In Frame Love [Take Two]

In Frame Love

[Take Two]

Infram Love

‘Kai-men Rider’

Anonim Sinestesia

A Romance Comedy Tragedy Fanfiction

EXO

 

Sebelumnya Author Anonim Sinestesia mau minta maap dulu sama readerdeul ya… soalnya ini epep udah pakum lama bener, maklumi lah ya author lagi dalam masa maha sibuk sebagai mahasiswa, tapi author janji deh, kelanjutan epep ini sama epep baru dari Anonim Sinestesia bakal lebih lancar lagi, soalnya author abis minum diapet. Sekali lagi GOMENASAI ~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Setiap kali syuting dilakukan di Mosano Restoran, restoran itu akan ditutup. Jadi selama syuting semua karyawan nggak ada kerjaan. Kali ini Tao lagi asyik ngobrol sama Baekhyun. Lay lagi ngecek pembukuan restoran. Dan Kai, cuman dia satu – satunya manusia yang nggak ngapa – ngapain. Duduk dimeja kasir nonton Behind The Scene sebuah film secara live. Sambil mainin keyboard mesin kasir.

 

Sebenarnya Kai bukan memperhatikan proses filmnya. Tapi pemerannya, kebetulan yang kali ini lagi dishoot Dio, ngeliat acting Dio yang pura – pura jadi pelayan dan harus beradegan akrab atau malah romantic dengan pemeran lain cukup membuatnya, ya tau sendirilah gimana rasanya. Apa lagi pas adegan ngelap bibir. Waktu Dio minum cappuccino dan ninggalin jejak dibibir atasnya. Lawan main Dio langsung dengan sigap mengulurkan tangannya, sedikit bangkit dari duduknya. Mendekatkan wajahnya ke arah Dio, kemudian mengambil tisu dan mengelap bibir Dio. Ya pake tisu, ini kan bukan Coffe Prince yang harus ngelap bibir pake bibir.

 

Saat adegan itu, Kai hanya bisa mengalihkan pandangannya ke beberapa saesang fans yang sedang menonton proses syuting film. Beberapa dari mereka membawa poster Dio, poster Chanyeol, dan poster Dio & Chanyeol.

 

Teriakan Cut mengalihkan lagi perhatian Kai ke setting. Dio bangkit dari duduknya menuju arah Baekhyun dan Tao yang sedang ngobrol.

“Dio! Siap – siap untuk shoot selanjutnya ya” ingat Astrada.

“Siap hyung” balas Dio.

 

Dio kemudian berjalan kearah Kai.

“Hay, lagi nggak ngapa – ngapain ya?” tanya Dio.

“Iya sih, lagi nganggur”

“Sorry ya kali syutingnya bikin kamu jadi nggak ada kerjaan”

“Nggak papa juga lagi, jadi selama kalian syuting aku bisa makan gaji buta” jawab Kai memberikan kursi ke Dio.

 

“Hay! Kamu Kai kan?” sosok innocent Sehun tiba – tiba menjelma dihadapan meja kasir.

“Iya. Kamu Sehun. Adiknya Produser Suho”

“Iya, dan kamu Dio kan”

“Iya”

“Wah, senang berkenalan dengan kalian berdua” Sehun mengulurkan tangan.

“Basa – basi ya? Ada maunya kan” tembak Kai.

“Iya sih, aku mau nanya tentang Luhan”

“Luhan? Ngapain nanya – nanya tentang Luhan?” Kai mulai penasaran.

“Karena aku suka dia” ucap Sehun blak – blakan.

“KAU SUKA DIA?!” nada suara Kai sedikit lebih tinggi.

“Kamu cemburu?” tanya Dio yang ada disebelah Kai.

“A…a… aku. Tidak, aku tidak cemburu. Aku hanya heran saja ada orang yang suka sama Luhan” elak Kai gelagapan.

“Hanya orang bodoh yang tidak suka orang secantik Luhan” Sehun membela Luhan.

“Sehun benar, kamu juga pasti suka sama Luhan” selidik Dio.

“Ti… tidak lah, aku mana mungkin suka sama anak kecil seperti Luhan” jawab Kai gugup, sambil menekan keyboard mesin kasir.

“Pasti bohong” vonis Dio sepihak.

