SOULMATE Chapter 2

Title: Soulmate

Author: Nine-tailed Fox

Soulmate

Genre: Romansu, Fantaji.

Cast:

Park Chanyeol – Cleon Flugel (Chanyeol)

Byun Baekhyun

Other Cast:

Wu Fan – Andreus Flugel (Wufan)

Lu Han – Alastair Flugel (Luhan)

Oh Sehun – Samuel Flugel (Sehun)

Huang Zitao – Raven Flugel (Tao)

Length: 2 of ?

Rate: PG 17

 

WARNING! THIS IS BOYS LOVE STORY! FICTION! DON’T LIKE DON’T READ!

 

Ini jangan bingung ya…saya emang bikinnya selain Baekhyun, semua anak EXO yg muncul bukan orang korea, jadi saya kasih nama asing-nya satu2.

 

Ide FF ini muncul setelah saya baca FF Drarry (Draco-Harry) karyanya Aicchan yg berjudul Connection, tapi lama-lama dipendem akhirnya setelah nonton Twilight Saga: Breaking Dawn Part 2 konsepnya semakin matang, jadinya saya coba deh bikin ni FF.

 

Seandainya ada bagian-bagian yg mirip atau sama dengan FF lain…itu sama sekali ga disengaja, mohon dimaafkan ya~

 

Yang mau copas silahkan.

Yang mau plagiat juga silahkan.

Saya ga bakal larang-larang kok…tapi kan plagiat perbuatan tercela tuh, pasti ntar ada balasannya kan kan kan? Nah itu jangan bawa2 eikee yee~ tanggung sendiri ajee…

 

*eh buset udah kepedean aja bakal ada yg mau copas2.

Hehe~ jadi mayuuuu…*cium beki

 

READY!!?

GO!!

 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

 

Baekhyun baru saja sampai diapartemen kecilnya beberapa belas menit lalu, namun kini dia telah duduk manis siap memainkan cello ditangannya.

 

Lelaki berparas selayak malaikat ini memang sangat suka bermain cello.

Baekhyun tak pernah melewatkan satu hari pun tanpa bermain alat music gesek tersebut.

 

Kedua mata jernihnya mulai terpejam, angin berhembus pelan melalu jendela yang terbuka…menghantarkan tangan kecilnya untuk bergerak, perlahan dengan sticknya yang mulai mengayun menggesek senar cello.

 

Alunan lagu nan indah mulai mengalir…tangan Baekhyun bergerak lebih cepat dalam menggesek senar, dan gelombang suara yang dihasilkan pun semakin menakjubkan.

 

Melodi yang sungguh indah, mengundang sang angin menunjukkan diri…turut mengalir bersama dawai gesekkan cello.

 

Namun beberapa detik kemudian…

 

‘Krek~’

 

Konsentrasi Baekhyun runtuh, alunan music berhenti seketika tatkala terdengar suara getaran kaca jendela yang disebabkan oleh angin berhembus lebih kencang beberapa detik lalu. Perlahan lelaki berparas malaikat itu membuka kedua matanya, dengan posisi tangan yang seakan siap kembali melanjutkan dawai gesekkan cello-nya…paras eloknya terangkat menghadap lurus kedepan.

 

Kedua mata jernihnya terbuka lebar…

Diruang sempit apartemen kecilnya ini…ia tak lagi seorang diri.

 

Seorang laki-laki entah sejak kapan telah berdiri tegap didepannya. Postur tubuhnya sempurna, tinggi dan terlihat bagus. Kulit wajahnya putih, pucat dan terkesan dingin, begitu pula dengan bibir tebalnya yang nampak merah kelabu. Memiliki surai hitam kecoklatan yang terlihat anggun terhempas hembusan angin.

 

Selain itu lensa matanya…berwarna emas, berkilat indah layaknya permata.

Dan raut wajahnya…

 

“Kau…siapa?”

 

Baekhyun berdiri dengan perasaan tegang, pelan menyandarkan cello-nya pada kursi karena ia paham jika alat music tersebut akan cepat rusak bilang menerima getaran.

 

“K-kau…pengunjung ditoko ‘kan?” katanya dengan suara dan tubuh yang mulai gemetar, tatapan laki-laki dihadapannya itu tak ayal membuat rasa takut menyelubungi sekujur tubuhnya secepat kilat “Ba-bagaimana…kau bisa masuk tanpa kusadari?”

 

Laki-laki asing itu tak mengatakan sepatah katapun untuk menjawab pertanyaan Baekhyun, tatapannya seolah terkunci sempurna pada sosok malaikat berwujud manusia dihadapannya.

 

“Ke-kenapa melihatku seperti itu? Apa maumu sebenarnya?! Ja-jangan macam-macam denganku─ jangan mendekat!!”

 

Baekhyun menjerit panic saat laki-laki aneh itu maju selangkah. Raut wajahnya belum berubah, sama sekali tak menunjukan ekspresi yang berarti…dingin dan seolah tanpa perasaan.

 

Takut…Baekhyun takut sekali.

Ingin rasanya melarikan diri namun tubuhnya terasa kaku. Terlalu takut sampai terasa kaku…mata lelaki itu memancarkan sesuatu entah apa namanya yang membuat dada ini terasa begitu tertekan. Takut, resah, gelisah dan panic…semua perasaan itu tak ayal membuat tubuh mungil Baekhyun gemetar hebat.

 

“Pergi sekarang juga atau aku akan menghubungi polisi!” seru Baekhyun mencoba memberi ancaman namun sepertinya tiada guna, tak sedikit pun perubahan terjadi pada lelaki asing tersebut…kecuali lensa mata emasnya yang terus mengikuti dengan lekat gerak-gerik Baekhyun dalam usahanya menggapai sebuah smartphone putih diatas nakas.

