TwoShoot ChanLu/ ChanHan – Heart TO Heart Part 1

Maaf baru bisa post FF ini ya chingu TT^TT

cuma ini yang tersisa di FD makanya aku post aja

ff ini saya buat dari beberapa fakta exo yang saya dapatkan. semoga jadi berasa bgt kehidupan real anak- anak EXO ya ^^ semoga feel nya dapeettt >.<

kalo ada yang suka, tolong kasih saran yaaa ^^

dibuat saat sang ibu kehilangan anaknya TT^TT #hyobin kehilangn mello TT^TT

hiks

mariii baca FF nya😀

 

Heart to Heart

KIM HYOBIN Present

Pair : Chanyeol dan Luhan

slight : BaekYeol/ Chanbaek , HunHan, Kaido/ Kaisoo, SuDo, LayChen, Kristao/ Taoris

Genre : Drama, Romance,Brothership, EXO life (?)


Hyung… Who you are in my life?

You are my eternity love

But…

I cant reach you

Never

 

 Part 1

Siang yang manis dan hangat untuk semua member EXO. Salah satu boy band kebanggaan SMEnt yang sudah melakukan debut awalnya beberapa bulan yang lalu. Kini semua member EXO yang terdiri dari 12 orang berkumpul di Korea. EXO M yang menguasai pasar China dan EXO K yang menguasai pemasaran di Korea berkumpul lagi setelah lama berpisah. Selama masa promosi, EXO M berada di China dan tentu saja EXO K berada di Korea.

Tentu moment berharga itu tentu tidak akan disia- siakan oleh member EXO K yang memang sangat merindukan EXO M. Kapan lagi mereka bisa bersama jika tidak saat ini. Member EXO M menginap di dorm EXO K yang jadwalnya siang ini mereka akan mengisi suatu acara live disalah satu TV swasta.

Kris sudah bersiap- siap dengan Xiumin, Chen, dan.. magnae EXO M yang terkenal manja luar biasa, Tao. Kris dari tadi sibuk mengeringkan rambut hitam indah sang maknae. Leader tampan itu duduk diatas sofa sementara Tao duduk bersila dilantai. Chen dan Lay nampak bersenda gurau sedangkan Xiumin dan Luhan masih saja memilih sweater yang pantas mereka kenakan.

Member EXO K juga tidak kalah sibuk. Jongin dan Kyungsoo sibuk memasak bersama walau Jongin nampaknya lebih mengganggu sang oemma EXO tersebut. Suho mengamati Kyungsoo dan Kai yang entah mengapa membuat suasana hatinya sedikit aneh. Baekhyun sedang mandi dan Chanyeol? Dia lebih memilih duduk dimeja makan bersama Suho yang menatap kesal Jongin dan Kyungsoo.

Semua lengkap? Belum!

 

“Sehun belum bangun, ya?” Tanya Kyungsoo pada Suho.

“Ah… Nampaknya belum..” Suho segera berdiri namun dengan cepat Luhan berjalan kekamar Suho dan Sehun.

“Biar aku yang membangunkannya.” Ujar Luhan cepat.

Suho mengangguk dan kembali duduk. Tidak menyadari sang rapper EXO K bertumbuh tinggi itu mengamati Luhan dengan tatapan penuh arti.

 

 

 

“Sehun-ah~ Ireona.” Ucap Luhan lembut sambil mengusap surai coklat milik maknae EXO K sekaligus EXO tersebut. Sehun nampak masih sangat mengantuk.

“Sebentar lagi, Luhan-hyung…” gumam Sehun kembali memeluk boneka rusa yang Luhan berikan padanya beberapa bulan yang lalu sebelum Luhan meninggalkan Korea untuk promosi.

Luhan tersenyum manis dan kembali membelai rambut Sehun begitu lembut dan penuh kasih sayang. “Sehun-ah… Bangunlah. Bukankah kita ada jadwal 2 jam lagi. Semuanya sudah bersiap- siap, lho.”

“Sebentar lagi, Luhannie- hyung~” rengek Sehun lagi.

 

Klek

 

Pintu kamar Sehun dan Suho seketika itu terbuka lebar dan sang Appa EXO K datang dengan wajah sedikit kesal.

“Sehun-ah.. Ireona palli!” perintah sang Leader EXO K itu dengan lembut walau terdengar tegas. Namun Sehun masih saja betah bergumam agar ia diberi waktu lebih lama untuk tidur. Luhan menghela nafas lembut kemudian menatap Suho dengan tatapan lembutnya.

“Biar aku yang membangunkannya, Joonmyeon.”

“Luhan-hyung yakin bisa membangunkannya?”

“Yakinlah padaku. Ne?”

Suho mengangguk pelan dan kembali keluar dari kamarnya dan Sehun. Luhan kembali membelai sayang rambut Sehun.

“Kalau kau mau bangun lebih cepat, kita akan membeli bubble tea terlebih dahulu sebelum berangkat ke station TV. Bagaimana?”

Sehun yang mendengar hal itu tentu saja langsung duduk ditepi ranjang dengan wajah sangat ceria dan bersemangat.

“Sungguh, hyung?”

“Tentu.” Angguk Luhan mantap.

“Baiklah!! Aku mandi dulu.” Sehun langsung berdiri dan menarik tangan Luhan untuk keluar kamar. Luhan terkekeh pelan melihat Sehun yang jadi bersemangat. Sungguh kekanak- kanakan namun hal inilah yang membuat Luhan begitu menyayangi Sehun.

Bukan hanya menyayangi.. Namun mencintai setulus hati. Karena mereka adalah sepasang sejoli yang begitu saling mencintai dan menjaga satu sama lain.

 

 

“Annyeonghaseyo, hyungdeul~~” ujar Sehun semangat saat keluar kamarnya menyapa semua member yang masih mengerjakan kegiatan masing- masing.

“Annyeong, Sehun-ah~ Bagaimana sweater warna biru tua ini. Apakah cocok untukku?” Tanya Xiumin yang memamerkan sweater itu dengan sangat menggemaskan.

“Tentu, hyung!! Sangat cocok dengan wajah hyung yang super chubby!!” puji Sehun.

Xiumin mengacungkan jempolnya dan kembali sibuk memilih kalung apa yang akan ia pakai. Luhan hanya bisa tertawa pelan memperhatikan tingkah Xiumin. Saat Luhan mengalihkan pandangan matanya kearah Kris dan Tao, ia kembali tersenyum manis melihat sang Leader asyik menyisir sambil mengeringkan rambut sang maknae. Kelihatannya Tao sedang membicarakan sesuatu dengan Kris karena mereka asyik sekali mengobrol. Seakan dunia milik berdua saja. Lay dan Chen sudah menyusul Suho dan Chanyeol yang duduk di meja makan.

“Hyung.. Cepat mandinyaaaa..” rajuk Sehun didepan kamar mandi.

