Lost In Your Love (Part 7)

pengen post nya tadi malam tapi mata tidak mengizinkan TT^TT

huweeee 

hyobin sedang gemes- gemesnya sama hunhan. saoloh deh tu bocah bedua! mesra nya lebih lebih amat -__- hyobin jadi curiga aja bawaannya 

hunhan! hunhan! hunhan! #gemes amat mau hyobin bawa mereka ke KUA trus hyobin kawinin aja *pelintir tangan Sehun

uuugggg gemeeeessssss >.<

oke lanjut ke FF deh #tinggalkan gemes-gemesannya dulu *peluk Chen ama Lay*

jangan lupa RCL ya chingu >o<

gamsahamnidaaaaa ~

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

Twitter : @ranalunabila

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : XI LU HAN – OH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS – LAY – CHEN

Lost in Your Love

Episode 7

Mobil

 

“Mau ngapain kesekolah jam segini? Pagi bener?” heran Kris melihat Kai sudah selesai dengan sarapannya.

“Mau ada murid baru, kata wali kelas aku harus cepat datang. Sebenarnya itu tugas Ketua kelas, tapi kemarin kan gege tau orang itu kemana” jawab Kai menyambar tasnya.

“Ya udah, bareng aja”

 

“Gege mau kemana?” Kai berhenti diambang pintu keluar.

“Aku mau menjemput temanku yang baru datang dari China, katanya dia dapat kesempatan exchange kesini”

“Jangan – jangan teman gege yang jadi anak baru itu. Soalnya kata Bu Heechul yang jadi murid baru itu anak exchange”

“Berarti kesempatan kita bawa pulang Luhan makin besar nih” kata Kris mengikat tali sepatunya.

“Kok gitu?”

“Karena Lay itu temen dekat Luhan selama di Beijing”

^*^

 

“Wah gege benar – benar menjemput aku” seru Lay girang masuk kedalam mobil.

“Iya dong, buat Lay apa sih yang enggak”

“Ehem” ganggu Kai yang duduk dibelakang.

“Oh iya Lay. Kenalin ini Kai, dia teman sekelasmu nanti, kebetulan dia sepupuku”

 

Lay hanya tersenyum singkat dan mengangguk.

“Kenapa Luhan nggak ikut?” tanya Lay beralih langsung ke Kris.

“Luhan tidak tinggal dengan ku, dia dengan seorang temannya”

“Hmm.. Apa aku akan sekelas dengan Luhan?”

“Aku rasa tidak. Tapi kau akan sekelas dengan teman Luhan yang tadi aku bilang. Dan kau jangan mendekatinya. Dia itu orang jahat” jawab Kris sedikit kesal.

“Maksud gege jahat?”

“Dia sudah mengambil Luhan dari ku dan membuat Luhan mengabaikan bibinya dan sepupunya si Kai ini” Kris melirik Kai lewat spion dalam.

“Dan mungkin selama disini kau akan sangat sulit menemui Luhan karena orang itu”

“Orang itu? Siapa Namanya?”

“Oh Sehun” jawab Kris.

 

“Lay, aku dengar dari sekolah katanya yang ikut student exchange ada dua orang. Kenapa kamu cuman sendiri?” potong Kai saat mereka memasuki pekarangan SMA SooMan.

“Teman ku dapat masalah tentang passportnya. Paling cepat dua atau tiga hari dia sampai di Seoul”

^*^

 

Kantin, Jam Istirahat.

 

“Dikelas ku ada anak exchange dari China” kata Sehun pas ketika pantatnya membentur kursi.

“Wah, kayaknya sekarang kamu mulai dikelilingi orang China” ujar Luhan kegirangan.

“Tapi buat aku, kamu bukan orang China” Sehun menyuap makanannya.

“Hei! Aku ini China asli tau!” Luhan memanyunkan bibirnya.

“Tapi buat aku, kamu tetep bukan orang China!”

“Terus buat kamu aku ini orang apa?”

“Orang yang akan menjadi masa depanku~”

“Raja Gombal!”

“Iya dong, kan kamu ratunya!” Sehun mencolek dagu Luhan.

“Udah ah”

“Iya deh. Tapi anak baru itu keliatan jutek. Dia cuman deket sama Kai aja.”

“Sama Kai? Kalian sekelas?”

 

“Heh?” Sehun kaget karena keceplosannya sendiri.

