ONESHOOT | TAORIS | BED TIME

PS From HYOBIN : SETELAH BACA INI FF, SAAT KALIAN MELIHAT FOTO TAO AKAN BEREFEK : GEMES AMA TAO, MAU NYULIK TAO BAWA PULANG, MAU CUBIT PIPI TAO SAKING GEMESNYA DAN PASTI AKAN SANGAT SANGAT SANGAT GEMESSSSSSSSSSSSS SE GEMEEEESSSSSSSSSSSS GEMESSSSSSSSSSSSSSSSSS NYA! INI FF BIKIN GOOD MOOD * dan buat Hyobin diusir dari kamar Mama saking ketawa sambil ngeces -__- BEWARE!

MOSHI-MOSHI!!

Yooo! Saya comeback niih~ bukan bawa FF yg lama sih tapi judul baru, hahaha! Soalnya yg Soulmate itu lagi buntu ide…maaf, maaf~

Tapi gapapa sih yaa, ini Cuma oneshoot!

Kristao lageeeee~ ini yah gara2 saya ngobrol sama si Hyobin ngomongin Kristao moloooo! Dan sekarang saya lagi seneng-senengnya sama si Tatao. Aduuh~ anak itu lucuuuu…gemes!

Oh iyaaaa! Ff ini mungkin agak ga beres yah, pokoknya disini ga ada kata2 romantis, ga ada kata puitis, yg ada Cuma kata2 ngaco, soalnya saya nulis ini ga pake mikir langsung bablasin aja, hahaha! Maaf kalo ceritanya ngawur, jelek dan sembarangan.

Semua yg ada di FF ini hanya khayalan dan ga REAL! Seratus persen tidak nyata!!

LANJOODDD~

Title: BED TIME

(Eh, meski judulnya ada kata2 ‘bed’ jangan ngarep yg ‘asik-asik’ dulu yee~)

precious_by_roxas_358-d5cbu1v

Author: Nine-tailed Fox

Cast: Upan & Tatao

Supporting Cast: Bekun-Cahyo, Lulu-Bihun (Cuma disebut doang) & Uco-BarongKai (Cuma disebut doang)

Genre: Mati lampu

Rate: Susu 1, 2, 3

Length: Sepanjang jalan kenangan

 

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = 

 

Wu Fan dan Zi Tao adalah sepasang tunangan yang menyandang status tersebut atas sebuah perjodohan keluarga. Hal itu bukanlah perkara sulit bagi keduanya, untuk masalah hati…Wufan dan Tao telah saling memiliki rasa ketertarikan sejak mereka beranjak remaja.

Satu diantara keduanya, sang pangeran rupawan bersurai pirang berkilau…Wufan, merupakan putra tunggal dalam keluarga Wu. Satu-satunya pewaris sah yang kemudian hari akan menguasai seluruh harta kekayaan keluarganya serta menduduki kursi pimpinan tertinggi dari kerajaan bisnis jaringan Draconis International Hotel.

 

Itu nanti, mungkin untuk beberapa tahun kedepan. Saat ini Wufan hanya seorang mahasiswa biasa yang harus selalu bergantung pada belas kasih kedua orang tuanya.

 

Sementara satu lagi yang berusia lebih muda, pemuda manis bersurai hitam berkilau bernama Zi Tao, merupakan bungsu dari empat bersaudara. Ketiga kakak lelakinya yaitu Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo masing-masing bernasib sama seperti dirinya…ditunangkan dengan lelaki pilihan keluarga mereka.

 

Tao berfikir…apakah masalah jodoh-menjodohkan tengah populer dikalangan para orang tua?

 

Menjadi yang termuda dalam keluarga, sudah pasti menjadi yang paling dimanja dan disayang…tak heran, dengan paras lugu dan manisnya, tatapan polos penuh rasa ingin tahu serta sifat penyayang dan ceria yang Tao miliki, siapa yang tidak langsung jatuh hati begitu melihatnya? Aura memikat selalu terpancar dari dalam diri Tao…Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo sebisa mungkin selalu memenuhi segala keinginan Tao dan membuat adik kecilnya itu merasa senang.

 

Namun, sayang seribu sayang bagi Zi Tao yang manis…seringkali ia harus melalui malam dengan sulitnya memasuki alam mimpi. Bukan berarti hal tersebut adalah sebab Tao memiliki pola sedikit kehitaman dibawah mata jernihnya, itu memang bentuk asli matanya─ hanya saja, Tao memiliki penyakit insomnia. Entah apa penyebabnya, penyakit tersebut datang begitu saja dan merusak pola tidur Tao.

 

Hal tersebut bukan hanya menimbulkan kesulitan bagi sang penderita, tapi juga bagi sang tunangan…si tampan bersurai pirang, Tuan Muda Wu.

 

Berbagai cara telah Wufan lancarkan demi hanya untuk dapat membuat Tao tertidur dimalam hari. Sampai membaca berbagai buku mengenai cara mengasuh bayi yang baik dan benar pun…sudah Wufan lakukan berkali-kali. Dan yang paling fenomenal adalah buku berjudul ‘Pola hidup dan kebiasaan Panda yang akan membuat anda terkesima’ pemberian Sehun, tunangan Luhan…pemuda labil yang berpikir bahwa Tao merupakan reinkarnasi panda dikehidupan sebelumnya. Wufan memarahi Sehun karena hal tersebut, tapi Tao malah berseru kegirangan…dunia manusia dan perhewanan mungkin sudah kacau balau.

 

Entah bagaimana dulu cara Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo untuk membuat Tao tertidur…Wufan pusing, pasalnya saat ini sebagai tunangan, sudah tentu Tao berada dibawah pengawasannya.

 

Iya, menyenangkan memang menghabiskan malam dengan bercanda dan bersendau gurau bersama sang kekasih…namun pagi harinya, Wufan harus siap sedia mengompres kedua matanya yang turut membengkak seperti Tao.

 

Ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut!!

Wufan harus melestarikan ketampanan wajahnya yang berharga!!

 

“Wufan-ge, akan Tao beri tahu apa saja yang selalu Luhan-ge, Baekhyun-ge dan Kyungsoo-ge lakukan setiap malam agar Tao tertidur.” Ucap Tao seraya menaiki ranjang dan merangkak mendekati Wufan yang tengah bersandar pada kepala ranjang sambil membaca sebuah buku.

 

“Oh ya? Apa saja itu?” Wufan nampak sedikit tertarik, ia menutup buku literature barat ditangannya dan meletakannya diatas susunan laci samping ranjang.

 

Tao mengangguk penuh semangat, kedua tangannya memeluk boneka Tiger yang selalu menyertainya disaat hendak terlelap sampai keesokan paginya. Boneka yang Wufan berikan sebagai oleh-oleh liburannya di Hongkong.

 

“Tapi Wufan-ge harus janji mau melakukannya untuk Tao.”

