[LOVE FAILED] Chapter 7

 

Terima kasih selalu menghargai FF Hyobin dengan selalu komentar setiap Chapter Love Failed ini ^^

Tapi ini belum Chapter terakhir ^^ Masih ada satu Chapter lagi😀 hehe~

Maaf ya.. Hyobin deg deg-an lho post Chapter ini.. -__- baru pertama sih dikasih Password kayak gini😀

pokoknya makasih banget yaaa chingudeul😀

I LOVE YOU ALL READER!! 

FF BAEKYEOL / CHANBAEK/ BAEKRIS

[ LOVE FAILED ]

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

@ranalunabila

MAIN PAIR : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Wu Yi Fan / KRIS

Other Pair : Sehun/ Luhan -HUNHAN- , Huang Zi Tao

GENRE : Angst, Romance, School Life, Drama, HURT, TRIANGLE LOVE

BoyBand : EXO

WARNING : BOY X BOY / SHONEN AI/ YAOI

DISARANKAN UNTUK UMUR 15 +

Waktu yang akan menjelaskan kesalahan yang tertuang

Ruang yang akan menentukan pertemuan

Kau hanya perlu menunggu dan berjuang

Tidak akan ada yang membuatmu menderita jika kau tahu sebuah arti

Arti yang membuatmu mengerti

Mengerti akan cinta abadi

Cinta abadi yang bisa membawamu dalam kebahagiaan

Kebahagiaan yang kekal 

 Chapter  7

Mobil Kris berhenti dengan perlahan dipelantaran parkir Hotel megah itu. Setelah mobil terparkir sempurna, Kris menatap Tao yang masih duduk manis disampingnya.

”Kau yakin, baby? Aku tidak perlu meginap dihotelmu?” tanya Kris lembut.

 

Tao mengangguk mantap dan tersenyum manis.

 

”Aku yakin, ge. Lagipula besok ge harus bersekolah.”

 

Kris tersenyum manis melihat perubahan sikap Tao yang sangat pengertian. Dengan sayang Kris membelai rambut hitam Tao dan mengagguk pasti. Betapa sayangnya ia pada sosok manis yang kini tersenyum penuh makna pada Kris. 

 

”Hmm.. Bolehkah aku mengetahui kapan kau pulang ke China?”

 

Wajah Tao berubah sedikit serius dan mengangkat bahu. Entah mengapa wajah Tao tiba- tiba terlihat pucat. ”..A.. Aku tidak tahu, ge.”

 

Karena keadaan yang gelap dan hujan lebat yang mengaburkan cahaya, Kris tidak begitu memperhatikan wajah Tao. “Ah,, begitu..” Kris mengangguk dan melirik keluar jendela.

Hujan masih sangat lebat.

 

”Nah.. Karena diluar hujan, aku akan memayungimu hingga masuk kedalam hotel.” jawab Kris cepat sambil mengambil payung hitam besar yang ada dikursi belakang. Tao mengangguk dan mengerucutkan bibirnya.

Sedetik kemudian Kris langsung keluar dari mobilnya dan membuka payung tersebut. Dengan cepat ia berlari kecil menuju sisi mobil satunya dan membuka pintu mobil Tao.

Setelah Tao keluar dari mobil Kris, tentu tidak buang waktu Kris memeluk pinggang Tao dan hendak menarik tubuh itu menuju hotel. Namun kaki Tao malah betah tetap berada ditempat di berdiri. Kris sedikit bingung.

 

”Ada apa?” tanya Kris sedikit berteriak karena suara hujan begitu lantang.

 

Tao tersenyum manis dan menunjuk bibirnya. ”Cium!”

 

”Heh?” Kris mengerutkan dahinya.

 

”Aku mau ge menciumku!” Tao memperjelas.

 

”Tapi ini ditempat umum,Tao.”

 

”Hujan sangat deras dan kita ada dibawah payung besar ini. Kurasa tidak akan ada yang menyadarinya, Kris-ge.”

 

Kris menghela nafas dan mengangguk pelan. Tao tersenyum dan memejamkan matanya pelan. Namun tanpa harus membuka matanya, Tao merasakan bibir Kris yang sangat ia kenali menyatu dengan bibir pink cherry-nya.

 

Walau hanya ciuman singkat, wajah Tao memerah dan nampaknya ia tersipu malu. Mata hitam Tao sudah memandang mata tajam Kris.

 

Kris tersenyum dan membelai rambut Tao dengan lembut. Seakan tidak peduli dengan derasnya hujan dan bagian bawah pakaian mereka yang mulai basah akibat gemercik hujan.

 

”Pay pay, Kris ge!!”

Dengan langkah cepat Tao keluar dari lindungan payung Kris dan berlari menuju hotel.

 

”HEY! Zitao-” pekik Kris sangat khawatir dan bermaksud mengejar Tao.

 

”Aku baik- baik saja. Pulanglah secepatnya, nanti gege sakit. Sampai besok!!” pekik Tao menghentikan langkah Kris untuk mengejarnya. Tao tersenyum manis dam melambaikan tangannya. 

 

Kris tersenyum manis melihat Tao yang berlari masuk kedalam lobi hotel. Ia tatap punggung Tao hingga menghilang masuk lebih dalam menuju lift.

 

Kris menghela nafas pelan.

 

 

”Pandaku..” bisik Kris sambil menutup payung hitam itu seraya masuk kembali kedalam mobilnya. Secepat yang ia bisa, Kris memacu mobilnya keluar dari parkiran hotel.

 

Saat mobilnya melewati gerbang megah hotel itu, ia sempat melirik sebuah halte gelap namun ia tidak menyadari seseorang tengah terbaring tidak berdaya disana dan seorang namja yang berlari kencang menuju halte itu.

 

Kris terus melajukan mobilnya hingga menghilang dari tempat itu.

 

>>> 

 

Chanyeol berlari sekencang yang ia bisa. Kini ia menggendong tubuh lemah Baekhyun yang terasa sangat dingin. Kekhawatiran nampak jelas menghiasi wajah tampan Chanyeol. Ia tahu betul namja manis itu sensitif terhadap suhu yang rendah. Ia mudah sekali kedinginan. 

 

Bibir mungil Baekhyun nampak bergetar dan berwarna biru. Bisa dipastikan Baekhyun sangat kedinginan. Getaran ditubuh Baekhyun terasa seakan mengutuk Chanyeol. Mencabik hatinya yang kini terluka dalam.

