TAORIS FF | BELOVED | PART 6

BELOVED

Author : Kim Hyobin a.k.a Rana Nabila

 

 BELOVED

 

TAORIS FANFICTION

 

Cast : Wu Yifan / Kris – Huang Zitao

Pair : KrisTao / TaoRis

Other : Park Chanyeol – Byun Baekhyun – Do Kyungsoo – Lu Han – Oh Sehoon / Sehun – Kim Jongin / Kai

Other Pair : Baekyeol / Chanbaek –  HunHan – ChanSoo/ ChanDo – KaiTao

Disclamer : EXO belong to SMEnt and EXOstan, and THIS story is MINE!

 

Warning : YAOI / BL / Boy x Boy

 

Dont LIKE , Dont READ !

 

Jangan membaca fanfic saya jika tidak mau bias-nya aku pakai dengan karakter buatan aku sendiri, ya. Soalnya aku gak pernah bermaksud menjelek-jelekkan. Hanya untuk kepentingan fanfic ini saja. Maafkan saya. *bow

Satu lagi, AKU SAYANG AMA KAI !!!

 

196182_374601705933341_828275406_n

 

 

PART 6

 

 

“Jelaskan padaku mengapa kau bisa ada disini!!” suara Kris terdengar bengis.

 

Tao terdiam ditempatnya. Wajah Kris yang seperti itu membuat lidah Tao kelu, takut jika kata- kata yang ia keluarkan akan memicu kemarahan Kris yang tidak ia mengerti jauh lebih hebat.

 

 

“Jelaskan padaku, Huang Zitao!”

 

 

Kembali namja manis itu tersentak. Baru kali ini Kris menatapnya dengan tatapan marah dan tajam seperti itu. Tao tidak mengerti arti dari ekspresi Kris dibalik semua itu.

 

 

Hey, siapa yang tidak akan marah jika melihat orang yang ia cintai dan sangat ingin ia lindungi tiba- tiba terlihat ditempat hiburan malam dan parahnya digoda oleh lelaki hidung belang?

 

 

Jika Kris bisa, ingin sekali ia mematahkan tangan lelaki hidung belang tadi karena telah menyentuh Tao-nya. Ditegaskan! TAO MILIKNYA!!!

 

Ya begitulah.. yang ada didalam pikiran Kris.

 

 

Tao menunduk dalam dan memilin jemari tangannya, ia masih belum dapat menangkap maksud Kris. Ya Tuhan, jangan lupakan bahwa Tao sangatlah lugu dan tidak peka. Ayo jelaskan, Kris! Sebelum namja manis-mu itu kembali salah paham atas sikapmu padanya yang terlalu posessif!

 

Kris menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya. “Maaf, Tao. Aku tidak bermaksud menakut- nakutimu.”

 

Tao masih menunduk.

 

 

“Mwo? Zitao? Ini sungguhan?!”

 

Suara riang memecahkan suasana tegang antar Kris dan Tao. Siapa lagi kalau bukan, Chanyeol. Manusia super rusuh yang menjadi sahabat baik Kris. Seketika itu Kris menghela nafas pelan saat melihat Chanyeol sudah berdiri disampingnnya.

 

 

“Kenapa panda manis ini ada di-“  Chanyeol terhenti karena mendapat tatapan super tajam dan super membunuh dari Kris.

 

 

“Hey, dude! Santai saja… aku hanya sedikit kaget.” Sebisa mungkin Chanyeol meredam tatapan membunuh Kris pada dirinya. Tidak berbohong, bulu kuduk Chanyeol bahkan berdiri dibuatnya. Kris sedang benar- benar marah… bukan juga, ia hanya sedang tidak enak hati. Dan Chanyeol harus mengerti mengapa Kris bersikap seperti itu.

 

Tatapan mata Kris kembali menangkap Tao yang masih menunduk.

 

“Kau bekerja disini?” tanya Kris tajam.

 

Pelan… pelaaaaaann sekali Tao mengangguk.

 

“Mengapa kau bisa bekerja ditempat seperti ini, oeh? Kau tidak tahu apa resiko namja (polos) sepertimu bekerja ditempat seperti ini?”

 

Tao menggeleng… sangaatttt pelaaann.

 

 

Kalau boleh jujur, Chanyeol ingin sekali mencubit pipi Tao saking gemasnya. Oh Tuhan, mengapa ada anak seperti Tao dimuka bumi ini? Polos sekali ia menjawab semua pertanyaan Kris yang begitu tajam. Padahal tubuh Tao tidaklah kecil ataupun mungil.. well.. Chanyeol akui tubuh Tao sangat.. err.. seksi. 

 

“Hey, Chanyeol bodoh! Mengapa kau menatap Tao seperti itu?!”  Sialnya Kris salah menangkap maksud tatapan gemas Chanyeol pada Tao adalah tatapan mesum.

 

“Astaga Kris, apa dimatamu aku ini seburuk itu? Aku tidak akan berfikir yang aneh- aneh saat melihat Zitao-mu. Aku ini namja setia!!” Chanyeol berlagak terluka.

 

Kris tambah menatap tajam Chanyeol.

 

“Baik.. baik! Fine!! Aku akan pergi .. aigoo~ jangan terlalu kasar. Dia masih bayi.” Chanyeol mencubit pipi Kris manja.

 

Kris akan melepas sepatu yang ia pakai kearah Chanyeol, seketika itu Chanyeol langsung berlari menjauhi Kris dan Tao sambil tertawa keras.

 

“Jinjja! Kau urus saja kekasih- kekasihmu yang tidak menentu itu! Dasar playboy sakit jiwa!!” teriak Kris kesal pada Chanyeol yang masih tertawa dan menunjukkan jari tengahnya pada Kris.

 

“Fvck off, dude!” Chanyeol mencibir dan kembali duduk ditempat biasa sebelum Kris benar- benar menyetak tapak sepatunya diwajah Chanyeol.

 

 

Kembali pada Tao dan Kris…

 

 

Melihat perkelahian dua tower itu, Tao sempat tertawa namun secepat mungkin ia telan tawanya saat melihat Kris kembali menatapnya tajam. Seperti tertangkap basah, Tao menunduk lagi dan diam.

 

“Aku melarangmu bekerja disini.”

 

Seketika itu Tao mendongakkan wajahnya. “Tu..tunggu, ge! Kenapa? Aku… apa aku menyusahkan gege jika aku bekerja disini?”

 

Kris seakan ingin menjambak rambutnya sendiri mendengar pertanyaan Tao. Tuhan! Tolong! Cukup.. jangan menyiksa Kris lebih dari ini! Seharusnya Tao dapat menangkap maksud Kris, bukan? Apa yang harus ia katakan untuk membuat namja manis itu sadar bahwa ia mencemaskan Tao.

 

Mencemaskan Tao lugunya bekerja ditempat hiburan malam seperti ini! Tidak berlebihan jika Kris sampai berfikir jika suatu waktu, Tao nya yang lugu itu akan dibawa ketempat XXX atau XXX lalu di XXX kemudian di XXX oleh orang tak dikenal.

 

Demi Tuhan, Kris akan gila ditempat jika semua hal mengerikan terjadi pada Tao!!

 

“B..Begini Tao…” Kris mengusap dadanya. Mencoba memberi kesabaran yang entah kapan menjadi salah satu senjata Kris untuk menghadapi Tao.

 

“Jujur saya itu memang menyusahkanku, lebih tepatnya menyusahkan hatiku… kau hanya membuatku jadi semakin khawatiir padamu.”

 

Mata Tao mengerjap beberapa kali kemudian ia memiringkan wajahnya menatap Kris.

 

 

DEG

 

 

Tenang, Kris! Oh, bagaimana bisa aku tenang melihat wajahnya yang kebingungan seperti itu! Sial! Mengapa ia imut sekali!!”  Kris membatin. T_T

 

 

“Ge.. maaf aku harus kembali bekerja.” Ujar Tao pelan sekali. Mungkin karena Tao tidak mengerti juga maksud Kris, Tao tidak mau ambil pusing memikirkannya.

 

Kris menggeleng cepat. “Tunggu! Siapa yang mengizinkan kau kembali bekerja?”

 

“Tap-“

 

“Aku benar- benar tidak mau kau bekerja ditempat seperti ini. Jika kau memang memerlukan uang…”

 

Kris terdiam sebentar. Ia berfikir.. oh come on! Kemana otak cerdas nya selama ini, oeh? Berfikirlah cepat Kris… kau pasti tahu kalau kau mengatakan, kau akan memberikan berapapun uang yang Tao inginkan, namja manis itu pasti akan menolaknya dengan cepat.

 

Dan.. AHA!!!

 

Oh Shit!

 

Kenapa tidak terpikirkan olehnya sejak dulu?!

 

“Ge?” Tao mulai bingung dengan wajah Kris yang menegang kemudian tersenyum manis kepadanya.

 

Glek!

 

Tao menelan kasar liurnya.

 

“Aku tahu pekerjaan apa yang cocok denganmu. Gaji bagus, tempatnya aman, kau akan terjamin kesehatannya, tidak akan ada yang mengaturmu dan kau… dipastikan betah!!”

 

Tao mengernyitnya keningnya. “Oh ya? Ada pekerjaan sambilan seenak itu?!”

 

Kris mengangguk mantap. “Benar!!”

 

“Apa itu ge?” mata Tao sudah berbinar- binar mendengar ucapan menggiurkan dari Kris.

 

Seketika itu Kris mengurung Tao dengan menumpukan kedua tangannya didinding, tubuh Kris tidak menghimpit tubuh namja manis itu, hanya mengurung Tao diantara lengannya dan dinding. Mata Tao membulat saat ia merasakan nafas Kris menyentuh dauh telingannya.

 

 

“Kau bekerja padaku.”

 

 

DEG

 

Bisikan Kris berhasil membuat Tao sedikit terkejut. Apa maksudnya?