 

Wufan mengerenyit bingung, pasalnya ia sedikit merasakan hawa-hawa mencurigakan dibalik ucapan Tao. Yah, seperti ia tidak tahu saja bagaimana kelakuan tiga kakak laki-laki tunangannya tersebut─

 

“Hmmm~ yaaa…tentu saja…”

 

Dan setelah itu, Tao kembali memperlihatkan senyum lebarnya.

 

… … … … …

 

Cara pertama: Berikan susu hangat dan cemilan sehat yang banyak kepada Tao

 

“Ikut aku kedapur.” Wufan menggerakan telunjuknya sebagai isyarat agar Tao mengikutinya.

 

“Oke bos!” Tao pun segera melompat dari ranjang dan berlari kecil mengikuti langkah besar kaki-kaki panjang Wufan.

 

Sesampainya didapur, Tao dengan sigap segera menduduki salah satu kursi meja makan sementara Wufan menghampiri counter dan membuka lemari yang terpasang diatas counter, tempat menyimpan segala makanan instan serta peralatan makan lain seperti piring, mangkuk dan gelas. Ia meraih satu kotak besar susu full cream milik Tao dan segera dahinya mengerut bingung saat membaca tagline yang tertera pada kemasan karton tersebut ‘Sempurnakan masa keemasan balita anda dengan nutrisi yang cukup’

 

Huh?

Balita?

Siapa?

Tao?

Oh iya, pantas juga disebut seperti itu─

 

Tak ingin banyak berpikir, Wufan segera membuatkan segelas susu hangat untuk Tao yang telah sedari tadi duduk manis menantinya. Setelah segelas susu siap, lelaki bersurai pirang tersebut mengambil satu bungkus makanan ringan…dan keningnya kembali mengerut bingung seusai membaca tagline pada kemasannya ‘Biskuit sehat rasa coklat untuk perkembangan otak buah hati anda’

 

Eh?

Buah hati?

Siapa?

Tao?

Hhmm~ sebutan yang cocok.

 

Sebenarnya ia pengasuh Tao atau tunangannya Tao? Wufan seringkali bertanya-tanya dalam hati.

 

Wufan menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya membawa susu dan biscuit tersebut kehadapan Tao “Terima kasih, ge.”

 

Penyandang marga Wu hanya tersenyum simpul, menduduki kursi dihadapan Tao dan dengan tenang, mengamati tunangannya yang menggemaskan itu menikmati susu buatannya seraya menyantap satu persatu biscuit bentuk bulat rasa coklat kesukannya tersebut.

 

Tao makan dengan lahap. Seringkali ia mencelupkan terlebih dulu biskuitnya kedalam susu sebelum melahapnya, cara makan yang membuat tiap orang yang melihat meneteskan liunya…termasuk Wufan yang sedari tadi menatapnya tanpa berkedip. Eh tunggu─ itu hanya perumpamaan saja, Wufan tidak benar-benar meneteskan liurnya. Tapi─ melihat tingkah polah Tao yang seperti itu…menggemaskan seperti anak kecil, ketika ia menjilat sisa susu full cream kental yang menodai bagian atas bibirnya…Wufan mengigit pelan bibir bawahnya, mencegah liur yang mungkin saja akan menetes sebentar lagi.

 

Tao…tidak baik bagi seorang anak dibawah umur mengundang dosa dimalam hari ‘kan? Wufan berkata dalam hati.

 

“Tao sudah selesai, Tao juga sudah kenyang…” ucapnya setelah meletakan mug kosong motif anak sapi diatas meja, suara benturannya sedikit membuat Wufan tersentak.

 

Ditatapanya permukaan meja makan yang penuh dengan mug serta gelas kosong, juga beberapa bungkus bekas cemilan Tao. Tak terasa sudah sepuluh gelas susu hangat Tao habiskan, lima bungkus biscuit coklat pun, seluruh isinya kini telah berpindah kedalam perut Tao.

 

Wufan menatap lekat bocah bersurai kelam dihadapannya, menanti-nanti kapan sekiranya ia akan menguap.

 

“Tao belum mengantuk, ge…” begitulah katanya nyaris membuat Wufan terjatuh dari kursi yang didudukinya.

 

“Ta-Taooo…~” Wufan menggeram tertahan, kesal.

 

“Ah! Tao mau menonton film Ultraman yang tadi siang Jongin unduh!” ucapnya lalu segera melesat dengan semangat meninggalkan dapur menuju kamarnya.

 

Tao kembali dengan membawa satu keping CD, ia lalu memasukannya kedalam CD-Slot disisi kanan Smart TV-nya, dekat dengan speaker. Tak lama kemudian, terdengar lantunan theme song dan film pun mulai berputar. Sang pemilik surai hitam berkilau itu segera memposisikan diri didepan televisi, ia duduk manis disana beralaskan karpet motif snoopy yang lucu…ditemani boneka Tiger kesukannya.

 

“Ah! Aku lupa cemilan!” serunya kemudian segera berdiri dan melesat menuju dapur untuk mengambil beberapa bungkus biscuit lagi.

 

Dan setelah itu Tao kembali duduk manis didepan televisi…namun tak lama kemudian ia kembali berdiri dan melesat kedalam kamar.

 

“Aku mau ambil bantal!”

 

Setelah itu pun, Tao kembali pada posisinya semua didepan televisi…namun tak sampai lima menit ia kembali bangkit dan berlari menuju dapur.

 

“Tao mau minum susu lagi!”

 

Wufan tercengang mengamati tingkah polah Tao yang entah mengapa, sepertinya semakin lincah saja…berlari kesana-kemari mengitari rumah tanpa rasa lelah meski malam telah larut. Dan apa? Ia tengah menyaksikan film Ultraman saat ini? Tengah malam?

 

Sepertinya…susu dan cemilan itu, benar-benar memberikan nutrisi yang cukup untuk Tao…atau bahkan terlalu banyak.

 

Wufan menghela nafas dan menguap. Malam yang sulit─

 

Cara pertama: GAGAL

 

.

 

Cara kedua: Bacakan sebuah buku cerita untuk Tao

 

“Jack dan kacang tanah?”

 

“Ehm~ jangan yang itu.”

 

“Alice in Wonderland?”

 

“Tao tidak suka, ceritanya aneh~”

 

“Bagaimana kalau…Sleeping Beauty?”

 

“Iya, ge! Itu saja!”

 

Wufan mengangguk paham kemudian menarik buku tipis dengan hardcover penuh warna bergambarkan seorang gadis cantik berambut pirang dalam mata terpejam, ia lalu melangkah menjauhi rak buku dan naik ke atas ranjang.

 

“Berbaringlah…” Wufan bersandar pada kepala ranjang lalu meluruskan kedua kakinya, menepuk-nepuk pahanya yang tertutupi celana piyama warna hitam, isyarat agar Tao meletakan kepalanya disana. Tao menurut dan berbaring dipangkuan sang tunangan, mendekap erat boneka Tiger sambil sesekali memainkan ekornya yang panjang.

