TAORIS FF | BELOVED | PART 4

Satu kelar!

Siapa yang baca gak tinggalin jejak, entahlah ya aku jadi g ridho aja bawaannya -_-

Apa ini *tabok Kai*

Jadi yang bias nya Kris bakal bunuh aku ya ntar.. gak gak gak!

Udahlah ya jangan banyak omong langsung ke FF

Okesiip! Lanjutkan~😄

 

BELOVED  

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

 

Cast : Wu Yifan / Kris – Huang Zitao

Pair : KrisTao / TaoRis

Other : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Do Kyungsoo – Lu Han – Oh Sehoon / Sehun – Kim Jongin / Kai

Other Pair : Baekyeol / Chanbaek –  HunHan – ChanSoo/ ChanDo

Disclamer : EXO belong to SMEnt and EXOtic, and THIS story is MINE!

 

Warning : YAOI / BL / Boy x Boy

Dont LIKE , Dont READ !

 

 

Sudah kukatakan bahwa cinta itu aneh

Membuat semua yang kita yakini terbalik

Salah menjadi benar

Benar menjadi salah

Manis menjadi pahit

Pahit menjadi manis

Kekurangan akan menjadi pelekat

Kelebihan akan menjadi penguat

Saling melengkapi satu sama lain

Cinta memang aneh dan membingungkan

 

 

 

Part 4

 

Tao POV

 

Apa ini?

Ya Tuhan… Kris-ge…

KRIS GE MENCIUMKU?!!

Bibirnya masih menguasai bibirku. Apa yang harus kulakukan jika Kris ge menciumku? Apa aku harus mendorong tubuhnya atau aku harus membalas ciumannya.. atau.. atau.. AKU TIDAK TAHU!

 

Huwaaaaaa >//<

 

Bolehkah aku mengatakan…. bibir Kris ge terasa sangat manis.

 

YAH ! Apa yang kau pikirkan Tao pabo!

 

Tapi.. tapi.. aku benar- benar menyukai ciuman Kris ge. Begitu lembut … namun sesak..

Tu…tunggu!

Dadaku sesak! Aku perlu oksigen..

 

OKSIGEN!

 

aku..tidak bisa bernafas!

 

 

 

Author POV

 

 

Tao merasakan dadanya mulai sesak. Kris masih melumat bibir Tao dengan seenaknya. Dengan tidak sabar Tao mulai mendorong tubuh Kris.  Nafas… Tao butuh bernafas!

 

“MMMPPPHH!!” Tao menepuk dada Kris karena namja tinggi itu tidak juga melepaskan ciumannya.

 

Kris mengerti akan hal itu dan ia tidak mau Tao pingsan kehabisan nafas. Dengan berat hati Kris menyudahi ciuman manisnya dengan Tao.

 

“PUAAAH!! HAH HAAH HAAAH!!” Tao langsung menghirup udara bebas sebanyak- banyaknya. Kris menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan salah satu tangannya yang bebas. Tangan Kris masih melingkar dipinggang Tao.

 

 

GREP

 

Tao membulatkan matanya saat Kai kembali menggapai tangannya dan menarik tubuh Tao agar menjauhi Kris. Tidak mau kalah Kris menangkap tangan Tao dan terjadilah tarik menarik tubuh Tao antar kedua namja itu.

 

“Dasar tidak tahu diri! Seenaknya kau mencium kekasihku! Lepaskan tanganmu dari kekasihku!” teriak Kai keras. Bisa diketahui kalau Kai marah besar.

 

“Aku tidak percaya Tao adalah kekasihmu!” elak Kris.

 

“Bukankah dia sudah mengatakan bahwa dia memang kekasihku!”

 

“Kalau begitu mengapa ia nampak tertekan, oeh! Kau pasti memaksanya!”

 

Tao mengalihkan wajahnya setiap kedua namja tampan itu berbicara. Tubuhnya harus terombang ambing saat kedua namja itu menarik tubuh Tao. Perdebatan kedua namja itu masih berlangsung dan teriakan dari kedua namja yang sedang bersitegang itu membuat Tao.. takut.

 

“Kukatakan sekali lagi padamu untuk melepaskan Tao!” teriakan Kai semakin keras.

 

“Bersujudlah padaku baru aku akan memikirkannya!” Kris menarik tubuh Tao mendekat kearahnya.

 

“Hiks..”

 

Suara tangisan membuat kedua namja yang tengah berdebat itu terhenti. Kai mendecis dan melepas genggaman tangannya dari tangan Tao. Sedangkan Kris dengan penuh kelembutan membawa Tao masuk kedalam pelukannya.

 

Tao menangis.

 

Pasti namja polos itu sangat ketakutan.

 

 

“Cih!” Kai kembali berdecis dan berbalik badan pergi meninggalkan Kris dan Tao. Sebenarnya Kai benci sekali mendengar isakan tangis. Apalagi yang keluar dari bibir Tao. Kai benci itu.

 

Kris memandang kepergian Kai dengan tatapan kemenangan.

 

“Tao.. maafkan aku. Apa kau takut?” bisik Kris sembari membelai lembut rambut Tao penuh kasih sayang.

 

“Hiks..” Tao masih menangis dan menggeleng.

 

“Uljima, ne..”

 

Tao melepas pelukan Kris dan melangkah mundur. Dengan perlahan Tao menepis air matanya dan menghela nafas pelan. Kris hanya memperhatikan Tao dalam diam.

 

Oke.. kali ini apa lagi yang akan dilakukan Tao?

 

Menamparnya karena tiba- tiba mencium si Panda polos ini?

 

Kris harus menyiapkan hatinya..

 

   

Mata hitam Tao kini menatap Kris kemudian rona merah terlihat diwajah Tao. Lihatlah sang panda yang tengah tersipu malu. Benar- benar menggemaskan!

Kris menelan kasar air liurnya.

 

Tidak! Tenanglah Kris!

 

Jangan bilang kalau kau masih ingin mencium bibir mungilnya yang kini mengulas senyuman malu- malu. Oh Tuhan, jangan biarkan Kris terlihat sangat mesum didepan namja manis ini.

 

Jangan biarkan image pangerannya luntur seketika itu.

 

 

TENG TONG

 

 

Bunyi bel masuk menginterupsi dunia mereka berdua. Tao terlihat salah tingkah kemudian menggaruk kepalanya pelan.

 

“Sa..sampai nanti ge.”

