In Frame Love [Take One]

In Frame Love

[Take One]

 

Anonim Sinestesia

 

A Romance Comedy Fanfiction

EXO

ifl 

 

 

 

“Kopi yang anda pesan tuan.”

sebuah sapaan yang memulai romansa cinta antara aktor pendatang baru terfavorit, Dio, terhadap seorang waiters sempurna berkulit cokelat bernama Kai. Fans menjadi pertimbangan mereka. Kasta aktor dan waiters menjadi pemisah mereka.

 

Meski satu saat mereka jadian. Mampukah Kai tahan dengan dunia gemerlap Dio? Mampukah Kai sabar melihat drama percintaan kekasihnya?

 

Kalau satu waktu mereka pacaran. Tahankah Dio mendengar ledekan teman artisnya tentang Kai? Tahankah Dio melihat kekasihnya diperintah orang lain?

 

Satu saat mereka sadar apa yang harus dilakukan.

Membiarkan kisah mereka berjalan dalam frame film dan terus tayang sampai endingnya?

 

Atau membiarkannya jadi potongan gambar kenangan dalam sebuah frame photo didinding hati masing – masing?

 

 

 

 

The Characters

 

Kai             : Waiter in MOSANO

Dio             : Actor

Chanyeol  : Actor, Good Night Club’s Owner

Baekhyun : Dio Assisten and Dio Little Friend

Suho          : The Producer, Chunjoe Media Film’s Owner

Kris            : MOSANO Owner

Sehun        : Suho’s Lil Brother, Luhan closefriend

Luhan        : Kris Cousin, Kai Friend

Lay             : Employee Manager’s MOSANO

Xiumin      : Kyuchul Entertainment’s Directour

Chen          : Chanyeol Manager from Kyuchul Entertainment

Tao             : Waiter in MOSANO, Kai Friend

Chunji       : Actor, L. Joe closefriend, Dio neightbord  

L. Joe          : Actor, Chanyeol Best Friend, Good Night Club’s Owner

 

 

 

The Location

MOSANO Restoran

Kyuchul Entertainment Headquarter

Chunjoe Media Film Office Building

Kai Apartement

Dio Apartement

Good Night Club

 

 

 

 Capture

 

Mata Chanyeol menahan kantuk dibalik kaca mata hitam yang pekat. Dia sedang menghayati naskah yang ada ditangannya. Dia melewatkan proses reading naskah kemarin sehingga harus bersusah payah menghayati perannya sebagai Waiters sendirian. Duduk ditengah hiruk pikuk restoran mewah, dan sesekali menerima kilatan dari kamera beberapa fans.

 

 

“Kopinya, tuan.” seorang pelayan menghantarkan kopi ketiga yang dipesan Chanyeol, pelayan itu tinggi berwajah sendu dan sempurna, siapapun yang melihatnya akan langsung menyayanginya, ingin melindunginya. Tapi tatapan pelayan itu membuat Chanyeol lupa semua dialog yang sudah dua jam dihafalkannya.

 

 

“Ada yang ingin anda pesan lagi?” tanya pelayan itu heran dengan tatapan yang diberikan Chanyeol, entah kenapa meski actor itu memakai kaca mata hitam, si pelayan bisa merasakan kalau Chanyeol menatapnya dengan cara berbeda.

 

 

“Eh, nggak ada. Ah, aku mau pesan satu lagi waffle. Tapi harus kamu yang mengantarkan.” jawab Chanyeol ketika pelayan itu akan beranjak.

 

 

“Saya? Ah, baiklah tuan. Tapi anda harus menunggu 10 menit.” balas si pelayan berbalik.

 

“10 menit?!” kekagetan Chanyeol membuat pelayan tadi kembali berbalik.

 

“Ya tuan, setiap waffle memang harus dimasak dulu, atau anda ingin menukar pesanan.”

 

“Bagaimana dengan sandwich tuna?” kata Chanyeol cepat.

 

“Baik, akan segera diantarkan.”

 

“Ingat, harus kamu yang mengantarkan.”

 

“Baik, tuan.”

 

 

 

Chanyeol tak bisa lagi fokus menghafalkan naskahnya. Matanya tertuju pada pelayan yang Namanya saja dia belum tau.

 

 

 

“Ini sandwich tuna pesanan anda tuan.” sapaan pelayan itu membuat Chanyeol tersadar dari lamunannya.

 

 

“Ada yang bisa dibantu lagi tuan?” tanya pelayan tadi ramah.

 

 

“Ah, iya. Duduklah sebentar.”

 

 

“Tapi… saya sedang bekerja.” jawab pelayan tadi ragu.

 

 

“Anggap saja aku memesanmu!” jawab Chanyeol cepat.

 

 

“Maksudnya?”

 

 

“Maksudku, aku yang mengundangmu duduk disini dan aku akan membayar managermu lebih.”

 

 

“Baiklah.”

