[LOVE FAILED] Chapter 8 END

annyeong..

akhirnya FF ini TAMAT juga ya

maaf jika ending nya tidak sesuai dengan keinginan reader.. ini endingnya g bohong ya, buatnya sebulan lebih -__-

pake galau pula Hyobin jadinya ampe mencak- mencak ama LarasYang 

adooohhh

entah aku bakal dibunuh atau gimana ama reader ini..

entah entar minta Sequel pula =__= adoohh saya jadi panas dingin >..<

oke lah.. lanjut aja kalo getohhh 

silahkeenn ~

FF BAEKYEOL / CHANBAEK/ BAEKRIS

 

 

[ LOVE FAILED ]

 

Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

 

@ranalunabila

 

 

MAIN PAIR : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Wu Yi Fan / KRIS

Other Pair : Sehun/ Luhan -HUNHAN- , Huang Zi Tao

GENRE : Angst, Romance, School Life, Drama, HURT, TRIANGLE LOVE

BoyBand : EXO

WARNING : BOY X BOY / SHONEN AI/ YAOI

 

DISARANKAN UNTUK UMUR 15 +

Sparkling Angel,

Sosokmu dimataku

Aku percaya

Kau adalah penyelamatku

Pemberi apa yang aku butuhkan

 

 

Menyelamatkanku darinya…

Dia..

Tanpa penyesalan.. kuingat jelas

Senyumannya saat membuangku

 

Namun…

Kau mengambil hatiku, menipuku sejak awal

Kau memperlihatkanku berbagai mimpi

Aku berharap semuanya menjadi kenyataan

 

Kau mengingkari janji

Dan itu membuatku sadar…

Semua hanya kebohongan

 

Walau begitu…

Cinta tidak mudah berganti menjadi..

Benci..

 

PART 8 – END –

 

Seorang ibu berdiri didepan sebuah jendela besar yang ada dikamarnya. Taman mawar dan suasana musin semi membuat semua nampak jauh lebih indah. Namun air mata terus jatuh mengingat seseuatu. Mengingat anaknya yang tidak akan kembali.

”Tao…” isak sang ibu begitu pilu.

 

 

Aku berusaha untuk menahannya sendirian

Aku berusaha menerima takdir hidupku

Aku berusaha tersenyum dihadapan kematian

Aku berusaha melihat surga didepan jari- jari neraka

Aku berusaha menamakan penderitaan dengan kebahagiaan

Aku berusaha memaknai tangisan dengan senyuman

Aku berusaha membalikkan semuanya..

Hanya satu yang tidak bisa..

Cintaku padamu

 

 

”Aku tahu dokter. Bisakah kau beritahu berapa lama lagi aku akan hidup?” tanya namja manis itu sambil tersenyum. Bukan senyuman yang penuh penderitaan. Hanya senyuman simpul yang begitu polos.

 

Sang dokter menunduk dan melepas kaca matanya. Ia tatap namja manis yang terbaring diatas ranjang putih itu dengan sedih.

 

”Aku ragu… kau akan bertahan hingga dua minggu kedepan..”

 

Namja manis itu masih tersenyum dan menghela nafas lega. ”Dua minggu? Tuhan.. terima kasih telah memberiku waktu walau hanya tertinggal dua minggu lagi.”

 

Sang dokter terhenyak mendengar ucapan sang namja manis. Air mata dokter itu tumpah begitu saja. Ia heran melihat namja manis yang masih tersenyum itu. Apa dia tidak takut?

 

Apa ia tidak sedih?

 

Dan.. bukannya menangis.. namja manis itu tersenyum dan bersyukur pada Tuhan.

 

”Maafkan aku.. Tao.. Padahal aku sudah berjanji akan-” ucapan sang donkter terhenti.

 

”Aku ingin menghabiskan waktuku di Korea. Bisakah katakan hal ini pada mama, dokter? Ini permintaan terakhirku.”

 

 

Aku tidak akan pernah sanggup berbohong

Aku tidak pantas mengelabui apapun

Aku tidak menginginkan kesemuan hatimu

Aku menunggu kesadaranku ..

Melepaskanmu ..

 

 

Tao berada di Korea dengan senyuman manis. Ia menaiki sebuah taksi dan memberikan secarik kertas pada sopir taksi itu. Dengan senyuman mengembang ia tatap pemandangan kota Seoul yang indah. Siang yang hangat dan menyenangkan.

 

”Kris-ge.. Aku datang..” bisik namja itu pelan.

 

 

Haruskah aku mengatakan kejujuran…

…disaat kebohongan memilih untuk bertutur?

 

Haruskah aku menyampaikan kebenaran…

…disaat kesalahan lebih dibutuhkan?

 

Haruskah aku tersenyum…

…disaat air mata jauh lebih baik?

 

 

 

Tao terduduk diranjang hotelnya. Ia sudah 3 hari di Korea dan merasakan perubahan sikap Kris. Ia tidak mengerti, namun ia berfikir positif saja. Ia tidak mau memikirkan macam- macam hal.

Tao mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Kris.

Sekali.. tidak ada jawaban..

Dua kali hingga seterusnya tidak ada jawaban.

 

Tao menghela nafas lembut. ”Bodohnya kau Tao.. Jam segini Kris-ge pasti sedang belajar.” bisik Tao kemudian meletakkan ponselnya itu kembali keatas meja.

 

”Uhuk!!” Tao terbatuk keras dan … darah segar termuntahkan dari mulut Tao.

Beberapa bercak darah tertumpah kelantai dan dengan cepat Tao mengambil tissue dan membersihkannya. Nafas Tao tiba- tiba sesak. Ia mencoba mengatur jalannya oksigen yang mulai tertahan.

 

Atau sistem pernafasannya yang mulai terhenti?

 

”Kris..ge..” bisik Tao sambil menghapus air matanya. ”Aku takut.. Kris-ge.. Hiks.. Aku takut sendirian..”

 

 

Kelemahanku adalah kebahagiaanmu

Kebencianku adalah kesengsaraanmu

Kebenaran akan perasaanku adalah mutlak

Namun…

Kebenaran akan perasaanmu.. tidak dapat kulihat..

Buram

Apakah masih terukir indah dilangit hatimu?

 

 

Kris baru saja sampai dikamar hotel Tao. Sebenarnya Tao bukannya baru saja selesai mandi namun baju yang ia gunakan terkena muntahan darah dan saat itu Kris datang. Alhasil Tao dengan sigap mengganti baju yang ia kenakan dengan baju mandi.

Kris berbaring diranjang Tao tidak menyadari ekspresi wajah Tao yang mulai pucat. Tao mengambil bajunya didalam lemari dan berjalan menuju kamar mandi. Namun tangan Kris segera mencegahnya.

”Kau..”

 

”Wae, gege? Aku ingin memakai baju.” Tao menatap heran Kris namun tatapan matanya tertaut pada bercak darah yang masih tersisa dilantai. Sedikit panik Tao melempar baju yang ia pegang kearah bercak darah itu.

 

”Gege, kalau mau.. bilang saja.” Tao mencoba mengalihkan topik.

 

 

 

Kebohonganku untuk kebahagiaanmu

Senyumanku untuk mewarnai hidupmu

Kegelisahanku tak akan pernah tampak dimatamu

Kesedihanku akan punah jika ada didekatmu

Dekapanmu menyelamatkan jiwaku

Terima kasih…

 

 

 

Tao tersenyum manis dan menunjuk bibirnya. ”Cium!”

 

”Heh?” Kris mengerutkan dahinya.

 

”Aku mau ge menciumku!” Tao memperjelas. Mungkin ia terdengar kekanak- kanakan namun entah mendapat firasat apa Tao merasa ini kesempatan terakhirnya.

 

”Tapi ini ditempat umum,Tao.”

 

”Hujan sangat deras dan kita ada dibawah payung besar ini. Kurasa tidak akan ada yang menyadarinya, Kris-ge.”

 

Tao tersenyum dan memejamkan matanya pelan. Namun tanpa harus membuka matanya, Tao merasakan bibir Kris yang sangat ia kenali menyatu dengan bibir pink cherry-nya. Bibir yang Tao rindukan setiap saat.

 

Kris tersenyum dan membelai rambut Tao dengan lembut. Seakan tidak peduli dengan derasnya hujan dan bagian bawah pakaian mereka yang mulai basah akibat gemercik hujan.

 

Oh Tuhan! Ini terlalu berat. Tao merasakan matanya mulai panas. Ia tidak mungkin menangis didepan Kris.

 

Apa ini kesempatan terakhirnya bersama namja yang sangat ia cintai ini?

 

Bahkan ia merasakan nyawanya tidak akan menunggu sampai esok pagi. Ia harus menjauh dari Kris sebelum pertahanannya runtuh.

 

”Pay pay, Kris ge!!” Dengan langkah cepat Tao keluar dari lindungan payung Kris dan berlari menuju hotel.

 

”Zitao-” pekik Kris sangat khawatir dan bermaksud mengejar Tao.

 

”Aku baik- baik saja. Pulanglah secepatnya, nanti gege sakit. Sampai besok!!” pekik Tao menghentikan langkah Kris untuk mengejarnya. Saat itu ia sudah menangis, hanya saja air hujan menutupi air mata Tao.

 

Dan Kris tidak menyadarinya.

