[LOVE FAILED] Chapter 6

annyeonghaseyo #bow

akhirnya satu ff kelar juga ^^

aku duluin Love Failed soalnya banyak bgt yang minta ^^

FF lain lagi dalam pengerjaan ulang😀

makasih ya udah kasih hyobin semangat terus #bow ama chanyeol

hwaiting!! ^^

abis baca tolong bgt ya buat RnR ato REVIEW nya..aku butuh sekali masukan buat ff yang ada disini

mohon pengertiannya ^^

gamsahamnida😀

FF BAEKYEOL / CHANBAEK/ BAEKRIS

[LOVE FAILED]

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

Twitter : @ranalunabila

 

MAIN PAIR : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Wu Yi Fan / KRIS

Other Pair : Sehun/ Luhan -HUNHAN- , Huang Zi Tao

GENRE : Angst, Romance, School Life, Drama, HURT, TRIANGLE LOVE

BoyBand : EXO

WARNING : BOY X BOY / SHONEN AI/ YAOI

DISARANKAN UNTUK UMUR 15 +

Aku tidak lemah 

Aku bisa melakukan semuanya bahkan jika tanpa nafasmu disisiku

Namun

Kini kenapa nafasku yang sesak saat kau meninggalkanku lagi?

Tidak cukupkah sekali saja?

Aku tidak membutuhkanmu!

Pergi dari sisiku!

Seandainya aku bisa mengatakannya dengan lantang karena aku memilikinya disisiku

Kau akan kembali membuangku, kan?

Kau tidak akan tahu bagaimana rasanya menjadi diriku..

Tidak akan.

Aku harus menegaskan hal ini pada Tao… Baekhyun lebih membutuhkanku.

>>>

Kris duduk terdiam diatas ranjangnya. Ia baru saja mengantar Baekhyun pulang. Memang sudah menunjukkan pukul 8 malam namun ia sama sekali tidak merasa lelah. Walau ia masih sangat memikirkan apa yang dilakukannya dengan Baekhyun tadi sore.

Bohong besar kalau dia tenang- tenang saja berselingkuh seperti itu.

Siapa yang akan dengan ‘tenang- tenang saja’ mempermainkan dua hati yang mencintai dengan tulus?

 

Ia sangat memikirkannya dan ia tidak tahu harus melakukan apa. Jujur ia memiliki perasaan yang sangat dalam pada Tao. Ia tak akan pungkiri hal itu.

 

Dan Baekhyun?

 

Sejak pertama kali Kris bertemu dengan Baekhyun, Kris sudah terikat oleh pesona Baekhyun. Terkesan polos, begitu murni, dan sangat rapuh. Tatapan mata Baekhyun yang membuatnya seakan mati rasa jika ada didekatnya.

Kris ingin sekali melindungi Baekhyun yang ia anggap sangat rapuh dan mudah pecah.

Kris begitu ingin memeluk tubuh Baekhyun yang menangis waktu itu. Makanya waktu bertabrakan dengan Baekhyun dulu, Kris langsung memeluk tubuh mungil itu.

 

Alasannya hanya satu..

 

Karena Kris ingin melindunginya.

 

Dengan tatapan bersalah, Kris menatap foto Tao yang tersenyum manis. Kris seharusnya menyembunyikan foto itu namun Kris sengaja agar Baekhyun melihat foto  Tao. Entah apa yang dipikirkan Kris. Yang pasti ia tidak mau berbohong lebih lama lagi.

 

“Baby… Bisakah aku hidup tanpamu?”

 

 

>>> 

 

 

Keesokan harinya disekolah.

 

“Syukurlah!! Sudah kuduga Kris akan membuatmu sadar!” Luhan menghela nafas lega setelah mendengar cerita Baekhyun.

“..Kris namja yang sangat baik, Luhannie.. Dia seperti pangeran.” Ujar Baekhyun sambil tersipu malu. Luhan terkekeh pelan dan mengusap rambut Baekhyun lembut.

“Aigoo.. Aku sampai tidak bisa tidur gara- gara memikirkanmu dengan Kris. Untung saja.”

“Ahh.. Luhannie~ Maaf membuatmu khawatir.”

Baekhyun tersenyum manis pada Luhan namun matanya kemudian menangkap sesosok namja yang masuk kedalam kelasnya.

 

Chanyeol.

 

Menelan air liurnya kasar, Baekhyun mencoba kembali tersenyum. Luhan yang melihat Chanyeol mendekati meja mereka langsung memasang wajah masam. Entah mengapa Luhan nampaknya tidak suka melihat Chanyeol kini. Apalagi penampilan Chanyeol.

Baju seragam yang tidak sesuai dengan peraturan, rambut berantakan yang tambah panjang, dan wajah Chanyeol yang terlihat suram tampak sedikit menakutkan.

 

“…Kenapa kau berpenampilan seperti ini, Channie?” Tanya Baekhyun pelan saat Chanyeol berada tepat didepan mejanya.

 

Chanyeol mengangkat bahunya dan menatap Baekhyun tajam. “Mau sarapan bersamaku? Aku belum makan.”

Luhan menatap Baekhyun penuh arti. Tentu didalam hati Luhan menyuruh Baekhyun menolaknya. Baekhyun menangkap maksud Luhan kemudian menunduk.

 

“..Aku sudah sarapan.. Tapi..” Baekhyun menghela nafas pelan dan menggigit bibir bawahnya.

”Aku akan menemanimu.” sambung Baekhyun akhirnya.

 

Luhan memegang tangan Baekhyun. Entah Luhan benar- benar bisa bertelepati atau bagaimana, Baekhyun mengerti gelagat Luhan yang terus saja melarangnya dalam hati.

“Gwechana.” Bisik Baekhyun sambil mengangguk pelan.

Alhasil Luhan hanya menghela nafas panjang dan mengangguk. Baekhyun tersenyum manis dan berdiri setelah Luhan melepas genggaman tangannya. Chanyeol tersenyum sekilas kearah Luhan yang dijawab dengan senyuman seadanya oleh Luhan.

 

“Kajja..” ujar Baekhyun  dan mereka berdua keluar dari kelas Baekhyun.

 

“Aish.. Jinjja!!” Luhan hanya bisa mengeluh.