“Ya! Aku sudah selesai!” balas Baekhyun dari dalam kamar mandi dan membuka pintu kamar mandi dengan cepat. Sehun bersenandung riang dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Baekhyun dibuat melongo oleh kelakuan Sehun yang nampak berbeda.

“Kenapa dia?” Tanya Baekhyun sambil mengeringkan rambutnya kepada Kyungsoo yang masih saja dibuat kesal oleh tingkah Jongin yang selalu mengekorinya.

“Entahlah.. Yang pasti ada hubungannya dengan Luhan-hyung.” Jawab Kyungsoo yang baru saja melepas lengan Jongin yang memeluk pinggangnya.

Baekhyun mengangguk mengerti dan berjalan masuk kedalam kamarnya.

 

 

Luhan bergabung di meja makan dan duduk disebelah Chanyeol. Suho masih mengamati Jongin dan Kyungsoo yang sedang bermesraan. Sebenarnya Jongin yang selalu cari kesempatan memeluk Kyungsoo.

“Aku bantu ya.” Suho akhirnya tidak tahan langsung berjalan mendekati Kyungsoo yang memasak sarapan. Lay melihat itu juga ikut bangkit dan membantu Kyungsoo memasak, kalau soal memasak Lay tidak kalah jago.

“Jongdae!! Bantu aku!” pekik Xiumin dari dalam kamar.

“Ah! Ne, hyung!!” Chen langsung bergegas masuk kedalam kamar yang digunakan Xiumin.

 

Alhasil Chanyeol dan Luhan hanya tinggal berdua saja. Luhan kini asyik memainkan ponselnya dan Chanyeol masih diam menyeruput vanilla latte-nya. Senyuman Luhan nampak sangat indah dari sudut mata Chanyeol.

Sudut mata? Mengapa Chanyeol tidak menatap penuh sosok malaikat itu dengan mata besarnya yang indah?

 

“Ah! Chanyeol, kau tahu bagaimana menggunakan aplikasi ini? Kurasa ponsel kita sama.”

 

Perkataan tiba- tiba Luhan berhasil membuat Chanyeol terbatuk keras. Sepertinya ia tersedak.

“UHUKK! UHUUK!!”

 

“Gwechana?” Luhan langsung menepuk punggung Chanyeol lembut dan memberikan air putih yang dibawakan oleh Lay.

“Gwechana?” Tanya Lay ikut prihatin pada Chanyeol.

“Ne.. Uhuk.. Gwechana..” Chanyeol menarik nafas panjang dan langsung masuk kedalam kamarnya meninggalkan Luhan dan Lay yang saling bertatapan.

 

“Kalian kenapa?” Tanya Lay penasaran.

“Entahlah.. Aku hanya menanyakan tentang aplikasi di ponsel kemudian dia terbatuk seperti itu.” Jelas Luhan sambil mengangkat bahunya.

 

“Hmm.. Mungkin dia kaget.” Lay memegang pundak Luhan kemudian kembali bergabung dengan Kyungsoo , Jongin, dan Suho. Sedangkan Luhan kembali asyik memainkan ponselnya lagi. Sepertinya Luhan tidak menyadari gelagat aneh Chanyeol.

 

“Hyung duduk saja di meja makan seperti tadi.” Jongin nampaknya kesal dengan kelakuan Suho yang menurutnya ‘menganggu’.

“Lebih baik kamu yang duduk, Jongin. Apa kau tidak tahu kau hanya mengangguk Kyungsoo? Bisa- bisa kita semua terlambat untuk sarapan.”

Jongin menatap Kyungsoo dengan tatapan memelas. Jujur saja Kyungsoo jadi tidak tega, kemudian menghela nafas panjang. “Biarkan saja, hyung. Aku tidak terganggu, kok. Sungguh.”

Jongin tersenyum penuh kemenangan dan membantu Kyungsoo mengaduk masakan yang ia buat. Suho hanya bisa menghela nafas panjang dan memasukan potongan bawang yang ia iris kedalam pengorengan Lay.

 

 

Kamar Chanyeol dan Baekhyun.

 

“Kenapa, Yeollie?” Tanya Baekhyun yang sedikit kaget karena Chanyeol tiba- tiba masuk kedalam kamar mereka.

Chanyeol mengusap bibirnya dan menggeleng pelan.

“Gwechana?” Tanya Baekhyun mulai cemas melihat wajah Chanyeol yang merah padam.

“Gwechana, Byunnie!”

 

Grep

 

Chanyeol langsung memeluk tubuh mungil Baekhyun. Ia benamkan wajahnya diceruk leher Baekhyun dan terus menggumamkan sebuah kata.

“Saranghae.. Saranghae… Saranghae..”

Baekhyun tersenyum manis dan membalas pelukan Chanyeol. Ia pejamkan matanya sesaat dan menjawab setiap perkataan Chanyeol.

“Nado… Nado..Nado.. Nado saranghae..”

 

 

Backstage setelah performance.

 

“Uwaaa senang sekali!!” ujar Baekhyun sambil memeluk tubuh Luhan dari belakang. “Hyung~ Ini pertama kali kita tampil ber-12 ya. Menyenangkan!!”

“Ne.. Panggung jadi penuh sekali.” Chen menyetujui.

“Suara Jongdae-hyung benar- benar tinggi ya.. Keren sekali yang tadi.” Puji Kyungsoo dengan semangat.

“Kyungsoo juga.. Tapi yang paling keren saat kita bernyanyi bersama.” Chen yang terkenal sebagai ‘Skin Ship Machine’ langsung memeluk Baekhyun dari belakang. Jadinya berkaitan seperti kereta. Luhan dipeluk oleh Baekhyun dan Baekhyun dipeluk oleh Chen. Melihat itu, Kyungsoo ikut- ikutan memeluk Chen dari belakang. Kemudian tawa renyah terdengar dari keempat main vocal EXO tersebut.

 

“Mwoya!! Lepaskan Luhan-hyung!!”

 

Sehun yang datang membawa sebotol air mineral langsung protes ketika melihat Luhan dipeluk seperti itu. Sebenarnya Sehun datang bertiga dengan Jongin dan Chanyeol.

“Sehun-ah mau ikut?” Tanya Luhan sambil membuka kedua tangannya seakan ingin menangkap tubuh Sehun dalam dekapannya.

“Jangan, hyung. Nanti kereta- keretaan kita jadi aneh.” Sergah Baekhyun.

Chen dan Kyungsoo tertawa pelan melihat Sehun yang mem-pout-kan bibirnya.

 

“Aku juga mau ikut!” kata Jongin cepat.

Jongin yang melihat Kyungsoo langsung mengambil bagian tepat dibelakang Kyungsoo. Ia peluk tubuh Kyungsoo sambil terkekeh pelan.

“Kenapa kereta apinya tambah panjang?” Kyungsoo malah tidak merespon Jongin yang sudah berteriak kegirangan karena Kyungsoo tidak melepas pelukannya.

 

“Aku juga mau ikuutttt!” Tao datang bersama Kris dan Xiumin langsung antusias. Tao memeluk Luhan dari depan tentu membuat Sehun jadi kaget namun karena ada Kris ia tidak bisa protes.

