[FREELANCE : Shevretno] My All Is In You

From Hyobin : Annyeong. Seiring dengan FF ini dipost. Aku mau bilang kalau Freelance udah buka.. Tapi terbatas hanya UNTUK 3 FF terpilih. Jika berminat, hubungi Hyobin lewat BBM dan Email. Maaf aku jarang buka Twitter sekarang karena kesibukan kuliah. *Jika ada yang mahasiswa pasti ngerti sibuknya kalau udah semester lanjut *plak* rempongnya praktikum T__T* Aku baru siap ujian, jadi baru bisa buat FF. Jika ada yang kecewa atas lambatnya kami melanjutkan FF, kami minta maaf. Tapi tolong jangan mendesak😦

Terima kasih. 

Spesial from uri FREELANCE author Shevretno-sshi. 

ENJOY~ 

  

My All Is In You

 Capture

  Author : Shevretno

Main Pair : KaiBaek

Support Pair : ChanBaek – ChanLu

Genre : Romance

Length : One Shoot

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Kai a.k.a Kim Jongin
  • Park Chanyeol
  • Luhan
  • Do Kyungsoo
  • dll.

 

Happy Reading ^^

 

Namja bertubuh mungil nan cantik itu tersengal-sengal mengumpulkan kembali persediaan udara yang menipis diparu-parunya. Tubuhnya basah dan bergetar. Bahkan kaki mulusnyapun terlihat polos tanpa alas. Perlahan-lahan ia semakin dalam menelusuri ruang besar didalam hotel megah itu. Sesekali ia merasakan kakinya sulit melangkah namun ia berusaha untuk berjalan dan ia tidak ingin ambil pusing soal itu. Tak cukup 2 kali  ia menabrak orang-orang yang sedang asik bersenda gurau, beramah tamah dan sebagainya. Sisa air hujan yang jatuh dari surai  coklatnya itu mendarat di mata indahnya hingga menyebabkan keburaman sesaat.

 

PRANKKK

 

“Ahh..joesonghaeyo.. Jeongmal” namja cantik itu membungkukkan tubuhnya lemah, pertanda meminta maaf karena baru saja ia menabrak pelayan itu sehingga gelas yang sedang di bawa pelayan itu jatuh dan menyebabkan potongan-potongan kristal bertebaran di lantai. Suara riuh itu kontan saja menyita perhatian orang atau tepatnya para tamu yang berada di dalam ruangan itu dan semua mata tertuju kepada namja cantik itu.

 

“Baekhyun..” Suara namja berperawakan tampan dan tinggi itu terdengar samar namun masih bisa terdengar oleh namja disebelahnya yang sama mungilnya dengan namja yang bernama baekhyun itu.

 

“Yeollie..” Gumam namja bernama baekhyun itu lirih.

Perlahan Baekhyun mendekati Chanyeol yang mematung memandangi dirinya. Masih terlihat tubuh Baekhyun bergetar akibat hawa dingin yang menyeruak di tubuhnya akibat hujan.

 

 “Apa maksud semua ini Yeollie?” Baekhyun meraih tangan Chanyeol dan menggenggam tangan Chanyeol erat.

 

“Maaf Baekhyun.. Aku_”

 

“Apa kau tidak merindukanku, eum?” Potong Baekhyun seraya meletakkan tangan Chanyeol menuju pipinya yang sudah pasti terasa dingin ditangan Chanyeol.

 

“Baekhyun.. Dengarkan aku_”

Chanyeol berusaha melepaskan tangannya, namun tertahan karena genggaman Baekhyun terlalu kuat. Baekhyun tidak membiarkan tangan Chanyeol lepas.

 

“Kau yang harus dengarkan aku Yeollie.. Kau kemana saja, eum? Kenapa kau menghilang? Aku terus menghubungimu, tapi tak pernah bisa..” Baekhyun menghujani pertanyaan kepada Chanyeol dengan suara lembutnya. Tidak peduli puluhan pasang mata mentapnya heran. Sedangkan Chanyeol hanya menatap Baekhyun datar.

 

“Kenapa kau diam saja? jawab aku Yeollie. Kau merindukan aku juga bu_” Chanyeol tiba-tiba menahan tubuh Baekhyun yang ingin memeluknya.

 

“Yeollie…” Baekhyun menatap Chanyeol tidak percaya. Chanyeol, kekasihnya baru saja menolak pelukannya.

“Hentikan Baekhyun, cukup!” Chanyeol berucap, suaranya tidak tinggi namun terlihat ketegasan dalam pengucapannya.

 

“Wae Yeollie? Ada apa?” Bukannya Baekhyun tidak tau apa-apa, dia telah mendengar kabar bahwa Chanyeol telah berbuat sesuatu yang melukai hatinya. Tapi karena kepercayaan Baekhyun terlalu besar dan ia yakin bahwa Chanyeol begitu mencintainya, ia hiraukan kabar yang menurutnya tidak benar itu.

 

“Cukup sampai disini saja, kita akhiri semuanya, hubungan… Kita.”

 

DEG

 

Baekhyun tersentak namun ia tidak mau percaya begitu saja.

“Kau bercanda Yeollie, aku tidak suka candaamu.” Baekhyun berusaha tersenyum sambil memainkan kerah tuxedo hitam yang di kenakan Chanyeol.

 

“Lihat mataku.. Apa aku terlihat sedang becanda, eoh?” Seru Chanyeol dingin, tangannya menggenggam tagan Baekhyun yang tiba-tiba berhenti memainkan kerah tuxedo-nya lalu menghempasnya ke bawah.

 

“Tidak! Kau bohong kan, Yeollie? Aku mencintaimu dan kau mencintaiku.” Pertahan Baekhyun runtuh, bulir-bulir air matanya telah membasahi pipi mulusnya itu.

 

“Ya.. Tapi itu dulu, Baekhyun.” Chanyeol mempertahankan sikap dinginnya.

 

“Baekie… Panggil aku Baekie, Yeollie. Mana panggilan sayangmu padaku.” Baekhyun mengguncang-guncangkan lengan Chanyeol.

 

“Mulai sekarang tidak ada lagi panggilan itu dan ku pikir sebaiknya kau juga sama, lupakan panggilan itu untukku.” Air mata semakin deras mengaliri pipi Baekhyun.

 

“Kenapa aku harus melakukan itu? Kau sudah tidak menyayangiku? Mencintaiku? Kenapa Yeollie? Jelaskan padaku.” Baekhyun sedikit histeris, tidak bisa menerima apa yang di katakan Chanyeol.

 

“Yah.. Kau sudah menjawabnya bukan. Aku tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi padamu.. Dan aku..  telah.. memiliki dia sekarang.”

Chanyeol menarik pinggang namja di sampingnya agar merapat pada tubuhnya. Dirangkul mesra pinggang namja itu hingga membuat Baekhyun tak percaya pada apa yang ia lihat dihadapannya saat ini.

 

“Yeollie.. Katakan ini semua tidak benar!” Suara itu terdengar begitu pilu dari mulut Baekhyun. Tubuhnya menegang.

 

“Apa yang kau lihat ini smeua benar, Baekhyun.. Apa yang kau dengar dari orang-orang diluar sana itu semua benar. Aku akan bertunangan dengannya. Aku minta kau dapat menerima semua ini.” suara isakkan pun dapat terdengar oleh orang-orang disekitarnya.

 

“Apa yang tak kau sukai dariku, Yeollie? Katakan? Aku tau aku manja, aku sadar aku kekanak-kanakan. Tapi kau yang lebih tau kenapa aku bersikap seperti itu. Kalau kau mau, aku akan merubahnya, Yeollie. Katakan mana yang kau tidak suka, eum?” Baekhyun terus menghujani Chanyeol pertanyaan. Hanya untuk mempertahankan kekasihnya itu.

 

“Tidak.. Kau tidak perlu merubah apapun Baekhyun. Aku hanya ingin mengakhiri semuanya.” Terlihat keseriusan pada untaian kata yang dikeluarkan chanyeol.

 

“Apa yang namja ini lakukan sehingga kau berbuat seperti ini padaku, Yeollie? 3 bulan kau menghilang, lalu kau muncul untuk bertunangan dengannya?” Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan penuh dengan luka. Lalu ia alihkan pandangannya kepada namja yang sedang di rangkul Chanyeol.

 

“Kau.. Apa yang kau lakukan pada Yeolliku, eoh? Jawab aku.” Baekhyun mencengkeram kerah jas namja yang tengah di rangkul Chanyeol. Air mata terus ia keluarkan dari pelupuk matanya.

 

“Baekhyun.. Lepaskan Luhan.” Pinta Chanyeol memegang tangan Baekhyun yang mencengkeram kerah jas luhan. Namun genggaman Baekhyun begitu kuat.

 

“Jadi namamu Luhan, eoh?Apa yang kau lakukan pada Yeolliku, Luhan?!” Baekhyun terus mengguncang-guncang ringan tubuh Luhan.

 

“Baekhyun.. Hentikan!.” Bentak Chanyeol, namun tidak dihiraukan Baekhyun yang ingin tau kebenaran dari semua ini.

 

“Tidak! Aku ingin tau apa yang dia lakukan hingga kau seperti ini, Yeollie.” Tolak Baekhyun. Namja yang bernama Luhan hanya berlaku diam. Ia tau bahwa akan terjadi hal seperti ini. Baekhyun terus mencengkeram dan mengguncang tubuh Luhan.

 

“Byun Baekhyun! Hentikan!! Kau menyakitinya!!”

 

“AAKHH…”

Rintih Baekhyun. Bagaimana tidak, Chanyeol mengehentakkan tangan Baekhyun keras hingga tangan Baekhyun tidak lagi mencengkeram Luhan dan membuat Baekhyun jatuh tersungkur yang menyebabkan beberapa bagian tubuh Baekhyun tertancap potongan-potongan kristal yang tadi belum sempat dibersihkan.

 

“Hyung…” Namja berkulit tan tiba-tiba datang dengan nafas tersengal-sengal. Diikuti satu namja lagi yang mengikutinya di belakang.   Namja berkulit tan itu menghampiri Baekhyun yang masih tersungkur. Berniat membantu Baekhyun untuk berdiri. Sedangkan Chanyeol dan Luhan hanya menatap tiga namja di hadapan mereka. Tadinya Chanyeol sempat ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan namja yang baru datang itu, tapi namja itu lebih cepat darinya.

 

“Kai..” Ucap Chanyeol dan Luhan samar. Kelima namja ini kini telah menjadi pusat perhatian para tamu di ruangan itu.

 

GREP

 

“Ayo! bangun hyung..” Ucap Kai. Namun tidak di respon oleh Baekhyun. Menatapnya pun tidak. Ia masih tetap seperti itu di tempatnya. Kepalanya tertunduk dengan tubuhnya yang tidak henti-hentinya bergetar. Lalu perlahan ia dongkakan kepalanya dan menatap Chanyeol. Siapapun yang melihat tatapan itu pasti langsung sadar ada luka yang begitu dalam tertanam disana.

 

“Park Chanyeol… Sudah berapa lama hubungan yang kita jalani, eum?” Suara Baekhyun terdengar lirih, pelan, namun masih bisa terdengar oleh orang-orang di sekitarnya.

