[FREELANCE : SHEVRETNO] Love & Friendship

Title : Love & Friendship

nkldfg

Author : Shevretno

Genre : Romance, Friendship

Length : One Shoot

Main Cast :

Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Oh Sehun

Luhan

Do Kyungsoo

 

Sebelumnya makasih banyak buat hyobin yang udah ngepost ff aku yang ‘My All Is in You’. Makasih juga buat reader yang udah review di ff itu. Mohon review’a juga ya di sini. Gomawo..

 

 

Happy Reading^^

 

 

 

 

“Ahttp://www..” Rintih namja jangkung itu.

 

“Sakit, eoh? Sudah ku bilang kan, jangan terlalu sering berkelahi.” Ujar namja bertubuh mungil yang sedang mengobati sahabatnya itu.

 

“Berkelahi itu menyenangkan, Baekki. Aww… Sepertinya preman-preman itu tidak akan melepasku besok. Bagaimana tidak? Sudah kubuat babak belur kawannya itu. Haha.”

 

“Ish.. Kau ini Park Chanyeol. Tubuh sudah memar-memar begini masih bisa tertawa. Cah…  Sudah selesai. Setelah ini, kau makanlah. Sudahku siapkan makan malam untukmu. Aku pulang dulu, ne?

Namja yang dipanggil Baekki itu merapikan kotak P3K milik Chanyeol dan meninggalkan apartement Chanyeol.

 

“Gomawo Baekki. Kita bertemu di kampus, ne.”

 

 

 

 

“Byun Baekhyun!” Suara seseorang terdengar memanggil namanya dengan dingin ketika ia baru sampai basement apartement tempat Chanyeol tinggal.

 

“Ka kalian?” Ujar Baekhyun menatap sekitar 5 namja di depannya.

 

“Kalian.. Kenapa bisa.. Disini?” Tanya Baekhyun lagi.

 

“Temanmu, namja brengsek itu, ada kan?” Tanya salah satu namja.

 

 

“…”

 

 

“YA!! Jangan diam saja!” Bentak namja satunya.

 

“Mau apa kalian?” Tanya Baekhyun.

 

“Cih.. Kau kira kami bisa diam saja melihat teman kami sekarat, eoh?” Ke lima namja itu hendak beranjak masuk ke dalam apartement.

 

“Tunggu!” Pekik Baekhyun.

 

“Ada apa lagi?”

 

“Kalian mau apa?”

 

“Tentu saja membalas namja itu, bodoh!” Bentak salah satu namja. Lalu kembali meneruskan langkah mereka.

 

“Tunggu! Biar.. Biar aku saja yang menggantikannya.”

 

“MWO??!!” Pekik ke lima namja itu.

 

“Jangan menyakitinya lagi, kumohon. Pukuli saja aku. Aku siap menggantikannya.” Pinta Baekhyun.

 

“Cih.. Mau jadi pahlawan rupanya kau namja pendek?” Ujar salah satu dari mereka.

 

“….” Baekhyun hanya diam menatap tajam preman-preman itu.

 

“Kau menantang kami, eoh?” Ujar salah satu dari mereka.

 

“Cepat bawa namja pendek itu ke gudang itu.” Perintah salah satunya. Dan Baekhyun pun di bawa ke dalam gudang gelap  itu.

 

 

BUGH

 

 

BUGH

 

 

BUGH

 

 

BRAKK

 

 

Terakhir sebuah kursi berhasil mendarat di punggung Baekhyun.

 

“Ck.. Rupanya kau menyukai namja itu, eoh?” Ujar salah satu dari mereka. Terlihat Baekhyun meringis akibat rasa sakit di tubuhnya. Darah keluar dari sudut bibirnya.

 

“Menjijikan.. Berkorban demi cinta. Cih..” salah satu dari mereka meludah.

 

Namun menurut Baekhyun ini tidaklah menjijikan. Apapun akan ia lakukan demi Park Chanyeol. Orang yang sangat-sangat dicintainya.

 

“Kurasa kali ini sudah cukup. Lain kali akan ku beri perhitungan namja brengsek itu.” Preman-preman itu hendak meninggalkan gudang gelap itu.

 

“Tungggu!” Baekhyun mengeluarkan dompetnya dan mengambil uang dalam jumlah banyak.

“Ini! Ambilah. Dan kumohon jangan pernah lagi kalian mengganggu Chanyeol.” Ujar Baekhyun.

 

“Wah wah.. Rupanya kau benar-benar mencintai namja itu, eoh? Baiklah ku hargai pengorbananmu, manis.” Preman itu mengambil uang pemberian Baekhyun dan pergi.

 

 

 

 

 

 

 

“YA! Chanyeol, hyung! Kau tau keadaan Baekhyun hyung?” Tanya Sehun teman Chanyeol yang satu tingkat dibawahya ketika mereka berada di basement kampus.

 

 

“Mm.. demam, kan? Aku tidak di ijinkan menemuinya. Dia bilang takut aku tertular. Tapi hari ini dia akan_.. Nah itu dia datang.” Ujar Chanyeol. Baekhyun keluar dari mobilnya dan menghampiri Chanyeol dan Sehun.

 

 

“YA! Baekki! Sudah sehat, eoh? Aku rindu padamu.” Ujar Chanyeol memeluk Baekhyun. Baekhyun ingin meringis namun ia tahan. Bagaimana tidak? Chanyeol memeluknya cukup erat sehingga memberi tekanan pada luka di punggungnya yang masih terasa sakit itu.

 

 

“Eumm.. Aku sudah tidak apa-apa.” Chanyeol melepas pelukannya dan Baekhyun berusaha tersenyum senormal mungkin.

 

 

“Aku tersiksa selama kau tidak ada. Tidak ada yang bisa ku ajak berkelahi, baekki-ah.” Rutuk Chanyeol.

 

 

“Ishh.. Kau ini. Aku di rindukan hanya untuk berkelahi?” Kesal Baekhyun.

 

 

“Sudah..sudah.. Nanti saja bertengkarnya. Kita masuk, ne?”

 

 

 

PLUK

 

 

Sehun merangkul, menghempaskan tangannya cukup berat di bahu Baekhyun yang juga terluka cukup parah dan itu kembali membuat Baekhyun menahan rasa sakitnya.

 

 

 

 

 

 

“Cantik…”

 

 

 

 

“Eh?” Baekhyun menghentikan makannya dan mentap Chanyeol yang berada di depannya. Namun tatapan Chanyeol tidak mengarah padanya. Ia ikuti arah pandang Chanyeol.

 

 

“Namja.. itu.. Siapa dia?” Gumam Chanyeol. Tatapannya terus mengarah kepada namja yang dikatakannya cantik itu.

 

 

“Molla.. Kelihatannya dia mahasiswa baru.” Tutur Sehun yang berada disebelah Chanyeol.

 

 

“Omo.. Omo.. Dia tersenyum padaku.” Ujar Chanyeol. Tersirat tatapan sendu dari mata Baekhyun.

 

 

“Sepertinya dia menyukaimu, hyung.” Ujar Sehun lagi.

 

 

“Sepertinya.. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama.”

 

 

 

 

DEG

 

 

 

Baekhyun sungguh tidak ingin mendengar hal ini. Chanyeol, namja yang ia cintai.. Mencintai namja lain.

 

 

“Kau tidak menyukainya, Oh Sehun?” Tanya Chanyeol tanpa melepas pandangannya.

 

 

“Aku menyukainya. Tapi apa hyung rela memberinya untuk ku?” Goda Sehun.

 

 

“YAK! Tentu saja tidak, ppabo.” Rutuk Chanyeol yang menggusal Sehun.

 

 

“Baekki-ah!”

 

 

“Ne?” Jawab Baekhyun kaget karna dia sedang melamun.

 

“Dia cantik, kan?” Tanya Chanyeol tanpa memikirkan perasaan Baekhyun. Ya, karna memang dia tidak pernah tau perasaan Baekhyun.

 

 

“Mm.. Cantik.” Ujar Baekhyun sambil menunjukan jempolnya di depan wajah Chanyeol. Baekhyun berusaha ceria.

 

 

“Ehem.. Chogio..” Namja bernama Kyungsoo menghampiri meja Baekhyun, Chanyeol dan Sehun.

 

 

“Ne Kyungsoo-ah.” Balas Baekhyun.

 

 

“Aku ingin memberi kalian ini.” Kyungsoo mengulurkan tangannya memberikan benda itu dan hendak di terima Baekhyun.

 

 

“Apa ini?” Chanyeol merebutnya lebih dulu.

 

 

“YA! Park Chanyeol!” Bentak Baekhyun.

 

 

“Undangang ulang tahunku, hyung. Besok lusa. Kalian datang yaa..” Pinta Kyungsoo.

 

 

“NEEE!!” Ucap ketiga orang itu. Yaa.. Mereka memang antusias sekali kalau urusan party.

 

 

 

 

 

 

 

 

Hahahaha

 

Gelak tawa Baekhyun, Chanyeol dan Sehun meramaikan koridor kampus pagi itu. Kalau sudah bertiga seperti itu serasa kampus milik mereka.

 

 

 

 

BRAK

 

 

 

Saking asiknya tertawa, tidak sengaja Chanyeol menabrak seorang namja.

 

 

“Mi mianhae..” Ucap Chanyeol sambil membantu namja itu memunguti buku-bukunya yang terjatuh.

 

 

“Gwaenchana..” Ujar namja itu halus dan membuat Chanyeol menatapnya. Chanyeol terkejut. Namja di depannya adalah namja kemarin yang membuat dirinya jatuh cinta pada pandangan pertama. Mereka berduapun berdiri dan suasana menjadi canggung.

 

 

“Na namamu.. Boleh ku tau namamu?” Ucap Chanyeol gugup. Baekhyun dan Sehun menatap mereka berdua.

 

 

“Luhan.. Imnida.” Jawab namja bernama Luhan itu sambil membetulkan kaca matanya dan menjulurkan tangannya.

 

 

“Park Chanyeol.. Panggil saja aku Chanyeol.” Chanyeol menyambut tangan Luhan.

 

 

“Ne.. Chanyeol.” Ujar Luhan tersipu.

 

 

“Kamu.. Tidak apa-apa, kan?” Tanya Chanyeol lagi.

 

 

“Mm.. Tidak apa-apa Chanyeol-ssi.” Luhan mengangguk dan menatap Chanyeol.

 

 

“Hey.. Tidak usah seformal itu. Panggil aku Chanyeol saja, ne?” Pinta Chanyeol.

 

 

“Ne.. Chanyeol-ah. Aku kembali ke kelasku dulu. Annyeong.” Luhan meninggalkan mereka.

 

 

“An.. nyeong..” Ujar Chanyeol tersenyum memandangi punggung namja bernama Luhan itu hingga tidak terlihat.

 

 

 

“YA! Hyung!!” Sehun membuyarkan lamunan Chanyeol.

 

 

“Tuhan begitu baik bukan? Padahal aku belum berusaha apapun, tapi tuhan sudah mengirimnya padaku. Huaaaah..” Senyuman tidak pernah lepas dari wajah Chanyeol.

 

 

“Kau kau benar-benar.. Tertarik padanya.. Yeol-ah?” Tanya Baekhyun.

 

“Tidak.. Aku tidak hanya tertarik padanya, aku.. Menyukainya, Baekki.” Ujar Chanyeol lembut yang pikirannya entah berada dimana. Raut wajah Baekhyun berubah sendu namun tidak disadari Chanyeol. Tapi Sehun menyadarinya.

 

 

“Kau kenapa, hyung?” Bisik Sehun pada Baekhyun curiga. Sementara Chanyeol masih larut dalam kesenangannya.

 

 

“Tidak apa-apa Sehuna.” Baekhyun memaksakan senyumnya.

 

 

“Benarkah?”

 

 

“Ne.. Aku hanya.. Terkejut saja. Baru perma kali ini kan Chanyeol seperti itu?” Baekhyun mencari alasan.

 

 

“Mm.. Benar juga, hyung.”

 

 

 

 

 

 

 

 

“Sehun mana, Yeol?” Tanya Baekhyun yang sedang sibuk mengikat tali sepatunya.

 

 

“Dia mau naik motor saja katanya. Jadi aku tidak menjemputnya.” Jawab Chanyeol sambil menutar-mutar kunci mobil di tangannya.