 

“A..aku bekerja.. pada ge?” tanya Tao masih samar menangkap maksud Kris.

 

Kris tersenyum manis dan mencium aroma manis yang menyeruak dari tubuh Tao. Aroma buah strawberry.. dari shampoo atau sabun mandi Tao kah? Yang pasti Kris sedikit tergiur.

 

“Ge?”

 

“Ah..iya.. bekerja denganku.” Kris langsung menjauhkan tubuhnya dari tubuh Tao, takut sekali ia tidak bisa menahan keinginannya untuk menyentuh Tao. Sial! Kris tahan keinginan mesum dan otak bulusmu! Kau ingin membuat namja manis itu takut padamu?

 

Sekali kau salah mengambil langkah, kau akan membuat namja manis itu salah paham dan habislah sudah!! Jangan lupakan hal itu, tuan pangeran!

 

“Aku tidak mengerti maksud ge.. bekerja dengan ge seperti apa?”

 

 “Yang pasti akan kutunjukkan padamu saat kau datang ke apartemenku.”

 

“Jadi?” Tao masih belum paham nampaknya.

 

 

Chanyeol, jika suatu saat nanti aku mati dengan keadaan jantung yang hancur karena habis kesabaran.. kuharap kau tahu apa penyebabnya..” Kris membatin lagi didalam hati.

 

 

“Kau juga akan tahu nantinya.  Jadi sekarang juga aku ingin kau berhenti dari pekerjaanmu sebagai pelayan di pub ini!”

 

Tao meggeleng cepat. “Tidak! aku bisa bekerja dengan ge juga dan bekerja disini. Tidak apa- apa ge. Aku kuat!”

 

 

“AAAGGHHHHHH!!! YA TUHAN! LALU UNTUK APA AKU BILANG AKAN MEMPEKERJAKANNYA JIKA IA TETAP KUKUH BEKERJA DITEMPAT INI!!”

 

Itulah jeritan hati Kris.

 

Kris bersabarlah🙂

 

 

“Ge? Kenapa wajah gege seperti itu?” Tao melihat wajah Kris berubah menjadi aneh. Seperti menahan sesuatu atau tersiksa menahan sesuatu.

 

“T..Tidak.. begini Tao.. aku mengatakan akan memberimu pekerjaan agar kau tidak bekerja ditempat seperti ini,oke?! Jadi aku ingin kau berhenti!!” suara Kris jadi sangat tegas.

 

“Tapi.. tapi aku..”

 

“Aku akan memberikan gajimu dengan jumlah yang kau inginkan.” Jawab Kris cepat sebelum Tao kembali membuat kesabarannya habis.

 

Tao mengangguk pelan. “Tapi.. aku tidak enak dengan Baekhyun-sshi dan bos-ku. Hari ini hari pertamaku bekerja.”

 

Kali ini Kris menghela nafas. “Biar aku yang urus. Ganti pakaianmu dan aku menunggumu disana.” Tunjuk Kris kemeja biasa tempat mereka duduk. Terlihat Chanyeol yang sedang asyik menatap Baekhyun yang mengantarkan pesanan kesebuah meja pelanggan.

 

Kembali Tao mengangguk dan masuk kedalam ruang karyawan. Kris menghela nafas panjaaaang sekali dan berjalan ketempat Chanyeol sedari tadi duduk.

 

 

 

 

“Haaahhh!! Aku tidak menyangka menghadapi Huang Zitao membuatku selelah ini.” Kris menghempaskan bokongnya dikursi, duduk disamping Chanyeol.

 

“HAHAHA! Salah sendiri kau mengincar namja polos seperti Tao. Kalau tipe kesukaanku ya seperti Baekhyun.. tenang, sabar, dewasa, indah, mungil, cantik, dan ia mengerti apapun mengenai diriku.” Chanyeol memandangi Baekhyun yang sedang tersenyum manis pada salah satu rekan kerjanya.

 

Kris memutar bola matanya. “Tao mungkin tidak mungil namun ia cantik dan.. yah kurasa tipe ku memang namja seperti Tao. Tipe menggemaskan dan.. entahlah.. aku tidak tahu dan kita tutup pembicaraan ini!!”

 

Chanyeol terkekeh. “Dengar, Kris. Cinta itu tidak bersyarat dan kurasa kau tulus. Mau menerima orang yang kau sukai dengan keadaan apapun. Kusangka awalnya kau hanya tertarik padanya.. namun kau tahu apa yang aku tangkap belakangan ini? Kau bahkan sudah mencintainya, Kris.”

 

Kris terdiam. Ia teguk wiski nya dengan pelan, kemudian ia kembali menatap Chanyeol. “..Aku hanya bingung… apa yang membuatku begitu memperdulikannya dan… waktunya terlalu singkat, Chanyeol. Namun ia bisa membuatku… seperti ini.”

 

Chanyeol menepuk pelan pundak Kris. “Jika kau bertanyapun tidak akan ada jawabannya. Hatimu yang mengetahui alasan pastinya dan.. cinta memang penuh misteri.”

 

Kris tersenyum manis. “Yaaah~ Setidaknya aku tidak mempunyai dua kekasih.”

 

“YA! Jangan menyindirku! Listen to me, pervert prince! Aku hanya mencintai namja itu!” tunjuk Chanyeol kearah Baekhyun. “Dan … dan aku akan berusaha mengakhiri semuanya dengan Kyungsoo. Setidaknya aku terus mencoba.. aku ingin mempertegas diriku hanya miliknya.”

 

“Yeah~ Kau juga… mengatai orang saja tapi sendirinya… kau juga sudah jatuh terlalu dalam, kan?”

 

“Mungkin.” Chanyeol tersenyum dan mengangguk mantap. “Dan aku bersyukur.. aku jatuh cinta padanya. Pada Baekhyun.. karena ia adalah Baekhyun.”

 

Kemudian mata Kris menangkap sosok Tao dengan kaos hitam dan celana jeans sambil menyandang tas sandang berwarna hitam miliknya, berjalan menuju tempat duduk Kris dan Chanyeol. Senyuman Kris mengembang cepat.

 

“Lihatlah Chanyeol, bahkan sosok sederhananya yang seperti itu melebihi sebuah kesempurnaan untukku.” Kris tersenyum sangat lembut.

 

 

µ

 

 

Didalam mobil Kris.

 

 

Kris sedang berbicara dengan pemilik pub didalam sana, dan Kris menyuruh Tao untuk menunggunya didalam mobil saja. Mungkin cemas jika Tao tetap menunggunya dipub, seseorang akan menggoda Tao. Walau Chanyeol sudah mengatakan ia akan menjaga Tao hingga Kris datang, hanya tatapan membunuh dari namja tampan itu yang diterima Chanyeol.

 

 

 

 

Tao diam disana, ia menunduk dalam dan wajahnya memerah.

 

Baiklah.. Tao memang polos dan lugu tapi dia tidak bodoh. Jujur saja ia sangat senang saat Kris tadi melindungi dirinya yang digoda oleh paman hidung belang. Ia sangat bersyukur Kris datang. Jika Kris tidak datang entah apa yang terjadi pada dirinya.

 Tapi tunggu! Tao menyadari sesuatu.. bekas gigitan Kai masih ada dilehernya. Seragam pelayan pub tadi berhasil menyembunyikan bekas itu namun kini Tao hanya memakai baju kaos. Beruntung Kris belum sadar.. namun jika Kris melihatnya nanti dan bertanya… apa yang harus Tao jawab?

 

Dengan panik Tao melirik sekitarnya dan ia menemukan sebuah plaster penutup luka ditekmpat kaset CD yang ada dimobil itu.

 

“Kris ge, jika aku ingat.. aku akan menggantinya.” Tao berbicara sendiri seakan Kris ada didepannya dan langsung mengambil plester itu. Menutupi bekas keunguan itu.. senyuman manis menghiasi wajah Tao saat melihat bekas itu tertutupi sempurna. Warna plester itu senada dengan warna kulit jadi tidak begitu mencolok.

 

 

Pip

 

 

“KYAAA!!!” Tao terlonjak kaget karena ponselnya tiba- tiba berbunyi. Ia usap dadanya yang berdetak tak karuan. Inilah yang terjadi jika namja polos seperti Tao melakukan kesalahan kecil. Dengan cepat Tao mengambil ponselnya dan melihat ada pesan masuk.

 

 

From : Kai

Text :

Kau dimana?

 

 

 

Tao menelan liurnya dan mencoba membalas pesan dari Kai.

 

 

To : Kai

Text :

Aku sedang bekerja.

 

 

Ia menggenggam ponselnya setelah membalas pesan singkat dari Kai. Kemudian ponsel kuno nya itu kembali bergetar. Mata Tao membulat sempurna saat melihat balasan dari Kai.

 

 

From : Kai

Text :

Aku akan menjemputmu.

 

 

Tao seketika jadi sedikit panik. Apa yang harus ia jawab pada Kai? jika ia menolak ia takut Kai akan mengasarinya nanti.

 

“Ya Tuhan..” Tao mencoba menetralisir detak jantungnya yang berdebar- debar karena panik. Namun ia harus membalas pesan itu. Ya.. setidaknya Tao akan mencobanya.

 

 

To : Kai

Text :

Kurasa tidak perlu, aku bisa pulang sendiri.

 

 

Kembali Tao berdoa dalam hati agar Kai tidak memakinya atau membalas pesannya dengan ucapan sumpah serapah atau apalah yang tidak mengenakan. Balasan dari Kai baru saja masuk kedalam ponselnya.

 

From : Kai

Text :

Oke. Berhati- hatilah. Jaga dirimu agar tetap hangat.

Kurasa cuaca lebih dingin malam ini.

 

 

 

DEG

 

 

Tao tersentak dengan balasan pesan Kai. Kai tidak marah? Malah Kai mengatakan agar Tao tetap hangat. Sungguh manis..

 

 

Klek

 

 

“Hnng!!”