 

“Kau tega melakukan ini padaku untuk orang yang baru kau kenal tiga bulan.. eum?” Baekhyun berdecak dan sedikit tertawa. Bila ada tawa terluka, itu lah laku Baekhyun sekarang. Baekhyun beranjak dari duduknya, dibantu oleh Kai yang sedari tadi tidak melepaskan genggamannya pada kedua bahu Baekhyun. Baekhyun melangkah mendekati Chanyeol yang tangan kirinya dirangkul oleh luhan. Baekhyun berjalan sedikit tertatih.

 

“Dan tadi kau bilang apa? Aku menyakitinya? Luhanmu..?” Baekhyun mengangkat tangannya bermaksud ingin menyentuh wajah luhan, yah.. Hanya menyentuh wajahnya.

 

GREPP

 

“Apa yang akan kau lakukan, Baekhyun?” Chanyeol dengan sigap memegang pergelangan tangan Baekhyun sebelum menyentuh wajah luhan.

 

“Akhh.. S  sakit.. Chan.. Yeol” Baekhyun meringis. Sementara Luhan berusaha menyembunyikan wajahnya di balik bahu Chanyeol.

 

“Chanyeol hyung.. Lepaskan tanganmu.” Kai lantas menggenggam tangan Chanyeol dan menghempaskannya. Sementara terlihat rembesan darah keluar dari tangan kanan Baekhyun. Chanyeol sedikit terhenyak melihat tangan Baekhyun.

 

“Sebenarnya siapa yang menyakiti siapa, eum?” Tatapan luka itu masih tertaut kepada Chanyeol.

 

“Bahkan tidak hanya menyakitiku, kau juga.. Melukai_” Baekhyun mengangkat kedua tangannya dan mencabut kristal yang menancap di tangan kanannya.

 

“_diriku, Chanyeol” kali ini Baekhyun mencabut kristal yang menancap di bawah siku lengan kirinya. Baekhyun menggigit bibir bawahnya, menandakan rasa perih tertinggal setelah kristal itu terlepas dari lengannya..

 

“Maaf Baekhyun.. Aku tidak bermaksud melukaimu.” Nada menyesal keluar dari mulut Chanyeol.

 

“Maaf? Untuk luka yang mana? Yang kau goreskan di hatiku atau yang kau ukir ditubuhku, eum?” Chanyeol hanya terperangah mendengar kata-kata Baekhyun. Ekspresi wajahnya sukar dibaca.

 

“Semuanya.. Baek.. hyun.” Ucap chanyeol.

 

“Jadi kau sudah benar-benar melepas_, ah tidak.. Membuangku, Park Chanyeol?” Baekhyun menambah lukanya sendiri dengan menggelitik Chanyeol lewat pertanyaan-pertanyaan yang di hujaninya.

 

“Maaf, Baekhyun.. Aku sudah bersama Luhanie sekarang.”

 

“Ck.. Luhanie. Itu kah panggilan sayangmu kepadanya? Tidak ada lagi Baekki, Baekki sudah tergantikan oleh Luhanie.” Baekhyun menyunggingkan senyum lukanya.

 

“Begitu mudahnyakah kau melupakan semuanya? Sudah hampir 2 tahun, Park chanyeol. Bahkan mungkin seluruh dunia menertawaiku, aku di buang demi orang yang baru 3 bulan dikenal oleh kekasihku.” Baekhyun terus tertawa, tawa luka itu lagi. Entah apa yang membuat ia terus seperti itu. Ia hanya pasrah pada keadaan yang telah mempermalukannya.

 

“Hyung, sudah.. Kita pulang.. Obati lukamu. Ingat kesehatanmu, hyung.” Kai berusaha membawa pulang sahabatnya yang usianya lebih tua 2 tahun darinya itu.

 

“Maaf Baekhyun.. Hanya saja.. Aku merasa ada sesuatu yang tidak ada dalam dirimu, ada pada diri Luhan.” Demi apapun luka Baekhyun bertambah besar setelah Chanyeol mangatakan itu. Chanyeol berkata terus terang didepan Baekhyun, tidak.. Di depan semua orang. Air mata kembali menumpuk di pelupuk mata Baekhyun. Tinggal menunggu runtuhnya saja.

 

“Chanyeol hyung cukup! Kau semakin menyakitinya.” Kai meninggikan suaranya.

 

“Biarkan Kai, biarkan Chanyeol mengatakan apa yang ingin ia katakan.” Perintah Baekhyun tanpa menatap Kai. Pandangannya tidak pernah lepas dari Chanyeol. Bibirnya  sudah memucat. Jangan lupakan bahwa tubuhnya masih basah akibat hujan yang mengguyur tubuhnya.

 

“Satu hal lagi. Luhan.. Dia anak teman ayahku. Aku mengenalnya sejak 3 tahun lalu, kami teman jauh karna dia tinggal di China. Setelah 3 bulan dekat dengannya, aku rasa aku menyukainya. Maaf, aku hendak memberi tahumu setelah prosesi tunangan ini selesai. Tapi_”

 

“Cukup hyung!!” Potong Kai.

 

“Begitukah.. Itu semua yang ingin kau katakan padaku, eum?” Lirih Baekhyun. Ia berjalan mendekat ke arah Chanyeol.

 

“Maaf kan aku, Baekhyun..” Ucap Chanyeol sambil mempererat rengkuhan tangannya di pinggang luhan. Kini jarak Baekhyun dan Chanyeol hanya tersisa dua jengkal saja.

 

“Kau.. jahat Park Chanyeol.” Baekhyun menangis tanpa suara di hadapan Chanyeol. Chanyeol mengepalkan tangannya kuat-kuat.

 

“Kau mengingkari janjimu Park Chanyeol, kau mengkhianatiku.. Hiks..hiks.. Untuk apa kau menutup lukaku 2 tahun lalu kalau pada akhirnya kau membukanya kembali, eoh? Hiks.. Hiks.. Bahkan.. Kau.. membuatnya semakin membesar. Kau.. ingat Kris? Sehun? Sekarang kau bahkan tak ubahnya seperti mereka. Tidak.. Kau lebih kejam Park Chanyeol.. Hiks.. Hiks.. Dan kau ingat janjiku saat itu? Jika suatu saat kau menghkianatiku, aku tidak akan memaafkanmu, tidak akan melihat ke arahmu lagi. Ck.. Bahkan saat itu kau mendekapku erat, memastikan kau tidak akan melakukan hal itu.” Chanyeol teringat pada masa itu dan kini dapat ia rasakan ngilu pada setiap persendiannya. Baekhyun menghapus jejak-jejak air mata dipipinya.

 

“Aku sudah berjanji pada diriku sendiri, dan mulai hari ini aku tidak akan menampakkan diriku lagi dihadapanmu  Park.. Chanyeol..” Baekhyun mengatakan itu semua sambil memejamkan matanya. Dan bulir air mata itu kembali jatuh.

 

“Kita berakhir Park Chanyeol.. Selamat.. Tinggal..” Baekhyun hendak membalikan badannya, tiba-tiba..

 

GREP

 

Chanyeol menahan tangan kanan Baekhyun. Baekhyun terhenti. Ia berpikir, apa Chanyeol akan menahannya dan memintanya untuk tetap tinggal disisinya.

 

“Apa yang akan kau perbuat Baekhyun? jangan butakan hatimu.” Ternyata Baekhyun salah. Chanyeol tidak menahannya.

 

“Ck.. Kau kira aku akan bunuh diri setelah di buang olehmu, eoh?” Baekhyun menghempaskan tangan Chanyeol.

 

“Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku, Baekhyun.”

 

“Memang.. Tapi aku tidak pantas untuk di miliki mereka. Yah.. Aku baru sadar, aku tidak pantas. Dimiliki olehmu sekalipun aku tidak pantas.” Kali ini nada bicara Baekhyun terlihat sangat menyedihkan.

 

“Hyung..” Tegur Kai dengan raut wajah memohon.

 

“Apa maksudmu, Baekhyun?” Tanya Chanyeol bingung.

 

“Sudahlah.. Lagi pula semuanya sudah berakhir.”

Ia hendak berbalik, namun lagi-lagi tertunda. Wajahnya yang tegang mulai melunak. Terlihat wajah dan bibirnya yang pucat pasi. Tenaganya sudah pasti terkuras dengan kejadian ini. Apalagi lukanya yang belum diobati masih mengeluarkan cairan merahnya, walaupun tidak sebanyak tadi. Baekhyun melirik Luhan sejenak yang sedang tertunduk. Ia melangkahkan kakinya lemah menghampiri Luhan.

 

“Luhan.. Itukah namamu?” Tanya Baekhyun berusaha tegar.

 

“Ne.. Baek..hyun” jawab Luhan takut-takut.

 

“Kenapa? Apa sikapku tadi membuatmu takut, eum?” Baekhyun berbicara dengan sangat-sangat lembut. Luhan tidak menjawab.

 

“Luhan.. Aku, bolehkah aku memelukmu sebentar? Sekali saja..” Luhan terkejut mendengar permintaan Baekhyun yang juga mengejutkan.

 

“Bolehkah?” Tanya Baekhyun lagi dan Luhan mengangguk pelan tanda menyetujuinya.

Baekhyun tertatih mendekati luhan dan..

 

GREP

 

Baekhyun berhasil memeluk Luhan. Ia dekap Luhan erat dan hangat.

 

“Luhan.. Maaf jika tadi aku telah menyakitimu. Kau pasti mengira aku gila, iya kan?” Baekhyun mengatakannya sambil tertawa kecil.

 

“Baekhyun aku_”

 

“Ssstt.. Kau tidak perlu berkata apa-apa. Maaf telah membuat kau terlibat dalam masalah ini. Aku tau sebenarnya kau tidak mengetahui apa-apa bukan?” Chanyeol menatap miris pemandangan yang ada dihadapannya. Tubuhnya kaku tidak tau harus berbuat apa. Hanya bisa memandangi namja yang ia cintai. Tapi.. Tunggu dulu.. Dia sendiri masih sanksi, namja yang mana yang ia cintai.

Sementara Kai menatap pedih Baekhyun, hyungnya, sahabatnya, namja yang ia cintai sudah sejak lama. ‘Bahkan kau meminta maaf dan memeluk namja yang telah merampas kebahagiaanmu itu, hyung’ rutuk Kai dalam hatinya.

 

“Maafkan aku.. Ne…” Baekhyun mengusap sebentar punggung Luhan, lalu ia melepasnya. Terlihat bekas jejak-jekak air mata di pipinya. Kai hanya bisa memejamkan matanya.

 

“Kau.. Sempurna Luhan.” Puji Baekhyun dengan senyumnya sambil menggenggam tangan Luhan singkat, dan ia pun hendak berbalik beranjak pergi meninggalkan tempat itu tanpa menatap Chanyeol lagi. Tubuhnya dipapah oleh Kai.

 

“Luhan ge, urusanmu belum selesai denganku.” Gumam Kai yang hendak beranjak bersama Baekhyun. Baekhyun yang menyadari perkataan Kai sontak berhenti.

 

“Luhan ge? Maksudmu Kai?” Tanya Baekhyun bingung menatap Kai.

 

“Oh tuhan.. Pakaianmu Kai.” Baekhyun baru menyadari pakaian Kai yang begitu rapi dengan tuxedo yang dikenakannya.

