ONESHOOT | DREAM -3 [EXO Ver.]

Fanfiksi ini merupakan lanjutan dari DREAM: Kyuchul dan DREAM 2: SHINee (OnKey, 2Min)  yang sebelumnya udah dipost di www.chocoranlatte.wordpress.com Jika penasaran, silahkan dibaca fanfic sebelumnya. Kalau gbaca juga gapapa sih, gak nyambung ini. Tapi baca dulu deh biar lebih ngerti #Ini apa!  Thanks

 

DREAM 3 

DREAM TIGA 

==OneShoot==

 

Main Cast: ChanBaek Taoris

Slight : HunHan.

Genre: Romance, Angst, Phsyco

Author: Anonim Sinestesia

Twitter: @addymukhziae / @inhalfkpop

 

 

 

DISARANKAN UNTUK USIA 17+

MENGANDUNG ADEGAN SOFTSEXUAL, PEMBUNUHAN, DARAH DAN PERMAINAN PSIKOLOGI YANG MEMBINGUNGKAN DAN SULIT DIPAHAMI ANAK KECIL

 

 

 

Mimpiku adalah serpihan cerita mu

Dan mimpi dia adalah potongan kisah mu

 

Kehidupan mu beredar dalam mimpiku dan mimpinya

Dimanakah kamu sebenarnya cinta

 

Imajinasi siapakah yang lebih nyata

Aku atau dia

 

Atau mungkin kamilah yang sekedar mimpimu

Mimpi Kita by Anonim Sinestesia

 

 

 

 

Air turun berkejaran dari angkasa, menyayat pedih langit keemasan senja menjelang malam kota Seoul. Baekhyun meringkuk malas dikasurnya. Awal – awal musim semi terasa masih dingin dan menusuk tulang. Kepalanya masih sakit, matanya masih berat. Diantara sadar dan tidurnya dia mendengar suara pintu dibuka, samar – samar ada suara langkah kaki tak perlu memikir panjang Baekhyun tau kalau itu Kris. Sepupunya.

 

Sebuah sentuhan lembut, dingin, dan lembab menyentuh pergelangan kaki Baekhyun. Semua rasa kantuk dan pusingnya lenyap. Segera Baekhyun bangkit dan duduk memandang Kris. Tapi dugaannya salah, orang itu bukan Kris. Manusia itu Chanyeol.

 

 

 

 

^*^

 

 

 

Keheningan menghampiri sebuah ruang kamar. Meski hujan berlangsung sengit diluaran sana, dan hawa dingin diawal musim semi menusuk raga. Insan manusia yang ada didalam kamar itu tidak merasakan apa – apanya dari hawa dingin ini.

 

 

Diatas ranjang kamar yang lembut dua manusia tadi sedang berlengketan, keduanya terkonseksi dengan bibir. Dengan bibir yang saling berkejaran mengincar oksigen, saling berbagi pelepas dahaga dan birahi satu sama lain. Kedua manusia itu adalah Baekhyun dan Chanyeol. Lidah keduanya berkejaran. Sesekali lidah Chanyeol memimpin dengan perlawanan singkat dari lidah Baekhyun. Disaat yang lain lidah Baekhyun memimpin, menarik ulur lidah lawannya.

 

 

Dan seperti seekor harimau yang kelaparan Chanyeol menggigit bibir bawah Baekhyun. Menariknya lembut, dan sekali lagi bibir itu menembus masuk kepertahanan terdalam bibir Baekhyun. Memaksa keduanya bertarung pedang dengan sigap, lidah Chanyeol menyerang membabi buta, menusuk dan menerjang, sementara lidah Baekhyun hanya bisa bertahan dengan sesekali menyerang balik.

 

 

Lalu bibir Chanyeol menyerah, dan lari menuju kejangkungan leher Baekhyun, seperti pengembara yang menyusuri lembah yang putih dan lembut, sesekali meninggalkan jejak kemerahan. Setiap keindahan belantara dan ladang putih mulus yang terbuka dari tubuh Baekhyun telah ditelusuri tangan langsing Chanyeol.  Dan tangan itu akan masuk semakin dalam ketika pintu kamar itu terbuka, dan masuklah sosok sempurna seorang manusia.

