Another Promise Chapter 8

Annyeonghaseyo ~

selamat buat EXO and EXO M yaah yang menang AWARD malam ini ^^ Bangga deh sama EXO

XD~

unyu deh muka Kris yang nahan nangis >.< KYAAA~  oppa AKU PADAMU!! EMOAAHH~

Kita harus selalu dukung uri EXO yaahh 12 alien tampan kita dari EXO planet. maupun EXO K atau EXO M ga ada yang bedain! POKOKNYA WE ARE ONE!!

Btw hyobin mau nanya, Fandom EXO t namanya Angel ya? bukan EXO tic? Kalau ada yang tahu kasih tau Hyobin yah ^^ makasih ~ 

nah lanjut FF ^^ ~

oh ya ada CARA DAPETIN PASSWORD di akhir kata ^^ dont miss it!! ;D

Another Promise

Kim Hyobin

Twitter : @ranalunabila

 

Cast : Kim Jongin- LuHan- Oh Sehoon / HUNHAN / KAILU – KAIHAN/

Other : Byun Baekhyun – Park Chanyeol / BAEKYEOL/

Genre : Angst, Romance, Drama, School Life, Sad Romance, Hurt

BoyBand : EXO ( EXO K and EXO M)

Disclamer : This story MINE! EXO just belong to Exotic and SMEnt

Warning : YAOI / Boy x Boy / BL

So, If you don’t like, DON’T READ ^^

 

PART 8

 

Aku tertipu!

Dibalik senyuman malaikatmu…

Tersimpan sebuah beban yang sangat berat

 

Kau begitu pandai menyembunyikan lukamu

Kau begitu mudahnya memasang topeng andalanmu

Membuatku hanyut dalam kepedihan yang kau sembunyikan

 

Jangan takut sayang..

Aku akan membimbingmu

 

Kau harus mempercayaiku

Agar aku bisa menyentuh dirimu yang sesungguhnya

 

 

Kai membawa Luhan masuk kedalam rumah dengan wajah yang tampak kesal. Memang ia dalam mood yang tidak baik mengingat Luhan dan Sehun tidur satu ranjang tadi malam.

Kai tahu Sehun dan Luhan pasti tidak akan berbuat macam- macam.

Dan Kai memang harus berfikir begitu jika tidak mau keadaan hatinya rusak pagi- pagi buta seperti ini.

 

Dengan langkah cepat Kai masuk kedalam kamar Luhan dan membaringkan tubuh mungil itu diranjangnya. Kai melakukan peregangan kecil pada kedua tangannya. Walau terlihat mungil, tubuh Luhan lumayan menyita tenaga. Apa tulangnya yang membuat tubuhnya terasa berat?

 

Kai melirik jam dinding yang masih menunjukkan pukul 5 lewat. Masih terlalu pagi untuk bersiap pergi kesekolah. Akhirnya Kai memutuskan untuk duduk ditepi ranjang Luhan dan menunduk dalam. Posisinya membelakangi Luhan. Masih terdengar suara dengkuran lembut yang berasal dari namja manis yang masih tertidur melingkar dibelakang Kai.

 

”Luhan… merelakan seseorang sangatlah sulit. Seandainya kau memilihku..aku bersumpah akan menjagamu melebihi nyawaku.” bisik Kai.

 

Luhan menggeliat dan berbalik arah menghadap punggung Kai. Walau merasakan pergerakan Luhan, Kai masih betah duduk diposisinya. Tidak bergeming.

Kai menghela nafas sangat lemah hingga hanya ia sendirilah yang bisa mendengarkannya. Kali ini ia sedikit memiringkan wajahnya, menatap Luhan yang sedang tertidur pulas. Senyuman manis terhias diwajah Kai.

Kai kembali menatap lantai kamar Luhan yang tiba- tiba terasa menarik untuk diperhatikan. Ia teringat suatu kejadian yang terjadi saat ia dan Baekhyun akan tidur tadi malam.

 

 

Flash back

 

”Kai tidak akan kubiarkan tersakiti.” ujar Baekhyun sambil memegang tangan Kai erat. ”Aku tidak akan membiarkan Kai ataupun Sehun menderita lebih jauh.”

Kai tersenyum manis dan mengusap rambut Baekhyun dengan tangan satunya lagi. ”Baekhyun jangan terlalu memikirkan kami. Yang penting, Baekhyun harus bahagia dan.. aku akan selalu mengusahakan apapun yang Baekhyun butuhkan. Ne?”

Baekhyun tersenyum manis dan memiringkan wajahnya menatap Kai polos. ”..Jika Kai memang ingin aku bahagia.. singkirkan Luhan dari hidupmu dan hidup Sehun.”

Mata Kai membulat dan terdengar suara tawa kecil dari bibir mungil Baekhyun. ”..Kai akan mengusahakannya, kan? Aku membenci Luhan. Jika ia menyakiti Kai dan Sehun lagi.. aku akan menghukumnya.”

 

”Baekhyun.. sudah kubilang Luhan tidak pernah menyakiti kami.” ujar Kai masih dengan suara yang lembut.

 

Baekhyun menatap tajam Kai dan menggeleng. ”Aku akan menghukumnya, Kai. Orang jahat patut dihukum, kan?”

Kai menangkup wajah Baekhyun dan berusaha tersenyum. ”Dengarkan aku.. Luhan tidak jahat, Baekhyun..dan..dia tidak boleh dihukum.”

Dengan wajah tertekuk Baekhyun membalikkan posisi tubuhnya membelakangi Kai. Mereka memang sedang berbaring diranjang Baekhyun. Dengan alasan tidak mau tidur sendirian, Baekhyun berhasil membujuk Kai untuk tidur dikamarnya.

Kai menghela nafas pelan dan memeluk tubuh Baekhyun dari belakang. Kai memeluk Baekhyun begitu erat hingga Kai bisa merasakan rambut Baekhyun menyapu pipi dan bibirnya. Tidak ada batas diantara dua namja yang tengah berbaring diatas ranjang itu.

”..Jika Baekhyun menyakiti Luhan..Baekhyun sama saja menyakitiku..” bisik Kai.

