SOULMATE Chapter 1

Title: Soulmate

Author: Nine-tailed Fox

Soulmate

Genre: Romansu, Fantaji.

Cast: Park Chanyeol – Cleon Flugel (Chanyeol)

            Byun Baekhyun

Other Cast: Wu Fan – Andreus Flugel (Wufan)

                            Lu Han – Alastair Flugel (Luhan)

                            Oh Sehun – Samuel Flugel (Sehun)

                           Huang Zitao – Raven Flugel (Tao)

Length: 1 of ?

Rate: PG 17

 

WARNING! THIS IS BOYS LOVE STORY! FICTION! DON’T LIKE DON’T READ!

 

Ini jangan bingung ya…saya emang bikinnya selain Baekhyun, semua anak EXO yg muncul bukan orang korea, jadi saya kasih nama asing-nya satu2.

 

Kalo baca FF ini udah sangat jelas terinspirasi dari Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2. Saya ngebayangin si Chanbaek hubungannya kayak Jacob dan Renessme, adeeuuhh~ so sweet! Jadi mungkin untuk selanjutnya bakal banyak adegan2 yg mirip sama film itu. Selain itu FF ini juga terinspirasi dari FF Drarry yg saya baca, judulnya Connection karya-nya Aicchan.

 

Seandainya ada bagian2 yg mirip dengan FF author lain, itu bener2 ga sengaja, mohon jangan langsung ngejudge saja menjiplak ya. Itu sama sekali ga sengaja. Mohon dimaafkan.

 

Oh iya disini Luhan-Wufan anak kembar yaaaa!! Haha! Ga tau kenapa saya pengen bikin mereka jadi anak kembar.

 

Oke!

Lanjut!

 

= = = = = = = = = = = = =

 

Chapter 1

Cleon kembali merasa jemu hari ini, ia jadi berpikir kalau mengikuti usul Alastair untuk pindah ke Korea Selatan bukanlah hal yang bagus. Tapi hei, memang sejak kapan seorang Cleon Flugel tidak pernah mendapati kejemuan dalam kesehariannya sejak sekitar…lima puluh, tujuh puluh atau mungkin seratus tahun lalu? Dan baru sekarang ia menyalahkan Alastair atas semua itu?

 

Okay, mungkin alasan sebenarnya yang sangat tepat adalah, ia harus melewati semua kesehariannya seorang diri. Berbeda dengan Samuel yang selalu menemani Alastair atau Raven yang selalu mengikuti dan mendampingi Andreus kemana pun ia pergi.

 

Langit selalu menjadi tempat kemana tatapannya tertuju, angin adalah satu-satunya teman yang selalu berbisik meniadakan sepi, sementara tanah lapang adalah kawan setia dimana ia dapat dengan leluasa berbaring melepas lelah.

 

Terkadang ia membenci garis usia tak berujung yang melekat pada setiap vampire.

 

Menyaksikan kelahiran dan kematian yang tak ada habisnya adalah hal yang menyakitkan, kalau vampire tampan ini boleh jujur.

 

Jiwa yang terikat pada dunia hanya mengundang sepi dan hampa.

 

Cleon bangkit dari posisi tidurnya diatas tanah berumput halaman Flugel Manor. Entah darimana Andreus mendapatkan bangunan megah dan mewah yang jauh dari kota Seoul untuk mereka tinggali selama di Korea Selatan. Setidaknya tempat ini sunyi dan damai…Cleon tidak pernah suka bising dan kegaduhan.

 

Ia langkahkan kaki-kaki panjangnya memasuki Manor. Mendapati isinya yang cukup mewah dan luas, layaknya bangunan-bangunan kuno Inggris megah, tempat tinggal para bangsawan.

 

“Hai, Cleon. Acara merenungmu sudah selesai?” Samuel berkata, soulmate dari Alastair. Termuda diantara mereka berlima…meski sesungguhnya usia mereka tidak lagi sedikit, tapi tetap saja Samuel-lah yang termuda.

 

Vampire tampan itu mendengus, ia sedang malas memukul setan kecil itu hari ini. jadi Cleon memutuskan untuk membiarkan Samuel melanjutkan permainan kartunya bersama Raven dengan tenang diatas sofa.

 

Ruangan ini memang biasa mereka berlima gunakan untuk berkumpul bersama. Karena suasananya yang cukup nyaman dan luas. Apapun ada disini, lemari berisi penuh buku2 antik, tolet…juga lemari berisi ratusan piringan hitam koleksi Andreus.

 

“Dimana obatku, Al?”

 

“Kuletakan dimeja…”

 

Tak perlu susah-susah mencari, Cleon segera menemukan apa yang ia cari ada diatas meja bersama sepoci teh Ceylon dan dua cangkir antic. Ia tahu kalau minuman tersebut pastilah hanya untuk Samuel dan Raven…sebab Alastair, Andreus mau pun dirinya tak bisa meminum semua itu. Selain darah…vampire hanya bisa mengkonsumsi air.

 

Cleon lalu duduk disebelah Alastair yang tengah asyik membaca buku tebal entah apa judul dan isinya ─memang siapa yang peduli?

 

“Kau bilang bosan dengan rasa obat? Kenapa tidak berburu saja? Setidaknya darah asli akan lebih nikmat ketimbang obat penambah darah…meski darah hewan sekali pun.” Alastair sedikit memberi nasihat namun dengan pandangan yang tetap focus pada halaman buku ditangannya.

 

Vampire tampan itu mengambil segelas air putih yang baru saja diantarkan oleh Raven sebelum lelaki bersurai hitam kelam itu kembali bermain kartu dengan Samuel.

