FF HUNKAIHAN- REFLECTION PART 2

Reflection © 2012 LarasYang

-present-

Main cast : 

Kim Jong In 

Xi Luhan

Oh Se Hun

Leght : 2of?

Genre:

 sad romance

Word count:

2069 words

WARNING!!

YAOI,TYPO BERTEBARAN,CERITA GAJE ^^V

Note: Readers i’m back *LAMBAI-LAMBAI*. Maaf ya {hiatus} lumayan lama. Ini saya hadiahkan FF comeback lanjutan. Maaf sepertinya kurang memusakan. Tapi tetep dimohon RCL nya darl~ GOMAWO*BOW*

HAPPY READING/PART2


Apa hanya sekedar bayangan itu yang ingin aku miliki?

Bagaimana dengan pemiliknya?

Apa ini boleh?

Bolehkah aku hanya mencintai bayangan itu saja?

 

Luhan pov

Mata bulatku terus menatap punggung tegap namja yang sedari tadi tengah membelakangiku. Menghadap kearah luar jendela ruangan ini.

Sedari tadi dia hanya diam,begitupun aku yang masih saja berhalusinasi tentang Sehun pada dirinya.

Entahlah ini semacam kegilaan apa.

Yang kutahu rupa itu bukan milik kekasih yang sangat aku cintai, tapi mengapa hati ini berdetak seperti saat Sehun berada disisiku?

Ingin sekali rasanya aku memeluk tubuh tegap itu lalu mencium aromanya yang begitu serupa dengan aroma kekasihku. .

Tapi. . . .

“Sebelum aku mengusirmu dengan kasar,sebaiknya cepat kau angkat kaki dari rumah ini!”

Aku tersadar dari pemikiran gilaku saat suara berat dan dingin milik namja dihadapanku mengalun keseisi ruangan.

Aku mencoba untuk mencerna ulang perkataannya, namun yang kudapat NIHIL. .

Sepertinya aku benar melamun tadi. .

“Kau bilang apa?”

Aku putuskan bertanya ulang padanya yang masih saja setia membelakangiku. Aku berdiri, memutuskan untuk mendekatinya.

Magnet itu. .

Magnet dari tubuhnya seakan menarikku untuk lebih mendekat, dan terus mendekat hingga posisiku dan dia kini hanya berjarak angin.

Tepat saat itu Ia membalik. .

Deg. .

Aku membeku, saat dada bidangnya berada tepat diwajahku. .

Menelan paksa salivaku saat dadaku membuncah ingin merasakan kehangat pada dada bidang miliknya.

Kehangatan yang dulu selalu diberikan Sehun disaat aku bersedih maupun bahagia.

Grep

Tanpa fikir panjang aku menuntun tubuh kurusku untuk memeluknya. Harus Merasakan kehangat itu lagi. .

Kehangatan Sehun. .

“Lepas!”

Brukk

“Aghhh”

Tubuhku terpental sempurna saat sesuatu didepanku mendorongku kuat. .

Aku tersadar namja itu yang mendorongku!

“Aisshh”

Kuusap pelan sikuku yang bergesek langsung dengan marmar lantai.

Sedikit ngilu karena siku adalah tumpuanku saat terpental tadi..

“Jangan pernah sembarangan menyentuhku!”

Lagi, suara berat milik namja itu mengalun ditelingaku. .

Aku putuskan untuk mendongak dan melihat wajahnya yang ternyata tengah menatapku horror!

Aku bergidik ngeri melihatnya, Sehun tak pernah sedingin itu menatapku.

Sekarang Aku yakin orang ini bukan Sehun.

Sadarlah Xi Luhan!

“Siapa Kau? Apa yang kau lakukan dirumah kekasihku?”

Aku balas menatap namja itu horror selagi fikiranku masih bisa dikendalikan. .

Sedikit bertanya dalam hati, mengapa namja dihadapanku ini seenaknya saja memasuki rumah Sehun?

