Oneshoot | EXO Couple | Morning Story

Author: Nine-tailed Fox

Title: Morning Story

Genre: Romance…iya kali~

Cast: Chanyeol – Baekhyun. Sehun – Luhan. Jongin – Kyungsoo

Length: 1Shoot

Rating: PG13

 

WARNING: THIS BOYS LOVE STORY! OOC! SHOUNEN AI! DLDR!

 

Ps: Saya suka seme berkuasa. Haha!

 

Yuk mari!

Lanjut!

 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

 

Chanyeol – Baekhyun Morning Story.

 

… … …

 

“Chanyeol bangun. Chanyeol banguu~n!”

 

Hampir lebih dari sepuluh menit Baekhyun melakukan kegiatan sia-sia ini…membangunkan Chanyeol sang raja tidur karena matahari hampir mencapai tengah langit. Benar jika hari ini tak ada kegiatan penting yang harus mereka lakukan, tapi memangnya Chanyeol mau tidur sampai kapan? Bukankah ia juga perlu sarapan, berganti pakaian dan sebagainya? Kenapa namja bertubuh tinggi ini selalu tertidur seperti orang mati? Apa karena itu tubuhnya tinggi menjulang…karena ia banyak tidur?

 

“Chanyeol! Sarapan, sarapan! Mandi! Ganti pakaianmu!”

 

Baekhyun mencoba berteriak ditelinga lelaki tampan yang saat ini masih dalam keadaan mata terpejam, naik keatas ranjang dan duduk tepat disamping tubuh tegap Chanyeol, mengguncang-guncangkan perut kekasihnya yang terasa keras saat ia sentuh, oh tentu saja itu pasti dikarenakan hobi Chanyeol yang suka berolahraga membuat otot tubuhnya terbentuk sempurna.

 

“Euungh…bangunkan aku saat dunia kiamat saja Baekhyun…”

 

“Hei! Pabo! Jangan bicara sembarangan!”

 

Lelaki berparas manis itu memukul perut Chanyeol, namun mungkin tindakannya itu tak terlalu berarti karena tenagannya yang lemah. Hal tersebut hanya berhasil membuat Chanyeol kembali menarik selimutnya hingga sebatas leher dan bergelung dengan nyaman. Satu-satunya hal sepele yang mampu membuat Baekhyun nyaris frustasi hanyalah membangunkan Chanyeol.

 

“Chanyeol…Chanyeol anak beruang. Masa hibernasimu sudah habis, ayo bangun dan makan…apa kau tidak mau makan? Ah, bagaimana kalau minum susu saja? Para jerapah pasti akan senang mendapat kawan baru.”

 

Senyum tipis tercipta melengkapi paras menawan Chanyeol saat mendengar ungkapan lucu yang terlontar dari mulut kekasihnya itu. Terlebih Baekhyun mengucapkannya dengan wajah lesu dan terkesan merajuk, meski sebenarnya ia tahu kalau lelaki manis tersebut pastilah mulai merasa jengah. Namun Chanyeol merasa sangat sayang seribu sayang jika ia harus terbangun secepat seharusnya, lihat sisi positifnya…jika ia terbangun sedikit lebih lama, Baekhyun akan selalu berusaha membangunkannya dengan susah payah dan sumpah demi apapun hal tersebut sangatlah  menggemaskan bagi Chanyeol!

 

“Yaa…aku akan bangun Baekhyun…” Chanyeol mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang namun dengan mata yang masih terpejam, ia kembali berucap “Aku akan bangun jika kau membangunkanku dengan cara ‘itu’ ?”

 

Kedua alis Baekhyun terangkat membuat kedua mata mungilnya sedikit membesar…dengan jelas ia dapat melihat senyum jahil diwajah tampan kekasihnya, dan itu membuatnya sedikit…panik.

 

“Cara…’itu’ ?”

 

“Yes, please.”

 

Baekhyun menghela nafas pasrah, lagi-lagi ia harus melakukan hal konyol hanya untuk membuat Chanyeol si anak beruang meninggalkan tempat tidurnya yang nyaman.