“Kok nggak bilang?”

“Kamu nggak nanya. Lagian kemarin baru dua hari sekolah aja kita udah bolos. Aku belum ingat semua temen sekelas ku dong”

“Eh, tu dia orangnya” Sehun melirik pintu masuk kantin. Lay masuk dengan menenteng sebuah buku.

 

“Lay?!” teriak Luhan membuat Sehun keselek.

“Oh, oh. Maaf, kaget ya” Luhan yang panik menyodorkan minumannya ke Sehun.

“Uk, ajak temen kamu gabung disini” ujar Sehun disela batuknya.

^*^

 

Lay duduk dibangku E12 bioskop 31 yang cukup ramai. Menemani Luhan dan Sehun. Melihat bagaimana sikap Sehun kepadanya dan bagaimana bahagianya Luhan bersama Sehun.

 

Malah mengingat Ekspresi Luhan saat menyampaikan kabar kalau Kris ada di sini, jadi membuat Lay curiga sama Kris, apa lagi Kai. Luhan nggak tau kalau kakaknya disini!!!

Padahal kata Kris, Kai udah ngabarin Luhan kalau Kris disini, dan Kai udah ngajak Luhan pindah kerumahnya, tapi Luhan yang nggak mau malah dipaksa sama Sehun.

 

Tapi apa yang Lay dengar dari Luhan beda banget. Luhan bahkan belum ngobrol sama Kai. Meskipun mereka satu sekolah. Ya mungkin disini efek negative kedekatan Luhan sama Sehun, kalau mereka udah berdua, lupa sama yang lain.

Ya, walau begitu artinya Kai juga salah, karena dia nggak ada niatan untuk menemui Luhan, dan udah bohong sama Kris.

Sampai bikin Kris dendam sama Sehun.

^*^

 

“Nggak mungkin Kai bo’ong sama aku Lay, Kai jujur. Dan ayahnya baru meninggal. Nggak mungkin dia berani bo’ong dimasa berdukanya!” inilah jawaban Kris saat Lay menceritakan apa yang didengarnya saat mereka berdua jalan – jalan dengan mobil Lay.

 

“Terus gege lebih percaya Kai dari pada adik gege sendiri? Kalau aku lebih percaya Luhan sih, secara aku kenal Luhan dari dulu. Dan aku lihat Luhan sama Sehun malah lebih bahagia”

 

“Maksud kamu dulu Luhan nggak bahagia gitu?”

“Bukan itu gege, dulu Luhan bahagia bareng kita dalam kapasitas sebagai sahabat dan saudara. Tapi sekarang Luhan itu bahagia dalam kapasitas yang lebih tinggi, more complicated then friendship or brothership”

 

“Maksud kamu?”

“Luhan udah menemukan cinta sejatinya gege”

“Tapi aku rasa Sehun nggak cocok buat Luhan”

“Loh, kan ini kebagaiaan Luhan. Kenapa gege yang nentuin cocok nggak cocoknya?”

“Aku gege dari Luhan, Lay. Semua yang jadi pendamping hidup Luhan harus sesuai kriteria aku. Dan Sehun nggak memenuhi kriteria itu”

 

“Terus buat gege yang cocok sama Luhan itu siapa?”

 

Layar handphone Kris berkedip, sebuah panggilan masuk.

“Tao?”

 

“Tao?!” heran Lay yang merasa kalau perkataan Kris adalah jawaban pertanyaannya.

“Tao itu temanku” jawab Kris memamerkan handphonenya.

“Ooohh”

“Lah, kenapa nggak diangkat?” heran Lay saat Kris meletakkan lagi handphonenya.

“Aku yakin itu nggak penting”

^*^

 

Rumah Kai dan Ibunya.

 

“Wakil Ketua serius kalau Bang Kris pergi dengan temannya yang anak baru itu?” tagih Tao ke Kai saat Kris tidak menjawab telponnya.

“Ya iyalah, aku langsung diantar pulang duluan sama gege. Terus mereka berdua pergi deh. Semacam kencan mungkin”

 

Tao tak menjawab hanya duduk bertopang dagu memandangi hp nya dimeja makan, tapi Ekspresi wajahnya jelas menunjukkan rasa kesal yang luar binasa!

