{TwoShoot- KAIDO/KAISOO FF} YOUR WORLD -Part 2-

Mau lebaran ya chingu ^^ Hyobin beserta LarasYang, Anonim Sinestesia mohon maaf lahir batin ya jika ada salah sengaja ataupun tidak disengaja. kita manusia biasa dan pasti punya kesalahan. mungkin lewat tulisan kami ataupun saat membalas komen chingu. Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin ya ^^

Mungkin ada yang ngegalau karena sehun ama kakak BoA duet ya. tenang chingu, Sehun kan cuma duet bukan nikahin kakak boa. hehe anggap aja Sehun lagi kerja banting tulang buat Luhan. 

dan yang paling penting banyak bgt moment hunhan pas di gedung KBS. sekedar informasi, banyak bgt fans yang mau ngegrepe-grepe Luhan Sehun #bahasa gw euy!!# nah gitu lah dan Sehun melindungi Luhan dengan sangat hati hati. seperti memegang tangannya dan memeluk pinggang Luhan.

walau ke OON-an Luhan masih aja ada, dia sempat salah arah dan nyaris jatuh. dan ada juga g salah nyaris kejedot tuh kepalanya =___= Sehun ampe nahan ketawa. Tapi setelah itu Sehun memeluk pinggang Luhan dan terus melindungi Luhan #HYOBIN IRI STENGAH MATI!! KENAPA INI ANAK MESRA AMAT!!

hyobin dapat info di twitter ^^ mungkin udah ada yang tahu ya. tapi ya Hyobin cuma bingung. luhan oon nya g ilang- ilang yaa =__= #ditabok. 

oke ke FF ~ 

jangan lupa RCL ya ceman- ceman.

arigatou gozaimasu #bow 

TWOSHOOT  [YOUR WORLD]

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

Cast : KAISOO/ KAIDO

Slight: Kai Luhan / Sehun Luhan

Main Chara : Kim Jongin [KAI] , Do Kyungsoo [D.O]

Support Chara : Xi Lu Han , Park Chanyeol , Byun Baekhyun , SuHo

Genre : Romance, Drama, Action, Death Chara, Angst

Warning : YAOI / Boy x Boy / Shonen Ai

Disclaimer: EXO belong to themselves. 

PART 2

Kyungsoo POV

 

Aku berhasil kabur! Hehehe~

Ternyata tidak sia- sia aku mempelajari beberapa jenis bela diri. Berkat itu tubuhku lumayan lincah saat memanjat tembok pagar yang tinggi itu dan turun tanpa luka gores sedikitpun.

Langkahku terhenti sejenak kemudian menatap jalanan ramah kota Tokyo. Hmm.. Senyumanku serasa mengembang dan hatiku bebas.

Udara terasa berbeda jika ada diluar istana emas itu.

 

Hm.. Aku akan ke toko burger kemudian makan di rumah makan paman Tanaka yang dulu pernah kusinggahi bersama Chanyeol-hyung.

Langkahku terasa ringan dan panjang. Kebebasan seperti ini jarang sekali ada, kan? Pastinya akan aku nikmati sebisaku. Biasanya aku akan dikawal atau keluar bersama Chanyeol-hyung namun kini aku sendirian ditengah kota ini dan aku SENDIRIAN!

Aku sangat senang.

 

 

 

Huaaaaaaaaaaaaaa~

Kenyang sekali!

Aku keluar dari rumah makan paman Tanaka. Aku kembali tersenyum manis mendengar pujian yang dilontarkan tuan Tanaka karena aku berani berjalan- jalan sendirian tanpa kawalan seperti biasa. Tentu aku tidak mengatakan kalau aku kabur. Bisa- bisa tuan Tanaka akan menghubungi Chanyeol-hyung.

Tap

Tap

Langkahku terhenti. Aku tatap sekelilingku dan merasa aku berkeliaran cukup jauh. Aku mengingat betul jalan untuk pulang namun aku juga belum berani pergi terlalu jauh. Aigoo…

Sudahlah! Kesempatan tidak akan datang untuk yang kedua kalinya, kan?

Pergi kemana lagi ya?

 

Aku menyeberang jalan dan menyusuri pertokoan yang tersusun rapi serta caffe- caffe unik yang nampak teratur dan berjejer manis.

 

“Kyungsoo…”

 

 

Eh? Ada yang memanggilku?

Aku membalikkan badanku dan melihat seorang namja cantik ada dihadapanku. Ia memakai baju serba putih dan.. Aku bersumpah ia cantik sekali. Wajahnya seperti malaikat.

 

“Ikut aku..” ujarnya kemudian berbalik badan dan berlari menjauhiku.

 

“Mwo!!”

Aku mengejarnya sambil berlari. Sesekali ia melirik kebelakang melihatku mengikutinya dan sekarang ia  berbelok didekat persimpangan caffe itu. Aku terus mengejarnya, seakan ia akan memberiku sesuatu yang menarik.  Entahlah!

Dan setelah aku berbelok dipersimpangan itu, aku melihatnya, ia berdiri disamping mobil sedan mewah berwarna hitam. Aku masih terus berlari menyusulnya.

Ia tersenyum manis dan mengulurkan tangannya padaku.

“Ayo.. Sedikit lagi..” ujarnya masih mengulurkan tangan putihnya padaku.

Aku semakin dekat dengannya dan senyumannya semakin indah. Sangat menenangkan.

Aku ulurkan tanganku kearah tangannya. Jarakku dan namja cantik itu semakin dekat dan…

 

GREP

 

Aku memegang tangannya.  Eh?

Aku terpana karena tangan yang kugenggam bukan tangan namja cantik itu. Aku menunduk namun sadar 100% kalau pemilik tangan yang kupegang itu berbalik badan dan berdiri berhadapan denganku.

Aku tatap tajam sepatu kulit berwarna hitam yang namja itu kenakan.

“Daijobu desuka?” tanya namja itu dengan suara berat.

“…Da..Daijobu desuyo..”jawabku pelan.

Aku menelan ludahku dan reflek menggenggam tangan itu lebih erat. Sial! Kenapa bisa begini? Padahal aku yakin aku menggengam tangan namja cantik yang bersinar itu.

Dengan keberanian aku dongakkan wajahku untuk memastikan.

Tampan!