 

 

 

^*^

 

 

 

 

Air turun berkejaran dari angkasa, menyayat pedih langit keemasan senja menjelang malam kota Seoul. Baekhyun meringkuk malas dikasurnya. Awal – awal musim semi terasa masih dingin dan menusuk tulang. Kepalanya masih sakit, matanya masih berat. Diantara sadar dan tidurnya dia mendengar suara pintu dibuka, samar – samar ada suara langkah kaki tak perlu memikir panjang Baekhyun tau kalau itu Kris. Sepupunya.

 

 

Sebuah sentuhan lembut, dingin, dan lembab menyentuh pergelangan kaki Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun bangkit dan melihat siapa yang datang. Ternyata Tao bukan Kris. Dandanannya berantakan dan wajahnya menunjukan kesedihan yang dalam. Baekhyun sekarang bingung, apa lagi yang terjadi dengan hubungan Kris dan Tao.

 

 

“Tao?!” kata Baekhyun pada akhirnya.

 

“Baekkie!” dengan mata yang sejak tadi menggenang Tao masuk dalam pelukan Baekhyun, menyampaikan semua kesedihannya, tanpa kata – kata. Tanpa kata – kata sekalipun, Baekhyun tau apa yang terjadi. Lagi – lagi Tao dan Kris bermasalah. Memang belakangan ini Tao dan Kris sering kali bertengkar tanpa sebab yang Baekhyun ketahui, tak satupun dari Tao dan Kris yang menceritakannya. Tapi  yang bisa Baekhyun tangkap, ini tentang manusia lain yang masuk dalam percintaan mereka.

 

 

Tao masih menangis meski sudah sedikit mereda, air matanya membasahi dada polos Baekhyun. Seketika rasa dingin seolah masuk kedalam dadanya. Dengan lembut Baekhyun mengelus pipi Tao, menggosok lembut rambut Tao. Nyaris mengangkat kepala Tao, dan mendekatkan kedua bibir mereka kemudian pintu kamar tiba – tiba terbuka, seseorang berdiri mematung diambang pintu.

 

 

 

 

^*^

 

 

 

Air turun berkejaran dari angkasa, menyayat pedih langit keemasan senja menjelang malam kota Seoul. Baekhyun meringkuk malas dikasurnya. Awal – awal musim semi terasa masih dingin dan menusuk tulang. Kepalanya masih sakit, matanya masih berat. Diantara sadar dan tidurnya dia mendengar suara pintu dibuka, samar – samar ada suara langkah kaki tak perlu memikir panjang Baekhyun tau kalau itu Kris. Sepupunya.

 

 

Sebuah sentuhan lembut, dingin, dan lembab menyentuh pergelangan kaki Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun bangkit dan melihat siapa yang datang. Pikirannya merasa agak aneh, seolah apa yang terjadi ini telah terjadi sebelumnya. Begitu Baekhyun melihat sosok siapa yang datang, dia terkejut. Seseorang menodongkan sebuah pistol laras panjang yang biasa dipakai untuk berburu tepat ditengah – tengah keningnya.

 

 

Wajah si penodong ditutup stoking hitam, namun samar – samar Baekhyun bisa melihat ekspresi yang dipancarkannya, matanya meanatap tajam dan mengerikan, sedang bibirnya lembut dan memamerkan kesenduan maha dalam, memancarkan keibaan bagi siapa yang mencumbunya, baik itu dengan mata sekalipun.

 

 

“Apa yang si brengsek itu punya dan aku tidak punya? Kenapa aku tidak bisa memiliki kamu?” bisik si penodong lirih, bibirnya bergetar saat mengatakannya.

 

 

Baekhyun hanya bisa diam. Dia tak mengerti apa maksud yang dikatakan si penodong, tapi entah kenapa rasanya Baekhyun tau siapa orang itu.

 

“Apa yang si brengsek itu punya dan aku tidak punya? Kenapa aku tidak bisa memiliki kamu?” sekali lagi dia berkata demikian. Seolah memaksa Baekhyun menjawab pertanyaannya.

