“The Betrayed Angel” Part 7

Maafkan saya karena terlalu lama update ^^ hehe

saya harus nonton MV MAMA EXO K EXO M beberapa kali buat dpet lagi mood nya -___-

aihhh… Saya sudah berusaha update secepat saya bisa#hiks

maaf kalo melenceng jauh dari yang diharapkan ya..

Dan ada kata- kata yang mungkin nanti agak tidak menyenangkan. itu hanya untuk membantu pengembangan karakter tidak bermaksud menyinggung atau hal lainnya. ingat, FF ini semata- mata hanya hiburan dan fiktif! jangan terlalu dibawa kehati ya ^^

oke deh.. lanjutin aja ke FF tapi jangan lupa RCL ya.. Lanjut!

CAST : XI LUHAN, KAI, OH SEHUN, WU FAN. YI XING, KYUNGSOO, CHEN, SUHO, BAEKHYUN, CHANYEOL, TAO, XIUMIN.

MAIN PAIR : KAI-LUHAN, SEHUN-LUHAN

GENRE : FANTASY, SAD ROMANCE, ANGST

YAOI SO DONT LIKE DONT READ!!

THE BETRAYED ANGEL

Kim Hyobin

Chapter 7

 

 

Pengkhianatan bukanlah kesimpulan semu akan sebuah akhir

Penyesalan bukanlah sebuah awal dari kisah menyedihkan

Tangisan hanya akan menjadi luka goresan

Kebahagiaan hanya akan menjadi sebuah lukisan tanpa kanvas

Begitu tidak nyata

 

Kau hadir saat semua menjadi buram

Kau akan menyelamatkaku, bukan?

Kau akan membebaskanku dengan sebuah luka dalam

 

Tidak masalah…

Aku akan menangkapmu saat kau terlempar

 

 

Tidak masalah…

Jika mengukir luka yang lebih menyakitkan untuk kebahagiaanmu

 

Tidak masalah…

Karena kau bagian dari sebuah penderitaan

 

 

 

 

“K..KALIAN!!” Pekik Baekhyun keras.

 

Sehun dan Xiumin kini ada dihadapan Baekhyun.

 

Baekhyun kembali membalikkan tubuhnya kearah Suho. “Hy..Hyung! Mereka!”

“Kenapa takut Baekhyun? Mereka adalah anggota klan kita, kan?” ucap Suho kini berjalan kearah Sehun dan Xiumin.

Baekhyun membulatkan matanya. “Bo..Bohong! Hyung, apa yang kau lakukan bersama mereka!! Kita harus bertarung melawan mereka!” Baekhyun mundur beberapa langkah.

Sehun tersenyum. “Baekhyun kau polos sekali. Apa Chanyeol tak pernah memberitahumu tentang… pengkhianatan atau mata- mata?”

Baekhyun membekap mulutnya sendiri. “Ti..Tidak! Suho-hyung!! Ini bohong! Kembali kesini hyung!”

Suho tersenyum kemudian masuk kedalam dekapan Sehun. “Aku tak mungkin mengkhianati namjachingu-ku, kan?”

 

“Kekasih?” Mata Baekhyun membulat sempurna. “Bohong! Hyung jangan bercanda!”

 

 

Suho tertawa pelan. “Tampak seperti kebohongankah, Baekhyun?”

 

 

Baekhyun menggeleng pelan. ”Kenapa, hyung! Padahal kami percaya pada hyung! Dan..Dan bagaimana kalau Kris-hyung mengetahui semua ini!!”

 

 

Mendengar nama Kris, Suho merasa tubuhnya mati rasa. Walau Sehun tidak menyadari perubahan ekspresi wajah Suho, namun nampak jelas kalau Suho sedang memikirkan sesuatu.

 

 

”Kris..” bisik Suho sangat pelan.

 

 

Sehun membuka dekapannya dan berjalan satu langkah. Jubah putih yang ia kenakan tidak dapat menutupi aura gelap yang menguasai tempat itu.

 

 

Mata Baekhyun kini tertuju pada Sehun. Terlihat angin yang ada disekitar mereka terasa sangat aneh.

 

Mengerti dalam bahaya, Baekhyun mengarahkan tangannya kepada Sehun namun dengan sigap Suho mengendalikan air kolam air mancur yang ada dibelakang Baekhyun.

 

Dalam sekejap Baekhyun dikepung oleh air yang dikendalikan Suho.

 

 

”AGH!!” Pekik Baekhyun kesakitan saat air yang Suho kendalikan memilin keras kedua  tangan dan pergelangan tangan Baekhyun.

 

 

 

BRUAAKK

 

 

 

Baekhyun terpental membentur tepian kolam air mancur itu. Baekhyun merasa punggungnya yang membentur dinding kolam sangat perih. Namun ia menahannya karena kini bukan waktunya terlihat lemah. Parahnya kedua tangan Baekhyun terikat kuat ditepian kolam oleh air yang suho kendalikan.

 

Seakan tidak puas, Xiumin mengarahkan tangannya pada Baekhyun yang terkunci sempurna.

 

 

Zrrrtt

 

 

Membeku.

 

Tangan Baekhyun yang dikepung air Suho seketika itu membeku dan terasa dingin luar biasa. Baekhyun mengigit bibir bawahnya. Ia tidak tahu harus berbuat apalagi karena pusat kekuatannya terletak ditelapak tangannya.

 

 

”Lemah..” ejek Sehun yang semakin mendekati Baekhyun.

 

 

Tidak bisa menjawab ejekan Sehun, Beakhyun hanya menatap sang pengendali angin dengan tatapan tajam.

 

 

”Kenapa kalian terlalu bodoh, oeh! Tidak seharusnya kalian memberontak dan melanggar sumpah!” pekik Baekhyun keras.

 

”Klan Angel? Klan Devil? Hah! Klan ini kesalahan.. Terlahir sebagai anggota klan adalah sebuah beban bagiku. Aku yakin Sehun dapat merubah semuanya dan memulai dari awal.” Xiumin terlihat sangat yakin. ”Sehun bisa menyelesaikannya.”

 

Mendengar ucapan Xiumin, Baekhyun hanya diam membatu. Entah Baekhyun merasa ucapan Xiumin ada benarnya atau Baekhyun mulai terpengaruh.

 

 

Sehun kini hanya berada selangkah dari tempat Baekhyun terbelenggu. Sehun tersenyum masam dan..

 

 

SRAAAAKKK

 

 

Sehun membuka paksa kemeja berwarna abu- abu yang Baekhyun gunakan. Mata Baekhyun menyipit saat Sehun mencengkram lehernya keras.

 

 

”Lihat.. Kau kutukan bagi Chanyeol..”

 

 

DEG

 

 

Baekhyun merasakan sesuatu menyerang jantungnya. Bukan serangan kasat mata, tapi lebih kesebuah pukulan telak dari perasaan bersalahnya.

 

 

 

”Kau ingin mendampingi Chanyeol dengan membawa kutukan seperti ini?” Sehun meraba bekas luka bakar yang ada didada putih Baekhyun.

”Pasti ekspresi wajah Chanyeol setiap melihat bekas luka ini sangat menyedihkan.”

 

Mata Baekhyun memanas mendengar ucapan Sehun.

 

Hey!

 

Jangan terpengaruh Baekhyun!

 

 

 

”..Aku bukan-”

 

 

 

”Kau masih mau membantah, Baekhyun? Apa kau pikir Chanyeol bisa bahagia berada disampingmu sementara kutukan dalam hidup Chanyeol sendiri adalah… Kau?”

 

 

Baekhyun terpaku ditempatnya. Kini matanya terlihat tidak fokus kemudian beberapa bulir air mata terjatuh membasahi tanah.

