“The Betrayed Angel” Part 9

“The Betrayed Angel”

 

Inspirated of ‘Uragiri wa Boku no Namae wo Shitteiru’

Mangaka :  Hotaru Odagiri

 

 

Author : Kim Hyobin

Twitter : @ranalunabila

 

 

the-betrayed-angel-pict1

Cast : Luhan – Oh Sehun – Kim Jongin / Kai

 

Other : Kim Minseok / Xiumin – Kyungsoo / D.O – Wu Yifan / Kris – Huang Zitao / Tao – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – Kim Jongdae / Chen – Kim Joonmyeon / Suho

 

Genre : Fantasy – Drama – Romance – Action – ANGST

 

Warning : Shounen Ai/ BOY x BOY / YAOI / BL

 

 

THIS IS JUST FICTION!

FICTION!

NOT REAL AT ALL!!

 

 

µ

 

 

 

Aku mendengar langkahmu

Diiringi suara lonceng yang merdu

Kemudian kutukan itu datang

Memindai tawa iblis

Menghentikan detak kebahagiaan

Kau tertawa

Terlihat seperti Setan dimana para Malaikat

Bersabarlah…

Semua akan terbuka

Saat bunga kuncup bermekaran

Saat kebahagiaan harus dibayar dengan kematian….

 

 

 

µ

 

 

 

Part 9

 

 

 

 

“Aku melihatmu Luhan… Aku akan menyambutmu disini. Cepatlah datang…” bisik Sehun dengan seringai menyeramkan.

 

 

 

 

 

DEG

 

 

 

Kai dan Kris saat itu sudah sampai didepan rumah Sehun. Namun langkah kaki cepat Kai terhenti saat itu juga. Ia memegangi dadanya yang kini terasa sedikit… panas. Ada apa dengannya?

 

 

“Kai?” Kris yang menyadari gelagat aneh Kai langsung mendekati namja tampan itu. “Kau baik- baik saja, Kai?”

 

 

 

“Haa…” Kai mengatur nafasnya kemudian mengangguk. “…Aku baik- baik saja.. hanya…”

 

 

Ucapan Kai terhenti, ia tatap telapak tangannya yang masih bergetar. Dan sebuah pemahaman mulai ia mengerti. Perlahan Kai menatap salah satu pohon terdekat, kemudian mengarahkan tangannya pada pohon itu.

 

 

 

BYAARRR

 

 

Mata Kris dan Kai membulat saat itu. Pohon itu terbakar. Dengan tatapan tidak percaya Kris mengalihkan pandangan matanya pada Kai yang kini sudah kembali menatap kedua telapak tangannya.

 

“Kau.. kau membakar pohon itu, Kai! Seharusnya kau… kau tidak menguasai elemen api…” ujar Kris cepat namun setelah itu Kris mengerti satu hal.

 

 

Kai menatap mata Kris lekat. “Jangan katakan… jangan katakan bahwa..”

 

 

“Kekuatan ‘Jantung’-mu bangkit… kau.. Jika kekuatan ‘Jantung’-mu bangkit.. kau menguasai keempat elemen, Kai..” sambung Kris.

 

 

“Mana mungkin, Kris! Jangan  bercanda… siapa yang membangkitk..kan..” Kai memucat seketika itu. “Lu..Luhan..”

 

Kris menahan nafasnya. “Apakah kekuatan Luhan bangkit?…dan karena ‘Jantung’ matahati biru dan matahari merah berhubungan… kekuatan ‘Jantung’- mu juga bangkit Kai.. atau.. aku tidak mengerti..”

 

 

“Tapi bagaimana bisa?!” Kai masih tidak habis fikir. “Dan apa Luhan baik- baik saja?”

 

 

“Kalau memang kekuatannya bangkit bukan berarti ada sesuatu yang terjadi padanya, Kai. aku jamin Luhan akan aman di White House.. Yang kita harus lakukan bertempur sebelum tengah malam. Bulan mulai memerah!!” Kris mulai merasakan tubuhnya melemah.

 

 

Kai mengangguk mantap dan mereka berlari kedalam rumah Sehun.

 

 

 

µ

 

 

 

Tinggal 10 menit lagi Bulan akan sepenuhnya berwarna merah dan jika Red Night dimulai…kekuatan klan Angel pasti akan melemah. Tidak akan sepenuhnya hilang namun akan melemah hingga setengah kekuatan mereka tidak bisa digunakan.

 

Malam kemenangan bagi sang iblis.

 

 

 

 

 

Chanyeol terengah- engah menatap sang pengendali air yang ada dihadapannya. Keadaan sang pengendali air itupun nampak berantakan  dan nafasnya naik turun. Tidak ada bedanya dengan Chanyeol.

 

 

“Seperti biasa… kau kuat, Chanyeol.” Suho tersenyum tipis. “Namun kau tahu? Sebentar lagi Red Night.. dan kau akan melemah.”

 

 

“Lemah? HAHA.. mungkin Red Night memanglah malam para iblis.. tapi maaf saja.. yang mengendalikan kekuatanku adalah AKU! Tidak akan kubiarkan kalian kembali mengacaukan takdir klan.”

 

 

Suho tersenyum tipis. “Kami tidak mengacaukan, Chanyeol.. kami hanya ingin memperbaiki.”

 

 

Chanyeol meludah. “Cih! Aku yang akan memperbaiki hatimu yang sangat picik! Menculik Baekhyun-ku.. klan kalian akan kubakar hingga menjadi abu!”

 

 

Suho menatap tajam Chanyeol kemudian mengarahkan tangannya kearah Chanyeol. “..sudah kuduga kau sungguh bodoh, Park Chanyeol. Masuk kesarang buaya dan membangunkan buaya itu.. kau yang akan kubuat hancur hingga tidak ada lagi sisa tubuhmu didunia ini.”

 

 

“Coba saja!”

 

 

Sedetik kemudian pertempuran kembali terjadi. Bohong besar jika Chanyeol tidak kelelahan. Namun yang ada didalam pikirannya hanya kata ‘Menang’. Jika ia kalah.. siapa yang akan menyelamatkan klannya?  Sedangkan hanya ia satu- satunya Guardian klan Angel.. dan kalau ia kalah siapa yang akan mengantarkan Luhan, jantung mereka, pada kemenangan.. dan..

 

 

Siapa yang akan menyelamatkan manusia yang paling ia cintai.. siapa yang akan menyelamatkan Baekhyun?

 

Karena itu.. apapun yang terjadi pada dirinya.. ia harus menang!

 

Ia harus menang!!!

 

 

 

BRUAK

 

 

Suho tersungkur dilantai bertanah itu, ia seka darah yang melewati pipinya. Rupanya serangan Chanyeol nyaris mengenainya. Beruntung Suho sempat menghindar dan alhasil pipinya tergores oleh api Chanyeol. Pedang api setajam parang.

 

 

“Cih… tidak kusangka tiba- tiba kau jadi sangat kuat, Chanyeol.”

 

 

Mata Chanyeol terlihat sangat tajam, pedang api yang ada ditangannya kini membara layaknya api paling panas didunia. Seakan ingin membuat semua yang ia sentuh menjadi abu dan debu yang terlupakan.

 

 

“Tapi jangan remehkan aku..” ujar Suho sembari bangkit.

 

Suho mengarahkan tangannya keatas. Matanya masih menatap tajam Chanyeol, seketika itu air berjumlah tidak sedikit berwarna biru transparan tergabung dari berbagai penjuru. Namun setelahnya air itu berubah bentuk menjadi beribu belati tajam.