“Ini sudah menjadi rumahku!”

Mwo? Aku tidak salah dengarkan, namja itu mengaku rumah ini miliknya? Yang benar saja!

“Kau penipu!”

Dengan sinis aku menyudutkan namja angkuh itu. Dia masih saja tak bergeming dan tetap mempertahankan wajah dinginnya.

Namja itu seperti tak mengerti tentang emotion.

Dia menatapku lama sebelum berjalan menuju sofa tempatku duduk tadi.

Aku membalikkan tubuhku penasaran akan apa yang ingin namja dingin itu lakukan.

Ternyata Dia tengah membuka tas ransel yang bertengger rapi di sofa?

Lalu mengeluarkan sebuah map merah dari dalamnya.

‘Apa yang dia lakukan?’ Gumamku

Aku masih menatapnya heran dan bingung saat namja itu kembali mendekatiku, tapi kali ini diikuti dengan menyodorkan sebuah map merah kehadapanku.

“Apa ini?”

Aku bertanya heran padanya seraya menatapnya tak suka..

Lagi, namja itu hanya menatapku dingin. .

Aku mulai jenuh dengan tatapannya.

“Buka saja!”

Dua kata itu terucap dari mulutnya yang berhasil menuntunku untuk membuka map yang telah berada dalam genggamanku.

Tanpa bertanya lagi aku membalik map itu, hingga sebuah kertas putih berlukiskan tinta biru memenuhi penglihatanku.

Dengan seksama aku mulai membaca huruf demi huruf yang tertoreh disana.

-Surat kepemilikan rumah-

“Rumah berlantai dua milik Tuan Oh telah resmi dipindah tangankan kepada Tuan Kim Jongin pada tanggal xxxxx”

Pertanda

Mr. Oh. 

Trenggg

Dengan perasaan hancur bukan main aku menjatuhkan map malapetaka itu kelantai.

Menatap nanar pada sosok namja yang menyeretku pada kenyataan menyakitkan ini. Aku menggeleng kuat.

“Tidak mungkin. .”

Bagaimana bisa Tuan Oh rela menjual rumah ini?

Tuhan. . . Disini begitu banyak kenanganku bersama Sehun. Bagaimanpun rumah ini tak boleh di jual!

Andwae!! Aku tak boleh membiarkan hal ini terjadi.

“Ini salah! Tuan Oh pasti sedang mabuk saat menandatangani surat ini!”

Aku berteriak marah kearahnya dengan bulir air mata yang sudah mengumpul dipelupuk mataku.

Seperti tak memiliki perasaan, dengan cepat namja dingin itu mendorong tubuh lemahku paksa menuju pintu keluar..

Aku memberontak namun sia-sia karena tenaganya terlalu kuat untuk aku lawan.

“Jangan pernah mendatangi rumah ini lagi”

Branggg

Dengan kasar namja itu menutup pintu saat tubuhku sudah sepenuhnya berada diluar rumah. .

Aku hanya bisa memandangi pintu itu dengan mata penuh air mata. .

Hikss

Sudah tidak bisa kutahan, air mata yang tadinya hanya sampai pelupuk kini mengalir deras membasahi pipiku. .

Teett

Teett

Teett

“Buka pintunya!”

Aku menagis sambil terus memohon dan memencet bel . .

Rumah ini adalah tempat aku mengadu disaat aku merindukan sosok Sehun.

Bahkan segala barang-barang peninggalan Sehun masih tersusun rapih didalamnya.

“Tolong buka pintunya. JEBAL!”

Masih tidak ada jawaban. .

Aku Tidak akan meyerah. . .!

Dengan tenaga yang masih tersisa aku terus memencet bel rumah itu berharap sang pemilik bosan lalu mau membukakan pintu untukku!

Tapi aku salah. .

Setengah jam berlalu sosok dingin itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Oke kali ini aku menyerah!