Baekhyun memegang tangan Kai yang memeluk pinggangnya.

Dengan senyuman yang tidak nampak oleh Kai, Baekhyun melanjutkan perkataannya.

”Kalau aku menyakiti Luhan berarti aku menyakiti Kai.. Kai kejam ya.”

Perkataan Baekhyun sontak membuat Kai tersentak. Apa ia salah bicara? Oh tidak! Jika ia sampai salah bicara dan Baekhyun merasa frustasi, siapa yang bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh namja mungil nan rapuh itu?

”M..Maksudku-”

”Aku tidak peduli jika Kai akan membenciku.. tapi aku ingin Kai dan Sehun bahagia..”

Kai akhirnya diam dan menambah eratnya pelukannya ditubuh Baekhyun. Dengan suara yang amat lembut, Kai menyanyikan sebuah lagu tidur yang sangat menenangkan. Hingga mata sipit Baekhyun tertutup rapat, Kai masih saja menyapu rambut coklat lembut Baekhyun. Rasa sayang tidak dapat membuat Kai membenci Baekhyun. Apapun yang dilakukan Baekhyun pada Luhan, Kai tidak akan bisa membenci Baekhyun.

Namun.. rasa sayang itu tidak akan pernah menyentuh rasa cinta.

Karena Baekhyun adalah sahabat Kai.

Dan Kai tidak mau merubah itu.

 

End Flashback

 

 

 

Kai merasa sebuah kecemasan didalam hatinya. Bagaimanapun Baekhyun pasti tidak pernah bermaksud jahat pada Luhan, hanya saja Baekhyun salah paham dan ingin melindungi Kai dan Sehun dengan caranya sendiri.

Mau tidak mau Kai akan lebih memperhatikan Luhan dan pastinya ia juga akan menjaga Baekhyun. Ia tidak mau membuat Baekhyun tersakiti. Ia tidak akan rela. Baekhyun adalah sahabatnya.

Dan ia akan lebih menyesali dirinya jika membiarkan namja yang sangat ia sayangi menyakiti namja yang ia cintai. Kai merasa kalau ia tidak berguna, ia ingin melindungi kedua namja itu tanpa menyakiti kedua namja itu.

 

”Seandainya aku tahu caranya, Lu.. andai aku tahu caranya agar aku bisa melupakanmu..”

 

 

>>> 

 

 

Luhan dan Kai sudah berada disekolah. Mereka berjalan menuju kelas mereka dengan candaan ringan. Nampak sekali perubahan pada diri Luhan, ia tidak lagi terlihat murung dan sedih. Entah apa yang terjadi pada Luhan dan Sehun tadi malam, namun Kai tidak mau bertanya.

Ia cukup menjaga keceriaan Luhan karena jujur ia merindukan senyuman Luhan yang penuh dengan kehangatan. Tidak peduli senyuman itu bukan disebabkan oleh dirinya.

Cukup menjaga senyuman itu agar tidak hilang.

Bagi Kai itu sudah cukup.

 

”Kai? Apa yang kau lamunkan?” tanya Luhan seraya menatap Kai dengan mata indahnya.

 

Dengan tatapan manis, Kai tersenyum dan mengangkat bahunya. ”Aku hanya berfikir kalau kau sedikit bersemangat. Apa ada yang terjadi tadi malam saat kau bersama Sehun?”

”E..Eh?” Wajah Luhan tiba- tiba nampak merah dan.. tersipu?

Ekspresi Luhan sangat sulit ditebak. Ia nampak ceria namun jika diperhatikan ada raut wajah sedih walau tidak terlalu tampak. 

Jujur saja Kai lumayan kaget melihat perubahan ekspresi wajah Luhan. Namun lagi- lagi Kai tidak mau bertanya cukup dalam. Lagipula Luhan terlihat tidak mau menjawab pertanyaan Kai.

Luhan hanyut dalam dunianya sendiri.

 

Sampai mereka masuk kedalam kelaspun, Luhan dan Kai tidak melanjutkan pembicaraan. Luhan duduk dibangkunya seperti biasa, disamping Sehun sedangkan Kai didepan Luhan.

Sebelum duduk dibangkunya, Kai membalikkan bangkunya kearah Luhan dan duduk menghadap Luhan. Otomatis Luhan yang sudah duduk di bangkunya jadi sedikit kaget melihat Kai yang tidak biasanya seperti itu. Kebiasaan Kai setelah mereka sampai dikelas adalah duduk dibangkunya- mendengarkan mp3- tidur- atau melakukan sesuatu sampai bell masuk berbunyi.

 

Kini mereka duduk berhadapan. Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali melihat Kai kini duduk berhadapan dengannya sambil berpangku tangan. Mata Kai lekat memandang wajah Luhan.

 

“W..Wae?” tanya Luhan salah tingkah dipandangi seperti itu.

 

Kai tersenyum..bukan senyuman manis malah terlihat seperti smirk. Luhan menelan air liurnya dan kembali mengerjapkan matanya. Ada apa dengan Kai?

Kai terlihat seperti menggoda Luhan.

 

“Aku hanya ingin memandangi wajahmu.”

 

DEG

 

Wajah Luhan langsung memerah. “Ha..Kai..jangan menggodaku!”

 

Kai kembali tersenyum namun kini ia melakukan tindakan lebih berani. Kai menangkupkan kedua tangannya diwajah Luhan hingga membuat namja manis itu membulatkan mata indahnya memandang Kai.

“Lihat aku, Luhan…” ujar Kai lembut.

 

DEG

DEG

DEG

 

Luhan tidak bisa memungkiri kalau jantungnya sangat berdebar- debar. Tatapan mata Kai yang tidak biasa membuatnya tidak bisa tenang. Pipinya yang ditangkup oleh Kai entah mengapa terasa panas.

Murid- murid lain yang melihat adegan mereka tentu langsung bersorak heboh. Namun Kai sama sekali tidak mengindahkan kehebohan yang ia ciptakan.

“Pasangan baru~”

“Kalian benar- benar pacaran, ya? Kalian selalu terlihat bersama.”