 

“Baiklah…”

 

Oke, oke siap atau tidak…mau atau tidak. Tapi tapi…kamar ini benar-benar aman bukan? maksudnya, Chanyeol tak meletakan sesuatu seperti kamera tersembunyi atau CCTV kan? Oh yah, tentu Baekhyun tak kan pernah melupakan salah satu kejahilan Chanyeol…kekasihnya itu merekam kegiatan tidurnya selama satu malam penuh! Alhasil, ia ditertawai sepanjang hari oleh namja tampan yang tak henti-hentinya meledek bagaimana cara Baekhyun menguap saat tengah tertidur, mengigau dan menendang-nendang bantal tanpa sadar…yah meski pada akhirnya Chanyeol akan tetap mengatakan kalau semua itu sangat cute…−

 

“Aku menunggu Baekhyun.”

 

Suara khas milik Chanyeol memecah lamunan kecilnya. Baekhyun segera beralih menatap paras tampan kekasihnya itu dan sedikit merengut kesal karena kedua matanya masih saja terpejam nyaman.

 

“Iya baiklah…akan kulakukan cara ‘itu’…”

 

“Pintar…−“

 

Baekhyun menghela nafas hingga kedua pipinya sedikit mengembung…ia sempat meneguk liur paksa sebelum akhirnya merendahkan tubuh. Mendekatkan wajahnya kepada wajah Chanyeol seraya mulai menjulurkan lidahnya.

 

Menjulurkan lidah mungilnya yang lembut, lembab dan…

 

Menjilat bibir Chanyeol.

 

Ia bisa merasakan perubahan bentuk bibir Chanyeol. Oh ya tentu saja kekasihnya itu pasti tengah tersenyum puas saat ini.

 

Dengan lidah mungilnya…Baekhyun terus membasahi sebagian wajah Chanyeol dengan liurnya, seraya sesekali memberikan kecupan ringan hingga suara kecupannya terdengar jelas bahkan ditelinganya sendiri. Oh Tuhan ini sungguh memalukan! Sejenak ia merasa seperti seekor anak anjing yang bermanja-manja terhadap tuannya. Ia terus menjilat bibir Chanyeol, dagu, pipi dan rahang…seperti biasanya. Tentu saja…ini bukan kali pertama Baekhyun melakukan hal semacam ini.

 

Hingga kedua mata jernih milik Chanyeol terbuka…secara spontan Baekhyun akan menghentikan tindakannya.

 

Seperti saat ini…gerakannya langsung terhenti dan tubuhnya bagai terkunci saat sepasang mata jernih berhiaskan mutiara hitam itu memerangkapnya.

 

“Hari ini…kau menggunakan pasta gigi rasa pisang?”

 

“I-ya…”

 

Senyum Chanyeol mengembang sempurna, siapa yang tidak bahagia jika saat pertama kali membuka mata dipagi hari langsung dapat melihat hal menggemaskan, lucu dan manis seperti Baekhyun ini?

 

Tuhan…burung bahkan belum berhenti berkicau dan Chanyeol sudah tidak tahan lagi untuk sesuatu yang sanggup membuatnya melayang melewati atmosfer bumi.

 

“Wuaa!”

 

Seruan Baekhyun terdengar saat Chanyeol secara tiba-tiba mendorong tubuh kecilnya agar turut berbaring diranjang…dan entah sejak kapan kini tubuh Chanyeol telah berada diatas tubuhnya sendiri, wajah mereka bahkan hanya berjarak kurang dari satu senti. Kenapa dalam hal semacam ini, Chanyeol selalu sigap dan cepat?

 

“Pantas saja, rasanya manis. Aku suka.”

 

Dan itulah kata-kata terakhir yang Chanyeol lontarkan sebelum akhirnya mempertemukan bibirnya dengan bibir Baekhyun.

 

Ia mengawalinya dengan kelembutan hingga akhirnya berangsur-angsur berubah menjadi ciuman yang menuntut dan terkesan kasar…namun tetap tak luput dari sentuhan manisnya cinta.

