TAORIS FF | BELOVED Part 2

hehehe

TAORIS nih TAORIS yeeeeeyyyy ada BaekYeol nya sih disini ^^

ada yang mauuuu~

kalau ada tunjuk tangan dan RCL pastimyaaaa

makasih ya sempatin baca🙂

Hyobin seneng deh kalo banyak yang RCL, makanya tinggalkan jejak kalian ^^

MAIN CAST : TAO- KRIS / TAORIS / KRISTAO

OTHER : PARK CHANYEOL – XI LUHAN – DO KYUNGSOO – BYUN BAEKHYUN – KIM JONGIN/ KAI – OH SEHUN

GENRE : SCHOOL LIFE, DRAMA, ROMANCE

[FF EXO TAORIS]

STOP!!

Jangan mendekatiku!

Bukan karena aku membencimu

Melainkan kau akan mengambil seluruh duniaku

STOP!

Jangan berbicara padaku

Bukan karena aku menghindarimu

Melainkan kau akan membuatku hanyut terlalu jauh

STOP!!

Kubilang stop!

Tapi kenapa kau masih mendekatiku?

Hey , pangeran…

Panda bukanlah pasangan yang cocok untukmu.

BELOVED

PART 2 

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

@ranalunabila

[Tao POV]

 

Aku berjalan cepat keluar dari gerbang sekolah. Wajahku merah. Ini akan selalu terjadi jika Kris-gege mengajakku bicara.

Ia benar- benar mulai mendekatiku.

Aku tidak mengerti.

Sama sekali tidak!

Aku menolak pulang bersamanya bukan karena rumahku dekat atau apalah. Aku hanya tak tahu harus bermuka seperti apa jika ada didekatnya.

Dia membuatku bingung…

Sangat!

Bagaimana mungkin Kris-gege mendekatiku jika tidak memiliki alasan kuat, kan?

Aku sangat tahu diri. Dia tidak mungkin menyukaiku.

Aku hanya Huang Zi Tao. Namja yang menyukai wushu dan masuk klub seni. Murid kelas 2 SMA yang tidak punya kelebihan apapun jika dibandingkan dengan pangeran Kris.

Jika dibandingkan dengan fangirl Kris-gege pun aku ini tidak ada apa- apanya.

Jadi…

Cerita panda dan pangeran yang kuceritakan tadi pada Kris-gege benar, kan?

Selamanya tak akan cocok..

 

Tap

 

Langkahku terhenti.,

Dadaku terasa sakit.

Kenapa?

 

Karena aku sadar… Aku tidak pantas untuknya.

 

[End Tao POV]

 

 

 

Kris baru saja selesai mandi. Ia rebahkan tubuhnya diranjang empuk miliknya itu. Handuk kecil masih tergantung dileher jenjangnya.

“Panda… Panda.. Tao…” Kris tersenyum manis.

 

Kris mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.

 

 

“Bisakah kau selidiki alamat rumah seseorang?”

“…”

“Namanya?” Kris tersenyum penuh makna. “Huang Zi Tao.”

 

 

>>>

Tao masuk kedalam apartemen kecilnya. Ia tinggal sendirian sejak mama-nya meninggal setahun yang lalu. Tao memang hidup sendirian di Korea. Sedangkan papa Tao.. sudahlah. Ia malas membahasnya.

Tao merebahkan tubuhnya. Ia letih sekali karena baru saja pulang bekerja. Tao kini adalah salah satu karyawan yang bekerja di supermarket didekat apartemennya.

“Aish… Gajinya kecil, sih.” bisik Tao sambil meminum air putih dingin.

Tao mengecek buku tabungannya. “Kalau begini aku harus mencari pekerjaan baru.”

 

Ting

Tong

 

Tao melirik pintu apartemennya yang memang tidak terlalu jauh dari tempatnya berbaring.

 

Ting

Tong

 

Tao masih menatap tajam pintu itu dan masih dalam keadaan berbaring.

 

Ting

Tong

 

Akhirnya Tao berdiri dan berjalan kearah pintu. “Tidak tahu kalau aku capek sekali ya.” desis Tao.

Ceklek

 

“Hai.”

 

“HAH!!”Tao membulatkan matanya melihat sosok yang bertamu keapartemennya malam- malam begini. “G..Gege!”

 

Kris.

Ya! Tentu saja namja satu itu. Ia datang berkunjung keapartemen Tao. Sambil membawa sebuah kantung besar berwarna putih.

“Maaf , berkunjung malam- malam begini.” Kris tersenyum manis.

“Kenapa! Kenapa gege bisa tahu alamat apartemen-ku?” Tao masih nampak shock. Kris mengangkat bahunya dan menjawab dengan ringan.

“Instingku. Hmm, tak mempersilahkan aku masuk?”

Tao mengangguk walau ia masih sedikit shock. “Masuklah.”