Ya kesan itulah yang kulihat saat mataku dan matanya tertaut. Ia menatapku sangat tajam seakan aku adalah mangsanya. Tapi kenapa aku tidak takut dengan tatapan mata yang terkesan menelanjangi itu? Kenapa aku tidak takut?

Malah aku terhanyut pada mata tajam nan misterius itu.

Aku merasakan tanganku juga digenggam oleh namja itu. Sangat erat dan terkesan posessif. Apa yang ada didalam pikirannya?

Mengapa ia melihatku seperti itu?

 

“Kau..” bisik namja itu pelan. woah! Dia orang Korea? Baguslah kalau begitu. Tapi aku masih bingung dengan namja cantik tadi. Kenapa ia tiba- tiba menghilang, ya?

Tidak mungkin bener- benar ada hantu disiang bolong begini?

 

Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Dengan takut- takut aku menatap tanganku yang bergenggaman dengan tangan namja tampan ini.

 

“Kenapa… Aku menggengam tangan kamu?” tanyaku pelan agar terkesan tidak kurang ajar. 

Namja itu masih diam. Ia nampak tidak berkedip sedikitpun. Ya Tuhan! Kenapa dia begitu tampan? Aish!! Apa yang kau pikirkan Kyungsoo! Kau harusnya bingung kemana namja cantik itu pergi.

“Kemana namja cantik yang memanggilku tadi?”

“Eh?” Akhirnya namja tampan itu bersuara. Sepertinya ia bingung dengan apa yang aku katakan.

“Iya.. Namja cantik yang memanggilku kesini.”jawabku meyakinkan.

Namja itu mengerutkan dahinya kemudian mengedarkan pandangan matanya kesekeliling tempat kami berada. Aku juga mengedarkan padanganku seraya mencari sosok namja cantik itu.

Tapi anehnya wajah namja itu berubah serius. Ia berjalan cepat tidak sadar aku juga terbawa karena tangan kami masih bertautan erat.

“Luhan!!” teriak namja itu keras.

“LUHAN!”

Luhan? Siapa? Aku hanya bisa mengikuti kemana langkah namja tampan itu pergi. Ia nampak kacau dan tidak fokus.

Ya! Cukup!!

Jangan buat aku bingung lagi!

 

Author POV

 

 

“Tunggu!!” pekik namja manis itu seraya menghentikan langkah namja tampan yang uring- uringan didepannya.

Mendengar ucapan dan gerak tubuh namja manis itu, namja tampan itu menghentikan langkahnya dan berbalik badan.

“Apa yang kau lihat tadi? Namja cantik yang kau maksud Luhan, kan?”

Namja manis itu sedikit ketakutan saat namja tampan itu berteriak.

“Aku tidak tahu… Namja cantik itu memakai pakaian serba putih dan… wajahnya seperti malaikat.”

Namja tampan itu sedikit merasa bersalah melihat mimik ketakutan dari wajah si namja manis. “Mianhae…”

Namja manis itu tersenyum dan menatap tangan mereka yang bertautan. “Bisa lepaskan tanganku?”

Namja tampan kaget dan melepas tangannya dari tangan si namja manis.

“Namaku Kyungsoo. Salam kenal.” Ujar si namja manis itu dengan senyuman polos serta mata beloknya yang sempurna.

Seakan terpana, namja tampan mengangguk pelan. “Namaku Jongin kau panggil saja Kai.”

Kyungsoo mengangguk dan kembali tersenyum. “Maaf Kai, tadi aku menggapai tangan seseorang namun aku tidak sadar yang kugapai adalah tanganmu.”

Kai tersenyum tipis kemudian mengusap rambut Kyungsoo. Sedikit kaget, Kyungsoo hanya bisa pasrah ketika pipinya berubah warna menjadi warna merah padam.

“..Dia mengantarkanmu padaku.”

“Eh?” Kyungsoo menatap Kai bingung. “Siapa?”

Kai menggeleng pelan dan kembali membawa Kyungsoo mendekati mobilnya. Kalau Baekhyun sudah selesai dengan urusannya dan ia tidak melihat Kai didekat mobil, Kai yakin ia akan pulang dengan luka bacok dimana- mana.

“Ah! Ini sudah terlalu siang. Aku pergi dulu, ya!” kata Kyungsoo sambil melihat jam tangannya.

Kai nampak kecewa namun ia hanya bisa diam dan mengangguk.

“Semoga kita bisa bertemu lagi.” ujar Kyungsoo dan berbalik badan pergi meninggalkan Kai yang termenung melihat Kyungsoo menjauh pergi.

Kai menghela nafas panjang dan masuk kedalam mobilnya.

 

“..Luhan… Apa kau tadi ada didekatku?”

Kai membenamkan kepalanya pada kedua tangannya yang bertumpuan pada stir mobil.

“Apa kau yang mengantar namja bermata indah itu padaku?”

 

 

>>> 

 

Kyungsoo memanjat pagar tembok rumahnya dengan cepat. Memang agak sulit namun ia kembali berhasil dengan sukses.

Tep

Kyungsoo mendarat mulus dirumput tebal pekarangan rumahnya. dengan santai Kyungsoo kembali masuk kedalam rumahnya. Ia lirik kekanan dan kekiri. Lega, nampaknya tidak ada yang menyadari ia kabur walau hanya sebentar.

Kyungsoo masuk kedalam kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya diranjang.

“Kai..Kai….Kai…” Senyuman manis menghiasi wajah Kyungsoo. Ia masih bisa merasakan tangan lembut Kai yang menyentuh rambutnya lembut. Masih terasa dan begitu menghayutkan.

“Ya Tuhan.. Aku ingin bertemu lagi dengan namja itu…”

Dengan wajah merona, Kyungsoo memeluk bantalnya. Ingin sekali menyembunyikan wajahnya yang merona merah.

“Namja yang bermata tajam itu. Menghanyutkanku.”

 

>>> 

 

Chanyeol tersenyum manis saat melihat Baekhyun memberikan koper hitam besi itu pada Chanyeol.

“Setelah perdebatan selama 2 jam akhirnya cocok juga, ya. Kau namja yang keras kepala rupanya.” Chanyeol menghisap cerutunya.

Baekhyun tersenyum manis dan membuka kopernya. Ia perlihatkan apa yang ia bawa kehadapan Chanyeol.

“Deal!” jawab Chanyeol tegas.

“Baguslah.”

