Another Promise Chapter 7

konbanwa ~ Hyobin lagi galau aaaaaaaaaaahhh!! #SMTOWN INA BIKIN GALAU!!! TT^TT

kenapa juga hyobin masih mikirin si Lay my Lay always hyobin sayang TT^TT

semoga aja cuma hoax hueeeeeeeeeeeee!

Lay hwaiting!!! Hyobin akan mendukung Lay terus dan berita di twitter rada lebay ya =,=

semoga SM cepet konfirmasi kalau itu cuma HOAX! Lay aku baik- baik saja dan akan terus baik- baik saja.

Chanyeol oppa semoga cepat sembuh matanya ^^ #poppo Chanyeol suamiku sayang. kan udah operasi jadi insyaAllah udah gpapa kan? hehe

pokoknya kalo pada nnton SMtown INA besok, sama oppa- oppa kita jangan brutal ya, aku ngeri Lay kenapa-kenapa. jadi be gentle exotic ^^

oke~ lanjut FF😀 poppo~ 

GENRE : SCHOOL LIFE, ROMANCE, DRAMA, ANGST

CAST : OH SEHOON, XI LU HAN, KIM JONG IN

OTHER : BYUN BAEKHYUN – PARK CHANYEOL

PAIRING : KAIHAN/KAILU, HUNHAN

OTHER OTP : KAIBAEK- HUNBAEK

Kebahagiaan?

Kata tabu yang membuatmu nampak sangat cantik

Kebahagiaan

Kata indah yang dapat mendeskripsikanmu

Kesedihan?

Kata menyeramkan yang paling aku takutkan menyentuhmu

Kesedihan

Kata yang paling tidak cocok dengan kesempurnaan senyummu

karena

Kau adalah segalanya bagiku.

ANOTHER PROMISE

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

|twitter :@ranalunabila|

“Bisa bicara sebentar?” wajah Taemin berubah serius.

Sehun awalnya hanya diam. Sejurus kemudian ia membalikkan badannya dan bertatapan dengan Taemin.

“Apa?”

“Masuklah. Tidak enak jika kita bicara diluar, kan?”

 

 

>>> 

 

“Silahkan.” Ujar Taemin ramah.

Sehun menatap coffe latte yang baru saja Taemin berikan padanya. “Gomawo.”

Mereka duduk diruang TV agar suasana jauh lebih nyaman dan Sehun tahu betul ia tak akan bisa pulang dalam beberapa menit lagi.

Taemin menyeruput capucino-nya kemudian tersenyum melihat acara TV yang memang ia pikir sangat lucu.

“Mau membicarakan apa, hyung?” tanya Sehun akhirnya.

“Luhan.”

Sehun menghela nafas panjang. “To the point sekali.”

“Harus! Karena kalian terlalu bertele- tele.”

Sehun mengerutkan dahinya. “Maksud hyung?”

“Aku tidak mau terlalu ikut campur. Tapi aku juga tidak tahan kalau melihat Luhan bersedih. Setelah kau menolaknya kemarin, ia menangis selama berjam- jam didalam kamarnya… Kau tega sekali membuat Luhan menangis seperti itu.”

Sehun menunduk. Ia tak tahu harus mengatakan apa untuk menjawab pernyataan tajam Taemin.

Ia memang bersalah.

“Jika kau pikir ini demi kebaikan, Luhan. Apa menangis dan selalu memikirkanmu yang menolaknya suatu kebahagiaan?”

“Dia akan segera melupakanku. Ia memiliki Kai yang menjaganya.” Sehun mencoba membela dirinya. 

Taemin tersenyum sinis. “Luhan itu anak yang sangat tertutup dahulunya. Masa kecilnya tak bahagia karena ayah tirinya yang selalu menyiksanya. Oemma membawa Luhan ke Korea berharap Luhan bisa hidup lebih baik. Kau tahu kenapa Luhan akhirnya kembali ke Korea?”

Sehun mengerutkan dahinya dan mata kecilnya menyipit. Entah mengapa perasaan Sehun jadi tidak enak. “A.. Aku tidak tahu.”

 

“Appa tiri Luhan bermaksud membunuh Luhan.”

 

Mata Sehun membulat seketika itu. “Apa!!”

“Setelah Ryeowook-noona, ibu Luhan, meninggal dunia. Luhan tinggal berdua saja dengan Yesung-hyung yang memang ayah tiri Luhan. Namun Yesung-hyung terus menyalahkan Luhan atas kematian Ryeowook-noona…”

Taemin menghela nafas berat kemudian melanjutkan perkataannya.“Kebetulan saat itu  oemma dan appa ingin mengunjungi makan Ryeowook di China dan.. oemma dan appa menemukan Luhan tergeletak diatas makam Ryeowook-noona. Kepalanya berlumuran darah dan ia tak sadarkan diri.

Appa menyangka Luhan pasti tewas saat itu karena melihat keadaan Luhan yang benar- benar parah namun Tuhan masih menolongnya. Oemma melaporkan hal ini kepolisi dan Yesung-hyung sampai kini belum ditemukan.”

Sehun membelalakkan matanya. Ia tidak tahu kalau kehidupan Luhan setragis itu. Ia tidak tahu dibalik senyuman indahnya itu, Luhan menyimpan cerita tragis masa lalunya. Sehun menunduk dalam. Jujur ia tidak tahu harus mengatakan apa. Harus merespon apa dan harus melakukan apa. 