 

 

“Cah.. Sudah siap. Ayo berangkat.” Ajak Baekhyun menarik tangan Chanyeol.

 

 

 

 

– 

 

 

 

“YA! Sehuna! Kenapa tidak bareng kami saja?” Gerutu Baekhyun ketika sampai di party-nya Kyungsoo.

 

 

“Aku sedang ingin naik motor saja hyung.” Jawab Sehun tersenyum.

 

 

“Tapi nanti kita pasti pulang larut malam. Bahaya kalau naik motor.” Tutur Baekhyun cemas.

 

 

“Aku akan berhati-hati, hyung.”

 

 

“Kau sudah bertemu Kyungsoo?” Sela Chanyeol.

 

 

“Belum. Aku menunggu kalian.” Jawab sehun.

 

 

“Ya sudah. Ayo kita menemuinya.” Ajak Baekhyun.

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kyungsoo.. Saengil Chukkae.” Teriak Baekhyun memeluk Kyungsoo.

 

“Ne.. Gomawo, Baekhyun hyung.” Ucap Kyungsoo. Chanyeol dan Sehun juga memeluk Kyungsoo sekejap dan mengucapkan selamat.

 

“Ini untukmu. Dariku, Chanyeol dan Sehun.” Baekhyun memberikan paper bag untuk Kyungsoo.

 

“Ehh?” Gumam Chanyeol dan Sehun berbarengan.

 

“Ck.. Aku tau kalian mana sempat menyiapkan sesuatu untuk Kyungsoo.” Sindir Baekhyun.

 

“Gomawo hyung. Kau memang pengertian.” Ujar Sehun merangkul Baekhyun.

 

“Gomawoyo.. Kalian datang saja aku sudah sangat senang.” Ujar Kyungsoo.

 

 

 

“Kyungsoo-ah, saengil chukkae.” Ujar namja yang tiba-tiba datang memeluk Kyungsoo.

 

“Gomawo Luhanie hyung.” Balas Kyungsoo melepas pelukan mereka.

 

“Oh iya, hyung. Kenalkan. Ini teman-temanku. Baekhyun hyung, Sehun dan_”

 

“Chan..yeol? Ujar Luhan memotong penjelasan Kyungsoo.

 

“Kau sudah mengenalnya, hyung?” Kyungsoo terkejut.

 

“Kalian?” Sela Baekhyun bertanya kepada Kyungsoo.

 

“Luhanie hyung ini sepupuku, hyung.”

 

“Ooh..” Baekhyun dan Sehun hanya ber’oh’ ria. Sementara Chanyeol terus menatap namja yang sudah membuatnya jatuh cinta itu. Luhan terus memebetulkan letak kaca matanya  karna gugup ditatap terus oleh Chanyeol.

 

“Kalian nikmati pestaku, ne? Aku temui yang lain dulu.” Pamit Kyungsoo.

 

Luhan yang merasa canggung berada disitu hendak menyusul Kyungsoo. Namun

 

 

 

 

GREP

 

 

 

“Luhan..” Chanyeol menahan tangan Luhan. “Tunggu sebentar, ne?” Sambung Chanyeol. Lalu ia membawa Baekhyun dan Sehun menjauh dari tempat itu.

 

“Kalian tolong tinggalkan kami, ne?” Pinta Chaenyeol berbisik.

 

“Maksudmu, yeol?” Tanya Baekhyun heran.

 

“Kumohon.. Ini kesempatan buatku untuk mendekatinya.” Bujuk Chanyeol.

“Sehuna! Kau mengerti, kan? Bawa Baekhyun, ne?” Chanyeol mengacak rambut Baekhyun dan pergi.

 

 

 

“Chan_”

 

 

 

“Sudah hyung. Kita pergi saja, ne?” Ujar Sehun membawa Baekhyun pergi dari situ.

 

 

 

 

 

 

Baekhyun terus memperhatikan Chanyeol dan Luhan yang sedang mengobrol dari jauh. Kadang di lihatnya Chanyeol tertawa terbahak-bahak ketika Luhan sedang bercerita. Sepertinya Chanyeol dan Luhan sudah semakin dekat dan itu membuat Baekhyun cemburu. Biasanya ia selalu menikmati suasana pesta, tapi kali ini tidak. Ia hanya murung sejak tadi dan itu di tangkap oleh Sehun.

 

 

“Hyung!”

 

 

“…”

 

 

“Hyung!” Panggil Sehun kedua kalinya.

 

“N ne? Hunnie?” Jawab Baekhyun terkejut.

 

“Kau mendengar ceritaku tidak?” Tanya Sehun sedikit kesal.

 

“Ce cerita? N ne aku dengar.” Jawab Baekhyun terbata.

 

“Kau melihat apa, eum?” Sehun melihat arah pandang Baekhyun.

 

“Aku aku.. Tidak_”

 

“Kau cemburu, hyung?” Tebak Sehun.

 

“Tidak, tidak begitu Hunnie.” Baekhyun buru-buru menjelaskan.

 

“Tidak apa-apa hyung. Itu wajar. Melihat Chanyeol hyung yang biasa bersama kita tiba-tiba dekat dengan orang lain, wajar kalau merasa cemburu.” Baekhyun bernafas lega. Ia bersyukur bahwa Sehun menanggapi rasa cemburunya dalam arti lain.

 

“Ne.. Hunnie..” Baekhyun tersenyum. “Kau haus tidak? Ku ambilkan minum ya?” Tawar Baekhyun.

 

“Arrghh.. Ne, hyung. Aku haaauss sekali.” Ujar Sehun berakting seprti orang kehausan.

 

“Tidak usah berlebihan, Oh Sehun.” Baekhyun mendeath glare Sehun.

 

“Ne, hyung. Oh Sehun sedang haus.” Ucap Sehun manis.

 

“YA! Itu menggelikan, Oh Sehun.” Teriak Baekhyun dan pergi.

 

Sehun tersenyum menatap Baekhyun. Ia sengaja membuat Baekhyun terhibur. Ia tau bagaimana suasana hati Baekhyun yang sebenarnya.

 

 

 

 

 

 

Setelah cukup lama, Baekhyun kembali ketempat Sehun dengan membawa 1  gelas air jeruk dan satu gelas jus stroberi. Namun ia memperlambat jalannya ketika melihat Chanyeol dan Luhan juga berada disana.

 

“Hyung! Jinja.. Cepat sedikit, aku haus.” Rutuk Sehun.

 

“N ne hunnie.” Baekhyun mempercepat langkahnya kembali. Sehun langsung menenggak air jeruk itu hingga tak bersisa.

 

“Kau ini.. Tidak bisa ambi sendiri, eoh?” Tegur Chanyeol.

 

“Habis.. Baekhyun hyung yang menawarkan.” Sehun mempoutkan bibirnya.

 

“Sehuna.. Kau antarkan Baekhyun pulang, ne?” Pinta Chanyeol.

 

“Eh? Kenapa tidak denganmu saja hyung? Kan dia datang bersamamu.” Tanya Sehun heran.

 

“Ia.. Yeol-ah. Biar aku nanti di antar supir Kyungsoo saja.” Sela Luhan.

 

“Ah.. Tidak apa-apa Luhanie. Ia kan, Baekki?” Tanya Chanyeol. Baekhyun paham, ternyata Chanyeol ingin mengantar Luhan pulang.

 

“Mm.. Tidak apa-apa.” Baekhyun tersenyum.

 

“Tapi Hyung. Baek_”

 

“Ssstt.. Hati-hati menyetir motornya, ne?” Potong Chanyeol dan menarik tangan Luhan meninggalkan tempat itu.

 

“Annyeong” gumam Luhan sopan kepada Baekhyun dan Sehun sesaat sebelum menghilang.

 

 

 

 

“Hyung! Kenapa kau mau saja diminta pulang denganku, eoh?” Tanya Sehun ketika sampai di parkiran untuk mengambil motornya yang besar itu.

 

“Kau tidak mau mengantarku, Hunnie?” Lirih Baekhyun.

 

“Ck.. Bukan begitu hyung. Ini sudah larut malam. Udaranya dingin. Kau tau sendiri kau tak tahan dingin.” Jelas Sehun khawatir.

 

“Sudahlah. Sekali-kali tidak apa-apa. Chanyeol sepertinya juga sedang bahagia.” Kilah Baekhyun.

 

“Ck.. Kau kenapa pakai kaos tipis begini? Ini pakailah jacketku.” Tawar Sehun.

 

“Kalau tau akan pulang naik motor, aku tidak akan memakai kaos tipis, Hun.” Ujar Baekhyun. Sehun membetulkan jacketnya di tubuh Baekhyun. Kaos Baekhyun sedikit tersibak dan memperlihatkan bahunya.

 

“Ini kenapa, hyung?” Tanya Sehun kaget melihat ada perban di bahu Baekhyun dan bermaksud menyentuhnya.

 

“Tidak apa-apa, Hun. Sungguh.” Baekhyun menahan tangan Sehun sebelum menyentuh bahunya.

 

“Biar aku lihat.” Sehun menepis tangan Baekhyun.

 

“Akhh” rintih Baekhyun pelan saat Sehun penyentuh perban itu.

 

“Mi mianhae, hyung. Sakit kah?” Tanya Sehun khawatir.

 

“Sedikit” ujar Baekhyun pelan.

 

“Kenapa bisa seperti itu, hyung?” Tanya Sehun serius.

 

“…”

 

“Hyung!”

 

“Antarkan aku pulang, Hun. Ini dingin sekali.” Baekhyun berkilah dari pertanyaan Sehun. Sehun yang tadinya ingin kembali bertanya mengurungkan niatnya karna takut terlalu larut mengantar Baekhyun.

 

 

 

 

 

 

“Sehuna..” Panggil Baekhyun ditengah perjalanan.

 

“Ne, hyung?”

 

“Jangan ceritakan apapun kepada Chanyeol, ne?” Pinta Baekhyun.

 

“Eh? Mm.. Ne, hyung.” Sehun berpikir mungkin Baekhyun memang tidak mau menceritakannya kepada siapapun termasuk dirinya. Mungkin Baekhyun mempunyai alasan tersendiri. Walaupun mereka sahabat, tapi kadang juga butuh privasi.

 

 

 

 

 

 

Beberapa bulan berlalu, Chanyeol dan Luhan terlihat semakin dekat setiap harinya. Chanyeol, Baekhyun, dan Sehun yang biasa terlihat selalu bertiga, kini tidak lagi. Terkadang Luhan selalu ada di tengah-tengah mereka. Karna siapa lagi kalau bukan karna Park Chanyeol? Dan itu membuat Baekhyun terluka setiap harinya.

 

 

“Kau bawa mobil lagi, hyung?” Tanya Sehun kepada Baekhyun di sela makan siangnya di kantin.

 

 

“Mm.. Seperti biasa. Sepertinya dia sudah tidak sudi lagi menjemputku.” Canda Baekhyun malas.

 

 

“Nah.. Itu orangnya datang.” Ujar Sehun melihat Chanyeol dan Luhan menghampiri.

 

 

“Siapa yang datang? Kalian membicarakan aku, eoh?” Ujar Chanyeol yang langsung menyeruput jus stroberi milik Baekhyun.

 

 

“YAK!! Pesan sendiri, PARK CHANYEOL!” Bentak Baekhyun.

 

 

“Aku hanya meminumnya sedikit, BYUN BAEKHYUN!” Balas Chanyeol.

 

 

“MOODKU SEDANG TIDAK BAIK DAN KAU DATANG MENGGANGGU MAKAN SIANGKU, TIANG!!”

 

 

“KAU BILANG APA? TIANG? CIH.. PENDEK!!” Balas Chanyeol lagi.

 

 

“KAU MENGHINAKU, PARK CHANYEOL! TARIK KATA-KATAMU!” Bentak Baekhyun.

 

 

“TIDAK MAU!!” Bantah Chanyeol.

 

 

“PARK CHANYEOL!!” Pekik Baekhyun.

 

 

“KAU YANG MEMULAINYA, BYUN BAEKHYUN!”

 

 

 

BUAHAHAHAhahaha..

 

Suara gelak tawa memnghentikan pertengkaran mereka.

 

“YA! OH SEHUN!” Ucap Chanyeol dan Baekhyun berbarengan menatap Sehun.

