Lost in Your Love (Part 8)

annyeong chingudeul..

mianhae kalau Hyobin dan LarasYang belum bisaa post ff karena kendala yang menghadang.

karena kejadian tidak disengaja, mello (laptop hyobin) rusak dan semua data disana hilang termasuk FF chap dan oneshoot yang ada disini. jadi hyobin harus mengulang lanjutan FF ini lagi.hanya 2 FF yang tertinggal di FD, itupun FF ChanLu. hiks..

jadi mohon kesabaran dan pengertiannya ya chingudeul. beberapa FF sudah dikerjakan ulang kok. semoga selesai dalam sebulan ini ^^ doakan hyobin ya

makasih ^^ hwaiting😀

AUTHOR : ANONIM SINESTESIA

 

EDITOR : KIM HYOBIN

Twitter : @ranalunabila

 

GENRE : ROMANCE, DRAMA, SCHOOL LIFE, ANGST, COMEDY (?)

MAIN CAST : XI LU HAN – OH SE HUN

OTHER : KAI – CHANYEOL- BAEKHYUN- TAO- KRIS – LAY – CHEN

Lost in Your Love

Episode 8

Kamu Punyaku Bukan yang Lain


Baru saja mobil Tao dan Sehun akan masuk pekarangan SMA J.Y.Park, mobil Kris sudah kebut melewati mereka. Dengan cepat Tao yang didepan memutar mobilnya.

“Widih! Pembalap!” seru Baekhyun melihat putaran mobil Tao.

 

Sekarang, tiga mobil kejar – kejaran dijalan sempit Seoul. Mobil Kris didepan, Tao, lalu Sehun dibelakang. Sekitar lima belas menit kejar – kejaran itu berlangsung tanpa hambatan berarti meski sesekali menyenggol gerobak penjual buah, atau membuat beberapa pengendara motor marah.

 

Sampai akhirnya disebuah simpang empat. Dari jalur kanan sebuah truk mengklaskon keras. Mobil Kris yang menerobos lampu merah kaget dan membanting stir kekiri, tanpa melepas pedal gas. Mereka selamat dari tabrakan truk. Tapi akhirnya menabrak sebuah kedai teh dipersimpangan itu.

 

Mobil Tao berhenti sedikit lebih kedepan. Dan Sehun dibelakang mobil Kris. Tao dan Lay bertindak cepat, turun lalu menghampiri mobil Kris. Tapi Kris tidak ada disana. Sosok Kai yang menarik Luhan membuat yang lainnya kaget. Dengan cepat Kai menarik Luhan masuk mobil Tao dan meninggalkan lokasi kecelakaan.

 

“Kemana bang Kris?” heran Tao malah tidak memikirkan mobilnya yag dibawa lari Kai. Lay hanya menggeleng pelan dan kini ia mencemaskan sahabatnya, Luhan.

Sekarang Chanyeol dan Baekhyun sudah bergabung dengan mereka, sementara Sehun sendirian mengejar Luhan.

“Handphone gege nggak aktif” jawab Lay akhirnya.

“Ini surat – suratnya. Nanti kita urus kekantor polisi terdekat” Chanyeol yang membantu mereka berurusan dengan polisi memberikan surat – surat yang berisi tulisan nggak jelas dari polisi ke Tao. Mereka kena tilang -_-

^*^

 

SMA J.Y.Park, beberapa saat sebelumnya.

 

Kai yang berdiri diteras kantor guru melihat lurus kejalanan diseberang SMA itu. Dia kenal jelas mobil yang parkir disana. Samar – samar Kai melihat tiga kepala, secara acak dia menebak kepala – kepala itu. Yang duduk dibelakang stir jelas Sehun. Disampingnya si gigi kelinci, dan di belakang si baby face yang sama bawelnya dengan Tao.

 

Kemudian dia mendengar Lay menelepon Kris, tapi ada yang aneh dari perkataan Lay. Kenapa kalau dia bosan malah menelepon Kris, bukan Luhan. Artinya Lay tau kalau Luhan tidak disekolah. Curiga, Kai mencoba menghubungi Tao. Tapi Tao tidak menjawab telponnya. Kai makin curiga. Jangan – jangan Tao sudah bergabung dengan Lay.

 

“Gege” panggil Kai setelah Kris menutup telponnya.

“Ibu meminta ku membelikan makan siang. Boleh aku pinjam mobil untuk membelinya, dari pada aku menunggu seperti ini”

Tanpa curiga Kris memberikan kunci mobilnya. Dan menyarankan agar Luhan ikut dengan Kai. Dan itu membuat rencana Kai lebih mudah.

