REFLECTION- Part 3

Just a storyline by Mousekey

reflection1

EXO fANFICTION

Main cast:

Kim Jongin

Luhan

Oh Sehun

Byun Baekhyun

Genre:

Sad Romance!!

WHY SO SERIOUS?

 

a/n: Hai masih ingat saya’-‘? Long time no post ya. Jujur saya LUPA cara ngepost makanya lama hiatus *plak. Saya back dengan nama author yang baru tara> MOUSEKEY. Untuk selanjutnya panggil saya dengan nama author, jangan nama asli*maksa*. MSL sama DTS sedang dalam proses,readers yang ‘masih’ nunggu dimohon kesabarnya *bow*. Dan TERIMAKASIH jika readers masih mengingat saya. :’) *kecup basah*.

Ini ff special buat Bacon oppa yang sedang berulang tahun. Saengil chukka hamnida oppa ya~

Buat Kim Hyobin, makasih dorongannya hingga saya bangkit lagi/? wks .

Sebenarnya  Saya tidak PD ngePOST FF ini yang hanya dikerjakan dalam wkt 1 malam. Dimohon kritikan yang membangun

Lee Jinki saranghae!!

 

Warning: Shonen Ai, typo bertebaran

 

Reflection Part 3

Dialam bawah sadarpun aku bisa merasakan kehadiranmu

 

 

Ini GILA!!

 

 

Atau rasa Cintaku yang terlalu melampaui batas?

 

“Sehun ah… Gajima!!”

 

 

Suara rintihan dengan nada rendah itu sudah terlontar setidaknya lima kali semenjak Kai membawa Pemuda cantik bernama Luhan ke kamar kosong di rumahnya. Dengan wajah lelah Kai masih betah terjaga, mengawasi hingga suhu badan pemuda dihadapnnya menurun. Bahkan jam dinding antik di kamar yang didominasi dengan warna biru itu sudah menunjukkan Pukul 3 dini hari waktu setempat. Ini pertama kalinya Kai rela tidak tidur  tepat waktu demi seseorang yang bahkan belum dikenalnya satu hari penuh.. Daebak!

 

“Hei manusia aneh ! Siapa kau sebenarnya eoh? ”

 

 

Kai menatap lekat wajah pucat Luhan dengan kedua mata sayunya. Melontarkan pertanyaan yang Ia sendiri tahu akan menguap begitu saja. Sebenarnya bisa saja Kai tak mempedulikan Luhan lalu tidur dengan lelap di kamar barunya yang nyaman, tapi entah mengapa sudut hati kecilnya melarangnya untuk itu. Apa ini berarti Kai mulai mempedulikan orang asing yang begitu terobsesi dengan nama Sehun?

Ah.. Bicara soal Sehun, sampai saat ini Kai masih penasaran dengan pemilik nama itu dan beberapa foto yang tertempel manis di dinding kamar tamunya ini. Kurang lebih ada berpuluh-puluh foto kalau Kai tak salah menghitung. Saking bosannya menunggu Luhan membaik, Kai iseng menghitungnya tadi dan kesemuanya itu di dominasi dengan wajah dua orang yang sekilas terlihat mirip. Kai yakini salah satu dari keduanya itu adalah manusia aneh yang entah datang dari planet mana mengekorinya dan menyusahkannya sampai tahap ini—Luhan dan mungkin saja yang satunya lagi adalah Sehun. Sempat terlintas dibenak Kai bahwa mereka berdua adalah saudara kembar atau mungkin memang begitu? Setelah Luhan sadar mungkin segala Tanya Kai akan terjawab. Ya, Kai berharap begitu karena Ia benci menjadi penasaran yang akan berujung kepada kepedulian.

 

Masih belum sadar, Kai memutuskan mendekatkan dirinya pada Luhan untuk kembali memantau suhu tubuh pemuda cantik itu. Dengan telaten Ia menyelipkan thermometer suhu pada mulut Luhan, menunggu sebentar dan…  hasilnya.

 

37 derajat Celcius..

 

Mata Kai seketika berbinar melihat angka yang tertera pada thermometer ditangannya. Tanpa sadar senyum tipis terukir dibibir tebalnya. Sepertinya pemuda tampan itu lega karena akhirnya suhu tubuh Luhan menurun. Setidaknya pengorbananya untuk tetap terjaga semalaman ini tidak sia-sia dan tentu saja dengan ini dia bisa tertidur nyenyak.