 

“Mianhae.. Mianhae.. Hyung. Hanya saja sudah lama sekali kalian tidak bertengkar.” Sehun tertawa lagi. Chanyeol dan Baekhyun menyamankan duduk mereka kembali. Sementara Luhan mengikuti Chanyeol untuk duduk disebelahnya.

 

“Memang kalian suka bertengkar?” Tanya Luhan membuka pembicaraan.

 

“Ne, hyung. Sering sekali. Dan itu pemandangan paling menyenangkan.” Sehun tertawa kembali dan seketika bungkam karna di lempar dengan sebungkus roti oleh Baekhyun.

 

“Seru sekali ya kalian..” Ujar Luhan iri.

 

“Bahkan dulu Chanyeol hyung juga sering berkelahi dengan preman-preman.” Cerita Sehun.

 

“Benarkah?”

 

“Ah.. Benar. Kemana preman-preman itu? Terakhir berkelahi saat aku membuat babak belur teman mereka. Apa mereka kapok denganku ya? Haha.” Cerita Chanyeol yang tidak tau kejadian sebenarnya. Baekhyun hanya tersenyum.

 

“Karna sudah lama kita tidak bersenang-senang, bagaimana kalau habis ini kita jalan-jalan?” Usul sehun.

 

“Jalan-jalan?” Tanya Chanyeol.

 

“Mm.. Kalian ada ide kita pergi kemana?” Tanya Sehun lagi.

 

“Bagaimana kalau ke taman hiburan?” Usul Baekhyun.

 

“Hahahaha.. Kau ini umur berapa Baekki? Masih mau main kesana?” Ejek Chanyeol. Baekhyun terlihat kesal.

 

“Sepertinya menyenangkan kalau kita ke taman hiburan.” Ujar Luhan berbinar.

 

“Benarkah? Kamu sungguh-sungguh ingin kesana?” Tanya Chanyeol dan Luhan mengangguk cepat.

 

“Oke! Kita ketaman hiburan.” Tutur Chanyeol yang membuat air muka Baekhyun berubah. Bagaimana tidak? Ketika Baekhyun yang meminta, Chanyeol mengejeknya. Tapi ketika Luhan yang meminta, dia menuruti dengan manisnya.

 

 

 

 

Hari sudah hampir gelap. Ke empat namja itu memutuskan untuk menaiki wahana terakhir yaitu bianglala. Karena ingin melihat kota Seoul di malam hari, mereka menjadikan bianglala sebagai wahana yang terakhir kali mereka nikmati. Chanyeol dan Sehun sudah berada di dalam bianglala itu dan bermaksud membantu Baekhyun dan Luhan untuk melompat ke bianglala yang jaraknya hampir 1,5 meter dari tempat mereka berpijak.

 

 

 

GREP

 

 

 

Baekhyun kecewa. Chanyeol lebih memilih meraih tangan Luhan terlebih dahulu ketimbang dirinya.

 

“Sini, hyung. Kubantu.” Ujar Sehun yang menyadari perubahan raut wajah Baekhyun dan Baekhyun menyambut tangan Sehun.

 

 

 

 

 

 

Setelah berputar 10 kali, mereka keluar dari bianglala itu dengan wajah berbinar.

 

 

“Kita beli minum dulu, ne?” Ajak Chanyeol. Merekapun mampir di kedai kecil. Sehun dan Baekhyun berjalan mengekori Chanyeol dan Luhan.

 

 

“Uahh.. Hun.. Ice cream stroberi.” Bisik Baekhyun berbinar.

 

 

“Kau mau, hyung? Aku pesankan, ne?” Baekhyun mengangguk cepat.

 

 

“Kamu mau apa Luhan?” Tanya Chanyeol.

 

 

“Ice crem stroberi.” Jawab Luhan cepat.

 

 

“Ahjumma.. Ice cream stroberi.” Ujar Chanyeol dan Sehun Berbarengan.

 

 

“Maaf.. Tapi hanya tersisa satu.” Jawab ahjumma itu.

 

 

“Baekhyun?” Chanyeol menoleh ke arah Baekhyun seakan bertanya sesuatu.

 

 

“Ahh.. Aku tidak apa-apa. Untuk Luhan saja. Lagi pula udaranya sedikit dingin. Aku pesan yang hangat saja.” Ujar Baekhyun mengalah. Ia mengalah untuk Luhan. Demi Chanyeol. Padahal ia sendiri begitu menginginkan Ice cream itu. Ayolah… Stroberi. Sejak kapan Baekhyun dapat menolak stroberi?

 

 

“Oke!” Ujar Chanyeol santai dan singkat.

 

 

Sehun menatap Chanyeol. Ia berpikir, bagaimana bisa Chanyeol sesantai itu padahal ia sendiri juga tau kalau Baekhyun begitu addict dengan stroberi. Dan Sehun mulai sedikit jengah dengan sikap-sikap Chanyeol yang seperti itu.

 

 

“Kita langsung ke parkiran, ne? Sudah malam.” Ajak Chanyeol.

 

 

“Tunggu, hyung.” Cegah Sehun.

 

 

“Wae sehunah?”

 

 

“Kalian duluan saja. Aku ingin membeli sesuatu untuk keperluanku dan aku butuh Baekhyun hyung untuk membantuku membelinya. Jadi kalian duluan saja.” Papar Sehun. Baekhyun menatapnya bingung.

 

 

“Benar begitu, Baekki?” Tanya Chanyeol.

 

 

“N ne.” Jawab Baekhyun seadanya.

 

 

“Ya sudah. Kami duluan, ne?”

 

 

“Annyeong” pamit Luhan lembut.

 

 

 

– Baekhyun Sehun side –

 

 

 

“Motormu bagaimana, Hun? Kita ke kampus dulu saja mengambilnya.” Tawar Baekhyun melihat Sehun mengambil alih kemudi mobilnya.

 

 

“Biar saja ditinggal disana, hyung. Besok pagi kau jemput aku, ne?”

 

 

“Kenapa ku jemput? Pakai saja mobilmu.” Ucap Baekhyun.

 

 

“Lalu motorku siapa yang mengendarai nanti?” Ujar Sehun yang sudah menjalankan mobil Baekhyun.

 

 

“Ah iya benar. Haha..” Tawa Baekhyun datar.

 

 

“Kau kenapa tidak fokus begini, hyung?”

 

 

“Aku..  aku hanya lelah saja.” Kilah Bekhyun. Padahal ia sedang memikirkan Chanyeol.

 

 

“Ehh.. Kenapa berhenti disini?” Tanya Baekhyun heran.

 

 

“Kau tunggu dulu disini, hyung.” Sehun keluar dari mobil entah kemana. Tidak lama kemudian Sehun datang membawa bungkusan berukuran sedang dan memberikannya pada Baekhyun.

 

 

“Hun?” Baekhyun terheran-heran.

 

 

“Untukmu, hyung. Makanlah sepuasnya. Aku tau kau begitu menginginkannya tadi.” Papar Sehun.

 

 

“Gomawo, Hun.” Ucap Baekhyun seadanya.

 

 

“Sudahlah hyung. Terakhir.. beberapa waktu lalu moodmu rusak berhari-hari karna kehabisan ice cream stroberi. Kau ingat tidak?” Sehun menggoda.

 

 

“Ish.. Itu sudah lama sekali, Hun. Sekarang aku tidak akan begitu.” Baekhyun mengacak rambut Sehun.

 

 

Sehun selalu menggunakan caranya sendiri untuk membuat Baekhyun melupakan kesedihannya sejenak. Ia tau bahwa mood Baekhyun sedang tidak bagus.

 

 

 

 

 

 

– Chanyeol Luhan side –

 

“Gomawo Chanyeol. Kamu selalu saja repot-repot mengantarku.” Ucap Luhan di dalam mobil Chanyeol ketika sampai di depan apartementnya.

 

“Tidak apa-apa. Aku senang melakukannya.” Chanyeol tersenyum menatap Luhan.

 

“Tapi.. Aku tidak enak dengan teman-temanmu.” Lirih Luhan.

 

“Tidak apa-apa, Luhan. Mereka mengerti. Sungguh.” Chanyeol menenangkan Luhan. Perlahan, entah apa yang menuntun tangannya membuka kaca mata Luhan.

 

“Kau Lebih cantik ketika tidak menggunakan kaca mata ini, Luhan.” Ujar Chanyeol.

 

“Be benarkah?” Tanya Luhan lirih. Luhan mengerutkan dahi dan menyipitkan matanya.

 

“Ehh? Kamu kenapa?” Tanya Chanyeol sedikit panik.

 

“Ani… Aku hanya tidak bisa lama-lama tanpa kaca mata ini. Mataku sedikit perih.” Jelas Luhan.

 

“Maaf.. aku tidak tau.” Chanyeol memakaikan kembali kaca mata Luhan.

 

“Tidak apa-apa, Chanyeol.” Luhan tersenyum membetulkan kaca matanya.

 

“Kenapa kau tidak coba menggantinya dengan soft lens?” Usul Chanyeol.

 

“Mungkin suatu saat akan ku coba. Aww..” Luhan merintih di tengah kalimatnya.

 

“Kenapa, Luhan?” Tanya Chanyeol panik.

 

“Tidak apa-apa. Perutku hanya sedikit perih. Mungkin karna makan ice cream tadi.” Jawab Luhan dengan senyumnya. “Sudahlah.. Kamu pulang, ne? Nanti kamu kemalaman.” Pinta Luhan.

 

“Ne.. Mau ku antar kedalam?” Tawar Chanyeol.

 

“Tidak usah, Chanyeol. Kamu berlebihan.” Chanyeol tersenyum. Dia begitu menyukai Luhan.

 

“Aku masuk, ne? Hati-hati menyetir.” Luhan keluar dan mengamati mobil Chanyeol yang melesat cepat.

 

 

 

 

 

 

“Yeol-ah! Kau kemana saja, eoh? Kenapa tidak ke kampus hari ini?” Tanya Baekhyun pada Chanyeol yang tiba-tiba datang menghempaskan tubuhnya di sofa putih milik Sehun.

 

 

“Aku habis membeli ini.” Chanyeol membetulkan posisinya menjadi duduk dan meletakan paper bag kecil di atas meja.

 

 

“Apa ini?” Sehun datang dan menyambar paper bag itu.

 

 

“YAK! Oh Sehun! Aisshh..” Chanyeol menyambar paper bag miliknya kembali.

 

 

“YA! Kalau tidak mau dilihat, jangan di pamerkan, hyung. Jinja!” Rutuk Sehun.

 

 

“Ini untuk Luhan. Jadi biar dia yang melihatnya lebih dulu.” Senyum Chanyeol mengembang.

 

 

“Bisa ku tebak, hyung. Dari baunya, itu.. stroberi cake, kan? Haha.” Sehun tertawa tebakannya benar.

 

 

“Tapi ini stoberi cake spesial, Hun. Khusus untuknya.”

 

 

Luhan lagi.. Lirih Baekhyun. Tidakkah kau ingat sesuatu tentangku, Chanyeol?

Gumam Baekhyun dalam hati.

 

 

“Yeol-ah.. Kau ingat, kan? besok aku_”

 

 

“Besok Luhan ulang tahun.” Sela Chanyeol cepat memotong kalimat Baekhyun.

 

 

“Benarkah?” Ucap Sehun. Chanyeol mengangguk tersenyum.

 

“Yeol, besok aku_”

 

 

“Besok aku akan membawa kabar baik. Doakan aku, ne?” Potong Chanyeol lagi.

 

 

“Hyung!” Bentak Sehun ringan.

 

 

“Wae, Sehuna?” Tanya Chanyeol tanpa dosa. Sehun hanya menatap Chanyeol tajam.

 

 

“Kau ini kenapa? Aneh sekali.. Sudah, aku pulang siap-siap dulu.” Ucap Chanyeol santai.

 

 

“Oh iya Baekki.. Tadi kau mau bilang apa?” Chanyeol membalik badannya ketika di depan pintu.

 

 

“Ani… Pergilah..” Lirih Baekhyun.

 

 

“Oke! Bye..”

 

‘Besok aku juga ulang tahun, Yeolah’ gumam Baekhyun menunduk dan dapat di dengar Sehun.

 

“Hyung!” Sehun mendekat menghampiri Baekhyun. Menatapnya seolah-olah bertanya keadaan Baekhyun.