 

 

“Mungkin…” dengan takut Baekhyun berkata “Karena kau lebih brengsek lagi”

 

“Kau yang brengsek” teriang si penodong.

 

 

Kemudian sebuah suara letusan terdengar, cukup keras hingga mengalahkan bunyi hujan diluaran sana. Dan aroma misiu menyeruak didalam kamar itu. Bercak merah yang gelap memencar kesegala bantal.

 

 

 

 

 

 

 

Tao terkapar diranjang… Tao yang terkapar diranjang tiba – tiba saja terbangun. Matanya mendadak terbuka kemudian terduduk dengan segera. Ruang sekeliling remang – remang nyaris gelap.

 

Dibalik jendela yang terselubung kain Tao masih bisa menebak kalau diluar hujan. Karena memang hanya suara hujan yang mendominasi tingkat kebisingan dikamar itu.

 

Sebuah pelukan tiba – tiba merangkulnya. “Ada apa cantik?” Tanya si pemilik tangan.

Tao tak menjawab pertanyaan itu, entah kenapa dia masih merasa ambigu tentang dimana dia sekarang.

 

“Nightmare?” Tanya si pemilik tangan lagi.

 

“Ya” jawab Tao singkat diantara kewarasannya.

 

“Aish, sudahlah tidur lagi.”

 

Si pemilik tangan, membawa Tao masuk lebih dalam kedekapannya. Merebahkan Tao tepat didadanya yang kemudian disadari Tao bahwa mereka berdua telanjang dada.

 

“Gege?” kata Tao kemudian.

 

“Ya cantik?”

 

“Ah, tidak apa- apa.” jawab Tao sembari masuk lebih dalam ke pelukan –Kris.

 

 

 

^*^

 

 

 

 

Chanyeol duduk terkantuk dikursi malas dibalkon sebuah apartement. Langit sedang mendung, paling tidak dua atau tiga jam lagi hujan. Sementara Baekhyun duduk dipangkuannya, mereka saling berhadapan.

 

 

“Tampan~” rayu Baekhyun mencolek pinggang Chanyeol.

 

“Apa cantik?”

 

“Mau hotdog~”

 

“Kan kedai hotdog ada dibawah.”

 

“Mana?” Baekhyun menadahkan tangan tanda minta uang.

 

“Di celana.”

 

“Apanya? Hotdog apa uang?” goda Baekhyun genit.

 

“Hotdog ada, uang juga ada. Kamu mau apa?”

 

“Uang saja, hotdog dicelana kamu nggak ada rotinya.”

 

 

Suara handphone Chanyeol segera saat tangan Baekhyun ada didalam saku celana Chanyeol.

“Tao.” kata Chanyeol menjawab tatapan Baekhyun.

 

Mendengar nama itu Baekhyun segera mengeluarkan tangannya dari saku celana Chanyeol. Tiba – tiba saja semangatnya akan hotdog hilang. Dia cemburu.

 

 

Selama percakapan telepon itu Baekhyun hanya diam perlahan beranjak masuk kedalam kamar, mengambil uangnya sendiri dan segera turun menuju kedai hotdog diseberang gedung apartement.

 

 

 

 

“Baekhyunie?!” panggil Chanyeol setelah mengakhiri percakapannya dengan Tao.

 

Tapi tak ada jawaban dari Baekhyun. Sosok itu telah menghilang tiba- tiba.

 

 

 

^*^

 

 

 

“Gege?” suara Tao mengkudeta keheningan yang sejak tadi berkuasa didalam mobil yang mereka naiki.

 

“Ya, cantik?” balas Kris masih focus dengan jalanan.

 

“Apa kau selingkuh?”

 

“Ha?!” mobil hampir saja keluar dari jalan.

 

“Maksudnya Tao bertanya seperti itu apa?” Tanya Kris balik setelah kembali menguasai kondisi.

 

“Aku cuma bertanya saja, soalnya mimpi buruk aku semalam ada Baekhyun…”

 

“Terus…. maksud Tao, gege selingkuh sama Baekhyun?”

 

Tao hanya mengangguk malu.