 

“Terimakasih thermometer, kau memang yang terbaik”

 

Dengan konyol Kai menciumi thermometer yang sudah membawa angin segar padanya ,melupakan kenyataan bahwa sebelumnya thermometer itu sudah memasuki rongga mulut Luhan. Terlalu bahagia membuat Kai kehilangan akal sehatnya. Lupakan soal akal sehat, bahkan Kai kini sudah berbaring di sofa sebelah tempat tidur dimana Luhan berada. Dengan cepat Kai mulai memejamkan mata sayunya,  menyusul Luhan yang sudah lebih dulu menuju alam mimpi.

 

0.0

 

 

Bias matahari siang mengusik kenyenyakan tidur pemuda tampan yang tengah meringkuk di kasur empuknya. Selimut tebal yang menutupi tubuhnya pun mulai terasa mengganggu, membuat pemuda itu menggeliat ke kiri dan ke kanan agar bisa terlepas dari jeratan selimut yang entah sejak kapan membalutinya. Seingatnya sebelum tertidur, Ia tak memakai selimut dan hanya tertidur seadanya di sofa. Sudah cukup lelah menggeliat, pemuda tampan berkulit gelap itu memutuskan untuk terjaga dari tidurnya yang sudah tak nyaman, memposisilan dirinya untuk duduk sambil mengusap matanya yang masih setengah terpejam. Hal pertama yang dicari pemuda itu setelah kesadarannya utuh adalah jam dinding, yang menujukkan pukul 12 KST dan selanjutnya seseorang yang menyebabkannya bisa bangun se siang ini, siapa lagi kalau bukan manusia aneh bernama…….. Luhan.

 

“…eh. Dimana orang itu?”

 

 

Kai tersentak saat tahu Ia tak lagi tertidur di sofa malah berada di kasur yang sebelumnya tengah dihuni oleh Luhan. Bagaimana bisa jadi seperti ini? Kai sedikit merinding memikirkan rangkaian cerita yang cukup aneh dialaminya kemaren bersama pemuda bernama Luhan itu. Luhan datang secara tiba-tiba ke rumahnya lalu memanggilnya dengan panggilan aneh dan menangis dan pingsan kemudian sakit dan mengigau. Jangan-jangan Luhan sejenis makhluk halus yang menghuni rumah barunya ini?

 

Aishh. Tidak mungkin!!! Kai menggeleng kuat saat matanya menemukan baskom bekas kompresan semalam dan thermometer yang masih tergeletak di meja nakas tempat tidur. Setidaknya itu cukup sebagai bukti nyata bahwa semalam Ia benar merawat manusia bukan makhluk halus. Lalu kalau benar begitu, dimana sosok misterius itu sekarang? Apa mungkin tubuh mungilnya mampu memindahkan Kai ke tempat tidur ini? Tak ingin membuat pertanyaan semakin banyak menyinggahi otaknya, pemuda tampan yang masih terlihat mengantuk itu memutuskan mencari Luhan untuk menuntaskan segala tanyanya yang tak terjawab. Mungkin dimulai dengan membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.

 

 

0.0

 

 

Pedalaman Daegu 5meter dari bibir pantai

 

 

Pemuda mungil berambut coklat terang itu membaca ulang secarik kertas yang berisi alamat seseorang. Memutar balik kertas itu berharap menemukan petunjuk lain selain alamat abstrak yang didapatnya.

 

Namun NIHIL….

 

Seberapun Ia berusaha untuk berdalih dari rangkaian tulisannya yang memusingkan otaknya itu, Ia tetap harus menghadapinya dan menemukan dengan benar tempat yang dimaksut. Kalau Ia tak salah mengira, ini sudah masuk dalam kawasan pedalaman Daegu, tapi Ia belum menemukan pantai yang dimaksut dalam alamatnya.

 

“Sial!! Haruskah cuaca menjadi sepanas ini?”