 

Tao berbalik dan berlari masuk kedalam hotel. Ia menangis dalam diam dan ia tidak mau menengok kebelakang. Sekedar memastikan apakah Kris masih disana atau tidak. Ia tidak sanggup.

 

 

Mudahnya jika hal itu adalah dusta

Mudahnya jika perasaan itu hanya selingan

Mudahnya jika perdebatan kejujuran dianggap hilang

Kebohongan selamanya akan menjadi kesalahan

Walau demi sebuah kebahagiaan sementara

Penderitaan adalah jalan akhir pencapaian cinta

Dan..

Aku memilih itu.

Tapi..

Bukan untukmu.

 

 

Tao terduduk dikamar mandi. Nafasnya terengah- engah. Ia masih mengatur aliran oksigen yang kini berada diparu- parunya. Secepat yang ia bisa, Tao mencuci wajahnya yang berantakan dan penuh dengan bercak darah.

 

Drrttt

Drttt

 

Bunyi ponsel terdengar dan Tao berusaha menarik tubuhnya yang kini terduduk keluar dari kamar mandi. Nafas Tao masih sangat pendek. Dengan kekuatan penuh Tao merangkak menuju ranjang dan meraih ponselnya.

 

”Hallo? Kris-ge? Tumben menelpon?” Tao mengangkat telpon Kris dengan suara yang dibuat senormal mungkin.                                                                             

 

”Kenapa lama sekali mengangkat telponnya?”

 

”.. Kenapa ge marah?”

 

”Ah.. Maaf, Tao.. Apa yang kau lakukan hingga lama sekali mengangkap telponku?”

 

”Aku baru selesai mandi, ge.” jawab Tao berbohong dengan begitu yakin.

 

Kris menghela nafas pelan. ”Baiklah. Langsung tidur, Zitao.”

 

”Baik, ge.”

 

”Good night, baby.”

 

Jeda beberapa saat, ia menahan batukan yang akan terlontar dan Tao berhasil menahannya. ”…Good night.”

Begitu sambungan ponsel terputus. Tao tertidur di lantai dengan nafas terengah- engah. Air mata Tao tumpah begitu saja. ”Mian.. gege.. Aku sudah tidak kuat lagi..”

 

 

Aku bertahan dengan guratan luka

Aku tertawa dengan sentuhan kebohongan

Sekujur tubuhku akan menggigil

Jika aku melakukan kepalsuan demi senyummu

Aku minta maaf..

Karena tidak bisa bertahan lebih lama disisimu

 

 

 

Tao terbangun dan menatap sekelilingnya yang masih buram. Ia lirik jam dinding dikamar itu dan mencoba bangkit. Ia tertidur dilantai dan parahnya ia tidak merasa dingin. Apa syaraf kulitnyapun sudah mati rasa?

Tao terbatuk kembali dan kali ini terdengar sangat parah. Darah terus keluar dari bibir mungil itu dan kali ini Tao benar- benar menyerah. Ia letih.

Tao mengambil ponsel yang masih berada didekatnya. ”Maaf.. gege.. Tapi aku tidak bisa sendirian.. Aku tidak mau.. Hiks.. aku takut..”

 

”Kris-ge..” Tao agak terhenyak saat Kris menjawab telponnya dengan makian.

 

”Maafkan aku, Tao. Aku tidak tahu kau yang menelponku.”

 

”..Apa aku menganggu, ge?” tanya Tao sedang suara serak.

 

”Tao kau baik- baik saja?”

 

Gawat! Kris menyadarinya!

 

”Te,,Tentu.. Uhuk..” Tao tidak bisa menahan batuknya lagi.

 

”Kau batuk?! Jangan bilang kau terkena flu!” suara Kris kembali meninggi.

 

”Ah.. Bu…UHUK!! Uwaa… Iya.. Aku flu..” Akhirnya Tao mengakui kalau ia sedang flu. Syukurlah Kris menganggapnya flu.

 

”Tunggu aku. Aku akan langsung ke hotelmu.”

 

”Eh? Bukannya ge sedang sekolah?”

 

”Tidak usah kau pikirkan! Bersiaplah, kita akan kerumah sakit.”

 

”Apa!! Tidak mau!” tentu saja Tao panik bukan main. Rumah sakit? Oh tidak! Ia tidak mau Kris mengetahui penyakitnya. Ia ingin pergi tanpa sepengetahuan Kris. Ia tidak mau Kris tahu penyakit yang ia derita.

 

”Tidak ada bantahan Zitao!” suara Kris terdengar sangat tegas.

 

Tao mendesah pelan dan meletakkan ponselnya diatas ranjang. Tao mencoba bangkit dan ia harus berbenah. Ia tidak mau Kris curiga melihat penampilannya yang berantakan.

 

 

Selamat tinggal..

Kata itulah yang akan menutup cerita cinta

Kata itulah yang akan menyembunyikan kebahagiaan kita

Aku tahu

Berat mengatakannya..

Dan semua cerita pasti ada akhir..

Tinggal kita sendiri yang menentukan bagaimana akhirnya..

Bahagia.. atau .. menderita

dan aku yakin..

Kisah kita berakhir bahagia

 

 

 

Tao POV

 

 

Aku mengaduk makananku yang sudah sangat berantakan. Kris ge baru saja pergi membeli obat flu. Ah.. lucu sekali saat melihat ekspresi wajahnya ketika aku meminta obat flu rasa stawberry untukku.

Untung saja Kris-ge percaya kalau rambutku rontok karena memakai shampoo yang berbeda. Kalau ia bertanya macam- macam kan gawat sekali.

 

TES

 

TES

 

Agh! Sial!

 

Aku mengambil sebuah tissue dan menutup hidungku yang mengeluarkan darah. Aku harus cepat menghapus darah ini! Bisa gawat kalau Kris-ge kembali dan melihatku pendarahan seperti ini.

 

Ah! Mataku mulai buram dan..

 

UHUK

UHUK

UHUK

 

Darah segar kembali termuntahkan dari mulutku. Dengan cepat aku kembali meraih beberapa tissue dan menepis semua darah yang kini mulai menodai wajahku. Tanganku gemetar hebat dan keringat dingin dapat aku rasakan membasahi seluruh tubuhku.

 

Kumohon jangan sekarang.. bersabarlah tubuhku!

 

Kau harus kuat!

 

Kumohon hanya untuk hari ini… aku ingin menghabiskan detik detik terakhirku dengan senyuman untuk Kris ge.

 

UHUK

 

Tuhan.. kumohon..

Sebentar lagi..

 

 UHUK

 

Beri aku kesempatan untuk memberikan sebuah kenangan manis untuk Kris ge..

 

Hanya ini permintaanku, Tuhan..

 

Jangan sampai ia melihatku seperti ini..

 

Jangan buat ia menangis karena diriku..

 

”Ugh..”

 

Pusing..

 

Aku..

 

Tidak… aku..

 

Aku tidak kuat lagi…

 

Kris ge..

 

Aku tidak melihat apapun lagi..

 

Hitam.

 

 

 

Bahagiakah?

Jika… semua selesai sampai disini?

Tuhan..

Jawab aku..

 

 

 

 

Author POV

 

Dirumah sakit Swasta yang terdapat di Seoul.

 

Kris duduk dengan gelisah dibangku tunggu tepat berada disamping ruang UGD. Chanyeol dan Baekhyun hanya diam melihat kepanikan Kris. Baekhyun tetap belum bisa menangkap mengapa Kris terlihat begitu panik dan sekarang… Kris menangis.

Kris bahkan tidak mengacuhkan keberadaan Baekhyun. Entah mengapa Baekhyun tidak bisa protes.

 

Chanyeol yang tidak mengerti sama sekali tentu hanya diam. Walau ia penasaran apa hubungan Kris dengan namja yang pingsan itu. Namun Chanyeol mengurungkan niatnya untuk bertanya karena waktu yang tidak tepat.

 

Chanyeol mengela nafas panjang dan menatap Baekhyun yang terdiam dan melamun disampingnya.

 

Kris masih berdoa dan terus saja menangis. Jujur Chanyeol dan Baekhyun tidak pernah menyangka namja seperti Kris akan menangis seperti itu. Bahkan saat perjalanan kerumah sakit yang membawa mobil Kris adalah Chanyeol dan Baekhyun membantu memijat kaki Tao. Sedangkan Kris terus saja memanggil nama Tao dan yang paling membuat hati Baekhyun terhenyak… Ia melihat beberapa kali Kris mengecup tangan Tao. Sepertinya Kris sudah tidak peduli pada apapun lagi. Yang ada dipikirannya adalah Tao.

 

 

”Baekhyun..” bisik Chanyeol sembari memegang tangan Baekhyun erat. ”Gwenchana?”

Baekhyun menatap Chanyeol yang duduk disampingnya dan tersenyum tipis. ”Ne.. Aku hanya bingung..”

Chanyeol menghela nafas panjang. ”Mungkin saja namja yang pingsan itu adalah adik Kris.”

Baekhyun menggeleng pelan. ”Bukan.. Aku tahu siapa namja itu Chanyeol..” Baekhyun berusaha menahan air matanya. ”..Ia mantan kekasih Kris.. dia namja yang pernah Kris cintai..”

 

Mata Chanyeol membulat dan seketika itu ia tatap Kris yang masih menangis didepan ruang UGD. Kris sudah berdiri dan berjalan mondar mandir tidak tentu arah.