 

“Mungkin mereka sedang makan berdua” ujar Kai menelan habis agar – agar yang diambilnya dari kulkas. Muka Tao jadi pink.

 

“Atau mungkin mereka lagi main di Time Zone” sambung Kai menyusun Play Stationnya yang berantakan. Wajah Tao semakin merah

 

“Bisa jadi gege dan Lay sedang jalan – jalan ditaman” Kai sekarang iseng jalan diatas tredmil. Darah Tao mendidih mengumpul di ubun – ubunnya.

 

“Ah, ditaman yang ada danaunya. Terus mereka main perahu bebek yang digenjot itu lho” sekarang Kai pindah ke alat latihan berbentuk sepeda. Darah berubah jadi air yang menggenang dimatanya.

 

“Terus baru deh Lay diantar pulang, dan bobok deh!” Kai membanting tubuhnya disofa dan menyalakan televisi.

Dan…

Suara kursi dibanting dari meja makan ?

 

Kai refleks melihat kearah meja makan. Kursi yang diduduki Tao tadi sudah terbaring dilantai. Dan Tao tak ada lagi disana.

“Huang Zi Tao!” kejar Kai panik.

Entahlah paniK karena apa. -__-

 

Kai menahan Tao yang berjalan bergegas menuju mobilnya.

“Kenapa kau ini?” Kai menahan tangan kanan Tao.

“Aku mau pulang!” bentak Tao. Ini pertama kalinya Kai melihat Tao bicara seperti itu. Kesan manis dan manjanya hilang sama sekali.

 

“Kau mau pulang? Kenapa? Kau cemburu karena Gege pergi dengan Lay?!” tembak Kai langsung.

 

“Tidak! Untuk apa aku cemburu?!” jawab Tao masih dalam nada tinggi.

“Untuk apa kau cemburu? Tentu untuk rasa yang kau pendam ke gege”

Tembakan Kai kali ini membuat Tao diam.

 

“Aku tau kau suka Gege. Kau cemburu kalau dia dekat dengan orang lain. Kau takut kalau dia berada disisi orang lain…” jeda beberapa saat.

 

“Aku tau perasaan mu Tao. Kau mencintai gege. Tapi gege memalingkan wajah darimu. Buat gege kau hanya saudara. Aku tau perasaan itu Tao. Aku mengalaminya…” jeda lagi, hanya ada suara mobil yang lalu lalang dijalanan.

 

“Aku mencintai Luhan, aku cemburu kalau Sehun didekatnya. Aku takut saat Luhan berada disisi Sehun… tapi buat Luhan aku hanya seorang saudara. Aku mengerti perasaan itu Tao”

 

Mendengar perkataan Kai. Tanpa disadari, Air mata Tao akhirnya meluap juga. Air mata itu tumpah.

“Kau ingin mendapatkan gege kan? Kau ingin menjadi milik gege dan memiliki gege kan? Iyakan Tao?” Kai dengan hangat menarik Tao dalam pelukannya.

 

“Tao, aku akan membantu mu mendapatkan Kris” bisik Kai lembut, tepat didaun telinga Tao.

“Tapi bantu aku merebut Luhan…”

^*^

 

“Aku pulang!” teriak Kris dari pintu rumah.

 

“Bibi Jang?! Kai?! Apa ada orang?” sambung Kris masih berteriak.

 

“GEGE!!” teriak Luhan keluar dari ruang keluarga.

 

“Lu… Luhan?!” heran Kris terpaku.

 

“Kau datang ke Seoul tapi tak mengabariku?!”

 

Kris hanya diam.

 

“Gege?!” Luhan yang bingung menarik Kris masuk kedapur. “Masuklah dulu, kami memasak makanan keluarga”

 

“Kami?” pikir Kris.

 

Lagi – lagi Kris berdiri terpaku. Didapur sudah ada Tao, Kai, dan SEHUN!!! Ya Sehun, dia duduk dimeja makan dengan apron dan memotong bawang seledri. Diseberangnya Tao sedang menyiapkan beberapa bumbu makanan. Sementara diujung ruangan didekat ruang televisi Kai sedang menyiapkan buah untuk dibuat Jus.

 

“Kai, mana ibumu?” tanya Kris mengabaikan Sehun yang berdiri menyambutnya.

“Ah, ibu pergi ketempat bibi Nam. Bibi Nam baru mendapatkan cucu” jawab Kai masih sibuk dengan buahnya.