 

Mengeluh adalah cara terampuh setiap orang untuk melepaskan lelah. Tak terkecuali bagi pemuda berambut cokelat yang mulai tampak menyerah dengan misinya hari ini. Jika bukan karena ‘seseorang’ Ia mungkin sudah menyerah sedari tadi. Apa lebih baik Ia menelepon ’seseorang’ itu saja agar jalannya kesana menjadi lebih mudah?

 

Tapi……

 

 

Ia sedikit ragu ‘seseorang’ itu bersedia menemuinya.

 

 

“Tidak! Tidak! Sudah terlambat untukku berfikir pesimis. Maju bukan lagi menjadi pilihan, tapi keharusan. Ya..Semangat!!”

 

 

Mencoba menyemangati diri sendiri tidaklah buruk dan nyatanya semangat itu membuat tangan lentik pemuda berambut cokelat tadi berani memilih satu nama pada kontak selfphone nya. Menekan tombol virtual sebelum meletakkan benda ajaib itu ketelinganya..

 

 

Tuuutt

 

 

Tuut

 

 

Jeda panjang menyambut pendengaran pemuda itu. Ia sedikit gelisah ditandai dengan jemari tangannya yang tengah mengusap hidung mungilnya dengan tempo senada sambungan di selfphonenya. Ia sedikit cemas lebih ke takut. Biasanya pemilik nomer yang dihubunginya ini akan mengangkat telephone darinya kurang dari 5 detik. Apa mungkin benar pemikiran pesimisnya tadi.

 

 

“Hallo”

 

Dan ternyata salah..

 

 

Mata sipit milik pemuda itu membentuk garis saat sebuah suara yang begitu dirindukannya mengalun merdu ditelinganya. Ia bahagia? Tentu saja..

 

 

Finally

 

 

 

“KIM JONGIN!! Bogoshipta~”

 

 

 

0.0

 

 

 

Kai mengurungkannya niatnya untuk mencari Luhan. Entahlah kemana perginya manusia misterius itu. Kai hanya berharap sosok itu tak akan kembali dan mengganggunya seperti kemaren, walau jujur saja Ia masih sedikit mencemaskan keadaan Luhan. Tapi… ada hal lain yang lebih membuatnya hatinya tidak tenang.

 

 

 

 

Byun Baekhyun….

 

 

Sahabat sekaligus cinta terpendamnya…

 

 

Kai langsung bergegas mencari Baekhyun setelah menerima panggilan darinya beberapa menit yang lalu. Bahkan untuk sarapan merangkup makan siang saja Ia tak sempat dilakukannya. Seusai mandi, Kai buru-buru berganti pakaian seadanya, T-shirt hitam tanpa lengan dengan celana jeans pendek. Lalu menuju sepedanya yang terletak di garasi belakang tanpa sempat melihat keadaan sekitar rumahnya . Yang tidak Kai sadari, di meja makannya telah tersaji beberapa makanan lezat beserta koki Luhan tengah menatap makanan dihadapannya dengan pandangan kosong.

 

0.0

 

 

Kai masih belum menemukan Baekhyun. Memacu sepedanya dengan sedikit cepat. Ia tahu Baekhyun bukanlah pemuda tangguh yang bisa melawan preman yang begitu rentan ditemukan di daerah seperti ini. Meskipun daerah ini cukup terlihat bersahabat namun tak menutup kemungkinan untuk itu. Rasa cemas mulai menggerayangi hati Kai. Terlebih dengan bodohnya pemuda berkulit gelap itu meninggalkan selfphonenya di rumah. Terakhir Baekhyun mengatakan padanya bahwa posisinya sudah memasuki pedalaman. Tapi disebelah mana?

 

Damn it!!

 

Mengumpat pada angin yang membawa hawa panas ketubuhnya. Kai bahkan baru tersadar bahwa cuaca hari ini begitu panas. Salah besar Ia mengenakan T-Shirt tanpa lengan.

 

 

Sial !  Sial!

 

 

Saat penyesalan bertumpuk memenuhi pemikiran Kai, sesosok tumbuh mungil melambaikan tangannya dari kejauhan,kira-kira 50cm di depannya. Dan Kai yakin sekali itu adalah sosok yang Ia cemaskan dan Ia cari sedari tadi.

 

 

Byun Baekyun.

 

 

“Apa yang membuatmu kembali?”