 

Mata Chanyeol memerah. Ia gigit bibir bawahnya. Entah air matanya atau air hujan yang kini mengaliri pipi kurus Chanyeol.

Yang pasti kini ia berlari seperti orang gila.

 

>>> 

 

”CHEN!!” Teriak Chanyeol saat melihat namja mungil itu berdiri didepan pintu pub.

 

”Ya Tuhan!” Chen tampak sangat khawatir melihat Chanyeol yang berlari membopong Baekhyun.

 

Dengan cepat Chanyeol masuk kedalam pub Chen dan menuju kamar yang biasa ia gunakan. Chen mengikuti Chanyeol dan membantu Chanyeol memegangi tas sekolah Baekhyun.

 

Setelah sampai dikamar itu, Chen meletakkan tas sekolah Baekhyun dikursi dan menghampiri Chanyeol yang membaringkan Baekhyun diatas karpet.

 

”Ambilkan pakaian baru dan air hangat, Chen!” mohon Chanyeol seraya membuka seluruh pakaian Baekhyun. Ia bersumpah seperti melihat mayat hidup karena tubuh Baekhyun nyaris berwarna biru saking kedinginannya.

 

Setelah semua pakaian Baekhyun terlepas, Chanyeol langsung membaringkan Baekhyun diatas ranjang dan menyelimutinya. Tidak peduli akan dirinya yang juga basah kuyub, Chanyeol terus mengambil beberapa kain tebal yang ada dilaci bawah tempat tidur.

Namun tubuh Baekhyun masih tetap menggigil kedinginan. Chanyeol menggigit bibir bawahnya menahan tangis dan rasa penyesalan.

Oh Tuhan! Hukum dirinya sekarang juga!

 

Gertakan gigi Baekhyun akibat menggigil berhasil meluluhkan setetes air mata Chanyeol.

 

”Kumohon.. Jangan menggigil lagi, Baekhyun.. Kumohon!!”

 

Chanyeol mengusap rambut Baekhyun yang basah. Ia tatap wajah Baekhyun yang membiru. Desahan pelan terdengar seperti igauan. Chanyeol benar- benar sangat membenci dirinya saat itu.

 

”Mianhae.. Jeongmal..” bisik Chanyeol. ”Mianhae..Mianhae..”

 

Seketika itu Chen masuk kedalam kamar itu dan menghampiri Chanyeol yang tengah mengusap pipi Baekhyun. Chen menyerahkan pakaian kering pada Chanyeol dan.. ternyata Chen tidak datang sendirian. Ia bersama kekasihnya, Lay.

”Lay-sshi..” bisik Chanyeol seraya mengambil sebaskom kecil air hangat dan handuk pada Chanyeol. Dengan cekatan Chanyeol meletakkan baskom kecil itu  hati- hati diatas sebuah kursi mini.

 

Chen meletakkan pakaian ganti untuk Chanyeol dan Baekhyun diatas meja. Bisa dilihat kekhawatiran tergambar jelas diwajah Chen. Ia tidak menyangka Chanyeol akan membawa Baekhyun dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti itu.

 

”Dia masih kedinginan..”ujar Lay pelan.

 

Chen mengangguk dan terlihat sangat sedih. “Baekhyunnie..”

 

”Aku akan mengompresnya.” Chanyeol memasukkan handuk kecil itu kedalam air hangat dan tiba- tiba gerakan tangan Chanyeol terhenti.

Ia dongakkan kepalanya dan melihat Lay memegang pundaknya. Ternyata Lay yang menghentikan pergerakan Chanyeol.

 

“Kenapa?” tanya Chanyeol bingung.

 

”Bukan begitu caranya.. Jika kau mengompresnya dengan air hangat sedangkan suhu tubuhnya sangat rendah.. tubuhnya akan ‘terkejut’ dan tidak dapat menerima respon cepat dari perubahan suhu yang terlalu tiba- tiba. Bisa mengakibatkan gagal jantung dan kematian.”jelas Lay yang memang mahasiswa kedokteran.

 

Chanyeol mengerutkan dahinya tidak mengerti.

 

Lay menghela nafas pelan dan menjauhkan baskom kecil yang ia bawa dari Chanyeol. Chen nampaknya juga tidak mengerti maksud kekasihnya.

 

 

”..Suhu tubuh.. Cara yang paling ampuh.”sambung Lay akhirnya.

 

 

Chanyeol mengerti kali ini. Ia tatap Baekhyun yang masih menggigil kedinginan kemudian menghela nafas dalam.

 

”Maafkan aku, Baekhyun.”

 

Chanyeol membuka pakaiannya dan Lay menarik Chen keluar dari kamar itu.

 

 

>>> 

 

Kris menutup pintu kamarnya dan bermaksud mandi terlebih dahulu sebelum ia tidur. Sungguh lelah tubuhnya setelah seharian melakukan semua aktifitas. Apalagi menyetir selama itu membuat tangannya seakan mati rasa.

Baru akan ia langkahkan kakinya kekamar mandi. Perasaan tidak tenang menguasai hatinya.

 

Langkah Kris sepenuhnya terhenti.

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

”Ada apa ini?” Kris memegang dadanya dan menghela nafas panjang. Ia lempar handuk yang tadi ia pegang dan berlari menggapai ponselnya yang berada diatas tempat tidur.

 

Entah mengapa Kris langsung merasakan sebuah firasat pada Tao.

 

Ia tekan tombol virtual ’Call’ dikontak name ’Baby Tao’ dan mendekatkan telinganya seraya menunggu telpon itu diangkat.

 

Namun sudah 3 kali Kris menghubungi Tao, tidak ada jawaban sama sekali.

 

Perasaan Kris semakin tidak tenang. Ia terus mencoba menghubungi Tao. “Kumohon angkatlah, Tao!!”

 

 

Hallo? Kris-ge? Tumben menelpon?”        

 

Kris langsung menghela nafas lega mendengar jawaban Tao diseberang sana. Tanpa buang waktu, Kris membalas perkataan Tao.

 

”Kenapa lama sekali mengangkat telponnya?”

 

”.. Kenapa ge marah?” Tao terdengar takut diseberang telpon. Suara Kris memang terkesan membentakkan barusan.

 

”Ah.. Maaf, Tao.. Apa yang kau lakukan hingga lama sekali mengangkap telponku?”

 

”…Aku baru selesai mandi, ge.” jawab Tao dengan penuh keyakinan.

 

Kris menghela nafas pelan. ”Baiklah. Langsung tidur, Zitao.”