“Tapi ada syaratnya…”

Baekhyun menyipitkan matanya menatap Chanyeol. “Syarat?”

Chanyeol melirik tiga bawahannya dan mengisyaratkan untuk keluar dari ruangan itu. Alhasil Chanyeol dan Baekhyun hanya tinggal berdua saja.

“Kamu mau apa?” Baekhyun mulai waspada.

“Ini hanya syarat sederhana.”

“Heh?”

“Aku menginginkanmu.”

Mata Baekhyun membulat. Ia berdiri dan merasakan aura disekitar Chanyeol berubah. Ia memang diperingatkan oleh ayahnya untuk berhati- hati pada anak yakuza yang satu ini.

“Aku bukan untuk dijual.” Jawab Baekhyun setegas yang ia bisa.

Chanyeol ikut berdiri dan membuang cerutu yang ia hisap kesembarangan tempat. Baekhyun menelan ludahnya.

Chanyeol mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Ia tekan tombol virtual ‘Loudspeaker’di layar ponselnya. Seakan sengaja membiarkan Baekhyun mendengar percakapan telpon itu.

“Yoboseyo?”

Mata Baekhyun membulat saat mendengar suara ayahnya diseberang sana. Ternyata Chanyeol menelpon ayah-nya.

“Tuan yang terhormat, aku Park Chanyeol.”

“Hmm.. Apa anakku sudah melakukan transaksi dengamu?”

“Sudah… Tapi aku lebih tertarik dengan anakmu. Bagaimana ini?” tanya Chanyeol seakan merajuk. Baekhyun menggeleng pelan.

Hening sesaat sampai akhirnya ayah Baekhyun kembali memulai pembicaraan.

 

“Harga yang kau tawarkan?”

 

Mata Baekhyun membulat. Ia tidak pernah menyangka ayah-nya akan membiarkan Chanyeol membelinya.

Dengan seringai menakutkan, Chanyeol tersenyum mantap. “Harga yang kau mau?”

“10 Kali lipat dari yang kita janjikan untuk barang yang ditransfer hari ini.”

Chanyeol tersenyum pasti. “Boleh.”

“Baiklah. Kau kirim uangnya sekarang dan anak itu jadi milikmu.”

Chanyeol mengambil I-Pad nya dan mengacak- acak sebentar. Senyuman manis terukir lagi diwajah Chanyeol saat membaca tulisan dilayar I-Pad nya, Transfer Succes.

“Sudah kukirim. Silahkan check.”

Hening sejenak dan tawa renyah terdengar dari seberang sana. Ayah Baekhyun tertawa keras.

“Senang berbisnis dengan anda, Park Chanyeol.”

“Saya juga, Tuan Byun.”

 

Bruaakk

 

Baekhyun terduduk lemas. Wajahnya seketika itu basah dengan air mata. Ia benar- benar tidak menyangka akan seperti ini jadinya. Ayah-nya benar- benar menjualnya pada namja bengis ini.

 

“Nah… Kuharap kau jadi anak baik..” Chanyeol mengendong tubuh Baekhyun membawanya keluar dari ruangan rapat restoran itu.

Baekhyun tahu mulai sekarang ia hanya sebuah boneka seorang Park Chanyeol

 

 

>>> 

 

“Beneran, Suho-nim?” tanya Kai agak kaget.

“Iya… Tuan Byun menyuruhmu untuk pulang saja. Baekhyun akan pulang bersama Chanyeol. Hanya itu sih yang dikatakan Tuan Byun.”

Kai menghela nafas kesal. “Cih! Sial!! Sia- sia saja aku menungguinya selama ini.”

Dengan kasar Kai mematikan earphone-nya dan melaju kencang meninggalkan restoran itu. Mood-nya sudah terlanjur jelek karena Baekhyun.

Saat mobil Kai sudah cukup jauh dan menghilang diujung jalan, Chanyeol keluar dari restoran sambil membopong Baekhyun yang dibius dengan obat tidur. Xiumin membukakan pintu mobil dan Chanyeol masuk setelah menidurkan Baekhyun dikursi belakang. Secepat kilat mereka meninggalkan tempat itu diikuti mobil- mobil pengawal Chanyeol yang menyusul dibelakang.

 

>>> 

 

Esok hari pukul 8 pagi- Tokyo

 

Kai terduduk diranjangnya frustasi. Ia berkali- kali mengacak- acak rambutnya kesal.

Ia tidak mengerti!

Dan ia tidak mau menerima alasan apapun dari Luhan.

Ia tidak bermimpi bersama Luhan tadi malam. Ia tidak bermimpi apapun dan parahnya ia terbangun dan menemukan figura foto Luhan terjatuh dilantai. Kaca figura foto itu berserakan karena pecah. Pasti saat Kai tertidur, figura foto itu terlepas dari pelukannya dan jatuh kelantai.

“Kau benar- benar meninggalkanku, Xi Luhan!!” bisik Kai lirih. “Tak ada yang dapat menggantikanmu..”

Kai memegang foto Luhan tanpa figura. Ia tatap wajah namja yang selalu tersenyum manis itu.

“Tidakkah kau ingin bersamaku?”

 

Ring

Ring

 

Kai meletakkan foto Luhan disampingnya dan mengambil ponselnya. Ia lihat yang menelponnya adalah Suho, ketua organisasi yang mempekerjakannya.

“Annyeong, Suho-nim.”

 

“Aigoo.. Kai sepertinya kau bisa membalaskan dendammu pada Chanyeol.”

 

“Heh?”

 

“Dia punya adik laki- laki.”

 

“Benarkah?”

 

“Ye.. Kau bisa menggunakan adik laki- lakinya sebagai alat untuk menariknya keluar dan menemuimu.”

 

Kai tersenyum manis. “Informasimu sangat berguna, Suho-nim. Aku akan memata- matai rumahnya.”

 

“Chanyeol tidak ada dirumahnya sekitar pagi hingga sore hari. Sulitnya adik Chanyeol tidak akan keluar rumah jika tanpa pengawalan.”

 

“Tidak masalah.”

 

“Ya sudah. Semoga berhasil.”

 

“Gomawo, Suho-nim.”

 

Kai meletakkan ponselnya diatas meja dan menatap sebentar wallpaper ponselnya. Senyuman manis tersungging dibibir Kai saat melihat fotonya bersama Luhan sedang berciuman dilayar ponsel itu.

