[LOVE FAILED] Chapter 5

walah ini FF banyak yang komen makanya cepet Hyobin update ^^ hehe

makasih ya udah dukung Hyobin dan teryus dukung \^^/

Ini masih rada yang aneh- aneh jadi dimohon kebijaksanaan dalam mengambil pesan yang terkandung dalam FF ini ya. pasti ada pesan yang Hyobin sampaikan untuk reader dari FF ini ^^

so ambil sisi positif dan buang yang negatif. 

so pleace check my FF dan jangan lupa RCL. Arigatou na~

FF BAEKYEOL / CHANBAEK/ BAEKRIS

[LOVE FAILED]

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

Twitter : @ranalunabila

 

MAIN PAIR : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Wu Yi Fan / KRIS

Other Pair : Sehun/ Luhan -HUNHAN- , Huang Zi Tao

GENRE : Angst, Romance, School Life, Drama, HURT, TRIANGLE LOVE

BoyBand : EXO

WARNING : BOY X BOY / SHONEN AI/ YAOI

DISARANKAN UNTUK UMUR 15 +

Sayangku,

Aku bersumpah aku mencintaimu

Tak ada keraguan yang menyerang hatiku dan rasa cintaku untukmu

Aku ingin kau bahagia

Senyumanmu yang membuat hidupku terasa lengkap

Tapi

Disana ada seseorang yang bergantung padaku

Mengharapkan kasih sayangku

Lebih membutuhkanku karena ia terlalu rapuh

Aku mencintamu dan itu tak akan berubah

Hanya saja aku tak bisa memilih

Karena matanya dan matamu 

adalah kunci mati dalam hatiku.

Aku ingin membahagiakannya tanpa melukai hatimu.

CHAPTER 5

Baekhyun begitu memikirkan Kris. Ia merasakan sesuatu tumbuh dihatinya melebihi rasa sayang. Baekhyun tahu betul rasa cemburu yang ia rasakan adalah bukti kalau perasaannya tumbuh kian dalam pada namja bak pangeran didalam dongeng itu.

Hujan yang Baekhyun taati dari tadi seakan tidak menjawab semua kegundahan hatinya yang sangat memikirkan Kris. Ia masih betah berada disana dan menatap hujan. 

Senja sudah lama berganti malam namun hujan masih enggan untuk berhenti.

“Kris…” bisik Baekhyun lirih. “..Dimana kamu sekarang, sayang..?”

>>>

Pukul 10 malam itu.

Chanyeol masuk kedalam sebuah pub dan langsung memesan beberapa minuman beralkohol. Ia tak peduli tatapan orang yang memandangnya aneh karena masih memakai pakaian SMA. Chanyeol bisa masuk begitu saja karena pub ini milik teman baiknya.

Chanyeol meneguk minuman beralkohol itu terus menerus. Sudah lebih dari 3 botol alkohol yang ia tenggak dari tadi.

Prang

Gelas yang dipegang Chanyeol jatuh kelantai. Namun karena suara pub itu terlalu gaduh, tak ada yang menyadari. Chanyeol meneguk lagi minuman keras itu tanpa gelas. Bisa dilihat Chanyeol mulai mabuk.

 

Grep

 

Seseorang langsung mengambil botol alkohol itu dari tangan Chanyeol.

“Hey!!” Chanyeol menatap orang itu dan kembali merebut botol alkohol itu dari Chen. Teman baiknya.

“Chanyeol! Hentikan ini.” Chen kembali akan merebut botol alkohol itu namun nampaknya Chanyeol lebih kuat. Chen menyerah dan duduk disamping Chanyeol yang nampak sudah teler.

“Chanyeol.. Setidaknya kau ganti baju seragammu dulu, kau bisa masuk begitu saja karena kau adalah temanku.”

“Hahahaha!!” Chanyeol tertawa pelan. Matanya nampak setengah tertutup dan wajahnya memerah. “Ch..Cheen~ Kim Jong Dae.. Kau hanya adik kecilku.. Tak tahu apa- apa..”

Chen menghela nafas panjang. “Kau ini! Aku lebih tua dua bulan darimu!”

“Tidak~ ChenChen masih kecil..haha… Chen tidak tahu rasanya menderita… Chen tidak tahu rasanya dibuang.. khaaannn??? Chen .. kecil..”

Chen menunduk dan memegang pundak Chanyeol. “..Kau tidak dibuang kok. Kau hanya kurang mengerti cara menjaga apa yang seharusnya kau jaga.. Kau namja yang masih belum stabil. Namun dari sini kau harus belajar mempertahankan sesuatu, Chanyeol.”

Chanyeol yang memang sudah mabuk tertawa pelan. “Haha..Yang aku inginkan hanya namja itu! Byun…Baek..hyun.. Hahaha.. Dia membuatku gila.”

“Jika dia ada disini kau akan berhenti minum?”

Chanyeol sudah tertidur diatas meja bartender sambil memegang botol alkohol. Ia tak sepenuhnya tertidur, buktinya ia masih saja menggumamkan kata- kata yang tak jelas. Namun Chen bisa menangkap nama seseorang yang dari tadi disebut Chanyeol berulang- ulang.

Baekhyun.

Seketika itu Chen mengambil ponsel Chanyeol dari saku celananya dan menekan tombol ‘Call’ pada kontak nama ‘Baekkie Chagiya’.