Kris tersenyum mantap. Ia masuk kedalam apartemen mini Tao dan ia langsung disambung oleh kotatsu dan…

Kris menyadari kalau apartemen itu terlalu kecil.

Begitu masuk langsung ruang tengah. Disisi kanan tepatnya disamping pintu masuk ada dapur mini yang hanya dibatasi tirai bamboo unik dan disebelah kiri ruangan itu ada kamar tidur kecil. Kamar Tao yang terhias rapi dan bersih. Hanya ada tiga ruangan kecuali kamar mandi yang terletak disamping dapur.

Sangat sederhana.

Diruang tengah itu hanya ada TV, kotatsu, dan lemari kecil.

Kris yang termenung ditempatnya membuat Tao sedikit bingung. Tao langsung mendudukkan diri di kotatsu dan menghidupkan TV.

“Duduklah gege.” Ajak Tao sambil tersenyum.

“Ah! Ne!” Kris duduk disebelah Tao dan meletakkan kantung plastik besarnya diatas meja kotatsu.

“Ini aku bawakan kamu makanan.” Mata Kris kini berpatokan sempurna pada wajah Tao.

“Eh? Makanan? Kenapa gege bawakan aku makanan?” tanya Tao bingung.

Kris membuka kantung plastik itu kemudian mengeluarkan cola, makanan, cemilan, beberapa keripik kentang, onigiri, jjangmyeon, capcai, buah strawberry, coklat, susu kaleng, dan beberapa kaleng bir. 

Tao melongo melihat semua makanan yang Kris bawakan untuknya. “Mwo! Banyak sekali gege!”

“Banyak? Aku malah mau membungkuskanmu buah semangka tadinya.”

Tao lagi- lagi dibuat heran dengan kelakukan Kris.

Bukankah ini aneh?

Kris tahu dimana apartemen Tao bahkan membawa banyak makanan. Ini kurang masuk akal jika kita tidak terlalu kenal, kan?

Siapa Tao siapa Kris?

Mereka sama sekali tidak mengenal bahkan saling berbicara sebelum 2 hari belakangan ini. Tidak pernah saling bicara. Tatapan muka saja tidak!

“Dimana lemari es-nya? Aku akan memasukkan minuman kaleng ini.” Kris mengambil bir, susu kaleng dan cola. Tao menggeleng dan mengambil minuman- minuman kaleng itu dari tangan Kris.

“Biar aku saja gege.” Tao berjalan masuk kedalam dapur dan memasukkan minuman kaleng itu kedalam kulkas mini berwarna hijau daun. Seketika itu kulkas mini Tao jadi penuh.

“Gege~ 2 kaleng susu tidak muat lagi didalam kulkas-nya.”

“Susu? Kau ambilkan saja aku bir.”

Tao mengangguk dan membawa 1 kaleng susu dan bir yang dikatakan Kris. Setelah itu Tao mengambil piring dan sumpit.

“Igo gege.” Tao memberikan piring dan  sekaleng bir.

Kris mengambilnya dan meletakkan dimeja kotatsu namun ia melihat ada dua piring dimeja kotatsu. “Eh? aku tidak makan. Kamu saja.” Tolak Kris halus.

Tao melirik makanan yang banyak itu. “Aku menghabiskan semua ini sendirian?”

“Capcai dan onigiri ini bisa untuk besok, kan? Makan saja jjangmyeon.”

Tao menelan ludahnya. “Tapi jjangmyeon ini juga terlalu banyak, gege.”

Kris menghela nafasnya. “Baiklah. Lagipula aku belum makan malam.” Kris membagi dua jjangmyeon itu. Ia letakkan setengahnya dipiring Tao dan setengahnya dipiringnya.

Tao tersenyum manis kemudian memberikan sumpit lucu.

Bagaimana tidak lucu?

Diujung pegangan sumpit itu ada kepala panda. Corak warna hitam putih menghiasi sumpit itu. Kris melirik sumpit Tao yang ternyata sama dengan sumpitnya.

Anak ini pencinta panda, ya?” bisik Kris dalam hati.

 

 

Setelah memakan jjangmyeon itu dengan lahap. Tao mengambil piring dan sumpit yang mereka gunakan dan menaruhnya ketempat cuci piring. Tao langsung mencuci peralatan makan itu agar besok ia tidak terlalu repot lagi.

Setelah menyelesaikan semuanya, Tao kembali duduk dikotatsu. Kris ternyata sedari tadi memperhatikan Tao yang sibuk bersih- bersih. Seperti mencuci piring, memasukkan onigiri kedalam lemari es dan memasukkan capcai kedalam oven. Kris pikir Tao sangat terampil. Dan diatas meja kotatsu kini hanya ada sekaleng bir dan sekaleng susu.

“Ibu rumah tangga yang baik.”

Tao langsung menatap tajam Kris. “Gege, xie xie. Aku sangat berterima kasih dengan makanan yang gege bawakan. Lain kali aku akan membalas kebaikan gege.” Tao menunduk sopan.