 

Perlahan Baekhyun melangkah kesamping, mendekati nakas dengan tangan kanan terulur kearah letak smartphone miliknya. Dan ketika ujung jarinya telah sampai menyentuh gadget putih tersebut, dengan gesit segera diraihnya benda itu…namun─

 

‘Prak!’

 

Baekhyun terpaksa menjatuhkan ponselnya akibat lelaki asing itu mendekatinya secepat kilat hingga membuatnya tersentak.

 

Nafas lelaki berparas manis itu tercekat.

 

Wajahnya dengan wajah asing itu benar-benar sangat dekat…satu pergerakan kecil saja mungkin dapat membuat puncak hidung keduanya saling berbenturan. Baekhyun menelan liur paksa, ujung jari kakinya menyentuh ujung sepatu yang dikenakan lelaki asing tersebut, ia dapat merasakannya! Bagaimana mungkin…semua ini mustahil. Siapa─ apa sebenarnya orang ini?

 

“Ma-mau…apa kau…?”

 

Baekhyun mulai kesulitan berbicara dengan baik. Jantungnya tentu berdegup kencang, sangat kencang…degup jantung tercepat yang pernah ia alami, seolah tengah terjadi gempa.

 

Ia mencoba melangkah mundur. Namun dengan cepat sebelah tangan lelaki asing tersebut melingkari pinggang rampingnya. Baekhyun kembali tak berkutik entah untuk yang keberapa kali, ia takut…sangat takut.

 

Raut wajahnya…

Sorot matanya…

Semakin dekat, semakin terlihat…menawan…namun juga, menakutkan.

 

“L-lepas…kan…aku…”

 

Nada suara Baekhyun mulai terdengar lirih. Dirinya telah sepenuhnya diselimuti ketakutan…namun meski demikian, sepasang mata jernihnya tak dapat berpaling dari sepasang mata berlensa emas dihadapannya. Mengapa? Mengapa bisa begini?

 

Mengapa ia merasa terikat…pada seseorang yang bahkan tak dikenalnya sama sekali.

 

“Ap-apa yang sebenarnya kau ingin─ umph!”

 

Terjadilah sesuatu yang tak pernah Baekhyun duga sama sekali…sebuah ciuman. A kiss. Sosok tampan nan asing itu, menciumnya…mencium bibirnya. Ciuman yang membelenggu semua kata yang hendak Baekhyun utarakan.

 

Ap─apa yang…

Sentuhan dingin bibir merah kelabu itu mengosongkan pikirannya dalam sekejap…sementara sepasang mata emas dihadapannya telah tertutup, lelaki berparas manis itu hanya dapat membuka matanya lebar-lebar.

 

Tidak tahu harus melakukkan apa.

Tidak tahu harus mengatakkan apa.

Baekhyun…telah tertangkap.

 

Sebuah adegan pernyatuan kecil yang melewatkan waktu berpuluh-puluh detik. Angin berhembus kencang namun lembut, membuat gorden tipis penghias jendela mengibar ringan.

 

Raven dan Samuel…yang entah sejak kapan ada disana, membisu tak percaya.

 

“C-Cleon…” gumam Tao pelan, ia tertegun…menyaksikan bagaimana pada akhirnya Cleon sang vampire origin mendapatkan Soulmate-nya.

 

“Ck, gawat.” Sehun berdecak tegang lalu mengigit bibir bawahnya pelan. Kedua tangannya mengepal erat melihat langsung adegan ciuman antara vampire dan manusia tersebut. “Tao, apa yang kau lakukan?! Cepat hubungi Wufan-hyung!”

 

“Eh─”

 

“Semua ini belum berakhir. Kita harus cepat melakukan sesuatu atau…atau Cleon akan membuat soulmate-nya mati kehilangan banyak darah.”

 

.

.

.

 

“Alamat tempat tinggal Byun Baekhyun…hmm, hmm…sebentar…”

 

Kakek penjaga toko itu kembali memperbaiki letak kacamata plus yang bertengger dihidungnya, untuk kesekian kali yang tak sudi Wufan sebutkan karena terlalu sering kakek itu melakukannya.

 

“Sabar Andy, sabar…kendalikan dirimu…” ucap Luhan seraya menepuk pelan sebelah pundak saudara kembarnya tersebut, pasalnya Andy terlihat begitu bernafsu membombardir toko alat music tua ini. “Dia hanya kakek-kakek, tubuhnya sudah penuh keriput…darahnya pun pasti mulai kering, jangan bernafsu…pikirkan Raven, pikirkan Tao, pikirkan Soulmate-mu yang manis itu…”

 

Andreus atau Wufan…menghela nafas pelan. Kedua tangannya yang sejak tadi terkepal erat mulai melemas, ia mulai dapat bersikap tenang setelah menuruti saran Luhan, lebih baik memusatkan pikiran pada Tao ketimbang menumpuk nafsu membunuh pada kakek-kakek super lamban yang mencari alamat pekerjanya saja sampai membutuhkan waktu hingga lima belas menit. Menyebalkan!

 

“Ahjussi…apa anda sudah menemukan dimana alamat Byun Baekhyun? Kami membutuhkannya sekarang juga kalau bisa.” pinta Luhan sesabar mungkin.

 

Sang kakek pemilik toko terlihat menjawab seraya masih sibuk meneliti map berisi kumpulan arsip para pekerjanya.

 

“Ya, ya…aku tahu…Byun Baekhyun ‘kan? Sebentar, ah~ sampai dimana tadi aku mencari…”

 

Luhan menepuk keningnya jengah. Ia sungguh tak mengira kalau Baekhyun hanya bekerja setengah hari karena posisinya yang tak lebih dari seorang pekerja paruh waktu. Terpaksa ia meminta alamat tempat tinggal Baekhyun karena lelaki berparas manis itu telah meninggalkan toko sejak hampir satu jam yang lalu.