 

 

>>> 

 

Di kantin sekolah.

 

Chanyeol makan dengan sangat tenang sementara Baekhyun hanya memperhatikan ‘sahabat’ barunya itu makan dengan diam.

Baekhyun tidak akan memulai obrolan sampai makanan Chanyeol habis. Ini kebiasaan Baekhyun yang sangat memperhatikan cara makan Chanyeol yang akan berubah sangat lambat kalau diajak bicara.

Setelah Chanyeol menghabiskan makanannya dan meneguk air mineral botol hingga habis, Baekhyun memulai pembicaraan.

“Kau makan seperti orang kelaparan.” Ejek Baekhyun sambil bercanda.

“Oh ya? Entahlah.. Aku sebenarnya tidak lapar, hanya mencari alasan agar kau menemaniku. Aku hanya ingin berdua denganmu.”

Baekhyun menghela nafas panjang. “Jangan mulai lagi, Chanyeol.”

“Baiklah.” Chanyeol mengangkat kedua bahunya.

 

“Baekhyun!!”

 

Suara bass yang sangat Baekhyun kenal terdengar dari arah belakangnya. Secepat kilat Baekhyun membalikkan tubuhnya dan melihat Kris dengan wajah yang bisa dibilang… Marah?

 

“Kris!” Baekhyun malah membalas wajah tak biasa Kris dengan senyuman manis. “Kau sudah datang?”

 

Chanyeol menatap Kris dalam kemudian tersenyum sinis. “Annyeonghaseyo, Kris.”

Tentu saja Kris tidak menjawab sapaan Chanyeol. Entah mengapa Kris malah merasa Chanyeol kini mengintimidasinya dengan tatapan tidak menyenangkan.

 

“Baekhyun, apa yang kau lakukan dengannya?” Tanya Kris akhirnya pada Baekhyun.

 

“Eh? Aku? Menemani Chanyeol sarapan, Kris. Kau sudah sarapan?”

 

Kris menghela nafas panjang. “Sudah. Kalau begitu temani aku kekelas.”

 

Baekhyun mengangguk kemudian menatap Chanyeol yang sudah berwajah kesal.

 

“Ah.. Chanyeol.. Sudah dulu ya.” Baekhyun memegang tangan Kris kemudian berjalan keluar kantin. Chanyeol hanya menatap kepergian dua namja itu dengan tatapan marah.

Marah? Apakah dia berhak?

Tidak!

Mengeluhpun ia tidak berhak karena Baekhyun bukan miliknya lagi.

Bukankah status mereka sudah jelas?

‘Sahabat’

Baekhyun tahu betul Chanyeol marah. Baekhyun tahu betul kalau Chanyeol mengharapkannya tetap disana bersamanya. Baekhyun tahu dan Baekhyun mengerti.

Hanya saja…

Baekhyun harus mengikuti kata hatinya.

Kata hati?

Benarkah?

Lalu mengapa ia mengikuti Kris sedangkan kata hatinya mengatakan kalau ia ingin tetap tinggal bersama Chanyeol dikantin itu?

Kenapa?

 

 

>>> 

 

 

Hari demi hari terus berlalu dan siapa sangka hari dimana Baekhyun menemani Chanyeol makan dikantin sekolah adalah hari terakhir Baekhyun melihat Chanyeol disekolah.

Sejak saat itu Chanyeol tidak pernah datang lagi kesekolah. Baekhyun sudah mencoba menghubungi ibu Chanyeol namun yang ibu Chanyeol katakan ia sudah tidak peduli lagi dengan anak bebal seperti Chanyeol.

Baekhyun tidak bisa menyalahkan ibu Chanyeol, ibu Chanyeol mengatakan sambil menangis kalau Chanyeol kini tidak pernah mau mendengarkan ibunya lagi. Bahkan kini Chanyeol tidak pernah pulang kerumahnya.

Baekhyun tahu pasti kalau Chanyeol pasti berada di pub milik Chen. Namun Baekhyun hanya bisa mengelus dada saat mendengar tangisan ibu Chanyeol.

Ia harus melakukan sesuatu agar Chanyeol kembali menjadi Chanyeol yang dulu. Tidak bisa ia bayangkan jika Chanyeol terus seperti itu.

 

“Mencari Chanyeol lagi?” Tanya Kris saat menyadari tatapan Baekhyun yang menjelajahi kelasnya. Baekhyun memang sering sekali main kekelas Kris saat jam istirahat.

“Chanyeol itu sahabatku, Kris.”

“Sejak kapan?” Kris tampak sangat cemburu.

Baekhyun terkekeh pelan melihat Kris yang kini terlihat sangat lucu dimatanya. “Aigoo~ Kris jangan cemburu.”

“Siapa yang.. Aish! Aku memang cemburu.”

“Mwoya ige? Kris kenapa cemburu? Bukankah Kris yang mengatakan kalau aku milikmu?”

 

Kris tersenyum manis mendengar ucapan Baekhyun. “Sejak kapan si cantik ini bisa membalas ucapanku?”

 

“Sejak kapan ya??” Baekhyun mencibir dan tertawa pelan. Kris mencubit pipi Baekhyun kemudian menarik Baekhyun duduk disampingnya. Tanpa memperdulikan murid- murid lain yang ada dikelas, Kris mencium lembut bibir Baekhyun.

“Wo ai ni..” bisik Kris setelahnya.

“Nado, saranghae..” Baekhyun tertawa pelan kemudian memeluk lengan Kris erat.

 

 

>>> 

 

 

Sepulang sekolah.

 

Baekhyun hanya bisa menghela nafas panjang karena lagi- lagi Kris harus menemui seorang ‘teman’-nya. Tentu Kris tidak memberitahu pasti siapa teman yang ia maksud. Kris sudah pulang duluan. Dan Baekhyun tidak mungkin mengajak Luhan pulang bersama terus, bisa- bisa ia di BLACK LIST oleh Sehun.

 

“Aigoo.. Aku terus saja penasaran dengan teman yang Kris maksud!” gumam Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya.

 

Baekhyun berjalan sendirian menuju gerbang sekolahnya dan seakan teringat sesuatu, Baekhyun mengambil ponselnya cepat.