 

“Hyung.. Aku bisa jelaskan.” Jelas Kai.

 

“Kau bahkan sudah mengetahuinya, Kai. Kau menyembunyikannya dariku. Kau.. Sama saja.” Umpat Baekhyun sambil berusaha melepaskan tangan Kai dari kedua bahunya.

 

“Hyung.. Aku tidak bermak_”

 

“Lepaskan aku, Kai.” Baekhyun kembali mengeluarkan air matanya. Ia berhasil melepaskan tubuhnya dan meninggalkan  Kai. 

 

“AKHH..”

Baekhyun terjatuh.. Kakinya menginjak potongan kristal yang masih tersiasa dilantai. Terlihat darah kembali merembes, kali ini dari telapak kakinya.

 

“Hyung.. Gwaenchana?” Tanya Kai menghampirinya khawatir.

 

“Sakit.. Kai..” Keluh Baekhyun.

 

“Ne, hyung.. Kita obati lukamu.” Kai mendekap kedua bahu Baekhyun, hendak membangunkannya.

 

“Semuanya.. sakit, kai.” Tubuh Baekhyun terlihat lemah, lalu ia terkulai tak sadarkan diri. Tenaganya benar-benar terkuras hari ini.

 

“Hyung… Aishh..” Rutuk kai.

 

“Baekhyun..” Chanyeol dan Luhan mendekat ingin tahu keadaan Baekhyun.

 

“Cukup! Berhenti, hyung. Ini bukan urusanmu lagi. Lanjutkan saja acara kalian yang tertunda itu.” Ucap Kai dingin. Lalu mengangkat tubuh mungil Baekhyun yang terkulai lemah itu. ‘Oh tuhan.. Mana mungkin tubuh namja seringan ini.’ Gumam Kai dalam hati. Lalu ia beranjak pergi dari ruangan itu. Menghiraukan tatapan dan bisikkan semua orang yang ada disitu.

 

“Kai.. Mau kemana? Aku ikut.” Ujar namja yang sedari tadi mengikuti Kai.

 

“Kumohon, Kyungsoo. Berhenti mengikutiku. Aku harus membawa Baekhyun hyung.”

 

“Tapi, Kai… Ck!!” Kyungsoo menghentakkan kakinya melihat Kai pergi berlalu saja meninggalkan dirinya.

 

-@-

 

Di dalam ruangan yang cukup luas untuk ukuran sebuah kamar, seorang namja tampan berkulit tan tengah telaten merawat namja mungil yang terkulai lemah. Ia tidak pernah beranjak dari tempat tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, tapi matanya terus terjaga mengawasi namja bernama Baekhyun itu. Kompresnya tidak pernah putus untuk menurunkan demam Baekhyun. Sedikit saja handuk kuning kecil itu mengering, buru-buru ia membasahinya lagi.

 

Tok.. Tok.. Tok

 

Seorang wanita setengah baya masuk ke dalam kamar milik Kai.

 

“Tuan muda.. Anda tidak tidur? Biar saya yang gantikan menjaga tuan Baekhyun.” Pinta wanita setengah baya itu.

 

“Tidak usah, ahjuma.. Biar aku saja. Sebaiknya ahjuma istirahat. Terima kasih sudah membantuku tadi.” Tolak Kai sopan.

 

“Ne.. Saya permisi.”

 

“Mmmm..” Gumam Kai yang pandangannya kembali ditujukan pada Baekhyun.

‘Mana ada tangan namja semungil ini.. Halus, lentik, bahkan tubuhmu terlalu ringan,hyung.’ Gumam Kai dalam hati sambil mengelap jemari Baekhyun dengan handuk satunya. Tangan Baekhyun ia basuh pelan-pelan mengingat banyak luka yang tertinggal akibat peristiwa tadi. Pelan-pelan ia angkat tangan Baekhyun yang satunya untuk dibasuhnya juga.

 

“Eungghh..” Rintih Baekhyun tiba-tiba.

 

“M..maaf, hyung.. Sakitkah?” Kai mendekatkan tubuhnya ke arah Baekhyun.

 

“Dingin…” Gumam Baekhyun yang matanya masih terpejam.

Kai menaikan selimut itu sebatas dada untuk menutupi tubuh Baekhyun. Ia tinggikan sedikit lagi volume pengangat ruangan. ‘Padahal ini sudah sangat hangat, hyung.’ Bisik Kai dalam hatinya. Bahkan Kai hanya mengenakan  kaos singlet hitam saat itu karena menurutnya udara di ruangannya sudah cukup hangat. Kai betul-betul memahami keadaan Baekhyun yang tidak tahan dingin, ditambah kondisinya yang sedang demam.

Waktu sudah menunjukan pukul 4 pagi. Namun kali ini Kai terus mengerejapkan matanya yang sudah berat untuk tetap terjaga.

 

“Eeunggh..”Rintih Baekhyun gelisah. Kai buru-buru mengecek keadaan Baekhyun. Kali ini terlihat surai coklat milik Baekhyun yang sedikit basah karena peluh menghiasi dahi hingga ke leher mulus milik Baekhyun. Kai tersenyum lega karna ini pertanda bahwa keadaan Baekhyun sudah membaik. Disingkirkannya handuk kuning itu dari dahi Baekhyun ke dalam wadah dan di turunkannya kembali volume penghangat itu. Ia posisikan tubuhnya duduk di lantai beralaskan permadani merah marun dan menyandarkan kepalanya ke sisi kanan tempat tidurnya yang digunakan Baekhyun untuk berbaring. Matanya sudah tidak sanggup lagi menahan kantuk. Kai memejamkan matanya damai sambil tangannya menggengam tangan kanan mungil milik baekhyun.

 

-@-

 

Baekhyun mengerejapkan matanya. Pandangannya menelusuri ruangan yang sesaat begitu asing untuknya. Setelah beberapa saat barulah ia sadar bahwa ia sedang berada di kamar milik Kai, di atas ranjang Kai lebih tepatnya. Baekhyun bangun, mengubah posisinya menjadi posisi suduk.

 

“Uuhhh..” Baekhyun merasakan sedikit pusing dikepalanya. Tangannya tertahan ketika ingin memegang kepalanya. Dilihatnya Kai tengah menggenggam tangannya erat sambil terlelap.

 

“K kai…” Bisik Baekhyun pelan sambil mengguncang genggamannya. Namun dirasakan Kai semakain mengeratkan genggamannya sambil merapatkan tubuhnya ke tempat tidur. Dapat diketahui Baekhyun bahwa Kai kedinginan akibat udara pagi ini.

 

“Kai..” Bisik baekhyun lagi.. Kali ini ia menggunakan tangan kirinya untuk mengguncang bahu Kai.

 

“Hyung.. Kau sudah bangun.. Biar kusuruh ahjuma membuatkan sesuatu untukmu.” Kai mengerejapkan matanya lalu ia bangun dan duduk sejenak di ranjangnya.

 

“Tidak usah, Kai. Aku mau pulang saja.”

Baekhyun menahan pundak Kai yang ingin beranjak bangun. Lalu Baekhyun turun dari ranjang sambil meringis akibat pijakkan kakinya bekas luka semalam.

 

“Kau mau kemana, hyung? Kau baru baikan.” Masih dalam posisi duduk, Kai menahan tangan Baekhyun sambil menunduk dan mengerenyitkan dahinya.

 

“Lepaskan, Kai. Kenapa kau membawaku kesini? Aku mau pulang.” Elak Baekhyun tanpa membalikan badannya yang kini berdiri di depan Kai.

 

“Kau marah kepadaku, hyung?”

 

“Aku tidak marah, Kai. Aku hanya kecewa padamu.” Baekhyun berkata sambil memejamkan matanya. Hatinya cukup sakit mengingat sahabatnya itu menyembunyikan hal besar darinya.

 

“Maafkan aku, hyung. Aku bisa jelaskan.” Suara Kai sedikit melemah.

 

“Lepaskan, Kai.” Baekhyun menghentakan tangannya pelan namun tangannya terlepas dan itu membuat Baekhyun bingung. Baekhyun menoleh ke arah Kai.

 

“Kai.. Kau kenapa?” Baekhyun panik melihat Kai yang masih menunduk sambil memejamkan matanya.

 

“Tidak apa-apa, hyung. Hanya sedikit.. pusing.” Jawab Kai berusaha tersenyum.

 

“Ya tuhan, Kai. Jam berapa kau tidur semalam?” Tanya Baekhyun sambil membaringkan Kai.

 

“Hyung, mianhae..” Kai menatap Baekhyun dan genggamannya tidak lepas dari Baekhyun.

 

“Istirahat dulu, Kai. Tidurlah.” Titah Baekhyun.

 

“Tapi kau jangan pergi, hyung. Temani aku.. Jebal.”  Baekhyun menganggukkan kepalanya dan Kai pun memejamkan matanya lalu terlelap.

 

-@-

 

Baekhyun duduk termenung di balkon rumahnya. Sudah dua minggu hanya itu yang ia kerjakan sepanjang hari. Jika tidak tidur, lakunya hanya termenung seperti sekarang. Tak ia pungkiri terkadang ia rasakan kakinya sulit melangkah.  Baekhyun  tidak pernah beranjak dari rumah miliknya yang cukup sederhana itu. Dulu, 5 tahun lalu kehidupannya memang cukup mewah. Tapi semenjak kebakaran habat merenggut kedua orang tuanya serta harta bendanya, tinggalah ia seorang diri dengan rumah peninggalan ibunya sewaktu masih muda. Ia hanya hidup dari uang tabungannya serta uang asuransi kedua orang tuanya.

 

DUG DUG DUG

 

“Hyung..”

Suara itu kembali meramaikan rumah Baekhyun selama dua minggu ini. Kai selalu datang setiap harinya untuk mengecek keadaan Baekhyun. Namun usaha Kai sia-sia. Setiap ia datang dan meneriakkan nama Baekhyun, laku Baekhyun tetap sama, hanya diam tanpa memnghiraukan Kai sekalipun. Tapi bukan Kai namanya kalau ia menyerah begitu saja. Setiap hari Kai membawa harapan agar Baekhyun mau menemuinya. Dan nampaknya kali ini harapan Kai terwujud. Baekhyun mau berinteraksi dengannya.

 

“Kai…” Jawab Baekhyun dari balik pintu.

 

“Hyung.. Kau.. Didalam?” Tanya Kai berbinar.

 

“Mau apa K..Kai?”

 

“Kau baik-baik saja?”

 

“….”

 

“Hyung.. Buka pintunya.” Pinta Kai.

 

“Kau tidak kuliah?” Tanya Baekhyun masih dari balik pintu.

 

“Ani.. Hyung juga tidak. Aku selalu ke kampusmu. Tapi kau tidak pernah ada, hyung. Selama itu juga aku tidak pernah menginjakkan kakiku lagi di kampusku.”

 

“Kau tidak boleh begitu, Kai.”

 

“Hyung boleh, kenapa aku tidak?”

 

“Kai…”

 

DUG DUG DUG

 

“Hyung buka pintunya, kumohon.” Desak Kai yang sudah tidak tahan ingin melihat keadaan Baekhyun.