 

Tak hanya sekali Chanyeol membisikkan buaian manis disela cumbuan mesranya. Menjadikan ciuman ini tak hanya sebagai sentuhan bibir belaka, namun juga sebagai cara penyampaian perasaan dan kasih sayang yang merupakan bagian dari ikatan pemersatu hati keduanya.

 

“Hanya kau yang selalu mampu membuat pagi hariku menyenangkan, Baekhyun.”

 

.

.

.

 

Sehun-Luhan Morning Story

 

… … …

 

Indera pendengaran Luhan cukup sensitive, hanya dengan mendengar suara kicauan burung saja kedua mata beningnya tak butuh waktu lama untuk segera terbuka menyambut pagi.

 

Ia melenguh pelan sejenak seraya meregangkan otot tubuhnya yang kaku, setelah merasa cukup nyaman Luhan pun memaksa tubuh kurusnya untuk bangun, menyikap selimut dan duduk ditepian ranjang. Lelaki berparas layaknya peri kecil itu menguap kecil, kantuk belum sepenuhnya hilang.

 

“Pukul berapa sekarang?”

 

Dengan kesadaran yang mulai penuh tangan nya terulur untuk meraih sebuah jam weker berbentuk bola sepak diatas susunan laci samping tempat tidurnya. Ia hanya bergumam melihat jarum pendek yang menunjukan jika sekarang saatnyalah untuk sarapan.

 

“Se…”

 

Suara merdunya berhenti mengalun dengan keadaan bibir atas dan bawah yang terpisah, saat ia menoleh dan mendapati sang kekasih yang menemaninya tidur semalam masih terlelap dengan pulasnya. Luhan tak dapat menahan senyum merekah memandang sosok malaikat terkasihnya tersebut. Ia mengulurkan tangan untuk mengusap lembut puncak kepala Sehun, sang kekasih dengan penuh kasih.

 

“Ah! Benar juga, sebaiknya aku lekas mandi sebelum dia terbangun.”

 

Luhan beranjak meninggalkan ranjang setelah sebelumnya membenarkan posisi selimut yang menutup tubuh putih Sehun, kekasihnya itu terlihat nyaman sekali.

 

Tak beberapa lama kemudian terdengarlah suara shower dan kecipak air dari luar kamar mandi, kamar mandi yang terletak didalam kamar tidur Luhan dan Sehun.

 

Selesai membersihan tubuh, Luhan meninggalkan ruang kaca shower dan memijak lantai marmer kamar mandi yang kering. Meraih handuk putih bergambar chopper miliknya yang tersampir pada gantungan dekat wastafel, lalu menggunakannya untuk mengeringkan tubuh serta rambutnya. Sambil terus mengamati tubuh polosnya dihadapan cermin wastafel, dalam hati ia merasa lega karena seluruh jejak kasih sayang Sehun telah sepenuhnya hilang, kini leher, bahu, dada, perut dan…oke yang terpenting kini seluruh bagian tubuhnya telah bersih total.

 

Seusai mengeringkan tubuh dan rambut, Luhan melilitkan handuk tersebut pada pinggangnya untuk menutupi bagian setengah perut hingga lututnya, lalu melangkah mendekati pintu dan meraih gagangnya bermaksud meninggalkan kamar mandi.

 

‘Klek~’

 

“Hyuuungg! Aku mau ikut mandi dengan mu!!”

 

Gawat!

 

Luhan reflex menutup kembali pintunya namun terlambat…tangan Sehun telah lebih dulu menahan daun pintu dan mencegahnya tertutup rapat.

 

Dan dapat diperkirakan apa yang terjadi selanjutnya, terjadilah adegan dorong-mendorong pintu kamar mandi antara sepasang kekasih tersebut. Luhan yang bersikeras menutup kembali pintu dan Sehun yang mencoba membuka pintu secara paksa.

 

“Hyung, aku hanya mau mandi…kenapa…kau pelit sekali! Bukaa~!”

 

“Tidak! Kau menyingkir dulu! Tutup mata sampai aku selesai berpakaian…lakukan semua itu atau pintu ini tidak akan kubuka!