Tidak memakan waktu lama, Baekhyun menekan tombol virtual ‘Call’ dilayar ponselnya. Ia menelpon seseorang.

 

 

Yoboseyo..”

“Chen~ Ah! Annyeong, bagaimana kabarmu?” Tanya Baekhyun berbasa- basi.

Baik, Baekhyunnie-hyu.. Ah.. Baekhyunnie.. Hehe.”

“Awas saja kalau kau memanggilku dengan sebutan, hyung. Kita ini sama besar walau berbeda beberapa bulan.” Gerutu Baekhyun. Entah mengapa ia merasa terlalu tua jika dipanggil –hyung oleh Chen.

Mian.. Oh ya, ada apa menelponku, Baekhyunnie?”

Baekhyun menghela nafas panjang. “Chanyeol… Ada disana?”

Terdengar desahan lembut disebrang telpon. “Aigoo.. Ne. Dia sedang tidur.”

“Tidur atau…”

“Lebih tepatnya mabuk kemudian tertidur.”jawab Chen pasti.

Baekhyun menghela nafas panjang. “Baiklah aku akan kesana. Pastikan dia tetap disana sampai aku datang.”

Ne.. Ah! Itu.. Dia belum makan.. Bisakan kau membawa makanan kesini? Entah sudah berapa hari ia tidak makan.

“APA!! Dia tidak makan??” Baekhyun benar- benar marah mendengar ucapan Chen. “Baiklah. Kalau begitu tunggu aku.”

Baekhyun mematikan sambungan ponselnya dan berlari kesuatu caffe.

 

“Jinjja! Kau masih saja merepotkanku, Chanyeol.”

 

 

>>> 

 

Sementara itu…

 

Kris dan Tao kini ada di sebuah restoran keluarga yang terletak jauh dari Seoul. Kenapa mereka bisa ada disana?

Jawabannya tentu hanya satu.

Permintaan Tao.

 

“Waah.. Gege aku dengar kalau kita melanjutkan perjalanan sedikit lagi akan ada pantai yang indah.” Celoteh Tao sambil menyuap daging cincangnya.

Kris tersenyum tipis. “Oh ya?”

 

Tao tersenyum manis dan mengangguk cepat. Kris melihat Tao yang makan seperti anak kecil. Bukan ‘seperti’.. Tao memang masih kecil. Tao masih sangat polos dan begitu murni.

Dan tegakah ia menghancurkan hati anak sepolos Tao?

 

“Tao.. Aku ingin mengatakan sesuatu..”ujar Kris pelan. Ia mengaduk- aduk makanannya yang ada didalam piring.

 

“Iya?” Tanya Tao dengan mata polos yang menyiratkan rasa penasaran.

 

DEG

 

Oh tidak!

Tatapan mata itu akan meruntuhkan sesuatu. Meruntuhkan pertahanan Kris untuk mengatakan sebuah pernyataan menyakitkan.

 

DEG

 

Jika Kris mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini.. Apa ia akan melihat air mata Tao?

Dan..

Apa dia sanggup?

Demi Tuhan tidak!!

 

“Gege?” Tao mengayunkan tangannya kearah wajah Kris.

 

“Ah!” Kris sadar kalau ia baru saja melamun.

 

“Apa yang akan gege katakan?” ulang Tao lagi.

 

Kris menelan kasar air liurnya. Ia kembali memikirkan sesuatu kemudian tersenyum manis pada Tao.

 

“Wo ai ni.”ujar Kris pelan sambil mencubit hidung mancung Tao.

 

“What? Hanya itu? Gege membuatku penasaran.” Tao mengerucutkan bibirnya. Dan itu membuat Kris gemas setengah mati.

“Panda manja ini..” Kris mencubit pipi Tao sayang, alhasil Tao tambah mengerucutkan bibirnya. Melihat itu Kris jadi semakin gemas pada Tao. Rasa sayang yang luar biasa kembali menguasai perasaan Kris.

Sepenuhnya kini hati Kris memihak pada Tao.

Dan ini hanya bisa terjadi jika Tao ada didekatnya.

Senyuman Tao bagaikan obat paling mujarab jika ia memiliki luka atau kepedihan hati. Tao sudah merupakan segalanya bagi Kris.

Jika bersama Tao, Kris tidak akan mengingat Baekhyun sama sekali. Ini sudah berkali- kali terjadi dan hanya Tao yang bisa mengubur sosok Baekhyun dalam hati Kris walau hanya sesaat.

Hanya Tao yang bisa.

 

Maaf Baekhyun… Tao masih menguasaiku..” bisik Kris dalam hati.

 

>>> 

 

 

Baekhyun masuk kedalam pub Chen yang masih tutup. Pub milik Chen hanya akan buka malam hari dan kini baru jam 6 sore.

“Baekhyun!!” Chen langsung menyambut Baekhyun.

“Chen~” Baekhyun memeluk tubuh Chen yang begitu mungil dan kurus.

 

Chen memang tidak pernah berubah. Chen mengenal Baekhyun dan Chanyeol karena suatu kejadian tak terduga.

 

Sewaktu Chen -yang memang anak dari keluarga kaya raya- di station kereta api bawah tanah, ia yang memang tidak pernah anak kereta tampak sangat bingung dan ia hampir dimanfaatkan oleh para preman disana. Untung saja Chanyeol dan Baekhyun melihat Chen yang nyaris diserang. Chanyeol menyelamatkan Chen dan semenjak itu mereka berteman baik.

 

“Mana Chanyeol?” Tanya Baekhyun kemudian.

Chen menunjuk tangga yang ada disudut pub. “Kamar biasa, Baekhyunnie.”

“Ayo kita kesana.” Ajak Baekhyun sembari menenteng sebungkus makanan hangat.

 

 

>>> 

 

 

Begitu masuk kedalam kamar, yang Baekhyun dan Chen lihat adalah Chanyeol yang tertidur dilantai dengan posisi yang tidak elit.

”Mwo? Apa dia jatuh kelantai?” Chen hanya bisa geleng kepala melihat Chanyeol.

 

Baekhyun meletakkan kantung berisi makanan diatas meja dan berjalan kearah Chanyeol. Chen mengikuti Baekhyun dari belakang.