 

Baekhyun menangis. 

 

Yang dikatakan Sehun benar. Tidak ada yang salah dari sebuah pernyataan telak yang begitu saja menembus hati Baekhyun.

 

 

 

Siapa yang membuat Chanyeol menderita?

 

Siapa yang membuat Chanyeol berwajah sedih setiap melihat luka ku?

 

Apanya akan bahagia jika sumber kekalutan Chanyeol adalah diriku sendiri?

 

Siapa yang menyimpan kutukan tersirat dihidup Chanyeol?

 

Jawabnya hanya satu.. Aku!!

 

Byun Baekhyun.

 

 

Seakan tersihir, Baekhyun menangis tersendu- sendu. Ia membenarkan semua cercaan Sehun tentang dirinya yang hina. Dirinya yang tidak pantas berada didekat Chanyeol.


Sehun tersenyum puas dan berjalan mundur satu langkah.

 

 

 ”..Satu kelinci didapatkan.”

 

 

 

 

 

>>> 

 

 

”Woaaaahhh!! Kau berhasil Luhan!!” teriak Chanyeol girang karena Luhan berhasil menggunakan kekuatannya.

 

”Uwaaa!! Chanyeol aku berhasil!!” Luhan masih mengayunkan tangannya dan sesuai dengan irama tangan Luhan, bola basket itu terus bergerak diudara. Luhan begitu cepat mahir.

 

”Nah coba lemparkan kesembarangan arah.” perintah Chanyeol.

 

Luhan mengangguk dan..

 

 

SLAPP

 

 

Bola basket itu terlempar cukup jauh dan Luhan tersenyum bangga. Chanyeol tersenyum mantap dan mengusap rambut Luhan lembut.

 

”Hmm.. Sepertinya kita mendapat pengendali cerdas lagi. Sama seperti Lay-hyung, kau mempelajari kekuatanmu dengan cepat.”

 

”Oh ya? Hahaha~ Kalau begitu aku tersanjung.”

 

Tangan Luhan kembali berayun dan setelah itu sebuah sapu tampak mendekat kearah mereka. Chanyeol membulatkan matanya dan menangkap sapu yang Luhan arahkan kepadanya.

 

”..Sapu?” Tanya Chanyeol bingung pada Luhan.

 

”Iya.. Apa aku bisa menjadikannya sapu terbang seperti didalam film penyihir?”

 

Pertanyaan polos Luhan langsung membuat Chanyeol tertawa keras. ”HAHAHA~ Kamu ada- ada saja. Lebih baik kita coba nanti. Ayo kita beritahu yang lain tentang kemajuan kekuatanmu.”

 

Luhan mengerucutkan bibirnya karena ditertawakan oleh Chanyeol namun akhirnya ia mengangguk pelan.

 

”Baik..”

 

Chanyeol dan Luhan kembali masuk kedalam Minor House.

 

 

 

 

>>> 

 

 

 

”Baekhyunnie~ Kai ~ Suho-hyung~” teriak Chanyeol kegirangan masuk kedalam Minor House. Namun yang ia dapati hanya sebuah kesunyian. Luhan mengarahkan pandangannya kesetiap sisi.

 

”Kenapa sepi sekali, ya?” tanya Luhan pada Chanyeol.

 

 

DEG

 

 

Chanyeol tiba- tiba merasakan sebuah firasat buruk. Bukan.. Sebenarnya sejak tadi Chanyeol sudah merasakannya namun sebisa mungkin Chanyeol terus menepis perasaan buruk itu. 

 

 

”..Ada apa?” Kai nampak menuruni tangga dan menguap.

 

 

Luhan yang melihat Kai kemudian tersenyum manis. Chanyeol masih mengamati sekitar Minor House dan.. dimana Baekhyun dan Suho?

 

”Kai, lihat! Aku bisa menggunakan kekuatanku!” pekik Luhan sambil menggerakkan sebuah vas bunga yang terletak tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

 

Kai membulatkan matanya dan setelah itu ia tersenyum manis. ”Daebak!!” puji Kai.

 

 

DEG

 

 

Luhan terpesona melihat senyuman Kai dan..

 

 

PRANG

 

 

Vas bunga yang digerakkan Luhan terjatuh dilantai menyebabkan bunyi yang lumayan keras.

 

”Mwo!! Mianhae..” pekik Luhan panik sambil berjalan menuju pecahan vas bunga itu.

 

Chanyeol menatap pecahan vas bunga itu dan jantungnya tiba- tiba berdebar.

 

 

”Aku periksa Baekhyun dan Suho-hyung kekamar mereka dulu.” ujar Chanyeol seraya berlari menaiki tangga.

 

Luhan dan Kai mengangguk. Mereka mengumpulkan pecahan kaca vas itu.

 

 

 

”Kekuatanmu masih belum stabil ya?”tanya Kai.

 

Luhan merasakan pipinya merah. ”Bukan.. Tadi aku.. kehilangan konsentrasi.”

 

”Kenapa bisa?”

 

”Karena senyuman Kai begitu indah.” Luhan menunduk dalam. Ia bisa merasakan pipinya memanas.

 

Mendengar ucapan Luhan, sontak Kai membulatkan matanya. Wajah Kai tidak jauh beda dengan wajah Luhan yang merah merona. Mereka mengumpulkan pecahan kaca dalam diam.

 

 

 

”Ah.. Kai.. Kau dari tadi dimana?” tanya Luhan mencoba membuka pembicaraan.

 

 

”Aku? Istirahat dikamar Lay. Sejak melihat cahaya Baekhyun tadi pagi aku merasa tidak enak badan.”

 

”Kenapa bisa begitu jika kau melihat cahaya Baekhyun?” tanya Luhan penasaran. Sepertinya Luhan masih belum begitu mengerti.

 

Kai menghela nafas panjang. ”Aku ini masih klan Devil. Walau aku memihak penuh klan Angel. Namun aku tidak melanggar sumpahku.”

 

 

”Sumpah?”

 

 

”Ya.. Klan Angel yang bergabung bersama Sehun sudah melanggar sumpah dan kini mereka bisa dipastikan adalah ’Klan Devil’ sepenuhya.”

 

 

Luhan menelan kasar air liurnya dan menatap mata Kai tajam. ”Sehun juga?”

 

 

”Jika Sehun dan klan Angel yang bergabung dengan Sehun bermaksud membunuhmu, berarti mereka sepenuhnya sudah menjadi klan Devil. Sama saja bunuh diri jika mereka mengincarmu sementara mereka belum melanggar sumpah.”

 

”Apa tidak ada cara untuk kembali menjadi klan Angel?” tanya Luhan dengan suara yang amat pelan.

 

Kai terdiam sesaat dan kini matanya menatap pecahan kaca yang sudah terkumpul dilantai.

 

 

 

”Mati..”

 

 

 

”Eh?”

 

 

”Hanya mati satu- satunya cara.”

 

 

Mata Luhan membulat mendengar ucapan Kai. Mati? Apakah harga yang dipertaruhkan semahal itu? Hingga hanya kematian yang bisa merubah sebuah takdir agar menjadi lebih baik?

 

 

 

”Sehun…” Luhan menunduk dalam setelah mengatakan nama orang yang paling ia kasihi itu.

 

 

 

 

>>> 

 

 

 

 

”Baekhyun..”

 

 

Chanyeol terdiam ditempatnya. Ia tidak menemukan Baekhyun didalam kamarnya. ”Baekhyun!” panggil Chanyeol sedikit lebih keras.

 

Dengan sigap Chanyeol kembali keluar dari kamarnya dan ia berfikir mungkin saja Baekhyun sedang berada dikamar Suho.

