“The Betrayed Angel” Part 10

Published : 6 June 2012

Updated : 5 Mei 2013

 

 

Annyeong~ Maaf terlambat bgt update TBA chapter 10 yah. Chapter 9 nya bulan December ya T__T

Aku udah bisa lanjut buat FF sebelum UAS seminggu lagi. *mati terkapar* okelah!

ENJOY the FICT~

 

Kyaaa~ bentar lagi ulang tahun Baekhyun-oppa  XD~ Istri Chanyeol oppa .ak.a Baekhyun onnie *plak* bakal ULTAH UYEEYY!! OTANJOUBI OMEDETO BAEKHYUN OPPA!! *kecepetan yah? bodo~

 

PS: KALAU GAK KUAT BACA TBA, GAK USAH BACA YAH! Soalnya di chapter ini ada beberapa adegan kekerasan. #bow

Satu lagi, jangan ada BASHING! Apalagi karakter EXO! Ini ff bukan kenyataan! Bedakan~

Aku g tanggung- tanggung buatnya~ So, jangan kasih komentar yang membuatku DOWN! Sip?

 

 

 

The Betrayed Angel

 

Inspirated of ‘Uragiri wa Boku no Namae wo Shitteiru’

Mangaka :  Hotaru Odagiri

 

 

Author : Kim Hyobin

Twitter : @ranalunabila

 

 tba3  

EXO FanFiction

 

 

Cast : Luhan – Oh Sehun – Kim Jongin / Kai

 

 

Main Pair : KAIHAN – HUNHAN – HUNHO – KRISTAO  – CHANBAEK – KRISHO

 

 

Other : Kim Minseok / Xiumin – Do Kyungsoo / D.O – Wufan / Kris – Huang Zitao / Tao – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – Kim Jongdae / Chen – Kim Joonmyeon / Suho

 

Genre : Fantasy – Drama – Romance – Action – ANGST – Bromance

 

Warning : Shounen Ai/ BOY x BOY / YAOI / BL

 

PLAGIAT GO TO HELL!!! FOR GOD SAKE, DONT TOUCH MA FANFICTION!

  

THIS IS JUST FICTION!

FICTION!

NOT REAL AT ALL!!

 

 

 

Part 10 – Please, Listen to me…

 

 

You can hear my voice, right?

You can feel it, right?

Sehun… I know.. You can forgive me

Please..

Please.. Listen to me..

..the one who loves you the most in this world.

 

 

 

 

 

 

Petaka itu dimulai..

 

Ketika angin murka diantara para malaikat

 

 

 

 

“Apa yang anda katakan, wahai petinggi kerajaan? Unsur elemen itu dimiliki oleh… klan kita?!” teriak petinggi itu dengan suara yang amat cemas. Lelaki tua itu menatap pucat sesama petinggi kerajaan yang sedang melakukan rapat.

 

 

“Ini mustahil! Angin bukanlah elemen suci yang boleh dimiliki oleh klan Angel dan Guardian yang menguasai elemen itu sudah lama punah.”

 

 

Semua terdiam.

 

 

“Atau… memang inilah takdir yang diinginkan oleh kedua matahari?!”

 

 

Tidak ada yang berani berbicara.

 

 

 

 

 

BRAK

 

 

 

“Kabar gembira wahai para petinggi klan! Putri raja dari Klan Angel sudah lahir beberapa saat yang lalu.”

 

 

Seorang pesuruh masuk begitu saja dengan wajah gembira, nampaknya salah satu pelayan kerajaan yang memang ditugaskan untuk memberi tahu para petinggi kerajaan yang kini sedang berunding tentang hal yang begitu memusingkan.

 

 

Rapat dihentikan saat itu juga. Itu dilakukan untuk menghormati dan menyambut sang puteri yang baru saja lahir. Putri pemimpin klan Angel.

 

 

Namun salah satu petinggi kerajaan itu sedikit berfikir. “Tepat saat lahirnya seorang bayi dengan elemen udara yang ia miliki…. anak dari sang Raja terlahir. Apakah ini hanya kebetulan?”

 

 

Bukan..

 

 

 

 

 

 

 

Itu adalah takdir…

 

 

.

.

.

 

 

Hidup kita berbeda

 

Seperti langit dan bumi

 

Kau jauh diatas… Indah berpenjar dilangit

 

Sedang aku terinjak- injak

 

 

.

.

.

 

 

 

 

“Oh Sehun itu Guardian yang menguasai udara.. lebih tepatnya angin. Wow! Bukankah itu keren?” ujar salah satu pemuda cantik yang kini sedang berkerumun bersama seorang wanita yang amat sangat anggun.. Putri raja.  

 

“Mwo~ Sehunnie itu selalu saja berwajah dingin. Aku takut dengannya!” ujar wanita cantik itu sembari mengerucutkan bibir merah ranum miliknya.

 

“Dia sama sekali tidak pernah mau menyapa kita, kan?” tanya salah satu sahabat dekat sang putri, Lay namanya.

 

“Neh! Jika aku mengajaknya bermain ia akan menatapku dengan dingin. Padahal kami seumuran!! Dan kalian tahu sendiri bahwa aku dan dia lahir dihari yang samaaa!!!” tegas sang tuan putri lagi, kali ini bibir merahnya benar- benar lucu.

 

 

“Kita sendiri tahu bahwa… bahwa kehidupannya tidak mudah, tuan putri Luhan.” buka salah satu pemuda manis sekaligus tampan bermata hitam, Tao.

 

 

“Aku tahu! Aku tahu itu, Tao.. namun apakah saat bersamaku ia tidak bisa membuang sesaat perasaan sedihnya? Karena aku…. aku ingin membagi kebahagiaan bersamanya.” Luhan tertunduk sedih.

 

 

“Aigoo… tuan putri baik sekali.” Pemuda cantik bernama Baekhyun mengusap rambut Luhan dengan sangat lembut.

 

 

“Baekhyun, juga berfikir seperti itu, bukan?” Luhan bertanya dengan tatapan mata bersinar.

 

 

“Eh?” Baekhyun mengerjapkan matanya bingung.

 

 

“Baekhyun kudengar sedang dekat dengan salah satu Guardian kerajaan yang bernama Chanyeol.”

 

 

“A..Ani.. a… it… itu… tuan putri bicara apa!!” Baekhyun nampak salah tingkah.

 

 

“Woaahhh~ aku tidak tahu kalau kau sedang menjalani percintaan saat ini, Baekhyun!!” Lay menepuk pundak Baekhyun keras kemudian tertawa.

 

 

“Apa?!! Pe—Percintaan?!!! Aahh! Kaliannnnn!!!” Baekhyun menutup wajahnya yang memerah. “Bukan hal seperti itu, tahu!! Dia ternyata Partner-ku.”  

 

 

“Oh ya~”

 

 

“Lay!! Kau menyebalkaannn!!”

 

 

 

Luhan tersenyum melihat dua pemuda cantik yang menjadi sahabat baiknya, Lay dan Baekhyun, bersenda gurau sembari memainkan kelopak bunga ditaman kerajaan itu. Tawa terdengar disela-sela gurauan mereka –Damai.  

 

 

 

Namun mata Luhan menangkap kesedihan dimata.. Tao, sahabat dekatnya juga. Salah satu anak petinggi negara yang menguasai kekuatan ‘Time Control’.. kekuatan yang dianggap tidak berguna dijaman itu.

 

 

 

Dan.. kekuatan itu… mengerikan.

 

 

 

 

“Tao? Ada apa?” tanya Luhan sembari mendekatkan diri pada Tao. Pemuda manis bermata gelap.. sebenarnya wajahnya pun sangat tampan. Ia cukup pendiam namun sebenarnya ia sangat manja. Sangat! Dan hal itu kadang membuat Luhan tidak bisa  meninggalkannya sendirian. Jiwa keibuannya akan keluar jika berdekatan dengan Tao.

 

 

 

“Aku hanya… hanya sedikit lelah.” Jawab Tao kali ini menunduk.

 

 

 

“Wae? Apa Kris berbuat sesuatu yang membuatmu lelah?” tanya Luhan dengan senyuman jahil. Pastinya Luhan tahu betul ikatan sahabat baiknya ini dengan calon tunangan Luhan terdahulu, Kris. Luhan yang menjadi dewi cinta yang menyambung benang merah antara Kris dan Tao. Sungguh tuan putri yang sibuk.

 

 

 

“Eh? Maksud tuan putri?” Tao ternyata tidak mengerti dengan maksud Luhan.

 

 

“A..ahaha… Maaf, Tao aku lupa akan kopolosanmu!!” Luhan tersenyum tipis. “Maksudku.. ya.. Apa yang membuatmu murung?”

 

 

Tao menatap tuan putri Luhan yang sudah berteman dengannya sejak kecil. Umur mereka sudah nyaris 20 tahun dan itu membuktikan bahwa pertemanan mereka sudah lama sekali.

 

 

“Ahh.. Ada kelopak mawar dirambutmu.” Ujar Tao pelan sembari mengusap rambut halus Luhan yang panjang. Rambut halus berwarna coklat gelap- nyaris hitam, yang begitu indah. Mahkota cantik yang bertengger manis di tengah kepala Luhan begitu membuat kesan anggun, khas seorang putri raja.

 

 

“Terima kasih, Tao.” Luhan kemudian mengambil kelopak mawar itu dari tangan Tao dan tersenyum manis. Tao memperhatikan senyuman Luhan yang begitu menenangkan. Senyuman yang dapat membuat hati Tao berderit lega… benar, sosok Luhan seperti utusan bidadari. Dia cantik dengan goresan kesempurnaan.

 

 

 

“Tuan putri tidak akan marah jika aku mengatakan sesuatu?” Tao bertanya dengan arahan mata menatap Lay dan Baekhyun yang kini masih saja memainkan beberapa kelopak bunga dan melemparnya pada masing- masing, bersenda gurau.

 

 

“Ne? Apa itu?”

 

 

Tao memejamkan matanya sejenak, terdengar desahan nafas seakan terhambat.“A..aku mendengar ucapan.. ayahanda tadi malam. Sebelum aku kembali tidur kekamarku… ayahanda dan ibunda mengatakan bahwa… perang akan pecah, tuan putri.”

 

 

 

Mata Luhan membulat. “Ap.. Apa?!”

 

 

Tao meletakkan telunjuk dibibir tipisnya dan menetap Lay serta Baekhyun yang masih asyik bersenda gurau. Luhan mengangguk, mengerti bahwa ini hanya rahasia diantara dirinya dan Tao. Mungkin untuk saat ini.

 

 

 

 

“Dan penyebabnya adalah…. Sehun.”

 

 

 

 

Kau..

 

Keberadaanmu dipersalahkan

 

Penyebab pertentangan…

 

..menyedihkan.

 

 

 

 

“Wahai penggendali angin.. alasan pasti kehancuran akan klan ini!” teriak salah satu petinggi negara pada pemuda berusia 20 tahunan itu. Lelaki berbadan tegap dan bermata sendu yang tengah berdiri didepan ruang perundingan istana tersebut.

 

 

“Kau guardian yang tidak dikehendaki.”

 

 

“Berkorbanlah untuk klan yang sudah berbaik hati menampungmu ini. Sebentar lagi bangsa iblis akan memulai peperangan dengan klan Angel karena dirimu!”

 

 

“Kelahiranmu menjauhkan klan kami dari berkah!!”

 

 

Makian, penghinaan, dan tekanan selalu ia dapatkan sejak ia kecil. Orangtuanya yang adalah ‘Pure Blood’ klan Angel sudah tewas secara aneh saat Sehun… Guardian satu- satunya yang mengendalikan angin itu .. dilahirkan.

 

 

 

Pemuda berwajah dingin itu, diam tanpa ekspresi, menerima semua cercaan yang tidak masuk akal. Para petinggi- petinggi kerajaan tersebut selalu mengejeknya saat mereka berkumpul diruang suci untuk berunding, namun pasti hasil perundingan itu akan berakhir pada semua tugas Sehun untuk menjaga jembatan perbatasan.

 

 

Jembatan yang menghubungkan dunia Angel dan Devil.

 

 

Dia dijatuhkan sedemikian dalamnya namun ia terus saja diperintah untuk berbagai macam hal demi kepentingan klan Angel. Menyedihkan memang. Bahkan memberi pembelaan ia tidak sanggup.. ia tidak mau membantah.

 

 

Bukan tidak berani… akan tetapi ia tidak mau..

 

 

 

… karena ia mencintai klannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suatu waktu, saat Sehun menjaga jembatan perbatasan itu, ia melihat putri raja klan Angel berjalan kearahnya. Putri kerajaan yang memakai gaun berwarna merah muda dan putih mengkilat, rambut panjang miliknya melambai indah. Seakan beriak dengan sapuan angin sepoi nan tenang.  

 

 

“Sehun!” sapa sang putri nan cantik bernama Luhan.

 

 

Dengan wajah yang masih kaku, Sehun tidak menjawab dan membungkuk. Sedikit memberi hormat pada Luhan. Bagaimanapun Luhan adalah anak dari raja yang memimpin klan Angel.

 

 

“Berjaga lagi?” tanya Luhan dengan senyuman begitu manis.

 

 

Sehun mengangguk. “Harap kembali ke kerajaan, tuan putri. Perbatasan adalah wilayah berbahaya. Bisa saja terjadi penyerangan tiba- tiba dan tuan putri terluka.”

 

 

Luhan mengerucutkan bibirnya.“Aku menunggu kekasihku disini, Sehun.”