“Kok kamu malah sewot sih? Cemburu ya” tunjuk Sehun ke Dio. “Dio-ssi suka sama Kai ya! Wah sepertinya pertanyaan ku tadi mengganggu kalian ya. Aku minta maaf ya” Sehun merunduk 45 derajat lalu menarik diri dari hadapan Kai dan Dio.

 

Begitu ditinggal Sehun. Kedua orang tadi malah kikuk mau ngapain. Kai sibuk mengecek mesin kasir dan Dio pura – pura baca naskah. Ditengah kekikukan itu akhirnya seorang kru memanggil Dio untuk di take.

 

“Ah, aku… aku mau di take” kata Dio pamit.

“Ehm, ya hati – hati” jawab Kai dengan senyum kikuk.

“Aku … duluan… ya” Dio bangkit dari kursi.

“Dio-ssi” Kai secara refleks menahan tangan kiri Dio.

Dio otomatis berbalik menghadap Kai, dan disanalah pandangan bertemu. Kemudian ada hening sepersekian detik, dan seolah Tuhan telah menambah efek slow motion pada adegan kedua insan ini, sekaligus menyisipkan efek blur dari sudut pandang Kai.

 

Dan adegan kembali normal ketika kru tadi kembali memanggil Dio.

“A… aku take dulu” Dio kemudian menarik tangannya dari genggaman Kai dan berjalan cepat menuju tempat Baekhyun dan Tao ngobrol untuk meletakkan naskahnya.

“Dio, kau demam?” tanya Baekhyun tiba – tiba.

“Tidak, aku sehat kok”

“Kok wajah Dio merah?” sambung Tao.

 

“Cie!” Sehun yang duduk didekat meja Baekhyun dan Tao bercie singkat. Kemudian bangkit dan berjalan menuju tempat Kai, untuk menyambung urusannya tentang Luhan.

“Kenapa dia?” bingung Tao.

“Sudahlah, aku masuk dulu ya” kata Dio sambil berjalan menuju set.

@@@

 

Shift kerja Kai berakhir jam 2 siang tapi sampai jam 5.30 sore dia masih berada restoran menunggu Dio pulang dan selesai suting.

“Dio, kau yakin tak mau pulang dengan ku?” Tanya Baekhyun meyakinkan sekali lagi.

“Iya, aku sedang ingin jalan kaki”

“Terserah sajalah, tapi hati – hati dengan fans ya”

“Kenapa aku harus takut dengan fans ku?”

“Maksudku saseang fans”

“Tenang Baekhyunie, aku ada yang kawal kok” kata Dio menepuk bahu Kai yang berdiri disampingnya.

“Ya sudah, dadah”

 

Baekhyun kemudian masuk ke mobil dan meluncur pulang ke rumahnya. Sedang Dio, langsung memakai kaca mata hitamnya dan berjalan menarik Kai.

“Benar kata Baekhyunie, apa kau tak takut dengan sasaeng fans mu?” Tanya Kai saat mereka semakin jauh dari Mosano.

“Takut sih, tapi kan ada Kai”

Kai hanya memandang Dio dengan senyuman. Senyuman yang bermakna dalam dan memberi siapapun yang memandangnya merasa dijaga dan aman.

 

Sepanjang perjalanan beberapa orang memandangi kedua orang yang asyik berbincang – bincang. Aura bintang Dio membuat setiap orang yang memandanginya berhenti, keduanya begitu serasi, indah, dan sempurna. Kalau ada analogi pasangan sempurna didunia untuk kedua orang ini, tentu saja Snow White dan Prince Charming adalah yang paling sesuai.

 

“Snow White and Prince Charming. Aku harap akhir kisah kalian tidak sebahagia apa yang dikisahkan dongeng” sebuah tatapan menelisik dan gelap menusuk dari balik kaca mata hitam didalam sebuah mobil sedan yang telah membuntuti keduanya sejak meninggalkan MOSANO.

@@@

 

“Dio-ssi, benar kau Dio-ssi kan. Yang main difilm Praha Love in Prada-kan?” seorang gadis SMA menghadang jalan Dio dan Kai. Lalu kemudian sekerumunan gadis SMA mengerubungi Dio dan membuat Kai berlahan terpisah, walau ada beberapa gadis SMA yang meminta Kai mengambil foto dengan Dio.