 

 

Mata Chanyeol membulat sempurna saat beribu air berbentuk belati itu menuju kearahnya. Ia tidak mungkin membuat perisai dari api. Pasti akan habis jika melawan air sebanyak itu. Sial!! Sial! Apa yang harus ia lakukan!

 

“Shit!” umpat Chanyeol akan menghindar dan…

 

 

 

TRAANGG

 

 

Kai tiba- tiba datang, mengarahkan air berwarna merah yang ia kendalikan pada setiap air berbentuk belati yang Suho kendalikan. air berbentuk belati itu seketika seperti meleleh dan jatuh kelantai rumah yang bertanah itu.

 

 

Chanyeol mengarahkan matanya kearah Kai dan Kris yang mendekatinya. Namun seketika itu Chanyeol terkejut melihat.. mata Kai yang berwarna merah darah. Kris memegang pundak Chanyeol dan ia membuka jas nya, mengusap lengan Chanyeol yang dari tadi mengalirkan darah segar menggunakan jas itu.

 

 

“Mana Lay?” tanya Kris langsung.

 

 

Chanyeol mengatur nafasnya. “Lay-hyung masuk kedalam.. mencari Baekhyun. Isshh…haaa..” Chanyeol memejamkan matanya menahan sakit yang luar biasa dilengannya yang terluka.

 

 

“Kris.. cari Lay dan Baekhyun.” Kai dengan yakin berucap.

 

Kris mengangguk, tetapi mata tajamnya menangkap sosok Suho yang terdiam melihatnya. Mata Suho menggenang.. terlihat berat dan tubuhnya seperi kaku disana. Kris lalu berjalan selangkah, matanya tidak luput menatap Suho. Kekecewaan yang amat sangat tergambar jelas dimata Kris.

 

 

“Kupikir… kau tidak akan menghianatiku.”

 

 

Setelah mengatakan hal itu Kris langsung berlari melewati Suho yang masih terdiam disana. Terluka akan ucapan singkat yang menyiratkan kekecewaan oleh sang pimpinan klan Angel itu.

 

 

“K..Kris..”

 

 

Seketika itu Suho membalikkan tubuhnya, menatap punggung Kris yang menjauh masuk lebih dalam kerumah megah itu. Melihat ada celah, Chanyeol langsung mengarahkan tangannya yang mengeluarkan api membara kearah Suho.

 

Baru menyadari penyerangan itu, Suho membalikkan tubuhnya kembali dan…

 

 

 

DUAR

 

 

Sebuah angin ribut membawa tubuh Suho, menggagalkan serangan Chanyeol yang meleset menghancurkan sebuah jam tua yang ada dirumah itu.

 

 

Suho membulatkan matanya saat melihat Sehun tengah menggendongnya, menyelamatkannya dari serangan tiba- tiba Chanyeol. Mata lirih Suho menangkap tatapan mata tajam Sehun. Setelahnya Suho menunduk, merasakan rasa cemburu dari tatapan Sehun.

 

“Saat bertarung.. tolong jangan perhatikan apapun selain fokus pada lawan, hyung. Apalagi yang menjadi lawanmu adalah Guardian terkuat.” Ujar Sehun dengan suara dingin.

 

Suho hanya bisa diam.

 

 

Kaki Sehun sudah menginjak lantai bertanah itu, Suho turun dari gendongannya dan bersembunyi dibalik punggung Sehun. Tatapan mata tajam Sehun langsung ia arahkan pada Kai dan Chanyeol.

 

 

 

“Selamat datang, ‘Jantung’ matahari merah.”

 

 

 

DEG

 

 

Kai seketika itu merasakan tubuhnya panas. Jantungnya terpompa lebih cepat. Tubuh Kai terlihat gemetaran dimata Chanyeol. Mengerti ada yang tidak beres dengan Kai, Chanyeol langsung memegangi pundak Kai.

 

 

“Ada apa Kai?” tanya Chanyeol cemas.

 

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

 

“Agh!!”

 

Kai terduduk sembari memegangi jantungnya. Ia pejamkan matanya dan nafasnya terengah- engah. Chanyeol tidak menghiraukan sakit pada tubuhnya, ia kemudian menatap Sehun yang kini melihat mereka dengan sangat remeh.

 

 

“Kau melakukan sesuatu pada Kai, oeh?” teriak Chanyeol marah.

 

 

“Bodohnya… kalian pasti berfikir bahwa kekuatan matahari merah pada Kai juga bangkit karena kekuatan matahari biru pada ‘Jantung’ Luhan bangkit.. picik sekali.”

 

 

Chanyeol yang baru mengerti bahwa kekuatan ‘Jantung’ bangkit hanya bisa terdiam. “Itukah alasan mata Kai berubah seakan berpenjar layaknya matahari berwarna merah?”

 

 

“Haa..haaa…” Kai mencoba mengatur nafasnya dan kembali berdiri. Ia tatap Sehun dengan sangat tajam. “…apa kau mengetahui sesuatu yang…haa.. kami tidak ketahui?”

 

 

Sehun melipat tangannya didada. “Hmm..kalian hanya segerombolan makhluk picik yang begitu naif. Tidak tahukah Kai.. seberapapun kau memihak klan Angel.. kau tetap Setan.. kau tetap bangsa Iblis, Kai.. instingmu tetap insting bangsamu.”

 

 

DEG

 

 

Mata Kai membulat setelah itu. Oh tidak! Rupanya ia melupakan hal mengerikan menyangkut dirinya. Tangan Kai gemetaran hebat, tubuh pucatnya jauh lebih pucat dan Chanyeol kembali memegang pundak Kai.

 

 

“Aku tidak mengerti, Kai! Apa maksud si brengsek itu?!” Chanyeol meminta kejelasan.

 

 

Kai masih diam.

 

 

“Astaga, Chanyeol kau tidak tahu?” Sehun berlagak seolah terkejut. “Sungguh bodoh! Apa kau tidak pernah membaca kitab klan Angel, oeh? Padahal kurasa di Minor House kitab dan buku- buku seperti itu banyak sekali.”

 

 

“Brengsek!!” Chanyeol merasa sangat diremehkan. Tidak bisakah para klan Devil berhenti memanggilnya bodoh?

 

 

 

GREP

 

 

Kai memegang tangan Chanyeol erat. “..aku ini iblis, Chanyeol… aku bangsa Setan.. dan sebentar lagi..haa..haa… Red Night..”

 

 

Chanyeol masih belum mengerti. “Apa maksudmu, Kai?”

 

 

Sehun tersenyum. “Sudah kubilang aku ingin pertukaran jantung, kan? Aku hanya ingin membantumu… dan kau tidak mendengarkanku. Kali ini kau nikmati saja, Kai.”

 

 

 

BRUAK

 

 

 

“Kai!!” Chanyeol terkejut melihat Kai yang tersungkur dilantai. Ia memegangi dadanya yang terasa panas. Chanyeol berusaha membantu Kai untuk kembali berdiri, hingga sebuah ucapan Kai membuat Chanyeol tidak mempercayai pendengarannya sendiri.

 

 

“Bunuh aku, Park Chanyeol! Cepat!! BUNUH AKU!!”

 

 

 

µ

 

 

 

 

“Aaagghh!!” Kyungsoo menjerit kesakitan saat alkohol masuk kedalam luka kakinya. Dengan cepat Chen menghela nafas panjang, ternyata seberapa kalipun mencoba, luka akibat api Chanyeol memang tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan biasa.