 

Untungnya pemilik toko yang seorang kakek-kakek ini memercayai ucapan mereka mengenai hendak mengembalikan buku catatan milik Baekhyun, sehingga dengan segera kakek itu memenuhi permintaan mereka tanpa bertanya lebih lanjut. Namun apa yang dapat mereka harapkan dari seorang kakek tua yang usianya hampir melebihi separuh abad? Yah, meski usia mereka sesungguhnya jauh jauh lebih tua─

 

“Astaga aku bisa gila!” Wufan mulai gusar karena tak dapat lagi menahan kesabarannya, ingin sekali ia merebut map ditangan kakek itu dan mencari sendiri alamat Baekhyun. “Ahjussi, cepatlah! Mengapa kau ini lama se─”

 

-“Andreus!”-

 

Mulut Wufan berhenti bersuara saat sebuah teriakan terdengar dikepalanya, ia menelan liur perlahan lalu mulai menajamkan pikirannya.

 

“Ra…ven?”

 

-“Ya, ini aku! Cepatlah datang kemari, sesuatu yang gawat telah terjadi. Cleon menemukan Baekhyun! Kalau hanya aku dan Samuel, tidak akan sanggup menghentikannya.”-

 

“Ap─ bagaimana bisa dia…cepat sekali!”

 

-“Akan kubagi pikiranku dan memberitahumu dimana kami berada! Cepatlah!”-

 

Suara Tao dalam sekejap menghilang dari kepala Wufan dan tak lama kemudian tergantikan oleh gambaran-gambaran suasana perkotaan yang mungkin saja telah dilalu Sehun dan Tao ketika mengejar Chanyeol yang hendak menemui Baekhyun.

 

“Ada apa? Raven mengatakan sesuatu?” tanya Luhan yang sudah paham mengenai kemampuan Tao yang dapat melakukan telepati dan berbagi pikiran serta penglihatan dengan Soulmate-nya.

 

Vampire bersurai keemasan yang ditanya mengangguk cepat “Chanyeol mendapatkan Baekhyun.”

 

“What?! Bagaimana─ ah, sial seharusnya aku tahu kalau hanya dengan rantai baja dan bola besi saja tak kan bisa menahan kekuatan Cleon!”

 

Seandainya obat bius berpengaruh untuk vampire, Wufan pasti telah menyuntikkan berbotol-botol obat bius pada Chanyeol…namun sayangnya, sebanyak apapun obat bius…atau bahkan racun yang diberikan, vampire tak kan sedikit pun terpengaruh.

 

Karena mereka adalah vampire.

Mereka bukan manusia.

 

“Tao akan membagi penglihatan dan pikirannya kepadaku, sebaiknya kita bergegas.”

 

“Ya, kau benar.”

 

Tak sampai satu detik berlalu…kedua vampire kembar itu telah menghilang dalam sekejap mata, tanpa disadari para pengunjung yang berada didalam toko tersebut.

 

“Ah, aku menemukannya! Alamat Baekhyun yang kalian inginkan…ini─”

 

Saat kakek sang pemilik toko berbalik…ia tak menemukan siapa pun dihadapannya, hanya terdengar denting bell pintu yang bergoyang. Mungkin karena angin pikirnya.

 

.

.

.

 

Sepenggal demi sepenggal kejadian berlalu lalang dalam kepala Andreus─ Wufan yang saat ini tengah melompati satu persatu atap bangunan dengan Luhan menyertainya dibelakang.

 

Tao membagi ingatan dan pikirannya pada Wufan, jalan mana saja yang ia lewati saat mengejar Chanyeol bersama Sehun, gerak-gerik vampire origin yang tengah lepas kendali itu juga pembicaraan yang dilakukannya bersama soulmate dari Alastair Flugel tersebut. Gambaran yang jauh lebih jelas dari peta terlengkap sekali pun.

 

Wufan dapat melihat segalanya dari sudut pandang Tao.

 

Ia tahu jika Chanyeol telah mencium bibir Baekhyun, sebagai tanda terbentuknya ikatan donor-vampire diantara mereka.

 

Ia juga tahu jika yang sekarang tengah terjadi, apa yang saat ini Tao lihat…bahwa…Chanyeol tengah menghisap darah Soulmate-nya untuk yang pertama kali.

 

“Bagaimana? Tao mengatakan sesuatu yang lain?”

 

“Tidak, tapi aku bisa melihat isi pikirannya dengan jelas…” jawab Wufan tanpa memperlambat langkahnya sedikit pun.

 

Menghindari padatnya lalu lintas dibawah sana, Luhan dan Wufan memilih untuk melompati atap bangunan dengan kecepatan tinggi. Selain tak kan ada yang menyadari, ini adalah cara ampuh untuk meminimalisir waktu yang digunakan.

 

“Apa yang saat ini terjadi pada Sehun dan Tao? Lalu bagaimana dengan…Chanyeol?” tanya Luhan lagi. Sepertinya ia sangat mencemaskan keadaan Samuel dan Raven.

 

“Chanyeol tengah menghisap darah Baekhyun. Sebentar lagi si bodoh itu akan membuat soulmate-nya sekarat.”

 

“APA?!!” jerit Luhan kaget…dan takut.

 

“Karena itu kita harus cepat!”

 

Kecepatan mereka semakin bertambah, gerakan pun nyaris tak terlihat sama sekali…sepasang vampire kembar itu seolah menyatu dengan angin.

 

.

.

.

 

“Aaaa~kh…hh…he-henti…kan…”

 

Baekhyun merintih lagi, mulut kecilnya tak sanggup lagi berteriak…tenaganya terkuras habis, nyaris tak tersisa sama sekali. Bahkan untuk sekedar merintih seperti tadi saja, lelaki berparas manis itu harus bersusah payah.

 

Dapat ia rasakan leher sebelah kirinya berdenyut-denyut, rasanya sakit…sakit sekali. Seperti ada jutaan nyamuk yang menghisap darahnya sekaligus, atau bahkan lebih. Sesuatu yang tajam semakin dalam menghujam lapisan kulitnya, merobek pembulu darahnya dan memutus urat syarafnya.