 

Namja manis itu kembali tersentak saat Kris masuk kedalam mobilnya dan duduk dibangku kemudi, disamping Tao tentunya. Melihat wajah Tao yang terlihat kaget tentu saja membuat Kris bingung.

 

“Apa..aku…mengagetkan..mu?” tanya Kris pelan sekali mengeja ucapannya. Seakan takut jika ucapannya kembali mengagetkan Tao. Berlebihan, Krease!!!

 

“Ti..dak…” jawab Tao mengikuti alur irama Kris.

 

“Lalu… mengapa… kau… terlihat.. kaget?” masih dengan birama yang sama.

 

Tao menggeleng cepat membalas pertanyaan Kris. Walau Kris bingung melihat namja manis itu tersentak. Namun ada sesuatu yang menarik perhatian Kris, ia melihat Tao yang menggeggam ponselnya erat sekali. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu keluar dari pekarangan pub besar itu.

 

 

“Ponselmu rusak?” tanya Kris terus memperhatikan jalan. Itulah praduga sementara yang dilayangkan oleh Kris karena masih penasaran dengan penyebab namja manis itu kaget melihatnya tadi.

 

“Ti.. tidak.” Tao malah berharap plester luka yang ia ambil diam- diam bisa ia kembalikan secepatnya. Dan harapan lainnya adalah semoga Kris tidak bertanya soal plester itu nanti dan semoga saja Kris tidak sadar.

 

 

“Ponselmu itu diproduksi tahun berapa?”

 

 

“Eh?” Tao memasukkan ponselnya kedalam tas dan mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu.”

 

“Pasti tidak bisa mengirim gambar dan voice note?”

 

“Tidak. Apa ge tidak lihat bahkan ini bukan ponsel layar berwarna. Ini hanya ponsel biasa yang berfungsi untuk menerima telepon dan mengirim pesan.” Jawab Tao sebal. Ya.. dia memang kekanak- kanakan karena sebal ponsel kuno nya diejek seperti itu. Ia sudah melupakan masalah plester.

 

Kris tersenyum manis dan mempercepat laju mobilnya.

 

 

 

 

µ

 

 

 

“Baiklah! Ini berlebihan, Wu Fan ge!!” seru Tao tidak percaya.

 

“Apanya yang berlebihan? Aku hanya ingin membelikanmu sebuah ponsel. Dan kau boleh memilih ponsel mana saja yang kau inginkan.” Kris berkata dengan mantap sambil menunjuk semua model ponsel yang dipamerkan ditoko itu.

 

“Jadi anda memilih model yang mana, tuan?” tanya pelayan toko itu dengan sopan.

 

Tao masih terdiam ditempat. Ia tidak tahu harus melakukan apa.. jujur saja Kris itu selalu membuat kejutan- kejutan tidak terduga pada dirinya.

 

Kris menghela nafas melihat Tao yang masih terdiam. Akhirnya ia mengambil keputusan sepihak. “Ambilkan model yang ini. Warnanya pink dan kalau bisa ada pernak- pernik pandanya. Kalian punya aksesorisnya, bukan? Aku harap dari merek yang berkualitas.” Ujar Kris sembari memperlihat ponsel miliknya sendiri.

 

“Baik.. silahkan menunggu disofa yang ada disudut sana, tuan.”

 

“Tu-“ Kris membekap mulut Tao dengan tangannya dan tersenyum manis.

 

“Tao ikuti saja ya.”

 

Melihat senyuman manis Kris yang kaku dan seakan menuntut Tao untuk tidak bersuara berhasil membuat namja manis itu menelan semua ucapannya. Perlahan Tao mengangguk pelan dan mengikuti Kris yang menariknya menuju sofa.

 

 

Mereka duduk disana sembari menunggu ponsel baru Tao yang seperti diinginkan Kris . Namja manis itu berkali- kali melirik Kris yang tengah duduk disampingnya. Wajah tampan, hidung mancung, bibir merah, rambut pirang, matanya yang indah… sosok yang sama sekali tidak ada celah. Begitu tampan dan indah…

Bagai lukisan sempurna.

 

DEG

 

Tao langsung mengalihkan wajahnya saat menangkap tatapan Kris menangkap matanya. Tidak berlebihan dada Tao langsung bergemuruh.

 

 

“Tao melihat apa diwajahku?” tanya Kris lembut.

 

“Eh? Tid..tidak ge. aku..” Tao memilin tangannya. Gugup.

 

Kris tersenyum penuh kemenangan saat melihat tingkah Tao yang seperti itu. Lucu sekali, pikirnya. Kris kemudian mengusap rambut Tao lembut, memikirkan bagaimana murni dan lugunya hati namja bermata panda itu.

 

Rasa sayang yang terus membuncah saat mata mereka bertemu, kehangatan yang begitu menggiurkan saat kulit mereka bersentuhan, kasih yang menyeruak saat ucapan mereka bersambung.

 

Betapa inginnya Kris melindungi kemurnian itu didalam pelukannya.

 

 

 

“Hmm.. Untuk apa ge..membelikanku sebuah ponsel?” tanya Tao akhirnya.

 

Kris mengangkat bahunya. “Aku bisa repot jika kau masih memakai ponsel kuno itu.”

 

Tao memiringkan wajahnya menatap Kris, bingung. “Maksud ge?”

 

Kembali dengan kesabaran Kris menjawab. “Begini… ponselmu itu ponsel keluaran lama sekali. Mungkin saat aku masih sekolah dasar, ponsel itu sudah jadi rongsokan! Dan jika kau masih memakai ponsel itu, dan kalau ponsel itu rusak karena sudah terlalu kuno.. aku harus menghubungimu kemana???”

 

Tao menggaruk kepalanya. “Tapi tidak perlu membelikanku ponsel yang sama dengan punya  ge.. kurasa ponsel itu sangat mahal.. aku tidak punya uang untuk menggantinya.”

 

“Kau tidak perlu menggantinya.. bekerja saja denganku dengan baik dan patuh. Hanya itu.”

 

Dengan polosnya Tao mengangguk. “Terima kasih ge.”

 

 

Aigoo~ tahukah bagaimana Kris menahan hasratnya untuk mencubit gemas pipi empuk Tao?

 

 

 

µ

 

 

Apartemen Kris.

 

 

Mulut mungil itu melongo saat melihat apartemen Kris.

 

Mewah dan sungguh berkelas.

 

Saat Tao masuk kedalam apartemen itu, ia langsung terdiam. Apartemen Kris terletak dilantai 6 bangunan tinggi yang megah itu. Kaca besar yang seharusnya adalah sebuah dinding disana membuat pemandangan malam kota Seoul begitu indah. Memaparkan segalanya dalam kemegahan.  Apartemen berwarna serba putih bercampur perak itu seakan berkilau dimata Tao. Susunan minimalis dan tidak sesak.

 

Sungguh nyaman.

 

Kris mengunci pintu apartemennya dan menarik tangan Tao masuk lebih dalam. Masih tidak percaya Tao memperhatikan setiap sudut apartemen luar biasa itu, Hebat. Anak SMA tinggal di apartemen semegah ini?

 

“Letakkan tasmu disini.” Ujar Kris sembari mengambil tas sandang Tao dari lengannya dan meletakkan diatas sebuah sofa.

 

Tao mengangguk pelan. Ia masih takjub dengan apa yang ia lihat. Dulu mungkin ia memang anak dari kalangan berada namun setelah itu Tao cukup menderita menjalani hidup dengan kekurangan, jadi melihat apartemen Kris yang sangat mewah masih membuat Tao takjub.

 

Kris ingin sekali tertawa melihat wajah Tao yang menunjukkan ekspresi INI-HEBAT-SEKALI dengan polos.

 

 

“Nah.. kamarmu disini.” Kris menunjukkan sebuah pintu kamar pada Tao.

 

“Oh ah.. iya.” Tao mengangguk pelan dan..

 

 

TUNGGU!!

 

 

Secepat kilat Tao mengarahkan kepala pada Kris. Ia tatap Kris dengan mata yang membulat dan horror. “Apa maksudmu dengan kamarku, ge!!”

 

Kris memutar bola matanya. “Kau akan bekerja denganku jadi kau akan tinggal disini.”

 

“EH!!!” Pekik Tao keras. “Ti..Tinggal bersamamu?!”

 

“Ya!”

 

“Memangnya apa yang pekerjaan yang kau berikan padaku hingga aku harus tinggal bersama ge?!” Tanya Tao masih dengan tatapan penuh teror.

 

Kris duduk disofa nyamannya dan tersenyum manis. “Hmmm…. Kau membangunkanku saat pagi hari, memasak sarapanku, makan malam juga.. ah kita akan makan siang diluar. Itu pasti seperti kencan. Dan kau juga harus membantuku dalam urusan apapun.”

 

Tao menggaruk kepalanya. “Jadi.. kau mempekerjakanku sebagai.. pembantumu?”

 

“Pembantu? Oh tidak, Tao. Aku tidak akan tega!”

 

“Lalu?” Tao tambah bingung dengan perkataan Kris. Setahu Tao pekerjaan seperti itu dilakukan oleh pesuruh atau pembantu.

 

 

“Kau hanya perlu melakukan kegiatan seorang istri.”

 

 

Hening.

 

 

“MWO?!”

 

Kali ini Tao berteriak sangat keras. Matanya membulat sempurna, mulutnya membentuk huruf O.. mungkin seperti ini (OoO).

 

“Kenapa keget? Aku akan langsung menstransfer gajimu perbulan ke rekeningmu. Ah.. aku juga sudah tahu nomor rekening-mu untuk membayar uang sekolah. Bagaimana kalau aku transfer kesana saja?” Kris meletakkan jari telunjuknya didagu runcingnya.

 

“Tapi ge.. aku.. aku ini laki- laki! Aku.. aku tidak bisa menjadi.. seorang istri!!”