 

“Aku malas.” Jawabnya singkat seraya menjatuhkan sebuah kapsul hitam ketelapak tangannya, membelahnya menjadi dua dan membiarkan serbuk merah didalamnya berlomba-lomba terjatuh kedalam gelas berisi air bening yang kemudian berubah warna menjadi merah transparan dengan cepat.

 

Ia mengerenyit, aroma besi obat penambah darah…sungguh menyengat. Tapi, mau tak mau…sebagai vampire yang belum memilik donor dan lagi ia sedang malas berburu, Cleon harus meminumnya sampai habis jika tidak mau wabah kekeringan melanda tubuh indahnya.

 

“Sejujurnya aku lelah─ dan bosan…terus membuatkan obat untukmu, Cleon. Kira-kira kapan kau akan menemukan Soulmate-mu, hm? Miris sekali melihat dirimu tanpa donor…padahal diantara kita kau yang paling tua.”

 

“Setidaknya tampangku telihat lebih muda darimu, Andreus.”

 

“Tapi tetap akulah yang lebih tampan.”

 

“Mungkin maksudmu adalah…lebih mesum.”

 

“Diam atau kujejalkan tamanan beracun padamu sekarang juga.”

 

Cleon hanya menaikan kedua alisnya acuh. Kening mulus Andreus mulai berkerut kesal, mungkin tawa Samuel menambah rasa kesalnya tersebut. Ia meletakan gelas kosong sisa minuman penambah darahnya itu diatas meja dan menyandarkan punggung lebarnya pada sandaran sofa, hingga bahunya bersentuhan dengan bahu Alastair yang duduk disampingnya.

 

“Membosankan~” keluhnya setelah menyadari bahwa hanya dirinyalah yang tak memiliki kegiatan.

 

Samuel dan Raven bermain kartu, permainan membosankan. Alastair membaca buku, cih~ kegiatan yang membuat pikiran menjadi runyam. Andreus meneliti koleksi piringan hitamnya, hobi orang tua.

 

“Hei, sudah berapa lama sejak kita datang ke Korea Selatan?”

 

Penyatanyaan singkat Samuel membuat Raven berpikir “Hhmm…mungkin sekitar…tiga minggu, kenapa?”

 

Pemuda yang bagi Cleon tak ubahnya bagaikan little devil itu segera berdiri dari duduknya diatas sofa, mengabaikan begitu saja kartu-kartu yang baru beberapa detik lalu masih berada ditangannya.

 

“Bagaimana kalau kita pergi ke Seoul? Aku dan Raven butuh refreshing, sekalian jalan-jalan…”

 

“Aku malas.” Jawab Cleon cepat, singkat , jelas namun tidak terlalu padat.

 

“Oh ayolah kakak tertua…kita tak ada bedanya dengan manusia primitive kalau terus berdiam diri dirumah tanpa kegiatan yang jelas.”

 

Raven yang kelihatannya mulai tertarik, meninggalkan posisi telungkupnya diatas sofa lalu melangkah menghampiri Andreus dilemari penyimpanan piringan hitam. Dengan lugunya ia menarik lengan kemeja hitam yang dikenakan vampire bangsawan tampan tersebut, membuatnya menoleh.

 

“Aku mau jalan-jalan kekota.” Katanya pelan namun bersama senyum lembut yang telah hadir melengkapi paras indahnya. “Boleh ‘kan, Andreus?”

 

Pemilik nama yang disebut balas tersenyum, membuat parah rupawannya makin nampak bersinar…menghadirkan rona-rona kemerahan pada kedua pipi putih Raven.

 

“Tentu saja boleh, Raven. Mungkin disana aku juga bisa menemukan beberapa piringan hitam untuk menambah koleksiku.”

 

Senyum Raven menjelma menjadi lebih lebar dan cerah…ia menoleh kearah Samuel yang tengah tersenyum puas dan Cleon yang hanya mendengus malas, sementara Alastair tersenyum santai.

 

Ah~ betapa senangnya kini ia bisa berbaur lagi dengan para manusia.

 

.

.

.

 

“Kenapa mereka terus menatap kita? Apa kita terlihat aneh? Hei, Alastair…kau bilang penampilan kita cukup menyerupai penduduk Asia Timur?!”

 

“Apa yang kau bicarakan Cle─ maksudku Chanyeol?! Kau seharunya memanggilku ‘Luhan’!”

 

“Oke, baiklah Luhan…─hyung.”

 

Alastair─ atau yang kini lebih senang dipanggil Luhan…tertawa mendengar Cleon bersusah payah membiasakan diri dengan Bahasa Korea. Tambahan kata ‘hyung’ dibelakang namanya membuatnya merasa sedikit dihargai sebagai seorang kakak oleh adik tidak tahu diri seperti Cleon…atau Chanyeol.

 

“Entahlah, Chanyeol…abaikan saja, mungkin bagi mereka kau terlihat menarik.”

 

Sekali lagi Chanyeol berdecak…bukan karena kesal, hanya saja ia merasa risih. Beberapa gadis yang ia tatap tampak langsung berlari sambil menjerit girang, sementara yang lainnya terlihat nyaris pingsan dengan wajah yang bersemu merah. Ada apa dengan semua manusia ini? Apa kota ini terkena wabah suatu penyakit jenis baru?

 

Kelima manusia yang dikarunia fisik nyaris sempurna dan tanpa cacat ini, mungkin sedikit tak menyadari penampilan dan aura bangsawan yang mereka umbar.

 

“Aku dan Raven akan mampir ke toko kue, sudah lama sekali aku tidak makan Mont Blanc. Kalian tidak keberatan ‘kan?”

 

Samuel angkat bicara membuat langkah keempat lelaki rupawan itu terhenti seketika. Ia dan pemuda bersurai kelam terlihat telah siap memisahkan diri dari tiga orang lainnya.