 

“Ah, maaf nona – nona. Dio-ssi harus melanjutkan syuting” Kai tiba – tiba menarik tangan kanan Dio dan mengajaknya meninggalkan sekerumunan gadis SMA itu. Dan Dio hanya tersenyum manis ke fans nya.

“Pulanglah kerumah kalian, hari sudah terlalu gelap” imbuh Dio.

 

 

 

 

“Kita akan syuting? aku tidak punya schedule malam ini?” tanya Dio sepolos mungkin.

Kai tidak merespon sama sekali.

“Kai, kita mau kemana?” Dio sedikit menahan tangan Kai.

Kai berhenti dan menatap Dio.

“Kai-ssi?”

“Aku akan panggilkan taksi yang akan mengantarkanmu pulang” jawab Kai pada akhirnya.

“Kau tak mau mengantarku?” pandang Dio dengan heran.

“Malam ini mungkin tidak” jawab Kai sambil melambaikan tangannya memanggil taksi.

Dengan sedikit dipaksa akhirnya Dio mau juga masuk kedalam taksi dan menuju apartemenya. Sedang Kai melanjutkan langkahnya menuju gedung apartemennya.

 

 

 

 

 

“Hai, kau belum pulang?” sapaan Luhan tiba – tiba menyadarkan Kai kalau dia sudah kelewat cukup jauh dari gedung apartemennya.

“Luhan? Kau?” balas Kai tergagap dengan ketiba – tibaan Luhan.

“Ya? Aku kenapa?” Luhan menatap polos tepat berhadapan dengan Kai.

“Ah, tidak apa – apa?” jawab Kai mengelak.

“Kau sendiri kenapa?” tanya Luhan lagi.

“Aku, kenapa apanya?” jawab Kai dengan pertanyaan.

“Kenapa kau membiarkan Dio pulang dengan taksi?”

“Maksud mu?” elak Kai pura – pura tak mengerti.

“Kalian kan pulang berdua, lalu kenapa kau biarkan Dio pulang sendiri, kenapa tidak kau antarkan dia?”

“Aku sedang tidak bawa motor, Lu”

“Lalu kenapa kau tidak ikut dengan taksinya?”

‘“Kalau aku ikut taksinya aku harus dua kali bayar taksi”

“Kenapa bisa dua kali?”

“Pertama untuk ke apartement Dio, kedua untuk pulang keapartemen ku sendiri”

“Memang kenapa kau harus membayar untuk ke apartemen Dio, biar saja Dio yang bayar”

Kali ini Kai kesal, bingung, dan merasa bersalah. Kai tidak bisa menjawab apa – apa.

“Ini” Luhan menyerahkan sebuah kunci.

“Apa ini?” Kai belum menerima kunci dari Luhan.

“Kunci motor gege yang aku pinjam” kunci masih menggantung dijari telunjuk Luhan.

“Untuk apa?”

“Tadinya aku mau jalan – jalan keliling Seoul, tapi tadi pas aku lihat kalian aku berhenti, sambil nunggu Dio naik taksi aku…”

“Maksudku, untuk apa kamu kasih kunci ini ke aku?”

“Untuk kejar Dio” jawab Luhan tanpa dosa.

 

 

@@@

 

 

“Pak, antarkan saya ke gedung Kyuchul Entertainment” saat hampir sampai ke gedung apartemennya, Dio tiba – tiba memengganti tujuannya.

“Tidak jadi ke …” perkataan supir taksi langsung dipotong oleh Dio.

“Sudahlah pak, antar saja saya kesana”

“Baik pak”

Kemudian taksi berbelok kekiri disebuah persimpangan dan melaju terus memandangi jalanan menuju pusat kota metropolitan Seoul.  Kepala Dio tersandar pada kaca jendela, menatap kosong kekemilauan lampu – lampu cerah Seoul.

 

 

@@@

 

 

“Kau jatuh cinta dengan seorang pelayan restoran dan dia menolakmu? Seorang Dio ditolak cintanya” ledek Chunji saat mendengar curhat Dio.

“Dia tidak menolak secara langsung sih” jawab Dio pasrah bersandar dikursi cafetaria Kyuchul Entertainment.

“Nah, malah disana letak menyedihkannya, dia menolakmu bahkan tanpa berkata – kata”

“Bicara denganmu bukan membuatku membaik malah semakin buruk”

“Haeyo, Chunji-ssi, siap pulang sekarang?” L.Joe secara tiba – tiba memunculkan dirinya dicafetaria.