Tubuk lemahku berbalik langsung menyandar kepintu, selanjutnya aku terduduk lemas kelantai yang terasa begitu dingin di kulitku.

Melipat kedua kakiku lalu menyembunyikan wajah penuh air mataku didalamnya. .

Apa tuhan belum puas merenggut Sehun dari hidupku?

Sekarang rumah kenangan kami.?

“Sehun ah. . . Apa yang harus aku lakukan. . hiks?”

Luhan pov end

 

Kai pov

Aku melangkah kesal menuju kamarku setelah berhasil mengusir namja gila yang mengira aku adalah kekasihnya.

Seperti ada kerusakan parah diotaknya. Seenaknya saja memeluk tubuhku!

Untung saja aku sedang dalam mood baik hari ini, jika tidak mungkin aku sudah menamparnya tadi.

Apa kedengaran begitu kejam?

Terserah. .

Aku hanya tak suka pada orang-orang yang sembarangan mengusik hidupku.

Siapapun, termasuk keluargaku. . .!

Brugg

Kurebahkan tubuhku dikasur nyamanku sesaat setelah tiba di kamar.

Memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum memulai membeli perlengkapan baru untuk rumah ini.

Aku berubah fikiran.

Sepertinya aku harus membuang segala isi di rumah ini. .

Berkat namja aneh tadi!

Kai pov end

 

Author pov

Langit senja telah berganti malam semenjak satu jam yang lalu tepatnya saat namja tampan pemilik baru rumah keluarga Sehun terjaga dari tidur lelapnya.

Kim Jongin yang kerap disapa Kai.

Dia sudah selesai mandi dan saat ini tengah gusar membuka lemari es berukuran jumbo di pojok ruang makan.

“Ck. Mengapa semuanya makanan mentah?”

Berdecak kesal saat yang Ia dapati disana hanya bahan-bahan makanan.

“Pasti milik namja aneh tadi!”

Lanjutnya sambil membanting kasar pintu lemari es yang tidak bersalah itu.

Kai lalu berjalan lesu menuju ruang TV sambil memegangi perutnya yang terasa begitu lapar.

Memutuskan untuk mengorder makanan saja melalu telephone yang sudah tersedia di ruang TV. . .

‘Setidaknya ada yang berguna dari barang-barang disini!’

Kai Bergumam sebentar seblum akhirnya menghubungi jasa pengantaran makanan siap saji.

“Hallo. . . Ah ne saya mau pesan ayam seper jumbo ditambah spagetti!”

“____________”

“Ani, tidak pakai nasi. .Minumnya capucino shake!”

“____________”

“Itu saja. . . Oke Gamshamnida”

Teeeeettt.

Sambungan terputus saat Kai mengakhiri pesanannya. .

Kai Memilih untuk menunggu sambil menonton saja.

Sepertinya akan memakan waktu setengah Jam untuk menunggu orderan itu.-_-

 

Ting nong

Suara bel yang ditunggu Kai akhirnya memecah keheningan perutnya sedari tadi.

Dengan sangat tergesa namja dingin itu berjalan menuju pintu rumahnya.

Membukanya hati-hati pintu dihadapannya, takut jika namja gila tadi masih berada disekitar rumahnya.

“Annyeong Tuan, ini pesananmu”

Sebuah senyum ramah kas pengantar makanan menyapu penglihatan Kai yang hanya membalas dengan tatapan datar.

Matanya lalu mengedar kearah halaman depan rumahnya yang  amat luas.

Tidak ada orang.

“Ah ternyata orang gila itu sudah pergi”

Kai berucap lega mengacuhkan si pengantar ayam yang sedari tadi telah  menyodorkan sekantung makanan kehadapan Kai.

Si pengantar ayam sabar menunggu hingga Kai menatap datar padanya.

Kai kemudian membawa alih kantung makanan itu ketangannya. Lalu membungkuk sopan pada si pengantar ayam tanpa tersenyum.