 

“Tentu, kami bertiga akan pergi ketempat lain. Berbelanjalah sepuas kalian. Ah, apa aku sudah memberi kalian beberapa Won?”

 

“Sudah Wufan-haraboji, beberapa menit lalu, kau ingat? Rupanya penyakit pikun juga bisa dialami vampire.” Samuel terkikik mengundang raut wajah Andreus─Wufan berubah menjadi kelam dengan cepat.

 

‘Pok!’

 

“Auh!”

 

Luhan segera menepuk kepala soulmate-nya itu cukup keras sebelum tawa kecilnya berubah menjadi tawa yang lebih parah bagaikan badai menggelegar, setidaknya ia harus cepat menyelamatkan little devil tampan kesayangannya itu dari amukan Wufan.

 

“Luhan-hyung! Sakit!”

 

“Jaga bicaramu, Sehun! Jangan sembarangan mengatakan hal tidak penting, kau lupa kita ada dimana?!”

 

Pemilik nama yang disebut hanya bersungut-sungut, sesekali melirik Wufan yang mencibirnya tanpa suara… ‘Sehun’ nama Korea untuk Samuel…lumayan, nama yang terdengar seperti milik orang tampan, dan itu adalah dirinya.

 

“Okay, baiklah…maafkan aku.” Sesalnya, ia selalu tak berkutik jika Alastair sudah turun tangan…ia akan langsung luluh dan menyerah. Ia kemudian menarik tangan Raven dan membawanya melangkah menjauh. “Kami pergi sekarang, sampai jumpa nanti. Ayo…Tao. Haha!”

 

“Ukh, nama ‘Tao’ membuatku merasa seperti seekor anak panda!”

 

“Tak apa, tak apa. Itu cocok untukkmu.”

 

Keduanya terus berbincang seru seraya menjauhi Luhan, Wufan dan Chanyeol. Ketiganya hanya menatap dua anak manusia dalam sosok remaja itu dalam diam. Mungkin jika yang Tao dan Sehun kenakan saat ini adalah seragam SMA dan bukan pakaian serba hitam seperti pada kenyataannya…itu merupakan pemandangan yang indah untuk dilihat.

 

“Susah juga, memiliki Soulmate yang masih anak-anak seperti Sehun.”

 

“Apa? Bagaimana mungkin kau berkata begitu, Wufan. Kita semua tahu kalau usia Samuel sudah lebih dari 180 tahun.”

 

Ketiganya kembali berjalan menyusuri trotoar daerah pertokoan pusat kota Seoul. Beberapa pejalan kaki masih saja menatap mereka dengan tatapan penuh kagum, jika Wufan dan Chanyeol lebih banyak menarik perhatian para gadis, maka hampir seluruh mata lelaki disana melirik pada Luhan…mungkin karena sosoknya yang anggun dan parasnya yang selayak peri. Ia cantik.

 

“Bagaimana pun, Samuel berhenti tumbuh dan menua saat usia delapan belas…dia tetap yang termuda diantara kita.”

 

“Yeah, setahun lebih muda dari Raven yang berhenti tumbuh diusia Sembilan belas. Selera kita sebagai anak kembar ternyata memang tak jauh beda.”

 

“Tapi aku lebih dulu mendapatkannya, kau ingat? Usia aslinya lebih tua dua puluh tahun dari Samuel.”

 

Keduanya berbicara dengan suara yang teramat pelan, hanya tawa dan raut wajahlah yang membuat komunikasi mereka terlihat wajar dimata para penduduk sekitar. Namun dengan pendengaran tajam yang dimiliki vampire seperti mereka, suara bisikan dari puluhan meter jauhnya pun dapat terdengar jelas.

 

“Terkadang aku merasa bersalah. Menjerumuskan pria baik seperti Sehun kedalam dunia kita yang kelam. Tidak kah kau memiliki perasaan yang sama terhadap Tao, Wufan?”

 

Wufan terdiam, jauh dilubuk hatinya ia membenarkan ucapan saudara kembarnya tersebut. Raven…anak manis itu masih sangat sangat polos ketika mereka pertama kali bertemu, dengan keluguannya ia menarik perhatian seorang Andreus Flugel. Membuat emosinya terpaut erat pada lelaki manis tersebut hingga kini ia dan Raven terikat dalam ikatan sepasang Soulmate, sebagai tanda bahwa selama hidupnya, Andreus hanya dapat meminum darah lelaki manis bersurai hitam kelam tersebut.

 

Raven adalah donor bagi Andreus…sama halnya dengan Samuel yang adalah donor bagi Alastair.

 

“Jadi kalian menyindirku yang telah mengubah kalian menjadi seperti sekarang ini? Kenapa tidak sekalian saja teriakkan namaku dengan lantang?”

 

Langkah sepasang vampire kembar itu terhenti dengan perasaan sedikit terkejut, secara bersamaan keduanya menoleh kebelakang dan mendapat Chanyeol yang telah menatap mereka dengan sarkas, ucapannya sebelum ini juga terkesan sarkastik dan menyindir.

 

Dengan santainya vampire tampan bersurai dark brown itu menyusupkan kedua tangannya dalam saku celana jeans hitam yang ia kenakan.

 

“What? Kalian baru mau mengeluh sekarang setelah berkat diriku kalian bisa hidup berabad-abad lamanya?”

 

Andreus dan Alastair terbelalak…Astaga Cleon Flugel─ Chanyeol yang tampan. Mulutmu itu sama bocornya dengan Sehun apa kau sadar?

 

“Cara melampiaskan kekesalanmu…kenapa mirip sekali dengan wanita hamil tua, Chanyeol?”