 

 

Kai berkata dingin setelah sosok mungil itu benar-benar telah berada di hadapannya. Seperti mimpi, Kai tak mengana akan bisa melihat pemilik suara merdu itu lagi. Tentu saja setelah pernyataan Baekhyun saat kelulusan mereka. Baekhyun memilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas London. Menjelang tahun ajaran baru ,Ia berniat untuk memulai adaptasinya disana dan tentu saja keputusan itu membuat Kai terpukul sebagai sahabat sekaligus pemuda yang mencintai Baekhyun.

 

Sehari setelah pernyataan itu terlontar, Kai menghilang begitu saja membuat Baekhyun bingung sekaligus merasa bersalah. Kai bahkan menghindar dan mengabaikan pesan singkat maupun telephone darinya. Hal itu mengurungkan niat Baekhyun untuk beradaptasi dan memilih mencari Kai. Sepertinya ada satu dua hal yang harus Baekhyun jelaskan. Itulah yang membawa pemuda cantik itu hingga sampai ke tempat ini. Mengenai alamat, tentu saja Baekhyun cukup memiliki akses untuk bertanya pada Miss Kim yang mengenalnya dengan baik.

 

 

“Bukankah sudah kukatakan tadi bahwa aku merindukanmu, Kim Jongin!”

 

 

“Darimana kau tahu aku disini?”

 

 

“Hei, pentingkah pertanyaan semacam itu? Seharusnya kau memelukku sekarang!”

 

 

“Bodoh!”

 

 

Kai menatap intens Baekhyun yang tengah merentangkan kedua tangan sambil tersenyum innocent kearahnya. Pemuda itu sangat tahu bagaimana membuat Kai bertekuk lutut. Semua kekesalan Kai akan menguap begitu saja jika sudah berhadapan langsung dengan Baekhyun, yang tertinggal kini hanya rasa hangat saat tubuh mungil Baekhyun telah berada dalam dekapannya.

 

 

“Kau tak merindukanku Kai?”

 

 

“_____”

 

 

“Apa kau masih marah?”

 

 

“______”

 

 

“Ya Kim Jongin! Kau membenciku? Ayo  bicara lah, jangan mendiamiku seperti ini!”

 

 

Kai melepas pelukannya secara sepihak, terlihatlah wajah Baekhyun yang kini sudah tertekuk sempurna. Kesalkah? Ia memilih untuk tetap diam namun mulai membelai lembut pipi mulus Bakhyun dengan tangan kanannya dan tangan satunya lagi Ia gunakan untuk mengusap punggung tangan Baekhyun yang terasa hangat. Sepertinya cuaca hari ini berhasil membakar kulit mereka berdua.

 

Kai tersenyum saat Baekhyun mulai terhanyut dalam sentuhannya. Jika kelemahan Kai adalah berhadapan langsung dengan Baekhyun , kelemahan pemuda cantik ini tidak lain adalah sentuhan dari Kai. Meskipun mereka hanya sebatas sahabat, Bakhyun tak memungkiri sentuhan Kai mampu membuatnya melayang.

 

Tak ingin menghilangkan kesempatan untuk menikmati kelemahan sahabatnya itu, Kai mulai mendekatkan wajahnya lalu mengarahkan bibirnya ke telinga kanan Baekhyun. Meniupnya sekilas sebelum membisikan satu kalimat yang menandakan bahwa Ia tak lagi marah pada pemuda cantik itu.

 

 

“….aku senang kau kembali”

 

 

0.0

 

 

“Jadi kau tinggal di rumah sebesar ini seorang diri?”

 

 

 

Baekhyun menatap takjub rumah keluarga Oh yang sudah berpindah tangan pada Kai. Pemuda tampan itu hanya tersenyum sebagai jawaban “YA” untuk pertanyaan Baekhyun. Mereka kini telah berada di garasi  rumah menunggu Kai memarkirkan sepedanya dengan benar untuk selanjutnya menuntun Bakhyun memasuki rumahnya melalui pintu belakang yang langsung mengarah ke tangga menuju lantai 2 rumahnya.  Kai memilih jalan ini, karena Ia fikir Baekhyun pasti sudah gerah dan ingin langsung mendinginkan tubuhnya di kamar mandi. Maka dari itu Ia membawa Baekhyun langusung ke kamar tamu di sebelah kamarnya .