“Dendammu akan kubalaskan beberapa kali lipat sakitnya melebihi yang kau rasakan Luhan.”

 

 

>>> 

Pukul 11 siang- Tokyo

 

Kyungsoo tersenyum manis saat kembali berhasil keluar dari rumahnya. ia kembali memanjat pagar. Nampaknya ia ketagihan dan jadi ingin keluar dari rumah itu terus. Tidak akan ketahuan jika ia pulang sebelum sore.

Tap

Tap

 

Langkah Kyungsoo semakin lebar saat menjauhi rumahnya.

 

Tap

 

Namun langkah Kyungsoo terhenti saat melihat sosok yang baru keluar dari coffee latte sambil menyeruput coffe yang ada ditangannya.

 

Kai.

 

Kyungsoo tanpa aba- aba langsung berlari kearah Kai dan menyeberangi jalan. Karena kurang hati- hati, Kyungsoo tidak menyadari ada mobil besar yang mendekatinya.

 

“Kai!!”

 

Seketika itu Kai mendengar suara Luhan didepannya dan melihat Kyungsoo tidak menyadari sebuah mobil mendekatinya. Mata Kai membulat.

“AWAS!!”

Kai menjatuhkan coffee nya begitu saja dan berlari menerjang semua yang ada didepannya.

Kyungsoo yang baru sadar mobil besar sudah terlalu dekat dengannya hanya bisa terdiam ditempat. Mata bulatnya menutup seakan pasrah. 

 

BRUAAAKKK

 

Kyungsoo merasakan tubuhnya terdorong kebelakang dengan kerasnya. Anehnya ia tidak merasakan sakit. Bahkan yang ia rasakan adalah dekapan hangat. Belum berani membuka matanya Kyungsoo hanya membenamkan wajahnya didada seseorang yang kini memeluknya itu.

“PABO!!” Teriak orang yang memeluknya. Tak lain dan tak bukan adalah Kai.

Kyungsoo membuka mata bulatnya dan menatap Kai. “Kai.. Kau menyelamatkanku?”

Kai membantu Kyungsoo berdiri. Ia tatap wajah orang- orang yang nampak lega disekelilingnya.

“Kalian baik- baik saja?”

“Hey… Apa yang terjadi!”

“Tidak ada yang luka, kan?”

Tidak nyaman diperhatikan, Kai menarik Kyungsoo kesebuah taman yang ada didekat sana. Mau tak mau Kyungsoo hanya bisa mengikuti Kai.

 

>>>

“Gwechana?” tanya Kai sambil mengusap pipi Kyungsoo yang nampak terkena debu jalanan.

“Ne… Gamsahamnida, Kai. Berkatmu aku masih bisa hidup tanpa kurang satu halpun.”

 

Kai menghela nafas panjang. “Kau ceroboh sekali.”

 

“Biasanya aku tidak seperti itu.”

“Hmm.. Kita jadi bertemu lagi, ya. Apa rumahmu didekat sini?” tanya Kai sambil membuka kopi kaleng yang ia beli sebelum memasuki taman dari mesin penjual otomatis.

“Bisa dibilang begitu.”

“Oh… Lain kali berhati- hatilah.”

Kyungsoo mengangguk mantap. “Tadi aku melihatmu dan tanpa pikir panjang aku langsung menyeberang.”

Kai menatap anak yang duduk disampingnya itu dengan tatapan tidak percaya. “Ke..Kenapa?”

“Entahlah. Aku ingin berbicara dengamu saja.” Ucap Kyungsoo polos.

Kai meneguk kopinya dan tersenyum miris. “Tadi aku mendegar suara Luhan makanya aku melihat anak ini hampir tertabrak. Luhan… Kau pasti sekarang ada disini, kan?”  bisik Kai dalam hati.

 

“Kai?” tanya Kyungsoo heran karena Kai tiba- tiba melamun. Namun Kai seakan hanyut dalam pikirannya.

 

“Terima kasih.. Aku benar- benar berterima kasih padamu. Berkatmu aku bisa menyelamatkan anak ini. Beri aku satu petunjuk kau ada disisiku Luhan. Kumohon.”

 

Wangi mawar.

 

Kai mendongakkan kepalanya dan melihat sesuatu jatuh dari langit. Kelopak bunga mawar putih yang entah datang dari mana. Kyungsoo membulatkan matanya dan melihat kelopak mawar itu jatuh dari langit.

“Mwo! Indah sekali!!” pekik Kyungsoo sambil mengangkap kelopak bunga itu dan menghamburkannya pada Kai.

 

Kai tersenyum manis mengerti akan sesuatu kemudian menatap Kyungsoo lembut.

 

“Kau hadiah dari Luhan untukku.”

 

“Eh?” Kyungsoo tidak mengerti namun wajahnya memerah mendengar ucapan Kai barusan.

“Mau bermain denganku seharian ini?” tanya Kai tiba- tiba.

Kyungsoo menggaruk kepalanya namun akhirnya mengangguk mantap. “Dengan senang hati.”

Kai menggapai tangan Kyungsoo dan mereka berjalan keluar dari taman. Kelopak bunga mawar itu memenuhi bangku taman yang baru saja Kai dan Kyungsoo tinggalkan.

Seketika itu nampak namja cantik duduk dibangku taman itu sambil menatap kepergian  dua namja yang saling jatuh cinta itu.

“Berbahagialah Kai.. Karena aku telah menemukan kebahagiaanku.”

 

>>> 

 

Kai masuk kedalam kamar hotelnya. Hari ini ia batal mengawasi rumah Chanyeol karena ia bermain hingga larut sore dengan Kyungsoo. Bermain? Ya, mereka pergi ketaman bermain.

Hal yang Kyungsoo minta dari Kai.

Puk

Kai membaringkan tubuhnya diatas ranjang dan menatap langit- langit kamarnya. Senyuman simpul nampak menghiasi wajahnya.

“Kyungsoo.. Anak polos itu.. Aku tidak menyangka ia mengajak pembunuh bayaran sepertiku ketaman bermain.”

Srak

Kai mengambil foto Luhan yang terletak tak jauh dari tempatnya berbaring. Ia tatap foto itu lama. Sangat lama.

 

“Luhan.. Apa aku berkhianat?”

 

Hening.