 

“Chen ada baju ganti Chanyeol, kan?” Tanya Baekhyun tiba- tiba.

 

“Baju…” Chen tampak berfikir sejenak kemudian mengangguk cepat. “Sepertinya ada. Waeyo?”

 

Baekhyun tersenyum manis kemudian membalikkan tubuhnya kearah Chen. Kini Baekhyun tersenyum manis dan menunjuk kearah Chanyeol yang masih tertidur dilantai.

“Bantu aku mengangkatnya…”

“Eh?” Chen mengerutkan dahinya.

“..Kesana.” tunjuk Baekhyun ke suatu tempat yang ada dikamar itu.

“Ba..Baiklah.” Chen menelan air liurnya.

 

 

 

Hana

Dul

Set!!

 

BYUUURRRRRRRR

 

“WAAAAAAAAAAAAA!!!”

 

Teriakan Chanyeol mendominasi kamar mandi kecil itu. Kini tubuhnya berada didalam bath tub yang terisi penuh air dingin. Dengan mata yang terbuka lebar, Chanyeol melihat Baekhyun tengah berdiri didepan pintu kamar mandi. Tampaknya Chen langsung kabur setelah membantu Baekhyun mengangkat Chanyeol kekamar mandi.

 

“Baek..Baekhyun?!” desis Chanyeol saat melihat namja cantik yang sangat ia rindukan.

 

“Apa? Mau protes? Jinjja!! Sudah berapa hari kau tidak mandi, oeh?!” ujar Baekhyun sembari menatap Chanyeol dengan tatapan marah.

 

Chanyeol hanya mengangkat bahunya dan keluar dari bath tub. “Aku tidak mau mandi.” Rajuk Chanyeol tiba- tiba. Nampaknya ia ingin menggoda Baekhyun agar namja cantik itu tambah cemberut.

 

“Kau harus mandi! Dasar dekil!!” Baekhyun mengunci pintu kamar mandi agar Chanyeol tidak kabur dan mengantonginya.

 

“Yah! Kenapa dikunci!!” pekik Chanyeol pura- pura frustasi. Padahal ia senang bisa berdua saja dikamar mandi bersama Baekhyun.

 

“Kamu mandi sekarang!!” ulang Baekhyun sambil mendorong Chanyeol menuju bath tub. Kalau Chanyeol tidak berpegangan dengan tiang pipa air, Chanyeol pasti jatuh lagi kedalam bath tub.

Baekhyun berjalan cepat menuju lemari kecil berwarna putih yang tergantung dekat shower. Ia mengambil sebotol sabun cair dan shampoo.

 

“Nah! Ini shampoo dan..” saat membalikkan badannya, mata Baekhyun membulat sempurna melihat Chanyeol yang tidak memakai bajunya lagi dan kini tangan Chanyeol sedang menarik turun resleting celana jeans-nya.

 

PRAAKK

 

Sabun cair dan shampoo yang Baekhyun pegang terjatuh begitu saja dilantai. Seketika itu Baekhyun langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

“YA!YA!! PARK CHANYEOL! APA YANG KAU LAKUKAN!!” teriak Baekhyun dengan wajah dan mata yang tertutup rapat.

 

Melihat respon Baekhyun, Chanyeol jadi semakin ingin mengerjainya. Seringai aneh terlihat diwajah tampan Chanyeol dan dengan pelan ia mendekati Baekhyun yang terus mengoceh dengan wajah tertutup kedua tangannya.

 

“Kenapa? Bukankah kau yang menyuruhku untuk mandi?” ujar Chanyeol dengan suara yang dibuat semenggoda mungkin.

Baekhyun menelan air liurnya kasar dan menggeleng cepat.

Dalam hitungan detik, Chanyeol sudah mengepung tubuh mungil Baekhyun dengan tangannya yang bertumpu pada dinding. Sadar tubuhnya sudah terjepit diantara dinding dan tubuh Chanyeol, Baekhyun semakin gugup dan mempererat tangannya agar tetap menutupi wajah merah meronanya.

 

“Baekhyunnie~” Bisik Chanyeol tepat didaun telinga Baekhyun.

 

Oh tidak! Baekhyun merasakan sensasi aneh saat bibir basah Chanyeol bersentuhan dengan daun telinga Baekhyun.

“Chan…Chan..Yeol..”

Pelan tetapi pasti Baekhyun membuka dekapan tangannya dan mengekspos wajah merah meronanya. Alhasil, Chanyeol merasa begitu tergoda dengan tatapan mata Baekhyun yang seakan pasrah menatapnya malu- malu.

Chanyeol mendekatkan wajahnya kewajah Baekhyun. Demi Tuhan, betapa rindunya Chanyeol dengan bibir merah muda Baekhyun yang kini seakan menggodanya. Baekhyun hanya menatap wajah Chanyeol yang terus saja mendekat. Hingga akhirnya…

 

PLETAAAKKK

 

“MWO!!APPO!!” Chanyeol memegangi dahinya yang terasa sangat sakit karena baru saja dihantam oleh Baekhyun.  “Apa yang kau lakukan!!”

“Kau sendiri apa yang kau lakukan!!” Baekhyun mencibir dan segera keluar dari kamar mandi meninggalkan Chanyeol yang masih memegang dahinya yang terkena benturan telak dari dahi Baekhyun.

Entah mengapa Chanyeol tersenyum manis setelahnya.

 

 >>>

Baekhyun duduk dikursi dengan jantung yang berdeguk kencang. Ajaibnya ia sama sekali tidak merasa sakit pada dahinya. Dan.. Hey! Entah mengapa wajahnya terasa panas dan suara jantungnya terdengar bagaikan suara abstrak. Baekhyun menghela nafas panjang dan mengelus dada.

 

“Apa yang akan dia lakukan tadi! Menciumku? Aish!!” Baekhyun memegang kedua pipinya.

 

“Chanyeol PABO!!” Teriak Baekhyun akhirnya.

Bisa dipastikan Chanyeol mendengar teriakan Baekhyun. Buktinya Chanyeol menengok sebentar kearah Baekhyun kemudian melanjutkan mandinya. Tentu tidak perlu membuka pintu untuk melihat Baekhyun. Kamar mandi dikamar itu memang transparan.