 

“Nggak mungkin, Baekhyun sepupu gege.”

 

“Tao tahu. Tapi dimimpi Tao kemarin… yang jadi pacar Baekhyun bukan gege tapi.. gege.”

 

“Maksudnya? Bukan gege tapi gege?”

 

“Iya, Tao tidak melihat sosok orang yang jadi pacar Baekhyun didalam mimpi itu tapi sepertiya Tao yakin kalau itu gege, tapi namanya bukan Kris…”

 

“Namanya saja bukan Kris..  Bagaimana Tao bisa yakin itu gege?”

 

“Entahlah.. tapi Tao yakin saja kalau itu gege.” nada suara Tao mulai terdengar aneh, seolah panik tapi takut untuk menyangkal kepanikan itu.

 

“Sudahlah jangan terlalu dipikirkan.. Itukan cuma mimpi, cantik.” tangan kiri Kris bergerak mengelus wajah Tao.

 

 

 

^*^

 

 

 

 

“Baekhyunie!? Kau dimana? Aku pulang membawa pizza!” teriak Chanyeol saat masuk apartement Baekhyun.

 

Sejak telepon dari Tao tadi Chanyeol belum bertemu dengan Baekhyun, bahkan sekarang saat urusannya dengan Tao selesai Baekhyun belum juga terlihat.

 

“Baekhyunie? Kau disana?” Chanyeol memeriksa kedapur. Nihil, senyum Baekhyun tak ada disana. “Cantik! Kamu disini?” dikamar mandipun Chanyeol tak melihat sosok Baekhyun.

 

Dengan bingung Chanyeol mengeluarkan handphonenya, berniat menelpon Baekhyun. Tiga belas kali dicoba dan tak pernah diangkat. Akhirnya Chanyeol memutuskan keluar dan mencari Baekhyun.

 

Chanyeol benar – benar khawatir kehilangan Baekhyun. Chanyeol berharap Baekhyun tak melakukan hal gila. Mobil Chanyeol berjalan lamban, dipikiran Chanyeol hanya ada satu hal…

 

 

DIMANA BAEKHYUN?

 

 

 

^*^

 

 

 

 

DISINI. Baekhyun berdiri dikeremangan cahaya lampu jalan, sejajar dengan pintu sebuah rumah. Rumah Tao. Kemudian kaki kanan Baekhyun melangkah maju, berat, dan hati – hati. Kaki itu terus melangkah sampai didepan pintu rumah. Dan bunyi bel terdengar.

 

 

“Sebentar!” jawab Tao dari dalam rumah. “Oh Baekhyun, masuk!”

 

 

“Maaf ya.. mengganggu malam – malam.” ujar Baekhyun ramah.

 

“Tidak masalah. Kenapa memangnya?” kata Tao sambil berjalan masuk.

 

“Aku cari Kris.. dia ada?”

 

“Tidak, katanya gege mau ke apartement kamu.”

 

“Iya, tadi Kris telpon mau keapartemenku… tapi tidak datang – datang. Dan dia tidak mengangkat telponku.”

 

“Oh, coba aku telpon.”

 

“Ah, nanti saja. Aku kelaparan. Boleh numpang makan, kan?”

 

“Oke, yuk kedapur.”

 

 

 

 

“Ini foto kamu sama Chanyeol waktu di Roma ya?” tanya Baekhyun mengangkat sebuah photo didekat meja telepon.

 

 

“Chanyeol? Itukan gege, Baekhyun. Kris-ge.”

 

 

“Oh iya… Maksud aku.. Kris.”

 

 

 

Tao mendelik heran, dia dengar jelas kata CHANYEOL keluar dari mulut Baekhyun. Nama yang sama dengan yang ada dalam mimpinya. Tanpa sepengetahuan Baekhyun, Tao menelpon Kris. Dia ingin tau siapa Chanyeol sebenarnya.

 

 

 

^*^

 

 

 

Chanyeol menutup handphonenya. Dia mendapat kabar dimana Baekhyun. Di rumah Tao. Kekhawatirannya makin meningkat. Dia takut kalau Baekhyun akan bertindak gila dengan kecemburuannya. Bisa jadi menghabisi Tao atau hanya menyiram Tao dengan air mendidih. Sama sekali tak bisa terbayangkan oleh Chanyeol apa jadinya kalau Baekhyun yang dia tau selalu cemburu pada Tao ada dirumah Tao.