Memarahi Tao sama saja cari mati dengan Leader EXO M itu. Kris tidak akan segan- segan memarahi siapapun jika berani membuat Tao sedih atau memarahi Tao. Contohnya, Luhan dan Xiumin yang pernah dimarahi habis- habisan karena membuat Tao menangis akibat cerita hantu yang mereka katakan pada Tao. Baekhyun juga pernah dimarahi oleh Kris karena hal yang sama.

 

“Waah ~ Ada apa ini? Main kereta- keretaan ya~” Tanya Lay yang juga baru datang bersama Suho.

 

“Hyung! Lihat, Tao-gege memeluk Luhan-hyung ku!” Sehun langsung meminta pertolongan pada Suho. Kris menghela nafas panjang dan menarik tubuh Tao pelan agar terlepas dari tubuh Luhan.

 

“Tao panda, Sehun cemburu jika kau memeluk Luhan seperti itu.” Terang Kris.

 

“Eh? Mianhae, Sehun-ah.. Aku tidak tahu.” Tao terlihat sangat merasa bersalah, otomatis Kris menatap maknae EXO K itu dengan tatapan tajam. Padahal Kris yang mengatakan kalau Sehun cemburu.

Sehun menelan kasar air liurnya.

“Gwechanayo, Tao-gege!! Hahaha! Aku tidak marah, kok. Sungguh!” Sehun menepuk pelan punggung Tao yang kini menunduk.

“Jinjja?” Tanya Tao sambil menunjukkan wajah super imut.

“Tentu, gege.”

“Sehun-ah!!” Tao tersenyum kemudian memeluk sang maknae EXO K. Sehun menghela nafas lega karena nasib buruk yang ia bayangkan tidak akan terjadi karena  Tao sudah ceria kembali. Kris nampak tersenyum lembut melihat maknae binaannya kembali tertawa riang.

Luhan ikut tersenyum melihat keceriaan ketika semua berkumpul. Jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti ini dan sedihnya, 3 hari lagi EXO M akan kembali ke China.

 

Luhan tidak menyadari kalau sepasang mata menatapnya pilu. Diantara keceriaan yang menguasai, dari tadi tawa yang ia berikan hanyalah kepalsuan.

 

 

Malam harinya, setelah pulang dari Station TV.

 

Chanyeol memutuskan untuk berjalan- jalan sejenak. Ia keluar dari kamarnya dan ia harus melewati ruang tengah yang sedang penuh oleh semua member EXO kecuali Baekhyun dan dirinya. Baekhyun  langsung tertidur setelah pulang. Memang Baekhyun sangat mudah keletihan.  

“Chanyeol-ah! Mau kemana?” Tanya Suho dari ruang tengah melihat Chanyeol berjalan keluar dorm. Otomatis semua yang ada diruang tengah menatap Chanyeol yang mulai memakai jaket tebalnya.

“Aku mau membeli sesuatu, hyung.” Jawab Chanyeol sambil mengantongi masker.

Suho mengangguk. “Hati- hati, ya.”

“Ne, appa!!” Chanyeol memamerkan gigi indahnya.

“Appa? Hah~ Oemma-mu terus saja digerayangi oleh Jongin.” Ujar Suho sambil menatap Kai yang sedang menyuapi Kyungsoo potato chips. Mendengar ucapan Suho sontak semua yang ada disana tertawa.

“Ya! Kapan aku menyetujui sebutan oemma untuk Kyungsoo-hyung!!” protes Kai. “Kalau Kyungsoo-hyung yang oemma berarti aku harus jadi appa-nya bukan Suho-hyung!”

Suho mengangkat bahunya kemudian tersenyum manis. “Fans yang memberikan kami julukan itu, lho. Berarti kami berdua COCOK!”

Sehun memeluk pinggang Luhan dan tertawa pelan. “Kalau kami tanpa diberitahu, semua orang juga tahu pasangan HunHan yang paling terkenal. HunHan is REAL!!” Teriak Sehun yang disambut tawa oleh semua member kecuali.. namja tinggi yang kini memakai sepatu didepan pintu dorm.

 

“Kabarnya Chanyeol diangkat menjadi kepala fansclub HunHan shipper oleh Fans, kan?” ucapan Xiumin membuat semua orang yang ada disana mengangguk mantap kecuali HunHan yang nampak kaget.

“Whoa? Benarkah?” Tanya HunHan serempak.

 

Chanyeol tersenyum manis dan membenarkan. “Tentu! Pasangan seperti kalian memang harus didukung, kan? Kalian sangat cocok jika bersama. Siapa yang tidak ingin mendukung kalian? Hahaha..”

 

Sehun tersenyum manis dan mencium pipi Luhan. “Sudah banyak yang mengakui cinta kita, hyung.”

Luhan menggengam tangan Sehun erat. “Semoga semua orang bisa menerimanya, Sehun-ah.”

“Kyaaa~ Kalian cute sekali.” Puji Tao yang gemas kemudian memeluk lengan Kris erat. Kris jadi tersipu malu akibat ulah polos Tao.

Chanyeol tersenyum kemudian melambaikan tangannya. “Nah! Aku pergi sebentar.”

 

 

>>> 

 

 

“Bodoh!!” desis Chanyeol sambil menendang kerikil kecil yang ada dijalan. Kota sudah lumayan sepi karena menjelang tengah malam.

 

“Teruskan saja, Chanyeol! Teruskan kebohonganmu!!”

 

Chanyeol melihat taman bermain kecil dan langsung memasukinya. Ia duduk diatas ayunan yang lumayan besar. Ia tatap langit malam yang ia pikir sedikit mendung karena tidak ada bintang disana. “Bintang yang paling bersinar hanya ada satu.”

 

Chanyeol memejamkan matanya sejenak. “Namun ia tidak akan pernah menyinariku.”

 

“Mengapa bintang itu tidak pernah menyinarimu?”

 

Tiba- tiba suara yang begitu Chanyeol kenal, muncul tepat dibelakangnya. Chanyeol tersenyum tipis namun matanya tidak lepas dari langit gelap malam itu.

 

“Karena aku tidak bisa menggapai sinarnya.”

 

“Kenapa?” balas suara itu.

 

“Karena aku begitu jauh dari dirinya.”

 

“Kenapa kau tidak mengejarnya hingga cahaya terangnya menyinarimu?”

 

“Jika aku mengejarnya, bintang itu akan redup.”

 

“Redup?”

 

Chanyeol menunduk dan menghela nafas panjang. “Dia sudah menyinari satu hati dan hanya bisa satu hati.”

 

“Kenapa begitu?”

 

“Karena bintang itu tidak tercipta untukku, Luhan-hyung.”

 

Balasan Chanyeol barusan membuat Luhan yang dari tadi berdiri dibelakang Chanyeol ikut duduk diatas ayunan yang tepat berada disamping Chanyeol.

 

“Kenapa hyung bisa ada disini?” Tanya Chanyeol masih menunduk.