“Saat sampai di Korea, appa dipindah tugaskan 6 bulan di Jepang. Luhan tidak mau pergi ke Jepang, ia memilih tetap disini. Sewaktu aku bertemu dengan Luhan pertama kalinya setelah Luhan nyaris tewas waktu itu, matanya benar- benar tidak memiliki kehidupan. Ia lebih sering menangis didalam kamarnya. Awalnya kami berat meninggalkannya sendiri disini, namun saat aku sampai di Korea beberapa hari yang lalu, kau tahu apa yang kulihat?”

Sehun menggeleng.

“Senyumannya yang penuh kehidupan.”

Taemin meletakkan capucino-nya dimeja. Sehun juga meletakkan coffe latte-nya dimeja karena ia bisa merasakan tangannya gemetaran.

“Itu berkat kau, Sehun.”

“Eh?” Sehun membulatkan matanya. “A..Aku?”

“Kai menceritakan padaku, Luhan mengatakan kalau kaulah semangat hidupnya saat ia ada di Korea.”

 

“Aku selalu berterima kasih karena kau baik padaku. Aku benar- benar senang. Sejak aku di Korea, aku merasa bahagia karena ada kau. Aku tak pernah merasa sedih lagi..”

 

Sehun tersentak. Luhan memang pernah mengatakannya. Luhan sendiri yang mengatakannya.

“Aku hanya ingin kau berfikir dua kali, Sehun. Kalian saling menyukai dan aku rasa kalian akan bahagia jika-“

“Tidak, hyung. Aku bukan yang terbaik untuknya.” Sehun menggeleng pelan. “…Aku hanya akan menyakitinya.”

Taemin terdiam. Ia menghela nafas panjang.

“Hyung tidak tahu rasanya jika hyung telah menyakiti orang yang sangat hyung cintai, kan? Saat aku melihat darah merembes dibajunya saat itu… aku seperti akan dikutuk jika mendekatinya lagi. Rasanya begitu tidak tahu malu jika aku masih mengharapkan malaikat sepertinya. Aku mencintainya setulus hatiku dan yang aku inginkan.. kebahagiaannya.”

Sehun menitikkan air mata. Hanya sekali, namun menyedihkan. Taemin mengangguk pelan kemudian memegang pundak Sehun.

“Kau begitu tulus, Sehun. Namun jagalah Luhan sekuat tenagamu dengan berada disampingnya.”

Sehun tak mengatakan apapun dan berjalan keluar dari rumah Taemin. Kali ini Taemin tidak mengejar Sehun.

Saat pintu rumahnya tertutup, Taemin menghela nafas panjang.

“Cinta sejati…” bisik Taemin sambil kembali menyeruput capucino-nya. “Menyakitkan.”

 

>>>

Luhan membulatkan matanya saat ia melihat Sehun keluar dar rumahnya. Luhan baru saja turun dari motor Kai. Sehun tidak menyadari kalau Luhan sudah pulang, ia tetap saja berjalan dan masuk kedalam rumahnya.

Luhan menghela nafas panjang saat pintu rumah Sehun tertutup.

“Mau apa dia tadi kerumahmu?”tanya Kai heran.

“Entahlah.”

Luhan dan Kai masuk kedalam rumah. “Kami pulang.”

“Ne~ Aku ada diruang TV.” Teriak Taemin dari ruang TV. Kai dan Luhan langsung menghampiri Taemin dan melihat secangkir coffe latte diatas meja.

“Punya Sehun?” tanya Kai sambil duduk disamping Taemin.

“Ne.”

Nafas Luhan tertahan.“Ke..Kenapa Sehun tadi kemari?” tanya Luhan masih berdiri diposisinya.

“Kami membicarakan sesuatu.” Kata Taemin santai.

Luhan menghela nafas dan masuk kedalam kamarnya.

Kai menatap Taemin tajam.

“Apa?” tanya Taemin tak nyaman ditatap seperti itu oleh Kai.

“Bukannya ‘Apa’! Mau apa dia kemari?”

“Sudah kukatakan kalau kami membicarakan sesuatu.”

“Tentang Luhan?”

“Tidak usah nanya deh.” Taemin memutar bola matanya.

“Apa yang hyung rencanakan?”

“Membuat Sehun sadar kalau yang ia lakukan hanya sia- sia.”

Kai menghela nafas panjang. “Jangan terlalu ikut campur.”

“Siapa yang ikut campur? Mereka sudah membuatku terlibat!”

“Eh?” Kai melipat dahinya.

“Luhan itu adik kesayanganku, tahu! Mana boleh ada yang menyakitinya.” Taemin mencibir kemudian kembali menonton TV. Kai hanya menghela nafas panjang.

 

>>> 

 

Luhan baru saja mengganti bajunya dengan baju rumah. Setelah itu, Luhan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. Entah mengapa ia sangat haus. Pikirannya masih berkecamuk tentang Sehun.

Luhan membuka lemari es dan mengambil air dingin. Setelah meneguk habis air dingin itu, mata Luhan beralih pada kotak makan yang ada didekat rak lemari piring.

“Eh…” Luhan memegang kotak makanan itu kemudian meletakkan ditempat semula. “Apa tadi Sehun mengantarkan kotak makanan ini?”