 

Penglihatannya mulai mengabur…

Apakah sebentar lagi ia akan mati? Mati konyol dikarenakan makhluk aneh yang menghisap darahnya sampai tak tersisa setetes pun?

 

“Cleon, cukup!”

 

Terdengar samar-sama teriakan seseorang disertai derap langkah nan menggebu…entah siapa itu, Baekhyun sama sekali tak mengenalnya. Ia hanya terus menatap langit-langit apartemennya yang semakin memburam.

 

Dan…Cleon─

Siapa itu Cleon?

Apa nama asing itu…adalah milik sosok yang tadi menciumnya, yang saat ini tengah mendekap erat tubuhnya dan menghisap darahnya kuat-kuat?

 

Baekhyun tak mengerti…apa yang sebenarnya terjadi?

Ada apa dengan semua ini?

 

Dan sampai penglihatannya benar-benar gelap, ia tak mendapatkan jawabannya sama sekali.

 

……………

 

Sekumpulan burung gereja masih belum berhenti berkicau guna menyambut mentari yang sesungguhnya telah menampakan diri beberapa menit lalu, sepertinya mereka sangat senang memeriahkan suasana pagi.

 

Kicauannya saling bersahut-sahutan, menjalin nada demi nada hingga membentuk sebuah alunan melodi yang enak didengar…layaknya sebuah orchestra penyambut cahaya. Melodi yang cukup indah, untuk menghantarkan kembali kesadaran seorang lelaki manis yang saat ini mulai membuka penglihatannya.

 

Sepasang mata jernih Baekhyun mengerjap pelan beberapa kali sebelum akhirnya ia benar-benar telah terbebas dari rasa kantuk.

 

“Dimana…aku?” ia memaksakan untuk mendudukan diri, pandangannya berkelana menyusuri penjuru ruangan tempat ia berada yang oh-sungguh-sangat-mewah.

 

Kening putihnya mengerenyit bingung, dia benar-benar kehabisan ide mengenai dimana sebenarnya ia berada saat ini.

 

Tapi, hei─

Bukankah seharusnya ia sudah mati karena makhluk aneh penghisap darah kemarin? Ya benar, ia pasti sudah mati…bagaimana mungkin manusia biasa seperti dirinya bertahan hidup jika darahnya saja dihisap habis-habisan oleh mahkluk asing yang tak jelas asal-usulnya itu.

 

Dengan kata lain…melihat betapa indahnya ruangan ini, Baekhyun pikir ia berada disurga.

Benar ‘kan?

 

Tempat tidur yang ia tempati kini, sangatlah indah bentuknya…dengan tiang penyangga tirai berwarna merah hati disetiap sudutnya, warna kayu berplitur hitam yang berkilau, seprai dan selimut mewah nan lembut serta nyaman.

 

Ini surga…atau hanya kamar hotel bintang lima?

Selain itu, siapa yang telah membawanya kemari?

 

‘Klek~’

 

Lelaki berparas manis itu terhenyak dari pergulatan pikirannya, menyadari terbukanya pintu ruangan…ia menoleh dan pandangannya langsung bertemu dengan seseorang yang baru saja masuk. Orang itu…cantik.

 

“Ah, kau sudah sadar rupanya…” kata orang itu seraya tersenyum lembut.

 

Baekhyun semakin yakin ia berada disurga…buktinya…malaikat kini tengah berbicara padanya.

 

“Bagaimana perasaanmu, Baekhyun? Apa ada bagian tubuhmu yang terasa sakit atau tidak nyaman?” tanya lelaki cantik itu kali ini dengan melangkah memasuki kamar, bersama seseorang lelaki lagi. Berbeda dengan lelaki cantik yang bersurai coklat terang itu, lelaki satunya memiliki surai berwarna perak.

 

Sekarang ada dua malaikat dihadapannya…dan mereka saling bergandengan tangan. Manis sekali Baekhyun pikir…mereka sangat serasi.

 

“A-apa yang sesungguhnya terjadi padaku?” akhirnya Baekhyun memperdengarkan suaranya yang untuk kali ini, hanya dapat ia keluarkan dengan pelan, karena jujur saja…ia masih belum dapat memahami ada apa dengan semua ini. “Aku pikir…a-aku sudah mati, tempat ini adalah surga dan kalian adalah malaikat─”

 

Baekhyun bicara dengan terbata-bata, namun menyadari perubahan ekspresi kedua sosok yang dianggapnya sebagai malaikat itu…ia segera mengakhiri ocehan bodohnya tersebut

 

Kedua orang itu saling bertatapan lalu menatap Baekhyun sedikit aneh “A-apa aku salah?” tanyanya lagi.

 

Sosok cantik bersurai coklat terang itu menanggapinya dengan tertawa kecil lalu berkata “Tidak, sama sekali tidak…” ungkapnya membuat Baekhyun berkedip tak mengerti. “Sama sekali tidak benar─ maksudku.”

 

Wah! Malaikat yang satu ini memiliki selera humor yang bagus menurut Baekhyun.

 

“Kami sama sekali bukan malaikat, tempat ini sama sekali bukan surga dan kau sama sekali belum mati, okay?”

 

Baekhyun hanya mampu mengangguk pelan dengan ragu, memerhatikan sosok lelaki cantik yang mengaku bahwa dia bukan malaikat itu melepas tautan tangannya dengan lelaki bersurai keperakan, lalu duduk ditepian ranjang tempat ia berbaring.

 

“Namaku Alastair Flugel, tapi kau bisa memanggilku Luhan saja…” ucap Luhan seraya menunjuk dirinya sendiri lalu beralih menunjuk lelaki bersurai keperakan yang masih setia berdiri disampingnya “Sedangkan dia adalah Samuel Flugel atau Sehun…terserah padamu mau memanggil kami dengan nama yang mana saja, itu sama sekali bukan masalah.”