 

 

“Maaf.. aku akan memerban kakimu agar lukanya tidak terkena debu.” Chen memotong perban kemudian dengan hati- hati membalut pergelangan kaki Kyungsoo yang terluka. Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, menahan perih dan sakit. Lukanya terasa panas.

 

 

 

Melihat Kyungsoo yang kesakitan, Chen sangat merasa bersalah. Satu- satunya ‘Pure Blood’  terdekat klannya hanyalah Kyungsoo dan ia.. tidak bisa melindungi Kyungsoo. Padahal ia tahu fakta bahwa Guardian itulah yang terlemah diantara empat Guardian.

 

 

“Maaf… maafkan aku..” Chen menunduk. “Seharusnya aku tidak membiarkanmu terluka seperti ini.”

 

 

Kyungsoo tersenyum dan menggeleng cepat. “Mengapa Chen yang minta maaf? Yang patut disalahkan adalah Guardian Api itu.”

 

 

Chen mengangguk pelan dan kembali terdiam. “…Sepertinya kali ini cukup adil, ya. Dijaman ini, Tuhan mulai menunjukkan keadilan.”

 

 

“Hmm.” Kyungsoo mengangguk cepat. “Kau masih saja berlagak seperti hanya aku, kau, dan.. Kai.. yang terlahir sebagai ‘Pure Blood’ klan Devil. Jangan lupakan dia juga, Chen. Kita harus percaya dan yakin padanya.”

 

 

“Ne.. maafkan aku.”

 

 

Kyungsoo menatap jam diruangan itu kemudian tersenyum. “Semenit lagi… Red Night.”

 

Chen mengangguk dan memegang dadanya. “Terasa…bergemuruh.. dadaku terasa sangat nyaman dengan detakan indah ini, Kyungsoo. Kau juga merasakannya?”

 

 

“Tentu… detakan irama klan Devil didalam tubuh kita.” Kyungsoo menggenggam tangan Chen kemudian mereka meyatukan kening mereka. Senyuman manis seketika itu menghiasi wajah kedua namja itu. Mereka menutup mata perlahan dan bersenandung irama lembut yang terdengar menyeramkan ditelinga semua kaum selain kaum Devil.

 

 

Irama penghancuran.

 

 

 

Servatis a periculum

 

Servatis a maleficum

 

 

[Save us from danger]

 

[Save us from evil]  

 

 

 

 

µ

 

 

 

DEG

 

 

 

Tao memegang dadanya yang bergemuruh. Ia hentikan tangisannya, ia duduk ditepi ranjang itu. Oh Tuhan.. detakan jantung seperti ini baru pertama kali ia rasakan. Kaki panjang Tao kemudian melangkah mendekati jendela kamarnya, menyibak gorden kamarnya.

 

 

Mata Tao berpenjar saat melihat sosok bulan yang begitu besar dan berangsur- angsur berwarna semerah darah.

 

 

TES

 

 

Air mata Tao menetes begitu saja saat melihat pemandangan luar biasa itu. Oh Tidak, Tao begitu menyukai bulan yang nyaris berwarna merah darah itu. Menandakan Red Night sudah akan masuk.

 

 

Namja manis itu kemudian menghapus air matanya, ia ingat sekali pesan Sehun. Beberapa detik lagi Red Night dan ia harus melakukan apa yang harus ia lakukan. Sesuai perintah Sehun.

 

 

Lengan kuatnya membuka jendela besar kamarnya. Membiarkan angin malam menyentuh kulitnya yang putih. Tao menutup matanya sesaat kemudian merentangkan tangannya. Matanya terpejam dan bibir mungilnya yang merah kini melantunkan sebuah nyanyian pembuka.

 

 

Requem.

 

 

 

“Para malaikat terjatuh diatas kakiku…

 

…berbisik tepat ditelingaku..”

 

 

 

 

DEG

 

 

Langkah Kris terhenti saat mendengar suara lembut itu. Suara yang menggema diseluruh penjuru rumah itu. Suara yang begitu menakutkan.. nyanyian penghancuran yang disuarakan oleh suara lembut partner.. ah mungkin bukan lagi… suara lembut manusia yang amat ia rindukan dan.. cintai.. yang ia kasihi hingga saat ini.

 

 

“T..Tao?!”

 

 

DEG

 

 

Kris seketika itu merasakan tubuhnya mulai melemah. “Agh! Tao… TAO KAU DIMANA!!”

 

 

 

 

 

“..Mati didepan mataku..berbaring tak berdaya disampingku..

 

..membuka akhir yang baru saja dimulai…”

 

 

 

 

Xiumin menghentikan tangannya yang dari tadi bergerak tidak beraturan. Ia menatap tubuh penuh luka hasil perbuatannya beberapa menit yang lalu, Baekhyun.

 

 

Suara nyanyian lembut Tao yang menggema masuk kedalam pori- pori kulitnya, membuat matanya yang dari tadi menatap tajam bagaikan pedang, memberat. Air mata jatuh dipipinya. Kemudian ia merasakan dekatan jantungnya yang begitu indah.

 

 

 

 

Baekhyun terengah- engah menahan sakit disekujur tubuhnya. Ia merasakan pandangan matanya melemah.. tidak! Sebentar lagi akan Red Night… jika ia tidak menguatkan hatinya, bukan hanya kekuatanya yang melemah. Ia akan kehilangan nyawanya..

 

 

 

“Chan..Chanyeol…” desis Baekhyun pelan. “Chanyeol.. aku tidak akan mati.. aku akan menunggumu.. Chanyeol.. Chanyeol.. aku menunggumu..”

 

 

Seketika itu Xiumin memegangi dadanya. Ia terdiam disana, menghayati udara yang mulai terasa harum dan menyenangkan dipenciumannya. Aroma Red Night.

 

 

 

“..Malam keagungan kami.. Red Night.”

 

 

 

 

“…Menjauhkanku akan tipu daya cinta…”

 

 

 

“Suara.. Tao?”

 

 

Lay terhenti disalah satu anak tangga, ia memegangi dadanya yang terasa sangat sesak. Ia tidak bodoh.. udara terasa semakin tajam dan ia sensitif pada aura dan hawa.

 

 

“Red.. Night?!”

 

 

Ia pejamkan matanya dan menguatkan hatinya. Ia berusaha menutup telinga dari seluruh senandung menyeramkan yang keluar dari tiap udara yang melewatinya. Tangan Lay gemetaran, namun ia tidak akan gentar.

 

 

Lay mulai kembali melangkahkan kakinya, ia turuni anak tangga itu satu persatu dengan perlahan. Berharap ia segera sampai dianak tangga terakhir.

 

 

“Baekhyun… Baekhyun!! Aku harus.. menyelamatkan..Baekhyun!”

 

 

 

 

“Kejujuran ini membuatku jatuh dalam kegilaan..

 

…buta karena air mata..”

 

 

 

Mata Tao seketika itu terbuka. Ia tatap pemandangan kota yang terpapar didepan matanya. Mengingat perintah dari sang pemimpin. Kemudian namja manis itu mengarahkan tangannya terarah kekota itu.

 

Perintah Sehun…

 

 

“Buat semuanya terhenti Tao.. Buat semuanya diam dan hampa. Buat semua manusia tertidur saat Red Night.. hingga hanya kita yang merasakan keagungan itu..”

 

 

 

Suara lembut Tao kembali bersenandung.

 

 

 

…Kami bangkit untuk menemui… akhir...”

 

 

 

 

 

DZZTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT

 

 

Bulan sepenuhnya semerah darah.