 

“Tidak apa-apa, Hunnie. Sebaiknya aku juga pulang, ne?” Baekhyun tersenyum.

 

“Tapi hyung, bukankah_”

 

“Sstt.. Mian.. Tidak ada perayaan kali ini.” Baekhyun mengusap pipi Sehun dan pergi.

 

 

 

 

 

 

– Baekhyun Sehun side –

 

 

TING TONG

 

 

Baekhyun membuka pintu apartementnya dengan tidak semangat. Ulang tahunnya menjadi tidak menarik baginya.

 

 

“Hyung! Saengil Chukkae.” Seru Sehun di depan pintu sambil memegang tart stroberi ditangannya dengan lilin yang berjumlah 22 batang.

 

 

“Hunnie?” Gumam Baekhyun terkejut.

 

 

“Ulang tahun harus dirayakan, hyung. Walau hanya kecil-kecilan.” Sehun langsung saja masuk melewati Baekhyun. Menaruh tart itu di meja kecil dan menyalahkan semua lilinnya. Ia matikan semua lampu dan hanya menyisakan lampu-lampu kecil saja. Dengan seketika ruangan itu menjadi agak remang.

 

 

Baekhyun mendekati Sehun mendudukkan tubuhnya di karpet berbulu rusa dan menjadikan sofa merah sebagai sandaran mereka.

 

 

‘Saengil Chukkahamnida

Saengil Chukkahamnida

Saranghaneun Baekhyun hyung

Saengil Chukkahamnida’

 

Seru Sehun bernyanyi sendiri untuk Baekhyun.

 

 

“Tiup lilinnya, hyung.” Pinta Sehun.

 

 

HUHH…

 

Baekhyun meniupnya dengan tidak tergesa-gesa. Sehun terkejut. Dia melihat sungai kecil di pipi Baekhyun.

 

 

“Hyung!” Lirih Sehun. Baekhyun yang menyadari bahwa Sehun tau dia menangis, cepat-cepat menghapus air matanya. Namun di hentikan oleh Sehun. Sehun menarik tangan Baekhyun dan membawa Baekhyun ke dalam pelukannya.

 

 

“Jangan di sembunyikan, hyung. Keluarkan saja. Aku tau kau sudah menahannya begitu lama.” Tutur Sehun.

 

 

Hiks Hiks

 

 

Tangis Baekhyun akhirnya tumpah di pelukan Sehun. Sehun mengeratkan pelukannya kepada Baekhyun. Tidak tega dengan tangisan pilu sahabatnya itu.

 

 

“Dia.. Hiks.. Dia melupakannya, Hunnie.” Isak Baekhyun.

 

 

“Ne.. Dia memang brengsek, hyung.” Balas Sehun.

 

 

“Dia.. Tidak ingat ulang tahunku, Hun. Hiks.”

 

 

“Ne, besok akan ku hajar dia, hyung.” Ucap Sehun lagi.

 

 

“Hiks.. Kau akan menghajar.. Hiks.. dia, hun?” Tanya Baekhyun mendongkakan kepalanya menatap Sehun nanar.

 

“Mm… Kalau kau memintaku, hyung.” Ujar Sehun lembut.

 

 

Hiks Hiks

 

 

Baekhyun menangis lagi. Sehun mendekat wajahnya ke wajah Baekhyun yang masih mendongkak. Ia menggapai bibir Baekhyun dan..

 

 

 

 

CHU~

 

 

 Sehun menciumnya. Hanya menempel namun cukup lama. Keduanya memejamkan mata. Dan entah siapa yang mengakhirinya, akhirnya ciuman itu terlepas.

 

 

“Hyung.. Mianhae.. Aku terbawa suasana.” Ucap Sehun melepas pelukannya.

 

 

“Mm.. Gwaenchana, Hun. Aku.. Juga.” Ucap Baekhyun menghapus air matanya.

 

 

“Kau.. Mencintainya, hyung?” Tanya Sehun lembut.

 

 

“Mianhae.. Mianhae, Hun. Hiks” tangis Baekhyun pecah lagi.

 

 

“Hey.. Kenapa kau minta maaf, hyung?” Tatap Sehun.

 

 

“Aku.. Aku menodai persahabatan kita. Hiks.” Baekhyun tertunduk menangis.

 

 

“Ssstt.. Jangan bilang begitu, hyung.” Sehun menarik dagu Baekhyun agar menatapnya.

 

“Cinta itu perasaan suci, hyung. Mengapa kau menyebutnya sebagai noda, eum?” Tutur Sehun lembut.

 

 

“…”

 

 

“Kau pikir persahabatan kita bertahan sampai sekarang karna apa, hyung? Ini semua karna cinta. Aku mencintai kalian, hyung. Karna itu kita bisa bertahan sampai sekarang. Hanya saja.. Kau merasakan cinta yang lain padanya. Dan itu tidak dilarang, hyung. Itu hakmu.”

 

 

“Hunnie..” Lirih Baekhyun.

 

 

“Jadi.. Jangan kau simpan sendiri, ne? Berbagilah padaku. Aku sudah mengetahuinya sejak lama, hyung. Dan aku tersiksa melihatmu tersiksa setiap hari.” Ujar Sehun.

 

 

“Hun..” Baekhyun kembali memeluk Sehun. “Gomawo, Hun. Setidaknya perasaanku sedikit lega. Gomawo, Hun. Aku menyayangimu.. Sangat…”

 

 

“Nado, hyungie.” Baekhyun melepas pelukannya.

 

 

“Tunggu sebentar, ne? Ku ambil pisau dulu. Kau pasti lapar.” Baekhyun meninggalkan Sehun ke dapur. Sehun mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan text entah kepada siapa.

 

 

 

 

 

 

“Kenapa hanya aku yang makan, hyung? Biasanya kau langsung berbinar kalau ada stroberi.” Baekhyun hanya menggeleng. Tersenyum memandang Sehun yang dengan lahap menyantap potongan-potongan tart stroberi itu.

 

 

“Hyung! Kau serius tidak mau menyicipinya?” Sehun masih heran.

 

 

“…”

 

 

Sehun tiba-tiba beranjak ke dapur dan mengecek sesuatu lalu kembali.

 

 

“Hyungv Bahkan ice cream yang ku belikan beberapa hari lalu belum kau sentuh sama sekali?” Sehun tidak habis pikir.

 

 

“Kenapa, hyung?” Tanyanya lagi.

 

 

“Tidak apa-apa, Hun. Aku sedang tidak berselera.” Jawab Baekhyun seadanya.

 

“Tidak mungkin, hyung. Aku tau benar kalau Kau_”

 

“Hentikan, Hun! Aku sendiri tidak tau sejak kapan aku begitu membenci stroberi.” Ucap Baekhyun sedikit tinggi.

 

 

“Mianhae, hyung. Baiklah aku tidak akan

mengungkitnya lagi.” Lirih sehun.

 

 

“Gwaenchana, Hun. Maaf aku membentakmu.” Lirih Baekhyun juga.

 

 

“Tak apa-apa, hyung. Aku mengerti.”

 

“Hun.. Kau menginap disini saja, ne? Sudah hampir pagi. Akanku siapkan kamar untukmu.”

 

“Ne, hyung.”

 

 

 

 

 

 

– Chanyeol Luhan side – 

 

@Cafe Fox

 

“Ke kenapa kamu memandangiku seperti.. itu, Yeol?” Tanya Luhan yang gugup di pandangi Chanyeol.

 

 

“…”

 

 

“Ah.. Aku pakai kaca mataku saja.”

 

 

“Jangan!” Larang Chanyeol menahan tangan Luhan. “Kamu.. Lebih cantik seperti ini.” Pipi Luhan bersemu merah.

 

“Tapi matamu sedikit merah. Kalau kamu tidak nyaman, tidak usah dipaksakan.” Ujar Chanyeol lagi.

 

“Ah.. Tidak apa-apa. Aku hanya belum terbiasa menggunakan soft lens ini. Nanti juga terbiasa.” Kilah Luhan.

 

“Begitukah?”

 

“Mm..” Luhan tersenyum. Ia merubah penampilannya untuk Chanyeol. Ia tau Chanyeol senang dengan penampilannya yang seperti itu.

 

“Aku bawa ini untukmu. Makanlah.” Pinta Chanyeol.

 

“Stroberi cake? Tapi kenapa kamu repot-repot membawanya? Kita bisa pesan disini, kan?” Tanya Luhan heran.

 

“Sudah makan saja, ne?” Chanyeol menyodorkan sendok berukuran kecil kepada Luhan. Luhan hanya menuruti dengan diliputi kebingungan.

 

Setelah beberapa saat, Luhan melihat ada yang aneh pada cake-nya. Benda kecil berwarna perak menyita perhatiannya. Pelan-pelan ia keluarkan benda itu menggunakan sendoknya. Akhirnya terlihat sebuah bandul kalung berbentuk huruf LC yang menyatu (bayangin logo Louis Vuitton (LV)).

 

“Chanyeol.. Ini?” Tanya Luhan heran. Di ambilnya kalung itu oleh Chanyeol dan di bersihkannya menggunakan tissu basah yang ada di atas meja.

 

 

“Ini untukmu.” Chanyeol memakaikannya di leher Luhan.

 

 

“Maksudmu?”

 

 

Chanyeol menggenggam tangan kiri Luhan. “Luhan… Aku sudah menyukaimu sejak pertama melihatmu. Entah kamu percaya atau tidak, tapi aku tidak bohong. Aku benar-benar menyukaimu. Di hari bahagiamu ini, aku ingin memintamu untuk jadi kekasihku. Apa kamu mau menerimaku sebagai kekasihmu?” Tutur Chanyeol serius. Raut wajahnya seakan menanti jawaban dari Luhan.

 

 

“Chanyeol… Aku… Aku juga sudah menyukaimu sejak pertama melihatmu. Dan aku.. Mau menjadi kekasihmu.” Jawab Luhan tersipu.

 

 

“Benarkah?” Chanyeol terkejut.

 

“Mm..” Rona merah tidak bisa disembunyikan lagi dari pipinya.

 

“Gomawo, yeppo.” Goda Chanyeol.

 

 

 

 

 

 

Chanyeol menghempaskan tubuhnya di kasur King size-nya itu. Terulas senyum dari bibirnya. Perlahan ia sapu bibirnya yang basah itu. Dia kembali  mengingat bagaimana bibirnya menyentuh bibir Luhan di mobilnya tadi. Perlahan ia keluarkan ponsel dari saku celananya. Ia aktifkan kembali ponselnya yang tadi sempat low batt. Satu pesan masuk datang dari Sehun.

 

 

From : Sehun

To : Chanyeol

 

 

‘Hyung.. Hari ini Baekhyun hyung ulang tahun. Aku yakin kau tidak mengingatnya. Selamat bersenang-senang.’

 

Chanyeol langsung bangkit dari tidurnya. Ia mengacak rambutnya kasar.

‘Ck.. Sial! Bagaimana aku bisa lupa ulang tahun Baekki?’ Ujarnya.

 

Buru-buru ia menekan tombol dial untuk menghubungi Baekhyun. Tapi sayang, ponsel Baekhyun tidak aktif. Ia mengalihkan panggilannya pada nomor Sehun dan.. Tersambung!

 

“Hun..”

 

“Ne, hyung?”

 

“Sial.. Aku lupa hari ini ulang_”

 

“Ne, hyung. Aku tau.”

 

“Kau dimana?”

 

“Di apartement Baekhyun hyung.”

 

“Oke! Aku kesana.”

 

“Tidak usah, hyung. Dia sudah tidur.”

 

“Ne?”

 

“Sudah. Besok saja diteruskan. Aku tutup telponnya.”

 

 

 

 

 

 

Pagi itu Baekhyun dan Sehun sedang menikmati sarapannya di kantin tiba-tiba..

 

 

 

GREP

 

 

 

“Saengil Chukkae.” Bisik Chanyeol yang memeluk dada Baekhyun dari belakang. Diikuti Luhan di belakangnya.

 

Baekhyun hanya diam. Dia masih sedikit kecewa oleh Chanyeol. Chanyeol melepas pelukannya dan duduk di depan Baekhyun. Luhan mengikuti duduk di sampingnya.

 

 

“Baekki.. Maafkan aku. Aku bodoh sudah lu_”

 

 

“Sudah ku maafkan.” Potong Baekhyun dingin.