 

“Aku mau mandi sekarang, hyung!”

 

“Biarkan aku keluar dan berpakaian dengan tenang…Sehuu~n!”

 

Oh yeah, tentu Luhan tahu maksud terselubung dari keinginan Sehun yang keras kepala ini, sepertinya tadi ia menghabiskan waktu terlalu lama dikamar mandi sehingga Sehun terbangun lebih dulu sebelum ia selesai dengan urusannya didalam sini.

 

Sekarang yang jadi permasalahannya adalah…Luhan mulai tak sanggup lagi menahan dorongan Sehun terhadap pintu. Tenaga kekasihnya itu tentu saja jauh lebih kuat, liat saja tangan-tangannya yang panjang dan lebih berisi ketimbang milik Luhan yang kurus dan terkesan tak bertenaga.

 

Tapi Luhan harus bertahan atau ia akan menjadi santapan pagi anak singa yang kelaparan karena semalam ia menolak memberinya makan.

 

“Hyung buka! Biarkan aku masuk!”

 

“Janga~n harap! Aku tahu niatmu sebenarnya Oh Sehun! Kali ini aku tidak akan kalah! Sejak beberapa hari lalu aku mulai rajin minum susu, berat badanku pun naik dan tubuhku lebih berisi sekarang. Ayo lawan aku, aku tidak akan kalah! Uughh~”

 

Luhan mulai ribut berceloteh akan hal yang membuat Sehun menertawainya dalam hati, maksudnya bukan meledek, hanya saja…siapa yang tidak akan tertawa jika berhadapan dengan makhluk lucu nan menggemaskan seperti Luhan kekasihnya ini? Sebenarnya, disaat Luhan susah payah menahan dorongan Sehun pada pintu…namja tampan itu tenang-tenang saja mengerahkan sedikit tenaganya, toh pada akhirnya tetap Luhan yang akan kalah. Sehun sangat suka menggoda kekasih manisnya itu dipagi hari cerah seperti ini.

 

“Jadi kau sudah tahu keinginanku, hyung? Yasudah tunggu apalagi? Kita sudah sering mandi bersama bukan? Aku juga sudah melihat seluruh bagian tubuhmu, aku bahkan tahu jumlah hitungan bulu matamu juga ukuran kuku-kuku jari tanganmu yang kecil itu…ah, atau kau takut kalau aku menggigit lagi…−“

 

“SEHUN STOP!”

 

Sehun reflex berhenti menekan pintu begitu pula dengan Luhan yang terpaksa berteriak karena kekasihnya itu mulai mengoceh dengan mengatakan hal yang sepatutnya. Lelaki manis itu terengah, jujur ia merasa cukup lelah. Dan Sehun yang sangat menyadari hal tersebut, dengan diam-diam memasukan tangannya melalui celah pintu, menggapai lilitan handuk ditubuh Luhan…setelah itu menariknya dengan sengaja hingga terlepas dan terjatuh kelantai.

 

Astaga ia bahkan sempat melihat sebagian paha putih Luhan yang terlihat seperti cream vanilla…manis, lembut dan…−

 

“GYAAA!!!”

 

Belum sempat Sehun membayangkan lebih jauh…teriakan panic dari Luhan mengancurkan angan-angan indah dalam otaknya.

 

Kini Sehun dapat leluasa membuka pintu kamar mandi dan memasukinya…ia tersenyum melihat Luhan yang kini terduduk dilantai kering seraya berusaha menutupi bagian terpenting tubuhnya dengan selembar handuk yang beberapa detik lalu masih bertengger rapi dipinggangnya.

 

“Awas kau Sehun!”

 

Luhan selalu menggemaskan, bahkan dalam keadaan kesal dan marah sekali pun. Dan sikapnya yang sok dewasa itu membuatnya semakin cute dimata Sehun. Ternyata usia memang bukanlah ukuran kedewasaan seseorang. Meski usia Luhan terpaut beberapa tahun diatas Sehun, namun tak jarang ia terlihat kurang fokus dan linglung layaknya anak playgroup yang tersesat.