 

 

 

^*^

 

 

 

Dirumah Tao, suasana berubah menjadi mengerikan. Semua lampu nyaris mati. Suasana rumah menjadi remang – remang. Aroma darah menguasai isi rumah. Suara isak tangis sayup – sayup terdengar. Sesosok tubuh terbaring tak berdaya, belum mati. Tapi masih sekarat. Meski sudah tak sadarkan diri lagi. Darah mengalir berlahan dari belakang kepala tubuh itu. Telah menggenang disekitar leher dan membanjiri lantai ruang makan.

 

 

 

Satu orang duduk shock disamping tubuh tadi. Memandangi tangannnya yang basah dan merah. Diluar kesadarannya tangan itu telah menghantam sebuah kepala dengan sebotol soju. Sebotol soju dengan bumbu cemburu. Kelihatannya apa yang ditakutkan Chanyeol telah terjadi.

 

 

 

^*^

 

 

 

 

Dengan ragu Kris turun dari mobilnya. Perasaannya makin kalut saat melihat rumah Tao yang gelap dan menyeramkan. Degup jantungnya makin kencang.

 

 

 

 

“Kau yakin untuk masuk?” Chanyeol tiba – tiba menghadang langkah Kris.

 

 

“Aku yakin. Kalau aku tidak masuk, hanya ada dua kemungkinan.” jawab Kris tegas.

 

“Ya, aku tahu, kalau bukan Tao ya Baekhyun.” jawab Chanyeol lemah.

 

 

 

Kris kemudian melanjutkan langkah menuju pintu rumah Tao. Tanpa memencet bel, Kris langsung membuka pintu. Tepat ketika sebuah tangan berlumur datang kearah Kris. Mendorong Kris keras, terlempar jauh kejalan dan terbentur dengan mobilnya sendiri.

 

 

 

 

 

^*^*^*^

 

 

 

 

 

Luhan tersadar dari tidurnya, dia masih dilangit yang gelap, didalam pesawat menuju New York. Dia tertidur dipangkuan Sehun. Masker oksigen terpasang dihidungnya. Sebisa mungkin dia mencoba bangun tanpa membangunkan Sehun.

 

Antara sadar dan tidak dia memperhatikan sekelilingnya. Chanyeol dan Kris duduk berdua. Dua kursi diseberang tempat dia terbaring.

 

Baekhyun dan Tao sedang asyik mengobrol dikursi dibelakang Chanyeol dan Kris. Luhan mulai kepikiran dengan mimpinya. Apa mungkin Chanyeol dan Kris ada dalam satu tubuh? Apa mungkin Kris dan Chanyeol ada dalam satu raga? Memikirkannya membuat kepala Luhan sakit lagi. Kesadarannya tiba – tiba menurun. Tepat saat sebuah tangan menangkap tubuhnya. Luhan kembali pingsan. Diiringi wajah panik Sehun.

 

 

“Luhan! Luhan?!” sayup – sayup suara Sehun yang memanggilnya, mengantarkan Luhan kembali ke alam bawah sadarnya.

 

 

 

 

^*^*^*^

 

 

Tao menutup teleponnya. Dia baru saja menghubungi Kris. Suara Kris terdengar sedikit panik, seolah Kris benar – benar mengkhawatirkan Baekhyun. Kecurigaan Kris adalah Chanyeol dalam diri Tao semakin besar.

 

 

Sedang Baekhyun hanya berdiri dihadapan belasan bingkai foto yang berisikan gambar Tao dan Kris di Roma, tempat pertama kali dua manusia itu bertemu pertama kali dua bulan yang lalu.

 

 

“Baekhyun sudah pernah ke Roma?” selidik Tao tiba – tiba.

 

 

“Belum, waktu itu cuma Kris yang pergi.”

 

 

“Oh, Baekhyun bilang tadi lapar kan?  Ayo kita makan.” Tao memimpin jalan ke dapur.