 

KLEK

 

Bunyi pintu yang dibuka tentu membuat Kris langsung berhambur menuju sang dokter yang baru saja keluar. Chanyeol dan Baekhyun seketika itu mendekat.

 

”Bagaimana kondisi Tao, dokter! Dia baik- baik saja, kan!” Kris cemas setengah mati. Namun ekspresi sang dokter yang terlihat muram semakin membuat Kris takut.

 

”…Penyakit anak bernama Zitao.. Sangat parah.. Maaf… Kami baru saja mendapat data tentang anak yang bernama Huang Zitao. Ia sebenarnya adalah salah satu pasian rawat jalan di rumah sakit ‘Beijing Internasional Hospital’. Ia sudah divonis mengidap penyakit kanker hati stadium akhir dan.. saya tidak yakin kalau ia dapat bertahan lebih lama..”

 

Kris terdiam ditempatnya. Tubuhnya dingin membeku. Jantungnya seakan berhenti berdetak dan nyawanya terasa terangkat dari raganya secara paksa. Ia tidak percaya dengan pendengarannya.

 

Tidak!

 

Ini pasti hanya kebohongan!

 

Dia tidak terima kebohongan brengsek tentang Tao seperti ini!

 

Siapa dokter itu yang berani mengatakan Tao-nya tidak akan bertahan lama lagi?

 

Siapa dia!!!

 

Ini pasti sebuah kebohongan!

 

 

 

”Dokter! Apa yang kau katakan! Jangan berbohong padaku!!” Kris mencengkeram kerah baju sang dokter. Baekhyun membekap mulutnya sendiri melihat Kris yang tidak pernah ia lihat sebrutal itu. Chanyeol mencoba mencegah Kris memukuli sang dokter. Chanyeol memeluk tubuh Kris dari belakang dan berteriak untuk menenangkan Kris.

 

“KAU BERBOHONG!! KATAKAN YANG SEBENARNYA!” Teriak Kris keras.

 

”Tenanglah , Kris!” Chanyeol mencoba menenangkan Kris.

 

Sang dokter menghela nafas panjang seakan terbiasa. ”..Kalian sudah bisa melihatnya.” setelah mengatakan hal itu, sang dokter pergi begitu saja.

 

BRUK

 

Tubuh Kris terduduk dilantai. Ia menangis sekencang yang ia bisa. Baekhyun mendekati Kris dan memengang pundak Kris yang kini bergetar hebat. Melihat namja yang ia cintai menangis seperti itu, tentu saja Baekhyun tidak tega. Dan.. tentu ia tidak mengerti dengan perilaku Kris yang nampak begitu terpukul.

Siapapun pasti terpukul jika mendengar kenyataan pahit seperti itu. Baekhyun yang tidak mengenal Tao juga merasa terpukul namun… Kris berbeda.

Tangisannya berbeda.

Baekhyun bisa merasakan perasaan yang mengalir dari tangisan Kris yang sangat memilukan.

 

”Kris..”

 

Dengan mata yang masih berair, Kris menatap wajah Baekhyun. Setelahnya Kris menggeleng pelan.

 

”Maafkan aku, Baekhyun..”

 

Chanyeol memilih menjauh dari dua sejoli itu dan memutuskan untuk duduk agak jauh dari Kris dan Baekhyun. Ia tidak kuat melihat Baekhyun yang ikut menangis karena melihat kekalutan Kris.

 

 

 

”Kris.. Aku.. Aku tidak mengerti.. Kenapa kau menangis seperti ini untuk .. Tao?”

 

Kris menatap tajam wajah Baekhyun dan menghapus air matanya. ”Baekhyun.. Aku minta maaf. Aku minta maaf karena aku tidak bisa berbohong lagi.”

 

DEG

 

Baekhyun membulatkan matanya. Seketika itu Baekhyun berdiri dan mundur selangkah dari tempat Kris menangis terduduk.

 

”Jangan katakan hal yang sama seperti yang dikatakan Chanyeol dulu! Kumohon jangan!” suara Baekhyun terdengar sangat lirih. “Kumohon Kris.. jangan.. aku tahu kau hanya sedih melihat Tao memiliki penyakit kronis aku menger-“

 

”Tidak, Baekhyun! Maafkan aku… Aku tidak bisa memilihmu, Baekhyun. Hatiku terlalu terikat pada Tao.”

 

Baekhyun menggeleng cepat. ”TIDAK!”

 

Tangis Baekhyun pecah. Ia tidak menyangka Kris akan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Chanyeol dulu.

 

Apa kini ia dibuang lagi?

 

Sekali lagi?

 

 

Baekhyun menatap Kris dengan mata penuh dengan air mata. ”Kau bohongkan, Kris?! Tao hanya mantan kekasihmu, kan! Kumohon jangan siksa aku seperti ini!!!”

 

Kris berdiri dan tangisannya kembali pecah. “…Tao tidak pernah menjadi… mantan kekasihku, Baekhyun.. Dia kekasihku. Dan aku sangat mencintainya…”

 

Seketika itu Baekhyun merasakan beribu pukulan keras menghujat tubuhnya. Apa maksud Kris? Jadi dia kembali diduakan oleh kekasihnya sendiri?

Tidak bisa!

Baekhyun terlalu shock hingga air matanya seakan terhenti mengalir. Ia terlalu tercekat dengan takdir bodoh yang mempermainkannya.

 

Mata Baekhyun menatap pintu ruang UGD itu dengan tatapan benci. Sangat benci. ”Jika hanya karena dia! Aku akan membunuhnya!”

 

Kris terkejut melihat Baekhyun akan berlari masuk kedalam ruang UGD namun tangan Kris menahan lengan Baekhyun dan menarik Baekhyun jauh dari ruang UGD.

 

”Kumohon jangan sakiti Tao!! Dia tidak tahu apa-apa tentang semua ini! Aku! Kalau kau mau kau bisa membunuhku!”

 

Mata Baekhyun membulat sempurna mendengar ucapan Kris. Tubuhnya melemah dan tangisan jelas terdengar dari bibir Baekhyun.

“Kau kejam Kris.. hiks..” Tangisan Baekhyun kembali terdengar. “Kenapa kau lebih memikirkan namja itu! Aku juga kekasihmu! Aku kekasihmu!!” teriak Baekhyun pilu.

 

Kris bersujud dan memegang kaki Baekhyun.

 

”Maafkan aku… Kumohon… Jangan sakiti Tao… Kumohon.. Kau ingin melampiaskan kemarahanmu, kau bisa melampiaskan kemarahanmu padaku. Tolong jangan beritahu hubungan kita pada Tao, Baekhyun.”

 

 

 

Melihat Kris yang seperti mengemis pada Baekhyun, Chanyeol mengerutkan dahinya. Walau ia tidak bisa mendengar pembicaraan dua namja itu, namun Chanyeol bukanlah orang bodoh yang tidak bisa menangkap situasi dua namja yang sedang bersitegang itu. Chanyeol memutuskan untuk tetap menunggu Baekhyun disana. Ia tidak mau terlalu ikut campur walau ia sangat mencemaskan Baekhyun.

 

 

 

”Aku mohon jangan katakan apapun pada Tao tentang hubungan kita… Aku tidak ingin ia merasakan perasaan kecewa disaat- saat terakhirnya.” isak Kris.

 

Baekhyun terhenyak.. saat- saat terakhir? Oh Tuhan..

Dengan pelan Baekhyun memegang tangan Kris dan membantu Kris untuk berdiri. Baekhyun bukan namja sekejam itu, bukan?

 

”Bolehkah aku bertemu dengan Tao? Aku berjanji tidak akan mengatakan apapun tentang hubungan kita.” ujar Baekhyun setelah terdiam beberapa saat.

 

Dengan anggukan ragu Kris menyetujuinya dan mereka masuk kedalam ruang UGD tempat Tao kini berada.

 

 

 

 

Kris dan Baekhyun melihat Tao yang terkulai lemah diatas ranjang. Wajah Tao yang sangat pucat dan kondisi Tao yang memprihatinkan membuat Baekhyun terdiam ditempatnya. Bisa dilihat Tao dengan senyuman menyambut Kris dan Baekhyun yang datang mendekat.

 

”Ge..ge..” bisik Tao dengan suara seraknya.

 

Kris mati- matian menahan air matanya namun semua usahanya gagal. ”Kenapa.. Kenapa kau tidak memberitahuku?” lirih Kris.

 

Tao tersenyum tipis dan melirik kearah Baekhyun yang terdiam diujung tempat tidur. ”Siapa namja cantik itu ge..?” tanya Tao lemah tidak menjawab pertanyaan Kris.

 

Kris mengepalkan tangannya. ”……Dia Baekhyun.. Temanku..”

 

Demi Tuhan, Baekhyun merasakan rasa sakit yang luar biasa saat Kris mengatakan hal itu pada Tao.

Teman?

Dia bukan teman Kris! Di juga kekasih Kris.. betapa inginnya Baekhyun berteriak seperti itu dihadapan Tao. Namun.. Tuhan seakan tidak mengizinkan namja manis yang kini terkulai lemah itu menderita oleh carutan Baekhyun.  

 

”Baek..hyun..” ucap Tao terbata- bata. ”Cantik sekali..”