“Benar, kan? Kai dan Luhan pacaran. Benar dugaanku.”

“Lihat! Luhan dan Kai sangat mesra.”

Kehebohan itu terus berlanjut. Luhan menjadi semakin malu. Berbeda dengan Kai yang malah terlihat senang.

 

“Luhan.. teman- teman sekelas saja mengatakan kita seperti pasangan.”

“I..itu..” Luhan menggigit bibir bawahnya.

Kai mendekatkan wajah Luhan kewajahnya. Keadaan kelas semakin ricuh karena Kai terlihat akan mencium Luhan. Mata Luhan semakin membesar dan..

 

Gelap.

 

“Eh?” Luhan merasakan matanya ditutup oleh seseorang dari belakang.

 

“Bisakah tidak melakukan hal seperti itu didepan umum, Kim Jongin?” tukas sang suara yang berasal dari belakang Luhan. Bisa dipastikan sipemilik suaralah yang menutup mata Luhan kini.

Luhan tahu betul siapa seseorang yang menutup matanya. Dari aroma tubuhnya yang selalu Luhan rindukan dan suara beratnya yang selalu Luhan kagumi. Siapa lagi kalau bukan namja itu…

 

“Memangnya apa yang harus aku lakukan dimuka umum, Oh Sehun?” tukas Kai. Kedua tangan Kai masih menangkup pipi Luhan.

 

Bisa dibayangkan bagaimana keadaan Luhan sekarang. Kedua pipinya ditangkup oleh Kai dan kedua matanya ditutup oleh Sehun. Untung saja hidung Luhan tidak dibekap oleh kedua namja yang sedang bersitegang itu.

 

“Kukira otakmu lumayan waras, ternyata kau termasuk orang yang bertindak tanpa berfikir.” Celoteh Sehun.

“Apa kau terganggu, Sehun? Kurasa semua yang kulakukan tidak ada hubungannya denganmu.”

“Aku terganggu? Syukurlah jika kau sadar.”

“Oh, maaf kalau begitu. Aku tidak tahu kalau kau bisa terganggu padahal aku hanya menyentuh LUHAN-KU.”

Mata Sehun menyipit mendengar Kai mengatakan Luhan dengan ‘LUHAN-KU’. Dan nampaknya Luhan tidak menyangkal apapun karena ia diam saja. Nampaknya Luhan masih belum mau ikut campur dalam perang dingin antara Sehun- Kai.

“Lepaskan tanganmu dari pipi Luhan!” Sehun mulai tidak sabar.

“Kau yang lepaskan tanganmu dari mata Luhan.”

Kedua namja itu bersitegang. Luhan hanya bisa diam karena tidak mau ikut campur. Bukannya Luhan takut namun ia lebih memilih diam karena jika ia ikut berbicara, kedua namja tampan itu akan semakin menjadi- jadi.

“Jangan buat aku mengulangi kata- kataku, Kim Jongin!” suara Sehun meninggi. Luhan bisa merasakan Sehun mulai marah. Luhan memengangi tangan Sehun yang menutupi alat penglihatannya.

Kai tersenyum sinis melihat Luhan membuka tangan Sehun dari matanya dan mata Luhan langsung tertuju lurus pada Kai. Mengerti arti tatapan Luhan, Kai menghela nafas panjang dan melepas kedua tangannya dari pipi Luhan.

“Ok.. bisakah kalian berhenti bertengkar?” ujar Luhan akhirnya.

Sehun menghela nafas dan berjalan menuju bangkunya. Kai juga sudah membalikkan kursi nya dan duduk dengan benar. Lagi- lagi Luhan hanya bisa menghela nafas panjang melihat kedua namja tampan itu kembali diam.

 

Puk

 

Mata Luhan membulat. Ia merasakan sebuah belaian lembut menyentuh rambutnya. Sesegera mungkin Luhan melihat kearah Sehun. Dan..Luhan melihat Sehun yang tengah tersenyum memandangnya lembut.

 

DEG

DEG

 

Luhan membalas senyuman Sehun dan pipinya merona merah. Betapa rindunya ia dengan senyuman itu. Bahkan Luhan mengira ia tidak akan melihat senyuman lembut Sehun lagi.

Tangan Sehun kembali mengarah pada Luhan. Namun kini bukan mengarah kekepala Luhan, melainkan kepipi merah Luhan.

 

“Aish!! Ahh! Mataku!!”

 

Teriakan Kai membuat moment HunHan terinterupsi beberapa saat. Sehun menarik tangannya kembali dan menghela nafas panjang. Luhan berjalan kearah Kai yang baru saja berteriak. Kai yang masih duduk dibangkunya sedang menunduk memegangi matanya.

“Kai? Gwenchana?” tanya Luhan sangat cemas.

Kai terlihat sangat kesakitan. “Ma..Mataku.. aish.. sepertinya kemasukan debu.”

“Mana? Biar aku lihat.” Luhan mengangkat wajah Kai dan mencoba melihat mata Kai yang memang nampak merah. Sepertinya Kai tidak berbohong. “Mwo~ Kenapa matamu bisa semerah ini?”

“Tadi..sepertinya saat aku mengambil sesuatu dilaci.. mataku kemasukan debu..” jelas Kai sambil terus menggosok matanya.

“Hentikan, Kai. Lebih baik aku meniup matamu.” Luhan mendekatkan bibirnya kemata Kai.

 

 

[Sehun POV]

 

Hey! Apa- apaan mereka!

 

Baiklah, mungkin Kai memang sedang kesakitan dan Luhan mencoba membantu.. namun.. apakah harus sedekat itu?

Dan.. apa! Hey! Kai melingkarkan kedua lengannya dipinggang Luhan! Sial.. Kai benar-  benar memanfaatkan segala keadaan. Luhan masih saja terus meniup mata Kai tanpa sadar kini posisi mereka sudah seperti sepasang kekasih yang tengah bercumbu.

Lepaskan!

Lepaskan tanganmu dari Luhan-ku! Jangan peluk dia seperti itu!

Agh!