 

Saat Kai mengeluarkan mobil dari tempat parkir. Dia melihat Tao berjalan meninggalkan mobil Sehun. Mereka baru saja berkoalisi. Kai yakin Lay pasti ada dimobil Tao. Benar saja saat mobil itu masuk pekarangan, Lay terlihat duduk disamping Tao. Panik! Kai mengas mobilnya.

 

Kai benar – benar panic. Rasa cintanya pada Luhan membutakannya. Kai yakin kalau Lay pasti akan membujuk Kris untuk membiarkan Luhan kembali pada Sehun. Dan Lay juga pasti akan membuatnya semakin jahat dimata Luhan dengan membeberkan apa yang diceritakan Tao. Entah kenapa dia yakin kalau Tao sudah cerita ke Lay.

“Kai! Kau gila!!!” kaget Luhan saat Kai langsung menancap gas melewati mobil Tao dan Sehun.

“Kai itu SEHUN!! Hentikan mobilnya aku mau bicara dengan Sehun!!! Kai berhenti!!!” jerit Luhan.

“Aku nggak akan berhenti. Aku akan membawamu pergi meninggalkan Sehun, dan kamu akan menjadi milikku!!” jawab Kai emosi.

“Aku nggak mau jadi milikmu, aku mau dengan Sehun!! Kai jangan gila. Hentikan mobilnya sekarang! Berhenti atau akau akan loncat!!” ancam Luhan.

“Loncat saja, dan kamu akan terluka lalu Sehunmu akan menangis dan menderita!!” ancaman Kai lebih mengerikan.

 

Luhan akhirnya hanya bisa diam. Kemudian dia menangis sambil merintih dan meminta Kai mengentikan mobilnya.

“Kai hentikan mobil aku takut~ Ku mohon Kai berhenti~” isak Luhan lirih tapi Kai mengabaikannya, masih fokus pada jalanan dan mobil Tao serta Sehun yang mengejar.

“Kai ku mohon aku takut~” Luhan berpegang erat pada pegangan dipintu mobil.

“KAI!!!” teriakan Luhan bersamaan dengan klakson truk membuat Kai kaget lalu membanting stir kekanan dan menabrak kedai teh.

 

Ditengah kekalutan yang terjadi dia melihat mobil Tao berhenti. Lay dan Tao meninggalkan mobil mereka dalam keadaan menyala. Kai dengan cepat menarik Luhan yang masih menangis keluar dari mobil dan mendorongnya masuk mobil Tao, dan meninggalkan lokasi kejadian.

^*^

 

Kejar – kejaran mobil Tao yang dipakai Kai dengan mobil Sehun terus berlanjut, polisi bukannya membiarkan, tapi saat sebuah mobil patroli mencoba mengejar mobil – mobil itu ada saja kendala. Mulai dari kerusakan mesin, ban pecah, bensin yang tiba – tiba habis. Atau menabrak tiang lampu jalanan.

 

Kedua mobil itu terus melaju sampai meninggalkan kota Seoul. Dan sore ini, kedua mobil itu melintasi tepian jalan disungai Han dan semakin menjauh dari kota.

Terus kepedesaan.

Jalan semakin memburuk.

Dan Matahari semakin rendah. Serta rerumputan tepi jalan yang makin tinggi.

 

Tapi Kai masih saja semangat memacu mobil. Luhan sudah terkulai dikursi, antara keletihan atau malah sudah pingsan. Dan Sehun sama sekali tak merasa letih meski usahanya untuk memotong mobil didepannya selalu saja sia – sia. Hingga akhirnya mereka sampai di lokasi yang sangat sepi.

 

Duwaaarrrr!!

Sebuah ledakan terdengar dari arah mobil yang dikemudikan Kai. Mobil itu berhenti. Luhan tersentak dan antara sadar atau tidak tangan nya lagi – lagi ditarik oleh Kai keluar dari mobil.

 

“Kai kembalikan Luhan pada ku!!” tagih Sehun yang juga sudah keluar.

“Mengembalikan?? Apa kamu nggak salah! Luhan sudah kembali ketempatnya. Tempat Luhan adalah disisiku. Luhan milikku?!” Kai memeluk tubuh lemah Luhan dengan kasar.

 

“Luhan milikku Kai!!! Dia tak pernah mencintai mu! Dia mencintaiku”

“TIDAK!! Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Lalu kau datang dan berpura – pura mencintainya!! Dan mengambil Luhan dariku!!”

 

“Luhan tidak pernah mencintaimu Kai!! Dia milikku!” Sehun maju selangkah mengulurkan tangannya. “Serahkan Luhan, Kai!”