 

Baekhyun berusaha tersenyum dan seketika itu ia berjalan mendekati sisi lain ranjang Tao. Dengan ragu, ia pegang tangan Tao yang sedingin es. Air mata tidak bisa terbendung lagi diwajah Baekhyun. Ia begitu terhenyak dan… merasa sangat jahat.

 

Mengapa?

 

Padahal ia juga korban, bukan?

 

Seharusnya ia marah, bukan?

 

”Maafkan aku… Kumohon maafkan aku..” isak Baekhyun tiba- tiba.

 

Tao yang melihat Baekhyun menangis dan meminta maaf padanya tentu saja sangat bingung. Namun setelah itu Tao memberikan sebuah senyuman manis. Sangat manis hingga membuat jantung Kris terhenyak dan Baekhyun terdiam.

 

”Mengapa kau minta maaf padaku?” tanya Tao dengan suara serak.

 

Baekhyun menggeleng pelan. Ia merasakan penyesalan yang entah mengapa menguasainya. Ia merasa tidak ada bedanya dengan Kyungsoo.

 

Ia merasa kalau ia sama saja dengan Kyungsoo yang merebut Chanyeol dahulu dari dirinya.

 

Apa bedanya?

 

Bukankah ini kejam?

 

Dan bagaimana bisa ia merebut Kris dari namja manis yang lembut ini?

 

Mengapa.. Tuhan.. mengapa Engkau membuat keadaan sesulit ini? Kini ia harus berlari kemana? Ia harus bersandar pada siapa?

 

Tidak tahan, Baekhyun keluar dari ruangan itu meninggalkan Tao dan Kris berdua saja.

 

Kris menatap kepergian Baekhyun dengan lirih kemudian menatap Tao begitu dalam. Ia belai lembut rambut Tao dan air mata Kris sama sekali tidak berhenti.

 

”Kau mau menghukumku, Tao?” tanya Kris dengan suara tertahan. ”..kau berhasil.. menghukumku.”

 

“Haruskah aku menghukum malaikat sepertimu, ge?”Tao nampak tersenyum manis.

 

Tidak! Jangan katakan hal itu… Kris tidak sesempurna yang ada dimata Tao.

 

Kris tidak habis fikir kenapa Tao masih saja bisa tersenyum manis seakan- akan tidak terjadi apa- apa. Dan apa Tao tahu senyuman manis itu malah seperti belati tajam yang merobek jantung Kris. Betapa besar penyesalan yang Kris rasakan kini.

 

”Inilah yang tidak ingin aku lihat, gege…” Tao mengusap pipi Kris. ”..air matamu.”

 

Bukannya menghentikan tangisannya, tangisan Kris semakin kencang. Tao kembali mengusap air mata Kris.

 

”Gege.. Maaf.. Kita tidak jadi membeli buah strawberry.. kapan kita memakan buah itu bersama- sama lagi?”

 

Tangisan Kris semakin menjadi- jadi.

 

”Jangan tinggalkan aku.. Kumohon..” isak Kris.

 

DEG

 

Seketika itu air mata jatuh dipipi Tao. ”Ini yang aku takutkan ge.. Jika kau memintaku untuk tidak meninggalkanmu.. sedangkan aku tidak bisa… aku tidak bisa..”

 

Kris menggeleng pelan dan menggenggam tangan Tao erat. ”.. Apa yang harus aku lakukan agar kita tetap bersama? Katakan saja Tao.. Akan kulakukan apapun!”

 

“…Tuhan sungguh baik padaku..ge..” ujar Tao lembut. “..Dia begitu baik karena mengirimkan salah satu malaikat penjaganya untukku.. sepertimu.. tidak ada yang malaikat itu harus lakukan.. hanya aku yang harus bersyukur, ge..”

 

Kris menggigit bibir bawahnya. Baik? Apakah ia baik?

Tidak!

Tao tidak tahu apapun tentang kelakuan Kris dibelakangnya.

 

“..Ge.. Aku akan bertahan untukmu.. walau hanya sedetik saja untuk melihat kebahagiaanmu.”

 

Kris memejamkan matanya menahan air mata yang masih saja keluar. Tao berusaha tersenyum dan membelai pipi Kris.

 

“Ge.. bolehkah aku meminta sesuatu?” tanya Tao pelan.

 

Kris mengangguk dan menghela nafas panjang menahan hatinya untuk kembali menangis. “Tentu..”

 

“Aku ingin pergi kesuatu tempat..”

 

“Katakan saja, sayang..” Kris sangat berusaha tersenyum manis.

 

“Aku ingin pergi kesebuah taman dengan berbagai bunga- bunga yang bermekaran. Pasti indah sekali..”

 

DEG

 

Jantung Kris serasa berhenti berdetak. Taman dengan berbagai bunga? Bukankah taman seperti itu pernah ia kunjungi berdua saja dengan Baekhyun beberapa waktu lalu?

 

“..Ge tahu tempatnya?”

 

Kris menelan liurnya kasar dan mengangguk ragu.

 

“Aku ingin namja cantik tadi ikut..”

 

Mata Kris membulat sempurna. “Ap..Apa?!”

 

“Namja cantik bernama Baekhyun tadi.. dan..” Tao menatap pintu ruangan tempat ia berbaring. “..namja tinggi yang menemani Baekhyun diluar sana..”

 

Dengan nafas tertahan Kris mengangguk.

 

“Aku ingin pergi sekarang.” Tao kembali berbicara. “Sekarang ge.. tidak ada waktu lagi..”

 

 

 

>>> 

 

 

Chanyeol menyetir mobil Kris dan Baekhyun duduk disamping Chanyeol, membiarkan Kris dan Tao yang duduk dikursi belakang. Kris merangkul pundak Tao yang menyandarkan kepalanya kedada Kris. Mereka bermaksud menuju suatu tempat yang terdapat jauh dari kota Seoul. Walau menjelang siang hari.. entah mengapa cuaca hari itu mendung. Bukan hujan atau gerimis, langit hanya redup. Seakan tertunduk sedih.

 

.. Kau bertanya dengan cerianya.. darimanakah datangnya diriku kesisimu? Dan.. aku mengatakan bahwa itu adalah rahasia.. dimanapun kita berjalan bersama.. akan menjadi sebuah surga..

 

Nyanyian lembut Tao mendominasi keadaan mobil yang sunyi. Lantunan merdu itu membuat semua yang mendengarnya merasakan kesedihan.

 

“.. Keberadaanmu bahkan menyilaukan mata dibandingkan Mikael.. siapa yang mengingatmu, aku tidak akan pernah melupakan itu.. seperti diawal ketika kau melangkah ke taman eden.. percaya bahwa hari demi hari dari dalam hatiku.. aku selalu ingin melindungimu…

 

*Angel – EXO K

 

Kris bernyanyi menyambung lantunan lagu Tao. Mata Kris semakin merah. Pandangannya kosong kedepan dan tangannya mengusap rambut lembut Tao yang sudah rontok. Kris tidak lagi menangis karena ia sudah berjanji pada Tao.

 

Baekhyun menunduk sedari tadi. Ia hanya diam dan tidak banyak bicara. Ia mengerti sekali kalau ternyata ia sudah dibohongi oleh Kris. Dan yang membuat dirinya muak.. nyanyian dan suara Tao. Mengapa terdengar begitu tanpa dosa?

Ini salah…

Seharusnya bukan Baekhyun yang kini merasa berdosa..

Bukan!

 

Chanyeol yang juga menyadari kalau Kris ternyata memiliki kekasih selain Baekhyun  diam saja dan fokus memperhatikan jalanan. Seakan membiarkan Kris dan Tao menguasai dunia yang kini terus berputar.

 

 

Kris menggenggam tangan Tao erat. Mata Tao terpejam sesaat dan kemudian menatap wajah Kris yang masih terlihat sangat kaku. Senyuman manis menguasai wajah Tao yang pucat.

 

“Ge.. Maukah memaafkan aku..”

 

“Eh?” Kris menatap Tao bingung. “..Kenapa, baby?”

 

Tao melepas genggaman Kris dan memeluk tubuh tinggi Kris dengan erat namun sangat lemah dan rapuh. “A..Aku.. UHUK!”

 

Kris membulatkan matanya saat Tao mulai terbatuk. “TAO!”

 

“..aku.. aku tidak apa- apa.. aku hanya .. takut tidak sanggup bertahan.. hingga ketaman itu..”

 

Mendengar ucapan Tao, Chanyeol langsung menggas mobil Kris dan melajukan dengan kecepatan sangat tinggi.

 

“Jangan khawatir.. akan kubuat kau melihat taman itu secepatnya!” ujar Chanyeol tegas.

 

 

 

Kris tersenyum tipis dan memeluk erat tubuh Tao yang kini sudah sangat lemah. Dari sela- sela itu, Kris memperhatikan Baekhyun dengan tatapan bersalah. Namun Kris dengan cepat mengalihkan pandangannya kembali pada Tao.

 

Baekhyun mencengkram ujung bajunya dan menunduk. Ia menahan tangisnya dan ia memang tidak mau menangis.

 

Tes

 

Baekhyun membulatkan matanya dan langsung mengarahkan pandangannya kearah samping.

Kearah Chanyeol.

 

Air mata barusan terjatuh dari mata Chanyeol.. ya.. Chanyeol.

 

Hanya setetes dan air mata itu nampak memiliki sebuah arti ..