 

Dengan satu tangan yang memegang buku cerita sementara tangan yang lain sibuk mengusap dan memainkan helaian surai hitam Tao, Wufan mulai bercerita…mengenai seorang putri yang dikutuk untuk tidur selamanya dan hanya akan terbangun jika datang seorang pangeran tampan yang mengecup bibirnya.

 

Jemari panjang Wufan tak pernah berhenti menari diantara helaian rambut Tao, ia tahu jika Tao senang diperlakukan seperti itu karena rasanya sangat nyaman dan menyenangkan…dan semoga saja, hal tersebut dapat membuatnya segera mengantuk.

 

“…akhirnya sang pangeran dan sang putri hidup bahagia selamanya…” Wufan mengakhiri ceritanya seraya menutup buku ditangannya, ia meletakan buku tersebut sembarang diatas ranjang, kemudian sedikit mencondongkan kepala mengintip apakah Tao sudah terlelap atau belum.

 

Dan ternyata…

 

“Ge, bagaimana caranya para peri membuat putri tertidur?”

 

Yah, dia belum tertidur…jelas-jelas belum tertidur dan sama sekali tak ada tanda-tanda Tao merasa mengantuk.

 

“Err─ ya…itu…ehm~ karena mereka memiliki kekuatan sihir, Tao.”

 

Tao mendengung paham kemudian menggerakan tubuhnya hingga wajahnya berhadapan dengan perut Wufan, namun ia segera mengarahkan pandangannya agar tertuju pada wajah sang tunangan yang berada dalam posisi lebih tinggi darinya.

 

“Tapi kenapa peri jahat mengutuknya dengan cara tetidur lama?”

 

“…ka-karena…~”

 

“Kalau putri tertidur sampai ratusan tahun dan bertemu pangeran, bukankah berarti usia mereka terpaut jauh?”

 

“…y-ya begitulah…”

 

“Mengapa sang putri tidak bertambah tua, ge?”

 

“…i-itu…”

 

“Bagaimana mungkin sang putri dan pangeran langsung menikah padahal mereka baru saja bertemu?”

 

“…”

 

“Mengapa putri harus tertusuk jarum dulu, ge?”

 

“…”

 

“Mengapa peri jahat itu tidak langsung membunuhnya saja?”

 

“…”

 

Dan sepanjang malam itu kepala Wufan berdenyut-denyut tak karuan menghadapi segala pertanyaan Tao yang dilemparkan padanya secara bertubi-tubi. Mengapa begini? Mengapa begitu? Mengapa seperti ini? Mengapa seperti itu? Mengapa bla, bla, bla─

 

Cara kedua: Jelas sekali, GAGAL

 

.

 

Cara ketiga: Menarikan lagu ‘Tarian Peter Panda’ untuk Tao

 

“Luhan-ge, selalu melakukannya untuk Tao hampir setiap malam…”

 

“Apa aku harus melakukannya juga?”

 

“Gege ‘kan sudah berjanji pada Tao…tapi tidak apa-apa kalau tidak mau, aku bisa bergadang sepuasnya nonton Ultraman kalau begitu! Yeaahh!”

 

“Bodoh. Jangan lupakan sekolahmu!”

 

Tao hanya tertawa kecil ketika tubuhnya limbung sebab sang tunangan menoyor pelan kepalanya, untungnya saat ini mereka berdua tengah duduk diatas ranjang, karena itu Tao bebas menjatuhkan tubuhnya kapan pun.

 

“Sudah cepat sana lakukan, ge…” ucap Tao masih dengan posisi berbaring.

 

Wufan mencubit gemas sebelah pipi tunangannya tersebut sambil berdecak “Dasar kau ini, awas kalau tidak berhasil lagi…”

 

Satu yang lebih muda mengangguk penuh semangat, ia sejenak menyingkap beberapa helai poni legamnya yang panjang mengusik mata, lalu mendudukan diri…menatap sang gege yang tengah melangkah sedikit menjauhi ranjang dengan wajah bersungut-sungut. Posisi keduanya saling berhadapan…hanya saja Wufan berdiri sedikit menjauh dari Tao yang masih duduk diatas ranjang. Lelaki rupawan bersurai keemasan tersebut menarik nafas dalam seraya menatap pemuda manis berpiyama motif bebek didepannya. Tao tersenyum penuh antusiasme.

 

“Aku mulai sekarang…” kata Wufan yang langsung diangguki oleh Tao.

 

Dan mulailah Wufan menggerakan tubuhnya, sesuai lirik lagu yang biasanya dilakukan oleh Luhan sebagai pengantar tidur untuk adik bungsunya. Sungguh─ kelakuan keluarga ini…~

 

Ketika kau merasa rendah
lebih rendah dari lantai
Dan kau merasa tak punya kesempatan lagi
(BOM, BOM, BOM)
Jangan bergerak
Sampai kau berada dalam alur
Dan lakukanlah tarian Peter Panda
Melompat tiga kali seperti kangguru
Melangkah kesamping seperti kepiting
Tiga langkah kedepan
Satu langkah kebelakang
cepat seperti kura-kura yang berbaring dipunggungmu

Berguling seperti batang kayu sampai kau tak dapat berguling lagi
Kemudian, segera berdiri seperti tidak ada lantai dibawah kakimu
Tahan nafasmu

Lalu lompatlah ke kanan
Dan itulah…
Kubilang itulah…
Itulah Tarian Peter Panda!

 

Begitulah lagu ‘Peter Panda’ yang selalu Luhan nyanyikan untuk Tao…lengkap dengan tarian yang sesuai dengan liriknya. Namun kali ini Wufan lah yang melakukannya, tak dapat dibayangkan bagaimana sang pangeran tampan itu menjatuhkan harga dirinya hanya demi untuk membuat tunangan lucu ─dan menyebalkan─ nya dapat tertidur pulas.

 

“Bagaimana? Sudah ‘kan? Nah, sekarang cepat tidur, aku tidak mau mendengar alasan lagi…” ucap Wufan cepat dengan wajah padam menahan malu.

 

“Huh! Tidak mau!” tolak Tao mentah-mentah sambil memalingkan wajah dan mendengus kesal.

 

“Yak! Kau ini! Kenapa lagi, hah?!”

 

“Wufan-ge sama sekali tidak lucu. Padahal ketika Luhan-ge yang menari, dia terlihat sangat lucu dan menggemaskan saat melompat-lompat. Tao sama sekali tidak mengantuk, aku mau lihat film Ultraman saja…” ucapnya dengan sangat tidak peduli bagaimana pengorbanan harga diri sang tunangan dalam menyanyikan lagu konyol tersebut. Ia melenggang pergi begitu saja meninggalkan kamar menuju ruang TV.