Aku tidak tahan lagi!

 

 

 

Author POV

 

Sehun berjalan cepat kearah Luhan dan Kai. Tidak memperdulikan sorak sorai teman- teman sekelas mereka yang merasa beruntung melihat adegan drama dipagi hari.

 

Grep

 

Mata Luhan membulat saat merasakan sepasang lengan memeluk lehernya dari belakang.

 

“S..Sehun..” gugup Luhan.

 

Bagaimana ia tidak gugup? Pelukan Sehun benar- benar membuat Luhan terhanyut. Namun yang benar- benar membuatnya gugup, Luhan dapat merasakan bibir Sehun menempel dikulit lehernya. Entah Sehun sengaja atau tidak.

 

Grep

 

Kai mempererat pelukannya dipinggang Luhan.

“K..Kai..” kali ini Luhan memegangi pundak Kai. Bisa ia rasakan kedua pelukan namja tampan itu tambah erat.

 

“Kupikir kau bisa membaca situasi. Dasar penganggu!” ujar Kai tiba- tiba.

 

“Maaf saja.. aku juga bisa memanfaatkan situasi.” Sehun tidak kalah sinis.

 

“Siapa yang memanfaatkan situasi?”

 

“Jangan mengelak. Kau pikir aku tidak tahu, oeh!”

 

Kai dan Sehun kembali berdebat. Tidak menyadari kalau Luhan kini mulai kesulitan bernafas. Luhan ingin membuka suara namun tiap ia akan berbicara, dua namja tampan yang tengah terang- terangan memperebutkannya itu selalu memotongnya dengan perdebatan tidak penting.

 

“Kau bilang kau lebih pantas? Hah? Bisakah kau bercermin terlebih dahulu kemudian bertanya pada setiap orang apa kau pantas bersama Luhan?” Sehun semakin panas.

 

“Tidak perlu! Karena tanpa aku tanyapun semua orang tahu kalau Luhan dan aku sangatlah dekat. Kau tanyakan saja pada semua orang dikelas ini. Kau tidak bisa membantahnya!”

 

“Oh. Lalu aku peduli? Jangan bodoh!”

 

Luhan mulai geram. Ia harus memutuskan perkelahian itu sebelum ia kehilangan nafas. Jujur Luhan pasti akan kehabisan nafas jika dipeluk seperti itu oleh Kai dan Sehun secara terus menerus.

 

“YA! SEBENARNYA KALIAN MERIBUTKAN APA, OEH!”

 

Kai dan Sehun dibuat kaget dengan teriakan Luhan. Dengan tatapan marah Luhan menatap Sehun dan Kai secara bergantian.

 

“Lepas!” ujar Luhan penuh penekanan.

 

Alhasil kedua namja tampan itu menelan air liurnya kasar dan mengangkat kedua tangan mereka. Tubuh Luhan kini bebas namun tatapan Luhan masih tajam menatap kedua namja tampan yang kini terdiam. Luhan menjauh selangkah dari Kai yang duduk dikursi dan Sehun yang berdiri dibelakangnya.

 

“Kalian aneh!” Luhan bergidik ngeri dan langsung berlari keluar kelas.

 

Sehun menghela nafas panjang dan mengacak- acak rambutnya. Kai mendengus kesal dan menghempaskan punggungnya kesandaran kursinya.

 

“Terima kasih, Sehun. Berkat kau Luhan menganggapku aneh.” Kai masih saja mendengus kesal.

 

“Ya! Jangan salahkan aku. Seharusnya aku yang kesal padamu, Kai!” Sehun tidak mau kalah.

 

Kai berdiri diposisinya dan menatap tajam Sehun. Kemudian seringai aneh terlukis dari bibir tebal Kai. Sehun tidak mau kalau menatap Kai dengan penuh kebencian.

 

“Dengar aku, Oh Sehun.. aku sudah memberimu kesempatan dan kau membuangnya. Kau pikir aku adalah Kim Jongin yang akan selalu mengalah? Maaf saja.. kali ini aku akan mengambil alih.”

 

Sehun terdiam mendengar ucapan tajam Kai.

 

“…Sudah kubilang kau akan menyesal.”

 

“Kau bodoh, Kai. Luhan dan aku saling mencintai.”

 

Kai nampak menahan tawanya. “Sehun.. tidak kusangka kau sepengecut itu. Hahaha!”

 

“Apa maksudmu!” Sehun mulai tidak sabar.

 

“Kau menolaknya kemudian dengan gampangnya mengatakan perasaanmu setelah kau menyakitinya. Apa kau pikir itu tindakan seorang lelaki? Kau hanya cari aman dan setelah kau mempermainkan perasaannya… Jangan bergurau, Sehun.” Kai kini terlihat sangat marah. “Kau tidak bisa berlaku seenaknya.”

 

 

Sehun menelan kasar air liurnya. Benar.. apa yang dikatakan Kai benar. Apa dia sepengecut itu? Memang awalnya ia ingin mundur.. namun kini ia tidak bisa menahan hatinya lagi. Bukankah ia sendiri yang mengatakan pada Kai kalau ia menyerakan Luhan pada Kai?

 

Sekarang.. dengan seenaknya ia ingin mengubah sesuatu akibat keegoisannya?

 

Sehun bukanlah lelaki yang akan menjilat ludahnya sendiri. Tidak!

 

“Kai.. aku tidak akan menyerahkan Luhan pada siapapun.”

 

Mendengar ucapan Sehun, Kai tersenyum manis dan menepuk pundak Sehun. “Kalau begitu.. kita kembali jadi Rival.”

 

Kai berjalan keluar dari kelas ingin mencari Luhan. Sedangkan Sehun masih terdiam ditempat. Keadaan kelas yang tadinya ricuh entah kenapa kini sunyi. Sepertinya para murid lain yang melihat tidak ingin begitu ikut campur. Apalagi melihat Kai dan Sehun yang bersitegang.

 

Sehun menghela nafas panjang dan kembali duduk dibangkunya. Sedikit memijit kepalanya dengan tangan kanannya, Sehun mendesah pelan.