Tak ada jawaban. Hingga saat Chen mengulangnya ke 10 kali, Baekhyun baru mengangkatnya.

YA! APA SIH!!

Chen langsung menerima bentakan dari Baekhyun. “..Anoo~ Baekhyun-hyung.. Ini aku Chen.”

Omo? Chen? Mianhae..” Nada bicara Baekhyun jadi penuh rasa bersalah. “Kusangka Chanyeol.. Jeongmal mianhae~ Jongdae~

“Ne, gwecaha, hyung.” Nampaknya Chen mulai lega berbicara dengan Baekhyun.

Hmm..Ada apa ya?

“Itu… Chanyeol… Dia mabuk berat. Aku tak bisa membawanya pulang karena..”

Kau tak mungkin meninggalkan tempat kerjamu, kan? Aku mengerti. Tunggu aku ya.”

“Gamsahamnida, hyung.” Chen tidak menyangka Baekhyun langsung mau menjemput Chanyeol yang tengah mabuk.

Ne~

 

Chen kembali meletakkan ponsel Chanyeol kedalam saku celana namja tinggi itu. Chen menepuk kepala Chanyeol lembut dan dibalas dengan gumaman tak jelas oleh Chanyeol.

“Kau pasti sangat menyesal telah melepas namja sebaik Baekhyun-hyung…”

 

 

>>>

Baekhyun menghela nafas panjang saat ia berdiri didepan rumahnya dan memegang payung serta sweater tebal. Untuk siapa lagi kalau bukan namja menyusahkan bernama Park Chanyeol.

“Akan kubunuh dia setelah ini.” gumam Baekhyun sambil mengembangkan payungnya dan berlari sambil memeluk payung dan sweater untuk Chanyeol.

..Untuk Chanyeol.

Untuk Chanyeol yang sudah menoreh luka dalam dihatinya.

 

 

>>> 

Kris terbangun dam merasakan lengannya sedikit kram. Ia tatap namja manis yang terlelap disampingnya. Lebih tepatnya tidur berbantalkan lengan Kris.

Senyuman manis terlukis diwajah tampan Kris kemudian ia membelai surai hitam milik Tao yang basah karena keringat. Kris mengecup kening Tao sekilas dan mulai menciumi pipi Tao.

“Engghh..” Tao terbangun dan mendorong wajah Kris dari wajahnya. “..Gege.. Aku masih capek..”

Kris malah tambah gencar menciumi Tao. Mulai dari pipi, mata, bibir dan bagian lainnya.

“Gege!!” Tao membuka matanya memukul kepala Kris. Walau tidak merasakan sakit sama sekali, Kris mem-pout-kan bibirnya. Tao tertawa pelan melihat wajah Kris yang menurutnya sedikit lucu.

“..Gege tidak capek ya?”

Kris menggeleng. “Aku mau lagi.”

“Mwo! Tidak!” Tao langsung berlari kekamar mandi. Walau kakinya masih sakit untuk digerakkan. Kris tersenyum dan ikut bangkit. Kris memakai celananya dan menyusul Tao kekamar mandi.

“Kenapa gege masuk?” Tao melempar sikat giginya kearah Kris. Dengan sangat cool, Kris dapat menangkap sikat gigi lucu itu.

“…Kali ini mandi bersama.” Ujar Kris sambil memeluk Tao dari belakang dan mencium leher Tao.

Tao tersenyum malu dan mengangguk mantap.

“As you wish, gege.”

 

 

>>> 

Baekhyun menstabilkan nafasnya. Ia berlari ditengah hujan selama hampir 25 menit. Kini ia berada tepat didepan sebuah pub berkelas dan terkenal didaerah itu. Pub milik Chen. Walau terlihat masih kecil tapi Chen sendirilah yang membangun pub itu. Bisa dibilang pub ini bentuk pemberontakan pada orang tuanya yang selalu menginginkan Chen jadi penerus perusahaan keluarga mereka.

“Kamu masih SMP, ya. Tidak boleh masuk.” sergah sang penjaga saat Baekhyun akan masuk.

Baekhyun menggeleng pelan. “Aku sudah SMA dan aku ada urusan dengan Kim Jongdae.”

“Tapi-“

“Dia tamuku.” Suara Chen terdengar dari dalam pub seketika itu para bodyguard terdiam. Chen kini ada dihadapan Baekhyun dan memegang tangan Baekhyun yang terlihat membiru.

Chen prihatin melihat keadaan Baekhyun. Basah kuyub sambil memegang dua buah payung dan sweater. Namun sweater itu nampak sama sekali tidak basah. Baekhyun pasti mati- matian menjaga sweater itu agar tidak basah.

“Ayo masuk.”

Baekhyun mengangguk sambil menahan bibirnya agar tidak bergetar.

 

Pub ramai dan heboh namun Chen tidak membawa Baekhyun ke-pub melainkan menaiki tangga disudut pub  dan menunjuk salah satu kamar. Baekhyun sadar kalau kamar- kamar itu bisa dibilang seperti.. Errr.. Love hotel. Semacam itulah.

“Chanyeol tertidur disana.”

“Dia masih mabuk?”

Chen mengangguk. “Hyung masuk saja dulu. Aku akan membawa baju ganti untuk hyung.” Ucap Chen ramah seraya mengambil kedua payung yang dipegang Baekhyun.

