[Oneshoot-Chanbaek/ Baekyeol] Chanyeol to Baekhyun no Romansu

Ehem~

Post FF oneshoot kece and KEREN abisss

high recommened deh pokoknyaaaaa~

Nah untuk menghargai author-nya tentu yang membaca harus kasih komen ataupun jejak yaaa

RCL jangan lupa~ oke lanjut bacaaa ^^

Title: Chanyeol to Baekhyun no Romansu

Author: Nine-tailed fox

Cast: yg ada aja lah

Genre: Es Campur

Length: oneshoot!

Warning: OOC, YAOI, BOYS LOVE, DLDR!

 

*maaf saya males nulis banyak2 /plak!*

 

Ah iyaaaa! Soal arti judul ga usah dipikirin…saya sebenernya juga bingung mau ngasih judul apa!

 

=======

 

Bagiku…

Lebih baik mempercayaimu

Daripada

Merasa cemburu…

 

Baekhyun menatap lekat dua pria bertubuh tinggi yang berjalan semakin jauh didepannya, Wufan dan Chanyeol. Keduanya selalu saja seperti itu, melekat satu sama lain tiap kali EXO-K dan EXO-M berkumpul lengkap. Sedikit merasa terabaikan memang, namun Baekhyun mencoba untuk mengerti, bukankah Chanyeol dan Wufan memang sangat dekat? Terlebih Chanyeol terlihat sangat bahagia berada dekat dengan dengan leader EXO-M itu…satu hal utama yang mencegah Baekhyun untuk mengeluh.

 

“Haaahh~ sabar Baekhyun, sabar…”

 

Ia membenarkan posisi tali tas ransel pada kedua bahunya. Tidak terlalu berat karena hanya berisi keperluan pribadi dan pentingnya saja. Sementara pakaian, sepatu dan lainnya ada didalam kopor yang kini tengah dibawa petugas Airport bersama manager-hyung menuju mobil Van mereka, mobil Van yang akan membawa Baekhyun beserta kesebelas bandmate-nya pulang ke Dorm.

 

Mereka memang baru saja kembali dari Tokyo-Jepang setelah melakukan SM Town Concert…dan sudah ia duga jauh hari sebelum konser, Chanyeol dan Wufan akan selalu melekat satu sama lain bagaikan bunga dan kupu-kupu. Chanyeol selalu saja mengekori Wufan…sedikit membuat Baekhyun sedih.

 

“Beef!”

 

Langkah Baekhyun terhenti saat mendengar panggilan akrab penuh semangat yang langsung membuatnya menoleh kebelakang. Ia tersenyum cerah saat menemukan kalau Tao tengah berlari kecil menghampirinya.

 

“Pandaaaa!”

 

Ia segera memeluk tubuh Tao dan Tao pun membalas pelukannya…ia rindu sekali pada Tao, sangat rindu meski beberapa hari sebelumnya mereka sempat menghabiskan waktu bersama di Jepang. Namun mengingat kalau EXO-M hanya beberapa hari di Seoul, membuat rasa rindu Baekhyun terhadap Tao tak kunjung mereda, dan begitu pula sebaliknya.

 

“Panda kau kemana saja? Kukira kau sudah jalan duluan bersama Wufan-hyung.”

 

Tao mendesah pelan.

 

“Yah, awalnya aku memang duduk bersama Wufan-ge dipesawat…tapi…kau tahu pasti kan bagaimana dia kalau sudah bertemu Chanyeol?”

 

Baekhyun tersenyum simpul, ini bukan lah hal yang aneh atau pun pertama kali terjadi. Ia dan Tao selalu berbagi cerita mengenai masalah ini, kedua orang yang merupakan kekasih mereka mengabaikan mereka sendiri…terkesan seperti…selingkuh terang-terangan.

 

“Sudahlah Panda…biarkan saja mereka, mungkin mereka hanya merasa rindu, sama seperti kita bukan?”

 

Tao tak berkata apapun melainkan hanya tersenyum tipis…jelas sekali terlihat kalau ia masih merasa sedih diabaikan oleh Wufan yang lebih memilik bersama Chanyeol. Baekhyun mengerti, Tao yang lebih muda setahun darinya itu memang masih memiliki sedikit sifat kekanakan.

 

“Sebaiknya kita biarkan saja mereka, sebentar lagi kita mulai sibuk kan? Chanyeol dan Wufan-hyung belum tentu bisa bersama seperti sekarang…sebaikanya beri mereka sedikit waktu.”

 

“Hm…yah…kau benar, Beef.”