Chunji tak menjawab ajakan L.Joe, dia hanya memandang Dio yang terkapar menyedihkan seperti korban perang Gaza yang baru diserbu oleh Israel.

“Aku tidak apa – apa, pulang lah, dan nikmati malammu” jawab Dio seolah paham isi hati Chunji.

“Oke, aku akan pulang. Tapi aku ingin mengingatkanmu kalau cafe ini ada dilantai 3, jadi kau jangan coba – coba untuk membuka jendela dan membuat namamu menjadi trending topik SNS besok pagi”

“Hmm” jawab Dio tidak semangat.

“Aku tidak bercanda Dio” tegas Chunji lagi, dan kemudian berdiri mengikuti L.Joe yang sudah duluan turun.

“Iya, aku tidak akan bunuh diri kok, pulanglah, dan nikmati malammu” sekali lagi Dio membalas masih dalam kondisi tawanan perang Irak.

 

 

 

 

Lima belas menit Dio tetap terkapar naas dikursi cafetarianya, kemudian Dio mengambil ponselnya dan menghubungi Baekhyun.

 

 

 

“Hmn~ Dio-ssi” jawab Baekhyun mengantuk diujung sambungan.

“Kau sudah tidur?” tanya Dio menegakkan posisi duduknya.

“Belum” jawab Baekhyun.

“Jangan bohong, dari suaramu sudah jelas kalau kau sudah tidur” balas Dio sedikit sewot

“Dan kau jangan bodoh, sudah tau aku tidur, pakai bertanya apa aku sudah tidur atau belum!” Baekhyun membalas lebih sewot lagi.

“Sorry” tercipta keheningan sepersekian sekon “Bisa kau menjemputku?” pinta Dio kemudian.

“Kau dimana?”

“Dikantor”

“Kai?”

“Entahlah”

“Ah!! Tunggu sebentar”

Dialog mereka singkat, dan padat.

 

 

 

 

 

 

Begitu Baekhyun menutup telponnya. Tiba – tiba dia mendengar suara bell didepan pintu rumahnya.

“Aish! Siapa yang bertamu malam – malam begini?” desis Baekhyun kesal sambil bersiap – siap untuk menjemput Dio.

“Tunggu sebentar!!” teriak Baekhyun dari kamarnya, tak peduli apa tamunya mendengarkan atau tidak.

 

Kemudian dengan tergesa Baekhyun mengambil kunci mobil dan bergegas membukakan pintu.

“KAI?!” kaget Baekhyun saat membuka pintu.

“Baekki-ssi! Kau tau dimana Dio? Aku tak menemukannya diapartemennya dan aku bahkan tak bisa menghubungi ponselnya! Apa kau tau dimana dia?!” Kai langsung menyerang Baekhyun dengan pertanyaan bertubi – tubi, tanpa henti.

“Haik!! Tenang Dulu! Dio ada dikantor, aku malah ingin bertanya kenapa kau tinggalkan dia sendiri?!”

“Dia dikantor?! Maksudmu dia di Kyuchul Entertainment? Oh, baiklah, terima kasih Baekki!” Kai dengan segera berbalik menuju motor Luhan yang dipinjamnya dan menuju kantor Kyuchul Entertainment.

“Woi!! Kai!!” Baekhyun langsung menyusul Kai dengan mobilnya, tanpa lupa menutup pintu rumah terlebih dahulu.

 

 

@@@

 

 

Suasana kafetaria Kyuchul Entertaiment sunyi, hanya terdengar suara angin dari AC, dan suara kulkas yang sesekali menambah kesan horor. Sebenarnya gedung ini sudah ditutup beberapa jam yang lalu, tapi Dio bersikeras kepada satpam supaya menunggu sampai Baekhyun datang menjemputnya, dan karena satpam sudah kenal siapa Dio, jadi dengan sedikit lembaran uang pecahan 10 won, satpam akhirnya membiarkan Dio di cafetaria.