 

“Gege, perkenalkan ini Sehun. Teman sekolahku” Luhan dengan riang menarik Kris mendekati Sehun.

“Aku Sehun” ujar Sehun menunduk.

“Kris” jawab Kris singkat dan berat.

“…”

“Mending abang mandi dulu deh baru makan. Kita lagi siap – siap nih” ujar Tao memecah keheningan antara Kris dan Sehun.

 

Acara makan malam itu tak seperti yang diharapkan Luhan saat mendapat SMS dari Kai yang mengundangnya kerumah. Setelah membujuk Sehun dengan Seribu rayuan manis, akhirnya Luhan bisa membawa Sehun untuk mengunjungi Kai dan bibi Jang serta Kris. Dan sebuah tambahan, bertemu dengan Tao.

^*^

 

“Baiklah gege, kami mau pamit pulang saja dulu. Sudah terlalu malam” kata Luhan secepat mungkin begitu semua prosesi makan malam selesai.

“Pulang kemana?” tanya Kris tajam.

“Ke… ke apartemen Sehun” jawab Luhan ragu. Sekarang dia tahu kalau gegenya tidak menyukai Sehun. Dan datang ke rumah Kai pasti akan menjadi akhir ceritanya dengan Sehun.

 

“Kau punya bibi, sepupu, dan kakak disini. Kenapa kau pulang kerumah orang lain. Harusnya disinilah kau pulang” emosi Kris mulai naik.

“Tapi mama dan papa sudah mengizinkan ku untuk tinggal dengan Sehun” jawab Luhan pelan.

 

“Tapi aku tidak! Seharusnya kau tinggal dengan bibi Jang dan Kai. Mereka keluargamu. Kalian sudah saling kenal sejak lama. Bukan dengan Orang Asing yang bahkan orang tuanya kau belum pernah bertemu!!!” kali ini Kris bangkit dari duduknya.

 

“Aku mengenal Sehun gege!! Aku tau dia! Sehun takkan menyakitiku, dia bahkan melindungiku!” kali ini Luhan menjawab sama emosionalnya dengan Kris. Bedanya Luhan memakai airmata.

“Apa melindungi namanya ketika mengajakmu bolos, apa melindungi Namanya ketika mencium mu ditempat umum?!!” serang Kris telak.

“Aku yang meminta Sehun untuk bolos, dan aku yang memulai membuat dia menciumku. Aku yang memaksa gege! Bukan Sehun!”

“Orang ini telah membuatmu menjadi MURAHAN!!!” Kris membatalkan niatnya untuk menampar Luhan dan menggebrak meja makan.

 

“Luhan, sebaiknya kau malam ini tinggal dengan keluargamu. Aku tak masalah kalau harus pulang sendiri” Sehun akhirnya mengambil keputusan mundur. Tak mungkin untuknya membawa pulang Luhan malam ini. Kai pasti akan membantu Kris menahan Luhan dirumahnya.

“Aku pulang dulu” kata Sehun kemudian meninggalkan rumah Kai.

 

^*^

 

 

Kantin SMA SooMan besok siangnya.

 

“Hey Hun!” sapa Chanyeol duduk dikursi sisi kiri Sehun.

“Aku sudah dengar apa yang terjadi dengan kau dan Luhan. Dan tadi aku menemukan ini, aku rasa ini dari Luhan” Chanyeol memberikan selembar kertas biru muda bertuliskan Untuk SEHUN.

 

 

Sehunie, aku minta maaf atas sikap gege ku semalam. Dan aku minta maaf karena membuatmu pulang sendirian.

Tapi aku kecewa. Kau tak mempertahankan ku dari gege. Kau tak memperjuangkanku dan malah pulang membiarkan aku sendirian. Kau JAHAT. Aku kecewa padamu! Aku benci sikapmu yang pengecut. Aku rasa gege benar. Kau tidak melindungiku.

Aku rasa aku bukan lagi milikmu. Aku milik yang lain…

LUHAN.

 

 

“Dimana kau menemukan ini?!” tanya Sehun disela keterkejutannya.

“Aku menemukannya dilaci mejaku saat aku kembali sebentar dari ruang guru”

“Apa Luhan ada disana?”