 

 

Mendengar jawaban Luhan, namja tampan itu kemudian mengangguk. “Maafkan atas kelancangan saya.”

 

 

Luhan kembali tersenyum manis, membuat Sehun sedikit terkesiap. Tidak berbohong, sosok cantik tuan putri tersebut berkali- kali membuat dada Sehun berdesir lembut. Ah! Apa yang ia pikirkan? Mana berhak ia memikirkan tuan putri yang terhormat seperti Luhan?

 

 

Kemudian dengan wajah dinginnya Sehun kembali menatap kearah jembatan yang lumayan panjang. Sejurus, ia menangkap sosok berpakaian serba hitam dengan rambut hitam legam lumayan panjang dan diikat kebelakang, berjalan diatas jembatan.. menuju tempat Sehun dan Luhan berdiri.

 

 

“Setan!!” desis Sehun kemudian menarik tubuh Luhan agar menjauh dari jembatan itu.

 

 

“KAI!! AKU DISINI KAI!!” teriak Luhan malah terdengar sangat senang.

 

 

“Eh?” Sehun tidak mengerti akan ucapan Luhan. Sehun membiarkan Luhan terlepas dari pelukannya dan berlari mendekati jembatan itu. Senyuman manis tidak hilang sama sekali dari wajah Luhan sampai sosok tersebut terhenti tepat disamping Luhan setelah menyeberangi jembatan.

 

 

 

“Kenapa tidak berteleportasi saja dari ujung jembatan itu, Kai!” gerutu Luhan seraya mengerucutkan bibirnya.

 

 

“Aku hanya ingin menggodamu.” Kai..Keturunan Klan Devil itu.. mengusap wajah Luhan yang memerah dengan lembut dan kasih sayang.

 

 

GREP

 

Sehun menarik Luhan menjauh dari Kai, membuat sepasang kekasih itu terdiam dan kebingungan. Apa yang dilakukan Sehun?

 

 

“Apa- apaan ini, tuan putri! Tidak seharusnya dirimu berdekatan dan berpelukan dengan bangsa iblis. Bangsa kita sedang dalam masa perundingan akan perang dengan bangsa iblis. Ini tidak lazim!” Sehun menatap Kai dengan tatapan waspada. Harga dirinya sebagai Guardian bisa hancur jika ia nembiarkan anak Raja Klan Angel tersakiti didepan matanya.

 

 

“Mwo! Sehun! Kai adalah kekasihku. Dan kami akan segera menikah dalam waktu dekat.” Luhan menjauhi Sehun lalu memeluk lengan Kai erat. Membuat sang iblis tersenyum amat tulus. Senyuman itu tulus… Sehun tahu.

 

 

Kai, bangsa iblis itu menunduk dalam pada Sehun. “Wahai guardian klan Angel yang terhormat, aku tidak pernah bermaksud menyakiti tuan putri Luhan. Aku mencintainya.”

 

 

Mata Sehun membulat sempurna melihat salah satu klan Devil itu kembali tersenyum bahkan menunduk kearahnya. Apalagi diwajahnya tidak ada guratan kelicikan sama sekali. Tampan dan tanpa celah, ia terlihat penyayang, lembut… penuh kasih sayang.

 

 

“Kau ‘Pure Blood’ klan Devil?” tanya Sehun dengan suara dingin. Masih saja sulit rasanya menerima seorang keturunan Devil bisa berwajah setulus itu. Terlalu.. tidak masuk akal, menurut Sehun.

 

 

“Iya. Aku ‘Pure Blood’ bukan keturunan pengkhianat atau pertukaran sumpah.” Jelas Kai dengan suara yang tegas.

 

 

“Nah! Aku dan Kai akan keistana.. Sampai jumpa lagi.. Sehun!” Luhan tersenyum kearah Sehun.

 

 

“Baik, tuan putri.” Sehun menatap Luhan yang kini menarik tangan Kai untuk meninggalkan tempat itu, meninggalkan Sehun yang kembali berjaga diujung jembatan. Ia tatap nanar sepasang sejoli yang mengumbar kebahagiaan, hingga menghilang didepan matanya—bahagia.

 

 

DEG

 

 

Sehun menunduk dalam. “….dia setan dan… dia tampak bahagia. Kenapa?”

 

 

Sekilas Sehun bisa merasakan sebuah hasrat yang membuncah didalam hatinya namun ia menepis perasaan itu jauh- jauh. Ia tidak mau memikirkannya lagi, ia Guardian dan tugasnya adalah menjaga klan yang ia cintai itu sampai tetes darah penghabisan.

 

 

“Kau bodoh, Sehun!” makinya pada diri sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Tidak bisa! Klan kita sedang bersitegang dengan klan terkutuk itu!!” teriak salah satu petinggi kerajaan.

 

Raja hanya menghela nafas pelan. “Aku mempercayai Kai. Dia berbeda, wahai para tetinggi.”

 

 

Rapat itu kembali ricuh. Sehun diam memperhatikan pada petinggi klan yang tidak menyetujui keputusan Raja yang akan menikahkan anaknya dengan Pure Blood klan Devil. Bukan hanya itu, Kai bahkan anak raja dari Klan Devil. Perlahan mata Sehun menangkap sosok namja tampan bertubuh tinggi berdiri dan angkat bicara. Dirinya adalah salah satu Guardian, Pengendali api—Guardian terkuat.  

 

 

“Jika keputusan Raja sudah bulat. Kami para Guardian akan mengikutinya. Tugas kami adalah melindungi klan ini. Jangan khawatir para tetinggi sekalian.. Kami para Guardian sudah mengenal setan itu.”

 

 

Kali ini Guardian berwajah manis dan tenang- Pengendali Air- ikut berdiri. “Kami menyetujuinya, wahai Raja yang Bijaksana. Jika terjadi sesuatu, Kami akan melindungi tuan putri Luhan dengan taruhan nyawa.”

 

 

Sehun tidak berdiri, ia hanya diam. Tidak bermaksud untuk ikut campur walau ada pemikiran yang berkecamuk didalam dirinya. Sampai akhirnya Suho –Guardian berwajah manis-  menatap Sehun dan sedikit mengejutkan Sehun, sepertinya. Mata tenang Suho menembus mata tajam Sehun. Penuh pengertian… Suho yang berdiri disampingnya menggenggam lembut tangan Sehun, membuat  Sehun reflek berdiri. Hanya gerakan spontan, dan hal itu membuat Sehun tergagap. Suho tertawa kecil melihat wajah Sehun yang menyiratkan rasa bingung. Mengapa reflek saja ia langsung berdiri?

 

 

“Apa yang akan kau katakan, wahai Guardian pengendali Angin?” desis salah satu petinggi dengan sakratis. Seakan Sehun- sang Guardian pengendali Angin tidak berhak berbicara sama sekali.

 

 

Sehun menutup matanya sejenak kemudian mendongakkan wajah, menatap sang Raja yang kini memandangnya lembut sedikit angkuh. “Aku.. Guardian klan Angel… Guardian Pengendali Angin.. Meminta anda berfikir kembali, wahai Raja kami yang bijaksana.”

 

 

Chanyeol dan Suho menatap Sehun tidak percaya. Sedangkan para tetinggi sudah ribut karena pernyataan Sehun yang mungkin saja bisa membantu mereka untuk tidak menyetujui pernikahan sang putri.

 

 

 

“Apakah ada alasan, wahai sang Guardian pemberani?” sahut sang Raja dengan suara yang tegas.

 

 

Sehun mengangguk. “Putri Luhan menyimpan ‘jantung’ dan Kai adalah penyimpan ‘Jantung’ klan Devil. Aku rasa terlalu berbahaya jika membiarkan Putri Luhan menikah dengan seorang…. Setan.”

 

 

Sang Raja tersenyum simpul dan mengangguk. “Jika alasan darimu seperti itu wahai Guardian pemberani… aku akan tetapkan, dirimu yang memiliki pemikiran cepat sebagai ‘Partner’ bagi calon suami anakku. Kau kutetapkan sebagai ‘Partner’ Kai.”

 

 

DEG

 

 

Sehun membulatkan matanya saat mendengar keputusan Raja. Dadanya bergemuruh amat kuat dan ia begitu… kecewa karena ia … dipasangkan sebagai ‘Partner’..Kai. Klan yang selama ini ia lindungi kini memasangkannya dengan makhluk dari kaum yang ia perangi?

 

 

 

Seorang Guardian dengan Setan?

 

 

Tidak bisa…

 

 

 

Sehun memucat dan rapat itu semakin ricuh.

 

 

 

“Pernikahan akan dilaksanakan!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kebencian di hati Sehun mulai bergejolak. Benar, kebencian yang ia rasakan pada Klan yang menampunganya tersebut. Ia cukup bersabar atas semua perlakuan semua orang klan yang selalu mengejeknya. Akan tetapi… ia tidak bisa direndahkan seperti ini. ia merasa dilecehkan karena.. Raja memutuskan partner-nya.. adalah suami Luhan..

 

.. Kai, keturunan klan Devil.

 

Klan yang selama ini ia perangi demi klan Angel.. klan yang amat ia cintai.

 

 

 

Sehun merasa di khianati.

 

 

 

Harga dirinya sebagai Guardian terasa diinjak- injak.

 

 

 

Dan Sehun.. benar- benar kecewa akan hal itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peperangan pecah setelah setahun pernikahan Kai dan Luhan diadakan. Para Guardian kini terus berjaga diperbatasan jembatan yang menghubungkan wilayah antar klan. Pertempuran terus berlanjut sampai akhirnya wilayah klan Angel semakin sempit dan parahnya para setan mulai mengincar Luhan. Putri pemegang jantung.

 

 

Dan sejak Sehun di pasangkan dengan Kai, suami sah Luhan, ia mulai menjadi sosok yang berdarah dingin. Membantai semua musuh yang ada dihadapan nya saat peperangan dibeberapa wilayah tanpa ampun. Memenggal kapala prajurit klan Devil tanpa pandang bulu. Sosok itu menjadi sangat angkuh.. bahkan jauh lebih angkuh daripada Guardian Pengendali Api, Park Chanyeol.

 

Kesombongan merasuki dendam Sehun yang mulai berangsur- angsur menggunung didalam hatinya pada klan yang sudah ia pandang remeh, Klan Angel.

 

 

 

Sehun… berubah.

 

 

 

 

 

Jika ditempat ini aku tak berharga—

 

Bisakah kau jemput aku?

 

Selamatkan jiwaku yang mulai hancur karena dengki

 

 

 

 

 

 

Disebuah malam berbulan..

 

 

 

“Kita harus sembunyikan putri Luhan ditempat yang aman.”

 

 

“Benar! Jika kita tidak menyembunyikannya dan Klan Devil mendapatkannya, klan Angel akan punah dalam sekejap. Sebentar lagi Red Night akan datang.”

 

 

“Padahal tujuan pernikahan putri Luhan dan Kai adalah untuk mengawasi si pemilik Jantung klan Devil. Kalau klan itu macam- macam kita tinggal membunuh Kai. Namun ternyata Kai sudah kembali keklannya. Guardian klan Devil sangat lemah, tidak bisa diandalkan.”

 

 

“Benar! Dan kabarnya ia menenangkan klan Devil agar tidak melesatkan serangan. Namun sepertinya berkat dia pula istana ini belum diserang. Kai pasti sangat mencintai Putri Luhan.”

 

 

 

 

 

Sehun seakan tercekat dibalik pintu perundingan, tidak sengaja mendengar alasan licik mengapa klan ini akhirnya menerima Kai. Ternyata ada sebuah rapat rahasia yang diadakan oleh petinggi klan saja tanpa Raja dan Guardian. Ia baru sadar betapa liciknya klan yang ia lindungi. Rasa benci yang terpupuk dihati Sehun sudah benar- benar melampaui batas pada klan Angel.

 

 

 

DEG

 

 

 

Sehun menatap gelang besi yang melingkar dipergelangan tangannya, mengukir inisial nama [S & K].

 

 

… ia masih memiliki hati nurani, bukan?

 

 

 

“Kita buat saja putri Luhan tertidur selamanya.. para tabib sudah membuat sebuah ramuan agar tubuh putri Luhan lumpuh namun tidak merusak jantungnya sama sekali.”

 

 

“Para tabib kini membawa ramuannya kekamar putri Luhan. Setelah putri Luhan tertidur, kita kubur ia dibukit cahaya dan para klan terkutuk itu tidak akan menemukan penyimpan jantung klan Angel.”

 

 

“Kita tidak akan mati dan aman.”

 

 

Demi Tuhan, Sehun merasa darah didalam pembuluhnya tersendat. Jantung yang ia miliki terpompa seakan ingin meledak. Tidak bisa lagi, Sehun benar- benar kecewa pada semua yang ia dengar perilah klan licik yang selama ini ia lindungi. Bahkan klan ini… tidak jauh berbeda dengan klan iblis yang selama ini diperangi Sehun.

 

 

 

Seketika itu Sehun berlari menuju kamar putri Luhan, suasana hati Sehun yang kacau dan kecewa membuat malam itu menjadi ribut karena angin. Angin yang begitu gaduh dan mengerikan. Kaki panjang Sehun terus saja tertaut tanpa henti. Ia berharap masih bisa mencegah para tabib yang kini berjalan menuju kamar putri Luhan. Semoga tuan putri itu belum meminum atau memakan apapun dari para tabib itu! Sehun memohon didalam hati.

 

 

Kumohon!!

