TAORIS FF | BELOVED | Part 3

*gojet MAMA bareng Luhan*

annyeong~ 

akhirnya update juga yaaa… Hyobin usahakan cepat deh.

KOH lagi diPROSES dan entar lagi kelar .. jadi tunggu yaaa~ 

Hmm..

gak banyak ngomong.. langsung lanjut FF nyaaaa~ 

*tarik Sehun*

BELOVED

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

 

Cast : Wu Yifan / Kris – Huang Zitao

Pair : KrisTao / TaoRis

Other : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Do Kyungsoo – Lu Han – Oh Sehoon / Sehun – Kim Jongin / Kai

Other Pair : Baekyeol / Chanbaek –  HunHan – ChanSoo/ ChanDo

Disclamer : EXO belong to SMEnt and EXOtic, and THIS story is MINE!

 

Warning : YAOI / BL / Boy x Boy

Dont LIKE , Dont READ !

 

 

Tahukah bintang yang selalu berpijar dimalamku?

Tahukah senandung merdu yang selalu hadir ditiap tidurku?

Tahukah belaian lembut yang selalu menenangkan hatiku?

Tahukah air mata kebahagiaan yang selalu terjatuh dipelupuk mataku?

 

Kekasih hatiku…

 

Tahukah kalau kebahagiaanku saat dimana kau ada didunia ini?

Tahukah keberuntunganku saat kau masuk kedalam duniaku?

 

Saat kau tersenyum…

Tidak satupun malaikat yang dapat menandingi kedamaianmu..

 

Aku begitu mabuk dengan sosokmu..

Aku terlalu terhanyut dalam pesonamu..

Cintaku bahkan tidak cukup untuk melampiaskan kesempurnaanmu

Kau begitu sempurna..

 

Wahai sosok terkasihku..

 

 

 

 

 

PART 3

 

Dimalam yang hangat dan tenang. Seorang namja manis bertubuh tinggi berjalan cepat menuju apartemennya. Ia menenteng sebuah kantung plastik berwarna putih. Bisa dilihat kalau isi kantung itu adalah makan malam namja manis itu.

Senyumnya mengembang saat melihat apartemen kecil yang ia diami. Tubuhnya memang sangat lelah. Mengingat kalau ia langsung bekerja selepas sekolah hingga nyaris tengah malam seperti ini.

 

 

Namja manis bernama Tao itu masuk kedalam apartemen mininya dan.. matanya membulat setelah melihat seseorang didalam apartemennya itu. Seseorang yang sangat ia kenali dan dahulunya… ia cintai.

 

“Kau baru pulang?” tanya namja itu sambil meneguk sekaleng bir.

 

Tao menghela nafas pelan dan menutup pintu apartemennya. Ia letakkan kantung makanannya diatas meja dan melepas jaketnya. Tanpa mengacuhkan namja itu, Tao masuk kedalam kamarnya.

 

Grep

 

Namja itu memegang lengan Tao kasar. Gerakan Tao terhenti dan tubuhnya terdorong kedinding, mata namja yang tinggi tubuhnya sama dengan Tao itu menajam. Sosoknya jadi jauh menakutkan dimata Tao.

 

“Kai..” desis Tao pelan.

 

“Kau tidak peduli lagi padaku, oeh? Apa karena Sehun selalu melindungimu kau jadi besar kepala?!”

 

“Ak..Aku..”

 

“Kau tahu betapa bosannya aku dengan namja bernama Luhan itu, oeh? Dia terlalu kekanak- kanakan dan selalu mengikutiku..”

 

Tao menelan kasar air liurnya. “..Aku..”

 

“Aku minta kau menjadi kekasihku. Apa kau mau?”

 

DEG

 

Mata Tao membulat. “Apa!”

 

“Hanya untuk membuat Luhan jauh dariku!” sambung Kai cepat.

 

Tao menunduk dan matanya terlihat sendu. Inilah yang membuatnya sulit mempercayai seseorang bahkan mempercayai perasaan cinta yang sudah didepan matanya. Seakan menjadi trauma baginya untuk mempercayai ungkapan manis yang bermaknakan perasaan cinta.

 

Ia tidak mau ditipu untuk kedua kalinya.

 

Namja tampan yang kini menekannya itu dahulunya adalah namja pemberi harapan padanya.

Namja yang mengajarkannya cara bermimpi.

Namja yang mengiming-imingkan perasaan cinta yang tulus hingga akhirnya ia dihempaskan jatuh kedalam jurang kesedihan.

 

“Aku tidak mau..”

 

“APA! KAU BERANI MEMBANTAHKU?!” Teriak Kai sambil mencengkram pipi Tao.

 

“Aku.. Aku tidak mau! Cari saja namja lain.. Apakah harus aku!?” Tao mencoba melawan dan menghempaskan tangan Kai.

 

“Kau jangan membantahku, Zitao! Apa kau mau semua orang tahu masa lalumu!”

 

Wajah Tao nampak pucat. “..Ja..Jangan..”

 

Kai tersenyum pasti dan membelai lembut pipi Tao. “Kudengar kalau pangeran sekolah kita.. mengincarmu?”

 

Tao menelan kasar air liurnya.

 

“..kabarnya dia sangat menyukaimu.. dan.. bertekuk lutut dihadapanmu..”

