Silent Eyes Chapter 1

Assalamu’alaikum~

Baekyeol or Chanbaek or Kaibaek FF

Saya ragu dah bakal ada yang suka tapi yah entah deh -_-

Saya mengharapkan RCL karena ini ff bakal lanjut atau enggak tergantung yang komen

Jangan bunuh saya ama ceritanya yang rada aneh

*kabur bersama angin Sehun*

 

 

Silent Eyes

CHANBAEK – KAIBAEK FanFiction

 

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

Cast : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Kim Jongin

Other : Lu Han – Oh Sehun

Genre : Angst , Drama, Romance, School Life, Hurt

WARNING : YAOI / BL/ BOY X BOY / BOYS LOVE

FOR 15+ ONLY

 

 

Disaat aku kehilangan cahayaku

Disaat itu aku mengetahuimu

Disaat aku melihat hitamnya dunia

Disaat itu aku mengenalmu

Disaat aku melihat kekosongan

Disaat itu aku menyentuhmu

Disaat itu pula…

Aku melupakan sosokku yang menjijikkan

 

 

 

PART 1

 

Seorang namja cantik dengan langkah cepat dan nafas yang terengah- engah berlari menuju kelasnya. Sesekali ia lirik jam tangan Winnie The Pooh kesayangannya yang terpasang rapih dipergelangan tangan kanannya. Kulit putih beningnya memang sangat cocok dengan warna jam Winnie The Pooh yang berwarna kuning terang berpadu dengan kuning madu.

Suara langkah kakinya menggema dikoridor sekolah yang sudah kosong itu. Bagaimana tidak, waktu sudah menunjukkan lewat pukul 6 sore dan tentu saja semua murid dan guru sudah pulang. Namun karena kecerobohannya,  namja cantik itu harus kembali kesekolah karena ia meninggalkan buku tugasnya yang akan dikumpulkan besok. Tanpa buku tugasnya, namja cantik yang bernama Baekhyun itu akan mendapat masalah pada nilai semesternya.

 

“Kenapa aku bisa seceroboh ini!!” desis Baekhyun sembari terus melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada dilantai dua. Baekhyun baru saja menaiki tangga dan senyuman terlukis indah diwajah cantiknya saat melihat lampu kelasnya masih hidup.

 

“Syukurlah.”

 

Baekhyun melangkahkan kakinya lebih cepat dan membuka pintu kelasnya yang tertutup rapat. Namun baru saja ia selangkah masuk kedalam kelasnya…

 

“Lama sekali.”

 

“Eh?” Baekhyun membalikkan tubuhnya karena mendengarkan ucapan seseorang.

 

GREPP

 

“Aaagggh!!” Baekhyun merasakan seseorang menangkap tubuhnya dari belakang dan langsung membaringkan tubuhnya dengan kasar dilantai kelas itu. Namja itu kemudian membuka kancing baju Baekhyun dengan paksa sehingga beberapa kancing baju Baekhyun terlepas dari seragam sekolah itu.

 

“Lepaskan aku!!” teriak Baekhyun keras. “Siapa kamu!!!”

 

“Diamlah! Kau ribut sekali!”

 

Namja itu tidak mendengarkan Baekhyun dan kini ia mulai menciumi leher putih Baekhyun dengan kasar. Baekhyun terus meronta dan berusaha melepaskan tubuhnya dari namja yang sama sekali tidak ia kenal. Wajah namja itu bahkan sangat asing bagi Baekhyun.

 

“LEPASKAN AKU! TIDAK!!” Baekhyun mencoba menggerakkan tangannya untuk memukul namja itu namun dengan cepat namja itu mengunci pergerakan Baekhyun dengan kedua tangannya. Tanpa memperdulikan teriakan Baekhyun, namja itu terus melampiaskan hasratnya pada Baekhyun.

 

Seakan terbiasa namja itu dengan mudahnya melepas seragam sekolah Baekhyun dan terus saja menyerang Baekhyun. Hingga Baekhyun menangis tersedu- sedupun, namja itu tetap tidak mau mendengarkan tangis pilu sang namja cantik yang masih saja memberontak.

 

“Jangan! Kumohon jangan!!” mohon Baekhyun saat namja itu mulai melepas celana panjang Baekhyun. Tangisan Baekhyun seakan menjadi untaian nada menyeramkan disore mendung itu. Dan namja itu menyeringai dengan sangat menyeramkan, tanda ia akan melakukan sesuatu yang lebih parah daripada itu.

 

Sampai akhirnya namja itu membuat jarak mereka semakin tipis dan menyatukan tubuh mereka dalam paksaan yang menyakitkan. Baekhyun membulatkan matanya menahan rasa sakit dan air matanya terus mengalir dari mata indahnya.

 

“Ti..TIDAK!!”

 

 

Saat langkahku terkotori oleh air mata

Aku melihat semua cahaya menghantamku

Menghantam semua kebahagiaanku

Hingga yang kulihat hanya godaan yang mengelilingiku

Menjijikkan

 

 

Saat itu, Seorang namja tampan dengan wajah yang menampakkan kekesalan luar biasa mengendarai mobilnya ditengah hujan dengan kecepatan tinggi. Berkali- kali ia melirik ponselnya yang kini berkedip- kedip. Menandakan adanya panggilan masuk namun dengan acuh namja itu tidak mengangkatnya. Ia terlalu kesal dengan sang penelpon.

 

“Berhentilah menghubungiku!” desis namja tampan itu sembari berbelok ditikungan tajam jalanan kota Seoul.