“Kau mendekat sekali lagi, aku akan melukai Luhanmu” Kai mengeluarkan sebuah obeng kembang dari sakunya. Dan mengarahkannya tepat dinadi leher Luhan.

 

“Kau mencintainya tapi kau menyakitinya”

“Aku akan melakukan apapun untuk membuat Luhan mencintaiku lagi!”

“Aah~” rintih Luhan.

“Ouh, sayang kau sudah bangun?” tanya Kai lembut.

“Maaf ya sayang kalau aku melukai mu”

“Luhan sayang kau tak papakan?” sambung Kai mengelus pipi Luhan.

“Se… seh… sehun” ucap Luhan lirih, antara sadar dan tidak.

 

“Untuk apa kau memanggil Sehun, aku ada disini Lu. Aku akan menjagamu, mencintaimu, melindungimu. Kau juga cinta aku kan Luhan?” Kai mengarahkan wajah Luhan menatapnya. Memeluk Luhan, mencium lehernya.

“Hentikan!!” bentak Sehun, dia cemburu melihat apa yang dilakukan Kai, ah, bukan cemburu. Sehun Murka! Tapi Kai mengabaikannya.

“Se…seh… sehun” bisik Luhan lagi. Kali ini tangan kanan Luhan menggapai kearah dimana Sehun berdiri.

 

“Tak ada Sehun sayangku, Jongin disini”

Kai melumat bibir Luhan kasar.

“Hentikan!! Brengsek!!” umpat Sehun. Dengan marah dia berjalan menuju Kai dan Luhan yang sedang asyik berbagi lidah. Tapi langkanya terhenti saat Kai mendekatkan obengnya kedalam leher Luhan.

 

“Apa kau sudah melakukan apa yang aku lakukan Sehunie?” kata Kai pada akhirnya.

“Itu sangat nikmat!!” teriak Kai.

“BRENGSEK!!!”

 

Sehun akhirnya berlari mengabaikan obeng Kai dileher Luhan. Dengan cepat mendaratkan kepalan tangan kanannya dipipi kiri Kai. Obeng yang dipegang Kai terjatuh. Tubuh Kai jatuh membentur bagian belakang mobil Tao. Sedang Luhan jatuh ketanah.

“BANGSAT!!” satu pukulan lagi. Kali ini Sehun memegang kerah baju Kai, kuat – kuat.

 

Kemudian Kai balas memukul dan mendorong tubuh Sehun. Dua kali dipipi kanan. Sementara Luhan hanya bisa berteriak untuk memohon mereka berhenti, bagaimanapun dia tak mau Kai celaka, apalagi Sehun.

 

Keduanya akhirnya berguling ditanah, saling pukul. Memutuskan kancing baju, merobek lengan baju, menendang perut, memukul dada. Posisi terus berubah, terkadang Kai diatas terkadang Sehun dibawah. Sampai akhirnya mereka sampai ditepian sungai Han.

 

Sebuah suara selain suara Luhan terdengar. Ada beberapa orang diatas kapal yang berlayar di atas sungai dan melihat perkelahian mereka. Tapi Kai dan Sehun mengabaikannya, sampai akhirnya keduanya jatuh kedalam sungai.

 

“SEHUN!!!” teriak Luhan yang menguatkan dirinya merangkak dengan tergesa menuju tepian sungai. Namun entah sejak kapan ada beberapa orang yang menariknya supaya tak jatuh kesungai.

 

Rupanya beberapa orang yang tadi disungai sudah menepi untuk melerai pertengkaran Sehun dan Kai. Beberapa orang akhirnya terjun kesungai dan menarik Kai dan Sehun kembali kedaratan.

 

Tapi tak satupun dari mereka yang sadarkan diri. Begitu juga Luhan. Tapi denyut jantung masih terasa.

^*^

Rumah Sakit Pusat Seoul. Beberapa hari kemudian.

 

Kai terbangun, beberapa luka ditubuhnya masih terasa sakit. Sudah seminggu sejak dia sadar dari koma yang dialaminya selama empat hari. Artinya sudah dua minggu sejak peristiwa ditepi sungai Han. Dan ibunya tak lepas menemaninya. Sesekali seorang perawat pria menemaninya selama ibunya pulang, dan dia belum menerima kabar tentang Sehun, Luhan, ataupun Kris.

 

“Hai, kau sudah bangun” sapa perawat cowok yang tadi udah disebutkan.

“Hai, ibuku sedang pulang ya” kata – kata Kai lebih seperti pemberitahuan.

“Ya, tadi ibumu menitipkan ini” perawat itu menyerahkan makanan yang dibeli dikantin rumah sakit.