 

Tanpa memandang Kris, Tao berjalan cepat menuju kelasnya melewati Kris. Sedangkan Kris masih terpaku disana dan…wajah Kris seketika itu berubah warna menjadi merah muda.

 

“Khh..” Kris menutup wajahnya dengan salah satu tangannya.

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

Kris merasakan dadanya yang bergemuruh. Detakan jantung seperti ini belum pernah ia rasakan sebelumnya. Jujur saja.. itu bukan pertama kalinya ia berciuman namun… detakan jantung dan perasaan menggebu- gebu seperti itu belum pernah Kris rasakan.

 

 

“Tao.. kau benar- benar membuatku seperti orang bodoh!”

 

 

>>> 

 

Tao masuk kedalam kelas dengan rona merah diwajahnya yang sama sekali tidak luntur. Ia duduk dibangkunya kemudian menunduk dalam. Wajah Tao terasa panas dan.. ia masih merasakan sentuhan lembut bibir Kris.

 

Tapi tunggu…

 

Seketika itu Tao berfikir…

 

Hey..

 

Ciuman.. benar! Dia sudah berciuman dengan Kris.. namun dia dan Kris tidak mempunyai hubungan apapun.

 

Sepengetahuan Tao, ciuman itu adalah aktivitas yang dilakukan sepasang kekasih, suami istri, atau pasangan yang  memiliki sebuah ikatan.

 

Sedangkan dirinya dan Kris…

 

DEG

 

Wajah Tao memucat seketika itu.

 

Apa Kris mempermainkannya?!

 

Seharusnya Tao tadi marah karena Kris merebut..err.. ciuman pertamanya. Kenapa ia malah tersipu malu dan merasa senang?

 

“Jahat…” bisik Tao pelan. “..Kris ge pasti sekarang sedang menertawakanku.” Tao tertunduk sedih.

 

 

>>> 

 

 

Chanyeol menatap aneh namja yang duduk disampingnya. Dari tadi namja itu menatap kedepan kelas dengan tatapan mata yang menerawang, wajah merah merona, dan senyuman yang tidak biasa.

Bisa dipastikan sang songsaenim jadi salah tingkah dipandangi seperti itu oleh namja tampan yang tidak lain adalah Kris, pangeran sekolah itu. Padahal sebenarnya Kris hanya melamun, kebetulan saja ia menghadap kedepan kelas.

 

Chanyeol mencoba menyenggol lengan Kris. Berusaha menyadarkan pangeran itu dari lamunannya. Namun tetap saja sang pangeran belum mau beranjak dari lamunan yang entah mengapa begitu membuatnya betah untuk tidak kembali kedunia nyata.

 

“Pssst!! Wu Fan!” panggil Chanyeol setengah berbisik.

 

Lagi- lagi namja tampan itu tidak merespon.

 

“Wu Fan! Kris! Kevin Wu! Hallo~ Hy~ Annyeong~” Chanyeol masih mencoba memanggil Kris dengan berbagai nama panggilan dan cara namun namja itu masih saja terhanyut dalam pikirannya. Bahkan kini Kris memegang pelan bibirnya dan senyum- senyum tidak jelas .

 

Chanyeol mengerjapkan matanya berkali- kali melihat sahabatnya itu bersikap aneh. Sungguh.. baru kali ini Chanyeol melihat Kris se- ‘Out Of Character ‘ini. Kris itu namja sombong yang jarang sekali memperlihatkan ekspresinya… setidaknya ia hanya akan bersikap bodoh didepan Chanyeol. Namun seseorang merubah itu..

 

Tao.

 

Chanyeol menghela nafas pelan dan melipat tangannya didada. Ia bosan dan Kris sedang hanyut dalam dunianya sendiri. Sedikit merengut, Chanyeol mendapatkan ide untuk mengerjai Kris.

 

 

“Ah,  Zitao baru saja lewat!”

 

 

BRAK

 

 

“MANA!!!” Teriak Kris sembari berdiri dan menggebrak meja.

 

 

Hening.

 

Keadaan kelas sekejap menjadi hening dengan tatapan mata seisi kelas terhenti pada Kris. Chanyeol membulatkan matanya seketika itu dan mengusap dadanya perlahan. Jujur dia kaget sekali dengan respon Kris. Ia tidak menyangka nama ‘Tao’ membuat Kris berteriak dan menggebrak meja seperti itu. Sungguh diluar dugaan.

 

“W..Wu Fan-sshi.. ada apa?” tanya songsaenim sembari memperbaiki kacamatanya.

 

Kris menatap kesekeliling kelas kemudian wajahnya berubah serius. Sepertinya ia baru saja sadar sepenuhnya. Tidak tahu harus berbuat apa, Kris menggaruk kepalanya dan tersenyum segan.

 

“Ma..maafkan saja, songsaenim..” Kris kembali duduk dibangkunya.

 

Keadaan kelas kembali normal walau beberapa murid masih melihat Kris dengan tatapan aneh. Mengerti ia dikerjai, Kris menatap tajam Chanyeol yang duduk disampingnya. Chanyeol langsung tersenyum dan mengangkat bahunya.

 

“Sialan kau!” ujar Kris setengah berbisik.

 

“Siapa suruh melamun seperti itu! Membuatku merinding saja.” Chanyeol pura- pura bergidik ngeri.

 

Kris memutar bola matanya. “Aku tidak menyuruhmu untuk mengamatiku, kan?!”

 

Chanyeol terkekeh pelan. Bagaimanapun mereka masih didalam kelas dan tidak mungkin berbicara terlalu keras dan bergerak terlalu banyak.

 

Chanyeol mencubit lengan Kris dengan nakal. “Cieee~ pangeran sudah mulai melancarkan aksinya. Aku melihatmu tadi mencium Tao Panda yang manis itu. Aiihhh~”

 

“Stt! Bisakah kau diam sejenak, Park Chanyeol!”  Kris kini menarik poni panjang Chanyeol.

 

“Appo!” Chanyeol sedikit berteriak karena ulah Kris. Walau sebenarnya Chanyeol memang sedang kesakitan.

 

Diakibatkan teriakan Chanyeol yang tiba- tiba, sang songsaenim yang baik hati itu mulai jengah dan menatap tajam kedua namja tampan yang kini masih saja saling serang tanpa memperdulikan tatapan songsaenim.

 

BRAK

 

“Park Chanyeol dan Wu Fan! Silahkan keluar dari kelas saya!”

 

 

>>> 

 

 

Kris berjalan dengan langkah cepat dan raut wajahnya nampak sangat sebal. Chanyeol masih saja tertawa tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikitpun.