 

Wufan hanya terpelongo melihat polah tunangannya tersebut. Ingin marah tapi tidak bisa, bagaimana ya…habis Tao itu menggemaskan sekali, memarahi Tao hanya akan membuatnya merasa sangat berdosa dan dihantui rasa bersalah. Oke, oke itu memang berlebihan…tapi begitulah cinta, deritanya tiada akhir─

 

Akhirnya yang dapat ia lakukan untuk melampiaskan rasa kesal hanyalah mengacak surai pirang dikepalanya sampai tak jelas lagi bagaimana modelnya.

 

“Yak, Tao! Kembali kekamar! Kau harus tidur sekarang juga!”

 

Cara ketiga: GAGAL bersamaan dengan runtuhnya harga diri Wufan.

 

.

 

Cara keempat: Nyanyikan lagu nina bobo untuk Tao.

 

“Aku tahu, suara Wufan-ge memang tidak sebagus Kyungsoo-ge…tapi tidak apa kalau gege memaksa, walaupun hasilnya nanti jelek yang penting gege sudah berusaha…”

 

“Heh~ jangan meledek sebelum aku melakukan apapun!” Wufan sekali lagi mencubit gemas sebelah pipi halus Tao.

 

“Auh! Sakit, ge! Kau terlalu keras kali ini!”

 

“Rasakan.” Ucap Wufan setelah melepaskan tangannya dari pipi Tao. Pemuda manis itu hanya mengelus pipinya yang memerah dengan wajah bersungut-sungut.

 

“Aku balas!”

 

Tao mengarahkan kedua tangannya untuk mencubit kedua pipi Wufan tak kalah keras seraya tertawa riang, lelaki bersurai pirang itu hanya mengaduh sakit dengan suaranya yang menggema diseluruh penjuru kamar.

 

“Nah, sekarang bernyanyilah ge…” ucap Tao setelah menjatuhkan kepalanya diatas bantal, Wufan segera menyelimuti dengan selimut motif papan catur yang hangat dan lembut favoritenya.

 

Wufan mengangguk paham dan berdehem pelan “Aku mulai…”

 

Lalu sang lelaki bersurai pirang itu pun, mulai bernyanyi sambil bertepuk tangan.

 

Barney adalah dinosaurus dari imajinasi kita
Dan ketika ia berubah jadi lebih tinggi
Kita menyebutnya sebagai kejutan dinosaurus
Teman Barney ada yang kecil dan besar
Mereka datang dari berbagai tempat

Seusai sekolah, mereka bertemu untuk bermain
Dan bernyanyi dengan wajah riang
Barney menunjukan berbagai hal pada kita
Seperti bagaimana caranya bermain dan berhitung
ABC’s, dan 123’s
Dan bagaimana caranya berteman
Barney datang untuk bermain bersama kita
Kapan pun kita membutuhkannya
Barney bisa menjadi temanmu juga

Tapi hanya jika kau mempercayainya!

 

Selesailah sudah lagu tema acara Barney and Friends yang hampir tiap pagi Tao saksikan ketika Wufan mengajaknya liburan ke Kanada. Kini lagu tersebut lebih sering menjadi lagu pengantar tidur untuk Tao…biasanya Kyungsoo yang menyanyikan sesaat sebelum waktunya tidur, tapi kini…siapa lagi kalau bukan Wufan yang ─untungnya─ hingga saat ini masih tahan banting menyandang status sebagai tunangan Zi Tao.

 

Cinta…deritanya sungguh tiada akhir bukan?

 

“Bagaimana? Please, katakan kalau kau sudah mengantuk Tao sayang…” keluh Wufan penuh harap.

 

Namun Tao tak mengatakan apapun, ia tak menanggapi perkataan Wufan yang begitu memelas terhadapnya. Pemuda manis bersurai hitam legam itu meninggalkan posisi tidurnya untuk menepuk pelan sebelah pundak sang tunangan.

 

“Ge, nyanyianmu sudah bagus…” ujar Tao penuh wibawa layaknya seorang komentator dalam acara pencarian bakat, lalu ia melanjutkan “Tapi akan lebih bagus kalau kau tidak usah menyanyi saja, ge…HAHA!”

 

Setelah berkata begitu, Tao pun segera melesat meninggalkan kamar…tanpa memedulikan kondisi Wufan yang semakin merana.

 

Cara keempat: GAGAL dan merana

 

.

 

Cara kelima: Panggil Baekhyun untuk menemani Tao

 

Wufan menatap lekat Tao yang kini sedang bermain game menggunakan Nintendo Wii miliknya, didepan televisi memainkan permainan badminton. Kedua lensa mata Wufan bergerak kesana-kemari mengikuti gerakan tubuh sang tunangan…sesekali pemuda manis itu bersorak ketika berhasil mendapatkan poin, atau berseru kesal saat pukulannya gagal. Lihatlah betapa enerjiknya Tao, benar-benar seorang anak yang hyperactive…tak sedikit pun nampak lelah, justru sebaliknya, semakin malam Tao terlihat semakin bersemangat.

 

Otaknya berputar, Wufan harus memikirkan cara agar Tao tertidur…

 

Apa sekiranya yang dapat membuat Tao merasa nyaman? Tarian Luhan? Nyanyian Kyungsoo? Atau…sesuatu yang biasa Baekhyun lakukan?

 

Baekhyun?

 

Kedua alis Wufan terangkat, sepertinya ia menemukan suatu pencerahan…

 

“Tao!” seru Wufan yang membuat Tao berhenti sejenak untuk menatapnya.

 

“Ya, ge?”

 

“Aku akan menelpon Baekhyun dan memintanya datang kemari.”

 

Detik itu juga Tao langsung melupakan permainannya dan bersorak gembira.

 

 

 

 

 

“Tao~”

 

“Baekhyun-ge~”

 

Keduanya berpelukan erat, melepas rindu tanpa memedulikan tatapan menusuk dari pasangan masing-masing, Wufan dan Chanyeol yang kini berdiri diambang pintu kamar.

 

“Tao, mengapa kau belum tidur?” tanya Baekhyun seraya naik ketempat tidur bersama Tao.

“Iya ge, aku sama sekali belum mengantuk…insomnia-ku kumat~” nada bicara Tao terdengar lembut dan manja, berbeda sekali ketika berbicara dengan Wufan yang sejak tadi menjadi korban kenakalannya.

 

“Benarkah? Kalau begitu, karena sekarang aku sudah datang…kau bisa memelukku sampai kau tertidur. Bukankah Tao sangat senang memelukku?”

 

Tao mengangguk seraya tersenyum manis “Iya, Baekhyun-ge…aku sangat suka memelukmu sebelum tidur.”

 

Kini keduanya telah berbaring dalam posisi berpelukkan. Posisi Baekhyun sedikit lebih tinggi ketimbang Tao, membuat dagu lancipnya bersentuhan dengan puncak kepala pemuda manis bersurai hitam legam tersebut. Sementara itu tangan kiri Tao melingkar dipinggang Baekhyun, sedangkan tangan lainnya masih setia memeluk erat boneka Tiger kesayangannya.