 

 

Pelayan itu kemudian duduk, dan ada jeda sejenak.

 

 

“Kamu kenal aku?” tanya Chanyeol to the point.

 

 

Pelayan itu menggeleng.

 

 

“Kamu nggak kenal aku?” tanya Chanyeol memastikan. Bagaimana bisa ada orang yang nggak kenal actor pemenang penghargaan actor terbaik?

 

 

“Nggak.” jawabannya masih sama.

 

 

“Ah, baiklah. Aku Chanyeol, mahasiswa bidang Komunikasi Public di Universitas Seoul. Aku sedang melakukan penelitian tentang komunikasi disebuah restoran, dan aku sedang fokus dengan seorang Waiters, apa kau bisa membantu ku untuk penelitianku?” bohong Chanyeol lancar.

 

 

“Boleh saja, tapi habis aku kerja ya”

 

 

“Oke, ah iya, nama mu siapa?”

 

 

“Aku Dio…”

 

 

 

Dbufffhhhh!!!!

 

 

Sebuah suara ledakan terdengar dari arah dapur. Dan dengan cepat api berkobar. Dan mulai merambat. Sementara semua pengunjung mulai berlarian.

 

 

 

 

CUUUUUTTTTTT!!!!

 

 

 

Suara teriakan keras terdengar. Beberapa orang kru film berlarian memadamkan api.

 

 

 

 

 

“Excellent!!! Excellent!!” teriak si sutradara. “Kita sambung lagi sutingnya besok!”

 

 

 

@@@

 

 

 

 

 

 

Senja sudah mulai turun. Begitu juga dengan hujan. Menikmati kesunyian restoran yang beberapa jam tadi dipakai sebagai lokasi syuting, seseorang berwajah Malaikat duduk bermenung mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya. Sambil memperhatikan karyawan restoran yang mulai sibuk bersiap tutup.

 

 

“Maaf tuan, tapi kami sudah akan tutup.” seorang pelayan yang didadanya tertulis nama Tao mengingatkan Dio.

 

“Ah, maaf. Tapi saya sedang menunggu jemputan saya.”

 

Begitu pelayan itu kembali ke paintry nya Dio segera menelpon asisten sekaligus teman dekatnya Baekhyun.

 

 

“Hallo, Baekhyunie, kau dimana? Aku sudah menunggu dari tadi.” cecar Dio langsung.

 

 

“Aku dijalan pulang. Baru menurunkan Chanyeol dan Chen diapartement mereka.”

 

 

“Cepatlah, sebelum aku diusir.”

 

 

“Siapa yang berani mengusir artis terkenal seperti mu.”

 

 

“Sudahlah, cepat saja kemari.”

 

 

 

Lagi, dalam diam Dio hanya memperhatikan hujan dan menunggu Baekhyun yang sedang mengantarkan Chanyeol, lawan mainnya difilm, dan Chen, manager Chanyeol. Dengan alasan capek dan mau istirahat dulu, Dio membiarkan Baekhyun sendirian mengantarkan dua orang biang kerok itu. Karena Dio tau, ada hal yang bisa Baekhyun manfaatkan disaat Chen sedang mabuk seperti sekarang.

 

 

 

“Kopi yang anda pesan tuan.” sebuah suara menyadarkan Dio dari hipnotis hujan.

 

 

“Kopi?” Dio menatap aneh pada cangkir dan tangan yang meletakkannya.

 

 

“Aku nggak mesan apa – apa.” kata Dio beralih kewajah si pelayan. Senyumnya terpasang tulus. Kulitnya sedikit cokelat dan mempesona.

 

 

“Setidaknya ini bisa menjadi teman anda untuk menunggu jemputan. Dari pada anda menunggu diluar yang sedang hujan.” terang pelayan yang didadanya tertulis Kai.

 

 

“Hai Kai! Aku pulang duluan ya.” seru salah seorang pelayan yang sudah berganti baju. Seingat Dio, tadi dibaju pelayan itu tertulis nama Lay. Apa itu memang nama asli atau memang restoran ini menyuruh karyawannya memakai tiga huruf sebagai nama mereka.

 

 

 

Pelayan tadi kembali kedalam. Membiarkan Dio dengan kopinya yang masih menunggu Baekhyun. Kemudian dua orang keluar dari paintry, itu adalah si pelayan bernama Tao tadi, dan seorang yang belum Dio lihat, mungkin ini manager restoran. Sedang dari pintu paintry kepala Kai muncul.

 

 

“Aku dan gege pulang duluan ya Kai.” ujar Tao yang melihat kemunculan Kai dari pantulan dijendela.

 

 

“Jangan lupa kunci dan matikan lampu.” ujar orang yang Tao panggil Gege.

 

 

“Baik Bos Kris!” jawab Kai mantap.