 

“Aku tahu kau ada disini Luhan… Apa kau merasa dikhianati jika aku…”

Kai terhenti kemudian menutup matanya. “Jika aku jatuh cinta pada anak itu?”

 

“Aku akan bahagia sekali, Kai.”

 

Seketika itu Kai membuka matanya. Ia duduk diranjangnya dan melihat sekeliling kamar. Tak ada siapa- siapa. Tapi ia baru saja mendengar suara Luhan. Suara Luhan yang sangat jelas.

 

“Luhan…” Kai tertunduk sedih. “..Kau yang terbaik dihatiku.”

 

>>> 

 

Chanyeol masuk kedalam rumahnya sambil membopong Baekhyun. Kyungsoo yang mendengar deru mesin mobil Chanyeol langsung keluar dari kamarnya dan melihat Chanyeol membopong Baekhyun.

“Hyung.. Siapa?” tanya Kyungsoo menghentikan langkah Chanyeol.

“Dia kekasihku. Mulai sekarang dia akan tinggal disini.”

“Wow, manis sekali, hyung. Tapi kenapa dia sepertinya pingsan?” tanya Kyungsoo heran.

Chanyeol tertawa pelan. “Dia hanya tertidur. Sudah mau malam. Kau belajar dikamarmu kemudian tidur sebelum jam 9.”

“Baik, hyung.”

“Kau sudah makan?” tanya Chanyeol hampir lupa.

“Belum.”

Chanyeol mendesah pelan. “Aku akan menyuruh Nami-san untuk mengantarkan makanan kekamarmu. Jangan keluar kamar malam ini.”

“Eh?”

“Aku akan membereskan namja ini. Aku takut kau melihat hal yang tak patut kau lihat. Mengerti?”

Kyungsoo menatap namja yang digendong oleh Chanyeol dan mengangguk mengerti.

“Bagus. Sekarang kembali kekamarmu.”

Kyungsoo berjalan masuk kekamarnya. Setelah yakin Kyungsoo masuk kedalam kamarnya, Chanyeol tersenyum tipis dan berjalan bersama kedua kaki tangannya untuk menuju keruangannya.

 

>>> 

 

Pukul 9 Pagi – Tokyo

 

Kai bersiap disebuah sudut bangunan memperhatikan rumah kediaman Chanyeol yang sangat megah. Dari tadi Kai memperhatikan gerbang tinggi yang menghubungkan rumah Chanyeol dengan dunia luar.

“Bagaimana bisa aku masuk jika penjagaannya segini ketat.” Keluh Kai.

 

Mata Kai membulat dan badannya menggeser menjauhi tempat ia berdiri tadi. Beberapa mobil mewah keluar dari gerbang itu. Menandakan Chanyeol baru saja keluar dari rumahnya. Kai tersenyum sinis kemudian keluar dari persembunyiannya mendekati pagar tembok yang sangat tinggi itu.

Beberapa menit Kai mencari celah secara diam- diam mengelilingi tembok itu. Kai nyaris putus asa karena belum juga mendapat celah.  

 

“Uwaaah!!”

 

Sampai akhirnya Kai mendengar suara desahan lembut. Kai menengok kesampingnya dan melihat Kyungsoo.

Mata Kai menyipit dan  berlari kearah Kyungsoo yang bersiap melompat dari atas tembok pagar. Cemas bukan main, Kai langsung membentangkan tangannya agar Kyungsoo melompat kearahnya.

“Kai?” Kyungsoo kaget sekali melihat Kai ada dibawah.

“Apa yang kau lakukan! Cepat turun! Aku akan menangkapmu!”

Kyungsoo mengangguk dan melompat turun.

 

Grep

 

Nice! Kai berhasil menangkat tubuh mungil Kyungsoo. Seketika itu Kyungsoo turun dari gendongan Kai dan menggaruk kepalanya.

“Kenapa kau bisa ada disini? Apa kau baik- baik saja? Mereka menangkapmu dan kau berusaha kabur? Jangan takut aku akan melindungimu!!”

Omongan Kai yang tanpa henti membuat Kyungsoo melongo. Wajah Kai yang biasa dingin terlihat sangat cemas.

“Kai… Aku baik- baik saja!” ujar Kyungsoo mencoba menenangkan Kai.

“Kau yakin? Apa yang orang- orang brengsek itu lakukan padamu?” Kai memegang pipi Kyungsoo. Matanya tidak fokus dan memeriksa tubuh Kyungsoo.

“Kai~ aku baik- baik saja, ne. Aku hanya sedikit bandel~.”

GREP

Kai memeluk tubuh Kyungsoo erat. Seakan takut namja itu terluka dan tersakiti. Namja yang bisa mengalihkan dunianya dalam sekejap.

Kyungsoo tersenyum manis dan membalas pelukan Kai.

Merasa direspon, Kai mengangkat dagu Kyungsoo dan menatap mata polos itu. Rona pipi Kyungsoo membuat Kai tersenyum manis.

Chuu~

Mata Kai membulat saat merasakan bibir Kyungsoo mengunci bibirnya. Ciuman singkat itu berhasil membuat jantung Kai serasa meledak.

 

“Aku suka Kai.”

 

Mendengar pengakuan Kyungsoo, Kai hanya bisa tersenyum manis dan mengusap rambut Kyungsoo lembut.

“Kaumemang anak bandel, ya. Beraninya menciumku.”

“Kai tidak suka?” wajah Kyungsoo berubah memelas. Berhasil membuat Kai gemas bukan  main dan memeluk Kyungsoo erat.

“Aku juga menyukaimu, namja pabo!!”

Kyungsoo mengerucutkan bibirnya dan mencubit pipi Kai. Mereka tersenyum bersama dan tertawa kecil. Kai mencium kening Kyungsoo lembut dan membelai pipi Kyungsoo sayang.

 

 

“Singkirkan tanganmu dari adikku!!”

 

Kai kaget bukan main saat melihat Chanyeol ada dihadapannya. Jarak mereka hanya beberapa meter. Refleks Kai mendorong tubuh Kyungsoo kebelakangnya, untuk melindungi Kyungsoo tentunya. Mata Kai berubah bengis.

Tunggu!

Kai menyadari sesuatu. Chanyeol mengatakan agar Kai menyingkir dari adiknya? Adik?

Deg

Kai membalikkan badannya dan menatap Kyungsoo.