 

Pip

 

-Kai, maafkan aku! Kumohon dengarkan penjelasanku terlebih dahulu. Aku dan Sehun tidak mempunyai hubungan apapun. Kumohon kau jangan salah paham. Balas Voice Mail ku jika hatimu sudah tenang. Aku sangat mencintaimu.-

 

Suara voice mail itu membuat namja bernama Kai itu tersenyum masam. “Luhan, aku sudah melihat semuanya dan kau pikir aku orang bodoh?! BRENGSEK!!” Kai menghempaskan tangannya kasar distir mobilnya. Mencoba menetralisir kekesalannya pada sang kekasih.. ah mungkin mantan kekasih karena Kai baru saja memutuskan hubungannya dengan Luhan, kekasih yang sebenarnya sangat ia cintai.

 

Kecepatan mobil Kai kini semakin tinggi dan amarah tentu masih meliputi perasaan Kai. Dengan membabi buta ia melajukan mobil itu entah kemana. Ia sendiri tidak tahu harus pergi kemana. Mata Kai memerah, menahan semua perasaan kecewanya yang benar- benar ia rasakan pada namja cantik bernama Luhan.

 

Masih kalut dengan pikirannya sendiri, mata Kai membulat saat menangkap sesosok namja yang berlari menyebrangi jalan yang ada dihadapan mobil Kai. Dengan kesadaran penuh Kai mencoba me-rem mobilnya dan..

 

“YA! AWAS!!”

 

TIIIIIIIIIIIIIIIIINNNN

 

CIIIITTTTT

 

BRAAAKKKKKKK

 

Mobil Kai terhenti sempurna dan tubuh Kai terdorong kedepan dengan sangat keras. Nafas Kai masih tercekat. Beruntung Kai mengenakan safety belt atau tidak mungkin saja ia akan cidera lumayan berat. Namun Kai langsung teringat dengan namja yang tadi melewati mobilnya dengan cepat.

 

“Ya Tuhan!” teriak Kai.

 

Apa dia tertabrak?!

 

Dengan cepat Kai keluar dari mobilnya. Tanpa memperdulikan guyuran hujan yang sangat lebat, Kai berlari kearah depan mobilnya.

Mata Kai membulat saat melihat sesosok namja terbaring dijalanan tepat didepan mobil Kai. Tanpa menunggu Kai langsung menghampiri namja itu dan membaringkan kepalanya dilengan kokoh Kai. Bisa Kai lihat air hujan yang tergenang disekitar namja itu bercampur dengan darah segar yang mengalir dari kepala namja itu.

 

“Hei! Kau baik- baik saja?!”

 

Mengerti kondisi namja itu tidak baik, Kai langsung menggendong tubuh namja yang terlihat sangat putih itu. Kai membaringkan tubuh namja itu dikursi belakang mobilnya kemudian dengan cepat kembali kekursi kemudi. Tanpa membuang waktu, Kai melajukan mobil mewahnya menuju rumah sakit.

 

“Sial!” teriak Kai marah.

 

 

Takdir

Suatu kata yang membiarkan kita bermimpi

Melakukan sesuatu yang tidak pasti

Demi kebahagiaan yang tidak pasti

Demi suara yang tidak pasti

Demi kejayaan yang tidak pasti

Namun mengapa manusia tetap berusaha?

Walau mereka tahu…

Semua hanya permainan takdir

 

 

Namja rupawan yang amat tampan itu mendengus kesal. Ia merasa sedikit perih pada pipinya, akibat dari semua yang ia lakukan. Ia baru saja keluar dari ruang kelas dan menatap keluar jendela.

“Hujan.. aish! Menyusahkan!” desisnya sembari memperbaiki resleting celananya dan mengancingi kancing kemeja seragam sekolahnya.

 

Drrttt

 

Dengan malas namja tampan itu mengangkat telepon yang baru saja masuk kedalam ponselnya. “Ne! Aku tahu kau akan minta maaf karena orang yang kau suruh datang kesekolahku tidak memuaskanku. Kau tahu dia terus saja berteriak menolakku, akhirnya aku paksa saja.”

 

“Ha? Apa yang kau katakan? Aku memang ingin minta maaf namun bukan karena itu. Orang yang kusuruh menemuimu disekolahmu tidak bisa datang. Kau bilang tidak memuaskanmu? Dengan siapa kau melakukannya, Park Chanyeol?”

 

Namja tinggi itu terhenti ditempatnya dan mengerutkan dahinya bingung. “Apa kau bilang?”

 

“Iya, aku ingin minta maaf karena orang yang kusuruh menemuimu tidak bisa datang. Dia ternyata punya janji dengan kekasihnya. Jadi tidak bisa menemuimu dan melayanimu.”

 

DEG

 

Namja tinggi bernama Park Chanyeol itu nampak pucat.

 

“Tunggu… Jadi tadi siapa?”

 

 

Tertawalah

Kembali…

Takdir memang bisa dengan mudah mempermainkamu

Mengajakmu masuk kedalam perangkap mematikan

Yang kau lihat hanya tipu muslihat

Yang kau lihat hanya kepalsuan yang manis

Yang kau lihat hanya kesemuan

Namun kau menikmatinya, bukan?

 

TO BE CONTINUE

 

Anggap ini prolog juga gapapa sih

Sengaja dibuat pendek

Bakal banyak yang suka atau enggak ya -_-

Masih rancu bngt yah

Ini FF chaptered kok jadi bakal panjang. Entahlah.. paling juga sama ama LF

Okesip RCL nyaaa~

Makasih ILOVEU READER YANG KOMEN :********

Yg g komen kelaut ajah #tendang bareng Luhan

317 thoughts on “Silent Eyes Chapter 1

  1. kayanya yang disewa itu luhan ya? tapi luhannya lagi pacaran sama sehun? ._. telat banget baru baca sekarang tapi karna aku reader yang baik (azegh) jadi aku meninggalkan jejak disini /? *tiba tiba menghilang tertiup angin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s