 

Sekali lagi lelaki berparas manis itu mengangguk pelan, kali ini disertai dengan tegukkan liurnya dalam tenggorokan.

 

“Kau pasti bertanya-tanya apa gerangan yang telah terjadi. Kemarin kau memang sekarat dan nyaris saja tewas, wajar jika kau sempat berpikir kalau kau sudah mati.”

 

“Y-ya…lalu apa sebenarnya yang─”

 

“Singkat cerita, maaf sebelumnya karena aku tidak pandai bercerita dan mungkin saja, apa yang akan aku katakan ini membuatmu ketakutan…” Luhan berhenti sejenak untuk menarik nafas dan memberikan jeda pada apa yang akan ia sampaikan. “Kemarin, saudara kami Cle─ Chanyeol menghisap darahmu banyak sekali sampai membuatmu nyaris kehilangan nyawa.”

 

Ucapan to the point Luhan membuat tubuh Baekhyun menegang dalam sekejap. Otaknya secara tak terduga memutar kembali ingatannya yang sempat terpendam, segera disentuhnya leher sebelah kirinya ketika ia mengingat lagi rasa sakit yang dialaminya pada bagian tersebut.

 

Bagaimana rasa sakitnya, bagaimana rasa pilu ketika ia merasa darahnya terhisap keluar secara drastis.

 

Baekhyun segera menarik selimut untuk menutupi sekujur tubuhnya dan menyeret tubuhnya mundur, menjauhi Luhan juga Sehun dengan pandangan penuh ketakutan.

 

“Al, kau sungguh tak pandai berbasa-basi…lihat kau membuatnya ketakutan.” Protes Sehun seraya mencubit pipi soulmate-nya itu pelan.

 

Sementara yang dicubit hanya tersenyum masam. “Benarkah? Astaga, maafkan aku Baekhyun sayang…”

 

Luhan berusaha mendekatinya namun Baekhyun berusaha pula menghindar. Tubuhnya mulai gemetar, semakin erat mendekap tubuh mungilnya sendiri dalam balutan selimut.

 

Ia takut, sangat.

Ada apa dengan semua ini? Penghisap darah, hampir mati…memikirkan semua itu yang tak ada habisnya mengundang air menggenang dipelupuk matanya, kemudian menjelma menjadi bulir-bulir kecil yang berjatuhan melintasi pipi putihnya.

 

“Waa! Baekhyun, kau─ ja-jangan menangis! B-bagaimana ini Sehun?!” panik Luhan melihat air mata semakin deras membasahi pipi kecil Baekhyun, sementara sang soulmate, Samuel…hanya mendesah singkat.

 

Kedua belah bibir merah Baekhyun turut gemetar, isakan demi isakan mulai terdengar melarikan diri dari mulutnya. Ia tak habis pikir bagaimana mungkin ia mengalami semua kejadian aneh ini…hari-harinya yang damai dan biasa-biasa saja berubah total.

 

Sudahlah!

Siapa peduli dengan semua keanehan ini selama ia dapat terbebas dan kembali menjalani kesehariannya yang damai dan jauh dari kata bahaya.

 

“Jangan menangis, semua akan baik-baik saja…” mulut kecil Baekhyun berhenti terisak saat merasakan sebuah tangan lembut nan hangat mengusap pipinya pelan, menghapus buliran air matanya tanpa ragu.

 

Ia menoleh dan langsung dihadapkan pada senyuman manis menenangkan hati milik seorang lelaki bersurai sehitam bulu gagak.

 

“Untunglah, Tao…” Luhan mengusap dadanya lega, ia merasa terbebas dari dosa setelah Tao yang berdiri disebelah Baekhyun berhasil membuat lelaki manis itu, setidaknya berhenti terisak.

 

Tao, namanya adalah Tao…anak laki-laki yang memiliki lingkar hitam disekitar matanya, membuatnya terlihat seperti mata seekor anak panda. Senyumnya pun lugu dan terasa murni, memikat tangisan Baekhyun untuk terhenti.

 

“Namaku Raven Flugel, panggil saja Tao agar lebih singkat…” ucapnya masih sambil tersenyum, Baekhyun hanya menatapnya polos. “Lalu dia adalah Andreus Flugel, Wufan saja jika menurutmu lebih mudah disebutkan…”

 

Baekhyun sedikit terhenyak…laki-laki tampan bersurai keemasan itu entah sejak kapan berdiri dibelakang Tao seraya melambaikan tangannya singkat, ah─ Tao juga sejak kapan ia berdiri disebelahnya yang masih terduduk diranjang?

 

Siapa semua orang-orang ini sebenarnya?

Mengapa mereka terlihat…berbeda.

 

“Ka…lian semua, sebenarnya si-siapa?”

 

Hening menyeruak secara tiba-tiba tepat setelah Baekhyun selesai mengutarakan pertanyaan singkatnya. Ia menatap satu persatu, tiap orang yang mengelilingnya saat ini…mulai dari Wufan, Tao, Sehun dan…Luhan.

 

Luhan tersenyum, senyum yang menurut Baekhyun melambangkan sebuah kelembutan sekaligus ketegasan tak terbantahkan.

 

“Sudah kukatakan sebelumnya bahwa kemarin, saudara kami Chanyeol…menghisap darahmu hingga membuatmu nyaris tewas bukan?” kata Luhan pada akhirnya, mengatakan lagi hal yang membuat Baekhyun merasa sedikit takut. “Seharusnya, kau sudah dapat menebak siapa kami sebenarnya. Bukan begitu?”

 

Baekhyun berkedip bingung beberapa kali. Okay, sepertinya Luhan memaksanya untuk berpikir keras…

 

“M-maksudnya…kalian semua adalah…manusia nyamuk?” Baekhyun melontarkan satu-satunya kesimpulan yang terlintas dikepalanya.