 

“Kau boleh memarahiku, memukulku, menendangku dari rumahmu, tapi izinkan aku melihatmu dulu h_”

 

CLEK

Pintu itu lalu terbuka. Terpampanglah sesosok tubuh mungil di hadapan Kai yang membuat matanya terbelalak.

 

“Hyung..” Kai langsung memeluk tubuh mungil Baekhyun yang ia rasakan semakin mungil.

 

“Hyung… Apa kau makan dengan benar, hmm?” Tanya Kai masih mendekap tubuh Baekhyun. Baekhyun tidak menjawab, ia melepaskan dekapan Kai dan berlalu mendudukan dirinya di ujung sofa.

 

“Pergilah Kai.. Kau sudah melihatku, kan?”

 

“Tapi bukan keadaanmu yang seperti ini yang ingin kulihat, hyung.” Kai duduk di sebelah Baekhyun, mendekatkan tubuhnya kepada Baekhyun.

 

“Kau sudah makan?”

 

“….”

 

“Bagaimana lukamu?” Tanya Kai sambil menatap intens bekas-bekas luka di tubuh Baekhyun. Namun tidak pernah ada jawaban dari Baekhyun.

 

“Kau masih memikirkan Chan_”

 

“Cukup Kai! Jangan menggagalkan usahku untuk melupakannya dengan kau menyebut namanya.” Sela Baekhyun.

 

“Baiklah, hyung. Tapi soal Luhan ge_”

 

“Kai…” Baekhyun menoleh menatap Kai.

 

“Maaf hyung, tapi aku harus jelaskan. Aku tidak ingin kau salah paham.” Jelas Kai. Kai memindahkan posisinya duduk di atas meja menghadap ke arah Baekhyun.

 

“Luhan gege sepupuku, hyung. Aku hanya tau dia akan bertunangan. Tapi aku tidak pernah tau dia akan bertunangan dengan siapa. Aku di perintahkan ayahku untuk datang menggantikannya. Aku hanya sesekali bertemu dengan Luhan gege, karna dia benar-benar saudara jauhku, hyung. Terakhir aku bertemu dengannya saat ibunya meninggal 5 bulan lalu. Aku tidak pernah bercerita aku punya saudara bernama Luhan padamu karna menurutku itu bukanlah hal yang penting, hyung.”

 

“Ck.. Apa ini? Teman jauh, lalu saudara jauh.. Aku penasaran akan ada apa lagi setelah ini.” Baekhyun berdecak mendengar dua istilah yang nyaris serupa itu.

 

“Tapi aku tidak bohong, hyung. Sungguh.” Kai sungguh-sungguh meyakinkan Baekhyun.

“7 tahun, hyung.. kau dan aku bersama, pernahkah aku berbohong padamu, hmm?”

 

“…..”

 

“Oke.. Untuk hal-hal kecil mungkin pernah, tapi ini menyangkut persahabatan kita. Apa kau meragukanku?”

Baekhyun berusaha mencari kebohongan di mata Kai, tapi dia tidak menemukannya.

 

“Kai…” Baekhyun terhenyak. Ia melihat Kai menitikan air matanya.

“Ya tuhan, Kai.. Baiklah, aku percaya padamu, sungguh. Jangan membahas masalah ini lagi, ne.” Baekhyun merengkuh tubuh Kai, lalu mendekapnya erat.

“Jangan menangis lagi, Kai. Aku tidak suka melihatmu menangis.” Baekhyun sudah kembali seperti biasa. Sekarang dia yang banyak bicara.

 

“Ani, hyung. Aku menangis bukan karna itu.”

 

“Lalu?”

 

“Lihat hyung, dirimu terlihat mengenaskan sekali. Kau seperti…” Kai menyipitkan matanya.

 

“Apa, Kai? Kau mau mengataiku seperi pengemis? Seperti gembel, begitu?” Kai mendapat death glare dari Baekhyun.

 

“Aku tidak berkata seperti itu. Kau yang bilang seperti itu sendiri, hyung. ㅋㅋㅋ” Kai menertawai Baekhyun.

 

“Ish.. Kai!” Baekhyun memukul-mukul lengan Kai.

 

“Aw..aww.. Sakit, hyung.”

 

“Salah sendiri kau menertawaiku.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan itu membuat Kai gemas.

 

“Tapi aku senang kau sudah kembali seperti dirimu yang sebenarnya, Hyung.”

 

“Hmm.. Aku tidak mau terus terpuruk. Tapi kau harus janji tidak akan menangis lagi, Kai.”

 

“Ne, hyung. Aku janji.”

 

“Kai…” Baekhyun mendekatkan tubuhnya ke arah Kai.

 

“Ne, hyung.” Jawab Kai gugup.

 

“Aku…. Lapar.” Baekhyun mengubah mimik mukanya seperti orang kelaparan.

 

“Aish.. Hyung. Ku kira apa.” Kai mengubah posisi duduknya di sebelah baekhyun dan merengkuh leher Baekhyun gemas.

 

“Memang yang kau kira apa, Kai?”

 

“Ah tidak, kau mau makan apa, hyung? Biar aku traktir.”

 

“Karna kau yang traktir, aku akan makan sepuasnya.”

 

“Oke.. Kau boleh makan sepuasnya, hyung.. Biar tubuhmu tidak ringan. Mana ada namja tubuhnya ringan sepertimu.” Goda Kai.

 

“Kai.. Kau mengejekku lagi..” 

 

“Ani, hyung.. Sudah cepat sana siap-siap.”

 

“Ne.. Aku mandi dulu.. ㅋㅋㅋ” Baekhyun bergegas ke kamar mandi.

 

“Kau belum mandi, hyung? Pantas dari tadi aku mencium aroma tidak sedap.” Goda Kai lagi.

 

“KAAIII!!!” Teriak Baekhyun dari dalam kamar mandi.  Sementara Kai hanya tertawa, puas menggoda Baekhyun.

 

-@-

 

“Aku sedang bersama Baekhyun hyung. Ku tutup telponnya dulu.”

BIP

 

Kai tersenyum memperhatikan Baekhyun yang sedang lahap menyantap makanannya. Menurutnya Baekhyun menggemaskan sekali ketika  berlaku seperti itu.

 

“Kau tidak makan, Kai?” Tanya Baekhyun yang mulutnya masih penuh dengan makanan.

 

“Nanti saja, hyung. Melihatmu makan, perutku sudah kenyang.” Ucap Kai yang pandangannya tak lepas dari Baekhyun.

 

“Siapa yang menghubungimu? Kyungsoo?”

 

“Ne, hyung. Siapa lagi..” Jawab Kai sedikit mendengus(?) malas.

 

“Kau tidak luluh, Kai? Dia belum menyerah mengejarmu.”

 

“Tidak, hyung. Aku tidak mencintainya. Aku hanya menyukainya sebatas teman.”

 

“Begitukah?”

 

“Hmm..”

 

“Kai.. Berikan aku saus tomatnya.” Kai dengan sigap memberi botol saus itu kepada Baekhyun. Namun..

 

BUG

 

Botol saus itu jatuh ketika sampai ditangan Baekhyun. Tangannya seperti kehilangan kepekaan hingga tidak bisa menggenggam botol saus itu.

 

“Ahh.. Mian, Kai.. Tanganku licin.”

 

“Hyung..” Kai menahan tangan Baekhyun yang ingin mengambil kembali botol itu sambil menatap Baekhyun.

 

“Sejak kapan kau merasakan ini, hyung?” Tanya Kai serius.

 

“Merasakan apa, Kai? Aku tidak mengerti.”

 

“Jangan bohong, hyung. Sejak kapan tanganmu begini?”

 

“…..”

 

“Hyung?”

 

“Baru pertama kali, Kai. Sungguh.” Jawab Baekhyun gugup.

 

“Lalu?”

 

“Kai.. Sudahlah, aku baik-baik saja.”

 

“Hyung, jawab aku! Atau aku benar-benar marah padamu.” Desak Kai serius.

 

“A aku.. Hanya.. Kadang kakiku sulit melangkah, Kai. Tapi aku masih bisa berja_”

 

“Sejak kapan?” Potong Kai.

 

“Ti tiga minggu lalu.”

 

“Kenapa kau tidak bilang, eoh? Besok kita temui Tao Gege.”

 

“Kai..”

 

“Hyung.. Kumohon.”

 

“Hmm.. Baiklah.” Baekhyun menghembuskan nafasnya pasrah.

 

“Nah.. Kalau menurut begitu kau jadi terlihat manis, hyung.” Goda Kai dan seketika  mimik mukanya sudah tidak seserius tadi. Tapi tak dipungkiri dirinya begitu khawatir terhadap Baekhyun.

 

Flashback 2 Months Later

 

“Selain mati rasa, apa lagi yang kau rasakan, hyung?.” Tanya dokter Huang.

 

“Tidak ada dok_”

 

“Dia mengaku padaku kalau kaki atau tangannya sering terasa kesemutan atau ditusuk-tusuk jarum, ge.” Sambung Kai.

 

“Kenapa kau tidak jujur, hyung?”

 

“Itu.. Aku merasa tidak apa-apa, dok. Lagi pula aku sudah tidak merasakannya lagi. Dia saja yang memaksaku kesini.” Baekhyun melakukan pembelaan.

 

“Baiklah.. Kalau dirimu sendiri yang bilang begitu. Tapi kalau kau merasakan gejala apapun itu, tolong beri tahu aku atau kembali lagi kesini, ne?”

 

“Hmm.. Aku janji, dok.”

 

“Panggil aku Tao saja, hyung.”

 

“Ani.. Kau kan sedang di rumah sakit, biarkan aku memanggilmu dokter, Tao.”

 

“Ne.. Hyung.” Tao mengacak rambut Baekhyun.

 

“Baiklah.. kami pamit dulu, ge. Salam untuk ayahmu.”

 

“Ne, kai. Salam  juga untuk paman Kim.”

 

“Dan kau hyung! Ingat, beri tahu aku. Ini bukan masalah sepele.” Tao mengingatkan Baekhyun.

 

“Kau sudah mengatakannya beberapa kali Dokter HUANG!”

 

Flashback END

 

 -@-

 

“Hyung, kumohon..” Pinta Kai yang terus mengikuti langkah Baekhyun di kampusnya.

 

“Aku tidak mau, Kai. Aku ini sehat.” Kilah Baekhyun yang terus saja tidak menghentikan langkahnya.

 

“Hyung, jangan begini. Kau dengar sendiri yang dikatakan Tao gege tadi, kan?”

 

“Kembali ke kampusmu, Kai.”

 

“Tidak! Sebelum kau menyetujui menjalani perawatan itu.” Kai menghadang dihadapan Baekhyun hingga membuat Baekhyun terhenti.

 

“Yang tau kondisi tubuhku hanya aku Kai.”

 

“Dan kau egois tidak mementingkan kondisi tubuhmu, hyung.”

 

“Kai..”

 

“Kenapa? Kau memikirkan biaya perawatannya, eum?”

 

“…..”

 

“Aku akan menanggungnya, hyung.”

Tatap Kai sambil memegang kedua bahu Baekhyun.

 

“Tidak, Kai.. Lebih baik kau gunakan uangmu untuk hal yang lebih penting.”