 

Mereka baru saja diusir dari kelas dan Chanyeol masih bisa tertawa seperti itu?

 

Sebenarnya sebodoh apa namja bernama Park Chanyeol itu?

 

“Berhentilah tertawa, Chanyeol! Mengapa kau begitu menyebalkan akhir- akhir ini?!” Kris membalikkan tubuhnya dan menatap tajam Chanyeol yang kini menunjukkan ‘V sign’ dengan kedua tangannya.

 

“Kau saja yang terlalu sensitif, Wu Fan. Hahahaha! Tidak sadarkah emosimu mulai meledak- ledak belakangan ini?”

 

Kris terdiam.

 

Benar juga… mengapa ia jadi sering marah- marah?

 

Bukankah biasanya Chanyeol juga bersikap lebih aneh dari ini?

 

Namun mengapa ia jadi uring- uringan seperti itu?

 

“Nah! Kau jadi kepikiran, ya?.”

 

Kris memutar bola matanya dan melipat tangannya didada. “Baiklah! Aku mengaku kalau terlalu kejam padamu akhir- akhir ini.”

 

“Tidak masalah. Aku mengerti sekali, jangan lupa bahwa aku ini sahabatmu. Sejak kita belum bisa berbicara kita ini sudah kenal baik, dude!”

 

Kris mengepalkan tangannya dan mengarahkannya pada Chanyeol. Dengan cepat Chanyeol menyatukan kepalan tangan mereka.

 

“Terima kasih, Chanyeol bodoh!”

 

“Sama- sama, Kris mesum!”

 

Kedua namja itu kemudian tertawa keras sekali. Tidak menyadari bahwa mereka sedang berada di koridor sekolah. Akibatnya beberapa guru keluar dari kelas untuk menegur Kris dan Chanyeol. Beruntung kedua kaki panjang mereka berlari sangat kencang dan bersembunyi didalam toilet. Kalau tidak, mungkin saja mereka bisa mendapat hukuman yang lebih berat.

 

 

“Aigoo.. Untung kita selamat!” Chanyeol menghela nafas lega sembari menyandarkan punggungnya kesalah satu pintu toilet. Kris mengatur nafasnya agar kembali stabil dan berjalan kearah wastafel. Kris membasuh wajahnya dengan perlahan. Chanyeol mendekati Kris kemudian sebuah ide kembali terfikirkan olehnya.

 

“Kris.. daripada kita tidak ada kerjaan. Bagaimana kalau kita mengamati Zitao dikelasnya.”

 

Kris menghentikan aktifitas membasuh wajahnya begitu saja dan menatap Chanyeol dengan mata berbinar- binar. Sepertinya kali ini Kris berfikir Chanyeol sangatlah pintar walau wajah bodohnya sama sekali tidak luntur.

 

“Kau pintar, Park Chanyeol!” teriak Kris senang.

 

Chanyeol mengangguk mantap dan tersenyum bangga. “Tentu saja!”

 

“Kalau begitu, Ayo! Jangan buang- buang waktu!” Kris menarik lengan Chanyeol dengan cepat dan begitu bersemangat.

 

“Tunggu!” sergah Chanyeol.

 

“Apa lagi?!” Kris terlihat tidak sabar.

 

Sekarang Chanyeol benar- benar menganggap Kris seperti orang bodoh yang baru pertama kali jatuh cinta. Setelah menghela nafas panjang, Chanyeol mengambil sapu tangan disaku celananya dan memberikannya pada Kris.

 

“Keringkan wajah mesummu dulu.”

 

 

>>> 

 

 

Kedua namja tinggi itu kini mengintip salah satu kelas dari jendela belakang yang terdapat disudut kelas itu. Dikarena target mereka duduk dikursi paling depan, itu sedikit menyusahkan kedua namja itu untuk mengamati namja manis itu.

Mereka hanya melihat punggung Tao dan itu membuat salah satu namja tinggi yang kini mengamatinya tidak puas.

Keadaan kelas Tao sangat tenang, terlihat Sehun yang terus saja menguap dari tadi. Membingungkan memang, mengapa Sehun duduk paling depan padahal ia begitu malas dan tidak begitu peduli dengan pelajaran sekolahnya. Namun ia harus melakukannya karena Tao duduk paling depan. Bagaimanapun Sehun tidak bisa membiarkan Tao sendirian jika Tao masih saja diusili oleh para fangirl Kris.

 

“Hey, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.” Protes Kris.

 

“Kalau mau jelas, masuk saja keruang kelas Tao. Jinjja!” Chanyeol jadi berpikir bahwa Kris mulai tidak bisa berfikir jernih. Ia ingin mengamati tanpa diketahui namun juga ingin melihat wajah Tao dengan jelas. Sekalian saja Kris masuk kedalam kelas Tao lalu memandangi wajah namja manis itu berhadapan satu sama lain.

 

Kris memutar bola matanya dan kembali memperhatikan Tao dengan seksama. Chanyeol juga mengikuti kegiatan Kris hingga mata mereka tertaut pada segerombolan anak perempuan yang duduk dibelakang Tao. Mereka bermaksud melemparkan bola- bola kertas yang mereka buat dari kertas yang tidak terpakai.

 

Kris benar- benar naik pitam saat gerombolan anak perempuan itu akan melemparkan bola- bola kertas itu, namun Sehun yang kebetulan menengok kebelakang dan melihat pose anak- anak perempuan yang siap melempar bola kertas yang mereka pegang membuat gerakan mereka terhenti.

 

Kris dan Chanyeol menghela nafas lega.

 

“Sehun memang bisa diandalkan.” Ujar Chanyeol sembari mengangguk mantap. Tidak menyadari sang pangeran kini terdiam dan sedikit terluka mendengar ucapan Chanyeol yang begitu spontan.

Ada rasa bersalah yang entah sejak kapan menguasai dirinya.

 

 

 

“Huang Zitao, kau melamun? Apa kau tidak mendengarkan penjelasan saya?”

 

 

Suara songsaenim yang mengajar dikelas Tao terdengar nyaring. Kris dengan cepat kembali fokus memperhatikan Tao. Nampaknya Tao melamun dan sang guru menegurnya.

 

 

“Memangnya kenapa? Zitao dari tadi kan diam saja. Mengapa ia ditegur?” Chanyeol nampaknya protes atas perlakuan sang guru. Sepertinya Chanyeol tidak menangkap bahwa Tao ditegur karena ia melamun.