 

Hening kembali datang. Sungguh, meski pun terdengar konyol…hanya itu lah hal yang terpikirkan olehnya. Wajah Baekhyun sudah memerah padam karena merasa yakin orang-orang asing ini pastilah menertawai pemikiran tololnya.

 

“Luhan, bisakah kau katakan saja langsung ke-intinya? Kita bukan sedang melawak…jadi tolonglah─” keluh Wufan pada saudara kembarnya yang saat ini terlihat menahan tawa.

 

Vampire cantik tersebut berdeham pelan sebelum kembali berucap “Baiklah, baik…Baekhyun sayang…kami…adalah vampire. Vampire…makhluk penghisap darah.”

 

Oh, ya…memang sebutan vampire terdengar lebih keren daripada manusia nyamuk meski keduanya sama-sama makhluk penghisap darah. Tapi bukankah itu tidak mungkin? Didunia ini, mana ada yang namanya vampire sungguhan…semua itu hanya terdapat dalam dongeng dan mitos. Baekhyun mengerenyit, semua yang dikatakan Luhan terdengar bagaikan sebuah lelucon…lelucon yang anehnya begitu meyakinkan.

 

Baekhyun tersenyum kaku dengan kening yang masih berkerut “Tapi itu…itu mustahil. Tidak mungkin jika kalian adalah…vampire.”

 

“Sudah kukatakan kita tidak sedang melawak tapi dia malah tersenyum seperti itu, kalau kukatakan aku tersinggung disebut sebagai manusia nyamuk apa dia masih berani tersenyum?” bisik Wufan pada soulmate-nya Tao.

 

Tao yang telah sangat memahami sifat keras Wufan, hanya balas tersenyum lembut “Tenanglah, hyung…semua ini pasti menyulitkan bagi Baekhyun. Dia pun pasti merasa kebingungan…”

 

Wufan menghela nafas sejenak, ia jadi teringat kembali pada saat ketika ia pertama kali bertemu dengan Tao. Reaksinya…yah, tidak terlalu beda jauh dengan Baekhyun sekarang. Namun setidaknya lelaki dengan lingkar hitam disekitar mata indahnya itu tak mengatainya dengan sebutan manusia nyamuk.

 

“Baekhyun, setelah apa yang kau alami kemarin…sesulit itukah memercayai kami? Kau nyaris saja kehilangan nyawa dan kau berpikir bila penyebab semua itu adalah manusia nyamuk?”

 

Baekhyun terdiam mendengar ucapan Luhan. Ia kembali mencengkram selimut ditubuhnya dengan erat. Diam-diam menelan liur paksa, mencoba menenggelamkan ketakutan jauh didasar hatinya…

 

“Ha-haruskah…aku memercayai…kalian?”

 

Vampire cantik yang sempat ia sangka sebagai malaikat itu kembali memperlihatkan senyum lembut dan tegasnya, senyum yang membuat keinginan untuk membantah pada diri Baekhyun menghilang dalam sekejap. Luhan kemudian menggeser sedikit posisi duduknya mendekati lelaki yang saat ini merupakan Soulmate dari Chanyeol, ia mengangguk singkat sebelum meraih dan menggenggam erat satu tangan Baekhyun.

 

“Karena saat ini, kau tak memiliki pilihan lain…selain memercayai kami.”

 

.

.

.

 

Baekhyun melangkah pelan mendekati pintu kaca balkon dan membukanya, terpampanglah dengan jelas lautan pepohonan yang terangkai rapi menjadi sebuah hutan. Ia merapatkan diri pada pagar balkon yang bercat putih, sejauh pandangan berkelana hanya ada pohon dan pohon…sepertinya Manor ini memang terletak ditengah hutan, Baekhyun tidak pernah tahu jika di Korea Selatan ada tempat semacam ini.

 

Lelaki berparas manis itu mendelik ketika mendengar kawanan burung gagak berkoak ribut meninggalkan hutan, mereka semua terlihat bagai titik hitam yang menodai langit senja.

 

Senyum terpahat sempurna diparasnya yang memikat…tempat ini sangat indah menurut Baekhyun. Damai dan menentramkan hati.

 

“Hhh~ semua ini sungguh sulit dipercaya.” Katanya sambil mendesah pelan.

 

Luhan telah menjelaskan semua padanya. Semua, segalanya dengan amat sangat jelas…meski sesungguhnya tidak masuk akal bagi Baekhyun. Namun ia berusaha untuk menerima semua itu, karena jauh dilubuk hatinya pun, ia merasa kalau semua ini benar adanya…takdir tidak pernah berbohong ‘kan? Bahkan hingga saat ini Baekhyun masih mengenakan piyama hitam dengan line putih disetiap tepiannya, pemberian dari Tao. Tao berkata kalau pakaiannya yang kemarin sudah dia buang karena terlalu banyak noda darah disana.

 

Baekhyun menatap matahari yang baru setengahnya terbenam, sebentar lagi malam tiba rupanya.

 

“Hei.”

 

Sapaan singkat suara berat itu membuatnya terkejut, reflex ia menoleh dan segera menemukan sosok pemuda yang tengah berdiri tak jauh disampingnya. Kedua mata Baekhyun sedikit terbelalak dan ia menyentuh dadanya karena gugup.

 

“Ehm, maaf…aku tidak bermaksud mengejutkanmu.” Kata sosok itu dengan nada penyesalan yang cukup jelas menyertai ucapannya.

 

“Kau kah…Chanyeol?”

 

Lelaki itu sedikit mendongak, memperlihatkan parasnya yang rupawan…membuat Baekhyun dapat melihat dengan jelas lensa matanya yang berwarna emas, sama seperti ketika mereka bertemu pertama kali. Luhan berkata kalau Chanyeol terlahir sebagai vampire asli dan bukan vampire hasil gigitan vampire lain seperti dirinya dan Wufan, karena itulah warna lensa matanya emas berkilau…berbeda dengan si kembar dengan lensa matanya yang berwarna merah menyala.