 

Namun semua itu bukanlah alasan mengapa Sehun amat mencintai kekasihnya ini…Sehun mencintai Luhan, karena Luhan adalah Luhan. That’s it.

 

“Hyung, kau berkeringat. Sebaiknya kau mandi lagi…” Sehun merendahkan tubuhnya agar lebih mudah mengangkat Luhan seperti sepasang pengantin baru, lalu berbisik tepat ditelinga sang kekasih “Kali ini bersamaku…”

 

Suara lembut Sehun berhasil menggelitik indera pendengarannya, melumpuhkan seluruh syaraf ditubuhnya. Sungguh, Luhan terkadang menyesali tubuhnya yang terlalu sensitive. Lelaki berparas peri itu hanya terdiam saat Sehun membawanya dan saat tersadar ia telah berada didalam bathtub bersama Sehun yang memposisikan diri diatas tubuh kecilnya.

 

Luhan menjadi sedikit waspada menyadari Sehun yang menatap lekat padanya dengan memasang tampang yang seolah sedang berpikir.

 

“Hmm~ tubuhmu memang terlihat tak sekurus dulu…dan…kurasa suhu tubuhmu pun mulai…menghangat.”

 

Senyuman jahil mengiringi ucapan Sehun membuat Luhan langsung meronta, namun dengan cepat sepasang tangan kokoh sang kekasih menahan tubuhnya hingga ia terpaksa terdiam.

 

Sehun masih bersama senyum jahilnya…dengan menatap lekat kedua mata jernih Luhan, lelaki tampan itu mendekatkan wajahnya dan kembali berbisik.

 

“Kau terlihat seperti hidangan yang baru saja matang dan siap untuk disantap, hyung.”

 

Dan tanpa membiarkan Luhan melontarkan ucapan lain sebagai balasan…Sehun telah lebih dulu memanjakan leher sang kekasih dengan bibirnya.

 

Dengan lihai Sehun melakukannya. Meninggalkan jejak kasih sayang menambah keindahan kulit putih leher Luhan yang halus dan lembut, tempat yang menjanjikan padanya kepuasan dan kebahagiaan batin tak terhingga.

 

Sehun menggigit pelan daun telinga Luhan namun tetap sanggup membuat lelaki manis itu mengerang sakit…merasa sedikit bersalah, dengan suara yang ia buat selembut mungkin layaknya hembusan angin…Oh Sehun berkata.

 

“Hanya kau yang selalu mampu membuat pagi hariku menyenangkan, Luhan.”

 

.

.

.

 

Jongin-Kyungsoo Morning Story

 

… … …

 

Jongin berkata kalau pagi ini ia ingin sarapan dengan sereal coklat saja, karena itulah sekarang Kyungsoo sedang sibuk menyiapkannya untuk lelaki tampan tersebut, kebetulan Kyungsoo juga sedang ingin makan sereal. Terkadang mulut mungilnya melantunkan senandung kecil seraya menuang susu kedalam mangkuk sereal dan membuat orange juice…Jongin lebih suka meminum jus buah ketimbang susu dipagi hari.

 

“Terima kasih, Soo…”

 

Kyungsoo hanya tersenyum simpul setelah meletakan semangkuk sereal gandum coklat beserta segelas orange juice diatas meja makan tepat dihadapan Jongin, lalu kembali menuju dapur bermaksud membuat sereal untuknya sendiri.

 

“Oh ya…siang ini kau ingin makan apa? Bisa temani aku belanja tidak?”

 

Lelaki yang saat ini tengah menuang air kedalam mug berisi bubuk susu coklat itu angkat bicara, jarak dapur dan meja makan sama sekali tidak jauh. Hanya terpisah counter dapur saja, sehingga Jongin masih dapat mendengar suara Kyungsoo tanpa perlu lelaki bermata bulat itu berteriak.

 

Satu suapan sereal memenuhi mulut Jongin, ia mengunyahnya seraya mulai berpikir. Masakan Kyungsoo selalu enak, jika ditanya apa yang ingin ia makan, Jongin jadi bingung sendiri…seandainya bisa dan perutnya ini sanggup, ia akan memakan apa saja yang Kyungsoo sajikan sebanyak apapun porsinya.