 

 

“Jinja? Kau memang the best, Baekki.” Chanyeol mengacak rambut Baekhyun. Sementara Sehun menatap malas Chanyeol.

 

“Ini untukmu, Baekki.” Chanyeol meletakan paper bag kecil di atas meja yang bisa diketahui dari aromanya kalau itu adalah stroberi cake. Namun Baekhyun hanya menatapnya saja.

 

 

“Terimalah, Baekki. Jangan diam saja.”

 

 

“…”

 

 

“Kau masih marah padaku, eum?” Tanya Chanyeol sambil membuka paper bag itu.

 

“Kan aku sudah minta maaf. Ku suapi ya?” Tawar Chanyeol.

 

“Ani.. Tidak usah, Yeol.” Baekhyun menjauhkan wajahnya.

 

“Ayo makanlah, tidak biasanya kau.” Bujuk Chanyeol.

 

“Sudah kubilang aku tidak mau, Yeol!”

Bentak Baekhyun kecil.

 

“Tidak! Kau harus mencicipinya. Ini sama seperti yang kubawa kemarin.” Chanyeol mendekati Baekhyun dan menjejali Baekhyun paksa dengan cake itu ke mulut Baekhyun.

 

“Sudah kubilang tidak mau, Yeol!” Baekhyun meronta.

 

“Hyung! Jangan di paksa.” Bentak Sehun.

 

“Ayolah Baekki.. Jangan bercanda.” Chanyeol tertawa.

 

 

 

UHUK.. HUEK..

 

 

Baekhyun tersedak karna cake itu masuk dengan paksa ke mulutnya. Dadanya sedikit terasa sesak. Air matanya sampai jatuh karna tersedak.

 

 

“Hyung! Minumlah.” Dengan sigap Sehun menyuguhkan air mineral kepada Baekhyun.

 

 

“Mianhae, Baekki.. Aku tidak sengaja. Sungguh.” Chanyeol sedikit menyesal.

 

 

“Ishh.. Kau ini hyung. Bisa tidak jika tidak mengacau?” Desis Sehun.

 

 

 

Aww.. Sshhh..

 

 

Suara rintihan terdengar dari bibir Luhan. Sontak Chanyeol beralih kearahnya.

 

 

“Luhan.. Kamu kenapa?” Tanya Chanyeol panik.

 

 

“Ani.. Perutku hanya sedikit sakit.” Jelas Luhan.

 

 

“Kita ke pusat ke sehatan, ne?”

 

 

“Mm..” Luhan mengangguk. Mereka berduapun meninggalkan Sehun dan Baekhyun. Baekhyun menatap Chanyeol luka. ‘Bagaimana bisa dia mengabaikanku? Disini aku juga sedang tidak dalam keadaan baik, Yeol..’ Gumamnya dalam hati.

 

 

 

 

 

 

Sore itu.. Baekhyun dan Sehun mendapat text dari Chanyeol.

 

From: Chanyeol

To: Sehun

 

‘Hun.. Aku di Hongdae. Ku tunggu kau di cafe biasa, ne? Sekarang!’

 

From: Chanyeol

To: Baekhyun

 

‘Baekki.. Kau masih marah padaku? Maafkan aku, ne? Kemarin lusa aku tidak bermaksud membuatmu seperti itu. Sebagai gantinya kau akan ku traktir, bagaimana? Kutunggu di cafe biasa, oke? Sekarang!’

 

 

“Kau juga dapat pesan darinya, hyung?” Tanya Sehun yang sedang tiduran di sofanya.

 

 

“Mm..” Jawab Baekhyun sambil memainkan Ipad-nya.

 

 

“Ayo kita kesana, hyung.” Ajak Sehun.

Baekhyun mengambil kunci mobilnya namun di tahan oleh Sehun.

 

 

“Naik motorku saja tidak apa-apa kan, hyung? Biar cepat.”

 

 

“Mm.. Ya sudah.”

 

 

“Kau tunggu disini dulu. Ku ambilkan jacket untukmu.”

 

 

 

 

 

 

 

“Kenapa bisa datang bersama?” Tanya Chanyeol sambil menyeruput air lemonnya.

 

“Aku sedang berada di apartementnya tadi.” Jawab Baekhyun mendudukkan tubuhnya malas.

 

“Ohh.. Kalian pesanlah dulu. Aku yang traktir.”

 

“Aku samakan denganmu saja, Hun.” Pinta Baekhyun dan Sehunpun sibuk memesan.

 

“Annyeong..” Sapa Luhan yang kelihatannya baru dari tolilet.

 

“Eh? Ada Luhan juga?” Tanya Baekhyun terkejut.

 

“Memang harus ada, Baekki. Aku mengajak kalian kesini untuk merayakan kalau kita sudah menjadi sepasang kekasih.” Ujar Chanyeol sumringah.

 

“Kekasih?” Jawab Sehun yang baru kembali. Baekhyun diam. Matanya terasa panas. Belum lagi dia melihat kalung yang di pakai Luhan. Apa lagi kalau bukan inisial nama mereka.

 

“Hyung?” Bisik Sehun seakan menanyakan keadaan Baekhyun. Baekhyun menggeleng mengisyaratkan bahwa dia tidak apa-apa.

 

“Chukkae.. Yeol, Luhan..” Ucap Baekhyun dengan senyum palsunya.

 

“Gomawo, Baekhyun.” Balas Luhan.

 

“Aku permisi ke toilet dulu.” Pamit Baekhyun.

 

Sesampainya di toilet ia menangis menumpahkan rasa sakitnya. Sebisa mungkin ia tahan isakkannya agar tidak terdengar keluar. Namun suaranya itu membuatnya semakin terlihat pilu. Ia menggigit bibir bawahnya menahan isakkannya.

 

 

 

Sementara di luar sana, Chanyeol dan Luhan bercanda dengan mesranya. Sesekali Chanyeol menggoda Luhan. Tentu saja itu membuat Sehun jengah. Tiba-tiba suara ribut sedikit terdengar setelah beberapa orang masuk ke cafe itu.

 

 

“Hey!! Kau Park Chanyeol, kan?” Beberapa orang itu berhenti di depan meja Chanyeol dan teman-temannya.

 

 

“Kau?” Tanya Chanyeol terkejut bangkit dari duduknya. Ia bertemu kembali dengan preman-preman tempo hari.

 

 

“Kenapa? Kau kaget bertemu lagi denganku, eoh?”

 

 

“Mau apa kau?” Tanya Chanyeol sinis.

 

 

“Tidak.. Aku tidak mau apa-apa. Uangnya masih cukup untuk kami.”

 

 

“Uang?” Tanya Chanyeol bingung.

 

 

“Ck.. Ternyata kau brengsek juga, eoh? Bercumbu dengan namja lain. Cih..”

 

 

“Ya! Apa maksudmu?” Bentak Chanyeol.

 

 

“Kemana namja manis itu? Kuprediksi dia lebih parah darinya. Aku hampir saja mematahkan tulang rusuknya. Haha.” Ujar preman itu seraya menunjuk temannya yang pernah di hajar Chanyeol yang kini sudah kembali normal.

 

 

 

 

DEG

 

 

 

 

Sehun teringat sesuatu. ‘Apa jangan-jangan?’ Gumamnya dalam hati.

 

 

“Aku benar-benar tidak mengerti maksudmu, bodoh!” Chanyeol mencengkeram kerah baju preman itu.

 

 

“Lepaskan tanganmu, brengsek!” Preman itu menghentak tangan Chanyeol. “Kau dan aku tidak ada bedanya. Sama-sama brengsek. Apa dia cacat hingga kau meninggalkannya?” Cecar preman itu lagi.

 

 

“Sudah! kita ke pergi dari sini. Moodku rusak karna namja bodoh ini.” Ujar preman itu dan mengajak temannya pergi.

 

 

 

 

 

 

Baekhyun keluar dari toilet setelah membasuh wajahnya. Berusaha membuat mimik mukanya kembali senormal mungkin.

 

 

“Maaf aku lama_”

 

 

 

 

GREP

 

 

 

Sehun mencengkeram tangan Baekhyun sedikit kasar.

 

 

“Ikut aku, hyung!” Sehun menarik Baekhyun dari tempat itu. Membuat Chanyeol dan Luhan diam tak mengerti.

 

 

 

 

 

 

BRAKKK

 

 

 

 

Sehun menutup pintu kamarnya kasar.

Membuka paksa zipper jacket Baekhyun. Membukanya dengan cepat.

 

 

“Hun.. Kau mau apa?” Baekhyun meronta namun tenaganya tidak cukup kuat.

 

 

“Kau diam saja, hyung!” Bentak Sehun.

 

 

“Hentikan, Hun.. Ja_”

 

 

 

 

 

SRETT

 

 

 

Kaos yang dikenakan Baekhyun seketika terbuka di robek Sehun.

 

 

“Hyung..” Lirih Sehun.

 

 

Sehun mematung melihat bekas-bekas luka di bahu, dada dan perut Baekhyun.

 

 

“Hun… Apa yang kau lakukan?” Baekhyun bermaksud menutup kembali tubuhnya yang terbuka namun di tahan oleh Sehun. Sehun berjalan mendekati Baekhyun. Diperhatikannya punggung Baekhyun. Ia begitu miris melihat bekas luka yang cukup besar di punggung Baekhyun.

 

 

“Hyung..” Lirih Sehun lagi. Ia memeluk tubuh mungil Baekhyun yang sudah tidak mulus lagi itu.

 

 

“Kenapa kau menanggung semuanya sendiri, hyung?” Bahu Sehun bergetar.

 

 

“Apa maksudmu, Hun?”

 

 

“Aku sudah mengetahui semuanya, hyung. Semuanya.. Preman-preman itu_”

 

 

“Sstt.. Aku sudah tidak apa-apa, Hun. Ini sudah tidak sakit lagi, sungguh.” Baekhyun menenangkan.

 

 

“Apakah sakit, hyung? Ketika itu.. Apakah sakit sekali, hyung? Hiks.” Sehun menangis.

 

 

“Mm.. Sedikit. Karna aku ikhlas melakukannya, Hun.” Baekhyun tersenyum melepas pelukannya.

 

 

“Tapi kau telah banyak berkorban, hyung. Aku akan bicara padanya.”

 

 

“Ssttt..” Baekhyun menghapus air mata Sehun. “Tidak hanya Chanyeol. Jika  kau juga mengalaminya, aku akan melakukan hal yang sama, Hun.” Baekhyun tersenyum lagi.

 

 

 

 

CHU~

 

 

 

Sehun mengecup bibir Bakhyun sekilas dan memeluknya.

 

 

“Aku benar-benar menyayangimu, hyung.” Sehun mengeratkan pelukannya.

 

 

“Hun.. Kenapa kau suka sekali mengecupku, eum?” Tanya Baekhyun iseng.

 

 

“Entahlah.. Habis bibirmu menggoda, hyung. Haha.” Goda Sehun.

 

 

“Ya! Oh Sehun!” Baekhyun memukul ringan punggung Sehun.

 

 

“Becanda, hyung.” Sehun melepas pelukannya. “Aku hanya merasa tenang jika menciummu, hyung. Sungguh.” Jelas Sehun.

 

 

“Benarkah? Jika nanti aku mencintaimu, bagaimana?” Tanya Baekhyun lagi.

 

 

“Setidaknya aku tidak akan memperlakukanmu seperti Park Chanyeol.” Ucap Sehun santai.

 

 

“Ya!! Sopan sedikit, Hun. Biar begitu dia lebih tua darimu.” Marah Baekhyun.

 

 

“Mianhae.. Hyung.”

 

 

“Aku.. Menyayangimu tulus, Hun. Mulai sekarang aku akan mencoba mengikhlaskan Chanyeol. Aku janji. Asal dia bahagia, aku juga akan bahagia.” Tutur Baekhyun.

 

 

“Benarkah? Ughhh.. Hyungku ini sangat hebat. Jangan salahkan aku jika suatu saat aku mencintaimu, hyung.”

 

 

“Jangan.. Jangan pernah jatuh cinta padaku, Hun.” Ucap Baekhyun serius.

 

 

“Kenapa tidak boleh, hyung?”

 

 

“Karna rasanya akan sakit jika cintamu tak terbalas.”