 

Tao mendorong tubuh Kai dan kembali masuk kedalam kamarnya. Kai dengan seringai aneh mengikuti Tao masuk kedalam kamarnya.

 

“Keluarlah!” ujar Tao berusaha tegas.

 

“Kenapa? Apa kau malu jika aku melihatmu menukar pakaian? Bukankah kau sudah biasa melakukannya didepanku?”

 

Tao kembali menelan kasar air liurnya. “Kumohon.. keluarlah, Kai.”

 

Kai mengangkat bahunya dan keluar dari kamar Tao menuju kotatsu hangat sembari menghidupkan televisi. Tao menghela nafas panjang dan mengganti pakaiannya dengan cepat. Entah mengapa ia sangat waspada.

 

Drtttt

 

Drtttt

 

Tao yang baru saja selesai mengenakan pakaiannya melirik ponselnya yang ada didalam laci meja belajar. Memang kebiasaan Tao tidak membawa ponselnya saat bekerja. Mungkin karena ia yakin, tidak akan ada yang akan menghubunginya.

 

“Tumben…” bisik Tao sembari membuka laci mejanya dan mengambil ponsel mungil yang mungkin…agak kuno.

 

“Eh…nomor tidak dikenal?” Tao mengerutkan dahinya namun dengan cepat ia mengangkat telpon itu.

 

“Hallo..”

 

“Akhirnya kau mengangkat telponku!” ujar suara berat diseberang telpon.

 

“Ini.. siapa?”

 

“Hey! Kau tidak mengenali suaraku?”

 

Tao berfikir. “Ti..Tidak..”

 

“Aish! Ini aku.. Kris.”

 

“EH!!”

 

Tao nyaris terlonjak. Hey! Kini Kris berhasil mengetahui nomor ponselnya?! Apa Kris seorang stalker? Ini lumayan menakutkan!

 

“Kenapa kaget?”

 

“Ah.. Aku.. tentu saja aku kaget! Darimana ge mendapatkan nomor ponselku? Apa ge bertanya pada Sehun?! Hanya Sehun yang mengetahui nomor ponselku!” Tao bertanya dengan irama bicara super cepat.

 

“Mwo~ Kalau bertanya satu- satu. Sehun yang memberikannya padaku.. karena aku bertanya padanya. Tapi itu bukan masalah, ada yang ingin kusampaikan padamu.”

 

“A..apa?”

 

“Begini… Chanyeol pabo itu sekarang sedang.. ah sudahlah! Bolehkah aku pergi kerumahmu sekarang? Aku bosan menunggui si Pabo itu!”

 

“EH!” Pekik Tao lagi.

 

“Tidak boleh ya?”

 

“B..Bukan begitu.. hanya saja..”

 

“Tao, cepatlah keluar! Aku sudah lapar!” teriak Kai keras.

 

“..Suara siapa itu, Tao? Kau sedang kedatangan tamu?” Kris ternyata menangkap teriakan Kai.

 

Tao menelan kasar air liurnya. Keringat dingin nampak mengucur dipelipisnya. “I..itu.. Iya.. ada tamu dirumahku, ge.. su..sudah dulu ya. Selamat malam.”

 

Dengan cepat Tao mematikan sambungan ponselnya dan menghela nafas panjang. Ia cemas! Bagaimana kalau Kris salah paham? Jelas- jelas Kris mendengar suara Kai..Aish!

Tao menggaruk kepalanya kasar. “Eottokae!”

 

Tunggu dulu!

 

Tao terdiam.

 

Memangnya mengapa kalau Kris sampai salah paham? Ada masalah?

 

BLUSH

 

Pipi Tao memerah dan jantungnya berdetak lumayan kencang. “..A..apa.. ini? Kenapa jantungku berdebar- debar?”

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

“Hya! Jangan pabo, Tao!!” Tao memegang pipinya yang terasa panas. “Pabo!”

 

 

>>> 

 

Disebuah Pub tempat biasa Kris dan Chanyeol menghabiskan waktu.

 

Kris menatap ponselnya dengan tatapan heran, baru saja Tao mematikan sambungan telponnya dengan tiba- tiba. Yang membuat Kris sangat tidak tenang adalah keanehan yang dilakukan Tao.

Keanehan?

Ia terdengar gugup dan.. siapa yang bertamu kerumah namja manis itu nyaris tengah malam seperti ini? Lagipula.. Kris tahu betul suara yang berteriak tadi adalah suara seorang namja.

 

“Siapa..?” desis Kris sambil terus berfikir keras.

 

Suara Tao juga terdengar.. agak gugup dan tertekan. Sial! Pikiran buruk mulai menguasai Kris. Jangan- jangan namja yang datang kerumah Tao adalah pencuri? Ah! Itu berlebihan!

Bisa saja keluarga Tao yang datang berkunjung.. tapi bukankah Tao tidak memiliki keluarga yang berada di Korea? Bukankah semua keluarga Tao berada di China.. dan suara yang ia dengar 100% memakai bahasa Korea.

 

Jadi siapa?

 

Atau..

 

Orang yang Kris tidak ketahui?

 

Misalnya…

 

 Kekasih?

“HEY!!” Kris mengacak- acak rambutnya frustasi. “Aish! Bagaimana kalau Tao memang sudah memiliki kekasih.. makanya ia menghindariku.” Kris mulai frustasi.