 

“Maaf..maafkan saya, songsaenim. Saya memang melamun. Pikiran saya sedang tidak fokus pada pelajaran.” Tao malah mengaku dengan polos.

 

 

Kris dan Chanyeol menepuk dahinya bersamaan. Dan ternyata didalam kelas, Sehun juga melakukan hal yang sama.

 

“Astaga! Otak Zitao itu isinya apa?” Chanyeol terperangah.

Kris hanya bisa menghela nafas panjang. “Isinya hanya kebaikan, kopolosan, dan berbagai hal lain yang tidak terjamah dunia!”

 

 

“Ap..Apa yang kau katakan! Apa kau tidak mau menuntun ilmu pergi ke sekolah?!” sang songsaenim nampak marah dengan jawaban Tao. “Keluar dari kelas saya!”

 

Mendengar ucapan sang guru, Kris merasa harus melakukan sesuatu. Dengan langkah cepat Kris berjalan menuju pintu kelas Tao. Chanyeol yang masih berdiri diposisinya hanya menepuk tangannya pelan sambil berucap ‘Oooh~’ dengan girang.

 

SRAAKKK

 

Pintu kelas Tao terbuka dengan lebar dan itu membuat seisi kelas Tao menatap pintu yang baru saja dibuka oleh namja tampan bak pangeran dinegeri dongeng itu, Kris. Beberapa yeoja fangirl Kris terdengar berteriak dengan heboh. Seakan melihat malaikat yang baru turun dari langit saat pikiran mereka terpilin pelajaran yang memusingkan akal sehat, Matematika.

 

Lain dengan Tao yang membulatkan matanya melihat sosok yang kini masuk kedalam kelas sembari mendekatinya dengan cepat.

 

“Maaf, songsaenim. Ini salah saya. Biarkan saya yang dihukum.” Ucap Kris cepat dan menunduk sopan pada songsaenim.

 

“E..eh?” songsaenim itu terlihat kaget dan bingung. “Ka..kamu bukankah anak kelas 3, Wu Fan?”

 

“Benar, songsaenim. Saya bersedia dihukum.”

 

Tao menggeleng pelan dan berdiri. “Ge.. apa yang kau lakukan?! Saya yang salah, songsaenim.” Tao kembali menatap sang guru dengan tatapan memelas.

 

“Tidak! Saya yang salah! Tao pasti pusing memikirkan perbuatan saya tadi pagi. Hukum saja saya!” Kris masih kukuh dengan pendiriannya.

 

Sehun hanya menatap Kris dengan tatapan datar dan.. sejujurnya ia ingin tertawa. Sehun seakan melihat adegan drama murahan yang bisa ditonton oleh ahjumma- ahjumma. Apalagi melihat wajah Kris yang merasa bersalah. Sehun berfikir kalau Tao pasti memikirkan perbuatan yeoja fangirl Kris. Padahal yang dipikirkan Tao… bukanlah hal itu.

 

“Saya yang melamun, songsaenim. Jangan hukum Kris-ge.”

 

“Apa yang kau katakan Tao? Sepenuhnya aku yang bersalah. Kau pasti memikirkan ciuman kita tadi pagi.”

 

Hening.

 

“APA!” Teriak Sehun dan seisi kelas nyaring sekali  setelahnya.

 

 

Chanyeol kembali menepuk dahinya lebih keras. “Bodoh! Ya Tuhan! Mereka berdua sama sajaaaa!!”

 

Tao tertunduk malu sedangkan Sehun berdiri dari tempatnya dan raut wajahnya terlihat marah. Seakan tidak memperdulikan sang guru yang kini terdiam kaget, Sehun berteriak sangat keras.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan pada Tao! Seenaknya kau menyentuh sahabatku!” Sehun kini menggebrak mejanya.

 

Kris terdiam sejenak kemudian menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Sepertinya ia baru sadar kalau ia kelepasan.

 

Keributanpun terjadi.

 

Keadaan kelas saat ini… Sehun masih saja berteriak marah. Sedangkan Tao tambah menunduk malu. Kris juga tertunduk malu dengan wajah yang sangat merah padam tidak mendengar segala protesan Sehun. Para murid perempuan malah terlihat menangis, berteriak histeris, bahkan menunduk depresi. Tidak ada bedanya dengan sang guru yang terdiam sembari memeluk buku ajarnya.

 

Chanyeol menggeleng- geleng. “Ckckck…Kris membuat kekacauan yang luar biasa.”

 

 

>>> 

 

 

 

Jam istirahat. 

 

 

Sehun, Kris, Chanyeol, dan Tao baru saja keluar dari ruang kepala sekolah. Mereka berempat baru saja dimarahi. Namun karena pengaruh Kris dan Chanyeol, mereka hanya dinasehati dengan lembut. Walau seharusnya mereka mendapat hukuman yang lumayan berat. Mengganggu kelangsungan belajar mengajar bukanlah kesalahan kecil, kan? Apalagi membuat sang guru shock. Itu tidak baik!

 

“Syukurlah masalah selesai.” Chanyeol menghela nafas pelan.

 

“Siapa bilang masalah selesai?” suara Sehun kini membuat langkah ketiga namja itu terhenti. Menatap Sehun dengan wajah bingung.

 

“Apa yang kau lakukan pada Tao tadi pagi, Wu Fan sunbaenim!” Sehun memberi penekanan pada kata ‘Wu Fan sunbaenim’. Tidak bisa dipungkiri, Sehun marah sekali. Tao adalah sahabatnya dan kalau ternyata Kris berlaku seenaknya pada Tao. Sehun tidak akan pernah membiarkan Kris hidup dengan tenang. Sehun adalah anak yang memegang erat ikatan pertemanan.

 

Saat suasana tegang itu berlangsung…

 

“Sehunnie!!” teriakan seseorang berhasil membuat wajah serius Sehun langsung berubah. “Kemana saja! Ayo kita latihan dance.. kalau terlambat Kai bisa marah.”

 

Keempat namja itu menatap seseorang yang kini mendekat. Chanyeol menghela nafas lega karena Luhan datang dan memanggil Sehun.

 

“Aisshh jangan pikirkan namja berhati dingin itu marah atau tidak, Luhan-hyung.” Jawab Sehun saat Luhan berdiri disampingnya.

“Hai, Tao panda.. Chanyeol..” sapa Luhan tanpa menyapa Kris awalnya namun akhirnya Luhan menyapa Kris dengan suara amat pelan. “..Kris.”