 

Kai menjatuhkan tangannya dari bahu Baekhyun. “Lebih penting? Tidak sadarkah kau begitu penting untukku? Kenapa kau begitu tidak peka, hyung.”

 

“Apa maksudmu, kai?”

 

Kai tidak menjawab, ia berlalu meninggalkan Baekhyun dengan langkah berat. Sementara Baekhyun hanya diam berkutat dengan pikirannya. Ia tidak berbalik karna menurutnya ini yang terbaik agar tidak menyusahkan Kai lebih banyak lagi.

 

-@-

 

Namja berkulit tan bernama Kai dengan tergesa-gesa berlari menuju pusat kesehatan kampus yang diketahui kampus itu tempat Baekhyun menuntut ilmu.

 

“Kai…” Ucap namja bernama Chen yang merupakan teman kelas Baekhyun.

 

“Hyung. Apa yang terjadi?” Tanya Kai pada Chen. Sementara ia melirik Baekhyun yang sedang membuang pandangannya dari Kai.

 

“Tadi saat berada di perpustakaan tubuhnya melemas, jadi aku papah dia kesini.”

 

“Dia tidak mau bicara padaku, jadi kuhubungi kau.”

 

“Terima kasih, hyung.”

Kai mendekati Baekhyun ke ranjang tempat Baekhyun berbaring.

 

“Hyung.. Kau baik-baik saja, eum?”

 

“….”

 

Kai mencoba membantu membangunkan tubuh Baekhyun.

“Tidak ada alasan lagi sekarang, kita ke tempat Tao.”

Namun tidak ada respon dari tubuh Baekhyun.

 

 

“Oh, Sh*t!!!” Umpat Kai lalu ia menggendong tubuh Baekhyun ala bridal dan meninggalkan Chen.

 

“Kai..” Bisik Baekhyun sambil menatap Kai nanar.

 

“Hmm…” Jawab Kai sambil terus berjalan di koridor kampus.

 

“Ku kira kau marah padaku, tidak mau bertemu aku lagi.”

 

“Tidak akan, hyung. Maafkan tindakan bodohku yang tidak menemuimu beberapa hari ini.”

 

“Aku menyayangimu, Kai. Hanya kau sahabat yang kupunya. Jangan menghilang lagi. “

 

“Ne.. Aku juga, hyung.”

 

“K Kai, Baek..hyun.” Chanyeol tiba-tiba berada di hadapan Kai dan Baekhyun.

 

“Apa yang terjadi, Kai?” Tanya Chanyeol dengan semburat kecemasan di wajahnya.

 

“….”

 

“Kai!!” Tegur Chanyeol lagi, sementara Baekhyun semakin merapatkan wajahnya ke ceruk leher Kai. Ia menghindari kontak mata dengan Chanyeol.

 

“Luhan ge, kenapa kau disini?” Tanya Kai tanpa menghiraukan pertanyaan Chanyeol.

 

“Itu.. Aku..” Jawab luhan terbata.

 

“Ah.. Sudahlah.. Ada hal yang lebih penting yang harus kulakukan.” Kai menghindar lalu berjalan meninggalkan Chanyeol dan Luhan.

 

“Aku ikut, Kai.” Teriak Chanyeol menatap Kai dari belakang. Tidak dipungkiri bahwa ia juga mencemaskan Baekhyun yang seperti itu.

 

“Terserah kalian.” Jawab Kai tanpa menoleh.

 

-@-

 

“Bagaimana keadaan Baekhyun?” Tanya Chanyeol kepada Kai di koridor luar rumah sakit, cukup jauh dari ruang Baekhyun di rawat. Sementara Luhan sedang berada di toilet.

 

“Sedang di tangani oleh Tao gege.” Jawab Kai sambil mematik api untuk rokok yang berada di bibirnya.

 

“Apa sebenarnya yang terjadi pada Baekhyun, Kai?”

 

“Kau benar-benar ingin tau, eum?”

 

“Kai, jangan begini. Aku masih sangat peduli padanya.”

 

“Ok, baiklah. Baekhyun hyung menderita Guillain Barre Syndrome. Gege bilang, itu semacam penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Gejalanya sudah ia rasakan sejak.. 3 bulan lalu.”

 

“Apa itu berbahaya, Kai?” Tanya Chanyeol khawatir.

 

“Tergantung.. Pasien bisa disembuhkan dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Paling fatal dari penyakit ini adalah kelumpuhan dan itu akan memakan waktu sekitar 4 tahun untuk penyembuhan. Aku sudah minta dia jalani perawatan, tapi dia selalu menolak. Berdoa saja dengan keadaannya yang seperti itu sekarang, dia masih bisa disembuhkan. Tao gege bilang, 80% pasien dapat sembuh total.”

 

“Apa perlu kita carikan dokter yang hebat, Kai?”

 

“Tidak usah, hyung. Aku percaya pada Tao gege. Dia anak teman ayahku. Dia dokter termuda lulusan terbaik di kampusnya sewaktu di UK.”

 

“Baiklah kalau menurutmu begitu.”

 

“Hmm itu.. Kenapa Luhan ge bisa ada di kampusmu?” Tanya Kai penasaran.

 

“Dia akan pindah ke Seoul dan pindah ke kampus yang sama denganku.”

 

“Hyung! Tidak cukupkah kau membuat Baekhyun hyung menderita kemarin, eoh?”

 

“Aku bisa jelaskan, Kai.”

 

“Yahh.. Aku butuh penjelasanmu, hyung.” Jawab Kai serius.

 

“Itu.. Kau juga tau kan kalau ibu luhan meninggal 5 bulan yang lalu?”

 

“Iya aku tau, lalu?”

 

“Setelah ibunya meninggal, dia begitu terpuruk. Ayahnya bilang beberapa kali Luhan mencoba mengakhiri hidupnya. Namun setelah bertemu ‘lagi’ denganku, dia berhasil bangkit dari keterpurukannya. Ayahnya dan ayahku sepakat menjodohkan kami.”

 

“Dan kau menerimanya, eoh?”

 

“Setelah beberapa bulan menemaninya, aku menyayanginya. Aku takut kalau aku meninggalkannya dia akan kehilangan senyumnya dan kembali berbuat nekat lagi, Kai.”

 

“Dengan mengorbankan Baekhyun hyung?”

 

“Kembalilah padanya, Chanyeol.” Ucap luhan yang tiba-tiba datang. Ternyata sudah sejak tadi ia mendengarkan percakapan Kai dan Chanyeol.

 

“Luhan..” Ucap Chanyeol terkejut.

 

“Kau masih mencintainya kan? Eum?”

 

“Luhan aku…”

 

“Di lebih membutuhkanmu sekarang, Chanyeol”

 

“Aku… Menyayangimu.. Luhan.” Ucap Chanyeol.

 

“Hmm.. Aku tau.”

 

“Gege.. Maaf. Kau saudaraku, tapi bukan maksudku untuk melarangmu_”

 

“Aku yang salah, Kai. Aku tau Chanyeol telah memiliki kekasih, tapi karna keegoisanku, aku ingin memilikinya  juga.”

 

“Ge…”

 

“Sudahlah.. Lebih baik kita menemui Baekhyun.” Kilah Luhan membalikan badannya. Ia tidak mau air matanya dilihat oleh Chanyeol dan Kai. Ia begitu gugup menerima kenyataan bahwa ia akan menyerahkan kembali Chanyeol kepada cinta lamanya.

 

-@-

 

“Chan..yeol, Luhan.” Gumam Baekhyun yang sedang sedikit bersandar di kasurnya ketika Chanyeol dan Luhan memasuki kamar tempat ia dirawat. Sementara Kai hanya bersandar di dinding pintu meratapi bahwa namja yang ia cintai akan kembali pada cinta lamanya.

 

GREP

 

“Baekhyun..” Luhan  memeluk Baekhyun, merasa bersalah dengan yang sudah ia perbuat.

 

“Kau.. Kenapa, Luhan?” Luhan terisak dipundak Baekhyun.

 

“Maafkan aku, Baekhyun. Aku memang kejam telah merebutnya darimu. Hiks..”

 

“Apa yang kau maksud.. Chanyeol, eum?” Tanya Baekhyun lembut dan sekilas ia melirik Chanyeol. Sementara dilihatnya Kai keluar meninggalkan ruangan itu.

 

“Hmm..” Angguk Luhan sambil melepaskan pelukannya dan  menundukan wajahnya.

 

“Ini bukan sepenuhnya salahmu, Luhan. Ini semua tidak akan terjadi jika Chanyeol bisa menjaga hatinya.” Jelas Baekhyun santai.

 

“Aku.. Ingin menyerahkan Chanyeol kembali padamu, Baekhyun.” Luhan menatap Baekhyun dengan pipinya yang basah.

 

“Benarkah?” Jawab Baekhyun sedikit terkejut.

 

“Kau masih mencintainya, kan?”

 

“Aku… Mencintainya…”

 

-@-

 

 

Malam itu.. Kai terlihat ‘lagi’ berada di ruang rawat Baekhyun. Entah kemana saja dia belakangan ini hingga membuat Baekhyun bingung.

 

“Kai.. Kau kemana saja, eum?” Tanya Baekhyun yang tidak dipungkiri kalau dia merindukan Kai.

 

“Aku.. Beberapa hari ini menemani Kyungsoo menyiapkan sesuatu untuk acara kampus.”

 

“Oh.. Begitukah?” Jawab Baekhyun merunduk.

 

“Hyung kenapa belum tidur? Ini sudah larut.”

 

“Bagaimana dia bisa tidur? Setiap hari dia menunggumu datang.  Minum obat pun harus dipaksa.” Sela Tao yang sudah berada di depan pintu kamar Baekhyun.

 

“Gege..”

 

“Kemari, Kai!” Pinta Tao. Tao menyerahkan secarik kertas Kepada Kai. Kai melihatnya sejenak lalu memasukkannya ke dalam jacket kulit hitamnya.

 

“Sebenarnya kau kemana, eoh? Temani Baekhyun hyung. Dia kesepian. Aku pergi dulu, ne.” Pamit Tao kepada Kai dan Baekhyun.

 

Kai menghampiri Baekhyun yang sedang bersandar di ranjangnya. Ia mendudukkan tubuhnya di ranjang itu.

 

“Kenapa kau tidak mau minum obatmu, hyung?”

 

“Kenapa kau selalu saja menghilang, Kai?” Baekhyun balik bertanya.

 

“Bukankah ada Chanyeol hyung yang menemanimu?”

 

“Kenapa Chanyeol?”

 

“Kau sudah kembali padanya, kan?”Kai telah salah paham mengira Baekhyun telah Kembali pada Chanyeol.

 

Baekhyun menggeleng “Aku, tidak”

 

“Maksudmu, hyung?”

 

Flashback

 

“Aku… Mencintainya…”

 

“Kembalilah… padanya, Baekhyun.” Luhan menggigit bibirnya.

 

“Luhan… Aku memang mencintainya, tapi.. Itu dulu.”

 

“Kumohon, Baekhyun.. Aku rela melepasnya untukmu.”

 

“Untuk apa, Luhan? Bukankah kau juga mencintainya?”

 

“Kau lebih membutuhkannya, Baekhyun.”

 

“Mungkin benar Chanyeol meninggalkanku karna ada sesuatu pada didirimu yang aku tidak punya.”