 

Chanyeol mengangguk pelan tanpa mengatakan apapun.

 

“Salam kenal kalau begitu. Aku Baekhyun…Byun Baekhyun.” Sahutnya terdengar sedikit ceria.

 

“Aku tahu.” Balas Chanyeol singkat.

 

Keduanya terdiam.

Baekhyun mengalihkan tatapannya kearah lain, sementara Chanyeol terus menatapnya lekat…lelaki manis itu dapat merasakannya, merasakan tatapan Chanyeol. Ia memainkan ujung piyamanya karena gugup, berusaha tak menghiraukan kinerja jantungnya yang tiba-tiba saja memburuk. Mengapa? Apa karena Baekhyun tahu kalau ia dan Chanyeol terikat satu sama lain, karenannya terasa aneh jika hanya berdua seperti ini?

 

“Aku punya sesuatu untukmu.” Ucap Chanyeol pelan seraya bersiap merogoh saku kanan jaket hitam yang ia kenakan “Ulurkan tangan kirimu.”

 

Baekhyun hanya menurut dan mengulurkan tangan kirinya pada Chanyeol. Vampire tampan itu memperlihatkan apa yang baru saja diambilnya dari dalam saku, sebuah rangkaian bunga liar putih yang kemudian ia lingkarkan ditangan Baekhyun sebagai gelang.

 

“Itu…ehm─ sebagai tanda permintaan maafku atas apa yang terjadi kemarin…” jelas Chanyeol seraya mengusap tengkuknya sekilas.

 

Lelaki manis dihadapannya tak mengatakan apapun, ia hanya terus mengamati rangkaian bunga ditangannya dengan mata berbinar

 

“Maaf, bentuknya memang sedikit kacau…kalau kau tidak menyukainya─”

 

Ucapan Chanyeol terputus karena melihat Baekhyun menggeleng pelan “Ini cantik sekali, aku menyukainya…terima kasih banyak!”

 

Perasaan tulus terpancar jelas pada wajah Baekhyun, membuat Chanyeol tertegun…vampire tampan itu menyadari betapa lembut dan murninya hati lelaki manis yang kini telah mutlak menjadi belahan jiwanya itu.

 

Chanyeol tidak tahu bagaimana rasanya jika jantungnya bedebar kencang…

Ia juga tidak tahu bagaimana rasanya ketika kedua pipi ini menghangat menyambut rona-rona kemerahan yang bersemi.

 

Namun Baekhyun membuatnya mengerti akan semua rasa itu. Tanpa perlu ia memiliki jantung, tanpa harus kedua pipinya merona…

 

Perasaan yang menjadi benang merah antara dirinya dan Baekhyun…

 

Vampire berlensa mata emas itu mendekat perlahan, suara tapak sepatunya yang nyaring membuat Baekhyun segera menatapnya lekat…Chanyeol terus melangkah, pelan…hingga kedua ujung sepatunya menyentuh ujung jemari kaki Baekhyun yang telanjang.

 

Dua pasang mata dari dua dunia yang berbeda itu kini saling menatap dalam-dalam, Baekhyun harus sedikit mendongak agar ia dapat mengamati wajah tampan sang vampire yang jauh lebih tinggi darinya itu. Chanyeol tak sekali pun mengedipkan mata emasnya, seolah merasa tak sudi melewatkan sedikit pun keindahan sosok malaikat dalam jelmaan manusia dihadapannya…sorot matanya sungguh murni, mungil namun luas dan mendalam bagai samudra…menyimpan sejuta makna terpendam.

 

Chanyeol bagai melihat seluruh dunia didalam mata jernih Baekhyun.

 

Perlahan, ia menggerakan tangan kanannya untuk menyentuh permukaan pipi Baekhyun yang hangat dan merona. Ia memejamkan mata, merasakan dengan sepenuh hati…bagaimana jantung lelaki berparas manis itu berdetak, gerakan paru-parunya yang sibuk memompa udara, suara nyaring desiran darahnya…dan─ segalanya. Chanyeol dapat merasakannya, tiap jengkal kehidupan dan pergerakan dalam diri Baekhyun.

 

Ia tersenyum tipis, membuka lagi penglihatannya hingga kedua pasang mata berbeda dunia itu kembali berbenturan.

 

“Mulai sekarang…kau dan aku…adalah satu.”

 

~TSUZUKU~

 

Eyampuuunnn!!

Ini apa baeee~

Maaf kalo masih ada kekurangan…

Komen aja deh seikhlasnya ye…haha!

Doh saya bayangin beki di sini unyu amat dah! Sayang bekiiii!! *peluk Luhan!

193 thoughts on “SOULMATE Chapter 2

  1. Masi berlanjut kan ya?🙂 krn gak mungkin author-nim menghentikan ff yang keren ini hehe
    Coba ini ff dijadiin film kayak twilight-saga, pasti seru banget😄
    Berasa mimpi jd kenyataan kalo baekyeol main film yaoi ♥♡♥♡
    Fighting thor, saya akan terus menunggu cerita selanjutnya ^_^

  2. .adegan pas chanyeol ngiket baekkie buat jd donornya rmantis #melting (>////<)
    .tp hbis gt baekki jd mandi drah dan hampir mati *getok chanyeol
    .hahaha ;D
    .
    .ini ada lnjtan.nya kan kak? Ya kan? Ya kan? Ya kan?
    .#maksa #plak