“Gamsha, Chen.”

“You’re welcome.” Chen kembali menuruni tangga.

Baekhyun menghela nafas panjang dan saat ia akan masuk kedalam kamar yang ditunjuk Chen. Baekhyun melihat sepasang kekasih baru saja keluar dari salah satu kamar sambil berpelukan. Suara musik dari pub masih sangat keras terdengar. Lampu pub yang gemerlapan juga membuat hati Baekhyun sangat tidak nyaman. Karena pub langsung ada dilantai bawah, bau alkohol dan minuman semacamnya tercium sangat keras.

“Inikah kehidupan Chanyeol sekarang?” bisik Baekhyun lirih.

 

Klek

Baekhyun masuk kedalam kamar itu dan menutupnya kembali. Ia lihat kamar berukuran kecil yang dihiasi berbagai macam benda pub. Alkohol, lampu disco dan berbagai benda lain yang Baekhyun tidak mau menyebutkannya. Kamar itu terdapat satu meja kaca dengan dua sofa yang saling berhadapan. Kamar itu bercat merah dengan motif zebra. Chanyeol tertidur diranjang berbentuk love yang beralaskan kain sutra berwarna merah.

Baekhyun menatap Chanyeol sendu. Rambut namja itu semakin panjang, tubuhnya nampak tak terurus, ia bahkan masih memakai seragam sekolah, beberapa kancing baju sekolahnyapun nampak copot.

Mirisnya, Baekhyun melihat bekas luka dibeberapa bagian tubuh Chanyeol. Rupanya hobi lain Chanyeol setelah berpisah dengan Baekhyun adalah berkelahi. Nampak luka yang masih terbuka didekat lengan atasnya. Agak tertutup oleh lengan baju seragam Chanyeol.  

Klek

Baekhyun membalikkan badannya dan melihat Chen masuk sambil membawa baju ganti untuk Baekhyun. Celana jeans pendek selutut dan baju kaos berwarna hitam.

“Hyung bisa ganti baju disana.” Tunjuk Chen kekamar mandi yang ada dikamar itu. baekhyun mengerjapkan matanya sambil berfikir. “Kamar mandinya transparan?

Chen tersenyum dan keluar dari kamar, namun sebelum itu Chen mengatakan sesuatu pada Baekhyun diambang pintu. “Kalau hyung butuh sesuatu tekan saja tombol merah yang ada disebelah tombol lampu.”

Baekhyun menganggguk dan tersenyum. “Gamsahamnida.”

 

Setelah Baekhyun berganti baju, Baekhyun kembali berjalan kearah ranjang dimana Chanyeol masih berbaring. Baekhyun ambil sweater yang ia bawa dan meletakkan ditubuh Chanyeol yang tertidur. Agar namja itu tetap hangat.

Baekhyun duduk ditepi ranjang membelakangi Chanyeol.

 

“Ne, Chanyeol… Apa aku ini menyusahkan?” Baekhyun memulai pembicaraan.

Tak ada jawaban karena Chanyeol masih tertidur. Baekhyun tersenyum kemudian menunduk. Ia pegang ujung bajunya erat.

“..Awalnya aku pikir perasaanku pada Kris hanya sebatas rasa sayang… Tapi kini aku sadar akan sesuatu.. Aku mulai mencintainya…Aku mencintainya.. Hiks..”

Baekhyun menangis. Seketika itu Baekhyun menggigit bibir bawahnya seakan malu jika suara tangisnya terdengar oleh Chanyeol.

“Kris namja penuh misteri walau ia sangat hangat dan lembut. Ia sangat baik dan begitu menghargaiku.. Tadi ia pergi entah kemana.. Ia bilang akan menemui temannya.. Aku kecewa.. Aku ingin tahu siapa.. Tapi aku tidak berani..”

Baekhyun menggeleng pelan. “Chanyeol… Apa yang harus aku lakukan? Aku benar- benar mencintainya…”

 

>>> 

Baekhyun keluar dari kamar itu dan mencari sosok Chen dipub. Suara musik yang keras dan lampu disco mendominasi tiap sudut pub itu. Bau alkohol yang menyengat sebenarnya membuat Baekhyun tidak nyaman namun ia ingin secepatnya pulang.

“Hai..” Seseorang memegang tangan Baekhyun. Sontak Baekhyun kaget dan menatap namja tinggi yang tidak ia kenal itu.

“Wow! Manis sekali!” ujar namja mesum itu sambil tersenyum aneh.

Baekhyun menelan ludahnya. “Tolong lepaskan aku.”

“Dia galak sekali.” salah satu teman namja itu ikut- ikutan. Baekhyun mulai panik. Tubuh namja- namja itu jauh lebih tinggi dari tubuhnya.

“Main bersama kami sebentar yuk. Kami bayar kalau service mu memuaskan.”

 

Baekhyun naik pitam dan langsung menarik tangannya dari tangan namja itu. “Aku bukan laki- laki seperti itu!” Baekhyun lari dan kembali masuk kedalam kamar tempat Chanyeol tidur. Tubuhnya gemetaran. Wajahnya pucat pasi.

 

Sebenarnya ia sangat takut. Ia sama sekali tidak terbiasa dengan semua itu. Alkohol, bau menyengat pub, orang- orang mabuk.. Baekhyun tidak akan pernah terbiasa.