 

Hawa sekitar terasa panas bagi Wufan dan Chanyeol.

 

“Baekhyun-ge…singkirkan selimutnya, Tao merasa sedikit gerah…” keluh Tao yang segera dituruti oleh kakaknya tersebut.

 

“Tao sudah minum susu?” tanya Baekhyun seraya menepuk pelan punggung Tao.

 

“Sudah, ge.”

 

“Sudah sikat gigi?” kali ini Tao menjawabnya dengan hanya mengangguk pelan.

 

Sepasang mata jernih Tao mulai nampak sayu, nafasnya pun berangsur-angsur nampak pelan dan teratur. Baekhyun sesekali mengangkat kepalanya agar dapat mengintip apakah Tao telah terlelap atau belum, sebelah tangannya tak pernah berhenti menepuk punggung Tao, sesekali mengusap helaian surai hitam Tao, menyingkirkan poni rambutnya serta menghapus bintik peluh yang bermunculan dikening adik bungsungnya tersebut.

 

“Ge…”

 

“Hm?”

 

“Tolong usap perutku~”

 

“Baiklah…”

 

Sesuai permintaan sang adik, Baekhyun segera menyusupkan tangannya kedalam piyama Tao…hingga kulit telapak tangannya bersentuhan langsung dengan kulit perut sang adik yang datar dan halus. Perlahan ia mengusapnya, mengumpulkan kehangatan yang dapat membuat Tao merasa nyaman. Baekhyun memang sering melakukannya, Tao berkata bila ia sangat senang memeluknya sebelum tertidur. Apalagi jika Baekhyun mengusap perutnya seperti sekarang ini…membuat Tao segera ingin terlelap dan memasuki alam mimpi.

 

Keduanya sungguh intim. Tubuh Baekhyun dan Tao begitu melekat seolah mereka adalah sepasang magnet berlawanan kutub, Tao tanpa sadar merapatkan tubuhnya pada tubuh sang kakak, membenamkan wajahnya didada Baekhyun sambil sesekali menggosok pipinya sendiri disana…sementara Baekhyun dengan sengaja memeluk tubuh sang adik semakin erat.

 

“Ternyata seperti ini rasanya diselingkuhi oleh kekasih sendiri…” ucap Wufan merana.

 

“Hei, kau tahu tidak kalau mereka sudah melakukan dua dosa! Mereka melakukan hubungan terlarang sebagai saudara kandung dan juga berselingkuh secara terang-terangan! Itu dosa! Do-sa!” ujar Chanyeol dengan hati yang membara.

 

Anggap saja jika Chanyeol serta Wufan adalah dua pohon kelapa tidak penting yang tak Baekhyun dan Tao anggap sama sekali.

 

“Baekhyun-ge…geli~” ucap Tao dengan mata terpejam dan suara yang parau, mungkin karena ia hampir terlelap sepenuhnya.

 

“Ouh~ maaf Tao. Kau ingin aku berhenti?”

 

“Jangan ge, teruskan…tapi lebih lembut…”

 

Bagaikan kilat menyambar-nyambar. Ucapan kedua kakak-adik tersebut seolah memberikan suatu kejutan tak biasa dalam pikiran Wufan dan Chanyeol. Keduanya terbelalak memandang Baekhyun dan Tao diatas ranjang…bagaimana tangan Baekhyun bergerak pelan diatas perut Tao, bagaimana lekatnya tubuh mereka…dan bagaimana ketika Baekhyun sesekali mengecup puncak kepala Tao.

 

Pikiran buruk. Pikiran mesum. Pikiran kotor. Pikiran negative. Nafsu membunuh. Nafsu ‘memakan’…pergilah jauh-jauh! Pergilah jauh-jauh! Wufan dan Chanyeol ribut dalam pikiran masing-masing.

 

“HENTIKAN SEMUA INI!!” teriak kedua lelaki bertubuh tinggi itu secara bersamaan.

 

Dan iblis pun Berjaya.

 

Teriakan Wufan dan Chanyeol menggema keseluruh penjuru rumah, membuat Tao yang nyaris saja terlelap tersentak kaget dan mau tak mau membuka kembali kedua matanya lebar-lebar.

 

“Yak! Kalian berdua membuat Tao kaget!” seru Baekhyun marah.

 

Namun Chanyeol tak mengindahkannya, lelaki bertubuh tinggi itu memeluk tubuhnya dari belakang lalu menariknya menjauhi Tao. Wufan pun melakukan hal yang sama.

 

“Aku tidak tahan lagi! Melihat kalian berdua membuatku kesal! Kita pulang, Baekhyun!”

 

“Apa?! Tidak mau! Aku masih ingin bersama Tao─ Park Chanyeol turunkan aku!”

 

Setelah itu, dengan mata berkaca-kaca Tao menatap kepergian Baekhyun yang saat itu dibawa oleh Chanyeol dengan kedua tangannya seperti sepasang pengantin baru.

 

“Baekhyun-ge~”

 

Cara kelima: sengaja diGAGALkan

 

.

 

Cara keenam: Wufan dipeluk oleh Tao

 

“Gege! Jadi kuda!!”

 

“Apa?! Tidak mau!”

 

“Karena gege aku jadi tidak bisa tidur lagi! Padahal saat bersama Baekhyun-ge, Tao hampir saja terlelap! Kenapa saat itu gege dan Chanyeol-ge sangat ribut?! Kenapa gege membiarkan Baekhyun-ge pulang! Sekarang bagaimana Tao tidur?! Pokoknya gege tidak boleh menolak permintaan Tao!”

 

Wufan membisu sejuta kata. Ia benar-benar mati gaya dihadapan Tao. Ehm─ ya memang apa yang Tao ucapkan itu benar…seandainya tadi ia mampu menahan diri dan mencegah Chanyeol membawa Baekhyun pulang, sudah pasti saat ini ia dan Tao sudah tidur nyenyak diatas ranjang sambil berpelukan erat.

 

Siapa yang salah disini?

Tentu saja Chanyeol! Kenapa dia membawa pulang Baekhyun seenaknya begitu saja?! Tapi…karena disini tidak ada Chanyeol, jadi siapa yang akan menjadi sasaran amukan Tao?

 

Wufan menghela nafas singkat lalu memposisikan tubuhnya merangkak dilantai.

 

“Baiklah, baiklah…cepat naik, tapi sebentar saja, ok?”

 

“Horeeee!”

 

Dengan begitu Tao segera melompat turun dari ranjang dan menaiki tubuh Wufan, kini mereka seperti seorang anak yang bermain koboi dengan ayahnya.

 

“Ayo jalan kuda!” seru Tao semangat.

 

Sebelum merangkak dengan kedua kaki dan tangannya, Wufan kembali menghela nafas…meski tubuh Tao terlihat cukup besar dan berisi, namun berat badannya tak seperti yang terlihat, untuk ukuran kekuatan Wufan, tubuh Tao cukup ringan. Wufan bahkan sanggup menggendong Tao dipunggung ketika kakinya terkilir sepulang mereka belanja, itu selama sekitar tiga puluh lima menit berjalan kaki dengan membawa beberapa kantung belanja.