 

“Baekhyun..” Lirih Luhan yang air matanya terus membanjiri pipinya.

 

“Aku juga tidak akan menarik kata-kataku waktu itu. Aku sudah bilang, bukan? Aku tidak akan ‘melihat’ dia kembali.”

 

“Baekhyun… Maafkan aku.” Ucap Chanyeol.

Baekhyun menatap Chanyeol.

 

“Kau.. Mencintainya kan, Chanyeol?” Tanya Baekhyun.

 

“A aku…”

 

“Kemarilah..” Pinta Baekhyun dan Chanyeol bertukar tempat dengan Luhan. “Boleh aku memelukmu, eum?” Perlahan Chanyeol memeluk Baekhyun.

 

“Baekhyun, maafkan aku. Aku bersalah padamu. Aku benar-benar tidak punya muka bertemu denganmu.” Tubuh Chanyeol bergetar.

 

“Ssstt.. Kau menangis, eum?” Baekhyun mencoba mengangkat tangannya yang lemah untuk sekedar membalas pelukan Chanyeol.

 

“….”

 

“Aku memaafkanmu, Chanyeol. Tapi, kita tidak bisa seperti dulu. Kau mengerti, kan?”

 

“….”

 

Baekhyun memundurkan tubuhnya dan  pelukan Chanyeol pun terlepas. “Kita masih berteman, Chanyeol.”

 

“Kau memaafkanku, Baekhyun?” Chanyeol bertanya memastikan.

 

“Hmmm..” Jawab Baekhyun  tersenyum.

 

“Terima kasih, Baekhyun.” Chanyeol menggenggam tangan mungil Baekhyun.

 

“Jadi.. Kalian tidak perlu berpisah, ne?” Ucap Baekhyun. Luhan tersenyum. Baginya, Baekhyun benar-benar berhati malaikat.

 

“Aku menyayangimu, Baekhyun.” Ujar Chanyeol lalu mengecup kening Baekhyun.

 

“Dengan teman harus saling menyayangi, bukan?” Baekhyun mengulas senyumnya.

 

“Kalau begitu kami pamit dulu, ne. Kau perlu istirahat. Jangan keras kepala, Baekhyun! Turuti apa kata-kata dokter. Kami akan  mengunjungimu lagi.”

 

“Hmm.. Kau cerewet sekali, Chanyeol.” Baekhyun men-death glare Chanyeol.

 

Flashback END

 

“Aku tidak akan menarik kata-kataku,  Kai. Aku tidak bisa kembali padanya.”

 

“Benarkah itu, hyung?”

 

“Lagi pula kalau aku kembali padanya, kenapa kau tidak boleh menemaniku, eum? Kau selalu membuatku bingung, Kai.”

 

Kai mendekatkan tubuhnya kepada Baekhyun dan memeluknya.

“Aku menyayangimu, hyung.”

 

“Hmm.. Aku juga, Kai.”

 

“Aku..  menyukaimu, hyung.”

 

“Ne… aku juga, Kai.”

 

“Aku… Mencintaimu… hyung.”

 

“K Kai…??”

 

“Kenapa kau tidak menjawab ‘aku juga, Kai’, eum?”

 

“Kai… Tapi kita_”

 

“Sahabat? Memangnya kenapa kalau kita sahabat? Apa kita tidak boleh saling mencintai, eum?”

 

“Kai…”

 

“Aku sudah tidak bisa menahannya, hyung. Aku mencintaimu jauh sebelum Chanyeol, Sehun, ataupun Kris. Aku tidak mengatakannya karna takut merusak persahabatan kita. Aku takut rasa ini salah. Tapi aku baru sadar bahwa cinta tidak pernah salah, hyung. Aku mencintaimu.”

 

“Kai…”

 

“Hmm..?”

 

“Aku… Mendengar kau bersama..  Kyungsoo, aku.. tidak suka, Kai.” Jelas Baekhyun terbata-bata.

 

“Ppabo… Itu artinya kau juga mencintaiku, hyung.” Goda Kai tersenyum dan merengkuh Baekhyun kedalam pelukannya.

 

“Jangan menghilang lagi, Kai.” Kai melepas pelukannya.

 

“Ne, kali ini aku benar-benar janji, hyung.” Kai mendekatkan wajahnya dan mencecup bibir Baekhyun lembut. Baekhyun memejamkan matanya dan menyambut kecupan Kai walau hanya kecupan sesaat.

 

“Jadi sekarang kau kekasihku, hyung?”

 

“Hmmm..” Baekhyun mengangguk.

 

“Tapi, Kai. Kupikir Tao cukup tampan.” Baekhyun menggoda Kai.

 

“Kau mau aku menghilang lagi, hyung? Eum?” Baekhyun mendapat death glare dari Kai.

 

“Aniya.. Ya sudah kau pulang sana! Ini sudah larut, Kai.”

 

“Ani.. Aku mau tidur disini saja menemanimu, hyung.” Kai membetulkan posisi Baekhyun hingga berbaring dan ia membaringkan tubuhnya disisi Baekhyun. Tangan kanannya memeluk pinggang Baekhyun posesive hingga merapat ke tubuhnya.

 

“Kai…” Gumam Baekhyun yang merasa gugup.

 

“Ssstt.. Begini saja tidak apa-apakan, hyung?”

 

“Bagaimana dengan Kyungsoo, Kai?” Baekhyun bertanya dalam pelukan Kai.

 

“Aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Jangan dipikirkan, hyung.”

 

“Tapi.. Aku.. Lumpuh.”

 

“Kau tidak lumpuh, hyung. Kau masih bisa sembuh.”

 

“Bagaimana kalau butuh waktu yang lama untuk penyembuhanku, Kai?”

 

“Selama itu pula aku akan menjadi kaki dan tanganmu, hyung.” Kai memejamkan matanya, mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Memberi kesan bahwa ia akan selalu bersama Baekhyun.

 

“Kai…”

 

“Hmm.. Apa lagi, hyung?

 

“Berhenti merokok!”

 

“Ne?” Kai membulatkan matanya.

 

“Tubuhmu.. bau rokok.”

 

“Arasso!Sudah, aku ngantuk, hyung. Kau pejamkan matamu, ne.”

Baekhyun tersenyum dan merapatkan wajahnya di dada bidang Kai.

 

-@-

 

Pagi itu ketika matahari sudah cukup tinggi, Kai terlihat baru kembali ke kamar Baekhyun. Tao memanggilnya pagi-pagi buta. Entah apa yang mereka bicarakan yang pasti ini menyangkut kondisi Baekhyun. Namun Kai mematung sejenak melihat Baekhyun yang menatapnya sambil memegang secarik kertas yang diberikan Tao semalam padanya. Mungkin ia menjatuhkannya sebelum bertemu Tao tadi.

 

“Kai…”

 

“Hyung..” Kai mendekati Baekhyun.

 

“Semahal ini kah biaya perawatanku setiap harinya?” Tanya Baekhyun terkejut.

 

“Jangan kau pikirkan, hyung.” Kai merebut kertas itu dari tangan Baekhyun dan memasukannya kembali ke jacket kulit hitamnya.

 

“Bawa aku pulang saja, Kai.” Pinta Baekhyun.

 

“Kau tetap disini, hyung. Kau harus sembuh.”

 

“Tapi.. Biayanya? Uang sebanyak itu aku tak akan sanggup menggantinya, Kai.”

 

“Sudah ku bilang kau tidak usah memikirkannya, aku akan menanggungnya, hyung. Karna.. Hidupmu, hidupku juga, hyung.”

 

“Tapi Kai_”

 

“Begini saja..” Kai mendekatkan tubuhnya, menatap dan  memegang kedua bahu Baekhyun.

 

“1 juta Won/hari biaya perawatanmu, kau ganti dengan membiarkan aku memelukmu setiap saat kau tertidur.. dan 500 ribu Won/botol biaya obatmu, kau ganti dengan satu morning kiss di setiap paginya. Ini adil kan, hyung?” Goda Kai tersenyum.

 

“Kau.. Memanfaatkanku, Kai. Aku tidak mau.”

 

“Kalau begitu aku menghilang saja.” Kai bersiap beranjak dari ranjang Baekhyun namun tangannya di tahan oleh Baekhyun.

 

“Baiklah, Kai. Aku… setuju.” Jawab Baekhyun tersipu.

 

“Nah.. Kalau menurut begitu, kau semakin cantik, hyung.” Goda Kai.

 

“Habis.. Kau selalu mengancam akan menghilang. Ck..” 

 

“Kau takut kehilanganku, hyung?” Kai memeluk Baekhyun.

 

“Hmmm..” Baekhyun mengangguk.

 

“Selain kau, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi, Kai.”

 

“Angkat tanganmu, hyung! Balas pelukanku.”

 

“Ne?”

 

“Tao gege bilang, kau harus banyak bergerak bila ingin cepat sembuh.”

 

“Sulit, Kai. Aku tidak bisa melakukannya.”

 

“Kau bisa, hyung. Kau mencintaiku, kan?”

 

“Hmmm..”

 

“Kalau begitu.. Jadikan aku alasanmu untuk sembuh, hyung.”

 

“Ne, Kai.”

 

Baekhyun terus mencoba menggerakan tangannya. Walau berkali-kali gagal, ia terus mencobanya. Pada akhirnya ia berhasil membalas pelukan Kai. Itu semua berkat dan demi Kai, cintanya, motivatornya untuk cepat pulih. 

 

-@-

 

Baekhyun duduk di pinggir ranjang. Kakinya yang menggantung ia goyang-goyangkan perlahan agar tetap bergerak. Telinganya yang terpasang earphone memacu tangannya untuk sekedar bergerak mengikuti irama lagu yang sedang ia dengarkan. Senyum terpancar dari bibirnya. Rutinitas itu ia lakukan beberapa bulan ini disamping waktu terapinya. Baekhyun melakukan itu semua demi Kai kekasihnya yang selalu memotivasinya. 

 

BRAKKKK

 

Pintu kamar Baekhyun tebuka cukup kuat. Dilihatnya sesosok namja mungil namun berisi(?) bernama Kyungsoo. Ditatapnya  Baekhyun tajam oleh Kyungsoo.

 

“Kyu.. Kyungsoo!” Ujar Baekhyun terkejut.

 

“Kenapa terkejut, hyung?”

 

“Aku.. Hanya.. Tidak menyangka kau mengunjungiku, kyungsoo.”

 

“Kenapa, hyung? Apa hanya Kai yang boleh mengunjungimu, eum?”

 

“Ne?” Baekhyun benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatan Kyungsoo

 

“Lepaskan Kai, hyung. Biarkan dia bebas. Jangan biarkan dia menanggung sesuatu yang bukan menjadi tanggung jawabnya.”

 

“Kyungsoo.. Aku_”

 

“Kau kenapa, hyung? Kau mencintainya, eoh? Tegakah Kau membiarkan orang yang kau cintai kehilangan masa mudanya? Setiap hari yang ia pikirkan hanya dirimu. Apapun yang ia lakukan hanya untukmu. Bahkan setiap kuliah selesai ia langsung buru-buru menemuimu. Kau membuatnya tidak sekalipun menoleh padaku, hyung.” Baekhyun terhenyak. Kyungsoo terus menyalahkan Baekhyun atas persepsinya sendiri.