 

 

“Jadi kau tidak akan mencintaiku, hyung?” Ujar Sehun sedikit kecewa.

 

 

“Sudah ku bilangkan? Aku sangat-sangat menyayangimu.”

 

 

“Baiklah.. Asal hyung menyayangiku, itu sudah cukup.” Jawab Sehun tersenyum.

 

 

“Tapi.. Aku bersyukur hyung. Park Chanyeol belum pernah merasakan apa yang ku rasakan.” Tutur Sehun bangga.

 

 

“Apa?”

 

 

“Bibirmu.” Jawab Sehun santai.

 

 

“YAK! OH SEHUN” Baekhyun memukul-mukul kecil tubuh Sehun.

 

 

HAHAHA

 

Dan gelak tawa keluar dari mereka berdua.

Diantara mereka memang tidak pernah ada kecanggungan.

 

 

 

 

 

 

“Kalian kenapa tiba-tiba pergi kemarin?” Tanya Chanyeol yang baru tiba di kantin bersama Luhan.

 

 

“Kencan, hyung.” Jawab Sehun asal dan ia langsung mendapat lemparan roti dari Baekhyun.

 

 

“YAK!! Kencan apanya bodoh!!” Umpat Baekhyun.

 

 

“Hyung! Kau suka sekali melemparku.” Sehun mempoutkan bibirnya.

 

 

“Oh ya Yeol, Luhan.. Sekali lagi Chukkae, ne. Aku turut senang untuk kalian.” Ucap Baekhyun tulus.

 

 

“Gomawo Baekhyunie.. Semoga kita bisa lebih dekat lagi, ne?” Ucap Luhan.

 

 

“Luhannie.. Kau jangan dekat-dekat Baekhyun. Mengerikan.” Ejek Chanyeol bergidik.

 

 

“YAK!! Park Chanyeol!!” Satu bungkus roti mendarat di dahi Chanyeol. “Kalau Chanyeol berbuat macam-macam, lapor padaku, Luhannie.” Sambung Baekhyun.

 

 

Sehun yang melihat pemandangan itu tersenyum. Baekhyun benar-benar merealisasikan kata-katanya.

 

 

“Yeol-ah.. Karna kemarin tiba-tiba aku di bawa kabur Sehun, jadi kau traktir aku sekarang saja, ne?”

 

 

“Ne.. Asal kau tidak marah padaku lagi, Baekki.” Chanyeol mengusak rambut Baekhyun.

 

 

 

 

 

 

Waktu berjalan dengan tanpa cacat. Baekhyun dan Sehun kini juga semakin dekat dengan Luhan. Baekhyunpun perlahan sudah mulai melupakan perasaannya terhadap Chanyeol.

 

 

Seperti biasa, sore itu mereka sedang berada di apartement Sehun. Entah apa sebabnya, mereka begitu betah berlama-lama di apartement milik Sehun. Baekhyun dan Luhan berada di dapur membuat ramen. Sementara Chanyeol dan Sehun di ruang tengah sedang sibuk dengan dunianya masing-masing. Sehun tengah asik menikmati acara tv kesukaannya dan Chanyeol asik bermain game di Ipad-nya.

 

 

 

 

BRAKK

 

 

 

“Arrgghhh..”

 

Suara pekikan terdengar dari  dapur dan pemilik suara itu adalah Baekhyun. Sontak saja kedua namja yang sedang berada di ruang tengah itu berlari menghampiri sumber suara. Terlihat Luhan sedang berada di depan Baekhyun duduk di lantai sama rata.

 

 

“Hyung!” Seru Sehun.

 

 

“Kau kenapa, Baekki?” Tanya Chanyeol panik.

 

 

“Kakinya tertimpa wajan dan tersiram air panas ketika membantuku mengangkat wajan itu.” Cerita Luhan.

 

 

 

HIKS

 

 

 

Baekhyun menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit dan panas di punggung kakinya. Ia berusaha agar tidak menangis. Namun isakkannya terlanjur terdengar dari bibirnya saking tidak bisa menahan rasa sakitnya.

 

 

“Kau bisa berjalan, hyung?” Tanya Sehun cemas.

 

 

Baekhyun menggeleng. Air mata jatuh di pipinya. Lantas saja Chanyeol menggendongnya ke ruang tengah. Luhan dan Sehun mengikutinya. Namun Sehun terlihat ke kamarnya mencari sesuatu.

 

 

Chanyeol mendudukan Baekhyun di sofa dan Sehun keluar kamar  membawa sesuatu yang diketahui sebotol Gel.

 

 

“Biarku obati, hyung. Ini akan membantu menghilangkan rasa sakitnya.” Ujar Sehun.

Pelan-pelan ia olesi Gel itu di punggung kaki Baekhyun dan bibirnya tidak berhenti meniupi punggung kaki Baekhyun. Namun tangannya yang gemetar menciptakan tekanan-tekanan kecil di punggung kaki Baekhyun dan membuat Baekhyun sedikit meringis.

 

 

“YA!! Apa yang kau lakukan bodoh!” Tegur Chanyeol. Di rebutnya Gel itu dari tangan Sehun dan mengoleskannya pada kaki Baekhyun. 

 

 

Sehun memindahkan dudukannya ke samping Baekhyun. Tangannya masih gemetar dan pandangannya datar. Baekhyun yang menyadari hal itu meraih wajah Sehun, menangkup pipinya dan

 

 

 

 

 

CHU~

 

Mengecup bibir Sehun singkat. Raut wajah Sehun kembali normal.

 

 

“Kau sudah tenang, kan?” Ujar Baekhyun tersenyum. “Aku tidak apa-apa. Jangan cemas, ne?” Pinta Baekhyun.

 

 

“Aku.. Hanya saja.. jika terjadi sesuatu padamu.. Aku tidak bisa tenang, hyung.” Ujar Sehun.

 

 

“Kau ini.. Luka berat berat bisa kutanggung, masa luka begini saja aku tidak sanggup menahannya.” Ujar Baekhyun berusaha menenangkan Sehun. Walau tak di pungkiri bahwa kakinya  benar-benar sakit.

 

 

“YA!! Apa yang kalian lakukan?” Bentak Chanyeol heran.

 

 

“Melakukan apa, hyung?” Sehun menggoda.

 

 

“Berciuman, bodoh!” Celetuk Chanyeol.

 

 

“Memang kenapa, eoh? Kami sudah sering melakukannya. Berapa kali ya? Dua.. Eh tidak, tiga! Bahkan kau hutang satu kecupan padaku, hyung.” Sehun menepuk ringan bahu Baekhyun.

 

 

“Ishh.. Kalian. Aku betul-betul tidak mengerti.” Gerutu Chanyeol.

 

 

“Itu hanya bentuk kasih sayangku pada Hunnie saja, Yeol.” Jelas Baekhyun.

 

 

“Kau tidak melakukannya padaku. Berarti yang kau sayangi hanya Sehun?” Tanya Chanyeol.

 

 

Baekhyun menarik Luhan duduk di sampingnya. “Aku tidak melakukannya padamu karna aku menyayangi Luhan.” Baekhyun memeluk luhan hangat. Luhan tersenyum.

 

“Kau memiliki kekasih, bodoh! Mana mungkin aku melakukannya padamu.” Cibir Baekhyun.

 

 

“Ck.. Kalian akur sekali. Aku senang sekali melihatnya.” Tutur Chanyeol melihat kedekatan Baekhyun dan Luhan.

 

 

“YAk!! Teruskan obati lukaku Park Chanyeol!” Perintah Baekhyun.

 

“Aisshh.. Jinja Byun Baekhyun!”

 

 

 

 

 

 

Sore menjelang malam di sungai Han. Baekhyun, Chanyeol, Sehun dan Luhan tengah menikmati waktu santai mereka.

Tawa, perkelahian kecil mewarnai aktivitas mereka. Bahkan saat ini Sehun dan Chanyeol tengah dikerjai oleh Baekhyun. Dengan alasan kakinya yang masih sakit, ia meminta Chanyeol dan Sehun bergantian menggendongnya. Menggemblok lebih tepatnya. Mau tidak mau mereka menuruti keinginan Baekhyun. Apalagi Baekhyun mendapat dukungan penuh dari Luhan.

 

 

“YA! Hyung! Kakimu diam saja. Jika di gerakan seperti itu membuat tubuhmu semakin berat.” Rutuk Sehun yang sedang kebagian jatah menggemblok Baekhyun. Chanyeol tertawa di belakangnya. Bahunya di pijat-pijat kecil oleh Luhan.

 

 

“Kalau tidak ikhlas, turunkan saja aku. Aku bisa jalan dan pulang sendiri.” Baekhyun mempoutkan bibirnya.

 

 

“Yang benar saja.. Bisa-bisa kau sampai rumah besok pagi. Jalan saja belum benar.” Ejek Sehun.

 

 

“YAK! Oh Sehun.”   

 

 

“Aww sakit, hyung.” Jitakkan kecil mendarat di kepala Sehun.

 

 

 

“Turunkan aku! Park Chanyeol! Kau gendong aku sekarang.” Perintah Baekhyun.

 

 

“Akhirnya…” Ucap Sehun bahagia.

 

 

“Ck.. Benar-benar kau, Byun Baekhyun. Punggungku sakit.” Gerutu Chanyeol.

 

 

“Kakiku juga sakit, bodoh!! Lagi pula apa gunanya sahabat kalau tidak untuk membantu.” Baekhyun tidak mau mengalah.

 

 

Chanyeol menjongkokkan tubuhnya. “Tidak ada yang bisa membantahmu. Ayo cepat naik!”

 

 

 

 

 

ARRGGHH

 

 

 

Lirih Luhan tiba-tiba. Ia kesakitan memegangi pinggangnya. Ia pejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya.

 

 

“Kau kenapa Luhan?” Baekhyun mengurungkan niatnya menaiki punggung Chanyeol.

 

 

“Sakit.. Sekali..” Lirih Luhan.

 

 

“Sehunah.. Siapkan mobil! Kita bawa Luhan kerumah sakit.” Titah Chanyeol.

 

Chanyeol menggendong Luhan. Luhan meremas bahu Chanyeol kuat. Pertanda sakitnya sudah tak tertahannkan. Baekhyun mengikuti langkah Chanyeol dengan terpincang-pincang.

 

 

 

 

 

 

Luhan baru saja di bawa masuk ke ruang UGD. Dan ketiga namja itu dengan cemas menunggu kabar dokter.

Setelah hampir 1 jam, dokter itupun keluar.

 

 

“Bagaimana keadaannya, dok?” Tanya mereka serempak.

 

 

“Maaf sebelumnya.. Sebenarnya sungguh disesalkan kenapa sudah separah ini pasien baru di larikan ke rumah sakit?”

 

 

“Maksud dokter?” Tanya Chanyeol.

 

 

“Pasien menderita penyakit ginjal. Ginjal yang satunya sudah tidak berfungsi.”

 

 

“Kau bicara apa, dok? Itu tidak benar, kan?” Sergah Chanyeol panik.

 

 

“Tenang dulu, Yeol.” Ucap Baekhyun.

 

 

“Pasien bisa bertahan dengan satu ginjal. Tapi ginjal pasien yang satunya sangat lemah hingga akan membahayakan dirinya. Jalan satu-satunya adalah transplantasi ginjal. Dan kami butuh pendonor ginjal.” Jelas dokter.

 

 

“Aku bersedia, dok. Ambil punyaku saja.” Pinta Chanyeol.

 

 

“Tidak bisa sembarangan, nak. Akan lebih baik jika pendonor mempunyai golongan darah yang sama dengan pasien.”

 

 

“Apa golongan darahnya, dok?” Tanya Baekhyun.

 

 

“Golongan darah pasien, B.” Ungkap dokter. ( Anggap aja B )

 

 

“Jinja? Aishhh…” Rutuk Chanyeol yang ternyata tidak sama dengannya.

 

 

“Golongan darahku B, dok. Kau bisa memeriksaku dulu.” Ungkap Baekhyun.

 

 

“Tidak, hyung. Kau tidak boleh.” Tatap Sehun marah.

 

 

“Tidak apa-apa, dok. Aku bersedia.” Baekhyun mengabaikan Sehun.

 

 

“Hyung!!” Bentak Sehun.

 

 

“Kalian pikirkan lagi baik-baik. Aku menunggu kabar dari kalian. Pasien tidak bisa menunggu lama.” Dokter meninggalkan mereka.