Kris menghela nafas panjang dan meneguk wisky nya dengan cepat. Ia sedikit menghentakkan gelas wisky itu diatas meja dan pikirannya sedikit kalut.

“Aku tidak peduli, Zitao! Walau kau sudah memiliki seorang kekasih.. aku tidak akan menyerah semudah itu untuk mendapatkanmu!”

 

“Siapa yang sudah memiliki kekasih?”

 

Suara berat menginterupsi kegalauan Kris. Seorang namja yang terlihat berantakan duduk didepan Kris yang wajahnya terlihat tegang. Namja itu memperbaiki pakaiannya yang acak- acakan serta rambut coklatnya yang halus.

 

“Cepat sekali!” ejek Kris pada namja tinggi pemilik senyuman memikat itu, Park Chanyeol.

 

“..Jangan membuatku kesal. Baekhyun meminta berhenti ditengah jalan.”

 

“Oh ya?”

 

“Dia dipanggil bosnya.” Chanyeol mendengus kesal.

 

“Siapa suruh tidak mau menunggu sampai ia pulang kerja. Kau terlalu tidak sabaran.” Kris mendecis.

 

“Kau tidak tahu sudah berapa lama aku tidak menyentuhnya? Aish.. aku sangat merindukannya.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya.

 

“Sudahlah!” Kris kembali meneguk wisky-nya dengan sekali teguk.

 

Chanyeol melihat keanehan pada sikap Kris. “Kau kenapa? Raut wajahmu nampak sangat kesal? Dan.. maksudmu tadi siapa yang kekasih siapa?” tanya Chanyeol yang nampak sangat penansaran.

 

Kris menatap Chanyeol dengan tatapan tajam. “Begini…Ah! Mana mungkin kau bisa memberiku saran. Kau tukang selingkuh!”

 

“Ya! Setidaknya aku bisa memberimu sedikit masukan!”

 

Kris menghela nafas. “Baiklah.. Tadi saat kau sedang ‘bermain’ dengan Baekhyun-mu itu.. aku menelpon Zitao.. dan.. kau tahu? Disela- sela pembicaraan kami, aku mendengar suara seorang namja yang memanggil Zitao.”

 

“Eh? Lantas? Ada yang aneh?”

 

“Aish! Zitao hanya tinggal sendirian disini dan.. suaranya terdengar sangat gugup.. Bagaimana menurutmu?”

 

Chanyeol diam sesaat. “Ini sudah nyaris tengah malam..berarti bukan orang sembarangan yang bertamu kerumah Zitao…” Chanyeol menatap Kris penuh makna. “Jangan- jangan…”

 

“Kau juga berfikiran seperti itu?” Kris mendekatkan wajahnya kearah Chanyeol.

 

“Mungkin saja tetangganya. Kau terlalu berfikiran negatif!”

 

PLETAK

 

Dengan kesal Kris memukul kepala Chanyeol. “Percuma minta saran darimu! Pikiranmu terlalu bodoh. Aku benar- benar kasihan pada Kyungsoo dan Baekhyun yang terpikat pada namja bodoh sepertimu!”

 

“Aish! Kau tidak memperhitungkan kekuatanmu memukul kepalaku, oeh! Sakit sekali!” keluh Chanyeol mengusap kepalanya. “Dan.. Jangan ragukan pesonaku, Yifan!” 

 

“Pesona apanya? Wajahmu juga nampak seperi orang bodoh.” Kris terlihat sangat kesal. Chanyeol menyadari betul sahabatnya itu sedang dalam keadaan hati yang benar- benar berantakan.

 

“Aigoo.. Kau ini… biasanya kau akan santai saja jika incaranmu dekat dengan namja lain. Bisa saja suara namja yang kau dengar itu suara teman atau entahlah aku tidak tahu.. yang pasti kau aneh, Kris. Tidak biasanya kau memusingkan hal seperti ini.” celoteh Chanyeol sembari menuang wisky-nya kedalam gelas hingga penuh.

 

“Zitao berbeda!”

 

Chanyeol menghela nafas pelan dan meneguk wisky-nya. “Aku tahu dia berbeda, Kris.. kau ternyata memang menyukainya, ya? Segitu sukanya?”

 

“Aku jatuh cinta padanya!” tegas Kris.

 

Chanyeol tersenyum dan menahan tawanya. Kris menatap Chanyeol heran. Apa ada yang lucu? Chanyeol benar- benar membuatnya kesal!

 

“YA! Kalau ingin tertawa, tertawa saja!” Kris mulai jengah.

 

“Mian.. kau lucu sekali.” Chanyeol mati- matian menahan tawanya kemudian menepuk pundak Kris. “Kau tahu kalau medan yang kau sukai terlalu .. hmm.. sulit.”

 

“Aku tahu itu! Pemikirannya sangat polos dan itu menyeramkan.. aku takut ia salah paham dengan sikapku dan menafsirkan perasaanku dengan maksud lain. Siapa yang bisa mengira apa yang ia cerna dengan otaknya yang sejenis dengan otak bayi itu?”  

 

“Nah! Itu dia, tuan Kris!”teriak Chanyeol sambil menunjuk Kris.