 

 

“Mandilah.. Jika perlu sesuatu aku ada di kamar sebelah”

 

 

Baekhyun mengangguk dan tersenyum simpul sebagai jawaban mengerti, lalu menghilang dibalik pintu kamar yang baru Kai sadari ada tulisan besar di depannya.

 

 

HUNHAN ROOM

 

 

“Sehun ah~ kau dari mana saja?”

 

 

DEG

 

 

Kai terlonjak kaget saat seseorang menyentuh pundaknya dari belakang. Menoleh dengan cepat dan mendapati sosok Luhan—yang sudah Ia lupakan keberadaanya berkat Baekhyun— tersenyum manis padanya.

 

 

“Kau!”

 

 

Reflek Kai menarik paksa Luhan ke kamarnya, lalu mengunci pintunya dengan tergesa.  Luhan terlihat bingung, namun Ia menurut saja saat Kai— yang Ia fikir Sehun— mendudukannya di tempat tidur.

 

 

“Apa yang kau lakukan disini?”

 

 

 

“….menunggumu”

 

Agrhhhh!! Kai mengacak rambutnya frustasi saat tersadar pertanyaanya akan sia-sia jika dilontarkan pada orang yang dalam kondisi kejiwaan tidak stabil. Tanpa sengaja Kai menatap wajah pucat Luhan. Kejadian semalam tiba-tiba terputar ulang diotaknya. Dengan sendirinya tangan Kai menyentuh keningnya lalu beralih ke kening Luhan yang masih tetap diam dengan perlakuan Kai. Barangkali pemuda cantik itu masih lemah untuk melawan atau otaknya sudah benar-benar rusak.

 

 

“Kau sudah sembuh, pulanglah!”

 

 

“Shireo!”

 

 

“Baekhyun akan menyalapahami kita jika kau tetap disini, pergilah kumohon!”

 

 

“Ss siapa yang kau maksut dengan Baekhyun?”

 

 

Luhan terbata-bata menimpali kalimat Kai. Entah apa yang ada dalam fikiran namja cantik itu ,hingga matanya kini berkilat marah menatap Kai. Kai tak langsung menjawab terlihat berfikir  untuk menemukan jawaban yang tepat.

 

 

“Aku ini siapa?”

 

Akhirnya pertanyaan konyol itulah yang Kai pilih untuk menemukan jawabannya. Sepertinya Ia harus menyelami fikiran Luhan terlebih dahulu agar bisa mengarahkan pemuda cantik itu dengan baik.

 

“Tentu saja kau Oh Sehun. Kau bercanda melupakan nama mu?”

 

 

Luhan mendengus kesal sedang Kai hanya mengangguk paham. Benar, Pemuda cantik itu masih menganggapnya Sehun.

 

 

“Lalu siapa Oh Sehun?”

 

 

“Apa telah terjadi sesuatu Sehun ah~? Kepalamu terbentur sesuatu atau ba—“

 

 

“Tidak! Jangan khawatir. Aku hanya ingin memastikan kau masih mengingatku atau tidak”

 

Luhan mengerjapkan matanya berulang kali, mencoba mencerna kalimat Kai. Sesudahnya Ia terkikik pelan sambil menutupi mulutnya dengan punggung tangan. Kai menganga sempurna. Sosok dihadapannya ini benar-benar BERMASALAH.

 

 

“Aku tidak sedang melucu!”

 

 

“Pertanyaanmu itu sungguh konyol Sehun ah~ mana mungkin aku melupakanmu”

 

 

Luhan kembali tertawa ringan membuat Kai bersungut. Kai kehabisan cara menghadapi Luhan. Mungkin memang Luhan tak mempan diarahkan dengan kata-kata. Bahkan tawa Luhan semakin keras. Ini bahaya jika Baekhyun mendengarnya.

