BaekYeol / ChanBaek Twoshoot – Baka na Romantica Part 2

Title: Baka na Romantica

INTOX

Author: Nine-tailed Fox

Cast: Chanbaek and the gank.

Genre: BaTaGor, Bakso Tahu Goreng semua ada, semua lengkap, paket komplit.

Rate: Setengah aman, Setengah nggak aman

Length: 2 Dor!

 

WARNING! THIS IS BOYS LOVE STORY! DON’T LIKE DON’T READ!

 

Niatnya mau bikin yang lucu-lucu─ meski agak maksa. Yah, jadi jangan ngarep yang manis2 di FF kali ini…pokoke ini cerita romance komedi lah menurut saya mah.

 

Oh iya! Peringatan sekali lagi!

Buat yang ga bisa baca Smut BL, jangan baca!

Buat yang jijik sama adegan Smut Bl, jangan baca!

Buat yang geli baca Smut BL, jangan baca!

Buat yang ga ngerti apa itu Smut! Jangan baca!

Buat yang merasa belom cukup umur atau yang lain, mohon sadar diri yah…

 

LET’S GO!

 

… … … … … … … … … … 

PART 2

 

Pagi ini masih menjadi hari yang buruk bagi Chanyeol…setengah buruk maksudnya. Entah apa yang harus ia katakan pada Baekhyun jika ia bertatap muka dengan lelaki berparas manis itu nanti.

 

 

‘Hai, Baekhyun. Maaf semalam aku tidak bisa mengontrol diri dan nyaris saja memperkosamu.’

 

 

Oke, oke…hanya orang sakit seperti Kibum yang akan mengatakan hal vulgar semacam itu dengan mudah.

 

 

Chanyeol menghela nafas panjang, sangat panjang hingga membuat paru-parunya bagai terhimpit sesuatu. Ia meneguk lagi air dingin yang hanya tinggal setengah gelas, setengahnya lagi telah ia habiskan tepat sesudah menghabiskan sereal sarapan paginya beberapa menit lalu.

 

Ini aneh…bagaimana ia masih bisa sarapan dengan tenang setelah semalam nyaris saja memperkosa seseorang.

 

Bodoh! Bodoh! Lelaki tampan itu membenturkan keningnya sendiri pada permukaan meja beberapa kali.

 

“Selamat…pagi, Chanyeol.”

 

 

Ini dia!

 

Damn!

 

 

‘Prak!’

 

 

Baekhyun menatap heran seorang lelaki tampan bersurai coklat caramel dan bertubuh tinggi, yang baru saja berdiri dengan panic hingga membuat sendok bekas sarapannya terjatuh.

 

 

“Ke-kenapa?”

 

Chanyeol hanya menggeleng cepat dengan wajah bodoh, lalu buru-buru mengambil sendoknya yang terjatuh dan meletakannya kembali kedalam mangkuk kosong diatas meja.

 

 

“Ti-tidak apa…semalam tidur nyenyak?”

 

 

Lelaki berparas malaikat itu mengangguk seraya mendengung meng-iyakan dengan suara merdunya. Ia melangkah pelan mendekati meja makan tempat Chanyeol berada, lalu duduk dihadapan lelaki tampan tersebut.

 

Chanyeol meneguk liur paksa melewati kerongkongannya…matanya yang entah sejak kapan menjadi nakal itu mulai menelusuri bagian atas tubuh mungil Baekhyun. Bagian pundak dan tulang selangka lelaki manis itu terpampang amat jelas karena seragam basket Chanyeol tanpa lengan yang masih ia kenakan sejak semalam, belum lagi sebuah bercak merah pekat yang menghias leher putih bersihnya itu…mata jernih lelaki tampan itu melebar sempurna−

 

 

Tunggu dulu!

 

Bercak merah?!!

 

 

Chanyeol bersumpah ia akan bermalam dikamar mayat jika Baekhyun menanyakan hal itu padanya. Apa yang harus ia katakan sebagai jawaban! For God sake~

 

 

“Chanyeol…”

 

 

“Y-ya?”

 

 

“Apa sebenarnya yang kita lakukan kemarin malam?”

 

 

Kamar mayat telah menanti…ia dapat membayangkan bagaimana wajah bahagia Kibum yang akan menertawainya habis-habisan nanti.

 

 

Chanyeol kembali meneguk liur paksa.

 

 

“Lihat ini…disini…” Baekhyun menunjuk pada bercak merah yang sejak tadi Chanyeol perhatikan diam-diam. “Kenapa leherku bisa seperti ini? Apa alergi kosmetik…atau digigit serangga?” tambahnya seraya mengusap-usap lehernya pada bagian bercak merah tersebut.

 

Kedua mata jernih Chanyeol menggerdip bingung mendengar ucapan lelaki manis tersebut…kenapa Baekhyun masih menanyakannya? Bukankah jelas-jelas itu adalah lovemark yang ia berikan lewat sebuah kecupan manis?