 

 

 

@@@

 

 

 

 

Dio sudah ada diatas mobil sejak lima menit yang lalu, tapi dia belum mau pulang. Dia masih menunggu Kai. Yang entah kenapa sejak kopi terakhir yang diminumnya membuat Dio tak bisa menghilangkan senyuman Kai dari hatinya.

 

 

“Hay, kau bawa Kendaraan?” tanya Dio dari dalam mobil saat Kai mengunci pintu restoran.

 

“Tidak, motorku sedang dibengkel”

 

“Mau kami antarkan?” jawab Baekhyun yang tiba – tiba nimbrung. Dio sebenarnya sudah cerita tentang sosok Kai, dan meski agak ragu, Baekhyun tetap mendukung perasaan Dio.

 

 

“Ah, apa tidak merepotkan?” tanya Kai balik.

 

 

“Anggap saja ini permintaan maaf karena membuatmu pulang lebih larut” jawab Dio dengan senyuman.

 

 

Kai terpaku sejenak. Dinginnya malam yang hujan seolah tak menyentuhnya. Senyuman itu menghangatkan dan menyilaukan, senyuman itu begitu polos dan cantik.

 

 

“Hay! Ayolah” ajak Baekhyun.

 

 

 

@@@

 

 

 

 

Selama perjalanan tidak ada dialog. Hanya suara gemuruh lembut hujan yang menerpa mobil, suara deruman mesin mobil, dan alunan merdu musik klasik yang menambah dalam hasrat Kai yang sudah mengantuk untuk akhirnya jatuh tertidur.

 

“Kai kau tinggal dimana?” tanya Baekhyun.

 

 

“Hei, Ah dia sudah tidur.” seru Baekhyun mengintip dari spion dalam.

 

 

“Bawa saja keapartemenku.” ajak Dio.

 

 

 

“Apartemen mu? Kau yakin? Aku tahu kamu suka sama dia tapi masa kamu mau langsung ajak dia tidur diapartemen kamu?” komplen Baekhyun.

 

 

“Aku nggak bakal ngapa – ngapain dia kok. Lagi juga kan nggak mungkin kita buang dia dijalan.”

 

 

“Ya sudahlah, ini memang hari keberuntungan dia.” pasrah Baekhyun.

 

 

“Ini juga hari keberuntungan mu. Bisa berduaan saja dengan Chanyeol.” hajar Dio balik.

 

 

“Kami bertiga ya, ada Chen disana.” tanpa disadari wajahnya memerah.

 

 

“Tapi tadikan Chen udah tidur gara – gara mabuk, jadi otomatis kalian cuma berdua.”

 

 

 

 

Kemudian hening panjang lagi.

 

 

“Lantas kalau kamu jatuh cinta dengan si pelayan ini, si produser itu gimana? Dia kan milih kamu sebagai actor utama karena dia suka sama kamu.” serangan balik Baekhyun jauh lebih mematikan.

 

 

“Aku nggak suka sama dia.” jawab Dio pendek.

 

 

“Tapi kan peran kamu ada ditangan dia.”

 

 

“Dia cuman buka jalan. Toh kalau sampai aku dapat award bukan karena dia, kalau aku dicoret dari film ini masih banyak produser yang mau ngajak aku.”

 

 

“Hei, kamu jangan terlalu sombong.”

 

 

“Aku bukannya sombong, tapi aku nggak mau aja tergantung sama Produser yang satu itu.”

 

 

 

 

@@@

 

 

 

 

Apartement Dio memang cukup luas dan memiliki dua kamar. Tapi satu kamar sudah dijadikan lemari baju. Jadi hanya ada satu tempat untuk Kai bisa tidur. Dikasur Dio.

 

 

Jangan tanya gimana caranya Kai bisa sampai dilantai 14 dalam keadaan tidur, anggap aja tiba – tiba ada elang Indosiar yang lewat baru abis suting terus dimintai tolong sama Dio yang merupakan junior si elang dijagad perfilman.

 

 

 

Sesampainya dikamarnya, Dio tak bisa tidur. Dio mungkin udah pernah tidur dengan beberapa orang didalam film – film yang berbeda. Tapi entah kenapa, dengan seorang pelayan restoran seperti Kai dia malah grogi dan susah untuk tidur.

 

 

 

@@@

 

 

 

 

 

Dio baru tertidur jam 3 pagi, dan sudah bangun lagi jam setengah tujuh. Saat dia bangun Dio tak melihat Kai dikasurnya. Tapi dia sudah mencium aroma waffle dan teh yang segar.

 

“Ah, Dio-ssi. Anda sudah bangun, maaf sudah merepotkan.” sapa Kai saat melihat Dio bangun.

 

 

“Panggil saja aku Dio.”

 

 

“Ah baiklah, ini untuk mu. Sebagai ucapan terima kasih.”