Luhan tersenyum kemudian berjalan menuju ruang TV menyusul Taemin dan Kai yang masih ada disana.

“Hyung… Apa Sehun tadi datang untuk mengantarkan kotak makanan?”

Taemin menepuk dahinya. “Oh ya! Aku lupa menyampaikannya padamu. Dia memang mengantar kotak makanan itu.”

“Lalu? Apa dia bilang kalau dia memakan habis makanan yang kuberikan?” Luhan nampak sangat penasaran.

Kai malah nampak sangat cemas. “Waduh!!” ujar Kai dalam hati.

“Tidak. Ia tidak mengatakan apapun.” kata Taemin sambil berfikir. Luhan terlihat kecewa, tapi ia berusaha tersenyum manis.

“Begitu, ya…” Luhan menghela nafas lemah. “Aku keluar sebentar, ya. Hyung.. Kai..”

“Mau kemana?” tanya Kai menyelidik.

“Aku tidak ketempat Sehun, kok. Aku hanya ingin jalan- jalan disekitar sini.” Luhan berjalan menuju pintu rumah. Kai akan mengejar Luhan namun tangan Taemin memegang pergelangan Kai.

Blam

Pintu rumah sudah tertutup. Luhan pergi.

Kai melihat Taemin dengan tatapan sebal.

“Apa lagi? Kenapa kau melarangku mengikuti Luhan?” ujar Kai sambil menatap Taemin tajam.

“Biarkan dia menenangkan pikirannya sejenak.”

“Tapi-“

“Luhan membutuhkan hal itu, Kai.”

Kai menghela nafas panjang kemudian merebahkan dirinya disandaran sofa.

“Padahal dia ada didekatku. Cintaku begitu dekat dengannya. Namun… Hatinya hanya untuk Sehun.” suara Kai terdengar sangat pedih.

Taemin tersenyum. “Cinta seperti itu hanya sekali seumur hidup, ya.”

“Aku tahu. Sejak awal bertemunya di Korea… Cintaku bertepuk sebelah tangan.” Kai menutup matanya. “Aku hanya bisa mendukungnya.”

 

 

 

>>>

Luhan berjalan- jalan disekitar daerah perumahannya. Langkah kakinya terhenti didepan sebuah taman bermain. Karena sudah mulai sore, banyak anak- anak yang bermain disana. Taman bermain itu sangat sederhana. Hanya ada beberapa wahana  bermain dan kolam pasir. Anak- anak sangat banyak memainkan pasir membentuk beberapa bentuk lucu.

Luhan melirik ayunan yang kosong yang ada disana. Wajahnya tersenyum dan melangkahkan kakinyadengan cepat kesana.

Luhan duduk diayunan itu dan menatap langit. Jarak kolam pasir dan ayunan yang diduduki Luhan lumayan jauh. Jadi Luhan tidak terlalu terganggu dengan suara ribut yang ditimbulkan anak- anak yang sedang bermain disana.

Ia tatap wajah anak- anak yang tersenyum riang itu. Tertawa bersama, bersenang- senang, bahagia menikmati masa kecilnya.

“Apa kalau aku tidak tinggal bersama papa.. Masa kecilku bisa seperti mereka?” bisik Luhan parau.

“Mama… Aku merindukanmu…” Luhan menitikkan air matanya.

Ia menunduk dalam, seakan malu jika langit menghujatnya dengan tatapan jijik. “Kenapa terlalu cepat kau meninggalkanku..”

 

 

Tidak terasa waktu berlalu cepat hingga kini taman bermain itu sudah kosong. Anak- anak yang tadi asyik bermain disana sudah dijemput oleh orang tua mereka. Luhan masih duduk diayunan itu sambil berayun pelan. Ia sudah tidak menangis lagi.

Senja sudah usai. Hari berganti malam. Luhan masih betah berayun ringan diayunan itu. Sampai akhirnya Luhan menyadari kalau seseorang tengah mendekatinya.

 

“Baekhyun-sshi…” bisik Luhan pelan saat Baekhyun ikut duduk diayunan kosong yang ada disebelah Luhan.

 

“Hai.” Sapa Baekhyun sambil ikut mengayunkan ayunannya.

“…Hai..” balas Luhan sambil tersenyum ramah.

“Aku mau kerumah Sehun tapi malah melihatmu sendirian disini… Sedang apa?”

Luhan menghela nafas panjang kemudian melirik langit malam yang indah. Sudah mulai banyak bintang yang bertaburan disana.

“Aku hanya menenangkan diri.”

“Dari?” Baekhyun menumpukan kakinya ditanah sembari menghentikan ayunannya.

“Semua masalah.”

Baekhyun tersenyum tipis. “Kai adalah namja yang sangat aku sayangi. Sampai kapanpun aku sangat menyayanginya. Sehun… Dia namja yang terlihat tegar dari luar. Sebenarnya ia sangat lemah dan rapuh. Ia mudah tersulut emosi.”

Luhan mendengar perkataan Baekhyun dalam diam.

“Kai dan Sehun adalah sahabat yang berharga bagiku. Kami bertiga selalu bersama. Dan seharusnya kau tidak mengganggu, Luhan-sshi!”