 

 

“Tapi tidak gatal sama sekali, sepertinya bukan alergi.”

 

 

Otak Chanyeol mulai berpikir dengan kemampuannya yang pas-pasan itu. Mungkin, mungkin saja…kejadian semacam ini sering ia dapati ketika menyaksikan film, membaca novel dan manga atau menonton drama romance picisan bersama Kibum.

 

 

“Kau…tidak ingat sama sekali?”

 

“Apa? Ingat apa?”

 

Diam-diam Chanyeol menghela nafas…lega. Mungkin, ia tidak harus tidur dikamar mayat malam ini.

 

“Kau dan Sehun mabuk saat kita selesai karaoke kemarin malam, tanpa sengaja siku Sehun mengenai lehermu karena keseimbangannya buruk waktu itu. Karena itulah lehermu jadi seperti itu sekarang…kurasa begitu.”

 

 

“Oh ya?”

 

 

Lelaki berpostur tubuh sempurna itu langsung saja mengangguk mantap, dalam hati ribut setengah mati berharap semoga malaikatnya yang polos itu memercayai kata-kata dustanya.

 

“Begitu rupanya…aku tidak ingat sama sekali.”

 

“Mungkin karena saat itu kau mabuk berat.” Imbuh Chanyeol seraya mengangkat kedua bahunya.

 

“Sepertinya begitu. Dan…terima kasih sudah membawaku pulang bersamamu, Chanyeol.”

 

Chanyeol hanya tersenyum tipis membalas senyum menawan yang Baekhyun lemparkan padanya. Lelaki bersurai caramel itu kemudian bangkit dari duduknya seraya menarik kain serbet bersih yang menutupi sebuah piring berisi beberapa potong Sandwich diatas meja.

 

“Kembali kasih, Baekhyun…itu untuk sarapan, sandwich isi ayam cincang kesukaanmu, Kibum yang menyiapkannya. Katanya dia rindu sekali padamu dan menyesal harus berangkat ke kantor pagi-pagi sekali jadi tidak bisa menyapamu…”

 

Ia mengangkat peralatan bekas sarapannya lalu melangkah menuju bak cuci piring dan mulai mencuci semua peralatan makan kotor yang ada disana, termasuk bekas Kibum sebelumnya.

 

Suara tawa Baekhyun terdengar merdu diiringi suara percikan air yang mengucur keluar dari mulut keran. Tanpa sadar Chanyeol turut tersenyum.

 

“Wuaaahh! Sudah lama sekali aku tidak makan masakan Kibum-hyung! Nanti aku akan menelponnya dan mengucapkan terima kasih. Selamat makaaa~n!”

 

Chanyeol masih sibuk saat Baekhyun mulai menikmati satu gigitan Sandwich yang merupakan makanan kesukaannya itu. Jangan diragukan lagi kemampuan memasak kakak kandungnya itu, Chanyeol bisa makan enak setiap hari pun itu sebenarnya adalah berkat Kibum, Chanyeol bisa tumbuh sehat dan tinggi seperti sekarang pun, itu karena kakaknya selalu memberinya makanan sehat yang bergizi…Kibum memang orang yang penuh perhatian, terutama pada Chanyeol, adik kandungnya. Hal ini telah berlangsung sejak mereka SMP karena kedua orang tuannya yang tinggal di luar negeri untuk bekerja.

 

“Hhhmmm!! Enak sekali!”

 

Lelaki tampan itu tak dapat lagi menahan tawanya, pantas saja Kibum selalu gemas pada Baekhyun…tingkah lakunya memang polos dan apa adanya. Chanyeol menutup keran lalu mengeringkan tangannya dengan lap…setelah itu membalikan badan bermaksud melihat Baekhyun.

 

“Kau ini, kenapa bisa sesenang it…─“

 

Chanyeol membeku ditempat dengan mata membulat.

 

Ketika tanpa sengaja matanya menemukan satu lagi bercak kemerahan lain ditubuh Baekhyun…dibagian bawah telinga. Dengan warna merah yang tak kalah pekat…

 

Sepertinya Baekhyun sama sekali tid…─ belum menyadari hal tersebut. Setetes keringat dingin mulai melintasi pelipis Chanyeol.

 

 

“Hm? Ada apa?”

 

 

Seakan sadar tengah ditatap, pertanyaan pendek Baekhyun membuyarkan focus Chanyeol…ia dapat merasakan keringat dingin itu menetes dari ujung dagu lancipnya. Pemilik surai caramel tersebut segera tersenyum kikuk dan menggeleng pelan.

 

“T-tidak ada.”

 

Kembali berbalik menghadap bak cuci piring. Segera memutar keran lalu mencuci muka dengan brutal, berharap dengan menikmati dinginnya air dapat membuat pikiran-pikiran aneh dikepalanya musnah seketika.