“Gamsahamnida”

Selanjutnya menyerahkan beberapa lembar uang pada orang itu.

“Cheonma Tuan. Selamat menikmati. Saya permisi dulu.”

Orang itu balas membungkuk sopan sambil kembali tersenyum lalu pergi meninggalkan Kai yang sudah menutup pintu rumahnya.

.

.

.

“Chagiaaaa~”

“Uhuukkk”

Kai tersedak tulang ayam saat sebuah suara entah dari mana mengejutkannya yang tengah asik menyapu seluruh makanan pesananya tadi.

Meneguk capucino shake disampingya dengan cepat,sebelum berbalik kearah sumber suaranya yang amat dikenalnya.

“Eomma! Kau membuatku tersedak!”

Dengus Kai tak suka saat yang disapanya eomma malah tertawa memegangi perutnya melihat ekspresi kaget Kai tadi.

“Ck,mianhae Chagi!”

Eomma Kai kini memukul ringan punggung anaknya agar sedakannya segera terlarut.

“Sudahlah lupakan. Bagaimana eomma bisa menemukan keberadaanku?”

Kai berucap datar penuh nada dingin dan terlalu to the poin pada eomma yang dianggapnya kejam dan telah menjadikannya boneka selama ini.

Eomma Kai mulai menatap anaknya serius dan kembali ke perawakannya yang biasa.

Yang tadi itu hanya sapa basa-basi singkat.

Begitulah sekiranya yang Kai fikirkan selama ini bila eommanya berlaku baik padanya.

“Kau harus kembali kerumah Jongin!”

“Ck. Tidak akan!”

“Apa harus eomma menyeretmu?”

Kai memutar bola matanya jengah akibat sifat memaksa eommanya yang selalu membuatnya tertekan.

Mungkin Kai belum terlalu ahli menyembunyikan jejak sampai eommanya tau keberadaanya disini.

Shit

“Eomma pulanglah! Biarkan kali ini aku memilih hidup yang ku mau”

Plak

Tanpa ragu sosok yang Kai sebut eomma melayangkan tamparan kerasanya pada Kai, membuat namja dingin itu sedikit meringis.

“Dasar anak durhaka! Apa ini semua karena wanita jalang yang tengah menangis di depan rumah ini eoh? Kau menghamilinya?”

“Mwo? Apa yang kau bicarakan eomma?”

Mimik muka Kai jelas terkejut saat mendengar kalimat penuh tuduhan dari eommanya.

Menghamili? Yeoja? Didepan rumah? Apa maksutnya?

“Kau terlalu beda dengan hyungmu yang penurut Kai! Harusnya kau tak berada dilingkaran keluarga Kim!”

Ucapan eomma Kai amat menusuk, membuat Kai sukses mengepalkan tangannya sempurna,siap meninju apa saja yang ada d isekitarnya.

“Baik !Kau hapus saja namaku dari catatan keluargamu Nyonya Kim”

Kai membalas tajam ucapan eommanya yang kali ini berganti menatap tajam Kai.

Eomma Kai berniat melayangkan tamparan keduanya pada Kai, namun sebuah tubuh mungil tiba-tiba menelusup diantara mereka berdua dan mengahalngi gerakan itu.

“Jangan!”

Plak

Sebuah tangan yang siap mendarat itu akhirnya menempati pipi seorang namja cantik pemilih tubuh mungil itu.

Ia meringis sambil menatap sosok yang telah menamparnya.

“Jangan sakiti Thehunie!”

Yang ditatap- nyonya Kim, hanya bisa tersenyum mengejek kearah sosok mungil itu.

“Mwo? Thehunie? Ck,Menggelikan sekali! Sejak kapan anakku dipanggil dengan nama menjijikan seperti itu eoh? Dasar wanita jalang!”