 

“Memang kau sendiri ingin masak apa, Soo? Dan tentu saja aku akan menemanimu belanja.”

 

“Ehhmm…aku…aku ingin masak risotto!”

 

Dan tentu saja Jongin tak pernah sekali pun menolak rekomendasi Kyungsoo tentang makanan apa saja yang akan mereka makan hari ini, selama tak memasukan labu dan kacang polong kedalam menu. Jangan tanya kenapa, selama ini Kyungsoo tak pernah menambahkan labu dan kacang polong kedalam masakannya karena Jongin amat sangat membenci keduanya.

 

“Terserah padamu, Soo…dan kita bisa pergi belanja setelah selesai sarapan nanti.”

 

“Baiklah.”

 

Dengan selesainya pembicaraan mereka mengenai menu makan siang, Kyungsoo pun selesai membuat sereal bagiannya. Ia melangkah mendekati meja makan seraya membawa semangkuk sereal dan sebuah mug berisi susu coklat favoritnya.

 

‘Prak~’

 

“Ah! Sendoknya!”

 

Kyungsoo buru-buru meletakan mangkuk serealnya diatas meja dan merendahkan tubuhnya bermaksud mengambil sendok miliknya yang terjatuh. Lelaki berparas imut merengut saat menyadari kalau sendoknya berada dibawa meja, sedikit jauh ketengah…dengan satu tangan bertumpu pada pinggiran meja makan, Kyungsoo mengulurkan tangan lainnya yang bebas berusaha menggapai sendoknya.

 

“Yes, dapat!”

 

Jongin yang turut menengok ke bawah meja hanya dapat tertawa kecil melihat polah menggemaskan sang kekasih. Kyungsoo selalu seperti itu, pembawaanya ceria dan bersemangat…orang yang tak pernah bosan untuk Jongin ajak bicara.

 

‘Dugh!’

 

“Auh!”

 

Meja makan sedikit bergetar diakibatkan kepala Kyungsoo yang terantuk saat hendak berdiri dan rasanya benar-benar menyakitkan. Lelaki berparas manis itu bermaksud menggunakan kedua tangannya untuk mengusap kepalanya yang mungkin sebentar lagi akan bertambah tebal karena bengkak…namun saat hendak memindahkan tangannya yang bertumpu pada pinggiran meja ke kepalanya…

 

‘Pluk~’

 

Tanpa sengaja tangannya itu menyenggol mangkuk berisi sereal hingga terjatuh tepat diatas kepala Kyungsoo…

 

“Aaaahhhh!!!”

 

Habis sudah kesabaran Jongin. Dengan mendesah pelan seraya menggelengkan kepala ia berdiri dari duduknya dan menghampiri Kyungsoo. Bukannya merasa kesal, hanya saja Jongin merasa tak habis pikir dengan polah kekasihnya yang terlampau ceroboh, selain dalam hal memasak tentunya…misalnya Kyungsoo itu mudah sekali tersandung sesuatu saat berjalan atau sering kali kelupaan barang. Tak jarang Jongin merasa khawatir saat menerima telpon dari Kyungsoo…jangan-jangan kekasihnya itu menelpon dari rumah sakit?

 

Jongin jadi merasa tidak bisa meninggalkan Kyungsoo seorang diri…bukan hanya karena takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap kekasihnya itu, namun…karena Jongin sendiri memang tidak bisa berpisah terlalu lama dari Kyungsoo.

 

“Jongi~n.”

 

Mendengar rintihan pelan dari Kyungsoo, Jongin hanya tersenyum tipis…ingin sekali ia tertawa, pasalnya kondisi Kyungsoo saat ini sungguh-sungguh lucu. Mangkuk sereal itu terjatuh tepat diatas kepala kekasihnya itu…dalam keadaan terbalik jadi terlihat seperti helm, lucu sekali−

 

“Kau ini…selalu saja, bagaimana kalau aku tidak ada? Rumah ini pasti telah berubah menjadi abu, Soo…”

 

“Hehe…maaf.”