“Aku teringat kalau aku harus membeli sesuatu.”

 

Chanyeol mengangguk dan kembali melihat langit malam. “Terlalu kelam.”

 

Luhan mengangguk dan memperhatikan langit malam itu dengan senyuman tipis. “Maaf tadi pagi mengagetkanmu.”

Chanyeol langsung mengalihkan pandangan matanya kearah Luhan. “Eh?”

“Kau jadi tersedak.”

“Itu.. Ah.. Tidak apa- apa, hyung.”

Luhan menatap Chanyeol dan mata mereka tiba- tiba bertatapan. Luhan memberikan senyumannya dan membelai rambut Chanyeol.

 

Deg

 

Dada Chanyeol terasa seperti terbakar. Seketika itu ia bisa merasakan rambutnya yang disentuh oleh Luhan memanas. Sungguh, Chanyeol merasa kalau tubuhnya mati rasa.

 

“Ada apa? Apa kau sedang ada masalah?”

 

“Eh?” Chanyeol bingung dengan pertanyaan Luhan.

 

“Kau nampak tidak bersemangat. Padahal kau mendapat julukan Happy Virus. Tapi kerjaanmu melamun saja dari tadi.”

Chanyeol tersenyum tipis karena ternyata Luhan memperhatikannya. “Aku hanya.. Aku hanya sedikit capek, hyung.”

“Bagaimana hubunganmu dengan Baekhyun? Siapa yang kau maksud dengan bintang yang tidak bisa menerangimu itu?”

“Semua berjalan baik, hyung. Aku tidak menujukan ’bintang’ itu pada siapapun. Itu hanya sebuah perkataan spontan yang keluar dari mulutku.” Jawab Chanyeol masih dengan senyuman namun berbeda.

“Oh begitu. Baguslah.. Hmm.. Aku ingin bertanya tentang Sehun. Apa saat aku sedang di China ia baik- baik saja?”

 

Deg

 

Kenapa kau melukai hatiku seperti ini, hyung?

 

“Kurasa baik- baik saja, hyung.”

 

“Aku sangat mencintainya. Aku takut dia melakukan hal- hal berbahaya jika aku tidak didekatnya. Dia masih kecil dan terlihat labil.”

 

Aku tahu, hyung. Jangan katakan hal itu dengan jelas didepanku.

 

“Joonmyeon-hyung sangat menjaga Sehun, jadi Luhan-hyung tidak perlu khawatir. Kami semua pasti menjaga Sehun dengan baik.”

Luhan tersenyum dan mengangguk mantap. “Dia sangat manja. Aku jadi sangat berat hati meninggalkannya.”

 

Wajah sedihmu membuatku lebih terluka.

 

“Hmm, Chanyeol. Bisakah saat aku sedang di China kau memberitahuku apa saja yang dilakukan Sehun?” sambung Luhan.

 

Chanyeol terdiam.

Ia berfikir, kalau ia mengiyakan berarti dia akan terus berhubungan dengan Luhan saat Luhan sedang ada di China sekalipun. “Bi..Bisa, hyung.”

Luhan berdiri diposisinya dan berjalan kehadapan Chanyeol.

 

Grep

 

Kehangatan menyerbu tubuh Chanyeol yang dari tadi digerogoti oleh dinginnya malam. Mata Chanyeol membulat seketika itu dan pipinya merasakan surai lembut milik Luhan. Jantung Chanyeol seakan lari dari tempatnya dan tubuhnya mendingin.

 

“Xie xie, Chanyeol. Kumohon perhatikan Sehun untukku.” Ucap Luhan masih memeluk Chanyeol.

Tidak membalas pelukan Luhan, Chanyeol tersenyum masam dan mengangguk pelan. “Tentu, Luhan-hyung.”

 

 

Bahkan saat kau berada sedekat ini denganku..

Cahayamu tidak akan menyinariku, Luhan-hyung.

 

Luhan dan Chanyeol masuk kedalam sebuah mini market, seperti tujuan mereka semula. Chanyeol langsung mengambil beberapa sikat gigi. Sedangkan Luhan mengambil obat oles yang hangat.

”Kau hanya ingin membeli sikat gigi?” tanya Luhan.

”Ne.. Sikat gigiku dan Baekhyun sudah sedikit rusak. Kami belum membeli yang baru sejak debut.”

Luhan mengangguk kemudian berjalan kekasir. Chanyeol menghela nafas panjang dan saat ia akan menyusul Luhan, ia melihat sesuatu.

Gantungan kunci rusa berwarna putih. Lucu sekali.

Chanyeol mendekati gantungan kunci itu kemudian menatapnya dalam.

 

 

 

Keesokan harinya.

 

”Sehun-ah~ Hari ini kita free ya.” Ujar Luhan bersemangat saat mereka sedang berdua dimeja makan.

”Ne, hyung. Tao-gege dan Kris-gege sudah pergi shopping ya?”

”Sepertinya begitu. Chanyeol dan Baekhyun belum bangun. Suho berada dikamar Jongin dan Kyungsoo. Xiumin, Lay, dan Chen sedang main catur diruang tengah. Semua memang hanyut dalam kegiatan masing- masing.”

Sehun mengangguk. “Kalau begitu kita ngapain hyung?”

”Hmm..” Luhan nampak berfikir kemudian mengangkat bahunya. ”Entahlah…”

”Bagaimana kalau kita menonton film hantu? Mumpung Tao-gege tidak ada, hyung!!” saran Sehun.

”Ide bagus!! Kalau begitu enakan nonton bersama, kan?”

”Aku ambil DVD nya dulu dikamar, Hyung bangunkan BaekYeol couple ya. Aku akan langsung kekamar Jongin dan Kyungsoo-hyung.” jelas Sehun sambil bangkit dan berlari kekamarnya. Luhan hanya menghela nafas pelan dan tersenyum manis.

Ia berjalan menuju kamar BaekYeol dan dengan lembut mengetuk pintu kamar duo mood maker EXO itu.

 

”Byunnie~ Chanyeollie~” panggil Luhan seraya mengetuk pintu kamar BaekYeol.

 

Tidak ada jawaban.

 

”Hallo~ Kalian sudah bangun?” tanya Luhan lagi.

 

Masih tidak ada jawaban.

 

”Aigoo.. Aku masuk ya.”

Luhan dengan sangat pelan membuka pintu kamar BaekYeol dan.. Ia melihat Chanyeol masih tertidur dilantai dengan telanjang dada serta Baekhyun yang tidur dengan nyamannya diatas ranjang. Luhan menggelengkan kepalanya dan masuk begitu saja.

 

”Byunnie.. Ireona~” Luhan membangunkan Baekhyun dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Ia belai lembut rambut namja manis itu.

”Ng.. Hyung…” gumam Baekhyun saat melihat Luhan duduk ditepi ranjangnya.

”Ireona.. Sehun mengajak kita menonton film HORROR, lho! Ayo, cepat bangun.”