 

 

 

Dio dengan khidmat menikmati sarapannya. Terasa sangat enak, bukan hanya lidahnya yang bergetar, tapi juga hatinya. Jika lidahnya bergetar karena makanan buatan Kai. Hatinya bergetar karena adanya Kai.

 

 

Sementara Kai hanya memperhatikan Dio yang menikmati makanannya. Beberapa kali Kai sudah melihatnya, baik di televisi, atau secara langsung di Restoran Mosano, tempat kerjanya yang juga menjadi lokasi syuting Dio, tapi baru kali ini Kai bisa sedekat ini, dengan nyaman memperhatikan Ekspresi wajah Dio yang lucu.

 

 

 

“Kamu nggak makan?” tanya Dio membuyarkan lamunan Kai.

 

 

“Aku sudah makan.”

 

“Kamu makan duluan? Kamu nggak menunggu aku? Kita kan bisa makan bareng.” tanya Dio beruntun, dan kali ini nada suaranya persis seperti anak kecil yang ngambek.

 

 

“Maafkan aku, karena kau belum bangun dan aku sudah kelaparan jadi aku membuat makanan sendiri.” raut wajah Kai seolah menyesal.

 

 

“Ya sudahlah, Kamu hari ini kerja kan?”

 

 

“Ya.”

 

 

“Baiklah kita berangkat bareng.” Dio kemudian bangkit dan menarik Kai.

 

 

“Aku harus pulang dan mandi dulu.” elak Kai dan tetap duduk.

 

 

“Mandilah disini.” Dio berhenti tepat dihadapan Kai.

 

 

“Tapi…”

 

 

“Ah baju ganti? Pakai saja bajuku.”

 

 

“Baiklah.”

 

 

“Bagus. Tapi sebelum ke Mosano kita ke SBS dulu, aku ada acara sebentar disana.”

 

 

“SBS? Tapi aku harus masuk pagi.”

 

 

“Yah, baiklah aku akan antar kamu dulu ke Mosano. Tapi kita harus tunggu Baekhyun.”

 

 

 

 

@@@

 

 

 

 

 

Restoran Mosano. 07:33 Pagi

 

 

 

“Kau terlambat.” sambut Lay saat Kai masuk dengan terburu – buru.

 

“Maaf.” Kai membungkuk dalam.

 

“Maafkan aku, tapi itu karena aku.” Dio tiba – tiba muncul dibelakang Kai.

 

“Yah, sebenarnya sih nggak masalah karena ini pertama kali kau telat, tapi nggak untuk selanjutnya.” Lay kemudian kembali masuk ke paintry.

 

“Ah, terima kasih sekali lagi.” ujar Kai berbalik kearah Dio.

 

“Ehm, nggak masalah. Toh memang aku yang membuatmu terlambat.”

 

 

“Ah, Dio!” sapa seseorang yang Dio kenal. Orang itu adalah produser yang memilihnya menjadi actor utama. Orang yang kata Baekhyun, suka sama Dio. Produser Suho, pemilik dan pendiri Chunjoe Media Film.

 

 

“Oh, Produser. Senang bertemu dengan mu. Tapi maaf aku harus segera ke SBS, aku ada acara disana.” Dio kemudian berjalan cepat menuju Produser Suho, bersalaman singkat, lalu ngeloyor pergi. Dan Suho dengan bingung keliling meninjau lokasi.

 

 

Tapi langkah Dio tertahan didepan pintu saat seseorang masuk. Rambutnya cokelat kemerahan, wajahnya indah, dan matanya manis. Pemuda itu datang bersama Kris si pemilik Mosano Restoran.

 

 

“Hallo, Dio-sshi.” sapa Kris.

 

“Pagi Kris-hyung.”

 

“Kau sudah bertemu dengan sepupuku, Lu.. LUHAN!!” Kris malah teriak melihat Luhan yang sudah masuk dapur restorannya dan mengotak – atik mesin es krim.

 

“Maaf, aku hanya ingin makan es krim.” jawab Luhan memasang wajah SOK polos dan sendu. Dengan sukses membuat Kris kehilangan emosi.

 

 

“Baiklah senang bertemu de…” ucapan pamit Dio tertahan saat mendengar suara Luhan memanggil nama Kai.

 

 

“Ayolah Kai~” nada manja itu membuat Dio berbalik melihat kearah dapur.

 

 

“Buatkan aku saaatuuu lagi~~~” Luhan yang menarik tangan Kai manja membuat Dio makin merah.

 

 

“Kau sudah menghabiskan es krim kurang dari lima menit dan sudah mau minta lagi, nanti kau demam.” larang Kai mendorong Luhan.

 

 

“Tapi aku mau satu lagi~~ aku sudah lama nggak makan es krim.” Luhan makin kuat menarik Kai sampai akhirnya keduanya terjatuh berhimpitan.

 

 

Kris dan Dio yang tadi hanya menonton berlari menuju dapur.