 

Chanyeol mewakili Baekhyun.. menangis dalam ikatan takdir yang mulai melantunkan akhir dari sebuah kekacauan hatinya.

 

 

>>> 

 

Mereka sampai ditaman yang dimaksud. Kris menggendong Tao ala bridal sedangkan Chanyeol dan Baekhyun mengikuti dari belakang.

 

Sinar matahari sangatlah minim, mengingat langit yang mendung. Jarak Baekhyun dan Chanyeol lumayan jauh dari Kris dan Tao yang ada didepan mereka.

 

Grep

 

Baekhyun menghentikan langkahnya saat tangan Chanyeol menahan Baekhyun.

 

“Biarkan mereka dulu… Kris pasti ingin berdua saja dengan namja itu..”

 

Baekhyun mengangguk dan menatap Kris yang mulai membaringkan tubuh Tao ditumpukan rerumputan dan bunga matahari.

 

“Chanyeol… Haruskah aku marah?”

 

Pertanyaan Baekhyun membuat Chanyeol sangat terhenyak. Ia diam tidak menjawab. Kris ternyata memang bukan namja setia seperti dilihat Baekhyun selama ini. Bahkan tidak ada yang lebih baik. Sama sama menyakiti dan terbuang.  

 

“..kurasa semuanya pasti ada kejelasan, Baekhyun.” Jawaban Chanyeol sama sekali tidak membuat Baekhyun puas.

 

“Lihat namja itu, Chanyeol.. bahkan bernafas saja ia sudah tidak mampu.. sebentar lagi mungkin langit akan menurunkan air matanya untuk menyambut salah satu nyawa yang kembali.”

 

Chanyeol memegang pundak Baekhyun dan menatap wajah namja yang kini menangis. “Baekhyun!! Jangan pernah mengatakan hal seperti itu! Kau sama saja mendoakan namja itu meninggal.”

“Aku memang mengharapkannya.”

Mata Chanyeol membulat.

“..tapi aku tidak sanggup, Chanyeol. Seharusnya aku menampar wajah Kris atau mengumpat namja lemah itu.. bukan karena namja itu sekarang sedang sakit.. hanya saja.. mata mereka..” Baekhyun menggeleng pelan.

 

“..Mata mereka melambangkan ketulusan yang tidak pernah kulihat.”

 

Ucapan Baekhyun barusan membuat Chanyeol menunduk dalam kemuadian mengarahkan pandangan matanya pada Kris dan Tao.

 

 

 

Tao tidur dipangkuan Kris yang mengambil sebuah bunga matahari dan memberikannya pada Tao. Dengan senyuman manis Tao mencium bunga matahari itu dan mendongakkan wajahnya menatap wajah Kris.

“Ge.. terima kasih..”

Kris tersenyum manis. “Haruskah kau berterima kasih Tao?”

“..kurasa ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk semua kebaikan ge..”

 

Kembali..

 

Berulang kali..

 

Kris membenci dirinya sendiri.

 

“..ge jika aku sudah sampai ditempat Tuhan, maukah ge berjanji untuk melupakanku?”

 

Mata Kris membulat. “Tao, aku tidak akan melupakanmu! Aku tidak bisa!”

 

“Jika ge tidak mau melupakanku.. apa itu berarti ge akan bahagia?”

 

Kris menahan air matanya mati- matian. “..Bolehkah aku meminta sesuatu padamu, Tao?”

 

Tao tersenyum manis. “Katakan saja, ge..”

 

“Jika kau sudah sampai di tempat Tuhan.. bisakah meminta pada Tuhan.. agar Tuhan juga menarikku ketempat-Nya.. kesisimu?”

 

Oh Tuhan!

 

TES

 

Air mata Tao luluh begitu saja mendengarkan permintaan Kris. “Ge.. jangan..”

 

“Kumohon.. katakan pada Tuhan.. katakan..Tao..”

 

Tidak bisa lagi.

 

Kris tidak bisa membendung air matanya. “..katakan bahwa aku bersedia dihukum karena tidak bisa membuatmu bahagia..”

 

Tao menangkup wajah Kris dan menarik wajah itu agar menyentuh bibirnya. Sentuhan sangat singkat dan dengan senyuman manis, Tao mendongakkan wajahnya kearah langit. Kris membelai rambut Tao dan menghapus air matanya.

 

“Ah..dengar ge? Ada yang memanggilku?”

 

Kris mengerutkan dahinya. “..Siapa?”

 

“Entahlah.. suaranya sangat damai..”

 

Tao memejamkan matanya dan tersenyum manis. “Harum.. ge.. aku melihat sebuah tempat yang indah..”

 

“Tao.. Jangan membuatku takut! Buka matamu dan pandang diriku!” Kris mulai panik.

 

Mata Tao terbuka dan seketika itu Tao meneteskan air matanya. “..tapi ditempat itu tidak ada ge.. bolehkan aku menunggu ge disana?”

 

Tidak!

Kris sudah membaca sebuah pertanda.. pertanda buruk yang akan membuatnya menyesal terlahirkan didiunia ini.

Kris kembali menangis pilu. Ia genggam tangan Tao dan mengangguk pelan. “..ya.”

Berat.. namun Kris mencoba mengikhlaskan Tao. Walau akhirnya Kris menggeleng pelan tanpa bicara sepatah katapun. Hanya isakan yang mendominasi.

Beberapa tetesan air matanya jatuh dihelaian rambut Tao yang tertidur dipangkuan Kris.

 

Tao tersenyum. “..S..sampai jumpa lagi ge.. Wo….ai…….“

 

Rintik gerimis turun menyentuh dedaunan.

 

“..Tao? hey..” Kris membelai pipi kurus Tao.

 

Tidak sempat Tao menyelesaikan kata- katanya. Mata bulat Tao sudah tertutup sempurna namun.. senyuman manis itu tidak luntur. Bibir mungil Tao masih menyulas senyuman indah.

Air hujan mulai turun membasahi bumi.

 

 

“T..TAO! TUNGGU!! KUMOHON!”

 

“…Jangan seperti ini Tao! Kumohon buka matamu! Aku belum siap!” tangisan Kris bertambah kencang.

 

Kris memeluk tubuh dingin Tao yang sudah tidak bernyawa. “Oh Tuhan.. Tidak.. ambil nyawaku!! Ambil nyawaku TUHAN! KEMBALIKAN TAO!!”

 

 

Tangisan Kris terdengar bagaikan lolongan srigala yang memekakkan telinga. Sosok yang paling ia cintai sudah pergi.

 

Dan kali ini.. untuk selama- lamanya.

 

“TAO!!”

 

“HUANG ZITAO!!”

 

“SEKALI SAJA! KUMOHON SEKALI SAJA.. UCAPKAN KATA- KATA ITU DENGAN SEMPURNA!!”

 

“KUMOHON..”

 

Suara Kris tidak akan sampai…

 

“TAO!!”

 

 

 

 

 

Baekhyun masuk kedalam pelukan Chanyeol, tidak kuasa melihat Kris yang menangis seperti itu. Ia tidak sanggup dan ia tidak ingin melihatnya. Sosok Kris yang sangat menyedihkan membuat Baekhyun merasakan kepedihan yang tengah melingkupi Kris.    

 

 

Chanyeol ikut menitikkan air mata. Ia begitu tersentuh dan terhenyak oleh sebuah pembelajaran berharga yang sudah ia dapatkan. Sebuah cinta yang tulus dari hati yang terdalam tidak akan luntur oleh sebuah cinta semu.

 

Tidak akan rusak walau sebuah kepalsuan membuatnya tersembunyi.

 

Seberapa keraspun manusia mengelak dari takdir yang menyakitkan, manusia tidak akan berhasil menentukan sebuah arti hidup yang sebenarnya tanpa perjuangan.

 

 

Chanyeol mengerti.

 

Kris dan dirinya sudah dihukum oleh Tuhan.

 

Dihukum karena perbuatan mereka yang menyia-nyiakan sebuah cinta yang tulus dan mempermainkan perasaan orang- orang yang mencintai mereka.

 

Hukuman yang diterima Chanyeol dan Kris bukanlah hukuman biasa yang bisa dilupakan begitu saja. Hukuman yang akan membekas hingga mereka memperbaiki kegagalan cinta yang mereka perbuat dengan sebuah kebahagian.

 

 

Lacrimosa

Sekali saja, aku ingin memperlihatkan indahnya dunia padamu

Dari ketakutan dan rasa kehilangan

Menyembunyikan mimpimu dibalik matamu

Hingga air mata jatuh bercucuran

Berharap akan datangnya hari pensucian

Amen

 

 

Kris termenung diruang tunggu bandara Incheon. Ia akan berangkat ke China malam ini juga bersama.. Tao.

Seakan tidak mau mengukur waktu, Kris ingin secepatnya sampai di China dan.. selalu bersama Tao. Ia tidak peduli lagi.. setelah pemakaman Tao, Kris akan menetap di China untuk seterusnya. Ia sudah menetapkan diri tidak akan kembali ke Korea.

 

 

DEG

 

 

Baekhyun..

 

Namja manis itu…

 

Kris menutup matanya perlahan dan mengingat kesedihan namja manis itu. Baekhyun bahkan tidak menyalahkannya. Kris juga tidak banyak bicara setelah itu dengan Baekhyun yang hanya diam sampai akhirnya mereka berpisah. Sama sekali tidak ada pembicaraan.