Kali ini amarahnya pada Kai Ia lampiaskan pada namja cantik-Luhan yang tak salah apa-apa dan pasrah saja saat eomma Kai menjambak dan menarik rambutnya.

“Aish. Jinjja! Eomma apa yang kau lakukan? Jangan kekanankan seperti itu!”

Kai mencoba menjauhkan tubuh Luhan dari jangkauan eommanya, hingga tanpa sengaja Kai mendorong tubuh eommanya sampai terpental jauh dan membuat suasana hening seketika.

Brugg

Luhan malah melepaskan diri cepat dari penyelamatan Kai, mendekati sosok  Eomma Kai

“Ahjumma, kau tidak apa?”

Kai hanya geleng kepala menyaksikan tindakan bodoh apa lagi yang akan dilakukan oleh namja yang dianggapnya gila.

“Menjauhlah! Jangan pernah sembarangan menyentuhku!”

Ucapan yang sama dengan yang Kai ucapkan tadi..

Kenyataan itu membuat Luhan yang difikir eomma kai adalah seorang yeoja kembali tersadar kedunia nyatanya.

“Sehunnie!”

Luhan tiba-tiba terduduk lemas tak jauh dari posisi eomma Kai berada, sambil menelungkupkan wajahnya kelutut,membuat kedua ibu dan anak itu menatapnya ajaib.

“Selain jalang ternyata yeoja pilihanmu sakit jiwa! Ck,Jangan harap kau bisa kembali lagi kerumah Kai! “Ucap eommanya mantap.

“Tidak akan”

Balas Kai tak kalah mantapnya lalu menatap dingin eommanya saat wanita itu sudah berjalan menuju pintu keluar.

Ia Menutup kasar pintu rumah baru Kai dan mulai menciptakan keheningan antara Kai dan sosok Luhan yang masih tak berniat beranjak dari posisi duduknya.

Kai menatap namja Luhan tak habis fikir sambil menggaruk kepalanya frustasi.

Bagaimana mungkin namja itu bisa terus-terusan mengiranya adalah Sehun?

“Hei, Kau! Sebenarnya Sehun itu siapa?”

Tak ada jawaban ,Luhan masih betah pada posisinya, hingga membuat Kai memutuskan untuk berjalan dan mendekatinya,menyentuh bahunya.

Brug

Dalam hitungan detik tubuh Luhan telah terkulai dalam pelukan Kai, membuat Kai sedikit gelagapan dengan situasi yang dihadapinya saat ini.

“Hya. . Apa-apaan kau ini. Bangunlah! Jangan tertidur didekatku!”

“__________”

“Aishhh. . “

Kai memutuskan menyentuh pipi namja cantik itu, sekiranya agar sosok itu terjaga, namun sebuah kenyataan membuatnya ternganga.

“Astaga,badannya panas sekali”

“Eungg”

Lenguhan kecil itu berasal dari Luhan ,jelas kali saat ini Ia tengah mengingau dan tak sadarkan diri akibat suhu tubuhnya yang amat panas.

“Ck. Aku tau akan seperti ini jadinya”

Dengan sangat terpaksa Kai membawa tubuh lemah Luhan dalam gendongannya, menuju sebuah kamar tamu yang belum sempat Ia liat sebelumnya.

Sepertinya hari-hari Kai akan menjadi lebih sulit daripada sebelumnya. . Mulai saat ini!

.

 

 

.

 

 

.