Baekhyun terduduk dilantai. Punggungnya masih bersandar dipintu. Baekhyun menangis.

 

Hiks

Hiks

 

“Kris… Aku takut…” Baekhyun duduk sambil memeluk lututnya. Ia benamkan wajahnya diantara lutut dan menangis sesegukan.

Kini ia butuh Kris.

Kris.

 

Puk

 

Baekhyun menyadari sebuah tangan kini sedang membelai rambutnya lembut. Baekhyun mendongakkan kepalanya. Ia lihat sosok Chanyeol yang berjongkok sambil membelai rambutnya.

“…Kau baik- baik saja?”

Baekhyun meneteskan air matanya lagi. “Hiks.. Aku takut..”

Seketika itu Baekhyun langsung memeluk Chanyeol. Akibatnya Chanyeol yang tadinya berjongkok jadi jatuh terduduk.

“Gwechanayo… Aku disini..” Chanyeol berbisik tepat ditelinga Baekhyun. Chanyeol menyusap punggung Baekhyun dengan lembut, berusaha menenangkan namja mungil yang tengah ketakutan itu. “Kau belum terbiasa berada dilingkungan seperti ini, kan? Apa ada yang menganggumu?”

Baekhyun menggeleng pelan dan masih menangis terisak didada Chanyeol. Dengan lembut Chanyeol menggendong tubuh Baekhyun. Ia mendudukkan Baekhyun diatas ranjang sedangkan Chanyeol menumpukan lututnya dilantai menyamai tinggi badan Baekhyun yang duduk ditepi ranjang.

“Baekhyunnie..”

Baekhyun berhenti menangis saat mendengar Chanyeol memanggil namanya seperti itu. Seperti saat mereka masih berpacaran. Melihat Baekhyun yang tidak menangis lagi, Chanyeol tersenyum bangga.

“Chanyeollie…” bisik Baekhyun.

Mendengar Baekhyun memanggil Chanyeol seperti itu, tentu saja membuat Chanyeol senang bukan main.

“Bisakah kita hanya jadi sahabat?”

“Eh?” Chanyeol merasakan dadanya seperti ditusuk pedang. Baru saja ia merasa senang namun dengan cepat ia dihempaskan. “Sahabat?”

Baekhyun mengangguk pelan. “…Aku mencintai Kris.”

Chanyeol menunduk dalam kemudian kembali menatap mata Baekhyun yang masih mengalirkan air mata murni. “Apakah kau benar- benar mencintai Kris?”

Baekhyun mengangguk mantap.

Chanyeol memegang pipi Baekhyun dan tersenyum. “Apa yang bisa membuatmu bahagia, Baekhyun? Apa bersama Kris bisa membuatmu lebih bahagia daripada disisiku?”

Baekhyun diam.

“Apa Kris sudah menggantikan sepenuhnya sosokku dihatimu?”

Baekhyun masih diam. Jujur saja ia tidak tahu harus mengatakan apa. Wajah Chanyeol benar- benar sangat terpukul.

“Chanyeol .. Kau pasti mengerti..” bisik Baekhyun sambil menunduk. Chanyeol berusaha tersenyum dan mengangguk pelan.

“Aku akan mencoba mengerti. Tapi jangan larang aku untuk ada didekatmu.”

Baekhyun tersenyum dan memegang pipi Chanyeol. “Baik.”

“Apa artinya kau mau memaafkanku.” Suara Chanyeol terdengar mulai girang. Baekhyun mengangguk mantap dan ia raih tubuh Chanyeol dalam pelukannya.

Chanyeol membenamkan wajahnya diceruk leher Baekhyun. Namun seketika itu, mata Baekhyun membulat. Ia merasakan sesuatu yang hangat dan basah dipundaknya.

Chanyeol menangis.

Terpukul karena ia sadar.

Ia telah kehilangan Baekhyun sepenuhnya.

 

>>> 

Keesokan harinya.

 

Kris masuk kedalam kelasnya dengan langkah gotai. Ia terlihat sangat lelah. Bagaimana mungkin kalau ia tidak lelah, apa yang ia lakukan dengan Tao cukup menguras tenaganya. Mereka melakukannya berkali- kali seperti orang kesetanan.

Kris duduk menghempaskan diri dibangkunya kemudian menenggelamkan wajahnya diatas meja sambil menjadikan lengannya sebagai bantalan.

 

“Kris..”

Suara lembut terdengar dihadapan Kris. Dengan cepat Kris bangun dan menatap wajah namja manis itu.

“Ba..Baekhyun…” Kris merasakan sakit didadanya saat melihat wajah manis namja itu. Kris menelan ludahnya kemudian duduk tegap berlawanan dengan Kris yang tadi.

“Kenapa? Kamu tidak senang jika aku kekelasmu?”

Kris langsung gelagapan. “Ti..Tidak! Aku senang.. Hanya saja aku kaget.”

Baekhyun memperhatikan wajah Kris yang bisa dibilang pucat. Kekhawatiran mulai merasuki hati Baekhyun melihat namja yang ia cintai nampak sangat pucat.

“Kau baik- baik saja?” tanya Baekhyun sambil memegang dahi Kris.

“Tentu..Ada apa?” tanya Kris berusaha tersenyum. Baekhyun menggeleng pelan kemudian ia rasakan sedikit perbedaan pada Kris.

“Bisa kita bicara diluar?”

Kris mengangguk. “Tentu..”