Kris tersenyum dan menggeleng pelan. “No prob.”

Tao membuka susu kaleng itu dan meneguknya. Sama halnya dengan Kris yang membuka bir kalengnya. Kris langsung meneguk bir itu dan Tao memperhatikan hal itu.

“Bukannya belum cukup umur untuk meminum bir?”

Kris menatap Tao yang ia pikir sangat polos. Kris meletakkan bir itu dimeja dan menatap wajah Tao dengan wajah nakal.

“Kau mau coba?” suara Kris terdengar sangat nakal.

Tao menggeleng cepat. “Ani. Murid kelas 2 SMA belum bisa meminum minuman keras seperti itu. Setelah aku lulus SMA baru aku mencobanya.”

Kris meneguk kembali bir itu sampai habis. Tao mengalihkan pandangannya kearah TV. Walau nampaknya Tao tenang- tenang saja, sebenarnya didalam hati, dia ribut setengah mati.

Kris berdiri dan berjalan masuk kedapur, ia membuka kulkas mini itu dan kembali mengambir sekaleng bir. Tao yang melihat itu tentu saja langsung menghentikan Kris.

“Gege mau minum lagi! Jangan!” cegah Tao sambil mengambil bir itu dari tangan Kris.

“Kenapa? Aku tak akan mabuk walau meminum berkaleng- keleng bir.” Kris tersenyum nakal.

Tao kembali menggeleng. “Tidak! Cara hidup gege sangat tak sehat. Gege mau cepat mati?” Tao kembali memasukkan bir kaleng itu kedalam kulkas mini-nya. Seketika itu senyuman Tao mengembang dan mengambil buah strawberry yang nampak sangat lezat itu.

“Lebih baik kita makan ini saja.” Tao menarik tangan Kris dan mereka kembali duduk dikotatsu. Senyuman Kris mengembang saat Tao memberikan sebuah strawberry kearahnya.

“Igo gege.”

Hap

Kris mengambil strawberry yang diberikan oleh Tao dengan mulutnya. Sontak Tao membeku ditempat. Kris menatap tajam Tao sambil mengunyah strawberry itu. Bibir tipis Kris sempat menyentuh ujung jari Tao dan hal itulah yang membuat Tao seakan mendapatkan sengatan listrik diseluruh tubuhnya.

“Xie xie.”

Tao mengedipkan matanya beberapa kali. “T..Tue..”

Tao memakan strawberry-nya dengan jantung yang berdetak tidak normal. Kris kini asyik menonton acara TV dan sesekali mencomot strawberry yang dimakan Tao.

Ciuman tidak langsung…” pikir Tao saat melihat Kris kembali memakan strawberry yang baru setengah dimakan oleh Tao.

Benar saja, Tao jadi sangat pusing dengan kelakuan Kris yang selalu tiba- tiba. Dan kejutan lainnya masih menunggu Tao.

 

>>> 

Keesokan harinya.

Tao baru saja selesai sarapan. Ia sedang memakai sepatunya dan dengan sigap menyandang tas sekolahnya yang berwarna biru. Setelah yakin tidak ada yang tertinggal, Tao mengunci pintu apartemen kecilnya.

Saat menuruni tangga apartemen, Tao dikejutkan oleh mobil Kris yang sudah bertengger indah dibalik pagar apartemen itu. Ferrari merah.

Tao termenung melihat Kris yang turun dari mobilnya dan langsung membukakan pintu mobil untuk Tao.

“Silahkan~” Kris tersenyum.

Tao masih saja dibuat tidak mengerti oleh pangeran ini. “Gege.. Apa-“

 

“Uwaa! Ferrari!”

“Ini beneran Ferrari?”

“Waaaa! Ada orang kaya kesini ya.”

“Lihat! Orang itu seperti pangeran ya.”

 

Seketika itu jalanan langsung dipenuhi orang- orang yang penasaran dengan mobil dan sipemilik mobil itu. Tao menghela nafasnya dan langsung masuk kedalam mobil Kris, menghindari orang- orang yang mulai berdatangan.

Setelah Tao masuk, Kris langsung masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan Ferrari itu secepat yang ia bisa. Jujur saja Kris tak nyaman selalu diperlakukan seperti itu.

 

 

Didalam mobil, tidak ada pembicaraan.

Kris akhirnya memulai pembicaraan. “Mianhae, jika tadi malam aku menganggumu hingga larut.”

“Tidak masalah, gege. Jam 12 malam memang bukan waktu yang tepat untuk bertamu.” Entah ini sindiran atau Tao yang terlalu polos hingga kata- kata itu langsung meluncur keluar.

Kris menghela nafas panjang. “Kau masih ada kegiatan klub sepulang sekolah?”

“Ne. Memangnya ada apa, gege?”

“Aku mau mengajakmu pergi.”

“Kemana?” Tao akhirnya menatap Kris yang sedang menyetir.