 

Semoga saja.

 

 

 

 

 

 

Tok

 

Tok

 

 

 

Chanyeol mengetuk pintu kamar Suho sedikit keras. ”Hyung..”

 

Namun tetap tidak ada jawaban. Akhirnya Chanyeol membuka kamar Suho dan masuk kedalam kamar itu.

 

 

”Suho-hyung!” panggil Chanyeol keras dan berjalan menuju kamar mandi. Sekedar memeriksa apakah Suho ada disana atau tidak.

 

 

Namun sama seperti kamarnya, kamar mandi Suho juga kosong. Tidak ada siapapun disana.

 

 

Trekk

 

 

Tanpa sadar, Chanyeol menyenggol sebuah kotak kayu yang ada diatas meja saat menuju pintu kamar Suho hendak keluar.

 

Melihat semua isinya berhamburan, Chanyeol mendesah keras dan menjongkok untuk merapikan kembali isi kotak yang terserak itu.

 

Awalnya Chanyeol tidak tertarik namun sebuah foto seperti menghentikan aliran darahnya.

 

 

Suho dan …Sehun.. yang sedang berpelukan.

 

 

Mata besar Chanyeol membulat sempurna dan seketika itu ia acak- acak lagi beberapa kertas dan foto yang sudah ia masukkan kembali.

 

 

Foto Sehun yang sedang makan ice cream.

 

 

Foto Tao yang menjahili.. Xiumin.

 

 

Foto Suho dan Chen yang sedang memasak didapur dan…

 

 

Chanyeol merasakan darahnya naik keubun- ubun kepalanya.

 

 

…Foto ciuman Sehun dan Suho yang sepertinya diambil disebuah perkarangan rumah.

 

 

 

DEG

 

 

 

Tangan Chanyeol terasa kram. Aliran darahnya seperti tersumbat. Apa- apaan ini!! Chanyeol menggeleng pelan dan ia terduduk dilantai. Kakinya melemah saat itu juga.

 

 

”Tidak mungkin..”

 

 

Dengan tangan yang gemetaran ia remas salah satu foto itu dan jantungnya berdetak dengan kerasnya.

 

 

”Suho-hyung tidak pernah megatakan kalau ia pernah berhubungan dengan.. Tidak! Jangan berfikir buruk, Chanyeol!!”

 

 

Chanyeol memasukkan kembali semua foto itu dengan tangan gemetaran. Setelah meletakkan kembali kotak itu ketempat semula, Chanyeol berjalan keluar kamar Suho.

 

 

Chanyeol berjalan pelan menuju tangga untuk kembali bergabung dengan Luhan dan Kai. Namun pikiran Chanyeol masih termangu pada apa yang ia lihat tadi.

 

 

Chanyeol masih mencoba untuk berfikir positif. Tidak ada salahnya jika punya masa lalu dengan klan Devil, kan? Toh Luhan dulu hidup bersama Sehun.

 

 

Tapi…

 

 

Benarkah itu masa lalu?

 

 

Kenapa wajah Suho pucat setelah ia masuk kedalam kamar Baekhyun dan Chanyeol saat cahaya Baekhyun tadinya menyinari kamar itu?

 

 

Kaki Chanyeol terhenti ditempat.

 

 

Sehun dan Tao tadi berhasil menembus pembatas tidak kasat mata.

 

Mengapa bisa?

 

Kai saja sampai heran dibuatnya. Kekuatan Suho temasuk yang terkuat. Mustahil ia menciptakan celah agar…

 

Celah?

 

Benar! Suho bisa melakukannya dengan mudah. Toh yang mengendalikan pembatas itu adalah Suho.

 

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

 

Jantung Chanyeol berdenyut kencang. Tanpa buang waktu Chanyeol langsung berlari menuruni tangga dan menghampiri Luhan dan Kai yang sedang memasukkan pecahan kaca kedalam kantong plastik.

 

 

Wajah Chanyeol yang pucat membuat Luhan membuka suara. “Ada apa?”

 

 Chanyeol menatap Kai tajam. “Baekhyun tidak ada dikamarnya.”

 

 “Lalu dimana dia? Mungkinkah bersama Suho?” Tanya Kai sambil meletakkan kantong yang berisi pecahan kaca itu diatas meja.

 

 Tangan Chanyeol terlihat bergetar hebat. Luhan tahu betul nampaknya ada yang tidak beres. Kai mengerutkan dahinya dan mendekati Chanyeol.

 

 

”..Kai jika aku mengatakan sesuatu pemikiran padamu, apa kau akan percaya?” Chanyeol menelan air liurnya.

 

 Kai hanya diam dan mengangguk.

 

 ”Tentang Suho..” sambung Chanyeol yang kini memanggil Suho tidak dengan embel- embel –hyung lagi.

 

 Kai membulatkan matanya seakan mengerti maksud Chanyeol tanpa harus Chanyeol jelaskan. ”Jangan bilang dugaanku benar!”

 

 ”Dugaan?” tanya Luhan bingung.

Kai dan Chanyeol saling bertatapan tajam. Seketika itu Chanyeol berlari keluar Minor House .

 

 

 

“BRENGSEK!!” Pekik Chanyeol keras.

 


Kai dan Luhan mengikuti Chanyeol. Mereka bertiga memeriksa halaman belakang, taman bunga yang ada disebelah barat, lapangan basket kemudian  taman sebelah timur Minor House.

 

 Mereka mendekati kolam air mancur yang terletak di taman sebelah timur Minor House. Chanyeol nampak terus memanggil nama Baekhyun. Luhan melihat bola basket yang menjadi objek latihannya tadi berada didekat kolam air mancur. Namun kondisi bola itu sudah hancur. Luhan memegang lengan Kai. Jujur ia takut dengan suasana tegang seperti ini.

 

 Mata Chanyeol kini terhenti pada tepi kolam air mancur. Disana masih tersisa cukup banyak serpihan es dan..

 

Chanyeol menjongkok mengambil sebuah benda bulat berwarna biru bening yang terdapat diantara serpihan es itu. Pikiran buruk mulai menguasai Chanyeol.

 

 “..Kancing baju Baekhyun.” Bisik Chanyeol.

 

 Kai mendekati Chanyeol dan memegang pundak namja itu pelan. ”..Chanyeol..” terdengar suara penyesalan dari suara Kai. Luhan masih belum mengerti hanya bisa diam ditempat.

 

 

”BRENGSEK!!” Chanyeol membanting kancing baju Baekhyun dan bisa dirasakan hawa panas mulai menguasai tubuh Chanyeol. Kai sadar Chanyeol hilang kendali langsung melihat kearah Luhan.

 

”MEREKA MENDAPATKAN BAEKHYUN!!” Teriak Chanyeol marah. “SIAL!!”

 

 

“Masuk kedalam Minor House!!” pekik Kai keras.

 

”Tapi-”

 

 ”KUBILANG CEPAT MASUK!!”

 

 

Mendengar makian Kai, Luhan hanya bisa mengangguk cepat dan berlari masuk kedalam Minor House. Bisa dilihat setetes air mata jatuh dipipi Luhan.

 

 

Kai memegang kedua pundak Chanyeol yang kini terasa panas sekali.

”Tenanglah! Kendalikan emosimu, Park Chanyeol!!”

Chanyeol menghempaskan tangan Kai dan berlari kesembarangan arah. Ia hanya ingin mengambil Baekhyun kembali. Pikirannya kalut. Berbagai pikiran negatif menguasai akal sehatnya.

 

”CIH! PARK CHANYEOL! KUMOHON BERHENTI!!”