 

“..Bukankah kau yang mengatakan tidak akan ada yang akan bahagia.. jika aku menjauhi Luhan untuk kebahagiaannya.. Sebenarnya apa yang harus kulakukan?”

 

 

 

-Jam pelajaran Sains-

 

“…Jadi buat kelompok yang terdiri dari 3 orang. Tugas kalian akan segera saya bagikan. Sekarang buatlah kelompok kecil.”perintah Onew songsaenim sembari menyusun buku tugas murid- muridnya.

 

Luhan melirik Kai yang duduk bersamanya. “Cari satu orang lagi, Kai.”

Ucapan Luhan berhasil membuat Kai tersenyum manis. Tanpa Luhan sadari, dirinya langsung memilih Kai sebagai salah satu teman sekelompoknya.

 

“..Bolehkah aku bergabung?”

 

Suara Sehun menginterupsi kesenangan Kai. Luhan langsung tersenyum dan mengangguk setuju. Tentu tanpa persetujuan Kai. Dengan malas Kai tersenyum dan ikut mengangguk. Sehun menarik kursinya lebih mendekati meja Luhan dan Kai yang kini sudah tergabung.

 

“Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik, Kai.” Ujar Sehun entah mengapa penuh dengan kemenangan.

 

Kai memperlihatkan wajah dinginnya dan tersenyum datar. “.Jangan memulai masalah.”

 

Luhan yang melihat kedua namja itu mulai berdebat, menghela nafas pelan. “Mian.. Kumohon jangan ada perdebatan dulu. Kita harus mengerjakan tugas dari songsaenim.”

 

Kai dan Sehun menatap Luhan seketika itu secara bersamaan, menyebabkan Luhan menelan kasar air liurnya dan memeluk sebuah buku tugas yang baru saja dibagikan ketua kelas. Tatapan mata kedua namja itu seakan menelanjangi Luhan.

 

“Mana buku tugasnya?” ucap Kai dan Sehun bersamaan.

 

“I..Ini..”Luhan meletakkan buku itu diatas meja dan Sehun langsung mengambil buku itu.

Kai tidak mau kalah merampas buku itu dari tangan Sehun.

“Biar aku yang kerjakan bersama Luhan. Kau tidak perlu repot untuk berfikir. Duduk saja dipojok sana, setelah selesai kami akan memanggilmu.” Celoteh Kai sambil membolak- balikkan halaman buku tugas itu.

Luhan mengerjapkan matanya mendengar celoteh Kai yang ia anggap cukup mengejutkan. Kai tidak pernah berbicara sepanjang itu dalam satu tarikan nafas. Sehun yang nampak sebal merampas buku yang ada ditangan Kai dan meniru gaya Kai membolak balikan halaman buku tugas itu.

 

“Biar aku dan Luhan yang mengerjakannya, bukankah kau lemah dalam pelajaran sains. Lebih baik kau diam dan jangan menganggu.”

 

Kai kembali merampas buku tugas itu. “Memangnya kalau lemah dalam pelajaran ini aku tidak boleh ikut mengerjakannya, oeh?”

 

“Kalau kau mau nilai tugas kita bagus, kau turuti saja! Apa masalah bagimu?” kali ini buku tugas itu ada ditangan Sehun.

 

“Tidak bisa begitu! Kita ini satu kelompok. Semua harus dikerjakan bersama- sama.” Kai kembali merebut buku itu dengan kasar.

 

Sehun tidak mau kalah dan kembali menarik buku tugas dengan satu tarikan. “Hah? Bukankah kau yang menyuruhku tadi untuk tidak terlibat? Apanya yang satu kelompok?”

 

“Tentu saja! Aku hanya satu kelompok dengan Luhan. Jadi yang menganggu jangan ikut campur.”

 

“Hoh? Siapa sebenarnya yang menganggu?”

 

Buku itu terus berpindah tangan sampai akhirnya..

 

PLETAAAKKK

 

Dua buah buku tugas lainnya mendarat tepat dikepala Kai dan Sehun. Luhan yang terdiam hanya bisa menghela nafas pelan dan menggelengkan kepalanya.

 

“Aisshh..” Sehun mendengus kesakitan.

 

“Appoh!” Kai mengusap kepalanya yang terkena buku tebal itu.

 

“Kim Jongin dan Oh Sehoon.. silahkan berdiri didepan kelas dan kalian dapat tugas tambahan.” Ujar Onew songsaenim dengan kesal. “Dan Luhan.. kamu bergabung dengan kelompok Kibum.”

 

Kai dan Sehun hanya merutuki nasibnya didalam hati dan berjalan keluar kelas. Bisa dilihat dari gelagat dan tatapan matanya mereka, Sehun dan Kai saling menyalahkan.

Luhan lagi- lagi hanya bisa mengelus dada melihat kebodohan dua namja tampan itu. Sejak kapan mereka bersikap konyol seperti itu?

“Kenapa mereka jadi akrab begitu, Luhan-sshi?” tanya Kibum yang biasa dipanggil Key saat Luhan mendekatkan kursinya kemeja Key, Jonghyun, dan Minho.

“Eh?” Luhan  tersenyum bingung dan menggaruk kepalanya. “..Entahlah..”

“Biasanya mereka tidak pernah bicara, lho. Aku sudah dengar rumor tentang mereka.. tapi yah aku tidak mengira mereka akan adu mulut seperti tadi.” Sambung Minho.

“Hm.. nampaknya mereka memperebutkanmu.” Jonghyun menyetujui.

Luhan menghela nafas pelan dan tersenyum tipis. “..Mereka memang suka bertengkar, kan? Biarkan saja..” Ujar Luhan pasrah.

 

 

 

Jam pulang sekolah.

 

Luhan menatap segan kedua  namja yang dalam diam memasukkan semua isi tas Luhan yang tercecer dilantai. Ya.. tidak sengaja namja cantik itu menjatuhkan tasnya yang masih terbuka lebar dan alhasil.. semua isi tasnya berserakan.

 

Kai menutup resleting tas Luhan. Dengan senyuman manis Kai memberikan tas itu kembali pada Luhan. Sehun menghela nafas panjang dan berdiri dari posisinya.