“Terima kasih” jawab Kai dengan sebuah senyuman.

 

Dia memandang perawat itu. Wajahnya lembut, matanya besar. Tidak mengingatkannya kepada Luhan, tapi mengingatkan sebuah perasaan yang sama.

Kai sadar, rasa cintanya selama ini menghilangkan pikirannya.

I Lost my Mind.

Dan dia telah kehilangan Luhan yang selama ini dia cintai. Tapi dirumah sakit ini dia menemukan sesuatu yang baru.

 

“Dio” panggil Kai.

“Ya?” jawab perawat yang sedang membukakan tirai kamar Kai.

“Aku sudah menemukannya” kata Kai puitis.

“Apa?” D.O mengerutkan kening heran.

KAMU

^*^

Apartemen Sehun.

 

“Abang yakin nggak mau ketemu Kai dulu? Ini udah lewat dua minggu lho Kai dirumah sakit” ujar Tao duduk manis disofa ruang TV.

“Biarkan Kai pulih dulu, secara fisik atau pun mental” jawab Kris mengaduk salad yang akan jadi makan malam mereka.

“Tapi kenapa Sehun dan Luhan bisa sembuh cuman tiga hari dan nggak pakai koma, tapi si Kai sampai koma empat hari” Tao mengambil biscuit yang ada diatas meja.

 

“Kai, bukan cuman fisiknya aja yang sakit. Secara mental, Kai juga terganggu. Kamu bayangin aja. Ayahnya baru meninggal, terus Luhan yang selama ini dia cintai saat datang ke upacara pemakaman ayahnya malah bawa cowok lain. Jadi dia agak sedikit shock”

“Abang tau dari awal kenapa malah biarin aja?” Tao sekali lagi mengambil biscuit dimeja, tiga sekaligus.

 

“Kan tadi dibilangin, Kai itu lagi shock. Terus dia minta aku buat bikin Luhan pisah sama Sehun. Aku bukannya nggak setuju Luhan sama Sehun. Tapi mendengar cerita bibi Jang bagaimana Kai terpukul karena ‘kehilangan’ dua orang yang dia cintai sekaligus. Mau nggak mau ya harus menolong Kai”

“Makanya waktu stalking Luhan sama Sehun, abang nggak semangat banget ya. Masih sering ngebiarin mereka berdua aja. Kaya waktu di Seoul Park itu” kata Tao dengan mulut penuh biskuit.

“Itu sih modus juga” Kris melirik Tao dengan tatapan penuh makna.

 

Tao kemudian mengambil lagi sebuah biskuit. Tapi saat biskuit itu akan masuk kemulutnya, Kris merampas biskuit itu. Meletakkannya diujung lidahnya.

“Hei!!! Itu…”

 

Belum sempat Tao menyelesaikan kalimatnya. Kris sudah menyuapkan biskuit tadi kemulut Tao dengan lidahnya. Beberapa saat bibir mereka bertemu. Wajah Tao memerah.

“…punyaku~” bisik Tao shock setelahnya.

^*^

Teras rumah Baekhyun.

 

“Eggyeol” rengek Baekhyun.

“Yes baby?”

“Bosen disini aja. Kita ketempat Sehun yuk!” ajak Baekhyun merangkul lengan Chanyeol.

“Kamu kan tau kalau Sehun sama Luhan ke Jepang, ketempat orang tua Sehun. Ditempat Sehun juga cuman ada Tao sama gegenya Luhan” jawab Chanyeol mencubit hidung Baekhyun.

 

“Udahlah dari pada kita ketempat Sehun mending kita kekamar aku aja” bisik Chanyeol dengan senyum nakal.

“Nggak!”

“Kamu nggak mau?!” kata Chanyeol dengan nada ngambek.

Chanyeol kemudian berdiri dan pindah kerumahnya.

“Eggyeol” Baekhyun yang panik langsung menyusul Chanyeol melewati jembatan buatan dan masuk kamar Chanyeol.

“Mianhe~ Aku BUKAN…” perkataan Baekhyun terpotong. Saat masuk kamar Chanyeol, tubuhnya langsung diterjang dan jatuh kekasur. Dan sebuah ciuman langsung menyerang bibirnya. Sebuah belaian menyentuh dadanya.

^*^

Beijing, Sebuah swalayan.

 

“Kamu kok udah pulang mendadak gini sih?” kata Chen mengambil beberapa bahan makanan dari rak.

“Aku bosan disana. Sehun ke Jepang. Kris udah sama pacarnya. Masak aku sendirian disana?”