Mereka bertiga menganguk menjawab sapaan Luhan.

 

“Ayo cepat, Sehunnie.”

 

“Baiklah.” Sehun mengangguk dan mengusap rambut Tao lembut. “Hati- hati pada orang itu, Tao.” Ucap Sehun seraya menatap Kris dengan tatapan sinis. Setelah itu ia pergi dengan Luhan menuju klub dance mereka.

 

 

“Sebenarnya dia punya masalah apa denganku? Dia terlihat begitu membenciku.” Kris menatap kepergian kedua namja yang kini bersenda gurau itu menjauhi mereka dan hilang dibalik tangga.  Entah yang dimaksud Kris Sehun atau Luhan. Setidaknya Sehun dan Luhan memang nampak bersikap lain pada Kris.

 

Chanyeol mengangkat bahunya sedangkan Tao hanya menunduk dalam. Kris mengalihkan pandangan matanya pada Tao dan kembali diam. Chanyeol menghela nafas pelan dan menepuk pundak Kris kemudian pergi meninggalkan Kris bersama Tao berdua saja.

 

 

“Tao..” Kris mencoba memulai pembicaraan. “Maaf tadi aku-“

 

“Kenapa ge menciumku?”

 

Kris melihat wajah Tao yang memerah dan matanya yang berat. Namja tinggi itu terhenyak sesaat kemudian kembali berbicara. “Tao jangan berfikir macam- macam dulu. Aku benar- benar tidak bermaksud jahat padamu. Kumohon jangan salah tanggap dulu.”

 

“Aku tidak salah tanggap! Ge pasti bermaksud mempermainkanku. Apa ge menganggapku namja murahan yang bisa ge cium seenaknya dan.. tadi ge mempermalukanku didepan semua orang!”

 

“Itu yang kumaksud dengan salah tanggap, Huang Zitao! Aku tidak bermaksud mempermainkanmu.” Kris mulai gemas karena Tao kembali salah sangka.

 

“Sudahlah ge! Mungkin aku salah menilaimu.” Tao berbalik badan dan berjalan menjauhi Kris.

 

“Tunggu, Tao!” Kris bermaksud mencegah Tao untuk pergi namun Tao sudah berlari menjauhi Kris dengan sangat cepat.

 “Mwo!? Tunggu!!” Kris berlari mengejar Tao.

 

Melihat ia dikejar olah Kris, Tao mempercepat larinya melewati Chanyeol yang kebetulan masih berjalan dikoridor. KarenaTao berlari Chanyeol membalikkan tubuhnya dan melihat Kris kini juga berlari melewatinya.

 

“Eh! Kenapa mereka kejar- kejaran!” Chanyeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

 

 

 

 

“Jangan mengerjarku!” teriak Tao nampak ketakutan dan terus berlari.

 

“Kalau begitu berhentilah berlari, Tao!” balas Kris mempercepat langkah kakinya untuk berlari.

 

“Ge juga berhentilah mengejarkuuu!!”

 

“Makanya berhentilah berlari, aku juga akan berhenti jika kau berhenti.”

 

Jaraknya dengan Tao sudah tidak terlampau jauh lagi. Kini Kris mengarahkan tangannya untuk menangkap lengan Tao. Dan..

 

GREPP

 

Kris tersenyum berhasil menangkap lengan Tao namun..

 

BRUAAKK

 

Tao membanting tubuh Kris dengan wushu-nya.

 

 

“Ah!” Tao terkejut dengan apa yang ia lakukan. Ya Tuhan! Baru saja ia membanting tubuh Kris tanpa sadar. Refleks tubuh Tao benar- benar bagus.. atau terlampau bagus karena ia bisa membanting tubuh tinggi Kris begitu saja.

 

Tao langsung menghampiri Kris yang tergeletak dengan wajah shock. Ya Tuhan, bermimpipun Kris tidak pernah menyangka akan ada yang membantingnya seperti ini.

 

“Ge! Maafkan aku! Kau baik- baik saja?!” Tao mengangkat kepala Kris dan menidurkannya kepangkuannya. Wajah Tao benar- benar terlihat bersalah dan pucat. Apalagi raut wajah Kris yang nampak kesakitan. Tao benar- benar menyesal. Sangat menyesal!

 

“Aduuhh.. rasanya kepalaku mau pecah! Sakit sekali!” Kris berucap kesakitan.

 

“Mana yang sakit, ge!?” tanya Tao panik sekali.

 

“Kepalaku~ aduuh!” Kris mengusap kepalanya yang sebenarnya tidak merasa sakit. Namun nampaknya Kris ingin mengerjai anak panda itu dulu. Wajah Kris nampak sangat kesakitan dan itu membuat Tao merasa sangat bersalah.

 

Tao membantu Kris untuk bangkit dan mengalungkan salah satu lengan Kris dilehernya. Tao sedikit kesulitan karena badan Kris lumayan berat. Dengan langkah tertatih Tao membantu Kris yang masih berpura- pura kesakitan menuju UKS sekolah.

 

“Tahan, ge. Sedikit lagi kita sampai di UKS.” Ujar Tao dengan suara lirih menahan tangis.

 

Mendengar suara Tao, Kris jadi tidak tega. Kalau Tao sampai menangis karena ulahnya kan jadi tidak lucu padahal Kris hanya ingin sedikit mengerjai Tao. Namun… seulas senyuman manis nampak terlukis dibibir Kris memperhatikan wajah Tao yang amat serius. Tao tidak menangis, ia nampak sangat tegar dan itu… membuat Kris tersentuh.

 

 

>>> 

 

 

Di UKS

 

Malangnya tidak ada siapapun di UKS. Tao membantu Kris duduk diatas ranjang UKS dan berlari kelemari kaca tempat penyimpanan obat. Tao nampak sibuk mengacak- acak lemari itu.

 

“Ini obat diare.. ni obat apa? Mungkinkah yang ini? Atau yang ini? ya Tuhan mengapa banyak sekali macam- macam obat dilemari ini!”

Melihat Tao panik, Kris jadi semakin tidak tega.

 

Kris berjalan pelan menuju tempat Tao dan..

 

GREP

 

Kris memeluk tubuh Tao dari belakang, sedikit kaget Tao menjatuhkan beberapa obat- obatan yang tadi ia pegang kelantai.

Mata Tao membulat saat merasakan kedua lengan Kris tambah erat memeluknya. Saking dekatnya, Tao bisa mencium wangi shampoo Kris dengan samar. Ya Tuhan.. begitu memabukkan.