 

 

 

 

Chanyeol menyadari angin yang amat kencang itu bukanlah sebuah kealamian. Perlahan Guardian terkuat tersebut bangun dari ranjang megahnya dan memakai pakaian kerajaan. Ia ambil pedang panjang miliknya kemudian keluar dari kamar megah tersebut. Ia tatap sekelilingnya. Benar saja, angin seperti mengamuk.

 

 

Angin perlambangan rasa kecewa didalam hati—Sehun.

 

 

 

“..Se.. hun..” desis Chanyeol kemudian berlari menuju kamar Sehun secepat yang ia bisa.

 

 

 

 

 

DEG

 

 

Kai merasakan sebuah firasat buruk entah mengapa pada istri tercintanya, Luhan. Namun ia sedang berada diruang perundingan klannya. Terjadi sebuah kekacauan diruang perundingan itu mengenai malam .. malam yang akan memperkuat klan terkutuk itu.

 

 

“Malam ini Red Night! Apa yang kita tunggu!”

 

 

“Kau harus memihak klan kita, Kai. Lihatlah apa yang para makhluk menjijikkan itu dalam menjatuhkan harga diri kita.”

 

“Jangan kau cemaskan istrimu disana! Kamipun tidak setuju atas pernikahanmu dan putri klan menjijikkan itu.”

 

Kai menghela nafas pelan. “Kumohon… peperangan bukanlah titik akhir dari semuanya, bukan? Jika kita tersulut… Dunia akan hancur.”

 

 

“Kau pikir klan kita yang memulai, oeh? Mereka mencuri salah satu guardian kita dan kau tahu betul bahwa itu tidak mungkin terjadi tanpa sebab!! Sehun.. Guardian Pengendali Angin itu, MILIK KLAN KITA!!!”

 

 

 

Ruang perundingan kembali ricuh dan Raja terus saja menenangkan para petinggi klan Devil yang semakin resah. Kai, anak dari Raja, terus berusaha mencoba menenangkan petinggi klannya yang ingin memulai penyerangan saat Red Night beberapa waktu lagi.

 

 

 

“TENANGLAH!!” Teriak Kai akhirnya mengheningkan suasana ricuh tersebut.

 

 

 

Sang Raja menghela nafas dan menatap para petinggi kerajaan klan Devil yang nampak cemas dan kewalahan. “…Kita hanya akan mengambil kembali apa yang semestinya menjadi milik kita.”

 

 

 

DEG

 

 

 

Kai menggeleng pelan mendengar ucapan Raja, ayahnya. “Mustahil! Maksud ayahanda…”

 

 

 

 

 

Brak

 

 

Sehun membuka pintu kamar putri Luhan dengan cepat. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat, seorang tabib memegangi tubuh mungil putri Luhan dan satunya lagi bermaksud memaksakan sebuah air berwarna merah muda yang berada didalam botol bening yang belum terbuka masuk kedalam mulut Luhan.

 

 

“Guar—dian?!!!” pekik salah satu tabib.

 

 

“Bedebah!!!” Sehun murka seketika itu.

 

 

Sehun mengendalikan anginnya hingga botol berisi ramuan berwarna merah muda itu jatuh kelantai, pecah berantakan. Membuat dua orang tabib itu terdiam dan mematung. Mereka tertangkap oleh Guardian?

 

 

“Makhluk terkutuk!” teriak Sehun menggelegar dengan raut wajah amat mengerikan. “Kalianlah penghancur bagi klan ini!!”

 

 

Luhan sudah menangis sesegukan, ia meronta karena tubuhnya masih dipegangi oleh seorang tabit. Tanpa ampun, Sehun menyerangkan tabib tua itu hingga terpelanting oleh anginnya, meremukkan seluruh tulang dan melepas semua otot ditubuhnya. Tabib tersebut mati mengenaskan.

 

Luhan langsung menaiki tempat tidurnya, menangis sekuat yang ia bisa. Sehun kemudian melirik salah satu tabib yang ketakutan.

 

 

Prak

 

 

Sehun mengendalikan anginnya hingga membuat tubuh tabib itu membentur jendela dan jatuh ketanah, bisa dipastikan tubuh tabib itu hancur. Kamar Luhan berada dilantai atas istana megah tersebut.

 

 

Seketika, Sehun mendekati Luhan. “Anda baik- baik saja, tuan putri?”

 

 

Namun…

 

 

DEG

 

 

Sehun menyadari bahwa warna mata Luhan, bukan lagi warna batu permata hitam. Melainkan berwarna biru terang yang amat mempesona. Seakan ada samudera luas dimata indah dan bulat Luhan.. indah.

 

 

Tetapi entah mengapa Sehun…. merasa jijik.

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

 

 

-“Wahai anak kegelapan yang kami cintai dibawah bulan berwarna merah…………. Kami menitipkanmu disana………………. untuk menghancurkan…….. mereka.”-

 

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

DEG

 

 

 

Sehun membulatkan matanya saat mendengar sebuah suara kini menguasai kepalanya. Suara yang ia kenali…. suara dirinya sendiri. Bukan.. suara itu berasal dari dalam dirinya, namun itu bukanlah suara Sehun.

 

 

“Agh!!!” Ia memegangi kepalanya yang tiba- tiba terasa amat pening. “Siapa!! Siapa!”

 

 

“Sehun!!” Luhan menyadari ada yang aneh dengan Sehun perlahan turun dari ranjangnya, bermaksud mendekati Guardian tampan itu.

 

 

“AGHH!!” Teriakan Sehun semakin keras, ia tersungkur dilantai dingin kamar Luhan sembari menutup telinganya. Berusaha tidak mendengar semua ucapan mengerikan yang mengelilingi otaknya…merasakan kepalanya ingin pecah karena dengungan suara yang ia tidak mengerti sama sekali.

 

 

 

“Sehun!! Kau baik- baik saja?!” isak Luhan mencoba membantu Sehun berdiri.

 

 

DEG

 

 

“Eh—“

 

 

Luhan tercekat saat melihat punggung Sehun bersinar terang. Dibalik pakaian tebal itu ada cahaya berwarna merah. Luhan dengan cepat membuka pakaian Sehun bagian punggung, membiarkan punggung putih Sehun terlihat dan disana telah….

 

 

 

 

 

… terukir lambang berwarna merah darah… Matahari Merah.

 

 

 

 

 

DEG

 

 

 

“Kau!!!” pekik Luhan tidak percaya. Mata bulat Luhan yang berwarna biru jernih menggenang. “Kau pengkhianat?!”

 

 

Sehun mendengar ucapan Luhan membulatkan matanya. Pengkhianat?

 

 

Dengan sangat tertatih, Sehun mencoba mendongakkan wajahnya yang pucat seperti mayat. Keringat sudah membasahi wajah Sehun.. ia menatap tuan putri Luhan dengan tatapan kecewa sekaligus tidak mengerti. Mengapa Luhan mengatakannya—pengkhianat?

 

 

“Siapa—yang kau sebut pengkhianat, tuan putri Luhan?” tanya Sehun dengan suara amat lirih.

 

 

“KAU!!” Luhan menggeleng cepat, menunjuk Sehun dengan tatapan jijik bukan main. “KAU! KAU YANG SUDAH MENYULUT PERANG DAN KINI AKU KETAHUI BAHWA KAU ADALAH PENGKHIANAT KLAN!!”

 

 

Sehun sama sekali tidak mengerti akan apa yang dikatakan Luhan. Akan tetapi kepalanya terlalu pening untuk sekedar bangkit dari lantai tersebut. Sehun hanya mengamati Luhan yang berlari menuju lemarinya, ia membuka lemari itu cepat dan… mengambil sebuah pedang berwaran putih bersih.

 

 

 

DEG

 

 

 

“Tuan Putri?!” Sehun terkejut saat ia melihat Luhan mengarahkan pedang putih bersih tersebut. Pedang suci yang bisa melenyapkan kegelapan dalam sekejap.. pedang itu adalah sebuah perlambangan dan hadiah dari penunggu gunung cahaya saat Luhan dilahirkan. Pedang mengerikan yang amat dibenci oleh klan Devil..

 

 

.. dan Sehun benci sekali saat melihat pedang tersebut.

 

 

 

Mengapa?

 

 

 

DEG

 

 

 

Sehun terhenyak… mengapa ia bersikap seakan ia adalah…keturunan klan Devil?

 

 

Tidak!

 

 

Sehun menggeleng pelan. Ia tidak seperti itu.. ia bukanlah makhluk rendahan yang ia perangi selama ini. Ia bukanlah makhluk penebar kegelapan.. ia adalah Sehun, Pengendali Angin.. Guardian Klan Angel. Dia bukan Setan.. dia bukan Iblis… dia bukan—

 

 

Tap

 

 

Luhan sudah berdiri tegak dihadapannya. Tuan putri cantik yang mengenakan gaun tidur selutut berwarna putih tersebut nampak gemetaran. Kaki ramping putih kemerahan miliknya tidak sekokoh pedang yang ia pegang. Rambut Luhan yang terikat berantakan seakan menambah kesan kacau pada sosok tuan putri yang kini menangis sekuat yang ia bisa.

 

 

“MENGAPA SEHUN?! GARA- GARA KAU PERANG TERJADI DAN KAU LIHAT DENGAN JELAS, BUKAN?! KETURUNAN YANG TIDAK BERDOSA MENJADI KORBAN!”

 

 

Sehun menggigit bibir bawahnya. “Kau tidak mengerti dengan apa yang kau katakan! Kau hanya memberi opini konyolmu, tuan putri! AKU GUARDIAN KLAN ANGEL!”

 

 

Luhan, mulai mengangkat tangannya yang menggenggam pedang keudara. Air mata masih saja menetes dipipi Luhan. Ia kecewa sekaligus marah pada Sehun. Tuan putri itu merasa bahwa ia di khianati, Luhan merasakan sebuah perasaan menyalahkan menjalari hatinya saat melihat Sehun.

 

 

Semua gara- gara Sehun!

 

 

 

“AKU YANG AKAN MEMBUNUHMU!!” Luhan mulai mengayunkan pedang yang ada ditangannya.

 

 

 

 

 

 

Kai benar- benar sudah tidak tahan lagi. Kali ini jantungnya terasa seperti disobek, ia mengkhawatirkan Luhan dan…

 

 

Prang

 

 

Kai menatap gelang besi yang ada ditangan kanannya pecah tiba- tiba, gelang partner nya.. gelang yang terukir inisial [S & K].. pecah berkeping- keping jatuh kelantai. Membuat mata Kai membulat sempurna.

 

 

DEG

 

 

“Sehun!!!” pekik Kai.

 

 

 

Semua terbalik- balik

 

Salah menjadi benar

 

Dan benar menjadi salah

 

 

 

 

“APA YANG KAU LAKUKAN, SEHUN?!” Suara Chanyeol terdengar memekakkan telinga.. saat ia masuk kedalam kamar Luhan.. saat ia melihat secara langsung. Sehun..

 

 

.. Sehun kini tengah menduduki tubuh Luhan yang meronta dibawahnya. Ditangan Sehun yang terangkat, ia memegang sebuah pedang. Sebelah tangan Sehun menggenggam leher kecil Luhan tanpa menyekiknya. Nampaknya Sehun berhasil mempertahankan dirinya dan merubuhkan Luhan.

 

 

“Uggh!!” Luhan berusaha memberontak namun sia- sia. Yang ia lawan adalah seorang lelaki. Guardian yang kuat dan.. apalah daya sepasang tangan kurus seorang wanita yang kini memberontak.

 

 

“LEPASKAN TUAN PUTRI, SEHUN!!” Chanyeol mendekat satu langkah. Tetapi langkah panjangnya terhenti saat Sehun mulai mendekatkan ujung pedang lebih dekat pada jantung Luhan.

 

 

 

“HAHAHA!!” Sehun tertawa keras. “Mau apa kau, Wahai Guardian terkuat? Takut jika aku membunuh tuan putri kesayangan kita ini?”

 

 

“Se—hun..” Chanyeol tidak percaya bahwa kini Sehun bermaksud membunuh Luhan. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Sehun… Sehun yang selalu menjaga klan Angel dengan taruhan nyawa akan bermaksud membunuh Luhan.

 

 

“Jangan sakiti, tuan putri.. Sehun sadarlah!” suara lembut membuat Sehun dan Chanyeol mengarahkan pandangannya pada pintu masuk kamar megah Luhan. Isakan sudah lolos dari bibir..Suho. Guardian lembut yang memandang Sehun dengan tatapan sayang.

 

 

Deg

 

 

“Su—Ho..” desis Sehun sedikit merasa bersalah. Suho adalah Guardian sekaligus orang yang memperlakukan Sehun dengan lembut. Suho.. ya… hanya Suho yang mau menatapnya lembut dan penuh pengertian. Jika ia membunuh Luhan…

 

 

 

… Suho pasti juga akan mati.

 

 

 

Chanyeol melihat wajah Sehun yang berubah ragu mulai berjalan mendekati Sehun. Akan tetapi Sehun masih saja mendekatkan ujung pedang tersebut kepada arah jantung Luhan. Kembali, langkah Chanyeol terhenti. Mata Sehun kembali menajam,  menatap Luhan seperti adanya kebencian yang mendalam. Dendam—

 

 

 

“Bunuh aku.”

 

 

Ucapan Luhan tentu saja mengejutkan Sehun. Chanyeol dan Suho menggeleng cepat, apa yang baru saja dikatakan tuan putri mereka? Menantang Sehun?

 

 

“Tuan Putri!!” pekik Suho keras.

 

 

Sehun tersenyum sinis. “…Salahkan klan terkutuk ini.”