 

Kris dan Baekhyun memutuskan duduk dikantin karena mereka belum sarapan. Jam masuk masih lama. Kris dan Baekhyun duduk berhadapan dimeja kantin.

 

[Kris POV]

Baekhyun makan dengan diam didepanku. Aku rasa ia merasa aneh padaku. Matanya terlihat menyelidik setiap langkahku.

“Baekhyun… Kau nampaknya kurang sehat?” tanyaku saat melihat matanya yang suram dan bibirnya yang pucat.

“Aku? Tidak apa- apa. Aku hanya sedikit kehujanan.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Kehujanan?” tanyaku mulai aneh. “Kau tadi malam keluar? Kemana? Kenapa tidak memberitahuku? Jika kau ingin kesuatu tempat kau bisa menghubungiku.”

Baekhyun tersenyum. “Kris nampak sibuk sekali kemarin.”

“Sibuk?”

“Kali ini aku yang bertanya, Kris menemui siapa kemarin?”

Aku menelan air liurku. Wajar ia bertanya, kan?

“Aku menemui temanku yang datang dari China ke Korea.” Dustaku.

Baekhyun mengangguk dan meminum air mineralnya. Setelah itu ia mulai berbicara lagi.

“Namanya siapa?”

Oh, God! Haruskah aku mengatakan kalau aku menemui kekasihku yang lain bernama Tao?

Ya..Tao adalah kekasihku… Dia masih kekasihku walau aku berpacaran dengan Baekhyun. Tapi…

Haruskah aku mengatakan nama Tao pada Baekhyun?

Aku menghela nafas panjang.

“Aku terlalu menyelidiki ya?”

“Eh?” Aku menatap Baekhyun yang nampak sedikit ketakutan. Apa aku membuatnya takut? Apa aku sudah salah bicara?

“Aku tidak mau Kris menganggapku namja cemburuan atau namja menyebalkan.. Aku hanya ingin tahu namun kalau Kris tidak mau memberitahuku.. Aku percaya… Aku..”

Aku menghentikan ucapannya dengan meletakkan jari telunjukku dibibirnya. Ia nampak kaget kemudian diam. Matanya berkaca- kaca.

Apa dia tidak tahu? Karena hal inilah aku sangat ingin melindunginya..

Ia begitu rapuh dan mudah pecah… Aku ingin menjaganya agar ia kuat. Agar dia menjadi namja yang bisa tersenyum bahagia.

“Apa yang kamu takutkan?”tanyaku lembut.

Baekhyun menggeleng. Air matanya jatuh. Sontak aku melepas tanganku dari bibirnya dan langsung menyambar pipi yang kini mulai basah.

“Hm… Bagaimana kalau kita kesuatu tempat sepulang sekolah? Kali ini tidak ada halangan.”

Baekhyun menghentikan tangisannya. Ia menatapku tajam namun sendu. Apa yang kini membuat hatinya gundah?

Aku ingin melenyapkan semua kegundahannya.

Membuatmya bahagia melebihi siapapun.

“Aku memang ingin kesuatu tempat.” Baekhyun kini berkata dengan lantang. Aku mengangguk dan tersenyum.

“Hmm.. Kamu mau kemana? Biar aku antar kita kesana. Katakan saja.” Ucapku mencoba selembut mungkin.

Baekhyun menelan ludahnya dan menatapku tambah tajam. “Bisakah kau membawaku kesuatu hotel dan melakukannya denganku?”

Aku membulatkan mataku. “APA! Baekhyun.. Maksudmu?!”

Baekhyun mengangguk pelan. “Kurasa Kris tahu apa maksudku.”

Tunggu!

Apa- apaan ini!

Aku tak pernah membayangkan Baekhyun akan mengatakan hal seperti itu. Hotel? Melakukannya?

“Baekhyun.. Ini terlalu cepat.”

“…Kau tidak menyukaiku?” tanya Baekhyun dengan tatapan sedih.

Oh God! Apa dia sepolos ini? Dari mana ia belajar rasa suka adalah melakukan hal seperti itu?

“Aku menyukaimu dan mencintaimu. Sangat dan jangan kamu ragukan lagi.”

“Kalau begitu.. Ayo kita lakukan.”

Aku menelan ludahku lagi. Aku masih terpana melihat Baekhyun yang nampaknya sangat yakin.  

Siapa yang mecemarinya seperti ini?

 

Teng Tong Teng Tong

 

Suara bel masuk menghentikan lamunanku. Baekhyun bangkit dan menarik tanganku agar kami kembali kekelas. Aku mengikutinya dan kami masih saling diam.

Sampai akhirnya aku masuk kedalam kelasku dan dia masuk kedalam kelasnya.

[End Kris POV]

 

Jam istirahat

 

“Kamu mengatakannya pada Kris?!”

Baekhyun langsung membekap mulut Luhan yang baru saja berteriak. “Jangan berteriak! Aku malu tahu!”

Luhan mengangguk dan Baekhyun membuka bekapan tangannya dari mulut Luhan.

“Baekhyunnie-chagiya~ Kau termakan ucapan yeoja- yeoja jahat tadi pagi ya?”

Baekhyun mengangguk pelan. “Bagaimana kalau ternyata benar karena hal itu?”

“Tentu saja itu hanya omong kosong!”

“Benarkah? Jadi Luhannie dan Sehunnie belum pernah melakukannya?”