 

“Sebagai gantinya, aku akan terus menemanimu selama kau berada di Korea, Panda. Kita bisa tidur bersama, makan bersama, jalan-jalan bersama, menonton bersama…pasti akan menyenangkan sekali! Bagaimana?”

 

Seketika itu juga senyum cerah terlukis jelas diwajah manis Tao. Ia memang telah lama menantikan ini…menghabiskan waktu bersama sahabatnya Baekhyun dan kembali menjalani hari-hari biasa sebelum mereka menjadi Public Figure.

 

“Tentu saja! Aku mau, Beef!”

 

Tao dengan semangat menautkan tangannya dengan tangan Baekhyun dan menarik sahabat baiknya itu melangkah bersama keluar Gimpo Airport. Bahkan maknae EXO-M itu sampai memaksa Baekhyun untuk ikut mobil Van EXO-M.

 

……………

 

Di ambang pintu kamar Chanyeol menatap bingung Baekhyun yang sibuk membawa guling, selimut dan boneka jerapah kesayangannya…boneka jerapah pemberian Chanyeol, sang kekasih tentu saja.

 

“Kau mau kemana?”

 

Senyum terpampang jelas diwajah Baekhyun dari balik guling yang tengah dipeluknya, manis sekali. Senyum favorite Chanyeol.

 

“Aku? Ooh~ malam ini aku akan tidur bersama Panda saja…”

 

“Apa?!”

 

“Jangan khawatir, Yeol…sebentar lagi Wufan-hyung akan datang untuk menempati tempat tidurku…jadi kau tetap tidak akan tidur sendirian. Oke?!”

 

Baekhyun yang telah siap dengan piyama biru tua motif huruf B warna kuning itu berjalan menuju pintu kamar, terlihat sedikit kerepotan memang dengan guling, selimut dan boneka jerapah yang memenuhi dekapannya. Lelaki bertubuh tinggi itu tentu saja tidak tinggal diam, bukannya membantu…Chanyeol yang mulai merasa kesal tentu saja segera menghadang langkah kekasihnya itu.

 

“Kau tidak pernah mengatakan hal ini padaku sebelumnya, Baekhyun.”

 

“Ah…iya maaf, aku lupa…”

 

Hanya singkat dan terkesan tidak peduli. Membuat Chanyeol semakin kesal dan kembali menghadang Baekhyun yang bermaksud meninggalkan kamar. Namja manis itu menghela nafas singkat lalu menatap Chanyeol lembut sambil tersenyum.

 

“Kau kenapa Park Chanyeol? Kau mau aku temani sampai Wufan-hyung datang?”

 

“Bukan itu, Baekhyun…maksudku, kenapa kau harus tidur dengan Zitao malam ini?”

 

“Karena aku sudah berjanji…”

 

“Berjanji?”

 

“Ne! Aku telah berjanji akan terus menemani Panda selama ia berada di Seoul…selamat tidur, Chanyeol.”

 

Pernyataan Baekhyun tentu saja membuat Chanyeol terpelongo…menemani? Maksudnya terus bersama Zitao selama EXO-M berada di Korea? Bukankah itu sampai sepuluh hari kedepan?

 

Chanyeol mengerang kesal saat menyadari kalau Baekhyun telah meninggalkan Dorm untuk menuju Dorm EXO-M yang terletak satu lantai dibawah Dorm mereka.

 

……………

Tao mendesah singkat memandang pasangan Sehun-Luhan yang tengah bersenda gurau didepan televisi, kedua orang itu seakan membangun dinding tak kasat mata yang membuat orang lain enggan mendekat, sehingga mereka tak terganggu sama sekali.

 

Sekali lagi member termuda EXO-M itu menghela nafas, rasanya berat…ia berpaling memandang keluar jendela ruang keluarga dan menemukan mobil Van yang ditumpangi Chanyeol dan Wufan tengah melaju meninggalkan pelataran pakir apartemen dimana dorm mereka berada.

 

Lagi-lagi kedua member paling tinggi itu. Sampai kapan Wufan akan mengabaikannya dan terus bersama Chanyeol? Ia merindukan Wufan-ge nya sungguh…tak tahu kah sang leader betapa kecewanya Tao ketika justru ia malah mengajak Chanyeol untuk bermain squash dan pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun pada Tao?

 

“Wufan-ge…”

 

“Mereka pergi berdua lagi ya?”

 

Suara seseorang ditelinga Tao cukup membuatnya tersentak kaget dan menoleh, entah sejak kapan Baekhyun telah ada disampingnya, Turut duduk dikusen jendela dan juga memandang keluar.