 

Baik, ge.”

 

”Good night, baby.”

 

Jeda beberapa saat kemudian terdengar balasan dari Tao. ”…Good night.”

 

Kris mematikan sambungan ponselnya dan anehnya ia masih belum merasakan perasaan lega. Seperti masih ada yang mengganjal hatinya. Dengan langkah penuh Kris masuk kedalam kamar mandi. Ia malas memusingkan perasaan tidak enak yang ia rasakan.

Ia ingin segera istirahat.

 

 

>>> 

 

 

Baekhyun POV

 

Hangat sekali.

 

Aku sama sekali tidak merasakan lagi rasa dingin yang tadi menggerogoti tubuhku.

Sama sekali tidak.

Hanya kehangatan dan sebuah rangkulan kokoh yang membungkus tubuhku.

Rangkulan? Ya.. ini sebuah rangkulan hangat..

 

Ah.. Pusing.

 

Aku masih sangat pusing untuk sekedar membuka mataku atau menggerakkan tubuhku.

 

Rasanya telingaku berdengung.

 

”Mianhae…”

 

Ucapan seseorang terdengar samar- samar olehku.

 

”Baekhyun… Mianhae..”

 

Siapa?

 

Siapa yang meminta maaf padaku?

 

Saking pusingnya aku bahkan tidak bisa mencerna suara siapa yang dari tadi kudengar. Mataku juga terasa masih sangat berat untuk dibuka.

 

”Baekhyun.. Berhentilah menggigil.. Kumohon..”

 

Aku menggigil? Benar.. Tubuhku terasa bergetar namun aku merasa sangat hangat dan nyaman didalam hatiku.

 

Perlahan aku mencoba membuka mataku dan… berhasil!

 

Tapi semua nampak buram dan aku melihat sebuah lengan yang putih mendekapku. Aku yakin kini aku berada didalam pelukan seseorang … Sial! aku masih begitu pusing untuk sekedar mendongakkan wajahku.

 

“Jaljayo..” bisik suara itu.

 

Aku tersenyum sesaat.

 

Wangi tubuh ini mengapa begitu aku rindukan?

 

Aish!

 

Otakku masih belum bekerja dengan sempurna.

 

Aku yakin otakku memang sedang tidak stabil karena kedinginan. Bodohnya kau Baekhyun!

 

AH! Yang kau lihat tadi juga pasti hanya kesalahan, kan?

 

Pasti salah orang!

Kris tidak mungkin berciuman dengan seseorang didalam pekarangan hotel itu, kan?

Karena hujan lebat kau pasti jadi salah lihat.

Kepalaku juga sangat pusing waktu itu.

Pasti hanya salah lihat.

 

Perlahan kupejamkan lagi mataku.. tidak seharusnya aku memikirkan hal aneh seperti itu.

 

…Entah mengapa aku terasa sangat mengantuk.

 

Ah.. Dekapan ini sungguh nyaman.

 

[End Baekhyun POV]

  

 

Chanyeol mendekap erat tubuh polos Baekhyun dengan tubuh polosnya didalam balutan selimut tebal.. Ia begitu cemas karena Baekhyun tidak kunjung sadar dan yang Chanyeol bisa lakukan hanya terus berdoa didalam hati.

Kelegaan sedikit dirasakan Chanyeol karena tubuh Baekhyun mulai menghangat.

 

Berkali- kali ia minta maaf pada Baekhyun walau ia tahu kalau Baekhyun mungkin tidak mendengar permintaan maafnya.

 

Kulit lengket Baekhyun tertempel sempurna dikulit Chanyeol yang hangat. Berharap Baekhyun bisa merasakan kehangatan tubuhnya yang menuntut kesadaran Baekhyun. Chanyeol membelai rambut coklat Baekhyun dengan sangat lembut.

 

TES

 

Air mata mengalir dipipi Chanyeol dan ia menangis dalam diam. Air mata Chanyeol menyentuh helaian rambut Baekhyun dan dengan cepat Chanyeol menghapus air matanya.

 

”…Kau mengajariku betapa sulitnya sebuah perjuangan, Baekhyun..”

 

 

>>> 

 

 

Keesokan harinya disekolah.

 

-Jam istirahat-

 

”Kau yakin Baekhyun tidak masuk sekolah, Lu?” tanya Kris cemas.

”Ne… Ibu Baekhyun juga menghubungiku tadi malam. Katanya Baekhyun tidak … pulang.” Luhan-pun nampak sangat cemas.

 

”APA! Baekhyun tidak pulang?!” teriak Kris.

 

Kini ia merasakan sebuah perasaan buruk. Oh tidak! Apa perasaan tidak enaknya tadi malam menyangkut tentang Baekhyun? Bukannya… Tao?

 

”Kukira dia bersamamu.” ujar Luhan semakin khawatir.

 

”Tidak… Oh Tuhan! Dimana dia!!” Kris mengacak- acak rambutnya frustasi. Ia sangat mencemaskan Baekhyun. Sangat teramat.

 

 

”Mencemaskan Baekhyun?”

 

 

Suara seseorang terdengar dibelakang mereka. Terlihat dua namja menghampiri mereka. Luhan menatap benci pada dua namja itu, begitu juga dengan Kris.

 

”Aku tahu dia dimana.”ujar Kyungsoo sambil memeluk lengan Kai -kekasihnya- manja. Kris mengerutkan dahinya.

 

”Dimana Baekhyun?” tanya Kris langsung.

 

Kyungsoo menatap Kai kemudian Kai buka suara. ”Tadi malam saat aku berada di Pub CY Star yang terletak didekat Mall Ddong Jyo.. aku melihat Baekhyun disana.”

 

”Pub?!!” teriak Kris dan Luhan bersamaan. Mereka tentu tidak percaya sama sekali dengan ucapan Kai.

 

”Jangan bohong! Baekhyun tidak mungkin berada disana!” sergah Luhan. Baekhyun pergi ke Pub? Siapa yang akan percaya anak lugu seperti Baekhyun main ke Pub?

 

”Kalau tidak percaya silahkan saja datang kesana.” Kyungsoo menarik tangan Kai menjauhi Kris dan Luhan. “Tidak ada untungnya kami membohongi kalian.”

 

 

”Pub?” Kris masih belum percaya dengan ucapan Kyungsoo dan Kai. ”Untuk apa dia disana?”

 

Luhan nampak berfikir. Ia punya prasangka.. Apakah Baekhyun menemui Chanyeol? Bukankah Baekhyun pernah mengatakan bahwa Chanyeol kini kerap mabuk- mabukan?