 

 

>>> 

 

Kris dan Tao sudah berada dimobil Kris. Mereka melanjutkan perjalanan ke Seoul. Dari tadi Tao melihat keluar jendela memperhatikan pemandangan yang terpampang indah ditambah lampu- lampu yang kerlap kerlip. Tao tentu saja menyukai hal- hal manis dan romantis seperti itu.

 

“..Gege, bagaimana kalau malam ini gege menginap di hotel-ku saja?” Tanya Tao tiba- tiba.

 

“Eh? Tapi besok aku akan sekolah.” Jawab Kris cepat tanpa mengalihkan pandangan matanya kejalan raya.

Wajah Tao tampak sangat kecewa setelah mendengar jawaban Kris. Dengan senyuman memaksa Tao mengangguk dan wajahnya sangat terlihat memelas.

“Begitu ya… Baiklah..”

 

Kris melihat disudut matanya yang tetap fokus menyetir. Bagaimanapun Kris harus fokus pada jalan saat menyetir jika ia tidak mau mati muda. Namun kondisi Tao yang sedang ‘merajuk’ membuat Kris akhirnya menghentikan mobilnya ditepi jalan. Ia tidak bisa konsentrasi sama sekali.

 

“Aigoo.. Tao maafkan aku..” ujar Kris kini menatap mata Tao dalam setelah mobil Kris berhenti.

 

Namun Kris langsung menelan air liurnya saat melihat mata hitam itu berkaca- kaca dan mulai berat.

 

“A..Aku..” Tao menunduk dalam. Tampak mata Tao semakin berat dan marah.

 

“Mwo! Kumohon padamu jangan menangis! Baiklah! Baiklah! Aku akan menginap dihotelmu.”

 

Tidak! Jangan sampai Tao menangis karena ulahnya!

Kris pasti akan mengutuk dirinya sendiri jika Tao sampai menangis karena dirinya. Apapun akan ia lakukan agar namja manis itu tidak menitikkan air mata kepedihan. Melihat air mata Tao sama saja melihat neraka bagi Kris. Ia begitu tidak ingin namja manis itu tersakiti. Kris lebih rela menderita daripada melihat Tao menangis.

 

“Benarkah?” Tanya Tao masih dengan mata berkaca- kaca.

“Tentu baby.. Asal kau tidak menangis.”

Tao tersenyum manis kemudian..

 

CHUU~

 

Tao mencium bibir Kris sekilas. Tentu Kris sedikit terkejut dengan perilaku tiba- tiba si panda nakalnya.

“Xie xie, gege. Ternyata gege sama sekali tidak berubah.”

Kris tersenyum manis kemudian menarik Tao lebih dekat dengannya dan mencium kening Tao lembut dan penuh rasa sayang. Kini mata Tao tampak sudah cerah dan tidak ada lagi gumpalan air mata yang tertahan.

 

“..Aku tidak akan memaksa, gege. Aku hanya bercanda. Lagipula aku datang ke Korea bukan untuk menyusahkan gege.”

“Tao.” Kris kembali mencium pipi merah Tao yang ia pikir sangat menggemaskan.

Ia tahu kalau Tao adalah anak yang sangat pengertian dan begitu memikirkannya. Tao memang sangat kekanak- kanakan namun disisi lain ia bisa jadi anak yang sangat pengertian.

Begitulah Tao.

 

“Ayo lanjutkan perjalanan kita, gege. Nampaknya akan hujan.”

 

Kris mengangguk dan kembali bersiap- siap akan menyetir. “Kajja!!”

 

 

>>> 

 

Chanyeol makan dengan sangat lambat. Setelah selesai mandi, Baekhyun langsung menarik Chanyeol untuk makan. Dan untuk mengulur waktu, Chanyeol makan dengan sangat teramat sangat lambat. Itu karena Baekhyun mengatakan akan segera pulang setelah Chanyeol selesai makan.

Pub Chen sudah buka sejak setengah jam yang lalu. Memang bisa dikatakan waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Suara musik pub tidak terdengar sampai kekamar namun bisa dirasakan kebisingan mulai menguasai tempat itu.

 

“Makanlah lebih cepat.” Ujar Baekhyun akhirnya.

Chanyeol meletakkan sumpitnya diatas kotak makanan itu dan menggeleng pelan. “Aku tidak lapar lagi.”

“MWO?” Baekhyun menatap makanan Chanyeol yang masih sangat bersisa banyak. Ternyata waktu satu jam tidak membuat Chanyeol berhasil menghabiskan makanannya.

“Aku sudah tidak lapar lagi.”

“Makanlah, Chanyeol. Pelan pelan saja asal kau habiskan makanan ini.” Baekhyun terus saja membujuk Chanyeol agar kembali memakan makanannya.

Chanyeol menghela nafas panjang. Ia tatap Baekhyun yang kini menatapnya dengan mata yang begitu memelas. Chanyeol tersenyum tipis dan menyandarkan punggungnya kesandaran kursi.

 

“Kenapa kau begitu baik padaku?” Tanya Chanyeol dengan suara sangat serius.

 

Baekhyun mengerutkan dahinya kemudian menjawab pertanyaan Chanyeol dengan nada bingung. “Karena..Chanyeol sahabatku.”

 

Mendengar jawaban Baekhyun, entah mengapa Chanyeol merasakan dadanya seperti ditembus pedang panjang. Ia tidak suka hal itu dan lebih tepatnya ia tidak mau terima.

 

Dengan malas Chanyeol menghela nafas dan melipat tangannya didada. Ia tatap tajam mata Baekhyun.

 

“Aku tidak bisa menjadi sahabatmu.”

 

“Eh?” Mata Baekhyun membulat.

 

“Baekhyun.. aku tidak bisa menjadi sahabatmu… Aku sudah mencoba namun aku tidak sanggup.” Chanyeol kini menunduk. Ia tidak menatap mata Baekhyun lagi. Sebenarnya ia tidak sanggup menatap Baekhyun dengan tatapan mengintimidasi.

“Chanyeol… Kenapa..”

“Apa alasannya masih tidak bisa kau tangkap Baekhyun? Aku mencintaimu dan menginginkan kau kembali.”