 

Sedikit terkejut, Kris hanya menggertakkan giginya. “Jangan berlebihan!”

 

“Maksudku memang itu.. kau harus lebih menunjukkan perasaanmu pada Zitao. Bukannya bermaksud menakut- nakutimu. Tapi.. Zitao itu tipe yang paling sulit didekati dan..  menakutkan. Kurasa lebih menakutkan dari Kyungsoo.”

 

“Eh?” Kris terlihat bingung.

 

“..Jujur tipe polos seperti Tao itu menurutku tipe paling menakutkan. Ternyata tipe kesukaanmu memang aneh, ya.”

 

“Kau tahu sendiri aku tidak pernah tertarik dengan orang lain seperti ini, kan? Jadi jangan mematahkan semangatku.”

 

“Bukannya mematahkan semangatmu. Jika kau tidak secepatnya mengikatnya, ia akan lari.”

 

“Tidak semudah itu. Kau sendiri tahu betapa sulit aku mendekatinya. Dia seakan membuat pembatas tidak kasat mata saat ia bersamaku. Bagaimana caranya aku menunjukkan perasaanku?”

 

Chanyeol tersenyum. “Kau hanya harus lebih.. liar, Kris.”

 

Mata Kris membulat. “Maksudmu?”

 

“Kurasa kau mengerti maksudku.”

 

Kris berfikir sejenak. Entah apa yang ada didalam pikirannya yang pasti Kris kini tersenyum manis dan kembali meneguk wisky-nya. “..Begitulah.”

 

  

>>> 

 

Keesokan harinya disekolah.

 

DRAP

 

DRAP

 

Langkah kaki Chanyeol terdengar memekakkan telinga. Dengan begitu cepatnya ia melangkah masuk kedalam kelasnya dan berdiri tepat didepan kelas. Mata besar Chanyeol menantap garang keadaan kelas yang tiba- tiba hening.

 

“Aku bertanya pada kalian semua! Siapa yang kemarin telah menumpahkan air kotor dari lantai 2 sampai mengenaiku?” pekik Chanyeol.

 

Beberapa anak perempuan dikelas itu nampak pucat. Sedangkan anak lelaki terlihat heran.

 

“Ada apa Chanyeol?” tanya salah satu teman sekelas Chanyeol.

 

“Kemarin saat pulang sekolah ada beberapa orang yeoja jelek yang menyiramkan air kotor hingga mengenaiku. Cih! Apa mereka tidak tahu akibatnya jika mencari perkara denganku?”

 

Beberapa anak perempuan nampak akan keluar dari kelas namun dengan sigap Chanyeol menendang kursi guru hingga menimbulkan bunyi yang amat keras. Seketika itu gerakan para yeoja terhenti.

 

“Mau kemana kalian?” suara dingin Chanyeol membuat suasana semakin mencekam. Chanyeol bukanlah namja pengecut yang menindas seorang wanita namun.. tidak ada salahnya mengintimidasi orang yang telah membuat dirinya kesal, kan?

 

BRAAAKKK

 

“Mana namja yang bernama Kris!” teriak seseorang yang baru saja masuk kedalam kelas Chanyeol dengan raut wajah yang sangat menggambarkan kemarahan. Namja tinggi berkulit putih susu itu baru saja menendang pintu kelas 3 tersebut dengan sangat keras.

 

Chanyeol menatap namja yang kini membuat situasi tambah mencekam. “Kau bukannya Oh Sehun? Teman Zitao?”

 

Namja bernama Sehun tersebut mengangguk. “Ne! Mana Kris, oeh!”

 

“Ada apa?” Chanyeol mendekati Sehun.

 

“Bangku dan meja Tao hilang. Aku yakin para penggemar temanmu itu yang menyembunyikannya!”

 

“Apa?!”

 

Chanyeol berlari menuju kelas Tao dan Sehun mengikutinya.

Saat Chanyeol masuk kedalam kelas Tao, yang ia lihat adalah kekacauan. Sepertinya Sehun tadinya sudah melampiaskan kekesalannya didalam kelas itu.

“Chanyeol-hyung..” bisik Tao saat melihat namja tinggi nan tampan itu mendekatinya.

“Kemana meja dan kursimu?” tanya Chanyeol cepat.

Tao menggeleng pelan. “Aku tidak tahu..”

 

BRAAKKK

 

Sehun kembali menendang salah satu meja yang paling dekat dengan kakinya. “SIAPA YANG MENYEMBUNYIKAN MEJA TAO! JANGAN BUAT AKU LEBIH MARAH!!”

 

Beberapa anak perempuan terlihat sangat pucat dan beberapa diantaranya ada yang mengigil ketakutan. Chanyeol yang memang sedang dalam mood yang sangat buruk menatap tajam para yeoja yang ada didalam kelas Tao.

 

“Ambil kembali meja dan kursi Zitao atau meja dan kursi kalian yang akan kubuang dari sekolah ini.” desis Chanyeol tajam.

 

Alhasil para yeoja itu berlari keluar kelas. Sehun mengamati para yeoja yang masuk kedalam gudang dan dengan cepat mengembalikan kursi dan meja Tao ditempat semula. Keadaan kelas kembali hening dan Tao dari tadi hanya diam ditempatnya. Rasanya ia sangat sedih.