 

 

…..Red Night.

 

 

 

 

Sehun dan Suho membuka matanya perlahan setelah menghayati Requem yang dinyanyikan Tao, suara lembut untuk menyambut kedatangan Red Night yang sudah mereka nikmati dari sedetik yang lalu.

 

 

 

 

“Ugh!!” Chanyeol merasakan dadanya seketika itu terhimpit. Ia tersungkur ditempatnya. Nafasnya perlahan terasa pendek. Liur menetes dari bibir Chanyeol, menahan sakit yang amat sangat menimpa dadanya.

 

 

Namun berbeda dengan Kai yang kali ini nampak tidak merasakan keanehan ditubuhnya. Ia malah merasa nyaman bahkan ia ikut menghayati Requem dari suara lembut Tao. Dan melihat Chanyeol yang tersungkur kesakitan membuatnya sadar akan sesuatu.

 

 

“Red Night!” desis Kai.

 

 

 

Tetapi Sehun mengerutkan keningnya melihat Kai menolong Chanyeol. Kenapa Kai terlihat biasa- biasa dan malah menolong Chanyeol? Seharusnya hati Kai sepenuhnya memihak klan Devil kini.

 

 

 

 

“Chanyeol! Kau baik- baik saja?!” Kai menggenggam tangan Chanyeol yang bergetar hebat. “Sial! Karena tubuhmu penuh luka dan kelelahan, dampak Red Night padamu sungguh besar!”

 

 

 

 

Sehun masih tidak mengerti mengapa kini Kai malah membopong Chanyeol kesudut ruangan yang tidak terlalu hancur dan mendudukkannya disana. Berbicara memberi Chanyeol kata- kata penyemangat untuk tidak menyerah dan terus berusaha menguatkan dirinya.

 

 

 

Suho mengetahui kebingungan Sehun. “Sehun.. kau pikir Kai akan kehilangan kendali kemudian menyerang Chanyeol?”

 

 

Sehun menatap Suho namun ia hanya diam tidak menjawab. “Apa yang salah, hyung?”

 

 

“Jantung hanya akan bereaksi saat bertemu..dengan Jantung.” Jawab Suho yakin.

 

 

Sehun membulatkan matanya, kemudian Sehun kembali menatap Kai. “Begitukah? Kasihan… sungguh kasihan.. kasihan sekali.”

 

 

 

 

 

“Kuatkan dirimu, Park Chanyeol!!” Kai mengangkup kedua pipi Chanyeol yang menahan rasa sakit disekujur tubuhnya, rasa sakit yang menekan.

 

 

Chanyeol menggigit bibir bawahnya. “Bae..Baekhyun memanggilku…”

 

 

Kai menatap mata Chanyeol tajam dan mengangguk. “Maka dari itu.. kau harus kuat! Kau Guardian terkuat dan orang yang kau cintai sedang menunggumu!”

 

 

“Bae..Baekhyun…” desis Chanyeol lirih.

 

 

Dengan susah payah Chanyeol menekan rasa lemahnya, sulit sekali.. ya Tuhan Chanyeol bahkan merasa sangat kecil yang lemah. Efek Red Night sungguh luar biasa, menekan mental siapapun kecuali kaum Devil agar melemah.

 

 

 

“Ha…haa.a…aaahh..”

 

 

Setelah sedikit tenang, Chanyeol terpaku pada mata merah Kai yang seakan seperti darah namun.. indah. Mulai kuat Chanyeol mencoba berdiri kemudian ia kembali berbicara pada Kai.

 

 

“Kenapa kau menyuruhku…haaa.. untuk…membunuhmu?”

 

 

 

 

µ

 

 

 

Luhan tercekat ditempatnya, kini ia sedang berada dijalan ramai menuju rumah Sehun. Betapa terkejutnya ia melihat semua orang terdiam. Tidak ada yang bergerak bahkan oksigen seakan terikat karena dadanya sulit bernafas.

 

 

“Time Control..” desis Luhan dan tubuhnya seketika itu terduduk diaspal. “Aghh!!!”

 

 

 

“Haa…haa….haaa…” ia memegangi dadanya yang amat sakit. Seketika itu Luhan menatap genangan cahaya yang berwarna merah… cahaya bulan. Mata Luhan membulat saat melihat bulan yang terlihat amat besar dan berwarna semerah darah.

 

 

 

“R..Red Night..”

 

 

DEG

 

 

 

“Permintaanku hanya Satu

 

Jika waktu itu akan tiba…”

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

 

“Aggh!!” Luhan memegangi kepalanya. Seketika itu sekelabat kenangan mulai merasuki pikirannya lagi. “Agh!! Ap.. apa ini!!”

 

 

Luhan melihat sosok Kai dipikirannya, sosok Kai berambut panjang hitam dan memiliki mata merah semerah darah. Rambut panjang itu diikat kebelakang dan.. Kai terlihat sungguh seperti sosok setan. Ya.. sosok Kai yang tiba- tiba ada dipikirannya itu pasti sosok Kai yang dimasa lalu.

 

 

“K..Kai..” Luhan masih berkutat dengan ingatannya yang seakan kembali masuk dengan paksa.

 

 

“Jika waktu itu akan tiba…

 

Bunuh aku Luhan..”

 

 

 

DEG

 

 

 

Luhan membulatkan matanya. Cocok.. seperti mimpinya waktu itu. Mimpi buruknya yang selalu menyiksanya saat ia masih dipanti asuhan. Oh Tidak!

 

 

“Kai..”

 

 

Luhan.. selamatkan, Kai dan Sehun… 

 

 

 “Sehun… Sehun!”

 

 

Seketika itu Luhan berdiri tegak, ia abaikan semua kenangan yang mulai jelas diotaknya. Sehun yang membunuhnya, Kai yang berubah wujud, klan mereka yang berperang, dan.. sosoknya sebagai seorang yeoja dimasa lalu.

 

 

Luhan berlari sekencang yang ia bisa.

 

 

“Sehun… hiks.. Kau membunuhku… KAU MEMBUNUHKU! KAU MEMBUNUHKU BUKAN KARENA KAU INGIN MEMBUNUHKU SEHUN!!” teriak Luhan keras, air mata jatuh dipipi Luhan. Merasakan tekanan dari berbagai sudut.

 

 

“Aku.. aku ingat semua.. deritamu… deritamu yang mengemban nama Guardian terkutuk di klan Angel.. Sehun..” Tangis Luhan tambah menjadi- jadi.

 

 

Kaki mungil itu terus berlari, kehampaan yang ia lihat tidak ia perdulikan lagi. Sepanjang Luhan berlari, ia tidak sadar… penghancuran telah mengikutinya.

 

 

“Kai.. Kai.. kumohon jangan mengulangi masa lalu, Kai! Kumohon! KUMOHON JANGAN BUNUH SEHUN!!!” hati Luhan sakit luar biasa.

 

 

 

“Tolong selamatkan.. Kai dan Sehun…Luhan..”

 

 

 

Pesan itu kini dimengerti oleh Luhan.

 

 

 

 

“Kali ini… hanya kau yang bisa..”

 

 

 

 

µ

 

 

 

TAP

 

 

Lay akhirnya mencapai anak tangga terakhir dengan dada yang masih sakit bukan main, ia menemukan pintu yang sedikit terbuka. Ia berjalan perlahan mendekati pintu itu dan membukanya. Mata Lay membulat saat melihat seorang namja yang paling ia kenali tergeletak tidak berdaya didepan seorang namja yang… juga ia kenali.