 

Jongin merendahkan tubuhnya tepat dihadapan Kyungsoo yang terduduk dilantai, mengangkat mangkuk melamin tersebut dari atas kepala sang kekasih dan meletakannya diatas meja. Kini kepala, pakaian dan wajah Kyungsoo terbasahi oleh susu coklat serta kepingan sereal. Sejenak Jongin memandang sosok menggemaskan sang kekasih…beberapa tetes masih berjatuhan dari ujung rambut hitamnya Sementara kedua mata bulat purnama itu hanya balas menatap Jongin dengan sorot mata tanpa dosa…dan entah merupakan tindakan spontan atau bukan, Kyungsoo menjilat bibirnya sendiri mengecap manisnya lelehan susu coklat disana.

 

Membuat Jongin membeku dalam posisinya.

 

Oh shit!

 

Mengapa…mengapa harus disaat seperti ini? Ini masih pagi…serealnya pun bahkan belum ia habiskan sampai tuntas.

 

“Jongin kau marah? Kau kesal padaku, ya? Maaf…~”

 

Sentuhan tangan Kyungsoo pada kedua pipinya membuat Jongin tersadar dari lamunan singkatnya mengenai suatu hal yang akan sangat menyenangkan, apabila ia lakukan hanya berdua dengan kekasihnya itu.

 

Wajah Kyungsoo kini berada tepat dihadapan wajahnya…raut wajah kekasihnya itu tampak memelas dan menyesal, dengan sepasang mata bulat yang berbinar indah layaknya seekor anak kucing yang memohon belas kasih agar dipungut dan dibawa pulang.

 

Yah, Kyungsoo memang ceroboh…namun hal tersebut membuat Jongin merasa senang. Karena dengan begitu, Kyungsoo akan selalu membutuhkan dirinya…hanya dirinya.

 

“Jong…”

 

“Jangan banyak bicara dan biarkan aku menciummu dengan tenang.”

 

Ucapan Jongin tak ayal membuat rona merah meresapi kulit wajah Kyungsoo yang putih dan bersih itu. Pandangan keduanya saling bertemu dalam diam, Kyungsoo tak mengatakan apapun melainkan hanya mengangguk dan mulai menutup kedua matanya perlahan.

 

Dan bibir keduanya pun bersatu dengan sempurna…lembut, mendalam, menuntut. Itulah irama cumbuan Jongin terhadap Kyungsoo, dibumbui desahan dan erangan kecil yang terbebas dari mulut mungil Kyungsoo.

 

Dalam senyum Jongin pun berucap pelan…

 

“Hanya kau yang selalu mampu membuat pagi hariku menyenangkan, Kyungsoo.”

 

~THE END~

 

Setelah beberapa FF pada berakhir tragis ya…ini pengen bikin yg manis manis.

Maaf kalo pas bagian KAIDO nya pada ga puas, ini pertama kali bikin KAIDO dan kurang nge-feel juga sebenarnya. Tapi saya suka KAIDO kookk~ suka!

 

Sekian

Wasalam

 

AKTF!

149 thoughts on “Oneshoot | EXO Couple | Morning Story

  1. auuu
    mau donk kalau tiap pagi sweet gt🙂
    #ambil chanyeol #dtendang baekkie

    hahaha
    sipp thor, bgus, nice2🙂
    couple favorit saya smua it🙂

  2. paling parah hunhan >,<.. itu baekhyun ya ampuuun… gak kuat perutku buat ketawa..😀
    seme emang berkuasa dah😀
    kyungsoo polos dan ceroboh amat disini.. ketimpa sial 2 kali berturut2😀
    lucu tp romantis.. nice ff ^_^

  3. Huaaahhh!!! AKU DIABETES PARAH!!! gak kebayang gmana setiap pagi digituin ma Chanyeol, Sehun ama Kkamjong!!!! KYAAAA!!!!