 

 

Teriakan Kai membuat Chanyeol terhenti ditempatnya dan Kai berteleportasi ketempat Chanyeol yang cukup jauh dari tempatnya berdiri tadi.

 

”Aku akan menyelamatkan Baekhyun!! Kita harus cepat menyelamatkannya, Kai! Mungkin saja Baekhyun sedang menangis dan ketakutan! Aku.. Aku..” ucapan Chanyeol tertahan. ia hentakkan tangannya kemudian menggaruk kepalanya kasar.

”Aku tahu tapi kita tidak mungkin bertindak gegabah!”

”Kau tidak mengkhawatirkan Baekhyun, oeh!!”

”Jangan bodoh, Chanyeol! Tentu aku mengkhawatirkannya tapi kau harus berfikir jernih. Mereka bukan orang bodoh! Tidak mungkin mereka membunuh Baekhyun secepat ini. Kita fikirkan semua masalah ini dengan tenang dan…”

 

Ucapan Kai terhenti. Ia lihat kearah langit dan kembali menatap Chanyeol yang terlihat bingung karena Kai tidak melanjutkan ucapannya.

 

”..Cahayanya menggenang.” bisik Kai.

 

Chanyeol menelan kasar air liurnya. ”Pembatasnya hilang!!”

 

Tanpa memakan waktu lama mereka berlari masuk kembali kedalam Minor House.

 

 

>>> 

 

 

”LUHAN!!”

 

Pekik Kai dan Chanyeol saat masuk kedalam Minor House. Namun kekhawatiran mereka sirna karena melihat Luhan tengah duduk disebuah sofa besar sambil menangis.

 

Kai mendekati Luhan dan menarik Luhan dalam dekapannya. ”Maaf aku memakimu. Jika aku tidak bisa meredam amarah Chanyeol. Aku takut kau terluka.”

 

Luhan mengangguk dan menghapus air matanya. Ia tatap wajah Kai yang begitu dekat dengan wajahnya.

 

Chanyeol seketika itu terduduk dilantai dan.. Ia menangis dalam diam. Luhan yang melihat itu tentu saja bangkit dan mendekati Chanyeol. Kai menunduk diam karena menyesali sesuatu yang terlambat ia sadari.

 

 

”Chanyeol..” lirih Luhan.

 

 

Chanyeol menggeleng pelan. ”..Mereka mendapatkan Baekhyun..” jawab Chanyeol lirih.

 

”Oh Tuhan!!” Luhan terlihat sangat terkejut.

 

Ia peluk tubuh Chanyeol erat. Beberapa kali Luhan membisikkan kata- kata penenang untuk Chanyeol namun suara Luhan seakan tidak sampai karena Chanyeol masih menangis.

 

 

”AAH!! Suho-hyung… Tenang saja, Chanyeol. Pasti Suho-hyung bisa menyelamatkan Baekhyun.” ujar Luhan cepat. Namun Luhan tidak tahu kata- katanya malah membuat Chanyeol terlihat sangat marah.

 

 

 

“Suho? Dia pasti tidak akan apa- apa!” Chanyeol melepas pelukan Luhan dan ia berdiri. Mata Chanyeol yang merah kini dapat membendung air matanya.

 

”Apa maksudnya?” tanya Luhan ikut berdiri.

 

Kai menghela nafas panjang. ”Suho adalah seorang pengkianat.”

 

Luhan membekap mulutya sendiri saat mendengar keterangan Kai. ”Tidak mungkin!”

 

 

”Itulah kenyataannya..” Chanyeol menunduk dalam dan air matanya kembali jatuh. ”..Kenapa.. Bukankah dia mengatakan padaku untuk bergantung padanya? Dan.. Ia menculik Baekhyun…Pasti dia… dia.”

 

 

Luhan kembali memeluk tubuh Chanyeol dan menenangkannya. ”Semua akan baik- baik saja,Chanyeol… Aku berjanji!”

 

Chanyeol menatap wajah Luhan kemudian menggeleng cepat. ”Aku tidak bisa menjaga Baekhyun! Aku tidak berguna..”

 

Luhan mengerti kegundahan Chanyeol.

 

”Aku akan menghubungi Kris- hyung dulu.” ujar Kai membuka pembicaraan sambil berjalan menuju ruangan Kris. Luhan masih menenangkan Chanyeol. Seakan merasakan kegundahan sang pengendali api, Luhan ikut menangis dalam diam.

 

 

>>> 

 

 

Tao mengamati Baekhyun yang tertidur diranjangnya. Beberapa menit yang lalu Sehun dan Suho datang kekamarnya dan membaringkan Baekhyun diranjang Tao.

 

”…Kamu siapa?” tanya Tao dengan suara yang sangat pelan. Tao tahu kalau namja cantik yang terbaring kini diranjangnya tidak akan menjawab. Sehun mengatakan pada Tao kalau namja cantik itu tertidur, padahal Tao yakin namja cantik itu pingsan.

 

Tao menatap tangan Baekhyun yang terikat dibelakang dengan es Xiumin. Tao menelan kasar air liurnya dan menghela nafas.

 

Sebenarnya ia kasihan melihat namja cantik itu, entah mengapa ia merasa tidak tega.

 

 

”Tao…” panggil seseorang yang baru saja masuk kekamar Tao.

 

”Chen-gege..” Tao tersenyum manis saat melihat Chen berdiri disampingnya.

 

”Aku hanya ingin mengingatkanmu untuk makan.”

 

”Ah! Iya ge..” Tao kembali menatap Baekhyun. Chen melihat arah pandang Tao kemudian menghela nafas.

 

”Kenapa?”

 

Tao melihat kearah Chen dan menunjuk tangan Baekhyun yang terbelenggu es Xiumin. ”Apa tidak sebaiknya tidak dilepas saja es Xiumin-ge?”

 

Chen menggeleng cepat. ”Dia berbahaya, Tao.”

 

”Eh?”

 

”Kekuatannya sangat berbahaya bagi kita. Mungkin kalau kau masih di klan Angel, kau akan sangat menyukai cahaya yang diciptakan namja ini. Tapi kini kau sepenuhnya klan Devil. Kau bisa terbunuh jika melihat cahayanya.”

 

Tao merasa bulu kuduknya meremang. ”Separah itu?”

 

”Ya. Makanya dia diamankan disini. Aigoo.. Xiumin dari tadi heboh karena perutnya sudah lapar. Ayo kita keruang makan.”

 

 

”Ah, ayo! Kali ini Suho-hyung sudah ada ya. Berarti Sehun tidak akan kesepian lagi.”

 

Chen tersenyum dan mengangguk. Mereka keluar dari kamar Tao meninggalkan Baekhyun yang masih pingsan diranjang Tao.

 

 

>>> 

 

 

Dimeja makan klan Devil.

 

 

”Kyungsoo! Jangan menambah bubuk cabe terlalu banyak!!” sergah Xiumin yang meneguk air putih dengan cepat.

 

”Xiumin-ge terlalu sensitif!” Tao malah dengan santai memakan masakan khas China yang dibuat dengan campuran sayuran, daging, dan kaldu. Entah apa nama makanan itu namun mereka memakan dengan sangat nikmat karena masakan Kyungsoo sangat lezat.

 

Sehun dan Suho makan dengan tenang. Sementara Chen dan Kyungsoo terus saja berdebat tentang hal- hal aneh. Mereka  memang sangat dekat. Chen tipikal orang yang peyayang walau ia sangat tidak mau kalah. Kyungsoo tipikal orang yang mementingkan perasaan orang lain walau ia bermulut pedas. Kombinasi yang lumayan cocok.

 

 

”Bisa aku berbicara?”