 

 

“BAEKHYUN!!”

 

 

Teriakan Lay tertangkap dipendengaran Xiumin dan Baekhyun. Tanpa segan Lay berlari menuju Baekhyun yang tengah tersungur disana.

 

 

“Oh Tuhan! Baekhyun!!” Lay langsung menitikkan air matanya saat melihat keadaan Baekhyun yang seakan tinggal menunggu maut.

 

 

“L..Lay..h..hyung…” bisik Baekhyun lemah.

 

 

Mata Baekhyun sudah sangat sayu. Tubuhnya penuh luka serta pakaiannya yang sudah tidak berbentuk lagi. Pasti Baekhyun dihajar habis- habisan oleh namja pengendali es itu. Ruangan itu nyaris sama seperti kutub.. penuh es dan dingin.

 

 

“Lay.. hmm.. aku tidak menyangka kau yang akan datang.”

 

 

Mata Lay kali ini menatap Xiumin yang melipat tangannya didada. Ia hapus air matanya kemudian memeluk tubuh Baekhyun yang penuh bekas luka.

 

 

“Xiumin… apa yang kau lakukan pada Baekhyun? Apa kau lupa bahwa kita satu klan?!” teriak Lay pedih.

 

 

“Aku sudah melanggar sumpah… maaf saja. Aku bukan lagi klan Angel.” Jawab Xiumin santai.

 

 

Lay menggeleng cepat dan mempererat pelukannya ditubuh Baekhyun. Bisa ia lihat kedua kaki dan tangan Baekhyun masih terikat oleh es Xiumin. Menelan kasar liurnya, Lay kemudian menutup matanya. Mencoba menyembuhkan luka ditubuh Baekhyun.

 

 

“Tung..tunggu, Baekhyun.. aku akan membantumu.” Bisik Lay lirih.

 

 

Xiumin memutar bola matanya. “Aigoo.. menjijikkan. Kalian naif sekali, klan terkutuk.”

 

 

 

“Ah..” Baekhyun merasakan rasa sakit ditubuhnya mulai menghilang dan kemudian… benar- benar menghilang.

 

 

“CUKUP!!” Baekhyun langsung berteriak keras saat merasakan tubuh Lay yang memeluknya bergetar hebat. Lay pucat pasi. Keringat dingin mengucur deras ditubuhnya.

 

 

“KUMOHON CUKUP, LAY- HYUNG!!!” Suara Baekhyun pecah dengan tangisan. Tidak mau melihat Lay, namja yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri merasakan rasa sakit yang dari tadi ia rasakan. Tidak! Jangan sampai!

 

 

“Haa…”

 

 

 

BRUK

 

 

Lay ambruk. Ia masih memeluk Baekhyun, namun pelukan itu sudah sedikit melemah. Baekhyun menatap wajah Lay dengan tatapan lirih, air mata jatuh dari mata Baekhyun. Melihat senyuman tipis Lay yang begitu tegar.

 

 

“Aku baik- baik saja… haa… lihat…” Lay mencoba menenangkan Baekhyun.

 

 

“Oh Tuhan! Kenapa kau menyembuhkanku dengan keadaan kita yang sedang lemah, hyung. Hiks…” Baekhyun tidak tahu harus berterima kasih seperti apa atas pertolongan Lay.

 

 

“..selagi.. aku masih … bisa membantumu.. adikku sayang..” Lay kembali tersenyum. Wajahnya yang menahan sakit masih membuat Baekhyun bersedih.

 

 

“Hyung..Kau harus kuat, hyung! Jangan biarkan aura jahat itu membawa jiwamu! Jangan sampai hatimu melemah!!” Baekhyun terus membawa Lay berbicara.

 

 

“Jangan khawatir! Aku.. tidak lemah!” Lay mencoba duduk. Rasa sakit Baekhyun berpindah ketubuh Lay berangsur- angsur hilang. Namun terasa tidak secepat biasanya, pasti karena efek Red Night.

 

 

“Sudah? Hoaaaamm~ aku malas sekali melihat adegan menjijikkan seperti tadi.” Xiumin berlagak seperti orang yang sudah terkantuk.

 

 

Lay dan Baekhyun kembali menatap Xiumin. Menyedihkan melihat keluarga sendiri kini sudah membuang statusnya sebagai klan Angel menjadi klan Devil.

 

 

“Apa Sehun sebegitu patut kalian hormati, oeh? Sampai kau rela melanggar sumpah bersama Sehun?!” Baekhyun menatap tajam Xiumin.

 

 

Tatapan mata tajam Xiumin menutupi wajah manis dan ramahnya. Ia kemudian berjalan mundur selangkah.

 

 

“Kalau begitu aku bertanya padamu… apa bedanya Klan Angel dan Klan Devil?”

 

 

“Eh?” Lay dan Baekhyun terlihat bingung dengan pertanyaan Xiumin. Melihat kedua wajah kebingungan itu, Xiumin tersenyum puas.

 

 

“Maksudku perbedaan yang nampak diluarnya… secara fisik.”

 

 

Lay menggeleng cepat. “Ti…dak ada… kurasa tidak ada..”

 

 

“Berarti kalian belum melihat tubuh Kai. Klan Devil dicap sebagai klan Setan yang diasingkan. Menguasai unsur kegelapan dan kesesatan.. berbeda dengan klan Angel yang dilahirkan bersih tanpa noda..”

 

 

Baekhyun dan Lay hanya diam saja, seketika itu Xiumin membuka jubah hitamnya, mengekspos kemeja hitam panjang yang ia kenakan. Kemudian ia membuka sedikit lengan kemejanya, dan.. memperlihatkan sesuatu yang membuat Lay dan Baekhyun terkejut.

 

 

“Ini pertanda kami melanggar sumpah.. kau tahu bagaimana besi panas bercap itu membakar kulit kami? Membentuk cap klan Devil.. yaitu matahari merah. Setelah itu… darah kami sepenuhnya mengalir untuk klan Devil.” Lanjut Xiumin kemudian kembali menutup lengannya dan memakai jubah hitamnya.

 

 

Baekhyun dan Lay seakan tidak percaya dengan penglihatannya. Tanda menyeramkan yang menodai tubuh Klan Angel. Oh tidak.. bahkan Lay meneteskan air matanya saat melihat tanda itu.

 

 

 

“Dan kalian tahu? Klan Devil yang sesungguhnya mendapat lambang itu sejak lahir…lambang matahari merah dipunggung mereka… dan sejak aku mengetahui itu aku mengerti satu hal tentang Sehun.”

 

 

Lay dan Baekhyun kembali mengerutkan dahinya. “Maksudmu?” tanya Baekhyun pelan.

 

 

Xiumin tersenyum. “Haruskah aku memberitahu kalian? Itulah yang membuatku yakin dan begitu menghormati Sehun… karena ia terlahir ditempat seharusnya ia dilahirkan. Dan takdir.. sudah memperbaiki hal itu.”

 

 

“Mustahil!” Baekhyun seakan mengerti maksud Xiumin.

 

 

Xiumin kembali tersenyum dan seketika itu mengarahkan tangannya pada lantai basah itu. “Sudah bicaranya.. yang pasti tugasku bertambah berat. Karena harus melenyapkan dua tikus sekaligus.. Hahaha!”

 

Sebuah cambuk kembali dipegang oleh Xiumin.