 

“Gomawo..” ujar Luhan pada Sehun dan Kai.

 

Sehun tersenyum manis dan mengangguk. Kai ikut tersenyum manis. Namun ada sebuah keanehan yang dperlihatkan oleh Kai. Wajah Kai nampak sedikit murung. Sorot matanya juga nampak kurang bersemangat. Yang paling aneh.. Kai dan Sehun sama sekali tidak berdebat lagi.

 

Apa hukuman dari Onew songsaenim membuat dua namja itu sadar?

 

Pastinya bukan.. ada hal lain yang membuat Kai jadi bungkam dan Sehun tidak lagi mengoceh untuk menyinggung Kai.

 

Mereka terdiam dan tidak berkutik. Namun dari.. apa?

 

Luhan menatap kedua namja yang kini hanyut dalam pikiran mereka masing- masing. Kai terlihat menghela nafas panjang setelah itu dan matanya menatap Luhan tajam.

 

“Luhan…pulanglah bersama Sehun.” Ujar Kai dengan suara yang dingin.

 

“Eh?” Luhan mengerutkan dahinya. “..Kai mau kemana?”

 

“..Kai ada urusan.” Sehun yang menjawab pertanyaan Luhan.

 

“Urusan?” tanya Luhan penasaran.

 

Kai mengangguk. “Aku akan menjemput Baekhyun di sekolahnya.”

 

Mata Luhan membulat. “Men..jemput?” nada suara Luhan terdengar tidak rela. Kenapa harus menjemput Baekhyun? Bukankah Kai selalu pulang bersama Luhan sejak dulu?

 

Sehun memegang tangan Luhan dan mengangguk pelan. “Bagaimana kalau kita pulang secepatnya.” Ajak Sehun.

Luhan diam sesaat kemudian mengangguk. “..Baiklah..”

 

Kai tersenyum dan membelai rambut Luhan lembut. “..Sampai bertemu dirumah nantinya.”

Luhan kembali mengangguk.

Kai menatap Sehun  dan berbalik badan keluar dari kelas. Kai terlihat tergesa- gesa, bahkan setelah sampai diluar kelas, Kai berlari menuju parkiran sekolahnya. Luhan dibuat bingung dan tidak mengerti.

Sehun berjalan keluar kelas sambil menggandeng tangan Luhan. Tidak ada pembicaraan sampai mereka keluar dari gedung sekolah. Luhan masih bungkam, hanyut dalam pikirannya sendiri.

 

“Kenapa Kai terlihat tergesa- gesa?” tanya Luhan akhirnya saat mereka keluar dari gerbang sekolah.

Sehun menghela nafas pelan. “Saat kami dihukum tadi.. Kai mendapat telpon dari sekolah Baekhyun.”

“Eh?” Luhan menyipitkan matanya.

“..Baekhyun.. sepertinya terjadi sesuatu disekolahnya..” suara Sehun nampak sangat khawatir.

 

Inilah alasan Kai dan Sehun nampak sangat murung setelah kedua namja itu dihukum oleh Onew. Mungkin yang paling khawatir adalah Sehun. Sebenarnya ia agak kecewa mengapa yang ditelpon adalah Kai..bukan dirinya. Padahal ia juga sahabat Baekhyun. Namun Sehun tahu kalau Baekhyun pasti ingin selalu diperhatikan oleh namja yang disukainya. Sama seperti halnya Sehun yang ingin diperhatikan oleh Luhan.

 

“Kalian sangat menyayangi Baekhyun, ya?”

 

Sehun mengangguk. “..Aku sangat menyayanginya.”

Luhan merasakan hatinya sakit bukan main. “Tentu saja… Sehun memang masih menyukai Baekhyun, kan? Aku.. Aku bisa mengerti.”

 

DEG

 

Bodoh!

 

Sehun ingat kalau ia pernah mengatakan kalau ia masih menyukai Baekhyun agar Luhan menjauhinya. Dan nampaknya kebohongan Sehun berhasil karena Luhan masih mempercayainya. Dengan gugup Sehun tersenyum tipis dan mempererat genggaman tangannya.

Luhan memandang tangannya yang digenggam Sehun. Sejak keluar dari kelas tadi, Sehun terus menggenggam tangan Luhan. Tidak mau melepaskan kehangatan yang mengikat raganya lebih lama.

 

“Aku minta maaf..”

 

Luhan menghentikan langkahnya. Sehun ikut menghentikan langkahnya dan membuka genggaman tangannya dari tangan Luhan. Kedua mata namja itu saling mengaitkan. Tidak ada celah yang memutuskan arah pandangan mereka berdua. Tersambung bagaikan benang merah.

 

“..untuk kelakuanku tadi malam..” sambung Sehun.

 

Luhan tersenyum sedih dan mengangguk. Ia kembali teringat dengan kejadian tadi malam.

 

Saat dimana Luhan memeluk tubuh Sehun dari belakang.

Saat dimana dengan tiba- tiba Sehun membalikkan tubuhnya dan langsung menerjang tubuh mungil Luhan.

Saat dimana Sehun melampiaskan hasratnya pada Luhan.

Saat dimana kedua namja itu berbagi rasa dalam sebuah ciuman panas yang nyaris membuat kedua namja yang sedang jatuh cinta itu kehilangan arah.

 

Namun.. ego Sehun masih menguasai hatinya.

 

“Maaf.. kukira kau Baekhyun..”

 

Perkataan itulah yang membuat semua mimpi Luhan luluh lantak. Ucapan Sehun setelah mencumbunya tentu sangat menyakitkan. Luhan tidak bisa berfikir jernih dan akhirnya hanya bisa tersenyum sedih dan melepaskan tangan Sehun yang tadi mulai menggerayanginya.

 

“Ti..Tidak apa- apa.. lebih baik kita tidur.”

 

Ucapan Luhan yang seolah tegar itu jauh lebih menyakiti hati Sehun. Demi Tuhan ia tidak bermaksud mengatakan hal itu, dari mana datangnya sikap egoisnya yang sangat menyebalkan seperti itu?