 

 

You’re a Big Fool, Park Chanyeol!!

 

 

……………

 

 

Jongin dan Sehun mendapat kesenangan lebih hari ini. Tentu saja karena dua alasan yang berbeda…Kyungsoo resmi menjadi kekasihnya beberapa jam yang lalu, untuk Jongin, sementara untuk Sehun, cheese burger dua tumpuk itu resmi menjadi kekasihnya beberapa menit lalu…eh− maksudnya saat di jalan menuju Universitas, ia berpapasan dengan Baekhyun didepan kedai Burger, jadilah hyung manisnya itu membelikannya satu paket plus kentang goreng, jangan tanya kemana semua kentang-kentang tersebut…pastinya sudah dicerna didalam perut rata Sehun.

 

Sambil berjalan beriringan, kedua lelaki tampan yang tergabung dalam satu komplotan criminal itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jongin sibuk ber-pesan singkat ria bersama Kyungsoo…sedangkan Sehun, bermesraan dengan cheese burger ditangannya.

 

Dapat dilihat perbedaan mencolok antara dua lelaki tampan ini, Jongin hanya membawa sebuah tas slempang hitam berukuran wajar layaknya seorang mahasiswa, sementara Sehun…mungkin orang lain akan mengira jika ia membawa batu-batu berukuran besar dalam tas ransel hijau dipunggungnya itu, meski isi sesungguhnya adalah makanan.

 

“Bahaihana Hengan hanyol hung…hau hudah behemu hehannnya? (Bagaimana dengan Chanyeol-hyung…kau sudah bertemu dengannya?)” Sehun berkata dengan mulut dipenuhi kunyahan burger, sambil sesekali meneguk cola dalam kaleng di tangan kirinya.

 

“Belum. Biarlah, mungkin sekarang dia sedang bermain yang ‘asyik-asyik’ dengan Baekhyun-hyung. Haha!”

 

Dan ajaibnya, hanya Jongin lah yang dapat mengerti bahasa tingkat tinggi ucapan Sehun ketika sahabatnya itu bicara dengan mulut penuh makanan.

 

Sehun kembali mengigit burgernya, ia tak mau kalah mesra dengan Jongin dan Kyungsoo tentu saja…burger ini sungguh lezat, apalagi ia mendapatkannya secara gratis dari Baekhyun.

 

Lorong kelas tidak terlalu ramai, perkuliahan baru akan dimulai dua jam lagi…namun Sehun terpaksa datang lebih awal untuk menemani Jongin yang hendak menyatakan perasaannya pada Kyungsoo pagi tadi, tapi tak apa…kalau tidak datang pagi, tentu ia tak kan mendapat burger gratis dari Baekhyun bukan? Sesekali melirik kedepan agar tak sampai menabrak mahasiswa yang lewat. Dan Sehun menghentikan niatannya mengigit lagi burger ditangannya saat sepasang mata teduh miliknya menangkap sosok bertubuh tinggi menjulang tak jauh didepannya.

 

Wajah sosok tinggi itu nampak berang, berjalan dengan gusar dan cepat, surai caramelnya nampak jelas mencuat diantara beberapa mahasiswa yang berlalu lalang.

 

Sehun meneguk liur paksa, ia berhenti melangkah dan membeku ditempat.

 

“Ch-Chanyeol-hyung…”

 

“Hm, apa?”

 

“Chanyeol-hyung! Siaga satu! Ayo menyelamatkan diri!!” seru Sehun seraya berbalik lalu melarikan diri meninggalkan Jongin.

 

Jongin mengerutkan kening bingung, kemudian ia menatap lurus kedepan dan mendapati sosok Chanyeol yang tengah berlari kearahnya dan Sehun.

 

Beberapa detik selanjutnya…ia pun mengikuti jejak Sehun.

 

Dalam satu adegan Slow Motion. Chanyeol berlari mengejar dua makhluk kerdil didepannya…Jongin sibuk menghindari tangan Chanyeol yang berusaha menggapai-gapai pakaiannya, sementara Sehun sibuk mengamankan tas ransel yang berisi harta berhargannya, makanan dan cemilan. Adegan terus berlangsung, tangan Chanyeol terus mengayun dan kaki panjangnya tanpa lelah terus berpacu. Sehun sempat tersandung namun Jongin berusaha menolongnya.

 

“Jongin, jangan pedulikan aku…larilah, selamatkan dirimu temanku!”

 

 

“Tidak akan Sehun, aku tak kan pernah meninggalkan teman baikku!”

 

 

Jongin dengan gagahnya memapah tubuh Sehun, terseok-seok berlari menghindari makhluk beringas bertubuh tinggi yang masih mengejar mereka dengan brutal. Makhluk tersebut tanpa ampun terus berusaha menggapai mereka, namun kedua sahabat itu─

 

 

Cut!