 

“Beef, kau tidak sedih melihat Chanyeol dan Tuijang?”

 

“Apa? Aku…hmmm…” Baekhyun mengusap ujung alisnya dengan pandangan mengarah pada langit-langit, entah apa yang ditatapnya. Tao hanya tahu kalau itu adalah kebiasaan sahabat baiknya tersebut ketika ia tengah berpikir “Kalau aku…aku merasa biasa-biasa saja…memang ada yang aneh dengan mereka?”

 

Tao mengangkat kedua alisnya…Baekhyun sungguh-sungguh terlampau lugu. Tak heran jika ia sering menyebut dirinya sendiri dengan sebutan ‘kembarannya Luhan’ untuk menggoda Sehun. Keluguaannya memang setara dengan Luhan-ge, meskipun Tao yakin kalau Baekhyun tak menyadari hal tersebut.

 

“Mereka kan teman…sama seperti aku dan Panda, iya kan? Chanyeol pasti merindukan Tuijang sama halnya seperti aku merindukan Panda.”

 

“Pemikiranmu sederhana sekali ya Beef?”

 

“Hehe…habis kalau memikirkan hal yang susah-susah kepalaku bisa cepat pusing.”

 

Tao hanya tersenyum tipis menatap Baekhyun yang saat ini tersenyum manis…pantas saja Chanyeol begitu menyukai sahabatnya ini.

 

“Nah, daripada kita berdiam diri…” Baekhyun menepuk kedua bahu Tao dengan kedua tangannya mantap “Bagaimana kalau kita beli Es Krim?”

 

“Es Krim? Kita keluar?”

 

“Tentu saja. Aku yang traktir…bagaimana?”

 

Orang yang diajak langsung mengangguk pasti. Sepengetahuan Tao Es-krim dapat meredakan stress dan meringankan pikiran…tak ada salahnya dicoba.

 

“Hm! Aku mau!”

 

.

.

.

 

“Sebenarnya kita belanja untuk semua member atau hanya untuk Baekhyun?! Dari tadi yang kau pilih hanya makanan kesukaan Baekhyun saja! Pabo!”

 

Chanyeol hanya terkekeh tanpa dosa ketika Wufan menghantamkan kotak sereal pada kepalanya sebelum memasukannya dalam troly belanja. Member termuda setelah Baekhyun itu mengusap kepalanya sejenak lalu kembali memilah buah stroberi yang tentu saja akan ia berikan pada sang kekasih ketika pulang nanti. Sebelumnya Chanyeol juga telah memasukan lima botol susu stroberi, selai stroberi, jus stroberi, sekaleng wafer stroberi, coklat stroberi dan…ah, tak lupa ia nanti juga akan membeli sekotak besar es krim stroberi kesukaan Baekhyun.

 

Sang leader EXO-M yang sedang berbelanja bersamanya saat ini hanya menggelengkan kepala pasrah. Masih ada saja stamina Chanyeol setelah cukup lama bermain squash tadi.

 

“Park Chanyeol yang bodoh! Berhentilah berkutat dengan semua stoberi itu sekarang juga dan segera menuju kasir!”

 

Chanyeol hanya mengerang protes tanpa mampu melawan saat Wufan menyeretnya secara paksa beserta troly belanjanya menuju kasir…sungguh, Chanyeol akan selalu kalap jika menyangkut soal Baekhyun.

 

“Hyung, aku tunggu diluar ya? Disini panas!”

 

“Yaa, sana pergi. Bawa ini, sekalian ambil mobilnya.”

 

Wufan melempar kunci mobil van yang dipinjamnya dari manager pada Chanyeol yang dapat ditangkap dengan baik oleh sang rapper tersebut. Dengan terus mengibaskan tangan Chanyeol berjalan meninggalkan Wufan yang masih berada dikasir, jangan heran…barang yang mereka beli cukup banyak. Tapi untung saja sebagai leader…Wufan dengan lapang dada membayar penuh semua belajaan mereka.

 

“Aaahh~ AC alami memang yang terbaik…”

 

Hal yang pertama kali dilakukan Chanyeol ketika keluar mobil adalah membiarkan angin sepoi memanjakan sekujur tubuhnya yang telah lembab karena peluk. Awal musim gugur yang tidak terlalu dingin…masih sedikit ada angin hangat yang berhembus. Chanyeol memang paling tidak tahan panas…meski dengan berat hati, seringkali ia mengalah pada room mate-nya yang tak lain adalah Baekhyun dan membiarkan kekasihnya itu menghidupkan penghangat ruangan tiap malamnya.