”Horror? Tao tidak ada ya?” tanya Baekhyun yang mulai duduk diranjangnya sambil mengucek matanya imut.

”Biasa.. Duizhang mengajaknya kencan. Kamu seperti tidak tahu bagaimana Yifan saja. Kalau ada waktu luang dia pasti mengajak Zitao jalan- jalan.” jelas Luhan panjang lebar.

”Ne, hyung. Yifan gege memang sangat menyayangi Zitao. Mereka mesra sekali, ya. Tidak ada bedanya dengan.. Ehem~” Baekhyun menatap Luhan nakal. ”HunHan.”

”Yah! Kamu baru bangun sudah bisa menggoda orang ya.” Luhan mencubit pipi Baekhyun gemas.

”Hehehe~ Aku bicara yang sebenarnya, kan! Oke, hyung! Aku mandi dulu.”

”Ne~ Ah.. Kamu bangunkan Chanyeol, ya.” ujar Luhan sambil menunjuk namja yang kini tertidur dengan posisi memprihatinkan.

”Ani.. Hyung saja.. Dia sulit sekali bangun.” Baekhyun langsung menolak dan berjalan keluar kamarnya. Sepertinya ia benar- benar tidak mau membangunkan Chanyeol. Luhan menghela nafas pelan dan berjalan menghampiri Chanyeol yang terbaring dilantai.

”Chanyeol-ah.. Ireona..”kata Luhan sambil berjongkok dan mengguncang tubuh Chanyeol lembut.

”Ng..” gumam Chanyeol tidak jelas.

Luhan terkekeh. ”Chanyeollie, palli!! Ireona~” Luhan memegang pundak Chanyeol pelan. Namun namja tinggi itu masih saja bergumam malas.

”Sama saja dengan Sehun.” bisik Luhan. ”Ya! Ya! Bangunlah, Yeollie!!” suara Luhan mulai mengeras. Alhasil Chanyeol mengusap matanya dan melihat Luhan berada didepannya. Mata Chanyeol seketika itu membulat sempurna melihat seorang malaikat tengah berada didepan matanya.

 

”Mwo!! Luhan-hyung!!” pekik Chanyeol seraya duduk dan menggapai selimut yang ada diranjangnya. Chanyeol langsung menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian.

 

”Hah? Park Chanyeol, aku ini namja! Kau tidak perlu malu dan menutupi tubuhmu seperti itu.” Luhan menggaruk kepalanya yang tiba- tiba gatal. Jujur, Luhan kaget dengan respon Chanyeol saat melihat dirinya.

”Mi…Mian.. Hyung mengagetkanku.” Chanyeol menghela nafas panjang.

”Kenapa kaget?”

”Ti..Tidak.. Biasanya yang membangunkanku Suho-hyung.” alasan Chanyeol berusaha menstabilkan peredaran darah dan detak jantungnya.

”Ah.. Begitu.. Sehun mengajak nonton film horror. Ayo, cepat bangun.” jelas Luhan sambil tersenyum manis.

”Film horror? Tao tidak ada?”

”Pergi kencan dengan Duizhang.” jawab Luhan mantap.

”Ba..Baiklah.”

Luhan tersenyum manis dan keluar dari kamar BaekYeol.

 

 

 

”Haaah… Ya Tuhan!! Aku kaget sekali…”ujar Chanyeol sambil mengelus dadanya pelan. Namun seketika itu ia kembali terdiam dan senyuman manis berhias diwajah merahnya.

”..Cantik..”bisik Chanyeol.

 

 

 

Diruang tengah.

 

Semua sudah bersiap diposisi masing- masing. Baekhyun duduk disofa bersama Kyungsoo dan Jongin. Sedangkan Suho, Luhan, Chanyeol, Sehun Lay, Xiumin, dan Chen duduk dilantai. Lebih tepatnya Lay tiduran dipaha Chen dan Xiumin duduk disamping Chen.

”Semua sudah siap?” tanya Sehun dengan suara sehorror mungkin.

”Cepat saja putar film-nya, Maknae!” perintah Chen.

”Ne~” jawab Sehun dan menekan tombol play.

 

Film sudah diputar dan suasana mencekam segera menguasai ruangan. Semua diam terpana dengan film Ju On the Final yang diputar oleh Sehun.

”Mwo! Jangan  bilang ini film Ju On.”kaget Baekhyun.

”Ne.. Waeyo, Byunnie?” tanya Chanyeol yang duduk tepat dibawah Baekhyun yang duduk disofa.

”..Ahaha.. Tidak.. Film ini sangat menyeramkan.” Baekhyun memeluk leher Chanyeol dari belakang. Dengan senyuman manis, Chanyeol menepuk kepala Baekhyun dengan lembut.

”Gwechana.. Aku ada disini.”

”Ne..” Baekhyun malah mempererat pelukan lengannya dileher Chanyeol.

 

 

”Sehun-ah~ Mereka mesra sekali.” tunjuk Luhan pada Chanyeol dan Baekhyun yang duduk disamping mereka.

”Kita juga kok..” Sehun mengalungkan lengannya keleher Luhan. Alhasil namja cantik itu tertawa pelan.

 

 

”Jongin, duduklah dengan tenang.”bisik Kyungsoo yang tidak nyaman dengan tangan Jongin yang ’nakal’.

”Aku takut, hyung.. Makanya bolehkan aku memeluk tubuhmu.” balas Jongin dengan wajah memelas. Bohong sekali kalau dia takut film hantu.

Kyungsoo menghela nafas. ”Baiklah.”

 

Sementara KaiDo, HunHan, dan ChanBaek sedang bermesraan. Member lainnya fokus menonton film itu. Chen sedari tadi berteriak histeris saat hantu difilm itu muncul tiba- tiba. Xiumin berkali- kali mengelus dadanya karena teriakan Chen lebih membuatnya kaget. Lay nampak tertidur dipangkuan Chen. Suho sibuk mengganggu pasangan Kaido yang duduk diatasnya. Suho duduk sejajar dengan Kyungsoo yang duduk disofa.

Hingga film terputar setengah jalan, HunHan malah asyik mengobrol dan Chanyeol selalu mengamati Luhan dengan sudut matanya. Baekhyun sudah duduk dengan tenang disofa dan kedua kakinya terurai indah dipundak Chanyeol. Dan hebatnya Chanyeol tidak masalah dengan perlakuan Baekhyun yang bisa dibilang tidak sopan.

 

Tep

 

Tiba- tiba Luhan merasakan sesuatu menggenggam tangan kirinya. Ia tatap Chanyeol yang duduk disampingnya dan…

 

Tangan kanan Chanyeol tengah menggenggam tangannya erat.

 

Luhan mengalihkan pandangannya kearah televisi dan adegan yang sangat seram sedang berlangsung dibenda berbentuk kubus itu. Chen kembali berteriak ketakutan dan nampaknya Lay jadi terbangun akibat lengkingan suara indah Chen mendominasi ruangan. Xiumin menghela nafas pelan karena ia lagi- lagi dibuat kaget oleh suara Chen.