 

DEG

 

Baekhyun terdiam dan menunduk, ucapan Chanyeol membuatnya kembali mati rasa. Entah berapa kali ia harus meneguhkan kembali keraguan yang diciptakan oleh Chanyeol.

 

“Hentikan, Chanyeol. Aku mencintai Kris.” Baekhyun mengenggam kedua tangannya erat.

 

Chanyeol menghela nafas panjang. Ia tampak berfikir sejenak kemudian menatap tajam kemata rapuh Baekhyun.

 

“Pergilah.”

 

Baekhyun terdiam mendengar perkataan Chanyeol. “Eh?”

 

“Pergilah. Aku tidak mau kita bertemu lagi.”

 

DEG

 

Mata Baekhyun membulat sempurna. “Ap..Apa Chanyeol? Apa yang ka-“

“Aku tidak bisa menjadi sahabat yang kau maksud, Baekhyun. Ini terlalu egois…”

“Egois?” Baekhyun merasa matanya memanas.

“Aku ingin kau kembali padaku, Baekhyun. Apa kenangan kita yang lalu tidak bisa mengembalikan hubungan kita seperti dulu lagi?”

 

TES

 

Air mata Baekhyun turun begitu saja kemudian senyuman masam nampak berhias dibibir tipis Baekhyun.

“..Apa kau juga mengingat kenangan itu saat kau berselingkuh dengan sahabatku sendiri?”

 

Chanyeol mematung. Tubuhnya terasa mendingin dan jujur saja ia merasa kehilangan muka untuk sekedar menatap mata Baekhyun yang kini sulit membendung air matanya.

 

“Jujur.. alasan aku memutuskanmu karena aku tidak tahan dengan cara pacaran kita yang terlalu ‘Baik- baik’ saja. Aku menceritakan pada Kyungsoo dan ia ingin membantuku. Awalnya kami hanya memiliki hubungan sebatas hubungan fisik saja.. Aku pikir aku mencintai Kyungsoo karena dia bisa memuaskanku..”

 

Baekhyun yang mendengar kejujuran dari mulut Chanyeol sendiri hanya bisa menahan sakit. Luka lama kembali terbuka lebar. Luka yang masih belum sembuh sepenuhnya kini semakin perih karena kejujuran yang sudah sangat terlambat untuk diutarakan.

 

“Tapi..Itu bukan cinta.. Baekhyun..” Chanyeol menatap wajah Baekhyun lekat. “Yang kucintai bukan Kyungsoo. Hanya kau yang bisa membuatku merasakan cinta yang sesungguhnya.”

 

Baekhyun menunduk, ia gigit bibir bawahnya menahan isakan.

 

“Aku minta maaf  Baekhyun.. Tapi kali ini aku bersumpah akan-“

 

“Cukup Chanyeol.. Cukup.. Jangan diteruskan..” bisik Baekhyun akhirnya.

Suara isakan terdengar dari bibir Baekhyun yang bergetar. Chanyeol hanya bisa mengikuti perkataan Baekhyun untuk diam. Bahkan dia tidak bisa berkata apapun lagi jika melihat air mata Baekhyun yang begitu menyesakkan jantungnya.

 

“Aku… tidak bisa..”

 

Chanyeol mengepalkan tangannya. “Kalau begitu kita tidak usah bertemu lagi.”

 

“Bukan itu maksudku, Chanyeol!” Baekhyun menggeleng cepat. Air matanya terus turun dipipi merahnya.

 

“Lalu aku harus bagaimana? Aku memutuskan untuk tidak sekolah lagi itu karena aku tidak mau bertemu denganmu. Apa kau tahu bagaimana sakitnya melihatmu bersama Kris? Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi.” Chanyeol menatap arah lain tidak menatap mata Baekhyun yang kini menatapnya tidak percaya.

Baekhyun kembali menunduk dan setetes air mata jatuh dengan begitu cepat. Baekhyun menghela nafas panjang dan tersenyum tipis. “Baiklah.”

Chanyeol menelan kasar air liurnya saat Baekhyun berdiri dan menyandang tasnya. Dengan langkah cepat Baekhyun menuju pintu kamar itu dan langkahnya terhenti saat memutar kenop pintu.

 

“Selamat tinggal, Chanyeol.”

 

Kata- kata itulah yang didengar Chanyeol sebelum pintu kamarnya kembali tertutup rapat.

 

 

Chanyeol menghela nafas panjang. Ia tidak menangis, ia hanya menunduk menahan hasratnya untuk mengejar Baekhyun. Tapi Chanyeol sudah menyerah. Ia yakin Baekhyun tidak akan kembali padanya. Toh, Baekhyun lebih memilih Kris daripada dirinya. Chanyeol memijit dahinya dengan tangan kanannya dan ia bisa merasakan matanya memanas.

 

Ayo, Chanyeol! Langkahkan kakimu untuk mengejarnya dan meraihnya kembali.

Apa yang kau tunggu!!

 

 

Tapi suara hati kecil Chanyeol yang terus berteriak tidak membuat Chanyeol bangkit dari tempat duduknya sama sakali.

 

KLEK

 

Mendengar bunyi pintu yang terbuka dibelakannya, Chanyeol langsung bediri dan berbalik badan. Namun yang ia lihat hanya Chen yang masuk kedalam kamar itu. Tentu Chanyeol langsung menghela nafas kecewa. Chen berjalan cepat kearah Chanyeol dan..

 

PLAK

 

Mata Chanyeol membulat sempurna saat Chen menampar keras pipinya. Dengan tatapan tak percaya Chanyeol menatap Chen marah.

“YA! Ap-“

“INI YANG AKU BENCI DARIMU, PARK CHANYEOL! KAU SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MENGHARGAI DIRINYA SAAT DIA ADA DIDEKATMU!!”teriak Chen dengan kerasnya. “Kupikir kau sudah belajar dari kesalahanmu. Ternyata aku salah besar!!”

 

Chanyeol mengepalkan tangannya dan menunduk. “Dia tidak akan kembali lagi padaku..”