 

 

 

 

Kris cuman bisa geleng – geleng melihat Kai ada diatas tubuh Luhan, ini bukan kali pertama dia melihat ini, setiap Luhan liburan dari sekolahnya di China dan menjelma di Mosano, adegan ini pasti terjadi. Kai dengan Luhan memang dekat. Mau bagaimana lagi, Luhan dan Kai memang sudah dekat.

 

 

Sedang Dio. Panasnya kompor yang sedang dipakai Tao untuk menggoreng Pan Cake didapur itu, kalah panas dibanding perasaan Dio. Pelan –pelan dengan kesal Dio meninggalkan Mosano. Tanpa menyadari kalau Kai ternyata memperhatikan dia, tapi Kai tak bisa berbuat apa – apa. Luhan masih menahannya.

 

 

Tapi sesampainya diluar, lagi – lagi langkah Dio tertahan dengan kemunculan Chanyeol dan Chen yang sedang ngobrol dengan Baekhyun yang dari tadi emang nunggu dimobil.

 

 

“Dio! Kau mau menolongku?” Tanya Chanyeol tiba – tiba.

 

 

“Untuk apa?” Tanya Dio balik.

 

 

“Aku lupa beberapa part untuk bagian yang dishooting nanti, bisa tolong aku untuk latihan  dialog lagi?”

 

 

“Tapi aku harus ke SBS sekarang.”

 

 

“Kalau begitu, Baekhyunie! Kau hafal dialog Dio kan?! Bagaimana kalau kau saja yang menemaniku. Chen akan mengantarkan Dio.”

 

 

“Aku sih mau!” Chen langsung mendorong Baekhyun ke Chanyeol dan menarik Dio masuk mobil.

 

 

“Jangan dorong – dorong!!” kata Chanyeol menahan badan Baekhyun yang hampir jatuh.

 

 

“Jaga Baekhyun baik – baik!” kata Dio dan Chen nyaris serentak. Lalu mobil meninggalkan Mosano Restoran, menuju SBS Building.

 

 

“Ayo masuk” Chanyeol mengapit buku naskahnya dan menarik Baekhyun masuk.

 

 

 

 

Mosano restoran masih sepi. Keributan hanya berasal dari para kru yang bersiap – siap. Sementara Luhan sudah tenang karena dapat jatah Pan Cake dari Tao.

 

 

“Tao-sshi, boleh aku pesan Pan Cake juga?” pesan Baekhyun saat melihat Tao mengantarkan piring Pan Cake kedua untuk Luhan.

 

 

“Baik, tunggu sebentar ya.” jawab Tao berbalik menuju dapur.

 

 

“Pagi Chanyeol.” sapa Produser Suho yang sedang berbincang dengan Astrada.

 

 

“Pagi hyung. Tumben pagi – pagi kelokasi?”

 

 

“Aku sedang ingin saja, dan kebetulan adik ku baru datang dari Amerika, liburan sekolah. Jadi kami berencana ketemu disini.”

 

 

“Jadi dari bandara adik hyung langsung kesini?” sambung Baekhyun.

 

“Tidak, adik ku sudah di Seoul sejak kemarin. Tapi tadi aku dari kantor, dan dia dari rumah, ngomong – ngomong kalian kok berdua. Biasanya kan… Apa kalian sudah jadian?!” tembak Suho langsung, tanpa basa – basi.

 

 

“BELUM!” jawab keduanya serentak

 

 

“Yaaah~ aku pikir…” perhatian Suho teralih.

 

 

 

 

 

Gedubrak!!!

 

 

 

“Aduh!”

 

 

Suara teriakan Luhan serta bunyi jatuh mengalihkan perhatian semua orang. Lagi! Luhan jatuh. Dan lagi – lagi, Luhan membawa orang lain ikut terjatuh bersamanya. Kali ini dia tersandung meja tepat saat adik Suho yang baru datang lewat dimeja Luhan.

 

 

“Sorry!” kata Luhan segera bangkit.

 

 

Tapi adik Suho tidak beranjak dari lantai. Dia masih terpana dengan apa yang baru saja menabraknya.

 

 

“Hai! Kamu nggak apa apa?” Tanya Luhan dadah – dadah didepan muka adik Suho.

 

 

“Oh, Ah!! Punggung ku!” tiba – tiba adik Suho berteriak.

 

 

“Hah! Astaga! Punggung mu kenapa?” Luhan langsung panik.

 

 

 

“Bangun Drama King! Jangan acting lagi” Suho langsung menarik adiknya bangun.

 

 

“Aish~ Hyung, kau merusak moment!” gerutu adik Suho.

 

 

“Hah?! Kau bohong ya! Kurang ajar! Kau membuatku panik!!” Luhan dengan kesal memukul adik Suho dengan piring bekas Pan Cake yang dari tadi dia pegang.