 

Chanyeol bersandar pada bodi mobil dan memperhatikan sekelilingnya, sesekali pejalan kaki melirik kearahnya dengan tatapan penasaran lalu berlalu begitu saja. Sepertinya akibat penyamaran canggihnya hari ini, tak ada satu pun yang menyadari kalau ia ada salah satu member rookie EXO.

 

Tiba-tiba pandangannya berubah tajam saat terpaku pada satu titik. Sebuah restoran khusus es krim yang terletak tepat diseberang jalan tempat ia memarkirkan mobil.

 

“Baekhyun dan…Zitao?”

 

Dinding kaca yang cukup besar membuat isi resto tersebut cukup terlihat jelas oleh Chanyeol…dan ia dengan cepat dapat mengenali siapa dua orang lelaki yang kini tengah duduk berhadapan dikursi paling belakang tepat disamping jendela. Lelaki yang bertubuh lebih mungil kini tengah menyuapi es krim miliknya pada lelaki lain yang duduk dihadapannya sambil tersenyum senang.

 

“Park Chan, kau yang menyetir pulang ya…aku cukup lelah.”

 

Suara debuman terdengar jelas ketika Wufan menutup bagasi setelah memasukan seluruh belanjaan mereka. Namun Chanyeol sama sekali tak bergeming membuat Wufan gusar dan melangkah menghampirinya.

 

“Hei, kau dengar aku ti-“

 

Tepukan kecil Wufan membuat Chanyeol menoleh dengan cepat…amarah terlihat menyelimuti wajahnya, tatapannya tajam menusuk membuat tenggorokan Wufan tercekat dan tak dapat mengucapkan apapun lagi.

 

“Enak saja! Siapa kau berani menyuruhku?!! Menyetirlah sendiri!!”

 

Wufan terkejut bukan main menerima amukan Chanyeol terlebih saat sang rapper menyerahkan kunci mobil dengan kasar lalu berjalan menuju kursi sebelah kursi driver. Sang Leader sempat tersentak ketika Chanyeol menutup pintunya dengan amat keras.

 

“Kenapa dia? Aneh sekali…”

 

Dan sepanjang perjalanan pulang menuju dorm mereka berdua habiskan dengan berdiam diri. Wufan pun sepertinya sama sekali tak berniat untuk mengajak berbincang Chanyeol yang terus saja diam merengut memancarkan aura kegelapan suram dari tubuhnya.

 

……………

 

“Ohayou Gozaimasuuu!!”

 

Seluruh member EXO-K minus Kyungsoo karena sepertinya ia masih berada didapur, yang duduk mengelilingi meja makan menoleh serempak pada Baekhyun yang tengah menarik kursi disamping Joonmyeon untuk ia duduk. Dihadapannya telah duduk Sehun, disebelah Sehun tepat dihadapan Joonmyeon ditempati oleh Chanyeol…sementara Jongin duduk diujung meja menikmati roti bakarnya.

 

Melihat penampilan Baekhyun yang telah rapi dengan celana jeans hitam dan jaket kaus bertudung warna abu-abu yang melapisi kaus merah ditubuhnya, serta topi baseball hitam yang bagian depannya ia putar kesamping kanan…membuat Sehun menelan sarapannya dengan cepat dan langsung membuka suara.

 

“Baek-Hyung mau pergi? Belikan aku Bubble Tea rasa coklat dan pizza sepulangnya nanti ya?”

 

“Yah! Kau ini…aku belum bilang apapun tapi kau sudah memesan yang macam-macam.”

 

Sang maknae hanya tersenyum inosen yang membuat Baekhyun tak dapat menolak permintaannya. Ia lalu mengambil dua lembar roti tawar dan mengolesi salah satu permukaannya dengan selai stroberi yang dibeli Chanyeol…err~ Wufan maksudnya, beberapa hari lalu.

 

“Leader-hyung…aku izin pergi seharian ya hari ini.”

 

“Mau kemana? Bersama Zitao?”

 

Baekhyun mengangguk mantap dengan tangan yang belum berhenti mengolesi selai…namja bersuara indah itu memang suka sekali menggunakan selai banyak-banyak.

 

“Rencananya hari ini aku akan mengajak Panda keperpustakaan, setelah itu pergi ke toko buku, setelah itu menonton One Piece the Movie di bioskop, lalu makan siang di kedai ramen…lalu, lalu…apa lagi ya, hhmmm? Ah! Mengunjungi penangkaran anjing li…-”

 

BRAAKK!