 

“Aku hanya menyuruhmu berlagak seperti istriku bukan menyuruhmu mengganti gender-mu, Huang Zitao.”

 

“Tetap saja, ge! A..aku ini…” Wajah Tao memerah seketika itu. “Aiiissh!! Gege jahat! Aku tidak mungkin menolak pekerjaan yang kau tawarkan! Aku sudah tidak punya pekerjaan lagi sekarang!”

 

Kris tersenyum puas, menatap Tao yang masih berdiri dihadapannya dengan lekat. “Makanya aku langsung menyuruhmu berhenti tadi.. jaga- jaga agar kau tidak bisa menolak pekerjaan yang aku tawarkan.”

 

Tao belum bisa menerima begitu saja. “Tapi barang- barangku masih diapartemenku!”

 

“Biarkan saja. Dirumah ini sudah cukup lengkap, kan? Jika kau membutuhkan sesuatu beritahu saja aku dan akan kuberikan.” Jawab Kris tak acuh.

 

“Baju sekolahku dan peralatan sekolahku juga ada disana!”

 

“Besok libur, jadi besok masih ada waktu mengambilnya atau aku bisa menelpon sekolah malam ini agar menyiapkan seragam baru.”

 

 

Sial!

 

 

Tao tidak bisa menjawab lagi.

 

 

 

“Hmm.. Sekarang masih jam 9 malam. Aku lapar… bisa masakan sesuatu untukku?” ucap Kris sembari berdiri dari duduknya dan membuka jaket kulitnya.

 

Tao menelan liurnya dan mengangguk pasrah. “Baik.”

 

Ya Tuhan! Aku tidak menyangka semua akan jadi seperti ini!!” batin Tao.

 

 

µ

 

 

 

Kris masuk kedalam kamarnya dan menghidupkan lampu. Tatapannya tajam dan lurus kedepan. Dan… wajah cool nya tiba- tiba memerah.

 

“Khh!!” Kris menahan suaranya agar tidak berteriak.

 

Seketika itu dengan cepat ia mengambil ponselnya dan menekan tombol ‘Call’ pada nama kontak, ‘Park Chanyeol bodoh tukang selingkuh’.

 

 

 

Sambungan telpon … – tersambung!

 

 

“Iya? Kenapa kau langsung menelponku?”

 

Kris berlari menuju sofa single dikamarnya yang berhadapan dengan ranjang. Ia duduk disana kemudian menjawab pertanyaan Chanyeol diseberang sana.

 

“Kau tahu kalau aku mulai gila, kan?”

 

“Tenang! Hahahaha! Apa yang baru saja kau lakukan? Kau tidak menyerangnya kan?”

 

“Hush! Kau pikir aku ini namja mesum, oeh!!”

 

“Eh? Memang bukan? Aisshh! Perkiraanku salah ternyata!”

 

“Aku sedang tidak ingin bercanda!”

 

“Ne~ lanjutkan~”

 

 

Kris menghela nafas pelan. “…Aku mengajak Tao tinggal bersama..”

 

 

“WHAT THE!! SUNGGUHAN?”

 

“Ya!! Bisakah kau tidak berteriak sekencang itu!!” Protes Kris sembari mengusap telinganya yang sedikit berdengung. Alhasil Kris memindahkan letak ponselnya ketelinga sebelah kiri karena telinga sebelah kanannya masih berdengung.

 

“Ma..maaf tapi… tapi jujur kali ini aku tercengang! Lalu bagaimana? Panda itu mau?”

 

“Setelah semua usaha yang kulakukan dia setuju.”

 

“Mwo~ Wu Fan kau memang pria yang beruntung. Sungguh~ Nah sekarang kau sedang apa? Kalian akan tidur bersama?” Chanyeol sangat penasaran.

 

“Jangan gila! Aku memang nampak tenang- tenang saja, tapi apa kau tahu sebenarnya hatiku bergejolak bukan main saat ia mau tinggal bersamaku! Demi apapun Park Chanyeol aku senang sekali!!!!!”

 

“Ne~ Aku turut bahagia! Dan kau tahu, aku kesepian disini tanpamu. Aigoo~ kau pasti akan jarang menemaniku menunggui Baekhyun mulai sekarang.. aku akan sendirian.”

 

 

DEG

 

 

Kris membulatkan matanya dan terdiam sesaat. Rasa bersalah mulai ia rasakan pada Chanyeol. “Errr..Chanyeol..a..aku.. aku minta maaf.. tapi aku…”

 

“HAHAHAHA!!! SUARA MERAJUKMU MENJIJIKKAN WU FAN!”

 

Seketika itu ada simpang empat besar dikepala Kris. “Kubunuh kau!!”

 

“Selagi kau senang ya nikmati saja. Tapi ingat jangan melanggar batasan sebelum kalian benar- benar memiliki ikatan. Kau juga harus sabar, Zitao itu namja lembut. Kau jangan terlalu keras padanya.” Celoteh Chanyeol panjang lebar.

 

Kris tersenyum manis. “Chanyeol walau aku malas mengakui ini… tapi kau sahabat terbaikku.”

 

Terdengar gelak keras Chanyeol diseberang sana. “Aku juga mencintaimu, Wu Fan! Ahhaha!!”

 

“Oh maaf, aku tidak mau menjadi namja urutan ketiga.”

 

Gelak Chanyeol semakin menjadi- jadi. “Kalau kau mau, kau akan kujadikan urutan teratas.”

 

“Tawaran yang menarik.. tapi…bagaimana kalau aku beritahu hal ini pada Baekhyun?”

 

“OH SHIT! It’s not serious, dude! My love, My heart, My life  just for Baekhyun!!!” Chanyeol mulai panik. “FOR MY BYUNNIE HONEY!

 

Kris memutar bola matanya malas. “Iya iya iya…hmm.. hati- hati pulang… kututup dulu.”

 

“Ne~ Muuuuuuaaccchhh~”

 

“Saat bertemu akan kutampar bibirmu.”

 

“HAHAHA!!”

 

 

Kris langsung mematikan sambungan ponselnya. Aigoo… begitulah persahabatan mereka. entah apa yang terjadi jika Kris tidak memiliki sahabat seperti Chanyeol. Mungkin ia akan pusing sekali menghadapi semua permasalahannya. Apalagi Kris bukanlah namja yang mudah terbuka pada orang lain. Ya selain pada Chanyeol dan Tao.

 

Kris menyandar disandaran sofa dan menatap langit- langit kamarnya. Ia dengarkan suara sibuk yang berasal dari dapur. Suara samar- samar yang sangat ia sukai.

 

“Tao… Huang Zitao… kenapa kau bisa membuatku merasakan perasaan semanis ini?”

 

 

µ

 

 

Tao sibuk meletakkan masakan yang ia masak diatas meja makan. Ia memang telaten sekali semenjak tinggal sendiri, walau bahan masakan tidak terlalu banyak, Tao cukup pandai mengakali masakan itu agar tidak kekurangan bumbu.

 

“Apakah sub hangat ini cukup yah? Hm.. apa Kris ge suka jika aku sedikit menambahkan wortel pada sayuran cincang ini? Atau.. daging ini lebih baik dipotong seperti itu…”

 

Tao terus berbicara sendiri sembari menatap masakan yang sudah ia masak diatas meja. Ia sudah menanak nasi terlebih dahulu dan tentu saja nasinya sudah matang dari tadi. Masih menggunakan cemelek berwarna coklat muda dan kuning itu, Tao lalu membuat jus tomat untuk Kris. Setidaknya agar pikiran Kris agak rileks.

 

 

“Siaappp~” Ujar Tao riang sekali.

 

Tao terlihat menikmatinya, karena Tao pikir tidak ada salahnya ia menerima pekerjaan dari Kris. Setidaknya Kris selama ini selalu membantunya dan Tao pikir dengan begini ia bisa sedikit membalas kebaikan Kris. Mengapa ia menolak?

 

Toh selama ini Kris selalu menolongnya… jadi kali ini Tao juga menolong Kris semampu dan sebisa ia. Tao sungguh anak yang murni dan baik hati. Manisnya…

 

 

 

 

“Woah! Kau yang membuat semua ini?” suara berat menginterupsi kegiatan Tao. Namja manis itu melihat Kris mendekati meja makan dan… Kris sudah berganti pakaian. Hanya memakai kaos oblong tanpa lengan berwarna hitam serta celana pendek jeans selutut.

 

Dan penampilan Kris yang seperti itu membuat Tao berkesimpulan, ‘Walau hanya memakai pakaian santai, Kris ge tetap saja terlihat tampan dan bergaya.’.

 

Kris terdiam sesaat melihat meja makannya yang tertata rapih dan berbagai makanan hangat tersaji disana. Kemudian matanya menangkap Tao yang menuangkan jus tomat dari dalam blender kedalam gelas tinggi.

 

 

 

“Nah ini.. minum dulu ge. Agar gege tetap sehat dan rileks.” Tao dengan senyuman manis kemudian memberikan segelas jus tomat segar.

 

“Aaa..Terima kasih.” Kris menyambut gelas itu dan Tao kembali kedapur. Membersihkan dapur itu, membuang sisa bahan yang tadi digunakan, kemudian mencuci peralatan dapur.

 

Kris kemudian tersenyum, ia meletakkan jus tomatnya dimeja makan dan mendekati Tao yang sedang mencuci peralatan memasak. Ia berdiri disamping Tao dan menatap Tao dengan tatapan lembut. Sangat lembut tentunya.

 

“Ada apa ge?” tanya Tao disela- sela kegiatannya mencuci sendok dan panci.

 

Kris menggeleng cepat. “Aku bantu kau mencuci. Lagipula aku ingin makan bersamamu.”

 

“Eh.. tidak usah. Gege makan duluan saja. Bukankah gege lapar… aku bisa mencucinya sendiri.” tolak Tao sembari membasuh sebuah tutup panci.