“Baekhyun… maaf..”

 

Rasa bersalah Kris kepada Tao membuat namja tampan itu tidak sanggup menatap Baekhyun. Tidak akan ada artinya mengatakan apapun setelah apa yang ia lakukan pada Baekhyun. Semua penjelasan yang diinginkan sudah terlihat jelas oleh mata Baekhyun. Dan.. Kris membiarkan Baekhyun sendiri menangkap semua kebohongannya.

 

Panggilan dari bandara sudah terdengar Kris akan bersiap pergi namun…

 

GREP

 

Kris melihat seorang namja tinggi terengah- engah memegang lengannya. Namja tinggi itu mengatur nafasnya agar kembali normal.

 

 

“Chanyeol?” desis Kris.

 

 

 

Katakan padaku selamat tinggal,

 

Tangan yang memelukmu

Katakan padaku selamat tinggal,

 

 Membiarkan dirimu pergi

Terus disisiku bukanlah kebaikan, sayang

 

selamat tinggal

 

 

China- Pemakaman Katolik di Beijing.

 

Pemakaman Tao baru saja selesai dilaksanakan. Kris berdiri tegak tepat dihadapan makam Tao yang dikelilingi berbagai jenis bunga. Namun sama sekali tidak nampak indah dimata Kris.

Orang tua Tao baru saja pulang.

 

Kini Kris hanya sendirian. Tidak…

Ia bersama Tao.

 

Ia tatap nama ’Huang Zitao’ yang terukir rapi di batu marmer putih itu. Begitu menyakitkan dan sangat menyesakkan.

 

Penyesalan masih menggerogoti hati Kris. Penyesalan yang sangat dalam.

 

Yang paling membuatnya merasa bersalah karena ia tidak sempat minta maaf pada Tao.

 

Sekali saja…

 

Ia ingin minta maaf pada Tao.

 

TES

 

Air mata kembali jatuh dari mata sembab Kris. Entah sudah berapa lama ia menangis seperti ini. Air mata Kris jatuh membasahi rerumputan hijau yang menyelimuti makam Tao.

 

”Maaf..” bisik Kris tertahan.

 

Seandainya ia bisa memutar waktu dan kembali kemasa lalu, Kris pasti tidak akan menduakan Tao dan membuat namja manis itu jauh lebih bahagia.

 

Bahagia….. Tidak… Baekhyun..

 

Bahkan kini Baekhyun juga tersakiti.

 

Tidak ada yang merasakan kebahagiaan. Baik Baekhyun dan Kris..

 

Tidak ada.. semua yang diusahakan oleh Kris kini sia- sia. Semua orang terluka dan itu menyakitkan.

 

Namun.. Kris berharap..

 

Hanya satu yang ia harapkan..

 

Tao bahagia..

 

Cukup Tao yang bahagia disisi Tuhan.

 

 

Kris sangat menyesal karena dirinya begitu lemah. Padahal ia tahu kalau cintanya hanya untuk Tao dan hatinya akan selalu memilih Tao. Namun ia terlalu pengecut untuk mengambil sebuah keputusan walau hal itu akan menyakiti salah satu hati.

 

Kini Kris hanya bisa berandai- andai dan terus saja menyesali dirinya.

 

”Maafkan aku Tao..”

 

Kris menyentuh ukiran nama Tao dan tangannya gemetaran hebat. Tidak memperdulikan sinar matahari yang semakin terik, Kris membaringkan tubuhnya tepat diatas makam Tao dan menangis terisak.

 

Ia begitu menyesal.

 

”Maaf..”

 

 

Kau terlihat memudar , kau tetap satu- satunya


Seberapa besar aku mencintaimu, kau satu- satunya


Ini menyakitkan dan semakin menyakitkan… Bodoh


Walau kita tidak akan pernah bertemu lagi..  kaulah satu- satunya

 

 

 

Korea- Beberapa hari setelah pemakaman Tao-

 

Baekhyun duduk diatap sekolah sendirian. Jam pulang sudah lewat lebih dari 3 jam yang lalu. Langit sudah berubah warna menjadi orange dan kicauan gagak terdengar mendominasi suasana sore itu.

Semenjak kematian Tao, Kris tidak pernah memperlihatkan dirinya lagi didepan Baekhyun. Parahnya Kris sudah pindah sekolah ke China tanpa kata- kata perpisahan ataupun ucapan lainnya.

 

Baekhyun masih bertahan akan cintanya pada Kris.

 

Entah bodoh atau terlalu lugu, Baekhyun malah menganggap Kris namja yang baik. Kris memang menduakannya dan itu membuat Baekhyun kecewa tentu saja. Tapi.. selama ini Kris tidak pernah bertindak kasar padanya.

 

Namja itu selalu melindungi Baekhyun.

Memberikan apa yang Baekhyun butuhkan.

Menjadi penegak saat Baekhyun tidak mampu berdiri sendiri.

 

Bukankah itu sudah cukup?

 

Tes

 

Air mata jatuh dipipi Baekhyun. ”..Bodoh..”

 

Baekhyun tidak mau menyalahkan Kris. Bisa disimpulkan kalau Kris dan Tao sudah pacaran cukup lama.

 

Baekhyun merasakan kalau ialah yang memulai semuanya. Ia yang menyatakan perasaannya pada Kris didepan Chanyeol sewaktu Chanyeol merusak gantungan ponsel Baekhyun.

 

Kris adalah namja yang baik, ia tidak mungkin menolak Baekhyun yang sedang terpuruk. Ia pasti ingin membantu Baekhyun walau cara yang ia gunakan salah. Kris memang bersalah namun siapa yang memulai semuanya?

 

Baekhyun menunduk.

 

”Kris.. Cinta itu sebenarnya seperti apa?”

 

 

We will become strangers at this place right now

 

Someone will shed tears and be left alone but

 

I hate seeing you try not to scar me and feel ill at ease

 

So I’ll let you go

 

 

Chanyeol duduk termenung ditepi sungai Han. Ia hanya menatap tajam beberapa kapal kecil yang lewat disana. Suasana senja membuat renungan Chanyeol bertambah dalam.

 

Ia tidak mengerti…

 

Apa bedanya yang dilakukan Kris dan dilakukannya?

 

Mereka sama- sama menduakan Baekhyun..

 

Namun mengapa saat tahu Kris menduakan dirinya, Baekhyun sama sekali tidak marah dan malah berusaha bertahan?

 

Apa yang berbeda?

 

Chanyeol melempar batu kecil kedalam sungai. ”Baekhyun sama sekali tidak melupakan perasaannya pada Kris.”

 

Jujur Chanyeol berharap Baekhyun melupakan perasaan cintanya pada Kris karena kini Kris sudah meninggalkan dirinya dan memutuskan kembali ke China. Ini Kris lakukan demi Tao, kekasihnya yang telah pergi.

 

Sebenarnya sebelum Kris pergi, Chanyeol dan Kris sempat bertemu tanpa sepengetahuan Baekhyun.

Chanyeol teringat kata- kata Kris sebelum ia pergi ke China.

 

”Kau yakin akan pergi?” tanya Chanyeol ragu.

 

Kris tersenyum dan mengangguk mantap. ”Aku ingin menghargai kekasihku yang telah tiada, Chanyeol. Lebih baik aku berada di China dan aku bisa terus mengunjungi makamnya.”

 

Chanyeol menunduk dalam dan mengepalkan tangannya. ”Kau memberi harapan kosong pada Baekhyun..”

 

”Aku mengaku salah.. Tapi Chanyeol.. Kini aku tidak bisa kembali lagi kesisi Baekhyun..”

 

”Kenapa?! Apa kau tidak bisa kembali bersama Baekhyun? Dia membutuhkanmu. Sekarang kau bisa menjadikan Baekhyun nomor satu, kan?” Chanyeol mencoba mencegah Kris. Hanya ini yang bisa Chanyeol lakukan untuk Baekhyun. Walau kini Chanyeol sendiri tersakiti.

 

Kris menggeleng pelan. ”Aku tidak punya muka bertemu dengan Baekhyun lagi.. dan aku tidak bisa membohongi perasaanku. Sejak awal.. aku tidak bisa membagi cintaku. Cintaku hanya untuk Tao.. walau kini ia sudah tiada.”

 

Mata Chanyeol menahan genangan air mata. Ketulusan cinta Kris pada Tao sangatlah murni. Walau Tao sudah tiada, Kris tetap mencoba menghargai perasaan Tao. Sungguh menyentuh. 

 

”Chanyeol..Maukah kau berjanji membahagiakan Baekhyun?”

 

Ucapan Kris membuat Chanyeol terkejut. ”Aku?”

 

”Kumohon.. Buatlah dia bahagia melebihi siapapun…”

 

 

Tulus..

 

Hanya itu yang bisa Chanyeol simpulkan tentang Kris.

 

Kris lebih memilih mundur dan melepas Baekhyun. Itu semua ia lakukan karena ia tidak mau menjadikan Baekhyun pelariannya setelah ditinggalkan Tao. Chanyeol mengerti betul kalau Kris bukanlah namja yang hanya memikirkan perasaannya. Ia lebih memikirkan perasaan orang lain dan karena itu ia sendiri yang mengorbankan perasaannya dan orang disekitarnya.