 

 

Luhan menitikkan air matanya dan tangannya memegang tangan Sehun yang mencengkram leher Luhan. Membuat Sehun merasa sebuah gejolak dan rasa bersalah saat ia menatap lurus mata Luhan. Sehun—sisi manusianya masih tersisa walau sedikit.

 

 

“Tetapi… aku tidak akan melepaskanmu, Sehun! Kau akan kubuat membayar semuanya… setelah kau membunuhku… aku pastikan takdirmu.. tidak akan pernah lepas dariku.” Ujar Luhan dengan mata biru nya yang begitu tegas. Menembus mata hitam Sehun yang melebar.

 

 

DEG

 

 

Sehun tersentak, ia menggeleng pelan dan kembali ia merasa jijik… jijik pada mata biru Luhan yang terlihat semurni permata biru didasar samudera.

 

 

“Akan kuingat semua hutangmu pada klan- ku.”

 

 

“DIAM!! SEHARUSNYA KLAN TERKUTUK INI TIDAK PERNAH ADA!! SEHARUSNYA TAKDIR SEPERTI INI TIDAK PERNAH ADA!”

 

 

Hanya sekali—

 

 

 

CRASSSS

 

 

 

“LUHAAAANNNNN!!!”

 

 

Tepat disaat Sehun merobek jantung ‘Matahari Biru’—jantung Luhan. Tepat disaat itu, bulan merah menguasai bumi dan membuat Chanyeol serta Suho yang melemah akibat Red Night, tersungkur ditempat mereka.. mereka jatuh tak berdaya.

 

 

“Suho—“

 

 

Mata Sehun yang kelam membidik Suho, Suho yang menangis dengan mata nyaris tertutup. Pemuda lembut itu memegangi dadanya dengan erat. Sehun bisa mendengarkan.. ucapan lirih Suho.. sebelum akhirnya hancurr—

 

 

 

 

-“Mengapa..Sehun…”-

 

 

 

 

… dan tepat saat itu pula… Kai ada disana. Dia berada tepat dihadapan Luhan dan Sehun. Melihat secara langsung… istrinya—

 

 

 

Luhan..

 

 

…mati ditangan Sehun.

 

 

 

BLAAARRRR

 

 

 

Seketika tubuh semua keterunan Klan Angel memutih. Bercahaya… kemudian semua detak jantung mereka terhenti secara serempak. Menghentikan semua kerja organ tubuhnya yang tadinya masih aktif.. merubah bongkahan tubuh mereka menjadi.. bulu- bulu halus berwarna putih bersih..

 

 

… begitu juga dengan tubuh Chanyeol.. Suho.. dan Luhan yang dilihat oleh Sehun dan Kai hancur secara langsung.

 

 

 

Namun—mengapa tubuh Sehun tidak hancur seperti mereka?

 

 

Mengapa—

 

 

Apakah Sehun bukan keturunan klan Angel—

 

 

 

 

 

CRASSSSSS

 

 

 

“Ugh..”

 

 

Sehun membulatkan matanya… ia menilik sebuah pedang yang tadi ia gunakan menembus dada Luhan.. kini merobek jantungnya sendiri. Rasa sakit yang Luhan rasakan tadi seakan berpindah pada tubuhnya.. menatap sosok setan bermata merah yang merobek jantung Sehun dengan amat cepat.

 

 

 

“K—Kai..”

 

 

 

“Kenapa.. Sehun…?”

 

 

 

Mata sendu Sehun menangkap didalam kegelapan yang mulai menguasai… Kai menangis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Maafkan aku.

 

 

 

 

 

 

 

Luhan membuka matanya yang tadi sempat terpejam. Ia menghela nafas pelan dan mata biru bening miliknya berkaca- kaca, menatap teduh sosok tampan yang kini berada dihadapannya. Bibir merah muda milik Luhan mengulas senyuman indah. Berlian biru bening milik Luhan masih menilik ketiga lelaki yang berdiri dihadapannya, Suho, Kai dan.. Sehun.

 

 

Akan tetapi hati Luhan teriris saat melihat Kai menatapnya dengan penuh kebencian dan amarah. Mata Kai yang biasanya menatap dirinya lembut, kini… membidik Luhan seakan Luhan adalah sosok yang paling menjijikkan dimuka bumi ini.

 

 

 

“Kai..” Luhan berusaha tersenyum kepada sang terkasih. “Kai… aku memanggilmu, Kai.”

 

 

 

 

Sehun tersenyum kecut saat ia mendengar ucapan Luhan, membuat Sehun benar- benar geram dan muak. Ia hanya terlalu bosan dengan kemurnian Luhan. Ia bosan dengan sikap Luhan yang seakan bisa memaafkan semua perlakukan terkutuk sekalipun yang menimpa dirinya.

 

 

 

Tap

 

 

Kai sama sekali tidak bergeming. Ia tetap menatap Luhan dengan tatapan jijik dan merendahkan. Benar saja, Kai Kini adalah makhluk kegelapan. Makhluk yang menyerahkan dirinya pada sebuah kaum ternoda… klan Devil. Tidak… Kai bukan menyerahkan dirinya, akan tetapi Kai memanglah seorang Pure Blood. Darah murni keturunan kaum Devil. Memang seperti inilah takdir klan-nya. Seperti ini—

 

 

“Siapa yang kau panggil dengan.. Kai… Wahai Matahari Biru?”

 

 

Suara itu bahkan bukan lagi suara Kai.. suara besar yang begitu menyeramkan. Suara yang menusuk pendengaran Luhan, sesak setelahnya. Ia seperti tidak mengenali Kai.. berkali- kali Luhan menyatakan bahkan sosok Kai kini bukanlah Kai.. dia.. Matahari Merah.

 

 

 

DEG

 

 

 

Tetapi.. tiba- tiba saja Luhan merasakan dadanya bergemuruh dan berdenyut sakit. Seperti ada sesuatu yang memaksa keluar dari tubuhnya—bukan! Dari jantungnya.

 

 

 

 

“Ugh!” ia memegangi dadanya yang seperti terhimpit beban berat. Tubuhnya bereaksi saat menatap lurus mata merah milik Kai. Pasti ‘Matahari Biru’ yang bersemanyam ditubuh Luhan menunjukkan sebuah respon saat ‘Matahari Merah’ berada didekatnya.

 

 

“Tidak! Tidak!!” Luhan terus saja menggeleng pelan dan berjalan mundur. Ia mencoba menguatkan dirinya karena.. Luhan merasakan bahwa sesuatu mulai merampas kesadaran dan kontrol tubuhnya.

 

 

 

‘Luhan— biarkan aku yang mengambil alih tubuhmu.’

 

 

 

‘Siapa—kau?’

 

 

 

‘Matahari Biru.’

 

 

 

‘Mengapa aku harus memberimu kesempatan untuk  mengambil alih tubuhku! Tidak!! Kau bisa menyakiti Kai!’

 

 

 

 

Luhan terkejut saat Kai ternyata sudah berlari kearahnya, mengendalikan tangannya untuk membentuk api besar yang membara. Tatapan mata Kai sedingin es dan tidak ada belas kasih disana. Luhan mundur satu langkah. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Demi Tuhan, dia tidak pernah bertempur selama ini.

 

Api ditangan Kai sudah mengarah sepenuhnya pada Luhan, menyebabkan pemuda cantik itu kembali mundur. Ia tidak yakin, namun ketika api itu sampai ditempatnya. Luhan sudah tidak perpijak pada lantai. Dia sudah terbang dan Kai tidak mau berdiam diri, ia juga mengendalikan angin agar tubuhnya juga terangkat. Luhan yang tidak tahu harus berbuat apa, mengarahkan tangan mungilnya hingga terbentuklah sebuah api tak kalah besar dari tangannya.

 

 

Namun Luhan tidak mengarahkan api besar berwarna biru itu kepada Kai yang tengah tersenyum licik kearahnya. Luhan tidak mau menyakiti Kai. Sama sekali tidak!

 

 

“Pengecut.”

 

 

Luhan menggeleng cepat. “Aku tidak akan menyakiti Kai!”

 

 

BLAARRR

 

 

“AGH!!”

 

 

Tiba- tiba Luhan jatuh tersungkur dilantai, ia bisa rasakan tulang punggungnya terhantam keras pada lantai bertanah. Rasanya sakit sekali! Ternyata Kai, Matahari Merah, menyerang Luhan dengan tiba- tiba dan begitu cepat hingga pemuda cantik itu tidak menyadarinya.

 

 

Kaki Kai kembali berpijak dan kali ini ia kembali membuat sebuah pedang dari api. Pedang berwarna merah mengerikan. Luhan menelan kasar liurnya. Dengan cepat ia bangkit dan membuat sebuah pedang dari api yang keluar dari tubuhnya. Disaat kedua pedang mereka beradu, nampak siapa yang lebih lemah karena Luhan terdorong cukup jauh kebelakang. Kai berkali- kali menyeringai kejam.

 

 

‘Kau tidak akan menang melawannya.’

 

 

Luhan menggeleng cepat. “Diamlah, Matahari Biru! Aku akan menang tanpa menyakiti Kai!”

 

 

Luhan dan Kai terus saja saling menyerang, walau nampaknya Luhan sama sekali tidak menyerang malah hanya bertahan dari serangan Kai. Sorot mata Luhan amat sedih menatap Kai yang seperti orang lain.

 

 

“Kai—“

 

 

 

 

 

 

Sehun dan Suho mengamati pertempuran itu dalam diam. Lebih tepatnya, Sehun menikmati setiap sorot ketakutan yang kini menghiasi wajah Luhan. Suho sebenarnya tidak tega, ia hanya bersembunyi dibalik punggung Sehun. Sehun seperti orang lain sekarang, yang ada dimatanya hanya obsesi tentang kematian Luhan kembali.

 

 

“Ak—Aku akan melihat Tao saja.” Sergah Suho pelan karena ia tidak tahan ketika Luhan kembali tersungkur dilantai.

 

 

Sehun menatap Suho dengan tatapan tajam, tanda ia tidak menyukai hal itu. Suho menelan kasar liurnya ketika melihat ekspresi dingin Sehun. “Aku mencemaskan bayi manja kita. Tidak bolehkah?”

 

 

Sehun menyeringai. “Untuk apa? Sebentar lagi Tao akan mati, hyung.”

 

 

“Eh?” Suho mengerutkan keningnya. Ia tidak mengerti.

 

 

“Kau pikir apa maksud perkataanku bahwa ia adalah tambang emas kita, oeh?”

 

 

Suho masih tidak mengerti, ia tarik tangannya yang digenggam oleh Sehun. Namun cengkraman pemuda itu amat kuat. Suho hanya bisa pasrah dan terdiam disana. Sehun benar- benar menyeramkan sekarang. Belas kasih dan wajah lembutnya hilang sama sekali. Apakah sebesar ini dampak kebenciannya pada Luhan?

 

 

Sehun menunjuk Luhan yang masih mempertahankan dirinya dari Kai. Suho mengikuti tunjukkan Sehun akan tetapi dia masih tidak mengerti. Ia masih tidak paham.

 

 

“Aku selalu berfikir… sejak dahulu, ketika dijaman itu.. mengapa keturunan Time Control harus ada padahal kekuatannya tidak pernah bisa menghentikan waktu para keturunan matahari. Kekuatannya dianggap tidak berguna, bukan?”

 

 

Suho menelan liurnya kembali. Apakah Sehun seteliti itu? Namun satu hal yang pasti, Sehun mengajak Tao masuk kekelompoknya karena suatu tujuan. Dia memiliki maksud yang mungkin—hanya untuk memanfaatkan Tao dalam rencananya.

 

 

“Dari semua keturunan Time Control hanya Tao yang bereinkarnasi. Bukankah itu aneh, hyung?”

 

 

“Maksudmu?” Suho masih terlampau buram untuk mengerti.

 

 

Sehun menyeringai, kali ini menakutkan dan terlihat jelas bahwa keturunan yang melahirkannya kini adalah keturunan yang tepat. Bulu kuduk Suho bahkan meremang melihat mata tajam dan seringai mengerikan yang terlukis diwajah tampannya.

 

 

 

Tao adalah bom waktu

 

 

 

 

—untuk membunuh Luhan.”

 

 

 

.

 

.

 

.

 

 

Chanyeol berlari dengan tetatih, sudah beberapa ruangan yang ia masuki namun tetap saja ia tidak menemukan apapun. Pikiran Guardian itu hanya terpatok pada Baekhyun. Ia takut sekali Baekhyun disakiti oleh klan yang paling ia benci. Ia selalu menyalahkan dirinya setiap ia ingat kecerobohannya dalam melindungi Baekhyun. Mengapa ia bisa sebodoh itu sehingga membiarkan Baekhyun—mengalami semua ini?

 

 

Mata letih Chanyeol membulat ketika melihat pemimpin klan Angel yang amat ia hormati terduduk sembari bersandar disalah satu dinding lorong megah rumah tersebut. Chanyeol yang masih lemah karena dampak Red Night yang masih berlangsung, berusaha mempercepat langkah kakinya.

 

 

“Kris-hyung!!!”

 

 

Chanyeol langsung berjongkok dan membantu Kris yang masih terbatuk- batuk sembari memegangi dadanya. Keadaannya nyaris sama ketika Chanyeol melihat Kai beberapa waktu yang lalu karena diserang keturunan Time Control.

 

 

Tunggu!!

 

 

Berarti—Kris sudah bertemu dengan Tao?

 

 

“Kau diserang Time Control, hyung? Kau baik- baik saja?!” Chanyeol membantu Kris berdiri. Pemimpin itu tidak mengatakan apapun selain terbatuk. Sorot kecewa bisa Chanyeol tangkap dari mata Kris. Memang hanya Tao yang bisa membuat pemimpin mereka terlihat seperti ini.