“Kamu maunya kemana?”

Tao nampak berfikir sejenak. “Entahlah. Yang harus kulakukan sekarang hanya mencari pekerjaan baru karena gaji ditempat aku bekerja sangat kecil.”

“Kau bekerja?” tanya Kris agak kaget.

“Ne.. Sepertinya sepulang dari kegiatan klub aku akan cari kerja baru.”

Kris menghentikan mobilnya ditepi jalan kemudian menatap Tao tajam. “Kau butuh uang berapa?”

Tao menyipitkan matanya. “Maksud gege?”

“Jika kau butuh aku bisa berikan.”

Tao langsung menggeleng cepat. “Ani! Apa yang gege katakan! Aku tidak bisa seperti itu. Aku bukan namja seperti itu. Gege sudah terlalu baik padaku. Ini sudah cukup, gege. Sudah terlalu cukup untukku.”

Kris kembali memacu Ferrari-nya. “Kau ini mandiri sekali, ya.”

“Benarkah?” Tao mengerjapkan matanya.

“Tidak juga, sih. Nampak sekali kalau kau anak manja. Tapi yah aku suka dengan dirimu yang seperti ini.”

Deg

Ucapan Kris bagaikan bom waktu dijantung Tao. Mata Tao membulat sempurna. Pipinya merah padam. Tidak lagi diragukan kalau jantung Tao pasti terpompa dengan sangat syahdu.

“Ap.. Apa yang gege katakan?” Tao menunduk dalam.

Kris tersenyum nakal. “Memangnya aku bicara apa?”

Tao memanyunkan bibirnya. “Gege jahat!”

Jawaban Tao disambut tawa renyah oleh Kris.

 

Mobil Kris sudah memasuki perkarangan sekolah. Seperti biasa, baru mobil Kris saja yang masuk, sorak sorai para yeoja terdengar sangat memekakkan telinga. Satpam sekolah harus mengusir yeoja- yeoja itu agar mobil Kris bisa diparkir dengan aman. Tao lumayan takjub dengan apa yang ia lihat kini. Kris memang nampak sangat jengkel saat beberapa yeoja mulai menyentuh kaca mobilnya.

“Menyebalkan!!” desis Kris sambil menggertakkan giginya.

 

TIN

TIN

TIIIIINN

 

Suara klakson mobil Chanyeol membuat para yeoja itu menjauhi mobil Kris. Chanyeol seakan menjadi penyelamat Kris disaat apapun.

“Ayo! Sekarang kita bisa keluar.” Kris tersenyum kearah Tao namun saat Tao akan membuka pintu mobil itu, Kris langsung mencegahnya.

“Biar aku yang membukakan pintumu.” Ujar Kris lembut. Tao hanya bisa mengangguk pasrah.

Kris keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Tao. Mata pada yeoja masih menatap mobil Kris dari jauh.

“Xie xie.” Ujar Tao sambil tersenyum manis. Kris mengangguk dan mengunci mobilnya.

“A-Yoooooo!!!!” Chanyeol mendatangi Kris dan Tao yang masih berdiri disamping Ferrari.

“Terima kasih kakek- kakek berkaki panjang!” ucap Kris sambil tersenyum manis. Tentu saja karena Chanyeol-lah ia bisa keluar dari mobilnya tanpa gangguan yeoja- yeoja fangirl-nya.

“Cara berterima kasih yang menyebalkan!” Chanyeol memutar bola matanya kemudian melirik Tao. “Annyeong, Zitao. Wah~ Kalian tambah akrab saja, ya. Kali ini pergi sekolah bareng.”

Tao mengangguk dan tersenyum. “Kris-ge tadi menjemputku jadi kami pergi bersama.”

Chanyeol melirik Kris kemudian tersenyum penuh makna. “Jadi..?”

Kris yang tahu kalau Chanyeol akan menggodanya lagi langsung menarik tangan Tao agar masuk kedalam gedung sekolah. Chanyeol mengikuti mereka dengan tetap senyam senyum tidak jelas.

 

Sesampai dikelas Tao, Kris dan Chanyeol yang ikut masuk kedalam kelas  Tao otomatis membuat semua manusia yang ada dikelas itu terkesiap. Duo pangeran sekolah masuk kedalam kelas mereka?!

“Jadi Tao duduk didepan, ya?” Chanyeol mengacuhkan panggilan- panggilan yeoja disekitarnya dan berdiri didepan meja Tao.

“Ne, gege. Mataku agak terganggu. Jadi harus duduk didepan.” Jawab Tao sambil meletakkan tasnya diatas meja.

Kris berdiri didepan papan tulis kemudian menatap Tao dari sana.

“Kalau jarak segini kelihatan?” tanya Kris tidak penting.

Tao mengangguk.

Chanyeol berdiri dibelakang Tao kemudian membungkukkan badannya ingin membisikkan sesuatu pada Tao.