 

”Aku… tidak tahu.” namun akhirnya itulah jawaban Luhan atas pertanyaan Kris.

 

Kris menghela nafas panjang dan berjalan menuju kelasnya tanpa berpamitan pada Luhan.

 

Luhan mengikuti Kris menuju kelas Kris, namun Luhan ingin menemui Sehun. Hatinya tidak tenang dan ia ingin bersama Sehun untuk membicarakan semuanya. Luhan benar- benar membutuhkan nasehat Sehun.

 

 

>>> 

 

Kris memacukan mobilnya sangat kencang menuju Pub yang dikatakan Kai tadi. Kris tidak menunggu jam pulang sekolah. Ia tidak peduli saat guru piket memanggil namanya, Kris lari begitu saja masuk kedalam mobilnya padahal bunyi bel tanda istirahat baru saja berakhir.

 

Dan saat berbelok pada tikungan tajam, ponsel Kris berbunyi. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya, Kris mengangkat telpon itu sedikit membentak.

 

“Hallo!!!”

 

Kris-ge..” terdengar suara Tao yang kaget sekali mendengar bentakan Kris.

 

 

Menyadari kesalahannya, Kris menghentikan mobilnya ditepi jalan kemudian menghela nafas panjang. ”Maafkan aku, Tao. Aku tidak tahu kau yang menelponku.”

 

”..Apa aku menganggu, ge?” tanya Tao sedang suara serak.

 

 

Serak?

 

 

Kris mengerutkan dahinya. ”Tao kau baik- baik saja?”

 

Te,,Tentu.. Uhuk..”

 

”Kau batuk?! Jangan bilang kau terkena flu!” suara Kris kembali meninggi.

 

”Ah.. Bu…UHUK!! Uwaa… Iya.. Aku flu..” Kali ini sepertinya Tao tidak bisa membantah lagi. Kris mendecak kesal dan memegang kepalanya.

 

”Tunggu aku. Aku akan langsung ke hotelmu.”

 

”Eh? Bukannya ge sedang sekolah?”

 

”Tidak usah kau pikirkan! Bersiaplah, kita akan kerumah sakit.”

 

Apa!! Tidak mau!

 

”Tidak ada bantahan Zitao!” suara Kris terdengar sangat tegas.

 

Tanpa mendengar jawaban Tao, Kris menutup sambungan telponnya dan melempar ponselnya kekursi belakang.

Secepat kilat, Kris melajukan kembali mobilnya menuju hotel dimana Tao menginap. Kris beberapa kali mendesah pelan.

 

 

”Maaf, Baekhyun. Setelah mengantarkan Tao kerumah sakit, aku akan mencarimu lagi.”

 

 

>>> 

 

 

”APA YANG KAU LAKUKAN!!” Maki Baekhyun keras setelah menendang tubuh Chanyeol keras. Kini Chanyeol meringis kesakitan karena bokongnya berbenturan keras dengan lantai.

 

”KAU!! APA KAU MEMPERKOSAKU!” tuduh Baekhyun tanpa ampun.

 

Chanyeol membulatkan matanya mendengar tuduhan Baekhyun. ”Mem..memperkosa?!”

 

”Jangan pura- pura! Memangnya apa lagi, oeh! Lihat keadaan kita yang.. AGH!!”

 

”Aku tidak melakukan apapun padamu! Aku hanya ingin menghangatkanmu!!” bela Chanyeol.

 

Baekhyun tentu tidak percaya semudah itu. Bagaimana ia bisa percaya?

 

Chanyeol hanya memakai pakaian dalamnya dan parahnya tubuh Baekhyun sama sekali tidak terbungkus oleh satu benangpun.

Siapa yang akan berprasangka baik?

Baekhyun mempererat pelukannya pada selimut tebal yang kini menutupi seluruh tubuhnya hingga yang terlihat hanyalah kepalanya saja.

 

”Kau bohong!!” Baekhyun masih kekeuh dengan pendiriannya.

 

Chanyeol tertawa pelan dan mengambil sebuah celana panjang yang sudah disediakan Chen. Ia kenakan celana itu dengan cepat kemudian menatap Baekhyun yang masih bersandar ditempat tidur sambil menatap Chanyeol tajam.

 

”Kau takut kalau aku melakukan sesuatu padamu?”

 

Baekhyun mengerucutkan bibirnya. ”Tentu saja!”

 

”Aku tidak akan pernah menyentuhmu sebelum kau mengizinkannya Baekhyun. Aku tidak mau menyakitimu.”

 

DEG

 

Baekhyun akhirnya terdiam dan menunduk. Ia memang tidak merasakan tubuhnya sakit ataupun terasa tidak wajar. Sepertinya Chanyeol tidak melakukan apapun.

 

Wajah Baekhyun memerah karena merasa malu. Ia menuduh Chanyeol yang tidak- tidak.

 

”Maaf..” bisik Baekhyun sambil membenamkan wajahnya diantara selimut dan lututnya. Chanyeol tersenyum manis dan mengangguk.

 

”Kau sudah baikan?” tanya Chanyeol lembut.

 

Baekhyun mengangguk. ”Ne.. Gomawo, Chanyeol.”

 

”Tahu betapa sulitnya aku menahan hasratku saat kita berpelukan tanpa benang sehelaipun yang membatasi tubuh kita?” celoteh Chanyeol sambil memakai kaos berwarna hitam.

 

BLUSH

 

”Y..Ya! Haruskah kau mengatakan hal seperti itu!!” pekik Baekhyun malu.

 

Wajah Baekhyun memerah seketika itu dan ia merasa pipinya panas sekali.

 

Chanyeol duduk ditepi ranjang dan wajahnya menyiratkan rasa bersalah.

 

 

”Maafkan aku.”

 

 

Baekhyun menatap wajah Chanyeol yang terlihat sangat menyesal. Baru kali ini ia lihat wajah Chanyeol yang seperti itu. Baekhyun mengalihkan pandangan matanya kearah lain. Ia tidak tahu harus mengatakan apa dan melakukan apa. Yang pasti dia tidak kuat menatap mata Chanyeol.

 

”Baekhyun.. Maukah kau memaafkanku?”

 

Terdengar desahan panjang dari bibir Baekhyun kemudian kembali menatap Chanyeol tepat dimata.

 

”Chanyeol tidak punya salah apa- apa padaku.”

 

DEG

 

Bagaimana bisa?