 

 

“Aish~ sepertinya dia cepat beradaptasi” Suho akhirnya berbalik dan kembali ke Chanyeol dan Baekhyun sambil geleng – geleng gak jelas.

 

 

 

 

“Jadi itu adik Hyung?” Tanya Chanyeol.

 

 

“Iya.”

 

 

“Siapa namanya?”

 

 

“Sehun.”

 

 

“Oh.”

 

 

Saat Chanyeol berkata ‘Oh’ sebuah panggilan masuk ke handphone Baekhyun.

 

 

 

 

 

“Hallo” sapa Baekhyun.

 

 

Hallo Baekhyun, ini aku Xiumin”

 

 

“Oh hyung ada apa?”

 

 

Apa kau bersama Dio?”

 

 

“Tidak, Dio sedang ke SBS bersama Chen”

 

 

“Dengan Chen? Jadi kau sekarang sedang bersama Chanyeol”

 

 

“Iya begitu lah” jawab Baekhyun malu – malu males.

 

 

Kalau begitu aku takkan mengganggu, aku telpon nanti saja lagi ya”

 

 

“Ya hyung!”

 

 

Tut tut tut”

 

 

 

“Siapa?” Tanya Chanyeol saat Baekhyun menutup handphone.

 

 

“Xiumin hyung.”

 

 

“Xiumin?” Tanya Suho “Ah, kalian beruntung punya direktur agensi seperti dia. Di tangannya aku lihat Kyuchul Entertainment kalian semakin maju.”

 

 

 

“Ya, Xiumin hyung memang mengelola kami artisnya dengan baik.” sambung Chanyeol.

 

 

 

“Eh, memang ada apa Xiumin hyung menelponmu?” tambah Chanyeol.

 

 

 

“Dia mencari Dio, tapi saat aku bilang aku sedang bersamamu dia malah bilang tidak mau mengganggu lalu menutup telepon.” jawab Baekhyun sembari menunjuk Chanyeol.

 

 

 

“Ah, Xiumin benar. Aku juga tak mau mengganggu, sebaiknya aku kembali dulu kekantor.” kata Suho sambil tersenyum mesum.

 

 

 

 

 

To Be Continued!

 

 

 

 

*Yang mau ini FF lanjut. Komen ya! Mau liat respon reader dulu.

Ini baru Introduce. Karena Chap selanjutnya akan lebih kece badai, cetar cetar, dan sesuatu. Thanks.

 

-Anonim Sinestesia-

 

101 thoughts on “In Frame Love [Take One]

  1. Yah..,. Kenapa tbc???
    Kan lg seru… *nangis dipojokan…

    Aq suka ff.a…
    Jd suka sama kai deh, gara2 karakter.a di ff ini… Aq ngebayangin.a kai tuh ganteng bgt di ff ini…

    Duh lulu knp kmu kyk anak kecil gitu sih… Tp ngebayangin.a jd lucu.. Kekeke..🙂

    Hidup EXO couple.. *kibar2 bendera EXO couple..

    Cepetan di lanjut yah…

  2. Yahh, TBC, lagi seru nih thor

    Waktu di awal kirain Chanyeol jatuh cinta duluan ama Kai, ternyata lagi syuting *readers kecewa* *becanda ding ^.^*

    Lanjut deh thor, bikin cinta bercabang/bersegi2(?) donk thor, biar makin seru, hehehe
    Jgn lama2 ya, hehe

  3. *1st session comment*
    HUUWWWWAAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    DAEBAKK!!! DAEBAKK!!!
    aish, jinjaaaaa,
    keren deh thor, agak comedy, tapi kesan.nya adem ayem tentrem gimanaaa gitu ^^
    cast-cast.nya anget-anget, =P
    maksud.nya hubungan satu sama laen tu deket kaya sodara gitu, jadi anget kan rasa.nya (?)
    jadi pengen ngerasain hidup di suasana kaya di sini ><
    suasana yang diciptakan sama author bener-bener jadi nilai plus, kece badai, cetarr membahana badaaaiii, halilintar, gempa bumi, kebakaran, tsunamiii!!!!!!!!!!
    lanjuut thor!!!!!!!!!
    kata-kata "to be continued!" di akhir tadi sangat merusak moment –"
    banyak yang suka kok, jadi lanjutin ya!!!! jebal ^^