 

Diantara horornya suasana, terdengar suara berisik dari lantai bawah, Dio mengira kalau itu Baekhyun dan segera bersiap pulang, tapi tiba – tiba saja lampu gedung mati dan membuat Dio diam ketakutan. Dio bisa mendengar suara langkah sepatu yang jika didengar dari bunyinya bermerk Yongki Komaladi. Dan terdengar suara bisikan kesal yang ditujukan kepada angin. Dio sadar, itu bukan Baekhyun. Dan itu juga sudah pasti bukan Kai, tunggu, kenapa Dio berharap itu Kai?

 

Dio diam – diam merosot masuk kekolong meja, mendengar suara deheman singkat dari orang tak dikenal tadi membuat Dio semakin ketakutan. Degub jantungnya kencang, berdebar, Dio merasa mengenal suara mendehem tersebut, dia tidak ingat siapa, tapi aura yang diarasakan sangat mengerikan. Keringan dingin mengalir dikening Dio saat kaki jenjang orang itu tegak tepat dimeja Dio.

 

Dan tiba – tiba lampu cafetaria menyala, samar – samar Dio mendengar teriakan seseorang memanggilnya. Belum sempat menyadari apa yang terjadi, tiba – tiba wajah Kai muncul dihadapanya.

 

 

@@@

 

 

Tanpa memperdulikan panggilan Baekhyun kepanikan menguasai Kai. Sejak bisikan singkat Luhan ketika meminjamkannya motor siang tadi, pikiran buruk terus menghantuinya, dia takut sesuatu terjadi, terjadi pada Dio-nya. Ya, Dio-nya.

 

“Kau tau Kai, aku melihat seseorang mengikuti kalian sejak meninggalkan MOSANO, aku takut itu anti-fans, atau lebih buruk lagi, itu saesang fans. Jadi cepat ambil kunci motorku dan kejar Dio” bisik Luhan siang tadi.

 

Secepat blitz kamera Kai langsung menuju motor Luhan dan bergegas menuju apartemen Dio, tapi 15 menit perjalanan super yang ditempuhnya tidak membuahkan hasil, Dio tidak ada diapartemennya. Pintu kamar apartement Dio terkunci, dan satpampun menyatakan kalau Dio memang belum pulang keapartemennya.

 

Sambil masih menghubungi ponsel Dio, Kai bergegas kembali ke MOSANO, mencoba bertanya pada kru disana dimana alamat Baekhyun, siapa tau Dio pergi kesana. Dan ternyata, walau Dio tidak ada dirumah Baekhyun, Kai dapat informasi kalau Dio ada dikantor agensinya, di Kyuchul Entertaiment building.

 

Sesampainya di Kyuchul Entertainment, Kai melihat seseorang sedang memukuli seorang satpam gedung sampai tak sadarkan diri. Dan saat sampai dikafetaria dengan mengikuti orang mencurigakan tadi, Kai bisa melihat dia mengeluarkan sebuah tas dikeremangan cahaya cafe. Dengan cepat Kai berlari menuju orang itu dan memukulnya, tepat diwajah. Namun karena orang tersebut memakai topeng Kamen Rider, wajahnya jadi tidak terlihat. Saat Kai akan memukulnya lagi, orang itu bergegas meraih tasnya dan meninggalkan gedung.

 

 

@@@

 

 

Dio membuka matanya, silau cahaya langsung secara refleks membuat Dio menutup matanya lagi.

“Dio-ssi, sudah merasa baikkan?” tanya sebuah suara yang menenangkan hatinya terdengar.

Masih dengan mata yang terpejam Dio mengangguk.

“Aku dimana?” sebuah pertanyaan klise dari seseorang yang baru saja sadar dari pingsan.

“Kau dirumahku” jawab Baekhyun masuk kekamar dengan membawa makanan.

“Kau beruntung Kai datang pada waktu yang tepat, kalau tidak mungkin kau sudah dihabisi oleh Kamen Rider jahat dan brengsek itu” terang Baekhyun duduk ditepi kasur, diseberang posisi duduk Kai.

 

Dio memandang Kai tanpa ekspresi, Kai membalas tatapan Dio dengan kikuk.

“Kau sudah mengusirku pulang dengan taksi, lalu tiba – tiba datang menyelamatkanku. Kau sebenarnya mau apa?” tanya Dio dengan ketus.

“Hei – hei – hei, Dio dia ini sudah menyelamatkan nyawamu”

 

Tapi dia telah membunuh hatiku” jawab Dio dalam hati.