 

 

“Dasar-kalian-berandal-berandal-kecil-kurang-ajar!!!” geram Chanyeol ketika akhirnya ia berhasil mendapatkan Sehun dan Jongin sekaligus. Dengan tangan-tangannya yang panjang itu, tentu saja hal semacam ini adalah perkara mudah baginya.

 

“Huwaaa! Ampun, hyung! Maafkan Jongin, aku sudah berusaha mencegahnya namun dia tetap memaksa!! Aku tidak tahu apa-apa, hyung! Bunuh saja Jongin tapi jangan sentuh makananku!”

 

Idiot!

 

Hanya Tuhan dan Jongin yang tahu berapa kali lelaki berkulit coklat terang itu mengutuk Sehun habis-habisan dalam hati.

 

Sehun idiot!

 

Chanyeol tak peduli pada Sehun dan makannya…ia hanya terus mencengkram kerah bagian belakang dua orang yang menurutnya kerdil itu kuat-kuat agar keduanya tak sampai melarikan diri. Dengan cepat ia lalu membalikan tubuh Sehun dan Jongin, kemudian segera mencengkram kerah depan kedua adik kelasnya itu dengan satu-satu tangannya.

 

“Apa maksud kalian membuat Baekhyun mabuk kemarin malam?!”

 

Amuk Chanyeol dengan wajah berang menatap Sehun dan Jongin penuh amarah. Kedua bocah lelaki itu hanya mengkerut mendengar amukan suara Chanyeol yang terdengar memekakkan telinga.

 

“So-sorry Hyung…ka-kami hanya ingin membantu melancarkan hubunganmu dengan Baekhyun-hyung…”

 

 

“APA?!!”

 

 

“Huwaa! Ampuni kami, maafkan kami!”

 

 

Jongin bergumam kesal…sejak kapan Sehun menjadi se-paranoid ini? Sejak tadi kerjanya hanya heboh berteriak minta maaf saja.

 

Chanyeol menghela nafas, sadar niatan baik kedua adik kelasnya ini…namun mengingat kalau semalam ia nyaris saja merengut kesucian orang yang ia cintai, membuat otaknya seakan mendidih seketika. Dengan berat hati, ia pun melepas cengkramannya terhadap Sehun dan Jongin.

 

“Baiklah, aku mengerti niat baik kalian. Tapi dari mana kalian mendapat ide membuat Baekhyun mabuk? Apa otak kalian benar-benar ada dikepala?”

 

“Ka-karena aku pikir, dengan membuat Baekhyun-hyung mabuk…akan terjadilah kisah-kisah seperti yang ada pada film dan drama…”

 

“Haa?”

 

“Yeah, you know…he is drunk and you will bring him home…then…do this and do that…next morning he will freak out see your naked body─“

 

“What fvcking are you sayin’ Kim Jongin!!!”

 

Sekali lagi amukan Chanyeol membuat keduanya bergidik ngeri. Oke, oke Jongin paham sepertinya ia mulai kelepasan bicara, ia terlalu jujur dalam menceritakan niat baiknya meski hal tersebut tak sepenuhnya dapat dikatakan sebagai niat baik. Singkat cerita, ia ingin Chanyeol memperkosa Baekhyun.

 

“Kalian…benar-benar…”

 

Mendengar geraman Chanyeol, Jongin segera menepuk-nepuk pundak Sehun…Sehun yang sepertinya paham langsung mengangguk cepat dan segera menggali isi tas ranselnya, terus menggali hingga membuat snack, pocky, permen, roti bungkus dan berbagai makanan lainnya menyembul dan berjatuhan keluar dari tasnya…sampai akhirnya ia sedikit berseri dan menarik sebuah benda pipih dari dalam sana.

 

“Hyung, jangan bunuh kami dulu, tapi lihatlah ini!”

 

Sehun menghadapkan layar Ipad-nya tepat dihadapan batang hidung Chanyeol, membuat lelaki bertubuh tinggi itu mau tak mau harus melihat apa yang tersuguh pada benda pipih milik Sehun tersebut.

 

-“Kemana Chanyeol? Kemana dia?! Kemana, kemana, kemanaaaaa?!!-

 

Kedua mata jernih Chanyeol melebar sempurna melihat Baekhyun dalam video tersebut, duduk diatas meja dan merengek seperti balita.

 

-“Aku mau Chanyeol-ku!! Berikan dia padaku! Aku tidak bisa hidup tanpa diaaaa! Huwaaa!!-

 

Chanyeol mulai merasakan sesuatu yang kasat mata seperti membakar telinga, pipi dan juga tengkuknya. Seluruh wajahnya terasa hangat melihat sosok Baekhyun melalui layar Ipad Sehun, menangis memanggil namanya seraya memukul-mukul kepala Jongin dengan botol air mineral kosong.