 

Satu candaan Wufan yang berhasil meruntuhkan keangkuhan seorang Chanyeol dengan amat sangat tidak elit-nya. Wajah tampannya memerah menahan geram. Sialan, kakek tua itu! disaat serius seperti ini dia malah─

 

Luhan dengan cepat merangkul baru Chanyeol sebelum lelaki tampan itu meninggalkan mereka karena kesal. Meski tinggi badan keduanya kurang sepadan dan Luhan terlihat kesulitan merangkul pundak Chanyeol, namun Chanyeol terlihat sama sekali tidak menolak.

 

“Asal kau tahu, Chanyeol…aku bahagia…memiliki keluarga baru seperti kalian. Hei, berapa kali aku harus mengatakannya? Itu sangat memalukan!” lelaki cantik bertubuh paling kecil itu melepas rangkulannya lalu memukul pelan belan bahu kokoh Chanyeol. Sang pemilik hanya tersenyum kecut, sepertinya mood-nya mulai membaik.

 

“Sudahlah jangan memulai drama…” ketus Wufan yang terlihat biasa saja, agaknya pemuda tampan itu memahami dengan dalam sifat asli Chanyeol, keras diluar namun memiliki hati yang lembut…ia tak mungkin benar-benar mengambek padanya dan Alastair “Ah, bagaimana kalau kita mendatangi toko alat music itu…tanganku sudah gatal ingin membeli beberapa piringan hitam.”

 

Eglantine Music Store. Seperti itulah nama toko alat musik yang ditunjuk Wufan. Terletak diseberang jalan, berdisplaykan sebuah bass dan gitar. Chanyeol dan Luhan menggangguk setuju sebelum akhirnya mengikuti langkah Wufan, menyusuri zebra cross menuju tempat yang dimaksud.

 

Denting lonceng terdengar ketika Wufan mendorong gagang pintu, membuka jalan bagi Luhan dan Chanyeol untuk mengikutinya masuk.

 

‘Tap’

 

Chanyeol merasa angin berhembus kencang menerpa paras tampan pucatnya entah dari mana, ia terpaku…tepat setelah kakinya memijak lantai toko.

 

“Selamat datang. Adakah yang dapat saya bantu?”

 

“Tidak terima kasih, kami akan melihat-lihat terlebih dahulu.”

 

Ia bisa mendengarnya, suara Andreus berbicara dengan pramuniaga toko yang sepertinya laki-laki berusia senja. Kemudian ia juga bisa mendengar langkah kaki Andreus berjalan kearah kiri, mungkin untuk melihat-lihat koleksi piringan hitam yang dijual ditempat ini…sementara Alastair─ Luhan-hyung melangkah mendekati sebuah grand piano putih disudut ruangan.

 

Yah, Cleon masih dapat mendengar semua itu dengan jelas…bahkan detak jantung sang pramuniaga.

 

Hanya saja…ia merasa aneh, ini tidak biasa. Tubuhnya terasa baik namun sesuatu entah apa itu seolah membuatnya bagai patung tanpa daya.

 

Perasaan ini…

Angin kembali berhembus…menerpa kulit wajahnya yang dingin dan pucat, membelai tiap helaian surai coklat gelap sehalus sutra dikepalanya.

Hangat. Yah, angin yang terasa hangat…mengundangnya untuk memejamkan mata, berusaha menajamkan pikiran guna menemukan apa gerangan yang membuat perasaan aneh ini hadir dalam dirinya. Sesuatu itu pastilah berada didalam tempat ini.

 

Dengan mata yang masih terpejam, vampire tampan itu melangkah…menuruti intuisinya, menguntai suara langkah kaki yang membuat telinganya sedikit berdengung. Terus melangkah, melewati rak CD yang tak terlalu tinggi namun banyak…dan berhenti.

 

Perasaan aneh ini semakin kuat. Chanyeol begitu ingin memukul dadanya sendiri namun apa guna? Vampire tak memiliki jantung dan aliran pernafasan yang berfungsi dengan baik.

 

Senandung kecil terdengar menggetarkan gendang telinganya.

 

Suara yang…sangat indah.

 

Sosok seorang lelaki manis berseragam pramuniagalah yang pertama kali tertangkap saat Chanyeol membuka kedua matanya. Bola mata emas khas vampire bangsawan miliknya bergerak perlahan, menelusuri anatomi tubuh sang pemilik suara indah dari ujung kaki hingga puncak kepala.

 

Tanpa sadar Chanyeol mengepal erat kedua tangannya.

 

“Oh, astaga ada pelanggan!” lelaki manis itu berhenti dari pekerjaannya merapikan letak CD dalam rak dan segera berbalik menghadap Chanyeol “Se-selamat datang…silahkan, apa ada yang bisa saya lakukan untuk anda?”

 

Singkat ia membungkuk tanda hormat pada pelanggan, sebelum akhirnya kembali berdiri tegap membuat Chanyeol dapat dengan jelas melihat detail paras dan…kedua mata jernihnya.

 

Matanya…jernih sungguh, Chanyeol belum pernah melihat sepasang mata jernih nan murni seperti itu sebelumnya, bahkan sepanjang usianya yang tak lekang oleh waktu dan zaman. Sesaat ia terpukau, tiap kedipan kelopaknya seolah memperjelas betapa murni genangan rasa yang tersirat dalam sepasang mata bertahtakan mutiara hitam tersebut.

 

“Akh~”

 

Chanyeol merasakan sesuatu yang kasat mata seperti menghimpit dadanya dengan keras…tidak terasa sesak sama sekali, hanya saja terasa berat. Berat dan membuatnya tepaksa menjatuhkan satu lututnya kelantai. Kedua matanya terbelalak lebar, perasaan apa ini.

 

“A-anda baik-baik saja?”

 

Sentuhan kecil nan hangat terasa menjamah sebelah bahunya…Chanyeol merasa waktu bagaikan terhenti disekitarnya.

 

Tidak!