 

“Gege! Ayo lari!”

 

“Mana bisa! Aku bukan kuda sungguhan, Tao!”

 

Terdengar gelak tawa Tao yang cukup nyaring, suaranya begitu lucu membuat Wufan teersenyum simpul. Dibesarkan dengan penuh kasih dan tumbuh bersama orang-orang yang menyayanginya, membuat Tao memiliki kepribadian yang ceria dan berfikiran positif. Tao memang sangat akrab dengan ketiga kakaknya, namun tak dapat dipungkiri memang Baekhyun lah saudara yang paling dekat dengannya.

 

Wufan berfikir, apakah ia dapat menggantikan posisi Baekhyun dihati Tao? Maksudnya, menjadi tempat Tao berkeluh kesah, menjadi tempat Tao bergantung, menjadi orang nomor satu yang selalu mencurahkan kasih sayang dan perhatian pada Tao.

 

Tao bahkan sangat senang memeluk Baekhyun sebelum tidur, padahal kalau dipikir-pikir…Tao jarang sekali memeluk dirinya, kecuali kalau ia yang memeluk duluan.

 

Bagaimana seandainya, dialah yang Tao peluk sebelum tidur? Mungkinkah akan berhasil membuat Tao terlelap?

 

Satu ide cemerlang terlintas dikepala bersurai pirang tersebut, segera ia berhenti dan berdiri untuk kemudian mengangkat tubuh Tao disalah satu bahu kokohnya.

 

“Mau kemana, kuda? Kita belum selesai main…”

 

“Sudah saatnya kau tidur, Tao sayang~”

 

Dan pintu kamar pun tertutup.

 

“Bagaimana, Tao?”

 

“Bagaimana apanya, gege?”

 

“Bagaimana rasanya memeluk tubuhku? Apa kau sudah mengantuk? Rasanya tidak kalah nyaman bukan seperti ketika kau memeluk Baekhyun?” ucap Wufan percaya diri, ini ide yang benar-benar brilian. Lelaki bersurai pirang itu tersenyum puas, memangnya hanya Baekhyun saja yang dapat membuat Tao merasa nyaman? Demikianlah Wufan berkata dalam hati.

 

Saat ini posisi keduanya memang tengah berbaring seraya berbagi pelukan diatas ranjang, sama persis dengan posisi ketika Tao bersama Baekhyun tadi. Wufan melakukan persis seperti yang Baekhyun lakukan, mengusap puncak kepala Tao, menepuk-nepuk punggungnya, memeluk pinggangnya dengan erat…kecuali, mengusap perut Tao─ untuk yang satu itu Wufan khawatir ia akan lepas kendali.

 

“Tao?” tanya Wufan lagi.

 

Sang pemilik nama terdiam sesaat, lalu berkata “Tidak enak…”

 

“Ap─”

 

“Tubuh Wufan-ge jauh lebih besar daripada tubuh Baekhyun-ge, selain itu tubuh gege juga sangat keras…berbeda dengan tubuh Baekhyun-ge yang lembut dan nyaman…kalau memelukmu, aku merasa seperti sedang memeluk beruang, ge…”

 

Setelah mendengar perkataan Tao…Wufan menepuk keningnya berkali-kali sampai tercetak jelas tapak telapak tangannya yang berwarna merah disana. Ide yang bagus, belum tentu akan selalu berhasil.

 

“Aku bisa gila…~”

 

Cara keenam: GAGAL dengan bonus tato merah bentuk telapak tangan dikening.

 

.

 

Cara ketujuh: Wufan memeluk Tao

 

“Tao, kau sudah lelah bukan? Bagaimana kalau tidur sekarang?”

 

“Tao memang lelah, ge…tapi tetap saja tidak bisa tidur…”

 

“Kau ini…sebenarnya sungguhan tidak bisa tidur atau hanya ingin mengerjaiku saja, huh?”

 

Ucapan Wufan membuat Tao yang awalnya dalam posisi terlentang, segera menghadapnya…menatapnya tajam dengan kening berkerut.

 

“Gege! Tao memang nakal, tapi Tao tidak pernah diajari untuk melakukan perbuatan yang merugikan orang lain!” ungkapnya dengan nada penuh kekesalan dan setelah itu, dengan cepat berbalik membelakangi sang tunangan.

 

Wufan membuang nafas, jujur ia merasa lelah…sebenarnya mungkin saja ia bisa mengabaikan Tao dan segera terlelap untuk melepas lelah serta memulihkan tenaga. Namun, yang benar saja─ bagaimana mungkin ia tega melakukan hal sekejam itu kepada Tao? Sungguh, ia hanya ingin membuat Tao merasa nyaman dan senang berada didekatnya.

 

“Maafkan gege, Tao…gege sama sekali tidak bermaksud menuduhmu mengerjaiku…” ucap Wufan sehalus mungkin, namun sang pemilik nama yang disebut tetap tak bergeming dan mengabaikannya “Tao…?”

 

Wufan menepuk pelan pundak Tao…namun tetap saja pemuda bersurai hitam itu hanya diam tak mengindahkannya. Tak biasanya mengambek semudah ini─ Wufan sedikit mengangkat tubuhnya, bertumpu pada sebelah tangan dan sedikit mencondongkan kepala agar lebih mudah mengintip keadaan Tao yang berbaring membelakanginya.

 

“Yak! Tao, mengapa kau menghisap ibu jari-mu seperti itu?! Siapa yang mengajarimu?!” seru Wufan seraya melepas tangan Tao dari mulutnya.

 

“Sehun yang mengajariku…” jawab Tao tanpa dosa.

 

Oh ya─ bukan hal yang baru jika Sehun tertangkap mengajari hal aneh-aneh kepada Tao. Sehun lah yang meracuni Tao dengan film Ultraman, mengajari Tao menahan nafas lama-lama dalam air, mengajari Tao memakan bola daging seukuran bola pingpong tiga butir sekaligus…selain itu, Sehun juga mengajari Tao berenang gaya beruang kutub.

 

“Tao, itu kebiasaan buruk…sebaiknya jangan dilakukan, oke…?” Wufan sekali lagi menjauhkan tangan Tao yang entah sejak kapan telah menghisap lagi ibu jarinya.

 

“Aku mengerti, ge…” meski berkata begitu, tapi Tao kembali menghisap ibu jarinya.

 

Melihat kondisi Tao yang nampaknya mulai tenang, mungkin kini pemuda manis itu telah merasa cukup lelah. Wajar saja mengingat banyaknya hal yang ia lakukan hingga melewati jam tidurnya sejauh itu, tenaganya pasti sudah terkuras habis…hanya saja, meski mengantuk namun insomnia membuatnya sulit memasuki alam mimpi.