 

Namun…

 

“Mwo~ Kris ge~ Aisshhhh..” Tao memutar bola matanya dan mendesah pelan saat Kris sudah membenamkan tangannya digenangan air penuh busa sabun dan mengambil sebuah spoon. Kris ikut mencuci peralatan dapur bersama Tao.

 

“Lihat .. ada busa sabun yang menempel dipipimu.” Ujar Kris sambil terkekeh.

 

“Nyaaa!!!” Tao mengerucutkan bibirnya.

 

Mereka kemudian larut dalam canda dan tawa. Sungguh suasana hangat yang begitu Kris inginkan. Bersama namja yang paling ia sayangi dan cintai.. jika bisa, Kris ingin terhenti seperti ini saja. Menikmati detik demi detik bersama.

 

 

 

µ

 

 

 

 

Keesokan harinya.

 

 

“Kris-ge… bangun sudah pagi..” suara lembut itu masuk kedalam pendengaran Kris. Sentuhan hangat dan lembut mengguncang pelan pundaknya.

 

Kris tersenyum namun matanya masih tertutup rapat. Masih enggan menyambut matahari pagi yang menyilaukan. Ia tahu betul siapa yang membangunkannya pagi ini. Bahkan ia sengaja tidak menyalakan alarm seperti biasa karena ia hanya ingin terbangun jika dibangunkan… oleh namja manis itu. Siapa lagi kalau bukan Tao.

 

“Kris ge~ aiiishhh kenapa susah sekali membangunkanmu?” protes namja manis itu.

 

Tao kemudian menyibak gorden sutra dikamar Kris, membuat sinar pagi masuk begitu saja. Ah ternyata matahari sudah meninggi. Tao lalu sedikit membersihkan kamar tidur Kris. Mengambil pakaian kotor Kris dikeranjang. Merapikan meja belajar Kris, merapikan letak keset ataupun karpet yang sedikit tidak pas.

 

Kris mengintip dari balik matanya hingga Tao menghilang dibalik pintu sembari memeluk tumpukan pakaian kotor Kris. Saat pintu kamarnya tertutup, Kris membuka penuh matanya kemudian menopang dagu dengan malas, ia masih berbaring diranjang.

 

“…Ternyata dia memang anak yang terampil. Kupikir dia tidak akan setenang itu bekerja denganku. Benar-benar anak yang bersungguh- sungguh dan tulus. Aigoo..” Kris tersenyum mantap dan kembali membaringkan tubuhnya.

 

 

Dia menunggu Tao membangunkannya lagi.

 

 

µ

 

 

Tao memasak sarapan pagi itu. Ia hanya membuat sandwich isi keju dan telur serta susu hangat. Tentu saja ia juga membuat makanan untuknya. Serta sedikit salad dan kentang.

 

“Ah… persediaan bahan makanan sudah habis..” ucap Tao cepat. “Hmm.. apa nanti aku suruh Kris ge berbelanja ya.”

 

Kembali namja manis itu menetakkan makanan yang ia masak. Setelah ini ia bermaksud membangunkan Kris lagi. Sudah jam 9 pagi dan Kris tidak mungkin dibiarkan tetap tidur sampai siang.

 

Masih menggunakan celemek, Tao masuk kedalam kamar Kris. Kembali melihat namja tampan itu tertidur. Namja manis itu menghela nafas pelan dan mendekati Kris.

 

“Ge.. bangunlah. Sarapan sudah siap.”  Tao bicara dengan sangat lembut.

 

“Hmm..” gumam Kris.

 

“Ayo bangun ge! Atau aku akan memukulmu dengan sendok nasi!!” ancam Tao.

 

Mata Kris langsung terbuka dan ia mengerutkan dahinya. “Sendok nasi?” tanya Kris tidak penting.

 

Tao mengangguk cepat. “Atau dengan spatula kayu yang amat keras itu. Kujamin rasanya akan sangat sakit!!”

 

Kris seakan ingin tertawa dengan ancaman Tao yang ia pikir sangat lucu. Baru kali ini ia dibangunkan dengan ancaman mendapat pukulan dari sendok nasi. Aahh.. benar, Tao nya memang menggemaskan.

 

“Iya ya aku bangun…” Kris perlahan duduk diatas ranjangnya. Kemudian mengusap wajahnya perlahan dan melakukan peregangan ringan. Tao yang melihat Kris sudah bangun, bermaksud keluar dari kamar Kris, namun panggilan menghentikan langkahnya.

 

“Tunggu sebentar, Tao.”

 

“Ya?” Tao membalikkan tubuhnya.

 

Kris tersenyum amat lembut. “Terima kasih.”

 

DEG

 

DEG

 

Wajah Tao memerah, senyuman manis terhias dibibir Tao dengan cepat. “Sama- sama, ge.”

 

Setelah mengatakan hal itu Tao keluar dari kamar Kris. Namja tampan itu memegang dadanya kemudian berfikir.

 

 

 

“Haruskah jantungku seakan meledak setiap melihat senyumannya? Ya Tuhan… apakah Engkau keliru memberikan sebuah jantung yang normal pada sosok sempurna-ku ini?”

 

 

 

µ

 

 

TING

 

TONG

 

 

Bunyi bell menginterupsi acara sarapan Kris dan Tao.

 

“Ge.. bunyi bell.” Tao mengerjapkan matanya.

 

“Biarkan saja. Siapa suruh bertamu saat pagi hari. Apalagi saat kita sedang sarapan. Tidak sopan sekali.” celetuk Kris sambil mengunyah kentang gorengnya.

 

“Tapi kalau ada urusan penting bagaimana?” Tao meletakkan sendok makannya dan bermaksud beranjak dari tempat duduk, namun Kris kembali mencegah Tao.

 

“Biarkan saja. Duduk dan makan!” perintah Kris.

 

 

 

-“YAA!! BUKAAAAAA~KAN~ AKU PINTU! ATAU AKU AKAN BERTERIAK BAHWA KAU PRIA TAK BERTANGGUNG JAWAB YANG MENGHAMILIKU, WUFAN!!!”-

 

 

 

“UHUK!! UHUKK!!”

 

Teriakan Chanyeol membuat Kris tersedak. Teriakan itu terdengar dari alat kecil yang berada disamping pintu. Monitor mini untuk melihat keadaan didepan pintu apartemen.

 

Tao memberi segelas air putih pada Kris dan dengan sigap Kris menghabiskan air putih itu. Setelahnya, Kris terlihat kesal sembari menepuk pelan dadanya.

 

“I..itu Chanyeol-hyung.” Tao menggaruk kepalanya.

 

“Demi Tuhan! Apa yang sibodoh itu fikirkan hingga datang pagi- pagi keapartemenku!!” Kris mendecak kesal dan berdiri dari duduknya. Tao hanya melihat Kris yang masih bergumam kesal berjalan kearah pintu apartemen.

 

 

 

 

KLEK

 

“Syukurlah kau membukakan pintu, atau tidak seluruh penghuni apartemen ini akan menganggapku lelaki yang lari dari tanggung jawab.” Nampak Chanyeol yang sudah melipat tangannya didada.

 

Kris menghela nafas panjang dan menggerakkan kepalanya memberi isyarat agar Chanyeol masuk. Dengan cengiran lebar khas Chanyeol, ia melangkah masuk.

 

 

 

“Annyenghaseyo, hyung.” Tao ternyata sudah berjalan dari ruang makan menuju ruang tengah tempat dimana Chanyeol dan Kris berada saat ini.

 

“Aigoo~ Tao panda yang manis~ Aiiisshh~ kapan aku bisa membawa ByunByun Honey tinggal bersamaku kemudian memasakkanku sarapan dan… oh Tuhan, membayangkannya saja aku sudah sangat bahagia..” Chanyeol merebahkan kepalanya dipundak Kris. Berlagak menangis sesegukan.

 

Kris hanya memutar bola matanya dan menepuk kepala Chanyeol pelan. “Yang sabar.. yang tabah.. Yang kuat menerima cobaan hidupmu. Kau hanya terlalu sial.”

 

 

DEG

 

Mata Tao membulat melihat manjanya Chanyeol pada.. Kris. Padahal jika ditinjau ulang, seharusnya Tao menangkap perkataan Chanyeol tentang Baekhyun. Walau Chanyeol menyebut Baekhyun dengan ‘ByunByun Honey’.. ah.. norak sekali. Tao tahu betul bahwa Chanyeol berpacaran dengan Kyungsoo. Atau… otak Tao malah tidak terlalu menangkap?

 

Dan..

 

Kenapa jantungnya berdebar- debar?

 

 

DEG

 

DEG

 

DEG

 

Dia sedikit tidak suka melihat.. Chanyeol bermanja- manja dengan Kris. Tao tentu tahu betul bagaimana kedekatan duo tiang listrik itu. Namun ia juga tidak bisa memungkiri..

 

…dia cemburu?

 

 

 

PLAK

 

 

Kris dan Chanyeol terkejut saat mendengar bunyi benturan kulit yang lumayan nyaring. Kedua namja tampan itu mengerjapkan matanya saat melihat Tao.. menampar kedua pipinya sendiri dengan keras.

 

Chanyeol melepaskan pelukannya dilengan Kris. Ia mendekati Tao yang masih menangkup pipinya sendiri dengan wajah merah.

 

“Ada apa panda?” tanya Chanyeol lembut.

 

Tao menatap Chanyeol sesaat kemudian menatap Kris yang sudah berdiri tegap disamping Chanyeol atau lebih jelasnya berhadapan dengan Tao.

 

“Jangan dekat- dekat!” peringat Kris pada Chanyeol. “Ada apa? Kenapa kau menampar pipimu hingga merah padam seperti itu?” tanya Kris lembut sekali.

 

Ya! Kris bodoh! Semburat merah itu bukan karena tamparan kecil yang Tao layangkan pada dirinya sendiri. semburat merah itu muncul.. karena…. karena Tao baru saja menyadari sesuatu. Bahwa ia.. ia cemburu melihat Kris melakukan kontak fisik pada orang lain.