    Author-nim! FF ini sukses membuatku tereak2 gak jelas di kamar pas malem malem…

    Author JJANG!!!

  4. Uaaaa…i loveeeee !!!!!!!!❤❤❤
    Pengen dimakan deh baekhyun sm luhann… Imudnyaaaaa!!!! Sehun jg manja bgt! Pengen deh pny pcr kyk sehunnie ^o^
    Chanyeol sm sehun pervert eoh.. ? Bikinin rated M dunx authornim *.* #plak malem2pervert* teeheee

  5. hahaha nasib uke²nya ngapa gini😄
    disuruh jilatin lah , handuknya dilepas paksa lah , yg paling miris yaa Kyungsoo udah kebentur meja ketumpahan sereal pula XDDD /dibakar Kai/

    tapi akhirnya emang indah😀
    nice story ^^

    mereka semua kopel terfavorit ku kekeke~

  6. pas bgt nih baca ini morning story huwaaaaaaa~ kalo dibangunin baek pke cara itu aku mau bangeeeeeet~ /dijitakchanyeol/ ngerajuknya bkin gregetan ahh bagian baekyeol lucu2 mengundang(?) gitu hahaha..hunhan ya ampun __Kali ini aku tidak akan kalah! Sejak beberapa hari lalu aku mulai rajin minum susu, berat badanku pun naik dan tubuhku lebih berisi sekarang. Ayo lawan aku, aku tidak akan kalah! Uughh~” Luhan mulai ribut berceloteh akan hal yang membuat Sehun menertawainya dalam hati, maksudnya bukan meledek, hanya saja…siapa yang tidak akan tertawa jika berhadapan dengan……__sumpah pas ini tuh ngakak gaje sendrian, bayangin rebutan pintu smbil bgitu haduuh~ koplak..dan kaisoo no comment gemesin ketumpahan sereal itu gmna coba ==” kacau tp romantis kyaaaaaaa~

  7. auuuhhh naissss nih, bikin diabet bacanya :’3
    baekyeol paling messs…um eh mesra hahaha
    mau dong gue tiap pagi gitu sama dobi hueeee ;;;;

  8. hai aku reader baru^^ omggg suka banget yang baekyeol!😀 KaiSoo feelnya kurang dapet sih, tapi it’s okay I still enjoy it🙂 AAAA HUNHAAAN /fangirl/ bikin ff BaekYeol / TaoRis lebih banyak yah chingu^^;;;

  9. baru baca,,,dan nyesel kenapa baru nemuin fic ini dan baru ngebaca sekarang,,,,ini bagus,,,manisssssss,,,,ringan,,,yeah,,daebak,,,bikin yang manis manis lagi yaaaaa😀

  10. HUAAA.. _<
    ANAK ANJING BANGUNIN SILUMAN JERAPAH + BERUANG + BLO'ON = YA PASTI KAGA MAO BANGUN LAH..

    TERUS, HUNHAN.. KYAA❤ LOPE2 DAH AMA ANAK PLAYGRUP ILANG -.-
    MASALAHNYA YA IYALAH
    MASA ANAK PLAYGRUP ILANG DITENGAH JALAN vs. SINGA BELON DIKASIH MAKAN = YA PASTI LAH SINGA MENANG

    DAN TUBUH PERI KECIL KU TERNODAI..😀

    YANG KAISOO APALAGI❤ UHUYYY ^_^

    LUCU AMAT KYUNGSOO SUMPAH THOR GUE GAK NYANTE SAMPE GIGIT KUKU TAU NGGAK !
    ENGGAK DIGIGIT SIH, ABISNYA KUKU NYA PANJANG SAMA ADA KUTEKNYA
    NANTI AKU KERACUNAN KUTEK -_-

  11. Kyaaaaa pagi yang manis =D ya ampun lucu yg bagian hunhan dorong dorongan pintu hahaha bayanginnya ngakak😄 oke berkarya terus ya author =)

  12. kyaaaa…!!!!😀😀 aku jg mau pnya pagi yg mnyenangkan sma mreka ^^ *ngarep* ini keren bgt thor !! >_< gumaweo ne ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s