Ia tidak dapat bertahan lebih lama dengan perasaan aneh ini.

 

“Singkirkan tanganmu! Khh~”

 

Lelaki manis berpakaian pramuniaga itu dengan cepat menarik tangannya menjauhi bahu Chanyeol. Ketakutan menjalar dengan cepat merasuki tubuh kecilnya, tatkala menemukan keanehan luar biasa dari salah satu pelanggan didepannya ini.

 

Bola mata emasnya berkilat penuh bahaya, desisannya juga…kedua taring runcing yang mencuat diantara gigi putihnya yang rapi dan bersih.

 

Chanyeol mulai lepas kendali.

 

“Chanyeol!” teriakan Luhan memecahkan suasana mencekam yang membelenggu Chanyeol beserta pramuniaga berparas manis itu.

 

Didengarnya langkah dua orang yang amat dikenalnya itu tengah mendekat.

 

“Ada apa ini?”

 

Wufan dan Luhan telah berdiri didekat Chanyeol. Sementara vampire tampan yang menjadi pusat perhatian itu hanya mengangkat kepalanya dan menatap geram kedua vampire kembar yang merupakan keluarga lamanya itu.

 

“Yah! Chanyeol!!” seru Wufan ketika tanpa ia duga, Chanyeol berdiri dan segera berlari gesit meninggalkannya dan Luhan. “Anak itu…ada apa dengannya?” gerutunya sebelum memutuskan untuk berlari mengejar Chanyeol.

 

Luhan hanya menatap bingung kepergian dua saudaranya tersebut. Sialan, ia dilupakan…itu artinya ia harus seorang diri menjemput Sehun dan Tao.

 

“Ma-maaf…” suara merdu itu mengundang perhatian Luhan, dilihatnya tak jauh dari tempat ia berdiri…seorang pramuniaga berparas manis tengah berdiri dengan gemetar “Apa aku…melakukan kesalahan?”

 

Vampire cantik itu tersenyum lembut…ouh, lucu sekali anak ini. Suaranya pun indah dan terdengar lugu.

 

“Tentu saja tidak, jangan khawatir. Kami yang seharusnya minta maaf telah mengusik ketenangan tempat ini.” katanya dengan bijak, membuat senyum lega terukir diparas manis pramuniaga tersebut.

 

Luhan mampu melihatnya dengan jelas…sebait nama yang tertera pada name tag pramuniaga tersebut.

 

Byun Baekhyun.

 

.

.

.

 

Sudah lebih dari tiga jam Cleon mengurung diri dikamar sekembalinya mereka dari kota, berkali-kali Tao mengetuk pintu dan memanggilnya, namun pintu kamar vampire tampan tersebut tetap tertutup rapat.

 

Semua tak ayal merasa cemas, kondisi Cleon sangat aneh…apa gerangan yang terjadi?

 

“Kurasa dia mengalami sesuatu.” Wufan angkat bicara, menarik perhatian kedua anggota keluarga Flugel selain Tao yang ada disana.

 

“Maksudmu?” tanya balik Luhan.

 

Vampire tampan bersurai keemasan yang nampak lebih cerah ketimbang milik saudara kembaranya itu menatap Luhan dan Sehun yang duduk tak jauh darinya secara bergantian. Kini mereka bertiga berada diruang berkumpul, Luhan dan Soulmatenya Sehun duduk bersebelahan disofa, sementara Wufan bersandar pada salah satu susunan laci setinggi pinggulnya. Sedangkan Tao…sepertinya ia masih mencemaskan keadaan Chanyeol.

 

“Cleon seperti…kerasukkan sesuatu. Sesaat dia terlihat seperti lepas kendali, padahal pengendalian dirinya terhadap aroma darah adalah yang paling baik diantara kita. Selain itu di toko music yang kita datangi tidak terlalu banyak pengunjung bukan? Lalu bagaimana bisa dia terlihat panic seperti tadi?”

 

Luhan menggigit bibir bawahnya, ia terlihat berpikir keras mencermati perkataan saudara kembarnya barusan.

 

“Kondisi seperti itu…mungkin hanya satu penyebabnya.” Ucap Luhan pelan, ia terlihat masih ragu dan keningnya nampak berkerut. “Cleon, mungkin dia…”

 

Hening menyeruak, tak satu pun dari Sehun maupun Wufan yang terlihat hendak meneruskan ucapan menggantung Luhan. Sampai akhirnya Wufan tersenyum tipis dan bersendekap.

 

“Kondisinya sedikit mirip denganmu saat pertama kali bertemu dengan Samuel, Al.”

 

Ucapan Wufan mengundang senyum hadir menambah keindahan paras cantik Luhan “Kau juga berpikiran sama denganku ternyata.” Balasnya seraya tersenyum penuh arti.

 

Sehun hanya mengangkat kedua bahunya tak peduli, ia mendengus…merasa sedikit tersisihkan jika si kembar Alastair dan Andreus sudah memasuki dunia mereka sendiri. Dasar kembar, tidak ada bedanya kecuali fisik mereka.

 

“Kalian semua!!”

 

Teriakan Tao yang datang tiba-tiba memusnahkan sunyi yang sempat menggeluti Sehun, Wufan dan Luhan. Pemuda manis bersurai kelam layaknya bulu gagak itu berdiri diambang pintu, sedikit terengah dengan raut wajah yang kental mencerminkan ketegangan.

 

“Cle-Cleon…dia…”

 

.

.

.

 

Kini keempat anggota keluarga Flugel tak lagi berada diruang berkumpul, tak lagi saling bercengkrama dan tak ada seluaspun senyum dimasing-masing wajah mereka.

 

Laboratorium bawah tanah milik Andreus Flugel atau Wufan─ nama panggilannya selama berada di Asia Timur. Tempat dimana biasanya vampire tampan itu meracik obat penambah darah untuk Cleon, juga tempat untuk ia merawat Samuel dan Raven jika kedua anak manusia itu sedang menderita sakit.