 

“Hyung! Kita harus cepat menemukan Lay-hyung! Dia bisa menyembuhkanmu!”

 

“Tidak!” Kris menggeleng cepat. “Aku…haaa… tidak apa- apa.. aku tidak mau…haaaa…. menyakiti Lay.”

 

“Hyung—“

 

“Haaaa!!! Aku tidak…haaa… apa- apa! Ki—kita harus..haa.. mencari Baekhyun dan Lay, bukan?”

 

Chanyeol mengangguk pelan dan membopong tubuh Kris dengan pelan. Kris mencoba mengatur nafasnya, jujur jantungnya seperti terbakar. Sakitnya bukan main.. namun ia tahu, Tao tidak pernah bermaksud menyakitinya. Keadaan mendesak yang menuntut Tao seperti itu. Kris akan mengerti, lagipula ini hanya serangan kecil.

 

 

“Hyung, nafasmu parah.” Ucap Chanyeol prihatin.

 

 

“Jangan.. haaa… dipikirkan.” Kris menunjukkan jalan kemana mereka harus melangkah. “Aku melihat Tao..haa.. masuk kedalam pintu itu. Sepertinya…haaa… ada ruangan bawah tanah disana. Mungkinkah—“

 

 

“Disana ada Baekhyun dan Lay-hyung?”

 

 

Kris mengangguk.

 

 

Chanyeol menyeringai dan memperkuat tangan Kris yang melingkar dipundaknya. Mereka mempercepat langkah mereka yang tadinya sedikit lambat. Kris membuka pintu itu ketika mereka sudah berada didepan pintu dengan memperlihatkan lorong gelap kebawah bumi dibaliknya. Chanyeol menelan liur, Kris hanya berdoa ia bisa menemukan Baekhyun dan Lay dalam keadaan selamat. Tao—semoga Tao tidak membunuh sahabat- sahabatnya dimasa lalu.

 

 

 

Semoga—

 

 

.

 

.

 

 

.

 

 

 

 

“APA YANG KAU LAKUKAN TAO!!” Teriakan Xiumin menggelegar setelahnya.

 

 

Pemuda manis itu masih terdiam menatap Lay dan Baekhyun yang kini menatapnya tajam dengan sorot mata ketakutan dan lelah. Mengapa—dia jadi tidak tega sama sekali?!

 

 

“Tap—Tapi gege—“

 

 

“CEPAT BUNUH MEREKA!!” Xiumin amat terlihat geram.

 

 

Mengapa Tao tidak bisa membunuh Baekhyun dan Lay?

 

 

“Aku tidak bisa—“

 

 

PLAK—

 

 

Xiumin menampar Tao keras hingga pemuda manis itu tersungkur cukup jauh dilantai. Baekhyun membulatkan mata terkejut, tidak ada bedanya dengan Lay. Mereka terkejut mengapa Xiumin menampar temannya? Menampar sekutunya sendiri sekejam itu? Apakah semua klan Devil tidak memiliki hati?

 

 

“KAU BODOH! RED NIGHT AKAN SEGERA USAI DAN KAU MASIH BERTELE- TELE UNTUK TIDAK MEMBUNUH MEREKA!?” Xiumin menendang kaki Tao, pemuda manis itu hanya memejamkan matanya dan melindungi kepalanya yang mulai dipukuli oleh Xiumin.

 

 

“Gege—akh! Maafkan aku!!” lirih Tao.

 

 

“Xiumin!!” Baekhyun akhirnya buka suara. “Apa yang kau lakukan?! Kau bisa membunuhnya?!”

 

 

“Bukan urusanmu, dasar brengsek!”

 

 

CTASS

 

 

Sebuah cambukan menampar pipi Baekhyun kasar sekali. Cambuk yang berasal dari es dingin yang amat kasar milik Xiumin. Baekhyun meringis kesakitan, Lay hanya bisa memeluk tubuh mungil Baekhyun. Mereka lemah, tidak bisa berbuat apa- apa kini. Hanya bisa melihat Xiumin menyiksa Tao, menyiksa temannya sendiri.

 

 

Cambukan kasar itu menghujam tubuh Tao berkali- kali, merobek pakaian yang Tao kenakan dan menyetak luka dikulitnya. Baekhyun meneteskan air mata ketika melihat Tao mulai menangis. Tao adalah sahabatnya dahulu, kan? Bahkan hanya Tao yang bersimpatik padanya saat Sehun membawanya kesini.

 

 

“DEMI TUHAN! HENTIKAN DIA!!” Teriak Baekhyun pada Lay.

 

 

“KITA TAK BISA MELAKUKAN APAPUN, BAEKHYUN!!” Lay mulai menangis. Ia mempererat pelukannya pada Baekhyun. “Tao.. Xiumin berhenti!!!”

 

 

Baekhyun menggeleng pelan, kemudian berteriak amat keras. Mengejutkan Xiumin dan Lay. “XIUMIN BRENGSEK! BUKANKAH KAU INGIN MEMBUNUHKU?! BUNUH AKU KALAU BEGITU!”

 

 

Gerakan Xiumin terhenti.

 

 

Lay tidak percaya dengan apa yang dikatakan Baekhyun, dia menantang Xiumin? Tao yang sudut bibir dan beberapa bagian tubuhnya sudah berdarah karena terkena sudut sepatu serta cambuk Xiumin tidak kalah kagetnya.

 

 

Lay langsung memeluk tubuh Baekhyun dan menarik pemuda cantik itu agar menjauh dari Xiumin. Baekhyun tidak terlihat takut, ia lepas pelukan Lay dan mencoba berdiri. Xiumin melipat tangannya didada, tertawa licik ketika melihat Baekhyun yang tertatih mencoba berdiri tegap.

 

 

“Memuakkan, Byun Baekhyun! Kalian semua memuakkan!” tawa Xiumin melengking diruangan yang terselimuti es tersebut. “Mau sok menjadi pahlawan, oeh?”

 

 

“Pahlawan? Maaf saja, aku hanya ingin membuka matamu, pengkhianat!!” pekik Baekhyun tidak sabar.

 

Tawa Xiumin berganti dengan raut wajah tajam tanpa ampunan. “Kau masih juga tidak mengerti, oeh? Kau seharusnya mengikuti apa yang dikatakan Sehun! Kalian itu makhluk sok suci yang mengangap klan Devil adalah makhluk terkutuk!”

 

 

“Kau sendiri adalah klan Angel, Xiumin!”

 

 

“TIDAK!” Xiumin menyambuk sembarang tempat hingga ujung cambuk itu kembali mengenai tubuh Tao. Pemuda manis itu hanya menringis, ia tidak berani melawan Xiumin. Karena ia selalu menghormati klan Devil yang telah menolongnya.

 

 

“Kau sudah diracuni oleh Sehun! Tidakkah kau pikir Sehun hanya mengendalikan kalian?! Dia hanya memanfaatkan kalian untuk tujuannya! TUJUANNYA MEMBUNUH LUHAN!!”

 

 

 

DEG

 

 

 

Tao membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Baekhyun, rasa sakit yang ia rasakan ternyata tak seberapa ia rasakan ketimbang sesak hatinya ketika Baekhyun menghina—Sehun. Ia tatap pemuda cantik yang kini berdiri dengan tubuh luka- luka dan berantakannya.

 

 

Tap

 

 

Tao mencoba berdiri, menahan lututnya yang seakan ingin putus. Itu semua efek dari serangan membabi buta Xiumin padanya, namun Tao tidak perduli. Ia berjalan dengan gotai dan memegangi pundak Xiumin. Membuat pemuda paling tua  itu menatap Tao kemudian tersenyum.

 

 

“Selesaikan ini dengan cepat.” Bisik Xiumin sadis.

 

 

Tao, dengan mata tajamnya membidik Baekhyun. Demi Tuhan, Tao bisa merasakan sorot sayang dari mata Baekhyun untuknya. Dan itu membuat Tao tersentak, Baekhyun tersenyum lembut kearahnya. Dan..

 

 

..Baekhyun menitikkan air mata.

 

 

 

“Betapa aku merindukanmu, Tao.”

 

 

 

DEG

 

 

 

Tao menggeleng cepat. “Apa yang kau bicarakan!! Dan mengapa kau menghina Sehun!! Kau tidak mengenalnya namun mengapa kau menghinanya!!! KAU YANG BUKAN SIAPA- SIAPA SEHUN TIDAK PANTAS BICARA SESUATU YANG BURUK TENTANG SEHUN!!!”

 

 

 

Baekhyun masih tersenyum. “Apakah semua klan Devil begitu menyayangi Sehun? APA KALIAN TAHU BAHWA YANG IA LAKUKAN HANYALAH SEBUAH KESALAHAN BESAR?!”

 

 

 

Teriakan Baekhyun malah membuat pemuda bermata panda menyerngit marah. Ia begitu benci pada seseorang yang menghina Sehun. Bagi Tao, Sehun adalah segalanya. Pelindungnya, malaikatnya, penuntunnya, dan… Senyuman Sehun lah yang menyelamatkan Tao dari keterpurukan.

 

 

“DIAM!!” Tao mengarahkan tangannya pada Baekhyun. Tangan Tao seakan menyengkram sesuatu. Dia sedang memadatkan waktu nampaknya. Baekhyun hanya bisa berdoa—agar Tao mengingat sedikit saja kenangan mereka.

 

 

 

Kenangannya di klan Angel.

 

 

.

 

 

 

”Uljima.. ne.. Kau pasti selalu merasa kesepian didunia yang hampa seperti ini.”

 

 

Hanya dia yang mau menyelamatkanku!!

 

 

 

”Namaku Sehun.. Maukah kau ikut denganku?”

 

 

 

 

Tidak akan kubiarkan siapapun menghinanya!

 

 

 

 

TIDAK AKAN!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

“AAGHH!!!”

 

 

 

Teriakan itu bukannya berasal dari Baekhyun. Melainkan—

 

 

Lay.

 

 

Baekhyun membulatkan matanya saat melihat Lay menyengkram dadanya sendiri. Meringis kesakitan dan meringkuh dilantai dingin tersebut. Baekhyun menatap Tao tidak percaya dan langsung menangkap tubuh Lay didalam dekapannya. “Hyung!! Lay-hyung!!!”

 

 

“Kau menghina orang yang paling aku cintai. Dan—sepertinya kau menyayangi orang bernama Lay itu.” Tao menyeringai. Xiumin tidak bisa lebih senang dari ini, dia tertawa terbahak- bahak dan bertepuk tangan melihat Tao sedang menyiksa kedua pemuda cantik yang meringkuh dilantai dingin tersebut.

 

 

“Gege dan Sehun mencintaimu Tao!! Hahaha!!” Xiumin masih tertawa keras. “Makanya habisi mereka~ Agar Sehun bangga padamu~”

 

 

 

Pemadatan waktu.

 

 

Tao sedang melakukannya, kini tangan Tao yang seakan menggenggam sesuatu itu sedang memadatkan waktu pada sekitar ruang jantung Lay. Sekali hentakan tangannya, jantung Lay bisa meledak karena Tao adalah pengendali waktu yang mengerikan. Maka itu—Tao adalah senjata rahasia Sehun.

 

 

Lay benar- benar merasa jantungnya seperti digenggam oleh seseorang. Rasanya sakit bukan main. Lay tidak bisa berbicara lagi, ia sudah kehabisan tenaga. Baekhyun menggeleng pelan dan mengusap keringat pada sekitaran wajah Lay yang terengah- engah. “Bertahanlah, hyung!!”

 

 

“Sa—kit.” Lirih Lay pilu.

 

 

“Hentikan, Tao! Kumohon!!!” Baekhyun menatap Tao dengan mata memohon. “Kumohon! Kita adalah teman! Kita adalah keluarga!! Ingatlah!! KUMOHON!!”

 

 

Namun pemuda manis itu tidak mau menghentikan apa yang telah ia lakukan. Seringai diwajah Tao jauh lebih mengerikan. Baekhyun tahu, kini Tao tidak bisa diajak bicara. Dia sedang dikendalikan oleh kemarahannya. Apakah Sehun bisa mengendalikan manusia sejauh ini?

 

 

Apakah Sehun sangat penting dalam kehidupan Tao?

 

 

Apakah Sehun begitu penting bagi—mereka?

 

 

“Tao! jangan!!” Baekhyun menggelengkan kepalanya, memohon agar Tao menghentikan perbuatannya. “Kumohon!! Mengapa bukan aku!! Lepaskan Lay-hyung! Rengkuh jantungku, TAO!!”

 

 

 

DEG

 

 

 

Nyaris saja Tao kembali ragu akan tetapi—

 

 

 

“Gege dan Sehun mencintaimu Tao!!—

 

 

 

“Ucapkan selamat tinggal pada temanmu, Baekhyun-sshi.”

 

 

.

 

.

 

.

 

 

 

 

“BAEKHYUN!!! LAY!!”

 

 

Suara berat terdengar dari arah pintu. Mengalihkan pandangan mata Tao, Xiumin dan Baekhyun pada kedua sosok tinggi yang kini mendekati mereka secara tertatih. Efek Red Night belum hilang sama sekali.

 

 

DEG

 

 

Chanyeol membulatkan matanya ketika melihat Baekhyun. Begitu juga dengan Baekhyun yang langsung menangis melihat Chanyeol. Oh tidak, rindu yang amat pekat telah mereka rasakan sejak berpisah. Tidak ada lagi yang bisa mengungkapkan selain air mata.