Bukankah Luhan namja yang sangat ingin ia lindungi?

Namun mengapa ia dengan mudahnya membalikkan fakta saat Luhan ada dihadapannya?

Melindungi Luhan agar selalu dalam kehangatan?

 

“Sehun.. aku ingin cepat pulang.” Suara mungil Luhan memecahkan keheningan.

“Baik.” Sehun mengangguk dan mereka melanjutkan perjalanan dengan diam. Tidak ada suara sama sekali. Padahal tidak sulit bagi Sehun untuk mengatakan semuanya saat ini. Namun karakter Sehun yang tidak mau kalah dan lebih memilih diam, membuat semua terlihat rumit.

 

“Maaf..” bisik Sehun sangat pelan.

 

 

>>>

Kai sampai disekolah Baekhyun dan berjalan cepat kedalam sekolah Baekhyun. Suasana sekolah sudah mulai sepi. Matahari senja sudah mulai menampakkan dirinya. Kai tahu betul tempat yang ia tuju.

UKS sekolah.

 

“Permisi!” sapa Kai setelah memasuki UKS Sekolah itu yang terletak dilantai dua.

 

“Kai!!” suara girang langsung menyambut Kai.

“Baekhyun..” Kai bernafas lega saat melihat Baekhyun dengan cerianya memakan puding duduk ditepi ranjang UKS sambil mengayunkan kakinya.

Seorang perawat yang sudah menyandang tasnya tersenyum manis melihat Kai datang.

“Apa dia baik- baik saja, ibu perawat?” tanya Kai sopan.

“Sekarang kondisinya sudah membaik.” Balas sang perawat dengan senyuman ramah. “Ah! Aku harus pulang. Saya tinggal dulu. Permisi.”

“Terima kasih, ibu perawat.” Kai menunduk sopan sembari menatap pintu UKS yang kini sudah tertutup rapat.

 

“Lama sekali, Kai.” Rajuk Baekhyun yang masih menyendok puding strawberry-nya.

 

Kai tersenyum dan mendekati Baekhyun yang duduk ditepi ranjang. “..Kenapa kau bisa terjatuh? Bagaimana kalau tubuhmu terluka?” Kai membelai rambut Baekhyun.

 

Baekhyun tersenyum manis dan menggeleng. “Aku tidak terjatuh dengan sengaja, Kai. Kakiku yang tidak mau menurut. Aku tidak tahu kalau ada tangga lipat yang tergeletak disana.”

 

“Kau harus lebih hati- hati. Dan.. kenapa kau tidak mau pulang kalau aku tidak menjemputmu? Kepala sekolah sampai harus menelponku..”

 

“Karena aku ingin bermanja- manja dengan Kai.” Baekhyun menarik lengan Kai dan membuang puding strawberry-nya kelantai. “Aku ingin.. Kai..”

Mata Kai membulat saat Baekhyun menangkup kedua pipinya dan.. sebuah ciuman manis menyatukan bibir Baekhyun dan bibir Kai.

 

Kai terpaku ditempatnya. Bibir Baekhyun masih menempel dibibir tebalnya. Rasa puding starwberry yang baru saja dimakan Baekhyun terasa dibibir Kai. Wangi Baekhyun mulai merasuki alat penciumannya yang tajam.

 

Penyatuan yang cukup lama namun sangat manis dan tanpa nafsu.

 

Baekhyun memisahkan bibirnya dari bibir Kai. Jujur saja Kai tidak tahu harus bersikap seperti apa. Baru kali ini ia melihat sisi Baekhyun yang begitu agresif.

Baekhyun membelai surai rambut Kai yang lembut. Baekhyun yang duduk diatas ranjang tentu tidak bisa menandangi tubuh tinggi Kai yang berdiri didepannya. Mata Kai tidak lepas memandang wajah cantik Baekhyun yang masih tersenyum manis sembari membelai rambut Kai dan meyelipkan beberapa helai rambut Kai diantara telinga Kai.

Begitu lembut hingga Kai memejamkan matanya menghayati sentuhan tulus Baekhyun.

 

Namun kegundahan luar biasa dirasakan oleh Kai.

Dengan pelan, Kai merebahkan kepalanya kepundak Baekhyun. Kai tidak memeluk Baekhyun, hanya merebahkan kepalanya dipundak sempit Baekhyun.

Tentu saja Baekhyun saat senang. Dengan lincahnya Baekhyun membelai rambut Kai dan mengusap punggung lebar namja tampan itu.

Namun..

Baekhyun tersentak karena merasakan pundaknya ..basah.

 

 

Kai menangis.

 

 

 

 >>>

Seorang namja tinggi terpaku melihat pemandangan yang ada didepan matanya. Puding strawberry jatuh dari tangannya begitu saja. Mata namja tampan bertubuh tinggi itu terlihat tidak fokus lagi dan senyuman pahit terpampang diwajahnya.

Sebenarnya ia ingin memasuki ruang medis itu..namun niatnya urung karena tidak sengaja melihat adegan ciuman namja yang ia sukai dengan seorang namja tampan yang sudah ia kenal beberapa hari yang lalu.

 

“Baekhyun.. kapan kau sadar.. aku selalu melihatmu dari jauh?” namja tinggi itu membalikkan tubuhnya dan berjalan gotai menjauhi ruang medis sekolah itu.

 

 

“Kapan.. kau akan melihatku sebagai.. Park Chanyeol.. namja yang mencintaimu?”

 

 

TBC

bacon jadi antagonis disni -__-

maaf yaa >.<

Nah RCL lagiiihh 

Buat tanya gimana dapetin PASSWORD..

CARANYA~

CARANYA… jreng~

KOMEN TIAP CHAPTER FF nyah^^

Banyak yang bilang ribet yahh.. tapi aku mau menghargai para reader yang komen atau like tiap FF yang Hyobin, LarasYang, Anonim Sinestesia, dan Nine-tailed Fox muat di Blog ini. 

Mohon pengertiannya. 