 

-“Baekhyun menyukai Chanyeol! Baekhyun ingin bersama Chanyeol! Chanyeol dimanaaa? Chanyeol cepat kembaliiii!!”-

 

Kini bukan hanya wajahnya, namun sekujur tubuhnya turut merasa panas…kedua tangannya yang memegang Ipad mulai bergetar. Ia merasa ribuan kuncup bunga dalam hatinya mulai bermekaran, kupu-kupu berterbangan dan pelangi membentang indah…taman hatinya yang dulu kelabu kini mulai berwarna kembali.

 

Semua ucapan Baekhyun dalam video tersebut benar-benar membuatnya…membuatnya…errgh~ entahlah. Chanyeol merasa jika sekarang juga, ia mampu melakukan terjun bebas dari namsan tower tanpa pengaman dan tanpa terluka sedikit pun.

 

Gila! Ini gila!

 

Ini sungguh sulit dipercaya.

 

“Sehun merekam itu sebelum kau kembali dari toilet, saat itu Baekhyun-hyung sudah mabuk karena meminum jus mangga yang kucampur dengan whisky.” Ucap Jongin sambil tersenyum puas, melihat Chanyeol memandang video tersebut tanpa berkedip, ia merasa kalau sebentar lagi akan ada dua orang yang mengikat hubungan resmi “Orang mabuk biasanya akan berkata jujur bukan? Kurasa seperti itu lah perasaan Baekhyun-hyung padamu selama ini…sekarang tak ada alasan lagi bagimu untuk merasa ragu mengutarakan perasaanmu ‘kan, hyung?”

 

Benar…benar…Baekhyun menyukainya! Cintanya tak bertepuk sebelah tangan seperti yang ia sangka selama ini! Tapi benarkah? Atau Baekhyun hanya asal bicara karena mabuk? Atau, atau…ah entahlah! Namun Chanyeol tak dapat menahan senyum mengembang indah diwajahnya.

 

 

 

“Ja-jadi…kalian…m-merekamnya?”

 

Alunan suara merdu yang singkat itu membuat ketiganya menoleh…sesosok lelaki berparas manis berdiri tak jauh dari tempat mereka berkumpul.

 

Pipi Chanyeol kembali memanas…Baekhyun.

 

Ia masih menatap tajam Ipad ditangan Chanyeol, kedua tangannya memeluk erat sebuah buku cukup tebal yang entah apa judulnya.

 

Keempatnya memang kuliah dalam satu fakultas yang sama, hanya berbeda jurusan…Chanyeol jurusan desain grafis, Sehun dan Baekhyun jurusan teknik pemprograman sedangkan Jongin jurusan teknik pengolahan jaringan. Bukan hal aneh jika mereka sering berpapasan karena gedung tempat mereka belajar adalah sama.

 

“Baekhyun, ini─“

 

Tatapan Baekhyun beralih pada Chanyeol…dan detik itu juga, wajah putihnya menjelma menjadi buah apel merah yang ranum dan segar.

 

“Ak-aku harus pergi!”

 

Tanpa mengatakan apapun, Baekhyun segera berbalik dan berlari secepat mungkin meninggalkan Chanyeol, Sehun dan Jongin yang terdiam.

 

Sungguh, ia hanya tidak mampu berhadapan langsung dengan Chanyeol dengan wajah yang telah memerah seperti ini.

 

“Baekhyun, tunggu!”

 

Tak ingin membuang-buang waktu…Chanyeol segera menyerahkan kembali Ipad ketangan Sehun dan berlari mengejar Baekhyun.

 

“Benar bukan kataku? Kita tidak akan mati. Besok kau pasti kenyang ditraktir Chanyeol-hyung, Sehun.”

 

“Yeah, whatever you say Jongin. Kau selalu benar, fine.”

 

.

.

.

 

Chanyeol melangkah pelan memasuki laboratorium computer yang sepi, terlihat tidak ada seorang pun tapi ia yakin jika Baekhyun ada disuatu tempat diruangan ini karena jelas-jelas ia melihat punggung sempit lelaki berparas manis itu menghilang dibalik pintu ruangan ini.

 

Ia menelusuri seluruh penjuru ruangan, menengok dibawah meja, dibalik pintu dan di sudut ruangan. Sosok Baekhyun tak tertangkap matanya sedikit pun. Ruangan ini sungguh sepi, jelas saja Baekhyun enggan menunjukan diri karena mendengar suara langkah Chanyeol yang menggema memantul kesegala penjuru laboratorium. Malaikat kecilnya itu pasti merasa takut…atau─ malu?

 

Pemilik surai coklat caramel itu kemudian menyadari bahwa podium dosen luput dari perhatiannya…lalu dengan langkah pasti, Chanyeol melangkah mendekati tempat tersebut.

 

Benar saja, sosok mungil Baekhyun tengah meringkuk dibalik podium dosen, duduk seraya merapatkan kedua lututnya dan menutupi kepala─ wajahnya dengan buku berjudul Linux: My Future Operating System yang ia buka pada sembarang halaman.