  3. HAHAHAHAHA~ *ketawaalachanyeol* =D
    Hai.. Hai.. Author rurunka *tebarkiss* kangen nggak sama nae? *PD*
    Okayy ,, balik ke topik -_- => HUWAAAAAA~ UMMMAAAA~ CO CWITTT~~ hέhέhέhέ … ( •̃͡-̮•̃͡) awalnya sihh emang nae akui , nae kurang connect *maklumlemot* tapi kesini-sini Nƴå”̮. Udah ngerti kok. Ini yang buat ff author siapa yaak? Aduh ,, nae lupa (ʃ⌣́˛⌣̀ƪ)
    Yaudah lah buat siapa aja yang buat ,, INI FF TOP BEUD DAH!!! CITUSS ENELANN!!! :3

    Bner2 kyak ϑî twilight gtu . Padahal nae belum pernah nonton ntu film. Oh jadi si Tao ma sehun itu manusia? Cuma punya sedikit kekuatan khusus yaakk?? Dikirain vampire juga sama kyak 3embe.OMMOO.. Itu baekki diapain sama si tiang jalan itu? *digampar* huwaaa,, jangan hisap darah baekki banyak2 , hik’s .. Kasihan baekkinya :3 untung aja si Naga ma rusa keburu dateng , klo nggak gimana tuh nasib sihh baekki?? Habis sudah -_-”
    ekhem.. Sorry yaa thor , nae baru ngasih review disini. Soalnya jaringan tak memungkinkan untuk review ϑî chap.1😀 *alasan* berarti itu si baekki udah seutuhnya jadi seoulmatenya si tiang dong yaa? Yasudah lah nae relakan , asal jangan sakiti my yeppo namja! Awas aja !! Yasudah yaa unniedeul nae pamit unsur diri. Mata ini sudah terlalu lelah terbuka. Untuk para author rurunka, FIGHTINGG!!! Terus berkarya dengan cerita yang makin seru dan kualitas yang baék :v
    Annyeong~ °\(^▿^)/° !

  4. Aaaaaaaaaaaa chanbaek moment nya dikit bgt yak . Tp gpp . Heheheh …
    Ya ampuuun ini belum di apdet apdet yak .. Heung .
    Aku pikir baek histeris gk karuan gtu klo tau dia di kelilingi vampire . Nggk tau nya ..yaiyalah yah vampire nya pada ganteng2 . Wwkwkwk

  5. Hwaaaa kereenn,,
    Aq paling suka sma story vampir2an gini,,
    Baek ngemesin bgt dehhh,, uhhhh pgn nyubit muka malaikat nan polos nya itu ihhh *ditabok chanyeol*
    Btw, abis nyium baek, chanyeol lgsg insaf (?) Yahh haha ,, mksdnya engga lepas kendali lagi,, penasaran sama lanjutan kisah nya baek ama chanyeol,, lanjut donkk bu author ..

  6. *sungkeman sama chanyeol* selamat pak, udah dapet soulmatenya. ga jones lagi deh hahaha *ditabok*
    keren banget kak, sumpah. saya sambil ngebayangin lho xD
    manis juga, trus sedikit ngakak pas baekhyun bilang ‘manusia nyamuk’ polos amat nih anak satu, engga beda jauh sama tao. aku juga suka kakak ngebikin sifatnya chanbaek disini, cocok gitu :3
    trus aku blh nanya ga? caranya jadi author disini bagaimana? hehe aku juga mau nulis kak ^o^

    ditunggu ya lanjutannya
    fightiiiiing~~ ^o^)9

  7. Wwwwaaaaqaaaaaahhhhhhhh!!!!!! Kereeennnn sumpah!!!! Salah satu fanfiction fiksi terbaik yang pernah kubaca >< eh, tapi minta lanjutan/sequel dong thor… Soalnya, ff ini alurnya Udah bagus… Tapi untung baekki nggak mati… *fuuuhh* itu Chanyeol haus darah banget yah? Hehehe daebak thor, thumbs up, keep writing!!!!

  8. ARRRHGGHH INI BAGUSUMPAAHH T^T KEREEN aa ayo kapan ini dilanjutt.. Penasaraann ><
    oiya, baek itu tetep jadi manusia ye?.. Kenapa?.. Bukanya udah digigit? O.O

  9. Gyahahahhaha.. Asli ngakak baekhyun dengan polosnya bilang manusia nyamuk.. Gemes bayangin baek imut lugu nan polos.. Ya ampuunn.. Lanjut yah thornim, jan didiscontinue juseyeoo..

  10. *celingakcelinguk* *ambiltoa* AUTHOR-NIM EODISOOO!!
    NI FF CETTTAAAR KAPAN UPDATENYAAA..

    CLEON SARANGHAJA!!

  11. Aku lupa udh komen blum ya? Ah review az dah. Jd sehun kekuatan ny bisa membaca fikiran sementara tao bs telepati. Trz kira2 kekuatan baek apa ya? Bs melihat masa depan kah seperti alice atw mlh bs membentengi pikiran ny seperti bella. Ih sumpah keren thor.

  12. thor kapan di lanjutin🙂 keren tau thor…udah beberapa kali baca ttp ngakak wktu adegan manusia nyamun😀
    please thor lanjutin !!😀

  13. Author-nim..
    Saya lupa udah coment apa belum.

    Biarlah, intinya saya pengin ngomong ini daeebaaakk!!!!!! Jinja!!!!
    Ini udah end apa tbc author-nim..
    Saya mohon tbc aja dwh, dan lanjutin yang lebih manis ceritanya..
    Sayang banget kalo berakhir sampai disini… *alay

    Mohon dilanjut author-nim, saranghaeyo… ^^

  14. Aigoo~ salah satu ff favorit sumpah👌 lanjutin dong authorr🙇 aku sebenernya udah lama pernah baca ff ini, tapi baca lagi karna kangen sama ceritanya, kecewa juga karna blm ada lanjutannya hehe, tapi gapapa deh. Keep writing ya thor😊

  15. saya suka dengan ceritanya .. tolong di lanjutkankan yah.. jangan hiatus, beberapa ff sudah hiatus, yang ini jangan hiatus ya ,, ceritanya sangat bagus ,, tetap semangat untuk brkarya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s