 

Chen tersenyum sinis. “Tentu saja dia tidak akan kembali pada namja brengsek yang membuangnya dua kali. Kau pikir kesalahanmu padanya adalah kesalahan kecil, oeh?! Kau menduakan dia dengan sahabatnya sendiri dan tanpa perjuangan keras kau mau Baekhyun kembali padamu? Jangan mimpi!!” Chen benar- benar geram melihat sikap Chanyeol.

“Kau tidak mengerti!” bela Chanyeol.

“Aku memang tidak mau mengerti sikap pengecutmu dan gampang menyerah. Kalau aku jadi Baekhyun, aku akan berfikir seribu kali untuk menerimamu kembali.”

 

Chanyeol terduduk dan membenamkan wajahnya diantara kedua tangannya. Melihat itu, Chen menghela nafas panjang.

 

”Dia tidak peduli pada perasaanku..”

 

“…Aku bersumpah melihatnya kehujanan… menggigil kedinginan.. saat ia mengantarkan sweater yang kau pakai sekarang, Chanyeol.”

 

DEG

 

Mata Chanyeol membulat sempurna. Ia tatap sweater yang ia kenakan. Ia sama sekali tidak tahu kalau sweater itu milik Baekhyun. Memang saat ia melihat sweater itu pertama kali, Baekhyun ada didekatnya namun ia tidak tahu Baekhyun yang mengantarkan sweater itu.

Ah! Seminggu yang lalu… Baekhyun memang datang ke pub Chen. Saat dimana Baekhyun mengatakan kalau mereka lebih baik berteman.

Oh Tuhan!

Baekhyun ternyata sangat perhatian padanya. Walau Baekhyun mengatakan pada Chanyeol untuk tetap berteman saja, tapi perhatian namja cantik itu sama sekali tidak berkurang padanya.

Mengapa ia terlalu bodoh?

 

Chen memegang pundak Chanyeol. “Diluar hujan sangat lebat.”

 

Chanyeol seketika itu langsung berlari keluar dari kamar itu, seakan tidak peduli dengan air matanya yag tertumpah walaupun hanya sekilas. Chen menatap punggung Chanyeol yang menghilang dibalik pintu.

”Chanyeol.. Kau bodoh..”

 

 

>>> 

 

 

[Baekhyun POV]

 

Hujan…

Memang hujan lebat.. Dan aku tidak peduli lagi.

Seberapa kerasnya hantaman air hujan yang menderu tubuhku, aku sama sekali tidak merasa marah bahkan merasa jengkel.

 

 Kenapa hatiku sakit sekali?

 

Mengapa jauh lebih pedih rasanya daripada saat Chanyeol memutuskan hubungan kami?

 

Hahaha

 

Bodohnya kau, Byun Baekhyun.. Kau masih saja mengharapkan pengertian dari namja egois itu. Dia hanya memikirkan perasaannya dan hatinya sendiri. Kau belajar menerima keputusan Chanyeol yang lebih memilih Kyungsoo. Dan kini namja itu hanya memikirkan hatinya yang terluka daripada menerima keputusanmu?

Bodoh!

 

Untuk apa kau selama ini memikirkannya?

 

Percuma ..

 

Sedari tadi aku berjalan cepat tanpa perhatian pada arah.. Apa peduliku?

Toh kemanapun aku pergi, aku tidak akan pernah kembali ketempatnya. Cukup menjauh dan pergi dari hidupnya.. Apa hal itu sulit, Baekhyun?

Tidak!

 

Kau memiliki Kris!

 

Kris…

Dimana kamu, Kris?

Dimana kehangatanmu?

 

”Hiks…”

 

Pabo! Untuk apa aku menangisi Chanyeol lagi?

 

Air mataku bercampur dengan air hujan.

Air hujan seakan menghapus jejak air mata yang memalukan dan menyakitkan.

Aku mempererat pelukanku pada tas sekolah yang dari tadi kepeluk. Bukannya aku takut semua isi tas ini basah, hanya saja aku mencari sedikit kehangatan.

Bodoh!!

 

”Kris.. Eodiga..?”

 

Apa Kris mendengarnya?

Kumohon.. Aku membutuhkanmu kini merengkuhku dalam kehangatan.

Kris.. Apa kau mendengarkanku?

Namja itu membuangku lagi, Kris.. Namja itu membuatku menangis lagi..

 

Jinjja! Apa yang kau pikirkan Baekhyun! Kini kau harus cepat pulang dan menghangatkan tubuhmu. Jujur kakiku mulai mati rasa dan kepalaku sedikit pusing.

 

Perlahan ku dongakkan wajahku menatap jalan yang ada dihadapanku dan..

Oh Tuhan! Aku ada dimana?

Aku melihat kekanan dan kekiri. Namun aku tetap tak bisa menebak keberadaanku kini. Aku yakin ini masih di Seoul, tapi aku belum pernah kedaerah ini.

Aish.. Apa aku berjalan terlalu jauh dan.. tersesat?

Semua orang yang melewatiku menatapku aneh. Tentu saja, aku bahkan tidak memakai payung apalagi mantel hujan. Pasti mereka menganggapku orang aneh. Dan.. Aku masih memakai seragam sekolah. Mungkin saja mereka menganggapku anak nakal yang bolos sekolah dan berkeliaran hingga malam.

Ah! Apa yang kau pikirkan, Baekhyun! Tidak penting sekali.

 

Aku berjalan cepat menuju sebuah halte yang berhadapan dengan sebuah hotel mewah dan beberapa minimarket 24 jam serta apotik. Aku memutuskan pulang naik taksi saja dan berteduh dahulu dihalte tersebut.

Namun, selangkah lagi aku mencapai halte itu…

 

DEG

 

BRUAK

 

Bohong!!

 

Apa yang aku lihat barusan!!

 

BOHONG!!

 

”…K..ri..s..”

 

 

 

[Chanyeol POV]

 

 

Sial!

Kau namja paling bodoh Park Chanyeol!!

 

Tidak peduli hujan yang semakin lebat menerpa dan menghujat tubuhku, aku terus berlari secepat yang kubisa. Memaksa kaki panjangku untuk menemukan namja mungil yang kini entah berada dimana.

Kumohon lindungi Baekhyun, Tuhan.

 

Ia sangat tidak tahan dengan udara dingin apalagi kehujanan seperti ini.