“Coba katakan kalau Kris sangat tampan.”

“Eh?” Tao menolehkan kepalanya melihat wajah Chanyeol yang tepat berada disebelah kanannya. Kris agak cemburu melihat adegan Tao Chanyeol itu.

“Ya! Park Chanyeol!!”

Saat Kris akan mendekat, langkahnya terhenti karena Tao mengatakan sesuatu.

“Gege sangat tampan.”

 

DEG

Mata Kris membulat. Wajahnya memerah dan badannya seketika itu seakan bergejolak kegirangan. Tao baru saja memujinya. Tao sang panda polos yang sedang ia dekati kini memuji dirinya.

 

Chanyeol puas melihat ekspresi wajah Kris yang bisa dibilang tidak biasa. Ia memang meyakini satu hal kini tentang Kris.

 

Kris benar- benar sedang jatuh cinta.

 

 

Jam istirahat.

 

“Apa maksudmu mendekati Kris?” tanya salah satu yeoja. Tao tidak jadi memakan onigiri-nya. Saat ia dongakkan wajahnya, ia sudah dikelilingi oleh yeoja- yeoja bermuka seram.

“Mendekati?” Tao menyimpan onigirinya didalam laci mejanya.

“Kau mendekati Kris, kan? Jangan sok deh!” kata seorang yeoja lagi.

Tao menghela nafas panjang. “Kalian juga.. Kris-ge terganggu sekali dengan perilaku kalian. Ia terlihat sangat kesal, jangan seperti itu lagi ya. Kasihan gege.”

Wajah yeoja- yeoja itu langsung memerah karena marah. Mereka langsung bubar tanpa berkata apapun. Tao mengangkat bahunya dan kembali melanjutkan makannya.

“Mereka kenapa sih.” Tao masih belum mengerti.

 

Tao pergi ketoilet sebentar dengan meninggalkan onigirinya didalam mejanya. Setelah selesai ketoilet, Tao tidak menemukan onigirinya lagi dan parahnya ia melihat onigirinya berserakan didalam tempat sampah.

“Tidak! Jatah makanku!!” pekik Tao pasrah.

 

Jam pelajaran olahraga.

Pelajaran olahraga adalah pelajaran kesukaan Tao. Badan Tao yang tinggi dan atletis sangat terlihat sexy jika ia sedang berolahraga. Walau sang panda polos itu tidak mengetahui para namja yang sering curi- curi kesempatan melihat tubuh seksinya.

Selesai pelajaran olahraga, saat Tao akan mengganti baju olahraganya dengan seragam sekolah…

“Mana baju seragamku?” Tao mengacak- acak lokernya. Namun.. nihil.

“Aku harus memakai baju olahraga pada pelajaran selanjutnya?! Hey!!” Tao menggaruk kepalanya frustasi. Sementara itu para yeoja tertawa senang melihat wajah kebingungan Tao.

 

Pulang sekolah.

 

“Lihat- lihat! Itu Zitao!” tunjuk salah satu yeoja kearah luar jendela.

“Woah! Ayo ambil air kotor itu!” Salah satu yeoja berlari mengambil air pel lantai koridor dilantai 2 itu.

 

 

>>>

Chanyeol ditarik dengan paksa oleh Kyungsoo agar pulang bersama. Walau Kris sudah berusaha menolong Chanyeol dengan mengatakan Chanyeol sudah berjanji pulang bersamanya, Kyungsoo tetap saja nekat menarik Chanyeol.

“Chagiya~ Aku bisa jalan dengan benar. Tidak usah ditarik seperti itu.” Chanyeol menggaruk rambut coklatnya.

Kyungsoo menggeleng tanpa melirik Chanyeol dan itu tandanya Kyungsoo sedang tidak mau dibantah satu katapun. Chanyeol hanya bisa mendesah pasrah.

 

“Eh.. Itu Zitao.” Bisik Chanyeol.

Mata bulat Chanyeol seketika itu menangkap sosok Tao sedang berjalan akan keluar gedung sekolah. Namun ekspresi wajah Chanyeol seakan menegang melihat segerombolan anak perempuan akan menyiram Tao dari lantai atas.

 

Tanpa segan, dengan kasar Chanyeol menarik tangannya dari tangan Kyungsoo dan berlari kearah Tao.

 

“AWAS!!” Pekik Chanyeol sambil menarik Tao kepelukannya.

 

BYUUURRRR

 

 

Mata hitam Tao membulat saat merasakan seember air membasahi tubuhnya dan..tubuh Chanyeol.

“YA! KALIAN YEOJA BRENGSEK!! ” Teriak Chanyeol sangat marah. Para yeoja usil tadi tak menyangka kejadiannya akan seperti itu dan langsung kabur tanpa jejak. Kyungsoo yang melihat itu mematung ditempat. Mana pernah ia menyangka Chanyeol akan menghempas kasar tangannya seperti itu.