 

“Tao?” ulang Kris sembari menggerakkan tangannya didepan Tao.

 

“Ah… ba..bagaimana kalau Chanyeol hyung ikut sarapan bersama kami.” Ajak Tao tiba- tiba dengan gugup.

 

“Aku sudah sarapan tadi.. tapi tidak ada salahnya mencoba masakan si panda manis ini.” Chanyeol merangkul pundak Tao. Membuat Kris seketika itu menarik Chanyeol agar menjauhi Tao. Kemudian Kris langsung menarik tubuh Chanyeol menuju ruang makan.

 

Tao memperhatikan Kris dan Chanyeol yang berjalan menuju ruang makan. Ia masih disana, memiringkan wajahnya menatap kedua namja tinggi itu. Tao tersenyum manis saat menyadari sesuatu. “Ah sepertinya Chanyeol-hyung memang seperti itu. Bodohnya kau Huang Zitao.. harusnya kau tidak perlu berfikir yang aneh- aneh.”

 

Namja manis itu kemudian berjalan cepat menyusul Kris dan Chanyeol.

 

 

 

“Nah maksudku datang kesini adalah menyampaikan bahwa nanti jam 11 siang, kita harus pergi kesekolah. Ada latihan untuk pergelaran drama.” Mulai Chanyeol seraya mencomot kentang goreng Kris kemudian mencomot salad Tao.

Melihat itu, Tao memberikan mangkuk saladnya pada Chanyeol disambut senyuman pasti dari Chanyeol dan ucapan terima kasih.

 

“Aku tidak ikut.” Jawab Kris cepat. “Tidak perlu latihan juga aku sudah memiliki sisi seperti pangeran, bukan? Biarkan berjalan seperti apa adanya saja saat pergelaran.”

 

Chanyeol menatap datar Kris yang sedang menambar saos cabai kedalam kentangnya. Tao mengerucutkan bibirnya lucu dan kembali memakan telur gorengnya. Melihat Tao sesaat, Chanyeol mendapat ide.

 

“Ya sudah, tapi panda mau ikut latihan, kan? Tidak kasihan hyung sudah capek- capek menjemput kesini?” Chanyeol memperlihatkan wajah memelasnya. Berharap Tao luluh. “Tao ikut dengan hyung, kan? Ikut kan? Iya kan?”

 

“Eh?” Tao mengerjapkan matanya.

 

“Jangan mempengaruhinya, Park Chanyeol.” Kris melempar serbet makannya kekepala Chanyeol. Namun namja tampan bergigi rapih itu tetap menatap Tao dengan tatapan memelas, mengacuhkan Kris yang kembali melemparnya dengan tutup cangkir yang terbuat dari plastik.. dan kali ini sedikit sakit.

 

“Aku ikut, hyung.” Jawaban Tao membuat senyuman Chanyeol mengembang dan tidak mengindahkan rasa sakit akibat lemparan Kris yang bertubi- tubi kekepalanya.

 

“Anak pintar~ biarkan saja pangeran pemalas ini tinggal disini sendirian.” Chanyeol terkekeh sembari menatap Kris dengan tatapan KALAU-KAU-TIDAK-IKUT-JANGAN-SALAHKAN-AKU-MELAKUKAN-SESUATU-PADA-PANDA-MANIS-INI.

 

“AGH! Sialan kau, Park Chanyeol! Aku ikut!!!” teriak Kris setelahnya dan kembali melempar Chanyeol dengan tutup panci. Beruntung kali ini Chanyeol berhasil menangkapnya.

 

 

µ

 

 

Ketiga namja tinggi itu kini sampai dipelantaran parkir sekolah mereka. Mereka menggunakan mobil Chanyeol, alhasil Chanyeol lah yang menyetir sedangkan Kris dan Tao duduk dibelakang. Membiarkan namja tampan berwajah ramah itu seakan menjadi supir mereka. yah.. Chanyeol namja yang lumayan sabar menghadapi sikap seenaknya dan penganiayaan dari namja berwajah pangeran itu.

 

 

“Kata ketua penyelenggaraan drama, kita latihan diruang dance. Lagipula ketua klub dance juga menjadi salah satu pemeran drama, jadi latihan dilakukan disana.” Chanyeol membuka suara sembari berjalan dikoridor sekolah yang lengang bersama Kris dan Tao.

 

Tapi… tunggu.

 

Wajah Tao yang tadinya terlihat biasa- biasa saja menjadi sedikit tegang. Ketua klub dance juga ikut drama pementasan? Dan.. kalau ketua klub dance belum diganti… berarti…

… Kai juga ikut drama pementasan itu?

 

Kai.

 

 

DEG

 

Kris yang menangkap wajah pucat Tao yang berjalan disampingnya hanya diam saja. Ia mengerti akan kegelisahan namja manis itu.

 

 

GREP

 

Tao mengarahkan pandangan matanya pada tangannya yang digenggam.. Kris. Kemudian ia menatap Kris yang menatap lurus kedepan. Dengan perlahan Tao kembali menatap tangannya yang digenggam oleh Kris.

 

Ajaib… kelegaan sedikit ia rasakan. Hanya dengan perlakuan kecil dan manis, yaitu menggenggam tangan Tao, Kris menenangkannya.

 

Namja bermata panda itu tersenyum tipis dan kembali menatap kedepan. “Terima kasih, ge.” bisik namja manis itu yang tentu saja ditangkap oleh telinga Kris.

 

 

µ

 

 

Ruang Dance

 

 

“Semua pemeran drama sudah hadir!” ujar Ketua pergelaran drama itu sembari memegangi gulungan kertas skenario.

 

Chanyeol memucat.. senyuman cerianya yang dari tadi melengkung dibibirnya sirna begitu saja. Ternyata… Kyungsoo juga ikut drama pementasan itu. Sial!!

 

Agar lebih jelas, mari lihat papan tulis yang berada disamping ketua pergelaran drama, Suho. Disana tertulis pemeran dan tokoh yang memainkan drama tersebut.

 

 

~Like a Cinderella Story~

 

-Ciderella : Kyungsoo

-Pangeran : Wu Fan

-Sahabat Pangeran : Park Chan

-Pemburu liar : Jongin

-Panda : Tao

-Peri : Luhan

-Ibu tiri : Lay

-Narator : Se Hun

 

 

 

Kris mengerutkan dahinya dan menatap Suho dengan taat. “Hey, setahuku cerita Cinderella tidak ada pemburu liar… dan lagi.. Cinderella-nya seorang namja???”

 

Suho, ketua pergelaran drama, menatap sang pemeran pangeran dengan tajam. “Kau hanya harus mengikuti peran yang kau jalani dan tolong jangan berkomentar.”

 

Dengan malas Kris menghela nafas panjang. “Kalau bukan karena Tao ikut pementasan drama ini, aku tidak sudi ikut hal merepotkan seperti ini!!” gerutu Kris didalam hati.

 

 

Tao duduk disamping Lay, nampaknya ia sedikit rileks duduk disamping Lay dan sejak tadi mereka asyik berbincang. Atas permohonan Chanyeol, Kris duduk disamping Chanyeol. Untuk apalagi kalau tidak menjaga jarak dari Kyungsoo, kekasihnya sendiri. Oh sungguh lucu, Park Chanyeol.

 

Sementara Sehun, Luhan, dan Kai duduk sejajar. Dari tadi nampak sekali wajah tidak senang yang Kai pasang. Apalagi Luhan yang sedari tadi mengajaknya berbicara dan Sehun yang menatapnya tajam, tanda kecemburuan yang amat sangat pada namja tampan berkulit agak coklat itu karena Luhan terus saja berusaha menarik perhatian Kai.

 

Disisi lain, Kai dengan tatapan menyelidik malah menatap Tao yang ia lihat datang bersama Kris dan Chanyeol.

 

Sedang Kyungsoo, masih saja dengan mata besarnya yang indah menatap Chanyeol, Kris, kemudian Tao yang ia rasa mulai menarik perhatian Chanyeol. Salah paham… itulah yang terjadi pada Kyungsoo. Oh poor baby.

 

Hubungan pelik yang terjadi antar pemain drama.

 

Entah apa yang akan terjadi pada drama mereka nanti.

 

Kita tunggu saja.

 

 

“Nahh.. ayo kita mulai latihannya~” pekik Suho sembari membagikan naskah drama pementasan sekolah mereka.

 

 

 

µ

 

 

Setelah latihan usai.

 

 

“Tao!!” panggil Kai cepat saat melihat Tao bersama Kris akan keluar dari ruang dance.

 

Suho dan Lay sudah keluar terlebih dulu. Chanyeol juga sudah ditarik oleh Kyungsoo untuk pulang bersamanya, yah Kris ternyata tidak dapat berbuat banyak. Apalagi dipelototi oleh mata besar Kyungsoo. Bagi Kris, Kyungsoo itu nampak seperti yeoja, jadi… Kris sedikit tidak tega jika melawan Kyungsoo.

 

Tao dan Kris terhenti saat mendengar panggilan Kai. Seketika itu Tao menatap Kris sesaat dan tersenyum.

“Ge.. aku bicara dengan Kai sebentar.”

 

Kris menghela nafas pelan, ia tentu saja tidak punya hak apapun untuk melarang Tao. Ia dan Tao belum memiliki ikatan apapun, dan dalam kenyataannya Tao… memang kekasih Kai, bukan?.  “Ya.. aku tunggu disini.”

 

Tao mengangguk dan berjalan bersama Kai keluar dari ruang dance. Meninggalkan Kris, Luhan, dan Sehun yang masih berada diruang dance itu. Sempat Kris menangkap tatapan tajam Kai yang menusuk dan Kris juga membalas tatapan mata itu tidak kalah tajam.

 

“Sial!!” geram Kris didalam hati.