 

“Aku akan menghidupkan hatimu lagi” kata Kai tiba – tiba.

 

“Ka… kau?!” Dio memandang wajah Kai kaget.

 

“Dio. Aku minta maaf, kemarin…” Kai kemudian berdiri dari kasur lalu berlutut disamping kasur.

 

“Aku kemarin hanya cemburu, aku tak tega melihatmu melayani gadis – gadis labil kemarin, padahal kau sangat letih” Kai memegang tangan kanan Dio.

“Dan kau tau Dio, aku takut melihat bagaimana orang – orang mencintaimu, aku menjadi tak begitu penting. Padahal aku sangat ingin menjadi penting bagimu” Kai menatap mata Dio dalam, mengoncang semua perasaan dilubuk hati Dio.

 

“HAI KALIAN SEMUA!!” tiba – tiba Chanyeol masuk kekamar dengan sepotong chesse cake ditangan kanannya.

“Cepat tonton SBS!” Chanyeol langsung menyalakan TV dikamar.

 

 

 

LIVE: PRESS CONFRENCE from KYUCHUL ENTERTAINMENT BUILDING, inilah banner yang terpampang nyata dilayar televisi. Dan kamera sedang fokus ke sosok Xiumin yang duduk diantara Suho dan Kyuhyun selaku pemilik agensi.

 

“Jadi sekali lagi saya menekankan” kamera berpindah kesosok Kyuhyun. “Adalah murni sebuah usaha perampokkan yang syukurnya telah berhasil digagalkan”

 

Sebuah tangan kemudian terlihat terangkat dan memberikan sebuah pertanyaan

“Mr.Cho, saya dari O-network, saya mendapat kabar bahwa yang menggagalkan usaha perampokkan oleh Kamen rider kemarin malam bukan penjaga keamanan anda, melainkan orang yang  lewat didepan kantor agensi milik anda”

 

“Ya, saya akui itu benar” jawab Kyuhyun singkat.

“Jadi siapa orang itu Mr. Cho?” sambung wartawan daro O-network.

“Saya masih belum tau namanya, setau saya dia merupakan teman dari Dio”

“Kalau boleh saya tambahkan teman – teman wartawan bisa menuliskan identitasnya sebagai Kai-men Rider” jawab Chunji yang ternyata duduk diujung meja.

 

“Chunji-ssi, saya dari Razor Media, saya ingin menanyakan, bukankah anda ada bersama Dio-ssi kemarin malam dilokasi kejadian, tapi kenapa Dio-ssi sendiri yang tidak bisa hadir?”

 

“Aa, sebenarnya saya tidak ada dilokasi kejadian saat usaha perampokan itu terjadi, saya ada dilokasi kejadian sebelum usaha perampokkan terjadi, dan karena saya harus bersiap untuk syuting disalah satu stasiun tv swasta, saya harus meninggalkan Dio sendirian, yang malam itu sedang menunggu Kai-men rider untuk datang”

 

“Chunji-ssi, boleh kami tau dimana Kaimen rider saat ini?” sambung wartawan Razor Media.

“Dia sedang menemani Dio” jawab Chunji dengan senyumannya.

“Kenapa Kaimen rider begitu dekat dengan Dio-ssi, apakah Kaimen rider seorang artis dan dia punya hubungan apa dengan Dio-ssi?”

 

“Untuk hal yang seperti itu, kami tidak tau detailnya, yang jelas Kaimen rider itu sudah menyelamatkan kantor dan aktor kami, jadi saya mengucapkan terima kasih untuk beliau, dan saya tutup press confrence ini sampai disini” Xiumin mengambil alih jawaban sekaligus menutup acara yang mengakibatkan ributnya wartawan yang belum sempat bertanya.

 

 

 

 

 

 

“Kenapa Xiumin-hyung tidak jujur saja tentang apa yang terjadi?” komen Chanyeol setelah tv mati.

“Bagaimanapun kabar bahwa yang mengejar Dio adalah saesang fans atau anti fans akan membuat saesang fans dan anti fans lain berani menyerang Dio” jawab Baekhyun bijaksana.

 

“Saesang fans? Jadi orang semalam memang mengincarku?” tanya Dio heran.

“Ah, iya. Kai bilang orang itu sudah mengikuti kalian sejak kalian meninggalkan restoran Mosano”

“Kau kenal wajah pelakunya?” jawab Dio beralih ke Kai.