Luhan mengira Chanyeol takut dan tanpa sengaja meraih tangannya. Luhan membalas genggaman tangan Chanyeol agar namja tinggi itu tidak merasa takut lagi.

 

 

Chanyeol POV

 

Grep

 

Pabo!! Apa yang kulakukan barusan!!

Oh tidak! Luhan- hyung pasti menganggapku aneh. Bagaimana ini! Aku baru saja menggengam tangannya karena cemburu melihatnya dari tadi bersenda gurau dengan Sehun.

Aku harus melepaskan tanganku sebelum ia sadar kalau..

 

Grep

 

Deg

Deg

 

Dia membalas genggaman tanganku?

Tidak.. Apa ini mimpi?

Luhan-hyung membalas genggaman tanganku? Benarkah ini? Aku memang sedang tidak bermimpi, kan?

Aku masih menatap televisi itu dengan tajam. Entah adegan apa yang kini sedang berlangsung dari film itu. Yang pasti aku hanya mendengar suara jeritan ketakutan Chen dan… suara detak jantungku yang mulai terdengar abnormal.

Oh Tuhan..

Arah pandanganku tak bisa menatap Luhan-hyung karena betis putih Byunnie menjulang hingga keperutku.

Dia memang seenaknya namun aku tidak keberatan dengan semua perilakunya yang tidak sopan padaku. Aku menyanyangi Byunnie seperti aku menyayangi hidupku sendiri. Ia namja baik hati yang selalu menerima semua keadaanku dan kami selalu mengerti satu sama lain.

Tentu Byunnie tidak tahu perasaanku yang sebenarnya pada Luhan-hyung karena aku tak mau melukainya.

Tapi.. Aku akan menyakitinya jika Byunnie melihatku menggengam tangan Luhan-hyung.

Aku harus melepaskan genggaman tanganku.

Harus!

 

 

 

Author POV

 

Luhan kembali menatap Chanyeol yang masih fokus menatap televisi dengan tajam. Merasa bingung karena tiba- tiba Chanyeol melepas genggaman tangan mereka dengan paksa.

Ya.. Walau tidak dengan kasar.

Luhan mengangkat bahunya dan kembali berbicara denngan Sehun.

Mungkin ia sudah tidak takut lagi.” pikir Luhan dalam hati.

 

 

 

>>> 

 

”Waaah~ Seru sekali ya film-nya.” ujar Chen girang setelah film itu selesai. Xiumin menjitak pelan kepala Chen.

”Mwoya, hyung!” Chen mengerucutkan bibirnya.

”Kau terlalu histeris.” jawab Baekhyun dengan sedikit tertawa.

”Chen memang sangat ekspresif ya. Aku malah lebih kaget mendengar suara Chen daripada melihat hantunya.” Chanyeol ikut menggoda Chen.

”Ah! Kita sehati, Chanyeol!!” Xiumin langsung mengarahkan tangannya kearah Chanyeol dan mereka ber- high five ria.

”Lay-hyung masih tidur?” tanya Sehun melihat Lay yang masih tertidur dipangkuan Chen.

”Nampaknya begitu.” Chen mengangguk.

 

 

”Yah! Film-nya sudah selesai.” kini suara Suho terdengar melengking. Alhasil semua member melihat kearah Suho.

”Aku masih takut.” rajuk Jongin sambil terus memeluk tubuh Kyungsoo.

”Kalau dia masih takut biarkan saja, hyung.”ujar Kyungsoo menenangkan Suho.

”Haaa…Berhentilah bergelayut manja dengan oemma-mu.” kini suara Suho terdengar melembut.

”Oemma? Sejak kapan aku menyetujuinya, hyung? Dengar ya KAIDO itu official and SUDO itu hanya buatan fans.”

”Ah.. Ka-” ucapan Kyungsoo sudah terpotong oleh perkataan Suho.

”SUDO itu yang official bukan KAIDO.” Balas Suho sambil berkacak pinggang.

”KAIDO!”

”SUDO!”

 

Semua member menghela nafas panjang kemudian meninggalkan SUDOKAI yang sedang bertengkar memperebutkan Kyungsoo.

 

”Biarkan saja mereka.” ujar Lay yang terbangun dan langsung berjalan kekamar Kai untuk tidur lagi.

”Aigoo…” desah semua member kemudian berjalan menuju dapur, kamar masing- masing, dan ke beranda kecil yang ada didekat dapur.

 

 

Chanyeol lebih memilih masuk kedalam kamarnya dan Baekhyun juga melakukan hal yang sama.

”Joonmyeon-hyung dan Jongin kapan rukunnya ya? Selalu berebut dekat dengan Kyungsoo.”ujar Baekhyun duduk diranjangnya.

”Biarkan saja, Byunnie. Mau bagaimana lagi, Kyungsoo manis sih.”

”Kalau aku, lebih manis siapa?” tanya Baekhyun penasaran pada Chanyeol.

”..Hmm.. Lebih manis kamu…” ujar Chanyeol jujur.

”Lebih manis dari siapa? Dari Kyungsoo, Tao, Chen, dan Luhan-hyung?”

 

DEG

 

Pertanyaan Baekhyun membuat Chanyeol terdiam sesaat. Luhan-hyung? Luhan memang sangat cantik. Jika boleh jujur ia tentu bisa dengan lantang menjawabnya. Tapi tentu saja Chanyeol tidak mau membuat Baekhyun terlihat sedih.

 

”Chanyeol? Kenapa kau menatapku seperti itu?”

 

Chanyeol masih menatap tajam Baekhyun dan ia masih diam.

 

Sedikit bergidik ngeri, Baekhyun menelan kasar air liurnya.

 

”..Kau cantik sekali hingga membuatku terdiam tak berkutik seperti ini.”

 

BLUSSHH

 

Pipi Baekhyun memerah seketika itu. ”G..Gombal!!” Baekhyun melempar bantalnya kearah Chanyeol.

”Aku bersungguh- sungguh, cantik.” Chanyeol memamerkan senyuman khas-nya.

”Gombal! Park Chanyeol tukang gombal!!”

”Hahaha!!”

Akhirnya mereka bermain lempar- lemparan bantal. Tawa terdengar disela candaan yang memang tercipta karena ketulusan hati masing- masing. Chanyeol memang sangat menyayangi Baekhyun. Sangat dan sebisa mungkin ia ingin membuat Baekhyun bahagia.

 

>>> 

 

Hari ini hari kepulangan EXO M kembali ke China. Tidak terasa EXO M sudah seminggu lebih berada di Korea. Dan buruknya, EXO K tidak bisa mengantar EXO M ke bandara. Alhasil, acara perpisahan dilakukan di dorm pagi- pagi sekali sebelum EXO K berangkat kesalah satu station TV Swasta.