 

Sehun memeriksa meja dan kursi Tao. Ditakutkan para yeoja itu berbuat sesuatu untuk mengerjai Tao lagi.

Yakin tidak ada kejanggalan, Sehun menepuk pundak Tao dan tersenyum.

 

“Gwenchana? Jangan terlalu dipikirkan.” Chanyeol mengusap rambut Tao dengan lembut.

 

Sehun menghela nafas pelan. “Katakan pada temanmu, sunbaenim! Aku tidak akan segan- segan menghajarnya jika ia tidak mengendalikan penggemarnya yang menyebalkan itu!” Sehun terlihat masih sangat marah.

 

“Lho? Kenapa ricuh sekali?”

 

Suara lembut kini terdengar dari luar kelas. Sang pemilik suara heran melihat keadaan kelas yang lumayan berantakan. Chanyeol membalikkan tubuhnya dan melihat sosok mungil nan begitu bersinar.

 

“Luhan-hyung!” pekik Sehun kaget.

 

“Sehunnie? Apa kau yang membuat keadaan kelasmu berantakan seperti ini?”

 

“I..Itu?” seketika itu  Sehun terlihat mati kutu.

 

Luhan masuk kedalam kelas dan menghela nafas panjang. “Aigoo… apa Sehun berkelahi lagi?”

 

Sehun terlihat pucat dan menggeleng cepat. “Ani, hyung. Ini… Aku hanya membela sahabatku, Tao. Dia dikerjai oleh yeoja- yeoja jahat.”

 

“Eh?” Luhan melirik Tao kini sudah duduk dibangkunya. Tao diam membatu. Chanyeol nampak memegang pundak Tao dan tersenyum menenangkan. Luhan kembali memandang Sehun dengan tatapan lembut.

 

“Sehunnie sudah berjanji padaku untuk tidak berbuat kekacauan lagi, kan?”

 

“A..aku ingat janjiku, hyung.” Sehun membuat tanda V sign dengan tangan kanannya.

 

“Baguslah.. Tao, gwenchana?” Luhan mendekati Tao dan dengan spontan Chanyeol menjauh selangkah.

“Ne.. ge.. aku baik- baik saja.” jawab Tao berusaha tersenyum.

 

“Woah? Tumben semua berkumpul dikelas Tao.”

 

Kali ini suara yang lumayan berat terdengar diluar kelas. Chanyeol mendesah pelan melihat sang ‘sumber keributan secara tidak langsung’ yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, Kris.

Sehun mendecak kesal melihat Kris sedangkan Tao masih saja menunduk tidak terlalu menghiraukan Kris.

Sementara Luhan terlihat kesal. Mungkin karena Luhan dahulunya adalah namja incaran Kris, jadi Luhan kurang nyaman jika Kris ada didekatnya.

 

Kris nampaknya belum dapat membaca keadaan. “Eh? Kenapa semua memandangku seperti it-“

 

Belum sempat Kris menyelesaikan perkataannya, Chanyeol langsung menarik Kris menjauhi kelas Tao. Tidak menghiraukan protesan Kris yang membuat telinga Chanyeol sedikit berdengung.

 

 

 

“Hey!!” teriak Kris saat Chanyeol mendudukkan tubuhnya paksa disembarangan kursi dikelas mereka.

“Jangan kesana sekarang, kau bisa dicincang oleh si Sehun. Jangan mencari masalah dengan kepala preman kelas 2.” Cergah Chanyeol seraya membuat tanda ‘X’ dengan kedua lengannya.

Kris mengerutkan dahinya. “Maksudmu?”

“Pokoknya jangan!”

“Ya! Beritahu aku! Kau lihat sendiri suasana tadi sangat tegang.. wajah Sehun yang tertekuk marah.. Luhan.. dan.. kenapa tadi Tao tertunduk seperti itu! Jelaskan padaku!!” wajah Kris terlihat marah.

 

Chanyeol menghela nafas pelan. “..Tao ditindas oleh para penggemarmu.”

 

Mata Kris membulat sempurna. “APA!”

 

“Sebenarnya..kemarin.. bukannya ada seseorang yang salah menyiramkan air kotor pada Tao. Aku melihat para yeoja- yeoja itu akan menyiramkan air kotor itu pada Tao dan.. aku mencoba menyelamatkannya walau tidak begitu berhasil.”

“Jadi Tao benar- benar ditindas oleh yeoja- yeoja batu itu?!” teriak Kris marah.

Chanyeol mengangguk lemah.

Seketika itu Kris berdiri dan berjalan cepat keluar dari kelasnya. Chanyeol hanya bisa menghela nafas pelan dan ia tidak mengejar Kris.

 

 

 

“Tao!!” pekik Kris sembari masuk kedalam ruangan kelas Tao. Luhan sudah tidak ada disana dan Sehun nampak duduk diatas meja Tao sembari menenangkan Tao yang duduk dikursinya.

 

Tao tidak menangis.

 

Ia anak yang sangat tegar.

 

Sehun menatap tajam Kris yang mendekati mereka. Kemarahan nampak jelas diwajah Sehun. Bukannya Sehun membenci Kris, namun ia benci jika sahabat baiknya diperlakuan tidak sewajarnya oleh orang lain dan jelas saja Sehun menyalahkan Kris sepenuhnya atas apa yang dialami Tao.