 

“Tao akan memasakkan makanan Roma yang waktu itu Tao makan bersama gege.” ujar Tao memanas – manasi Baekhyun.

 

 

 

Pembicaraan makan malam yang singkat itu dihabiskan dengan obrolan singkat tentang Kris. Dan ditemani oleh sebotol soju untuk menghangatkan malam yang dingin. Sementara Tao berusaha memanas – manasi Baekhyun. Baekhyun sendiri tetap menahan diri seolah menunggu waktu yang tepat untuk melemparkan gelas sojunya ke kepala Tao.

 

 

Baekhyun hanya berkata sekali selama pembicaraan itu. Itupun diakhir pembicaraan. Tak lama sebelum akhirnya Baekhyun melakukannya. Melakukan hal yang seharusnya dia lakukan sejak lama.

 

 

Gelas soju Baekhyun terangkat dari meja.

 

 

“Aku memang belum menghabiskan waktu di Roma bersama Kris!” kata Baekhyun membawa gelas sojunya diawang – awang.

 

“Tapi aku sudah menikmati banyak malam bersama Kris yang lain!” kemudian meneguk semua sisa soju digelasnya.

 

 

 

Baekhyun lalu bangkit dari kursinya dan berjalan meninggalkan meja makan tepat saat botol soju yang hampir habis mengantam belakang kepalanya.

 

 

 

Sekilas Baekhyun membalikkan tubuhnya, dia melihat sosok Tao yang penuh emosi dan menakutkan. Wajah yang cantik itu dikuasai rasa cemburu. Baekhyun akan mengeluarkan pisau dipinggangnya tapi dia keburu tak sadarkan diri. Apa yang dia rencanakan sebelumnya kalah cepat dengan tindakan Tao.

 

 

Tao kalut dan kaget. Dia sendiri hilang kendali, tak tahu apa yang telah dia lakukan. Dia berlari menghampiri tubuh Baekhyun.

 

 

 

“Apa yang Tao sudah lakukan? Tao sudah membunuh Baekhyun…” suara Tao terdengar frustasi, kemudian Tao berlari kalut kesemua saklar lampu, mematikan semua lumpu lalu kembali duduk disamping tubuh Baekhyun.

 

 

 

Tao tak melakukan apa – apa. Hanya duduk memeluk lututnya. Sampai suara mobil Kris terdengar diluar pekarangan. Tao menjadi paranoid terhadap sekelilingnya, dengan waspada Tao berjalan menuju pintu masuk dan menunggu siapa yang masuk.

 

 

 

Dan ketika pintu dibuka seketika itu juga Tao meloncat kearah Kris. Tapi Chanyeol yang waspada segera mengelak dan membuat Tao terjatuh. Kepenatan dan rasa phobia yang berlebihan sejak tadi membuat Tao akhirnya jatuh pingsan.

 

 

Bergegas Chanyeol meninggalkan tubuh Tao diluar dan berlari masuk mencari tubuh Baekhyun. Chanyeol berhenti diambang dapur, shock membuat tubuhnya tak bisa berbuat apa – apa. Melihat tubuh tak berdaya Baekhyun dilantai dapur membuat seluruh syarafnya lumpuh sementara.

 

 

 

Chanyeol kemudian meninggalkan dapur. Langkahnya berat dan penuh amarah, untuk Chanyeol tak ada yang bisa disalahkan untuk semua ini kecuali satu orang. Orang yang bahkan tidak dia kenal tapi telah membunuh sepupu sekaligus orang yang paling dia cintai.

 

 

Sesampainya diruang tamu, pintu rumah sudah tertutup dan Tao sudah tak ada lagi disana. Kemudian Chanyeol menuju mobil Kris. Dan tepat sekali, Tao ada didalam sana. Dikursi belakang dan sesosok manusia yang serupa dengan Chanyeol duduk dibelakang kemudi. Orang itu tentu saja Kris.

 

 

 

Tanpa menghiraukan Kris yang bertanya tentang Baekhyun. Dengan cepat Chanyeol mengambil sebuah obeng dari laci dashboard mobil. Sebuah Obeng  lancip segera menancap pada sebuah dada bagian kiri.