 

 

Tiba- tiba suara Sehun menginterupsi acara makan siang mereka. Apakah ini bisa disebut makan siang atau tidak. Sebenarnya acara makan- makan itu hanya untuk menyambut kedatangan Suho kembali ke markas besar mereka.

 

Sehun tersenyum. ”Besok Red Night… Dimana kekuatan kita meningkat dan kekuatan para Klan Angel berada jauh dibawah kekuatan kita. Tapi kita tidak boleh meremehkan mereka. Sekali- kali jangan pernah meremehkan mereka apalagi yang bernama Park Chanyeol.”

 

Xiumin, Chen, dan Kyungsoo mengangguk mantap berbeda dengan Tao yang nampak bingung. Suho mengusap rambut Tao yang duduk tepat disampingnya.

 

 

”Tao tidak mengerti ya?” tanya Suho lembut.

 

 

Dengan polosnya Tao menggeleng pelan. ”Siapa ’Chanyeol’ itu?”

 

 

”Dia ’Guardian’ klan Angel. Sama dengan aku, Sehun dan Kyungsoo.” jelas Suho.

 

Tao mengangguk mengerti dan tersenyum manis. “Jadi Chanyeol itu sangat kuat, ya?”

 

”Mereka cuma memiliki satu ’Guardian’ sedangkan kita tiga orang..” ujar Chen memberi argumen.

 

”Memang… namun Chanyeol adalah ’Guardian’ terkuat. Aku sudah mencoba mengalihkan perhatiannya dari Luhan dengan menculik namja yang bernama Baekhyun.” jelas Sehun.

 

”Yang tertidur diranjangku?” tanya Tao antusias. Sehun tersenyum dan mengangguk.

 

”Dan aku punya tugas untuk Tao dan Chen.” Sehun kembalitersenyum dan menatap Tao serta Chen tajam.

 

 

”…Jalan- jalan ke Minor House.” sambung Suho.

 

 

>>> 

 

 

SRAAKKK

 

 

Semua berkas yang dipegang oleh Kris terjatuh berserakan dilantai. Lay membekap mulutnya sendiri dan air mata nampak menggenang dimata lembut namja cantik itu.

 

Chanyeol menunduk dan tidak berbicara sama sekali.

Kai yang menceritakan semuanya pada Kris dan Lay.

 


”Tidak.. Tidak mungkin!” Kris menggeleng pelan. ”Tidak mungkin Suho berkhianat dan membawa Baekhyun!”

 

 

”Suho… Tidak!! Bohong.. Adik kecilku Baekhyun!” Lay menangis pelan.

 

 

Kris langsung memeluk tubuh Lay yang bergetar hebat. Mereka sangat terpukul mendapat kabar saat pulang ke Minor House.

 

Suho, Partner Lay ternyata adalah mata- mata Klan Angel. Dan Baekhyun… Adik kecil yang sangat ia sayangi kini entah berada dimana. Entah apa yang terjadi pada Baekhyun kecilnya. Ia begitu khawatir.

 

 

”Sekarang Minor House tidak memiliki pembatas lagi, artinya … Kita terbuka dan penyerangan bisa terjadi kapan saja.” jelas Kai. ”Tempat ini tidak aman bagi Luhan.”

 

Kris mengangguk dan Lay melepas pelukan Kris. Ia dekati Luhan yang sedari tadi menunduk dibelakang Kai.

 

 

”Gwechana?” tanya Lay nampak khawatir. Luhan sangat pucat. Kai membalikkan badannya dan membelai rambut Luhan.

 

 

Kris mendekati Chanyeol dan memegang pundak Chanyeol agak keras. Dengan mata yang masih merah, Chanyeol menatap Kris tajam.

 

”Aku yakin Baekhyun baik- baik saja. Yang harus kau lakukan adalah menenangkan dirimu. Mungkin inilah yang mereka rencanakan. Membuatmu kalut dan akhirnya kau terluka oleh kekuatanmu sendiri.” Kris mencoba menenangkan Chanyeol.

 

”Kai tadi mencoba menenangkanku dan sekarang aku baik- baik saja..” suara Chanyeol terdengar serak.

 

”Kita akan memikirkan cara yang tepat untuk melindungi Luhan dan menyelamatkan Baekhyun.”

 

Chanyeol menghela nafas panjang mencoba mengatur kegundahannya dan mengangguk mantap.

 

 

DEG

 

 

 

Lay tiba- tiba mencengkram lengan baju Kai dan memegang kepalanya. Ia merasakan sesuatu. Kai yang menyadari kejanggalan Lay langsung memegang tangan Lay erat.

 

 

”Sesuatu menekanku, Kai. Sesuatu yang mendekat. Auranya menyeramkan.” Lay paling lemah dalam pertahanan tubuh karena kekuatannya. Diperburuk dengan kemampuan Lay yang bisa merasakan aura berbahaya yang mendekat.

 

Luhan sadar dengan perubahan wajah Lay yang tiba- tiba pucat berjalan cepat kearah Kris dan Chanyeol.

 

”Hyung, Lay-”

 

 

 

BRAAAAAAAAKKK

 

 

DUAAARRR

 

 

Betapa terkejutnya mereka semua karena tiba- tiba pintu depan Minor House terbuka dan bunyi ledakan dasyat terdengar.

 

Kai menarik tubuh Lay kebelakangnya. Bisa dilihat Lay nampak pucat dan tangannya bergetar hebat. Sementara Kris memeluk Luhan.

 

Chanyeol hendak mendekati pintu itu dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Langit senja sudah terekspos dari balik pintu. Serpihan pintu yang terbuka dengan paksa seakan menjadi saksi bisu kekacauan yang akan terjadi.

 

Kris melirik Luhan yang tengah memandang pintu yang didekati oleh Chanyeol tajam.

 

Baru tiga langkah Chanyeol mendekati pintu itu, suara langkah kaki terdengar nyaring. Chanyeol terhenti ditempat dan seketika itu api yang membara terlihat disela- sela lengan dan tangan Chanyeol.

 

 

TAP

 

 

Suara langkah kaki itu terhenti dan tampak seorang namja manis yang cukup tinggi dan seorang namja mungil yang terlihat memiliki senyuman menggoda.

 

 

DEG

 

 

Jantung Kris terasa dihantam keras melihat seorang namja yang sangat ia rindukan setengah mati.

 

 

”Ta..o..” desis Kris pelan namun Luhan dapat mendengarkannya.

 

 

Luhan mendongakkan wajahnya melihat wajah Kris. Dapat Luhan rasakan pelukan Kris melemah. Luhan melihat kearah yang dari tadi Kris lihat. Namun Luhan masih belum mengerti karena tatapan Kris sangat sulit diartikan.

 

Chanyeol menatap dua namja itu dengan tatapan marah. Entah mengerti atau tidak, Chanyeol seakan menangkap maksud dari kedatangan kedua namja itu. Api yang membara sudah menguasai tangan Chanyeol sepenuhnya. Senyuman licik menghiasi wajah Chanyeol.

 

 

”Annyeonghaseyo~” pekik namja tinggi dengan mata hitam besar dengan ramah. Sangat ramah dan terkesan polos. Siapa yang menyangka namja lembut nan ramah itu adalah salah satu pengendali kegelapan yang memiliki kekuatan yang paling menakutkan.

 

 

”Siapa kalian!” pekik Chanyeol tidak sabar.

 

 

Namja tinggi yang bernama Tao itu memandang tajam Chanyeol dan tersenyum manis. ”Namaku Tao dan ini gege-ku, Chen. Kami mendapat tugas dari Sehun.”

 

 

Mendengar nama Sehun, Luhan merasakan jantungnya berdetak tidak karuan.