 

Wufan memeluk Tao dari belakang, melingkarkan kedua lengan panjangnya pada pinggang Tao yang ramping. Ia merasa sedikit menyesal…seharusnya ia mampu membuat Tao merasa nyaman berada didekatnya. Lagi-lagi Wufan merasa kalah telak dari Baekhyun…

 

“Tao…”

 

“Ya, ge?”

 

“Diantara aku dan Chanyeol…siapa yang paling kau sukai?” Wufan menjauhkan tangan Tao dari mulutnya.

 

“Wufan-ge…” jawab Tao yang membuat Wufan tersenyum tipis. Huh~ tentu saja Chanyeol bukanlah tandingannya.

 

“Kalau antara aku dan Luhan…siapa yang paling kau sukai?”

 

“Ehm─ Wufan-gege…”

 

Luhan, kau sudah memiliki Sehun bukan? Mulai sekarang serahkan dan ikhlaskan Tao sepenuhnya padaku─ Wufan berseru dalam hati.

 

“Kyungsoo dan aku…siapa yang paling kau sukai?”

 

“Tao bingung, tapi…Wufan-gege.” Sekali lagi Wufan bersorak dalam hati.

 

“Kalau antara aku dan Baekhyun…siapa yang paling kau sukai?” untuk pertanyaan ini, Wufan sedikit merasa was-was.

 

“Ehm~ ngg─ uumm~ Wufan…Wufan-gege yang paling Tao sukai.” Jawab Tao lagi yang membuat Wufan tanpa sadar menyanyikan lagu We are the champion dalam hatinya.

 

Sejujurnya, bukan tanpa alasan Wufan menanyakan semua itu pada Tao…ia teringat akan kebiasaan Baekhyun yang selalu mengajak Tao bicara ketika hendak tidur, hal tersebut membuat Tao cepat merasa lelah hingga akhirnya tertidur─ semoga saja…meski ada juga sedikit niatan untuk bermain-main.

 

“Kalau…antara aku dan panda…Tao lebih suka yang mana?” akhirnya ia mengajukan pertanyaan klimaks.

 

“Panda, tentu saja. Didunia ini Tao paa~ling suka panda…”

 

Ternyata selama ini saingan sesungguhnya adalah Panda dan bukan Baekhyun? Seandainya hewan hitam-putih itu tidak dilindungi…Wufan pasti telah memburu mereka semua sampai punah!

 

Wufan menghela nafas, ia merasa miris dan merana…sedihnya─

 

“Mengapa Tao sangat menyukai panda?” tanya Wufan seraya mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Tao.

 

“Karena…” ucap Tao singkat dan selanjutnya ia membisu, terdiam beberapa saat.

 

“Karena…?”

 

“Karena…karena pada itu besar, hangat dan lucu…seperti Wufan…-gege.” Lanjut Tao kali ini dengan membalikan tubuhnya menghadap sang tunangan.

 

Kedua mata jernihnya terpejam, Wufan sedikit tertegun melihat hal tersebut…selain itu hembusan nafas Tao terdengar teratur dan begitu perlahan. Tao telah terlelap. Tak butuh waktu lama bagi seulas senyum untuk hadir menghiasi paras rupawan sang pemilik surai pirang…

 

“Kau menyukai panda karena hewan gemuk itu mirip denganku…?” ucap Wufan lalu menjauhkan tangan Tao yang entah sejak kapan telah kembali menghisap ibu jarinya.

 

Setidaknya, mungkin ia telah berhasil menemukan cara agar Tao dapat tertidur tanpa harus ia menari, bernyanyi atau memanggil Baekhyun…

 

Wufan pun menarik selimut hingga sebatas pundak Tao dan turut memejamkan seraya memeluk tubuh sang tunangan dengan cukup erat.

 

“Selamat tidur, Tao…”

 

Cara ketujuh: SUKSES

 

… … … … …

 

Tao baru saja selesai menggosok gigi, salah satu kewajiban yang harus ia lakukan sebelum tidur atas nasihat Luhan-gege nya. Ia meletakan kembali pasta gigi jeruk kesukaannya kedalam gelas lalu meraih handuk untuk mengeringkan mulutnya yang basah.

 

Sebelum meninggalkan kamar mandi, Tao berhenti untuk memandangi coretan yang terdapat pada dinding ditepian pintu. Beberapa waktu lalu, ia dan Wufan iseng mengukur tinggi tubuh masing-masing disana dan memberikan sedikit coretan sebagai penanda. Wufan menggunakan spidol biru sementara Tao menggunakan spidol hitam…coretan Wufan berada beberapa senti diatas coretan miliknya, itu artinya tubuh Wufan beberapa senti lebih tinggi dari tubuhnya.

 

Wajah Tao berubah masam…kenapa Wufan selalu lebih segala-galanya dibandingkan dirinya?

 

“Hei, Tao…sudah selesai sikat gigi? Kemarilah…” ucap Wufan yang melihat Tao memasuki kamar. Pemuda manis berpiyama bentuk hamtaro itu pun melangkah mendekat dan menaiki ranjang dimana Wufan telah berbaring lebih dulu.

 

“Gege, Tao mau lihat tangan gege…”

 

Wufan sedikit bingung, namun tanpa bertanya apa-apa itu pun menunjukan satu tangannya pada Tao…pemuda bersurai kelam tersebut segera menempelkan tangannya sendiri disana, hingga kini telapak tangan mereka saling melekat satu sama lain.

 

“Heeeehhh~ Lihat, tangan Wufan-ge lebih besar dan lebar, jari-jarimu juga lebih panjang dari milikku…” ujar Tao dengan matanya yang menatap lekat tangan mereka, terlihat jelas perbedaan disana, tangan kecil Tao pasti dapat dengan mudahnya tenggelam dalam kepalan tangan Wufan.

 

“Tentu saja, karena gege lebih tua darimu…”

 

“Benarkah? Tapi Sehun lebih tinggi dari Luhan-ge padahal dia lebih muda, Kai juga lebih tinggi dari Kyungsoo-ge…Chanyeol-ge? Tidak usah ditanya…kenapa hanya aku yang tidak bisa lebih tinggi dari gege?”

 

Oh tidak! Kebiasaan buruk Tao yang selalu ingin tahu akan muncul sebentar lagi…kalau sudah begini pasti akan menghabiskan waktu lama.

 

“Sudahlah, cepat tidur sebelum insomnia-mu kumat…” Wufan buru-buru menarik tubuh Tao berbaring disampingnya, menyelimutinya lalu memeluknya dengan erat.

 

“Tapi, ge…bagaimana caranya agar tubuhku setinggi gege?” Tao masih saja mengoceh.

 

Wufan menahan nafas, ia mulai berfikir bersamaan dengan hembusan nafasnya…memikirkan cara jitu untuk membuat Tao terdiam dan tenang.