 

 

“HAHAHA. Oh Sehun, wajahmu menggelikan jika bersungu—hmmp”

 

 

Kai benar-benar membuang jauh akal sehatnya saat memutuskan membungkap bibir tipis Luhan dengan bibirnya. Ia kehabisan cara menghadapi manusia aneh bernama Luhan ini. Atau barangkali otaknya sudah ikut rusak karena tertular virus Luhan? O astaga jangan sampai. Kai menatap mata Luhan yang tengah terpejam akibat serangan mendadak darinya. Sepertinya namja cantik itu menikmati sentuhannya. Lalu, bagaimana dengan Kai? Jujur saja ini pertama kalinya Ia menyentuh bibir seseorang dengan bibirnya. Terasa basah dan hangat. Tapi… orang ini bukan orang yang Kai harapkan.

 

Tok

 

Tok

 

 

“Jongin ah~ Kau di dalam?”

 

 

Sontak saja Kai melepaskan tautan bibirnya saat suara merdu Baekhyun menyadarkannya. Kai terlihat panik , Luhan menatap Kai bingung kemudian beralih ke pintu.

 

 

“Kim Jongin, apa kau sedang mandi? Mengapa kau mengunci kamarmu?”

 

 

Kai mentap Luhan dan pintu bergantian lalu menarik tangan Luhan dengan cepat ke arah lemari besar di pojok kamarnya. Tak ada cara lain selain menyembunyikan Luhan di sana. Kai sebenarnya tidak tega melihat wajah polos Luhan yang bahkan tak mengerti situasi sama sekali, tapi Ia juga tak mungkin mengenalkan Luhan pada Baekhyun. Ia hanya tak ingin Baekhyun salah paham. Lagi pula Kai ragu Luhan akan menyambut baik Baekhyun.

 

“Kau…. tunggu aku disini”

 

 

“Tapi Sehun ah—“

 

 

Chu

 

Kai mengecup kening Luhan sekilas sebelum tersenyum manis padanya. “Aku akan segera kembali, Lu”  Luhan balas terenyum pada Kai lalu mengangguk tanda mengerti. Mungkin dengan menjadi Sehun seutuhnya, Kai baru bisa mengendalikan Luhan.

 

Dengan berat hati Kai menguci pintu lemari beserta Luhan didalamnya kemudian beranjak keluar kamar untuksegera menemui Baekhyun.

 

Entah mengapa Kai merasa ada sesuatu yang tertinggal dibelakangnya.

 

 

Sungguh…

 

 

Aku akan  memilih untuk tetap gila

 

Asal kau selalu hadir dalam ke gilaan ku

 

Meski melalui wujud orang lain..

 

TO BE CONTINUED

67 thoughts on “REFLECTION- Part 3

  1. ughhhhhhh akhirnyaaa updateeee….
    —lalallalalalla—

    GEMBELLLLL BENERRRR LO JONGINNNN… AMPUNNN DEHHHH…
    iyaaa iyaaa itu pasti modus lo kan..
    ngakuu…cepat ngakuu
    /siapin cambuk/
    alasannnn aja nanya ‘aku ini siapa’
    lo pasti tau kan pikiran luhan emang lagi labillll…
    moduss ne modusss biar bisaaa cium luhan…
    AWRTRRRRRRR…
    ini luhannn cekikikan…
    berasa liat kunti di rantai…

    JONGIN BEGOOOO…kenapa harus di lemari…
    kenapa luhan ga disembunyiin di kolong ?
    ato di atap aja sekalian
    =____=

    ughhhh ada pairing baru lagi yaa…baekhyun..hhuhuuuyyy..
    ayo dunk…jangan hiatus lagi yaaa…
    semangattttt

  2. Baru baca update-annya .__.
    daaaan, ada pairing baru >< kkk~
    udaah. kai sama luhan aja. nanti luhan.depresi, udah kehilangan sehun masa kehilangan kai (yg katanya mirip sehun) sih kak.
    Baekhyun ntar pairingin dgn chanyeol aja *ngaco xD
    ditunggu update-annya lagi~

  3. uwaah seru nih! ff nya!! authornya lanjutin ne ff nya?? aku suka tema ceritanya.. dan.. ditunggu chapter berikutnya neee!!🙂