 

Disanalah keempatnya berada, diambang pintu…menatap takjub salah satu anggota keluarga mereka yang saat ini tengah hilang kendali. Siapa lagi kalau bukan Cleon Flugel─ Chanyeol…vampire rupawan yang belum memiliki seorang Soulmate.

 

“Cleon hentikkan!!”

 

Teriakan Luhan bagaikan angin lalu saja bagi vampire yang saat ini tengah kalap. Cleon terus menerus menelan kapsul penambah darah tanpa melarutkannya terlebih dahulu dalam air. Sekali meraup, satu genggaman penuh ia sumpalkan kedalam mulut…setelah itu mengambil lagi yang lain, sampai semua tempat obat telah kosong…ia nampak mulai panic.

 

“D-dia kelaparan? Bagaimana mungkin? Biasanya dia hanya mengkonsumsi satu kapsul untuk satu hari…”

 

Wufan menggeleng menanggapi ucapan Sehun, menandakan ketidakpahaman yang saat ini ia alami atas perilaku aneh Chanyeol.

 

Chanyeol mengerang layaknya seekor singa, semua kapsul berisi serbuk penambah darah telah habis ia telan. Dan ia nampak kurang puas, ia terlihat masih kelaparan…ia terlihat sangat buas melebihi hewan terbuas didunia. Menggeram, sepasang taring terlihat mencuat keluar disela susunan gigi rapihnya, mata berlensa emas miliknya menatap nyalang apapun yang ia lihat.

 

Vampire tampan itu kembali mengerang, kali ini lebih keras dan terdengar berbahaya.

 

Wufan tampak terbelalak saat Chanyeol melangkah mendekati lemari besi tempat ia menyimpan kantung berisi darah yang sengaja ia sediakan untuk saat darurat. Tao terdengar merintih pilu ketika dengan beringas Chanyeol mengambil dua kantung darah dan mengigitnya kuat. Hingga cairan merah kental nan pekat itu mencurat keluar, lelehannya menodai bibir dan dagu Chanyeol…sementara terdengar desah nikmat seiring menipisnya kantung darah ditangan vampire tampan tersebut.

 

“Tidak bisa dibiarkan lagi. Ayo, Al!”

 

“Baiklah.”

 

Luhan dan Wufan dengan gesit melesat kearah Chanyeol, mengapit kedua lengannya serta mengunci pergerakannya.

 

“Cleon, tenanglah!!”

 

Teriakan Wufan tak sedikitpun memberi pengaruh bagi Chanyeol yang tengah diselimuti kabut kebringasan. Geramannya terdengar jauh lebih berbahaya, ia meronta, mendesis marah dan menatap keji dua vampire kembar disampingnya.

 

Sekali lagi ia menggeram penuh amarah tatkala Luhan dan Wufan menarik tubuhnya menjauhi lemari besi penyimpanan kantung darah.

 

“Samuel, cepat baca pikirannya!”

 

“Ya, aku mengerti.”

 

Sehun hanya mengangguk menyanggupi perintah soulmatenya sebelum ia melangkah maju, sedikit mendekat pada Chanyeol dan berdiri tepat dihadapan vampire yang saat ini tengah haus darah tersebut.

 

Donor dari Alastair Flugel itu terdiam. Tak melakukan apapun selain hanya menatap lekat sosok Chanyeol. Sedikit demi sedikit kening putihnya berkerut, penglihatannya mulai menembus kulit dan tengkorak Chanyeol. Hingga ia dapat melihat…membaca dan memahami apa sesungguhnya isi kepala vampire berlensa mata emas tersebut.

 

“Bagaimana, Samuel? Apa yang kau dapat?”

 

“Nggh…ak-aku tidak yakin tapi…” jawabnya ragu pada sang Soulmate, namun kedua mata sendunya tetap menatap lekat Chanyeol yang masih terlihat memberontak “Dalam pikiran Cleon, ada seseorang…”

 

“Seseorang?”

 

“Y-ya…aku tidak mengenalnya sama sekali…tapi sepertinya kau mengenal orang ini, Alastair.”

 

“Apa? Aku?” kaget Luhan bercampur bingung, masih sambil berusaha menahan kebringasan Cleon.

 

“Ung! Seorang anak manusia, dia ada di sebuah toko dengan banyak alat music…hanya dia seorang yang ada dipikiran Cleon. Sosok anak manusia ini memenuhi kepala Cleon!”

 

Semua terdiam…kecuali Wufan yang sesekali mengerang akibat kesulitan menahan tenaga Chanyeol yang begitu kuat. Untungnya Luhan ada disini, bagaimana kalau hanya ia sendiri yang harus susah payah mengatasi Chanyeol…bisa remuk seluruh tulangnya─

 

“Toko…alat music…” gumam Luhan pelan.

 

“Namanya…B-Byun…Baek…hyun…” lanjut Sehun dengan terbata-bata karena perhatiannya masih terfokus dalam mencermati pikiran Chanyeol.

 

.

.

.

 

Sore ini juga Wufan dan Luhan memutuskan untuk kembali mendatangi toko alat music tempat Baekhyun bekerja. Tak butuh waktu lama atau pun kendaraan berkecepatan tinggi, tubuh mereka sebagai vampire saja sudah lebih dari cukup untuk membawa diri sampai ketengah kota.

 

“Kurasa bukan ide yang bagus meninggalkan Raven dan Samuel di Manor untuk mengawasi Cleon. Entah bagaimana kondisi mereka berdua nanti saat kita kembali, belum tentu masih utuh.”