 

 

“Baekhyun!!!” Chanyeol tidak perduli lagi. Dia belari kearah Baekhyun yang terduduk disana, menerjangnya dengan pelukan erat. Baekhyun menangis didalam pelukan Chanyeol. Lega amat sangat lega ia melihat Chanyeol yang kini mendekap tubuhnya, memeluknya dengan erat.

 

 

“Chanyeol!! Demi Tuhan, aku menunggumu!!” bisik Baekhyun lirih.

 

 

Chanyeol mengecup puncak kepala Baekhyun beberapa kali kemudian tersenyum tipis. “Aku datang, bukan? aku datang untukmu.”

 

 

Akan tetapi suasana itu harus berakhir ketika Chanyeol sadar—Lay yang berada didalam dekapan Baekhyun sama sekali tidak terlihat baik.

 

 

“Hyung!! Lay-hyung!!!” Chanyeol melepas pelukannya pada tubuh Baekhyun lalu berjalan kesatu sisi dan merebahkan kepala Lay dengan perlahan kepangkuannya. Lay masih menggigil. “Oh Tuhan! Apa yang terjadi?! Lay-hyung!!!”

 

 

 

Dan—Kris?

 

 

 

Kris dan Tao, terdiam dengan mata yang saling membidik satu sama lain. Kris tercekat ketika melihat tubuh Tao yang babak belur, bahkan sudut bibir pemuda itu mengeluarkan darah. Namun hanya sekian detik saja itu berlangsung karena Xiumin langsung bersuara.

 

 

 

“BUNUH MEREKA SEMUA, TAO!!” Teriak Xiumin menghentakkan semua orang yang ada disana. Kris yang tersadar langsung berlari kearah Baekhyun dan Chanyeol. Ia terkejut melihat tubuh Lay yang sangat pucat berada didalam dekapan Chanyeol. Menyadari kondisi Lay sedang dikendalikan oleh Tao, karena tangan Tao yang mengarah pada Lay seakan menyengkram sesuatu—Kris pasti tahu dengan jelas kekuatan partner nya tersebut.

 

 

 

“Lay!! Lay!!” Kris mengambil alih Lay dari dekapan Chanyeol, memeluknya erat dan mengusap rambut pemuda cantik yang tengah mengigil itu. Demi Tuhan, Kris tidak mau kehilangan Lay. Pemuda manis inilah sahabat baiknya. Yang selalu mendengar keluh kesahnya perilah klan dan kehidupannya. Termasuk tentang Tao. “Bertahanlah! Kumohon!!”

 

 

 

Mata Kris kemudian memandangi Tao yang terlihat ketakutan. Pandangan Kris memohon. Memohon agar Tao tidak menyakiti Lay. “Kumohon! Huang Zitao! Kumohon lepaskan Lay! Aku tahu kau tidak seperti ini! Kau tidak pernah sanggup berbuat kejam! KUMOHON!!”

 

 

 

DEG

 

 

 

“Kumohon!! Aku jauh lebih mengenalmu—aku tahu bagaimana lembutnya perasaanmu. Lay adalah orang yang kita sayangi. Orang yang dulu bahkan kau jaga mati- matian di jaman itu! Tao—“ Kris masih memohon. “Zitao-sayang.. Kumohon sayang.. ingatlah aku! Ingatlah cintaku padamu!! INGATLAH, SUMPAHMU UNTUK MENEMUIKU!!”

 

 

 

DEG

 

 

“Ap—apa yang kau bicarakan!?”

 

 

DEG

 

 

“KAU MELUPAKANNYA, TAO! KAU MELUPAKANKU!!”

 

 

DEG

 

 

Tao tidak mengerti perasaan apa yang ia rasakan namun.. tubuhnya seakan ingin meledak ketika melihat Kris menatapnya seperti itu. Kris yang mengatakan hal yang seakan pernah ia alami—Seakan Kris tahu segalanya tentang Tao. Mata tajam Kris seakan mampu menembus pertahanan Tao dalam sekali tatap. Jangan bercanda—Bahkan Tao kini tengah ketakutan.

 

 

“Ti—dak..” gumam Tao ketakutan.

 

 

Tangan Tao gemetaran dan ia mundur beberapa langkah kebelakang. Xiumin yang sudah jengah melihat keragu- raguan Tao menatap tangan pemuda manis itu yang masih terjulur kearah Lay. Menandakan bahwa Tao masih menyengkram ruang disekitar jantung Lay. Sekali saja tangan itu tersentak, waktu didalam ruang jantung Lay akan berjalan sangat cepat hingga meledak. Nyawa Lay pasti habis sudah.

 

 

 

Xiumin menyeringai.

 

 

 

Ia berjalan mendekati Tao…

 

 

 

 

 

“AAAGHH!!!” Teriakan Lay yang kesakitan memecahkan semuanya.

 

 

 

 

“Keberadaanmu bersinar terang, Lay! Aku suka sekali perasaan nyaman yang kau berikan padaku”

 

 

“Karena aku menyayangi Suho.”

 

 

“Aku juga menyayangi Lay. Kau partner berhargaku.” Suho memeluk Lay dengan amat erat. “Lay… jangan pernah meninggalkanku, ya.”

 

 

 

Aku belum mendengar isi hatimu yang sesungguhnya.

 

Aku belum bisa menjadi orang yang bisa dipercaya oleh partner-ku sendiri.

 

 

 

Tao membelalakkan mata ketika Xiumin memegang pergelangan tangannya. “Gege!! Apa yang—“

 

 

 

SLAP

 

 

 

Kemudian dengan brutal menghempaskan tangan Tao amat keras kesembarangan arah, tidak tanggung- tanggung Xiumin langsung mendorong tubuh Tao kebelakang hingga tubuh itu jatuh tersungkur dan membentur tembok. Akan tetapi bukan rasa sakit ditubuhnya yang ia pikirkan! Tao yang tahu apa akibatnya langsung menatap Lay yang kini—

 

 

 

 

“Kau ingin ikut denganku?”

 

 

Lay membulatkan matanya ketika seseorang berada dihadapannya—mereka bertemu kembali. Seseorang yang dahulu ia yakini adalah seorang jendral yang amat berwibawa. Sempat menjadi tunangan sahabatnya yang masih ia cari hingga kini. Lay tersenyum amat manis dan mengangguk.

 

 

“Aku ikut bersamamu… Kris hyung.”

 

 

Kris—tersenyum manis dan mengarahkan tangannya pada Lay. Berharap pemuda itu meraihnya dan—Lay meraih tangan Kris sembari menggenggamnya erat. Kris menghela nafas lega. Ia tahu, Lay pasti akan ikut dengannya.

 

 

“Bantu aku menemukan Luhan.” ujar Kris kemudian. “… dan Tao.”

 

 

“Aku akan membantumu.” Lay mengalihkan pandangan matanya kearah belakang Kris. Senyumannya merekah dan Kris lalu membalikkan tubuh. Menatap seorang pemuda berwajah seperti malaikat melambaikan tangan kearahnya.

 

 

“Suho—“ Kris tersenyum.

 

 

 

 

“Suh—o”

 

 

 

Lirihan teakhir Lay.

 

 

 

 

Maafkan aku.

 

 

 

“LAY!!” Pekik Kris pilu ketika pemuda cantik yang ada dipelukannya menengang lalu—menutup mata. “TIDAK!! LAY!”

 

 

Darah segar keluar dari bibir mungilnya. Baekhyun membekap mulutnya tidak percaya. Chanyeol terdiam disana, melepas Baekhyun dari pelukannya untuk menerjang Lay. Menangis sembari mengguncang tubuh lemah Lay.

 

 

 

“HYUNG!! DEMI TUHAN!! LAY HYUNG!!” Isak Baekhyun seperti orang gila. “JANGAN PERGI!!”

 

 

 

 

“Tidak!! Aku membunuh?! Tidak!!! Tidak mungkin!!” Tao membekap mulutnya sendiri, ia tidak percaya dengan apa yang ia lakukan. Sesak ia rasakan ketika melihat wajah tenang Lay yang begitu membuatnya bersalah. Air mata sudah terjatuh dipipi Tao. Dia—dia membunuh? Dia membunuh seseorang?

 

 

 

Sedangkan Xiumin tertawa terbahak- bahak seperti setan. Betapa senangnya ia melihat salah satu anggota klan yang ia benci meregang nyawa baru saja. “HAHAHAHA!!! TAO SAYANG! KAU HEBAT!!!”

 

 

 

 

Chanyeol mulai menyulut api kemarahannya kembali. “BRENGSEK!!”

 

 

 

 

.

 

.

 

.

 

Aku sudah pulang?

Begitu, kah?

 

Apakah kali ini aku sudah terlepas dari takdir menjijikkan yang membuat orang- orang yang kucintai berperang?

 

.

 

.

 

.

 

 

 

 

 

Kyungsoo menggenggam tangan Chen kemudian mereka meyatukan kening mereka. Senyuman manis seketika itu menghiasi wajah kedua namja itu. Mereka menutup mata perlahan dan bersenandung irama lembut yang terdengar menyeramkan ditelinga semua kaum selain kaum Devil.

 

 

 

Disaat itu—

 

Yang ada didalam pikiranku hanya kekotoran akan diriku sendiri

 

 

 

Chen merasa tangan Kyungsoo yang tengah menggenggamnya, regang. Mereka masih mengaitkan kening mereka berdua. Namun Chen merasa tubuh Kyungsoo mulai melemah. Dengan cepat Chen kembali menidurkan Kyungsoo diatas ranjang. Mengompres lukanya yang terkena oleh api Chanyeol.

 

 

Tetapi—

 

 

 

“Guardian yang kita miliki hanya Guardian lemah seperti ini? Yang bisa ia lakukan hanya menangis!! Menjijikkan!!”

 

 

“Guardian seperti ini hanya mempermalukan klan Devil saja! Do Kyungsoo, Guardian yang tidak diharapkan!”

 

 

 

Kenangan masa lalu disaat Matahari masih ada dua—

 

 

 

 

 

“Kyungsoo?”

 

 

 

 

Aku tidak berharga, kan?

 

Kini lihat saja—disaat semua Guardian tengah bertarung.. aku tidak melakukan apapun.

 

 

 

 

Chen mengusap pipi pucat pemuda manis itu. Akan tetapi mata besarnya tidak juga terbuka. Chen mulai cemas dengan keadaan sang Guardian satu- satunya klan Devil tersebut. Ia memeriksa detak nadi Kyungsoo—

 

 

 

—Tidak ada bedanya dengan jaman ini.

 

 

 

 

 

“Kyungsoo.. namaku Sehun. Kau indah sekali—“

 

 

Kyungsoo terkejut atas keberadaan seseorang yang tiba- tiba duduk disampingnya. “Siapa— kau? Jangan berbicara padaku.”

 

 

“Mengapa? Kau pemalu sekali..  Padahal mata besarmu itu sangat indah… bagaimana jika matamu itu bisa membuatku tenang?”

 

 

“Kau bicara ap—“

 

 

“Kau berharga, Kyungsoo. Aku membutuhkanmu.”

 

 

DEG

 

 

“Bumi ini milikmu— kau bisa mengendalikannya.. hanya saja wajahmu yang penuh kasih sayang dan kemuliaan itu menyembunyikannya.. Do Kyungsoo, Guardian—“

 

 

Tes

 

 

Tes

 

 

Hanya air mata yang bisa Kyungsoo tampilkan mendengar ucapan pemuda tampan yang tiba- tiba duduk bersama Kyungsoo disebuah taman bermain yang kosong. Disebuah rumah pohon tempat Kyungsoo selalu memisahkan diri. Mengapa—ada orang yang tahu dengan keberadaannya?

 

 

“Kau tahu apa—kau tidak tahu bahwa orang- orang tidak ada yang menyukaiku. Katanya.. jika aku marah.. tanah seakan ingin menelan mereka.. apakah kau tahu? Aku pernah membunu—“

 

 

“Stt!!” Sehun langsung menutup bibir Kyungsoo dengan telunjukknya. Tersenyum menenangkan dan hal itu baru pertama untuk Kyungsoo—orang yang tersenyum seperti itu kepadanya. Baru Sehun seorang—

 

 

“Bukan salahmu ketika anak itu merebut boneka beruangmu dan melemparkannya kesungai, kau menangis hingga kehilangan kontrolmu.. tanah menelannya hingga habis dan tidak ada yang tahu tentang hilangnya anak itu hingga kini.. kau tidak salah.”

 

 

Mata Kyungsoo membulat. “Ba—bagaimana kau bisa tahu?”

 

 

Sehun masih tersenyum. “Ikutlah denganku, Kyungsoo. Aku akan memuliakan keberadaanmu—“

 

 

 

 

 

Sehun—

 

Aku belum sempat berterima kasih padamu.

 

 

Aku belum sempat membersihkan kakimu dari lumpur dendam

 

Maafkan aku, Sehun.

 

 

 

 

 

“Kyungsoo?! Hey!” Chen memegang pundak Kyungsoo erat, tangan Chen sudah gemetaran. “Kyungsoo!! Bangun!”

 

 

 

 

Terima kasih—

 

Walau sesaat kau bersedia memelukku, menciumku dan mengenalkanku pada sebuah keluarga baru

 

 

 

 

Tidak ada jawaban.

 

 

 

 

Terima kasih—

 

 

Sehun.

 

 

 

 

“Kyungsoo! Kumohon! Jawab aku!”

 

 

 

 

Chen mulai menangis. “Kyungsoo!! KYUNGSOO!!”