 

Belum sempat yang lainnya tercengang karena ucapan panjang Baekhyun, seseorang menggebrak meja dengan begitu keras membuat Baekhyun menghentikan ocehannya dan suasana sunyi dengan cepat. Semua mata terpaku pada sosok namja bertubuh tinggi disebelah Sehun yang kini telah berdiri dari duduknya.

 

Mata elangnya menyorot tajam pada Baekhyun dengan telak…membuat yang ditatap tanpa sadar menjatuhkan roti ditangannya diatas piring.

 

“Sedikit-sedikit Zitao! Apa-apa Zitao! Selalu saja Zitao!! Menyebalkan sekali!!”

 

Chanyeol menendang kursi yang tadi didudukinya dengan kasar membuat yang lainnya kembali tersentak, lalu pergi meninggalkan acara sarapan seraya menyempatkan diri merampas sepotong roti bakar yang hendak digigit Jongin dan memakannya dengan beringas.

 

“Errggh~ Chan-hyung!”

 

Namun Jongin kembali tenang setelah Kyungsoo datang pada akhirnya dan meletakan sepotong roti bakar lain diatas piring Jongin. Namja bertubuh mungil yang juga memiliki suara indah itu langsung menatap Baekhyun penuh tanya.

 

“Kalian mempermasalahkan apa lagi kali ini?”

 

“Entahlah…aku merasa tidak ada masalah dengannya…” Baekhyun mendesah singkat dan meletakan rotinya yang masih utuh diatas piring “Aku menemuinya dulu…”

 

.

.

.

 

Karena tak kunjung mendapat respon ditambah tangannya yang telah pegal karena mengetuk pintu telalu lama, Baekhyun memutuskan untuk masuk kedalam kamar yang untungnya tidak Chanyeol kunci…sepertinya karena telalu marah kekasihnya itu sampai lupa.

 

Chanyeol terlihat menelungkupkan tubuhnya diatas tempat tidur…Baekhyun tanpa ragu mendekat dan berjongkok disamping kepala kekasihnya itu.

 

“Yeollo…”

 

Namja bertubuh tinggi tersebut menepis tangan Baekhyun yang menyentuh tangannya sambil berdecak kesal.

 

“Jangan sentuh aku.”

 

Baekhyun hanya terdiam meski sebenarnya tanpa Chanyeol ketahui…dalam hati ia berteriak ‘Lucu sekali Chanyeollo-ku ini!!’

 

“Sentuh…”

 

Chanyeol kembali berdecak singkat saat sesuatu menusuk-nusuk pipi kirinya…pasti jari telunjuk Baekhyun. Namja tampan itu menoleh dengan kesal dan mendapati sang kekasih yang tersenyum amat manis kepadanya sambil jarinya terus menusuki pipi empuk Chanyeol.

 

“Pagi-pagi merasa kesal itu tidak baik, Yeollo.”

 

Merasa dibodohi…Chanyeol memutar tubuhnya membelakangi Baekhyun. Namun namja mungil itu tak kehabisan akal dan menaiki tempat tidur lalu turut merebahkan tubuh disamping Chanyeol dengan posisi saling berhadapan.

 

“Marah ya?”

 

Chanyeol tak mengatakan apapun melainkan kembali memutar tubuhnya membelakangi Baekhyun, namun Baekhyun segera melompat turun dan berjongkok tepat dihadapan wajah Chanyeol.

 

“Bbuing-bbuing…”

 

Rona merah segera meresapi kedua pipi Chanyeol meski hanya tipis dan Baekhyun sama sekali tak menyadari hal tersebut. Namja bertubuh tinggi itu mendesah singkat guna menghilangkan rasa gugupnya lalu bangkit dan duduk ditepi kasur. Sambil memandang Baekhyun ia menepuk-nepuk pangkuannya.

 

“Duduk sini.”

 

Baekhyun segera berdiri dan menuruti ucapan Chanyeol untuk duduk dipangkuan kekasihnya itu…tangan kanannya terkulai begitu saja pada bahu kokoh Chanyeol.

 

Keduanya saling bertatapan dalam diam untuk beberapa saat sampai akhirnya satu diantara mereka, yang berusia beberapa bulan lebih muda yaitu Chanyeol…membuka suara.

 

“Aku tidak suka melihatmu terlalu sering menghabiskan waktu dengan Zitao. Kalian selalu lengket sampai-sampai membuatku dan Wufan-hyung cemburu…”

 

Apa? Benarkah?

Bukankah hasil seperti ini berbeda dari yang ia dan Tao inginkan?