 

 

 

µ

 

 

 

Kris terus berlari, ia membuka tiap ruangan yang ia jumpai, menahan sakit didadanya. Ia tahu sekali dadanya yang seakan terhempit itu adalah efek Red Night. Dan ia berharap dapat menemukan Lay, Baekhyun atau… Tao. Bodoh memang, Kris masih berharap ia bertemu dengan Tao. Mengharapkan partner nya itu tersenyum kearahnya dan membuka pelukannya.

 

 

Tidak Kris!

 

 

Jangan berfikir seperti itu.. kau harus menemukan Lay dan Baekhyun. Semenjak mengetahui Tao melanggar sumpah, Kris mulai memberi perhatian lebih pada Lay. Namun Kris tidak bisa membohongi perasaannya sendiri. Seberapa kuatnya ia memecah perasaan itu.. ia tidak sanggup!

 

Hatinya hingga saat ini masih meneriakkan nama Tao.

 

 

BRAK

 

 

Sampai akhirnya Kris membuka pintu sebuah kamar yang cukup rapi. Mata Kris membulat sempurna saat melihat sesosok namja manis bermata gelap berdiri didepan jendela besar kamar tersebut. Tubuh namja manis itu menghadap pada Kris seakan tahu bahwa Kris akan datang kekamar itu.

 

Mata lembut yang kini menajam saat melihat Kris. Rambut hitam lembut yang nampak begitu halus dan beberapa tindikan ditelinganya. Tidak berubah sama sekali… tetap Tao-nya yang dulu, pikir Kris.

 

 

Pakaian serba hitam yang Tao kenakan bahkan tidak membuatnya terlihat sebagai salah satu pengendali kegelapan dimata Kris.

 

 

“T..Tao..” bisik Kris pelan. Ada kelegaan disela suaranya. Seakan tidak memperdulikan nafasnya sendiri yang terengah- engah.

 

 

Mata gelap yang dingin itu menatap tajam Kris. Ia tidak bicara sama sekali, hanya diam disana sembari menatap sang pemimpin klan angel tanpa rasa takut. Wajahnya sedikit mendongak, membuat kesan sombong yang tak teremehkan.  

 

 

“Kau siapa?”

 

 

DEG

 

 

Kris menelan kasar liurnya mendengarkan pertanyaan singkat Tao. Suara lembut itu terdengar sangat bengis dipendengaran Kris. Ah.. Kris bahkan sulit sekali bernafas karena efek Red Night, namun entah mengapa dampak Red Night padanya tidak terlalu kuat. Apa mungkin karena Kris… bertemu Tao dan ia lupa sama sekali dengan efek Red Night? Mustahil..

 

 

 

“Kau siapa!!” mata kelam itu terlihat berat.

 

 

 

“Aku partner-mu!” jawab Kris tanpa ragu.

 

 

 

Tao mengarahkan tangannya pada Kris. Membuat Kris seketika itu terkejut dan ia terlihat sangat waspada. Tidak ada kelembutan diwajah manis itu, ia begitu sulit untuk percaya dan nampaknya ia tidak mau mempercayai ucapan Kris.

 

 

“Apa yang kau katakan? Partner ku adalah Xiumin-ge! Kau pasti pemimpin Klan jahat yang membuat Sehun menderita! Kau yang membuat klan-ku menderita!!” teriak Tao keras.

 

“Jika kau membicarakan bahwa klan mu adalah Klan Devil, kau salah besar! Kau mungkin tidak mengerti dan dengan mudah.. Sehun membawamu, Huang Zitao!”

 

 

Mata Tao membulat saat mendengar Kris mengucapkan nama lengkapnya. “Darimana kau tahu namaku secara lengkap? Bahkan Sehun dan anggota klanku tidak ada yang mengetahui nama lengkapku!”

 

 

“Aku orang terdekatmu!! Sudah kukatakan bahwa aku adalah partner-mu!!” Kris mencoba melangkah mendekati Tao.

 

Ya Tuhan, jika ia diperbolehkan mengemis sebuah permintaan, Kris rela memberikan apapun agar Tao kembali kesisinya. Sudah! Kris sudah tidak peduli lagi dengan status Tao sebagai klan Devil. Kris tidak akan membenarkan alasan apapun untuk dirinya membenci Tao.

 

 

“Berhenti disana!!” teriak Tao saat melihat Kris mendekatinya. Tangan Tao masih terarah pada Kris, siap- siap memberikan serangan jika Kris akan menyerangnya. Namun Kris tetap saja mendekatinya dan terus, hingga Tao lah yang mundur dengan perlahan.

 

 

Hey! Mengapa ia mundur? Kenapa ia yang selalu sadis dan tanpa perasaan menyerang lawannya jadi tidak..tidak berani mengarahkan kekuatannya pada… namja tinggi itu. Seakan tubuhnya sendiri yang melarang Tao agar menyakiti Kris.

 

 

“KUBILANG BERHENTI DISANA!!” Teriak Tao sangat keras saat tubuhnya sudah membentur dinding  jendela. Tao tidak mungkin mundur lagi, jika ia mundur bisa dipastikan ia akan jatuh dari rumah lantai 4 itu.

 

 

Kris menghentikan langkahnya dan tatapan matanya masih menangkap sosok Tao. ya Tuhan.. tidak ada yang berubah dari sosok manja yang manis itu. Jarak mereka yang hanya beberapa langkah membuat Kris semakin jelas melihat wajah Tao.

 

 

 

DEG

 

 

Tao membulatkan matanya saat ia merasakan hatinya terhenyak. Ia.. ia entah mengapa mendapat panggilan..

 

 

“Xiu..Xiumin-ge!!” Tao memegang dadanya. Ia merasakan sesuatu tengah terjadi pada partner barunya itu. Tidak mengacuhkan Kris, Tao langsung berjalan akan melewati Kris, namun dengan sigap Kris memegang lengan Tao.

 

 

“JANGAN SENTUH AKU BANGSA MENJIJIKKAN! MINGGIR KAU!!” Teriak Tao keras dan berusaha menghempas tangan Kris kasar.

 

 

Kris diam tidak melawan perkataan Tao, tangannya masih memegang lengan Tao erat. Mata mereka bertemu dan seketika itu Kris melihat kemarahan disana.

 

 

“Jangan membuatku marah, brengsek!! Jika kau tidak melepaskan tanganku aku bersumpah akan menghentikan waktu pada tubuhmu dan meledakkan ruang jantungmu!!”

 

 

Kris masih tetap diam.

 

 

“Kau tuli, oeh!! Lepaskan tanganku!!” Tao kali ini memberontak. Menarik tangan Kris agar melepaskan lengannya yang dipegang Kris. “LEPASKAN!!”

 

 

“Kenapa kau tidak menghancurkan jantungku? Bukankah kau mudah saja melakukannya saat tubuh kita sedang bersentuhan Tao?”

 

 

DEG

 

 

Mata Tao membulat, tubuhnya terdiam. Benar.. ia hanya berbicara, mencoba mengancam! Namun ia tidak bisa melakukannya! Ada apa dengan dirinya?!

 

 

Tao langsung menggeleng cepat, kembali ia mencoba membuka tangan Kris dari lengannya dan betapa terkejutnya Kris saat melihat air mata Tao menetes begitu saja. Ia menangis dengan suara isakan yang amat halus.

 

“Lepas.. hiks.. lepas..”

 

 

Reflek Kris melepas tangannya dari lengan Tao, seketika itu rasa bersalah mulai merasuki Kris. Tao mundur beberapa langkah, mata sayunya masih menatap Kris dengan lirih. Mereka berdua tidak mengerti.. apalagi Tao yang sangat kebingungan. Tao menggengam tangannya yang tadi dipegang Kris kuat.