 

“Aku tidak mengijinkanmu mendekati Tao sebelum kau menegaskan para penggemarmu itu.” Ujar Sehun bengis.

Kris membalas tatapan Sehun tidak kalah tajam. “Jangan khawatir, Sehun. Tanpa kau peringatkanpun aku akan memberi peringatan keras pada para yeoja batu itu.”

Tao memegang tangan Sehun erat. “Sehun.. jangan salahkan Kris-ge.”

Sehun menghela nafas pelan dan mengusap rambut Tao dengan sangat lembut. “Baiklah.. kau juga jangan sungkan mengadu padaku.”

Dengan senyuman manis, Tao menatap Sehun. “Memangnya Sehun mau apa? Lawanmu itu yeoja. Tidak mungkin kau mengajak mereka berkelahi, kan?”

 

Kris sedikit lega karena kini Tao sudah tersenyum manis.

 

“Benar juga… makanya aku bingung. Melawan salah tapi tidak dilawan malah menjadi- jadi. Yeoja memang menyusahkan.” Dengus Sehun seraya berdiri dari meja Tao.

Mata sipit Sehun kini menatap Kris yang dari tadi tidak bersuara. “..dan kuharap sang pangeran ini bisa mengatasinya.”

 

Sehun menepuk pundak Kris sebelum keluar dari kelas. Bisa ditebak kemana sang namja tinggi itu akan pergi. Kemana lagi kalau bukan kelas Luhan.

 

 

 

Kini didalam kelas itu hanya ada Kris dan Tao. Entah sejak kapan para siswa dan siswi memutuskan untuk keluar saja, membiarkan kedua namja itu dalam dunia mereka sendiri.

 

“Tao.. maafkan aku.” Ujar Kris membuka pembicaraan.

 

Tao tersenyum dan menggeleng pelan. “Untuk apa? Bukan ge yang membuatku seperti ini, kan? Mungkin mereka… hanya membenciku.”

 

Kris menggeser meja Tao hingga ruang dihadapan Tao kosong. Awalnya Tao tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Kris, namun Tao diam saja dan memperhatikan apa yang kini Kris lakukan.

 

Kris menumpukan lututnya dilantai dan menatap Tao yang masih duduk dikursinya.

 

Mata Tao membulat saat melihat Kris seakan bersujud dihadapannya. Mata Kris kini menatap tajam benik mata Tao yang membulat sempurna.

 

“Ge!” teriak Tao seraya berdiri dan menarik tangan Kris agar berdiri dari posisinya. Namun Kris tetep kukuh ditempatnya kemudian tersenyum tipis. Ia memegang tangan Tao dengan lembut seraya… mengecup lembut punggung tangan putih Tao.

 

Mata Tao terbelalak. Ia terdiam melihat perlakuan manis Kris yang masih mengecup punggung tangannya. Kris benar- benar terlihat seperti pangeran yang ingin meminang sang putri. Begitu romantis dan.. manis.

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

Jantung Tao malah tidak bekerja dengan normal dan wajah Tao sudah sangat merah. Walau bibir tipis Kris sudah terlepas dari punggung tangan Tao, rona merah itu masih setia terpampang disana. Menunjukkan betapa berantakannya hati Tao akibat pangeran tampan itu.   

 

Kris perlahan berdiri namun tangannya masih menggengam tangan Tao.

 

Mata mereka bertautan dan.. Tao mengalihkan pandangan matanya ketempat lain. Kris mengetahui kalau Tao sangat gugup hanya bisa menahan hasratnya untuk tertawa pelan. Bukannya ingin mengejek namun ia senang sekali jika melihat ekspresi wajah Tao yang malu- malu.

 

“Aku akan menjadi pelindungmu, Tao. Jangan hiraukan semua cercaan mereka.. kali ini aku bersumpah tidak akan membiarkan mereka menyentuhmu.”

 

Mata hitam Tao sudah beralih menatap wajah tampan Kris. “Ge..tapi..”

 

Kris tersenyum manis dan membelai rambut Tao lembut. “Aku ada untukmu, Tao. Jangan selalu merasa sendirian.”

 

Tao menatap Kris tajam dengan mata bulatnya yang kini nampak berat. Tao menunduk dan menatap tangannya yang digenggam Kris.

 

“..Kris-ge.. aku bingung mengapa para yeoja itu menindasku. Apakah karena iri atau memang membenciku.” Ucapan Tao terhenti. Nampak sekali Tao menahan air matanya agar luluh. “..Namun yang lebih membuatku bingung adalah sikap ge yang terlalu baik padaku.”

 

“Tao..” Kris menggeleng pelan.

 

“Ge.. aku bukannya mengatakan kalau ge memberiku sebuah beban.. hanya saja.. jujur aku jadi tersiksa karena jadi memikirkan macam- macam hal.” Tao melepas genggaman tangan Kris.

 

Kris kini diam. Tao juga ikut terdiam. Tapi mata Kris tidak lepas menatap Tao dengan tatapan penuh makna. Ada kesedihan terpancar jelas diwajah tampan Kris.

 

“Ta-“

 

PROK

PROK

PROK

 

Terdengar bunyi tepukan tangan yang lumayan nyaring dari luar kelas. Sontak Tao dan Kris mengarahkan pandangan mereka kearah sumber suara.