 

Kris menarik tangan Luhan dan membawanya kedekat Kai. Hanya dengan tatapan sekilas, Kai dapat menangkap maksud Kris. Luhan dan Lay kini berdiri dibelakang Kai. Lay memegang lengan kiri Kai dan Luhan memegang lengan kanan Kai.

 

Kris berjalan kesisi Chanyeol dan menatap Tao dengan sangat tajam.

 

Chen tersenyum licik kemudian melipat tangannya didada. ”Seperti kalian sudah sadar tentang Suho-hyung yang ternyata adalah anggota klan kami?”

 

Chanyeol mengepalkan tangannya menahan amarah. Kris merasakan api Chanyeol mulai tidak terkendali.

 

 

”Chanyeol tenang!” perintah Kris dengan tegas tanpa menatap Chanyeol yang kini tepat disampingnya.

 

Menghela nafas panjang, Chanyeol melemahkan kobaran apinya.

 

 

”Dan kalian juga pasti tahu… tentang namja bernama Baekhyun yang kini berada bersama kami..” ujar Chen lantang.

 

 

”Namja yang bernama Baekhyun itu kini tertidur dikamarku. Ia sungguh cantik.” sambung Tao sambil tersenyum manis.

 

 

DEG

 

 

”BRENGSEK! SEKALI SAJA KALIAN MENYENTUHNYA, AKU AKAN MEMBAKAR KALIAN HINGGA MENJADI DEBU!”

 

 

Mendengar ancaman Chanyeol, Tao langsung bersembunyi dibalik tubuh mungil Chen.

 

 

”Uwaaaa! Gege namja tinggi itu menyeramkan!” rajuk Tao sambil memegang kedua pundak Chen. Ekspresi wajah Tao yang ketakutan malah terlihat menggemaskan.

 

 

”YA! Kau membuat adikku ketakutan, namja api brengsek! Padamkan apimu!” teriak Chen marah sambil menunjuk Chanyeol.

 

Tidak terima, Chanyeol semakin membuat api ditubuhnya membara. Kris menatap Chanyeol tajam kemudian melirik Tao  yang nampak masih ketakutan.

 

 

”Chanyeol, padamkan apimu.”

 

 

Seakan tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kris, Chanyeol menggeleng pelan. ”Tidak! Jangan gila, hyung!”

 

”Padamkan apimu!! Sepertinya mereka datang bukan untuk bertarung.” lanjut Kris kini memandang Tao dan Chen.

 

Sebenarnya Chanyeol enggan memadamkan apinya, namun sebisa mungkin ia mengikuti perintah pemimpin klan Angel itu dan berusaha mengendalikan emosinya. Perlahan namun pasti api ditubuh Chanyeol padam.

 

Tersenyum senang, Tao kembali tegak disamping Chen. ”Sepertinya gege yang paling tinggi itu mengerti kalau kita datang bukan untuk bertarung, Chen-ge.”

 

Wajah Kris nampak kecewa karena ucapan Tao. Seakan Tao sama sekali tidak mengenalnya. Apa Tao lupa sama sekali dengan namja tinggi nan tampan itu?

 

Padahal sedetikpun Kris tidak pernah melupakan Tao. Berharap masih ada kesempatan untuk namja itu kembali kesisinya sebagai klan Angel.

 

Namun harapan itu pupus setelah melihat Tao saat ini.

 

 

Tao benar- benar sudah menjadi klan Devil.

 

 

Chen tidak mengacuhkan Tao dan kembali menatap tajam klan Angel yang kini waspada. ”Sehun mengajukan syarat mudah pada kalian. Walau aku tahu apapun yang kalian pilih akan berdampak buruk pada kalian.”

 

Luhan mencengkram lengan baju Kai tambah kuat. Nafasnya seakan ditarik setiap nama Sehun disebut. Kai menyadari kegelisahan Luhan. Namun ia tidak berbuat apa- apa. Kai nampak fokus menatap Tao dan Chen. Walau sesekali mata Kai melirik kearah Luhan yang nampak pucat.

 

 

”Pertukaran. . Sehun menginginkan pertukaran.” lanjut Chen. ”Silahkan memilih antara Luhan dan Baekhyun.”

 

Mata Chanyeol membulat sempurna. Kris menelan kasar air liurnya. Kai menggertakkan giginya. Luhan menggeleng pelan dan wajahnya tambah pucat. Lay terlihat sudah menitikkan air matanya.

 

 

”Kalian pikir semudah itu memutuskan sesuatu, oeh! Kami menyayangi Baekhyun dan Luhan!!” isak Lay tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

 

 

Chen mengangkat bahunya. ”Kalian harus memilih. Jika kalian memilih Luhan, Baekhyun akan mati dan jika kalian memilih Baekhyun.. Kalian akan mati dengan tenang. Setidaknya Baekhyun tidak mati sendirian, kan?”

 

Emosi kali ini tidak bisa dibendung lagi oleh Chanyeol. Tubuh Chanyeol kini kembali diselimuti oleh api panas. Kris pun tidak melarang Chanyeol lagi. Ia nampak berfikir keras.

 

 

”Pilihan yang sulit, ya?” Chen terkekeh pelan dan kini tangannya mengarah pada Kai. Sontak Chanyeol memasang kuda- kuda penyerangan. Jika Chen menyerang Kai, secepatnya Chanyeol bisa langsung menyerang Chen.

 

 

”Kau akan melihat Luhan mati didepanmu lagi, Kai.” ujar Chen bengis.

 

 

Kai menatap Chen dengan tajam dan tersenyum sinis. ”Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan kalian menyentuh Luhan. Sedikitpun tidak!”

 

 

”Berharaplah.. Saat Red Night berlangsung tepatnya saat bulan berwarna merah darah. Kuharap kalian mengantarkan Luhan kemarkas kami.. ah.. Maksudku rumah Sehun… Itupun kalau kalian tidak mau Baekhyun mati sendirian.”Chen menyunggingkan senyuman licik.

 

 

Seketika itu Chen dan Tao berbalik badan dan berjalan pergi. Namun Chanyeol tidak tinggal diam dan langsung mengarahkan tangannya kearah Tao dan Chen. Amarah Chanyeol sudah menguasai akal sehatnya.

 

Mata Kris membulat saat melihat api yang terlihat seperti naga menuju kearah Chen dan Tao.

 

 

”TAO!!” Pekik Kris dan kedua namja klan Devil itu membalikkan tubuhnya.

Tao kaget setengah mati melihat api yang kini mendekati mereka dengan cepat sementara Chen terlihat santai dan mengarahkan tangannya pada api yang sudah sejangka dengan posisi mereka.

 

Seketika itu ..

 

 

DUAAAAAAAAAAAAARRRR

 

 

… api dan petir bersatu, menyebabkan bunyi ledakan yang amat dasyat.

 

 

Kris terpental jauh dari tempatnya berdiri sedangkan Kai menarik tubuh Luhan dan Lay agar berlindung dibalik sofa. Asap tebal menguasai tempat itu dan beberapa percikan api nampak terserak dibeberapa tempat bahkan ada beberapa perabot yang terbakar.

 

Sedangkan Chanyeol tidak bergeming ditempatnya.

 

Carutan terlontar dengan lancar karena melihat dua namja yang menjadi incarannya sudah tidak ada dimanapun. Chanyeol berlari menuju pintu besar yang kini sudah tidak berbentuk lagi. Kris juga melakukan hal yang sama, tidak memperdulikan luka gores yang kini terukir dikulit putihnya, Kris menyusul Chanyeol dan Tao tidak terlihat dimanapun lagi. Mereka berhasil kabur.

 

 

”BANGSAT!” Pekik Chenyeol marah.