Luhan membulatkan matanya. Baekhyun baru saja menyerangnya. “Baekhyun-sshi.. Apa maksud-“

“Jangan pura- pura bodoh! Kau! Gara- gara kau semuanya jadi kacau! Kalau kau tidak ada, Kai pasti akan menyukaiku dan Sehun tidak perlu marah pada Kai.. Ini semua salahmu!!” pekik Baekhyun tiba- tiba.

Kini Baekhyun berdiri didepan Luhan yang masih duduk diayunan. Luhan terdiam. Ia menunduk mendengar semua cercaan Baekhyun padanya.

“Tidakkah kau sadar? Kedatanganmu ke Korea hanya memperburuk segalanya! Kau mau merebut orang- orang yang kusayangi, kan!! Setelah kau merebut Kai sekarang kau akan merebut Sehun dariku!! Kau jahat, Luhan! Kau jahat!!”

Baekhyun menangis. Luhan masih diam, bibir mungilnya seakan kelu untuk berbicara satu kata saja. Atau mungkin ia merasa tidak pantas jika membalas ucapan Baekhyun?

“Lebih baik kamu tidak ada!”

DEG

Luhan merasakan dadanya begitu sakit. “Baekhyun-sshi! Kenapa kau bicara seperti itu!” akhirnya Luhan melawan. Matanya mulai berkaca- kaca.

“Jangan sok menjadi korban disini! Kau hanya menipu Sehun dan Kai dengan wajah malaikatmu itu.”

Luhan berdiri ia tatap wajah Baekhyun tajam. “Aku tidak-“

“DIAM! Kau tidak berhak bicara. Kau hanya menyiksa Sehun dan Kai. Lebih baik kau pergi! Lebih baik kau tidak ada disini!” Baekhyun berteriak keras.

“Tapi aku-“

PLAK

Baekhyun baru saja menampar Luhan. “Kubilang kau tidak boleh berbicara!” tangisan Baekhyun menjadi jauh lebih keras. Luhan memegangi pipinya yang terasa begitu perih.

Ia tak habis pikir kenapa Baekhyun begitu membencinya.

Baekhyun kembali menyayunkan tangannya ingin menampar Luhan. Seketika itu Luhan hanya menutup matanya. Ia tidak mau membalas perlakuan Baekhyun.

Grep

Baekhyun merasakan pinggangnya dipeluk oleh seseorang.

Luhan membuka matanya pelan karena tiba- tiba suasana jadi hening dan ia tak merasakan tangan Baekhyun menamparnya.

“K..Kai…” Baekhyun kaget sekali melihat Kai memeluk pinggangnya. Tangan Baekhyun masih tertahan diudara. Luhan terdiam melihat Kai memeluk Baekhyun erat. Kai membenamkan wajahnya dibahu sempit Baekhyun.

“… Kumohon jangan teruskan Baekhyun.” Bisik Kai.

Seketika itu Sehun datang setengah berlari. Sehun terhenti saat melihat Kai tengah memeluk Baekhyun. Sehun kemudian melihat tangan Baekhyun yang seakan mau menampar Luhan.

“Sehun… Bawa Luhan pergi dari sini.” Kata Kai masih tetap diposisinya.

Tanpa bicara satu katapun, Sehun menatap Luhan yang nampak sangat shock kemudian menarik tangan Luhan membawanya pergi dari taman itu.

Saat melihat Sehun sudah membawa Luhan pergi. Kai menarik turun tangan Baekhyun dan membawa tangan mungil itu dalam pelukannya. Kai menggenggam tangan Baekhyun yang bergetar sangat hebat.

“Hikkss… Hiksss….” Baekhyun menangis.

Kai masih memeluk Baekhyun. “Kenapa menangis?”

Baekhyun menunduk ia tidak menjawab pertanyaan Kai.

Perlahan Kai melepas pelukannya dan membalikkan badan Baekhyun. Kini mereka sudah berhadapan, namun Baekhyun menunduk. Ia masih menangis terisak.

“Mianhae…” Bisik Baekhyun lirih.

“Waeyo?” tanya Kai lembut.

“…Karena aku menampar Luhan. Kai pasti membenciku.. Hiks..”

Kai tersenyum kemudian mengangkat dagu Baekhyun agar mata mereka bertauatan. Baekhyun menantap mata tajam Kai.

“Baekhyun kenapa menampar Luhan?” tanya Kai masih saja dengan suara lembutnya.

“Karena Luhan membuat Kai dan Sehun menderita…”

Kai tersenyum dan membelai rambut coklat Baekhyun. “Kalau Baekhyun menampar Luhan, apa kamu bisa melindungi kami? Baekhyun juga pasti tidak mau, kan? Buktinya kamu menangis.”

Baekhyun terdiam kemudian memeluk Kai. “Mulai sekarang aku mau Kai selalu ada disisiku.”

“Eh?” Kai membulatkan matanya.

“Saranghae.. Hiks.. Aku suka Kai.” Baekhyun masih menangis. Ia tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Kai.

“Baekhyun tahu sendiri kalau aku… Tidak bisa, kan?”

“…Tapi aku menyukaimu.”

Kai melepas pelukan Baekhyun dan menatap namja manis itu tajam. “Aku tahu bagaimana rasanya ditolak. Rasanya sangat sakit dan aku tak mau kau juga merasakannya. Baekhyun terlalu lemah untuk merasakan sakit itu. Namun… Kau harus kuat… Suatu saat pasti akan ada namja yang mencintaimu dengan tulus.”