 

 

“Kau… Aku membencimu!”

 

 

Setelah mengatakan hal itu Tao langsung berlari keluar kamarnya, melihat Tao berlari tentu Kris tidak segan untuk mengejarnya. Namun langkah kaki itu sungguh cepat sekali, Kris akhirnya menggunakan kekuatanya untuk terbang.

 

 

“Cih!” decis Tao saat melihat Kris mengejarnya.

 

 

Tidak mau tertangkap, Tao tetap berlari kemudian mengarahkan tangannya pada Kris, kali ini.. kali ini Tao..

 

 

DZZZTTT

 

 

BRUAK

 

 

“AGH!!”

 

Kris terjatuh kelantai, ia pegangi dadanya yang sakit. Namun tidak terlalu sakit, tetapi dapat membuat kepala sedikit pening karenanya. Tao terhenti sebentar dan menatap Kris dengan nafas sesak tersungkur dilantai dingin itu. Kris menatapnya dan ajaibnya Tao langsung merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan.. bodoh! bahkan serangan yang Tao layangkan pada Kris hanyalah serangan kecil .

 

 

TAP

 

 

Tao langsung berbalik badan dan kembali berlari meninggalkan Kris yang memanggil namanya berkali- kali.

 

 

“TAO!!”

 

 

 

 

 

Seakan tuli Tao tidak mengindahkan panggilan Kris, ia masuk kedalam sebuah pintu ruang bawah tanah. Tidak ada kesabaran ditiap langkah Tao, ia terus saaja berlari turun. Perasaannya sama sekali tidak enak.

 

 

“Xiumin- ge!!” Tao berdoa. “Semoga kau baik- baik saja!!”

 

 

 

 

 

 

µ

 

 

 

BRAKK

 

 

Tao masuk kedalam ruang bawah tanah itu. Mata tajamnya kini membulat menangkap sosok Xiumin yang tersungkur dilantai dengan memegangi wajahnya.

“AAGHH!!”

 

 

“GE!!” Pekik Tao dan berlari kearah Xiumin.

 

 

“BRENGSEK! NAMJA BRENGSEK ITU BERHASIL MELEPAS IKATANKU!!” Teriak Xiumin keras. “NAMJA CAHAYA ITU!!”

 

 

Tao melihat Baekhyun dan Lay yang tengah terengah- engah. Tangan Baekhyun terlihat mengeluarkan cahaya redup.. cahaya putih yang begitu menjijikkan dimata Tao. Cahaya itu redup.. pasti karena efek Red Night, kekuatannya jadi melemah.

 

 

“Ge! Kau baik- baik saja?!” Tao membantu Xiumin berdiri. Dengan sedikit pening, Xiumin berdiri dan mengusap matanya.

 

“Sial! Tadi cahaya menjijikkan itu terlihat sangat terang saat aku mencekik Lay dengan es ku!”

 

 

Tao kemudian membawa tubuh Xiumin duduk disebuah kursi kayu yang terletak didekat sana. Kemudian wajah namja manis itu menegang, menatap Lay yang masih sesak nafas karena lehernya baru saja terlepas dari jeratan es dingin Xiumin. Baekhyun yang mengeluarkan cahaya untuk menolong Lay nampak pucat dan kelelahan.

 

 

“Tao..” bisik Baekhyun begitu pelan.

 

 

“Kalian sudah melukai gege ku.” Tao terlihat marah. Kilatan kemarahan yang terlihat jelas dimata hitam kelam itu. Lay menggigit bibir bawahnya, ia sudah tidak kuat lagi.. tubuhnya nyaris mati rasa.

 

 

 

“Kubunuh kalian brengsek!!”

 

 

Tao mengarahkan tangannya pada Baekhyun dan Lay.

 

 

 

 

µ

 

 

 

TAP

 

 

Dengan nafas terengah engah Luhan sampai didepan rumah Sehun. Ia teguk paksa liurnya dan kemudian dengan yakin ia masuk kedalam pekarangan rumah itu, menatap sekeliling pekarangan yang terlihat sedikit hancur.

 

 

Luhan menggigit bibir bawahnya dan kembali melangkahkan kakinya..

 

 

 

Memasuki.. pertempuran yang menunggunya.

 

 

 

 

µ

 

 

 

 

DEG

 

 

Kai memegangi dadanya yang tiba- tiba kembali berdetak kencang. Belum sempat ia menjawab pertanyaan Chanyeol, Kai sudah mendapat serangan lagi pada jantungnya. Oh Tuhan, apakah dekatan jantung ini berasal dari ‘Jantung’ Matahari Merah yang tertanam ditubuhnya?

 

“Ugh!!”

 

“Kai?!” Chanyeol memegang pundak Kai.

 

 

 

Sehun tersenyum manis saat melihat Kai lalu Sehun menghadap kebelakang, menatap mata sang kekasih dengan lembut. Ia usap sesaat pipi merah Suho kemudian memegang tangan Suho dengan erat.

 

 

“Jangan jauh- jauh dariku.”

 

 

Suho mengangguk dan ikut menggenggam tangan Sehun erat. Seketika itu Sehun kembali mengarahkan tubuhnya kedepan.. ah lebih tepatnya kearah pintu.

 

 

Seringai mengerikan tergambar sempurna diwajah Sehun.. dia bisa merasakan langkah yang mendekat. Langkah yang ia tunggu dari tadi.

 

 

 

“Selamat datang…. ‘Jantung’ Matahari Biru.” Bisik Sehun dengan wajah amat dingin dan seringai yang menyeramkan. “Selamat datang ditempat kematianmu.”

 

 

 

 

“KAI!!”

 

 

 

Suara Luhan tertangkap dipendengaran semua orang. Membuat mata Chanyeol membesar sempurna..

 

 

“L..Luhan?” Chanyeol seakan tidak percaya melihat sosok orang yang amat ia jaga berada disana. Oh Tidak! Bukankah Luhan sudah berada ditempat yang aman? Bagaimana  bisa Luhan berada disana?!

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

“Ti..tidak…” Kai membulatkan matanya saat melihat Luhan.

 

 

Secepatnya Kai langsung mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang masih berdiri disampingnya. Ia genggam tangan Chanyeol erat. “BAWA LUHAN PERGI DARI SINI!! SEBELUM AK..AKU.. AGGHH!!”

 

 

Terlambat!!

 

 

“Ap-“

 

 

BRUAAK

 

 

Ucapan Chanyeol terhenti saat tubuhnya dihempaskan keras oleh Kai, kali ini Kai meringkuh dilantai bertanah itu. Tubuhnya bergetar hebat. Urat disekitar tubuhnya terlihat menegang. Suara erangan Kai terdengar sangat memilukan, menahan sebuah hasrat… hasrat sang Matahari Merah yang bersemayam ditubuh Kai.

 

 

Luhan yang melihat itu tentu saja sangat cemas. “KAI!!”

 

 

Namun dengan sigap Chanyeol berlari mendekati Luhan dan membawanya menjauhi Kai. sedikit paham bahwa Kai akan kehilangan kendali, Chanyeol dengan tubuh lemahnya menarik Luhan untuk menjauh dari sana.

 

 

 

 

 

Sehun menangkap mata Luhan yang berwarna biru terang.. warna biru yang menyenangkan. Namun menjijikkan bagi Sehun… ah bagi semua kaum klan Devil.

 

 

“Menjijikkan.”