 

 

 

 

Tao berjalan menunduk bersama Kai menuju sebuah kelas kosong. Tidak ada pembicaraan dari kedua namja yang… memang terikat dalam hubungan sepasang kekasih. Ya .. bisa dibilang begitu.

 

Kai membuka pintu kelas dan mengisyaratkan Tao untuk masuk. Menghela nafas sesaat namja manis itu masuk kedalam kelas dan Kai menutup pintu kelas itu seakan tidak mau ada yang mendengarkan pembicaraan mereka.

 

 

“Tadi malam kau kemana?” tanya Kai langsung tanpa basa- basi.

 

“Tadi malam… aku bekerja.” Tao tentu saja tidak berbohong. Dia bekerja pada Kris, bukan?

 

“Aku ke apartemenmu tadi malam.. aku datang pukul 2 pagi. Hingga pagi hari aku menunggumu diapartemenmu.. kau tidak pulang. Jangan membohongiku, Tao! Dan aku melihatmu bersama Kris dan Chanyeol datang mengikuti latihan pergelaran!! Kau pikir aku bodoh, oeh?!”

 

Tao tersentak karena nada suara Kai sudah mengeras. “A—aku..”

 

“Kau menginap dirumah siapa? Kris? Chanyeol? Berapa mereka membayarmu untuk bermalam bersama mereka?!”

 

Mata Tao membulat tidak percaya.

 

“AKU BUKAN NAMJA SEPERTI ITU!!” Pekik Tao atas tuduhan Kai yang tidak beralasan. “Dengar, Kai! Aku memang kekasihmu.. namun perjanjiannya hanya untuk membuat Luhan-hyung menjauhimu, bukan?!”

 

Kai menggertakkan giginya, ia sedikit marah karena Tao baru saja membentaknya. “Kau benar- benar sudah besar kepala! Sehun mungkin memang melindungimu.. Kris juga pasti akan selaluuu ada didekatmu, menjijikkan! Tapi maaf saja, Huang Zitao! Kau pikir bisa lepas dari kurungku dengan mudah?”

 

 

DEG

 

“Kai! Apa salahku hingga kau bisa berlaku seperti ini padaku, oeh!” Tao benar- benar tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kai padanya. Kejam!

 

 

Mata tajam Kai kemudian menelusuri leher jenjang Tao, baru ia sadari plester luka berwarna kulit tertempel dibekas..bekas gigitan Kai kemarin. Dengan langkah pasti Kai mendekati Tao dan..

 

Srak

 

“Aduuh!!”

 

Kai membuka plester yang tertempel begitu saja dileher Tao, menyebabkan rasa perih terasa oleh namja manis itu karena tarikan tiba- tiba plester agar terlepas dari kulitnya. Kai menyeringai saat bekas gigitan keunguan itu terekspos.

 

“Pangeran itu sudah melihat bekas indah ini, Tao?”

 

Namja manis itu memucat dan menutupi bekas gigitan Kai dilehernya itu dengan salah satu tangannya. Tao menggeleng cepat, nampaknya ia sudah memikirkan apa yang akan Kris katakan jika melihat bekas keunguan itu.

 

 

Aduh! Bagaimana ini?!

 

 

“Ayo , kita temui pangeranmu itu!!” Kai menarik tangan Tao, bermaksud keluar dari kelas itu.

 

“Ak—aku tidak mau!!”

 

Tanpa bicara Kai menatap Tao dengan tatapan sangat tajam.  Menelan liurnya, Tao hanya bisa pasrah mengikuti apa yang dilakukan Kai. Bagaimanapun Kai memegang kartu matinya. Tapi… apa yang akan Kris katakan pada Tao saat melihat bekas ke unguan itu nantinya?

 

 

 

 

 

Kris dan Sehun menghela nafas pelan, mereka menunggu Tao. Luhan menatap kedua namja yang duduk mengapit dirinya tersebut.

 

“Jika terus- terusan menghela nafas panjang seperti itu, kalian akan kehilangan kebahagiaan!” peringat Luhan.

 

“Tao itu sahabatku, Luhan-hyung. Aku cemas dia kini sedang bersama Kai. kta tahu pasti bagaimana kasarnya Kim Jongin.” Sehun menggertakkan giginya.

 

Kris mengetukkan kakinya tidak nyaman. Sungguh ia ingin sekali menyusul Tao, namun tetap saja namja tampan itu tidak bisa terlalu ikut campur. Ia memikirkan perasaan Tao. Jika ia juga mendesak, pasti Tao tidak akan nyaman berada didekatnya. Ya, Kris memang harus banyak berfikir jika tidak mau membuat namja manis itu ketakutan atau salah paham.

 

“Kris.. memangnya kau tidak bisa melakukan sesuatu?” tanya Sehun tanpa menatap Kris sama sekali. sungguh sopan manusia bernama Oh Sehun itu.

 

“Aku memperhitungkan semuanya, Oh Sehun! Kau tahu sendiri namja itu bisa saja mengatakan sesuatu yang dijaganya mati- matian, bukan? Aku bukanlah namja ceroboh, Oh Sehun.” Kris menjawab tanpa menatap Sehun.

 

Luhan hanya mengerjapkan matanya berkali- kali melihat tingkah dua namja tampan itu. Jujur saja ia agak bingung dengan arah pembicaraan dua namja itu,

 

“Kupikir kau akan bertindak cepat.” Sehun menyindir kembali.

 

“Akan kulakukan dengan caraku sendiri, okey? Lebih baik kau pikirkan saja cintamu yang masih bertepuk sebelah tangan.”

 

 

Mata Sehun membulat dan wajahnya memerah, ia tatap Kris dengan tatapan marah. “Astaga, mulut pangeran sinting ini bocor sekali!! Ta.. tapi darimana dia tahu bahwa aku menyukai Luhan-hyung?!”

 

“Tertulis jelas diwajahmu, Oh Sehun.” Kali ini dengan senyuman kemenangan Kris menatap Sehun. Menyunggingkan kemenangan aneh yang dirasakan oleh Kris. Walau seperti itu mereka masih murid SMA yang masih labil.

 

 

“Eh? Sehun sedang menyukai seseorang?” dengan polosnya Luhan bertanya.

 

 

Kris menahan tawanya saat itu juga.  Luhan.. polosnya dirimu. Jika Sehun tidak menatap Kris dengan tatapan membunuh, sudah dipastikan Kris akan tertawa sekeras- kerasnya dan menggulingkan tubuhnya dilantai.

 

“Jangan dengarkan pangeran sinting mesum itu, hyung!” Sehun mendengus kesal.

 

“Benar! Jika kau mendengarkanku, kau bisa saja menambah kegalauan dihati seseorang.” Kris mengangkat bahunya acuh. Dan mengatakan hal seperti itu kepada Luhan, tentu membuat namja cantik itu benar- benar bingung..

 

 

Srakk

 

Pintu ruang dance terbuka, dua orang namja masuk perlahan. Kris langsung berdiri setelah melihat Kai dan Tao masuk. Tao hanya menunduk sangat dalam.. ah, pasti akan seperti itu setiap Tao bersama Kai.

 

“Nah, aku pulang dulu. Berhati- hatilah… kau pulang bersama..” Kai melirik Kris kemudian menyeringai. “..bersama Kris-sunbaenim. Jangan nakal ya, sayang.”

 

Mata Kris membulat sempurna saat melihat Kai mengecup pipi Tao dengan mesra dan cukup lama. Mata Tao pun nampak membulat kaget sekali. Tidak ada bedanya dengan Sehun dan Luhan.

 

“Ah.. mengapa kau tutupi tanda itu, Tao. Perlihatkan pada semuanya bahwa kau adalah milikku!” Kai menarik tangan Tao yang dari tadi menutupi bekas keunguan yang Kai lukiskan kemarin dileher jenjang namja manis itu.

 

 

DEGG

 

Mata Kris terbelalak melihat bekas keunguan yang tercetak jelas dileher Tao. Membuat aliran darah dan nafasnya serasa berhenti saat itu juga. Hey! Kris tidak bodoh!! Dia pasti tahu dengan jelas bekas apa itu yang ada dileher namja yang kini merebut hatinya itu.

 

Tao kembali menutup jejak itu dan menunduk, ia malu pada Kris. Benar- benat malu sekali, entah mengapa ia ingin sekali menangis sekarang juga. Ia malu pada dirinya sendiri, membiarkan Kai menyentuhnya dan kini Kris melihat bekas gigitan menyakitkan itu.

 

“Kai, tidak seharusnya kau mengumbar sesuatu yang membuat Tao malu.” Luhan buka bicara kali ini.  Menyadari ekspresi wajah Tao yang sangat tersiksa.

 

Kai menatap Luhan tajam. “Malu? Apa yang harus ia malukan? Dan kau Luhan, sudah tahu jika aku dan Tao adalah sepasang kekasih. Jadi berhentilah mengikutiku!!”

 

Luhan membulatkan matanya kemudian menunduk dalam. Ucapan Kai begitu tanpa perasaan, hingga dada Luhan terasa perih bukan main. Sehun yang akan memegang pundak Luhan sedikit terlonjak karena tiba- tiba Luhan berlari keluar begitu saja.

 

“Suatu saat akan kubuat kau bungkam, Kim Jongin!!” Ujar Sehun bengis kemudian berlari menyusul Luhan.

 

 

 

Tao terus saja menggumamkan kata ‘Maaf’ didalam hati. Entah untuk Luhan yang kini menangis ataupun.. untuk Kris. Tao masih menunduk dan memilin tangannya, takut sekali ia menatap wajah Kris ataupun wajah Kai.  

 

“Kau mengerti, bukan? Jangan dekati kekasihku lagi. Kau bisa mendapatkan gadis ataupun namja lain dengan mudah. Jadi menjauhlah!!” suara Kai benar- benar dingin.