Luhan menelan air liurnya. “Lh..Lho? Kenapa kenanya ke aku dan Sehunnie?”

“Kalian pernah melakukannya, kan?”

“Ok! Hubunganku dan Sehunnie sudah lama, Baekhyunnie.. Jadi kami sudah memikirkannya dengan matang. Tapi kau dan Kris? Terlalu cepat…”

“Kalau yang dikatakan yeoja- yeoja tadi pagi memang benar bagaimana? Chanyeol meninggalkanku karena hubungan kami terlalu ‘baik-baik’ dan lihat… Sekarang aku kehilangan Chanyeol. Kau tahu, Luhannie? Chanyeol bahkan belum melakukan apapun kecuali ciuman padaku selama 2 tahun lebih.

Luhan mengerjapkan matanya berkali- kali. “Benarkah?”

“Ne… Hanya waktu itu dia mencium leherku.”

“Kupikir Chanyeol namja yang cukup mesum, lho. Ternyata… Cara pacaran kalian diluar perkiraanku.”

Baekhyun memutar bola matanya. “Dia memang mesum.. Tapi kurasa dia tahu kalau aku belum siap..”

Luhan tersenyum kemudian membelai rambut Baekhyun. “Kau yang pacaran dengan Chanyeol 2 tahun lebih saja belum siap, apalagi dengan Kris yang baru beberapa bulan?”

Hanya diam. Itulah yang dilakukan oleh Baekhyun atas pernyataan telak Luhan barusan. Yang dikatakan Luhan ada benarnya. Baekhyun sejujurnya belum siap dan sangat takut. Hal seperti itu tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Kris pasti menganggapnya aneh.

“Tapi Luhannie… Jika hal ini dapat membuat Kris tidak lari dariku… Aku rela.” Baekhyun menatap Luhan tajam walau ada sorot wajah takut disana. Tangan Baekhyun nampak bergetar. Luhan menggeleng pelan.

“Jangan memaksakan dirimu.”

“Aku tidak mau kehilangan Kris… Aku tidak mau Luhannie…”

“Baekhyun…”

“Cukup Chanyeol… Kali ini aku tidak mau lagi ditinggal lagi.. Walau harus menyakitiku.”

 

 

Sepulang sekolah.

Baekhyun langsung berlari kekelas Kris setelah pamit pada Luhan. Yang bisa Luhan lakukan hanyalah menghela nafas. Sehun yang ada didepan kelas Luhan menatap aneh punggung Baekhyun yang berlari kekelas Kris yang juga kelas Sehun.

“Kenapa dia?” tanya Sehun saat Luhan menghampirinya.

Luhan menghela nafas panjang. “Tadi pagi beberapa yeoja penggemar Kris menyerang Baekhyun. Memang bukan secara fisik tapi mereka cukup menyudutkan Baekhyun.”

Sehun mengerutkan dahinya. “Menyudutkan?”

Luhan mendekatkan wajahnya ketelinga Sehun. “Mereka bilang kalau Chanyeol memutuskan Baekhyun karena Chanyeol tidak puas bersama Baekhyun.”

“Mwo!”

“Jadi Baekhyun meminta Kris untuk melakukannya.”

“Hey! Kata siapa cinta seperti itu?” Sehun akan mengerjar Baekhyun namun Luhan menghentikan Sehun.

“Kenapa?” tanya Sehun aneh.

“Biarkan Kris menjelaskannya pada Baekhyun. Aku yakin kalau Kris pasti mengerti dan menjelaskannya pada Baekhyun.”

“Kurasa Kris tahu apa yang harus ia lakukan.” Sehun mengangguk dibalas dengan senyuman tipis Luhan. Sehun dan Luhan melihat Kris dan Baekhyun yang keluar dari kelas.

“Chanyeol masuk sekolah hari ini?” tanya Luhan sambil berjalan dengan Sehun menuju gerbang sekolah.

Sehun menggeleng. “Bolos..”

Luhan menghela nafas. “Sebenarnya aku tidak tega melihat Chanyeol jadi seperti itu.”

Sehun tersenyum tipis. “Dia seperti kehilangan jati diri.”

 

>>> 

Ditempat parkir.

 

Kali ini Kris membawa mobil. Setelah mereka berdua ada didalam mobil, suasana kembali diam. Padahal tadi Kris dan Baekhyun berbicara banyak hal hingga mereka masuk kedalam mobil.

“Kita ketaman bermain hari ini?” ajak Kris memulai pembicaraan.

“Tidak… Seperti apa yang kukatakan tadi.”

Kris menghela nafas panjang. “…Apa yang membuatmu aneh seperti ini?”

“Aku aneh? Aku hanya takut kehilanganmu.. Hiks..”

Kris langsung panik melihat Baekhyun menangis. “Mwo!! Baekhyun jangan menangis.. Baiklah.. Jika itu yang kau mau, akan kuturuti.. Uljimma ne.. Uljimma.” Kris memegang kedua pipi Baekhyun yang basah dengan air mata.

“Jadikan aku milikmu seutuhnya. Kumohon.”

 Kris menghela nafas panjang. “Jika itu yang kau mau…”

 

 

>>> 

 

Seperti yang diinginkan Baekhyun. Kini Kris dan Baekhyun ada didalam sebuah kamar. Bukan kamar hotel melainkan kamar Kris.