 

“Chanyeol-hyung…” Tao menepis air kotor yang berwarna kelabu itu mengalir disela- sela wajah Chanyeol.

“Kau baik- baik saja? Kenapa kau pulang memakai baju olahraga?” tanya Chanyeol cemas kepada Tao. Bukannya malah cemas pada dirinya sendiri.

Tao menunduk. “Ada yang menyembunyikan baju seragamku… Tadi juga.. Bekal makan siangku dibuang ketempat sampah.”

Mata Chanyeol membulat. Raut wajahnya berubah sangat bengis. Ia rasa yeoja- yeoja itu sudah sangat keterlaluan. Sangat!

 

“Hey!”

Suara pekikan itu langsung membuat Tao dan Chanyeol sedikit kaget.

“Apa yang terjadi! Kenapa tubuh kalian basah kuyub!” Kris nampak sangat cemas. Ia melihat dari jauh Chanyeol dan Tao yang tengah basah kuyub dan langsung berlari menghampiri mereka. “Aku mencarimu tadi kekelasmu, ternyata kau sudah pulang dan… Ada apa ini?” sambung Kris mengusap wajah Tao yang basah.

 

Chanyeol memutar bola matanya. “Ini gara- gara yeo-“

“Kami hanya tertimpa sedikit kesialan, gege. Tidak apa- apa, kok.” potong Tao cepat.

Chanyeol diam memperhatikan Tao yang berusaha tersenyum. Tao mencoba menutupi kenyataan bahwa ia sedang ditindas. Chanyeol menggeleng pelan namun saat ia akan berbicara lagi, Tao langsung meremas jari tangan Chanyeol dan hal itu langsung membuat Chanyeol diam.

 

“Jadi ada yang salah menyiram air kotor dari lantai atas?” tanya Kris lagi setelah Tao berbohong dengan mengatakan ada yang tidak sengaja menumpahkan air kotor dan mereka tidak sengaja kena.

“Iya gege. Orang itu sudah minta maaf. Iyakan, Chanyeol-hyung?” Tao menatap Chanyeol penuh makna. Alhasil Chanyeol hanya diam menunduk. Tidak membenarkan dan tidak menyalahkan. Ia hanya bingung kenapa Tao tidak berkata jujur saja.

Kris langsung membuka jas sekolahnya dan menarik tangan Tao. “Ayo ikut aku. Kita bersihkan di toilet. Kau juga, Chanyeol.” ajak Kris.

“…Ne..” Chanyeol mengikuti Kris dan Tao yang sudah berjalan duluan. Tao melirik Chanyeol yang ada dibelakangnya dan tersenyum. Chanyeol membalas senyuman Tao dan mengangguk pelan.

 

Sementara itu, Kyungsoo tidak dianggap sama sekali. Ia melongo melihat Chanyeol kembali masuk kedalam gedung sekolah bersama Tao dan Kris. Mata Kyungsoo menyipit marah.

“Siapa anak yang dilindungi Chanyeol tadi! Awas saja dia!!” Kyungsoo pergi dengan wajah tertekuk kesal.

 

  

Diruang loker.

Ya, mereka jadinya pergi keruang loker. Karena hanya disanalah ada kamar mandi. Air kotor itu memang harus cepat dibersihkan. Kris menunggui tas Tao dan Chanyeol yang sedang mandi. Kris duduk ditempat duduk yang ada diantara lemari loker yang berjejer rapih.

Kris meminjamkan Tao baju olahraganya dan Chanyeol memakai baju olahraganya sendiri.

 

Tap

 

Tao keluar dengan memakai handuk yang melingkar dipinggulnya. Kris terdiam melihat penampilan Tao yang… sexy?

“Ge..Gege… Bajunya..” Tao jadi sedikit salah tingkah. Bukan! Tao sangat salah tingkah dipandangi oleh Kris yang seolah- olah siap menerkamnya kapan saja.

“Ah.. Mianhae..” Kris langsung memberikan baju olahraganya dan Tao kembali masuk kedalam kamar mandi.

“Kenapa ia tidak pakai disini saja, sih?” gumam Kris sambil memanyunkan bibirnya.

“Pikiranmu mesum.”  Ujar Chanyeol yang sedang mengeringkan tubuhnya disamping Kris. Sepertinya Kris tidak menyadari Chanyeol sudah keluar dari kamar mandi berbarengan dengan Tao.

“Kau sendiri? Siapa yang lebih mesum, oeh?!” Kris memutar bola matanya. Chanyeol terkekeh pelan kemudian mengambil baju olahraganya didalam loker.

“Baiklah! Biar aku menghiburmu. Aku akan memakai bajuku disini.” Kata Chanyeol sambil memamerkan gigi rapihnya.

“SANA PASANG BAJUMU DIKORIDOR LUAR!!” Teriak Kris membuat Chanyeol langsung masuk lagi kedalam kamar mandi yang tepat ada disamping kamar mandi yang digunakan Tao.