 

“Aku sudah tidak apa- apa. Jangan panik.” Bisik Kris tepat ditelinga Tao.

 

DEG

 

Lagi.. Tao kembali merasakan detakan jantung yang tidak biasa. Semakin lama detak jantung itu semakin kuat. Semakin membuat Tao bingung dan kehabisan akal. Ada apa dengan dirinya?

 

“Le..lepaskan aku, ge.”

 

“Tidak.. sebelum kau mendengarkan aku. Aku tidak akan melepasmu.”

 

“A..aku harus mendengarkan apa?” tanya Tao terbata- bata.

 

“Benarkah kau berpacaran dengan namja bernama Kai tadi pagi?”

 

Mata Tao membulat sempurna mendengarkan pertanyaan Kris. Apa yang harus Tao jawab? Jika ia mengatakan bahwa Kai mengancamnya dan mereka menjadi sepasang kekasih karena hal itu, Kris bisa- bisa tahu rahasianya namun jika ia menjawab Kai adalah kekasihya, Tao sama sekali tidak menyukai Kai. Jadi Tao harus berbohong atau jujur?

 

Kris menghela nafas karena menyadari kalau Tao sedang melamun. Perlahan Kris membawa tubuh Tao berhadapan dengan tubuhnya. Senyuman manis kini terlukiskan dibibir Kris melihat mata Tao menatapnya dengan begitu memelas.

 

“Aku..aku tidak tahu harus menjawab apa, ge.” Jawab Tao sembari menunduk.

 

 

Kris menangkup wajah Tao agar menatap wajahnya. Kini mata mereka tertaut cukup dalam.

Ya Tuhan.. manis sekali dia.” Bisik Kris dalam hati. “Tenang Kris! Tenang!”

 

“Aku akan memperbaiki pertanyaanku… siapa Kai itu?” tanya Kris setelah yakin dapat mengendalikan dirinya.

 

Tao diam saja dan Kris merasakan tatapan mata Tao terlihat sangat aneh. Entahlah.. Kris belum bisa menangkap maksud tatapan itu. Dengan perlahan Tao menyingkirkan kedua tangan Kris dan menunduk dalam.

 

“Kai itu…. sahabatku sejak kecil… bahkan saat aku pindah ke Korea..keluarga Kai mengasuhku untuk sementara. Dan.. kami benar- benar…. sepasang kekasih sejak .. tadi malam.” Jelas Tao dengan suara yang amat kecil dan pelan. Nyaris berbisik.

 

Mendengar itu tentu saja Kris kembali terhenyak. Nampaknya benar bahwa Tao dan Kai memang berpacaran namun anehnya… Tao nampak takut bukannya bahagia. Apakah ekspresi seperti itu yang diperlihatkan seseorang saat membicarakan kekasihnya?

Tentu saja bukan.

 

Kris menghela nafas pelan dan ia rasa ia harus menyelediki hal tersebut.

 

 

“Kau nampak tertekan.. apakah dia memaksamu untuk menjadi kekasihnya?” tanya Kris lagi.

 

Tao kali ini benar- benar diam membatu. Ia tidak mau menjawab pertanyaan Kris. Benar- benar tidak mau. Jika ia mengatakan bahwa Kai memang memaksanya, masa lalu Tao akan terbongkar dan.. Kris pasti akan menjauhinya..

 

Sama seperti orang- orang itu…

 

Orang- orang yang menyebabkan Tao dan ibunya harus meninggalkan segalanya dan pindah ke Korea.

 

Tao memutuskan untuk meninggalkan Kris dan berlari keluar ruang UKS. Kris tentu saja mengikuti Tao namun langkah Kris terhenti saat mendengar bisikan Tao yang tertangkap samar ditelinganya.

 

“Biarkan aku sendiri.”

 

 

>>> 

 

 

Malamnya.

 

Seperti biasa Kris dan Chanyeol menghabiskan malam di pub tempat Baekhyun bekerja. Mereka duduk ditempat favorit Chanyeol, yaitu dekat dengan meja bartender. Agar bisa selalu melihat Baekhyun walau hanya sekilas.

Namun tidak seperti malam- malam sebelumnya, kali ini Chanyeol sibuk mengambil botol dan gelas anggur yang digunakan Kris untuk minum. Tampaknya Kris akan pulang dengan keadaan mabuk, pasalnya ia sudah meneguk beberapa botol alkohol tanpa henti sejak mereka masuk. Alhasil Chanyeol jadi sangat kewalahan karena mencegah Kris untuk terus minum.

 

“Berhentilah, Wu Fan! Sebenarnya kau segalau apa hingga jadi seperti ini?!” Chanyeol yang mulai lelah akhirnya mengambil paksa botol alkohol dari tangan Kris.

 

“Tanyakan saja…..pada…siapa.. hahaha… kau bodoh.. kau bodoh sekali~”

 

Chanyeol memutar bola matanya dan menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi. Sepertinya Kris memang mabuk.

 

“Kenapa dengan Kris-sshi?”

 

Suara lembut yang tiba- tiba terdengar membuat semangat Chanyeol kembali menyala. Dengan cepat ia membalikkan tubuhnya dan melihat malaikat pujaannya. Baekhyun.

 

“Baekhynnie~ my byunnie~” Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan melingkarkan tangannya dipinggang Baekhyun sembari mengusapkan wajahnya diperut Baekhyun. Seperti anak kucing yang bermanja- manja pada ibunya.

 

Baekhyun menghela nafas pelan dan memukul kepala Chanyeol.

 

“Mwo?! Kenapa memukul kepalaku?” Chanyeol memanyunkan bibirnya karena perlakuan Baekhyun yang tidak segan memukul kepalanya. Chanyeol melepaskan pelukannya dan terus memasang wajah merajuk.

 

“Kris-sshi kenapa? Tidak biasanya dia mabuk seperti ini.” Baekhyun malah lebih tertarik bertanya tentang Kris yang terus mengoceh tidak jelas bahkan tertawa beberapa kali daripada mengurusi Chanyeol yang tengah merajuk.

 

“Dia galau karena namja yang dia sukai sudah berpacaran dengan namja lain.” Jelas Chanyeol yang akhirnya membatalkan niatnya merajuk karena melihat wajah Baekhyun yang sedang bingung. Chanyeol suka sekali berbagai ekspresi wajah Baekhyun, entah mengapa begitu menarik dan membuatnya luluh seketika.