“Chanyeol-hyung!” ucap Kyungsoo pelan melihat hyung-nya itu.

 

Demi Tuhan! Kai merasa kepalanya seperti dihantam sekeras- kerasnya. Mata Kai kembali menatap Chanyeol dengan bengis. Namun yang Kai lihat, Chanyeol sudah mengarahkan sebuah pistol kearahnya.

“Hyung!!” pekik Kyungsoo keras melihat Chanyeol megarahkan pistol pada Kai. Sontak Kai mendorong tubuh Kyungsoo menjauh darinya, takut Kyungsoo terkena jika Chanyeol benar- benar menembakan pistolnya.

 

“Kyungsoo! Kemari!” perintah Chanyeol.

 

Kyungsoo menggeleng pelan. “Hyung! Jangan tembak, Kai! Dia kekasihku. Jangan sakiti Kai!”

 

Mata Chanyeol membulat. “APA! KEKASIHMU?!”

 

Memanfaatkan kelengahan Chanyeol, Kai mengambil pistol yang ada dipinggangnya dan mengarahkan pada Chanyeol. Kyungsoo membekap mulutnya dengan kedua tangannya.

“Cih! Kau mendekati adikku agar kau bisa balas dendam padaku, oeh?!” pekik Chanyeol seraya mendekati Kai selangkah.  “KYUNGSOO KEMARI KUBILANG!!”

Mendengar teriakan Chanyeol, Kyungsoo masih diam ditempatnya. Baru kali ini ia tidak mau menuruti perkataan Chanyeol.  Ia tidak mau membiarkan Kai disakiti apalagi dibunuh. Kyungsoo sudah terlanjur sayang pada Kai terlampau dalam. Perkenalan mereka memang bisa dibilang singkat, namun perasaan mereka tumbuh semakin dalam tiap detiknya. Seakan hati mereka sudah terikat cukup lama.

 

Kai tersenyum sinis. “Aku bahkan tidak mengetahui Kyungsoo adalah adikmu.”

 

“Kau bohong!! Jika kau memang ingin balas dendam jangan pernah memakai cara licik seperti menjebak adikku!”

 

Kyungsoo tersandar ditembok pagar rumahnya. Tubuhnya lemas.

 

Dendam?

Apa yang mereka bicarakan?

Bahkan nampaknya Kai dan Chanyeol sudah saling mengenal dan.. membenci satu sama lain.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Siapa Kai?

 

Hal itulah yang terus berputar- putar dipikiran Kyungsoo. Namun ia hanya bisa diam karena tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun.

 

“Tidak perlu repot, KAI. Luhan memang pantas mati ditanganmu! Dia hanya namja jalang yang memanfaatkanmu demi kebahagiaannya!”

 

Kai mengerutkan dahinya. Tangannya terasa gemetaran setelah mendengar nama Luhan. Tapi… Apa yang dikatakan Chanyeol?

Memanfaatkan?

 

“BRENGSEK! JAGA BICARAMU!” Teriak Kai marah. Namun ia masih menahan hasratnya untuk menembak Chanyeol. Jujur ia tidak mau melakukannya didepan Kyungsoo. Hanya itu alasannya.

 

“Kau pikir malam itu aku memperkosanya? Tidak, KAI! Aku tidak sepicik itu. Luhan bisa masuk kedalam rumahku karena kau berurusan denganku atas ikatan pekerjaan. Dia memanfaatkanmu agar bisa masuk kerumahku dan menemuiku.”

Pistol mereka masih membidik satu sama lain.

 

“Cih! Omong kosong apa yang kau bicarakan!!”

 

Kai tentu saja tidak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Chanyeol. Namja tinggi itu telah membuat Luhan dan dirinya menderita, hal itulah yang diyakini Kai.

 

Bruk

 

Kyungsoo jatuh pingsan. Melihat itu Kai dan Chanyeol panik bukan main.

 

“KYUNGSOO!!” Kai akan berlari kearah Kyungsoo namun…

DOR

.. Chanyeol menembak kaki Kai.

 

 “Agh!!” pekik Kai merasakan timah panas bersarang dikaki kanannya. Chanyeol berdecis kesal.

 

“Baekhyun! Keluar!!” teriak Chanyeol masih membidik Kai. Seketika itu Baekhyun keluar dari mobil dan berlari kearah Kyungsoo. Kai tidak percaya melihat keadaan Baekhyun yang cukup memprihatinkan.

 

Tubuhnya nampak berhiaskan bekas luka dan sudut bibirnya terluka seperti bekas tamparan.

 

Kai berfikir apa yang dilakukan Chanyeol pada Baekhyun?

 

Baekhyun berlari kearah Kyungsoo dan mengangkat tubuh Kyungsoo dengan susah payah.

 

“Apa yang kau lakukan pada Baekhyun, oeh?” teriak Kai saat Baekhyun kembali masuk kedalam mobil sambil membopong Kyungsoo.

“Aku membelinya.”

 

Kai meludah dan berusaha bangkit. Ia jadikan tembok pagar itu sebagai penyokongnya. Kai mengatur nafasnya yang naik turun akibat perihnya tembusan peluru Chanyeol dikaki kanannya.

 

“Cih! Kau juga membeli Luhan, kan!”

Chanyeol tersenyum sinis. “Kau tahu Luhan itu siapa? Dia namja jalang yang kubeli saat pelelangan gelap… Dia tidak berterima kasih padaku sedikitpun padahal aku sudah berbaik hati menolongnya. Untung saja sewaktu itu Kyungsoo berada di Korea. Atau tidak, mungkin Luhan akan menyakiti Kyungsoo.”

 

Kai terdiam mendengar penjelasan Chanyeol. Kini yang ia lihat malah mata Chanyeol yang berkaca- kaca. Ia tak pernah menyangka Chanyeol bisa berwajah seterluka itu. Mata yang melambangkan kepedihan hatinya.

 

“Aku jatuh cinta padanya dan aku benar- benar ingin menyelamatkannya. Namun.. Yang ia lakukan bermain belakang dengan bawahanku. Kris, Sehun… Entahlah. Aku tidak bisa mengatakan satu persatu. Dan yang paling aku sesalkan.. ia benar- benar jatuh cinta pada Sehun.”

 

Kai menggeleng pelan. “Se..Sehun?”