 

Chanyeol mengembangkan senyumnya…ia tidak tahu mengapa, namun hanya dengan melihat sosok Baekhyun saja, hatinya menjadi berbunga-bunga seperti ini. Aneh─

 

“Tidak! Jangan!” teriak Baekhyun panic, ketika Chanyeol hendak merebut buku diktat yang menutupi wajahnya.

 

Senyum kembali membentang pada paras tampan Chanyeol meski sebelumnya ia sempat merasa terkejut, dengan cepat ia dapat memahami perangai Baekhyun…yang paling tidak sanggup menatap langsung orang lain jika tengah merasa sangat malu, wajah putihnya kini pasti telah merah padam, Chanyeol yakin itu. Malaikat kecilnya memang sangat pemalu.

 

Ia lalu memutuskan untuk tetap mengunci suaranya, berjongkok dihadapan malaikat kecilnya setelah sebelumnya sempat mengusap lembut kepalanya sejenak.

 

“Baiklah, setidaknya katakan sesuatu atau kita akan terus seperti ini sampai seluruh mahasiswa meninggalkan gedung universitas.”

 

Lelaki bertubuh tinggi itu yakin jika saat ini Baekhyun tengah menelan liurnya paksa, mendengar ancaman Chanyeol…oh, tidak─ akan sangat konyol jika mereka benar-benar bermalam di kampus bukan?

 

“Ak-aku…” suara Baekhyun terdengar pelan dan Chanyeol hanya menggumam seraya mengangkat kedua alisnya “Ak-aku…sebenarnya aku…kemarin malam…”

 

“Iya, kemarin malam…lalu?”

 

“S-sebenarnya…aku mengingat semuanya…”

 

Sebuah bom waktu bagai meledak didalam kepala Chanyeol, membuat tengkoraknya pecah dan otaknya terburai menghambur kemana-mana…─ ini mengerikan!

 

“Aku…tidak pernah melupakan apapun…saat menangis di tempat karaoke karena Chanyeol tak kunjung kembali, saat memeluk Chanyeol ketika akhirnya Chanyeol datang…juga ketika Chanyeol membawaku pulang dan…dan kita─”

 

Kedua mata bertahta mutiara hitam milik Chanyeol segera terbelalak lebar…darah dengan cepat naik ke kepala membuat wajahnya terasa terbakar dan otaknya bagai mendidih hebat.

 

Singkat kata, malaikat kecilnya mengingat semua? Termasuk saat ia mengucap kata cinta, saat mencumbunya mesra…juga saat akhirnya sebuah tanda cinta berhasil ia lukiskan dileher putihnya? God~

 

‘Pluk~’

 

Buku diktat tebal milik Baekhyun terjatuh begitu saja saat dengan gesit Chanyeol menarik lengannya hingga ia terpaksa berdiri, mengangkat tubuh kecilnya dan mendudukkannya diatas permukaan datar podium dosen.

 

Baekhyun tak sempat mengeluarkan sepatah kata pun…semua berlangsung begitu cepat.

 

“Chanyeol! Apa-apaan─”

 

“Katakan.”

 

“Ap─”

 

“Katakan semua yang seharusnya kau katakan. Aku ingin mendengarnya langsung, dari mulutmu, detik ini juga.”

 

Baekhyun menatap paras rupawan dihadapannya dengan takjub. Ia tidak percaya. Chanyeol berubah menyeramkan dengan cepat, memaksanya dan menekannya dengan sorot matanya yang terkesan mengintimidasi itu.

 

“Tidak mau!” lelaki berparas manis itu dengan cepat kembali menutupi wajahnya, namun kali ini dengan kedua telapak tangannya.

 

Namun dengan cepat pula Chanyeol menunjukan siapa yang lebih dominan diantara dirinya dan Baekhyun, ia menarik kedua tangan kecil lelaki manis itu dan menempatkannya dikedua sisi tubuhnya, menahannya erat agar tak ada lagi usaha yang Baekhyun dapat lakukan untuk menghalangi terpautnya tatapan mereka.

 

“Aku bukanlah orang yang pandai membujuk orang lain, asal kau tahu, Baekhyun.” Chanyeol tersenyum penuh arti yang membuat Baekhyun mengerutkan kening “Tapi setidaknya…tidak ada salahnya mencoba ‘kan?”

 

Mulut Baekhyun yang sebelumnya hendak mengeluarkan kata kini terpaksa menutup rapat, suaranya seakan tersendat tepat ditenggorokannya…sungguh ia tak penah mengira sebelumnya jika Chanyeol akan menghadiahinya sebuah kecupan basah tepat dilehernya.

 

“Ah─”

 

Tubuhnya tersentak kecil sebagai reaksi atas sentuhan bibir hangat Chanyeol pada kulit leher putihnya.

 

“Jadi…kau mengingat semuanya?”

 

“Ap─ ngh!”