 

 

 

 

 

 

“Jangan mendekati Kai, Lu!” teriak Chanyeol masih berusaha mencegah Luhan untuk mendekati Kai. Masih saja namja manis itu meronta, agar Chanyeol melepaskan pelukannya dan Luhan bisa menghampiri Kai.

 

 

Luhan menggeleng cepat dan melepas pelukan Chanyeol. Ia tatap kemudian mata Chanyeol yang begitu kelelahan. Luhan mengusap pipi Chanyeol pelan. Sekali lagi Chanyeol tertegun melihat mata Luhan yang berwarna biru indah… warna Matahari Biru.

 

 

“Oh tidak.. kekuatanmu.. bangkit Luhan..” bisik Chanyeol lirih.

 

 

Luhan mengangguk cepat. “Kau sudah percaya padaku, bukan? Kini… aku yang akan bertarung, Chanyeol.. dan aku sudah ingat semuanya. Guardian klan Angel yang terhormat.. jemputlah sang pengendali cahaya…”

 

 

Chanyeol membulatkan matanya kemudian mengangguk pelan, ia tersenyum manis. “Kumohon… selamatkan klan kita.”

 

 

Luhan mengangguk, ia melepas tangkupannya dari pipi Chanyeol, membiarkan namja tampan itu kemudian berlari cepat meninggalkan ruangan itu masuk lebih dalam rumah itu… mencari Baekhyun.

 

 

Menjemput Baekhyun-nya.

           

 

 

 

Suho hanya melihat punggung Chanyeol yang menjauh, Sehun bahkan tidak melirik sama sekali Chanyeol yang berlari melewatinya. Sungguh hanya keangkuhan yang menguasai Sehun.

 

 

 

 

TAP

 

 

Luhan menghela nafas panjang dan tubuhnya kini berhadapan dengan Sehun dan.. Suho. Tatapan lembut Luhan bahkan tidak hilang sama sekali. Menatap Sehun yang kini  tidak sudi melihat Luhan dengan dagu sejajar. Ia mendongakkan sedikit wajahnya, menampakkan kesombongan dan keangkuhannya.

 

 

“Sehun.. apa kabarmu?”

 

 

Mata Sehun membulat saat Luhan bertanya.. bertanya hal yang.. Hey?! Mereka akan bertarung hingga mati… namun Luhan menanyakan kabarnya? Bodoh!

 

 

“Aku selalu berdoa agar Sehun bahagia dan sehat.” Suara Luhan terdengar sangat lembut.

 

 

“Ini yang kubenci darimu, Luhan. Berlagak dengan kebaikan hatimu! Busuk!!”

 

 

Luhan tersentak karena dimata Sehun sama sekali tidak nampak lagi kelembutan. Tajam bagai bilah pedang, mengerikan seperti kutukan, dan menyeramkan layaknya sebuah teror.

 

Sehun yang begitu berbeda.

 

 

 

Namun seketika itu mata Luhan menangkap sosok Suho yang berlindung dibalik tubuh Sehun, melihat tangan Sehun yang menggenggam erat tangan Suho. Tidak berbohong hati Luhan seakan ngilu dibuatnya.

 

 

TAP

 

 

TAP

 

 

TAP

 

 

 

Langkah kaki itu bergema.

 

 

Luhan mundur selangkah, raut wajahnya tidak berubah. Karena ia tahu hal itu akan terjadi.. sama seperti dimasa lalu.

 

 

Kai… dengan mata merah padam dan raut wajah yang dingin kini mendekati Sehun dan Suho. Wajah tampan Kai tanpa ekspresi, terlihat tubuhnya tegap seakan kuat atas semua terjangan. Karena malam ini.. adalah malam bangsa iblis.

 

 

 

Luhan meneguk liurnya paksa. Ia mengerti… ia tidak lupa lagi. Mengapa saat pertempuran para klan terjadi… para klan Angel tidak memperbolehkan pernikahan Luhan dan Kai terjadi.

 

Karena mereka adalah pemilik jantung masing- masing matahari yang mengayomi mereka.

 

 

Dan itu berarti…

 

 

 

 

 

“Aku pemimpin Klan Devil.. Guardian yang mengendalikan Angin..” seru Sehun lantang pada Kai.

 

 

Seketika itu Kai mengangguk. Senyuman sinis khas klan Devil menghiasi wajah tampan yang pucat itu. Sehun mengeratkan tangannya yang menggenggam tangan Suho, kemudian tatapan mata Sehun teralih pada Luhan yang menatap Kai dengan tatapan sendu.

 

 

Kai mengikuti arah pandang Sehun. Ia tatap mata bermanik biru Luhan yang indah, namun menjijikkan bagi seluruh Klan Devil. Apalagi bagi Kai… Kai yang jiwanya sudah dikendalikan sepenuhnya oleh Matahari Merah.

 

 

 

 

“Bunuh dia.” Perintah Sehun pada Kai.

 

 

 

Kai menyeringai, memperlihatkan betapa angkuhnya dirinya kini. Melihat Luhan yang ia anggap begitu kecil dan lemah. “Matahari Biru… kali ini tidak akan kubiarkan kau bereinkarnasi.”

 

 

 

 

Mendengar ucapan Kai, Luhan menguatkan kepalan tangannya. “Dan kali ini aku pasti berhasil menyelamatkan Sehun dan Kai!”

 

 

 

Pertempuran yang sesungguhnya…

 

 

 

 

….dimulai.

 

 

 

Ini adalah kebenaran

Percaya padaku

Karena kau tidak akan pernah bisa menghentikan kesedihan

Jangan tutup matamu

Karena ia meneriakkan namamu

Jangan mencoba untuk bersembunyi

Karena ia..

…. tidak pernah tidur dan tidak pernah mati

 

 

So long and Good night

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

Sumpah ini aku buatnya merinding. Apalagi pas bagian RED NIGHT udah dimulai pas Tao nyanyi.. tangan gue keringetan saoloh! *plak lebayyyyyy  ini efek apa juga Hyonin kagak tau.. keringet dingin ngebuatnya :”””””

Ya Allah, maafkan aku membuat FF senista ini T.T *sujud

 

DAN SATU LAGI!

 

INI HANYA FIKSI DAN AKU TIDAK BERMAKSUD MENYESATKAN ATAUPUN MEMBAWA PENGARUH ANEH YA! INI GAK BUAT DIIKUTIN! CUMA BUAT CERITA FIKSI SAJAAAHHHH! SO, SETELAH DIBACA GAK USAH DIMASUKIN KEHATI ^^

 

MAKASIH BANYAK READER YANG KOMEN, AKU MENCINTAI KAMUUOOOOAAAHHHH!!! :**********

Yang gak komen, gak usah bacaaaaaaaaaaaaaa soalnya aku gak mau ini dibaca ama hantu!!! Saya udah usaha, ya sider juga usaha donk buat komen ff saya. (maaf ya omonganku sedikit kasar)

 

*lets meet again at new update fanfic!! ^^

 

#Bow Kim Hyobin

158 thoughts on ““The Betrayed Angel” Part 9

  1. Suka sama kata-kata yang di cetak merah.. ya ampun merinding deh bayangin kai yanv kaya orang kerasukan.. luhan, dia bener bener kalut banget posisinya..

  2. yaalloh itu sehun bengis banget yak
    coba kalo yg nyanyi nya kyungsoo pasti makin menyentuh + merinding :’)
    aigoo kai, jangan sakitu luhan wkk
    ini ff emg paling keren, da emg semua ff ka ran daebbak (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s