Baekhyun menggeleng pelan. “..Aku tidak mau selain Kai.. Hiks..”

“Aku akan selalu ada disisi Baekhyun sebagai teman.” Kata Kai pasti sambil membelai pipi Baekhyun lembut.

“Kalau begitu… Mau menemaniku malam ini di apartemenku?”

“Eh?” Kai sedikit kaget.

“Kai tidak mau?” wajah Baekhyun seketika itu nampak sangat sangat sedih.

Kai menghela nafas panjang. “Baiklah.”

Baekhyun tersenyum manis. “Gomawo, Kai.”

Chu

Mata Kai membulat saat Baekhyun mencium pipinya tiba- tiba. “..Dasar!” Kai tersenyum dan menjitak kepala Baekhyun sayang.

>>>

Dirumah Sehun.

Ya.. Sehun membawa Luhan kerumahnya. Kini ia memberi handuk basah kepada Luhan.

“Gomawo..” kata Luhan pelan sambil meletakkan handuk hangat itu dipipinya.

Sehun duduk berhadapan dengan Luhan. Ia lihat darah yang ada disudut bibir Luhan.

“Kau baik- baik saja?”

Luhan mengangguk. “Ne.”

“…Baekhyun menamparmu?” tanya Sehun sambil mengusap sudut bibir Luhan yang berdarah. Luhan menunduk tak menjawab.

“Mianhae.. Dia pasti tidak bermaksud seperti itu. Baekhyun mudah tertekan.. Aku yakin dia tidak bermaksud menamparmu.”

Luhan menatap mata Sehun sendu. “Kenapa… Kenapa Sehun yang minta maaf karena kesalahan Baekhyun-sshi? Aku.. Hikss..” tangis Luhan pecah. Ia merasa sendiri. Bahkan Kai tadi memeluk Baekhyun bukannya menarik Luhan pergi.

“Kenapa-“ kata- kata Luhan terhenti saat Sehun menariknya dalam dekapan hangat.

“Uljima.. Luhan… Jebal.” Bisik Sehun tepat ditelinga Luhan.

“Hikss.. Hikkss…” Tangis Luhan malah tambah kencang. Ia pegang erat baju Sehun seakan tidak mau melepas pelukan hangat itu. Sehun membelai lembut rambut Luhan. Sehun seakan hanyut dalam aroma tubuh Luhan yang manis. Ia benamkan wajahnya dibahu sempit Luhan yang kurus. Begitu kurus dan lembut.

“Uljima…” bisik Sehun lagi.

 

 

>>>

Kai dan Baekhyun masuk kedalam rumah Heechul. Taemin yang baru siap mandi langsung membulatkan matanya saat melihat Baekhyun.

“Lho? Bukannya dia mau mencari Luhan? Kenapa yang dia bawa pulang malah Baekhyun.” Bisik Taemin pada dirinya sendiri.

“Hyung!” Kai langsung mendekati Taemin yang baru keluar dari kamarnya. Baekhyun memilih menunggu didepan pintu masuk.

“Kenapa dia ada disini? Mana Luhan?” bisik Taemin pelan agar Baekhyun tidak mendengarkannya

“Luhan bersama Sehun. Aku ingin hyung mengecek Luhan dirumah Sehun, kurasa Luhan ada dirumah Sehun.. Kumohon jaga Luhan untukku.. Errr.. Dan aku akan menginap diapartemen Baekhyun malam ini. Aku akan langsung pulang pagi- pagi sekali, kok.”

“Ta..Tapi..”

“Besok aku jelaskan hyung. Aku harus cepat pergi, kalau terlalu malam Baekhyun tidak tahan dengan dingin.” Kai mengambil kunci motornya diatas meja dan pergi begitu saja.

Taemin masih melongo hingga bunyi pintu tertutup menyadarkannya kembali. Kai sudah pergi dan parahnya ia bersama Baekhyun.

“Aigoo! Mengapa Kai masih saja mengikuti kemauan Baekhyun!!” Wajah Taemin nampak tertekuk marah.

 

 

>>>

Sehun memandang namja cantik yang kini tertidur di sofanya. Kepala Luhan ada diatas paha Sehun. Dengan lembut Sehun membelai surai coklat milik Luhan. Senyum mengembang diwajah tampannya.

Betapa rindunya ia pada namja cantik yang telah mencuri hatinya itu.

Sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bersama.

Sehun melirik punggung Luhan kemudian mengusapnya pelan. Rasa bersalah kembali menyeruak.

“Mianhae, Luhan… Saranghae..” bisik Sehun sangat pelan. Luhan yang tertidur dipahanya menitikkan air mata.

Luhan pasti bermimpi indah.

 

Sehun mendengar bunyi motor Kai. “Apa Kai akan membawa Baekhyun pulang?”

 

Mata Sehun kembali menatap sosok cantik yang tertidur pulas itu. Sehun tersenyum kemudian membopong Luhan masuk kedalam kamarnya.

Ia berencana menghabiskan malam hanya berdua dengan Luhan. Ia sudah memutuskannya.

Sehun tidak mau mengantar Luhan pulang malam ini.

 

>>> 

Diapartemen Baekhyun.