  4. Astogehh~
    itu kenapa luhan ngira kai itu sehun?? Kai sma sehun itu beda, dari kulit nya juga, kaya kopi sma susu😄 #plakk
    huhuhu~ trus, kenapa kai nyium luhan?? Kenapa?? Katanya kai suka baekhyun katanya kai suka baekhyun tapi, kenapa kai nyium luhan? Kenapa??
    Trus kenapa kai pas mau keluar itu nyium keningnya luhan? Apa kai udh mulai suka sma luhan X(
    huhuhu~ ini ff nya kaibaek kan? Sy harap thor, sy harapp bangett~ sy kaibaek shipper u.u
    trus bukan nya kai bilang ding, ‘aku bukan sehun dan kau siapa?’ malah bilang ‘aku ini siapa’ dan secara gak langsung km ngaku ngaku jadi sehun kai -,-

  5. Ampun luhan ngapain kai dianggep sehun
    Nyadar sendiri lo mrka bda..
    Kasihan bngt baby luhan dimasukin ke lemari
    Emak baby lu pakaian apa??!
    Awas ajah tu Kai
    ♓έ..:D ♓έ..=)) ♓έ..:) ♓έ..
    Di tunggu klnjutnya author tp jngan klmaa ya
    Hwaiting!!!!

  6. ADUH JONGIN. MODUSSSSSHHHHH GILAK. ITU LUHAN GUE JANGAN DIKONCIIN DALEM LEMARI LAHH KASIAN. sehunieee kira kira muncul lagi ga eon?? OKE FAITIING EON LANJUT TERUSSS

  7. thor, ceritanya di lanjutin dong ^^
    penasaran banget nih
    Author hwaitingggggg !!! ^^ di tunggu lanjutannya segera ya… <—–maksa LOL

  8. Pantessan aku nyari Luhan daritadi gak ketemu”, trnyta lagi dikunci sama Kai di lemari tohhh, huuu~ kai oppa tega banget ngunci suami aku *duagh *digebukinSehun* #gaje,lupakan:'( tapi tapi, keren sumvehhhhh ceritanyee (y) . Lanjut dong plisssssssss, gasabar pngen baca lanjutanyaaa🙂 *ren imnidaa, bangapseumnida* ;;)

  9. waks gila itu Jongin haishhhh
    akhirnya milih ikutan gila gitu supaya bisa ngatur Luhan??
    uumm iya sih itu satu satunya cara, karena pasti membutuhkan waktu lama untuk menyadarkan Luhan dari kegilaannya dan Kai tak punya waktu untuk itu heeehhhh
    aduh itu Luhan kok gitu banget sukanya sama Sehun sampai gak ngerelain kematiannya dan malah nganggap orang lain itu Sehun… baru pertama thor nemu yang beginian haha
    tapi tak apa deh yang penting ini KAILU wkwk😄
    meski aku sebenernya juga lumayan suka sama KaiBaek… tapi KaiLu nomor satu dong pastiiiiiiiiiiiiii
    gak bisa bayangin itu kedepannya gimana, Kai yang jelasin siapa itu Luhan, nyampein perasaannya sama Baekhyun dan gimana Kai jadi beralih sama Luhan kyaaaaa😄 tapi sih aku berharapnya Luhan gak ngeliat Kai sebagai Sehun, tapi Kai. semoga cepat sadar deh kalian…
    oh ya makanan yang dimasak Luhan gak dilupain kan tuh?? mubazir neng….
    sip dan ni wajib lanjutin asap ya thor penasaran ni hadooohhh
    chapternya pendek banget thor…. ntar yang selanjutnya panjangin yaakkk😀

    keep writing
    Ganbatte!😀

  10. Whooooaaaaa author sumpah gila ini ff keren buangett. Aduh kai ngebekap mulut luhan gk perlu pake bibir juga kali ya -____-
    Author plisss tanggung jawab udah buat readers mati penasaran dengan kelanjutan ini ff T_T cepat lanjut ne thor T_T penasaran

  11. Luhan gak pengep di dalem lemari?

    Kak bakalan ada chanyeol gak?..
    Padahal adain aja chanyeol kal biar nanti chanyeol sama baekhyun….

    Tapi nanti lanjut ya kak…..

  12. Author Please dengan sangat Lanjutin nih ff. Pleaseeeeeeeeeeeeeeeeeee
    Ak prnasaran. Kena nih feel nya ^\\\\\^

  13. kyaaaa…,pendek bget thor, part lanjutan’a blm ada lg y…?sehun cm bntr doang, ksian luhan dunk. kereeen thor,d tnggu lnjutan’a, tq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s