 

 

 

“Kau memang brengsek KRIS!!” desis Chanyeol kejam.

 

 

“A…a… ap… apa maksudmu Chan?” ujar Kris menahan sakit.

 

“Kau bertanya maksud ku? Aku bermaksud menyelesaikan semua kebrengsekkan mu!”

 

“Jadi kau sudah tahu.” kata Kris dengan senyum maha licik.

 

“Aku tidak bodoh saudara ku! Aku tau kita sama – sama mencintai Baekhyun tapi aku memenangkannya, dan KAU! Kau cemburu KRIS!! Dan kau memanfaatkan kebaikan hati anak tak berdosa seperti Tao untuk membalaskan dendam mu!”

 

 

“Kita sama brengseknya kembaranku! Apa kau tak tau betapa cintanya Tao kepada dirimu? Sejak pertemuan pertama kalian sewaktu SMP, ketika kau menyelamatkan hotdognya yang hampir tumpah? Dan sekarang dia menganggap aku adalah kau sementara kau bersenang – senang dengan Baekhyun. Ya meski sesekali… sesekali kau juga bersenang – senang dengan Tao! Kau memanfaatkan mereka berdua Chanyeol! Kau lebih brengsek dari pada aku” teriak Kris diantara sakitnya tusukan Chanyeol.

 

 

 

Chanyeol terdiam. Perlahan dia melepaskan tusukkannya dari dada Kris. Pikirannya diantara waras dan kalut. Mencerna ulang perkataan Kris, sebrengsek itu kah dirinya?

 

 

“Ge, gege?” suara Tao terdengar lemah dan shock. Dia mendengar semua yang dibahas kedua saudara kembar itu.

 

 

Chanyeol segera menolehkan kepalanya kebelakang. Sementara Kris hanya melirik dari kaca spion.

“Tao?” ucap keduanya nyaris bersamaan.

 

 

“Kalian?”

 

 

“KALIAN BERDUA SUDAH MEMPERMAINKAN KAMI!!” teriak Baekhyun yang tiba – tiba muncul dibelakang Chanyeol yang sejak tadi berdiri diluar.

 

 

 

“Baekkie?” ujar Chanyeol panik karena tangan Baekhyun sudah mencekiknya dari belakang.

 

 

“Chanyeol!” pekik Tao yang berlari keluar mobil. Dan mencoba melepaskan tangan berlumur darah Baekhyun dari leher Chanyeol.

 

 

“Kalian semua makhluk – makhluk brengsek!” desis Kris kejam, masih dibelakang kemudi sambil menahan dadanya yang sakit dengan tangan kanan. Tapi kali ini ditangan kanannya sudah terpasang sepucuk senjata api laras panjang. Mirip dengan apa yang dimimpikan Tao.

 

 

Desis dan ledakan berbunyi beriringan. Melepas satuan unit timah yang berbalut mesiu menuju kedada kiri Chanyeol. Dan sekali lagi suara pistol menguasai ruang dengar, kali ini tepat ke jantung. Di dada kanan.

 

 

“Dada kiri, dibalas dada kiri. Saudaraku…”

 

 

Menyisakan tubuh Chanyeol yang terjatuh.

 

 

“Ge..ge?” kaget Tao tak percaya.

 

 

“Ada apa cantik? Kau juga ingin menyusul orang yang kau cintai?”  kini pistol itu menuju ke Tao.

 

 

Tapi belum pelatuk ditekan, teriakan kesakitan Tao sudah membahana dan terpampang nyata disepenjuru dinginnya malam yang mendung. Obeng yang tadi berada ditangan Chanyeol sudah berpindah kedada kanan Tao. Dikeremangan malam bisa terlihat obeng itu ikut berdetak mengikuti detak jantung Tao. Kemudian Tao rubuh ditanah, bersama dengan berhentinya gerakkan obeng, menunjukkan jantung dimana obeng itu ditanam telah berhenti bergerak. Baekhyun tersenyum puas memperhatikan hasil karyanya.