 

[Kai POV]

Aku menghela nafas panjang dan duduk disofa empuk yang ada diruang keluarga diapartemen Baekhyun. Apartemen yang kuanggap terlalu besar karena Baekhyun hanya tinggal sendirian.

Apartemen ini temasuk apartemen mewah dengan fasilitas paling lengkap di Korea. Orang tua Baekhyun yang tinggal di Amerika memang sangat mengkhawatirkan namja manis ini.

Baekhyun keluar dari dapurnya sambil membawa dua kopi kaleng.

“Kita bisa tidak tidur malam ini jika kita meminum kopi.” Kataku lembut pada Baekhyun.

“Aku memang berencana tidak tidur malam ini.” Baekhyun berjalan menghidupkan TV. Sepertinya dia senang sekali.

Aku memang harus memperlakukan Baekhyun dengan sabar. Jika aku memaki- maki Baekhyun setelah menampar Luhan tadi, Baekhyun akan merasa terpojok dan tertekan. Yang aku cemaskan, ia akan melakukan hal nekat seperti yang pernah ia lakukan dulu. Tentu saja aku tidak mau hal buruk terjadi padanya.

Jujur aku sangat menyayangi Baekhyun.

Walau perasaanku hanya sebatas teman. Tapi aku tak bisa melihat dia tersiksa atau menderita. Dia sahabatku yang berharga.

Kami menonton acara TV bersama- sama. Baekhyun beberapa kali tertawa kecil melihat acara komedy itu. Aku juga melakukan hal yang sama, tentu karena aku menyimak acara komedy itu. Walau pikiranku melayang jauh pada Luhan.

Wajahnya yang ketakutan tak bisa aku lupakan.

Ingin sekali aku meringkuh tubuh rapuhnya saat itu. Namun aku tak bisa.. Jika aku memeluk Luhan didepan Baekhyun, aku takut Baekhyun akan semakin brutal esok harinya pada Luhan.

Hanya ini obat penenang untuk Baekhyun.

Hanya kelembutan.

Beruntung Sehun ada disana tadi. Nampaknya ia mencari Baekhyun. Luhan pasti kini sedang bersama Sehun. Kurasa mereka bisa bicara berdua dan menyelesaikannya.

Walau aku tak bisa membuang perasaan cintaku pada Luhan.

Aku hanya ingin Luhan bahagia.

Karena aku sangat mencintainya.

[End Kai POV]

 

Baekhyun tersenyum manis sambil menatap wajah Kai. Ia teguk kopi kalengnya dengan senyuman mengembang jelas diwajah manisnya.

“Kai.. Kalau Luhan jadian dengan Sehun… Apa yang akan Kai lakukan?” tanya Baekhyun tiba- tiba masih memandang acara TV.

Kai menatap Baekhyun tajam kemudian tersenyum tipis. “Memangnya apa yang bisa aku lakukan, Baekhyun?”

Baekhyun mengalihkan pandangannya kearah Kai karena merasa tidak puas dengan jawaban Kai. Tepatnya pertanyaan Kai.

“Yang bisa kulakukan tentu hanya mendukungnya.”

“Tapi Kai akan tersakiti.”

“Walaupun begitu…”

Baekhyun menunduk. “Walaupun begitu kau tetap tidak bisa menerima cintaku?”

Kai menggeser posisinya lebih dekat dengan Baekhyun. “Dengarkan aku, Baekhyun. Aku tidak mau menjadikanmu pelarian. Kau terlalu berharga. Suatu saat.. pasti.. akan datang seorang namja yang sungguh- sungguh mencintaimu. Lebih baik dariku dan dapat membahagiakanmu.”

Baekhyun mengangguk kemudian tersenyum. “Kai terlalu baik. Aku tidak mau Kai tersakiti.”

“Gomawo, Baekhyun.” Kai membelai rambut Baekhyun lembut.

“Aku sayang pada Kai…” Baekhyun langsung memeluk Kai erat. “Aku sayang Kai…”

Kai tersenyum dan membelai rambut Baekhyun tanpa membalas pelukan Baekhyun. “Ne… Aku juga sayang Baekhyun.”

 

 

[Luhan POV]

Empuk…

Harum….

Ini dimana? Bukan aroma kamarku…

Perlahan aku buka mataku… gelap.

Apa lampunya dimatikan?

Aku duduk diatas ranjang.. Mungkin.. Aku tak bisa melihat apapun sampai akhirnya aku merasakan pergerakan disampingku dan semua menjadi terang.

“Se..Sehun!!” Aku melihat Sehun baru saja menghidupkan lampu tidur. Ia duduk ditepi ranjang tepat disampingku.

“Ini masih jam 12 malam.. Ngapain sih sudah bangun?!” kata Sehun santai.

Aku membekap mulutku sendiri. Aku ada diranjang Sehun dan kami… TIDUR BERDUA!

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAA-Hmmppp!!!”

Sehun langsung membekap mulutku yang baru saja berteriak.

“Mwo! Kenapa berteriak? Nanti tetangga jadi salah sangka, tahu!!” Sehun masih membekap mulutku dengan tangannya yang besar. “Jangan berteriak lagi. Arra?!”

Aku mengangguk dan Sehun melepas tangannya dari mulutku.

“Wa..Wae.. Kenapa aku bisa dikamar Sehun?” pipiku serasa memanas.