Kumohon jangan sampai ia merintih kedinginan..

Aku terus mempertajam penglihatanku yang buram karena air hujan. Sial! Apa hujan tidak bisa berhenti walau hanya sesaat?

 

”Baekhyun!!” pekikku keras.

 

Namun suaraku tidak akan sampai ketempat Baekhyun, suaraku teredam sempurna oleh suara hujan. Aku tidak main- main, hujan sangat lebat malam ini.

 

Terus kulangkahkan kakiku dengan kecepatan luar biasa. Aku tidak merasakan dinginnya hujan sama sekali. Yang ada didalam pikiranku adalah agar Baekhyun tetap hangat.

Agar malaikat tanpa sayap-ku tetap hangat.

 

Tuhan.. Aku rela kau mengambil seluruh kebahagiaanku asal engkau memberikan kehangatan pada Baekhyun sekarang.

Kumohon..

Kumohon…

 

Aku terus berdoa pada Tuhan agar melindungi Baekhyun.

Mungkin aku tak berhak karena selalu menyakitinya.. Tapi..

 

Aku benar- benar menyesalinya..

 

Aku benar- benar menyesal dan aku ingin melindunginya.

Aku sudah tidak peduli lagi, mau jadi kekasih ataupun sahabat bahkan budak sekalipun, aku ingin melindungi Baekhyun.

 

Maafkan aku Baekhyun..

 

Maafkan aku!

 

Seakan mendapat pencerahan dari Tuhan, aku melihat sosok mungil yang membelakangiku. Walau jaraknya cukup jauh aku tahu sosok itu adalah Baekhyun.

Tanpa menunggu waktu lama, aku langsung berlari menghampiri Baekhyun yang kini terdiam didekat halte. Ia seperti mengamati sesuatu namun aku tidak yakin. Hujan terlalu deras, aku tidak bisa melihat arah pandang Baekhyun menuju kemana.

 

”Baekhyun!!” panggilku keras. Langkah kakiku semakin cepat menuju tempatnya berdiri.

 

Akhirnya aku menemukanmu!

 

Tunggu.. Baru saja tas Baekhyun jatuh dari tangannya.

 

Kenapa dia..OH TIDAK!!

 

JANGAN!

 

KUMOHON JANGAN!!

 

TUHAN, KUMOHON JANGAN!

 

”BAEKHYUN!!”

 


 

To Be Continue

yey selesai satu deeeehhh ^^

nah jangan lupa RCL ya chingu ^^

hwaiting and fighting!!

arigatou >.<

475 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 6

  1. makin galau……… kris kemanaaa sih malah berduaan sama tao😦
    chanyeol jugaa lagi malah nyuruh baekhyun pergi-_- eooon sukses membuat galau :<
    terus itu baekhyun kenapaaa? aaa penasaran setengah iduppp, mau pass part 7 sama part 8 nya dong eonnn😦

  2. HUAAAAAAAAAAA *peluk baekki kuat2* sedih amat idup lu naaaaak #apadeh

    Gilaa keren bgt ni ff, dpat bgt feelnyaa sedih, romance, semuaanya kereennn

  3. kok baekhyun kayaknya shock pas di halte¿¿¿ Ada apah??? katakan beb!!! bang naga selingku?? ada jurig?! ato ada akoooh yang tiba tiba jadi ulzzang?? /–a
    canyol kok ngusir?? untung ada cen kotak tipi kalo kagak pasti cenyol kagak ama baek!!
    yaowoh napa chanbaek kece banget?? napa ni ff dramatis banget?? kenapa akoh cantik banget?? /plak
    bagus thor akooh terhuraa baca ni ff TwwwT

  4. Baekhyun bikin aku khawatir!! Ciyeelaaaa!!!
    Kak hyobin, minta passwoord untk chapter 7 n 8 dong…
    Please………….

  5. Huft.. Tegang banget sumveh baca chap ini…

    Ngenes mulu nih nasibnya si baek, TT^TT

    ditinggal selingkuh mulu, dan it kenapa? Kenapa chan treak? BebekQ KENAPA?

  6. Kenapa jadi tambah banyak masalahnyaaaa
    Byunbaek terlalu polos atau kris yg terlalu kejam ugh
    Chanyeol juga bodohhh arrgghhh byunbaek mulai mencintai kris…dan ini akan semakin rumit #bahasague

  7. Hiks…hiks…
    Baekkie~ knapa hdp mu menderita trus? Kpn bahagia ny? Hadeuh…. );
    Jd lbih baik Baekkie~ sm Chanyeol aj, wlaupn dy prnah khianati Baekkie~ tp dy ud sadar kesalahan ny…
    Fighting Baekhyunnie~…. ^^

  8. aaahh sebenernya masih kecewa sama chanyeol tapi sekarang jauh.lebih kecewa sama kris, kasian banget bakhyunnyaaa semoga chanyeol bisa ngelindungin baekhyun
    next thor

  9. Author, aku baru baca ff ini dan langsung lompat chapter 6… (Padahal baca Chap. 1 aja Belom –‘) hehehe, duh thor feelnya Dapet banget!!! Sedihnya kerasa, tapi ntu apa ya, yang diliat Baek di halte? :3 apa dia liat Bang naga selingkuh??? #pukpukBaek kekeke keep writing thor!!! Next dah!!!

  10. Ya Ampunnnn Kris Ge . . . .😥
    Kasihan tuhh Baek Oppa nya😥

    Chan Oppa juga kenapa jga Pabo banget😥 Seharusnya Chan Oppa bisa donk berusaha lebih keras lagii biar Baek Oppa mau Balikan sma Oppa , Oppa😥

    Bener Bener Ngefeel banget Di hati yang terdalam
    Sumpah Bagus😀 Keren Eonnie ^^

  11. Kasian banget jadi Baek T-T
    Gak tahan rasanya kalau jadi Baek T-T complicated banget T-T
    Terus berkarya ya kak Hyobin! Tinggal 2 chap lagi aku baca tamat nih T-T doh apaini
    Semangat ya kak!

  12. KRIS!!!! :v kya kris bikin greget! Kasian bgt baby b, etapi ceritanya makin seru! Gewla keren bgt thorr!!
    Chanbaek!!!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s