 

 

“Ayo sayang kita pulang.” ajak Kris kepada Baekhyun.

 

“Ayo, tapi aku mau beli hotdog dulu, bolehkan?” kata Baekhyun sambil masuk kemobil.

 

“Hotdog? Boleh saja.”

 

 

 

 

 

^*^*^*^*^*^

 

 

Luhan berlahan membuka mata. Sekarang dia berada dikamar rawat. Entah berapa lama dia pingsan.

 

“Luhan?! Kau sudah sadar?!” suara Sehun terdengar. Kegairahan terlihat jelas dari raut wajahnya.

 

“Aku mau hotdog.” ujar Luhan tanpa dia sadari.

 

“Ha?” bingung Sehun.

 

 

“Tao, ayo beritahu SooMan ajusshi!” Luhan bisa mendengar suara Baekhyun menyuruh Tao.

 

Tak lama kemudian SooMan dan seorang dokter asing masuk.

 

“Untunglah kau sudah sadar Luhan. Aku tak mungkin bisa menunda SM Town New York lebih lama lagi kalau kau belum juga sadar.” sembur SooMan seketika itu juga.

 

“Maafkan aku SooMan ajusshi. Aku malah jadi merepotkan.” ucap Luhan sungkan.

 

 

“Tak masalah yang penting kau kembali sehat dan jangan terlalu keras berlatih sampai mengabaikan kesehatanmu sendiri.” setelah selesai dengan wejangannya SooMan segera meninggalkan ruangan dan membiarkan member EXO menjaga Luhan mereka.

 

 

 

“Luhanie!” suara Chanyeol dan Kris terdengar memanggil tak lama setelah SooMan undur diri.

 

“Kami bawa hotdog Amerika, kau mau?” tawar Chanyeol. Tapi Sehun sudah menawarkan hotdog ditangannya lebih dulu.

 

 

 

Sesaat Luhan terlihat ragu, dia masih terbayang akan mimpinya yang mengerikan dan disebabkan karena hotdog. Lalu dengan mantap Luhan menggerakkan tangannya untuk mengambil hotdog dari tangan Sehun.

 

Tapi tiba – tiba seekor kucing menyambar Hotdog ditangan Sehun.

 

 

“Hey! HEEBUM! Kembalikan Hotdog Luhan!!” teriak Sehun mencoba mengejar Heebum.

 

 

 

 

)(Tamat)(

 

 

Why can’t I have you | That bastard doesn’t love you | How much longer are you going to cry yourself silly? – That XX [G Dragon]

107 thoughts on “ONESHOOT | DREAM -3 [EXO Ver.]

  1. Annyeong~ awalnya agak bingung sih. Tapi setelahnya aku ngerti huohuo😄 jadi inituh kaya
    1. INI MIMPI LUHAN. KEH.
    2. Di mimpi luhan, kris sodara kembar sama chanyeol. Oke.
    3. Baek ngga kenal tao dan sebaliknya. Oke.
    4. Baek diincer krisyeol tapi yang dapet yeol, kris cemburu, dan manfaatin tao yang sebenernya udah lama suka sama yeol buat bales dendam. Mumpung, dia juga kan kembarannya yeol. Oke.
    5. Baek curiga sama tao dan sebaliknya. Sip.
    6. blablabla [bagian tengah cerita jelas banget soalnya ngga ada yang ambigu] akhirnya krisyeol bunuhbunuhan, tao mau nylematin chanyeol tapi ditodong juga sama kris, baek ngga trima tao gituin kris akhirnya tai dibunuh baby baek. Krisbaek bersatu.
    7. Jadi intin mimpi luhan adalah, mereka saling cemburu dan berakhir tragis. Karna hotdog-_- juga hal yang lain, dan waktu luhan sadar krisyeolhun bawain dia HOTDOG, dia inget mimpinya, dia ngga mau milih krisyeol tapi milih sehun. Dan tetep berakhir TRAGIS, karna diambil hyoobin (kucing). Gadeng canda, ngga tragis ko:D
    okefix, itu yang ada di otak saya, umur masih kisaran 12-13. Dan itulah pemahaman saya. Kamsahamnidaa~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s