Sehun tersenyum kemudian menatapku lembut.

Deg

Oh Tuhan! Berapa rindunya aku dengan tatapan lembutnya itu.

“Siapa yang menangis hingga jatuh tertidur dipahaku? Mana mungkin aku membopongmu pulang. Nanti Taemin-hyung malah mengira aku berbuat jahat padamu.”

Aku mengangguk. Wajahku merona… malu. “Mianhae…”

“Kalau begitu kita lanjutkan..”

“Eh?” tanyaku bingung.

“Tidurnya.. Atau kau mau melakukan sesuatu diatas ranjang bersamaku?”

“Mwoya!! Sehun mesum!” Aku langsung memanyunkan bibirku sejadi- jadinya. Sehun tertawa pelan dan menarikku lembut hingga tubuhku dan tubuhnya kini terbaring di atas ranjang.

“Tidurlah.. Besok kita harus sekolah, kan?”

Aku menatap wajah Sehun yang tepat ada disampingku. “Sehun tidak marah lagi padaku?”

Matanya membulat sempurna. “Ma…rah?”

Seketika itu Sehun membalikkan badannya. Ia tidur memunggungiku.

“Aku.. Tidak marah..” sambung Sehun kemudian.

Aku tersenyum. Pelan kubawa lenganku untuk memeluk punggung Sehun. Aku memeluknya. Dan aku menghela nafas lega karena ia tak menolak.

“Selamat tidur.” Bisikku sambil membenamkan wajahku dipunggungnya.

“Selamat tidur.” Balas Sehun walau suaranya nyaris tidak terdengar.

 

 

>>> 

Author POV

 

Kai masuk kedalam rumah keluarga Kim itu. Baru jam 5 pagi namun ia harus cepat pulang untuk memastikan Luhan baik- baik saja atau tidak.

“Eh? Tidak dikunci?” Kai tadinya akan mengetuk pintu namun ia menyadari kalau pintu depan rumah itu tidak dikunci. “Tsk! Ceroboh sekali!” Kai masuk kedalam rumah dan langsung berjalan kekamar Luhan.

Betapa kagetnya ia melihat kamar Luhan kosong melompong. Dengan cepat Kai melangkahkan kakinya kekamar Taemin.

 

 

“Hyung! Bangun, hyung!!!” Kai mengguncang tubuh Taemin hingga Taemin terbangun dengan wajah masam.

“Apa sih!!” Taemin menjitak kepala Kai.

“Appo!!” Kai mengusap kepalanya yang menjadi korban kekesalan Taemin. “Ya! Kau tidak mengunci pintu rumah dan parahnya Luhan tak ada dikamarnya. Apa sih kerjaanmu!!”

Taemin memutar bola matanya dan mendesah pelan. “Aku tidak mengunci pintu supaya Luhan bisa masuk kalau sudah pulang.. Memangnya dia tidak ada dikamarnya?”

Kai menggeleng. “Tidak!”

“Kalau begitu dia masih bersama Sehun. Biarkan saja deh! Ini masih jam 5 pagi, tahu! Jinjja!!” Taemin kembali menyelimuti tubuhnya dan langsung tertidur. Kai menghela nafas. Ia mengerti kalau percuma saja bicara atau memarahi Taemin kini.

Kai keluar dari kamar Taemin dan berjalan keluar dari rumah Taemin dan Luhan. Ia menuju rumah Sehun.

 

Tok

Tok

Tok

 

“Aish!!” Kai mendesah kesal saat pintu rumah Sehun belum juga terbuka. Ia mengetuk pintu rumah Sehun makin keras dan makin keras.

 

Tok

Tok

Tok

Tok

 

Klek

 

“Berisik!!” maki Sehun sambil menggaruk kepalanya. Kai memutar bola matanya dan masuk begitu saja kedalam rumah Sehun.

“Ya! Ya! Sopan sekali!” Sehun langsung memegang tangan Kai yang menyelonong masuk kerumahnya.

“Mana Luhan?!” tanya Kai langsung. Sehun menguap pelan dan tersenyum, lebih nampak smirk.

“Luhan tidur di-KAMAR-ku. Ada masalah?”

Kai diam. Ia memang tidak punya hak marah ataupun melarang Luhan untuk menginap dirumah Sehun. Toh dia juga yang menyuruh Sehun membawa Luhan pergi dari taman itu tadi malam.

“Kau bisa membawanya pulang.”

Kai menatap Sehun aneh. “Maksudmu?”

“Sebelum ia terbangun kau boleh membawanya pulang.” jelas Sehun lagi. “Lebih baik aku tidak terlalu lama berada disampingnya.”

“Kau serius?”

Sehun mengangguk pelan. “Apa ada yang salah dengan perkataanku? Sebentar lagi kita mau sekolah , kan? Lebih baik kita segera bersiap-siap.”

Kai tersenyum tipis mendengar alasan Sehun. “Suatu saat kau akan menyesal menyia-nyiakan perasaannya, Oh Sehun!”

Kai masuk kekamar Sehun dan tanpa ragu menggendong Luhan keluar dari kamar Sehun. Nampak wajah Sehun tertekuk namun ia tidak melakukan apapun.