Mata Tao membulat begitu melihat siapa yang baru saja masuk kedalam kelasnya.

Kris mengerutkan dahinya merasa kenal dengan namja tampan berparas seksi itu. Ah! Benar juga.. bukankah namja inilah yang menjadi penghalang baginya saat mengincar si namja cantik Luhan?

 

“..K..Kai..” desis Tao.

                                           

“Hmm.. pagi- pagi sudah membuat keributan saja, ya.” Ujar Kai seraya memberi senyuman khasnya yang lebih nampak seperti smirk.

Kai kini sudah berdiri didekat Kris dan Tao. Dengan tatapan penuh makna Kai menatap Tao dan seketika itu Tao menunduk dalam. Seakan tunduk pada Kai.

Kris menyadari hal itu tentu sedikit terkejut dengan perubahan ekspresi wajah Tao yang berubah menjadi pucat dan ketakutan.

 

“Mau apa pangeran sekolah mendatangi kekasihku?”

 

Ucapan Kai sontak membuat mata Kris membulat sempurna. Tao mencengkram erat ujung bajunya dan menunduk tambah dalam. Ia tidak berani menatap mata Kris.

 

Ucapan Kai memang benar… Tao menyetujuinya.

 

Dengan syarat Kai tutup mulut tentang masa lalunya.

 

“Ta..Tao apa- apaan ini!!” suara Kris nyaris berteriak. Namun dengan usaha keras ia menahan makiannya. Takut namja manis  itu ketakutan.

 

TES

 

Air mata jatuh dipelupuk mata Tao. Ia menangis tanpa suara. Tao menahan hatinya dan menekan perasaannya pada Kris saat ini.

Kris menyadari sikap Tao yang tertekan dan ketakutan.

Kai memeluk pundak Tao kemudian tersenyum manis pada Kris. “Katakan kalau kau adalah kekasihku, Tao. Ayo katakan pada pangeran sekolah ini.”

Kini Kris menatap Kai dengan rasa marah. Ia mengerti kalau Tao ketakutan pada sosok Kai. Apanya yang kekasih jika Tao melihat Kai seperti melihat monster?

 

“..aku.. aku…aku memang kekasih Kai.”

 

DEG

 

Tuhan!

Kris merasakan jantungnya meledak dan hatinya luluh lantak dalam sekejap. Pengakuan Tao membuat Kris memucat seketika itu.

 

Ini bohong, kan?!

 

Tubuh Kris yang mendingin tertahan diposisinya sementara Kai sudah menarik tubuh Tao keluar kelas meninggalkan Kris sendirian.

 

Seperti tidak sadar Tao dan Kai sudah pergi, Kris menatap kosong bangku yang tadi Tao duduki dan tangannya gemetaran.

Namun.. bukanlah Kris namanya jika mudah terpuruk.

Dengan langkah kaki cepat, Kris keluar dari kelasnya dan mengejar Kai yang menarik tangan Tao menuju kelasnya.

 

GREP

 

Tao membalikkan wajahnya melihat tangannya yang bebas kini telah digenggam Kris. Kai menghentikan langkahnya karena menyadari Kris menggenggam tangan Tao dengan erat.

 

“Sorry, dude! Do you think, Tao is yours? Sorry!” Kris nampak sangat meremehkan Kai. “He is MINE!!”

 

“Ge..” Tao membulatkan matanya mendengar ucapan Kris.

 

Sedangkan Kai tersenyum sinis luar biasa. “Sembarangan bicara.”

 

Kris menyunggingkan senyuman tipis yang terkesan menindas. “Kau mau bukti?”

 

Seketika itu Kris menarik tubuh Tao lebih dekat dengan tubuhnya dan menyatukan bibir merah Tao dan bibir tebal Kris. Tidak membuang kesempatan Kris terus melumat bibir Tao. Mata Tao membulat saat merasakan bibir Kris yang sangat lembut dan begitu manis.

 

Kai membulatkan matanya melihat perlakuan Kris. Jujur ia tidak menyangka Kris akan langsung mencium Tao tanpa aba- aba atau peringatan sebelumnya.

 

Chanyeol yang kebetulan akan mengejar Kris kekelas Tao juga melihat adegan ciuman Kris dan Tao. Chanyeol terhenti ditempatnya kemudian melipat tangannya didada, senyuman kemenangan nampak terlukis jelas diwajah Chanyeol.

 

“Si pangeran berubah menjadi si Beast ya~” Chanyeol tertawa pelan kemudian kembali masuk kedalam kelasnya. “Jadi Panda and The Beast, ya? Padahal lebih seru jika menjadi dongeng Show White ataupun Cinderella.”

 

Chanyeol kembali melirik kearah Kris yang masih berciuman dengan Tao. “Yah.. lihat saja kisah dongeng mana yang akan cocok nantinya.”