 

 

“Gege..” Tao keluar dari kamar mandi sambil membenarkan pakaian olahraga Kris yang kebesaran olehnya. Bahu putih Tao nyaris saja terekspos kalau Tao tidak memegangi baju itu.

Kris menelan ludanya. “Oh Tuhan! Godaan terkuat!!” bisik Kris dalam hati.

Kris menggeleng pelan dan melirik celana olahraganya yang dipakai Tao. Ia tersenyum saat tahu celananya sangat panjang dikaki Tao.

“Sini. Biar aku lipat celana bawahnya.” Kris menjongkok dan dengan sabar ia lipat pergelangan celananya agar tidak terinjak oleh Tao. Setelah lipatan celana itu sambil dimata kaki Tao, Kris tersenyum dan mendongakkan wajahnya kearah Tao.

Yang Kris lihat malah wajah Tao yang merah padam.

“Waeyo?” tanya Kris sambil berdiri. Tao menggeleng pelan. Kini Tao menunduk dan bisa dilihat wajahnya yang benar- benar merah.

Kris menarik tangan Tao dan menundukkan tubuh Tao dikursi panjang tempat ia duduk menunggu tadi.

“Biar aku pakaikan sepatumu.” Kris menjongkok dan mengambil sepatu Tao.

“Jangan, gege. Aku bisa sen-“

“Sssttt!!”

Tao hanya diam menatap Kris yang kini sibuk memakaikan sepatu Tao. Jantung Tao langsung berdetak secara cepat dan tidak beraturan setiap sentuhan tangan Kris yang menyentuh kakinya.

Satu sepatu sudah terpasang dikaki Tao. Saat akan memasang sepatu yang sebelah lagi, Kris terhenti karena tangan Tao memegang tangannya.

“Biar aku gege.” Tao langsung memakai sepatunya yang satu lagi. Kris mengangguk dan duduk disamping Tao. Kris menyadari rona wajah Tao semakin saja seperti tomat. Merah padam.

Chanyeol datang dan duduk disebelah Tao kemudian memasang sepatunya dengan cepat. Chanyeol sebenarnya mengamati dari tadi. Ia bahkan melihat Kris memasangkan sepatu Tao dengan sabar. Bahkan bermimpipun Chanyeol tak pernah menyangka melihat sosok Kris yang begitu egois dan mau menang sendiri merendah didepan namja yang ia sukai. Chanyeol sangat salut pada ketulusan hati Kris kini.

Tao seakan pusat dunia Kris saat ini.

 

Setelah mereka siap. Kris memakaikan jas sekolahnya ketubuh Tao. Melihat itu, Tao langsung menggeleng pelan.

“Tidak usah, gege.”

“Pundakmu bisa kelihatan. Pakai saja.”

Tao mengangguk. Ia memakai jas sekolah Kris dan Chanyeol kembali dibuat tersenyum oleh perilaku Kris yang begitu manis untuk menjaga Tao.

“Gomawo, gege.” Tao tersenyum manis.

“Oh~ Panda ini sangat manis~” Chanyeol membelai rambut hitam Tao sambil tertawa pelan.

“Ya!  Jangan pegang- pegang! Kau mau kalau namjachingu-mu kubelai- belai, oeh?!” Kris langsung menarik Tao lebih dekat kearahnya.

Chanyeol mencibir. “Kalau kau mau membelai Kyungsoo, silahkan saja. Kalau perlu kau bawa pulang dan kurung dia dikamar.” Ucapan Chanyeol mulai ngawur.

“Siapa yang mau membelai Kyungsoo. ‘Namja itu’ yang akan aku belai- belai.”

“Ya! Awas saja kau, Wu Yi Fan!” Chanyeol langsung memanyunkan bibirnya. Kris mencibir dan mereka bertiga keluar dari ruang loker.

 

“Sial!!” desis para yeoja yang masih memperhatikan ketiga namja itu dari jauh. “Awas saja kamu, Zitao!!”

 

TBC

chanyeol kok disini kesannya playboy amat yakh?

maaf kan aku suamiku ~ #peluk Chanyeol erat

kyahahahah

RCL kalo mau lanjut ya chingu ^^

164 thoughts on “TAORIS FF | BELOVED Part 2

  1. wah tu fangirls.nya nyeremin
    hampir aja zi tao kena hujan mendadak

    untung chanyeol ngliat

    kasihan panda polos dijahatin terus
    aduh kristao moment bikn ilfeel
    kasihan chanyeol adi obat nyamuk
    sabar ya oppa
    nanti aku panggilin baekki deh

  2. Ciye chanyeol lw kyungso boleh aja di pegang”pi lw baekhyun kaga boleh.hahahaha kocak.suka pas chanyeol bilang tao adalah dunianya kris..aissh sosis bngt.terus kyungsoo disini dia protektip ya.si kris sosis bngt makein sepatu tao,siapa yg gak mau ,di pakein sepatu ma orng seperpek kris.