Kris yang tadinya sempat menunduk kini menatap Kai dengan mata yang benar- benar tertekuk marah. Siapa yang tidak marah dan terbakar rasa cemburu jika melihat namja yang dicintai dan ingin sekali dilindungi .. ketakutan seperti itu. Gemetaran seperti itu. Walau kenyataannya Tao memang kekasih Kai, namun Kris tahu. Tao tersiksa karena permainan Kai.

 

 

Dan parahnya… Kris membiarkan Kai menyentuh Tao.

 

 

“Kau yang hentikan ini semua!” suara Kris terdengar sangat bengis.

 

Tao sedikit tersentak mendengar suara Kris yang begitu dingin dan terkesan kejam. Bulu kuduk Tao meremang saat itu juga. Kris pasti marah! Ya.. Kris pasti marah. Tao tambah menunduk dalam. tidak mau melihat Kris atau Kai yang sedang bersitegang.

 

“Dengar, Tao! Hentikan semua ini!!” Suara Kris masih terdengar dingin.

 

Kai menyeringai dan mengangkat bahunya. “Menghentikan apa? Memang kau tahu apa?”

 

 

Kris mengepalkan tangannya. “Aku tahu semuanya.”

 

 

DEG

 

Mata Tao membulat. Ia dongakkan wajahnya, menatap wajah tampan Kris yang tanpa celah dan kini terlihat kaku.

 

“Eh?” desis namja manis itu lembut.

 

 

“Yang kau takutkan tidak akan terjadi, Tao!  Aku bersumpah tidak akan memjauhimu hanya karena.. masa lalumu. Aku… aku sudah mengetahuinya.”

 

Tao terdiam ditempatnya. Tangan Tao gemetar hebat, dan ia jauh nampak lebih ketakutan dari yang sebelumnya. Kai menggertakkan giginya marah. Bukannya kebingungan karena Kris mengetahui masa lalu Tao. Kai malah menyeringai.

 

“Cih! Lalu masalahnya denganmu apa? Kau tahu pun aku tidak peduli!!” Kai kali ini menarik tangan Tao mendekatinya.

 

Mata Kris tertaut pada mata merah Tao. Ah.. apa panda itu akan  menangis?

 

 

“Tao… aku tidak akan meninggalkanmu. Aku mengetahuinya dan—“ Kris mendekati Tao selangkah dan…

 

“Kenapa ge diam saja! Kalau ge tahu mengapa ge diam saja!! Hiikss! Ge jahat!! Apa ge ingin mempermainkanku? Melihatku kebingungan akan semua ini!” Tao menangis keras. Ia hempas tangan Kai yang menggengam tangannya.

 

Kris melongo. “Eh! Tunggu! Ta—“

 

“Ge jahat!!!”

 

Seketika itu Tao berlari keluar dari ruangan dance itu. Meninggalkan Kris yang terkejut atas reaksi Tao yang jauh diluar dugaannya.. Tunggu! Kini Tao membencinya? Oh Tuhan! Apakah Kris salah bertindak? Demi Tuhan, Kris tidak menduga reaksi Tao akan seperti itu. Jadi apa yang dipikirkan oleh namja lugu itu?

 

“Shit!!” umpat Kris.

 

Saat kaki Kris akan berlari menyusul Tao, Kai mencegahnya dengan memegang erat lengan Kris. Membuat namja tinggi yang tampan itu menghempaskan tangan Kai dari lengannya.

 

“Aku bertaruh, kau akan memperumit pemikirannya jika kau mengejarnya sekarang, sunbaenim. Bukannya malah menyelesaikannya. Biarkan dia sendiri dulu.”

 

 

Kris paham betul, bukankah dahulunya pernah terjadi adegan kejar mengejar dengan Tao. Namja manis itu ketakutan dan malah meminta Kris meninggalkannya sendirian bukan? Walau Kris sempat dibanting oleh Tao dengan wushu-nya saat itu. Ah, benar! Lebih baik ia membiarkan Tao tenang sejenak.

 

Mungkin saja kalau kali ini dia mengejar Tao, bukan hanya tubuhnya yang akan dibanting. Bisa saja dia tewas diamuk oleh namja manis bermata panda itu.

 

 

Kai tersenyum manis. “Mau sok keren tapi malah berbalik mendapat kesialan, oeh?”

 

Geram, Kris menatap tajam Kai yang terlihat benar- benar santai dan selengehan. “Kau! Sebenarnya tujuanmu apa, oeh?!”

 

Kai memutar bola matanya cepat. “Dengar, tuan pangeran! Aku bukanlah namja pengecut yang benar- benar akan membongkar rahasiaTao keseluruh penjuru sekolah. Aku tidak mungkin setega itu pada teman semasa kecilku.. ah maksudku kekasihku, bukan?”

 

 

Mata Kris membulat. “Sejak awal.. kau hanya mengancamnya?”

 

 

“..aku cukup kewalahan menghadapinya dan kau mengacau dalam sekejap, tuan Pangeran. Kau pikir aku tidak merencanakan semua ini? Hahaha! Aku yakin kau pasti akan mencari tahu apa yang membuat Tao berpacaran denganku.. setelah kau tahu aku yakin kau bukan namja picik yang akan menjauhi Tao..”

 

 

DEG

 

Oh Tuhan, jadi inilah yang diinginkan Kai? Sungguh namja yang licik namun cerdik. Kris benar- benar tidak habis fikir.  “Brengsek!! Kau.. kau menjebakku?!”

 

 

Kai tertawa keras. “HAHA! Kau termakan jebakanku, Kris-sunbaenim! Semua cocok dengan apa yang aku rencanakan.. dan lihat… Tao membencimu, bukan?!”

 

 

DUUAK

 

 

Kris membungkam Kai dengan pukulan telak dirahang Kai, membuat namja itu tersungkur dilantai licin itu. Tidak mau kalah, Kai memukul perut Kris dengan tinjunya. Seketika Kris dan Kai kembali saling baku hantam.

 

BRUAAK

 

 

Kedua namja itu tersungkur dilantai akibat pukulan yang dilayangkan masing- masing lawan. Kris mencoba bangkit dan mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya, sedang Kai menjilat darah yang menetes dari sudut bibirnya sembari menyeringai.

 

“Kris.. aku tekankan satu hal padamu.” Kai bangkit, ia pegangi perutnya yang sempat dihantam oleh Kris. Seringai aneh tergambar jelas diwajah tampan Kai.

 

 

“Aku adalah mimpi burukmu… karena aku lebih dulu mencintainya.”

 

 

“Cih!” Seketika itu Kris meludah. Ia bangkit dengan seringai yang tidak kalah menyeramkan. “Aku juga mimpi burukmu, Kim Jongin. Karena aku yang akan mendapatkan Tao.”

 

 

 

Continue…

 

 

Demi apapun gue gak pernah maksud menistai Kai segini parah!!

Yang bias-nya Kai, aku minta maaf semaaf maafnya. Ini hanya untuk memperkuat karakter masing” tokoh ajah. Chingu bisa lihat sendiri sebenarnya Kai punya sisi baik, kan? Dia agak bingung mendeskripsikan hatinya.

 

Mian sekali lagi #sujud dikaki EXOstan #cipok basah Kai

#Kim Hyobin sayang Kai #demi apapun sayang Kai #peluk Kai #ciumm Kai moaahh~

 

Semoga puas ama kelanjutannya. Karena yah FF ini juga mau tamat T0T

Semoga tidak bosan yaah ^^ arigatou na ~

 

*Kim Hyobin  #bow bareng Chanyeol

161 thoughts on “TAORIS FF | BELOVED | PART 6

  1. Tao imut sekali >//< Kayaknya lama-lama ngadepin Tao, Kris bisa jadi orang yang sabar hahaha
    Kai kok berubah jadi sok perhatian gitu u,u , tapi bisa jadi menyebalkan juga..
    Huaaa, Kris pasti di kasih uang jajan banyak ama orangtuanya, sampek-sampek bisa menggaji Tao dan beliin Tao ponsel juga.. Dia kayak junpyo bbf nih
    Senangnya, Tao dan Kris bakal tinggal satu atap, haha kerjanya Tao itu latihan jadi calon istri yang baik buat Kris kayaknya
    Chanyeol kocak banget kalo ngegoda Kris wkwkk, Tao sampek cemburu lho chan-chan :p
    Luhan pasti heran, semua orang yang terlibat dengannya pada fokus ama Tao semua…. Lho lho lho, Tao jadi salah paham ama Kris, andweee ;__;

  2. ahhh… sumpah cerita ini kyak nyata karakter pemainnya kyaknya pas banget gtu!! chanyeol kocak abis!! angkat 2 jempol tangan dan 2 jempol kaki buat autor!!
    me : taooo.. kmu tinggal breng sma cowok mesum itu.. kya!! kmu hrus hti2 nanti kmu diapa2in sma dia!!
    tao : tenang ya.. kris ge baik kok.. *jawab tao dengan wajah polos
    me : APA!! * lari trus nangis dikamar mandi tepatnya dibawah shower
    (knapa tao ngebelain kriss.. hiks.. huaaa.. )
    tao : knapa dia?? dasar yeoja aneh!! * kata tao datar
    me : Hhhuuaa.. tao bilang aku aneehhh.. * jambak rambut
    kris : bagus tao.. bagus.. * ngasih jempol ke tao
    tao : emang aku ngapain?? * kata tao polos
    kris : gpp kok.. udah yuk kita pergi gak usah ngurusin yeoja ANEH ini *kris pergi sambil gandeng tao
    *me nangis tambah ngejer di kamar mandi
    hehe maaf suka bikin cerita ngawur abis terlalu terbawa suasana cerita yg dbikin autor smpe kebawa ke kehidupan nyata
    *kasih jempol buat autor trus ngelanjutin nangis
    Hhhuaa.. taooo..

  3. Ommoo …. sekarang dua2 nya jd agresif …. tapi siapa yang bakalan dipilih my panda … ¿¿¿ ♥♥🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s