 

To be continue~

76 thoughts on “FF HUNKAIHAN- REFLECTION PART 2

  1. Kasihan Luhan, udah di tinggal Sehun, di jahatin pula ma Kai.

    Sabar ya Luhan…

    Di tunggu secepatnya ya kelanjutannya Author…
    Penasaran banget…😀

  2. Omona~ Luhannie, sabar ya nak? Semua kejadian pasti ada hikmahnya #plak

    Abaikan komen diatas, ini ahjumma kasar banget sama Lulu? Kai juga tuh! #deathglare #dideathglarebalik

    Lanjutin dong, yayaya?
    Mian baru comment n commentnya gaje pula -_-” #bow

    4kasuna Fu-Chan

  3. kai jahat sama luhan,gak bisa gitu thor!
    pokonya ntar akhir ceritanya kai harus sama luhan.

    tapi luhan jangan lupain sehun ya kasian sehun disananya..

    chapter selanjutnya gya~~

  4. Kyaaaa ><,,itu kenapa Lulu dikira cewek,Hhaha Tolong Ajuma perhatikan baik2. ternyata keluarga Kai agak..gimana gituu yaa, walaupun kependekan#Plak tapii baguss lahh,

  5. annyeooooong~~~
    boleh komenkan? jujur aku ngga dapet feel di part ini…. gatau kenapa yaa tapi gitu..
    seru kali sehunnya bangkit dari kubur akakakak macem sinetron indonesia aja -__-
    yoyo lanjut part berikutnya~~

  6. yaampun kai tega deh sama lulu😐 gatau apa org lg kehilangan pacar -,- eh mamanya jongin seenak jidat aja blg luhan jalang /.\
    huah gimana kelanjutannya itu :* harus baca next chap

  7. Aiihh kai jadi anak durhaka o(≧o≦)o
    Kai jangan kasar dong sama luhan kan luhan cuma lagi kangen sama sehun
    Lagian luhan ngerasa klo kai sama sehun tuh mirip
    Ahhhh mau tau kelanjutannya ahaha

  8. baru nyadar klo belum comment part ini…. aduhhh lupa saya… mau comment apa ya?? *mikirkeras

    aa… eummmmm …. ga tau mau comment apa … #suerdeh.. ampuni saya thorr…
    yg pnting udh ngisi kolom comment yah? *modus

  9. uwa uwaaaaa seruu lanjut lanjutttt…emaknya kai labil banget kayaknya tadi baik banget trus tiba tiba galak gitu-_-sehun kemanaaaa lagi aduh bala’ banget luhan nungguin didepan rumah kai-_-okee mau lanjut ke chap selanjutnyaa

  10. Doh kai jahat bgt sama lulu T.T emaknya kai juga sama ajaa ihh
    Sedih bgt sama penderitaan lulu, oh sehuuun knp kau tinggalkan lulu mu tersayang? kenapa?!!

    Next chap thor ‘-‘)b

  11. Yaampunnn..
    Itu kai berantem sama eommanya..
    Kai punya kakak.. Hmm siapaa ya.. Hahaaiii
    Tapi tetep suka kai ahh (˘⌣˘ʃƪ)

    Kembali ke luhan..
    Luhannn yg sabarrr.. Kamu harus menerima kenyataan.. Sehun bener2 udah pergi.. Dan ini kai pacar aku bukan sehun.. *eh ngaku2..
    Gpp ah..

    Thorr.. Part 4nya panjangiinn ceritanyaaa dong..
    Okk.. Hihii.. Abiss ini bagusss ceritanya..
    Sayang kalo udh update lama pi ceritanya dikit..
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮
    Maaap yaaa banyak mintaa..
    larasYang kan cantikkk *muji2 dulu biar dipanjangin..
    Oia sekanrng mousekey.. (づ⌣ど)
    Yaudahhh itu aj saran akunya.. Intinya ceritanya bener2 menarikk.. So panjangin.. Ok..
    *teteppp..
    (•̀_•́)ง fightingggg

  12. annyeong thor, i’m new reader
    kenapa sehun dimatiin, kasian sehun nya, luhan juga.
    tapi lanjut ya thor penasaran kai nya udah dtg, ditunggu next chap nya ya🙂

  13. Iya.. udah ketebak pasti Kai pengganti sehun..
    Tapi kai mirip dari segi mananya dengan sehun? Oh mungkin dance talentnya kali ya xD
    Good job kak ‘-‘)b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s