Terlalu naif dan menyakitkan!

Bagaimana bisa Baekhyun mengatakan kalau Chanyeol tidak mempunyai kesalahan apapun setelah semua yang dilakukan Chanyeol padanya?

Justru ucapan Baekhyun yang seperti itu membuat hati Chanyeol beribu- ribu lebih sakit.

 

Chanyeol menggeleng cepat. ”Apa yang kau katakan, Baekhyun! Gara- gara diriku kau jadi seperti ini, kan! Aku tidak bisa menjagamu.. Yang bisa kulakukan hanya menyakitimu.. Aku bahkan tidak pantas mengemis kasih sayangmu.. Aku hanya memikirkan diriku sendiri.. maaf..”

 

“Chanyeol.. Aku-”

 

“Tidak masalah.. Aku tidak masalah lagi jika kau mencintai orang lain. Aku akan menjagamu, Baekhyun. Aku ingin menebus semuanya.”

 

Baekhyun menggeleng pelan dan tersenyum manis. Sangat manis hingga tanpa sadar Chanyeol menitikkan air matanya.

 

“Chanyeol!” Baekhyun terkejut melihat Chanyeol yang tiba- tiba menangis.

 

“Maafkan aku! Kumohon maafkan aku!” Chanyeol menunduk dan air matanya merembes diranjang itu. Beberapa tetes air matanya jatuh begitu saja tanpa menyentuh pipi Chanyeol. Isakan keras Chanyeol membuat Baekhyun tidak berkutik.

Baru kali ini… benar- benar baru kali ini ia melihat Chanyeol menangis terisak. Bahkan saat ayah Chanyeol pergi meninggalkan keluarganya, Chanyeol tidak pernah menangis sedih ataupun terpuruk. Ia namja egois yang sangat kuat.

 

“Maafkan..aku..”

 

 

Penyesalan terdalam yang bisa Baekhyun rasakan.

 

 

Chanyeol benar- benar menyesal.

 

>>> 

 

 

Kris keluar dari sebuah rumah sakit sambil memeluk pundak Tao. Wajah Kris tertekuk marah.

 

Memang mereka keluar dari rumah sakit, namun Tao terus menolak diperiksa. Alasannya tentu saja diketahui betul oleh Kris.

 

Tao sejak kecil sangat membenci rumah sakit dan dokter.

 

Sejak Kris menjemput Tao untuk berobat, Kris tidak henti- hentinya berceramah panjang lebar hingga membuat namja manis itu mendesah kesal. Apalagi perangai Tao yang masih tetap tidak mau diperiksa walau sang dokter sudah ada didepan matanya. Tao memang sangat keras kepala.

 

Entah berapa kali Kris terus mengulangi kata- katanya. Omelan seperti itu memang akan Tao dengar jika ia sudah melakukan kesalahan yang berakibat fatal pada dirinya.

 

“Ge.. Sudahlah.. Aku hanya flu dan aku akan baik- baik saja tanpa bantuan dokter!” protes Tao akhirnya saat mereka berjalan menuju parkiran rumah sakit.

 

”Apa yang akan sembuh tanpa bantuan dokter! Siapa yang menyuruhmu lari begitu  saja menerobos hujan tadi malam, oeh? Kau tahu sendiri kalau kondisi tubuhmu tidak sekuat yang terlihat. Kau sama sekali tidak pernah mendengarkanku!”

 

Omelan Kris terus berlanjut hingga mereka masuk kedalam mobil. Bukannya  melajukan mobil itu, Kris malah terus  mengoceh. Tao memutar bola matanya kemudian menutup telinganya secara terang- terangan.

 

”Tao! Jangan menutupi telingamu!” teriak Kris kesal.

 

Tao menggeleng pelan dan menutup matanya. Ia masih menutup telinganya dengan sangat kuat. Ia pikir Kris terlalu berlebihan.

 

Kris menghela nafas panjang kemudian membenamkan wajahnya diatas stir mobil. Sebisa mungkin ia mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia tahu kalau Tao pasti muak mendengar ocehannya. Namun rasa khawatir sangat menguasainya.

 

”Baiklah! Aku akan berhenti mengomelimu!” ujar Kris akhirnya tepat diwajah Tao.

 

Menghela nafas lega, Tao tersenyum dan menurunkan tangannya yang dari tadi menutup indera pendengarannya.

 

”..Kris ge terkadang tidak ada bedanya dengan mama.” celetuk Tao.

 

Kris kembali menghela nafas panjang dan menatap Tao tajam. ”..Kita beli obat flu di apotik dulu. Kau pucat sekali.”

 

”Ne~ Ah.. Aku belum makan, gege.”

 

Kris menatap Tao tajam dan mulutnya akan kembali berceloteh namun Tao segera menutup mulut Kris dengan tangannya.

”Sekali lagi gege menceramahiku, aku akan turun dari mobilmu.”

 

Ancaman Tao berhasil membuat Kris menutup mulutnya. Tao yakin Kris tidak akan memarahinya lagi membuka dekapan tangannya dari mulut Kris.

 

”Kita makan di caffe yang ada didekat hotelmu dan setelah itu kau harus minum obat!” ucap Kris seraya menghidupkan mesin mobilnya dan keluar dari tempat parkir rumah sakit dengan sedikit ngebut.

 

Tao hanya tersenyum dan mengiyakan dengan malas.

 

 

>>> 

 

Baekhyun dan Chanyeol duduk ditepi ranjang namun tidak saling berhadapan ataupun bersampingan. Baekhyun duduk dibagian kanan ranjang dan Chanyeol duduk ditepi ranjang sebelah kiri. Mereka saling memunggungi.

 

Tidak ada percakapan lagi sejak mereka selesai mandi dan berbenah diri. Chanyeol masih berkutat dengan pemikirannya sendiri begitu juga dengan Baekhyun. Tidak ada yang berani memulai perbincangan. Dan suasana seperti itu sudah bertahan beberapa puluh menit yang lalu.

 

Akhirnya terdengar suara desahan pelan dari mulut Chanyeol dan keadaan kembali diam.

 

”Kenapa kita jadi canggung seperti ini? Haha..” Baekhyun berdiri dan mencoba mencairkan suasana.

 

Chanyeol ikut berdiri dan senyuman aneh terukir diwajahnya. Mungkin terlihat aneh karena Chanyeol juga nampak tersenyum dengan canggung.