 

Vampire cantik yang berjalan disebelahnya hanya tertawa masam. Meski Andreus terlahir beberapa menit setelah dirinya, namun adik kembarnya itu memiliki sifat dan jiwa kepemimpinan yang lebih kuat. Pembawaannya pun gagah dan berwibawa…tak heran jika Cleon yang aslinya merupakan vampire tertua merasa segan padanya.

 

“Tidak akan separah itu, Andy. Meski status mereka masih seorang manusia, namun sebagai donor dan Soulmate bagi para vampire…fisik serta kekuatan Sehun dan Tao sedikit lebih kuat daripada manusia biasa.” Ungkap Luhan pelan guna menyembunyikan pembicaraan mereka yang sesungguhnya tak kan bisa diterima oleh akal sehat manusia biasa. “Lagi pula kita meninggalkan mereka…untuk menjemput seseorang yang nantinya akan menjadi anggota keluarga kita. Bukan begitu?”

 

Si tampan Andreus menghela nafas singkat “Yeah, kau benar. Tak kusangka Cleon akan menemukan soulmatenya di Korea Selatan ini. Bukannya aku tidak senang, hanya tak menduganya sama sekali…lagipula reaksinya tadi terlalu berlebihan. Si bodoh itu nyaris saja mematahkan lenganku…”

 

“Mungkin karena dia terlahir sebagai vampire asli, berbeda dengan kita yang menjadi vampire karena digigit oleh vampire lain, oleh sebab itu emosi dan kekuatannya satu tingkat diatas kita…”

 

Wufan hanya mendengung pelan, bentuk persetujuannya atas kata-kata yang baru saja Luhan kemukakan. Cleon memang vampire yang sempurna…bukan hanya fisiknya, namun kemampuan pengendalian dirinya, kekuatannya, semuanya.

 

.

.

.

 

Tao dan Sehun berdiri tegap, meningkatkan kewaspadaan diri terhadap sosok yang berada dihadapan mereka.

 

Sosok seorang pemuda bersurai hitam kecoklatan, tampan, berkulit sehalus dan selembut busa, bertubuh sempurna…serta memiliki mata berlensa emas yang indah.

 

“Khhh~”

 

Kedua manusia itu meneguk liur paksa, menelan utuh ketakutan yang menjalar menyelimuti sekujur tubuh mereka. Bagaimana mungkin tidak merasa takut jika saat ini yang berhadapan dengan mereka adalah seorang vampire asli haus darah? Meski Wufan dan Luhan telah membelenggu Chanyeol dengan cara mendudukannya dikursi lalu melilit tubuhnya menggunakan rantai baja, beserta dua bola besi yang mungkin beratnya mencapai lebih dari satu ton sebagai pemberat. Namun tetap saja mereka tak dapat menduga apa yang akan terjadi nantinya, kekuatan Chanyeol sebagai vampire origin selalu tak dapat diduga.

 

“Khh~” Chanyeol kembali mendesis, sepasang taring nampak semakin runcing mencuat dari bibirnya, jelas sekali jika rasa hausnya akan darah belum terpuaskan. “Byun…Baek…hyun…”

 

Chanyeol menunduk dalam, helaian poni kelamnya menutupi mata menghalangi Sehun dan Tao untuk dapat bertatapan dengannya.

 

“Baekhyun, Baekhyun…Baek…kkhh~” mendesis lagi, menyebutkan nama seseorang yang hingga saat ini masih merajai pikirannya. Ia merasa terusik, tidak tenang, risau dan gelisah.

 

Ia menginginkan orang itu.

Ia membutuhkan Baekhyun!

 

“Grr~ GRAAAAARRGHHHH!!!”

 

Secara tak terduga dengan mudahnya Chanyeol melepaskan diri, rantai-rantai baja yang membelenggu tubuhnya kini hancur berkeping-keping sedangkan kursi besi yang beberapa detik lalu masih didudukinya kini nampak tak berbentuk.

 

Tao dan Sehun terkejut bukan main hingga tak ada sepatah kata pun yang mereka ucapkan.

 

“Sehun, bagaimana ini?!!” panic Tao mendapati Chanyeol yang tanpa memedulikan keberadaan mereka sama sekali, segera menghantamkan diri pada kaca jendela membuat celah yang cukup baginya untuk meloloskan diri dari sana dan melompat turun.

 

Tao dan Sehun segera berlari mendekati jendela tempat Chanyeol melarikan diri dan menengok kebawah…ruangan tempat mereka berada saat ini terdapat dilantai dua Flugel Manor dan sekarang vampire berlensa mata emas itu telah menapakan kaki dihalaman Manor?

 

Sehun berdecak kesal menyadari betapa gilanya Chanyeol ketika tengah lepas kendali “Cih! Apa boleh buat! Kita kejar, Tao!”

 

.

.

.

 

“Tapi saat ini sang vampire origin telah menemukan Soulmate-nya. Selain itu reaksinya sedikit lebih berbahaya…Cleon benar-benar terlihat kelaparan.”

 

Sekali lagi Wufan mendengung menyetujui ucapan Luhan “Semua vampire memang selalu lepas kendali ketika pertama kali menemukan donor yang cocok baginya, baik aku mau pun dirimu…namun tak sampai seperti Cleon yang seperti kerasukan roh binatang paling buas sedunia.”

 

Kali ini giliran Luhan yang mengangguk. Mereka berdua masih menyusuri trotoar ditengah padatnya aktivitas penduduk disore hari. Kota Seoul yang seperti lautan manusia.

 

“Selain itu yang aku cemaskan adalah…” Luhan memutus ucapannya membuat Wufan mendelik, vampire cantik itu menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kata-katanya “Setiap vampire selalu dapat melacak keberadaan Soulmate-nya…jika dalam keadaan seperti itu Cleon menemukan keberadaan Baekhyun…entah apa yang terjadi pada anak manusia itu.”