 

Tersentak kedua kalinya, kali ini sedikit lebih akibat gigi-gigi Chanyeol yang menggesek kulit lembutnya…lehernya terasa dingin, karena sisa liur Chanyeol pada permukaan kulitnya tersapa hembusan angin.

 

“Jawab saja sebelum aku tak dapat menghentikan apa telah kumulai.”

 

Lelaki berparas malaikat itu menghela nafas beratnya lalu mengangguk pelan dengan raut wajah yang mulai diliputi kegelisahan.

 

“I─ iya…”

 

“Semuanya?” Chanyeol mengecup bagian kulit leher Baekhyun yang memerah akibat digigitnya.

 

“S-se…semua.”

 

Kedua mata bening Baekhyun terpejam erat tanpa ia kehendaki. Ia tak sanggup menyaksikan semua ini secara langsung. Ia tak sanggup jika jantungnya harus berpacu lebih cepat dari yang sekarang…ia takut juga gelisah. Chanyeol membuatnya merasa tak nyaman sekaligus nyaman disaat yang sama.

 

Perasaan yang sungguh aneh.

 

Chanyeol meniup pelan telinga Baekhyun, dengan sengaja─

 

“Nggh~”

 

Membuat pasangannya menggeliat gelisah, kedua tangan kurusnya berusaha meronta, hendak membebaskan diri…namun baik soal ukuran tubuh maupun kekuatan, jelas Chanyeol lah yang lebih unggul. Baekhyun menyadari usaha nya yang sia-sia…tapi ia tak sanggup jika harus berdiam diri, sentuhan Chanyeol membuat seluruh bagian tubuhnya bergejolak…bahkan kedua alisnya pun terus bergerak tidak nyaman.

 

“Ketika kau memelukku ditempat karaoke, ketika aku membawamu pulang ke apartemen-ku…dan ketika kita berdua berada di kamarku. Kau benar-benar mengingat semuanya dengan jelas, hm?”

 

Pemilik surai coklat caramel itu menggigit pelan telinga pasangannya…membuat sang pemilik mengangguk untuk kedua kalinya.

 

“Ukh~”

 

Chanyeol tersenyum tanpa Baekhyun ketahui, ia melepaskan cengkramannya terhadap kedua tangan lelaki manis itu dan segera dapat ia rasakan kalau kini tangan Baekhyun berpindah pada kedua bahu kokohnya, seakan hendak berusaha menahannya bertindak lebih jauh…dan gila─

 

Sesungguhnya Chanyeol sendiri tidak yakin, sampai kapan ia dapat menahan diri?

 

“Sekarang katakan padaku, Baekhyun…” Chanyeol mendesis seraya menyusupkan kedua tangannya kedalam kaus putih berlapis jaket biru yang Baekhyun kenakan.

 

Membuat desahan kecil melarikan diri dari kedua belah bibir merah malaikatnya.

 

“Hhh~ asta─ ta-tanganmu Chanyeol!”

 

Satu pukulan kecil Baekhyun layangkan, bermaksud menghentikan tangan nakal Chanyeol dalam pakaiannya…namun─ lagi-lagi itu percuma. Belaian demi belaian lembut mulai memanjakan perut serta punggung sempitnya. Masih dapat ia rasakan bibir hangat dan empuk Chanyeol berdiam diri dilehernya, sesekali bibir lembab itu mengecup singkat permukaan kulitnya, hingga indera pendengaran Baekhyun dapat menangkap suara ‘smooch’ kecil yang ditimbulkannya.

 

“Apa kau menikmatinya? Kemarin malam, ketika kita nyaris saja…bercinta?”

 

Nafas Baekhyun tercekat, jika sekarang ia tengah bermain catur…maka ia telah mendapatkan skak mat dari Chanyeol.

 

Kini…apalagi yang bisa ia lakukan?

 

“Ch-Chanyeol, aishiteimasu.”

 

Dalam satu hembusan nafas, kalimat tersebut meluncur begitu saja dari kedua belah bibir merahnya. Memaksa Chanyeol terdiam hingga ia dapat sedikit bernafas lega seraya berusaha menormalkan kembali degup jantungnya.

 

“A…pa?” singkat Chanyeol ketika ia telah menjauhkan wajahnya dari leher Baekhyun dan kembali saling berhadapan. Ia buta seratus persen mengenai bahasa Jepang kalau boleh jujur.

 

Baekhyun menghela nafas lalu menatap tajam paras tampat dihadapannya “Kau tidak tahu? Aishiteimasu itu sama artinya dengan Saranghamnida.”

 

Kedua mata bertahta mutiara hitam milik Chanyeol berkedip beberapa kali. Okay, tunggu sebentar…jadi maksudnya, Baekhyun…sedang menyatakan cinta padanya─ begitu?

 

Chanyeol kembali tersenyum, namun kali ini hanya satu sudut bibirnya saja yang terangkat…mengesankan bahwa senyum tersebut sedikit terlihat sebagai senyum jahil.