Baekhyun menatap Chanyeol bingung dengan polosnya seraya mengusap ujung alisnya…membuat Chanyeol gemas setengah mati dalam hati.

 

“Kupikir…seharusnya kalian berdua merasa senang.”

 

“Maksudmu?”

 

“Ya begitulah, Yeollo. Aku dan Panda berpikir kalau kau dan Wufan-hyung perlu menghabiskan waktu berdua saja…sebentar lagi kita Comeback dan pastinya akan sibuk sekali, karena itu kami memutuskan untuk membiarkan saja kalian. Aku hanya berusaha menghibur Panda dengan menemaninya setiap hari.”

 

“Kau tidak merasa cemburu atau kesepian?”

 

“Sedikit, tapi melihat Yeollo yang begitu senang bersama Wufan-hyung…aku ikut merasa senang sampai-sampai aku lupa mau protes padamu.” Baekhyun mengusap lembut pipi Chanyeol dan memainkan helaian rambut caramel sang kekasih yang menutupi keningnya “Maaf kalau hal tersebut membuatmu kesal…aku tidak bermaksud begitu, sungguh. Maafkan aku.”

 

Chanyeol menatap lekat Baekhyun yang kini sedikit cemberut, bibir mungilnya melengkung kebawah dengan lucunya membuat siapa saja yang melihatnya merasa luluh. Ia tersenyum dan berpikir bagaimana mungkin ia bisa merasa cemburu sementara ia lah yang mengabaikan Baekhyun lebih dulu…bagaimana mungkin ia kalah dewasa dari Baekhyun yang sehari-harinya terlihat lebih kekanakkan darinya?

 

Aaah~

Sungguh…betapa Chanyeol mencintai kekasihnya ini.

 

“Aku merindukanmu, Con…sangat merindukanmu.”

 

Kedua tangan kokoh Chanyeol melingkar sempurna dipinggang ramping Baekhyun…namja tampan itu memeluk sang kekasih dengan erat dan menenggelamkan wajahnya pada lekukan leher Baekhyun yang harum…harum cologne khas baby yang membuat Chanyeol merasa nyaman.

 

“I-iya…aku juga merindukamu, Yeollo…”

 

Chanyeol tersenyum saat merasakan Baekhyun membalas pelukannya dengan satu tangan mengusap puncak kepalanya. Ia kemudian sedikit menjauh untuk kembali menatap Baekhyun lekat, mendekatkan wajahnya dan mempersatukan bibir mereka.

 

Tentu saja Baekhyun terkejut bukan main, ia tak menyangka Chanyeol akan melakukannya dengan tiba-tiba dan begitu cepat. Namun kelembutan bibir Chanyeol menghapuskan keterkejutannya dan membawanya mengalir dalam ciuman manis mereka bersamaan dengan kedua matanya yang mulai menutup perlahan.

 

Beberapa detik berlalu mengubah ciuman manis tersebut menjadi sebuah French kiss yang membuat hawa panas berkumpul disekitar mereka.

 

“Hmmhh…hh…”

 

Baekhyun mulai kesulitan bernafas, lidah Chanyeol memenuhi mulutnya membuatnya sulit menghirup oksigen tambahan. Liur yang entah milik siapa itu merembes keluar dari sela bibir mungil Baekhyun karena lidah Chanyeol yang bergerak liar didalam sana. Namja manis itu mulai tidak bisa tenang…ia meremas lengan kaus putih ditubuh Chanyeol dan berusaha mengakhiri penyatuan kecilnya dengan namja tampan tersebut. Namun sayangnya, Chanyeol begitu kuat menahan tengkuknya hingga ia kesulitan bergerak.

 

“Yeohhll…su…dah…aahh, c-cukup Yeoohhll…aaaaahh!”

 

Tersentak hebat Baekhyun ketika ia merasakan sesuatu yang hangat bergerak perlahan menyusuri kulit perutnya. Tangan Chanyeol tanpa ia sadari menyikap kausnya dan bergerak pelan…terus bergerak menyusuri kulit lembut dan halus Baekhyun hingga sampailah ia pada satu titik diatas sana yang telah cukup mengeras.

 

Baekhyun reflex menahan tangan Chanyeol agar tak bergerak lebih jauh lagi. Namja manis itu tersengal cukup hebat.

 

“J-jangan sekarang, Yeol…aku…aku harus pergi dengan Panda…apa kau lupa?”

 

Ucapan Baekhyun kembali membangkitkan kekesalan dihati Chanyeol, segera ia menjauhkan wajahnya dan langsung menatap tajam namja manis tersebut.