Benar, Kris membawa Baekhyun kerumahnya.

Klek

Kris mengunci kamarnya. Baekhyun menatap Kris tajam. Wajahnya pucat. Kris meletakkan tasnya diatas meja belajarnya sambil membuka jas sekolah. Baekhyun menelan ludahnya berkali- kali.

“Duduklah.”

Baekhyun mengangguk dan duduk disofa yang ada disamping ranjang Kris.

“Aku akan mandi dulu.”

Baekhyun mengangguk lagi dan melihat Kris masuk kedalam kamar mandi. Baekhyun menghela nafasnya dan meletakkan tasnya disofa. Pelan Baekhyun melepas jas sekolahnya dan membuka kedua kancing baju atasnya.

Ia berusaha se-rileks mungkin. Berkali- kali ia yakinkan didalam hatinya. Ia tak ingin kehilangan Kris maka hal inilah yang harus ia lakukan.

“Tidak… Aku tidak boleh takut…” Baekhyun menggeleng pelan. “Luhannie saja sudah melakukannya. Dan… Dia baik- baik saja, kan? Apa yang aku takutkan?”

Suara gemercik air terdengar oleh Baekhyun. Ia lirik kamar mandi itu. Kini Kris sedang mandi disana.

“Kumohon… Kenapa tubuhku jadi gemetaran seperti ini…” Baekhyun mencoba berjalan menelusuri kamar yang luas itu. Sampai mata Baekhyun melihat sebuah figura foto yang terletak dimeja kecil tepat berada disamping ranjang Kris.

“Siapa dia?” bisik Baekhyun melihat foto itu. Foto namja yang sangat manis sambil memeluk boneka panda. Namja itu nampak sangat manis dengan senyuman yang memamerkan giginya.

Baekhyun duduk ditepi ranjang Kris sambil memegangi figura itu.

 

 

 >>>

“Dia Tao.”

Suara berat Kris tiba- tiba terdengar. Kris baru saja keluar dari kamar mandi. Baekhyun menelan ludahnya saat melihat Kris mendekatinya. Kris hanya memakai baju mandi tebal berwarna putih. Rambut Kris masih kering namun nampak beberapa bagian ujung rambutnya basah.

“Tao?” tanya Baekhyun penasaran.

“Adik kecilku… Sekaligus ..Err.. mantan kekasih..” Kris tersenyum hambar. Baekhyun kembali meletakkan figura foto ditempat semula.

Kini mata Kris dan Baekhyun bertautan.

“Kau tidak usah mandi.”

“Eh?”

Kris langsung mendorong tubuh Baekhyun hingga ia tertidur diranjang dan Kris langsung menyerang leher Baekhyun.

Baekhyun menutup matanya.

Kris menyadari tubuh Baekhyun bergetar hebat. Namun ia langsung menyerang bibir Baekhyun. Ciuman yang berbeda. Baru kali ini Baekhyun merasakan ciuman seperti itu. Beberapa menit berselang hingga Baekhyun mendorong tubuh Kris pelan. Baekhyun butuh oksigen lebih banyak. Tidak memakan waktu lama, Kris kembali mencium leher Baekhyun hingga meninggalkan beberapa jejak.

Baekhyun mengepalkan tangannya.

Hiks

Kris menghentikan aktifitasnya dan tersenyum manis.

Pelan, Kris mendudukkan kembali tubuh Baekhyun. Ia lihat namja mungil yang tengah menangis itu. Baekhyun menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Terdengar suara isakan.

Kris memeluk tubuh Baekhyun dan mengecup pelan puncak kepala Baekhyun. Namja manis itu masih menangis. Tubuhnya bergetar hebat.

“Mianhae…” bisik Kris.

Baekhyun menggeleng. “..Aku takut… Hiks..”

“Aku tahu… Kau tidak perlu memaksakan diri. Aku tak akan pernah memaksamu untuk melakukan hal seperti ini.”

Baekhyun menatap Kris dengan mata penuh air mata. “Benarkah? Tapi…”

“Ada yang mengatakan hal aneh padamu ya?”

Baekhyun mengangguk. “Yeoja- yeoja itu bilang kalau Chanyeol meninggalkanku karena aku tak bisa memuaskannya. Aku… Takut kau akan meninggalkanku juga karena hal itu.. Hiks.”

Kris menggeleng pelan. “Hal seperti itu tak ada hubungannya.”

“Tapi…”

“Baekhyun… Cinta itu berasal dari sini.” Kris menunjuk dada Baekhyun. “Hati.”

Kris tersenyum. “Mungkin terdengar klise atau seperti omong kosong. Namun… Ketulusanlah yang bisa membuktikan semuanya.”

Baekhyun menunduk. “Apa Kris pernah melakukannya?”

“Aku harus jawab apa agar kau senang?”

“Jujur. Aku tak akan marah.” Baekhyun mengangguk pelan.

Kris menghela nafas. “Aku pernah melakukannya. Cukup sering.”

Baekhyun merasa dadanya seperti meledak. Namun ia tidak bisa menyalahkan Kris. Ia sendiri yang memulai. Baekhyun melirik figura foto Tao kemudian menatap Kris.

“Dengan anak itu juga?” Baekhyun menunjuk foto Tao.

Kris mengangguk. “Ya.”