 

“..Bagaimana kalau kita.. Er.. menemui Chen dibawah?” ajak Baekhyun yang kini sudah berhadapan dengan Chanyeol walau masih dibatasi oleh ranjang.

 

Chanyeol menggeleng pelan dan mengangkat bahunya. ”Chen sedang sekolah. Ia tidak mungkin ada dibawah.”

 

Benar juga!

 

Bahkan Baekhyun sampai lupa kalau ia membolos sekolah dan .. tidak pulang kerumahnya.

 

Baekhyun mengangguk pelan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Chanyeol tersenyum manis dan melompat keatas ranjang dan kembali turun mendekati tempat Baekhyun tegak berdiri.

 

”Kita cari makanan saja. Kali ini aku yang traktir!” ujar Chanyeol mantap.

 

Baekhyun nampak berfikir sejenak dan mengangguk pelan. ”Baiklah. Ide bagus!”

 

 

Kali ini tidak ada kecanggungan yang menguasai keadaan. Chanyeol dan Baekhyun mulai terbiasa. Mungkin awalnya pembicaraan mereka tidak memiliki topik yang penting untuk dibahas. Namun seiring berjalannya waktu, mereka sudah tidak canggung lagi dan nampak bersenda gurau.

 

Dan jujur saja.. jauh dilubuk hati Baekhyun, ia merindukan sosok Chanyeol yang seperti sekarang. Chanyeol benar- benar berniat merubah sikapnya yang egois dan selalu mementingkan perasaannya sendiri.

 

 

 

Kini mereka berjalan dibawah sinar matahari pagi. Senyuman manis Baekhyun nampak terlihat sangat cantik jika diimbangi dengan suasana hangat pagi itu.

 

”..Kita mau makan dimana?” tanya Chanyeol memperhatikan sekelilingnya. Matanya dari tadi sibuk menelusuri deretan pertokoan yang tersusun rapih. Baekhyun memegang dagunya, nampaknya ia berfikir.

 

”Kuserahkan sepenuhnya padamu!” jawab Baekhyun yang mulai malas untuk berfikir.

 

Chanyeol menghela nafas panjang. ”Didaerah sini memang ada caffe. Dekat halte tempatmu pings-.. Ah.. Maksudku..” Chanyeol terlihat gelagapan karena tidak mau menyinggung lagi kejadian tadi malam.

 

Baekhyun seakan teringat sesuatu. Ia sempat lupa karena shock akibat keadaannya dan Chanyeol saat bangun tidur.

 

Benar!

 

Seharusnya ia memikirkan hal itu!

 

Apa benar ia salah lihat?

 

Apa benar yang ia lihat dibawah derasnya hujan malam tadi… namja yang sangat ia cintai memeluk dan mencium seorang namja yang sama sekali tidak ia kenal?

 

Payung besar yang melindungi dua namja yang itu cukup menyembunyikan wajah dan menyamarkan semua kemungkinan. Apalagi hujan deras dan kepalanya yang sangat pusing memburamkan ketajaman matanya sendiri.

 

”Baekhyun?” Chanyeol menyadari Baekhyun yang melamun. Namun panggilan Chanyeol nampaknya belum cukup menarik Baekhyun kealam sadarnya. Ia masih berkutat dengan pemikirannya sendiri.

 

”Byun Baekhyun?” kali ini Chanyeol mengayunkan kedua tangannya didepan wajah Baekhyun.

 

”Ah.. Mian..” Baekhyun tersentak kemudian tersenyum segan.

 

”Jadi bagaimana? Kau setuju?” ulang Chanyeol.

 

Baekhyun mengangguk. ”Ne..”

 

 

>>> 

 

Kris dan Tao memilih untuk makan di caffe terbuka yang terdapat ditepi jalan rindang terletak didekat hotel Tao. Suasana yang sejuk dan matahari yang hangat mendominasi hari yang damai itu.

 

Namun ada keanehan yang dilihat oleh Kris. Tao nampak tidak bernafsu untuk makan dan dari tadi ia hanya menyuap beberapa sayuran dan tidak memakan daging cincang kesukaannya.

 

”Tao.. Kau sedang sakit. Setidaknya kau harus memakan daging agar lebih kuat. Jangan hanya memakan makanan mengandung serat.”

 

”Aku sedang tidak berniat makan daging, gege. Lagipula rasanya aku sudah tidak nafsu makan lagi.”

 

Kris menghela nafas panjang. ”Makan, Tao. Bagaimana mau minum obat kalau perutmu kosong seperti itu. Kau mau cepat sembuh atau tidak?”

 

Tao mengerecutkan bibirnya dan menatap Kris sebal. Dengan suapan penuh ia masukkan beberapa sendok makanan kedalam mulutnya hingga mulut mungil itu terisi banyak makanan.

 

”Mwo! Maksudku juga bukan begitu, Tao. Makan dengan benar atau aku akan memarahimu lagi.”

Mendengar ucapan Kris, Tao mengunyah pelan makanan yang ada didalam mulutnya. Karena mulutnya yang penuh itu bergerak akibat mengunyah, entah mengapa jadi terlihat sangat lucu. Pipi Tao yang menggembung terlihat menggemaskan.

 

Kris tersenyum manis. ”…Lihat? Kau jadi seperti panda yang mengunyah bambu.” Kris terkekeh sampil memegangi mulutnya.

 

Tao menyipitkan matanya dan melempar sebuah tissue yang ia remas kearah Kris. Alhasil namja tinggi itu makin dibuat tertawa keras. Makanan dimulut Tao mulai habis dan ia meneguk jus jeruknya dengan tergesa- gesa.

 

”Gege jahat! Menertawakanku!” Tao kembali menyuap daging cincangnya dan mengunyah dengan cepat.

 

”Jangan ngambek, Panda.” Kris mengusap rambut Tao lembut.

 

“Eh?” Mata Kris menyipit saat melihat beberapa rambut Tao rontok disela- sela jarinya.

 

Tao mengambil rambutnya yang ada ditangan Kris dan menghela nafas panjang. ”Ahh.. Sudah kuduga shampoo produk itu tidak cocok denganku. Gege harus membelikanku produk shampoo yang biasa kugunakan di China.” celoteh Tao sambil terus mengunyah.

 

Kris menghela nafas panjang melihat kemanjaan Tao yang ia pikir tidak berubah. Dengan anggukan kecil Kris menjawab celoteh Tao dan meminum teh Jepang yang ia pesan.

 

”Nampaknya makananmu akan segera habis. Tunggu disini.. Aku akan membelikan obatmu.”