 

 

Kris terduduk dilantai dan kini bisa dilihat kalau ia nampak sangat kecewa. Kris menunduk dan air mata jatuh dipipi kurusnya.

 

”Tao..” bisik Kris.

 

Lay berdiri dan melihat keadaan yang sangat kacau. Ia lirik Luhan yang menangis dipelukan Kai.

 

 

Namun Kris yang terduduk dilantai teras Minor House lebih membuat Lay terhenyak. Dengan langkah cepat Lay berlari kearah Kris.

 

 

 

”Kris-hyung…” bisik Lay sambil memegang pundak Kris. Betapa kagetnya ia melihat wajah Kris yang memerah akibat menangis. Bermimpipun ia tidak pernah menyangka akan datang hari dimana ia melihat Kris menangis seperti itu.

Pelan, Lay memeluk pundak Kris dan sesekali terdengar kalimat penenang yang dilontarkan Lay untuk Kris.

 

Chanyeol kembali masuk kedalam Minor House dan berjalan kearah Kai dan Luhan. Masih menangis, Luhan duduk disofa sementara Kai berdiri dihadapan Luhan sembari terus menenangkannya.

 

”Luhan.. Uljima.” Chanyeol ikut berdiri didepan Luhan.

 

 

Dengan wajah penuh air mata, Luhan mendongakkan wajahnya menatap Chanyeol. Luhan kemudian berdiri dari posisinya. Ia masih menatap namja tinggi itu dalam.

 

 

 

”Maafkan aku..”

 

 

 

Chanyeol tersenyum tipis. ”Kenapa?”

 

 

Luhan menunduk dan menggenggam erat ujung bajunya. ”Karena aku… Karena aku Baekhyun diculik..”

 

Chanyeol menggeleng cepat dan menangkap Luhan kedalam dekapannya. Ia belai lembut rambut coklat Luhan.

 

”Jangan salahkan dirimu, Luhan. Kau harus kuat..”

 

”Aku tidak bisa melakukan apapun untuk kalian.. Padahal kalian melindungiku dengan taruhan nyawa.” lirih Luhan.

 

”Yang perlu kau lakukan adalah melindungi dirimu sendiri dan menjadi lebih kuat. Kami tidak mengharapkan apapun lagi Luhan.”

 

Luhan melepas pelukan Chanyeol dan mengusap air matanya sendiri. Dengan usaha keras Luhan berusaha tersenyum manis.

 

Kai ikut tersenyum melihat Luhan yang mulai tenang. Kini mata Kai tertaut pada Chanyeol.

 

 

”Kai.. Aku akan menyelamatkan Baekhyun dengan caraku sendiri.” ujar Chanyeol pasti.

 

 

Kai mengangguk. ”Kau akan bergerak sekarang?”

 

 

”Iya.. Aku akan pergi sekarang.”

 

 

”Tapi..Pertukaran yang mereka katakan?” tanya Luhan cemas.

 

 

Chanyeol menggeleng pelan dan mengusap rambut Luhan. ”Tenang saja. Pilihan yang mereka berikan tidak ada pengaruhnya bagiku. Sama saja bunuh diri jika menyerahkanmu pada mereka. Toh jika memilih salah satu pilihan akhirnya kita akan mati juga.”

 

”Tapi.. Bagaimana..” Luhan masih nampak ragu.

 

”Tenang saja, Luhan. Aku akan menjagamu tanpa harus menyerahkan nyawa Baekhyun. Kau harus yakin padaku.”

 

Luhan mengangguk mantap dan menangkup kedua pipi Chanyeol. Walau tidak mengerti Chanyeol hanya diam memperhatikan wajah Luhan.

 

”Aku berdoa agar kau selalu dilindungi oleh Tuhan.”

 

Mata Chanyeol membulat seketika itu dan senyuman mengembang diwajah tampannya.

 

”Terima kasih, Luhan.. Tapi aku tidak percaya pada Tuhan.”

 

Setelah mengatakan hal itu Chanyeol berjalan meninggalkan Luhan dengan ekspresi bingung dan Kai. Dengan langkah pasti Chanyeol berjalan keluar dari Minor House dan langkah Chanyeol terhenti tepat didepan Kris yang masih terduduk dilantai bersama Lay.

 

 

”Hyung… Aku akan menyelamatkan Baekhyun.” izin Chanyeol pada pemimpin klan Angel itu. Lay mendongakkan wajahnya dan menatap Chanyeol.

 

 

”Aku ikut!” Lay berdiri dan berjalan kesamping Chanyeol. Melihat tatapan mata Lay yang nampak sangat serius, Chanyeol mengangguk mantap.

 

”Baiklah.”

 

Lay tersenyum manis dan kini ia lihat Kris menghapus jejak air matanya kemudian berdiri tegap.

 

”Tidak, Lay! Kau tidak boleh ikut!” larang Kris. ”Kau akan ikut kerumah itu dan tinggal dirumah itu bersama Luhan hingga Red Night usai!”

 

Lay menggeleng cepat. ”Aku ingin menyelamatkan Baekhyun!”

 

”Tapi-”

 

”Aku akan menjaga Lay-hyung. Tenang saja Kris-hyung.” potong Chanyeol.

 

Kris menghela nafas dan menatap Lay tajam. ”Kupercayakan Lay padamu Chanyeol.”

 

Chanyeol memangguk dan menggengam tangan Lay erat. ”Ayo, hyung!”

 

 

Kris memandang kepergian dua namja itu dalam diam. Beberapa detik kemudian phoniex turun dari langit. Chanyeol dan Lay kini sudah pergi.

 

Tidak membuang waktu, Kris masuk kedalam Minor House. Ia berusaha nampak sangat tegar.

 

”Sebelum terlalu gelap, kita harus meninggalkan tempat ini.” ujar Kris sambil menyambar sebuah kunci mobilnya dan menarik lengan Luhan. Kai mengikuti Kris dan Luhan dari belakang. Kekhawatiran terus saja menggerogoti hati  Kai. Ancaman Chen membuatnya tidak bisa tenang. Jujur ia sangat takut.

 

 

Sangat takut melihat Luhan terenggut lagi didepan matanya.

 

 

GREP

 

 

Kai melihat Luhan menggenggam tangannya erat. Luhan nampak masih sangat pucat. Kejadian tadi benar- benar tiba- tiba dan tidak diduga sama sekali. Wajar Luhan nampak terlihat gugup dan tidak begitu siap.

 

”Gwenchana?” bisik Luhan pelan.

 

Kai mengangguk dan berusaha tersenyum.

 

Genggaman tangan mereka harus terputus karena Luhan masuk kedalam mobil dan duduk dibangku belakang, sedangkan Kai duduk disamping Kris yang mengendarakan mobil.

 

”Semoga semua akan baik- baik saja.” bisik Luhan sambil berdoa. ”Tuhan… Kumohon lindungi semua klan Angel dan… Sehun..”

 

 

 

>>> 

 

Kyungsoo berjalan mondar mandir diteras depan rumah Sehun yang sangat luas. Ia menunggu dua namja yang sedang ditugaskan Sehun.

 

Akhirnya setelah menunggu cukup lama, nampak angin ribut yang mendekati Kyungsoo dan terhenti tiba- tiba. Dua sosok namja muncul diantara angin dan Kyungsoo tersenyum manis.

 

”Lama sekali.” protes Kyungsoo.

”Angin Sehun tidak secepat teleportasi Kai. Jadi memang lama. Aigoo.. Untung saja aku berhasil mengelakkan api Chanyeol.” jelas Chen panjang lebar.

 

”Kalian diserang?” Kyungsoo nampak kaget.