 

 

 

 

Sesungguhnya tidak ada orang yang benar- benar berhati jahat dimuka bumi ini

 

Hanya saja—ada yang membentuk hal tersebut

 

 

Hingga kemanusiaan tidak bisa menerimanya

 

.

 

.

 

.

 

 

 

Sehun menyeringai, kali ini menakutkan dan terlihat jelas bahwa keturunan yang melahirkannya kini adalah keturunan yang tepat. Bulu kuduk Suho bahkan meremang melihat mata tajam dan seringai mengerikan yang terlukis diwajah tampannya.

 

 

 

Tao adalah bom waktu

 

 

 

 

—untuk membunuh Luhan.”

 

 

 

DEG

 

 

 

Suho menatap Sehun tidak percaya. Apa yang baru saja ia dengar tadi? Jadi Sehun yang selama ini berbuat baik pada mereka, membawa mereka seakan memberikan pertolongan— hanya untuk memanfaatkan kekuatan mereka? Jadi—

 

 

Tidak ada pertolongan seperti yang Sehun janjikan?

 

 

 

Tujuannya hanya kematian Luhan?

 

 

 

Sehun menutup matanya perlahan, kemudian tersenyum amat manis. Suho kembali terkejut saat melihat Sehun tertawa pelan, tanpa rasa bersalah diwajahnya yang tampan dan kejam. “Hyung, kau bisa merasakannya?”

 

 

 

Suho menggigil ketakutan. Kali ini apa yang hendak Sehun sampaikan?

 

 

 

“… jiwa yang kembali kelangit baru saja… Angin mengantarkan mereka kesurga.”

 

 

 

DEG

 

 

 

Suho membulatkan matanya. “Apa—maksudmu?!”

 

 

Sehun masih tersenyum amat manis, ia angkat kedua tangannya keatas. Dan seketika angin ribut membentuk— mengelilingi mereka berdua. Suho memperhatikan angin yang amat kencang itu berbaur hingga memperlihatkan jiwa halus yang kini terikat pada angin itu— dua jiwa dari orang yang amat ia kenali.

 

 

 

DEG

 

 

 

“Oh tidak!! TIDAK!!!” Suho membekap mulutnya sendiri. “Kau bohong, Sehun!! Tidak!!”

 

 

“Mengapa kau menangis, hyung? Bukankah cepat atau lambat mereka juga akan mati?” Sehun berjalan mendekati kedua jiwa yang terperangkap didalam anginnya. Dan Suho kenal baik denga—Jiwa dua orang—satu klan angel –Lay dan satu Guardian klan Devil—Kyungsoo. Wajah mereka terlihat tenang dan damai, namun mengapa—Sehun tidak melepas mereka?

 

 

“Mereka lebih baik tertidur seperti ini, hyung.” Sehun mengusap pipi kedua jiwa yang diam dengan mata tertutup seakan tertidur. “Mereka terlihat indah. Cantik—“

 

 

Suho masih belum bisa mempercayai apa yang ia lihat. Lay adalah partner nya dan—kini Lay sudah meninggal?

 

Lay—

 

 

 

Kyungsoo— demi Tuhan! Beberapa jam yang lalu mereka masih bersenda gurau didapur dan bukankah Suho mengatakan pada Chen untuk menjaga Kyungsoo? Tidak! Suho menggeleng cepat, ia tidak bisa meyalahkan siapapun!

 

 

 

 Yang benar- benar ingin ia salahkan adalah—

 

 

 

Sehun tertawa pelan. “Sebentar lagi Tao… lalu… Luhan yang akan mati—“

 

 

 

.

 

.

 

.

 

 

 

Bruak

 

 

Luhan tersungkur kembali dilantai tersebut. Dari tadi ia hanya melakukan perlawanan yang begitu lemah. Walau ia sudah berlatih, namun tetap saja. Dia merasa begitu lemah. Ia tidak bisa begini terus, ia harus menang kemudian mengeluarkan klan Angel yang lain dan menyelamatkan diri.

 

 

 

“Haaah!! Haaahh!!”

 

 

Nafas Luhan seperti deru mesin rusak yang mengerikan. Dia sudah nyaris kelelahan. Tenaganya adalah tenaga manusia, berbeda dengan Kai yang tubuhnya dikendalikan oleh kekuatan klan Devil terkuat. Luhan tidak mau tubuhnya diambil alih. Jika Matahari Biru yang mengendalikan tubuhnya, pasti Matahari Bitu tidak akan tanggung- tanggung menyerang Kai. Ia tidak ingin—sama sekali tidak ingin jika nantinya Kai—terluka. Dia tidak mau Kai terluka. Tidak!

 

 

 

Luhan kembali mengendalikan air dengan jumlah yang banyak, ia membuat sebuah perisai ketika api mengerikan Kai menyerangnya. Namun lama kelamaan jumlah air pada perisai itu lenyap karena panasnya api Kai yang merah membara. Luhan sudah nyaris tidak berdaya, tangannya seakan mati rasa untuk menahan perisai itu melindungi dirinya.

 

 

“AHHH!!” Luhan masih berusaha untuk menahan api panas Kai menyentuh tubuhnya.

 

 

 

Bolehkan Luhan menangis kini?

 

 

 

“MATI KAU!!” Teriak Kai begitu mengerikan.

 

 

Air mata pilu turun dari mata Luhan. dari sela- sela perdebatan api dan air dihadapan mereka, Luhan melihat wajah Kai yang amat mengerikan. Wajah lelaki yang Luhan cintai—wajah lelaki yang mengaku sebagai suami Luhan dimasa lalu. Satu- satunya orang yang membuat Luhan bingung sekaligus sayang dalam sekali pandang.

 

 

 

Kai—

 

 

 

 

“AGGH!!”

 

 

 

BRUAK

 

 

Luhan terpental ketika perisai itu habis dimakan oleh api Kai. Kembali tubuh Luhan terasa patah ketika sudut dinding menyambut tubuhnya. Kepala Luhan terbentur lumayan keras. Ia tersungkur dilantai hancur bertanah tersebut. Wajah Luhan mendongak keatas… Pemuda itu sudah  tidak bisa melihat dengan benar. Bahkan ia tidak bisa bergerak ketika Kai mendekatinya dengan membawa api menyala ditangan.

 

 

 

“Kai— kumohon!“ bisik Luhan dengan mata yang nyaris tertutup. “Bukankah kau mencintaiku? Bukankah—kau akan melindungiku?”

 

 

 

Luhan kembali menitikkan air mata pilu. Pandangannya sudah buram karena air mata tergenang, mengabur wajah tampan Kai yang sesaat terlihat menyeramkan. Akan tetapi, seperti—Luhan mendengar tangisan pilu Kai didalam sana. Didalam kurungan keji yang mengendalikan tubuhnya.

 

 

 

-“LUHAN!!”-

 

 

 

DEG

 

 

 

Suara Kai—Luhan bisa mendengarnya. Suara Kai yang terdengar didalam tubuhnya. Seakan menangis—

Senyuman manis tergambar diwajah Luhan. Tangan ringkih yang tertempeli tanah dan darah itu menggapai kearah tubuh Kai. Akan tetapi ia tahu—ditubuh itu, bukan jiwa Kai. bukan Kai yang mencintainya.

 

 

 

-“Maafkan aku, Luhan! Kumohon pergi dari sini! Biarkan Matahari Biru mengendalikanmu! Biarkan dia membunuh Matahari Merah didalam tubuhku!”-

 

 

 

Luhan menggeleng cepat. “Tidak.. Kai.. tidak boleh mati..”

 

 

 

-“Kumohon!! Bukankah dulupun kau berjanji akan membunuhku jika waktu ini tiba?!”-

 

 

 

Kembali Luhan tersenyum manis, lalu ia menutup matanya seakan pasrah. “Kai— boleh membenciku karena aku—tidak sanggup membunuh orang yang—kucintai..“

 

 

 

DEG

 

 

 

Ucapan Luhan berhasil mengacaukan tubuh Kai. Matahari Merah didalam tubuh Kai tiba- tiba melemah . Kai –Matahari Merah– memegangi kepalanya yang terasa berdengung. Menatap murka pada Luhan yang sudah menutup matanya, pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. “BRENGSEK! APA YANG DIA KATAKAN! MENGAPA JIWA ITU MULAI MEMBERONTAK! AAGH!!”

 

 

 

Luhan mendengar ucapan murka Matahari Merah perlahan membuka matanya, ia tahu. Kini Kai sedang berusaha mengambil kembali tubuhnya dari kontrol Matahari Merah. Akan tetapi, hal itu hanya sesaat—

 

 

 

Karena Kai kalah.

 

 

 

Matahari merah, kembali dapat menguasai tubuh Kai. Ia berdiri tegak dengan mengarahkan tangannya pada Luhan. Tertawa selayaknya pemenang. Sekejap dari tangan Kai terbentukah api seperti naga, mengarah lurus pada sosok tubuh Luhan yang membulatkan matanya.

 

 

 

 

—Kai

 

 

 

 

-“Luhan.. Maafkan aku.”-

 

 

 

 

 

 

 

DUAARRRRR

 

 

.

 

Yang ada hanya—

—sekuntum rindu

 

.

 

 

 

 

DEG

 

 

 

 

Sehun membulatkan matanya ketika dengan jelas ia melihat— orang yang tadi berdiri dihadapannya dengan cepat berlari meninggalkan Sehun menuju—

 

 

 

 

“Tak akan kubiarkan kau membunuh Luhan.”

 

 

 

 

Seseorang pemuda dengan kekuatanya mengendalikan air membuat perisai untuk melindungi Luhan dari serangan api Kai. Pemuda itu dengan mudahnya mengendalikan air, seakan terbiasa. Dan itu semua membuat Sehun terkejut bukan main… dan—

 

 

 

 

—terluka.

 

 

 

 

“Kenapa—“ bisik Luhan lirih melihat pemuda itu… pemuda yang baru saja menitikkan air matanya kearah Luhan. Memandang Luhan dengan tatapan bersalah. Pemuda yang dikenal dengan nama—

 

 

 

 

“–Suho?”

 

 

 

Harga mutlak

Bayarannya adalah nyawa

 

 

 

 

TBC

 

 

 

Ini FF Fantasy, lho! Jangan lupa kalau ini sama sekali TIDAK NYATA!

Jadi semua adegan FF ini sama sekali g ada yang asli yah! Jangan bawa kekehidupan nyata dan jangan ada yang membenci member EXO karena FF ini! Semua ini hanya buatan aku! Salahin aku aja kalo tidak sesuai harapan. NO BASHING YA! Gue g maksa buat baca FF ini. Sip?

 

Masih banyak pertanyaan, bukan? di Chap 11 bakal dijelasin lebih banyak. Mengapa Sehun dan Suho bisa berhubungan. Apa tujuan Sehun sebenarnya mengumpulkan sekutu, Luhan sebenarnya memilih siapa, apakah jiwa Lay dan Kyungsoo yang digenggam Sehun akan kembali? Atau bahkan—

 

—semua akan meninggal?

 

 

ON ‘THE BETRAYED ANGEL’ CHAPTER 11! COOMING SOON!

 

 

RCL nee~

SILENT READER DOSA! *plak

 

 

 

142 thoughts on ““The Betrayed Angel” Part 10

  1. yah, yah……….. kok si LAY sama KYUNGSOO matiiiii……

    hueeeeeee….Kyungsooo bias gua mati………

    andwe!!!!!

    hebat bener dah FF nya,,,,, di tunggu kelanjuntannya ya thor,,,,,,

    gak sabar gimana akhirnya……..

  2. Kyaaaaaaaa lanjut thor, ughhh kerennn , itu sumpah xiuminnya beeeehh kejemnya gak nanggung” yo, yag D.O sama lay mati, aishhh suho nolong luhan, ehemmm sehun marah , kesal, kecewa, makanya jdi org baik, ughhhhhh lanjuttt🙂

  3. Uwaaaaah keren keren keren itu bagian yang Lay sama Kyungsoonya meningal beh menitikan air mata thor *oke ini lebay
    Ditunggu chap 11nya thor, fighting!

  4. ya ampun jong kenape lu jadi gitu…. sadar jong sadar #bawa jongong ke pesantren
    laaaaaah kenape kyung ma yixing jadi mati huweeeeee….
    sehuuunn jahaaaaaaaat….
    hiks oke deh cepet dilanjuut ya… moga chap depan jongong gak kesurupan lagi #plaaak

  5. HALLO EON!! INGET AKU NGGAK? *pengen bgt diinget*. yg waktu itu sms eon malem2 minta PW FF KaiLuHun. Yg memperjenalkan diri sbg istri Luhan.

    AKU KEMBALIIIIII

    Setelah lama nggak baca ini. Dan hampir lupa sama ceritanya, karna eon yg terlalu lama comeback. Akhirnya aku baca lagi. Ya tuhan eon. aku merinding lagi bacanya.

    Eon parah. aku bener2 lupa sama cerita ini. Judul sama WPnya aja aku lupa. tadi sempet ngubek2 mbah google, dan ngebongkar WP EXO sebelah. Tapi setelah inget kalau ini tuh yaoi. langsung cek ke runrunka.

    Makasih banget eon udah comeback sama ini FF. Mian kalau aku telat bgt bacanya, karna aku bener2 lupa. Terakhir kali minta PW waktu baca FF KaiLu-HunHan entah apa namanya lupa.*lupa semua pokoknya, karna kelamaan nggak mampir kesini*

    Maap ya komentnya panjang. Soalnya aku mau ngungkapin semuanya. cieilehhhh…

    Pertama, aku suka karna di WP ini banyak FF KaiLunya.
    Kedua, FF disini juga bkn FF pasaran. *sok* #slap
    Ketiga, AKU SUKA FF FANTASY KAYA YG DIATAS INI😄
    Keempat, Authornya keren bgt.
    Kelima, eon juga ramah.