“Ah, tentu tidak, tapi aku ingat baju dan jam yang dipakainya” bohong Kai, dia hanya tidak mau kalau Dio tahu kalau Kai tahu info itu dari Luhan, ini tentu akan memperburuk hubungan mereka. HUBUNGAN MEREKA.

 

 

@@@

 

 

 

Di MOSANO Restoran. Sebuah mata menatap tajam layar televisi yang masih memberitakan kejadian di Kyuchul Entertainment Building semalam, wajah pemilik mata itu lebam disebelah kanan, tudung dari jaketnya menutup rambutnya yang keemasan. Tapi tidak menutupi dendamnya yang belum terbalaskan.

 

 

 

[GET OUT]

36 thoughts on “In Frame Love [Take Two]

  1. first kah?^^AAAAA pas nge check opera mini ada ff baru;_; sebenernya bingung yang jadi uke siapa dan yang seme siapaaaaa.yang chap sebelumnya emang kayaknya d.o yang jadi seme /sotil/ tapi yang sekarang kai?udahh kai aja yang jadi seme,lebih keren /ternyata emang kai.malu./hheumheum itu siapa-_-serem banget.tapi kayaknya sih Kris deh ya.KAYAKNYA.soalnya rambutnya keemasan.trus di Mosano.TAPI BUKANNYA KRIS UDAH AMA TAO?TAO DI KHIANATIN?;_;JANGAN GEGE JANGAAN *plak udah ah komen aku makin sotil.runrunka jjanngg

  2. eh?
    jadi emang antis dio?
    untung kai dateng yah,kalo gak yah gak tau deh d.o kenapa
    siapa?yang mau nyelakain dio?
    tapi kenapa dendam? *bingung

  3. kurang panjang thor anonim><,tapi itu Kai rada labil deh, malu2 tapi akhirnya mau juga,Aahaha,untung Do nggak di apa2'in ama antis itu, dia sih pakek acara galau segala.semoga part selanjutnta lebig teratur,lebih panjang..hehe di tunggu ASAP Thor

  4. Kai nggak mau bayar taksi dua kali -__- wkwk untung ada Luhan yang minjemin motornya.
    Eh itu siapa orang misteriusnya ;__; miapa masa aku ngira dia Suho ==v tapi kok rambutnya emas ‘-‘ Kris kah? *ngik. Sehun kah? *ngok. Aduuh siapa ya ><
    Chanyeol dikit banget, muncul bentar diakhir cerita *plak Bawa cake pula jadi laper ==' *derita lo (?)
    Ada Chunjoe dikit ecieee xD

  5. kris kakaynya.atw mungkin luhan*ngasal*si kai suka ma do.pi malu malu meong dasar kai.muka doank yg serem.

  6. Akhirnya ff ini update juga .
    Huwaaaa . Hayolah kenapa pas kai lagi confess ke do malah datang chanyeol . Jadi kan teralihkan TT .
    Tapi thanks yah author . Cepet” update lagi ff ininya .🙂

  7. Nah lho, siapa sebenarnya orang yang lagi nonton tv itu?
    Jangan2 dia mau nyelakain Kai lagi.
    Wah c happy virus ngeganggu acara Kai nembak Kyungsoo, jadi gak tau Kyungsoo nerima Kai or nggak.
    hehehe…
    Ceritanya bagus, author.
    Di tunggu kelanjutan chapter selanjutnya ya.😀 Secepatnya.😛

  8. Kyaaa! Siapaa diia itu? Kok mau jahatin Dyo? Untung ad Kai yg bntu Dyo!
    Kkak, ini ada lanjutannya gak? Aku penasaran sama orang itu!

