dipinggang Kris. Dengan cepat Kris mematikan mesin motornya lagi dan turun dari motornya. Baekhyun tetap duduk dimotor besar Kris sambil menatap Kris berjalan menjauh dari posisinya.

 

“Halo.”

Gege! Kenapa baru mengangkat telponku?”

“Maaf. Tadi aku sedang sekolah. Ada apa?”

Jemput aku sekarang.”

“Eh? Aku tidak bisa. Aku ada janji dengan… temanku.”

Jadi gege lebih memperdulikan teman gege daripada aku? Aku tidak mau tahu jika gege tidak menjemputku dihotel tempat aku menginap, aku tidak mau bertemu dengan gege seumur hidupku!! Tuut … Tuut…”

Kris mendecis kesal saat Tao mematikan sambungan telponnya begitu saja. Kris mengacak- acak rambutnya frustasi. Ia tak mungkin membatalkan janji dengan Baekhyun, namun Tao…?

Ia lebih tidak rela jika Tao tidak mau menemuinya seumur hidup.

 

Dengan langkah gotai Kris berjalan mendekati motornya dimana Baekhyun masih duduk menunggunya.

“Siapa?”

“Temanku minta dijemput sekarang. Katanya penting.” Kris memakai helm-nya kembali. “Aku tidak mau membatalkan rencana kita. Tapi…”

“Apa temanmu sangat membutuhkanmu?”

Kris diam ia naik keatas motornya dan Baekhyun kembali memeluk pinggang Kris.

“Kau tidak marah jika acara hari ini batal?” tanya Kris lebih pada berbisik.

Baekhyun berusaha tersenyum walau nampak kecewa. “Tidak apa- apa, kok. Besok masih bisa, kan?”

Kris tentu saja merasa bersalah. “Sebelum kuantar pulang, aku akan traktir kamu ice cream. Bagaimana?”

Baekhyun tersenyum manis. Ia tahu kalau Kris pasti merasa bersalah. “Ne! Waah~ Kamu yang traktir nih.”

“Ayo, berangkat!” Kris melajukan motornya meninggalkan sekolah. Tidak tahu kalau Chanyeol mengawasi mereka sedari tadi dengan tatapan marah.   

 

 

Kris masuk kedalam hotel tempat Tao menginap. Hotel yang megah dan mewah. Bisa dikatakan kalau hotel itu sangatlah berkelas dan terbaik di Korea. Pasti membingungkan jika hanya seorang siswa SMA yang menyewa hotel bintang 5 seperti ini sendirian. Tapi untuk ukuran keluarga Tao, hotel ini masih jauh lebih kecil daripada rumah Tao di China.

Kris mengecek ponselnya. Ia pernah menerima e-mail beberapa hari yang lalu tentang alamat hotel dan kamar hotel tempat Tao menginap.

“Lantai 10 kamar nomor 1008.” Bisik Kris sambil menaiki lift.

 

 

1008

Angka itulah yang tergantung rapi disebuah pintu yang nampak sangat kokoh.

Kris menelan ludahnya saat melihat pintu kamar hotel Tao kini ada didepan matanya. Beberapa saat kemudian ia menghela nafas panjang.

Tok

Tok

 

Klek

Kris melihat Tao yang hanya memakai baju mandi berwarna putih dan bercorak hitam, seperti panda, membuka pintu. Tao melihat Kris penuh keringat hanya tersenyum tipis.

“Kukira kita tidak akan bertemu lagi.” Tao melipat tangannya didada.

Kris memutar bola matanya. “Tidak mempersilahkan aku masuk dulu?”

Tao menarik tangan Kris dan mengangguk. “Masuklah gege.”

 

Kris langsung membaringkan badannya diatas ranjang. Tao tersenyum dan menggosok kepalanya dengan handuk. Ia memang baru saja habis mandi. Kris melepas jas sekolahnya dan melonggarkan dasi sekolahnya.

“Kau membuatku ngebut gila- gilaan.” Ujar Kris sambil melepas sepatunya. Tao melempar handuk yang tadi ia pakai kewajah Kris dan mengambil beberapa helai bajunya didalam lemari.