    Mian bgt eon. aku sms minta PW waktu itu malem2. Aku masih nggak enak.

    Yaudah segitu aja ya komennya? aku nggak bisa ngomong panjang lebar.*dari tadi apaan?*

    FF INI EMANG KEREN!!! ALUR, TOKOH, TEORI, DAN DIKSINYA PAS!!! :*

    Apa lagi ya? Ini koment nggak selesai2 ini.

    JONGMAL SARANGHAE DAH EON.

    CEPET PUBLISHNYA YA. BIAR AKU NGGAK LUPA LAGI.

    *kemudan menghilang dibalik bibir luhan*

    KangHana24 inget ya eon IDku. jgn lupa loh. Tapi IDku juga ada banyak. ada HanjiDo240995. Ada Indaylee. *promosi ID*

  6. HALLO EON!! INGET AKU NGGAK? *pengen bgt diinget*. yg waktu itu sms eon malem2 minta PW FF KaiLuHun. Yg memperjenalkan diri dgn ID KangHana24 dan sbg istri Luhan.

    AKU KEMBALIIIIII

    Setelah lama nggak baca ini. Dan hampir lupa sama ceritanya, karna eon yg terlalu lama comeback. Akhirnya aku baca lagi. Ya tuhan eon. aku merinding lagi bacanya.

    Eon parah. aku bener2 lupa sama cerita ini. Judul sama WPnya aja aku lupa. tadi sempet ngubek2 mbah google, dan ngebongkar WP EXO sebelah. Tapi setelah inget kalau ini tuh yaoi. langsung cek ke runrunka.

    Makasih banget eon udah comeback sama ini FF. Mian kalau aku telat bgt bacanya, karna aku bener2 lupa. Terakhir kali minta PW waktu baca FF KaiLu-HunHan entah apa namanya lupa.*lupa semua pokoknya, karna kelamaan nggak mampir kesini*

    Maap ya komentnya panjang. Soalnya aku mau ngungkapin semuanya. cieilehhhh…

    Pertama, aku suka karna di WP ini banyak FF KaiLunya.
    Kedua, FF disini juga bkn FF pasaran. *sok* #slap
    Ketiga, AKU SUKA FF FANTASY KAYA YG DIATAS INI😄
    Keempat, Authornya keren bgt.
    Kelima, eon juga ramah.

    Mian bgt eon. aku sms minta PW waktu itu malem2. Aku masih nggak enak.

    Yaudah segitu aja ya komennya? aku nggak bisa ngomong panjang lebar.*dari tadi apaan?*

    FF INI EMANG KEREN!!! ALUR, TOKOH, TEORI, DAN DIKSINYA PAS!!! :*

    Apa lagi ya? Ini koment nggak selesai2 ini.

    JONGMAL SARANGHAE DAH EON.

    CEPET PUBLISHNYA YA. BIAR AKU NGGAK LUPA LAGI.

    *kemudan menghilang dibalik bibir luhan*

    KangHana24 inget ya eon IDku. jgn lupa loh. Tapi IDku juga ada banyak. ada HanjiDo240995. Ada Indaylee. *promosi ID*

  7. HALLO EON!! INGET AKU NGGAK? *pengen bgt diinget*. yg waktu itu sms eon malem2 minta PW FF KaiLuHun. Yg memperjenalkan diri sbg istri Luhan.

    AKU KEMBALIIIIII.

    Setelah lama nggak baca ini. Dan hampir lupa sama ceritanya, karna eon yg terlalu lama comeback. Akhirnya aku baca lagi. Ya tuhan eon. aku merinding lagi bacanya.

    Eon parah. aku bener2 lupa sama cerita ini. Judul sama WPnya aja aku lupa. tadi sempet ngubek2 mbah google, dan ngebongkar WP EXO sebelah. Tapi setelah inget kalau ini tuh yaoi. langsung cek ke runrunka.

    Makasih banget eon udah comeback sama ini FF. Mian kalau aku telat bgt bacanya, karna aku bener2 lupa. Terakhir kali minta PW waktu baca FF KaiLu-HunHan entah apa namanya lupa.*lupa semua pokoknya, karna kelamaan nggak mampir kesini*

    Maap ya komentnya panjang. Soalnya aku mau ngungkapin semuanya. cieilehhhh…

    Pertama, aku suka karna di WP ini banyak FF KaiLunya.
    Kedua, FF disini juga bkn FF pasaran. *sok* #slap
    Ketiga, AKU SUKA FF FANTASY KAYA YG DIATAS INI😄
    Keempat, Authornya keren bgt.
    Kelima, eon juga ramah.

    Mian bgt eon. aku sms minta PW waktu itu malem2. Aku masih nggak enak.

    Yaudah segitu aja ya komennya? aku nggak bisa ngomong panjang lebar.*dari tadi apaan?*

    FF INI EMANG KEREN!!! ALUR, TOKOH, TEORI, DAN DIKSINYA PAS!!! :*

    Apa lagi ya? Ini koment nggak selesai2 ini.

    JONGMAL SARANGHAE DAH EON.

    CEPET PUBLISHNYA YA. BIAR AKU NGGAK LUPA LAGI.

    *kemudan menghilang dibalik bibir luhan*

    KangHana24 inget ya eon IDku. jgn lupa loh. Tapi IDku juga ada banyak. ada HanjiDo240995. Ada Indaylee. *promosi ID*

    Aku bete. komentnya susah bgt. IDku yg lama bermasalah. udah gitu komentanya nggak mau masuk. Aku ngepost berulang2 tetep nggak bisa. Aku takut jadi ngespam. T___T

  8. wuuuaaaahhhhhh
    no coment buat chap ini
    terlalu banyak hal yg menyesakan n menegangkan.
    suho akhir nya sadar klo dia cm di manfaatin.
    luhan, kau harus kuat buat nyelametin kai
    itu yg pling pnting.huhuhuhu
    lanjut thoooorrrr
    GPL

  9. Andwae!!! Kyungsooooooooo!!! Layyyyy!!!

    semoga kai bisa mengendalikan tubuhnya lagi…

    Akhirnya aku ngerti masa lalu kai luhan dan sehun

    Berharap happy ending kailu😥

  10. IH SUHO PLINPLAN, TUH RASAIN SEHU EMANG ENAK DI KIYANATIN HAHAHAHAHAAHA YAH KYUNGSOO DAN LAY MATI😥 CEPETAN UPDATE YA THOR AKU MAU HAPPY ENDING POKOKNYA!! SEMANGAAAATS

  11. Hiks ini nyesek sungguh bahkan aku sampai nangis bacanya feel nya dapet banget kira” apa yg bkal dilakuin sehun yah

  12. Lanjut kak hyobin aaaaa gmau tau harus lanjut!!! T_____T dio lay nya mati, tiba2 suho ngelindungin luhan….jangan2 suho pengen mati juga biar dia kembali ke klan angel…. T_____T

  13. kak rana aku bacanya merinding + nangis…. ya Allah please Kai nya dibikin sadar kaya Suho yang udah sadar… hikseu hikseu!!!!
    kenapa setiapa baca FF KaiLu tuh suka seduh mulu ih… ka rana mau dong KaiLunya disatuin..
    ih beneran gemes deh ke Sehun, lu kalo udah cadel. cadel aja jung! gausah pke jahatin Luhan segala pake Kai…
    ahahahaha kereeeeeen ><

  14. wah.. itu yang awalannya semacam flashback gitu ya?
    eh berarti sehun itu di lahirin sama klan angel sebagai klan devil?
    ah iya, kan seperti suho sama tao yang sebenernya klan angel tapi jadinya klan devil masih bisa merasakan kasihan melihat klan angel tersiksa, tapi kenapa gak terjadi sama xiumin? kenapa wajah xiumin yang double imut itu jadi kejam?
    di tunggu chapter selanjutnya ya eonn….

  15. pengen coment apa yah? ini udah sempurna sih -_- takut dosa aja makanya coment /? #DigorokSekampung daebak lah thor pokoknya!! chap selanjutnya ditunggu loh. jangan buat kita mati penasaran thor -_-V #DigorokKai #DibakarChanyeol #DinikahinBaekhyun(?) #plakkk segitu aja dari salah satu silent readers-mu (?)

  16. pengen coment apa yah? ini udah sempurna sih -_- takut dosa aja makanya coment /? #DigorokSekampung daebak lah thor pokoknya!! chap selanjutnya ditunggu loh. jangan buat kita mati penasaran thor -_-V #DigorokKai #DibakarChanyeol #DinikahinBaekhyun(?) #plakkk segitu aja dari salah satu silent readers-mu (?) *author= kalo lu silent readers, napa lu coment pe’a! dasar lu jepitan kolor kendor! -_-*

  17. seakan duniaku ikut berfantasy ria😀
    baca ff ditemani kipas angin,jadi ingat sehun kk~
    makin seru eonn,ditunggu the next chap nya *bow

  18. yaampun gila uda berapa lama aku gak main lagi ke runrunka aaaaaaa #frustasi
    5 mei 2013???!!!! sekarang desember… 7 bulan lebih aku gak mampir ke runrunka mianhae thor :((( ;-;
    bahkan uda ada chapter 11 nya lagi hueeeee buru-buru capcus deeeehhhh
    saya uda kelas 12 soalnya banyak tugas ni aja baru ada luang setelah ujian semester
    sekali lagi mianhae thor #bow
    okedeh sekarang komennya lagi tentang ni ff
    3 2 1!

    AWAWAWAWAWA DEMI APA SUMPAH INI GAK NYANGKA BANGET!!!! HUAAAAA KENAPA KYUNGSOO LAY MATIIII…..!!!! ;AAA;
    awalnya sempat lupa karena uda lama gak baca jadi baca lagi dari chapter 9 dan sempat bingung dengan chapter 10 jadi agak nostalgia dulu dikit2 di chapter sebelum2nya nah pas baru nyambung sama ceritanya langsung disuguhin 2 member yang meninggal aduh thor tega amat lu dehhhhh
    terus terus itu Sehun tega amat siiihhh iiihhh magnae emang (inget ini fiksi woy!-,-) karena pembawaan ffnya bagus apalagi kata2nya jadi rasanya tu Sehun jahat beneran hiks😦
    tapi sebenernya agak nyesek juga sih sama masa lalu nya Sehun dan lumayan ngerti kenapa Sehun jadi kayak gitu… uda dianggap ‘kesalahan’ sama klan sendiri dan klannya pun ternyata tak se-‘angel’ seperti nama klannya dan malah sama liciknya dengan klan devil. yaaaa tapi kan gak perlu bunuh Luhan juga laaaa kan walaupun Luhan itu jantungnya klan angel…. balas dendamnya gak sama Luhan jugaaaaaaa secara dia kan guardian kerajaan aaaaaaaaaa (maap thor banyakan nyerocos-,-v)
    dan Tao juga yaampun gemes banget tu anak gak inget2 juga sama Kris -,- sampe tega bunuh Lay gitu… hadooohhh ini cerita buat aku gemeeeeeessssss
    jujur thor agak bingung sama pairing antara Lay Kris Tao Sehun Suho Kyungsoo Chen -_-v
    dan dan Kai kok susah banget sih ngeluarin tu matahari merahnya kan kasian Luhan si barbie akuuuuu (walau gak seneng barbie, tapi Luhan pengecualian #abaikan)
    aku uda yakin aja Suho itu masi punya hati nurani(?) (pokoknya gitulah ngerti kan min?) makanya mau nolongin Luhan…..
    uda ah penasaran sama kelanjutannya wawawawawawaaaa *gila kumat*
    moga2 sempat deh baca chap 11 sama sekalian komentarnya soalnya aku kalo uda baca epep lama banget thor menghayati maksudnya hehe :3
    karna ini KaiLu dan pasti KAILU (ya kan thor??) buat yang panjaaaaaaannnngggg banget okehhh??? ^^v
    asli ini fiksi yang benar2 fiksi!!! gelo ini tema cerita keren abis dah gak bosen2 muji nih XDD
    apalagi pair utamanya KaiLu wak otp aku banget tuh kyaaaaaa😄
    langsung dah chapter 11 cussssssss

    Ganbatte!😀

  19. ya ampun agak susah nyerna part ini,, wkwk.. Tp gpp, yg pnting suho datang ksadarannya, kai lawan Matahari merahnya sayang, please jngn skiti Luhan, dia imut tauk.. Penasaran.. Lanjutin ah .. Mari😀

  20. WHAT??? KYUNGSOO LAY MATI??? INI TIDAK BISA DI BIARKAN#Plakk
    author jangan ada yang mati lagi pliss.. kalo bisa tu dua orang di hidupkan lagi dan mereka hidup bahagia untuk selamanya #apaansih??
    aku ke chap berikutnya dulu ya thor

  21. Gak tau mau kaya gimana aduh, mereka jahat banget sama sehun.. padahal dia tulus.. dan lay aaaa gak tau mau kaya gimana tapi nyesek sendiri, pengen nagis rasanya waktu dia meninggal ya tuhaan lay, sesayang itukah pada suho?

  22. Thor benar” keren cool!!!!!! Tapi thor cepetan donk updetanya . Aku penasaran sama akhirnya. Aku sangat berharap luhan dengan sehun. Tolong thorjangan dijadiin ama kai hehe
    bikannya cast utamnay sehun?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s