 

“Kyungsoo.. Kenapa kau bicara seperti itu?” Air mata sudah menumpuk di pelupuk mata Baekhyun. Tinggal menunggu sang empunya mengedipkan matanya maka air itu akan membanjiri pipinya.

 

“Aku berkata hal sebenarnya, hyung. Tidak pernahkah kau berfikir bahwa Kai  bersamamu bukan karna cinta? Tidak pernahkah kau berfikir bahwa dia akan meninggalkanmu, eoh?”

 

“….” Baekhyun hanya diam. Menangis adalah lakunya sekarang. Dirinya cukup tertampar oleh kata-kata Kyungsoo.

 

“Ck.. Atau kau hanya berpikir atau membayangkan hal-hal yang manis saja dengannya? Kau egois, hyung. Dengan keadaanmu yang seperti ini kau hanya akan menyusahkannya saja. Lepaskan dia, H_”

 

“KYUNGSOO-AH!!

Baekhyun dan Kyungsoo menoleh ke arah sumber suara.

 

“K Kai..” Ucap Kyungsoo terkejut.

 

“Pergi dari sini, Kyungsoo.” Pinta Kai dingin.

 

“Tapi Kai_”

 

“Kau berkata seperti itu  membuatku semakin tidak menyukaimu.”

 

“Aku mencintaimu, Kai.” Ucap Kyungsoo.

 

“Kubilang pergi, Kyungsoo!”

 

“Kau jahat, Kai…” Kyungsoo berlari meninggalkan kamar Baekhyun. Baekhyun masih dalam posisinya di tepi ranjang. Kai mendekat menghampirinya.

 

“Hyung.. Jangan dengarkan kata-katanya, ne?” Kai memegang kedua bahu Baekhyun. Sementara Baekhyun hanya menundukan wajahnya sambil terisak.

 

“Kyungsoo benar, Kai. Aku hanya menyusahkanmu. Hiks..”

 

“Tidak, hyung. Itu tidak benar.”

 

“Aku tidak berguna, Kai. Tidak ada yang bisa kulakukan. Aku hanya membebanimu. Hiks..” 

 

“Hyung!”

 

“Masih belum terlambat jika kau ingin meninggalkanku, Kai. Sebelum kau menyesal. Masa depanmu masih panjang.”

 

“Hyung, kau bicara apa!?”

 

“Aku siap jika kau ingin meninggalkanku saat ini, Kai. Setidaknya aku tidak akan menganggapmu seperti Kris yang mencampakkanku demi namja lain, atau Sehun yang tega menjadikan aku layaknya barang yang bisa dipertaruhkan.”

 

“….” Kai menatap lamat Baekhyun.

 

“Lakukanlah sebelum kau terlambat menyadarinya, Kai. Karna jika hari itu kau baru menyadarinya, itu akan membuatku terluka.”

 

“Hyung.. Benarkah kau berpikir aku sedangkal itu?” Kai melepas genggamannya dari pundak Baekhyun.

 

“Aku mencintaimu. Tidak pernah sekalipun terpikir olehku untuk meninggalkanmu. Sekalipun tidak, hyung.” Kai berbicara serius.

“Selama ini yang kulakukan tulus. Bahkan aku sudah memimpikan masa depanku bersamamu, hyung. Aku tidak menyangka kau masih meragukannya sampai saat ini. Kau tidak percaya padaku, hyung. Kau meragukanku. Aku.. Kecewa, hyung.” Kai mebalikan badannya meninggalkan Baekhyun.

 

Seperti ada sesuatu yang hilang.  seketika Baekhyun terhenyak. Pikirannya berputar. Ia tidak mau kehilangan Kai-nya. Ia mencintainya. Ia sadar akan sikapnya yang telah  menyia-nyiakan perjuangan Kai.

 

GREP

 

“K Kai.. Jangan tinggalkan aku.” Baekhyun memeluk Kai erat dari belakang.

 

“Kenapa, hyung? Bukankah kau yang memintaku untuk meninggalkanmu?” Kai memejamkan matanya.

 

“Maafkan aku, Kai. Aku salah, aku egois tidak memikirkan perasaanmu. Hiks..”

 

“Tapi kau meragukan aku, hyung.”

 

“Maaf, Kai. Aku percaya padamu.”

 

“Hanya percaya?”

 

“Aku mencintaimu, Kai.” Baekhyun mengeratkan pelukannya.

 

Kai melepas tangan Baekhyun yang melingkar di perutnya dan membalikan tubuhnya menghadap Baekhyun.

“Tapi aku harus pergi, hyung!”

 

“K Kai… Kenapa? Kau pasti lelah dengan sikapku kan? Ternyata kau benar-benar marah padaku. Hiks..” Baekhyun menundukkan wajahnya sambil menangis.

 

“Aku akan pergi.. tapi bersamamu, hyung. Kerumahku.”

 

“Ne?” Tanya Baekhyun heran.

 

“Lihat, hyung! Kau sudah bisa berjalan.” Kai menyunggingkan senyumnya. Baekhyun baru menyadari bahwa tanpa sadar ia berjalan beberapa langkah untuk meraih Kai.

 

“Benar, Kai. Aku sudah bisa berjalan.” Baekhyun memeluk Kai erat. 

 

“Selamat, hyung. Ini semua berkat kerja kerasmu.” Kai memeluk Baekhyun tidak kalah eratnya.

 

“Aku bahagia, Kai.” Kai melepas pelukannya. Ia tatap lamat-lamat wajah Baekhyun. Mendekatkan wajahnya, menghapus jarak keduanya. Mengecup lembut bibir Baekhyun yang sudah menjadi candu baginya. Baekhyun memejamkan matanya merasakan cinta yang disalurkan oleh bibir kissable milik Kai. Kai melepaskan tautan bibirnya memberi ruang bernafas untuk Baekhyun.

 

“Jika kau melakukannya lagi, aku akan benar-benar marah, hyung.”

 

“Ne, aku janji.”

 

“Kalau kau melakukannya lagi aku akan meninggalkanmu, hyung. Oh.. tidak, bisa saja kau yang meninggalkanku, hyung. Lihat! Kau sudah bisa berjalan sekarang.”

 

“Dan kalau kau ingin meninggalkannya, aku siap menggantikan Kai, hyung.” Suara Tao tiba-tiba terdengar dari depan pintu.

 

“Gege..” Kai men-death glare Tao.

 

“YA! Kalian apa-apan, eoh? Ini kamar pasien, bukan kamar Hotel.” Rutuk Tao menghampiri Kai dan Baekhyun.

 

“Tao.. Aku_”

 

“Ne, hyung. Aku sudah melihatnya. Selamat, hyung.” Ucap Tao menepuk ringan bahu Baekhyun.

 

“Hmm.. Tao. Ini semua berkat Kai dan juga berkatmu. Terima kasih telah membantuku.” Baekhyun memeluk Tao sekejap.

 

“Ini berkat usahamu juga, hyung.” Tao tersenyum.

“Kai ikut aku! Ada beberapa hal yang harus diurus.” Pinta Tao.

 

“Ne, kau duluan saja, hyung. Nanti aku menyusul. ㅋㅋㅋ .”

 

“Ck.. Dasar. Baiklah, aku tinggal, ne.” Tao meninggalkan kamar Baekhyun.

 

“Temui Tao, Kai.” Kai kembali memeluk Baekhyun posesive.

 

“Sebentar lagi, hyung. Aku terlalu bahagia.”

 

“Kai!” Hentak Baekhyun.

 

“Baiklah.. Ku antar kau dulu, hyung.”

 

“Biarkan aku sendiri, Kai. Aku masih harus berlatih, kan.”

 

“Ok! Aku temui Tao dulu, ne.”

 

“Kai!”Panggil Baekhyun ketika Kai sudah sampai di depan pintu.

 

“Itu.. Kenapa.. kau mau membawaku kerumahmu? Kenapa tidak pulang kerumahku saja, Kai?”

 

“Karna setelah ini.. Aku ingin kita hidup bersama, hyung. Dan aku sudah tidak sabar menjalaninya. Aku menantikan hal itu, hyung.” Goda Kai memberikan wink untuk Baekhyun dan berlalu.

 

‘Hmmm Kai.. Mulai sekarang apapun kulakukan untukmu.  Kuserahkan seluruh hidupku untukmu. Mungkin sakitku ini adalah teguran dari tuhan karna telah menyia-nyiakan orang terdekatku yang mencintaiku.  Aku berhutang padamu. Aku yakin apapun yang aku lakukan tidak cukup untuk membalas kebaikanmu, Kai. Dan bila mungkin saat itu tiba, dimana kau akan meninggalkanku, aku pantas menerimanya. Itu hukuman tuhan untukku. Tapi yang harus kau tau Kai, rasa cinta ini benar ada untukmu. Aku benar-benar dan begitu mencintaimu. Yeongwonhi Saranghae.’

 

END

 

 

Thank You For Reading

 

 

103 thoughts on “[FREELANCE : Shevretno] My All Is In You

  1. Ish chanyeolnya jahat d sini
    Kasian baekhyun, udah d campakin sama pacar2nya eh punya penyakit juga
    Tapi seengganya masih ada kai yang berbaik hati mau ngejaga baekhyun tulus
    Baekhyunnya kurang sensitive sama perasaan kai haha

    Serulah ff nya ^^9

  2. huueeee
    aku jadi nangis juga ini,,, huks huks huks

    baekki tragis banget hidupnya,, ditinggal chanyeol,, didorong smpe kena pecahan kaca pula,, aiisssshh chanyeol kau menyikiti bekki ku…##dibakar yoelli

    aakuu suka akhirnya happy ending,,
    pair kaibaek juga aku suka,,,
    ##prokprokprok buat authoorr

    terus semangat yaa,, ffnya keren+daebak

  3. *tarik nafas, buang, tarik nafaaas ………
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~
    MAMPUS, YAAWOOOH, INI COUPLENYAAA, BARU BENER2 SUKA SM KAIBAEK Щ(ºДºЩ)

    Aku harus bilang apalagi selain, erghhhh momennya canteek bangeeett
    Baekhyun keliatan tegar dan aku sukaaa ♥
    Kai juga keliatan sabaar bgt ngadepin si baekhyun
    DOOOHHH, MAMPUS GUE MERINDING DISKO BERASA DICIUM(?) TAOOO !!! *PLAK* *efek tao semakin ganteng -__-*

    Doohh, TAO DOKTER? TAO SEORANG DOKTER LULUSAN TERBAIK DI UK?!
    HAHAHAHAHA, MATI AJAAH GUE PENGEN NIKAHIN DIAAAA~ #plak
    Ceburin gue ke sungai pliiissss, GUE MAU SAKIT MULU KALO DOKTERNYA TAO T.T

    Suka, nice ff, chanyeol sm luhan jahat disini, heeeiiii (۳˚Д˚)۳
    Rusa cantik gue jahat heeiii, aku tak terimaaaa, tapi asal kaibaek bahagia, aku bahagia :”

    Aaaakk, banyakin kaibaek, banyakin ff yang sweet kek giniiii
    Buat authornya, thanks bgt nyiptain kaibaek, kecup basah , mwoooaaahhh
    Buat kak rana, kakak aku mwoooaaahhh (っ˘з˘)っ

    *dadah2 bareng babang taoooo sm babang baekhyun~

  4. Mati … Mati … gue ….
    Sumpah ceritanya ngenes banget …..
    oh ya … minta sequelnya dong … biar aku tau Kyungsoo endingnya ma capa …..
    Keren banget thorrrrr….