 

“Oh ya? Ada juga namja yang bisa menolak Kris-sshi?”

 

“Tentu.. memangnya kau tidak bisa menolak pesona Kris, oeh?” Chanyeol nampak cemburu sekali.

 

Baekhyun tertawa pelan dan mengusap rambut Chanyeol lembut. “Tentu saja aku salah satunya. Aku jauh lebih sulit menolak pesonamu daripada pesona Kris-sshi.”

 

Ya Tuhan, Chanyeol bersumpah ingin sekali memeluk namja yang kini tersenyum sangat manis kearahnya. Begitu manis hingga Chaneyol bersumpah seperti melihat malaikat tanpa sayap.

 

“Hmm.. kalau begitu aku akan ambilkan air putih hangat untuk Kris-sshi. Permisi~” ujar Baekhyun seraya berbalik badan namun langkahnya terhenti saat tangan Chanyeol menangkap lengan kurus Baekhyun.

 

“Ya?” tanya Baekhyun sembari mendekatkan telinganya kearah Chanyeol. Musik pub baru saja berbunyi sangat keras. Sepertinya akan semakin keras karena DJ sudah memutar piringan musiknya.

 

“Bagaimana kalau aku menunggumu pulang kerja.”jawab Chanyeol setengah berteriak agar Baekhyun mendengarkan ucapannya.

 

“Maaf! Hari ini aku akan berkerja lembur. Ada pegawai baru yang harus aku ajari.”

 

Chanyeol mengerucutkan bibirnya karena tidak puas dengan jawaban Baekhyun. “Mengapa harus kau yang mengajarinya?”

 

“Gajiku akan ditambah jika aku bersedia mengajarinya.”

 

“Jika begitu aku akan mengganti upah lemburmu. Pulanglah bersamaku. Ya~” Chanyeol mencoba membujuk Baekhyun namun Baekhyun hanya menghela nafas panjang dan menggeleng.

 

“Tidak! Kau jangan seenaknya, Park Chanyeol. Sudah.. aku akan mengambil air hangat untuk Kris-sshi.”

 

Baekhyun melepas tangan Chanyeol dari lengannya dan berjalan menjauhi tempat Chanyeol dan Kris. Masih dengan wajah kesal Chanyeol membuka kacang dan memakannya dengan memanyunkan bibirnya.

 

 

GREP

 

 

Tiba- tiba Kris memeluk tubuh Chanyeol dan terdengar tawa kecil dari mulut Kris.

 

 

“Tao..jangan lari-lari~ aku susaaaaaaahh sekaliiii mengejarmu~” suara Kris terdengar menjijikkan dipendengaran Chanyeol. Dengan wajah datar Chanyeol menatap Kris yang masih memeluk lengannya dengan erat.

 

“HYA! Wu Faaaannn!!!” teriak Chanyeol sembari mendorong wajah Kris yang ingin menciumnya. Gila.. Kris mengira Chanyeol adalah Tao? Benar- benar.. dalam fikiran Kris hanya ada Tao, Tao, dan TAO.

 

“Kenapa kamuuu…punya…..namja lainnn? Jahaat~”

 

Image Kris benar- benar jatuh sejatuh jatuhnya. Chanyeol bersumpah para fangirl Kris yang melihat Kris seperti ini akan berfikir kembali untuk menjadikan Kris idola mereka. Chanyeol berusaha melepaskan pelukan Kris pada lengannya dan nampaknya Kris kini ingin bermanja- manja dengan Chanyeol yang ia sangka adalah Tao.

 

“YA! WU FAN! SETELAH KAU SADAR AKAN KUBUNUH KAUU!” Teriak Chanyeol geram namun redup dalam kerasnya musik yang menguasai pub itu.

 

 

 

 

>>> 

 

 

 

Baekhyun mengambil segelas air hangat dan menaruhnya diatas nampan. Ia bermaksud mengantarkannya untuk Kris.

 

“Permisi.. Baekhyun-sshi.”

 

Suara lembut kini menginterupsi kegaiatan Baekhyun. Perlahan Baekhyun membalikkan tubuhnya dan tersenyum pada sosok yang sedikit lebih tinggi dari dirinya.

 

“Kau sudah membaca buku petunjuknya? Setidaknya kau bisa sedikit mengerti bagaimana bekerja di pub.”

 

Namja manis itu mengangguk pelan. “Aku sudah membacanya, Baekhyun-sshi.”

 

Baekhyun tersenyum. “Aigoo~ kau nampaknya sangat polos ya. Jadi khawatir kau bekerja ditempat seperti ini. Yang pasti kau harus berhati- hati.”

 

Namja manis itu mengangguk pelan. “Baik, Baekhyun-sshi.”

 

“Setelah aku mengantarkan air hangat ini aku akan mengajarimu beberapa hal. Jadi tunggu aku diruang loker saja.. hmm.. siapa namamu? Maaf aku lupa.”

 

Namja manis itu tersenyum maklum. “Huang Zi tao.”

 

 

TBC

 

RCL YAAAHHHH

TAORIS SHIPPER MANA MANA MANAAA~

Kesian amat dah si Kris gw bully habis- habisan di ff ini

Hahaha

Tidak apa-apalah

Sekali- sekali aku bully yah

Sekali lagi RCL yaahh~ gomawo ^^

 

148 thoughts on “TAORIS FF | BELOVED | PART 4

  1. Kai jd pmran jhatny y.. aduh ngbyangin smirkny kai.. kkkk…
    Tao mkin lma mkin bkin greget d.. hahahaha.. antra polos sma pabho bda tpis.. wkwkwwk

  2. orang galau pikirannya memang kemana-mana
    orang jatuh cinta juga akan berubah drastis ckckckckck

    tao kasihan banget, memang masa lalunya tao apa sih???
    segitu takutnya sma kai

  3. astaga,chapter ini kocak banget aku sampe ngakak guling”… kris disini dinistakan sekali huahahahahaha….*ketawa evil bareng chanyeol kai jahat baget dia mengekspresikan rasa sukanya dengan kekerasan#lirik chapter 7
    eon,aku baru inget aku pernah baca chapter ini.. cuma chapter ini dan chapter ini sukses bikin aku penasaran sama yaoi padahal sebelumnya aku suka yg straight dan wktu itu aku sama sekali gx kenal sama exo sekarang tergila” banget sama exo apalagi taoris ff eon bagus banget sich

  4. Aku suka sifatnya Chan~chan di sini unn^^

    chapter ini uda lama aku baca, cuma gak berani komen T_T
    mianhee kak…
    *tabok diri sendiri

    kak Hyobin FIGHTING!!! :*

  5. apa2an tuh duo tiang ngrusuh
    aku suka adegan dikelas tao
    apalagi kris bilang kejadian nyium tao

    aduh yang satu polos yang satunya lagi sama aja gak ada bedanya
    banyak yang patah hati gara2 tao tuh

    HYOBIN EONNI FIGHTING

  6. Astaga…
    Gk normal semua ini mah,,ckckck

    kris nista sekali di chap ini,,hahaha*poor

    eh, Huang ZiTao? Yaampun nak kok bisa? Kerja di pub? Kalau kamu di grepe”(?) om om mesum gmn?