 

 

“Pokoknya kau tidak boleh melakukannya, hyung!” Ujar Sehun dingin.

 

 

“Tapi Luhan sedang sekarat, Hun. Aku tidak bisa diam saja.” Lirih Baekhyun.

 

 

“Ku bilang tidak, ya tidak.” Bentak Sehun.

 

 

“Baekki.. Sebenarnya aku juga tidak ingin kau melakukannya, tapi_”

 

 

“Tapi apa, eoh? Kau mau mengorbankan Baekhyun hyung?” Sehun menerjang Chanyeol.

 

 

“Kau kekasihnya.. Berusahalah cari bantuan untuk menolong kekasihmu. Jangan mengorbankan Baekhyun hyung.” Cecar Sehun.

 

 

“HUN!! JAGA UCAPANMU!” Bentak Baekhyun.

 

 

“Ck.. KAU MEMBENTAKKU, HYUNG? AKU MELAKUKANNYA UNTUKMU, KAU TAU TIDAK?” Ucapa Sehun balas membentak.

 

 

“SEHUN!!” Tegur Chanyeol. “Kau boleh kurang ajar padaku. Tapi tidak pada Baekki, paham!!” Bentak Chanyeol juga.

 

 

“Ma maaf, hyung. Aku hanya benci dengan situasi ini.” Lirih Sehun menjongkokan tubuhnya di lantai. Baekhyun menghampirinya, berlaku sama dengan Sehun.

 

 

“Tidak ada yang menginginkan ini, Hun.” Tutur Baekhyun lembut.

 

 

“Yang kau lakukan selalu demi dia, sekali ini saja lakukan demi aku, hyung. Turuti aku.” Pinta Sehun lirih.

 

 

“Oke, aku akan menurutimu. Dan jika terjadi sesuatu hal buruk pada Luhan, aku akan merasa bersalah. Aku tidak akan memaafkan diriku. Itu kan yang kau mau, eum?”

 

 

“Hyung..”

 

 

“Aku akan menurutimu, Hun.” Tegas Baekhyun sekali lagi.

 

 

“Hyung.. Tidak begitu maksudku. Hanya saja.. Kau begitu baik, hyung. Aku ingin kau memikirkan dirimu sendiri.”

 

 

“Aku tidak bisa diam saja, Hun. Sementara orang lain membutuhkanku. Aku ikhlas.  Bukankah kebahagiaan Chanyeol kebahagian kita juga?” Jelas Baekhyun.

 

 

“Aku hanya mengkhawatirkanmu, hyung.”

 

 

“Tenanglah.. Aku akan baik-baik saja.”

 

Chanyeol menghampiri mereka berdua. “Sehun benar, Baekki.. Biar aku berusaha sendiri mencari pendonor lain. Aku mana tega me_”

 

 

“Diamlah.. Kalian membuang-buang waktu sementara di dalam Luhan membutuhkan kita. Yang aku dan Luhan perlukan adalah doa kalian.”

 

 

“Hyung..” Lirih Sehun memeluk Baekhyun. Dan Chanyeol ikut bergabung. Mereka Bertiga saling memeluk dan menangis.

 

 

“Ini yang kita butuhkan. Jika kita bersama, kita pasti bisa melalui semuanya dengan baik.” Ujar Baekhyun.

 

 

 

 

 

 

 

Baekhyun sudah berbaring mengenakan baju operasi. Di tatapnya dua sahabatnya itu dengan senyum. Dokter mengijinkan mereka untuk berbicara sebentar sebelum Baekhyun larut dalam obat bius yang sudah masuk ketubuhnya. Sehun yang paling ketara menunjukan wajah tegangnya.

 

 

“Kami menunggumu disini, Baekki.” Lirih Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat.

 

 

“Mm..” Angguk Baekhyun lemah.

 

 

“Hunnie.. Kemari!” Pinta Baekhyun. Sehun mendekati Baekhyun dan menundukkan wajahnya.

 

 

 

 

CHU~

 

 

 

 

Baekhyun mengecup bibir Sehun.

 

“Jangan tegang, ne? Aku akan baik-baik saja.” Ujarnya. “Doakan Luhan dan.. Aku.” Obat bius itupun bekerja. Baekhyun sudah tak sadarkan diri dan siap di operasi.

 

 

 

 

 

 

Dua hari pasca operasi.. Luhan sudah sadar dan sekarang ia tengah tertidur di kamar rawatnya karna memang sudah dipindahkan. Tapi lain halnya dengan Baekhyun, ia belum sadar sampai saat ini. Walaupun sudah dipindah ke kamar rawat di sebelah kamar Luhan. Keadaan itu membuat kedua sahabatnya itu cemas. Namun dokter mengatakan selama belum melewati 3×24 jam, Baekhyun akan baik-baik saja.

 

 

 

“Hyung… Mau kuberi tau sesuatu?” Tanya Sehun di tengah lamunan mereka di depan kamar Baekhyun.

 

 

“Mm..? Apa?” Jawab Chanyeol datar.

 

 

“Ikutlah. Tapi ku yakin jika Baekhyun hyung mengetahuinya, dia akan membunuhku.” Ujar Sehun.

 

 

Sehun dan Chanyeol tengah berada di sisi kanan dan kiri ranjang Baekhyun. Pemandangan mereka di warnai dengan wajah pucat sahabatnya itu. Sehun membawa tangannya membuka kancing kemeja rawat Baekhyun. Chanyeol yang terkejut langsung menahan tangan Sehun.

 

 

“Apa yang kau lakukan, Sehun?” Tanya Chanyeol datar.

 

 

Di tepisnya tangan Chanyeol dan melanjutkan aksinya. Disibakannya kedua sisi kemeja itu oleh Sehun sehingga menampakan tubuh Baekhyun. Tidak lama, ia kembali menutupnya tanpa mengancinginya kembali.

 

 

 

“Hunn.. Baekki.. Kenapa tubuhnya..” Ucap Chanyeol tercengang melihat tubuh Baekhyun sejenak tadi.

 

 

“Banyak yang tidak kau ketahui, hyung.” Ujar Sehun. Ia mendudukan tubuhnya di ranjang. Persis di samping kaki Baekhyun. Ia usap kaki Baekhyun yang masih sedikit bengkak akibat insiden air panas waktu itu.

 

 

“Apa yang kau ketahui, Hun? Beri tahu aku.” Mohon Chanyeol.

 

 

“Tapi aku benar-benar akan dibunuhnya, hyung.”

 

 

“Hunn.. Ku mohon.” Pinta Chanyeol serius.

 

 

“Baiklah… Kau lihat kan bekas-bekas luka tadi? Sebenarnya itu belum seberapa di banding bekas luka di punggungnya. Aku pun tak sanggup melihatnya.”

 

 

“…” Chanyeol menatap Sehun seakan meminta penjelasan lebih.

 

 

“Oke.. Kau pasti ingin tau kan darimana ia dapat luka-luka itu? Kau ingat kata-kata preman itu tempo hari?” Sehun to the point.

 

 

 

 

 

DEG

 

 

 

 

Tubuh Chanyeol memanas seketika. Ia terkejut bukan main.

 

 

“Ba bagaimana mungkin? Ke.. Kenapa dia mela_”

 

 

“Dia mencintaimu, hyung.”

 

 

 

 

 

DEG

 

 

 

 

Chanyeol makin tersentak.

“Me.. Mencintaiku?”

 

 

“Mm.. Saking cintanya ia merelakan tubuhnya di amuk oleh preman itu. Dia tidak mau melihatmu terluka.”

 

 

“Baekki..” Lirih Chanyeol.

 

 

“Kau yakin mau kulanjutkan, hyung?”

 

 

“Lanjutkan.. Sehun.”

 

 

“Dia terluka saat kau bersama Luhan hyung. Dia terluka saat kau lebih memilih meraih tangan Luhan hyung ketika naik bianglala waktu itu. Dia terluka saat kau membiarkannya mengalah untuk ice krim stroberi. Dia terluka saat kau tidak memberinya cake saat ulang tahunnya. Lebih parahnya kau melupakan ulang tahunnya hyung. Aku bahkan tak sanggup mendengar tangisannya malam itu. Bahkan dia sekarang begitu membenci stroberi. Kau tidak tau, kan?  Dan dia makin terluka saat kau mengumumkan telah menjadi sepasang kekasih dengan Luhan hyung.”

 

 

 

“Ba Baekki.. ” Lirih Chanyeol tertunduk. Tubuhnya bergetar.

 

 

“Tapi itu sudah berlalu, hyung. Dia memutuskan untuk membuang perasaannya itu. Dia bahagia melihatmu bahagia dengan Luhan hyung. Dan dia hebat! Dia benar-benar melakukannya.” Jelas Sehun panjang lebar.

 

 

 

 

 

 

“YAK! Oh Sehun! Dingin, bodoh! Kau suka sekali membuka paksa bajuku!”

Omelan itu membuat Chanyeol dan Sehun terkejut.

 

 

 

“Baekki..”

 

 

 

“Hyung.. Kau sudah sadar?”

 

 

“Mm.. Sejak kurasakan hawa dingin ditubuhku. Dan ternyata itu perbuatanmu, Oh Sehun?”

 

 

“Mi mianhae, hyung.” Chanyeol masih menatap Baekhyun tak percaya.

 

 

“Cepat naikan sedikit ranjangku! Aku pegal berbaring terus.” Titah Baekhyun yang begitu Ajaib. Padahal ia baru sadar tapi terus mengomel.

 

 

 

 

GREP

 

 

 

 

Chanyeol memeluk Baekhyun seerat mungkin.

 

 

“Kau bodoh, Baekhyun. Kenapa kau melakukan semua ini?Hiks” rutuk Chanyeol, ia menangis.

 

 

“Aku akan lebih bodoh lagi jika membiarkan sahabatku terluka, Yeol.” Ujar Baekhyun. “Sudah, diamlah. Park Chanyeol tidak cocok menangis.” Sindir Baekhyun.

 

 

Chanyeol melepas pelukannya. Di tatapnya Baekhyun dengan sendu.

 

 

“Soal perkataan Sehun bahwa kau men_”

 

 

“Ia itu benar. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah kau tau semuanya?” Potong Baekhyun.

 

 

 

“Aku…”

 

 

 

 

 

“Tolong jangan merubah apapun, Yeol. Tetaplah seperti ini seterusnya. Seperti yang di katakan Sehun, aku memang mencintaimu. Tapi.. Itu dulu. Persahabatan kita lebih berharga, Yeol. Dan aku menyayangi kalian.”

 

 

“Baekhyun..” Lirih Chanyeol memeluk Baekhyun kembali.

 

 

“Jangan menyalahkan dirimu, Yeol. Karna memang kau tak bersalah.”

 

 

“Aku bodoh tidak peka..”

 

 

“Mm… Kau memang bodoh.”

 

 

“Apa yang harus aku lakukan, Baekki?” Chanyeol melepas pelukannya.

 

 

“Kau tidak harus melakukan apa-apa. Sudah kubilang, kan? Jangan merubah apapun. Teruslah bersama Luhan. Jangan sia-siakan pengorbananku untuknya. Karna aku juga menyayangi dia.”

 

 

“Gomawo, Baekki. Aku menyayangimu.”

 

 

 

CHU~

 

 

Chanyeol mengecup Baekhyun.

 

 

TUK

 

 

 

 

 

 

“YAK! Hyung! Apa yang kau lakukan?” Satu jitakkan Sehun mendarat di kepala Chanyeol.

 

 

“Ck.. Kau merusak suasana, Hun.” Gerutu Chanyeol.

 

 

“Siapa suruh kau menciumnya.”

 

 

“Kau boleh, kenapa aku tidak?”

 

 

“Itu beda, hyung!”

 

 

“YAK! Kalian diamlah!” Baekhyun membungkam kedua sahabatnya itu.

 

 

“Kemari, Hun!” Pinta Baekhyun. Sehun menggeser tubuhnya mendekati Baekhyun.

 

Baekhyun merangkul kedua sahabatnya itu hangat.

 

“Aku menyayangi kalian sama besarnya. Mari kita terus seperti ini sampai kapanpun. Saling menyayangi dan jangan biarkan ada kata maaf diantara kita, ne?” Ujar Baekhyun.