 

TBC

  

 

 Chanyeol chapcuzzzz bgt –____– lagi guweehhh 

adoh maav ya ini ep ep terbengkalai lagi

aku habis sakit jadi bolak balik kerumah sakit u,u

mian chingu ^^

semoga kelanjutannya gak terlalu aneh ~

#ngacirrrr 

 

 

 

138 thoughts on “TAORIS FF | BELOVED | Part 3

  1. Kai tega banget ama Tao~taoku!!!

    Unn, ff ini feelnya dapet banget^^
    aku suka, apalagi kalo castnya KrisTao :3

    Fighting ne Hyobin unni😀

  2. aigoo.. chanyeol ma sehun pas marah beneran kayak preman
    nyeremin
    yeoja2 ganjen itu kayaknya cari mati ya
    pakai acara nyembunyiin meja dan kursi tao lagi
    wah minta dicincang sehun dan chanyeol
    untung kris belum dateng pas acara heboh
    kalau gak pada masuk ICU tuh orang

    kai ngerusak moment banget
    pas romantis2an malah datang tuh si item

  3. Eh, Kai?
    Memang’a masalalu seperti apa sih? Tao smpe ketakutan gituh*pukpuk*

    Sehun protektif juga yah sama Tao :3
    Sehun suka luhan kan? Tapi Luhan malah ngejar” Kai? Dan Kai ngjak Tao pura” pacaran biar dijauhin luhan? Apa ada mksd lain?

  4. Hahahahahaha,Benera demi luhan selingkuhanku keren badai.pak lagi pas bagia kris poppo tao,haduh jantung aku dag dig dug dar.suka karakter chanyeol di sini.lw pun Playboy cap onta.pi setia kawan,beruntungya baekie ku..

  5. kai sayang selalu jadi orang ke-3…poor kai *peluk kai* xD ah itu chanyeol mesum banget tapi aku sukaaaaaaaa. Kris chanyeol seru banget temenannya!! Sempet ngakak baca sehun preman kampus hahaha

  6. rasanya pengen mukul kai yang ada disini hehe .__. habis karakternya itu bener2 ooc,kasian kai jadi orang ketiga dalam hubungan taoris,tapi ini feelnya bener2 kerasa,daebak deh thor😀

  7. Kaget pas ada foto kai sam tao._. wkwk tp ttp ganteng(taonya)/ditendang kai
    Oalah kai org ketiga oh ngerti2 daaan teryata chanyeol hmm pikirannyaa…/plak eh ternyata thehun galak juga yaa/ditiupsehun tp ffnya feelnya nangkepbgt fighting ka^◡^

  8. aaiisshh..kai knp jdi orang ketiga’x kristao sich….mnding kmu ama aku ajja….#digetok#

    pnsaran beud..lngsung lari ke part slnjut’x ah….

  9. Apaapaan coba’ si kkamjong itu,braninya cma ngancem n maksa,,,but,kris gege, he kiss him?? OMO,,,

  10. aish si kai penggangu aja -_-
    gw suka karakter kai nih cucok banget sama tampang bullshitnya hahahaha
    keep writing!!

  11. Ggamjong maksa maksa gitu biar si tao jadi pacar die, inget appa ada eomma di rumah (kyungsoo)
    aku baca dari awal, pas tadisih baca dari chapter 4, sumpah seru kayak ada lawaknya gitu😄

  12. Aaaaa penadaran sama masa lalunya tap X-(
    Itu si item ganggu aja sih, please biarin taoris bersatu

  13. waw beraninya kris cium cium tao, didepan kai lagi *gak hubungannya*
    makin kesini saya nya makin suka KrisTao, padahal awalnya sih Chanbaek *colek Baekhyun*

  14. itu kai apa apaaan si ah -___- emang masa lalunya tao gimana? jadi penasaran ._.
    taoris taoris kereeenn lah ff nya😀😀 cuma agak ngga suka sama sifat nya chanyeol😐

  15. Huaaa belum apa-apa udah ada kai si pengganggu ><
    maksa-maksa baby tao jadi pacarnya lagi ~
    untung Tao banyak yg melindungi *lirik krishunyeol*
    Untung juga, Kris tetap yakin buat ngedapetin Tao
    hmm
    itu chanyeol mau 'begituan' ama baekhyun o_O?
    Astagaaa, dibawah umur juga..

  16. Huaaaaa kisseu !
    Krissss tunjukan sebenarnya seperti apa dirimu !!!!! *apa ini -,-
    hahhahaha aduhhhh mkin seru !!?
    Ihhh kai apaan sih … Emng slalu bgtu kai nya yah … Cocok deh :/…

  17. thor.. sumpah aku bca ff serasa lgi nonton drama korea terbaru.. fiilnya dpet banget.. DAEBAKK!!
    Kkkkkaaammmmjjjooonggg!!! jangan kasar sma baby pandaku *tendang kai
    klau tao gk mau sma kai yaudah kai sma kau aja.. hahaha * kedip2 ke kai
    kai : ogah lo kan udah nendang gw tdi!!
    me: hehehe.. iya-ya aku lupa *lari ke tao
    kasian pandaku dibully sma yeoja2 jahat *peluk tao erat2 *di tendang kriss

  18. krisss merebut ciuman pertama taopandaku!! huaaa.. hiks.. hiks.. *coret2 poster kris terus gunting2 poster kris sambil nangis

  19. bo’ooong!! Panda bo’ooong!! panda bukan punya panda!! jjong urusin soo mu sono!! jangan ganggu pandanya panpan!! Yak trus cium trus panpan!! klo perlu lanjut ke altar n ke ranjang(?) jjang!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s