  3. ah mau nyewa kris sehari bisa gak *plak -_- romantis banget itu. Tapi ada beberapa kata yg gak tepat(?) gatau itu typo atau apa ._.

  4. Aduh ih fangirls nya kenapa jahat ngedh…
    Moment nya soswit iihhh !! Tukeran sama aku bisa kali… Gapapa deh dibully kya gitu.. Eh jangan deh /plak labil

    Lanjut chapt 3 ya eon🙂

  5. oaah Taonya di bully jahat banget itu fangirlsnya kris,itu ChanTao moment haha sayang krisnya ga ada,coba klo disitu kris ngeliat kejadian itu,pasti jealous abis,hehe😀

  6. itu knpa fangirl’x Kris bully baby Tao???? gx tau apa klo ntar mrka bkaln brhadapan ama abang Kris???

    ceilee..kris udh kyk pangeran make’in sepatu kaca ke cinderella ajja… hehehe

    nice FF thor….^^b

  7. waaah semakin seru^^
    jahat banget fansnya kris membully tao padahal tao kan ngga tau apa2
    kris perhatian banget sama tao jadi senang sendiri bacanya^^

  8. Aigoo.,.,. Fansgirl sialan…..
    Oh ya,q ska bnget karya kmu ini thor,,daebak!! Q onkey shipper#nggktnya. D wp lain q jga mnemukan pnulis yg sngat bgus krya.a …. Krya kmu ini jga tag kala bgus,tpi mnurut q kamu bnyak mnggunakan bhasn “memutar bola matanya” ,, hahaha tpi lucu bnget,.,.

    I like it,.. Very very like

  9. Baca kris tiba tiba ada di apartement tao itu kayak flash back ke teaser nya kris pas baru debut, diem diem terselubung. Kalo ini tiba tiba masuk apartemen orang kalo di teasert diem diem terus terbangdeh *apaansih*
    mingse udadeh demen banget kayaknya ama tao yaaa wkwk

  10. Disini krisnya jdi stalker, nyari tau ala,at tao tnpa seizin yg pnya >·<

    Tega bgt itu yg nebully tao pdhal tao kn gatau apa:-C
    Untung ada chanhun🙂 disini krisnya ga berguna *lirik kris*

  11. untung ada chanye-ge fyuhhhh~ jadi ngebayangin karakter dio disini masa kasian campur gregetan lol .. btw saiia sangat suka karakter dragonie disini .. ^.^d

  12. taonya terbully gitu kasiaaann T_T pukpuk ya tao :(( kris harus bertindak ini ‘-‘)9
    be strong ya taoo hahahaha xD

  13. wah kris bener-bener udah takhluk ama tao nih
    tapi gak berkunjung malem-malem juga kali..
    tao emang ibu rumah tangga yg baik, lebih baik lagi kalo udah jadi istrinya kris kekeke
    huaaa, tao dibully ;__; untung ada chanyeol
    chanyeol konyol bgt kalo udah ngegoda kris hehe

  14. Waaaaaa aku suka banget !!! Ada chanbaek kan ??? Adakan ??? Trus kaisoo ??? Hahahhaha ngawurrr … Tapi mudah2an ada yah …
    Apalgi aku nebak2 nanti ada konflik chanbaeksoo nya .. Huaaaa
    gak sabar ngelanjutin ceitanya :,D

  15. autor sumpah ceritanya bikin aku ketagihan dan pngwn trus baca.. *gigit autor karena geregetan
    ahhh… kriss jangan stalkerin baby pandaku terus dong *dibakar kris sampe gosong
    Ampun bang kriss!! (-_-)v
    Tao kasian.. tega banget yg udah ngebully baby pandaku.. hiks.. hiks.. *nangis smbil peluk dan cium tao *di hajar kriss
    Kkkabbuurrr…

  16. ChanTao moment! #tdkmenghayati.. Azzz–” min, perbanyak bgian chantao #bbuingbbuingDepanChanyeol #DiBabukBaekkie #abaikan

  17. Sebenarnya kasihan juga sih sama kyungsoo oppa … huweee … yeoli somplak # eehh … tapi ya emang couple chanbaek yang tergaje# apa ini …😀 … gomawo onie🙂

  18. aishh, dasar fangirl gak tau diri!! seenaknya panda gua kalian bully, taoo wushu aja mereka semua!!! suka sama chanyeol disini >< yah kayaknya bakal ada konflik antara tao dan kyungsoo.. krisnyaaaa manis banget merhatiin taonyaa. daebakk min.. greget banget :3

  19. aw~Aw~~ zii kamu istri yg sempurna!!!!!! >_< woul u to be ma wife zi~.
    Yak emang kewajibanmu membiayai keb. zi~ diakan istrimu pan! –'
    But sikap yipan bikin melting.. uuhh lanjutkan pan.. bahagiakan zizi~ Uhhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s