 

 

“Ne, Baekki. Terus seperti ini. Tidak akan pernah berubah.”

 

 

“Ne, hyung. Aku menyayangimu melebihi Park Chanyeol ppabo.”

 

 

“Oh Sehun! Jinja…” Desis Chanyeol.

 

 

“Apa aku boleh bergabung dengan kalian?” Suara Luhan dari depan pintu. Ia masuk menggunakan kursi roda di bantu seorang perawat dan membiarkannya di kamar Baekhyun. Chanyeol membantunya untuk bangkit ke ranjang Baekhyun.

 

 

“Baekhyunah.. Terima kasih sudah menolongku.” Ujar Luhan Lembut yang memeluk Baekhyun.

 

 

“Mm.. Bukankah itu gunanya sahabat? Harus saling membantu.” Baekhyun tersenyum membelai surai coklat milik Luhan.

 

 

“Tentang.. Kau mencintai_”

 

 

“Kau mendengarnya? Kau juga dengar jawabanku tadikan? Mari kita tidak membahasnya lagi, ne? Biarkan saja semua berjalan seperti biasanya.”

 

 

“Mmmm..” Luhan melepaskan pelukannya.

 

 

“Aisshh.. Oh Sehun! Kau benar-benar ingin ku bunuh, eoh? Bikin rumit saja.” Desis Baekhyun.

 

 

“Mianhae.. hyung. Kukira ini akan menjadi kesempatan terakhir. Jadi ku beri_”

 

 

“YAK! Kau menyumpahi aku mati, eoh?”

Bentak Baekhyun.

 

 

“Haha.. Mianhae, hyung.”

 

 

“Kalau aku sehat sudah kuhabisi kau.” Baekhyun mempoutkan bibirnya.

 

 

“Bagaimana kalau aku yang menggantikanmu, Byun Baekhyun?” Seringai Chanyeol.

 

 

“Dengan senang hati Park Chanyeol.” Baekhyun tersenyum manis.

 

 

Segera saja Sehun berlari ke luar kamar itu dan di kejar Chanyeol. Gelak tawa keluar dari Baekhyun dan Luhan.

 

 

 

 

 

‘Jika anda bersahabat, bersiaplah untuk berkorban demi sahabat anda tersebut. Jika anda bermusuhan dengan sahabat anda, bersiaplah mengalah demi persahabatan kalian’

 

-Anonim-

 

 

 

 

END

 

 

Thanks For Reading^^ RCL  please…. *bow*

Review kalian yang buat aku semangat untuk buat ff 2 berikutnya…

94 thoughts on “[FREELANCE : SHEVRETNO] Love & Friendship

  1. this is freaking daebaakkk!!~~

    aaaa…author berhasil membuat banjir bandang lokal, aigoo…
    pokoknya…ini keren bgt titik #speechless, apa lagi yng jadi korban baekkie #ketawanista

    keep writing ne, authorr~~

  2. PROK! PROK! PROK! Standing Applause!!! *Apa banget -_-*
    Keren banget FF nya!!! Aku sampe nangisssss kejerrr *Di dramatisir* Ceritanya romantis sekaligus mengharukan!! Waaaaahhh! Sukses deh buat Authornya!!!😀 Bikin FF lagi yang banyak yaaaaa!! :)))

  3. Baekhyun., kenapa baik banget? *ralat* kenapa terlalu lemah buat ngutarain perasaanya ke chanyeol?
    bukan sad ending sih, cuma agak strange aja ngeliat chanyeol jadian sama luhan. *plak*
    nice FF. suka banget karakter sehun disini.

  4. Aaaaaaaaaaaa~~~ Igo Jinjja…. TT.TT
    Baekkie~~ Sebelum kamu nangis pas hari UlTah kamu…. aku udah punya firasat…
    makanya aku nangis duluan…
    Huuuaaaaa~~ Huweeeeeee~~
    Gq pernah aku nangis kejer kayak gini pas baca FF….
    Huhu~~~ Baekhyun tersakiti~~ TT.TT
    luka kamu yg dipunggung itu…. TT.TTT
    Huaaaaaa~~~ Kenapa ini begitu menyedihkan~???!!!! TTTTT^TTTTT
    Baekkie…. Kamu baik banget…. Baekkie…. Itu rasanya pasti SAKIT BANGET.. Kan??? TT.TT
    Huhuhuhuhuhuhu~~

    Author Daebak… TT.TT
    Baekkie,,,Huhu~~ Aku nangis… Udah lama aku gq nangis kayak gini…. TT.TT
    Huwaaaaaa~~~ Sedih bangetttt~~~ TT.TT

    Author… Keep Writing nae…. ^^

  5. aaaaa keleeennn banget,,,,

    Daebakk ,,, (y)
    Luhan itu parasit ya?? aku kurang suka waktu luhan dateng, dia ngerusak persahabatan baek-chan-sehun-

  6. kenapa ini FF daebak banget T.T aku terharu thor sumpah ini FF bikin air mata jatuh aja BAEKHYUN kamu baik banget sihhh ahhh jadi suka baekhyun angel banget hatinya jadi terharu tentang persahabatannya ya ampun daebak banget deh ini FF I LIKE IT an I LOVE YOU THOR/? haha DAEBAK!!!

  7. Ya Allah, Baekhyun hatinya malaikat banget…
    Chanyeol ga pekanya keterlaluan ya-_-
    Sehun, semoga nanti dibalas perasaannya sama Baekhyun ya… Kalo bisa adain sequel buat FF ini thor… Ceritain Sehun-Baekhyun nya🙂

    Pokoknya abis baca FF ini makin cinta sama Baekhyun🙂

  8. HHHHHH……

    SUMPAH, KEREN BGT MASAAA…
    DADA GUA NYESEK THOR BACA-NYA !!

    disini berasa bgt jadi baekhyun, dan emng keren bgt!

    salut sma persahabatan mereka. ada ga ya, orang kyk baekhyun di ff ini, beneran ada di dunia nyata…

    bener-bener keren !!

    HWAITING ~~!! ^^

  9. aaaahhh , sumpah ini seruuuu bnget ,, ahh baekhyun sehun momentnya manis bnget , lebih dpt feelnya BaekHun disini drpd ChanBaek , eh tapi knp mreka ga jadian aja c thor ,, pliss butuh sequel ini mah , tpi khusus kisahnya BaekHun aja .. mreka manis bngt sumpah disini ..

  10. aishh~ jinjja??
    Ini benar2 mngharukan,,
    Aku smpai mnitikan airmta.. u,u

    Prsahabatn yg sngat indah ^_^

    _ChanBaekHunHan_

  11. astaga.. baekhyun itu jelmaan malaikat banget.. adakah manusia berhati malaikat seperti baekki didunia nyata saya huweeeee… mau ketemu baekki masa..

    author pinter banget buat karakter baekki kayak gitu..

    suka deh liat hubungan sehun ma baek yang manis saling memberi kecupan antar sahabat hahaha.. saya juga mau dikecup baekhyun#plakk digampar yeol..

    minta sequel dong buat sehun jadian ma baekhyun hahaha..

  12. Kiyaaa….. Nice! Terharu bacanya hiks hiks.. *elap ingus di baju yeol, baekhyun berhati di sini bener” malaikat, rela berkorban demi sahabat”nya jadi terhura eh tarharu maksidnya

    aku juga terharu sama perjalanan persahabatan mereka hiks
    sehun sama baekkie bener” so sweet.. Kyaa… Huweeee… Eomma…/? Di saat baekkie sedih pasti hunnie ada di sampingnya utk ngehibur baekkie, ciee hunnie.. Cuit cuit.. Ati” nanti yg di sebelah cemburu tuh *lirik luhan* wkwkk

    betewe lanjutin karya” berikutnya thor!!

    Aku dukung!! Paiting!!! ^^)9

  13. PARK CHANYEOL PABO !!!!
    Lama2 gue pites juga ni orang kaga peka banget sih *terjundariphoniex(?)
    Aku suka sama ni ff jalan ceritanya ngena banget *prokprokprok
    Baekhyun yang sabar
    Sehun yang jengah (?)
    Chanyeol yang tidak peka
    Dan Luhan yang cantik (?) ._.

    DAEBAK LAH NI FF !
    Meski alurnya kecepetan tapi wajarlah ya kan cuma 1 chapter alias oneshot ^o^
    But, saya nangis baca pas bagian baekki tersakiti (?)
    Kenapa selalu baekki yang tersakiti? Tapi gue demen #plak ( istri durhaka )😄

    Yasudah ane cuma mau ninggalin jejak aja kalo ane udah baca, FF nya bagus banget lah thor k e r e n !
    Jangan lupa sahur ya(?) *makinngawur -_-

  14. Uuwaaaaaaahhhhh!!!!!
    Mataku bengkak!!!
    Keren banget ni crita!!!
    Kak, lain kali buat crita seddih ttng kaido dong!!!
    Please…..

  15. aku terharu sama FF ini, huhuhu… Baekbaek sampe rela ngorbanin diri dan perasaannya demi Yeolyeol..😦

    pengen deh rasanya ngejitak Chanyeol #digeplak. abis dia gak peka gitu sih, kan kasian Baekhyunnya..

    Waaa… tadi kupikir Chanyeol bakalan mutusin Luhan dan milih Baekhyun. dan Luhan akan bersama Sehun (ini baru sempurna #ketawa setan). tapi ternyata Baekhyun lebih milih persahabatan mereka, haduh terharu…

    setuju sama kata-kata terakhir di atas. persahabatan itu emang lebih indah dari segalanya…

    pokoknya FF ini DAEBAK deh!!

  16. Huhuhuhu
    Ceritanya bagus banget.

    Aku terharu…
    Baekhyun baik banget.
    baekhyun berhati tulus, sehun yang perhatian, tapi chanyeol-lah yang menyebalkan (¬.¬)

    Seandainya aku punya sahabat yang berhati seperti sehun dan baekhyun…
    #abaikan

    Pesanku buat author
    “Tetap berjuang! Buatlah ff sebanyak mungkin dan jangan pernah menyerah!
    Fighting!!^^”

  17. Okeee.. 1 kata: daebak (o^-‘)b ☆ nothing less! Aku jd ngiri bneer sama baekhyun yg sifatnya udh kyk malaikat dsni…. O.o.. Baekhyun oh baekhyun……btp baek hatinyaaa engkao.. Salud* aku pkr baekki smpt sama sehun terakhr2.. Rupanya ngga (´̯ ̮`̯ ).. Untglah dia dh bahagia… Ikud senang*🙂 ntah napa suka x liad baekki jd pemeran utama… N’hrs happy ending.. G tega liad baekki menderita T.T disini baekki plg menderita.. G tahan! Untg ad sehun yg nemenin.. Jd pengen tabok chanyeol* (” `з´ )_,/”(>_<!) G berperasaan bgt!

  18. astazimmmmm~
    gado-gado aku bacanya kak,, pengen marah-kesel-terharu (bgt)-pengen nangis-kasian-terakhir SPEECLES!!!
    3 kata deh buat kakak.nya yg nulis ” DAEBAK-BGT-SUMPAH”
    ^^ ^^ ^^

  19. Kerennn….prok prok prok….endingnya bagus banget thor….ya walaupun baekyeol nya ga bersatu…tapi tetep daebak thor salut ama pacarku yang satu ini *lirik baekhyun

    Keep writing thor !! ^^

  20. Ah….. Ini sangat mengharukan TT^TT aku sempet nangis….. Onnie….. Bener bener bikin ningis……

    Makasih… Untuk ceritanya onnie…

  21. Gk rela sic end ny chanlu, tp yg itu kan ide author y jd terserah az sic. Tp ku suka ff nic persahabatan ny kuat bgt. Kok ada y sahabat yg slg cium mencium tp berdasarkan rasa syg bkn cinta. Enk bgt tuc sehun bs cium2 baeki

  22. Ini tuh.. lucu romantis keren bermakna seru… ga tau lah deskripsiinny… tp aku seneng bacanya…karakter baekhyunny aku suka bgt… keren deh pkonyaa mah.. salut buat authornya ^^d

  23. Huaaaa…… Baekki sifat mu seperti malaikat wajah mu juga seperti malaikat , pa jangan” kamu memang malaikat yang di utus ke bumi
    Nyeseeekkk banget bacanya , LUV YU thor saranghae joengmal….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s