  9. Siapaaa sih yg dimaksud Kai sama Luhan!!!!!! *Kepoooo

    Dasar anti fans kurang ajar!!! *bawa2 golok

    Nexttt

  10. Galaunya D.O lucu hehe
    Dan si Kai nggak mau bayar taksi dua kali? Dasar pelit *plak*
    Itu siapa yang mau nyelakain D.O? Orang Mosano ya? Lay? *ngasal*
    Ceritanya keren, ditunggu chap selanjutnya…
    Tetap semangat ya, terimakasih ^^

  11. kadang fans memang membahayakan, oh fansnya punya dendam toh …………
    kai so sweet , bisa baca apa yang dipikiran kyungsoo

  12. Akhir.a nih ff brojol (?) juga haha🙂

    Duhhh… Luhan tuh polos bgt yahhh.. Astaga.. Si luhan minta di cubit deh.. Gemeeeessssss ><

    si kai lagi pake ninggalin dio. Ngebiarin dio plg sendiri. Jd.a kan dio dalam bahaya. Dan untung.a masih bisa selamat.
    Itu nama.a kai-men rider wkwkwkwkwk.. Sial aku ngakak baca.a.. Hahaha..

    Kira2 siapa yah org yg jahat sama dio. Uhhh penasaran nihhh..
    Cepetan dilanjutin yah.. Jgn lama2 oke.. Hehe..

  13. Kak ff nya lumayan bagus ciyus dah wkwk
    Itu dio kesian amat digituin sama fans,kainya jg kesian jd tersisihkan krn ada fans dio wkwk
    Penasaran sama siapa pelakunya hm….

    Tp kak kalo boleh saya comment,,,alurnya kecepetan kak hehe .____.v
    Tp keren kok sumpah ‘-‘)b

    Lanjutannya ditunggu ya kak…hehe

  14. akhirnya update juga..
    kurang panjang eon…
    but daebak deh,,
    jadi penasaran siapa tho orang yang mbuntutin Dio,,
    HunHan momentnya kak,,

  15. akhir’y keluar jg take two ^^..rambut keemasan d mosano..kris kah..tp kenapa..kris jelas udah punya tao…tp kali ini dendam..dendam apakah..??dtnggu take three author…^^

  16. ya ampun ini dari taun kemaren, aku nunggu sampe berkarat /lebe..
    kyungsoo sama kai hubungannya naik turun(?) kadang mesra kadang berantem ;_;. Cpat jadian kalian ini bkin greget kyungsoo sama kai hubungannya naik turun(?) kadang mesra kadang berantkyungsoo sama kai hubungannya naik turun(?) kadang mesra kadang berantem ;_;. Cpat jadian kalian ini bkin greget kyungsoo sama kai hubungannya naik turun(?) kadang mesra kadang berantem ;

  17. huwaaa
    siapakah kamen rider??
    jeng.jeng.jeng

    gt donk kai, perhatian sama eommaku,
    hehe

    tambh nice aja thor, and bkin curious nich,
    kekeke
    lanjut ne
    fighting..!!!!!

  18. Author-nim~! Ceritanya baguuus~! Beruntung bngt Kai dateng pada waktu yg tepat jdnya Kyungsoo belum diapa2in hehhe..

    panjang g panjang ceritanya terserah authornya~! Yg penting cepet diupdate aja lanjutanya hahahaha😀

    penulisannya lebih dirapiin lagi yaw author-nim, hehehehe ;;)

    fighting faighting author-nim..

  19. crita nya bgus ne ^^

    tapi ada bahasa yg kaku ,

    aku belum dapat kaisoo feel nya dsini , hehehe ,,
    tpi aku support bgt ini ff..
    heheheheh
    lanjut nya diprcpat dong ..
    poke !! fighting !!! authorr

  20. siapa tuh yg bntutin d.o? rambut keemasan kris kah itu?tpi kok kris tega ya kn dya udh pnya tao, kyaa namanya jdi kaimen raider bwahahaha,eh si chanyeol ganggu aja nih,. bnyakin hunhan sma baekyeol moment ya thor,lanjut thor..

  21. Aaaaaa kris kah ? Atau sehun ? Atau lay ?
    Yang rambutnya pirang ya mereka soalnya (ɔ’́ ̯’̀c)
    kecuali sang author nulis ini ff pas sehun rambutnya merah , atau lay yg rambutnya orange atau kris yg masih hitam rambutnya #plakk

    Aaaaa kenapa bayangin dio disini orangnya dingin ya ><
    Jadi kai gasuka luhan kan ? Luhan juga gasuka kai kan ?
    Iya dong pasti kan kaisoo harus bersatu (งˆ▽ˆ)ง
    *maksa*

    Wkwkwk ff nya somplak + seru (≥ ⌣ ≤) mian baru RCL di chap 2 hehe ^^
    Lanjut (งˆ▽ˆ)ง

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s