    *2nd session comment*
    KYUNGSOO-YAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!
    di sini sifat dan kepribadian.mu belum terlalu keliatan sih, tapi mungkin efek dari ff yang terlalu sedikit –" *deathglarekeauthor*
    tapi sekilas sih kaya.nya kamu orang.nya setia kawan, soal.nya uda jadi artis, ga lupa sama temen, malah jadi.in temen.mu jadi manager ^^
    KAI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    sifat.nya kaya.nya anget, baek, ramah, penyayang, dan kaya.nya bisa diandal.kan ^^
    o ya, 1 lagi, jarang telat kerja ^^
    kaya.nya cocok sama kyungsoo ^^
    BAEKHYUNNIE!!!!!!
    jangan berduaan terus sama chanyeol kalo emang kalian belum jadian, maka.nya cepetan jadian, biar lebih leluasa (?)
    CHANYEOLLIEE!!!!!!!!!!!
    sama kaya baekki, jangan suka berduaan terus sama baekki kalo kalian ga cepetan jadian!!!!!!
    maka.nya chanyeol!!!! cepetan tembak mati (?) baekki ^^
    HUNHAN moment dirusak sama suho –"
    tapi aku tetep dukung hunhan!!!! ^^
    suhoo!!!!
    kamu cari pasangan siapa kek gitu =P
    chen!!!!!!
    pengertian banget sama chanyeollie =P
    DAN MEMBER LAEN YANG BELUM AKU SEBUTINNN!!!!!!!!!!!!!!!!
    HWAITING, and SORI GA NYEBUTIN KALIAN 1 PER 1, soal.nya klian muncul juga cuman bentar sih –"
    THORRRR!!!!!!!!!!!
    LANJUUUTT!!!!!!!!!
    HWAITING NE??!!!!!!!!!! ditunggu chapter selanjut.nya!!! ^^ ANYYEONG ^^

  4. Sempat nggak ngeh di cerita awal, tapi ternyata lagi syuting toh😀
    D.o mulai suka sama Kai ya? Pake acara cemburuan juga😀

    Jujur, aku suka banget sama bahasa yang dipake di ff ini.
    Jadi enak bacanya.
    Jadi mudah bayangin juga.
    Jadi jadian deh pokoknya *apaan sih* -_-
    Dan lagi, suka juga sama sifatnya Kai di sini, kyakya!

    Um.. singkat kata aku suka ff ini
    Ditunggu chap selanjutnya ya
    Terimakasih ^^

  5. WOOOH AKU TELAT LAGII PADAHAL INI FANFIC UDAH DITUNGGU DARI JAMAN DAHULU KALA.
    AKU SUKA BANGET BAHASANYA THOR! ADEM AYEM GIMANA GITU. CUMA AGAK GIMANA PAS BACA KATA ‘NGGAK’ ._. BUT, NO PROB. KEKURANGANNYA BISA DITUTUPIN SAMA KELEBIHANNYA DAN KELEBIHAN DI FF INI BANYAAAAKK BANGEEETT
    DAN LAGI AKU SUKA SEMUA CHARA YANG ADA DISINI. APA LAGI CHARANYA LUHAN WALAUPUN SCANE NYA DIKIT TAPI NGENA (?) IMUT2 GIMANA GITU WAHAHA. LEBIH SUKA KALO SAMA CHARA NYA SI JJKP re; JONGIN JELEK KAI PESEK ._.v /NYEBUR SUMUR/ /NIMBUL LAGI (?)/ SOK NGEES GIMANA GITU (?) TAPI TETEP BAIK.
    DAN….SUHO? KAYAK NYA BAKAL ADA CINTA PIRAMIDA NIH WAKAKAKA. OH OM SUHO…..JANGAN GANGGU AYANG KAISOO KU.

    UDAHAN GATAU KUDU KOMEN APA LAGI. YANG PENTING INI FANFIC BEST SANGAT DAN KUDU CEPET DLANJUTIN, JANGAN PAKE LAMA YA THOR BILA PERLU KU BOOKING DEH (?). SUKSES BUAT AUTHOR DAN FANFIC NYA ‘-‘)b

  6. AUTHOR AKU SUKA PAKE BANGET LOH FF MU INI..

    apalagi kai disini sifatnya beda. kan biasanya dia dingin, nyeremin, menakutkan, oke itu berlebihan..

    AUTHOR, PLIS PAKE BANGET.. LANJUTIN FF MU YANG KECE BADAI INI..

  7. GW MAU NGAKAK DULU YEEE….HAHAHHAHAHAHAHAHAH…
    ITEM JONGIN SI BIBIR TEBAL IDUNG PESEK TAPI BOHAYYYYYYYY…
    LO JADI WAITERS CUYYY…WAITERSSSS…
    HOHOHOOOOH…
    Jarang2 aq liat karakter Kai begini… ahhh sepertinya disini nasib kai agak ter’bully….XDXDXD aku sukaaaaa

    Luhannnn…idihhh kamu tetep aja yaaa polos,imut,gemesin…okeee kamu berhasil buat aku senyum liat tingkah konyol mu ituuuu….

    ALLOWWW authorrr AS..ciri khas ceritamu itu mudah dicerna dan bahasanya juga mudah dipahami…yahhh walo bolehh jujur… masih datar2 aja aq baca part 1 ini…tapi wokelahhh…semoga makin seru seiring berjalannya ceritaaa…

    ditunggu chap 2 nyaaa…

  8. Yaaaah kok TBC thooor? T.T
    Sumpah ini ngakak pas baca “anggep aja tiba-tiba ada elang indosiar yg lewat abis suting terus diminta tolong sama dio yg merupakan junior si elang dijagad perfilman” wkwkwkwk koplak bgt sumpah thor.
    Ayooo dong thor di update lagi secepatnya chapter 2. Di tunggu bgt loooh~

  9. shizu suka karakter kai di sini..