Baekhyun menunduk. Ia rasakan sakit menjalari hatinya. Seketika itu ia merasa bodoh karena menanyakan hal seperti itu pada Kris.

Melihat Baekhyun yang terdiam, Kris memeluk tubuh Baekhyun dan membelai lembut rambut coklat gelap namja manis itu.

Aku harus menegaskan hal ini pada Tao… Baekhyun lebih membutuhkanku.

TBC

masih rada panas di chapter ini yaaaa~ 

TT^TT

mianhae ~

kasih hyobin masukan donkkkkk pliissss

RCL dont forget yaaaa😀

368 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 5

  1. Astagaaa.. Baekki hampir yadongan ama kris padahal chanyeol aja gak pernah nyentuh dia aigoo…

    Trus gimana dengan chanyeol dan tao yah..

    Ini baekyeol kan endingnya huaaaaa…

  2. Eeerrrrrr.. Kan kan kan…. Di buat galau lagi nih disini… Antara chanbaek sama kris. Yg tadinya udah milih chanbaek sekarang jadi ke krisbaek. Jadi baekhyun udah bener2 gabisa balik nih ke chanyeol??! T__T padahal pas lg dipub nya chen itu, terus manggil pake sebutan kesayangan, aku kira chanbaek bakalan balik. Gataunya engga T__T
    bisa bgt nih bikin ceritanya.. Bikin readernya baca terus2an>..<

  3. Baekhyun yang polos jadi kehaasut sama fans-fansnya Kris yaang rese rese itu-_- untung gajadi *dipelototinkris*. Chanyeol ngenes banget, jadi kasian )”””””: ayo kris putusin tao ajaaaaaa

  4. aku heran sama kris, sebenernya dia itu sukanya sama siapa? baekhyun atau chanyeol?
    lama kelamaan aku jadi kasihan sama baekhyun…
    tapi cara kris dan chanyeol memperlakukan baekhyun seperti seseorang yang gak boleh di sakitin….
    so sweet~

  5. hwaa..
    knpa baek? ada apa? baek sdarlah?
    untung kris gk pervent,ya.. mskipun agak ..hehe#plakk

    lanjut ya eon.. bkin pnsaran

  6. baekhyun uljima… lanjutin aja yang kau lakukan dengan kris itu wkwk /plakk /yadong==”
    oh.. ayolah kris.. sama tao aja. yakin deh endingnya pasti baekyeol. jadi sonoh sama tao.oke oke? kkk~ sumpah banget thor aku keinget fanfic lain. ada sisi sama ada juga yang beda. tapi sama sama punya ciri sendiri. udahlah. entar author jadi gimana gimana. keren deh ffnya~~

  7. krissseu pilih salah satu donggggg, masa mau dua duanyaa😦 mending taonya buat aku /plak /dibakarmassa
    chanyeol kasian banget, jadi gak keurus gitu, baekhyun balik sama chanyeol aja gihh😦

  8. bekuuun bego amat seh cinta itu tidak harus seperti itu saiiaaang haduuh -,-
    chanyeol perhatian sekalih. imajinasi tentang chanyeol yang berantakan sirna oleh ketamvanan dan kekecehan yeollo TwwwT uwaaah totwiiitt
    pas cenyolnya ngelus rambut bekun ituuuh aduuh cocwit cekali caiiaaank ._.

  9. omfg my byunbyun apa yang kamu lakuin/? yaampun jan kehasut sama omongan fangirlnya krisssss >< hampir saja. btw ngebayangin kris slse mandi kok gue jadi ngeces ye :3 good as alwys
    lanjut baca~~~~

  10. Aigo….
    Baekkie~ ya, kau sangat polos….
    Hampir aja Baekkie~ melakukan ny sm Kris….
    Lega ny ga jd…
    Ini ending kya mn? Jd bingung….
    Mudah-mudahan Baekkie~ ny bahagia… (;

  11. Oh my god. Gila sumpah thor, hati gwe skit , sesak dan rasanya ak pngen nangis *mata berkaca-kaca* . Hei kau naga mesum, Setelah ap yg tlah kau lakukn brsma panda q, dan skrang kau ingin meninggalkannya hnya dmi baekki, selingkuhnmu itu. Oh god, kalo smpe it trjdi, jngn harap q akn mnjdi shipper Taoris lg, ak akn mmbncimu. Chamkn itu naga jelek. Dan buat author mngkn ini coment q yg trakhr, ntah knpa q ngk ska liat Tao gege krbn perasaan, dmi apa pun. TAO GEGE adlh sgala.a bgi q, jdi kalo gege trskiti , hati sy jg skit hiks. Jadi sy ngk kuat bca kelnjtannya, ini trlalu kjam buat panda q. . Pkoknya sy benci charaktr kris di fanfic ini. Awas ya kau naga jelek, jngn menysl dng tndkan u yg mlepaskn Tao gege. Krna baekki hnya untk chan gege. Dan tao gege hanya mlik q. Maaf thor udah ngmel” ngk jelas *dep bow

  12. Ya ampuunnnnn Baek Oppa

    Oppa kau itu terlalu polos yah -_- Jangan dengarkan kata2 yeoja2 jahat itu Oppa
    Mereka itu hanya iri padamu >..<

    Tapiii Kris Ge Bijak banget yah😀
    Chan Oppa Masih ada kesempatan itu😀❤😀

    Kali ini juga keren banget Eon😀❤😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s