 

“Bukan tidak mungkin Chanyeol malah berbalik menyerangnya dan membuatnya tewas seketika.”

 

“Ya…tepat sekali.”

 

~TSUZUKU~

 

Ada yg bingung?

Silahkan katakan lewat komen kalian ya…ntar Insya Allah saya perjelas di part 2.

Ok?

 

ARIGATOU MINNA!!

 

179 thoughts on “SOULMATE Chapter 1

  1. Aigoooo….

    Mereka semua vampir???
    Ckckckck…

    Dan yang vampir asli cuma Chanyeol??
    Aigooo Yeol…

    Baekhyun jadi apa??
    Jadi penjaga toko??
    Aigoo.. Jinjja.. Wajahnya gak cocok Eon.. Sumpil deh.. Hehehe

    Aduh…
    Pesona Baekhyunku kuat amet ya…
    Ampe Chanyeol jadi kayak gitu??
    Ckckckck

    Salut ama ini FF…
    Suka abis… Tapi, perjelas momentnya BaekYeol ya..
    Hehehe… #ReaderMenyusahkan

    Oya Eon..
    Jujur nih.. Amat-amat jujur..
    Waktu awal.. Aku gak bisa bedain.. Yang cleon, Samuel, Alastair, dll.

    Sumpil demi apa..
    Aku bingung.. Sih Cleon tu siapa… Terus sih Samuel juga siapa..

    Part selanjutnya tolong hilangin nama2 itu dong Eon..
    Sumpah… Bingung amaaatttt….
    Walaupun cuma keluar dikit2 doang.. Tapi tetep aja aku bingung…

    Mian Eon kalo merepotkan..
    Biasa.. Otakku abis jungkir balik nih..
    Hehehe

    Lanjooot deh Eon!!
    Fighting!!

  2. maafkan baru bisa koment, kemaren2 berhalangan *gadaYg nanya* ff ini favorite ketiga aku…setelah dua ff dari blog lain, aku suka twilight…APAAAAALAGIIIII bias ane dijadiin pemeran utama disini…PARK CHANYEOL, itu orang *kasarAmat* Chanyeol oppa itu emg cocok bgt dgn karakter nya yg terlalu maniak sama bacoooon. membuat kesan berlebihan dengan inti romantis. *melting* bahasa diFF ini keren, aku bukan penikmat ff yg bahasanya anak gahoul *gaul* indonesia, yang lo gue gitu. ga cocok aja sih. yang pasti ff ini bagus, ff ini ga bagus kalau bukan dari author, idenya briliant thor!!? Daebak! sering2 aja pake Chan jadi main cast, tapiiiiii….musti ama bacon. no other.
    oke, saya kebanyakan ngomong, mulut bocor soalnya. maklumi yah..??? pamit. anyyeong~

  3. perasaan aku udh baca dn komen dah@?@pi gak apa”abisnya seru,aga bingung dng nama”nya pi lw crita ma tulisanya tetep keren dn bikin geregetan.

  4. keren ceritanya…. tapi nama nya blibet~ sulit ngingetnya jadi susah ngebayanginya *maklum kapasitas memory otak terbatas* hehehhehe
    tapi ini keren…
    fantasy gitu… menegangkan /?

  5. sebenernya agak susah bayangin luhan sm kris kembar O.o *ditampol autor*😄
    oh, berarti sehun sm tao itu manusia ya tor? cm fisik sm kekuatannya aja yah yg brubah?
    maafkan aku yg byk tanya y tor~😀 over all, aku suka ni FF !!! keren~ ^^
    10 thumbs up for author😄
    (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y)

  6. Kak… ini….
    KYAAA AKU SUKA AKU SUKAAAA
    DOH CANYOL BERINGAS GITU YA? KASIAN BEKYUN KAK U,U
    TULISANMU SELALU KUNANTIKAN KAK /HASEEK
    AKTF!!

  7. Huaaaaa keren !!! Keren !!! Kerennn !!?!!! Ah jinjja !! Cleon astaga … Penasaran banget sama reaksinya cleon nanti kalo uda jumpa sama baekhyun . Ghaaa beringas banget chanyeol nya sampe gue ngebut baca nya

  8. Awal aku gak ngerti kenapa ada kata cleon, andeus alastair, samuel and raven….. Eh… Ternya mereka vampir…. Ckckckck
    Ya… Makin kesini nambah ngerti…..

    Ok kalau gitu lanjut baca~~~

  9. Kyaaaaaa.. Sumpah ini kereeen bangeettt.. Gw sampe ngejerit-jerit g’ jelas gegara baca fanfict ini.. Ngebayanginnya itu bikin merinding, nyengir gaje, blushing… #lebay

    wahh.. Daebak.. Nice ff author-nim! Oh, iya salam reader baru!

  10. Jd yg vampire cm 3 org? Sementara sehun sm tao masih manusia? Tp kok mereka abadi jg,bkn ny keabadian milik vampire ya?. Atw gini sehun sm tao jd abadi alias tdk menua krn mereka jd pendonor bagi luhan n kris, dlm artian si vampire memberikan keabadian bwt soulmate ny.. But well ku suka ceritanya. Si Baek jd pramuniaga toko? Pantes gk ya? Hahaha. Eit dah si vampire murni nafsuan sm baek, pgen cepet2 minum darahny tuc.

  11. Saya lupa udah coment apa belum.. Ya sudah, intinya saya pengin teriakin author-nim…
    Ini Daebaaakkkk!!!!!!!
    Sumpah rasanya kayak keliling djnia baca ff ini, keren kece badai.. *alay

    Cepet dilanjut author-nim.. *maksa..
    Pasti banyaaak banget yang nungguin kelanjutan ff ini..
    Kami tunggu!!! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s