“Tidak, hanya ada beberapa murid perempuan disana. Aku tak yakin surat ini dari Luhan. Luhan bukan orang yang mudah menyerah dan berpikiran negative tentang orang lain. Apa lagi orang ini orang yang dia cintai” bela Chanyeol.

“Aku setuju. Ini pasti bukan dari Luhan. Aku yakin!”

 

Sebuah SMS masuk ke handphone Chanyeol, dari Baekhyun.

Eggyeol. Aku melihat Luhan pulang dengan seseorang. Apa dia sakit?

 

Chanyeol kemudian memperlihatkan SMS dari Baekhyun ke Sehun.

“Kamu kan Ketua kelasnya. Dia harusnya izin dulu lewat kamu” respon Sehun.

“Justru itu, Luhan nggak bilang sama aku”

“Kita kejar!”

 

 

^*^

 

Didalam mobil Kris.

 

“Gege kenapa menjemputku??” tanya Luhan.

“Aku akan mengurus kepindahanmu dan Kai. Kamu harus menjauh dari Sehun”

“Tapi gege, aku nggak mau menjauh dari Sehun. Aku…”

“Cukup Luhan, kamu harus ikut kata – kata gege. Gege melarang mu mendekati Sehun”

“Apa alasan gege membenci Sehun. Kalian bahkan belum saling kenal!” protes Luhan lagi.

“Gege tau dia tak cocok buat mu bahkan saat mendengar Namanya”

 

Suasana mobil menjadi hening. Hanya suara mesin yang menderu. Dan suara mobil yang memotong jalan.

“Lu, aku mendapatkan ini dari Tao. Dia bilang Sehun menitipkan ini untuk mu” kata Kai yang duduk disamping Kris, didepan.

 

Xi Luhan.

Aku tau kamu mencintaiku dan kamu juga tau perasaanku. Bahkan mungkin perasaanku lebih dalam lagi.

Tapi, jujur saja. Aku tak mau kamu melawan gegemu, dia keluarga mu. Jika keluarga sudah melarang akan sangat sulit untuk kita bersatu. Aku tau ini berat. Tapi Luhan. Aku takkan bisa menembus gegemu. Maafkan aku.

 

Sehun.

 

Luhan menahan air mata. Dia dalam ragu, apa benar ini dari Sehun. Walau begitu, kata – kata itu, jika dibayangkan saja Sehun yang mengucapkannya sudah membuat Luhan sedih, takut, dan kecewa.

 

“Kai yang membuat ini ya!” tembak Luhan langsung.

“Aku? Untuk apa aku membuat surat itu. Dengan larangan dari gege mu saja membuatku yakin orang seperti Sehun itu mundur.”protes Kai yang dari tadi diam.

Luhan menyipitkan matanya.“Kamu sudah membaca surat ini?!”

“Tentu saja belum.”

“Lalu dari mana kamu tau kalau Sehun mundur?!”

“Ah?! Itu, Tao sudah membacanya dan dia bilang Sehun akhirnya mundur!”

^*^

 

Kantin SMS SooMan.

 

Lay duduk dipojokan kantin. Ditemani buku dan sekotak susu. Dikejauhan dia melihat Tao, anak yang dikenalkan Kris, Lay melihat foto Tao yang diam – diam sering diambil Kris. Lay tau sikap Kris menandakan rasa sukanya kepada Tao.

 

“Hey!” panggil Lay. Tao melihat kemudian melengah, dia masih cemburu kepada Lay.

“Huang Zi Tao!! Duduk lah disini” Lay meneriakkan nama Tao lebih keras membuat seisi kantin melihat kearahnya. Mau tidak mau Tao harus duduk disana.

 

“Aku Lay!” kata Lay mengulurkan tangannya.

“Kamu sudah tau namaku, jadi aku tak perlu memperkenalkan diri” jawab Tao jutek. Tapi sikap juteknya membuat dia semakin lucu.

“Iya, aku tau. Kris gege yang memberitahuku. Kamu sudah berapa lama kenal gege?”

“Baru”

“Kalian sudah akrab ya?”

“Lumayan”

“Apa menurutmu Kris ganteng”

Tao diam sebentar. “Ya, dia ganteng”

“Ganteng aja apa ganteng banget”

Tao diam lama.

“Ganteng aja~ apa ganteng banget~” ulang Lay dengan senyuman.

“Ganteng banget”

“Apa aku pantas menjadi pacar gege?” tanya Lay jail.