 

Luhan dan Sehun tidak lepas sama sekali dari semalam. Bahkan semalam, Luhan tidur seranjang dengan Sehun. Suho mengerti sekali dan memaklumi saja. Memang pasangan itulah yang paling kasihan, Sehun terkadang sering sekali menangis sendirian dikamar saat merindukan Luhan. Perpisahan begitu menyakitkan bagi mereka berdua.

”HunHan mana?” tanya Baekhyun saat menyadari dua namja itu tidak ada diruang tengah.

”..Mereka dikamar.”jelas Suho sambil menunjuk kamarnya dan Sehun.

Baekhyun mengangguk pelan kemudian mendekati Chanyeol yang sedang asyik berbincang dengan Kris.

 

”Kenapa?” tanya Kris lembut saat Baekhyun menghampiri mereka.

”Ani… Hanya saja aku kan juga ingin melepas rindu dengan kembaranku, Luhan-hyung, sebelum kalian pergi ke China.”ucap Baekhyun sedih.

 

Kris dan Chanyeol tersenyum melihat tingkah kekanak- kanakan Baekhyun. Entah sejak kapan Baekhyun memutuskan kalau Luhan adalah saudara kembarnya. Dan hal itu acap kali membuat Sehun akhirnya ngambek dan menangis.

 

”Jika Sehun mendengarnya, Sehun bisa menangis lagi.” kata Chanyeol nyaris berbisik.

”Hahaha~ Tapi Baekhyun dan Luhan sama- sama cantik. Jadi memang cocok jika disebut kembaran. Lagipula mereka sedikit mirip..” timpal Kris.

 

DEG

 

Chanyeol mengamati wajah Baekhyun lekat. Mirip Luhan?

Oh tidak!!

 

Tubuh Chanyeol mendingin seketika itu.

 

Tidak! Ia tidak boleh sekejam itu. Apa yang ia pikirkan! Ia menyayangi Baekhyun bukan karena hal itu! Baekhyun adalah Baekhyun dan Luhan adalah Luhan.

 

”Chanyeol?” Baekhyun menyadari seketika itu Chanyeol terdiam dan wajahnya pucat. ”Chanyeol???”

 

”Ah! Wa..Wae?”

 

Baekhyun dan Kris saling tatap kemudian kembali menatap Chanyeol yang sedang menggaruk kepalanya.

”Kami yang seharusnya bertanya kenapa.. Kau kenapa?” tanya Kris bingung.

”Tidak.. Hahaha~ Aku hanya berfikir kalau Baekhyun jauh lebih cantik.” ujar Chanyeol cepat.

”Lagi- lagi.. GOMBAL!” Baekhyun mencubit lengan Chanyeol.

”Appo~~ Ah! Aku berkata jujur, Byunnie..” Chanyeol mengusap lengannya yang dicubit oleh Baekhyun.

”Kalian ini!!” Kris mengacak- acak rambut Baekhyun gemas. Chanyeol tersenyum setelahnya dan ia mengamati Baekhyun yang tengah berbicara dengan Kris.

 

Tidak!

Kau bodoh, Chanyeol!

 

>>> 

 

Sesuai dengan jadwal, EXO M pulang ke China  beberapa jam yang lalu dan kini EXO K sudah mengisi sebuah acara musik di salah satu station TV.

”Terima kasih atas kerja samanya..” Para member EXO K menunduk sopan pada staff dan mereka bermaksud untuk lanjut pulang. Sangat melelahkan memang karena tidak disiarkan LIVE, mereka berkali- kali mengulang perform agar nampak sempurna.

Dengan teratur mereka memasuki van. Seperti biasa, Sehun, Baekhyun, Chanyeol duduk dibelakang. Suho, Kyungsoo, dan Jongin duduk ditengah dan Manager duduk didepan.

Perjalanan menuju dorm ternyata tidak setenang yang diharapkan, Chanyeol dan Baekhyun menjadi sumber keributan.

Jongin sudah terkapar dikursinya atau lepih tepatnya tidur bersandar dipundak Kyungsoo yang juga tertidur sambil merebahkan kepalanya kekepala Jongin yang tersandar dipundaknya. Suho berusaha tidur namun suara BaekYeol yang bernyanyi atau.. Entah apa yang mereka lakukan sehingga seribut itu, membuat sang Leader sangat terganggu.

Sehun yang diduduk disamping Baekhyun nampak melamun saja dari tadi. Chanyeol tentu meyadari betul penyebab sang maknae tidak bersemangat.

”Sehun-ah kenapa melamun. Sini hyung peluk.” ujar Baekhyun sambil menirukan gaya Luhan berbicara.

Alhasil…

 

”Hiks..Luhan-hyung…” Sehun menangis.

 

”YA! YA!! KALIAN!!” Suho langsung men-death glare Baekhyun dan Chanyeol. ”Sudah dari tadi kalian ribut sekali dan sekarang membuat Sehun menangis?!”

”Mwo! Aku tidak ikut campur, hyung!!” bela Chanyeol yang merasa tidak bersalah.

”Mwoya, Sehun-ah! Aku hanya bercanda.. Uljima, ne!!” nampaknya Baekhyun jadi merasa bersalah karena sudah menggoda sang maknae terlalu berlebihan.

Baekhyun langsung memeluk Sehun yang juga terkenal dengan sebutan maknae evil EXO. Walau maknae EXO M, Tao,  jauh lebih parah manjanya dari Sehun, tapi kalau menyangkut Luhan, Sehun sangatlah sensitif.

Chanyeol menghela nafas panjang melihat Sehun yang sudah merindukan Luhan. Padahal belum sehari mereka berpisah. Cinta mereka pasti sangat dalam.

Sementara Baekhyun menenangkan Sehun, Chanyeol meraih ponselnya dan mengetik sebuah pesan singkat.

 

To : Luhan- hyung

Subject: Maaf menganggumu, hyung.

Text:

Hyung, maaf menganggumu. Apa kau sudah sampai di China?

Kuharap perjalananmu menyenangkan. Setelah kau selesai beristirahat, bisakah kau menelpon Sehun?

Ia baru saja menangis karena merindukanmu.

Park Chanyeol

Status: Sending

 

Chanyeol kemudian melihat pemandangan malam kota Seoul yang nampak buram lewat jendela mobil itu. Suasana sangat hening walau kadang terdengar suara isakan Sehun yang tertahan.

Sehun tidak menangis saat berpisah dengan Luhan tadi pagi. Sehun dan Luhan berpisah dengan senyuman manis. Ia pasti tidak mau membuat Luhan khawatir. Sehun benar- benar memikirkan perasaan Luhan. Jika Sehun menangis, Luhan pasti sangat berat meninggalkan maknae EXO K tersebut.

 

Piip

 

Balasan masuk kedalam ponsel Chanyeol. Dengan cepat Chanyeol membuka pesan singkat yang tentu saja balasan pesan dari Luhan.

 

 

From : Luhan-hyung

Subject: Sehun menangis??!!

Text:

Aku sedang berada di dorm. Kami sudah dari tadi sampai.

Terima kasih, Chanyeol. Kau sama sekali tidak mengangguku. Aku akan menelpon Sehun nanti. Apa dia masih menangis?