 

Tao mengangguk. ”Beli obat flu yang rasa stroberry.”

 

Kris menepuk dahinya. ”Kau sudah SMA, baby. Mana ada obat flu untukmu yang rasa strawberry. Hanya obat sirup anak- anak yang memiliki berbagai rasa buah.”

 

”Kalau begitu belikan aku obat itu.”

 

Kris menggeleng. ”Aku akan membelikanmu strawberry nanti. Jangan protes!”

 

”Baik! Baik!” Tao mencibir pada Kris sambil meminum jus jeruknya.

 

Saat Kris akan melangkah pergi, Tao kembali buka suara. ”Ah, gege!!”

 

Kris membalikkan badannya. ”Ne..?”

 

Tao tersenyum manis. ”Cepatlah kembali.. Jangan meninggalkan aku terlalu lama.”

 

Dengan anggukan mantap Kris menjawab perkataan Tao. “Ya.. Panda.”

 

 

>>> 

 

Baekhyun menatap langit sambil berjalan dengan lambat bersama Chanyeol. Langit tampak sangat cerah pagi itu, Baekhyun sama sekali tidak memikirkan bolosnya ia dari sekolah hari ini. Ia bermaksud menghubungi Kris dan Luhan selepas siang. Ia tidak mungkin mengganggu mereka yang sekarang sedang belajar, kan?

 

”Apa yang dari tadi kau perhatian?” tanya Chanyeol ikut memperhatikan langit.

 

Baekhyun tersenyum manis dan menunjuk sebuah awan. ”Lihat awan itu… Bukankah ia terlihat sepertimu?”

 

”Eh?”

 

”Padahal bentuk awalnya tidak seperti itu.. Lihat! Awan itu berubah bentuk lagi.. Sekarang jadi seperti kepala kucing. Lucu sekali.”

 

Chanyeol mengerutkan dahinya. Ia tidak mengerti. ”Maksudmu? Apa hubungan awan itu dengan diriku?”

 

”Selalu berubah- ubah dan tidak tentu arah.”

 

Sindiran Baekhyun membuat Chanyeol mengerucutkan bibirnya. ”Yah! Aku sudah berniat merubah sifatku menjadi lebih baik!”

 

”Ne~ Aku tahu. Hm… Semoga kau bisa jadi seperti pohon itu.” tunjuk Baekhyun pada sebuah pohon besar yang baru saja mereka lalui. Kali ini Chanyeol menatap Baekhyun heran.

 

”Agar aku tumbuh lebih tinggi?” tanya Chanyeol asal.

 

”Bukan! Agar kau menjadi kuat dan tetap pada pendirianmu. Tidak berpindah- pindah dan terus berdiri tegak pada satu tempat yang menjadi tujuanmu.”

 

Chanyeol membulatkan matanya mendengar ucapan Baekhyun. Betapa kagumnya ia pada Baekhyun yang sangat memikirkannya dan terlihat begitu dewasa. Padahal Baekhyun sangatlah kekanak- kanakan.

 

”… Aku punya tujuan yang ingin kucapai.” ucap Chanyeol sambil tersenyum manis.

 

”Apa?”

 

Chanyeol mengangkat bahunya dan tersenyum manis. ”R-A-H-A-S-I-A”

 

 

”Dasar pelit!” Baekhyun mencibir.

 

Chanyeol menatap Baekhyun penuh makna. Haruskah ia katakan kalau ia ingin berubah demi kebahagiaan Baekhyun?

 

Biarkanlah hal itu menjadi janji didalam hati oleh Chanyeol.

 

Biar janji itu.. diketahui oleh Tuhan dan dirinya sendiri.

 

Senyuman Baekhyun mengembang dan ia mengangguk mantap. Nampaknya Chanyeol mulai menerima keputusannya bersama Kris. Tapi entah mengapa rasanya sedikit sesak dan ia benci itu.

 

”Nah! Itu caffe nya!” tunjuk Chanyeol dengan semangat. Padahal letak caffe itu masih berada 500 meter dari tempat mereka berdiri. Baekhyun memegangi perutnya yang sudah dari tadi berbunyi dan mereka mempercepat langkah yang tadi sangat lambat.

 

DEG

 

Langkah Baekhyun terhenti ditempat. Chanyeol yang melihat Baekhyun terhenti tentu ikut menghentikan langkah kakinya.

 

 

”Kris..?” bisik Baekhyun saat melihat seseorang yang baru keluar dari apotik dan menjinjing sebuah kantung plastik kecil dengan merek apotik tempat ia baru saja keluar.

 

Baekhyun tersenyum manis dan langsung melangkahkan kakinya untuk menyusul Kris. Chanyeol yang melihat itu tentu mengerti kenapa Baekhyun baru saja berlari meninggalkannya. Chanyeol juga melihat Kris yang kini berjalan menuju caffe yang menjadi tujuan mereka juga.

 

Chanyeol mengepalkan tangannya dan menghela nafas panjang.

 

“Bersabarlah, Chanyeol.”

 

 

 

Baekhyun POV

 

Kris!

Itu Kris! Tidak salah lagi!

Oh Tuhan!

 

Mengapa aku begitu merindukannya?!

Aku sangat merindukannya!

 

Aku terus berlari kearahnya yang dari tadi memainkan kantung plastik yang ada ditangannya. Ah! Aku ingin memeluk punggungnya dengan cepat.

Jarak kami semakin dekat dan aku sudah mengarahkan tanganku untuk memeluknya.

 

 

Kris POV

 

Aih! Aku tidak menemukan obat rasa Stawberry yang diminta Tao tapi… sudahlah. Lagipula setelah ini aku akan membelikannya buah strawberry.

Aku lihat Tao yang masih duduk dikursinya. Tubuhnya jika dilihat dari belakang nampak kurus. Eh? Benar! Kenapa aku tidak menyadarinya.

 

Tao kini nampak menunduk. Aku tidak tahu apa yang ia lakukan karena aku melihatnya dari belakang. Nampaknya ia terbatuk lagi. Suara batuknya memang terdengar hingga tempatku.

Aku mempercepat langkahku dan saat jarakku dan Tao sudah tinggal beberapa langkah…

 

GREP

 

Eh?

 

Aku merasakan sepasang lengan memeluk tubuhku dari belakang.

Mataku membulat sempurna.

Oh Tuhan!

Baekhyun!

 

 

Author POV

 

Kris membalikkan tubuhnya dan melihat Baekhyun tengah memeluknya. Wajah Kris sepucat mayat. Ketakutan langsung menyergap hatinya. 