“Kamu?” Tao agak kaget.

“Iya, kamukan sudah kenal Kris, apa menurutmu aku pantas menjadi pacar gege?”

“Tentu saja tidak! Kau terlalu… terlalu…” Tao bingung mau menjatuhkan Lay seperti apa.

“Aku terlalu apa? Apa aku terlalu manis untuk gege. Atau terlalu sempurna. Ah, mungkin aku terlalu mandiri. Gege tidak begitu suka dengan orang yang mandiri. Dia lebih suka orang yang manja dan cerewet. Aku malah sering diam.” terang Lay panjang lebar.

 

“Maksudmu apa?” tanya Tao heran.

Lay mencondongkan badan kearah Tao dan berbisik. “Huang Zi, apa kau suka gege?”

“Hah?”

“Apa kau suka gege? Soalnya kemarin saat dia mengajakku jalan, dia bilang dia suka pada seorang anak di SMA ini, tapi anak itu terlalu polos untuk menunjukkan apakah dia juga suka gege atau tidak”

“Hah?” Tao masih nggak ngerti.

“Aish~ Kris itu suka kamu. Apa kamu suka Kris?”

Pipi Tao merah padam namun ia diam sejenak. “Lantas kamu?”

 

Lay kaget dengan jawaban (?) dari Tao.

“Aku? Kenapa jadinya ke aku? Tenang saja. Aku sudah punya yang lain kok.” Lay mengangkat kalung nya. Liontinnya bertuliskan LC dan berbentuk segi enam.

 

Obrolan mereka berlanjut. Sampai akhirnya Tao menceritakan bagaimana Kai membujuknya memisahkan Sehun dan Luhan.

Dan bagaimana Kai membuat Kris membenci Sehun.Kemudian rencana Kris memindahkan Luhan dan Kai ke SMA J.Y. Park.

Bahkan cerita tentang Kai yang menulis surat palsu untuk memutuskan hubungan Luhan dan Sehun.

 

 

^*^

 

 

“Halo, gege! Kau dimana?” telpon Lay. Dia sekarang ada didalam mobil bersama Tao menuju SMA J.Y.Park.

Aku di SMA J.Y.Park, mengurus kepindahan Luhan, kenapa?

“Nggak aku cuman bosen aja disekolah” bohong Lay.

 

 

^*^

 

Mobil Sehun. Jalanan seberang SMA J.Y.Park

 

“Aku rasa Luhan akan dipindahkan sama abangnya ke SMA ini deh” Baekhyun yang duduk dibelakang memberi argument.

“Berarti benar Luhan yang menulis surat itu” sambung Baekhyun.

“Atau mungkin abangnya Luhan mau jodohin Luhan sama Kai” tambah Baekhyun.

“Terus dibawa pulang ke Beijing, atau pindah juga ke Thailand” Baekhyun masih ngomong.

 

“Sayang~ bisa diam dulu nggak, kamu malah bikin Sehun tambah stress” Chanyeol mengakhiri bacot Bacon dan menunjuk Sehun yang sudah pundung duluan.

“Mianhe” jawab Baekhyun lemah, menyesal.

 

“Oh ada yang datang!” baru sebentar diam Baekhyun udah ngomong lagi.

“Itu, mobil Tao” bisik Chanyeol.

“Dia sama Lay” sambung Sehun.

“Wah, mereka komplotan” tambah Baekhyun.

 

Semuanya akhirnya diam saat Tao mendekat kemobil Sehun. Mengetuk kaca jendela Chanyeol dua kali.

“Ketua! Kau mau merebut Luhan lagi gak?!” teriak Tao dari luar.

“Kayaknya mereka komplotan kita deh” Chanyeol akhirnya membuka jendela.

 

^*^

][Bersambung][

Twitter:

@addymukhziae

oke satu part lagi dan bakal tamat ^^

ini sumpah jangan lewatin yaaa

full action bgt part selanjutnya. daebak buat anonim ^^

hehe

hwaiting dan tinggalkan jejak chingu

hargai jerih payah sang author ne ^^ hehe

gamsahamnida

84 thoughts on “Lost In Your Love (Part 7)

  1. Aish kai sadarlah kalau kau itu saudara luhan! Tidak bisa menjadi kekasih luhan (;A;) relakanlah luhan bersama sehun T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s