Nama itu pernah Kai dengar. Namun ia sama sekali tidak pernah mendengar nama itu dari bibir Luhan. Kai pernah bertemu sekali dengan Sehun dan itu sudah sangat lama sekali. Saat ia disewa oleh Chanyeol sebagai pengawal ketika Chanyeol berurusan dengan mafia China.

 

“Aku membunuh Sehun didepan matanya dan mengusir Luhan keluar dari rumahku.” lanjut Chanyeol.

 

Trak

 

Kai menjatuhkan pistol yang dari tadi ia pegang seiring tubuhnya terduduk diaspal lusuh itu. “Tidak mungkin… Luhan tidak mungkin seperti itu!”

“Kau tertipu! Sama seperti aku ditipu olehnya! Dia memanfaatkanmu untuk masuk kembali kerumahku dan tujuannya hanya satu… membalas dendam Sehun dengan cara membunuhku.”

 

 

“KAU BOHONG!!”

 

 

Kai menggeleng pelan. Ia percaya pada Luhan!

Ia percaya perkataan Luhan yang juga mencintainya!

Luhan tidak mungkin hanya memanfaatkannya.

 

“…Malam itu saat kau melihat aku dan Luhan, aku sama sekali tidak memperkosanya. Ia datang kekamarku dan memaksaku untuk tidur dengannya… Aku menamparnya dan saat itu kau datang. Kau mengira aku akan memperkosanya, kau kalut..

dan menembakkan pistolmu kearahku.. tapi Luhan… Luhan nampak melindungiku, menjadikan tubuhnya sebagai tameng lalu dia terbunuh dan mengatakan ia tidak mau melihat kau membunuh orang demi dirinya… Hah! Picik sekali!  SEMUA ITU RENCANANYA!”

Kai menggeleng pelan.

 

Tes

Tes

 

Air mata Kai tumpah. Ia mengerti sekarang… Ia mengerti mengapa Luhan begitu gencar mendekatinya dahulu dan selalu mendesak agar membawanya kerumah Chanyeol saat ia memiliki ikatan kerja dengan Chanyeol.

“…Dengan ia mati didepan matamu, hal itu akan menimbulkan dendam baru pada dirimu. Kau pasti akan mengincarku sampai mati, kan? Kau akan menghancurkanmu. Itu yang diinginkan Luhan.”

 

Kai menunduk. Air matanya jatuh membasahi aspal lusuh itu. Chanyeol menghela nafas panjang dan membuang senjatanya. Ia mendekati Kai.

 

“Aku… hanya boneka balas… dendamnya?” bisik Kai lirih.

 

Chanyeol berjongkok dan membantu Kai berdiri. “Maaf.. Jika aku tidak menembak kakimu, kau tidak akan pernah mendengarkanku.”

“..Dia namja yang baik, Chanyeol.” bisik Kai saat mereka berjalan menuju mobil Chanyeol. Dengan sabar Chanyeol membantu Kai berjalan.

“Dia memang namja yang baik…Aku tahu betul hal itu.”

 

“Aku mencintainya.” Isak Kai tertahan.

 

“Aku juga, KAI. Tapi… Semua sudah masa lalu. Bukankah kita sudah menemukan orang yang benar- benar kita cintai?”

 

Kai menatap wajah Chanyeol kemudian tersenyum tipis. Mereka masuk kedalam mobil Chanyeol.

 Mobil itu melaju kencang menuju rumah sakit.

 

 

 >>>

Seminggu kemudian.

 

 

“Kai sudah bisa berjalan? Daebak!!” pekik Kyungsoo melihat namjachingu-nya berdiri dari kursi roda dan berjalan pelan kearahnya.

“Ahh!!” Kai nampak sedikit meringis otomatis Kyungsoo langsung memeluk Kai dan membantu Kai duduk di kursi roda lagi.

“Gwechana?” tanya Kyungsoo sambil mendorong kursi roda Kai menuju ruang inap Kai.

“Ye… Jangan cemas. Aku hanya mengerjaimu.” Kai mendongakkan kepalanya melihat wajah namja cantik itu yang berubah cemberut.

 

 

Kyungsoo membantu Kai berbaring diranjang. Setelah itu Kyungsoo meletakkan kursi roda Kai kesudut ruangan.

“Bagaimana Chanyeol dan Baekhyun?”

Kyungsoo tersenyum dan duduk diranjang Kai. “Chanyeol-hyung itu.. sulit sekali mengatakan isi hatinya yang sebenarnya. Ia sudah terpikat sejak pertama kali bertemu dengan Baekhyun-hyung. Hanya saja caranya sedikit salah.”

“Katakan padanya jangan suka memukul Baekhyun.”

Kyungsoo berfikir sejenak. “Memukul? Bukan, Baekhyun-hyung menyakiti dirinya sendiri. Luka- luka itu ditimbulkan oleh dirinya sendiri, Chanyeol-hyung memergoki Baekhyun yang akan bunuh diri dan menampar Baekhyun-hyung. Aku lihat sendiri kejadiannya.”

 

“Begitu, ya..”

Kai mengangguk pelan. ia mengerti selama ini ia sudah terlalu banyak salah sangka pada Chanyeol. Sebenarnya Chanyeol bukanlah namja jahat, hanya saja wataknya yang terlalu keras dan harus diikuti sedikit membuatnya terkesan buruk. Apalagi sikapnya yang perfeksionis.

Kyungsoo membelai pipi Kai kemudian mengecup bibir Kai lembut.

“Cepatlah sembuh.” Bisik Kyungsoo pelan. Mata mereka bertautan. Kai tersenyum manis dan memegang bibir Kyungsoo.

“..Aku lapar.”

Kyungsoo menghela nafas melihat ketidak romantisan Kai. “Baiklah. aku akan beli dikantin rumah sakit. Tunggu, ya!”

Kai mengangguk. “Gomawo, chagiya~”

 

Blam

 

Kai memejamkan matanya dan seketika itu ia merasakan seseorang memegang kakinya.

“Kok cepat-“

Mata Kai membulat melihat sosok Luhan yang memegang kakinya. Sontak Kai duduk diranjangnya dan matanya benar- benar fokus melihat sosok Luhan yang begitu jelas didepan matanya. Seperti biasa berbalut pakaian serba putih.

 

“Kai… Maafkan aku.”

 

Demi Tuhan Kai tidak tahu harus bicara apa.