“…Kau..” Kris memegang tangan Tao saat Tao akan masuk kedalam kamar mandi. Tao memandang Kris bingung.

“Wae, gege? Aku ingin memakai baju.”

Kris mengangkat bahunya dan melepaskan tangan Tao. “Mungkin bukan saat yang tepat aku memberitahunya kalau aku ingin mengakhiri hubungan ini.” bisik Kris dalam hati.

Tao melempar pakaian yang ia pegang dan tersenyum nakal. “Gege, kalau mau.. Bilang saja.”

“Eh?” Kris merasa Tao salah paham.

Namun belum sempat Kris berbicara, Tao sudah memeluk tubuh Kris dengan erat. Kris menelan ludahnya.

Siapa yang tidak tergoda melihat tubuh yang hanya berbalut baju mandi eksotis itu? Apalagi si panda yang terkenal akan keseksian tubuhnya. Bohong besar jika Kris tidak tergoda.

Tao mendorong tubuh Kris hingga tertidur diranjang. Tao tersenyum dan perlahan membuka baju mandinya. Kris memperlihatkan smirk-nya dan menarik tangan Tao hingga tubuh Tao jatuh menghimpit tubuh Kris.

“Kau yang memulai hal ini panda kecil.” Kris mencium bibir Tao.

“Gege yang menginginkannya…” Tao menggigit pipi Kris. Seketika itu Kris membalikkan tubuh Tao dan menghimpit tubuh polos itu. Dan… Biarkan mereka melanjutkannya.

 

 

***

Baekhyun menghela nafas panjang sambil memandangi keluar jendela kamarnya.

Hujan.

Hal itulah yang ditatap Baekhyun. Ia baru saja selesai mandi dan membiarkan angin senja menyapu wajahnya.

“Kris menemui siapa ya?” Baekhyun sebenarnya sangat memikirkan hal itu. Ia sama sekali tidak tenang- tenang saja. Ingin sekali ia bertanya siapa, dimana, dan haruskah Kris menjemput orang itu.

Tapi Baekhyun tidak mau bertanya lebih jauh. Ia takut Kris terganggu dan malah menganggap Baekhyun terlalu berlebihan.

Baekhyun melirik jam dinding berbentuk bola basket yang tergantung diatas tempat tidurnya. “Sudah mau malam tapi dia tidak juga mengabariku… Kris..”

Ia ingat sekali wajah Kris yang menyiratkan kekhawatiran saat mereka ada ditoko ice cream. Kris sama sekali tidak fokus. Pikirannya melayang jauh.

“Sebenarnya apa yang ia pikirkan?”

To be continue…

Yooowww~ 

Maaf ya rada aneh- aneh yg ini #mengarah ke yadong sih yaaa

maaf ya yang puasa makanya aku post malem >o<

RCL pastinyaaaa😀 makasih ^^

354 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 4

  1. jadi di chap ini semua saling selingkuh? oke! Baek, ayo selingkuh sama aku aja baek, aku ga akan sakitin kamu kok.. HunHan duhhh emang pasangan yang paling manis dan paling sweet dimanapun mereka berada.. kris! apa yang kau lakukan dengan pandaku itu lebih intinm dari apa yang kau lakukan dengan baekkie ku! yeol, wake up baby, kamu udah punya pacar selucu baekhyun masih aja, duuhh..

  2. Baekhyun salah apa sih lu?😐 ampe digituin /pukpuk
    Ini netes kalo udah baca part baekhyun…
    Feel nya dapet~

  3. Huaaaaaaaaaaa, kenapa slalu baekhyun yang tersakiti , ok waktu itu chanyeol ama kyungsoo jga tdr bareng kya gitu smpe mlakukan this and that , trus skarang tao sma kris , demi tuhan baekhyun kasian bgt ….

  4. Huaaaaaa… Sebenernya kesian chan chan sih.. Tapi sebel juga kalo ingat dia gituin baekki diawal demi baby soo..

    Kris nyakitin dua bias saya neh..#asah golok buat kris

    Semoga baekyeol bersatu deh..