 

Dan..

 

Chanyeol kini mengerti..

 

Mengapa Baekhyun tidak bisa membenci Kris..

 

”Kris.. Masih pantaskah aku membahagiakan Baekhyun?”

 

Ketajaman akan perbedaan awal dan akhir

 

Kesakitan bertahan didalam hatiku

Mengapa terasa sama?

Didasar lubuk hatiku, bisa kurasakan kekosongan walau hanya sesaat

 

Bagaimana bisa aku berdiri tanpamu?

 

 

Seorang namja tampan sedang duduk bersandar dipusara makam sang kekasih. Ia nampak menikmati hembusan angin sore itu. Ini sudah dua bulan berturut- turut ia terus mengunjungi makam kekasihnya. Sepulang sekolah ataupun jika ada waktu, ia terus menghabiskan waktunya dimakam Tao, kekasihnya.

 

“Aigoo.. kau tahu Tao? Setelah itu aku harus mendengarkan celoteh mama. Kau tidak tahu bagaimana malasnya aku mendengar celotehan mama. Sangat membosankan.”

Kris tersenyum manis. “Dan yang membuat aku bahagia.. mama mau mendengarkan ucapanku untuk tidak ikut dengannya ke Canada. Memangnya aku ini sesakit itu? Dia pikir aku terkena gangguan jiwa?”

 

Tik

 

Tik

 

 

Dengan pelan Kris mendongakkan wajahnya kearah langit. Gerimis..

 

“Aish.. cuaca memang sulit ditebak. Lihatlah Tao.. sekarang hujan.” Keluh Kris sembari merebahkan kepalanya dimakam Tao.

Hujan semakin deras dan Kris sama sekali tidak bergeming ditempatnya. Kris terus saja berbicara dengan.. makam Tao. Tidak memperdulikan kondisi tubuhnya yang sudah basah kuyub.  

 

Sayub- sayub terdengar lantunan irama dari bibir Kris.

 

.. Kau bertanya dengan cerianya..

darimanakah datangnya diriku kesisimu? Dan..

aku mengatakan bahwa itu adalah rahasia.. dimanapun kita berjalan bersama..

akan menjadi sebuah surga..

 

Suara Kris redam oleh suara amukan langit yang begitu dasyat. Tidak memperdulikan dinginnya sore itu, Kris terus kukuh untuk berada dimakam Tao.

 

Namun… sebuah peneduh kini melindungi tubuh Kris. Masih belum sadar, Kris terus mengulang lantunan lagu yang selalu ia nyanyikan dengan Tao.

 

 

“.. Keberadaanmu bahkan menyilaukan mata dibandingkan Mikael..

 siapa yang mengingatmu, aku tidak akan pernah melupakan itu..

seperti diawal ketika kau melangkah ke taman eden..

percaya bahwa hari demi hari dari dalam hatiku.. aku selalu ingin melindungimu…

 

DEG

 

Kris menangkap suara yang tidak asing dipendengarannya, ia ikut bernyanyi bersama Kris. Baru ia sadari bahwa kini ia sudah tidak kehujanan lagi. Suara lembut yang menenangkan membuatnya mendongakkan wajahnya untuk menatap sisumber suara dan pemberi keteduhan.

 

“..Lagu itu sangat indah..Kris..”

 

Seketika itu mata sembab Kris membulat. Ia lihat sosok manis namja yang dulu pernah hadir didalam kehidupannya.

 

“Baekhyun..” desis Kris.

 

“Aku harus menabung untuk membeli tiket pesawat kesini.. dasar! Apa hanya itu reaksimu saat melihatku?” ujar namja manis itu dengan senyuman.

 

GREP

 

Kris memeluk tubuh Baekhyun dan.. ia menangis.

 

Baekhyun membalas pelukan Kris dengan sabar ia mengusap punggung namja tampan yang kini semakin kurus saja. Isakan sang namja tampan membuat Baekhyun menggigit bibir bawahnya, menahan buliran air mata yang akan membuatnya terlihat lemah.

 

“Maaf.. Maafkan aku Baekhyun.. aku namja yang paling bodoh! Maaf aku membuatmu menderita.. aku.. aku.. aku bersedia kau hukum.”

 

Baekhyun menitikkan air matanya dan payung yang ia pegang terlepas. Kris dan Baekhyun kini berada dibawah hujan sore itu tanpa lindungan. Pelukan itu terlepas dan mata mereka saling terkait satu sama lain.

Senyuman nampak terlukis diwajah Baekhyun yang sudah basah. Ia belai pipi Kris dengan sangat lembut.“..Jika kau ingin aku memaafkanmu.. kembalilah padaku.”

 

Ucapan Baekhyun membuat Kris terkejut. Ia menatap wajah Baekhyun dalam. Ia tidak tidak percaya..

 

“Baekhyun.. aku…”

“Saat kau pergi.. aku tahu kau melepasku sepenuhnya. Namun.. aku tidak rela melihatmu selalu menyalahkan diri seperti ini, Kris. Aku tidak mau namja yang kusayangi larut dalam penyesalan seumur hidupnya.”

Kris menunduk. “Baekhyun… terima kasih.”

 

 

Kebaikan hatimu membuatku tersentuh

Kebahagiaan yang kau tawarkan membuatku kembali merasakan kehangatan

Kekokohan hatimu membuatku tercekat

Namun..

Apa aku masih pantas?

Menerima kebaikanmu tanpa pamrih dengan sosokku yang kotor?

Pantaskah?

Tuhan..

Penuhi janjimu..

Karena aku.. hanya ingin bersamanya

 

 

 

 

Dua Tahun kemudian..

 

-Hari kelulusan-

 

 

”Selamat.. Kau mendapat nilai kelulusan tertinggi diangkatan kita.” ujar namja cantik yang kini berada disebuah kelas bersama seorang namja tampan.

 

”Semua berkat kegigihanmu dalam belajar.. Aku salut padamu!” sambung namja cantik itu lagi.

 

Namja tinggi tersenyum manis dan mengusap rambut namja cantik yang duduk diatas meja. Sekarang namja tinggi itu ikut duduk disisi meja yang lain, mereka duduk dimeja yang sama namun saling membelakangi. ”Kurasa bukan karena aku gigih belajar, Baekhyun.”

 

”Eh?” Baekhyun mengerutkan dahinya.

 

”Karena aku punya penyemangat hidup.”

 

Baekhyun tersenyum manis dan mengangguk. ”Kau benar- benar berubah…Chanyeol..”

 

Kesunyian kembali menguasai kelas itu.

 

Semua murid dan guru sedang berada dilapangan. Berfoto, berbincang untuk terakhir kalinya dan membuat berbagai kenangan sebelum mereka benar- benar meninggalkan sekolah itu.

 

Chanyeol menyandarkan dirinya kepunggung Baekhyun dan Baekhyun juga menyandarkan punggungnya pada punggung Chanyeol. Mereka masih betah duduk diatas meja itu.

 

”Sudah lama sekali, ya.. Tidak terasa kita sudah lulus..” bisik Chanyeol sambil memandang langit- langit kelas itu.

 

“Kemudian…kita akan melanjutkan studi kita ke Universitas.” Ujar Baekhyun pelan.

 

Mereka berdua kini kembali diam.

 

TAP

 

Baekhyun dan Chanyeol berdiri.

Baekhyun kemudian mengusap meja yang mereka  duduki barusan. Senyuman tipis terkembang dibibir Baekhyun.

 

”Kris.. Selamat hari kelulusan.”

 

Chanyeol berjalan kesisi Baekhyun dan memeluk pundak namja mungil itu. ”Dasar! Kau ini.. kita akan menjemput Kris kebandara nanti sore. Sabar sedikit.. Kau sangat merindukannya ya?”

 

”Aisshh! Tentu saja! Kau menyebalkan Park Chanyeol! Apa kau tidak bisa melihat keadaan?” Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

 

Chanyeol melipat tangannya didada. ”Habis.. Kau membuatku cemburu saja!”

 

Baekhyun tertawa pelan dan mengarahkan tangannya kepada Chanyeol. ”Ayo! Kita menyusul Luhan dan Sehun ke toko Burger langganan kita.”

Dengan gerakan pasti Chanyeol menerima tangan Baekhyun. ”Double date?!” tawa Chanyeol pecah setelah itu.

 

”Mungkin.. Tapi jangan lupa dengan Kris dan namja itu…” Baekhyun meletakkan telunjuk tangannya dibibir merah beningnya.

 

”Aku jadi tidak sabar melihat namja itu. Kris kembali ke Korea bersama namja itu, kan? Hmm… jujur sangat penasaran.” Chanyeol mengangguk pelan seakan berfikir. Mereka sudah berjalan keluar dari kelas.

 

”Dia pasti orang yang sangat hebat!” ujar Baekhyun seraya menuruni tangga bersama Chanyeol. Nampak seulas senyuman tulus dari bibir Baekhyun.

 

”Hmm.. Aku rasa juga begitu.. Ia bisa membuat Kris bersemangat kembali sejak kematian Tao dua tahun yang lalu.. Bisa kita lihat sendiri bagaimana terpuruknya Kris sejak kematian Tao, kan? Sampai ia harus rutin ke psikiater selama satu tahun.”