 

“Oh ya? Lalu?”

 

Kening Baekhyun berkerut menatap lelaki tampan itu tidak percaya? Ouh, bagus…ini semakin menyebalkan saja baginya. Sialan sekali rasanya. Entah mengapa jadi timbul keinginan untuk mengubur hidup-hidup lelaki yang sebenarnya sangat ia cintai ini.

 

“Kau…menyebalkan.”

 

Katanya singkat namun cukup menunjukkan betapa kesalnya hati Baekhyun. Ia mendorong kuat-kuat tubuh Chanyeol menjauhinya sebelum akhirnya melompat turun dari podium dan melangkah dengan gusar meninggalkan lelaki tampan tersebut.

 

Namun belum sempat ia melangkah lebih jauh, Chanyeol menarik lengannya dan menangkap tubuh kecilnya hingga terjerat dalam sebuah pelukkan hangat.

 

Sempat Baekhyun merasa sedikit terkejut, namun sama sekali tak berniat meronta…terlebih menolak pelukkan Chanyeol.

 

“Masih berani memelukku, hm?”

 

“Biar saja, kau tidak tahu betapa bahagianya aku sekarang, Baekhyun.”

 

Baekhyun tersenyum tipis, dapat ia rasakan pelukan Chanyeol yang semakin erat namun sama sekali tak membuatnya kesulitan bernafas, malah sebaliknya…ia merasa sangat nyaman dan hangat. Kedua tangan kurusnya ia tempatkan pada punggung lebar Chanyeol, membalas pelukkan lelaki tampan itu tak kalah erat.

 

“Aku memang tidak tahu…tapi aku mengerti, Chanyeol. Perasaan ini pun telah sejak lama kupendam seorang diri…”

 

Chanyeol tertawa sejenak sebelum melepaskan pelukkannya. Ia lalu menangkup kedua sisi leher malaikat kecilnya dengan kedua tangannya seraya menatap sepasang mata bening itu lekat…tersenyum lembut, begitu pula dengan Baekhyun.

 

“Kalau begitu, kita berdua…sama bodohnya.”

 

 

Lelaki berparas manis itu terkekeh pelan “Yeah, aku rasa begitu.”

 

 

 

~THE END~

 

No Comment.

Ini sangat…sangat…AN to the CUR!

Dari awal sampe ending…ga cuco ceritanya, ye bo? *bencong mode on*

Mengenai adegan smut, saya emang ga bisa yah…dan karena saya juga ga suka smut yang terlalu frontal dan kasar. Jadi adegannya saya samarkan sehalus mungkin *sebisa saya* dan saya minimalisir (?) secukupnya.

Tapi…

Makasih buat yang baca…

Makasih, makasih buat yang baca dan like…

Makasih, makasih, makasih buat yang baca, like dan comment.

 

AKTF!!

115 thoughts on “BaekYeol / ChanBaek Twoshoot – Baka na Romantica Part 2

  1. Haha gokil ff nya,,
    Aq suka sma part nya sekai yg konyol itu, gokil bgt mereka disini,,
    Bagus ficnya, cuma ending nya itu kurang nendang *digaplok ibu author*
    Rasanya blm puas sma baekyeol, hrsnya terjadi sesuatu dlu *gubraaakkk*
    Btw ini author nya cassie juga kahh ? 9096, mirotic,hahaha seneng dehh mskipun cuman nyempil (?) dkit haha,,
    Overall, nice fic, keep writing ne ..

  2. Wwwwwaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!*mendadak gila*
    Sumpah keren!!!!!!!! Apanya yang ancur thor? This is awesome!!
    Hahaha aku ketawa saat bayangin Baekhyun kabur karena malu~ so sweet! Keep writing thor!!!

  3. comedynya hebat…. sehun ama Kai dodol bnr y kayanya ._.
    kalo mw di kasi sequel (lanjutan ceritanya) gitu haha….

  4. Damn! I love this ff
    Ngakak ama karakter sehun yg persis ama temen sekolah-_- cinta bgt ama makanan
    Dan baekyeol,ampunn gakuat xD susah nafas bacanya
    Love love love love!!! Speechles thor!
    Baek bener” ngegemesin! Dan aksinya yg pura” gatau sama kissmark yg dibikin chanyeol dan ngakak sendiri bayangin baek yg lagi malu pas part terakhir gr” chanyeol
    Good luck thor.. Sering” bikin ff baekhyun kaya gini/?.-.

  5. Ancur dari mana? Ini keren thor, lucu n jg romantis. Aigo trnyt mrk sm2 suka udh lama tp gk ada yg berani mengungkap kan ny lbh dl. So chanbaek hrusny berterima kasih tuc sm sekai

  6. Ckck ternyata sama2 suka. Cuma takut aja buat ngungkapin. Takut ngerusak persahabatan? Apa takut ditolak ㅋㅋㅋ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s