 

Mimpipun ia tidak menyangka akan bertemu Baekhyun disana.

 

Dan..

 

TAO!

 

 

 

”Kr-” belum sempat Baekhyun melanjutkan kata- katanya, Kris sudah menarik tangan Baekhyun menjauhi tempat itu. Lebih tepatnya menjauhi Tao.

Beruntung Tao tidak menyadari kedatangan Kris. Jika Tao berbalik badan dan melihat Baekhyun memeluk Kris.

Habislah sudah!

 

Kris akan mati!

 

Chanyeol mengamati Kris dan Baekhyun dari posisinya. Chanyeol belum bergerak sama sekali. Walau nampak heran dengan Kris dan Baekhyun yang menjauh dari caffe, Chanyeol memilih menunggu ditempatnya kini daripada menghampiri Kris dan Baekhyun yang sekarang berdiri didekat apotik tempat Kris membeli obat untuk Tao.

 

 

”Kris! Kau tidak sekolah?” tanya Baekhyun masih belum bisa membaca keadaan.

 

Wajah Kris yang pucat dan gugup membuat Baekhyun heran. Apalagi saat Baekhyun melihat kantung yang dipegang Kris. Dari sela- sela kantung itu nampak obat flu yang baru saja Kris beli.

 

”Kris! Kau tidak sakit, kan?” tanya Baekhyun cemas.

 

”Ak..Aku? Tidak.. Aku baik- baik saja..”Kris gugup sekali menjawab pertanyaan Baekhyun. ”Ah.. Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau tidak bersekolah?” suara Kris kini dapat ia kontrol senormal mungkin.

 

”Aku.. Tadi malam aku bersama-” ucapan Baekhyun terhenti karena melihat seseorang yang duduk dicaffe tidak jauh dari tempat mereka berdiri tiba- tiba terjatuh dari kursi.

 

”Hey! Kris ada seseorang yang pingsan!” tunjuk Baekhyun kearah caffe. Dengan cepat Kris membalikkan tubuhnya dan.. Mata Kris membulat sempurna.

 

Sosok itu!

 

”TAO!” Pekik Kris keras seraya berlari menuju dimana Tao terbaring tidak berdaya. Kantung plastik apotik yang dari tadi Kris pegang terjatuh begitu saja. Kursi yang Tao duduki sudah terbalik disamping Tao. 

 

Chanyeol yang melihat dari jauh tentu berlari kearah namja yang pingsan itu. Chanyeol bermaksud menolong tanpa tahu siapa namja yang kini terkulai tidak berdaya.

 

“Hey! Gwenchana?” Ternyata Chayeol lebih dulu sampai ditempat Tao dan membaringkan kepala Tao keatas lengannya. Chanyeol terkejut melihat kondisi Tao. “Oh Tuhan!” desis Chanyeol.

“TAO!”

Kris menangkap tubuh Tao dari dekapan Chanyeol. Ia lihat Tao yang sudah tidak sadarkan diri lagi dan… darah segar mengalir dari hidungnya. Bisa dilihat bibir Tao yang merah.

Mungkinkah itu juga darah?

 

”TAO! Apa yang terjadi!!” Wajah Kris sangat pucat. Air mata sudah tergenang dimata Kris. Kepanikan luar biasa sudah menguasai Kris. Melihat keadaan Tao yang seperti ini sangat membuat dirinya terpukul. Jika kulit putih Tao tergores sedikit saja, ia bisa khawatir seperti orang frustasi. Apalagi.. keadaan Tao yang seperti ini? 

Kris seperti melihat mayat, pasalnya tubuh Tao pucat, sangat pucat bahkan terlihat tidak dialiri lagi oleh darah. ”Bicaralah padaku, Tao!”

 

”Ayo bawa dia kerumah sakit!” Chanyeol membantu mengangkat tubuh Tao menuju mobil Kris. Tanpa memperdulikan apapun Kris mengangkat tubuh Tao dibantu oleh Chanyeol menuju mobilnya.

”Bertahanlah! Kumohon!” air mata sudah jatuh dipipi Kris.

 

 

Baekhyun masih terdiam ditempatnya. Matanya membulat dan detak jantungnya sangat tidak beraturan. Tubuhnya terasa mendingin. Ia lihat sosok Kris yang belari menghampiri..Tao.

Ia lihat sosok itu..sosok Kris.. sosok dari karakter Kris yang belum pernah lihat selama ini.

Sosok yang berlari kencang seperti mengejar sesuatu.. sesuatu yang berharga melebihi apapun.

“Tao? Jangan bilang… Kris..” Baekhyun mencengkram erat ujung bajunya. Nafas Baekhyun tertahan dan berlari kearah Kris dan Chanyeol yang kini memasukkan Tao kedalam mobil Kris.

“Baekhyun.. jangan berfikir buruk!”  bisik Baekhyun pada dirinya. “Aku mempercayai Kris!”

 

 

TO BE CONTINUE

Yang udah dapat PASSWORD jangan pelit yah buat KOMEN ^^

Chap 8 bakal TAMAT dan aku POST 2 Minggu lagi dari tanggal ini ^^ tanggal 3 OKTOBER 2012 ~

Kalau banyak yang komen aku bakal percepat😀

Terima kasih banyak reader😀

ILOVEYOU~

270 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 7

  1. hmmm, aku kok jadi berpikir kalo sakitnya Tao itu lebih parah dari flu. rambutnya rontok, tubuhnya semakin kurus, dan terlebih lagi kelua darah dari hidungnya. so Hyobin, bersediakah berbagi password untuk chapter ke-8 ?. biar aku nggak penasaran. terimakasih. DAEBAK!!

  2. Yayayaaa!! Tao kenapaaa???? Kasian banget taoo! Kris kamu jahat!!!
    Chanyeol romantis bgt ya ampun!!
    Semoga baekhyun balik lagi sama appa yeolie!!!!^^

  3. Hahhaahhaha Baek Oppa ada2 ajah padahal kan Chan Oppa ccuma pengendht nyelametin Oppa doang Oppa😀
    Tapii kalau cra nya begtu sihh Nae juga mau hahahaha😀 #BercandaOppaBercanda😀

    Ehhh Tao Ge kenapa ?? Kris Ge cepat bawa Tao Ge ke rumah sakit kasihan Tao Ge😥

    Keren Keren sudah mulai ada keteganannya nihhh😀
    Keren Banget Eon ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s