 

Baekhyun mengangguk pelan.”Sekarang Kris sudah benar- benar pulih…Oh ya! Kris mengirimiku sebuah email dua hari yang lalu saat ia dan namja itu belajar bersama- sama.”

 

”Apa isinya?” tanya Chanyeol penasaran.

 

”Nama namja itu dan foto mereka yang sedang berada diperpustakan sekolah Kris di China.. kuakui wajah namja itu seperti malaikat. Sangat menenangkan!” jawab Baekhyun sambil mengangguk mantap.

 

”Benarkah?! Kris tidak memberitahuku apa- apa tentang namja itu… hanya ia katakan kalau namja itu membuatnya merasa nyaman.. Kris juga mengatakan kalau namja itu berbeda sekali dengan Tao. Namja itu sangat mandiri.”

 

”Begitukah? Aku tidak ingat namanya.. tapi panggilannya.. Siho Si.. Apa ya.. ah!..Suho.. Kalau tidak salah..” Baekhyun menggaruk kepalanya.

 

Chanyeol terkekeh pelan melihat ekspresi wajah kekasihnya yang sangat menggemaskan. Mereka berjalan menuju parkiran motor Chanyeol sambil bersenda gurau.

 

Perjuangan keras Chanyeol berhasil merebut kembali hati Baekhyun dan kini…Chanyeol sudah menjadi namja yang berbeda dan jauh lebih baik.

Dan apapun yang ia lakukan kini hanya untuk kebahagiaan Baekhyun.. ia sudah membuktikan kalau ia bukanlah namja pengecut seperti dulu lagi. Ia bisa membahagiakan orang yang paling ia cintai dan kasihi. Ibunya dan Baekhyun.

 

”Palli, Chanyeol! Luhan sudah menelpon!!”

 

”Kajja!!”

 

 

Kali ini cinta mereka tidak akan lekang oleh waktu dan.. Kebahagiaan seterusnya akan menemani perjalanan kisah cinta mereka untuk selama- lamanya. Sampai maut memisahkan, tangan mereka akan terus berkaitan.

 

 

”Chanyeol..” bisik Baekhyun saat Chanyeol melajukan motornya kejalan raya.

 

”Ne?”

 

”Wo ai ni, namja pabo!” Baekhyun terkekeh sambil mengencangkan lengannya memeluk pinggang Chanyeol.

 

”..Belajar dari Kris, oeh? Baiklah.. fuuhh~ SARANGHAEYO BYUN BAEKHYUN!!” teriak Chanyeol dijalan raya seketika itu.

 

Baekhyun memukul kepala Chanyeol keras karena semua orang dijalan memperhatikan mereka. Tentu saja Baekhyun malu.

 

”Isshh.. Makanya aku bilang kau namja pabo!! PABO!!”

 

THE END

nah bagaimanaaaahh –___–

gaje kah?

aduuhhh saya minta maaf ya kalo g sesuai dengan keinginan

ending nya…. apa bae!!! hehe

#kabooorrr!!

RCL pastinya yaaaahhhhh >.<

gamsahamnida #bow sama suami saya, Chanyeol.

 

296 thoughts on “[LOVE FAILED] Chapter 8 END

  1. Hiksss
    Aku kira byunbaek bakal balikan ama kris… Tapi kan main cast nya baekyeol dan sudah di pastikan ending nya baekyeol jadi ga terlalu setresss hehe

    Keep writing thorr!! Tuangkan semua imajinasimuuu *cuee gua nyemangatin

  2. Author..

    Kau Jahat! (?)
    Kau Telah Membuatku Menangis Bahkan Mewek (?)

    Dan Satu Lagi…

    Kenapa Nama Kita Sama Thor? *Pertanyaan Macam Apa Ini?*..

    Yasudahlah.. Saya Hanya Bisa Bilang.. Daebak!!
    Lanjutin Ff Silent Eyesnya Ne Thor…

    Gomawo~

  3. Waaaa daebakkk🙂
    Baekyeol xD Aku kira bakalan krisbaek ^^
    Sempet ragu waktu baekhyun nyusul kris ke china, kirain mau balikan ternyata enggak xD Kyaaa aku seneng banget min *Ngasih hug ^^v

  4. Hikss….ending yang menyentuh :’)
    Allo hyobin ssi~ gomenasai baru review xD
    Btw Baek disini kasian banget sih?? Tpi untungnya udah happy end sekarang.
    Tao juga tulus banget :’)
    Thanks for this ff and keep fighting! ^ ^

  5. Huhuuuuuu.. Nan ulgo shippo jinjja..
    Ini pertama kaliny ngerasa puaaaassss bgt baca ff ny..
    Sambil dengerin lagu Kwill plase dont.. Huuuuhhh makin nyeseekkkk..
    Author jjang !!! Saranghae thorrrrr…

  6. UUWAAAAAAA aku mewek dahsyat niih😥
    sakit bgt jd baekhyun yg udh di khianatin n di bohongin 2 namja skligus😥
    ditambah keinget kris gege yg skrg udh kluar dr exo huwaaaaaa😥
    rasanya makin sakit & sesak bgt😥
    sumpah pdahl aq pngen ngelupain sejenak masalah yg lg nimpa exo ini ngelupain kenyataan klo kris gege udah kluar tp apaaaa iniii aku malah makin nangis bombay begini haaaaaaah😥
    makasih thor buat FF nya Daebak bgt
    lanjut kan ya thor FIGHTING

  7. hiks keren ceritanyaaa :” hallo aku reader baru ^^ lgsg komen dj chap akhir gapapa yaa hehe
    bahasanya ringan konfliknya keliatan ringan diawal ternyata berat😦
    fight ya buat bikin ff2 selanjutnya ^^

  8. aaahhh daebak ga nyangka sama endingnya, kirain krisbaek aaahh ternyata chanbaek, itu pas baekhyun nyamperin kris, dia ditolak thor??
    waaahh ini kereeen
    ga ada sequelnya yaa?? pengen liat kris sama suhonya hehe kirain bakalan lay sama kris

  9. Hiyaaaa!! BaekYeol!! Happily ever after 😂. Sedih juga pas dibagian Tao *hiks..
    Tapiii bagus banget😉 jjang!!

    Bikin ff lagi yaa thor! Yang banyakkk *ffiuuww~

  10. I LIKE THIS EPEP THOR…untungnya happy ending…!!!!jadi gk trlalu nyesek thorr..
    oke..??keep writing eah…???also keep fighting ..!!

  11. Cinta Sejati Yah😥😥😥

    Enggak Bisa Berkata Apa Apa dech Aku😥😥

    Eonnieeeee Bikin Yang Banyak yah ceritanya sumpahhhhh bangus bangt
    yang satu ini juga kereeennnnnnn😀❤❤❤😀

  12. Kyaaaa!!!!! >_<
    Omona!!! Awalnya aku kira kris balikan ama baekhyun. Aku udah sedih.
    Ternyata baekhyun tetap ama chanyeol. Syukur deh. Memang harus ya seperti itu.
    Daebak buat author!! Ini ceritanya keren bgt. Sukses deh! Trrus betjuang ya buat ciptain ff yg lbh bnyak dan lbh keren lg. Good job an Good luck !!! (y)😀

  13. satu kata dari ku!!!! buat Admin,

    DAEBAK😉

    Sumpah, ini ff baguss pake bangett😀
    Tersentuh . sampe nangis T.T bacanya juga . ini benar” ff yg Sangat berkualitas yg pernah saya baca. jalan ceritanya Rapiiiii banget. gak tau mau komen apa lagi tentang ff” buatan Admin ini. soalnya kalo dijabarin banyakkkkkkk pake banget😀 pokok & intinya, SAYA menyukai karya” Admin (ini gak ngerayu atau pun pengen ditrakktir ya Min😀 )

    Note : Semangat ya buat Admin. teruslah BERKARYA #ngasihSemangatCeritanya😉 SAYA akan selalu mendukungMu #cieeee -_-

  14. Baekris? Chanbaek? T-T
    Sebenernya dua-duanya setuju aja sih T-T
    Tapi lebih suka baekris T-T
    Please bagian Tao itu nyentuh banget T-T
    FF nya gak kalah keren sama FF buatan inter-fans kek Jindeul! T-T
    Sama-sama bikin mewek T-T
    Kebawa sampai besok pagi nih, pasti T-T

    Gak kerasa udah end-chapt T-T aku bersyukur karena ketemu FF ini. Banyak pelajaran yang dapat aku ambil dari sini. FF nya gak cuman nge- feel. Tapi juga padat dan sarat akan amanat kehidupan T-T (doh, aku bukan akan sastra :’3)

    Please kak, aku nyesek dari tadi :”
    Mungkin ini komentar paling panjang dari chapt 1 sampai sekarang :’v
    Ah, gak bisa ngomong apa-apa lagi pokoknya T-T FF ini terlalu keren! Kyaaa T-T
    Terus berkarya kak Hyobin! Ditunggu karya lainnya! Yang pastinya keren-keren! Fighting T-T

  15. Heooll!!! Daebakk!!! Jjang!!! Wuaahhh!!! Fantastiss fantastic *atau apalah itu sejenisnya
    Ff ini keren banget! Sumpah! Keren thor! Demi jenggot kris yg ngga numbuh2 itu! Suerr! Mana part 8 nya thor?? Guee penasaran bgt endingnya! Pleasee jeball part 8nya thor!! Fightingg *muaaahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s