  7. kris kamu bener”telah masuk dalm pesona sipanda yg polos,tao km bener”bikin Q jatuh hati..jdi pengen tau masalalunya si panda,ampe segitunya,

  8. Kris wu !! Kasian ya kamu dinistakan banget…
    Tao ga salah ambil kerjaan tuh?? Klo di repe om genit gimana aaaaa

    Keren keren… Lanjut chapt 5 ne🙂

  9. ini ketawa sampe nangis -_- aku suka banget akhirnya ada juga yg berani nistain/? kris hahahaha kayaknya ini genrenya harus ditambahin jadi comedy deh eon. Astaghfirullah ngakak gak berhenti2

  10. Ini Kainya tega banget sama Tao,krisnya lembut gitu sama tao,kris bener2 protective ya sama Taonya pas adegan d pub itu lucu banget ga kebayang itu muka polosnya😀

  11. tao polosnya kebangetan bgt….tp saya suka tao yg apa adanya gtu *dilempar sendal ama kris*

    taooo..knp krja di bar sich naakk…ada banyk om-om genit pnyuka baby panda plos kyk kmu….

    lanjut thoor…Cia you

  12. Kyaaaa! Pandaa kamu kok polos bgt siih? Jjur amaat sma soensangnimmu!
    Kenapa krja di pub syang?

    Next

  13. This is comedy story,..
    Kris gege knpa mlamun smpai gtu,yeolly oppa jua og ngerjain bestfriendnya gtu. Astajim,kris memohon dia dihukum dmi si baby panda

    aigo,. Tag bsa merangkai kta lbih lajut thor.. Intinya ,. I like it

  14. EBUSTE SIALAN INI KOK TAO YAALLAH NGAPAIN KERJA DISITU PRETTTTTT GEMES ADUH CAPSLOCK KEINJEK KAN ADUDUCH ETJIE KISSING SCENE CIE /apasih/ /kabur/

  15. tao tao tao unyuuu panda poloss, baik lagi dikerjain pasrah aja, di cium pasrah juga wkwkwkw
    baekyeol momentttt~~~~
    sehun dalem perasaannya sama luhan kayanya,,,,
    tao kenapa kerja di tempat baekhyun jugaa??

  16. Waah tor .. ketawa sambil guling guling ni. Garuk tembok malah .
    Ga kebayang wajah se dingin kris itu merengek merengek galau .. apalagi manja manjaan bareng chanyeol😀
    Nistain aja kris nya tor . Asal kn jangan baekhyun sama chanyeol aja yg di nistakan . Banyakin chanbaek moment yaa thor😀

  17. Mingse lu kok ga kira kira cium orang, jangan jadi ahjussi mesum nak ingat itu wkwk
    sumpah chanyeol sama kris jadi mirip ketoprak disini, kenapa jadi duo racun, koboy kucay apalah itu. Keren wkwk

  18. yatuhan tao kerja di pub. si kris galau gila….
    zitao keyaknya trauma ya ini hmm makin seruuu ceritanya
    keep writing!!

  19. Kok jdi galau gni yah pas baca tau kerja di bar kaya gtu, takut taonya di Grepe grepe sama om mesum :-X

  20. Aaaaaa, keren banget part ini. Andai saja saya punya teman yg sifatnya kayak chanyeol ama kris.pastilah hidup saya makin berwarna*malah curhat*
    Okelah, overall, it’s great ff *halah*

  21. penasaran kai itu siapa hadehhh -,- kris bisa sampe segitunya ya liat tao pacaran sama kai hahahaha. nice ff kak ^^

  22. Kris ya .. Cara lain mungkin (?)
    Jadi kai itu .. *?*
    Sedih rasanya liat tao begini huhuhu (?)
    Makin penasaran sama ceritanya u,u
    AkkHh XO

  23. Tao, polos sekali kamu nak kkkk~
    kapaaan tao bisa lepas dari jeratan Kai *ceilah, jeratan.. bahasanya ckck*
    Tao bener-bener sukses menjungkirbalikkan dunia Kris.. Kelakuan kris jadi absurd banget gara-gara perasaannya ama tao wkwkkk
    Kris kalo mabuk jadi ooc ya -__-
    Huaaaa, Tao mau bekerja di bar yang sama dgn baekhyuno_O
    Aigoo, dunia kerja seperti itu nggak cocok ama kamu Tao ><

  24. ahhh.. aku bener2 ketagihan sma ff taoris smpe diomlin mama krna senyum dan ketawa sendirian kaya orang gila..
    *adegan kris sma kai lagi narik2 tao
    sudah2.. jangan tarik2 tao gtu dong kasiankan tangan baby pandaku sakit.. *ngelepasin tangan kris dan kai dri tao..
    lebih baik klian tarik aku aja.. *MALES!! jawab kai dan kris
    me : “yaudah “*trus lari sambil nyulik baby panda (tao) ke rumah
    kai : “ngapai lo bwa pacar gw “*kai udah teleport ke rumah gw
    kris : “iya.. cepet balikin panda gw atau gw bakar rumah lo!!”
    kai : “eh dia pacar gw!”
    kris : “enak aja!! dia milik gw!!”
    *kai dan kris bergulat.. sumo.. smack down dll
    *aku dan tao nontonin sambil makan popcorn

  25. krrriiiss gw tau lo udah ambil ciuman pertama baby panda gw.. hiks2 *sambil nangis seember
    tpi.. GK USAH PAMER JUGA DI DPAN KELASNYA TAO!! *nendangin kris trus jambak rambut kris

  26. Sekalian aja kris cium yeolie … nanti pas bangun tidur … tu bibir dah hilang … # plak😄 …. gomawo onie …😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s