  5. Beuh. . .nie ff keren bgt.
    Tambah suka dech ma nie couple !
    Walaupun awal.y tragis bgt tp ending.y
    OMONA. . .So sweet bgt !
    Tao jd dokter ?
    Mau lha tiap hr sakit kalo yg jd dokter Tao !
    Luhan. . . .knp dia d sini ngerebut Yeolie ?
    Tragis. . .tragis. . .tragis. . Sumpah tragis😥
    apalg Kyungsoo !
    Knp dia jd jahat d sini Thor, kenapa. . . Thor. . .kenapa . . Knp dia jd jahat d sini Thor, kenapa. . . Thor. . .kenapa . . Knp dia jd jahat d sini Thor, kenapa. . . Thor. . .kenapa . . Knp dia jd jahat d sini Thor, kenapa. . . Thor. . .kenapa . . ?
    *plakk

    gila nie ff keren, bikin mewek, bikin pengen mukulin Yeolie gr”

  6. saya suka ffnya makasih buat author yang udah nulis nihh ff
    saya gak komen soalnya saya bingung mw komen apa…

  7. Adaaawww.. Akhir yg manis walaupun di awal” tadi bikin nangis. Kasihan si Baekki udah kedinginan trus malah terluka. Lukanya double lagi, luka dihati ama luka di tngan sma kakinya.

    Tapi… *ttetterettet* *tiup terompet*
    Pangeran Kai datang menolong..😄

  8. ya ampun awalnya nyeseekkk banget tp akhirnya senennnggg yah walaupun crack couple tetep berasa feelnya. Kai ku akui lu keren deh,author” di sini keren keren banget yah🙂

  9. Nice,, yaa wlau hdupnya Baekkie harus tragis,, pas udh ad kai,, baekkie mlah gaak rspon kbaikn kai,, bner2,, but,, sya suka kq crtanya,,😀

  10. KaiBaek!!!!!! Ya Allah FF apa ini???? Bagus banget sumpah kereeeen huwaaaa……..
    Tapi disitu Kyungsoo antagonis wkwk sebenernya cocok itu xD
    bagus banget KaiBaek juga couple terbaru terfavorite(?) xD

  11. KAIBAEK YEAAAAH!!! Sumpah ini FF keren bats aduh. Gimana jelasinnya ya, yg pasti aku sendiri KaiBaek shipper juga>< INI FF DAEBAK!! Karakter Kai disini…..berhasil bikin makin jatuh cinta/? Bagus banget yatuhaan T^T Ini ff feelnya dapet, banget malah. Semacam ikut ngerasain perasaan Kai. Yg cinta sama Baekhyun tulus, ganuntut, dan..perjuangannya itu aduh terharu T^T Endingnya daebak!!!! I Love this fanfiction btw. TERUS BERKARYA! /? Go KAIBAEK'-')9

  12. author ff nya keren !!!! :* walau oneshoot tapi aku puas sama jalan ceritanya ^^
    awalnya aku ngerasa chanyeol keterlaluan bgt tapi setelah dia jelasin aku bisa nerima ><
    luhan juga gak salah sih toh ujung2nya mereka bertemen hihi jadi seneng😀
    NAH YG jahat licik dan egois itu mah kyungsoo -,- ini ff kedua yg aku baca dan kyungsoonya jahat😄
    DAN KESELURUHAN KAIBAEK DAEBAK BGT love love :*🙂 ^^9

  13. mwo??
    kaibaek??
    bru pertama baca thor,keke
    bingung mau comment apa,
    tapi tetep daebak kok thor
    fighting😀

  14. hwaa..
    kaibaek?!
    baru pertama kali baca sih, tapi feel-nya dapet kok^^
    ff ini daebak, kai keren bgt disini, ditambah si Panda><, aduh gimana ya ngejelasinnya?!
    pokoknya keren dah, ditunggu ff lainnya =)

  15. Uwaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Keren banget!! Iseng nyari Kaibaek nemunya ini! Dan, wow banget! Seru-seru! Kai disini rela berkorban banget, so gentle~ ahh *mati* *idup lagi* pas adegan Chanbaek berantem tuh jadi aku yg gatel pengen ngejambak Chanyeol ya eon? Gapapa kan aku panggil eon, 97lines sih aku. Dan aku tebak eonni linenya lebih tua dari aku. Walopun rada ngesotoi sih. Hehe xD
    Trus, aku boleh ngasih saran dikit ga? Tadi aku rada bingung pas flashback ama enggak flashbacknya eon, soa tetep sama. Maaf ya kalo aku rada ngajarin, maaf juga kalo eonni gasuka.
    Tapi, jangan berhenti berkarya ya eon,
    Keep writing!! aku tunggu karya yg lain. Dan request boleh ga? Sequel juseyo~ hahaha xD tapi kalo enggak juga gapapa.
    Keep writing ne?
    Hwaiting!!!

  16. Keren banget !!! Mengharukan dan menyentuh hati(?)
    Tapi ko’q disini chanyeol jahat yaa ? Kan kasihat baekki yg sudah mengorbankan(?) segalanya jadi sia-sia😦
    Kai , kamu bener setia . HEBAT !!!
    Aku suka karakter Kai disini , dia pengertian banget sama Baekhyun aku jadi KaiBaek shipper nihh :3

    Lanjutt ya kak , buat FF Baekhyun sebanyak mungkin ! Seterah mau dicouple-in sama siapa , yg penting harus YAOI dan pemeran utamanya Baekhyun aku pasti suka :3

    Salam kenal yaa thor😉

  17. ahhh,,,,seperti’y baekhyun disini malaikat bukan s’orang manusia,,,
    Ska bgt sm karakter baekhyun,,,,
    Aahhhh,,,,,daebak ff’y kaaak,,,,,

  18. huweeeee… chanie jaat banget ninggalin baekki hiks..

    tapi biar udah disakitin hati baekki bener2 kayak malaikat yah..

    belum pernah sih baca kaibaek.. tapi seru juga kai nya baik banget 7 tahun mendem rasa ke abekki akhirnya terbalas juga huhu..

    buat kaibaek lagi dong hahaha…

  19. HAPPY ENDING!!!! ADUH DAEBAK! Jadi suka KaiBaek:$ muehehe. Dari awal baca udah langsung tertarik sama cerita ini. Ih keren deh pokoknyaa(””’:

  20. prok prok prok itulah suara yg patut untuk sebuah karya yg brilian ini😀
    alur yg begitu indah di akhir cerita,memberi kesan manis bagi readers…
    aku bersumpah! jadi reader akut disini bukanlah sebuah penyesalah..
    aku jadi reader setia nih wkwkwk😀

  21. Wow ffnya keren banget thor :3
    Nyesek banget jadi Baekhyun udah sering tersakiti (?) hampir lumpuh pula -_-
    Tapi ada kai, Kai LOPE YU DAH GUE SAMA LO😄
    Finally Baekhyun kembali kayak dulu dan berakhir dengan Happy Ending ^o^

  22. Chanyeol jahhat ya..uaaaaaa..ampe nangiss..baekyeol itu harus sama samaa..kalo chanyeol sama luhan si sehun ama siapaaa??? Aihhh..perjalanan cinta disetiap ff diblog ini bener bener rumittt..sampe puyengg..
    Ffnya sih daebakk bungut,hmm semisalnya ada sequel ato lanjutannya gtu/kedip kedip/bisa kalii..hm..hehehe..
    Terus berkarya semuanyaa~

  23. Whoaa, Sumpahh ni FF keren banget thor :3 Kaibaek love yaaa~ Makin cinta gue sma lo kai :3 Author nyaa daebakkk~ Fighting and Keep writing thor~😀

  24. Huaaaa!!! Banjir! Banjir!! *rusuh
    Mampus lu gue suka banget sama FF ini! Ceritanya itu loh.. Wow!! Padahal gue ChanBaek shipper baca FF ini jadi ngeship KaiBaek..

    Baek.. Baek.. Baek.. *mah ngapain
    Ya ampun.. kesian Baekhyun! Ditinggal Chanyeol, dapet penyakit serem lagi. Untung ada Jongin. Huaaaa!! Momen KaiBaeknya bikin melayang! Hadewwhh… #terbang ke langit

    Kyungsoo kok jadi rada jahat ya disini? Tapi gapapa deh. Sekali2 dia jadi jahat. Abis perannya kalem2 aja sih..

    Demi apa Tao jadi dokter?! Waw… Mau gue sakit tiap hari kalo dokternya Tao *plak

    Daebak lah!!

  25. Ih gila pengen gaplok si chanyeol
    kurang apa coba baekhyun dia itu SEMPURNA!!!pake di bilang ada tak di dapat di dirimu di luhan.
    astagaaaa bang insyaf coba
    buat luhan beneran ngga bisa benci dia,
    dia ngga tau apa2 juga ya

    salut ke kai dia sabar nunggu baekhyun sampe sekarang
    dan perjuangan.y ga sia sia. . .
    semoga kalian selalu bahagia aja dah hehe

  26. yaaaah, baekyeol gak bersatu lagi , hiks…. *gigit tali sepatu* … Andwe…andweeee….miris banget ff nya …. But nice sih …. hehehe…. Rada gak suka dgn peran chanyeol yg kejam …
    Tapi authornya daebakk! Keep writing thor…

  27. Kyaa..bagus..sebenernya lebih suka sifatnya Kai yg blangsak(?) kkkk..soalnya dia keren kalo gitu..ckckck yg penting Kaibaek lah

  28. Kaibaek adalah couple terlangka!
    Klo bisa ff kaibaek banyakan donk!
    Biar bisa mengalhkan rating hunhan,baekyeol dan kaido heheehehe….

  29. “Maaf? Untuk luka yang mana? Yang kau gores di hatiku apa yang kau ukir di tubuhku, eum?” <—– ini yang paling diinget haha

  30. WHAT AN AMAZING FANFICTION! Yaampun.. ini ff apaaa?! Ah pas pertama baca aja udah mau nangis /tapi gabisa-_-/ yaampun yeol, makhluk paling imut, cantik kaya baekhyun kok ditinggalin-_-

    Dan aaaah! Duh yaampun seneng banget akhirnya baekhyun bisa bahagia lagi :3 kai juga itu baik banget mau jagain baekhyun😄

    (Btw, paling nyesek disini tuh si kyungsoo ya kayanya😀 )

    Nice story!

  31. Kaibaek? Wah jarang ada yg ngecouplein mereka d ff. Tp ini bagus feelnya ngena bgt ceritanya ga ketebak. Aku pikir baek bakal balikan sama chanyeol tp ternyata happy ending sama kai. Senangnya~😀 great ff authornim (y) 🙂

  32. Kaibaeeeeek! Gak sia2 kan kai nunggu 7tahun? Daebak! 7 tahun itu lamaaaaa bgt. Dan kai bisa mendam perasaan selama itu? Cuma demi baekhyun :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s