 

“Tao…apa kau tahu mengapa Chanyeol bisa memiliki tubuh setinggi itu? Bahkan tingginya sama sekali tidak wajar…” Wufan bicara dengan mengabaikan kenyataan akan tinggi tubuhnya sendiri.

 

“Kenapa ge?”

 

“Itu karena dia banyak sekali tertidur, masa pertumbuhan terjadi ketika kita tertidur…nah, kalau kau ingin bertambah tinggi…kau tidak boleh tidur terlalu larut, paham?”

 

“Benarkah?” tanya Tao tanpa dosa yang segera diangguki Wufan dengan semangat “Baiklah, kalau begitu ayo kita tidur sekarang, ge…”

 

Wufan bersorak penuh kemenangan dalam hati ketika kedua mata Tao terpejam, ia pun segera turut memejamkan mata…tak lupa memeluk tubuh Tao karena hal tersebut dapat membuatnya segera terlelap.

 

“Selamat tidur, Tao…”

 

~OWARIMASHITA~

 

UDAAAAAHHHHH!!!!

Sori kalo aneh, sori kalo pada ga puaaaasss~ ini memang FF abal yg bikinnya juga tanpa mikir panjaaangg!

Maaaaaff!

Komen seikhlasnya, tidak dipungut bayaran! ARIGATOU GOZAIMASU!!

 

*Lagu ‘Peter Panda’ ini terdapat dalam film ‘THE PACIFIER’ nah kalau lagu ‘Barney and Friends’ dari film anak2 dengan judul yang sama, tapi keduanya saya terjemahkan kedalam bahasa indonesia. 

152 thoughts on “ONESHOOT | TAORIS | BED TIME

  1. Cute banget cerita ini
    Ga terasa taunya udah abis saking enjoy banget bacanya
    Tao imuuuttttt wufan sabarrrrrr lucuuuuu banget sih uuuuu :3
    Salut buat author keren banget ceritanya

  2. Baca ini udah kaya pengen bawa pulang tao sumpeh -_-v
    Gemesin amat kaya anak balita, mana kris nya sabar banget duh sabar ya chagi /plak

  3. YA AMPLOK!! TAO!! KAMU NGEGEMESIN BINGIT SIH?!! Pengen aku culik trus aku giling saking gemesnya!

    Aduh Kris-ge, sabar ya… Tao si Panda emang kayak gitu *sok tau

    Aku ngakak pas “adegan panas” Tao sama Baekhyun itu. bener” kocak! gak kebayang gimana cemburunya Kris sama Chanyeol! hahaha… >,<

  4. Baby Taooooooooo……
    Neomu kyeopta!!! >.<
    Ceritanya sukses bikin aku pengen culik Tao sekarang juga! wkwkwk…

    Oh ya, aku Rosa reader baru. salam kenal hehe…

  5. kau imut banget sih Tao! minta dibungkus and dikirim ke kamarku ya…
    Gilee Kris tahan banting banget, mana sabar lagi//
    Keren keren keren!

  6. sumpah baca ff ini udah ketiga kalinya dan baru komen..
    gemes sama panda unyu tao.. dan satu kata buat yifan sabar ..sabar..dan sabar wkwkwkw

  7. ahaha..,
    ini lucu bnget ff’nya,
    asli,
    ah, aku suka bnget,
    kasian Wufan,
    dasar Tao, ngerjain orang aja..,
    tapi akhirnya bisa tidur jga..,
    aku ikutan cape ngliat usaha Wufan gagal mulu,
    hehe..,

  8. Untuk kedua kalinya baca ff ini dan waaaw I’m still impressed!
    Idenya keren banget, sederhana, tapi bisa dibikin jadi cerita yg unik + cute banget! Jago nih wkwk
    Taonya juga astagaaa manis banget! Dan Kris itu boyfriend idaman banget deh, sabar banget ngadepin Tao huahahahaa
    sooo great thor!
    Keep writing (;

  9. Hahahaha…
    Tao kalau insomnia sifat evilnya keluar.
    Wah, minum 10 susu + 5 biskuit manis, gak enek tuh?
    Kenapa Ultraman?
    Lebih baik Conan🙂 #hehehehe.

    Selamat buat Kris yg berhasil.!

    Salam kenal. New Reader coming~

    Keep Writing nde^^

  10. Uri Taozi imut banget.. Gemessssssssssssssssssssssssssss.. Rasanya mau ngurung dia dikamar bersama boneka panda super besar.. #digampar Kris..

  11. bener tuh kata wufan , harus melestarikan ketampanan wajah . setujuuu

    duh jadi pengen gue makan tu si tao , imut banget😀 AAAAAAAaaaaAAAAAaaaaa

  12. Astaga… ngakak guling2 baca ini ff… lucu2.. ap gi pas baektao pelukan krisyeol langsung murka…. hahahaha~ astaga sehuuunnn, aneh2 aj AJARAN mu ke Tao… serius rasanya mau nyubit Tao, Gemes bngt…😄 .. Ksihan Krisnya… tpi lucuuuu…. buat ff KrisTao lgi ya Chingu atau low enggak Official couple yg lain jga… Fighting…!!!

  13. Ah…. Tao lucu amat…..
    Tapi kasian kris semua cara yg tau omongin semua gagal…. Tapi cara lima membuat chanyeol dan kris sakit hati (cemburu…..)

    Ah…… Tapi lucu aku ngebayangin tao kaya gitu pasti lucu banget….

  14. mau bungkus tao trus di taro dirumah aja >///<
    imut banget…
    kasian naga itu tpi biarlah… suka ngeliat kris menderita #plakk

  15. Hahaha…Kasian Kris….
    daebak thor… sampe ketawa sendiri !
    malah sampai dijedotin ke tembok gara2 ganggu dia lagi ngerjain tugas
    pokoknya keren… KE to the REN ! KERENN !
    ikutan ngantuk…

  16. Astagaa tataooo ♥♥♥♥ lucuuuuu kyeoptaaaaaaa ngegemesin gregettttt
    kayak namdongsaeng akuuu suka insomnia suka ultramen #curhatceritanya kekekeke
    Tp sungguh demi apapun ini rame banget.. alurnya juga pas
    ngedeskripsiinnya juga passsss pake BeGeTe #ngegigitguling

  17. Sumveh !
    Ini si Tao jadi kek anak Teka ‘,’ unyu,gemesin,kiyut,,mirip Somen deh/? Gue paling suka yang pas Bag.Kris nyanyi We Are The Champion :v tapi gue ngebayangin yang nyanyi tuh Sesar/? bukan Kris😄 *jahatbangetgue :v

  18. EKHEMM! THORRR!! BUNGKUS HUANG ZI TAO SATU YA!!! ANTERIN KE RUMAH DI DALEM KAMARRR #plakk Aaaahhh EMES BENER GUE THOR! EMESSSSS SE EMESSS EMESSSSNYAAAA! BABYY TAO KUUU IMUTNYAAAAAAAA~!! WUPAN GE CENYOL PA CIAN benerrr *tabok pundak* pok pok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s