Blam

Terdengar suara pintu rumahnya ditutup. Sehun berjalan gotai dan duduk disofa ruang tengah. Ia pijat kepalanya pelan. Ia ingat betul kejadian tadi malam. Saat Luhan memeluknya dari belakang dan ia tiba- tiba lepas kendali.

“Bodohnya aku!!”

To BE Continue

 

 

 

 

saya lagi edit FF ini 

si mamah heboh kue lebaran -___-a

mianhae chingu >o<

selamat membaca dan kasih RCL ^^ pastinya.

gomawoooo~

218 thoughts on “Another Promise Chapter 7

  1. hidup hunhan….
    Semoga hunhan bersatu…
    Hidup hunhan

    #bawaoborkelilingmonas

    terkejut😮 baekhyunku kenapa kau tega sekali.chanyeol lama datengnya.mendingan kabur sama aku yuk #plak

  2. aduh suka bnet hunhan momentnya ,,
    baekhyun nampar luhan, aigo tp entah knp ttp ja aku ga bsa benci sma baekhyun, dy ngelakuin itu krn mungkin emank dy udh terlampau sakit, dan untungnya sat itu kai ga egois dy malah lbih milih meluk dan nenangin baekhyun shbatnya yg suka kalap drpd luhan , untung’y sehun dtg jd luhan jg ga sendirian ..
    ky’y hunhan udh mulai bsa jujur dh , yudh dh supaya mreka bsa cpet bersatu ,

  3. Ugh… Finally setelah sekian lama saya merindukan munculnya scene HunHan, skrg ada juga meski cuma sebentar.. Sehun kenapa kerja otakmu begitu lamban, eum.. Cepat sadari perasaanmu dan pertahankan Luhan.. Raih dan jaga dia selalu.. Dan semoga persahabatan antra Sehun, Kai nd Baekhyun sgra membaik..

  4. baekhyunnnnn sumpah nyebelin bgt-_- dia teh sirik aja ngeliat luhan direbutin sma kai sma sehun-,-
    taemin hyung kau harus mendukung sehun sma luhan !!
    sehun jan labil napa,kalo suka sma luhan cepet nyataiin jan smpe luhan direbut sma kaii,adoh sehun gmna sih /?
    eonnieeee daebbbaakkk ^^

  5. ih ngapain -_- nanti luhan hamil!! \m/ anaknya buat aku(?) tadi ada typo typo kecil unn :p makin greget ajanih…..baekhyun ilangin aja ._.atau gak chanyeol lebih banyak lg partnya biar baekhyun gak sendiri ‘-‘b

  6. Baekhyun kok jahat?
    Kamu gak pantes jadi orang jahat baek…
    Aku yakin smua itu kamu lakuin karena kamu sayang kai dan sehun tapi kamu cuma salah paham baekkie sayang…
    Chanyeolllll cepat buat baekhyun jatuh cinta sama kamu😀

    Eh hilang kendali? Abis ngapai sehun sama luhan😮

  7. aiisshhh… kenapa sehun keras kepala sih…#jambak rambut frustasi

    kai tau banget kalo baekhyun labil hehehe…

    semoga deh sehun cepetan sadar.. lanjutt

  8. Baekhyun nampar luhan O.O
    walaupun baekhyun nampar luhan karna sehun dan kai, tetep aja itu berlebihan, kau tidak tahu bagaimana hidup rusaku, dan seenaknya nyakitin dia lagi bek :@

    pas bagian si tetem ngakak mulu saya, tingkah+caranya bicara mantep xD to the poin wakss
    tetep emang kece *ppoppo tetem

    MWO??
    Lepas kendali?
    Apa yang semamalm kau lakukan pada rusa sehunaaaaaaaaaaa
    *nyabut k chapter selanjutnya*

  9. ….. *jilatin golok buat motong ayam*
    baekkie bikin geregetan sumpah >A<
    yaudah sih baekkie lo marah mah marah aja, kagak usah pake maen fisik segala. badan lo kecil gue tau, tapi kan ya gak gitu jugaaa….!!!
    *dibekep hyobin*

    aigoo… aku mau lanjut ke chappie selanjutnya deh.
    *terbang naik golok ayam*

  10. Taemin sama skali gak membantu khayalan saya untuk mempersatukan KaiLu..hahaha
    (^_^)v

    tuh kan…Baek jadi agak sedikit sadis di sini
    dan yang nggak saya ngerti kenapa pas di taman Kai justru nyuruh Sehun untuk nenangin Luhan?
    kenapa gak dia aja coba?
    trus kenapa Kai malah cuma senyum2 gaje pas dicium sama Baek??
    kenapa gak ditonjok aja?! #esmosi

    Sehun udah agak frontal yah…
    hahaha (lepas kendali?)

    Sehun itu ketahuan banget plin-plannya deh
    udah berani seranjang sma Luhan masih aja berubah pikiran pagi berikutnya..
    mau loe apa sih maknae evil??!!!

  11. hah..??lepas kendali..? apa yg di lakukan sehun semalam..?? aq kira si hunhan udh baikan.. eh si sehun kepala batunya kumat lg.. dasar keras kepala.. awas aja kalo nyesel..

  12. bener! baek hrs ditanganni dg cr lembut,kalo pake amarah ntar makin jd😦
    #sotoy
    sudah lah baek, berpalinglah pd chan #maksa

    uwaaa hun udh peningktannih ≧﹏≦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s