“Seenggaknya bilang dulu dong. Aku kan jadi bisa bikin makanan buat kamu” Chen mengambil sebungkus mie.

“Lay, kamu mau mie yang ini?” tanya Chen menunjuk mie yang diambilnya.

“Nggak mau, yang lain~” pinta Lay manja pada uke kesayanganya itu.

^*

^

Tokyo, Rumah Orang Tua Sehun.

 

Dikamar Sehun baju Luhan dan Sehun tergeletak dilantai. Penuh noda. Sedang lampu kamar mandi menyala, tidak ada orang, tapi jelas baru saja dipakai. Sementara dari kamar itu sendiri terdengar rintihan suara Luhan.

 

“Aaah~~~ Sehunie. Ooouh~~ Sa… sakit” desah Luhan meremas tangan kiri Sehun.

“My Lu, tahan saja. Nanti akan hilang sendiri… nanti kamu akan terbiasa” balas Sehun ikut mendesah.

“Tapi sakit banget” kata Luhan hampir menangis.

 

“Siapa suruh kamu ikut main bola ujan – ujan. Jadi terkilirkan kakinya” ujar Sehun sambil memijat kaki kanan Luhan.

“Aku kan mau main juga. Emang kamu aja yang mau main” kata Luhan menahan sakit.

“Tapi kamukan baru sembuh. Baru juga semingguan disini”

“Apa hubungannya baru semingguan disini? Mama sama Papa kamu aja nggak masalah aku disini”

“Ini kok jadi lari ke mama sama papa sih. Ini masalah kaki kamu nih. Aku nggak tega aja liat kaki kamu jadi sakit gini”

“Gombal lagi deh, kaki kan kaki aku”

“Yaahh, kaki kamu kan kaki aku juga”

“Gombal lagi – gombal lagi”

“My Lu, kamu itu punyaku bukan yang lain. Jadi kalau kamu sakit aku juga sakit.” tangan kiri Sehun menggenggam tangan kanan Luhan. Kemudian mencium punggung tangan Luhan.

Mata mereka bertemu.

Luhan tiba – tiba tersipu.

Karena..

Sebuah cincin melingkar dijari manis Luhan.

 

 

TAMAT

 

Request Fanfic?

Mention: @addymukhziae

 

akhirnya satu FF tamat yaaa ^^

bagaimana? memuaskan?

mianhae baru bisa Post FF anonim saja ^^

secepatnya hyobin akan buat ulang semua kelanjutan FF nya ^^

RCL jangan lupa ya ^^ Gmsha~

87 thoughts on “Lost in Your Love (Part 8)

  1. ff ini keren banget ^^ suka jalan ceritanya dan alurnya. penokohannya apa lagi dan juga pemilihan karakternya ^^ kagum sama author yang nulis ff ini ^^ semoga bisa bikin ff yang lebih keren lagi ya kak ^^ hwaiting ‘-‘)9

  2. Ending nya bikin… Udah mikir ke yadong aja deh -,,- dikira in ngapain tdi luhan ma sehun. Ternyata cuma pijet2 doang ‘-‘😀 walaupun prediksi gue salah klo d.o itu murid exchance(?) tpi kaido jdi ending nya ksah cinta kai yg semu *tsah

  3. huwaaaa
    daebak thor!!!
    aku paling suka pairing hunhan! dan ini ff mengemasnya dengan sangat baik dan sweet!!! >< kyaaaaa

  4. cieh ada yang cinlok nih!!! eh gue kira hunhan lagi apaan(?)*yadongmodeon* ternyata lagi ngobatin kaki luhan ya… haha gue suka nih ff kocak

  5. (;A;) chapter ini sungguh asdfghjkl
    Kai udah kayak psikopat ya x_x TAPI AKHIRNYA KAI BERTEMU DIO DAN KAI ADA RASA SAMA DIO ADUH HOHOHO SENANGNYA~
    Taoris aduh aduh aduh kebayang banget adegannya hohoho😄
    Baekhyun bakal jadi santapa chanyeol nih😐
    HUNHAN UWOUOWUWO Udah nethink duluan sumpah pas ada kata kata sakit dan desahan -____- akhirnya sehun melamar luhan… :’)

  6. sumpah dari awal sampe akhir ada aja surprise yang bikin perut melilit (?)
    tp eon,coba deh bikin ff yg genrenya lebih ngena’ gitu,seperti novel2 nya Ilana Tan,coba baca deh eon😀

  7. dr chap awal hun sm kai bertengkar dg ala koboy tp kenyataanny tambah parah ╯︿╰
    tp untung pd hepi ending semua
    ●﹏●

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s