Para author disini sangat senang dan kali ini waktunya kami yang menghargai para reader yang selalu mengomentari dan menghargai kerja keras kami ^^

jadi yang mendapatkan PASSWORD hanyalah yang mengomentari setiap chapter di FF tersebut. 

yang belum komen silahkan komen terlebih dahulu. FF disini bakal tamat entar lagi, lho ^^ 

pelan- pelan saja dan HWAITING ^^

Kalo udah komen tiap Chapter bilang aja ama Hyobin dan.. olalala~ langsung dapat PASSWORD😀 Hyobin gpelit kok ^^

Kami selalu menerima masukan dan saran. 

Terima kasih #salam cium #EMOAAAH~ 

247 thoughts on “Another Promise Chapter 8

  1. aarrgghhh kesel sma bekhyun..
    baguss chanyeol dateng amoga baekhyun ama chanyeol jadinya..
    luhan enak direbutin sma sehun sma kai..
    sehun jan pernah inget baekhyun lgi napa,kesel jadinya kasian luhannyaa..
    kai juga nurut aja sma bekhyun,kai jan nurut aja sma bekhyun kasian luhannya…
    eonnie daebakk^^

  2. ih lucu ngebayangin luhan direbutin gitu, pilih salah satu lu.. >< chanyeol tidak tersenyum. Chanyeol sad virus(?) eon hayoloh suaminya nangis

  3. aaaa cie udah jadian aja si baekyeol, kai sama kyungsoo saja. itu sudah fix~ lalala chapter ini so hurt, keep writing!!!

  4. Duh sehun ini kenapa sih pakek bohongin perasaan sendiri! nanti luhan berpaling ke kai baru tau rasa

    Baekkie… lepasin kai dong
    Masih ada chanyeol si happy virus pembawa kebahagiaan yang selalu cinta kamu…

  5. omeigat kok di chap ini ada nc nya sih *walopun dikit bgt* tapi gpp lah bikin.. sehun elo kudu tegas sama perasaan elo nggak boleh terus terusan nyakitin hati luhan…. kok jadi gue yang marah?? oke keep writing eon

  6. aduuhhh.. saya makin gak ngerti sama perasaan kai ke baekhyun.. sehun ke baekhyun dan sebalik baliknya.. ini rumit..

    dan baekyeol apakah punya jalan untuk bersatu huwaaaa otp paporit sayah gak nyatu jadinya galooooo#teriak dimasjid..

    lanjut ah lanjut..

  7. jiahh,.. oppa Sehun menyakiti pacarku lagi.. Luhan sini aku peluk..
    #aishhhhhh di jitak Minho..
    kalian berdua pacarku jangan saling menyakiti yah, Sehun Luhan..
    #hadechhh di jitak Minho lagi..

    hehe myane kyaknya comentku nggak nyambung banget yah, .. hehehe myane..

  8. Jujur baekhyun berasa nakutin disini, namja manis dengan pemikiran yang terlalu polos akan cintanya, pliss baekhyun, jangan sakitin luhan

    itu sehun sama kai ngapain dah
    adu perang mulut + meluk” rusa gue seenaknya *tendang hunkai keluar kelas
    tapi..tapi seneng liat mreka mrebutin rusa xD
    pengen banget liat luhan yang meluk buku sambil nelen ludah, ddduh pasti imut banget, memerah(??) ><

    weh baekhyun berani yah, nyium jongong😮😮
    baekhyunaa, kau tidak menyadari seseorg yang bener" tulus mencintaimu??
    Perasaan itu badan chanchan setinggi gaban(?), tapi tetep kagak keliatan ma baekhyun *plaaak *ini masalah perasaan mamen xDD

    wkwkwkwk hyobin-sama JJANGG (Y)
    lanjuuuut~

  9. baekhyun sayang baekhyun sayang.
    mau main sama nuna nggak?? *pegang tali rafia*

    sehun pabbo sehun pabbo!!!
    apa apaan itu kata2, “kukira kau baekhyun.”
    ngomong kok asal ngejeplak aja nggak mikir dulu T^^^^T
    tau gak sih kalo itu sakit banget rasanya??

    *yang sakit luhan kenapa yang jejeritan saya yak = =a*

    aaaah, ini keren!! selalu aja fanfic hyobin dan kawan2 bisa bisanya bikin saya nahan napas. bikin saya tegang .

  10. LUHAN gak boleh lupa sama KAI!!!
    titik gak pake koma apalagi tanda tanya!!

    hahaha…
    persaingan KaiHun akhirnya tampak juga
    ini lebih baik dibanding mereka yang dengan emosi memperebutkan Luhan
    selamat berjuang untuk keduanya^^

    tapi…
    bisa gak sih Baekhyun cepet2 menyingkir and mau liat ke arah tiang listrik(?) di seberang yang udah di butakan cemburu?!!!
    hahaha~ maap buat Chanyeol

    klo gw jadi Kai, udah gw tampar muka si Baekhyun
    berani2x nyium bibir seksi yang cuman milik Luhan seorang
    biar tahu rasa!!

    tapi sayangnya Kai dibutakan dengan rasa bersalahnya sama Baekhyun
    ayolah, gak selamanya dengan memanjakan Baekhyun bisa dengan mudah menyelesaikan masalah…
    namja manis itu juga perlu ditindak tegas biar gak semaunya…
    hufh..

    udah gitu aja yah author
    sy takut nnt cepet tua gegara2 emosi mulu baca part adegannya Baekhyun sm Kai…
    ^^

  11. gereget, sekai ngerebutin luhan, debat2an lebih baik lah dr pda diem2an mulu. Sian yeollie, yaampun. Ffnya ga membosankan ya aku jadi betah nongkrong di blog ini hihi
    Lanjut baca

  12. huaaaa.. sehun egois.. sehun jahat.. huaa #nangis bareng luhan
    gag bisa komen apa2 nangis nih bacanya.. nyesek bngeeeet..

  13. wkwkkk hunkai spt tom&jerry xD
    parah tp lulu tambah parah krn g ngertiin sikon OTL

    huweee yg di endingny ngejleeeb
    kasian chan😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s