    Baekyeol kenapa belum pacaran????? ayo yeollie,, tembak aja baekhie.. entar keburu di ambil orang loh..

    HUNHAN !!!!! >o<
    Lulu emang polos, imut, lucu, manis, terus rada-rada manja gitu
    paling suka karakter lulu yang begini ketimbang yang melankolis..

    ikh bang sehun.. pake acara akting segala lagi.. modus tuh :p

  10. KAISOO «« AKHIRNYA NEMU NI EPEP!!!
    ihh moment Kaisoo di setiap Ff romance pasti adorable, jadi makin cinta (˘⌣˘)ε˘`)
    aaaa ciee Mama Soo baru juga nemu om Kkamjjong udah langsung pollin in lope xD pake cemburu segala xD jual mahal dulu kek -,- aaa pokoknya sifat mama Soo SESUATU banget deh! jadi makin cinta u,u thor puhlislah satukan Kaisoo, jangan sama yang lain😡
    semangat ya thorrr’-‘)9 FIGHTING!!!

  11. uwaaaa…..>,< jarang nih ada ide cerita kayak gini…langka #plaak
    ngebayangin kai jd pelayan,aduh..ane mah bakal mampir ke itu resto tiap hari kalee…wkwk….
    itu si sehun,lol drama king😄

    kerenlah thor,next chap,hwaiting^^

  12. Lanjut donk author…
    Penasaran niy ceritanya…
    Sweet manis gimana gitu ceritanya.😀
    Di tunggu chapter selanjutnya

  13. bingung pola cintanya ………
    hahahaha semangat aja buat author dan kelanjutannya di tunggu nggak lama ya soalnya penasaran ini!!!!
    author baik deh kalo post lanjutannya cepat2

  14. Keren thor..pas pertama baca kirain chanyeol ma baekhyun..ternyata ma dio sedang syuting…hehehe
    chap 1 lebih bnyak ke moment baekyeol,.tp aq suka bnget..kyak’y mereka berdua saling suka,.syang belum jadian..chen,dio,suho,xiumin mendukung banget nih mereka perdua jadian >.< #hore"

    Udah ngira adik suho pasti sehun..jd pasti da hunhan moment #ngarep
    kaido belum terlalu bnyak muncul,tp udah bsa dipasti'in klo meraka menaruh perasaan yg sama,..

  15. GABISA BAYANGIN SI JONGGONG JADI WAITERS HAHAHA. NISTA BANGET SIH KAMU SAYANG, GABISA NGEBELATUNG DANCE LAGI DONG KALO JADI WAITERS. HAHAHA. Overall suka banget sama ff nya, walaupun sempet lupa lupa inget sama peran masing – masing karena emang banyak buanget kayanya ya yang peran disini. *padahal cuma nambah chunji ama l.joe* terserah aku aja ya kak, udah iyain aja kak. Cepet2 update kaaaakkk{} loveyeaaahh sama ff kakakkkk{}

  16. Aiiisshh.. Lagi seru2’a juga.. Hahaha

    Aku suka pke bnget malah..
    Lanjt uni, aku kaisoo shipper lho.. *takadayangtanya ^^

  17. Hihi ceritanya keren…bahasanya juga gampang di pahami, tapi itu *nunjuk TBC* kenapa harus muncul??? *plak*
    Mikin penasaran sama ceritanya selanjutnya, tetap semangat ya
    Terimakasih ^^

  18. Hihi ceritanya keren…bahasanya juga gampang di pahami, tapi itu *nunjuk TBC* kenapa harus muncul??? *plak*
    Mikin penasaran sama cerita selanjutnya, tetap semangat ya
    Terimakasih ^^

  19. eciee
    eomma cemburu nich, kekeke

    udah lha lu, kamu sama sehun aja,
    biar kai sama eommaku
    hehe

    nice thor, lnjut ya,
    kaisoo, hunhan, chanbaek harus bersatu🙂

    fighting..!!!!

  20. wawwww reaksi d.o cepet bgt yah ,, d.o fightingg !!!! jadikan kai milikk mu ! haahahha .
    tapi ini kecepatan bgt deh part 1 nya , wkwkwkkww
    readers mnta lebihh puanjangg kk . /dotabok/

  21. Ecieeeee..dio jadi artis cieeee…😀
    tp knp kai mlah jd waiters..lucu jg sih..kai yg biasanya di badboy skrng jd cwo yg alim (?)

    Lanjuuuttt cus baca next chap !!
    #ribet😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s