Aigoo.. Baby kecilku menangis😦

Status: Reading

 

Sakit? Tentu! Hati Chanyeol sangat sakit karena Luhan begitu mengkhawatirkan Sehun.

Andai ia bisa berterus terang memperebutkan Luhan dari sisi Sehun seperti persaingan terang- terangan yang dilakukan Jongin dan Suho untuk mendapatkan perhatian Kyungsoo, mungkin beban yang ia rasakan tidak seberat dan semenyakitkan ini.

Dengan pelan, Chanyeol membalas pesan Luhan.

 

To : Luhan- hyung

Subject : 🙂

Text :

Dia masih menangis, hyung.

Kami masih berada didalam van menuju dorm. Byunnie sedang menenangkannya. Hyung tidak usah khawatir.

Setelah sampai di dorm, aku akan langsung mengabari hyung.

Status : Sending

 

Baekhyun melirik Chanyeol yang dari tadi sibuk ber- SMS. Sedikit penasaran Baekhyun melirik ponsel Chanyeol dengan tangan yang terus menenangkan Sehun.

”Siapa?” tanya Baekhyun berbisik.

Chanyeol langsung memperlihatkan ponselnya pada Baekhyun. Tentu Baekhyun dapat membaca kalau Chanyeol sedang ber- SMS dengan Luhan. Namun Chanyeol meletakkan jari telunjuknya dibibirnya sendiri kemudian menunjuk Sehun.

Baekhyun menganggguk mengerti dan tersenyum manis.

 

>>> 

 

Di dorm.

 

Sehun langsung masuk kedalam kamarnya dan Suho. BaekYeol menghela nafas panjang melihat Sehun yang masih nampak sangat sedih. Jongin dan Kyungsoo berjalan dengan sempoyongan menuju kamar mereka. Sedangkan Suho berbicara dengan manager sebentar.

”Beritahu Luhan-hyung kalau kita sudah sampai dorm.” saran Baekhyun cepat.

Chanyeol mengangguk dan membuat pesan text untuk Luhan.

 

To : Luhan- hyung

Subject : Sekarang, hyung!

Text :

Luhan- hyung kami sudah di dorm.

Kau bisa menelpon Sehun sekarang.

Status : Sending

 

Baekhyun mengacungkan jempolnya pada Chanyeol kemudian berjalan kekamar mandi. Nampaknya Baekhyun setelah mencuci wajahnya dan berganti pakaian ia akan segera tidur.

 

Piip

 

Langkah Chanyeol terhenti didepan pintu kamarnya melihat ada balasan pesan dari Luhan.

 

 

From: Luhan- hyung

Subject : Xie xie

Text:

Aku akan menelpon Sehun.

Woah~ Xie xie Chanyeol chagiya :*

Poppo~

Status : Reading

DEG

 

OH TUHAN!!

Chanyeol merasakan dadanya bergemuruh hebat.

Pipi Chanyeol memerah seketika itu dan.. dan dia tidak tahu harus membalas apa pada Luhan. Luhan memanggilnya ’Chagiya’? Oh tidak!! Kepalanya terasa sangat pusing.

Dan.. Itu hanya pesan text dengan motion titik dua dan tanda bintang, namun berhasil membuat sekujur tubuhnya mati rasa hingga dunia yang ia lihat seakan hitam.

Hebat!

Dengan tangan gemetaran, Chanyeol mencoba membalas pesan Luhan.

 

 

To: Luhan- hyung

Subject: 🙂

Text:

Sama- sama, hyung. J

Status: Sending

 

Baiklah, Park Chanyeol! Kali ini mungkin kau akan terkesan dingin dan tidak punya rasa humor. Namun ia tidak siap. Ia tidak siap harus membala pesan Luhan dengan motion ’Kiss’. Mungkin bagi Luhan itu hal yang biasa. Namun tidak bagi Chanyeol.

Menghela nafas panjang, Chanyeol masuk kedalam kamarnya dan dengan cepat ia bisa mendengar teriakan Sehun yang kegirangan karena menerima telpon dari Luhan.

Chanyeol merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan menggapai sesuatu yang ada dibawah bantal tidurnya. Ia tatap benda itu dengan tajam. Gantungan kunci boneka rusa kecil sebesar ibu jari berwarna putih.

Kini Chanyeol merasa seperti orang yang paling bodoh didunia.

Ia bodoh.

 

 

TO BE CONTINUE…

cuma FF ini yang tinggal di FD aku jadi aku post aja sebelum ilang juga

TT^TT

#pundung bareng HunHan

RnR kalo ada yang baca yaaaaa

hehe

musti wajib harus😀

gamsahamnida😀

81 thoughts on “TwoShoot ChanLu/ ChanHan – Heart TO Heart Part 1

  1. kasian chanyeol nya
    hikss
    lebih baik ama baekhyun aja haha pasti bahagia kkkk
    lucu nya si sehun manja bgt gitu haha

  2. aku jarang. malah hampir gak pernah baca ff yg pairing nya crack. aku sukanya baekyeol, krishan, kalo gak kaisoo. tapi untuk ff ini aku bener2 suka.
    boleh kasih komen gak? (?)
    kenapa gak dibuat lebih klimaks, biar lebih ngefeel(?) x)
    tapi over all aku suka banget sama ff iniii. mana chapt yg lainnyaaaaaa ><

  3. DEMI APAAAAH INI AGHRRRH MAMAHHHHHHH .. aku lg suka sukanya Kak sana chanluuuu. Doh, sayang sehun sini sama nuna ajaaaaaa. Biarib luhannya sama chanyeol ajaa. Plis Kak plis aku cuka bgt, plis Kak lanjutiin Kak /todong piso/

  4. Hyy,, Perkenalkan syaaa Readers baruu,, Mian ne telat komen..
    Kak Hyobinn, inii kapann lanjutnyaa?? Aku nunggu sampe Lumutan inii.. Aku lagii ngeshipp ama ChanLu couple, Tapi tetap HunHan and ChanBaek kok.. Tapii tetapp akuu lagii fans berat sama nihh couplee.. Lanjut donk kak Hyobin. *puppy eyes* Aku tunggu yahh. ^_~

  5. to kim hyobin nae pggemar berat krya” ff nya…bner” ngena bgt critanya bgus”,,,
    lnjutin donk chingu critanya nae suka critanya chanlu yg heart to heart, bkin pnasarn nih endingnya gmn…
    gomawo…

  6. Chanyeol mencoba berpindah ke lain hati ya? Aigo jgn smpai dah,kasian baeki. Atw akan lbh byk hati yg akan terluka ntar. Mlht lay yg ketiduran nonton film horror jd ingat exo showtime yg lay jg ketiduran smntr member lain menangis saat nonton apa itu jdulny miracle apa gtu. Haha kai kykny nafsu bgt sm d.o dan itu xiumin kasian jd korban high note ny chen,mklumi lah chen kan doyan ny teriak2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s