 

“Semua yang dikatakan Chanyeol adalah kebenaran. Aku memang namja yang picik. Maafkan aku Kai.”

 

Mata Kai terasa panas melihat wajah namja cantik yang ada dihadapannya kini. Wajah yang benar- benar menyiratkan rasa penyesalan.

 

“Tapi aku bersumpah… waktu itu aku benar- benar mencintaimu. Kau begitu tulus dan menghargaiku. Aku berterima kasih.”

 

Tes

 

Air mata jatuh dipipi Kai. “Luhan… Apa kau sekarang bahagia? Walau aku gagal jadi boneka balas dendammu?”

 

Luhan menganguk mantap. “Aku bahagia.. Karena kau mendapatkan namja yang tulus mencintaimu. Aku berusaha membantumu untuk mendapatkan namja yang baik.”

 

Kai tersenyum tipis. Air matanya terus jatuh walau ia tidak menangis terisak. Hanya jatuh begitu saja. “Apakah kau bahagia bersama… Sehun.. disana?”

 

Luhan hanya tersenyum tipis dan mengangguk pelan. “Aku sudah bahagia bersamanya.”

 

Tep

 

 

Kai melihat namja tinggi yang sangat tampan tiba- tiba muncul dibelakang Luhan. Mereka nampak sangat serasi. Luhan menatap namja tampan bermata sendu itu kemudian tersenyum.

 

“..Aku harus pergi, Kai. Sehun telah menjemputku.”

 

Kai berusaha tersenyum walau air matanya terus turun. “.. Gamsahamnida, Luhan.”

 

“Pay pay, Kai. Sampai jumpa lagi.”

 

Luhan dan Sehun tersenyum kemudian menghilang seakan ditelan bumi. Sepasang sejoli itu hilang dihadapan Kai dengan wajah yang teramat bahagia.

 

Kai menghapus air matanya dan tersenyum pasti. “Gomawo Luhan, mengajarkan aku berbagai hal dan… telah mempertemukanku dengan Kyungsoo….  Aku benar- benar mencintainya.”

 

 

 >>>

Sebulan kemudian.

 

Pukul 14.00 siang- Korea

 

Kai dan Kyungsoo berada di Korea. Ya… Mereka melakukan perjalan berdua saja ke Korea. Tentu dengan persetujuan Chanyeol.

Mereka memasuki sebuah komplek pemakaman. Kyungsoo memeluk lengan Kai dengan erat.

 

Tap

 

Langkah mereka terhenti tepat disebuah makam yang nampak terurus.

Makam Luhan.

 

Kai meletakkan bunga mawar putih diatas makam Luhan kemudian tersenyum miris. Kyungsoo juga meletakkan seikat bunga mawar berwarna sama dengan yang diletakkan Kai.

 

“Luhan… Bagaimana kabarmu?” tanya Kai pelan.

Kai melirik Kyungsoo dan memeluk pinggang Kyungsoo erat. Dengan senyuman pasti Kyungsoo menggenggam tangan Kai.

 

“Ini Kyungsoo… Namja yang paling aku cintai didunia ini.”

Kyungsoo tersipu malu kemudian menatap makam Luhan. “Gomawo Luhan-sshi.. Kau sudah menuntunku untuk bertemu dengan Kai.”

 

 

Kai tersenyum dan membelai nisan keramik bertuliskan nama Xi Lu Han. “Aku sudah bahagia, Luhan… Aku sudah bahagia.”

 

Kai mencium kening Kyungsoo dan mereka berjalan keluar dari area makam. Sebagai sepasang kekasih mereka punya segudang kegiatan untuk dilakukan bersama. inilah Happy Ending didalam kehidupan Kai.

 

“Goodbye, Luhan.”

 

THE END

 

 

 

Dear Luhan,

Aku sudah bisa tersenyum lagi berkat anak itu

Aku benar- benar berterima kasih padamu

Terima kasih telah membawa Kyungsoo padaku

Dan.. Aku tidak keberatan jika kau memang memanfaatkanku dahulunya

Aku tidak marah

Aku beruntung bisa mengenalmu

Berbahagialah dengan Sehun

Aku tidak akan melupakanmu.

KAI

 

 

 

Dear, Chanyeol-hyung

Kai adalah namja yang baik

Dia sangat menyayangiku dan memperhatikanku

Suatu malam, ia menceritakan semua tentang namja yang bernama Luhan dan memperlihatkan fotonya padaku

Apa hyung tahu? Luhan lah yang menuntunku bertemu dengan Kai.

Namja itu yang menggerakkanku ketempat Kai.

Dia namja yang baik. Aku tahu itu.

Dan aku ingin hubungan hyung dengan Baekhyun-hyung membaik.

Katakanlah hal yang sebenarnya pada Baekhyun-hyung, kalau hyung tahu rencana appa-nya untuk menyingkirkan Baekhyun-hyung setelah ia pulang

Hyung terlihat membeli Baekhyun-hyung namun sebenarnya hyung ingin melindunginya, kan?

Kami akan kembali ke Jepang setelah musim gugur berlalu.

Tunggu aku, hyung.

Saranghaeyo, Kyungsoo

RCL jangan Lupa ya chingu ^^

hehe

makasih udah nyimak FF hyobin

itu buat Hyobin semangat !!

Hwaiting ne :) 

Gamsahamnida ^^

134 thoughts on “{TwoShoot- KAIDO/KAISOO FF} YOUR WORLD -Part 2-

  1. Keren Banget😉❤

    Disini ada seklas ff nya Into Your World Nya Chanbaek ^^❤ ^^ Aku suka banget dech😀
    Akhirnya Kai Bisa dapat penggantinya Luhan ^^ Terus Luhan bisa sma2 Sehun dech😉❤
    Keren Keren😀 Daebak Banget ^^

    Gomawo ^^

  2. ah… kmu hebat…aku kgum… kmu pndai merangakai kta-kta… pandai menyimpan sebuah rahasia dalam crita…. cielah,sok keren gw… bgus thor…. kerrreeennn bget..nget…nget… mau dong dibuatin sequelnya… emmm, pernikahan kyungsoo dan kai mungkin,lalu melahirkan anak kembar yg merupakan reinkarnasi dari sehun dan luhan… huooo…bnyk omong,bntr trik napas dulu….. hana dul shik,pay pay…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s