 

”Iya! Dan namja api itu sempat membuat Tao ketakutan.” cercah Chen sambil berjalan masuk kedalam rumah Sehun. Kyungsoo membelai rambut Tao dan tersenyum manis.

“Aigoo.. Kau pasti ketakutan.” ujar Kyungsoo khawatir. “

Sudah tidak apa- apa, hyung. Tenang saja , ya.” Tao berusaha menenangkan Kyungsoo yang nampak khawatir.

“Temui Sehun langsung. Kalian harus melapor karena misi sudah dijalankan dengan lancar.”

Chen dan Tao mengangguk mantap.

 

>>>


Baekhyun terbangun dengan kepala yang terasa mau pecah. Kepalanya sangat pusing. Namun dengan sekuat tenaga, ia mencoba duduk diranjang itu dan menatap sekelilingnya.

 

”Kamar?” bisik Baekhyun sedikit bingung.

 

Jujur ia menyangka akan terbangun ditempat yang mengerikan seperti penjara atau semacamnya. Namun ia terbangun disebuah kamar yang luas, rapi, dan sangat hangat.

 

 

KLEK

 

 

Bunyi suara pintu mengejutkan Baekhyun.

 

”Ah! Kamu sudah bangun?” suara ramah Tao langsung menyambut pendengaran Baekhyun. Tao nampak sangat bersemangat padahal baru saja pulang dari penyelesaian tugas.

 

”Tao?” bisik Baekhyun sangat pelan. Tentu saja Baekhyun tidak lupa dengan namja imut bernama Tao. Namja imut yang sangat lembut ini di masa dahulunya adalah teman baik Baekhyun.

 

”Nama kamu Baekhyun, kan? Sehun yang memberitahuku.” ujar Tao ramah sambil duduk disamping Baekhyun. Walau Baekhyun merasa takut, ia tidak memperlihatkannya.

 

”Namaku Tao.” sambung Tao dengan nada bicara sangat ramah.

 

”Aku sudah tahu.” ujar Baekhyun seakan tersenyum tipis. Sepertinya Baekhyun mengerti kalau Tao juga kehilangan ingatannya tentang klan mereka sama seperti Luhan.

 

”Kenapa bisa tahu?” tanya Tao penasaran.

 

”Karena kam-”

 

 

”Berhenti disana.” potong seseorang.

 

 

Baekhyun dan Tao melihat Sehun yang baru saja masuk kekamar Tao. Sehun tersenyum manis dan mendekati mereka. Tao berdiri dan menyusul Sehun yang berdiri diujung tempat tidur.

 

”Sehun! Baekhyun baru saja sadar.” ujar Tao riang.

 

Sehun tersenyum. ”Baguslah.”

 

Mata sendu Sehun menatap Baekhyun tajam dan hal itu membuat bulu kuduk Baekhyun meremang. Tatapan mata Sehun begitu menakutkan. Sangat!

 

”..Waktunya pindah ketempat yang lebih indah, Baekhyun..” ujar Sehun dengan nada suara yang dibuat- buat.

 

Baekhyun hanya bisa menelan kasar air liurnya. Ia tidak tahu nasib apa yang akan menimpanya kali ini.

 

 

 

 

TBC

 

#bow

mengulang FF yang sudah jadi itu cukup.. sesuatu ya TT^TT

haha

oh ya ada ucapan chanyeol yang rada aneh ya di atas.. tolong pengertiannya ya, itu perkataan untuk memperkuat chara Chanyeol yang memang keras kepala dan punya ideologi ttg kehidupan dan keyakinannya sendiri ^^
nah selanjutnya jangan lupa RCL ya..

soalnya kalo komennya dikit aku bakal lama lanjutinnya -___-

sekarang kelanjutan FF tergantung yang plg banyak komen. soalnya biar tahu yang mana bakal aku buat ulang lagi.

makasih atas perhatian dan pengertiannya ^^

hwaiting😀

138 thoughts on ““The Betrayed Angel” Part 7

  1. Nyesej wkt luhannya ttep doain sehun pdhl sehun uda bgtuuuuuu
    Kecewa sm suhooooo!
    Duhhhhhhhhh
    Semoga baekhyun selamat dan luhan jg! :'((((
    Yauda, aku lanjut bca chp slnjutnya dlu!
    Annyeong :*

  2. huuh nangis, guling2 baca nihh chapter ya tuhaaan!!
    capeek masyaallah #liebe
    sehun jahat bangeet, nyebelin sueeer hahaduuh
    luhan baik banget, tetep doain sehun nyesek.
    byunbaek kasian huks

  3. sehun bilang s aja masih belum bisa tapi otaknya sejahat itu ! ih sebel da sama sehun *peluk luhan*modus*

    baekhyun beritau tao yg sebenar benarnya biar tao membelot !

    lanjut

  4. Itu pilihan yg sulit ne -,,- klo milih luhan. Baekhyun mati. Klo milih baekhyun. klan angel mati u.u kris kok cuma bisa terbang sih ga seru u.u semoga chanyeol lay bisa nyelamatin baekhyun ne. Hwaiting ^^

  5. chanchan sabar yah , jangan emosi itu terlalu berbahaya buat chanchan :’) buat luhan jgn sia2in kai dong , itu kan kai udh setia banget sama kamu :’) kris , tao tetep angel ko tenang aja ^^ aaah baca chap ini bener asli sedih kaga ada yg baiknya T.T

  6. aishhhhh kasihan chanyeol…. aku dapat merasakan apa yg aa di dala hatinya,
    kawatir kehilangan Baekki teman yg menerima ia apa adanya,,,,,

    makin tegang saja,,,, aigo!

  7. hufttt
    baca chap ini bikin aku dagdigaug
    gilaaaaaa
    sehunnn bener2 nyebelin yahhh.
    suho,muka mu adalahh topeng.
    topeng yg sangat menyebalkan
    aissshhhh

  8. Wah keren bgt crtanya .. Aku jadi nangis sendiri bacanya waktu baekhyun diculik …
    Baekhyun harus kmbali ke pelukan chanyeol . Awas aj cadel k’lo lu brani ngapa2in bekki ! Gw bunuh lu .. !! #emosi

  9. Aduh luhan kok masih ngutamain sehun…
    Sadar kai ada disampingmu lu!
    Kai itu suamimu…
    Sehun itu berkhianat
    Dia yang bunuh kamu…

    Kapan luhan ingat sama masa lalunya
    (╥﹏╥)

  10. INI NYEBELIN KENAPA JADI RUWET GINI AAAARGGHHH RASANYA PENGEN MEREKA SADAR BAHWA THEY ARE ONE! WE ARE ONE! WE ARE HUMAN AND WE ARE EXO -______________-

  11. di satu sisi, kasihan sama Baekhyun….
    di sisi yang lain, seneng karena Luhan udah bisa menguasai kekuatannya. tapi kehilangan konaentrasinya gara-gara suaminya😄

  12. menegangkan waktu baca di pertengahan waktu tao dan chen dtang dngan pilihan yng diajukan oleh sehun,:( jahat sekali
    ssemoga semuanya baik2 saja , semangat lanjut terusss🙂

  13. kerennnn gilaaaa….
    unni saya sdah baca berulang ulang…
    tapi kok part ending belun keluar?????
    unni ceritanya menguras emosi, jadi please unni part endingnyaaaa, jeballlll

  14. Disini satu hal, cintanya chanyeol bener bener dalem banget sama baekhyun.. tapi yang bikin kesel mulutnya sehun itu yaaaa penghasut banget

  15. Uwauwauwa~ Tao polosnya minta cubit, kyeowo~
    pantes aja gampang di pengaruhi, orang polos begitu -_-

    Hya~ gimana nasib Bekyun? Chan~ selamatkan Bekyun~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s