 

“Kau ini! Disaat seperti ini masih saja membicarakan Zitao!!”

 

Baekhyun tersenyum paksa menanggapi kekesalan Chanyeol…jujur ia bingung harus bersikap bagaimana disaat Chanyeol mulai hilang kendali, mau melawan pun jelas ia akan kalah tenaga dibanding kekasihnya itu, terpaksa ia harus memeras otak memikirkan cara untuk menghindar.

 

-Yeongwonhalgeora mitgo sipeul ttae
Eonjenga hal geo rago mangseoril ttae-

 

Keduanya terkesiap, terutama Baekhyun akibat getaran ponsel disaku jaketnya…segera, dengan gugup ia mengambil smart phone putihnya tersebut, ada panggilan masuk rupanya.

 

“Li-lihat…telpon dari Panda!!” menunjukan layar ponselnya pada Chanyeol yang…tentu saja semakin merengut kesal “Aku terima telponnya dulu!”

 

Namja manis itu langsung melompat dari pangkuan Chanyeol dan melesat kesudut ruangan, berjongkok disana membelakangi Chanyeol dengan ponsel yang tengah menempel ditelinga kanannya. Sepintas Baekhyun terlihat seperti…seekor mangsa yang tersudut dan tak tau kemana ia harus bersembunyi dari si pemangsa.

 

“Panda! Kenapa kau baru menelponku sekarang? Kita jadi pergi kan?! Tolong aku!”

 

Baekhyun sedikit berbisik agar Chanyeol tak sampai mendengar ucapan konyolnya.

 

-“Maaf, Beef…Wufan-ge tidak mengizinkanku pergi! Dia mengurungku dikamar, dia terlihat sangat kesal. Astaga dia melihatku, aku akan mati! Pai pai, Beef!”-

 

“Ap…”

 

‘Pip~’

 

Sambungan telpon pun terputus…

 

“Pandaa!! Yah!!”

 

Tak ada suara apapun lagi yang terdengar dari ponsel Baekhyun, meski berkali-kali ia mengguncangnya dan berusaha menghubui nomor Tao. Namun hasilnya nihil…Baekhyun menghela nafas saat menyadari saatnya untuk pasrah.

 

“Kelihatannya…ada yang tidak jadi bersenang-senang hari ini.”

 

Baekhyun membeku seketika. Didengarnya samar-samar suara langkah kaki berat yang terdengar mendekatinya…jantungnya semakin berdegup kencang dan tak dapat berkutik ketika sepasang lengan kokoh melingkari pinggang mungilnya dengan sempurna. Dan beberapa detik selanjutnya…Baekhyun menyadari kalau kakinya tak lagi menyentuh lantai.

 

Chanyeol mengangkatnya seperti sepasang pengantin baru.

 

“Bagaimana kalau…aku saja yang menemanimu bersenang-senang, sayang?”

 

Suara Chanyeol mengalir ditelinga Baekhyun bersama hembusan nafas hangat yang mengirimkan getar-getar halus dihatinya.

 

Dan selanjutnya…Chanyeol membawa Baekhyun dalam permainannya yang lembut namun menggairahkan.

 

.

.

.

 

Sehun menghentikan gerakan jemarinya diatas tombol joystick saat menyadari kalau suasana dorm mereka begitu senyap, bahkan suara perputaran jarum jam dengan mudahnya mengusik telinga. Real Maknae EXO itu segera melirik jam bundar yang terpasang diatas tivi, ia merengut…bukankah ini sudah lewat hampir lebih dari tiga jam setelah Baekhyun menyusul Chanyeol kekamar.

 

“Memangnya, Baek-hyung tidak jadi pergi?”

 

“Kau pikir? Baek-hyung tidak akan keluar dengan selamat kalau masuk kamar bersama Chan-hyung…yah, minimal pakaiannya yang sobek atau rambutnya berantakan…”

 

“Hhhmm…”

 

Sang Maknae mendengung paham menanggapi jawaban Jongin lalu kembali memainkan joysticknya…Jongin memang sedang merebahkan tubuhnya disofa belakang Sehun sambil membaca komik Bleach favoritnya.

 

“Lalu…siapa yang akan membelikanku pizza dan bubble tea?”

 

Merasakan perutnya yang kosong melompong membuat Sehun memelas, ia menoleh penuh harap pada Jongin dibelakangnya…namun, maknae kedua setelah dirinya itu entah sejak kapan telah terlelap dengan suara dengkuran yang dibuat-buat.