  5. Ah tukan bener! Kris udah punya tao duluan! Aah ini kenapaaaa??? T__T kalo udah punya tao kenapa kris tega bohongin baekhyuuunn??!! T_T ayolah! Gw rasa chanyeol emang serius pengen balik ke baekhyun. Gw dukung chanbaek sekarang!
    Keren, thor! Makin ke sini bikin penasaran!

  6. wah wah wah….. ini baekhyun, chanyeol, kros dan kawan-kawan masih pada SMA tapi kok udah menjurus ke yadongan gitu yaa…. mana main selingkuh lagi…..
    eh iya, ini berarti selingkuhannya kris itu baekhyun apa tao sebenarnya?

  7. mwo kris dan tao melakukan ‘itu’ ?
    gila benerr ..

    kalo gini caranya lebih baik baekhyun kembali pada chanyeol aja ..
    lagian kenapa kris masih tergoda sama tao sih .. katanya mau putus .. ck

  8. greget thor greget banget ini.. apalagi yang menjerumus ke yadong itu. gak dilanjutin sekalian? #plakk #otakyadong–”
    ko jadi keinget fanfic lain ya? halah mungkin unsur ketidak sengajaan. heleh itu napa si baekhyun gak mau mau balikan ama chanyeol? toh, kris juga sama tao =.=
    pokonya ff ka hyobin keceh~

  9. yaaah kriss kenapa ikut2 jahat kaya chanyeol :(( baekhyun kan kasiaaaan.
    kecewa kris kecewa (?)
    btw thorr, maapin yak baru komen dipart 4, saking ramenya jadi lupa komen *alesan*
    ceritanya bagusss banget, cuman asa beberapa kata kaya ‘maruk’ yg kurang dimengerti, yaudah thorr mau lanjut baca part 5^^

  10. hadeuuuh kriiss ini gemesin amat.
    baek kok gitu sih nulis diary? ntuh ketahuan abang cendol tau rasa U.U
    cendol nakal amat seeh ampe hancurin lolipop itu mending lolipopnya buat akooh kan akoooh manis .___.
    AARGH MAKIN PENASARAN
    daebaak authooorr

  11. engga Kris ga Chanyeol SAMA AJA!!! aku frustasi!!! ya Allah nasib Baekhyun na’as amaaaaat!!!! Please lah kalian berdua tuh ya, mau aku getok pake pentungan apa?!
    errrr!!!! ah gatau ah sumpah beneran ini mah

    ka hyobin bener da aku ngefans tingkat dewa ini mah

  12. krisyeol plis jgn ngecewain baekhyun! ato chanyeol bakal gue rebut! /ganyambung
    baekhyun ngenes amat sih, tersakiti mulu. ntar lama lama baekhyun nyanyi lagunya judika yang ‘aku yang tersakiti xD /plak jeder
    btw, lanjottt

  13. ⊙_⊙
    Mana mungkin tao melakukan ittuu, tao kan polos.

    Kasian deh sama baekhyun, seandainya baekhyun tau hubungan kriss dan tao…

    Mmmm….
    Chanyeol! Kamu harus berusaha ya!!!

  14. Hah, kasian Baekhyun ny, dy harus ngera di khianati untk ke dua kali ny…. );
    Klw gitu mendingan Baekhyun sm Chanyeol aj….
    Walau pn Chanyeol prnah nyakiti hati Baekhyun tp dy kya ny ud brubah 100% donk…. (;

  15. Ya Ampunnnnnn . . . .

    Kris Ge juga selingkuh ?? Meskipun mau mengakhirinya tapiii kenapa bohong darii awal sihh ge😥
    Kasihankan Baek Oppa kalau tahu nnti😥

    Chan Oppa juga Udh Mutusin ehh lhaa kok minta balikan -_- yahh susah lhaa oppa -_-

    Tpii keren ceritanya nge feel banget😀 Keren Eon😀

  16. Kkkk~
    Greget banget T-T
    Si Baek disakitin terus T-T
    Yaudahlah Baek, sama Suho aja *lah/? :’v
    Huaa, izin baca lebih lanjut/? kak Hyobin/? ^-^
    Semangat menulisnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s