 

Sehun merutuk lalu berpaling pada Kyungsoo yang kebetulan lewat seraya membawa keranjang cucian kotor.

 

“Aah, cucianku banyak sekali hari ini.”

 

Keluhnya seraya berlalu mengabaikan…eerh~ pura-pura tak menanggapi Sehun. Sang maknae pun berpaling pada sang Leader yang duduk dimeja makan dengan tatapan yang tak kalah melasnya.

 

“Ouh! Aku lupa menelpon kedua orang tua ku yang sedang berlibur di Afganistan!”

 

Dan sang leader pun melesat secepat malaikat maut meninggalkan Sehun yang semakin merana.

 

“Kalian semua jahat! Aku benci kalian! Luhan-hyuuuung!!”

 

‘Klek~’

 

Belum sempat Sehun berlari menemui kekasihnya…pintu kamar Baekhyun dan Chanyel pun terbuka. Joonmyeon dan Kyungsoo yang entah sejak kapan kembali ke ruang keluarga juga Jongin yang entah sejak kapan terbangun…beserta Sehun yang berdiri terpelongo seperti orang idiot…segera terpaku pada sosok bertubuh mungil yang menampakan diri dari balik pintu.

 

Sosok tersebut mengenakan celana pendek dan kaos putih bergambar shuriken dibagian depannya, yang seingat mereka dikenakan oleh Chanyeol pagi tadi…hanya saja terlihat lebih kusut dan sedikit basah. Entah karena keringat atau…sudahlah, intinya Baekhyun terlihat sangat berantakan dan kelelahan. Rambutnya tak beraturan dan kulit lehernya tak lagi bersih…maksudnya penuh dengan kau-tahu-apa-itu yang berwarna merah…tidak, sedikit keunguan mungkin.

 

“Huaaa!!”

 

Namun belum sempat Baekhyun meninggalkan kamar…sepasang lengan panjang melingkari pinggangnya erat dan menariknya kembali kedalam kamar.

 

Terdengar suara kuncian pintu…dan setelah itu…samar-samar terdengar suara jeritan Baekhyun yang meminta tolong entah pada siapa. Namun sepertinya, para penghuni yang lain sama sekali tak berniat untuk menolongnya.

 

“Nampaknya Chanyeol bersemangat sekali hari ini, tidak seperti biasanya.”

 

Kata Kyungsoo santai sambil berjalan kembali ke ruang laundry melanjutkan kegiatan mencucinya.

 

“Kurasa mereka hendak membuat rekor baru atau semacamnya.”

 

Jongin hanya menguap lalu tertidur di sofa…benar-benar tertidur.

 

“Aah sial! Aku harus menghubungi Manager-hyung dan memberitahunya kalau Baekhyun tak kan bisa perform sempurna selama beberapa hari kedepan. Pasti aku lagi yang akan disalahkan.”

 

Dan member tertua itu pun menghilang entah kemana…mungkin mencari tempat yang tenang untuk menerima omelan-omelan dari Manager-hyung.

 

“Jadi? Pizza dan bubble tea-ku bagaimana?”

 

Tak ada seorang pun yang memedulikan Sehun.

 

~THE END~

 

Jangan lupa RCL chingu ^^

gamsahamnidaaaa~

pai pai~

167 thoughts on “[Oneshoot-Chanbaek/ Baekyeol] Chanyeol to Baekhyun no Romansu

  1. Si sehun pemalas -_- bilang hyungnya jaat padahal dia tinggal nyuruh aja, ujung ujungnya nyari luhan, tinggal beli aja pan napa -_- keren thor, cmn chanyeol naudzubillah :v

  2. aaakkhhh >_< ! seme berkuasaa :v :v aku suka aku suka !😀 haahhhh psti bkal lbih bgus klo ditambah prmainannya kris :'v .. *gila* kerennn bgt thor (y) good job ne ! ^^

  3. g biasany baek dewasa xD #digamparbaek
    para uke mengira mreka yg terbuang tp para seme yg jealous wkwkkk
    kasian bgt uri maknae lol

  4. omoooooo!!!! Baekhyun nya nge gemesinn… Chanyeolnya itu loh, ngambek tapi pas baikkan sma Baekhyun, TANDUK CHANYEOL KELUARRRRRR!! grgrrr😀 daebak lah pokoknyaaaa

  5. kasian sehunn elahh di kacangin masaaa /pukpuk/ bagussss banget ini fanficnyaaa aku sukaaa. bikin squel hunhannya dong thorr kasian sehun. oh ya,aku readers baru disiniii haoooo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s